Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

Jakarta, Hari Santri 2018. Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama diputuskan mundur dari rencana sebelumnya 9-11 Mei 2014. “Insyaallah Munas akan diselenggarakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Juni,” kata Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha saat memimpin rapat perdana panitia Munas di kantor PBNU Jakarta, Selasa (22/4) malam.

Arvin yang juga Ketua Harian Munas-Konbes NU 2014 menyampaikan, agenda nasional ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

“Berdasarkan informasi dari Ketua Umum (KH Said Aqil Siroj) Munas-Konbes akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jum’at 23 Juni pukul 14.30 WIB,” kata Arvin.

Hari Santri 2018

Agenda persidangan Munas akan dimulai pada Jum’at malam, dan akan berakhir atau ditutup pada Ahad sore atau malam.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris Panitia Munas Enceng Shobirin Najd dan Wakil Sekretaris Sulthon Fathoni, mundurnya jadwal pelaksanaan Munas-Konbes 2014 ini berdasarkan pertimbangan kesiapan tuan rumah Pesantren Al-hamid serta kesiapan panitia pusat maupun daerah yang belum memadai.

Munas dan Konbes NU nanti akan diikuti oleh Pengurus Pleno PBNU yang terdiri dari terdiri dari Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Lengkap Tanfidziyah dan Ketua Umum Badan Otonom tingkat pusat, beserta perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan ditambah para kiai dari beberapa pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Sekretaris SC Munas-Konbes 2014 H Abdul Mun’im DZ, selain menyelesaikan beberapa pembahasan dalam Munas Cirebon 2012, Munas kali ini lebih khusus akan menyiapkan materi Muktamar 2015.

“Pada saat Muktamar nanti kita harapkan semua materi sudah mateng dan tinggal disahkan saja. Karena tidak mungkin muktamar akan secara serius membahas materi karena pasti kalah sama hiruk-pikuk itu (prosesi pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum baru: Red),” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Suasana Munas Cirebon 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Jadwal Kajian, PonPes Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh

Jombang,Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menginformasikan terbentuknya Forum Syuriyah PCNU, PWNU, dan PBNU. Forum tersebut nantinya akan bertemu dengan para kiai sepuh. Ia menyampaikan hal itu di Media Center Muktmar Ke-33 NU, Jombang, (3/8).

Forum Rais Syuriyah, kata Kiai Said, diharapkan dapat mengambil keputusan yang menyejukan semua, menjadikan muktamar damai dan tenteram, berhasil dan bermartabat dengan akhlakul karimah, santun, mulia seperti muktamar-muktamar lalu.

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh

Forum tersebut, menurut dia, terbentuk setelah terjadinya hal yang mengagetkan pada muktamar kali ini. “Itu Mengagetkan kita semua. Muktamar NU terjadi kegaduhan. Tak bisa dimaklumi,” katanya.

Hari Santri 2018

Tapi, lanjut dia, sampai saat ini ia belum bisa menyebutkan kapan dan dimana waktunya Forum Syuriyah itu bertemu. Dan apa yang dibicarakan para kiai itu adalah hak dan otoritas para kiai.

Hari Santri 2018

“Terima kasih kepada KH Mustofa Bisri, Gus Mus, yang menyampaikan pengarahan pada pleno tata tertib tadi. Tata tertib itulah yang akan dipakai selama muktamar,” katanya didampingi Ketua OC Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz.

Dengan selesainya tata tertib, Kiai Said melihat sendiri bahwa para Rais Syuriyah PCNU banyak menangis gembira. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim

Surabaya, Hari Santri 2018 - Dalam waktu dekat ratusan gus dan lora akan mengikuti daurah Aswaja yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur. Para penerus tampuk kepemimpinan di pesantrennya masing-masing ini akan mengikuti pendidikan keaswajaan NU awal Maret mendatang.

"Tujuan diselenggarakan daurah ini adalah sebagai sarana bagi terciptanya silaturahmi antargus atau lora," kata Ketua panitia daurah Ustadz Ahmad Nur Fauzi kepada Hari Santri 2018 (3/2).

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim

Menurut Nur Fauzi, kegiatan ini menegaskan bahwa keberadaan para gus dan lora sangat penting bagi kerekatan hubungan di masa mendatang. "Karena mereka akan menjadi tumpuan masa depan pesantren dan masyarakat," kata Koordinator Daurah Aswaja di PW Aswaja NU Center Jatim.

Pihaknya sangat berharap bahwa para putra kiai dan pengasuh pesantren telah tertanam nilai-nilai Aswaja NU sejak usia muda. Ia mengajak para gus dan lora peduli, memberikan perhatian, dan menjadi pejuang loyal Aswaja. Dengan begitu mereka benar-benar merasa dilibatkan dalam menjaga Aswaja sejak dini.

Hari Santri 2018

Usai daurah, mereka diharapkan membumikan Aswaja NU di pesantren masing-masing baik dalam bentuk kajian maupun halaqah Aswaja, kata alumni Pesantren Sidogiri Pasuruan ini.

Hari Santri 2018

Selama daurah peserta akan dikenalkan dengan pengertian Aswaja, sejumlah amaliah Nahdliyah, dan kebangsaan. "Para gus dan lora akan diberikan gambaran seputar kemunculan sekte dalam Islam yang dibarengi dengan cara menyikapinya," kata Ustadz Fauzi.

Menurut rencana, daurah akan dilaksanakan pada 13 Maret mendatang. "Kami akan menggunakan ruangan Salsabila milik PWNU Jatim karena lebih mudah dijangkau dan representatif untuk kegiatan daurah," ungkapnya.

Sebaran penawaran kepesertaan telah dilakukan untuk didata lebih lanjut. Panitia sudah mengirimkan surat ke sejumlah pesantren di Jatim dan meminta kesediaan mereka dalam kegiatan yanga akan berlangsung hingga 8 Maret mendatang.

"Hal itu dilakukan agar panitia bisa melayani peserta yang jelas putra kiai dan pengasuh pesantren dengan baik," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alahfiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Jadwal Kajian, Doa Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Seorang bijak bestari suatu kali memanggil anak-anaknya. Pada saat mendekati ajalnya itu ia seperti hendak memberi pesan bermakna kepada mereka untuk yang terakhir kalinya. Ayah yang bijaksana ini memulai nasihatnya dengan sebuah perintah mengumpulkan sejumlah tongkat.

“Patahkan tongkat-tongkat ini!” Pintanya kepada putra-putranya setelah beberapa tongkat kayu berukuran mungil tersebut terkumpul.

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Tak satu pun dari mereka yang berhasil mematahkan tongkat yang terbendel menjadi satu itu. Sang ayah lalu membagi tongkat tersebut satu per satu kepada masing-masing anaknya. Begitu perintah serupa dilonntarkan, kayu-kayu itu pun dengan ringan bisa dipatahkan.

“Seperti itulah kalian nanti sepeninggal Ayah. Kalian tak terkalahkan sepanjang bersatu. Namun bila kalian tercerai-berai, musuh akan menggoyahkan kalian.”

Hari Santri 2018

Sang ayah bijak melanjutkan bahwa perjuangan menegakkan agama atau peradaban juga semacam itu. Usaha mulia tersebut akan keropos kala para pejuangnya terpecah-pecah. Musuh tak akan sanggup mencengkeram mereka manakala persatuan menjadi bentengnya.

Hari Santri 2018

“Begitu pula manusia dalam jiwanya. Apabila seluruh kekuatan diri bersepakat menegakkan agama Allah, setan dari jenis jin dan manusia tidak akan mampu menggodamu lantaran pertolongan iman dan kemampuan mengendalikan diri.”

Demikian Syaikh Nawawi al-Bantani bercerita dalam kitab al-Futûhât al-Madaniyyah fisy Syu’abil Îmâniyyah ketika menyinggung salah satu cabang iman, yakni tentang persatuan. Penjelasan ini membawa kita pada ingatan sejarah perjuangan ulama dan pahlawan lainnya melawan kaum penjajah di negeri ini.

Sebagaimana ajaran Syaikh Nawawi tentang persatuan, ulama saat itu rela berkorban segalanya untuk kemerdekaan dalam semangat keimanan. Jargon “hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)” menggema di mana-mana. Nafas kebebasan yang kita raih saat ini menjadi bukti bahwa persatuan menjadi pagar kuat bagi serangan luar, dan membuahkan kondisi yang dicita-citakan.

Syaikh Nawawi mengurai cabang iman (syu’abul îmân) hingga tujuh puluh tujuh. Selain rukun iman, di antara ke-77 cabang tersebut adalah berdamai dengan sesama manusia, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, dan mencegah kemungkaran dengan cara-cara bijaksana. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

Probolinggo, NU Online

Dalam rangka menyambut tahun baru 2017, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melaksanakan istighotsah bersama, Senin (2/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kota Probolinggo di Kelurahan Kedopok Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo ini diikuti oleh puluhan pelajar NU baik tingkat cabang maupun anak cabang di Kota Probolinggo.

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

“Istighotsah bersama ini digelar dengan harapan agar di tahun 2017 ini, khususnya negara ini dijauhkan dari segala bala dan musibah. Sehingga rakyatnya bisa hidup aman, tentram dan sejahtera,” kata Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton.

Hari Santri 2018

Menurut Anton, istighotsah bersama ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah para pemuda, khususnya pelajar merayakan tahun baru dengan hura-hura. Apalagi selama ini pergantian tahun selalu identik dengan kebut-kebutan dan kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

Hari Santri 2018

“Dari pada merayakan tahun baru dengan hal-hal yang negatif, lebih baik kita isi dengan hal-hal yang positif. Selain untuk meningkatkan tali silaturahim, kegiatan ini juga mengharapkan ridho dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Anton mengharapkan agar IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo selalu bisa berperan aktif untuk kemajuan dan kebaikan bangsa. Serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an nahdliyah di kalangan pelajar.

“Setidaknya dengan kegiatan ini nantinya diharapkan ke depan kepengurusan IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo bisa semakin kompak kedepannya. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi pelajar NU di Kota Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Jadwal Kajian, Aswaja Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

35 Anak Ikuti Khitanan Massal PCNU Bintan

Bintan, Hari Santri 2018. Seanyak 35 anak mengikuti khitanan massal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bintan, di Toapaya, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

35 Anak Ikuti Khitanan Massal PCNU Bintan (Sumber Gambar : Nu Online)
35 Anak Ikuti Khitanan Massal PCNU Bintan (Sumber Gambar : Nu Online)

35 Anak Ikuti Khitanan Massal PCNU Bintan

Acara khitanan massal yang digelar Ahad (26/10) ini dalam rangka memperingati tahun baru 1436 Hijriah. "Khitanan massal ini diikuti anak-anak se Bintan," kata Ketua PCNU Bintan Supriyono.

Selain khitanan massal, PCNU Bintan juga memberikan santunan kepada anak yatim. Acara pengajian juga melengkapi peringatan awal Muharam ini dengan menghadirkan penceramah ustadz Lukman dari Batam. Pengajian diawali pertunjukan tenaga dalam Pagar Nusa, mulai dari sepakbola api, juga beberapa pertunjukan dengan senjata tajam.

Hari Santri 2018

"Maksud dari peringatan tahun baru Hijriah ini untuk mewujudkan kebersamaan dan kepedulian sosial," jelasnya.

Supriyono menambahkan, PCNU Kabupaten Bintan berkomitmen menyebarkan manfaat kepada masyarakat luas. Kini pihaknya sedang membangun Pesantren Darussalam, di Toapaya, dalam rangka mendidik generasi muda agar lebih mendekatkan dengan moral agama.

Hari Santri 2018

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bintan Zaenal mengatakan, pelaksanaan khitanan massal, selain dilaksanakan di Toapaya, juga dilaksanakan kecamatan-kecamatan lain di Bintan. Hanya saja khitanannya tidak dikumpulkan di satu tempat, tetapi tenaga medis yang mendatangi lokasi-lokasi yang ditentukan.

"Khitannanya selain di Toapaya juga digelar di Lobam Mas Asri, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Lalu di Selat Bintan, Kecamatan Telukbintan," jelas Zaenal.

Ketua Panitia Numan mengatakan, jumlah anak yatim yang mendapatkan santunan 25 anak, dari Kecamatan Toapaya dan Telukbintan.

Ketua Komisi II DPRD Bintan Indra Setiawan, yang juga pembina Perguruan Silat Pagar Nusa, mengapresiasi penyelenggaraan khitanan massal dan pemberian santunan kepada anak yatim. "Organisasi sosial yang seperti ini mesti terus didukung, karena langsung berbuat ke masyarakat," kata Indra. (M Rofik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Sumedang, Hari Santri 2018

Sebagaimana sudah disepakati pada rapat kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tahun lalu, kegiatan PCNU Sumedang untuk tahun 2017 akan lebih banyak difokuskan pada kegiatan kaderisasi.

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam kegiatan rapat pleno dan buka bersama seluruh pengurus PCNU setempat, lembaga, dan badan otonom NU di Aula PCNU Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

“Pada rapat kerja tahun yang lalu saya menegaskan seluruh banom dan lembaga supaya merealisasikan kegiatan kaderisasi ini. Alhamdulillah ada beberapa banon dan lembaga di PCNU Sumedang ada yang sudah melaksanakannya dan ada juga yang baru merencanakan,” lanjut H Sadulloh.

Hari Santri 2018

Lembaga dan banom yang sudah melaksanakan yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, Ikata Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Jam’iyatul Qurra wal Huffadh NU (JQH NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU), Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTN NU), Lembaga Ta’mir Majid NU (LTM NU), dan Lembaga Dakwah NU (LDNU).

Hari Santri 2018

“Di PCNU sendiri sudah insyaallah bulan depan akan melaksanakan kegiatan madrasah kader NU. Madrasah kader NU ini wajib diikuti oleh seluruh pengurus NU dari tingkat ranting sampai tingkat cabang. Ke depannya seluruh warga NU yang akan menjadi pengurus NU wajib mengikuti dulu madrasah kader NU,” tutur H Sadulloh.

Beberapa lembaga dan banom yang sudah mengajukan kegiatannya yaitu, LPNU (Lembaga Perekonomian NU) akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan dalam rangka memperkuat perekonomian warga NU, LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) akan melaksanakan pelatihan budaya jamur, ISNU akan melaksanakan bedah buku Islam Nusantara, Banser dan Ansor akan melaksanakan diklatsar, Lesbumi akan melaksanakan ruwatan hajat bumi, LTM NU akan melaksanakan pelatihan muharrik masjid.

“Insyaallah PCNU Sumedang juga akan merintis? klinik kesehatan yang diprakarsai oleh LKNU, dan yang terakhir Lakpesdam NU akan ada pelatihan manajemen organisasi NU. Semua program kerja ini harus selesai pada tahun 2017 karena ini amanat hasil rapat kerja tahun yang lalu,” tegas H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian, Syariah, RMI NU Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

Bagi Bangsa Indonesia, peci hitam memiliki arti penting. Peci ini dipakai Presiden pertama RI keliling dunia. Tak ayal, para pemimpin negara sahabat pun akrab dengan peci tersebut. Di mana peci hitam tampak, di situlah orang Indonesia disebut. Peci hitam memang menjadi identitas kebangsaan kita.

Dalam buku “Berangkat dari Pesantren”, Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri menceritakan tentang uniknya peci hitam. Suatu ketika, di sela-sela sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada September 1959 muncul kisah menarik.

Bung Karno, kata Kiai Saifuddin Zuhri, menyatakan bahwa dia sebenarnya kurang nyaman dengan segala pakaian dinas kebesaran. Akan tetapi, semuanya dipakai untuk menjaga kebesaran Bangsa Indonesia.

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

“Seandainya saya adalah Idham Chalid yang ketua Partai NU atau seperti Suwiryo, ketua PNI, tentu saya cukup pakai kemeja dan berdasi, atau paling banter pakai jas,” ujar Bung Karno sambil melihat respon hadirin.

Dengan yakin dan percaya, proklamator itu menegaskan tidak ada melepas peci hitam saat acara resmi kenegaraan.

“Tetapi soal Peci Hitam ini, tidak akan saya tinggalkan. Soalnya, kata orang, saya lebih gagah dengan mengenakan songkok hitam ini. Benar enggak, Kiai Wahab?” tanya Bung Karno pada Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga anggota DPA, KH Abdul Wahab Hasbullah.

Hari Santri 2018

Dengan tangkas, Mbah Wahab pun segera menimpali lontaran Bung Karno itu. “Memang betul, saudara harus mempertahankan identitas itu. Dengan peci hitam itu, saudara tampak lebih gagah seperti para muballigh NU,” jawab sang kiai.

Sontak, pernyataan kiai kharismatik ini langsung disambut gelak tawa seluruh anggota DPA. Suasana pun meriah oleh canda tawa dan tepuk tangan hadirin.

Hari Santri 2018

“Dengan peci itu saudara telah mendapat banyak berkah. Karena itu, ketika berkunjung ke Timur Tengah, saudara mendapat tambahan nama Ahmad. Ya, Ahmad Soekarno,” seloroh Kiai Wahab yang lagi-lagi disambut gelak tawa hadirin. (Musthofa Asrori)

?

Disarikan dari buku “Berangkat dari Pesantren”, karya KH Saifuddin Zuhri

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Kamis, 02 November 2017

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Diskursus penentuan awal bulan komariah khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah telah lama dikenal bahkan dialami oleh masyarakat Islam Indonesia. Akibatnya hingga sekarang masih saja sering terjadi perbedaan dalam penetapannya. Tidak heran banyak kalangan menilai bahwa perbedaan ini adakalanya berhubungan dengan banyak hal mulai dari perbedaan dalam penafsiran hadist hingga persoalan sosial politik.?

Tidak dapat dipungkiri, sebenarnya akar dari perbedaan penetapan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah muncul dari pemahaman hadis Nabi Shumu li ru’yatihi wa afthiru liru’yatihi fain ghumma alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman (berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat tanggal, bila kamu tertutup oleh mendung maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari). Lafadz liru’yatihi yang artinya karena melihat bulan, NU memahami bahwa penentuan awal bulan komariah dilakukan berdasarkan metode rukyat (melihat bulan) secara langsung. Sehingga, sering kita sebut madzhab rukyat, sedangkan Muhammadiyah memahami lafadz liru’yatihi dimaknai bahwa kata melihat maksudnya dapat dilakukan secara perhitungan atau kita kenal juga dengan madzhab hisab.

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Menurut data historis, meskipun Muhammadiyah menggunakan hisab namun dalam realitasnya tidak menolak rukyat. Begitu juga NU dan madzab rukyat lainya, walaupun dalam praktiknya memprioritaskan rukyat akan tetapi tidak mengesampingkan hisab. Artinya, pada mulanya perbedaan metodologi antara Muhammadiyah dan NU dalam menetapkan awal bulan komariah tidak menimbulkan konflik. Hal ini bisa dimengerti karena keputusan-keputusan yang dibuat keduanya bersifat elegan. Bahkan Muhammadiyah dalam setiap keputusannya tentang awal Ramadhan dan Syawal selalu menyertai kalimat “apabila rukyat mendahului hisab maka rukyatlah yang dipakai.”

Hari Santri 2018

Buku Kalender Hijriyah Universal ini mengkaji tentang sistem yang ada dalam kalender hijriyah universal dan prospek keberlakuannya di Indonesia. Sehingga ? perbedaan tidak lagi muncul dalam menetapkan awal bulan. Dalam pemaparannya buku yang awalnya merupakan hasil disertasi di IAIN Walisongo ini menjadikan teori tentang keberlakuan dan kemapanan sebuah kalender, yakni pertama adanya otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya, kedua, adanya kriteria yang bersifat konsisten yang disepakati, ketiga, adanya batasan wilayah keberlakuan sebagai pisau analisisnya.

Secara terperinci penulis memaparkan bahwa pertama, waktu magrib atau waktu terbenamnya matahari adalah waktu yang digunakan oleh kalender hijriyah universal sebagai permulaan hari dalam kalender hijriyah. Sedangkan tempat dimulainya hari adalah tempat yang hilal mungkin dilihat pertama kali saat sebuah hari dimulai. Mengenai konsep pergantian bulan, kalender hijriyah universal menjadikan imkanurrukyah, dengan kriteria visibilitas hilal Odeh, sebagai metode untuk menentukan pergantian bulan komariah, kedua, Kalender hijriyah universal dengan konsep dua zonanya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Belum tersosialisasikannya pemikiran tentang kalender internasional dan terlalu luasnya wilayah yang belum imkanurrukyah untuk dipaksa masuk ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah dalam konsep dua zona adalah diantara sebabnya. Oleh karena itu salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerapkan kriteria visibilitas hilal yang ada dalam kalender hijriyah universal dan menjadikan garis tanggal hijriyah yang dibentuk oleh kriteria visibilitas hilal dalam kalender tersebut dibelokkan sesuai batas politis negara untuk mempersempit pemaksaan masuknya wilayah yang belum imkanurrukyah ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah. Oleh karena itu, penyatuan yang dapat diusahakan untuk saat ini adalah penyatuan kalender hijriyah secara nasional.( hal VII ).

Hari Santri 2018

Kehadiran buku ini mengupas secara gamblang menyoal penyatuan kalender universal dan merangsang perbincangan yang positif ke depan. Tidak hanya itu semoga semua usaha penulis dapat menyatukan penetapan awal bulan komariah yang sering terjadi di Indonesia. sehingga Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, dapat dijalankan secara serempak demi tercapainya kebersamaan dalam beribadah.

Judul buku : Kalender Hijriyah Universal, (Kajian Atas sistem dan Prospeknya di Indonesia )?

Penulis : Muh. Nashirudin

Penerbit: EL-WAFA

Cetakan: April, 2013

Tebal: 244 halaman

ISBN: 978-602-7969-01-8

Harga: Rp 50.000,-

Peresensi: M Hanifan Muslimin, alumnus Pondok pesantren Tebuireng Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Jadwal Kajian, RMI NU Hari Santri 2018

Kamis, 06 Juli 2017

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus

Kudus, Hari Santri 2018 - Seluruh siswa Madrasah Aliyah NU Ibtidaul Falah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapat kunjungan dari kepolisian setempat, Sabtu (23/1). Polres Kudus bekerja sama dengan Polsek Dawe mengadakan sosialisasi perihal tata cara dan etika dalam berlalu lintas yang bertempat di Balai Desa Jurang, Kecamatan Gebok, Kudus.

Kegiatan ini berangkat dari keinginan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, khususnya di kalangan remaja. Lia, polwan dari Polres Kudus sebagai pemateri mengatakan, di antara faktor kecelakaan adalah minimnya wawasan tentang aturan berlalu lintas.

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus

"Terjadinya kecelakaan diakibatkan oleh kendaraan yang semakin bertambah setiap harinya, sementara jalan masih sama dan pengetahuan lalu lintas yang rendah," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Lia dalam kesempatan itu juga memutar sebuah video tentang kecelakaan ekstrem yang menghilangkan nyawa seseorang. Video tersebut mempertontonkan insiden kecelakaan yang dialami siswi SMA yang membuat kepala korban terputus. Tayangan itu membuat seluruh siswa dan siswi teriak histeris.

Lia pun menyelipkan motivasi bersamaan dengan diputarnya video tersebut, "Lihatlah mereka yang berniat mencari ilmu, mempunyai cita-cita yang tinggi harus merelakan impiannya ketika kecelakaan menghilangkan nyawa mereka. Maka dari itu, jangan sia-siakan nyawa berharga kalian dengan tidak memakai helm," pesannya dengan penuh harap.

Hari Santri 2018

Pemutaran video ini ditujukan agar siswa lebih paham dan sadar akan pentingnya mamatuhi aturan dan berhati-hati saat berkendara. "Pelanggaran adalah awal dari kecelakaan. Jika tidak mau itu terjadi, maka tunjukkan tanggung jawab Anda sebagai pelopor tanggung jawab lalu lintas," tegasnya.

? (Aang Riana Dewi, Pelajar MA NU Ibtidaul Falah/Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Kamis, 15 Juni 2017

Penjelasan AGH Sanusi Baco tentang Isi Al-Fatihah

Makassar, Hari Santri 2018 ?

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW membawa agama terakhir, yakni agama Islam. Kerangka dasarnya ialah aqidah, syariah serta ahklak yang berkait erat dengan iman, Islam, dan ihsan. Semua itu terkandung dalam umul kitab, Al Fatihah.

"Sekarang ini ada gejala kasar. Radikalisme hingga korupsi. Jika kita mengaku sebagai pengikut Rasullulah, maka seharusnya mengikutinya. Aqidah, syariah dan ahklak terkandung dalam surat Al Fatihah," ujar Mustasyar PBNU Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco, di Makassar, Selasa (28/3).

Penjelasan AGH Sanusi Baco tentang Isi Al-Fatihah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penjelasan AGH Sanusi Baco tentang Isi Al-Fatihah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penjelasan AGH Sanusi Baco tentang Isi Al-Fatihah





Hari Santri 2018

? ? ? ? ?


Bismillaahirrahmaanirrahiim

[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

? ? ? ?

Hari Santri 2018

Alhamdulillaahirabbilaalamiin

[1:2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.





? ? ?

Arrahmaanirrahiim

[1:3] Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

? ? ?

Maalikiyawmiddiin

[1:4] Yang menguasai di Hari Pembalasan

? ? ? ?

Iyyaakanabuduwa-iyyaakanastaiin

[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.





? ? ?

Ihdinaashshiraathalmustaqiim

[1:6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,





? ? ? ? ? ? ? ? ?

Shiraathalladziinaanamtaalayhim ghayrilmaghdhuubialayhim walaadhdhaalliin

[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nimat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

?

AGH Sanusi menjelaskan, bismillah itu penting. Karena itu, setiap urusan harus diawali dengan membaca basmallah. "Bismillaahi rrahmaanir rahiim ? sampai maaliki yawmid diin itu aqidah. Kita harus mengikuti pemilik dan pemelihara alam semesta. Matahari sudah sekian miliar tahun tidak pernah konslet karena yang memelihara Robuul Aalami," kata AGH Sanusi lagi.

Adapun Iyyaakanabuduwa-iyyaakanastaiin merupakan syariah. Ihdinaash shiraathal mustaqiim dan shiraathal ladziina anamtaalayhim ghayril maghdhuubi alayhim walaadhdhaalliin merupakan ahklak.

"Ahklaknya Rasulullah itu Al-Quran. Bagaimana dengan kita sebagai umatnya?" pungkas pengasuh Pesantren Nahdlatul Ulum itu. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian, Pertandingan, Kyai Hari Santri 2018

Senin, 27 Februari 2017

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Hari Santri 2018. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Hari Santri 2018

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Hari Santri 2018

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian, Habib, Khutbah Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Juli 2016

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

Surabaya, Hari Santri 2018

Peringatan haul ke-567 Sunan Ampel dimeriahkan salah satunya dengan acara Suluk Matan yang dilaksanakan selama dua hari, 21-22 Mei 2016, di gedung LPBA-MASA (Lembaga Pengajaran Bahasa Arab-Masjid Agung Sunan Ampel) Surabaya, Jawa Timur.

Matan merupakan singkatan dari Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Matan), badan otonom Jam’iyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman). Acara dihadiri sekitar 30 anggota dari berbagai daerah di Jawa Timur dan beberapa pelajar dari Malaysia.

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Matan Turut Semarakkan Peringatan Haul Ke-567 Sunan Ampel

"Acara Suluk Matan memiliki tema ‘Mencerdaskan Akal, Memuliakan Hati’ yang memang baru pertama kali dilaksanakan di Surabaya sebagai jawaban atas beberapa keresahan kaum muda dan mahasiswa NU untuk memahami lebih jauh dunia thariqah," kata Ketua Panitia Suluk Matan Muhammad Zulfan Badrunaja dari Pesantren Nurul Khoir Wonorejo Rungkut Surabaya.

Hari Santri 2018

Ketua LPBA dan Ketua Yayasan Sunan Ampel Hifni Nawawi mendukung penuh kegiatan ini. Ia menilai acara yang menjadi rangkaian peringatan haul Sunan Ampel ini berkontribusi besar pada masyarakat dan NU untuk terus mengembangkan spiritualitas masyarakat melalui jalan thariqah.

Hari Santri 2018

Acara Suluk Matan diisi dengan pemaparan materi antara laian oleh KH Abdurrahman Navis (Ketua Aswaja NU Center Jatim) tentang ke-Aswaja-an, Wasith (Pengasuh Mahad Aly UIN Sunan Ampel) tentang sejarah Indonesia. Adapula materi kewirausahaan yang disampaikan? Hakim Jayli (Dirut TV9) dan Djohan dari PT Djarum. Sementara Abdulloh Hamid (Pengurus Pusat Matan) menyampaikan seputar organisasi Matan dan KH Zaid bin Muhammad (Muqaddam Thariqah Tijani Ampel Surabaya) menjelaskan tentang tarekat.

Tindak lanjut dari acara ini antara lain mmebangun kerja sama antara Matan dengan LPBA-MASA, PT Djarum, TV9, PWNU Jatim, dan berbagai pihak lainnya untuk mengadakan kegiatan rutinan Matan Surabaya, memperkuat paham Aswaja dan NKRI, serta membentuk kader-kader muda baru tarekat di area Surabaya dan Sidoarjo. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Budaya, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Rabu, 22 Juni 2016

IPPNU Jateng Perjuangkan Peremajaan Usia Anggota

Kudus, Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah menyatakan akan memperjuangkan gagasan peremajaan usia anggota  menjadi 27 tahun. Selain itu, penegasan target group IPPNU menjadi gagasan utama yang diusung dalam  kongres XV IPPNU di Palembang.

IPPNU Jateng  Perjuangkan Peremajaan Usia Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jateng Perjuangkan Peremajaan Usia Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jateng Perjuangkan Peremajaan Usia Anggota

Demikian yang disampaikan ketua PW IPPNU Jateng Nimatul Azizah saat dihubungi Hari Santri 2018 melalui Handpond  terkait kesiapannya mengikuti kongres XV IPPNU di Palembang kemarin.

Ia mengatakan gagasan Jawa tengah ini sebagai upaya untuk mewujudkan amanah kongres IPPNU sebelumnya di Surabaya yang salah satu keputusannya kembali ke khittoh pada peremajaan usia anggota tersebut.

Hari Santri 2018

"Dalam  Rapimwil bersama Pimpinan Cabang se Jateng beberapa waktu lalu, kita sepakat peremajaan usia  akan diperjuangkan melalui usulan perubahan PD/PRT,"ujar Een sapaan akrabnya.

Een menambahkan IPPNU di lembaga pendidikan seperti sekolah maupun pesantren masih minim sehingga keberadaannya belum mampu menampakkan dirinya sebagai organisasi pelajar. 

Hari Santri 2018

"Oleh karenanya ke depan, IPPNU harus menunjukkan eksistensinya itu sekaligus mengawal kaderisasi putri NU di kalangan pelajar sekolah negeri maupun swasta dan santri pesantren," tandas Een yang juga salah satu kandidat ketua umum PP IPPNU ini.

Sementara itu  Ketua PC IPPNU Kudus Risda Umami berharap gagasan peremajaan usia ini  bisa tercapai karena sudah menjadi tuntutan yang harus diwujudkan dalam rangka proses kaderisasi. 

"Kongres juga harus melahirkan sosok ketua  yang bisa membawa perubahan positif bagi IPPNU.Termasuk mampu mengemban amanah dan melaksanakan program sesuai kebutuhan kader bukan kebutuhan pengurus,"tandas Risda kepada Hari Santri 2018.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Senin, 21 Maret 2016

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Purwodadi, Hari Santri 2018. Guna memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Purwodadi, Grobokan, Ahad (13/1).?

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Kegiatan Rapimda ini merupakan kelanjutan dari acara yang sama di Kabupaten Rembang yang digelar sehari sebelumnya dan merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di Cirebon dan Majalengka beberapa waktu lalu. Namun kali ini, LTMNU menggulirkan program usaha untuk para takmir masjid di daerah-daerah.?

Lembaga NU yang membidangi urusan pengembangan masjid-masjid NU itu mulai menerapkan program pengembangan ekonomi umat melalui masjid. Bagaimana caranya?

Hari Santri 2018

Ketua LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menyatakan tengah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun ‘Rumah Sehat’. Melalui wadah ini, para takmir dan jamaah masjid bisa mengembangkan usaha ekonomi mereka secara profesional. Baik takmir maupun jamaah bisa mendaftarkan diri sebagai agen pemasaran produk minuman kesehatan .?

Hari Santri 2018

“Kita akan memberdayakan umat melalui usaha perdagangan produk minuman yang diberi label ‘Sohat’,” kata Manan usai Rapimda para imam dan takmir masjid Kabupaten Grobokan di Kantor PCNU Grobokan, Purwodadi, Ahad (13/1).

Menurutnya, Minuman Sohat ? akan dipasarkan oleh para jamaah dan para takmir masjid setempat, dan mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari usaha tersebut. Sohat merupakan minuman khusus kesehatan. Kualitas air minuman ini terbukti mampu membantu menghilangkan toksin dalam darah. Kadar Ph yang tinggi menjadi antioksidan terhadap semua unsur kimiawi dan beragam toksin yang merugikan tubuh. Karena fungsinya itulah banyak konsumen yang menggunakannya.?

“Di beberapa tempat, pemasaran memanfaatkan jasa para konsultan PNPM Mandiri Perdesaan,” imbuhnya. ?

Dalam jangka panjang produk ini akan mudah terserap pasar. Umumnya konsumen yang memiliki banyak keluhan kesehatan, akan menggunakan alternatif minuman obat ini sebagai penyembuhnya. Apalagi sistem pemasaran melalui jaringan masjid yang ada di bawah koordinasi LTMNU, tentu akan lebih efektif. Selain berguna bagi para takmir dan jamaah masjid setempat, program pemberdayaan ekonomi masjid-masjid tersebut bisa dilakukan dengan adanya produk minuman ini.?

Para konsumen yang menjadi langganan produk minuman ini akan memperoleh fasilitas kesehatan dari Rumah Sehat yang dibentuk PC LTMNU secara gratis. Tenaga medis mulai dokter dan perawat yang digaji oleh pengurus takmir masjid, menjalankan tugasnya untuk melayani pelanggan/konsumen minuman sehat ? ‘Sohat’.?

“Dengan demikian, ada hubungan saling menguntungkan antara perusahaan minuman, LTMNU, hingga takmir dan jamaah masjid NU di daerah-daerah,” tandas Manan.?

Saat ini, menurut Wakil Ketua LTMNU KH Mansur Syaeroji, sekaligus motor penggerak bidang usaha Takmir Masjid NU, beragam program ekonomi yang bisa direalisasikan untuk memakmurkan masjid melibatkan dukungan dari perusahaan minuman. Selain Sohat, LTMNU juga telah menggandeng perusahaan minuman kemasan Larutan Penyegar cap”Badak” produksi PT. Sinde Budi Sentosa. LTMNU juga tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Kehutanan untuk merencanakan program penanaman sejuta pohon di kantong-kantong NU berbasis masjid.?

Program tersebut merupakan bagian dari usaha LTM-PBNU memakmurkan masjid. ? Kemakmuran masjid bisa diraih bila para takmir dan jamaah masjid NU mau dan mampu menciptakan lahan usaha baru dengan dukungan dari para pengurus pusat.?

“Kegiatan Rapimda merupakan sarana penguatan struktur kepengurusan NU mulai dari pusat hingga daerah,” ujarnya.?

Rapimda di Purwodadi dihadiri sedikitnya 16 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan takmir masjid se- kabupaten Grobokan. Masing-masing MWC mengirim perwakilan 3 takmir. Ada sekitar 150 peserta pada acara keempat LTMNU setelah dari Rembang, Cirebon dan Majalengka itu. Setelah Rapimda yang diselenggarakan di kantor PCNU Purwodadi ini, LTMNU akan melanjutkan acara serupa di Sumbawa, NTB, dan Jambi.?

Rapimda ini lanjut Manan, rencananya akan dilaksanakan di 35 titik di Jawa dan Madura dalam tahun 2013. Program memakmurkan masjid menjadi tema utama LTMNU kali ini. Konsolidasi organisasi di tingkat basis merupakan langkah mendesak untuk mengatasi kesenjangan koordinasi antara pengurus di pusat dengan daerah dan bahkan dengan pengurus masjid di kecamatan dan desa-desa. Konsolidasi diperlukan guna menguatkan struktur organisasi secara nyata.?

“Dengan begitu, NU secara organisasi tidak semata ‘besar’ dalam klaim saja, melainkan benar-benar nyata dalam organisasi mulai struktur di Pusat hingga bawah,” ujar Ketua LTMNU KH Manan Abdul Ghani.

Salah satu wujud dari penataan organisasi NU adalah dengan melalui masjid. Para takmir masjid yang terkoordinasi dalam wadah LTMNU merupakan aset organisasi massa Islam terbesar di dunia itu, guna menjalankan program-program sosialnya. Jika struktur organisasi mulai atas sampai tingkat bawah sudah kuat, maka program-program NU bisa dijalankan dengan konkrit.?

LTMNU menurut Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, amat penting perannya dalam merealisasikan gagasan dan ide besar tentang NU. Melalui Lembaga takmir masjid, eksistensi NU semakin jelas. Ibarat badan, lembaga takmir masjid adalah tangannya yang menjangkau umat di bawah. (LTMNU)?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Nur Cholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sholawat, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Selasa, 16 Februari 2016

Universitas Islam Makassar Jajaki Kerjasama dengan Kemensos RI

Jakarta, Hari Santri 2018. Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Majdah M Zain yang juga Ketua Lajnah Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan bersilaturrahim dengan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansah di Rumah Dinas Menteri Sosial RI di Jakarta, Kamis (14/5).

Dr Majdah mengungkapkan, saat ini Universitas Islam Makassar menjajaki kerja sama dengan Kementerian Sosial RI terkait pengembangan Tri Dharma PendidikanTinggi, khususnya dibidang pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Islam Makassar Jajaki Kerjasama dengan Kemensos RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Islam Makassar Jajaki Kerjasama dengan Kemensos RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Islam Makassar Jajaki Kerjasama dengan Kemensos RI

“Kami juga melaporkan kepada Menteri Sosial, mengenai telah diresmikannya Kampung Bahasa Inggris UIM di Bantimurung dan beliau sangat mengapresiasi dan mendukung,” ujar Majdah

Hari Santri 2018

Disisi lain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU sangat merespon dan bersedia menjadwalkan penandatanganan MoU bersama UIM, terkait pengabdian kepada masyarakat.

Tampak hadir Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Masrurah Mochtar dan Sekretaris Muslimat NU Sulsel Dr Nurjannah Abna. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Cerita, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Jumat, 30 Oktober 2015

Polresta Mojokerto Terus Razia Minuman Keras

Mojokerto, Hari Santri 2018. Petugas Kepolisian Resor Kota Mojokerto terus melakukan razia minuman keras di berbagai lokasi untuk mencegah terulangnya peristiwa tewasnya 17 orang akibat mengonsumsi minuman keras.

Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Wiji Suwartini, Sabtu mengatakan saat ini anggotanya terus dikerahkan untuk melakukan razia minuman keras di sejumlah lokasi.

Polresta Mojokerto Terus Razia Minuman Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Polresta Mojokerto Terus Razia Minuman Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Polresta Mojokerto Terus Razia Minuman Keras

"Kami akan terus memerintahkan anggota untuk melakukan razia minuman keras di sejumlah lokasi yang ditengarai sebagai tempat penjualan minuman keras," katanya.

Hari Santri 2018

Ia mengemukakan, selain melakukan razia minuman keras terutama jenis arak jawa (cukrik) pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Mojokerto terkait dengan masalah ini.

"Kami juga melakukan kordinasi dengan forum pemerintah daerah setempat supaya kejadian tewasnya 17 warga ini tidak terulang kembali," katanya.

Hari Santri 2018

Ia mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada warga masyarakat untuk segera menginformasikan kepada petugas kepolisian terdekat jika mengetahui ada tindakan yang mencurigakan.

"Laporan dari masyarakat akan kami respons dengan cepat jika mengetahui ada warga yang mencurigakan atau tindakan lainnya yang berhubungan dengan hukum," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Masud Yunus mengatakan, tewasnya 17 orang menjadi keprihatinan yang harus menjadi pelajaran bagi semua.

"Peristiwa ini supaya menjadi introspeksi dan evaluasi kenapa sampai terjadi, jangan sampai ke depan ini terjadi lagi, karena itu kader motivator harus berperan aktif untuk tanggap lingkungan," katanya.

Ia juga berharap, warga segera melapor kepada aparat setempat jika mengetahui kejadian yang mencurigakan supaya tak terulang kejadian yang sama.

"Segera laporkan kepada aparat setempat jika mengetahui ada tindakan mencurigakan di lingkungan masing-masing terutama tindakan yang berhubungan dengan hukum," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 17 orang dinyatakan tewas seusai meminum minuman keras jenis arak jawa di Kota Mojokerto. Selain itu, belasan orang warga lainnya terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian, News Hari Santri 2018

Sabtu, 11 April 2015

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Jepara, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Pelajar dan Santri (LDKPS) bertempat di pesantren Balekambang, Nalumsari, Jum’at-Ahad (8-10/2). Kegiatan yang diikuti 80-an peserta berasal dari delegasi Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU dan pesantren se-Kabupaten Jepara.

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

3 Hari, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Latihan Kepemimpinan

Ketua IPNU Jepara, Chusni Maulana mengatakan, kegiatan bertujuan untuk menyiapkan kader pemimpin masa depan. Menurutnya pemuda yang kreatif kelak yang akan meneruskan tonggak kepemimpinan. 

KH Wildan mewakili PCNU Jepara memberikan pesan-pesan kepada peserta. Pertama, ahkamus syariyya, hukum-hukum syar’i harus tetap dijalankan hingga kapan pun. Kedua, pentingnya addakwah waidharul islam. Dakwah, mengajak kebaikan dan syiar Islam. 

Hari Santri 2018

Ketiga, perlunya belajar kemasyarakatan. Kiai Wildan menegaskan kader IPNU-IPPNU perlu belajar siyasah (politik). Baginya orang yang tidak tahu politik akan termakan oleh politik. “Ada politik kebangsaan yang tujuannya tidak lain untuk menjaga keutuhan NKRI, politik praktis dan masih banyak lagi siyasah yang lain,” tegasnya. 

Hari Santri 2018

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya menyampaikan kegiatan merupakan bentuk penggodokan mental dan spiritual. Kegiatan tersebut lanjutnya sudah jarang dilakukan oleh ormas maupun orsospol. “Jika tidak diiringi dengan semangat keikhlasan kegiatan seperti ini tidak mungkin dilaksanakan,” imbuhnya. 

Marzuqi mengajak peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Namanya latihan apabila ada kekurangan dan diingatkan kemudian mau berubah merupakan keberhasilan dari latihan. 

Sementara itu pengasuh pesantren Balekambang KH Makmun Abdullah yang diwakili KH Miftakhuddin dalam tausiyahnya memaparkan ditangan pemuda perkara umat dipegang. Ditelapak kaki pemuda jua kehidupan akan berjalan. 

Kiai Miftakh menambahkan kesemangatan yang sudah ada perlu dijaga. Semangat yang dimiliki saat mengikuti IPNU-IPPNU juga perlu dibawa saat mengikuti Fatayat, Ansor, Muslimat maupun NU. “Kader IPNU-IPPNU harus berpijak kepada agama Islam ala NU,” kata kiai Miftakh. 

Ia menghimbau kepada peserta yang kelak akan meneruskan studi ke perguruan tinggi agar senantiasa berhati-hati kepada kelompok-kelompok islam yang tidak sejalan dengan NU. Kiai Miftkah mengharapkan kader IPNU-IPPNU agar cerdas memilih yang tepat. 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari peserta memperoleh materi IPNU-IPPNU sebagai Pengawal Aswaja, Kepemimpinan dalam Islam, Manajemen Organisasi, Problem Solving dan Public Relation.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Nasional, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Kamis, 01 Januari 2015

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

Banyumas, Hari Santri 2018 - Orang pintar memiliki harga yang tinggi. Untuk meraih harga yang tinggi, seseorang harus rajin membaca. Suka membaca adalah syarat orang menjadi pintar.

Demikian diungkapkan oleh sastrawan Ahmad Tohari dalam acara Gerakan Budaya Baca Masyarakat Banyumas (Gebyarmas) yang diadakan oleh Fokus Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Banyumas, di Kampus IAIN Purwokerto, Jawa Tengah, Ahad (7/5).

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sarjana Kurang Baca, Sarjana Pas-pasan

"Menteri luar negeri pertama Indonesia, Agus Salim. Dia bukan dari kalangan sekolah tinggi, tapi menguasai tujuh bahasa, belajar secara otodidak," kata pria asal Jatilawang, Kabupaten Banyumas ini.

Hari Santri 2018

Ahmad Tohari mengajak masyarakat untuk gemar membaca agar berpengetahuan luas. Sebab kurangnya pengetahuan, menurutnya, merupakan salah satu faktor orang kecil harganya.

Hari Santri 2018

"Kalau kurang membaca, meski dia sarjana, pasti jadi sarjana yang pas-pasan, harganya umum atau rata-rata," lanjutnya.

Selain itu, Ahmad Tohari juga menyoroti orang yang berpenghasilan pas-pasan tapi maniak rokok. "Seandainya uangnya buat membeli buku, itu investasi pengetahuan, memodali ilmu pengetahuan," tadasnya.

Tohari juga berpesan kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi informasi yang telah maju sebagi alat untuk melakukan pengembangan diri. Sedangkan bagi orang tua diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bacaan anak-anak mulai sejak dini. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Jadwal Kajian, Sejarah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Januari 2009

Pelajar NU Klaten Bagi-bagi Buku Gratis

Klaten, Hari Santri 2018. Para pelajar yang tergabung di Ikatan Pelajar Nahdaltul Ulama (IPNU) Klaten, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) organisasi mereka dengan cara yang unik. Mereka membagikan secara gratis buku ‘Hujjah NU’ karangan KH. Muhyiddin Abdusshomad, kepada para peserta peringatan Harlah.

Acara peringatan Hari Lahir (Harlah) IPNU Ke-60 dan IPPNU ke-59 tersebut diadakan di Kantor NU Klaten, Ahad (16/3).

Pelajar NU Klaten Bagi-bagi Buku Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Bagi-bagi Buku Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Bagi-bagi Buku Gratis

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Klaten Ahmad Saifudin, menerangkan pembagian buku ini sebagai wujud ikhtiar pengurus IPNU-IPPNU Klaten untuk menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat.

Hari Santri 2018

“Juga untuk semakin meyakinkan jama’ah NU akan amaliah, akidah, dan tradisi yang sudah dijalankan serta mengajak para jama’ah untuk memperkuat jam’iyyah,” tegas Saifuddin.

Selain buku, para peserta juga mendapatkan stiker yang bergambarkan KH. Hasyim Asy’ari dan bertuliskan salah satu perkataan beliau dalam Muqaddimah Qanun Asasi :

Hari Santri 2018

Marilah Anda semua dan segenap pengikut Anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk jam’iyyah yang diberi nama “Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” ini.

Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga. Ini adalah jam’iyyah yang lurus, bersifat memperbaiki dan menyantuni. Ia manis terasa di mulut orang-orang yang baik dan getir di tenggorokan orang-orang yang tidak baik”. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock