Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak

Oleh Setya Indra Arifin

“Menjadi anak” di abad 21 tampaknya memang terlalu sulit untuk dijalani. Hari-hari yang dipenuhi oleh berbagai tugas belajar yang menumpuk, ditambah dengan kewajiban mengikuti les privat di luar kegiatan sekolahnya, serta harapan orang tua masa kini yang terlalu “muluk-muluk” tentang masa depan anaknya, rasanya semakin melengkapi kesulitan yang dialami anak zaman sekarang. Tak heran jika “menjadi anak” di abad 21 justru membuat anak semakin kehilangan sifat kekanak-kanakannya.

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Full Day School dalam Kacamata Hak Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak

Sifat anak yang tak pernah berubah dari sejak dahulu sampai sekarang adalah kesukaannya pada kegiatan bermain. Terlepas dari jenis permainan apa yang disukainya, bermain adalah sesuatu yang hakiki yang tidak akan pernah hilang dari keberadaan seorang anak di muka bumi. Oleh karenanya, lepas dari konteks sosio-kultural tertentu dari suatu masyarakat terkait antara lain bagaimana model pendidikan yang diterima anak, kebutuhan anak untuk bermain tetap tidak boleh dihilangkan atau bahkan dikurangi sedikit pun oleh alasan apa pun.

Potensi pada munculnya pembatasan terhadap imajinasi dan keinginan (yang biasanya diwujudkan dalam cita-cita) murni yang muncul dari si anak, kenyataannya memang sulit untuk dihindarkan. Namun setidaknya, hal itu dapat diterima mengingat kondisi khusus anak yang masih perlu mendapat arahan dan bimbingan sehingga membuat pendidikan yang diterima oleh anak tetaplah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, terutama dan khususnya pendidikan dan bimbingan dari orang tua.

Hari Santri 2018

Pada satu sisi, tulisan ini barangkali akan terlihat begitu berpihak pada kebebasan anak dalam menentukan sikapnya. Namun di sisi yang lain, oleh sebab pendidikan merupakan sesuatu yang juga tak bisa dikesampingkan secara mendasar, maka pada akhirnya gagasan yang hendak ditawarkan bukan sama sekali terlepas dari kenyataan akan peran penting institusi pendidikan dalam membangun karakter anak untuk menjadi pribadi yang baik dan berguna kelak bagi masyarakatnya di masa yang akan datang. Hanya saja perlu sekali lagi digarisbawahi bahwa bermain adalah hak paling asasi yang wajib terpenuhi bagi anak di manapun mereka berada.

Hari Santri 2018



Pembuat Kebijakan Lupa Masa Kanak-Kanaknya?


Sebagaimana telah dikemukakan di awal bahwa pada saat ini, banyak hal yang membuat sifat kekanak-kanakan pudar dari kehidupan seorang anak. Bukan karena alasan yang bisa dianggap alamiah terjadi, namun karena sesuatu yang berada di luar dirinya yang pada akhirnya memaksa si anak untuk sulit mempertahankan sifat dasarnya. Berbagai bentuk pemaksaan kehendak pribadi anak, adalah bentuk paling konkret dari pelanggaran terhadap hak anak dalam memperoleh kegembiraan dari proses bermain.

Hak untuk bermain secara internasional diatur dalam Konvensi Hak Anak maupun secara konstitusional, telah diatur pula di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Secara tegas dalam salah satu pasal dalam peraturan tersebut mengatakan bahwa, “Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri”.Sehingga pengakuannya, tidak lagi sekadar menjadi pengakuan yang umum hadir di masyarakat, namun juga membutuhkan pengakuan dari Negara dalam hal ini Pemerintah, selain juga kewajiban bagi negara/pemerintah itu untuk melakukan perlindungan dan pemenuhan atasnya. Konsekuensi terhadap kewajiban dan tanggung jawab dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak, sama persis layaknya kewajiban dan tanggung jawab di dalam menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia. Hal ini didasari oleh kesadaran akan peran penting seorang anak dalam membangun masa depan yang lebih baik. Sebagai generasi yang dalam dirinya tersemat tugas-tugas peradaban dalam berbagai bentuk tanggung jawab yang menantinya di masa yang akan datang, membuat kedudukan seorang anak sangatlah penting dan tak boleh dihiraukan.

Perlu pula disadari bahwa keterkaitan antara tugas pemenuhan hak anak dan hak asasi manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Keberadaan hak asasi manusia haruslah integral dengan keberadaan hak asasi anak. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa dalam melakukan pemenuhan terhadap hak asasi manusia, maka hak anak adalah sesuatu yang juga bahkan terlebih dahulu wajib terpenuhi.

Terkait dengan hak anak untuk bermain, barangkali mula-mula kita semua terlebih dahulu harus jujur bahwa kita semua lahir di dunia dengan terlebih dahulu melalui masa kanak-kanak itu. Oleh karenanya tanpa perlu diragukan lagi, mengakui dan melindungi serta melakukan pemenuhan atasnya sudah barang tentu adalah kewajiban kita semua, bukan hanya Negara. Negara manapun tak terkecuali, memiliki kepentingan dan kebutuhan yang sama untuk menyelamatkan generasi yang akan datang dari kehancuran. Hanya saja, usaha itu tetap harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak. Dan kepentingan terbaik yang paling mungkin dan sangat mudah untuk dilihat adalah kepentingan dan kebutuhannya akan bermain.

Kita boleh saja mengesampingkan kehadiran dan kedudukan anak dalam kehidupan kita. Hanya saja barangkali proses kehidupan yang pernah dan telah kita alami, tak ada ubahnya dengan proses kelam yang berisi pemaksaan terhadap anak dan penghilangan atas hak asasi pribadinya yang paling hakiki, yaitu bermain. Jika ada istilah “masa kecil kurang bahagia”, mungkin saja itu adalah ungkapan paling tepat yang bisa digunakan dalam menilai berbagai bentuk sikap maupun kebijakan negara yang sama sekali tidak mau mengakui? hak anak untuk bermain. Maka mungkin saja, berbagai bentuk kebijakan negara yang notabene berkewajiban dan bertanggung jawab penuh terhadap pengakuan mendasar pada hak anak, adalah kebijakan yang ditelurkan dari mereka yang masa kecilnya merupakan korban pemaksaan kehendak orang tuanya. Mungkin saja mereka yang pada masa kanak-kanaknya, tidak pernah diberi kesempatan untuk bermain dan bergembira layaknya seorang anak pada umumnya. Atau mungkin saja, mereka hendak melupakan masa kanak-kanaknya yang penuh kegembiraan dan permainan.



Pengabaian atas Hak Anak untuk Bermain


Dalam konteks pemenuhan hak asasi manusia, pengabaian terhadapnya adalah merupakan bagian dari pelanggaran terhadap hak asasi manusia itu sendiri. Jika tanggung jawab dan kewajiban atas pemenuhan tersebut salah satunya dan terutama berada pada institusi negara, maka setiap kebijakan dan tindakan apapun dari pemerintah negara yang bersangkutan, yang secara hakiki hendak atau bahkan telah mencerabut hak asasi dari seorang manusia, adalah bentuk pelanggaran yang tak bisa dibiarkan terjadi.

Jika dalam beberapa waktu yang lalu, kebijakan full day school telah ditelurkan negara dalam melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi hak dasar di bidang pendidikan, maka kewajiban tersebut senyatanya telah bertentangan dengan kewajibannya yang lain dalam pemenuhan hak untuk bermain yang tak kalah mendasarnya. Silakan saja berdebat tentang perlu atau tidak perlunya seorang anak bermain dengan bebas. Namun perlu dipertimbangkan, salah seorang psikolog anak dan remaja bahkan pernah memberikan gambaran terkait waktu ideal yang efektif bagi seorang anak untuk belajar adalah maksimal 2 (dua) jam.

Meski kemudian, sah-sah saja bagi kita mengatakan bahwa bermain dapat dilakukan dengan mengemas bentuk permainannya dengan kemasan “belajar”, tetap saja, kewajiban asasinya untuk bermain dan bukan semata-mata untuk belajar, tetap menjadi prioritas yang tak bisa dikesampingkan. Atau kiranya bagi kita, hal ini sebetulnya dapat saja diselesaikan dan dijawab dengan pertanyaan sederhana, “jika Anda seorang anak yang seharian penuh harus menjalani proses pendidikan di sekolah tanpa diberi kesempatan sedikitpun untuk beristirahat sejenak dan berganti pakaian bebas di rumah sehingga Anda bisa bebas pula untuk memilih permainan apa yang hendak Anda mainkan, bahagiakah Anda sebagai seorang anak?”.Jika Anda seorang anak, tampaknya semua dari kita harus mengakui bahwa kita akan sangat mungkin bosan. Kalaulah selepas itu, kita sebagai seorang anak memiliki kewajiban untuk mengaji di sekolah-sekolah Arab (madrasah diniyah) ataupun jika memang harus dibarengi dengan semacam bimbingan belajar (les) di luar kegiatan sekolah,

setidaknya, kita sudah sempat makan di rumah, berganti pakaian, istirahat sejenak, menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta, lalu pergi dari rumah untuk kembali menuntut ilmu dengan gembira, bukan dengan kelelahan dan kebosanan.

Penulis adalah Peneliti Satjipto Rahardjo Institute (SRI), Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Makam Hari Santri 2018

Kamis, 22 Februari 2018

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam

Jombang, Hari Santri 2018 - Kawasan kampus dan Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqo (PPUW) Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ahir-ahir ini tampak berbeda dengan keberadaan pesantren dan kampus-kampus yang lain. Area dua lembaga tersebut terus dalam pengawalan dan pengawasan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) asal mahasiswa dan santri di pesantren setempat.

Setiap hari, beberapa Banser secara bergiliran menempati pos-pos yang sudah disediakan di depan kampus dan di samping pesantren tersebut. Mereka dengan seragam Bansernya terlihat gagah mengatur jalur kendaraan dan jalan raya yang dilintasi ratusan mahasiswa dan santri.

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam

Asnoto, salah seorang anggota Banser asal Madura mengungkapkan bahwa anggota Banser yang terhimpun di pesantren UW sudah mencapai puluhan anggota Banser dan nyaris 100. Mereka bertugas sesuai waktu dan tempat yang ditentukan pesantren, hingga dalam waktu 24 jam pos sebagai tempat mereka bertugas dipastikan tidak kosong dan terkoordinir.

Hari Santri 2018

“Kalau saya mulai pukul dua siang hingga sore nanti, kemudian diganti oleh anggota yang lain,” katanya kepada Hari Santri 2018, saat ditemui di pos Banser depan kampus, Selasa (15/3) siang.

Selain bertugas penjagaan lalu lintas, mahasiswa semester 6 itu menambahkan bahwa peran Banser di pesantren ini juga sebagai tim pengamanan di setiap kegiatan yang diselenggarakan pesantren setempat. “Seperti kegiatan-kegiatan di pondok pesantren,” ujarnya.

Saat ada jadwal tugas kebanseran, puluhan anggota Banser itu tetap tak mengenyampingkan jam kuliah dan aktivitas-aktivitas di pondok pesantren, meraka bisa membagi waktu dengan sebaik mungkin hingga tak ada waktu terbuang sia-sia. Soal mendapat fasilitas dan kebutuhan makan di setiap harinya, mereka tidak mempermasalahkan. “Kadang dua kali makan, tapi kebanyakan satu kalinya, dan saya tidak mempermasalahkan itu” katanya.

Hari Santri 2018

Ke depan, kata Asnoto pesantren ini akan terus memperbanyak kader Banser. Sejumlah tugas-tugasnya akan dioptimalakan sebagaimana peran mayoritas Banser. “Kalau ada diklat atau pelatihan-pelatihan lagi pondok ini akan terus mengirim santri-santrinya,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta Hari Santri 2018

Senin, 19 Februari 2018

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Jakarta, Hari Santri 2018

Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) Kementerian Agama menjalin kesepakatan bersama Univance Co. untuk memberikan kesempatan magang kepada para siswa madrasah. Univance Corporate merupakan perusahaan asing milik Jepang yang bergerak di bidang produksi mesin dan peralatan transportasi. Perusahaan ini memiliki cabang di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.?

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Sinergi ini berawal dari inisiatif ? Ditpenmad berkunjung ke kantor Univance Co. di Jepang untuk melakukan penjajakan kerjasama. Selang sebulan, tepatnya Jumat (11/03) kemarin, giliran pihak Univance Co. yang gantian berkunjung ke Kantor Kementerian Agama.?

Kunjungan rombongan Univance Co. yang dipimpin oleh presiden Univance Co, Kenzuke Tani, diterima langsung ? oleh Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan dan jajarannya. ? Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan dari PT Univance Indonesia.?

Ditemui usai pertemuan, M. Nur Kholis mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama sudah mulai mengerucut. Menurutnya, Kenzuke Tani menilai ada kesamaan platform antara Univance Co. dan madrasah. Dalam budaya organisasi Univance Co., nilai-nilai kejujuran, akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sangat dikedepankan. Begitu juga dalam tradisi pendidikan madrasah.?

Hari Santri 2018

“Hal ini menjadi kata kunci penting dalam kerjasama ini,” terang M. Nur Kholis, Sabtu (12/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dalam pertemuan itu, Univance Co. meminta agar Direktorat Pendidikan Madrasah ? segera merekomendasikan nama-nama madrasah yang siswa-siswinya akan magang/PKL di PT Univance Indonesia di Purwakarta.?

Hari Santri 2018

“PT Univance Indonesia akan menyiapkan secara teknis pelaksanaanya, termasuk persyaratan minimal peserta magang/PKL, pembiayaan, tempat tinggal dan waktu pelaksanaanya. Semuanya akan dikoordinasikan dengan tim teknis Direktorat Pendidikan Madrasah,” jelas ? Nur Kholis.

Sementara itu, tim teknis Ditpenmad akan menjaring ? calon-calonnya dan menyiapkan skema ? pembiayaan tranportasi pulang pergi peserta dari tempat asal ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Dikatakan M. Nurkholis, sebagai piloting project, Ditpenmad ? akan memprioritaskan siswa-siswi madrasah yang berada di Jawa terlebih dahulu.?

“Dalam waktu dekat ini, MoU akan segera ditandatangai oleh kedua belah pihak dan Direktorat Pendidikan Madrasah akan berkunjung ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Mudah-mudahan program magang ini pada ? bulan Juli sudah bisa dimulai,” tembahnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Amalan, Kiai Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Hari Santri 2018

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Hari Santri 2018

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Daerah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Pasuruan, Hari Santri 2018

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut santri pesantren sebagai orang-orang yang ikhlas, gigih dan tidak manja. Mereka didik untuk menjadi generasi yang kuat dan tidak mudah mengeluh.

"Santri ketika mondok, tidak pernah memikirkan nanti setelah lulus mau menjadi apa? Kerja apa? Nanti makanya dari mana ya? Punya mobil berapa ya? karena santri merupakan orang sederhana dan ikhlas," katanya saat memberi taushiyah pada pembukaan Silatnas Ayo Mondok di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jumat (13/5) malam.

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Santri pesantren, lanjut Kang Said, didik untuk menjadi generasi yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain.Jiwa kemandirian ini yang menjadikan santri memiliki nilai lebih dari yang lainya.

"Santri ketika pulang dari pesantren harus mandiri. Tidak perlu jungkir balik ingin menjadi PNS, santri akan cari makan sendiri," katanya.

Lebih lanjut pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Jakarta itu menjelaskan, Di pesantren, hubungan persaudaraan santri dengan santri lainya terjalin sangat kentaldan kuat. Sistem pendidikan pesantren mampu menyamakan status sosial dan latar belakang dari mana santri itu berasal.

Hari Santri 2018

"Persaudaraan antar santri terjalin dengan ikhlas dan kuat. Persaudaraan terjalin bukan karena kepentingan. Semua didasari keihklasan," tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Said meminta para santri untuk lebih tekunbelajar agama dan selalu optimis dan percaya diri. Sebab, lulusan pesantren akan menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat.

"Para santri yang bisa baca kitab kuning, nanti dengan sendirinya akan dicari oleh masyarakat. Para ulama, pemikir yang hebat,semuanya dari pesantren," pungkasnya.

Hari Santri 2018

Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Ayo Mondok resmi dibuka oleh Gubernur Jatim H Soekarwo. Acara yang akan digelar hingga Ahad (15/5) ini dihadiri oleh seluruh pengurus RMINU se-Indonesia. Beberapa poin dibahas dalam acara ini, seperti peran alumni pesantren, sistem informasi pesantren, peran ekonomi pesantren, program pesantrenku bersih dan road map gerakan Ayo Mondok. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Kajian Sunnah, Warta Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang IPPNU Jakarta Pusat merekrut 50 pelajar putri di Jakarta Pusat sebagai kader muda NU. Perekrutan kader IPPNU digelar di kantor Kecamatan Menteng, jalan Pegangsaan Barat nomor 14, Jakarta Pusat, Ahad (17/2).

Lima puluh pelajar putri dari pelbagai kecamatan di Jakarta Pusat, mengikuti masa kesetiaan anggota, makesta. Mereka memasuki makesta sebagai jenjang paling dasar dalam proses kaderisasi IPPNU.

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Demikian dikatakan Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat Siti Syarifa Amini kepada Hari Santri 2018 per telepon, Senin (18/2) siang.

“Penggalakan kaderisasi di Jakpus diperlukan untuk melibatkan pelajar putri NU secara aktif dalam mengabdi di tengah masyarakat. Karena, mereka pada dasarnya merupakan warga NU secara kultural,” kata Siti Syarifa Amini.

Menurut Syarifa, dalam membangun pelajar di Jakarta, IPPNU tidak cukup hanya melakukan pendekatan terhadap mereka. IPPNU juga perlu mendekati pihak sekolah dan majelis taklim orang tua. Karena, pendekatan itu memudahkan gerakan IPPNU dalam menyehatkan pelajar di Jakarta dari segala kegiatan negatif.

Hari Santri 2018

Sebagai tindak lanjut dari kaderisasi, PC IPPNU Jakpus ikut mengawal dan menggiatkan potensi pelajar yang berkembang di tiap kecamatan di Jakarta Pusat, tambah Syarifa.

Makesta IPPNU Jakpus dihadiri oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dan Ketua PW IPPNU Jakarta. Sementara, perangkat desa termasuk Camat Menteng merespon baik kegiatan positif IPPNU.

Hari Santri 2018

Sedangkan Farida dalam sambutan makesta seperti dikutip Syarifa mengharapkan kader IPPNU Jakpus sanggup menunjukkan diri sebagai kader militan IPPNU yang berakhlakul karimah sesuai dengan paham aswaja NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Anti Hoax Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

Hari Santri 2018

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock