Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

Jakarta, Hari Santri 2018. Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama diputuskan mundur dari rencana sebelumnya 9-11 Mei 2014. “Insyaallah Munas akan diselenggarakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Juni,” kata Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha saat memimpin rapat perdana panitia Munas di kantor PBNU Jakarta, Selasa (22/4) malam.

Arvin yang juga Ketua Harian Munas-Konbes NU 2014 menyampaikan, agenda nasional ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

“Berdasarkan informasi dari Ketua Umum (KH Said Aqil Siroj) Munas-Konbes akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jum’at 23 Juni pukul 14.30 WIB,” kata Arvin.

Hari Santri 2018

Agenda persidangan Munas akan dimulai pada Jum’at malam, dan akan berakhir atau ditutup pada Ahad sore atau malam.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris Panitia Munas Enceng Shobirin Najd dan Wakil Sekretaris Sulthon Fathoni, mundurnya jadwal pelaksanaan Munas-Konbes 2014 ini berdasarkan pertimbangan kesiapan tuan rumah Pesantren Al-hamid serta kesiapan panitia pusat maupun daerah yang belum memadai.

Munas dan Konbes NU nanti akan diikuti oleh Pengurus Pleno PBNU yang terdiri dari terdiri dari Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Lengkap Tanfidziyah dan Ketua Umum Badan Otonom tingkat pusat, beserta perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan ditambah para kiai dari beberapa pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Sekretaris SC Munas-Konbes 2014 H Abdul Mun’im DZ, selain menyelesaikan beberapa pembahasan dalam Munas Cirebon 2012, Munas kali ini lebih khusus akan menyiapkan materi Muktamar 2015.

“Pada saat Muktamar nanti kita harapkan semua materi sudah mateng dan tinggal disahkan saja. Karena tidak mungkin muktamar akan secara serius membahas materi karena pasti kalah sama hiruk-pikuk itu (prosesi pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum baru: Red),” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Suasana Munas Cirebon 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Jadwal Kajian, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018 - Program pengembangan sumber daya nahdliyin di Kota Pasuruan yang dilakukan oleh Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan pada 2016 telah diluncurkan, Jumat (12/2). Pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan KH Muhammad Nailurrohman menandai peresmian program Lakpesdam Aswaja Bergerak. Program ini antara lain memperkenalkan layanan bimbingan belajar gratis bagi warga Pasuruan.

Peresmian ini disaksikan oleh para murid Lakpesdam Bimbel School (LBS), wali murid LBS, dan tokoh masyarakat Mandaran tempat LBS berdiri dan berkhidmah. Titik fokus program Lakpesdam Aswaja Bergerak adalah membangun dan memberdayakan warga Kota Pasuruan yang berjiwa santri, antiradikalisme dan antinarkoba.

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

KH Nailurrohman memberikan apresiasi atas terlaksananya LBS sebagai program kelimuan yang memberikan ilmu bagi masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu. Ia memberikan motivasi kepada anak murid untuk giat belajar, serta memberikan motivasi dan doa agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi NU yang siap berbakti pada negara dan Nahdlatul Ulama.

Hari Santri 2018

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin menyampaikan bahwa LBS adalah program yang dimaksudkan untuk meningkatkan SDM masyarakat pesisir di Kota Pasuruan. “Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk gerakan anfa‘uhum lin nas PCNU Kota Pasuruan melalui Lakpesdam setempat,” kata Waladi.

Hari Santri 2018

Program Lakpesdam Aswaja Bergerak di tahun ini merencanakan workshop deradikalisasi di sekolah, kampus dan masjid di Kota Pasuruan.

Ia berharap program ini didukung oleh Pemkot Pasuruan sebagai mitra strategis untuk bisa membangun masyarakat Kota Pasuruan yang berdaya dan bermartabat sebagai kota ber-Aswaja. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Doa, Humor Islam Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jakarta, Hari Santri 2018
Sekelompok LSM, dan para aktivis sosial lintas agama yang dipelopori PBNU mendeklarasikan Jaringan Solidaritas untuk Korban Busung Lapar (JSKBL). Deklarasi dilakukan di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Senin (4/7).

Hadir dalam kesempatan deklarasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hemas, Ketua PBNU, Andi Jamaro Dulung, Romo Frans Magnis Suseno, Koordinator JSKBL, Dr. Musdah Mulia, Ketua LKKNU, Otong Abdurahman, dan para aktivis yang tergabung di dalamnya.

Gerakan ini, kata Musdah dalam sambutannya dimaksudkan sebagai gerakan kepedulian terhadap maraknya kasus busung lapar di tanah air. Gerakan ini difokuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam kelaparan, gizi buruk, busung lapar, dan kematian dini.

"Kita tidak bisa menutup mata, mencuatnya kasus ini karena adanya ketidakadilan ekonomi, maraknya tindakan korupsi dan rapuhnynya institusi demokrasi. Karenanya kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu saudara kita yang mengalaminya," ujar penulis buku Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Perspektif Islam ini.

Untuk itu, lanjut Musdah, kami telah membentuk 9 tim kerja yang masing-masing menangani divisi tertentu yang dibagi berdasarkan kelompok dan institusi agar gerakan solidaritas ini lebih fokus. Tim itu diantaranya, tim kerja kampanye, tim kerja advokasi, tim kerja jaringan, tim kerja pendataan, tim kerja medis, tim logis dan pendanaan, tim media, tim analisis kebijakan dan tim kerja bantuan kemanusiaan.

Sementara itu wakil koordinator JSKBL, Benny Susetyo Jr mengatakan gerakan solidaritas ini bukan semata-mata gerakan spontanias karena mencuatnya kasus busung lapar, tetapi sebuah gerakan yang sistematis, terstruktur dan memiliki agenda yang jelas untuk menangani munculnya kasus serupa di tanah air. "Kami memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan sekarang kumpulnya kami disini sekaligus membahas program kerja tersebut," ujarnya.

Sekadar diketahui, LSM yang tergabung dalam solidaritas ini antara lain Suara Ibu Peduli, Kalyanamitra, Perempuan Indonesia, Komisi Hak-KWI, Koalisi untuk Indonesi Sehat, Infid, Elsam, LBN Jakarta, Sanggar Ciliwung, Koalisi Perempuan Indonesia, Fatayat NU, LKKNU, Jaringan Mitra Perempuan Jabotabek, Institut Ecosos, Prakarsa, Perdhaki, KPI Jabar, ICRP, Yayasan Jurnal Perempuan, dan lainnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Kiai, Ulama Hari Santri 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Kamis, 25 Januari 2018

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Ulama-ulama besar mengakui keagungan Syekh Abdul Qodir. Imam Adz-Dzahabi, seorang ahli tafsir terkemuka menyebutkan, karomah Syekh banyak dan jelas. Ibnu Rajab, ahli hadits madzhab Hambali yang salah satu bukunya saya terjemahkan menjadi, "Setahun Bersama Nabi" (diterbitkan Pustaka Hidayah, sekitar 1000 hlm.) menyebut Syekh sebagai teladan orang-orang marifat, pemimpin para syekh dan dikaruniai maqam dan karomah. Imam Al-Izz bin Abdussalam, ulama besar madzhab Syafii menyatakan,"Tidak ada karomah yang dinukil kepada kami secara mutawatir, kecuali karomahnya Syekh Abdul Qodir Jailani."

Salah satu karomah Syekh yang paling menarik bagi saya adalah namanya terus disebut, didoakan, dan dibaca dalam tawasul sampai sekarang oleh jutaan umat Islam di berbagai belahan dunia.?

Kalau sejarah Rasulullah disebut siroh dan dirujuk serta diteladani oleh umat Islam, maka sejarah hidup Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai keturunannya disebut manqobah (jamaknya ialah manakib). Manakibnya menjadi alat ukur perkembangan spiritual para Salik (orang yang ruhaninya berjalan menuju Allah).

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)
Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Syekh Abdul Qodir Jailani pernah bertanya kepada gurunya, yaitu Syekh Hammad Ad-Dabbas karena di tempat khalwat gurunya setiap malam terdengar dengungan keras seperti lebah.?

Syekh Dabbas menjawab,"Aku memiliki sekitar 12.000 murid. Setiap malam aku menyebut nama mereka satu per satu. Aku bantu permohonan hajat mereka kepada Allah. Kita doakan agar mereka tidak melaksanakan maksiat yang direncanakannya serta mudah-mudahan selalu takut dan bertaubat kepada Allah."

Subhanallah, betapa besar cinta dan pengorbanan seorang mursyid kepada para muridnya. Sebagai murid, khidmah dan pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk menyukseskan program dan visi Syekh Mursyid kita?

Hari Santri 2018

Syekh Abdul Qodir Al-Jilani mendapat doa dari gurunya. Umar Al-Halawy, salah seorang murid Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berkelana bertahun-tahun. Ketika pulang, ia ditanya oleh Syekh Hammad Dabbas (guru Syekh Abdul Qodir).

"Kemana saja selama ini kalian berkelana?"

Umar menjawab,"Aku mengelilingi Mesir hingga Maghrib dan aku berjumpa dengan 360 wali Allah. Mereka semua berkata,"Syekh Abdul Qodir Jailani adalah syekh dan pemimpin kami."

Hari Santri 2018

Terima kasih kepada Dr. Ajid Thohir yang menulis disertasi tentang kitab Manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Disertasi beliau menjadi salah satu dari enam disertasi terbaik yang diterbitkan Kemenag tahun 2011 (486 hlm).?





Tulisan ini hadir merujuk disertasinya tersebut. Semoga makin banyak orang yang mengkaji dan mengenalkan karya dan pemikiran ulama dan sufi, di samping mengamalkan ajaran dan awradnya. Amin. (Rojaya, Ketua Prodi Ilmu Tasawuf Fakultas Dakwah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Sholawat, Lomba Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Islamabad, Hari Santri 2018 - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama sebulan penuh. Mereka mengadakan seminar, orientasi ke-NU-an, bahtsul masail, pertandingan futsal, bazar kuliner nusantara, dan kunjungan ke tempat-tempat yang baik.

Pada Ahad (28/2) pembukaan kegiatan dimulai dengan acara pemotongan kue ulang bolu yang dilanjutkan dengan seminar dan orientasi ke-NU-an di Kediaman Mustasyar PCINU Pakistan H Muladi Mughni.

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Untuk melengkapi kegiatan Harlah Ke-90 NU, pada Ahad pekan ini mereka mengadakan bahtsul masail yang diawali dengan istighatsah dan tahlil. Sementara pada pekan berikutnya menreka melangsungkan kompetisi futsal plus bazar kuliner Nusantara. Peringatan ini akan ditutup dengan wisata religi di Pakistan.

Hari Santri 2018

Ketua PCINU Pakistan Zulfikri Hasibuan mengajak seluruh warga NU di Pakistan untuk memahami secara baik pedoman serta arah gerakan NU yang telah digariskan oleh para ulama terdahulu.

Hari Santri 2018

“Mengingat kembali ideologi dan khittah NU saat ini sangat penting di tengah bermunculannya gerakan serta aliran keislaman yang berkembang baik dari dalam maupun luar Indonesia,” kata Zulfikri.

Sementara H Muladi menegaskan urgensi pemahaman akan tujuan pembentukan Jam’iyyah NU. Kewajiban generasi sekarang, menurutnya, merawat dan membesarkannya. Ia menjelaskan bahwa dalam logo NU tertera peta Indonesia yang berada di dalam lingkup peta dunia, hal ini bermakna bahwa NU didirikan di bumi Indonesia melalui eksperimen keislamanan Nusantara untuk dapat ditransformasikan ke seluruh dunia.

Hal ini, menurut Muladi, membedakan NU dan organisasi-organisasi keislaman lain yang lahir dari luar Indonesia yang diserap oleh orang Indonesia dengan berbagai cara lalu ditransformasikan ke dalam Indonesia.

“Warga Nahdliyin yang berada di luar negeri termasuk di Pakistan, harus berperan aktif memasarkan Islam ala NU ke orang luar dan bukan justru menjadi agen masuknya paham Islam luar yang belum tentu cocok dengan Indonesia,” pesan Muladi.

Orientasi dan seminar yang berlangsung lancar dan meriah ini dihadiri oleh seluruh Nahdliyin di Pakistan. Acara diakhiri dengan dengan pengambilan gambar bersama dan pembacaan doa oleh Rais Syuriyah PCINU Pakistan. Pertemuan ini ditutup dengan ramah tamah. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Internasional, Berita Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Jakarta, Hari Santri 2018. Kampanye politik menjelang pemilihan umum presiden pada Juli mendatang tak hanya diisi dengan narsisme capres-cawapres yang maju, tapi juga diwarnai upaya menjatuhkan pasangan saingan lewat isu sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, isu SARA mencuat karena ada pihak yang tak percaya diri dengan pasangan yang diusung. Menurutnya, isu SARA sangat sensitif di masyarakat dan bisa memicu konflik horizontal yang selama ini telah lama hidup rukun dan damai. Apalagi rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia masih cukup rendah.

"Jangan menghalalkan segala cara untuk menang," terang Khofifah, Rabu (11/6), di Jakarta.

Hari Santri 2018

Mantan menteri pemberdayaan perempuan dan kepala BKKBN era Gus Dur ini menambahkan, segenap tokoh Indonesia yang moderat telah berusaha agar bangsa Indonesia yang berbeda bisa hidup berdampingan. "Karena itu, jangan hanya karena pilpres tatanan masyarakat yang baik itu menjadi rusak," tandasnya.

Hari Santri 2018

Khofifah mengajak semua yang turut dalam kontestasi pilpres untuk menghindari cara-cara distruktif yang bisa merusak demokrasi itu sendiri. Apalagi kedua pasangan telah berjanji akan bertarung dengan adil.

"Siap menang dan siap kalah itu berarti harus siap bersaing secara fair. Tidak membuat suasana politik dengan isu SARA dan menghindari kecurangan pemilu," papar mantan ketua umum korps PMII putri (Kopri) ini. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Berita, Doa Hari Santri 2018

Senin, 01 Januari 2018

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Jakarta, Hari Santri 2018. Masalah penodaan agama bukanlah isu baru. Sejak Kemerdekaan Indonesia, masalah ini sudah mengemuka. Presiden Soekarno telah mengeluarkan Penetapan Presiden No.1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama yang kemudian dinamakan UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.?

Untuk melihat pandangan para tokoh agama terhadap UU tersebut, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (2013) melakukan penelitian untuk melihat pandangan para pemuka agama terhadap isi UU No.1/PNPS/1965. Termasuk yang ditanyakan adalah soal berapa lama hukuman yang layak bagi para pelaku penodaan agama.

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Hasil riset tersebut menemukan, para pemuka agama Islam terbagi ke dalam 2 bagian. Pertama, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun penjara sudah dianggap memadai apabila dilaksanakan dengan benar. Kedua, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun dianggap kurang memadai terlebih bagi para penggagas dan pemimpin faham yang dianggap telah melakukan penistaan/penodaan agama. Hukuman berat tersebut penting sebagai upaya memberikan efek jera serta langkah preventif agar tidak terjadi lagi tindakan penistaan/penodaan terhadap agama.?

Mengenai perlu atau tidaknya pendekatan persuasif terhadap pelaku penistaan/penodaan agama, para pemuka agama Islam pada umumnya menyatakan perlu dilakukan dialog dan konsultatif sebelum diajukan ke pengadilan.

Menurut para pemuka agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam yaitu Rukun Iman, Rukun Islam, dan Akhlak. Namun demikian perbedaan sekte/aliran dalam Islam, mereka sepakat bahwa selama perbedaan itu masih dalam koridor ikhtilaf (perbedaan pendapat yang tidak qath’i), maka ia dipandang tidak menodai agama. Namun apabila sudah menyangkut perbedaan ikhtirof (perbedaan pendapat yang qath’i), maka jelas mengandung unsur penistaan/penodaan agama.

Hari Santri 2018

Pandangan pemuka agama terhadap pelaksanaan UU No.1/PNPS/1965 terbagi dua: Pertama, pemerintah dinilai belum benar-benar melaksanakan UU tersebut. Kedua, pemerintah dinilai sudah melaksanakan dengan baik UU tersebut.

Selanjutnya pandangan pemuka agama Islam terhadap siapa yang paling berhak menentukan bentuk penistaan/penodaan agama, pemuka agama Islam menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama RI yang berhak menentukan bentuk penodaan agama dengan tetap memperhatikan pandangan dari pemuka agama Islam di MUI dan ormas Islam. Meskipun demikian terdapat pandangan lain yang menyatakan bahwa MUI yang paling otoritatif dalam menentukan bentuk penistaan/penodaan agama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Makam, Warta Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1

Ponorogo, Hari Santri 2018. Keseriusan dan kesungguhan untuk menggelar Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016 kembali dibuktikan oleh Panitia Pelaksana LSN Region Jawa Timur 1, yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. Mereka melakukan audiensi bersama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di Pendopo Kabupaten setempat. Senin (6/6).

Pertemuan yang dipimpin oleh Koordinator LSN Jatim 1 Habib Mustofa dan Bupati itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN Region Jatim 1 dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo terkait pelaksanaan LSN yang rencananya akan dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo.

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1

“Hasil dari pertemuan ini, Pak Ipong (Bupati Ponorogo) mendukung pelaksanaan Liga Santri Nusantara. Bupati menyatakan kesiapanya menjadikan Ponorogo sebagai tuan rumah LSN region Jatim 1 ini,” terang Gus Tofa, panggilan akrab Habib Mustofa kepada Hari Santri 2018.

Gus Tofa yang merupakan pengasuh Pesantren Poncol Magetan itu menjelaskan, Bupati Ponorogo menyambut baik LSN yang tahun ini dioperatori Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu. Dalam waktu dekat, Bupati bersama jajaran terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga akan mempersiapkan segala sesuatu yang bergubungan dengan teknis pelaksanaan LSN dan Piala Bupati Ponorogo.

“Setelah ini, panitia LSN dan Bupati akan mengadakan pertemuan lagi yang akan membahas tentang teknis pelaksanaan, seperti halnya masalah pendanaan dan lain sebagainya,” jelasnya

Hari Santri 2018

Pemkab Ponorogo sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2016 region Jatim 1 yang akan digelar mulai 27 Juli 2016 mendatang. Dipilihnya Ponorogo sebagai tuan rumah karena dikenal sebagai kota santri yang ditumbuhi banyak pesantren.

Sementara itu peserta LSN Region Jatim 1 akan diikuti 32 peserta, yang meliputi Ponorogo sebanyak 5 pesantren, Trenggalek (5), Pacitan (5), Magetan (5), Ngawi (5), Kabupaten Madiun (5), dan Kota Madiun 2 pesantren.

Hadir dalam pertemuan bersama Bupati Kota Reog Ponorogo itu, Koordinator LSN Jatim 1 Gus Tofa, Panitia Pelaksana Gus Anam, Sekretaris Panpel LSN Joko, unsur PC RMI Ponorogo Gus Nabil dan Gus Reza, Gus Natiq dan Aris. (Zaenal Faizin/Zunus)?

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Aswaja Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Magelang, Hari Santri 2018. Bertempat di gedung SMK IT Ma’arif NU kota Magelang, Ahad (19/02) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Magelang mengadakan pengukuhan dan pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Banom) dan beberapa Lembaga dan Lajnah yang baru saja terbentuk.

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Dua Banom baru yang dikukuhkan adalah Jam’iyyah Ahli Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), melengkapi tiga Banom yang telah ada sebelumnya yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, dan Gerakan Pemuda Ansor NU.

Adapun empat Lembaga dan satu Lajnah? yang berhasil terbentuk adalah Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), serta Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU).

Hari Santri 2018

Nampak hadir dalam acara tersebut walikota Magelang, ketua DPRD Kota Magelang, sekretaris daerah Kota Magelang, pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Magelang, pejabat kantor Kementrian Agama Kota Magelang, PCNU Kabupaten Magelang, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Kota Magelang, Abdurrosyid Achmad dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan Banom, Lembaga, dan Lajnah sebagai perangkat organisasi NU sebagaimana diatur dalam AD/ART NU dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi NU.

Dia menyatakan lebih lanjut, Nahdlatul Ulama adalah perkumpulan/jam’iyyah diniyyah islamiyyah ijtima’iyyah (organisasi sosial keagamaan Islam) yang berdiri untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia. NU yang menganut faham Ahlussunnah wal Jama’ah senantiasa berikhtiar mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.

Melalui Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang dibentuk, NU menjalankan misinya melaksanakan usaha-usaha di bidang agama, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan usaha-usaha lain melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

Dalam konteks Kota Magelang, Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang ada diharapkan akan turut membantu terwujudnya masyarakat Kota Magelang yang sejahtera lahir dan batin.

Dalam sambutannya, Walikota Magelang pun menaruh harapan yang besar terhadap organisasi yang sudah ada sejak tahun 1926 ini. “Semoga dengan dikukuhkan dan dilantiknya Banom, Lemabaga dan Lajnah ini, akan turut mendukung terciptanya visi kota Magelang sebagai kota jasa yang maju, profesional, sejahtera, dan berkeadilan” paparnya.

Walikota juga berterimakasih kepada pengurus dan warga NU kota Magelang, atas partisipasinya selama ini dalam mendukung dan berperan serta di dalam berbagai kegiatan keagamaan, maupun kegiatan sosial lainya sehingga dapat menghidupkan suasana kota Magelang, yang bisa membawa pengaruh positif terhadap masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih kepada NU kota Magelang, karena telah ikut berperan serta di dalam mendukung program pemerintah kota dan menciptakan suasana kondusif dan sejuk” imbuhnya.

Pimpinan Cabang Badan Otonom, Lemabaga, dan Lajnah NU Kota Magelang yang terbentuk, dikukuhkan dan dilantik langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Magelang? KH Mansyur Siraj.

Dia berpesan kepada jajaran pengurus NU agar senantiasa mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat (tawassut), seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh).

Dengan demikian, pengurus dan warga NU akan selalu mampu menyikapi dinamika perkembangan kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana, serta mampu hidup berdampingan dan bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat. Akhirnya, akan terjadi interaksi yang baik antara NU dengan masyarakat, saling memahami, saling menghormati, dan saling memberikan kemanfaatan sehingga tercipta kehidupan masyarakat Kota Magelang yang damai, adil, dan sejahtera.? ? ? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Budaya Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, bangsa Indoensia harus bangga dengan pola keislaman yang dikembangkan Nahdlatul Ulama yang damai dan toleran. Dimotori kiai-kiai, warga NU walaupun tinggal di kampung-kampung berperan besar dalam? membangun karkter bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada sesi dialog setelah buka puasa bersama PBNU bersama seluruh banom dan lembaga NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Sabtu (18/6) sore.

Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Indonesia Krisis Kiai Alim

Ia mencontohkan saat terjadi bencana. Pada saat seperti itu, kiai-kai kampung menyadarkan masyarakat untuk tetap bersatu, sabar, dan tabah menghadapi cobaan. Kiai-kiai itu banyak dimiliki NU.

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Kiai Said mengungkapan, melalui NU perjalanan kita sudah benar. Namun ia menyayangkan sekarang ini krisis kiai yang alim. Menurut dia, kiai alim tidak diukur dari banyaknya santri yang dimilikinya.

“Kadang-kadang kiai alim tidak punya pesantren. Karena kiai di pesantren yang memiliki santri banyak sibuk membantu kesulitan santri dan orang tuanya sehingga kurang waktu untuk muthala’ah,” terang Kiai Said.

Hari Santri 2018

Minimnya kiai alim menurut Kiai Said sangat mengkhawatirkan. “Bagaimana masa depan NU kalau tidak ada generasi penerus yang belajar menjadi kiai yang alim?” pancing Kiai Said mendorong hadirin yang datang yang kebanyakan terdiri dari generasi muda diantaranya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), IPNU dan IPPNU. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Berita, Makam Hari Santri 2018

Selasa, 28 November 2017

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim

Lumajang, Hari Santri 2018 - Pada pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur di Balai Pemuda, Sabtu (3/9) sore, pengurus harian PMII Jatim masa khidmah 2016-2018 mengevaluasi perihal pertambangan di Jawa Timur yang menyisakan sejumlah persoalan. Mereka melihat ketidaksambungan antara ekspolitasi sumberdaya alam, kesejahteraan masyarakat, konflik sosial, dan masalah lingkungan.

Ketua PMII Jatim Zainuddin mengatakan, pihaknya berkomitmen mengawal implementasi pasal 33 ayat 2 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mengamanatkan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Evaluasi Persoalan Pertambangan di Jatim

Ia kemudian mencontohkan sejumlah ekplorasi alam yang erat kaitannya dengan pertambangan seperti di Kabupaten Banyuwangi. Eksploitasi besar-besaran pada emas yang diperkirakan memiliki cadangan hingga 500 ton justru menyebabkan adanya pencemaran lingkungan. Limbah dari proses eksploitasi mencemari laut.

Begitupula yang terjadi di Lumajang, kekayaan alam berupa pasir besi dengan luas 60 hektar mengakibatkan konflik sosial yang mengemuka dengan terbunuhnya Salim Kancil. Tak boleh dilupakan, masyarakat Porong di Sidoarjo harus meninggalkan rumahnya akibat kecerobohan.

Hari Santri 2018

“Semua hal itu harus menjadi perhatian semua pihak, terutama Pemprov Jatim. Kami mendukung dan mendorong sepenuhnya menggunakan kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya utuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut sebagaimana telah diamanatkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2,” terang alumnus UIN Sunan Ampel ini.

Hari Santri 2018

Ia menjelaskan amanat konstitusi ini mengembirakan pada wilayah teks. Namun menyedihkan di dalam realitas yang konkret. Karena masih banyak sumber daya alam yang tidak dikelola dengan baik dan masih berpihak pada kepentingan asing. Kenyataan ini disadari betul oleh pengurus PMII Jawa Timur.

Berlandaskan pada Nilai Dasar Pergerakan (NDP) yang meliputi hablum minallah (hubungan dengan Allah), hablum minannas (hubungan dengan manusia), dan hablum minal alam (hubungan dengan alam), maka tindakan eksloitasi yang merusak alam dan menimbulkan problem sosial ini harus segera diselesaikan.

Secara umum ada tiga hal yang harus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pertama melakukan nasionalisasi aset atas kekayaan sumber daya alam. Kemakmuran akan sulit didapatkan manakala ternyata yang melakukan ekploitasi alam di Jawa Timur dilakukan oleh asing. Kedua, memperhatikan dampak eksploitasi terhadap lingkungan sesuai dengan PP. No 27 tahun 2012.

Sementara yang ketiga, memperhatikan dan melakukan gerakan konkret atas rakyat yang berada di sekitar eksploitasi. Nasib rakyat harus menjadi bagian utama dibandingkan mengejar pendapatan dari hasil pertambangan. Karena yang terjadi selama ini, rakyat di sekitar lokasi pertambangan selalu menjadi korban.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam pelantikan ini mengatakan, persaingan pasar bebas tidak lagi dapat dihindarkan. Untuk itu mahasiswa dan pemuda diharapkan dapat merespon kompetisi tersebut dengan melakukan gerakan ekonomi. Pihaknya, jelas Pakde Karwo, mengapresiasi setiap anak muda yang bersemangat dan bersedia menjadi agen perubahan. “Spirit yang digagas sangat baik, mari kita lakukan perubahan bersama,” terangnya.

PMII, menurut Gubernur dua periode tersebut, memiliki modal utama menghadapi pasar bebas yakni basis spiritual dan etika. Dua modal itu dapat digunakan PMII untuk mengembangkan potensi para kader, tentu menghindari menjadi penonton di negeri sendiri.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengajak seluruh kader PMII untuk menyukseskan acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang rencananya akan dilaksanakan di Stadion Delta Sidoarjo pada 9 September 2016. Ia juga berpesan agar PMII Jawa Timur dapat menjadi role model bagi gerakan mahasiswa di masa yang akan datang.

Selain Menpora dan Gubernur, tampak hadir Ketua Ikatan Alumni PMII Jatim Mujahid Ansori, Ketua Umum PMII Aminuddin Makruf, dan salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda. Sebanyak 2000 kader PMII dari seluruh cabang kabupaten dan kota hadir meramaikan pelantikan yang dirangkai dengan halaqah akbar ikatan alumni PMII. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Berita, Tokoh Hari Santri 2018

Prihatin Konflik, Kaukus Muda NU Sumedang Buka Kongkow Politik

Sumedang, Hari Santri 2018

Konflik horizontal bernuansa SARA di tengah masyarakat yang sekarang terkesan dipertontonkan secara terbuka membuat komunitas yang menamakan diri Kaukus Muda NU Sumedang prihatin. Sebagai upaya meredam fenomena ini, Kaukus Muda NU Sumedang mulai membuka wadah diskusi bertajuk Kongkow Politik.

Prihatin Konflik, Kaukus Muda NU Sumedang Buka Kongkow Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Konflik, Kaukus Muda NU Sumedang Buka Kongkow Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Konflik, Kaukus Muda NU Sumedang Buka Kongkow Politik

"Gerakan ini muncul sebagai bentuk kepedulian dari keresahan kondisi sosial yang saat ini kita hadapi, bagaimana sekarang konflik semakin meruncing dengan bermunculannya banyak isu. Kami khawatir jika ini terus dibiarkan akan semakin rusaknya tatanan sosial terutama dengan lunturnya nilai-nilai kebhinekaan dan toleransi," tandas Didi Suhrowardi salah seorang penggagas Kongkow Politik Kaukus Muda NU Sumedang, Senin (30/1) kemarin.

Dalam diskusi perdananya yang digelar di Aula PCNU Sumedang baru-baru ini, Kaukus Muda NU Sumedang menghadirkan narasumber seorang pakar geopolitik dan intelejen yakni Kang Ayif.

Hari Santri 2018

"Dari pemaparan beliau yang sudah mengenyam pendidikan doktoral di mancanegara, kegaduhan di Indonesia ini tidak lepas dari konstelasi geopolitik internasional yang memang tidak lepas dari kepanjangan tangan kepentingan asing," ulas Didi.

Menurut penelitian Kang Ayip, ada sebuah desain besar untuk memecah belah bangsa Indonesia dengan membenturkan elemen-elemen bangsa sendiri. Peperangan saat ini tidak seperti dulu, saling hadap-hadapan tentara asing dengan tentara pribumi. “Namun, sekarang sudah terjadi perang proxy atau menurut para pengamat intelejen disebut proxy war, perang dengan meminjam kepanjangan tangan orang, yang bertikai anak bangsa dan anak bangsa, namun yang diuntungkan pihak asing," paparnya.

Hari Santri 2018

Harusnya, dengan mengetahui kondisi seperti ini, semua elemen bangsa menyadari jangan malah terlena dan menjadi proxy atau alat kepentingan asing sebagai jalan masuk menguasai negeri ini. "Proxy banyak celah yang bisa dimanfaatkan, saat ini seperti isu SARA makin santer, TKA asing, isu komunisme dan lainnya. Untuk itu kami berdiskusi untuk memberikan pemahanan agar kita semua bisa bijaksana dalam bertindak menyikapi kondisi seperti ini. Harus menjadi penenang bukan malah semakin membakar kebencian dengan sesama anak bangsa," urainya lagi.

Dari pemaparan narasumber yang dihadirkan, ada indikasi Indonesia menjadi rebutan kepentingan asing. Antara kekuatan barat yang meminjam kepanjangan tangan Timur Tengah. "Tetapi bukan mereka sendiri yang bertikai namun lewat proxy proxy mereka yang ada di Indonesia, kami khawatir jika ini terus dibiarkan Indonesia bisa chaos seperti di Tunisia," katanya.

Setelah mengawali diskusi dengan tema geopolitik yang banyak direspon sejumlah kalangan pemuda dan aktivis di Sumedang, dalam waktu dekat lagi, Kaukus Muda NU akan kembali menggelar diskusi politik dengan kajian masalah budaya yang menghadirkan narasumber dari PB NU. (Rik/Ayi abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Budaya Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

Semarang, Hari Santri 2018

Konflik tak kunjung usai di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan berakhir bulan Agustus ini. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP PKB versi Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar.

"Saya sudah keliling Indonesia untuk memastikan hal ini. Akhir Agustus, konflik pasti selesai," kata Muhaimin kepada wartawan saat hadir pada acara Peringatan Ulang Tahun ke-140 Pondok Pesantren (Ponpes) Girikesumo di Desa Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Minggu (13/8)

Menurut mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini, hingga sekarang, sebagian besar elit maupun kalangan bawah yang terpecah akibat konflik tersebut, sudah menyatu kembali. Namun demikian, ia mengaku masih ada beberapa orang yang masih berbeda pandang.

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

"Kalau hanya satu atau dua orang yang masih mempermasalahkan, itu kan wajar. Yang jelas, sebagian besar sudah kembali," ungkap Muhaimin.

Wakil ketua DPR ini menyatakan kader PKB yang sebagian besar adalah orang Nahdlatul Ulama (NU) memang mudah berselisih paham. "Kata Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU, red), orang NU itu sering salah paham atau pahamnya yang salah," katanya disambut tawa 3 ribuan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU)

Hari Santri 2018

Muhaimin memproyeksikan pada tahun ini, konsolidasi internal ditargetkan selesai. Setelah itu, pihaknya mempersiapkan perekrutan kader baru dengan metode baru.

Pada tahun 2008, kader PKB yang terdiri dari basis pendukung utama (NU) dan basis baru bersiap menghadapi pemilu legislatif dan pilpres. Jika tak mampu menempati posisi pertama dalam perolehan suara pada pemilu mendatang, partai berlambang bola bumi ini diharapkan mampu menempati posisi kedua.

"Pada tahun-tahun mendatang, PKB akan menjadi partai terbuka, partai nasional. Tak beda dengan partai lain. Dengan cara seperti itu, PKB akan mampu menyerap kepentingan berbagai kalangan," terang Muhaimin.

Selain Muhaimin, hadir juga pada peringatan ulang tahun Ponpes Girikesumo itu sejumlah petinggi PKB dan NU yang menjadi pejabat publik, di antaranya, Menakertrans Erman Suparno, anggota DPR-RI Masduki Baidlowi, Cecep Syarifudin, Ketua PBNU Masdar Farid Mas’udi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Muhamad Adnan. (man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Olahraga, Kyai Hari Santri 2018

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Miami, Hari Santri 2018. Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - materi genetik yang diturunkan dari ibu seseorang - yang diambil dari gigi milik 58 orang dewasa dan 10 anak-anak di tiga pemakaman Italia yang sudah ada sejak periode kekaisaran menurut para peneliti dalam laporan mereka di Jurnal Current Biology.

Dua di antara jasad orang dewasa di kuburan itu, yang sudah ada sejak abad ke-1 dan ke-3, ditemukan memiliki bukti genom adanya malaria. Khususnya, itu adalah jenis parasit Plasmodium Falciparum yang menyebabkan malaria saat ini menurut para peneliti, Senin (5/12).

"Ada bukti tertulis panjang yang menggambarkan demam seperti malaria di zaman Yunani kuno dan Romawi, tetapi spesies malaria tertentu yang menyebabkan demam itu tidak diketahui," kata Stephanie Marciniak dari Pennsylvania State University.

"Data kami menegaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan Plasmodium Falciparum, dan parasit itu memengaruhi orang-orang di lingkungan ekologi dan budaya yang berbeda," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Hari Santri 2018

Malaria saat ini telah menewaskan hampir 450.000 orang setiap tahun, sebagian besar anak-anak berusia di bawah lima tahun. Para peneliti masih belum tahu seberapa besar kasus malaria yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi, termasuk apakah itu penyakit alami atau kasus impor sporadis.

Bukti DNA pertama terkait malaria di Romawi Kuno dideteksi pada 2001 pada kerangka anak yang menurut perkiraan berusia 1.500 tahun. Studi terkini menunjukkan malaria menyebar lebih luas dari yang diketahui sebelumnya.

Hari Santri 2018

"Malaria tampaknya patogen bersejarah bermakna yang menyebabkan banyak kematian di Romawi Kuno," kata penulis hasil studi Hendrik Poinar, Direktur Ancient DNA Centre pada McMaster University. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Berita, Olahraga Hari Santri 2018

Selasa, 14 November 2017

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Karanganyar, Hari Santri 2018. Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten? Karanganyar, Jawa Tengah, merupakan satu-satunya desa yang belum mempunyai ranting NU di Mojogedang. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu pelosok dan tertinggal, kecuali hanya berjarak sekitar 1 km dari pusat kecamatan.

Meskipun belum mempunyai organisasi NU secara resmi, warga Ngadirejo tetap bersemangat melestarikan tradisi dan praktik peribadatan ala warga NU pada umumnya (amaliyah nahdliyah), seperti shalawat-nariyahan, tahlilan, yasinan, dan acara tasyakuran dalam bentuk kenduri.

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap NU Meski Tanpa Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetap NU Meski Tanpa Organisasi

Hampir setiap RT di desa ini mempunyai jadwal rutinan pelaksanaan amaliah? tersebut. “Jadi pelaksanaannya digilir tiap rumah secara urut, dan waktunya setiap 35 hari sekali atau kalau orang Jawa menyebut selapan dino,” ujar Sukidi, warga Ngadirejo seusai acara tahlilan dan shalawatan di rumah salah satu warga, Kamis (19/9).

Hari Santri 2018

Masing-masing RT memiliki jadwal kegiatan tersebut yang tidak sama, sebagian melaksanakannya pada Jumat Legi, Jumat Kliwon, atau lainnya tergantung kesepakatan warganya.

Di balik semangat mereka melakukan amaliah tersebut, muncul kegelisahan di kalangan warga Ngadirejo karena mereka sendiri masih bingung mencari figur panutan dalam hal agama.

Hari Santri 2018

Mereka melakukan kegiatan itu karena memandang sebagai ibadah yang baik meski tanpa satu warga pun yang mengetahui dasarnya. Tak heran jika dengan mudah pula mereka akan terhasud oleh pemahaman lainnya.

“Ya saya orang NU dan amaliah yang biasa warga sini lakukan itu juga NU saya tau. Tapi kalau saya disuruh menunjukkan dasarnya, saya sendiri belum tau. Jadi sekarang ini sudah ada beberapa warga yang tidak mau ikut acara-acara seperti tahlil, yasin, kenduri karena mereka bilangin bid’ah,” tambahnya.

Sedangkan Kiai Mukti Ali sendiri selaku Ketua PCNU Karanganyar mengungkapkan bahwa memang di Ngadirejo belum ada ranting NU. Menurut dia, kondisi ini dikarenakan belum ada kader di desa tersebut.

“Desa Ngadirejo itu warganya masih gampang ajakannya, terutama dalam hal agama. Tapi sayang belum ada yang menjadi panutan dan belum ada kader NU yang mendirikan ranting,” katanya.

Kalaupun dirikan ranting, lanjut Mukti Ali, belum ada yang istiqamah tinggal di sana. “Jadi saat ini ada jama’ah (warga) tapi tanpa jam’iyah (organisasi),” paparnya saat ditemui Hari Santri 2018 di kediamannya Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Quote Hari Santri 2018

Sabtu, 30 September 2017

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

Temanggung, Hari Santri 2018. Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kader yang difokuskan untuk penanganan bencana, awal pekan ini (17/2), di Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung.

“Kami harus aktif mengambil peran untuk penanganan agar keberadaan kami bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Temanggung Yami Blumut.

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

Yami mengatakan, fungsi penting Banser antara lain melakukan fungsi sosial dengan mendarmabaktikan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. “Kader kami siap untuk diterjunkan menangani bencana,” terangnya.

Hari Santri 2018

Selain menolak ratifikasi konvensi pengendalian tembakau (FCTC), GP Ansor Temanggung juga mengaku sedang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, khususnya dengan menolak penggalian pasir di seluruh wilayah Temanggung. “Termasuk langkah pencegahan kami lakukan,” ujar pria yang anggota KPU Temanggung ini.

Menurut Yami, sudah sepatutnya pemuda NU terlibat dalam seluruh proses pembangunan dan dan penyelesaian permasalahan hidup di masyarakat. “Bukan untuk meresahkan mereka, tetapi untuk melindungi mereka, karena kita adalah bagian dari mereka,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Keprihatinan terhadap bencana yang secara beruntun terjadi di Temanggung juga dimiliki ormas atau komunitas lain. Di samping mengumpulkan donasi, mereka juga menerjunkan para relawan yang mereka miliki.

Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung Rozakul Yazid menambahkan, penanggulangan bencana telah dilakukan kelompok ini dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban Gunung Kelud dan pembersihan abu di sekitar kawasan umum. “Kami masih pemula, tetapi kami memiliki tekad yang kuat untuk membantu sesama,” katanya.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Temanggung, Edi Sumiharto mengatakan, kelompoknya telah melatih secara khusus para anggota untuk penanganan bencana. Dalam beberapa kejadian terakhir, organisasi sayap Muhammadiyah ini telah mengirimkan relawannya untuk penanggulangan bencana. (Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Fragmen, Warta Hari Santri 2018

Senin, 11 September 2017

Menag Pimpin 2000 Rohis Ucapkan Ikrar Sebarkan Islam Damai

Jakarta, Hari Santri 2018 - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin lebih dari dua ribu pengurus Rohani Islam (Rohis) seluruh Indonesia untuk mengucapkan ikrar kebangsaan guna menyebarkan ajaran Islam yang damai, toleran dan cinta tanah air. Para Rohis itu hadir dari SMA/SMK seluruh Indonesia untuk mengikuti Perkemahan Rohis Nasional II di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur, 2-3 Mei 2016.

Ajakan ikrar itu disampaikan di tengah-tengah pidato sambutan menteri agama pada acara pembukaan Perkemahan Rohis Nasional II, Selasa (3/5). Ia menyampaikan tiga pertanyaan kepada lebih dari dua ribu pengurus Rohis yang merupakan organisasi keagamaan Islam yang berada di bawah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) itu.

Menag Pimpin 2000 Rohis Ucapkan Ikrar Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Pimpin 2000 Rohis Ucapkan Ikrar Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Pimpin 2000 Rohis Ucapkan Ikrar Sebarkan Islam Damai

“Bersediakah anak-anakku para Rohis menjadikan Rohis sebagai wadah untuk menumbuhkembangkan Islam yang damai dan toleran? Bersediakah anak-anakku para Rohis menjadi pelopor dalam mengampanyekan Islam yang rahmatan lil ‘alamin? Bersediakah anak-anakku para Rohis menjadi pelopor bagi generasi muda untuk mencintai negeri kita ini?” Spontan para rohis menjawab, “Bersedia!”

Hari Santri 2018

“Anak-anakku para Rohis dari seluruh Indonesia, pertanyaan tersebut sengaja saya sampaikan karena saya ingin memastikan bahwa anak-anak Rohis adalah anak-anak yang cerdas, cinta damai, cinta tanah air, dan pelopor Islam yang memberikan rahmat kepada semua,” kata Menag yang hadir disambut perwakilan siswa dari 33 provinsi yang mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.

Hari Santri 2018

Ia menyampaikan, pihaknya seringkali mendengar informasi miring yang menyebutkan bahwa Rohis adalah tempat yang mudah untuk disusupi oleh gerakan-gerakan Islam yang tidak toleran, dan anti NKRI. Kecintaan anak-anak Rohis pada agama, dan kepribadian yang masih labil adalah alasan mereka menarget para Rohis ini sebagai wadah gagasan intoleran mereka

Karena itu ia meminta para Rohis untuk benar-benar serius dalam mempelajari agama, jangan cepat puas dengan ilmu yang diperoleh, dan jangan mudah larut dengan pengajaran agama yang sempit, kaku, dan mudah menghakimi orang lain yang berbeda sebagai sesat atau kafir.

a

“Ingatlah, bahwa ilmu Allah itu luas. Bahkan jika air laut dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah tidak akan pernah cukup menuliskan ilmu Allah yang tanpa batas itu,” tegasnya.

Ditambahkan, para pendiri bangsa ini seperti Soekarno, Mohammad Hatta, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan dan yang lainnya telah memberikan contoh kepada kita semua, bahwa mereka adalah pribadi yang sangat menghargai keragaman.

“Negeri kita ini bisa berdiri dengan kokoh dan rukun karena mereka tidak mudah menyalahkan yang lainnya. Sikap menghargai keragaman itulah yang harus diteladani di tengah masyarakat kita yang majemuk,” tambahnya.

Sementara itu kegiatan Perkemahan Rohis Nasional II dihadiri para pejabat di lingkungan Direkturat Jenderal Pendidikan Islam, kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh indonesia, para kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dari seluruh Indonesia dan para pembina dan pendamping rohis dari seluruh Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita Hari Santri 2018

Sabtu, 19 Agustus 2017

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

Pontianak, Hari Santri 2018



Ribuan peserta khatamal Al-Quran massal di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, melakukan pawai dari Jalan Sutoyo menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak memeriahkan peringatan Isra Miraj di kota itu.

"Alhamdulillah antusias anak-anak untuk mengikuti pawai dan khataman Al-Quran secara massal ini sangat tinggi sehingga pesertanya cukup membludak," kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pontianak, Ahad.

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

Ia menjelaskan, awalnya ada sekitar seribuan anak yang mendaftar untuk mengikuti khatamal Al-Quran secara massal ini, tetapi begitu pelaksanaannya, pesertanya membludak hingga seribuan lebih dari enam kecamatan yang ada di Pontianak.

Ribuan peserta pawai dan khataman Al-Quran secara massal tersebut memakai pakaian adat Melayu, yakni Telok Belanga dan pakaian Muslim dalam memeriahkan khataman Al-Quran tersebut.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji menyatakan, khataman Al-Quran yang digelar secara massal dan melibatkan ribuan peserta ini merupakan pertama kalinya digelar di Kota Pontianak.

"Dengan khataman Al-Quran itu diharapkan masyarakat membudayakan membaca Al-Quran di rumah-rumah dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Mempertahankan tradisi khataman Al-Quran bertujuan agar tidak hilang dan terus dilestarikan. Selain itu, juga bisa menjadi penangkal bagi oknum yang berupaya menggerus nilai dari keagungan Al Quran, kata Sutarmidji.

"Khataman Al Quran mesti terus dilestarikan, agar bisa sebagai penangkal bagi segelintir orang yang berusaha menggerus nilai A -Quran," kata Sutarmidji. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Lomba, Berita Hari Santri 2018

Kamis, 15 Juni 2017

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Jakarta, Hari Santri 2018. Ilmu dan pemikiran yang dimiliki oleh para kiai dan ulama pesantren seharusnya lebih banyak didokumentasikan dalam bentuk tulisan yang bisa dilacak lintas generasi.

“Para kiai adalah orang yang murah hati untuk membagikan ilmunya, tetapi waktunya kan terbatas dan tak semua orang memiliki waktu. Karena itu penulisan pemikiran menjadi sangat penting,” tandas Mohammad Sobary dalam acara launching Majalah Mata Air di Jakarta, Kamis malam.

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Menulis Kalangan Pesantren Perlu Ditingkatkan

Menurutnya jika tradisi menulis ini memiliki akar yang kuat, maka jejak pemikiran para ulama dan kiai NU akan terlacak sampai masa yang panjang. “Jika ini bisa dilakukan, maka akan banyak menteri-menteri yang datang dari NU,” imbuhnya.

Dikatakannya bahwa kiai NU lebih banyak menjalani kesalehan pribadi dengan menjalankan ritual-ritual keagamaan, namun ini akhirnya menjadi kemewahan pribadi dan menjadi kemubadziran sosial.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Raudhatut Thalibien KH Mustofa Bisri tidak sepakat dengan pendapat Kang Sobary kalau para kiai tidak memiliki tradisi menuliskan pemikirannya.

Hari Santri 2018

Mustasyar PBNU ini mencontohkan KH Bisri, kakeknya, meskipun setiap hari mengajar 39 kitab, setiap malam masih sempat menulis. Demikian juga para sesepuh NU seperti KH Hasyim Asy’ari juga suka menulis diwan atau puisi sampai dengan KH Ali Ma’sum, mantan rais aam PBNU. “KH Hamid Pasuruan itu juga sastrawan, tapi tertutup oleh kewaliannya,” paparnya.

Menurutnya permasalahan turunnya tradisi penulisan dikalangan NU terjadi ketika muncul teknologi speaker yang menyebabkan aktifitas para kiai lebih banyak tersita untuk berdakwah secara oral.

Namun demikian, tradisi penulisan belakangan ini mulai berkembang lagi. Diberbagai pesantren saat ini banyak anak-anak muda yang sudah mampu menulis dengan bagus. Ia juga mencontohkan Pesantren Lirboyo saat ini telah memiliki penerbitan majalah yang dikelola secara bagus dan terbit secara rutin dengan nama Miskat. “Jangan sampai yang di Jakarta kalah sama santri di daerah,” tandasnya memberi semangat. (mkf)



Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 29 Maret 2017

Ada Kebakaran di Pusat Bersejarah Jeddah, 60 Orang Dievakuasi

Jeddah, Hari Santri 2018 - Insiden kebakaran terjadi di pusat bersejarah di Distrik Al-Balad, Jeddah, Arab Saudi. Si jago merah melalap enam bangunan, tiga di antaranya ambruk, serta menyebabkan 60 orang harus dievakuasi.

Seperti dilaporkan Arab News, peristiwa tersebut berlangsung Selasa (15/8) malam waktu setempat. Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran telah bergerak menyelamatkan korban.

Ada Kebakaran di Pusat Bersejarah Jeddah, 60 Orang Dievakuasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Kebakaran di Pusat Bersejarah Jeddah, 60 Orang Dievakuasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Kebakaran di Pusat Bersejarah Jeddah, 60 Orang Dievakuasi

Walikota Distrik Al-Balad Sami Nawar mengatakan, keenam bangunan terdampak bernama Al-Qumsani, Al-Ashmawi, dan Abdel-Aal. Sedangkan ketiga lainnya belum dirilis.

Lebih dari sepuluh tim pemadam kebakaran dan penyelamat dari Direktorat Pertahanan Sipil Jeddah berupaya menaklukkan kobaran api. Menurut Nawar, pukul 10 malam, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan sekitar 80 persen api.

Hari Santri 2018

Al-Balad adalah pusat bersejarah Jeddah dan pintu gerbang utama menuju kota suci Makkah dan Madinah. Jeddah adalah daerah yang sangat sibuk di musim haji. Di kota terbesar kedua di Arab Saudi ini juga terdapat bandara terkenal King Abdul Aziz. (Red: Mahbib)

Hari Santri 2018



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock