Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital

Jakarta, Hari Santri 2018

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Semarang menggelar Workshop Literasi Digital dengan tema "Deradikalisasi Dunia Maya Berbasis Pendidikan Damai", Jumat (30/12) besok, di Aula Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang.

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital

"Kegiatan ini membekali kiat-kiat bermedia sosial dan membendung arus radikalisme media" tegas Panitia, M Zulfa Cholil, dalam siaran pers yang diterima Hari Santri 2018.

Menurutnya, beberapa bulan terakhir, banyak beredar berita tak benar atau hoax. Hal ini terjadi karena berbagai kepentingan yang melatar belakanginya. Hoax ini sangat merugikan masyarakat. Salah satu penyebab hoax adalah tak adanya konten yang bagus untuk ditanyangkan kepada masyarakat.

Hari Santri 2018

Narasumber yang akan mengisi Agus Fathuddin Yusuf dari Suara Merdeka, Didik W Samudra (Kepala Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan), Hasan Chabibie (Pustekkom Kemendikbud RI), dan M Rikza Chamami (UIN Walisongo).

Hari Santri 2018

Dengan hadirnya narasumber yang berkompeten dalam bidanganya panitia berharap terdapat masukan-masukan yang memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana seharusnya menyikapi kejadian akhir-akhir ini. Sehingga bisa bersikap dewasa dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Taipei, Hari Santri 2018. Tidak mudah menjadi seorang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU). Ia harus ikut Pendidikan dan Pelatihan Dasar yang cukup keras sebelum diizinkan untuk mengenakan seragam Banser. Dalam latihan itu, fisik dan mental mereka ditempa dengan tekanan yang tidak bisa dianggap enteng. Hanya orang-orang yang memiliki tekad dan semangat tinggi saja lah yang mampu menjadi Banser.

Disebutkan bahwa saat ini ada 5 juta kader Banser NU. Mereka tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia, namun juga di luar negeri. Diantara Banser luar negeri yang aktif dan jumlahnya cukup banyak adalah Banser NU Taiwan. Yakni 150 orang lebih. Dua diantaranya adalah sepasang suami dan istri; suaminya Banser, istrinya Fatser (Fatayat Serbaguna).

Adalah Robet Tri Sasongko dan Stya Ningrum namanya. Suami-istri yang mengabdikan diri menjadi Banser dan Fatser. Keduanya mengaku ingin sekali menjadi Banser dan Fatser karena terinspirasi dengan Riyanto –seorang Banser yang wafat terkenan bom saat mendapatkan tugas untuk menjaga Gereja Eben Haezar Mojokerto pada tahun 2000 silam.  

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Robet menganggap, apa yang dilakukan Riyanto adalah implementasi daripada ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama umat manusia). Riyanto memiliki semangat untuk menolong siapa saja tanpa memandang apa agama, suku, ras, bahasa, dan budayanya. 

“Saya terinspirasi sahabat Riyanto yang gugur membela non-Muslim dari bom,” kata Robet kepada Hari Santri 2018 di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan di Taipei,  Ahad (21/1).

Hari Santri 2018

Beberapa tahun lalu sebelum bekerja di Taiwan, ia mengikuti Diklatsar Banser yang dilaksanakan Satkoryon Sawo Ponorogo. Sementara istrinya, Ningrum, juga ikut Diklatsar di Ngebel Ponorogo. Hal itu bukan tanpa sebab, keduanya telah membuat kesepakatan di hari pernikahannya untuk terus bersama-sama menjaga kiai, NU, dan keutuhan Indonesia. Maka menjadi Banser dan Fatser adalah jalannya.

“Alhamdulillah kita terus bersama dalam mengamankan kiai-kiai,” ujarnya.

Kemudian pada 2017 lalu, Robet dan Ningrum bekerja di sebuah pabrik sarung tangan yang ada di Changhua Taiwan. Robet yang bertugas untuk memproduksi, sedangkan istrinya yang mengemasnya. Lagi-lagi semangat keduanya untuk bersama terwujud.

Hari Santri 2018

Tinggal di negeri orang tidak membuat semangat keduanya surut menjadi Banser dan Fatser. Mereka aktif pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PCINU Taiwan. Setiap Ahad, keduanya selalu hadir untuk mengamankan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Pengurus Ranting NU Changhua. 

“Ada Majelis Rijalul Ansor untuk kegiatan keagamaan yang ada di Changhua,” tuturnya.

Robet mengaku bangga menjadi seorang Banser. Terutama ia bisa menjaga dan mengawal kiai-kiai NU yang datang ke Negeri Formosa itu. 

Hal itu juga diungkapkan istrinya, Ningrum. Ia mengaku bangga dan semangat menjadi seorang Fatser di negeri orang. Meski bekerja di negeri orang, namun tetap bisa berkhidmat untuk NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

Ngawi, Hari Santri 2018. Lakpesdam NU Ngawi mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunan desa. Lakpesdam NU melihat pentingnya partisipasi masyarakat dalam rangka mendampingi ketepatan program pembangunan desa.

Ketua Lakpesdam NU Ngawi Husaini Amar meminta partisipasi masyarakat terutama unsur NU dalam pembangunan desa. Peran unsur masyarakat secara menyeluruh ini, kata Husaini, dijamin dalam UU Desa tahun 2014 dalam proses perencanaan dan pembangunan desa.

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

“Keberadaan desa perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Husaini di hadapan puluhan warga dalam diskusi UU Desa Tahun 2014 di aula kantor Lakpesdam NU, Rabu (3/9).

Hari Santri 2018

Ajakan Husaini Amar ini diamini Bapedda Ngawi Sri Widodo. Menurutnya, UU Desa telah menetapkan, setiap desa mendapat alokasi anggaran khusus dari APBN. Sri Widodo mengajak warga Ngawi untuk mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (Agus susanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Hikmah, News, Kajian Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, Hari Santri 2018. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima Hari Santri 2018.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

Hari Santri 2018

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

Hari Santri 2018

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Hari Santri 2018

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Hari Santri 2018

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Doa, Hikmah Hari Santri 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Hari Santri 2018

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Hari Santri 2018

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, IMNU Hari Santri 2018

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia

Mamuju, Hari Santri 2018 - Mantan narapidana terorisme, Ali Fauzi, angkat bicara soal konflik Rohingya di Myanmar, yang dalam beberapa hari terakhir mengemuka di pemberitaan sejumlah media massa di Indonesia. Adik kandung terpidana kasus bom Bali, Amrozi, tersebut menilai konflik di Myanmar itu bisa memicu tumbuhnya kembali terorisme di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ali Fauzi saat menjadi pemateri di kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di kampus Universitas Tomakaka, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (6/9/2017). Dalam paparannya, Ali menceritakan awal mula munculnya terorisme di Indonesia yang dipicu oleh invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia

"Dari konflik di Afghanistan itu banyak Muslim Indonesia yang berjihad ke sana. Itu bagian dari jihadul kahfi, solidaritas ke sesama Muslim," ungkap Ali.

Hari Santri 2018

Dalam konflik di Afghanistan, ketika peperangan berakhir, Muslim Indonesia yang sebelumnya berjihad kembali pulang ke kampung halaman dengan kondisi terlatih menggunakan senjata, merakit bom dan keahlian ala militer lainnya. Hal itulah yang kemudian memicu munculnya aksi terorisme di Indonesia.

"Dalam konflik Rohingnya di Myanmar sudah banyak Muslim Indonesia yang bersiap jihad ke sana. Mereka yang nantinya kembali tentu sudah terlatih dengan sendirinya, dan itu berpotensi menjadi pelaku terorisme di Indonesia," tegas Ali.

Hari Santri 2018

Sebagai langkah pencegahan, Ali mendesak sikap pro aktif pemerintah Indonesia untuk ikut serta memecahkan persoalan yang dihadapi Muslim Rohingnya di Myanmar. Dikatakannya juga, dalam setiap konflik pasti ada yang diuntungkan, antara lain pasar gelap senjata dan pemasok senjata global yang mendapat keuntungan besar.

"Tapi kita bersyukur pemerintah Indonesia cukup baik berperan mengatasi permasalahan saudara-saudara kita Muslim Rohingya. Ini akan meredam keinginan jihad kahfi Muslim Indonesia ke Myanmar," tandas Ali.

Dalam kesempatan yang sama Ali juga menyebut adanya jenis jihad lainnya, yaitu jihadul thalab, perintah membunuh kelompok kafir. "Tapi jihad thalab tidak tepat dilakukan di Indonesia, karena tidak ada istilah kafir di sini.   Pemerintah mengakui agama-agama selain Islam, dan mereka yang tidak beragama Islam adalah saudara kita yang tidak boleh dibunuh," pungkasnya.

Dialog Pelibatan LDK dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Universitas Tomakaka terselenggara atas kerjasama BNPT dan FKPT Sulawesi Barat. Kegiatan yang sama sudah dan akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2017. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Idul Adha atau Hari Raya Kurban telah berlalu. Namun, hari besar kedua umat Islam tersebut selalu menyisakan cerita menarik sekaligus menggelitik.

Suatu ketika, Kiai Jakfar memberikan khutbah Idul Adha di sebuah kampung yang penduduknya sebagian besar penduduk abangan dan Islam KTP.

Di tengah-tengah khutbah, Kiai Jakfar berkata: “Jadi, dalam beragama dan menjalankan agama itu kita harus siap berkurban, apapun itu.”

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Sapi, Kurban Sandal pun Jadi

Kemudian dia melanjutkan: “Agama mengajarkan, Al-Muahafadzah alal qadhimissholih wal akhdzu bil jadidil ashlah yang artinya memelihara yang lama yang lebih baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

Saat khutbah selesai, para jamaah pun bergegas kembali ke rumah masing-masing. Namun di tengah keriuhan jamaah keluar masjid, banyak yang kebingungan mencari-cari sandalnya.

“Sepertinya banyak jamaah yang langsung mengamalkan khutbah kiai nih,” ujar Parmin mendatangi Kiai Jakfar.

Hari Santri 2018

Kiai Jakfar pun tak mau kehilangan momen untuk memberikan ceramah singkat: “Saudara-saudaraku, jangan bersedih hati, ini hari raya kurban, jadi kita harus berkurban meskipun itu berupa sandal.” (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Kamis, 11 Januari 2018

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral

Surabaya, Hari Santri 2018. Mahasiswa Ahli At-Thariqah An-Nahdliyyah (MATAN), sayap anak muda Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah, ingin melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bermoral.

Ketua Umum PP MATAN DR. KH. Hamdani Muin mengatakan, bahwa arah tujuan organisasi yang didirikan di Malang tersebut, adalah sebagai jawaban atas problematika bangsa, yaitu krisis moral.

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral

JATMAN melalui MATAN, berkomitmen untuk melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yg memiliki integritas dan moralitas," katanya pada sambutan pelantikan PW MATAN Jawa Timur, PC Kota Surabaya dan PC Kabupaten Sidoarjo, di Pondok Pesantren Nurul Khoir, Surabaya, (24/2).

Hari Santri 2018

Dengan mengharap ridho dari para mursyid dan masyayikh, sambung Hamdani, MATAN siap berkiprah untuk Bangsa. Tentunya tanpa membawa organisasi ini ke dalam ranah politik praktis.

Acara tersebut dihadiri masyarakat, pemuda dan para Masyayikh JATMAN dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Ikut memberikan sambutan pada acara pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Hari Santri 2018

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, RMI NU, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Gerhana merupakan fenomena alam yang rutin terjadi. Tidak seperti gerhana bulan yang sering terjadi, gerhana matahari yang lebih jarang terjadi mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Apalagi ada sejarah kelam ketika terjadi gerhana matahari total di Indonesia pada 1983 di mana para penduduk diperintahkan tinggal dalam rumah oleh penguasa Orde Baru karena kekhawatiran adanya kebutaan pada mata akibat menatap matahari secara langsung. Padahal gerhana matahari total merupakan fenomena langka yang bisa dipelajari dalam berbagai aspek. 

Belajar dari pengalaman masa lalu tersebut, gerhana matahari total yang melewati Indonesia pada 9 Maret 2016 ini disosialisasikan lebih baik kepada masyarakat sebagai sebuah peristiwa alam yang jarang terjadi dan patut sambut dengan baik, sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan dipromosikan sebagai salah satu atraksi wisata pada daerah-daerah yang dilintasinya.  

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Bagi umat Islam, gerhana matahari bukan sekedar fenomena alam, tetapi sebuah bukti akan kebesaran Allah dalam mengatur jagat raya yang tersistem dengan baik. Karena itu, Rasulullah mengajar umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari atau gerhana bulan. Sebelum kedatangan Islam atau menurut kepercayaan suku-suku tertentu, gerhana dimaknai sebagai peristiwa mistik, seperti adanya raksasa yang marah sehingga memakan matahari atau bulan. Karena itu, ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk meredaan kemarahan tersebut. Islam, menentang kepercayaan dan mitos tersebut dengan memberikan penjelasan secara rasional.  

Karena gerhana tidak datang setiap saat, maka diperlukan kemampuan untuk memprediksi, kapan hal itu akan datang. Di sinilah peran ilmu pengetahuan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah shalat gerhana. Ini juga menunjukkan bahwa dalam beribadah diperlukan dukungan sains. Sesungguhnya, Al-Qur’an dan hadits secara tegas mengajak umat manusia untuk membaca dan berpikir guna mempelajari alam. Dalam konteks ilmu sosial, perintah kepada manusia untuk menjad khalifah di bumi mensyaratkan kemampuan untuk mengelola kehidupan di seluruh alam. Semuanya akan berjalan dengan baik jika para pemimpin memiliki ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Ilmu pemerintahan, ilmu sosial, ilmu ekonomi, dan lainnya. 

Umat Islam pernah berjaya dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Banyak ilmuwan-ilmuwan Muslim yang menjadi penemu berbagai kemajuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini seperti Aljabar, Avicenna, Albirruni, dan lainnya. Sayangnya, umat Islam saat ini disibukkan dengan “urusan-urusan kecil” seperti pertentangan urusan amaliyah yang sifatnya khilafiyah dan perebutan kekuasaan dengan menggunakan jargon-jargon agama. Kawasan yang dulu menjadi pusat peradaban Islam seperti Irak, Suriah, dan Mesir, kini menghadapi masalah kemanusiaan yang berat. Boro-boro memikirkan pengembangan ilmu pengetahuan, untuk memikirkan keselamatan diri sendiri saja sulit

Hari Santri 2018

Di sisi lain, di belahan dunia lain yang hidup dengan damai, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Seluruh komponen masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, didorong untuk mengembangkan pengetahuan. Ada kesadaran bersama bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh pengetahuan yang dimilikinya. Lembaga-lembaga riset didanai secara besar-besaran untuk menghasilkan pengetahuan atau penemuan baru. Dengan demikian negara-negara Muslim, kini semakin tertinggal ketika kapasitas persaingan antarbangsa didasarkan pada kepemilikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang mampu dilakukannya. 

Masyarakat juga semakin mempercayai sains sebagai panduan dalam berperilaku. Jika ada pertentangan antara sains dan agama, maka sains lah yang dimenangkannya. Ini tentu menjadi persoalan serius bagi seluruh agama, bukan hanya Islam. Nilai-nilai dalam kitab suci kini dipertanyakan. 

Ada ajaran agama yang sifatnya dogmatis seperti pelaksanaan shalat lima waktu dan berapa rakaat jumlahnya, tetapi ada persoalan-persoalan yang membutuhkan jawaban. Masyarakat yang semakin terdidik membutuhkan argumentasi dan alasan rasional kepada suatu hal dilakukan seperti bentuk pemerintahan apa yang paling baik. Para ulama, jika tidak mampu merumuskan jawaban yang baik, akan ditinggalkan oleh umatnya. Saat umat dan bangsa lain sudah berhasil mencapai bulan dan menargetkan diri mencapai planet Mars, umat Islam masih disibukkan diri dalam metode melihat bulan sebagai kriteria penentuan awal puasa dan Idul Fitri. Ini merupakan salah satu contoh kecilnya.

Pengembangan ilmu pengetahuan telah memberi kemudahan hidup bagi manusia. Tapi ada tantangannya, ketika banyak riset kini dilakukan untuk kepentingan bisnis guna meraih keuntungan. Saat keuntungan komersial menjadi panduan utama, bisa saja mengorbankan hal-hal lain seperti nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan yang tidak dipandu nilai-nilai moral kemanusiaan, memiliki potensi melenceng dari tujuan awalnya untuk mensejahteraan manusia. 

Hari Santri 2018

Sesungguhnya tantangan keberadaan agama terbesar bukanlah misi dari agama lain yang ingin merebut umat, tetapi agama baru berupa “sains” yang bergerak jauh di luar nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Tanpa panduan, suatu saat, sains bisa menghancurkan umat manusia sendiri. Menjadi tugas bersama seluruh umat Islam untuk meningkatkan kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan memasukkan nilai-nilai pengetahuan dengan nilai moral kemanusiaan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Hikmah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan

Jember, Hari Santri 2018

Tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menolak tambang emas di Kantor Bupati Jember, Senin, memantik reaksi. Sejumlah elemen mahasiswa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan aktivis lingkungan mendatangi gedung DPRD Jember, Selasa (24/5).

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan

Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi dan sejumlah anggota DPRD yang lain. Intinya, mereka mengadukan tindakan koboi aparat keamanan terhadap mahasiswa PMII yang menggelar unjuk rasa.

Seperti diketahui, untuk ke sekian kalinya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jember. Dalam aksi tersebut terjadi saling dorong antara Satpol PP dan pengunjuk rasa. Kuatnya dua kekuatan yang berjibaku dorong itu mengkibatkan pintu gerbang Kantor Pemkab Jember, roboh. Dan sejurus kemudian, sejumlah aparat keamanan yang terdiri dari Satpol PP dan polisi mengejar pengunjuk rasa yang semburat ke alun-alun. Dan mereka pun menjadi sasaran pentungan petugas.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua PC PMII Kabupaten Jember, Sulamet, tindakan represif yang telah dipertontonkan aparat keamanan tidak bisa diterima. Dikatakannya, apa yang dilakukan PMII terkait dengan penolakan tambang merupakan suara mayoritas warga Jember. Lebih-lebih NU sejak lama juga telah menolak adanya pertambangan di wilayah Jember. "Karena itu, kami minta keadilan hukum agar aparat yang telah bertindak sewenang-wenang juga ditindak," jelasnya.

Tuntutan tersebut mendapat dukungan dari aktivis lingkungan, Miftahul Rahman. Menurutnya, unjuk rasa adalah hal biasa dalam demokrasi. Oleh karenanya, jika ada pelanggaran kekerasan maka harus diproses secara hukum. Lebih dari itu, katanya, soal penolakan tambang sesungguhnya sudah menjadi kesepakatan mayoritas warga Jember. "Inginnya teman-teman mahasiswa agar Bupati secara resmi menolak rencana penambangan emas di Jember. Itu saja. Tapi kok disambut dengan pentungan," terangnya.

Hari Santri 2018

Menggapi itu, anggota Komisi A DPRD Jember, David Handoko Seto menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala Satpol PP dalam waktu dekat. "Bagimanapun ini harus ada yang bertanggungjawab," jelasnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Hikmah Hari Santri 2018

Selasa, 21 November 2017

PBNU Siap Uji Materi Keputusan Ratifikasi FCTC

Jakarta,Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus berupaya mengadvokasi kelompok petani tembakau dengan menentang rencana Pemerintah meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).

PBNU Siap Uji Materi Keputusan Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siap Uji Materi Keputusan Ratifikasi FCTC (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siap Uji Materi Keputusan Ratifikasi FCTC

Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Andi Najmi Fuaidi, mengatakan pihaknya akan mendorong PBNU secara kelembagaan untuk melakukan uji materi, jika Pemerintah tetap meratifikasi FCTC.

?

“Jika FCTC diratifikasi oleh pemerintah, kami akan siapkan materi untuk PBNU mengajukan judicial review,” kata Andi di Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Hari Santri 2018

?

Pemerintah sejauh ini telah banyak menerbitkan aturan di sektor pertanian, namun tak semuanya melindungi kepentingan petani. Sebaliknya, aturan yang berpihak dalam praktiknya tidak dibarengi dengan pengawasan maksimal, sehingga terkesan ompong di lapangan. Pengawasan juga dinilai tak dilakukan atas pelanggaran-pelanggaran yang muncul dari semua aturan tersebut.

?

Hari Santri 2018

“Termasuk ratifikasi FCTC ini, seribu persen saya yakin pemerintah sudah tahu jika masyarakat pertembakauan berpotensi tidak akan menggubrisnya. Keinginan ratifikasi ini saya nilai hanya aksi ‘gagah-gagahan’ dari seorang Menteri Kesehatan, dengan mengabaikan substansi sebuah aturan,” tegas Andi.

?

Sementara Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Himahanto Yuwana, dalam diskusi bertajuk “FCTC, Ancaman Petani Tembakau” yang diselenggarakan LPBH NU dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU) pada Kamis, 19 Desember 2013 kemarin, mengatakan keputusan meratifikasi FCTC bisa diartikan tindakan abai pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya.

?

“Kalau Pemerintah ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat, salah satu yang dapat dilakukan adalah berlaku adil terhadap kelompok petani, termasuk dari komoditas tembakau,” kata Hikmahanto.

?

Hikmahanto yang merupakan Profesor di bidang Hukum Internasional termuda, menambahkan jika bertani tembakau sudah menjadi tradisi turun temurun sebagian masyarakat Indonesia dalam mencapai kesejahteraan. Dukungan pemerintah terhadap kelangsungan pertanian tembakau adalah bagian dari perwujudan kesejahteraan tersebut.

?

“Terwujudnya kesejahteraan masyarakat adalah kewajiban bersama yang harus melibatkan semua stakeholders. Maka Kementerian Kesehatan saja tidak berkompeten untuk meratifikasi FCTC,” pungkas Hikmahanto. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Selasa, 31 Oktober 2017

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri

Bondowoso, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso mengadakan tahlilan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Kantor PCNU setempat, Jalan KH Agus Salim Nomor 85 Belindungan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Rabu malam ( 21/10)

Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam menjelaskan, kegiatan tahlil ini merupakan acara rutinan warga NU setempat yang dilaksanakan setiap Selasa malam. Agar bersamaan mendekati tanggal 22 Okteber 2015 yang ditetapkan pemerintah sebagai Hari Santri Nasional maka pengurus NU setempat mengundur jadwal menjadi Rabu malam atau malam Kamis.

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bondowoso: Malam Tahlilan, Pagi Apel Santri

Abdul Qodir Syam menambakan, Kamis (22/10) ini delegasi santri dari Pondok Pesantren Se-Bondowoso akan mengikuti Apel Santri. Kegiatan tersebut di bawah koordinasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) Bondowoso, Lembaga Pendidikan Maarif NU Bondowoso, dan Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso.

Hari Santri 2018

“Nantinya yang menjadi Inspiktur upacara Apel Santri adalah Drs. H. Salwa Arifin (Wakil Bupati Bondowoso) yang akan dilaksanakan di depan Kantor PCNU Bondowoso," imbuhannya.

Hari Santri 2018

Salwa Arifin yang hadir dalam acara tahlilan itu mengaku merasa terhormat dapat terlibat dalam peringatan Hari Santri Nasional. Mustasyar PCNU Bondowoso ini menambahkan, tidak berlebihan NU menyambut antusias Hari Santri, termasuk dengan tahlilan.

Ia mengatakan, NU tak suka dengan perpecahan, NU tawaduk. “Kenapa demikian? Karena NU adalah ‘pesantren besar’ di dalamnya ada pondok pesantren dan NU indentik dengan pesantren. Begitu pula pesantren indentik dengan NU dan itu tidak bisa dipisahkan itu berpaham Ahlusunnah wal Jamaah.” (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, Ulama, Daerah Hari Santri 2018

Minggu, 15 Oktober 2017

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing

Jombang, Hari Santri 2018

Meski sudah terhitung sebulan lebih mulai diberlakukannya kesepakatan sistem pasar bebas atau yang biasa disebut dengan istilah MEA (Masyarakat Ekomomi Asean), namun belum ada perubahan yang mencolok terkait perkembangan jumlah tenaga kerja asing di wilayah Kabupaten Jombang.

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing (Sumber Gambar : Nu Online)
Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing (Sumber Gambar : Nu Online)

Memasuki Pasar Bebas, Warga NU Diimbau Antisipasi Monopoli oleh Tenaga Asing

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto mengungkapkan, di Jombang saat ini tercatat ada 84 tenaga kerja asing yang tersebar di 14 perusahaan. Dalam catatan Heru, kebanyakan mereka sudah di Jombang sejak tahun 2015 lalu. Namun hingga pada tahun 2016 ini, saat diberlakukannya sistem pasar bebas tersebut, tenaga kerja yang masuk hanya tiga orang. “Pada sektor yang sebelumnya dikhawatirkan banyak pihak tenaga kerja asing, namun semuanya masih berjalan normal,” katanya, Senin (8/2).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang saat dihubungi menyatakan, meskipun keberadaan tenaga asing masih sangat minim di Jombang, namun warga NU hendaknya bisa mengantisipasi terhadap kekhawatiran adanya monopoli objek pemasaran dan kerjasama yang dibangun oleh tenaga asing nanti.

Hari Santri 2018

Rijal, sapaan akrabnya menginginkan optimalisasi peran Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jombang di sejumlah kecamatan segera berdiri sebagai penyeimbang laju perkembangan MEA. “Kita memang sedang menguatkan sisi ekonomi warga nahdliyin di semua kecamatan Kabupaten Jombang melalui pendirian BMT-NU di MWC-MWC, dan insya Allah tahun ini sudah banyak BMT NU yang berdiri,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Jombang Miftahul Huda menuturkan bahwa jauh hari sebelumnya, DPRD Jombang telah memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi imbas diberlakukannya kesepakatan MEA. Program dan penganggaran di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah tersingkronisasi untuk mengantisipasi MEA.

Hari Santri 2018

“Yang jelas Pemkab siap menghadapi MEA dengan menyiapkan langkah-langkahnya melalui SKPD terkait, termasuk penganggaranya. Misalnya, Dana Desa (DD) untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, penambahan modal terhadap UMKM dengan bunga ringan dan sebagainya,” jelasnya.

Huda menambahkan, sesuai dengan tupoksinya, DPRD akan tetap memantau perkembangan MEA di wilayah Kabupaten Jombang ke depan. “Bila kemudian hari ternyata muncul perubahan situasi, tentu akan ada langkah-langkah yang akan kita rumuskan bersama dengan Pemerintah,” katanya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Nahdlatul Ulama, Hikmah Hari Santri 2018

Selasa, 03 Oktober 2017

Polisi Palestina Belajar Tangani Kejahatan Dunia Maya di Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018



Sebanyak 10 personil Kepolisian Palestina mengikuti pelatihan di bidang penanganan kejahatan di dunia maya atau "cyber crime" , dan forensik digital di Indonesia pada 9-18 Mei 2016.

Polisi Palestina Belajar Tangani Kejahatan Dunia Maya di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi Palestina Belajar Tangani Kejahatan Dunia Maya di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi Palestina Belajar Tangani Kejahatan Dunia Maya di Indonesia

Siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, Jordania yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan pelatihan tersebut diselenggarakan Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri Indonesia yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Polri.?

Pelatihan penanganan kejahatan di dunia maya dan forensik digital bertujuan meningkatkan kapasitas aparat kepolisian Palestina di bidang penanggulangan kejahatan di dunia maya dan metode penyelidikan forensik digital.

Kegiatan lokakarya di atas merupakan tindak lanjut dari janji Pemerintah Indonesia bagi Palestina dalam mendukung dan mempersiapkan kemampuan sumber daya manusia khususnya aparatur pemerintah.?

Sebenarnya pemerintah Indonesia menyediakan tempat bagi 20 peserta, namun karena jumlah personil polisi di Palestina sangat terbatas, maka hanya 10 orang yang dapat menghadiri pelatihan ini.

Hari Santri 2018

Kepala Lembaga Pendidikan Polri, Komjen Polisi Syafruddin, menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan sejumlah kerja sama luar negeri dengan aparat kepolisian mancanegara.?

Kerja sama ini antara lain dengan Kepolisian Afghanistan di bidang pelatihan lalu lintas, reserse dan sabhara, dan pelatihan bagi para perunding.

Hari Santri 2018

Sementara dengan Kepolisian Myanmar, Indonesia memberikan pelatihan pengamanan pemilu, dan pengembangan umum untuk para pemimpin tingkat menengah.

Selama lebih dari 17 tahun, Indonesia telah melaksanakan lebih dari 460 program peningkatan kapasitas untuk lebih dari 5,400 peserta dari negara-negara Asia, Afrika, Pasifik, Timur Tengah dan Amerika Selatan.?

Secara khusus bagi Palestina, Pemerintah Indonesia telah membantu 1.394 orang dalam berbagai program peningkatan kapasitas sejak tahun 2008.?

Bidang-bidang peningkatan di antaranya bidang perikanan, good governance, pariwisata, dan pertanian.?

Pelatihan peningkatan kapasitas bagi Palestina dan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong kerja sama pembangunan antar negara berkembang. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 20 September 2017

Mbah Muchit Ingin Menjadi “NU Polos”

Jember, Hari Santri 2018

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi (Mbah Muchit) menyatakan keinginannya untuk menjadi warga NU yang polos.



Mbah Muchit Ingin Menjadi “NU Polos” (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit Ingin Menjadi “NU Polos” (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit Ingin Menjadi “NU Polos”

“NU yang polos adalah NU saja, tidak dilabeli oleh partai tertentu. Bahkan, apa-apa yang ia lakukan, semata-mata karena suruhan NU,” katanya di depan 200 lebih anak-anak SMA dan Aliyah se-Kabupaten Jember, Ahad (21/9) kemarin.

Mbah Muchit sempat menceritakan biografi singkatnya, misalnya ia pernah masuk dan keluar masyumi di tahun 50-an. Demikian juga saat ia masuk PPP. Semuanya dilakukan karena NU. Ketika PBNU membidani kelahiran PKB, Mbah Muchit juga menjadi salah satu deklaratornya.

Hari Santri 2018

Kontributor NU Online MN Harisudin melaporkan, acara yang digelar oleh Pengajian Birrul Walidain, Pergunu, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz, IPNU dan IPPNU Jember itu berlangsung khidmah. Sejak jam 08.30-11.00,? peserta mengikuti ceramah dan dialog bersama kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi itu.

Hari Santri 2018

Ceramahnya yang khas dan diselingi humor menjadikan peserta sangat atunsias mendengar materi tersebut. Aula Pepabri Jember sesak dengan peserta yang sejak pagi mendengar uraian Mbah Muchit.

Ketika menjelaskan Khittah NU, Mbah Muchit mengkritik orang yang seenaknya bicara tentang Khittah, meski sesungguhnya ia tidak banyak mengerti tentang Khittah. Khittah bagi sesepuh NU ini, juga tidak seketat yang dibayangkan orang. Klausul Khittah menyebutkan NU secara jam’iyyah tidak terikat dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan yang lain.

“Khittah saat itu dibuat untuk kepentingan NU. Tidak mungkin Khittah dibuat bertentangan dengan NU,” kata Kiai Nyentrik yang juga ikut menjadi salah satu perumus Khittah tahun 1984 bersama Almarhum Kiai Achmad Shiddiq.

Sementara itu, dalam menyikapi perbedaan di bulan Ramadlan ini, Mbah Muchith memberikan arahan untuk bersikap toleran. “Kalau ada orang kritik shalat Idul Fitri, lebih baik di masjid atau lapangan, saya balik tanya, kamu itu puasa apa tidak.” Sontak peserta jadi geer.

Bagi Kiai Muchith, yang jauh lebih penting adalah puasanya. Karena shalat Idul Fitri hukumnya hanya sunah, sementara puasa itu wajib. Hanya saja, toleransi dalam perbedaan ada batasnya.

“Kalau perbedaan ini sudah melanggar aturan pakemnya, tidak ada lagi toleransi. Ini namanya aliran sesat”, ujar Mbah Muchit. “Misalnya, Ahmadiyah, mereka yang shalat dengan dua bahasa, dan sebagainya,” tambahnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Hikmah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Kamis, 07 September 2017

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo (UAB), H Ahmad Yubaidi dan istrinya Hj. Siti Arum H membagikan 200 Paket Lebaran pada hari Ahad (18/6) di Pondok Pesantren Ulul Albab Balirejo, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Yogyakarta Dampingi Pembagian Zakat Pesantren Ulul Albab

Paket dibagikan pada warga di sekitar pesantren dan Pengurus NU Kota Yogyakarta. H Ahmad Yubaidi, yang juga sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Yogyakarta, menegaskan paket ini adalah zakat pribadi dan istrinya. Untuk memastikan tepat sasaran, LAZISNU Kota Yogyakarta digandeng sebagai pendamping dan pengarah pembagian tersebut.

"Alhamdulillah hari ini 200 paket sembako dan sarung sudah tersalurkan dengan baik. Warga NU di Kota Yogyakarta itu banyak. Penataan organisasi yang sudah ditempuh optimis akan membuahkan hasil optimal, yakni warga NU Yogya yang sehat rohani, jasmani, dan ekonomi," ucapnya.?

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PC LAZISNU Kota Yogyakarta Ahmad Subari berharap seluruh masyarakat kota Yogyakarta mau menyalurkan zakat, infaq dan shadaqahnya melalui LAZISNU Kota Yogyakarta. ?

Hari Santri 2018

"Saya menghimbau Nahdliyin dan seluruh masyarakat kota Yogyakarta mau menyalurkan zakat melalui LAZISNU, atau cukup dalam pendampingan atau supervisi LAZISNU Kota Yogyakarta, sehingga tidak melanggar ketentuan hukum yang ada," bebernya.?

Subari menegaskan, sebagai contoh Ketua PCNU Kota Yogyakarta yang saat ini zakat pribadinya disalurkan sendiri kepada pihak yang ditentukan sendiri, akan tetapi dia minta didampingi dan dilaporkan ke LAZISNU Kota Yogyakarta. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, News, Hikmah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 11 Agustus 2017

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Jakarta, Hari Santri 2018
Fauzi Bowo akhirnya benar-benar tak terbendung untuk meraih kursi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta, dalam pemilihan yang digelar Sabtu malam (2/10) lalu.

Tokoh NU yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyingkirkan rivalnya, Gus Wahid —mantan Ketua PWNU DKI, setelah mendapat dukungan lima cabang, dari enam cabang. Calon lain, Maksum Zubair mengundurkan diri dari pencalonan, karena tidak mendapat satupun dukungan dari enam cabang yang mempunyai hak suara.

Seperti dberitakan sebelumnya, Fauzi Bowo mendapat dukungan suara dari PCNU Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu. Sedangkan satu PCNU, yaitu Jakarta Selatan menetapkan dukungan ke Gus Wahid.

Seperti diperkirakan sebelumnya, proses pemilihan berjalan kurang menarik, karena mayoritas cabang telah menyatakan dukungan kepada Fauzi Bowo. Pemilihan yang seharusnya dilakukan dua tahap terpaksa dilakukan satu tahap karena pada tahap pertama Fauzi Bowo telah mendapat lima suara, sedangkan Gus Wahid hanya mendapat satu suara.

Setelah penghitungan suara tahap pertama berakhir, Gus Wahid menyatakan mundur yang kemudian secara otomatis Fauzi Bowo melenggang ke kursi Ketua PWNU DKI tanpa lawan.

Setelah proses pemilihan usai, ratusan peserta dan warga NU DKI yang memadati Aula hotel Evergreen Cisarua Bogor langsung membaca sholawat seraya menyalami Fauzi Bowo secara bergantian.

Selain mendapat dukungan dari mayoritas cabang, Fauzi Bowo juga mendapat support dari sejumlah Badan Otonom (Banom) NU DKI, seperti LDNU, Lakpesdam, IPNU, IPPNU, Fatayat dan Muslimat.

Menurut Ketua LDNU DKI, Muhammad Shodri, Fauzi Bowo memang tokoh yang paling tepat memimpin NU DKI. Sebab, kualitas dan kemampuan dia dalam berorganisasi tidak perlu diragukan. Selain lahir dan besar dari kalangan NU, Fauzi Bowo menurut penilainya, adalah tokoh yang dibutuhkan NU DKI saat ini. “dia juga benar-benar santri,” kata Shodri.

Proses Demokrasi

Di tempat terpisah, Ketua PCNU Jakarta Selatan, Zainal Arifin yang merupakan representasi dari kubu Gus Wahid dapat menerima kekalahan dengan legowo. Baginya, perbedaan sikap politik adalah hal yang wajar dalam NU. Apalagi, NU selama ini dikenal sebagai organisasi yang pro demokrasi.

“Mayoritas cabang mendukung Pak Fauzi Bowo. Hanya kami satu-satunya yang mendukung Gus Wahid. Saya kira itu wajar saja, sebagai bagian dari demokrasi dalam NU. Kami pun menerima Pak Fauzi dengan baik sebagai Ketua PWNU DKI,” kata Zainal.

Sementara itu, Fauzi Bowo dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Kepercayaan peserta konferwil yang telah memilih dirinya adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, tidak hanya pada warga nahdliyin, tapi harus dipertanggung jawabkan kepada Allah. “Ini adalah amanah yang diberikan kepada saya dan harus saya jalankan dengan baik,” kata Fauzi.

Menurutnya, NU DKI memiliki potensi yang besar untuk maju. Sebab, NU DKI mempunyai kuantitas dan kualitas warga yang tidak perlu diragukan. Hanya saja, kuantitas dan kualitas warga NU di Jakarta selama ini belum terorganisir dengan baik. Sehingga NU DKI kurang mempunyai peran di masyarakat. “Ulama kita, sebagian besar keluarga NU. Jadi kalau kita dapat memanfaatkan potensi itu dengan optimal, pasti akan membawa kemajuan untuk NU,” ungkapnya.

Program Utama

Selain akan menjalankan program yang diamanatkan oleh konferwil, program utama yang akan dicanangkan oleh Fauzi Bowo adalah mendata dan membuat database warga nahdliyin di DKI Jakarta. Selain itu, struktur NU di semua tingkatan akan dihidupkan kembali dengan memasang plang di setiap tingkatan kepengurusan. Dengan demikian, keberadaan NU DKI akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “kalau pekara yang kecil aja tidak dilaksanakan bagaimana dengan hal-hal yang besar,” tambahnya.

Dalam paparannya, Fauzi Bowo juga memberikan penghargaan kepada Gus Wahid yang telah membawa banyak kemajuan terhadap NU DKI. “Tidak lupa penghargaan saya berikan pada Gus Wahid yang telah benyak memajukan NU DKI. Tanpa beliau, NU DKI tidak bisa seperti ini,” pujinya.(amh/dm/cih) 
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, RMI NU, Hikmah Hari Santri 2018

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Fauzi Bowo Pimpin NU DKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Fauzi Bowo Pimpin NU DKI

Senin, 19 Juni 2017

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

Semarang, Hari Santri 2018. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang, mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, NU akan mengekspor pemikiran ulama NU ke tingkat dunia.

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

“Saatnya pemikiran NU go international. Kita akan mengekspor Islam Nusantara ini ke tingkat dunia, terutama dunia Islam yang saat ini tidak karuan,” katanya saat menghadiri Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa di Semarang, Jum’at (27/3).

Dalam hal keilmuan, ulama NU banyak belajar dari Timur Tengah. Beberapa karya besar ulama Timur Tengah juga dipelajari di pesantren-pesantren. Namun menurut, Kang Said, ulama Timur Tengah perlu belajar ke NU.

Hari Santri 2018

“Banyak ulama Timur Tengah yang keilmuannya mumpuni dan punya karya berjilid-jilid, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika negaranya sedang perang saudara dan menewaskan ribuan orang,” katanya.

Menurut alumni Ummul Qurra Makkah itu, para ulama Timur Tengah baru dalam tahap tafaqquh fid din atau mendalami ilmu-ilmu agama, belum bisa yundziru qoumahum atau melakukan pembinaan terhadap umat.

Hari Santri 2018

“Dalam hal membimbing umat, ulama timur tengah perlu belajar ke Indonesia, belajar ke NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Hikmah Hari Santri 2018

Minggu, 11 Juni 2017

Warga Yogya Gelar Kenduri Kebangsaan Damai Tanpa ISIS

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Sholawat Nabi Muhammad SAW mengalun diiringi rebana dan tepukan tangan ala tembang Jawa pada "Kenduri Kebangsaan, Islam Pelopor Perdamaian di Indonesia: Jogja Istimewa Tanpa ISIS", berlangsung di Lapangan Krupukan, Jlagran, Yogyakarta, Ahad (29/3) malam.    

Pengajian menghadirkan Gus Irwan Masduqi dari Ponpes Assalafiyah, Mlangi, Yogyakarta tersebut terselenggara atas kerjasama OUR Indonesia dengan warga RW 03 Jlagran Gedongtenggen, serta Keluarga Besar Surengpati.     

Warga Yogya Gelar Kenduri Kebangsaan Damai Tanpa ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Yogya Gelar Kenduri Kebangsaan Damai Tanpa ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Yogya Gelar Kenduri Kebangsaan Damai Tanpa ISIS

"Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadi tolok ukur Islam demokratis," ujar  Tri Agus Inharto dari Our Indonesia kepada Hari Santri 2018.    

Pria yang biasa dipanggil Pedro itu melanjutkan, kehadiran ISIS dengan aksi-aksi kekerasan brutalnya telah menimbulkan keprihatinan dunia, termasuk dunia Islam sendiri.    

"Gerakan dengan wajah kekerasan ini telah sampai ke Indonesia. Sebagian orang Indonesia telah bergabung dengan ISIS. Permasalahan ini perlu disikapi dengan menegaskan kembali komitmen dengan ikatan sebagai bangsa," ujar alumni Hukum Univeritas Janabadra itu.    

Hari Santri 2018

Kenduri kebangsaan ini, tutur Pedro lagi, mengajak semua elemen di Yogyakarta mempertahankan dan mengembangkan semangat kebangsaan dan peradaban sebagai pemersatu bangsa dan menolak aksi-aksi kekejian atas nama ISIS.    

"Islam tidak boleh dibajak dan direndahkan oleh ISIS. Islam Indonesia adalah pelopor perdamaian di Yogyakarta. Dengan kenduri kebangsaan ini kita mau mengajak masyarakat untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh yang negatif dan merusak. Jogja makin istimewa tanpa ISIS," ujar Pedro yang didapuk sebagai koordinator kegiatan itu.     

Hadir dalam kegiatan itu ratusan masyarakat, aktivis Gusdurian yang juga Ketua PC GP Ansor Klaten, Marzuki.    

Hari Santri 2018

Marzuki menuturkan, pengajian ini menarik karena dalam balutan nuansa Jawa, bapak-bapak yang membaca sholawat dan menyanyikan lagu-lagu Islam dalam balutan pakaian adat Jawa, sorjan dan blangkon. Ini pengajian yang mengangkat kultur, pihaknya tidak melihat Islam dalam konteks fisik, namun peran Islam dalam membawa perdamaian. 

"Ini cara menyampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin dengan mengangkat budaya dan menolak radikalisme atas nama agama," ujar Marzuki. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Santri, Hikmah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock