Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital

Jakarta, Hari Santri 2018

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Semarang menggelar Workshop Literasi Digital dengan tema "Deradikalisasi Dunia Maya Berbasis Pendidikan Damai", Jumat (30/12) besok, di Aula Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang.

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendung Hoax, Lakpesdam NU Semarang Gelar Workshop Literasi Digital

"Kegiatan ini membekali kiat-kiat bermedia sosial dan membendung arus radikalisme media" tegas Panitia, M Zulfa Cholil, dalam siaran pers yang diterima Hari Santri 2018.

Menurutnya, beberapa bulan terakhir, banyak beredar berita tak benar atau hoax. Hal ini terjadi karena berbagai kepentingan yang melatar belakanginya. Hoax ini sangat merugikan masyarakat. Salah satu penyebab hoax adalah tak adanya konten yang bagus untuk ditanyangkan kepada masyarakat.

Hari Santri 2018

Narasumber yang akan mengisi Agus Fathuddin Yusuf dari Suara Merdeka, Didik W Samudra (Kepala Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan), Hasan Chabibie (Pustekkom Kemendikbud RI), dan M Rikza Chamami (UIN Walisongo).

Hari Santri 2018

Dengan hadirnya narasumber yang berkompeten dalam bidanganya panitia berharap terdapat masukan-masukan yang memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana seharusnya menyikapi kejadian akhir-akhir ini. Sehingga bisa bersikap dewasa dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Taipei, Hari Santri 2018. Tidak mudah menjadi seorang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU). Ia harus ikut Pendidikan dan Pelatihan Dasar yang cukup keras sebelum diizinkan untuk mengenakan seragam Banser. Dalam latihan itu, fisik dan mental mereka ditempa dengan tekanan yang tidak bisa dianggap enteng. Hanya orang-orang yang memiliki tekad dan semangat tinggi saja lah yang mampu menjadi Banser.

Disebutkan bahwa saat ini ada 5 juta kader Banser NU. Mereka tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia, namun juga di luar negeri. Diantara Banser luar negeri yang aktif dan jumlahnya cukup banyak adalah Banser NU Taiwan. Yakni 150 orang lebih. Dua diantaranya adalah sepasang suami dan istri; suaminya Banser, istrinya Fatser (Fatayat Serbaguna).

Adalah Robet Tri Sasongko dan Stya Ningrum namanya. Suami-istri yang mengabdikan diri menjadi Banser dan Fatser. Keduanya mengaku ingin sekali menjadi Banser dan Fatser karena terinspirasi dengan Riyanto –seorang Banser yang wafat terkenan bom saat mendapatkan tugas untuk menjaga Gereja Eben Haezar Mojokerto pada tahun 2000 silam.  

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Robet menganggap, apa yang dilakukan Riyanto adalah implementasi daripada ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama umat manusia). Riyanto memiliki semangat untuk menolong siapa saja tanpa memandang apa agama, suku, ras, bahasa, dan budayanya. 

“Saya terinspirasi sahabat Riyanto yang gugur membela non-Muslim dari bom,” kata Robet kepada Hari Santri 2018 di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan di Taipei,  Ahad (21/1).

Hari Santri 2018

Beberapa tahun lalu sebelum bekerja di Taiwan, ia mengikuti Diklatsar Banser yang dilaksanakan Satkoryon Sawo Ponorogo. Sementara istrinya, Ningrum, juga ikut Diklatsar di Ngebel Ponorogo. Hal itu bukan tanpa sebab, keduanya telah membuat kesepakatan di hari pernikahannya untuk terus bersama-sama menjaga kiai, NU, dan keutuhan Indonesia. Maka menjadi Banser dan Fatser adalah jalannya.

“Alhamdulillah kita terus bersama dalam mengamankan kiai-kiai,” ujarnya.

Kemudian pada 2017 lalu, Robet dan Ningrum bekerja di sebuah pabrik sarung tangan yang ada di Changhua Taiwan. Robet yang bertugas untuk memproduksi, sedangkan istrinya yang mengemasnya. Lagi-lagi semangat keduanya untuk bersama terwujud.

Hari Santri 2018

Tinggal di negeri orang tidak membuat semangat keduanya surut menjadi Banser dan Fatser. Mereka aktif pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PCINU Taiwan. Setiap Ahad, keduanya selalu hadir untuk mengamankan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Pengurus Ranting NU Changhua. 

“Ada Majelis Rijalul Ansor untuk kegiatan keagamaan yang ada di Changhua,” tuturnya.

Robet mengaku bangga menjadi seorang Banser. Terutama ia bisa menjaga dan mengawal kiai-kiai NU yang datang ke Negeri Formosa itu. 

Hal itu juga diungkapkan istrinya, Ningrum. Ia mengaku bangga dan semangat menjadi seorang Fatser di negeri orang. Meski bekerja di negeri orang, namun tetap bisa berkhidmat untuk NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

Ngawi, Hari Santri 2018. Lakpesdam NU Ngawi mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunan desa. Lakpesdam NU melihat pentingnya partisipasi masyarakat dalam rangka mendampingi ketepatan program pembangunan desa.

Ketua Lakpesdam NU Ngawi Husaini Amar meminta partisipasi masyarakat terutama unsur NU dalam pembangunan desa. Peran unsur masyarakat secara menyeluruh ini, kata Husaini, dijamin dalam UU Desa tahun 2014 dalam proses perencanaan dan pembangunan desa.

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

“Keberadaan desa perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Husaini di hadapan puluhan warga dalam diskusi UU Desa Tahun 2014 di aula kantor Lakpesdam NU, Rabu (3/9).

Hari Santri 2018

Ajakan Husaini Amar ini diamini Bapedda Ngawi Sri Widodo. Menurutnya, UU Desa telah menetapkan, setiap desa mendapat alokasi anggaran khusus dari APBN. Sri Widodo mengajak warga Ngawi untuk mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (Agus susanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Hikmah, News, Kajian Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Tuban, Hari Santri 2018. Lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren mempunyai peran penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengajak pondok pesantren bisa berperan aktif dalam membangun desa.

"Keberadaan lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting, khususnya di perdesaan. Lembaga pendidikan Islam selain menjalankan misi mencerdaskan masyarakat berdasarkan ajaran Islam serta membangun sikap dan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, juga dapat pula berperan strategis menjadi lokomotif perubahan masyarakat desa menuju arah dan kondisi yang lebih bermartabat, maju dan sejahtera," ujar Marwan Jafar saat menghadiri acara di Yayasan Sunnatunnur, Senori, Tuban, Ahad (26/7), sebagaiman siaran pers yang diterima Hari Santri 2018.

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Pesantren Harus Proaktif Bangun Desa

Oleh karena itu di era Pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini, imbuh Menteri Marwan, lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren harus mampu berperan nyata dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan Pembangunan Desa yang mengemban amanat UU Desa 6/2014.

Hari Santri 2018

"Sekaligus mewujudkan Nawa Cita ketiga ‘membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan’," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Marwan juga menjelaskan tujuan dari pembangunan desa yakni untuk mewujudkan desa mandiri yang maju ekonomi secara ekonomi, memiliki pelayanan dasar yang baik, dan masyarakatnya berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.

Hari Santri 2018

Menurut Menteri Marwan, kewenangan Desa yang sangat besar sekarang ini dalam pelaksanaan Pembangunan Desa termasuk mengelola langsung Dana Desa harus menjadi barokah yang mampu mewujudkan tujuan Pembangunan Desa.

"Jangan sampai dana desa, justru menjadi musibah yang penuh dengan penyimpangan dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Disinilah peran lembaga pendidikan Islam seperti Pesantren sangat dibutuhkan, khususnya dalam ikut mengawasi dan mengawal penggunaan Dana Desa secara amanah, transparan, akuntabel," tandasnya.

Lembaga pendidikan islam menurut Menteri Marwan mempunyai tanggung jawab moral dan sosial yang sangat besar, mengingat keberadaan lembaga pendidikan Islam merupakan bagian integral dari desa itu sendiri.

"Para alumninya banyak yang berkiprah di desa sebagai kyai, ustadz, muballigh maupun tokoh masyarakat desa. Selain itu juga sebagian besar keluarga peserta didik lembaga pendidikan Islam banyak yang dari desa, dan secara sosial ekonomi relatif masih membutuhkan pemberdayaan," pungkasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Hari Santri 2018

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Hari Santri 2018

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Doa, Hikmah Hari Santri 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Hari Santri 2018

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Hari Santri 2018

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, IMNU Hari Santri 2018

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia

Mamuju, Hari Santri 2018 - Mantan narapidana terorisme, Ali Fauzi, angkat bicara soal konflik Rohingya di Myanmar, yang dalam beberapa hari terakhir mengemuka di pemberitaan sejumlah media massa di Indonesia. Adik kandung terpidana kasus bom Bali, Amrozi, tersebut menilai konflik di Myanmar itu bisa memicu tumbuhnya kembali terorisme di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ali Fauzi saat menjadi pemateri di kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di kampus Universitas Tomakaka, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (6/9/2017). Dalam paparannya, Ali menceritakan awal mula munculnya terorisme di Indonesia yang dipicu oleh invasi Uni Soviet ke Afghanistan.

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Fauzi Sebut Tragedi Rohingya Bisa Picu Terorisme di Indonesia

"Dari konflik di Afghanistan itu banyak Muslim Indonesia yang berjihad ke sana. Itu bagian dari jihadul kahfi, solidaritas ke sesama Muslim," ungkap Ali.

Hari Santri 2018

Dalam konflik di Afghanistan, ketika peperangan berakhir, Muslim Indonesia yang sebelumnya berjihad kembali pulang ke kampung halaman dengan kondisi terlatih menggunakan senjata, merakit bom dan keahlian ala militer lainnya. Hal itulah yang kemudian memicu munculnya aksi terorisme di Indonesia.

"Dalam konflik Rohingnya di Myanmar sudah banyak Muslim Indonesia yang bersiap jihad ke sana. Mereka yang nantinya kembali tentu sudah terlatih dengan sendirinya, dan itu berpotensi menjadi pelaku terorisme di Indonesia," tegas Ali.

Hari Santri 2018

Sebagai langkah pencegahan, Ali mendesak sikap pro aktif pemerintah Indonesia untuk ikut serta memecahkan persoalan yang dihadapi Muslim Rohingnya di Myanmar. Dikatakannya juga, dalam setiap konflik pasti ada yang diuntungkan, antara lain pasar gelap senjata dan pemasok senjata global yang mendapat keuntungan besar.

"Tapi kita bersyukur pemerintah Indonesia cukup baik berperan mengatasi permasalahan saudara-saudara kita Muslim Rohingya. Ini akan meredam keinginan jihad kahfi Muslim Indonesia ke Myanmar," tandas Ali.

Dalam kesempatan yang sama Ali juga menyebut adanya jenis jihad lainnya, yaitu jihadul thalab, perintah membunuh kelompok kafir. "Tapi jihad thalab tidak tepat dilakukan di Indonesia, karena tidak ada istilah kafir di sini.   Pemerintah mengakui agama-agama selain Islam, dan mereka yang tidak beragama Islam adalah saudara kita yang tidak boleh dibunuh," pungkasnya.

Dialog Pelibatan LDK dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Universitas Tomakaka terselenggara atas kerjasama BNPT dan FKPT Sulawesi Barat. Kegiatan yang sama sudah dan akan dilaksanakan di 32 provinsi se-Indonesia sepanjang tahun 2017. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock