Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation

Seoul, Hari Santri 2018. Menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang lalu, PCINU Korea Selatan bersilaturrahim ke KMF (Korean Muslim Federation ). Turut hadir dalam rombongan PCINU Ustadz Ali Mahmudi dan Ustadz Rozi Nawafi Moh. Fathurrozi. Kunjungan ini untuk berpamitan setelah selesai mengisi kegiatan Safari Ramadhan selama 1 bulan.

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation

Imam Besar KMF Abdurrahman Lee menyampaikan setidaknya dua pesan. Pertama dia menyampaikan sekaligus mengingatkan pentingnya menjalankan syariat Islam dengan baik, akhlak yang dicontohkan sayyidina Muhammad SAW dan menunjukkan pribadi Muslim yang baik kepada pribumi di Korea.

“Sehingga orang Korea tertarik dengan akhlak umat Islam yang ditunjukkan Muslim Indonesia, mengingat jumlah penduduk Muslim Indonesia di Korea mencapai 40.000 jiwa. Jika 10.000 saja yang peduli terhadap dakwah bil akhlak dan istiqomah dalam menjalankan budaya Islam, sudah barang tentu Muslim di Korea akan cepat berkembang,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, kader Aswaja di Korea juga berdakwah melalui pernikahan, dengan harapan bisa mendidik dan mengajak wanita Korea kepada Dinul Haq dan bisa mempunyai generasi penerus dakwah di Korea Selatan.

Hari Santri 2018

? ?

Sementara itu, Rais Syuriyah PCINU Korsel Ustadz Syamy Zein Syamsul Arifin yang hadir dalam silaturrahim ini mengungkapkan bahwa kenyataan yang ada, saat ini sebagian muslimah yang menikah dengan Korea namun kebanyakan terbawa budaya Korea dan cenderung meninggalkan adat ketimuran Indonesia.

Hari Santri 2018

“Mudah-mudahan Muslimat NU dan Fatayat NU Cabang Istimewa Korea Selatan segera terbentuk, untuk mewadahi muslimah Indonesia di Korea agar bisa mensyiarkan Islam di bumi Korea,” harap Syamy Zein. (Imam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, News, Humor Islam Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

Ngawi, Hari Santri 2018. Lakpesdam NU Ngawi mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunan desa. Lakpesdam NU melihat pentingnya partisipasi masyarakat dalam rangka mendampingi ketepatan program pembangunan desa.

Ketua Lakpesdam NU Ngawi Husaini Amar meminta partisipasi masyarakat terutama unsur NU dalam pembangunan desa. Peran unsur masyarakat secara menyeluruh ini, kata Husaini, dijamin dalam UU Desa tahun 2014 dalam proses perencanaan dan pembangunan desa.

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

“Keberadaan desa perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Husaini di hadapan puluhan warga dalam diskusi UU Desa Tahun 2014 di aula kantor Lakpesdam NU, Rabu (3/9).

Hari Santri 2018

Ajakan Husaini Amar ini diamini Bapedda Ngawi Sri Widodo. Menurutnya, UU Desa telah menetapkan, setiap desa mendapat alokasi anggaran khusus dari APBN. Sri Widodo mengajak warga Ngawi untuk mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (Agus susanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Hikmah, News, Kajian Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Jakarta, Hari Santri 2018. Rombongan NU Patean, Kendal menggelar tahlilan untuk tokoh Muslimat NU Hj Asmah Sjachruni di masjid An-Nahdlah gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (4/6). Rombongan yang berjumlah sedikitnya 125 orang ini berdoa bersama jamaah sholat Zuhur untuk almarhumah.

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Warga NU yang dipimpin MWCNU Patean ini menjadwalkan singgah di PBNU dalam rangkaian ziarah Wali Songo tahun ini. Mereka yang terdiri atas jamaah pengajian Ahad pagi melakukan ziarah wali rutin setiap tahun.

“Tahun lalu, kita ziarah dari titik tempat tinggal kami menuju Timur hingga Madura. Tahun ini, kita ziarah ke Barat sampai ke Banten dan Tasik juga Ciamis,” kata Katib Syuriyah NU Patean KH A Rozin menyebut makam Sultan Hasanudin Banten dan Pamijahan.

Hari Santri 2018

Sementara Ketua MWCNU Sofyan Hadi menambahkan, agenda ke PBNU direncanakan sebelumnya. “Maksudnya, agar warga NU di tempat kami mendapatkan nilai lebih dalam ziarah Wali.”

Hari Santri 2018

Diantar dua bus, mereka melanjutkan kembali perjalanan ziarah mereka setelah beramah tamah dengan Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PP LDNU KH Zakki Mubarok, Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Fragmen, Sunnah Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Oleh: Ahmad Munir*-- Banjir di DKI Jakarta atau sering disebut Banjir Jakarta merupakan fenonema bencana alam akibat luapan sungai dan genangan hujan, atau kenaikan muka air laut yang terjadi berulang-ulang.?

Fenomena banjir dikaitkan dengan pembangunan dinilai sangat merugikan, baik kerugian pada kerusakan fisik bangunan (infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, korban jiwa, dan munculnya masalah sosial lainnya) maupun kerugian dari ekonomi (keterlambatan proses produksi dan distribusi barang). Sebaliknya, pembangunan menghendaki pertumbuhan yang berkelanjutan, dari sisi kuantitas maupun kualitas terhadap objek pembangunan, agar tidak terganggu oleh bencana alam atau kejadian beresiko lainnya. Sehingga, pemecahan masalah banjir Jakarta menjadi prioritas pembangunan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi di DKI Jakarta.

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Beberapa alternatif kebijakan penanganan banjir berkembang diantaranya dengan penataan vila-vila liar di puncak tanpa izin, penataan pemukiman di sekitar waduk di Jakarta, normalisasi sungai, rencana pembangunan sodetan/waduk/situ dan lainnya.?

Hari Santri 2018

Hampir semua paket kebijakan tersebut, menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Terahir yang menjadi isu yang kontroversial yakni rencana pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane, yang secara teknis menurut kementrian Pekerjaan Umum masih mampu untuk dijalankan menjadi proyek, namun kebijakan ini ditentang oleh warga Tangerang karena dianggap akan memindah masalah banjir Jakarta ke wilayah Tangerang, Banten. Pro-kontra ini menarik karena kebijakan penanganan berhadapan dengan paradigm masyarakat yang berkembang.

Kejadian Banjir di DKI Jakarta?

Banjir di Jakarta dalam sudut pandang lingkungan umumnya dimaknai sebagai terganggunya sistem hidrologi pada lingkungan daerah aliran sungai (DAS), yang menyebabkan meluapnya berbagai sungai maupun kenaikan muka air laut serta tergenangnya bangunan atau lingkungan tempat tinggal manusia dan berdampak pada terganggunya kerja ekosistem. Pelaksanaan pembangunan memang kadang bersifat dilematis. Pada satu sisi, pembangunan mengkonversi lahan dan mengubah peruntukan serta fungsi alaminya menjadi bangunan, gedung bertingkat dan tutupan lahan lainnya. Konversi lahan berdampak pada kerusakan ekosistem secara keseluruhan. Kaidah ini berlaku dalam konteks penanganan masalah banjir di Jakarta.?

Hari Santri 2018

Keberlanjutan lahan alami berdasarkan fungsi ekonomis menjadi sangat jarang bertahan. Lahan umumnya cepat berubah menjadi objek kompetisi antar sektor yang menghantarkan lahan pada kondisi tidak stabil dan terus berubah, dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya yang kurang mendukung keberlangsungan ekologi. Maka fungsi ekonomis lahan berdampak pada tumbuhnya pemukiman yang mendesak kawasan lindung, misalnya bantaran sungai, pesisir pantai dan kawasan alami lainnya.?

Jika dikaji secara fisik, banjir yang terjadi di DKI Jakarta menunjukkan pola peningkatan dari tahun ke tahun yang makin meluas. Sebaran banjir meningkat, dari sisi arah banjir bergerak memadati wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Peningkatan luasan banjir terjadi karena: 1) konversi lahan dari lahan tutupan vegetasi (hutan mangrove, ruang terbuka) di dataran rendah Jakarta dibangun menjadi lahan pemukiman 2) pemukiman di bantaran situ dan sungai 3) Rusaknya infrastruktur penahan debit air, misalnya tanggul atau saluran air. Sebaran kejadian banjir berkembang ke wilayah Jakarta utara dan Jakarta Pusat.?

Peningkatan kejadian banjir ini tidak lepas dari pola kejadian hujan dalam tiap tahunnya. Pola Kejadian hujan yang tinggi dalam intensitas dan sebaran hujannya, sering memicu banjir tahunan yang lebih besar. Jika musim penghujan meningkat jumlah curah hujannya, maka intensitas banjir menjadi semakin tinggi dengan sebaran yang lebih luas. Curah hujan tinggi idealnya diimbangi dengan luasan area konservasi air yang seimbang. Air dari curah hujan tidak dapat ditampung di zona resapan, karena zona resapan khususnya di kawasan puncak telah banyak berubah menjadi area pemukinan dan perumahan. Sehingga curah hujan tidak mampu ter-infiltrasi ke dalam tanah secara optimal.

Kompleknya masalah banjir bisa dipandang dari sisi sosial-masyarakat. Permasalahan banjir tidak terpisah dengan permasalahan sosial seperti kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk yang tinggi, pertumbuhan pemukiman liar di wilayah rawan banjir. Peruntukan wilayah dataran banjir sebagai zona lindung dari banjir luapan, telah berubah menjadi pemukiman kumuh. Hasilnya, bantaran sungai justru menjadi masalah utama di DKI Jakarta. Rendahnya ketaatan penduduk pada ketentuan dan kaidah penataan ruang menjadi sebab berikutnya alasan banjir tidak dapat diselesaikan. ? Konversi lahan pertanian atau jalur hijau di tepi bantaran sungai menjadi pemukiman adalah masalah konversi yang utama. Masalah lainnya adalah pemukiman liar di tepi bantaran danau/ situ. Maka konversi lahan jenis ini mendorong tumbuhnya kawasan rawan banjir yang semakin luas.

Debit maksimun saat musim penghujan yang tinggi, jika dialirkan menuju DKI Jakarta pasti menimbulkan banjir. Sedangkan wilayah sekitar DKI Jakarta, yang memungkinkan untuk membagi besaran debit, juga mengalami masalah banjir yang hampir sama, sehingga tidak semua keputusan yang bersifat terpadu dapat digunakan untuk menangani banjir Jakarta. Secara lingkungan, sebaran dan luasan banjir juga dipengaruhi oleh besarnya arus urbanisasi menuju kota Jakarta. Arus urbanisasi akibat daya tarik lapangan pekerjaan yang tinggi, memicu tumbuhnya pemukiman di tepi bantaran sungai. Pemukiman tepi bantaran sungai mendorong badan sungai menjadi sempit dan tidak mampu menampung air pada kondisi debit maksimum. Sehingga banjir makin membesar dengan dampak yang semakin tinggi.?

Kebijakan Konversi Lahan

Kegiatan manusia seperti di kota Jakarta sangat beragam dengan intensitas pemanfaatan ruang atau lahan yang cukup tinggi. Tingkat keragaman ini ditunjukkan dengan beragamnya kegiatan warga Jakarta dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, akan tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan sosial dan budayanya. Intensitas pemanfaatan ruang juga sangat tinggi, menyebar di seluruh ruang hingga mencapai kawasan-kawasan yang tidak diperuntukkan untuk kegiatan manusia, misalnya cagar alam, hutan lindung, pesisir mangrove. Keragaman dan intensitas yang tinggi berdampak pada persaiangan dalam upaya mendapatkan lahan sebagai aktivitas utama.

Pokok masalah pertama, kaitanya dengan kebijakan konversi lahan menunjukkan adanya lemahnya rumusan kebijakan dan aturan yang mengatur masalah konversi lahan, sehingga konversi lahan terjadi tidak terkendali. Kondisi yang paling ideal terjadi apabila lahan yang terkonversi sedikit dan penggunaan tanah di masing-masing kawasan sesuai dengan peruntukan dan fungsinya.?

Lemahnya regulasi dalam mengatur konversi kebijakan perubahan tutupan lahan tercermin dari kondisi kejadian konversi lahan yang tidak terkendali dan terjadi terus menerus. Kebijakan konversi lahan dalam undang-undang tidak dijelaskan secara khusus kaitanya dengan penyebutan dalam pasal-pasal. Lemahnya kebijakan konversi lahan juga tercermin dari rumusan kebijakan yang tidak mengatur secara khusus.?

Pokok masalah penting kedua adalah rencana tata ruang wilayah (RTRW) cenderung rendah dalam memperhatikan kondisi aktual ruang, akan tetapi kuat dalam target rencana ruang pada masa mendatang. Akibatnya, kondisi ruang eksisting yang selaras dengan masalah banjir, tidak bisa dijelaskan secara komprehensif dari sudut fisik, ekonomi dan sosial. Padahal kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh besar dalam membentuk ruang terkini dan ruang pada masa mendatang.

Pokok masalah ketiga, pembangunan yang berjalan kurang memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Sehingga tidak terjadi keseimbangan rasio jumlah penduduk dengan luas tanah, terjadi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah, lereng dan wilayah ketinggian. Sehingga, yang terjadi lahan dan tanah dibabat habis, digunakan hingga mendekati rasio terbangun dan tidak terbangun 8:2. Suatu rasio yang mencerminkan tingginya intensitas penggunaan tanah/lahan.

Pokok-pokok masalah di atas, jika dikaitkan dengan banjir di DKI Jakarta menjadi faktor pendukung tingginya kejadian banjir dan intensitas banjir serta dampak korban yang dirugikan. Semakin banyak lahan terkonversi, maka semakin besar banjir yang terjadi akan berdampak bagi penduduk. Sehingga membutuhkan kesatuan konsep dalam penanganan, khususnya dalam mengendalikan konversi lahan. Konversi lahan yang terjadi di hulu yang terus meningkat perlu dikendalikan. Perubahan ruang dan kawasan membudahkan terjadinya perubahan penggunaan tanah. Sehingga perubahan penggunaan tanah berdampak besar pada luasan dan sebaran banjir di Jakarta.?

Kendala Penentuan Kebijakan Hukum Lingkungan dalam Penangan Banjir?

Kebijakan lingkungan yang telah dikembangkan menghadapi masalah banjir termasuk dalam konteks pelaksanaan. Pertama, kebijakan yang telah ditetapkan tidak mengikat semua pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah masih menggunakan otoritasnya sebagai daerah otonom. Dampaknya banyak pemerintah daerah yang menolak pelaksanaan kebijakan, yang dari sisi hukum benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Contoh kasus yang menonjol adalah penolakan wali kota tangerang saat pemerintah pusat melalui kementrian pekerjaan umum bermaksud membangun sodetan Ciliwung-Cisadane.?

Penolakan ini dapat dipandang sebagai ketidakmampuan dalam memadukan kebijakan lintas provinsi tetapi dalam satu sistem DAS. Pendekatan ini dibenarkan sesuai kaidah ilmiah, tetapi menjadi tidak berlaku dalam konteks pelaksanaan akibat perbedaan kewenangan.?

Kedua, dalam menangani masalah banjir diperlukan instrument-instrumnet penanganan ? yang tepat. Beberapa instrument yang diperlukan antara lain: instrument kebijakan, politik, sosial, budaya, lingkungan dan kelembagaan. Standar lingkungan yang wajib dikembangkan adalah standar kualitas lingkungan tertinggi. Standar ini perlu ditetapkan dalam setiap aspek kebijakan, untuk meminimalisir korban dan kerugian yang lebih tinggi akibat banjir.?

Kendala-kendala dalam penanganan masalah banjir di DKI Jakarta dapat dijelaskan dalam dua pendekatan. Pertama, dengan pendekatan kaidah ekologi dan pendekataan penataan ruang. Kedua, kendala dari aspek penentuan kebijakan dan penerapan kebijakan dalam penanganan masalah Banjir di DKI Jakarta. Dari kaidah ekologi, interaksi yang tidak berimbang antara lingkungan hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup (abiotik) dapat memicu tergannggunya berbagai sistem ekologi. Salah satunya sistem hidrologi yang memicu terjadinya banjir. Beberapa kaidah ekologi yang dilanggar antara lain: 1) Kaidah penataan ruang dan pemanfaatan ruang 2) Kaidah fungsi ekologi DAS dan bantaran sungai 3) Kaidah penduduk dan tempat tinggal sesuai peraturan.

Keterpaduan Pengendalian Konversi Lahan?

Kompleksitas penentuan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, menjadi penting dalam penanganan banjir, karena masalah banjir kian waktu kian meningkat intensitasnya dan juga kerugian yang ditimbulkan. Maka pemerintah memiliki keharusan untuk menangani masalah ini secara serius sesuai kaidah ekologi. Paradigma konsep keberlanjutan (sustainable) yang sekarang berkembang adalah keseimbangan antara lingkungan, sosial dan ekonomi dari semula paradigma yang berkembang ekonomi lebih mendominasi pandangan tentang pembangunan. Faktanya, saat ini Jakarta telah tumbuh sebagai kota yang melebihi daya tampung dan daya dukungnya bagi warganya. Kondisi ini menuntut paradigma pembangunan kota Jakarta digeser lagi pada paradigma yang lebih ekstrim, yaitu lingkungan harus mendominasi ekonomi dan sosial.?

Faktanya sistem sosial dan sistem ekonomi saat ini mendominasi seluruh paradigma pembangunan di Jakarta. Contohnya, proyek reklamasi pantai teluk Jakarta yang mengubah sistem ekologi hutan mangrove dan terumbu karang menjadi ekosistem budidaya. Sistem ekonomi mendominasi sistem sosial dan lingkungan pada semua aspek perencanaan pembangunan yang dikerjakan.

Dengan demikian, masalah banjir yang selalu ditangani dengan pendekatan teknis. Hasilnya tidak cukup efektif dalam konteks penanganan banjir. Penanganan banjir lebih didekati dengan pendekatan proyek. Maka kebijakan penanganan banjir menjadi dilema. Pada satu sisi, banjir bernilai proyek bagi penyandang dana, namun pada sisi lain masalah banjir harus diselesaikan, yang berarti pula menghentikan proyek yang bernilai besar. Dilema ini menghambat pemangku kebijakan serta aspek kelembagaan dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Sehingga banjir tidak bisa diselesaikan dari satu aspek saja dan perlu diupayakan secara terpadu, utamanya dengan pendekatan kebijakan lingkungan. Kebijakan lingkungan umumnya tidak bisa berjalan efektif, akibat kompleksitas masalah. Masalah banjir tidak bisa dilihat dari sudut hukum saja, mengingat banjir merupakan bencana yang mengganggu berbagai sistem. Sistem apapun yang terganggu, akan diam dan tidak bekerja efektif.?

Efektivitas hukum lingkungan akan terjadi dalam konteks penanganan banjir, jika hukum lingkungan diterapkan secara bertahap, agar sistem yang terganggu tidak terlalu besar. Jika hukum diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, sebagai aspek yang paling penting dalam konteks penanganan banjir, maka masalah utama banjir akan dapat diselesaikan juga secara bertahap.?

Penanganan Masalah Banjir dan Pengendalian Konversi Lahan

Fakta fisik dataran alluvial wilayah Jakarta antara lain: 1) daerah rendah rawan banjir 2) dataran pantainya menjadi tempat bermuara sungai-sungai besar antara lain: sungai Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Ciliwung, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung. 3) Mata air sungai-sungai tersebut terletak di wilayah Bogor dan Puncak yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga sering menyebabkan luapan di dataran rendah. Banjir Jakarta hampir terjadi di beberapa daerah aliran sungai (DAS) antara lain Ciliwung, Cisadane, dan Pesanggrahan. Dengan demikian, pola banjir di DKI Jakarta berkaitan erat dengan faktor fisiknya.?

Di Jakarta sendiri, yang dialiri sekitar 13 sungai besar, beberapa sungai berhulu di Kabupaten Bogor atau sekitar puncak. Maka faktor penyebab banjir dapat diketahui secara pasti. Dominansi faktor disebabkan oleh curah hujan tinggi. Curah hujan tinggi sebagai penyebab input aliran sungai yang tinggi. Maka pendekatan sistem DAS dalam penanggulangan banjir di wilayah hulu adalah dengan 1) mengoptimalkan proses peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi). 2) Memperbanyak parkir air dalam bentuk empang, situ, waduk dan danau. 3) Mencegah air hujan yang menjadi aliran permukaan membawa material pengikisan dalam jumlah besar.

Konversi lahan di lapangan mempengaruhi luas lahan, lokasi lahan dan jenis lahan yang ada. Jenis lahan pemukiman dengan berbagai masalah yang dihadapi membutuhkan hasil yang lebih optimal, sehingga dituntut perubahannya untuk berbagai penggunaan. Penggunaan yang berubah, terutama lahan di wilayah hulu mempengaruhi kemampuan infiltrasi lahan terhadap air, sedangkan di wilayah hilir mempengaruhi sebaran luasan banjir. Lahan yang semula dataran banjir menjadi genangan banjir akibat perubahan tutupan lahan yang ada.?

Permintaan lahan untuk alokasi non-pertanian terus meningkat sebanding dengan kebutuhan lahan untuk hal lainnya. Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan transformasi bentuk penggunaan lahan yang memicu peluang yang besar untuk terjadinya konversi lahan. Konversi lahan di lapang mencakup perubahan luasan, lokasi lahan dan jenis lahan. Luasan lahan pertanian utamanya terus berkurang sebanding dengan pengurangan luas lahan bervegetasi. Maka alat pengendalian baik RTRW, Ijin Lokasi maupun larangan konversi lahan menjadi instrument penting, kaitanya dalam mengurangi jumlah perubahan penggunaan lahan di hulu DAS yang mengalir ke Jakarta.?

Interkasi antara manusia dengan penggunaan tanah menjadi input bagi kejadian banjir yang lebih besar. Luasan banjir sangat dipengaruhi perubahan penggunaan tanah di DAS bagian hulu. ? Dengan pendekatan keruangan (spasial), banjir dapat dilihat dalam satu sistem besar, yakni sistem hidrologi, yang selalu melihat bahwa banjir adalah fenomena alami, yang disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi. Dalam sistem penataan ruang, curah hujan tinggi akan efektif dalam penyediaan sumber air, manakala air dapat terserap ke dalam tanah, melalui proses infiltrasi dalam jumlah yang besar. Namun, jika sistem yang seimbang ini terganggu yang muncul adalah banjir yang mengganggu kehidupan manusia itu sendiri.

Hasilnya, perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan berdampak pada peningkatan banjir di DKI Jakarta. Peningkatan banjir dihasilkan akibat peningkatan sedimentasi dan laju erosi di bagian hulu. Konversi tutupan juga berdampak pada penurunan laju penyerapan air ke dalam tanah (infiltrasi). Sehingga makin besar lahan yang terkonversi, makin besar pula dampak banjir yang dihasilkan. Pengaruh paling besar dari perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan dengan banjir di DKI Jakarta yakni perubahan luasan dan sebaran banjir. Tutupan lahan sangat berpengaruh terhadap luasan dan sebaran banjir di DKI Jakarta terlihat dari periode kejadian banjir dan sebaran banjir yang ada. Masalah banjir di Jakarta bermasalah dalam konteks penanganan, baik pada penentuan kebijakan maupun kepentingan masyarakat dan juga kepentingan pemerintah daerah otonomi lain. Oleh karena itu, peran kebijakan lingkungan menjadi sangat penting.?



*Ahmad Munir, pemerhati banjir Jakarta, pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaSantri, News Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Sabtu 28 Februari ini adalah puncak haul ke-26 KH Ali Maksum, Krapyak. Peringatan haul sejak Jumat (27/2) kemarin itu, dimulai dengan khataman Al-Quran hingga ziarah ke makam Rais Aam PBNU KH Ali Maksum di makam keluarga besar pesantren Krapyak di Dongkelan. Peringatan puncak haul kali ini akan dihadiri alumni pesantren Krapyak juga masyarakat Yogyakarta.

KH Ali yang dikenal sebagai ‘kamus berjalan’ adalah Rais Aam PBNU periode 1981-1984. Almarhum menggantikan KH Bisri Syansuri yang wafat pada 1980. Kiai Ali juga dikenal sebagai kiai moderat yang berwawasan luas dan bisa merangkul semua kalangan.

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum

Menurut A Zuhdi Muhdlor, santri Kiai Ali yang menulis biografi gurunya menegaskan, Kiai Ali memiliki perhatian serius terhadap kader masa depan. Kiai Ali selalu mengingatkan adanya kaderisasi dalam semua hal untuk umat Islam termasuk NU.

Hari Santri 2018

"Kiai Ali mengibaratkan kaderisasi demikian penting yang sama pentingnya dengan sholat sunah rawatib muakkad. Jadi, kalau orang itu hanya melakukan sholat wajib, ya sholatnya banyak kekurangan, banyak bolong-bolong. Karena sholat sunah itu yang akan menyempurnakan," kata Kiai Zuhdi yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PWNU DIY.

Sementara dalam konteks sosial dan organisasi, orang yang tidak memerhatikan kaderisasi menginginkan hanya dirinya yang selalu "jadi". “Karena ingin selalu tampil, orang lain kurang diperhatikan," lanjut Zuhdi, salah satu penulis kamus kontemporer Arab-Indonesia Ashri. (Muhammadun/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Sunnah Hari Santri 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Pringsewu, Hari Santri 2018

Ada pemandangan unik dalam pengajian rutin malam Rabu di Pondok Pesantren Nurul Ummah asuhan KH Sujadi Saddad di Desa Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/9) tadi malam. Beberapa jamaah yang biasanya memakai peci putih atau kopiah hitam khas Indonesia tampak mengenakan peci batik warna hijau khas motif seragam NU.

Wakil  Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Yang paling menonjol malam itu adalah Wakil? Syuriyah Pengurus Ranting NU Patoman, Kecamatan Pagelaran, Mbah Fahrurozi. Ia tak hanya mengenakan peci bermotif batik NU tapi juga baju bermotif yang sama. Apalagi, ia yang selalu datang lebih awal dari jamaah lainya memimpin pembukaan pengajian dengan membaca Nadlam Asmaul Husna dan Syiiran Sholawat diikuti oleh para jamaah.

Mbah Fahrur, demikian ia disapa, walaupun sudah sepuh, terlihat tetap energik dan bersemangat dalam mengikuti pengajian. Dengan mengendarai motor tuanya, ia berangkat dari desanya Patoman yang berjarak dua kilometer menuju tempat pengajian sehabis shalat Isya.

Hari Santri 2018

"Peci ini hasil kreasi saya, dan saya jahit sendiri, insyaallah tahan air karena? dalamnya bukan kertas tapi kain spon seperti karet yang lentur," jelasnya.

Hari Santri 2018

Menurut Mbah Fahrur, ide menciptakan peci ini bermula saat ia merasa sayang dengan sisa kain bahan seragam NU yang tidak terpakai. Ia pun berinisiatif menjahitnya kembali dan dibuat kupluk atau peci yang mudah dilipat.

Mbah Fahrur yang pensiunan guru madrasah ibtidaiyah ini menambahkan, kecintaanya pada NU-lah yang mendasarinya agar produknya dapat dikenal masyarakat Nahdliyin secara luas. Sehingga harapanya selain sebagai identitas warga NU peci ini juga diharapkan menjadi syiar bagi nilai-nilai Aswaja di masyarakat.

"Kemeja NU ada, sarung NU juga? sudah banyak yang pakai, saya bikin peci NU saja yang simpel," pungkasnya.

Selanjutnya melihat hasil kreasi kupluk ini, KH Sujadi Saddad mengapresiasi dan menyarankan pada Mbah Fahrur untuk membuat peci dengan standar peci hitam khas Indonesia ."Saya lihat peci NU ini, satu-satunya di Indonesia dan yang pertama dibuat di Pringsewu," tutur Bupati Pringsewu ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, News Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Islam, Antara Prinsip dan Teknis

Oleh Ahmad Nur Kholis

Dalam kehidupan nyata, kepiawaian dalam membedakan antara prinsip-prinsip dasar dan masalah-masalah teknis sangat dibutuhkan. Karena kerancuan dalam memahami dan membedakan kedua hal ini akan berakibat kerancauan beragama. Hal-hal yang merupakan prinsip dianggap sebagai teknis sehingga membuat kita dengan leluasa mengubahnya. Demikian juga hal-hal yang merupakan permasalah teknis sepele bisa dianggap prinsip sehingga mencoba memaksakan sesuatu yang tidak perlu.

Prinsip dasar tersebut dalam Islam disebut dengan syariah, sedangkan masalah teknis operasionalnya adalah diatur dalam fiqih. Masalah penegakan hukum Islam itu adalah prinsip yang ada dalam ajaran Islam. Bahwasanya umat Islam harus menegakkan agamanya dan keadilan, itu memang kewajiban dan itu prinsipnya. Namun, bagaimana cara kita menegakkannya, itu masalah teknis yang boleh saja berbeda.  Demikian pula dalam masalah penegakan keadilan. Bagaimana seorang Islam yang menjadi rakyat harus menegakkan Islam dan keadilan, seorang pemimpin harus menegakkan Islam dan keadilan itu bisa saja berbeda.

Islam, Antara Prinsip dan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam, Antara Prinsip dan Teknis (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam, Antara Prinsip dan Teknis

Sementara kalangan umat Islam berpendapat bahwa kita wajib menegakkan hukum-hukum Allah dalam kehidupan. Dan jalannya adalah ‘harus khilafah’. Hal ini adalah mengikat kepada seluruh umat Islam. Semua umat Islam wajib menegakkan syariah dan khilafah.

Hari Santri 2018

Dalam pandangan penulis, pendapat seperti itu menunjukkan pendapat yang tidak bisa membedakan antara syariah dan fiqih. Karena pendapat tersebut harus dibedakan menjadi dua. Yakni hal-hal yang prinsip tersebut di satu sisi dan hal-hal yang berbau teknis di sisi lain.

Hari Santri 2018

Bahwasanya hukum Allah harus ditegakkan maka itu memanglah sebuah kewajiban. Namun, apakah khilafah adalah sebuah kewajiban juga dengan alasan bahwas ia sebagai alat untuk menegakkan hukum Allah? Jawabannya tidak. Karena Khilafah itu hanyalah teknis saja.

Khilafah tidak menjadi wajib karena ia bukan satu-satunya jalan atau alat menegakkan ajaran Islam. Cara yang lain dalam wujud dakwah moral, dakwah sosial juga banyak. Bahkan hal inilah yang dilakukan para pendakwah Islam di Indonesia sejak zaman dahulu.

Dalam kenyataan sejarahnya, Khilafah Islamiyah juga tidak menunjukkan keunggulannya sebagai sebuah pemerintahan dibandingkan model lainnya. Banyak di antara khalifah Islam yang dalam tindakannya sebagai pemimpin melenceng dari ajaran Islam. Hal ini bukan tidak mendapatkan kritikan dari para ulama pada waktu itu.

Para pemimpin Bani Umayyah, contohnya, yang mendapatkan kritikan dan tanggapan negatif dari para ulama di masa itu karena pola hidup elite kerajaan yang cenderung flamboyan dan keluar dari prinsip-prinsip syariat. Bahkan terjadi persaingan tidak sehat di lingkungan kerajaaan sendiri. Praktis khalifah yang dianggap baik dan berada dalam koridor syariat dalam generasi ini hanya Umar bin Abdul Aziz saja.

Kekhalifahan bani Abbasyiyah yang datang pada masa berikutnya juga sama. Selama berabad-abad dinasti ini dipimpin 37 orang khalifah, praktis yang paling baik hanyalah 3, salah satunya Khalifah Harun Al-Rasyid. Yang lain kurang lebih seperti, atau bahkan lebih buruk, dari Pak Harto. Demikian pula pada masa selanjutnya.

Demikianlah, akibatnya jika kita terlalu menyucikan apa yang dinamakan khilafah. Kenyataannya tidak. Karena hal itu adalah institusi politik, bukan institusi agama. Dan mengagamakan politik serta mempolitisasi agama inilah yang keliru. Karena tidak sesuai dengan prinsip agama dalam Al-Qur’an: “wala talbisul haqqa bil bathil.”

Kiai Hasyim Asy’ari dalam buku Fajar Kebangunan Ulama (karya Lathiful Khuluq) tercatat bahwa ia juga pernah belajar kepada pengajur Pan-Islamisme Mesir yakni Muhammad Abduh. Dalam buku itu juga dikatakan bahwa salah satu ajaran Islam Muhammad Abduh yang paling mendasar di mata KH Hasyim Asy’ari adalah persatuan Islam (pan-Islamisme). KH Hasyim menerima ide persatuan Islam tersebut. Tapi, ia menolak ide tidak wajibnya bermadzhab bagi kaum muslimin.

Namun kemudian, ketika Muktamar di Banjarmasin tahun 1936 yang kemudian menjadi keputusan alim ulama, Kiai Hasyim mengatakan bahwa menjalankan syariat Islam di Indonesia adalah wajib tapi menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam tidaklah wajib. Sikap demikian inilah yang dikatakan sabagai kejernihan berpikir. Cara berpikir yang mampu memikirkan bagaimana terlaksananya prinsip-prinsip Islam dan teknis-teknisnya.

*) Penulis adalah guru MTs Nahdlatul Ulama Kepuharjo, Karangploso, Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Amalan Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada PWNU dan PCNU yang ada di seluruh Indonesia. Mereka meminta pengurus NU wilayah dan cabang untuk menginisiasi penyelenggaraan sholat Istisqo’ di daerahnya masing-masing.

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Instruksi ini dikeluarkan mengingat bencana asap, kekeringan, dan kelangkaan hujan di berbagai daerah di Indonesia. Surat ini yang ditandatangani Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini.

“Kami mengajak warga NU untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” seperti dirilis dalam surat instruksi Kamis, tertanggal 7 Oktober 2015.

Hari Santri 2018

Pengurus harian PBNU meminta pengurus PWNU dan PCNU untuk meneruskan maklumat ini kepada pengurus MWCNU dan ranting NU di daerah masing-masing. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, News, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Mbah Muchit Terbaring Sakit

Jember, Hari Santri 2018. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi terbaring sakit selama beberapa hari di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.



Mbah Muchit Terbaring Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit Terbaring Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit Terbaring Sakit

Mbah Muchit, panggilan akrab sesepuh NU itu sekarang diboyong ke rumah adiknya KH Hasyim Muzadi di Malang Jawa Timur.

Pada 7 Mei lalu, Mbah Muchit mengantarkan istrinya ke rumah sakit Dr. Sutomo Surabaya untuk operasi katarak. Sebagai seorang suami, tentu saja Mbah Muchit menunggu sang istri tercinta sebelum dan setelah menjalani operasi.

Hari Santri 2018

Begitu operasi selesai, istri Mbah Muchit diboyong ke RSI Surabaya untuk menjalani perawatan. Namun begitu sampai di situ, bukan hanya istri Mbah Muchit dirawat, tapi dirinya sendiri langsung drop, karena kelelahan.

“Saat menelopon saya, Bapak (Mbah Muchit) bercerita sudah menghabiskan 4 infus,” kata salah satu putri Mbah Muchit, Inayah Sya’roni, Senin (26/5) di Jember.

Hari Santri 2018

Inayah menegaksan, sebernarnya dirinya sangat ingin menemani ibunya di Surabaya, tapi karena kesehatannya juga kurang baik akhirnya ayahnya yang menemani sang ibu.

Menurut Inayah, Mbah Muchit telah menjalani opname di rumah sakit tersebut sudah tiga kali dalam beberapa tahun terakhir ini. Persoalannya hanya kelelahan.

Mbah Muchit sebenarnya tak punya penyakit apa-apa. ”Makannya juga lahap, tak ada pantangan. Tapi kalau kecapekan biasanya langsung drop,” katanya.

Kendati demikian, Inayah mengaku gembira karena saat ini Mbah Muchit sudah pulang dari rumah sakit, dan saat ini masih beristirahat di Malang. “Kapan pulang ke Jember, Bapak tidak memastikan. Katanya masih mau istirahat,” pungkasnya. (ary)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Ubudiyah Hari Santri 2018

Minggu, 24 Desember 2017

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Selasa (15/9) merupakan hari terakhir dari rangkaian “Pelatihan Menulis dan Program Kepemimpinan untuk Santriwati” di pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta. Pada penutupan pelatihan ini para santri berdialog aktif dengan Konsuler Kedutaan Amerika Judy A Moon.

Selama setahun menjadi pejabat Kedutaan Amerika di Indonesia, ini merupakan pertama kalinya mengunjungi pesantren.

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Judy memaparkan kepemimpinan khususnya bagi perempuan. Menurutnya, yang dibutuhkan seorang adalah dua hal, rasa penasaran dan terbuka. Dua hal itu yang menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa anggotanya menuju sebuah tujuan.

Hari Santri 2018

Secara aktif peserta mengajukan pertanyaan yang semuanya dijawab dengan baik oleh Judy. Selain itu ia juga menyelipkan cerita pengalamannya dan contoh pengimplementasian kepemimpinan sehingga peserta dapat memahami dengan baik penjelasan darinya.

“Saya senang karena kalian bertanya secara aktif dalam acara ini, karena itu menunjukkan rasa keingintahuan kalian akan sesuatu,” tuturnya kepada peserta di ruangan tersebut.

Hari Santri 2018

Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan saling bertukar souvenir antara pesantren Krapyak, Kedutaan Amerika, dan Lentera Foundation. Pihak pesantren menghadiahkan Kamus Bahasa Arab-Inggris-Indonesia karya KH Atabik Ali sebagai bentuk promosi karya asli pondok pesantren.

Adapun pelatihan menulis sesi pertama diisi dengan pelatihan oleh Pemred KR Online Ahmad Luthfi. Pada sesi ini, peserta diajak memahami dan mempraktikkan materi wawancara, penulisan hingga pengeditan pascawawancara. Sementara sesi kedua berkaitan dengan pelatihan kepemimpinan dengan narasumber Wasingatu Zakiyah.

Pada pelatihan ini ia menjelaskan apa hakikat pemimpin serta bagaimana cara memimpin sebuah kelompok dengan baik. (Aminatun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Hadits, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Untuk Kuatkan Ekonomi Umat, Pesantren Harus Adaptif

Jakarta, Hari Santri 2018. Direktur Jenderal PPMD Kementerian Desa PDTT Erani Ahmad Yustika menjelaskan, sekitar lima puluh tahun yang lalu penyangga utama ekonomi nasional adalah sektor pertanian. Namun seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian hanya menyumbang sekitar lima belas persen.

“(dulu) Ekonomi pertanian kita menyumbang tujuh puluh persen perekonomian nasional. Sekarang tinggal lima belas persen. Dulu pertanian menyerap tujuh puluh sampai tujuh puluh lima persen tenaga kerja. Sekarang tinggal tiga puluh delapan persen,” kata Erani.

Untuk Kuatkan Ekonomi Umat, Pesantren Harus Adaptif (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Kuatkan Ekonomi Umat, Pesantren Harus Adaptif (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Kuatkan Ekonomi Umat, Pesantren Harus Adaptif

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).?

Saat ini, jelas Erani, ada tiga sektor yang menjadi penyangga perekonomian nasional, yaitu sektor industri, sektor perdagangan, dan sektor pertanian.?

Hari Santri 2018

Terkait dengan perubahan-perubahan tersebut, ia meminta pesantren untuk mempersiapkan diri dan beradaptasi apabila pesantren ingin bisa menjadi agen penguatan ekonomi umat. “Sampai sejauh mana pesantren bisa adaptif terhadap perubahan tersebut,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ada tiga hal yang seharusnya menjadi perhatian pesantren dalam menguatkan ekonomi umat. Pertama, jumlah pesantren itu sendiri. Baginya, pesantren NU yang jumlahnya dua puluh tiga ribu. Kedua, jumlah santrinya, yaitu sekitar empat juta santri bisa menjadi konsumen berdaya beli tinggi.

“Ini menjadi captive market dan memiliki daya beli tinggi apabila dikelola dengan baik,” ucapnya.

Hari Santri 2018

Ketiga, jaringan peantren. Menurut dia, pesantren itu bukan hanya santrinya saja, pesantren juga memiliki jaringan yang sangat luas seperti keluarga santri, masyarakat sekitar pesantren, hingga hubungan pesantren dengan pesantren lainnya.?

“Jaringan ini menjadi sangat penting (untuk menguatkan ekonomi umat),” katanya.

Untuk menguatkan ekonomi umat, Erani mengusulkan kepada pemangku pesantren untuk merumuskan dan mendisain model lembaga ekonomi seperti apa yang dipilih untuk menjadi lokomotif ekonomi pesantren.?

“Misalnya pesantren iuran untuk membuat bank. Kalau memiliki bank sendiri, itu akan menjadi pendorong ekonomi umat,” tegasnya.

Sebetulnya, imbuh Erany, pesantren memiliki peluang yang sangat besar dalam menguatkan ekonomi umat, tetapi mereka bekrja sendiri-sendiri. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, News Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020

Jombang, Hari Santri 2018. Sejak tahun 1971, perempuan ini sudah menjadi anggota DPRD Jombang. Periode berikutnya, 1997 hingga 2012 menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Hingga tahun 2018 dipercaya sebagai Wakil Bupati Jombang. Dan hari ini, Nyai Hj Mundjidah Wahab dilantik sebagai Ketua PC Muslimat NU Jombang periode 2015-2020.

Dalam sebuah kesempatan pertemuan halal bihalal alumni PC IPNU dan IPPNU Jombang, salah seorang undangan mengatakan, "Andai saja mau, mestinya Bu Nyai Mundjidah Wahab sudah punya perusahaan besar karena menjadi anggota dewan sejak muda. Tapi karena kecintaan kepada organisasi, keinginan memperkaya diri diacuhkannya."

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020

Dan masih dalam sambutan di acara tersebut, Bu Mun, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa tidak ada keinginan bagi dirinya memperkaya diri. Sejumlah dana yang harus diberikan kepada konstituen, disampaikan dengan pelaporan yang dapat dipertangungjawabkan.?

"Dari mulai menyediakan seragam, papan nama untuk kepengurusan GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dan kegiatan lain," katanya. Dana itu juga harus dibagi sesuai Dapil atau daerah pemilihan tempat ia terpilih sebagai wakil rakyat, yakni Kota dan Kabupaten Mojokerto, Madiun, Kabupaten Jombang, serta Nganjuk.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Baginya, tugas para aktivis NU adalah memberikan perhatian kepada sejumlah kegiatan dan kebutuhan para kader. "Semua bisa, andai saja ada kemauan," ungkapnya.

Aktivis sejak muda

Nama lengkap perempuan ini adalah Nyai Hj Mundjidah binti KH Abdul Wahab Hasbullah. Ia dilahirkan di Jombang tepatnya tanggal 22 Mei 1948. Abahnya adalah seorang ulama besar yakni penggagas, pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU). Bu Nyai Mundjidah, demikian sebagian orang menyapa, lahir dan dibesarkan dalam tradisi dan kultur pesantren yang menghargai perbedaan.?

Melalui NU dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), aktualisasi semangat tersebut dilakukan secara konsisten dan berlangsung hingga saat ini. Konsistensi perjuangan inilah yang telah membentuk karakter pribadi yang kuat dan telah teruji dalam berbagai rezim politik, sekaligus sebagai pembeda dengan para politisi yang lain.

Bu Mun adalah simbol perempuan aktif di Jombang. Putra kesembilan dari pasangan Mbah Wahab dengan Nyai Hj Rahma ini telah menjadi saksi perjalanan bangsa. Ghirah perjuangan dari sang abah telah menitis dalam sanubarinya. Sehingga meski usia masih belia, sudah turut aktif di garda depan perjuangan. Tahun 1965 pada tragedi berdarah G30S/PKI, ia memiliki andil yang tidak kecil dalam melawan kekejaman kaum sosialis atheis tersebut bersama elemen bangsa yang lain karena saat itu aktif sebagai Bendahara KAPPI Cabang Jombang.

Berproses di NU bukan menjadi sesuatu yang baru karena sudah kenal jamiyah ini sejak bocah. "Abah selalu mengajak anak-anak mengikuti ke mana saja ada kegiatan NU, utamanya saat ada muktmar," kenangnya.

Organisasi Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) diikuti sejak dini dan akhirnya dipercaya menjadi ketua (1965-1968). "Banyak kenangan manis semasa berproses di IPPNU," katanya dengan senyum khasnya. Di antaranya, bagaimana senantiasa menjaga semangat pantang menyerah dalam berjuang, membesarkan panji NU, berkeliling dari kepengurusan anak cabang hingga ranting. "Bahkan saya datang ke pelosok desa dengan hanya bermodalkan sepeda pancal," katanya.

Tidak jarang bersama teman aktivis yang lain mencukupkan dengan berjalan kaki. "Semua itu menjadi pondasi yang kokoh bagaimana berkiprah di NU," katanya. Sehingga buah dari berproses tersebut telah menjadikan semangat berjuang di jamiyah masih tetap berkobar hingga kini, lanjutnya.

Berkhidmat di NU terus dijalani hingga kini. Selepas dari IPPNU langsung aktif dalam organisasi keputrian NU yaitu Fatayat (1969-1972). Awal bergabung dengan Fatayat, langsung dipercaya masuk dalam jajaran pengurus harian, tepatnya menjadi Ketua II PC Fatayat NU Jombang. Dan berbekal pengalaman memimpin IPPNU, selang enam tahun (1978-1983) dipercaya menjadi Ketua PC Fatayat NU Jombang. Dan di tengah khidmat itu (1973-1978) juga dipercaya untuk masuk dalam jajaran kepengurusan harian PC Muslimat NU Jombang sebagai sekretaris.

Baru pada tahun 1984, Mundjidah muda diberi mandat memimpin PC Muslimat NU Jombang untuk kali pertama. "Namun dengan adanya peraturan larangan rangkap jabatan, buah dari Muktamar Situbondo, maka posisi itu harus saya tanggalkan," ungkapnya.

Pengalaman berorganisasi menjadikan Bu Mun semakin memahami karakter warga, khususnya warga NU. Kemampuan berorganisasi telah menghantarkannya duduk di kursi wakil rakyat sejak 1971 hingga 2012. Berawal dari Fraksi NU DPRD Kabupaten Jombang (1971-1977) berlanjut selama tiga periode aktif di Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Jombang. "Ini ? sebagai buah kebijakan fusi partai pada masa penguasa Orde Baru yang meleburkan Partai NU ke dalam PPP," katanya. Dan mulai 1997 hingga 2012 aktif di DPRD Jawa Timur dalam Fraksi Persatuan Pembangunan serta sekarang hingga 2018 menjadi Wakil Bupati Jombang.

Meskipun dipercaya umat menjadi anggota dewan, kegiatan di pesantren tetap dilakukan. Bu Nyai Mundjidah adalah pengasuh asrama Lathifiyyah 2 dan juga Wahabiyyah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Demikian juga kegiatan di luar tetap tidak dikendorkan. Kendati usia telah menginjak kepala tujuh, namun yang melekat dari dirinya adalah tetap energik dalam beraktifitas.

Dulu, saat posisinya sebagai Ketua PC Muslimat NU Jombang dan sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, tetap mengharuskannya mampu membagi waktu dengan baik. "Menjadi imam rawatib bagi santri, tetap saya usahakan," katanya. Dan dengan pengalaman berorganisasi yang telah lama dilakoni, membuat dia bisa membagi waktu dengan baik.?

Dan hari ini di Ballroom Hotel Yusro Jombang, ia bersama kepengurusan PC Muslimat NU Jombang periode 2015 hingga 2020 akan dilantik. Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa akan memimpin prosesi ini dan memberikan pengarahan. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Cerita, News Hari Santri 2018

Selasa, 28 November 2017

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

Kupang, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengantisipasi berbagai bentuk radikalisme yang dikembangkan oleh kelompok tertentu. Antisipasi dilakukan dengan mengumpulkan para imam masjid se-kota Kupang dan sejumlah perwakilan ormas Islam.

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Radikalisme, PWNU NTT Kumpulkan Imam Masjid

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengatakan, radikalisme ini dimulai dari penafsiran ajaran agama secara tekstual sehingga terjebak pada pemikiran sempit dan menganggap orang atau kelompok lain sebagai musuh. Kelompok radikal menilai kelompok lain harus dilawan bahkan harus dimusnahkan dari muka bumi.

“Dengan dalih perjuangan dan menjalankan doktrin-doktrin agama mereka bahkan menghalalkan pembunuhan terhadap orang atau kelompok lain,” katanya di Kantor PWNU NTT Jalan Amabi No. 76 Ruko Masjid Perumnas Kupang, Kamis (19/12), menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan yang dihadiri para imam masjid se-kota Kupang, Ormas, dan sejumlah OKP yang terdaftar pada Kesbangpol NTT di Kupang.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, paham radikalisme yang mengatasnamakan agama tertentu sudah membius dan menjebak pada orang atau kelompok yang dangkal akidahnya melalui pencucian otak dan memasukkan doktrin-doktrin yang radikal. Tindakan ini telah merusak nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

Hari Santri 2018

“Demi untuk mencegah kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan agama, PWNU memberikan pemahaman kepada seluruh imam masjid, ormas Islam dan OKP-OKP yang ada di NTT, agar bisa menghadapi kelompok itu,” katanya.

Jamal mengatakan, aktivitas kelompok radikal perlu diantsipasi sejak dini, terutama dalam hal rekrutmen anak-anak muda dan orang-orang yang dangkal imannya.

Hadir dalam jumpa pers menjelang pelaksanaan seminar kebangsaan itu, antara lain, tokoh muslim Ir. Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan, Sekretaris PWNU NTT Abdullah Ulumando, Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis, Ketua PW IPNU NTT Iksan Arman Pua Upa dan Dansat Banser NTT Gulam Mansur Ibrahim.

Menurut Jamal, keterlibatan imam masjid dan Ormas maupun OKP sebagai ikon pembentukan karakter umat dalam Seminar Kebangsaan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi radikalisme guna menciptakan tatanan kehidupan umat yang aman tertib dan beradab.

Sekretaris PWNU NTT, Abdullah Ulumando mengatakan, kegiatan seminar kebangsaan akan berlangsung sehari di Asrama Haji Kupang, Sabtu (21/12) akan dibuka oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dengan Narasumber dari Kakanwil Kemenag NTT, Kepala Kesbangpol NTT, Kapolda NTT dan para tokoh agama.

“Tujuan kegiatan ini, untuk memberikan wawasan kebangsaan bagi imam masjid dan ormas Islam yang ada di Provinsi NTT dan upaya pencegahan paham radikalisme terhadap jamaah masjid dan ormas Islam,” katanya.? Seminar juga diharapkan dapat menyatukan persepsi kita tentang konsep dan pelaksanaan kebangsaan dalam umat beragama.

Habib Abdussalam Alwi Al-Hinduan menambahkan, munculnya berbagai aliran dalam Islam maupun agama lain disebabkan kurangnya pemahaman tentang konsep agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. (Ajhar Jowe/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, News Hari Santri 2018

Kamis, 23 November 2017

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Gresik, Hari Santri 2018. Penyerasian Almanak Tingkat Nasional dibuka oleh Dirjend Bimas Islam Kementerian Agama RI H Abdul Djamil di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (9/5) malam. Kegiatan ini digelar oleh Lajnah Falakiyah PBNU dan dihadiri pakar hisab-rukyat NU dari berbagai daerah.

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyerasian Almanak Tingkat Nasional Dimulai

Abdul Djamil mengatakan, penyerasian hisab merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan dan hari raya.

“Berbagai upaya tetap kita lakukan meskipun sampai saat ini belum ada titik temu. Kita tidak akan berputus asa,” katanya kepada Hari Santri 2018 usai acara pembukaan.

Hari Santri 2018

Acara pembukaan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum, Bupati Gresik H Sambari Halim dan Wakil Bupati Muhammad Qosim, dan Dirjen Biman Islam Kemenag RI H Abdul Jamil, dan Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat H. Ahmad Izzuddin.

Rais Syuriyah PCNU Gresik KH Mahfudz Ma’shum mewakili panitia daerah mengatakan, hisab penentuan awal bulan menjadi bagian tugas yang harus dilakukan oleh umat Islam karena berkaitan dengan persoalan ibadah.

Hari Santri 2018

“Hukum melakukan hisab adalah fardu kifayah. Semoga para ahli falak mendapatkan pahala yang besar karena berkat mereka ini orang Islam lepas dari dosa,” katanya.

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, sedikitnya ada 20 metode hisab yang berkembang di Indonesia, dan diantaranya memiliki tingkat perbedaan yang cukup signifikan. Maka perlu ada upaya yang disebut oleh NU sebagai “penyerasian hisab”.

“Perbedaan hisab bisa menjadi persoalan. Maka kita lakukan penyerasian hisab atau hisab jama’i yang nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk almanak,” kata Kiai Ghazali.

Kegiatan Penyerasian Almanak Tingkat Nasional ini akan berlangsung sampai Sabtu (12/5) besok. Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih mengatakan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 60 ahli falak dari berbagai daerah. Sidang akan dibagi ke dalam empat komisi. Dua komini membahas persoalan hisab, dan dua komisi lainnya membahas soal program dan pengembangan Lajnah Falakiyah.

Penulis: A. Khoiru Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Lomba Hari Santri 2018

Kamis, 16 November 2017

Gus Mus: Berani Sekali Allah "Disuruh" Ngurusi Pilkada

Bandung, Hari Santri 2018 - Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri merasa perihatin saat ini banyak orang yang meneriakkan Allahu Akbar tidak hanya di dalam shalat, tetapi juga dibawa di jalan-jalan, bahkan sampai dibawa-bawa dalam urusan Pilkada. Lantas kiai yang akrab disapa Gus Mus itu mempertanyakan sebenarnya mereka mengetahui atau tidak maksud dari Allahu Akbar.

“Masak urusan Pilkada Gusti Allah diajak? Saya tanya, apa arti sampean mengucapkan Allahu Akbar? Apa, kok enggak ada yang jawab? Allah Maha Besar, sebesar apa Allah kok sampean mengatakan terbesar? Wong pengajian akbar, masjid akbar, dan imam besar juga ada, apa Tuhan sebesar itu?” tutur Gus Mus disambut tawa hadirin saat mengisi pengajian yang digelar oleh LDNU Jawa Barat di Masjid Raya Bandung, Senin (13/3) malam.

Gus Mus: Berani Sekali Allah Disuruh Ngurusi Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Berani Sekali Allah Disuruh Ngurusi Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Berani Sekali Allah "Disuruh" Ngurusi Pilkada

Gus Mus menceritakan bahwa dirinya pernah menggambar planet-planet, akhirnya ia menyimpulkan bumi itu sebesar biji kacang hijau. Suatu kita Gus Mus bertemu dengan ilmuan yang mengerti bidang tersebut mengatakan terlalu besar kalau digambarkan dengan kacang hijau, bahkan sebutir debu saja terlalu besar.

“Lha kalau sebesar debu, saya menerangkan kawan-kawan bagaimana. Makanya saya besarkan (gambar bumi) sekacang hijau. Sekarang pertanyaanya di manakah kita?” tutur pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin Rembang itu pada acara yang dihadiri Wali Kota Bandung dan Kapolda Jabar.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

“Ketika Allahu Akbar, di kepala sampean ada siapa? Kalau mengucapkan Allahu Akbar, tapi di dalam kepada terpikir Haji Sulam Jualan Bubur. Jangan sembarangan Allahu Akbar dulu, bahwa banyak ulama pingsan karena tahu betapa kecil kita ini. Bersamaan dengan 7,5 miliar penghuni di kacang hijau yang sudah saya besar tadi,” sambung Gus Mus.

Gus Mus tertawa kalau ada orang yang sombong dalam kacang hijau. Ada yang merasa seperti Gusti Allah. Kalau dia marah dipikir Allah juga marah, kalau dia geram, dia pikir Allah juga geram. “Bandung saja tidak kelihatan, apalagi TPS-TPS. Allahu sebesar itu, tapi disuruh "ngurusi" Pilkada, berani sekali orang-orang Indonesia ini. Jangan mengatakan Allahu Akbar, tapi merasa dirinya lebih besar dengan yang lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Mus mengutip pendapat kakaknya yakni Kiai Cholil Bisri, “Kalau tidak bisa mengetahui bagaimana besarnya Allah, sudahlah maknai Allahu Akbar, aku sangat kecil sekali.”

Gus Mus mengakui bahwa memang sukar apabila mengecilkan diri sendiri, apalagi bagi yang mempunyai jabatan. “Jadi kita itu bagaimana, mengecilkan diri sendiri tidak bisa, membesar Tuhan tidak mampu,” jelasnya disambut hening oleh hadirin yang juga memenuhi alun-alun kota Bandung. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News Hari Santri 2018

Selasa, 07 November 2017

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster

Bandung, Hari Santri 2018

Dalam rangka menyambut Hari Lahir ke-62, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat menggelar lomba Esai dan dan poster. Lomba esai ini mengusung tema “Peran Pelajar untuk Pembangunan Jawa Barat”, sedangkan lomba poster mengangkat tema “Menjadi Pelajar Indonesia Bersih dari Narkoba”.

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster

Menurut Wakil Sekretaris PW IPPNU Jabar Dhilla Nuraeni, lomba tersebut sebagai upaya penguatan ideologi pengurus dan suksesi program kerja pengurus dengan melibatkan para kader dalam rangkaian kegiatan besar IPPNU Jawa Barat.

“Mengingat hampir satu abad IPPNU berjaya di Indonesia dan mengawal pelajar putri Indonesia, maka betapa pentingnya peran pelajar demi pembangunan Jawa Barat di masa yang akan datang,” ujar Wakil Sekretaris PW IPPNU Jabar itu kepada Hari Santri 2018, Kamis (22/2) kemarin.

Hari Santri 2018

Persyaratan kedua lomba yang berhadiah tropi dan uang pembinaan tersebut diperuntukkan untuk pelajar se-Jawa Barat. Karya harus dibuat secara individu, karya sendiri, belum pernah diikutkan lomba sebelumnya, dan belum pernah dipublikasikan. Untuk batas pengiriman berkas pada tanggal 11 Maret.

Hari Santri 2018

Adapun pengumuman lomba, hasilnya akan diumumkan pada 18 Maret 2017 bersamaan dengan acara pelantikan, upgrading, dan rapat kerja PW IPPNU Jabar. Saat pelantikan nanti juga akan dirangkai dialog terbuka tentang kekerasan perempuan dan anak yang dinarasumberi oleh istri gubernur Jabar, Netty Parsetyani Heryawan. Rencananya akan ada pula Deklarasi Pelajar dan santri bersih dari narkoba bersama Kepala BNN Provinsi Jawa Barat. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Kyai, Kiai Hari Santri 2018

Kamis, 02 November 2017

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Diskursus penentuan awal bulan komariah khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah telah lama dikenal bahkan dialami oleh masyarakat Islam Indonesia. Akibatnya hingga sekarang masih saja sering terjadi perbedaan dalam penetapannya. Tidak heran banyak kalangan menilai bahwa perbedaan ini adakalanya berhubungan dengan banyak hal mulai dari perbedaan dalam penafsiran hadist hingga persoalan sosial politik.?

Tidak dapat dipungkiri, sebenarnya akar dari perbedaan penetapan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah muncul dari pemahaman hadis Nabi Shumu li ru’yatihi wa afthiru liru’yatihi fain ghumma alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman (berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat tanggal, bila kamu tertutup oleh mendung maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari). Lafadz liru’yatihi yang artinya karena melihat bulan, NU memahami bahwa penentuan awal bulan komariah dilakukan berdasarkan metode rukyat (melihat bulan) secara langsung. Sehingga, sering kita sebut madzhab rukyat, sedangkan Muhammadiyah memahami lafadz liru’yatihi dimaknai bahwa kata melihat maksudnya dapat dilakukan secara perhitungan atau kita kenal juga dengan madzhab hisab.

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Menurut data historis, meskipun Muhammadiyah menggunakan hisab namun dalam realitasnya tidak menolak rukyat. Begitu juga NU dan madzab rukyat lainya, walaupun dalam praktiknya memprioritaskan rukyat akan tetapi tidak mengesampingkan hisab. Artinya, pada mulanya perbedaan metodologi antara Muhammadiyah dan NU dalam menetapkan awal bulan komariah tidak menimbulkan konflik. Hal ini bisa dimengerti karena keputusan-keputusan yang dibuat keduanya bersifat elegan. Bahkan Muhammadiyah dalam setiap keputusannya tentang awal Ramadhan dan Syawal selalu menyertai kalimat “apabila rukyat mendahului hisab maka rukyatlah yang dipakai.”

Hari Santri 2018

Buku Kalender Hijriyah Universal ini mengkaji tentang sistem yang ada dalam kalender hijriyah universal dan prospek keberlakuannya di Indonesia. Sehingga ? perbedaan tidak lagi muncul dalam menetapkan awal bulan. Dalam pemaparannya buku yang awalnya merupakan hasil disertasi di IAIN Walisongo ini menjadikan teori tentang keberlakuan dan kemapanan sebuah kalender, yakni pertama adanya otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya, kedua, adanya kriteria yang bersifat konsisten yang disepakati, ketiga, adanya batasan wilayah keberlakuan sebagai pisau analisisnya.

Secara terperinci penulis memaparkan bahwa pertama, waktu magrib atau waktu terbenamnya matahari adalah waktu yang digunakan oleh kalender hijriyah universal sebagai permulaan hari dalam kalender hijriyah. Sedangkan tempat dimulainya hari adalah tempat yang hilal mungkin dilihat pertama kali saat sebuah hari dimulai. Mengenai konsep pergantian bulan, kalender hijriyah universal menjadikan imkanurrukyah, dengan kriteria visibilitas hilal Odeh, sebagai metode untuk menentukan pergantian bulan komariah, kedua, Kalender hijriyah universal dengan konsep dua zonanya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Belum tersosialisasikannya pemikiran tentang kalender internasional dan terlalu luasnya wilayah yang belum imkanurrukyah untuk dipaksa masuk ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah dalam konsep dua zona adalah diantara sebabnya. Oleh karena itu salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerapkan kriteria visibilitas hilal yang ada dalam kalender hijriyah universal dan menjadikan garis tanggal hijriyah yang dibentuk oleh kriteria visibilitas hilal dalam kalender tersebut dibelokkan sesuai batas politis negara untuk mempersempit pemaksaan masuknya wilayah yang belum imkanurrukyah ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah. Oleh karena itu, penyatuan yang dapat diusahakan untuk saat ini adalah penyatuan kalender hijriyah secara nasional.( hal VII ).

Hari Santri 2018

Kehadiran buku ini mengupas secara gamblang menyoal penyatuan kalender universal dan merangsang perbincangan yang positif ke depan. Tidak hanya itu semoga semua usaha penulis dapat menyatukan penetapan awal bulan komariah yang sering terjadi di Indonesia. sehingga Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, dapat dijalankan secara serempak demi tercapainya kebersamaan dalam beribadah.

Judul buku : Kalender Hijriyah Universal, (Kajian Atas sistem dan Prospeknya di Indonesia )?

Penulis : Muh. Nashirudin

Penerbit: EL-WAFA

Cetakan: April, 2013

Tebal: 244 halaman

ISBN: 978-602-7969-01-8

Harga: Rp 50.000,-

Peresensi: M Hanifan Muslimin, alumnus Pondok pesantren Tebuireng Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Jadwal Kajian, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 10 Oktober 2017

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Badan Pelaksana Pendidikan Madrasah Nahdlatul Ulama (BPPMNU) Walisongo Sidoarjo, Jawa Timur memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan guru tetap dan tenaga honorer yang diperbaharui setiap tahun secara simbolis kepada para guru di bawah BPPMNU Walisongo Sidoarjo.

Pemberian SK pengangkatan guru tetap dan tenaga honorer itu diberikan oleh Ketua BPPMNU, Fathul Anam kepada para guru di aula Ganjaran, Jati Sidoarjo, Senin (18/7).

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)
BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)

BPPMNU Sidoarjo Serahkan SK Pengangkatan Guru Tetap dan Honorer

Ketua BPPMNU, Fathul Anam mengatakan, dengan pemberian SK tersebut diharapkan dapat menjadikan lembaga yang berkualitas. "Semoga lembaga kita nantinya menjadi lembaga yang berkualitas dan mampu bersaing dengan sekolah yang ada di Sidoarjo," kata Anam.

Acara yang dikemas melalui halal bihalal ini dihadiri unsur Syuriyah dan Tanfidziyah ? PCNU Sidoarjo, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo serta dewan guru di bawah naungan BPPMNU Walisongo Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Mustain Baladan menyatakan, melalui acara halal bihalal ini, pihaknya mengajak para guru agar saling memperat tali persaudaraan. "Ini merupakan ajang silaturahim agar kita tidak bercerai berai. Mari kita saling memaafkan di hari yang baik ini," kata Mustain. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 22 September 2017

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Jakarta, Hari Santri 2018. Sejumlah pengurus harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan tamu dari Yordania. Pada kunjungan persahabatan ini, kedua pihak menyepakati kerja sama kemanusiaan antara keduanya terkait pendidikan, kesehatan, dan bidang kemanusiaan lainnya.

Pada pertemuan ini, pihak PBNU menyatakan kesiapannya untuk memberikan beasiswa bagi 10 pelajar Yordania untuk melanjutkan studi di Indonesia.

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Beasiswa Untuk 10 Mahasiswa Yordania

Rombongan tamu yang terdiri atas Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania DR Jamil Duhaisat, Wakil Ketua Dewan Pengurus Rumah Sakit Islam Yordania Bidang Pendidikan Mamduh Muhaisin, Dubes RI untuk Yordania, dan seorang penerjemah.

Hari Santri 2018

Mereka diterima Ketua PBNU H Sulton Fathoni, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini. Helmy menjelaskan singkat profil NU dan Indonesia. Di hadapan rombongan tamu, ia menybutkan keanekaragaman suku, agama, aliran kepercayaan, bahasa, dan watak penduduknya.

Hari Santri 2018

“Selamat datang di Indonesia. Meskipun muslim merupakan unsur mayoritas ? di Indonesia, kita berasas kebangsaan, bukan agama. Karenanya, candi Borobudur tetap terjaga, gereja, maupun wihara tetap bebas menjalankan aktivitas ibadahnya. Tak ada negara di dunia seperti di Indonesia,” kata Helmy.

Sementara DR Jamil menerangkan pergeseran politik di Timur Tengah akibat dilanda konflik. Karenanya, Kerajaan Yordania kini menampung banyak pengungsi Suriah dan dan pengungsi Palestina.

“Terima kasih menerima kami sebagai negara sahabat. Yordania hanya negara kecil yang dikelilingi negara yang sedang berkonflik. Akibat konflik, bantuan luar negeri berhenti. Kita hanya fokus terima bantuan dari dalam negeri,” kata DR Jamil.

Jamil menyatakan bangga dan senang berkenalan langsung dengan ormas terbesar di dunia. Pertemuan ini ditutup dengan saling tukar cenderamata. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News Hari Santri 2018

Kamis, 07 September 2017

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo (UAB), H Ahmad Yubaidi dan istrinya Hj. Siti Arum H membagikan 200 Paket Lebaran pada hari Ahad (18/6) di Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab

Paket dibagikan pada warga di sekitar pesantren dan Pengurus NU Kota Yogyakarta. H Ahmad Yubaidi, yang juga sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, menegaskan paket ini adalah zakat pribadi dan istrinya. Untuk memastikan tepat sasaran, LAZISNU Kota Yogyakarta digandeng sebagai pendamping dan pengarah pembagian tersebut.

"Alhamdulillah hari ini 200 paket sembako dan sarung sudah tersalurkan dengan baik. Warga NU di Kota Yogyakarta itu banyak. Penataan organisasi yang sudah ditempuh optimis akan membuahkan hasil optimal, yakni warga NU Yogya yang sehat rohani, jasmani, dan ekonomi," ucapnya.?

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PC LAZISNU Kota Yogyakarta Ahmad Subari berharap seluruh masyarakat kota Yogyakarta mau menyalurkan zakat, infaq dan shadaqahnya melalui LAZISNU Kota Yogyakarta. ?

Hari Santri 2018

"Saya menghimbau Nahdliyin dan seluruh masyarakat kota Yogyakarta mau menyalurkan zakat melalui LAZISNU, atau cukup dalam pendampingan atau supervisi LAZISNU Kota Yogyakarta, sehingga tidak melanggar ketentuan hukum yang ada," bebernya.?

Subari menegaskan, sebagai contoh Ketua PCNU Kota Yogyakarta yang saat ini zakat pribadinya disalurkan sendiri kepada pihak yang ditentukan sendiri, akan tetapi dia minta didampingi dan dilaporkan ke LAZISNU Kota Yogyakarta. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, News, Hikmah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock