Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia

Mataram, Hari Santri 2018

Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU NTB membagikan paket sembako kepada anak yatim dan lansia di Kelurahan Jempong Kota Mataram Jumat (01/07) sore.?

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU NTB Berikan Sembako untuk Yatim dan Lansia

Yatim dan lansia yang dapat sembako serta uang ini merupakan warga Kota Mataram yang berada di lingkungan Sekretariat PW IPNU NTB di Jalan P No 44 Perumahan Elit Kota Mataram.

"Kami berbagi kepada yatim dan lansia ini agar dirasakan ada manfaat dengan keberadaan sekretariat kami," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB di sela-sela acara kepada Hari Santri 2018.

Sebelumnya di beberapa titik, lanjut Hadi, banom milik NU ini telah menyantuni anak yatim saat safari, dengan tujuan syiar IPNU-IPPNU di masyarakat umum. Namun warga sekitar tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Sementara Bq. Maisarah, ketua IPPNU NTB menyebutkan indahnya berbagi.

Hari Santri 2018





"Ayyadul ulya khoirum min yadussufla, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah," katanya.

Jika hari ini hanya puluhan orang yang menerima santunan, harapan utama berikutnya tentunya mudah-mudahan bisa berbagi kepada orang yang lebih banyak.?

Hari Santri 2018

"IPNU-IPPNU NTB salah satu tempat kami belajar, yaitu belajar berjuang dan bertakwa. IPNU-IPPNU salah satunya mengajarkan kami untuk bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain," katanya (Muslim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah Hari Santri 2018

Rabu, 21 Februari 2018

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan saat ini toleransi yang ada di dunia sedang menghadapi cobaan. Karena itu, NU terus berjuang untuk menumbuhkan toleransi baik antar agama maupun diantara aliran dalam satu agama.



Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Global Peace Festival yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10).

“Toleransi harus ditumbuhkan antara muslim dengan non muslim maupun antara muslim dengan muslim lainnya,” katanya.

Hari Santri 2018

Ia mengisahkan KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur merupakan salah satu dari tim sembilan yang merumuskan pembentukan negara ini. Mereka sepakat untuk membentuk negara bangsa yang tidak didasarkan atas agama, meskipun umat Islam mayoritas di Indonesia.

Hari Santri 2018

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sangat mendukung kampanye perdamaian, baik antara sesama manusia maupun perdamaian antar negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan rakyat Indonesia sepakat membentuk sebuah negara karena ingin hidup dalam damai, lepas dari penjajahan bangsa lain.

“Para pendiri negara ini, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 sepakat ikut melaksanakanketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi,” katanya.

Karena itu, UUD memberi jaminan kepada warga negara untuk melaksanakan keyakinannya, serta memiliki berbagai macam hak lainnya yang dilindungi UU. “Tak ada tempat yang tak toleran dalam konstitusi kita,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Kajian Islam Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, Hari Santri 2018. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

Hari Santri 2018

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Ubudiyah, Budaya Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad yang bertepatan 6 juni 2012 kemarin dimanfaatkan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitar Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mengadakan rotasi kepemimpinan.

Bertempat di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta (6/6), KMNU UGM mengadakan pemilihan ketua baru sekaligus memperingati perjalanan kilat Nabi Muhammad Saw yang lebih dikenal dengan Isra’ Mi’raj dengan tema besar Syiarkan Kebesaran Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Tunjukkan Jati Diri Bangsa.

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU UGM, Ketua Baru, Semangat Baru

Sebelum dhuhur, Gus Irwan Masduqi Mlangi didaulat sebagai pembicara dalam acara tersebut. Sedangkan KH Asy’ari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY,  mengisi acara tersebut bakda dhuhur. Setelah itu, acara kemudian dilanjutkan dengan LPJ pengurus KMNU UGM Periode 2012/2013. 

Hari Santri 2018

Setelah LPJ pengurus selesai, acara berlanjut dengan prosesi pemilihan ketua baru KMNU UGM Periode 2013-2014. Awalnya, ada banyak orang yang dicalonkan dalam pemilihan tersebut. Tetapi, pada akhirnya hanya menyisakan tiga orang. Dua untuk putra dan satu untuk putri. Calon-calon tersebut, yakni Puguh Imam al-Habib, Abdul Jalil, dan Muriyatul Qibtiyah. 

Hari Santri 2018

Sebelum proses pemilihan dilakukan, para calon ketua diminta untuk mengungkapkan visi dan misi ke depannya untuk kemajuan KMNU UGM. Setelah itu, akhirnya, dengan cara musyawarah mufakat Puguh Imam al-Habib didaulat sebagai ketua KMNU UGM yang baru. Seperti yang dikatakan sebelum pemilihan, Puguh akan menjaga eksistensi KMNU UGM sebagai sebuah komunitas bukan sebagai badan otonom. 

“KMNU UGM ini kan sebuah komunitas. Jangan sampai dimasuki oknum-oknum yang tidak jelas. Jangan juga jadi Banom dan organisasi. Biarlah menjadi wadah kekeluargaan saja. Saya juga akan berusaha mendakwahkan NU di kalangan Universitas Gadjah Mada,” Ujar Puguh dengan tenang.

Semoga dengan ketua baru, KMNU UGM memiliki semangat baru juga. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Sholawat Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

Hari Santri 2018

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Halaqoh, Ubudiyah Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah

Pribadi Rasulullah SAW itu sederhana. Beliau dan para sahabatnya selalu hidup dalam keterbatasan, tapi mereka tetap teguh dalam barisan tauhid walaupun dalam keadaan sangat lapar.

    

Keserderhanaan pribadi Rasulullah SAW dan para sahabat dikisahkan oleh Abu Hurairah,”Demi Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, (terkadang) aku tidur di atas tanah dengan perut lapar, dan (terkadang) aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar.”

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah

Tidak saja soal makanan, Rasulullah dalam hal tidur, beralaskan tikar dan rumahnya sangat sederhana. Kalau ada pakaian yang sobek atau koyak, beliau sendiri yang menambalnya, tidak menyuruh istrinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun dijual.

Hari Santri 2018

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang siap untuk dimakan, sambil tersenyum Baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur. Sayidatuna ‘Aisyah mengisahkan, “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.”

Jika mendengar adzan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai shalat.

Hari Santri 2018

Pernah Baginda pulang pada waktu pagi, dan tentulah amat lapar saat itu. Namun dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada, karena ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,”Belum ada sarapan, ya Humaira? (Humaira adalah panggilan mesra untuk sayidatuna ‘Aisyah yang berarti “Wahai yang kemerah-merahan”).

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,”Belum ada apa-apa, wahai Rasulullah.”

Rasulullah lantas berkata,”Kalau begitu, aku puasa saja hari ini.” Tak sedikitpun tergambar rasa akesal di wajahnya.

Sayidatuna ‘Aisyah mengisahkan kesederhanaan Rasulullah SAW tidak pernah memenuhi perutnya. Ketika bersama keluarganya, beliau tidak pernah minta makan kepada istri-istrinya. Jika mereka menghidangkan makanan , beliau pun makan. Beliau memakan apa yang dihidangkan mereka, dan meminum apa yang dihidangkan mereka.”

Walau Nabi Muhammad SAW penuh kesederhanaan, bahkan terkadang tak jarang makan, beliau tetap tegar menjalankan risalah kenabian yang melekat pada dirinya. Pernah suatu ketika, saat beliau menjadi imam shalat, para sahabat melihat gerakan Baginda Nabi antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutuk, seolah-olah sendi-sendi pada tubuh manusia yang paling mulia itu bergeser.

Usai shalat, Sayidina Umar bin Khatab yang tidak tahan melihat keadaan Nabi, langsung bertanya,”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah, Ya Rasulullah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar,” jawab beliau dengan wajah yang senantiasa tersenyum.

“Ya Rasulullah, mengapa setiap kali engkau menggerakan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh engkau? Kami yakin, engkau sedang sakit,” umar mendesak, cemas.

Akhirnya Rasulullah SAW mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut Baginda yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Nabi bergerak.

“Ya Rasulullah, adakah bila engkau mengatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat engkau?”

Lalu Baginda Nabi menjawab dengan lembut, “Tidak, para sahabatku. Aku tahu, apapun akan engkau korbankan demi rasulmu. Namun apakah akan aku jawab di hadapan Allah nanti bahwa aku, sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih lebih lagi tiada yang kelaparan di akhirat kelak.”

Mengenai makan dan minum, Rasulullah SAW adalah orang tidak kecanduan terhadapnya. Nabi menganjurkan agar mengurangi keperluan makan minum dan tidur.    

Al Miqdam ibn Ma’dikarib berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Anak Adam tidak memenuhi suatu bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa potong makanan untuk menguatkan punggungnya. Jika memerlukan lebih banyak lagi, sepertiganya untuk minum dan sisanya untuk bernafas. Sebab akibat dari banyak makan dan minum adalah banyak tidur.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban). (Aji Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Ubudiyah, Syariah Hari Santri 2018

Selasa, 02 Januari 2018

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Jakarta, Hari Santri 2018. Muktamar Ke-33 NU secara resmi diluncurkan hari Sabtu pada 14 Maret di Surabaya. Peluncuran muktamar pekan depan itu sekaligus mengawali rangkaian agenda-agenda pra-muktamar NU yang akan diadakan di sejumlah daerah.

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

“Panitia pusat dan panitia lokal setuju meluncurkan Muktamar Ke-33 NU pada pekan depan di Surabaya,” ujar Ketua panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Peluncuran ini sekaligus menyempurnakan persiapan panitia dan kesiapan lokasi muktamar di empat pesantren di Jombang. Panitia juga sudah membuat jadwal diskusi pemantapan materi yang akan dibahas di forum muktamar.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah, dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU sudah muttafaq alaih menyeleksi 349 logo yang masuk ke meja panitia. Mereka lalu menetapkan sebuah logo karya Zamzami Almakki yang dinilai mewakili semangat muktamar NU kali ini,” kata H Imam yang menyebut H Slamet sebagai anggota dewan juri sayembara logo muktamar NU. (Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Ubudiyah, Doa Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU

Jombang, Hari Santri 2018. Calon Ketua Umum PBNU KH Asad Ali mengungkapkan kekagumannya kepada salah seorang tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah. Ia menyatakan siap menjadi penggerak NU sebagaimana Mbah Wahab.

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kagumi KH Wahab Chasbullah, Asad Ali Siap Jadi Penggerak NU

Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran buku “KH Abdul Wahab Chasbullah, Hidup dan Perjuangannya,” karya Drs Choirul Anam di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang, Senin (3/8) malam.

"10 tahun sebelum NU lahir Mbah Wahab sudah mendirikan Nahdlatul Wathon, atau sekolah kemangsaan. Jauh sebelum Indonesia merdeka beliau sudah berfikir nasionalisme dan kebangsaan yang dijiwai oleh agama Islam," katanya.

Hari Santri 2018

As’ad mengatakan, Mbah Wahab adalah sosok penggerak, meski demikian ia tidak mendahului kehendak ulama. “Waktu itu beliau mengusulkan untuk mendirikan NU, tapi Mbah Hasyim mengatakan mau akan istikhoroh dulu. Kiai Wahab pun manut,” katanya

Hari Santri 2018

Asad melanjutkan, salah satu peninggalan penting dari Mbah Wahab adalah mars Yahlal Wathon. Tahun 1916 mars ini wajib dinyanyikan sebelum sekolah di Nahdlatul Wathon. "Salah satu syair yang paling penting adalah Wala takun minal hirman, jangan kalian menjadi bangsa terjajah," katanya.

Menurut Asad, setelah mendapat petunjuk dari KH Maimun Zubair, ia meminta para musisi muda NU untuk menggubah lagu Ahlal Wathon seperti yang saat ini populer. "Mars Ahlal Wathon ini kita jadikan lagu wajib setiap kaderisasi PBNU. Lagu ini bisa menggerakkan kita. Apa gunanya berorganisasi kalau tidak bergerak," katanya.

Putra Kiai Wahab Chasbullah, KH Hasib Wahab dalam kesempatan itu menyatakan rasa syukurnya, satu lagi buku tentang Kiai Wahab telah diterbitkan.

"Mbah Wahab mungkin tidak mau ditulis, bahkan tidak mau mendapat gelar pahlawan nasional. Tapi buku semacam ini penting untuk mengenalkan para tokoh sesepuh dan pejuang kepada generasi berikutnya. Buku ini sangat berharga yang akan dikenang sampai nanti," katanya.

Choirul Anam mengatakan, buku KH Wahab Chasbullah: Hidup dan Perjuangannya setebal 400-an halaman itu ditulis saat dirinya dalam kondisi sakit. Beberapa bagian dari isi buku belum selesai dan baru akan dimuat dalam edisi berikutnya.

Dalam kesempatan itu Asad Said Ali meminta ratusan Nahdliyin yang hadir berdoa untuk kesehatannya. "Insyaallah setiap karya baru yang dilahirkan oleh Cak Anam akan menjadi obat bagi para penulisnya," katanya. (A. Khoirul Anam)

Foto: H As’ad Said Ali bersama penulis buku Choirul Anam dan Gus Hasib putra Kiai Wahab Chasbullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Mbah Muchit Terbaring Sakit

Jember, Hari Santri 2018. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi terbaring sakit selama beberapa hari di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya.



Mbah Muchit Terbaring Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit Terbaring Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit Terbaring Sakit

Mbah Muchit, panggilan akrab sesepuh NU itu sekarang diboyong ke rumah adiknya KH Hasyim Muzadi di Malang Jawa Timur.

Pada 7 Mei lalu, Mbah Muchit mengantarkan istrinya ke rumah sakit Dr. Sutomo Surabaya untuk operasi katarak. Sebagai seorang suami, tentu saja Mbah Muchit menunggu sang istri tercinta sebelum dan setelah menjalani operasi.

Hari Santri 2018

Begitu operasi selesai, istri Mbah Muchit diboyong ke RSI Surabaya untuk menjalani perawatan. Namun begitu sampai di situ, bukan hanya istri Mbah Muchit dirawat, tapi dirinya sendiri langsung drop, karena kelelahan.

“Saat menelopon saya, Bapak (Mbah Muchit) bercerita sudah menghabiskan 4 infus,” kata salah satu putri Mbah Muchit, Inayah Sya’roni, Senin (26/5) di Jember.

Hari Santri 2018

Inayah menegaksan, sebernarnya dirinya sangat ingin menemani ibunya di Surabaya, tapi karena kesehatannya juga kurang baik akhirnya ayahnya yang menemani sang ibu.

Menurut Inayah, Mbah Muchit telah menjalani opname di rumah sakit tersebut sudah tiga kali dalam beberapa tahun terakhir ini. Persoalannya hanya kelelahan.

Mbah Muchit sebenarnya tak punya penyakit apa-apa. ”Makannya juga lahap, tak ada pantangan. Tapi kalau kecapekan biasanya langsung drop,” katanya.

Kendati demikian, Inayah mengaku gembira karena saat ini Mbah Muchit sudah pulang dari rumah sakit, dan saat ini masih beristirahat di Malang. “Kapan pulang ke Jember, Bapak tidak memastikan. Katanya masih mau istirahat,” pungkasnya. (ary)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Ubudiyah Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

Kendal, Hari Santri 2018. Pengajar PPTQ Al Istiqomah Weleri-Kendal Shuniyya Ruhama menyatakan, Pancasila bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) sudah jelas namun demikian merupakan tanggung jawab seluruh anak negeri.

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaknya Pancasila Tanggung Jawab Seluruh Anak Negeri

"Tanggal 1 Oktober biasa diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila. Asal mula peringatan hari tersebut adalah ketika Pancasila berhasil diselamatkan dari kelompok dan golongan yang hendak mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Dalam hal ini, waktu itu adalah komunis," ujar Shuniyya,  di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (3/10).

Ia melanjutkan, keabsahan Pancasila sebagai sebuah dasar negara merupakan harga mati. Sudah terbukti dengan pernyataan langsung dari para tokoh NU yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas keilmuan dan ketinggian khidmahnya untuk bangsa Indonesia.

Hari Santri 2018

Yang Mulia Simbah Kiai Haji Bisri Syansuri, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Jombang, pendiri NU, sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmah 1971-1980, memberikan pernyataan: "Sekarang saya sudah mengerti apa itu Pancasila. Sekarang bila ada orang Indonesia, orang Islam, orang NU, yang anti Pancasila berarti ia anti padaku."

Hari Santri 2018

"Tak kalah berkharismanya, Yang Mulia Simbah Wali Kiai Haji Raden Asad Syamsul Arifin Situbondo terang-terangan dhawuh (bertitah): " Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Indonesia, harus ditaati, harus diamalkan, harus tetap dipertahankan dan dijaga kelestariannya."

Dan tak ketinggalan Yang Mulia Simbah Kiai Haji Ahmad Shiddiq, sesepuh Majlis Dzikrul Ghofilin sekaligus Rais Aam PBNU masa khidmat 1984-1991 dengan lemah lembutnya bertitah: " Ibarat makanan, Pancasila yang sudah kita kunyah selama 36 tahun kok sekarang dipersoalkan halal haramnya."

Karena itu, demikian Shuniyya melanjutkan, dari sini jelaslah, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang wajib dipertahankan oleh seluruh anak negeri.

"Sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, kita wajib waspada dengan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan dari segala penjuru. Baik bahaya laten maupun manifestasinya. Baik dari arus kanan maupun arus kiri, baik dari barat maupun timur. Entah itu komunis, kapitalis, liberal, takfiri wahabiserta ideologi apapun yang hendak meruntuhkan kejayaan negeri ini. Pancasila Sakti, NKRI Harga Mati," ujar dia lagi. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Makam Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Kebumen, Hari Santri 2018. Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di 26 Kecamatan di Kabupaten Kebumen, Minggu, (28/12) dilantik serentak. Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng, Ulil Arkham di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Desa Tanjungsari, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

"Pelantikan Pengurus PAC GP Ansor secara serentak ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pemilihan ketua sekaligus pembentukan kepengurusan di tingkat PAC sejak bulan November sampai Desember ini. Selain itu, pelantikan pengurus PAC ini juga dalam rangka persiapan Konfrensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Kebumen pada 4 Januari 2015 besok," kata Tamim Sobri, selaku tim Karateker pembentukan kepengurusan GP Ansor Kabupaten Kebumen disela-sela pelantikan.

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Pembentukan sekaligus pelantikan pengurus Ansor di tingkat Kecamatan-kecamatan tersebut, lanjut Tamim, merupakan salah satu komitmen para alumni Ansor Kebumen dalam menghidupkan kembali organisasi pemuda NU. Sebab dalam beberapa kurun waktu ini, tambah Tamim, roda organisasi Ansor mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan sampai Desa sempat kurang berjalan baik. Akibat kondisi itu, lanjutnya, pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di Kebumen juga berhenti.

"Jika roda organisasi Ansor di Kebumen tetap dibiarkan tidak berjalan, dikhawatirkan kedepan generasi penerus NU Kebumen akan kosong. Oleh sebab itu, upaya menghidupkan kembali organisasi Ansor di wilayah Kebumen merupakan hal penting," papar Tamim.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Sementara itu, Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, Ulil Arkham juga berpesan, agar para pengurus PAC GP Ansor yang telah dilantik benar-benar menjalankan roda organisasi dengan baik. Sehingga ke depan, kata Tamim, Ansor Kebumen bisa meraih masa kejayaanya seperti pada tahun 1980-an. Dimana pada masa itu, tambah Tamim, organisasi Ansor di Kebumen menjadi salah satu organisasi yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat.

Selain itu, lanjut Tamim, mereka juga diharapkan mulai aktif mengadakan kegiatan-kegiatan pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di wilayah masing-masing. Hal itu, tambah Tamim, perlu dilakukan untuk memperkuat organisasi dan membentengi para pemuda NU dari paham yang membahayakan bangsa Indonesia. Mengingat saat ini, kata Tamim, banyak sekali gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan bangsa.

"Sebagai kader Ansor, mereka juga harus bisa berdampingan dengan pemerintah untuk membantu program-program pembangunan daerah," pungkasnya. (Beni Yanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Nasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Jakarta, Hari Santri 2018 - Nahdlatul Ulama (NU) organisasi yang sejak dulu telah ikut andil dalam perjuangan membela negara. Komitmen kebangsaan NU dan sejarah panjang keberpihakan NU pada tanah air tidak perlu diragukan.

“Soal bela negara, NU tak perlu lagi diajari karena NU sejak dahulu (zaman penjajahan) turut andil dalam berjuang mempertahankan NKRI,” kata Idris Masudi, salah seorang narasumber seminar RUU Antiterorisme: Mengawal NKRI dari Bahaya Terorisme dan Radikalisme di Indonesia di ruang teater Lantai IV Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Rabu (13/5).

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tak Perlu Lagi Diajari Soal Bela Negara

Dalam seminar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Idris menuturkan bahwa perjuangan bela negara telah difatwakan fardu ain oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.

Perjuangan bela negara yang telah dilakukan oleh NU ini merupakan wujud konkret afirmasi NU atas berdirinya NKRI dengan dasar negara Pancasila. Berbeda dengan pemahaman kelompok-kelompok radikal yang menganggap bahwa Pancasila adalah sistem taghut yang wajib diperangi.

Hari Santri 2018

Menurut Idris, salah satu cara untuk menangkal radikalisme dan terorisme adalah semua masyarakat harus berperan aktif dan tidak hanya berpangku tangan menunggu pemerintah.

Sementara narasumber lain Ansyad Mbai mengimbau mahasiswa Tafsir Hadits yang memiliki kompetensi dalam mengkaji Al-Quran dan Hadits untuk bisa mengkaji lebih dalam siapakah dalang dari pemahaman menyimpang tersebut, yakni pemahaman yang bertentangan dengan Islam Rahmatan lil Alamin.

Hari Santri 2018

“Karena bisa jadi dalang tersebut sebenarnya memiliki motivasi lain dalam melakukan tindakan teror dan radikalnya. Hanya saja ia mengatasnamakan agama sebagai basis tindakannya,” kata Ansyad.

Seminar ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin? Dr Suryadinata MA, Ketua jurusan Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Lilik Umi Kaltsum, serta utusan Polres Tangerang Selatan Abdul Kohar. (M Alvin Nur Choironi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Sholawat, Ubudiyah Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

Jember, Hari Santri 2018 -

Setelah beberapa waktu lamanya Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jember vakum, kini bendera kumpulan pesilat warga Nahdliyin itu siap dikerek tinggi-tinggi. Hal ini merupakan tekad H. Fathorrazi setelah terpilih secara aklamasi sebagai Pagar Nusa Jember pada konferensi pertama di aula kantor PCNU Jember, Ahad (12/3).

Para pesilat NU yang memang telah lama membutuhkan figur ketua, menilai H. Rosi –sapaan akrabnya—adalah  sosok yang cocok sebagai nakhoda baru Pagar Nusa Jember. Usai terpilih, H. Rosi menyatakan bersyukur telah dipercaya untuk mengisi kursi ketua. “Pertama, ini harus saya syukuri. Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan baik,” ucapnya kepada Hari Santri 2018.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu pun bertekad untuk memajukan Pagar Nusa Jember. Untuk itu, katanya, pihaknya  akan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Selain itu, secara berkala juga akan digelar semacam kompetisi silat di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk merangsang sekaligus mencari bibit-bibit baru pesilat NU.

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

“Sebenarnya secara tradisi, di desa-desa itu sudah sering dilakukan arisan pencak silat yang tempatnya berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Nanti kalau ada kompetisi resminya, mereka pasti tambah semangat. Kita tinggal ngasih wadah saja,” ungkap H. Rosi

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) dalam sambutannya berharap agar Pagar Nusa Jember ke depan dapat berkembang dengan segala kegiatannya. Ia ingin agar Pagar Nusa dapat berjaya kembali seperti masa-masa lampau.

Hari Santri 2018

“Tolong Pagar Nusa koordinasi dengan NU. Saya siap memfasilitasi dan mensosialisasikan Pagar Nusa yang baru ini di tingkat kecamatan maupun ranting,” jelasnya.

Selain dihadiri Gus A’ab dan jajaran pengurus NU Cabang Jember dan tokoh-tokoh pesilat Pagar Nusa, hadir juga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidol Mannan dan tokoh Pagar Nusa Jember H. Rasyid Zakariya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Jakarta, Hari Santri 2018 - Wahid Foundation (WF) menggandeng perempuan di tiga provinsi untuk menjadi agen-agen perdamaian yang akan dilatih dan dibimbing agar kuat baik secara ideologi maupun ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui penguatan kohesi sosial.

Dalam siaran pers yang diterima Hari Santri 2018 dikatakan, hal ini dilakukan dengan mendirikan kampung damai di Bogor dan Depok (Jawa Barat), Solo Raya (Jawa Tengah) dan Malang Raya dan Sumenep (Jawa Timur). Pendirian Kampung Damai ini adalah bagian dari program Women Participation for Inclusive Society (WISE) yang memiliki tujuan besar pada pelibatan perempuan dalam upaya membangun masyarakat yang damai dan mandiri.

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Sebagai langkah awal dari inisasi program ini, Wahid Foundation mengadakan forum diskusi terbatas serentak di tiga provinsi selama dua hari berturut-turut, yakni tanggal 7-8 September 2017.

Hari Santri 2018

Diskusi yang melibatkan calon penerima manfaat program, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemerintahan ini ditujukan untuk mendapatkan pemetaan kondisi di masing-masing wilayah, khususnya yang terkait dengan isu toleransi dan ekonomi serta kebutuhan mendasar masyarakat setempat, termasuk untuk mendapatkan masukan tentang solusi atas permasalahan yang ada langsung dari masyarakat setempat. Pemetaan yang didapat nantinya akan digunakan sebagai panduan untuk melakukan intervensi di masing-masing wilayah.

Sasaran utama program WISE adalah berdirinya kampung-kampuung damai di tiga provinsi dengan menggunakan media pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas isu toleransi dan perdamaian di kalangan perempuan. Program ini menargetkan sedikitnya 2.500 perempuan yang nantinya akan berperan aktif dalam menyebarkan gagasan dan gerakan perdamaian di wilayah masing-masing.

Hari Santri 2018

Hari ini, diskusi serentak dilakukan di Jawa Barat (Villa Joglo, Bogor dan Lebak Wangi Garden Resto, Bogor), Jawa Tengah (Hotel Aston Solo), dan Jawa Timur (Hotel Grand City, Batu dan Kancakona, Sumenep). (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Pertandingan Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Jakarta, Hari Santri 2018. Warga jamiyyah Nahdlatul Ulama (Nahdliyyin) sudah semakin gandrung dengan media internet dalam memperkuat fungsi keorganisasian baik ke dalam maupun keluar. Dalam hal ini Hari Santri 2018 sebagai situs resmi PBNU menjadi kekuatan perekat dan pemandu bagi terciptanya konsolidasi organisasi.

“Tahun 1980-an saat membuat website www.bumi-nu.com saya masih merasa sendirian. Namun sekarang lembaga-lembaga di bawah naungan NU sudah memakai media internet untuk keperluan organisasi masing-masing,” kata H Said Budairi, usai menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh NU yang berjasa dalam pengembangan teknologi informasi pada acara Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Hari Santri 2018 di Jakarta, Selasa (28/8) tadi malam.

Selain Said Budairi, 3 tokoh lainnya yang mendapat penghargaan adalah Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU), Wakil Rais Syuriah NU Sumatra Barat Tuanku Bagindo Haji Mohhammad Letter, dan Pemimpin Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah Garut KH Thonthowi Djauhari Musaddad.

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebutuhan Internet Tak Terelakkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebutuhan Internet Tak Terelakkan

Keempat tokoh tersebut dinilai berjasa dalam pengembangan dan pemamfaatan teknologi informasi untuk kebutuhan organisasi NU. Sebelumnya direncanakan hanya tiga tokoh NU yang mendapat pernghargaan. “Namun Alhamdulillah Bagindo Leter bisa hadir,” kata Suwadi DP, Ketua Pelaksana Acara.

Pada malam Tasyakuran Harlah ke-84 NU dan ke-4 Hari Santri 2018 juga dianugerahkan penghargaan kepada empat websiter terbaik di lingkungan NU, berturut-turut www.pmii.or.id, www.gp-ansor.orgwww.lakpesdamjombang.org, dan www.muslimat-nu.or.id

Keempat website terbaik itu dipilih dari 22 website yang memenuhi kriteria penilaian, yakni website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri. Aspek yang dinilai adalah kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data.

Hari Santri 2018

Sementara kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.(nam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah Hari Santri 2018

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Sidoarjo, Hari Santri 2018

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, beserta Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Bupati Sidoarjo, Kepala BNNK Sidoarjo, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mendeklarasikan perlawanan terhadap narkoba. Deklarasi tersebut dilakukan di aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Ahad (17/7).

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Khofifah menegaskan, Muslimat NU harus berada di garda terdepan dalam melawan narkoba. Pasalnya, yang menjadi sasaran mafia narkoba saat ini adalah anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemn masyarakat untuk terus memberantas peredaran narkoba.

"Saat ini banyak anak-anak yang menjadi kurir narkoba. Apabila tertangkap, anak itu tidak di hukum seumur hidup. Karena hukuman anak itu di bawah hukuman orang dewasa maksimal 10 tahun. Setelah itu, anak-anak bebas bersyarat dan menjalani hukuman sekitar 5 tahun. Belum lagi mendapatkan remisi sekitar 3 hingga 4 tahun," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Ketua PP Muslimat NU ini mengaku prihatin atas peredaran narkoba yang menyerang anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus memberantas peredaran barang haram tersebut.

"Anak yang sudah keluar dari penjara itu masih dipantau oleh bandar narkoba. Untuk itu, kita juga harus memantau kembali keberadaan bandar narkoba, agar anak-anak yang sudah tereksploitasi tidak mengulangi perbuatannya lagi," tegasnya.

Hari Santri 2018

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah berharap, dengan diadakannya deklarasi antinarkoba ini, generasi penerus bangsa terhindar dari peredaran narkoba. "Narkoba itu membawa sengsara. Semoga anak-anak dijauhkan dari narkoba," harapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Hari Santri 2018

Ada sebuah ayat Al-Qur’an yang cukup menggambarkan bagaimana karakter kepemimpinan Rasulullah sebagai penyampai risalah sekaligus pemimpin. Ayat tersebut berbunyi:

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, tak tahan melihat penderitaan kalian, sangat menginginkan (keselamatan dan kebahagiaan) atas kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS at-Taubah: 128)

Ayat ini setidaknya mengungkap empat hal. Pertama, Allah menurunkan risalah melalui kepada umat manusia melalui sosok mulia yang juga manusia, bukan jin ataupun malaikat yang sukar dijangkau. Hal ini mengandung hikmah untuk memudahkan umat manusia dalam meneladani sosoknya. Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah figur yang sangat dekat dengan umatnya, memahami dan sanggup berkomunikasi (berbahasa) secara baik dengan sasaran dakwahnya.

Sebagaimana manusia lainnya, Rasulullah merasakan apa yang dirasakan makhluk fisik pada umumnya: lapar, haus, butuh istirahat, bisa terluka, kepanasan, kedinginan, dan lain sebagainya. Namun, justru dari sinilah umatnya bisa belajar keteladanan luar biasa tentang kesederhanaan, kesabaran, keikhlasan, keberanian, kejujuran, kedermawanan, dan sifat-sifat positif lainnya dalam wujud yang sangat nyata. Rasulullah tampil dalam wujud yang manusiawi, tapi sekaligus sarat nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, Rasulullah memiliki empati yang amat tinggi terhadap penderitaan umatnya. Beliau memberi teladan kepemimpinan yang tidak memberatkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan kalimat ‘azîzun ‘alahi mâ ‘anittum dengan dua hadits:

? ? ?

“Aku (Muhammad SAW) diutus untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”

? ? ? ?

“Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah kemudahan.”

Dengan bahasa lain, Rasulullah samasekali tak menghendaki adanya hal-hal yang menyulitkan umatnya, bahkan untuk urusan ibadah sekalipun. Sebagai contoh, tentang shalat tahajud yang Nabi laksanakan tiap malam secara istiqamah di masjid. Begitu tahu sahabat-sahabatnya berbondong-bondong meneladani rutinitasnya, Rasulullah beberapa hari kemudian tak pergi ke masjid. Alasan beliau, tak ingin memberi kesan bahwa shalat tahajud wajib sehingga bakal memberatkan umatnya di kemudian hari. Rasulullah juga pernah menegur sahabatnya, Mu’adz, yang membaca bacaan terlalu panjang saat memimpin shalat berjamaah. Menurut Nabi, seorang imam harus mempertimbangkan makmumnya yang mungkin terdiri dari orang tua dan orang-orang yang mempunyai keperluan.

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Yang ketiga, Nabi juga merupakan sosok yang sangat menginginkan keselamatan dan kebahagiaan bagi umatnya. Ibu Katsir saat menerangkan harîshun ‘alaikum menghubungkannya dengan hidayah dan kemaslahatan bagi umatnya baik di dunia maupun di akhirat. Beliau mendorong adanya proses kesadaran ilahiyah dalam setiap embusan nafas manusia, juga tersingkirnya mudarat atau kerugian bukan hanya secara duniawi tapi juga ukhrawi.

Keempat, ayat tersebut menegaskan tentang sifat Nabi yang raûf (welas asih) lagi rahîm (penyayang) kepada umatnya. Kita tahu bahwa dua sifat itu adalah bagian dari 99 asmaul husna. Ini sekaligus menunjukkan keistimewaan derajat Nabi Muhammad. Dua nama indah Allah dilekatkan pada diri beliau.

Rahmat atau kasih sayang tersebut mewujud dalam karakter kepemimpinan Rasulullah yang tidak kasar menghadapi masyarakat. Beliau juga gemar memaafkan dan memohonkan ampun ketika umatnya berlaku salah, bersedia bermusyawarah, dan bertawakal kala tekad sudah bulat. Seperti yang dituturkan Al-Qur’an:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran: 159)

Demikianlah karakter Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam yang kita yakini sebagai teladan paling ideal bagi umat manusia. Keyakinan ini juga dibenarkan oleh ayat suci bahwa di dalam diri Rasulullah ada contoh yang baik (al-Ahzab: 22). Namun yang menjadi pertanyaan, seberapa besar kesadaran tentang hal itu tertanam kuat dalam masing-masing diri kita lalu mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Semoga kita semua mampu menyerap pelajaran dari watak pemimpin agung kita tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliaulah sosok yang paling pantas menjadi panutan ideal umat manusia di seluruh dunia.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Anti Hoax, Ubudiyah Hari Santri 2018

Sabtu, 25 November 2017

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

Jakarta, Hari Santri 2018. Dalam kegiatan Workshop Kreator Konten dengan tujuan menyebarkan pesan damai di dunia maya, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont Jakarta yang diselenggarakan oleh The Wahid Institute dan Google Indonesia, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau dan meminta Google agar tidak menaruh konten-konten negatif diurutan paling atas di mesin pencarian.

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

“Selain kebajikan yang sudah dilakukan, Google juga harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif dengan tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas,” ujar Menag saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop tersebut.

Menag bercerita tentang pengalaman pribadinya saat dirinya mencoba mencari konten dengan kata kunci “Qital”. Ketika itulah dirinya mendapatkan konten sekaligus gambar-gambar yang menyeramkan berbalut panji-panji Islam diurutan atas.

Hari Santri 2018

“Tentu konten-konten tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi generasi muda. Apalagi mereka seringnya hanya membuka konten yang paling atas, tidak mau mencari hingga ke bawah untuk perbandingan,” ungkapnya.

Menag menjelaskan, bahwa konten-konten negatif yang dimaksud dirinya adalah, diantaranya konten yang menjurus pada radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama, baik dalam bentuk informasi, berita, gambar, dan video di You Tube.

Hari Santri 2018

Karena menurutnya, esensi agama harus menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. “Sebab itu, deradikalisasi bukan upaya melemahkan agama seperti anggapan mereka, melainkan mencegah mental intoleran dan ekstrimisme,” paparnya.

Kepada generasi muda, Menag mengingatkan bahwa internet tidak bisa menjelaskan teks. Harus belajar kepada kiai, ustadz, maupun guru sehingga agama tidak dipahami secara instan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, penulis Biografi Gus Dur, Greg Barton, Aktivis Gender, Hussein Muhammad, Fasilitator untuk Rehabilitasi Teroris, Noor Huda Ismail, Jurnalis Perdamaian United Kingdom, Abdul-Rehman Malik, dan lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, AlaNu Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Pergunu DKI Jakarta: Ahok Gagal Paham Soal Pemakaian Jilbab

Jakarta, Hari Santri 2018



Bukan Ahok namanya kalau tidak selalu bikin kontroversi di masyarakat. Mulai dari berbagai kebijakan yang dianggap ototiter, hingga pada kalimat kasar yang tidak sesuai adat istiadat Timur yang diucapkannya ketika mengomentari sebuah masalah.

Pergunu DKI Jakarta: Ahok Gagal Paham Soal Pemakaian Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Jakarta: Ahok Gagal Paham Soal Pemakaian Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Jakarta: Ahok Gagal Paham Soal Pemakaian Jilbab

Pada Ramadhan ini, Ahok mengeluarkan statemen melarang sekolah mewajibkan siswanya berjilbab saat bulan Ramadhan. Hal itu dia kemukakan saat mengadakan pertemuan dengan 1700 kepala sekolah tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Hari Santri 2018

Menyikapi hal itu, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menilai, Ahok telah gagal paham dalam pelarangan tersebut.?

Hari Santri 2018

"Kita semua paham bahwa bulan Ramadhan adalah momen yang sangat mulia bagi Islam. Di bulan itu suasana religi, nuansa keagamaan sangatlah kuat. Maka, sudah sewajarnya sebagian sekolah mewajibkan berjilbab bagi siswinya yang beragama Islam,” kata Aries Adi Leksono, ketua Pergunu DKI Jakarta, Selasa (7/6).

Selain itu, anjuran penggunaan jilbab kepada remaja putri atau siswi sekolah sangat tepat, karena sesuai dengan norma kesopanan bangsa Timur. Apalagi jika diperhatikan, akhir-akhir ini tindakan asusila sering kali dipicu karena umbaran aurat.

Lebih lanjut, Pergunu DKI menilai anjuran penggunaan jilbab pada boleh Ramadhan memiliki nilai edukasi. Sebagai sarana belajar untuk penggunaan jilbab dalam keseharian siswi sekolah. Karena pembisaan positif dalam kesadaran berjilbab harus dibangun sejak dini, dan bisa jadi berawal dari kewajiban yang diberikan sekolah.?

“Apalagi Ramadhan adalah momen yang sangat tepat untuk belajar merubah diri lebih baik di masa yang akan datang,” imbuhnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Lomba Hari Santri 2018

Senin, 20 November 2017

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Jakarta, Hari Santri 2018. Latihan terpenting pada bulan Ramadhan selain berpuasa adalah melakukan qiyamul lail atau shalat dan berdzikir di malam hari. Jika puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari perbuatan yang dibolehkan seperti makan dan minum, maka qiyamul lail adalah latihan menjalankan perbuatan-perbuatan sunnah dengan penuh khusu dan konsentrasi.

Pengajian Online Ramadhan kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara Syeikh Ihsan Jampes, Selasa (25/9), membahas fasal tentang qiyamul lail. Pengajian diadakan di ruang redaksi Hari Santri 2018, lantai V gedung PBNU Jakarta dan diteruskan melalui akun pbnu_online@yahoo.com, dipandu oleh KH Arwani Faisal dari Lembaga Bahtsul Masa'il (LBM) PBNU.

Diterangkan bahwa malam hari, terutama pada sepertiga malam yang terakhir, adalah saat hiruk-pikuk aktifitas manusia terhenti untuk sementara waktu. Suasana sunyi sangat membantu kita untuk menenangkan diri dan berkontemplasi.

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Syeik Ihsan Jampes menyemangati kita betapa qiyamul lail di bulan Ramadhan sangat utama karena semua ibadah sunnah seperti shalat tahajjud, tasbih, atau shalat hajat itu dinilai sebagai ibadah wajib, mendapatkan pahala sebagaimana ibadah wajib.

Qiyamul lail itu semakin berlipat ganda lagi pahalanya ketika dikerjakan pada sepertiga Ramadhan yang terakhir, yakni saat terjadi malam lailatul qadar, tepatnya saat ibadah Ramadhan kita telah mengendur.

Hari Santri 2018

Qiyamul lail diperuntukkan bagi mereka yang telah tertidur sejenak di waktu malam, lalu bangun dan mengambil air wudhu. Di bulan Ramadhan umat Islam tentu tidak terlalu sulit untuk bangun di malam hari karena dipaksa untuk bangun melakukan sahur.

Hanya saja, bagaimana ketika menjelang, pada saat dan setelah makan sahur kita telah dimanjakan dengan berbagai sajian menarik di layar televisi? Tak sempatlah kita melakukan qiyamul lail. Jika begitu, maka latihan apa sebenarnya yang telah dijalani di malam-malam bulan Ramadhan?(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Ubudiyah, Pesantren Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock