Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

Way Kanan, Hari Santri 2018 

Peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung di Pesantren Assiddiqiyah 11 mulai 25 April 2016 mengaku bertambah wawasan dengan mengikuiti program utama Yayasan Mata Air tersebut, diantaranya memahami penghormatan akan keberagaman.

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

"Setelah menyaksikan dokumentasi Gus Mus dari acara Mata Najwa yang ditonton bersama, saya semakin banyak sekali mendapat wawasan, bahkan dapat mengetahui apa itu toleransi antaragama," ujar Rio Irawan, di Gunung Labuhan, Ahad (1/5).

KH Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus adalah seorang ulama dan budayawan yang lahir di Rembang Jawa Tengah 10 Agustus 1944. "Dakwah yang dilakukan Gus Mus sangat baik," kata Rio lagi.

Dalam dokumentasi tersebut, Gus Mus menakutkan zaman sekarang akan kembali pada zaman Habil dan Qobil. "Semangat mengajar Gus Mus dengan dakwah memanusiakan manusia sangat luar biasa," paparnya.

Hari Santri 2018

Rio menambahkan, dirinya saat ini dapat mengetahui jika Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi asli kiai-kiai dari pesantren yang memiliki semangat kebangsaan yang luas sebagaimana disampaikan Gus Mus.

Hari Santri 2018

Selain memberikan pelajaran ilmu akademik lima hari dalam seminggu, bimbingan ruhani istiqomah dan mengajarkan kecakapan hidup seperti ilmu jurnalistik dibimbing Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto. BPUN, juga mendiskusikan keteladanan dan inspirasi dari sejumlah tokoh, seperti Mooryati Soedibyo, Dian Sastrowardoyo, Jenderal Hoegeng, serta tokoh-tokoh internal NU seperti,  Hadratus Syekh Hasyim Asyari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Gus Mus guna menambah wawasan dan memotivasi peserta yang dikarantina selama satu bulan penuh di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.

"Mars pertama GP Ansor jelas bunyinya, darah dan nyawa telah kuberikan. Apa yang kami lakukan dengan menggelar BPUN masih jauh dari larik pertama mars pemuda NU, tapi itu penegasan bahwa menjadi kader harus siap berbuat positif bagi organisasi dengan perbuatan," ujar Gatot menambahkan. (Firman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 24 Februari 2018

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang

Oleh Nur Ahmad

Martin van Bruinessen menyebutkan bahwa di kalangan para kiai muda sezamannya, Kiai Soleh Darat Semarang (1830-1903 M) terkenal dengan julukan Al-Ghaz?l? As-?hag?r (Imam Al-Ghazzali Kecil), (Lihat Bruinessen, “Saleh Darat,” dalam Dictionnaire Biographique Des Savants et Grandes Figures Du Monde Musulman Périphérique, Du XIXe Siècle À Nos Jours, ed. Marc Gaborieau et al., vol. 2 (Paris: CNRS-EHESS 1998: 25-26.) Menurut penulis, yang telah meneliti karya-karyanya untuk studi skripsi dan tesis, hal ini adalah “wajar” baginya. Sebagaimana telah dilakukan Imam Al-Ghazali (w 505 H), Kiai Soleh menekankan aspek ketunggalan yang tak terpisahkan antara syariah dan tarekat di dalam menjalankan Islam.

Selain itu, Imam Al-Ghazali selalu menjadi rujukan utama dalam seluruh karya Pegon Kiai Soleh. Lalu, faktor-faktor apa yang melahirkan ide penyatuan antara dimensi syariah (ritual) dan tarekat (mistik)?

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang

Kiai Soleh mengindikasikan bahwa ia menyadari debat yang terjadi antara kiai ahli syariah dan ahli tarekat di masanya. (Soleh As-Samarani, Sab?l Al-‘Ab?d: 210)  Di sana terlihat jelas ia berusaha kuat mencegah orang-orang di zamannya yang secara berlebihan mencerca (condemn) para penganut tarekat. (Soleh As-Samarani, Minh?jul Atqiy?’: 210). Meskipun begitu tidak ada catatan bahwa ia dibaiat (initiated) dalam salah satu tarekat. Bahkan walaupun jika secara lahirnya seorang guru tarekat itu bodoh hal-hal fikih, dalam hal mengajarkan praktik tarekat mereka mendapat legitimasi kuat karena telah menerima ajaran tersebut dari guru ke guru bersambung hingga Rasulullah SAW. Posisi ini berbeda dari koleganya di Mekkah, Kiai Nawawi Banten, yang digambarkan oleh salah satu disertasi dengan sikap netralnya terhadap organisasi tarekat. (Sri Mulyati, 1992: 38).

Hari Santri 2018

Faktor lain yang mendorong lahirnya sikap harmonisasi syariah-tarekat adalah usahanya untuk melindungi masyarakat awam dari kesesatan ajaran dari sebagian komunitas Jawa yang mengabaikan ajaran syariah dan mempelajari tarekat semata. Dalam konteks inilah kita membaca larangan Kiai Soleh terhadap masyarakat awam membaca suluk-suluk yang disusun oleh ahli tarekat-mistik Jawa, terutama yang mengajarkan untuk meninggalkan sembahyang wajib lima waktu. (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27). Ajaran ini juga dikhawatirkan Kiai Soleh mengantarkan seseorang memercayai bahwa jiwa mereka adalah Tuhan itu sendiri, salah satu pemahaman yang dinilai keliru dari wa?datul wuj?d. (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 26).

Oleh sebab itu, beliau menilai penting sekali menjauhkan masyarakat awam dari mengkaji kitab-kitab wa?datul wuj?d, misalnya Tu?fatul Murs?lah and Al-Ins?nul Kam?l.  (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27). Tampaknya hal ini bukan karena isinya, karena ia tidak membicarakan konten, tapi dampaknya terhadap orang-orang awam. Dalam konteks ini ia berfatwa bahwa mencuri dan berzina jauh lebih baik daripada mengkaji yang diperuntukkan bagi para elit (khaww?) (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27) . Jika para awam keliru dalam memahami kitab-kitab itu, maka mereka bisa tersesat jauh di mana mereka yakin menuju yang kebenaran. Kerusakan akal! Sedangkan jika mereka terjerumus ke perzinahan atau pencurian, kekeliruan itu terjadi adalah di ranah kerusakan moral.

Hari Santri 2018

Faktor paling penting dari lahirnya tendensi ini adalah sederhana. Hakikat Islam itu mencakup bagian kulit (exterior) dan bagian dalam (interior). Bagian terdalam dari yang terdalam ini adalah haq?qah. Seluruhnya tidak dapat dipisahkan. Bagi Kiai Soleh mereka diibaratkan seperti perahu, lautan, dan mutiara yang menjadi simbol bagi hubungan antara Isl?m, ?m?n and I?s?n.   (Soleh As-Samarani, Minh?jul Atqiy?’: 43-45).

Konsep ini meniscayakan tingkatan makna dalam setiap ritual ibadah. Ambil sebagai contoh ajaran beliau tentang sembahyang. Selagi mendukung pentingnya aturan-aturan praktikal dalam shalat, Kiai Soleh menekankan agar orang yang shalat (mushalli) merefleksikan dirinya dalam setiap gerakan shalat. Soleh as-Samarani, Fa?latan (Singapore: Matba’ Haji Muhammad Amin, 1897). Lebih lanjut beliau mengajarkan bahwa sangat penting seseorang sebelum shalat berwudhu untuk mensucikan “kotoran” badan dan batin. (Soleh As-Samarani, La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h dan Fa?latan: 2).

Simpulannya adalah Kiai Soleh benar-benar sadar akan kondisi masyarakat awam di masa itu yang membutuhkan “ortodoksi” dalam melaksanakan ibadah. Ortodoksi ini bukan seperti yang dikesankan oleh sebagian peneliti muda bahwa ia dipengaruhi oleh Wahhabisme, tetapi ia dimotivasi oleh keterikatan erat dirinya dengan ajaran-ajaran Imam Al-Ghazali.

Ditambah lagi, ia juga didorong oleh kenyataan ajaran-ajaran yang menyimpang dari sebagian komunitas Jawa dalam memahami wa?datul wuj?d, yaitu dengan memutus tali rantai Isl?m, ?m?n and I?s?n. Kiai Soleh menekankan kembali bahwa ketiganya tidak terpisahkan satu sama lain.

*) Wakil Sekretaris PCINU Belanda. Kini ia tengah mengejar master di Vrije University Amsterdam dengan tesis Ajaran Tasawuf Kiai Soleh Darat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Hadits Hari Santri 2018

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation

Seoul, Hari Santri 2018. Menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang lalu, PCINU Korea Selatan bersilaturrahim ke KMF (Korean Muslim Federation ). Turut hadir dalam rombongan PCINU Ustadz Ali Mahmudi dan Ustadz Rozi Nawafi Moh. Fathurrozi. Kunjungan ini untuk berpamitan setelah selesai mengisi kegiatan Safari Ramadhan selama 1 bulan.

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Silaturrahim ke Korean Muslim Federation

Imam Besar KMF Abdurrahman Lee menyampaikan setidaknya dua pesan. Pertama dia menyampaikan sekaligus mengingatkan pentingnya menjalankan syariat Islam dengan baik, akhlak yang dicontohkan sayyidina Muhammad SAW dan menunjukkan pribadi Muslim yang baik kepada pribumi di Korea.

“Sehingga orang Korea tertarik dengan akhlak umat Islam yang ditunjukkan Muslim Indonesia, mengingat jumlah penduduk Muslim Indonesia di Korea mencapai 40.000 jiwa. Jika 10.000 saja yang peduli terhadap dakwah bil akhlak dan istiqomah dalam menjalankan budaya Islam, sudah barang tentu Muslim di Korea akan cepat berkembang,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, kader Aswaja di Korea juga berdakwah melalui pernikahan, dengan harapan bisa mendidik dan mengajak wanita Korea kepada Dinul Haq dan bisa mempunyai generasi penerus dakwah di Korea Selatan.

Hari Santri 2018

? ?

Sementara itu, Rais Syuriyah PCINU Korsel Ustadz Syamy Zein Syamsul Arifin yang hadir dalam silaturrahim ini mengungkapkan bahwa kenyataan yang ada, saat ini sebagian muslimah yang menikah dengan Korea namun kebanyakan terbawa budaya Korea dan cenderung meninggalkan adat ketimuran Indonesia.

Hari Santri 2018

“Mudah-mudahan Muslimat NU dan Fatayat NU Cabang Istimewa Korea Selatan segera terbentuk, untuk mewadahi muslimah Indonesia di Korea agar bisa mensyiarkan Islam di bumi Korea,” harap Syamy Zein. (Imam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, News, Humor Islam Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018 - Program pengembangan sumber daya nahdliyin di Kota Pasuruan yang dilakukan oleh Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan pada 2016 telah diluncurkan, Jumat (12/2). Pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan KH Muhammad Nailurrohman menandai peresmian program Lakpesdam Aswaja Bergerak. Program ini antara lain memperkenalkan layanan bimbingan belajar gratis bagi warga Pasuruan.

Peresmian ini disaksikan oleh para murid Lakpesdam Bimbel School (LBS), wali murid LBS, dan tokoh masyarakat Mandaran tempat LBS berdiri dan berkhidmah. Titik fokus program Lakpesdam Aswaja Bergerak adalah membangun dan memberdayakan warga Kota Pasuruan yang berjiwa santri, antiradikalisme dan antinarkoba.

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

KH Nailurrohman memberikan apresiasi atas terlaksananya LBS sebagai program kelimuan yang memberikan ilmu bagi masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu. Ia memberikan motivasi kepada anak murid untuk giat belajar, serta memberikan motivasi dan doa agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi NU yang siap berbakti pada negara dan Nahdlatul Ulama.

Hari Santri 2018

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin menyampaikan bahwa LBS adalah program yang dimaksudkan untuk meningkatkan SDM masyarakat pesisir di Kota Pasuruan. “Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk gerakan anfa‘uhum lin nas PCNU Kota Pasuruan melalui Lakpesdam setempat,” kata Waladi.

Hari Santri 2018

Program Lakpesdam Aswaja Bergerak di tahun ini merencanakan workshop deradikalisasi di sekolah, kampus dan masjid di Kota Pasuruan.

Ia berharap program ini didukung oleh Pemkot Pasuruan sebagai mitra strategis untuk bisa membangun masyarakat Kota Pasuruan yang berdaya dan bermartabat sebagai kota ber-Aswaja. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Doa, Humor Islam Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Jepara, Hari Santri 2018. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Bilmbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan buletin bernama An-Nariyah baru-baru ini.

Buletin kebanggaan pelajar Blimbingrejo ini hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar maupun masyarakat secara umum, utamanya terkait dengan hukum Islam, seperti soal hukum dan dampak nikah di usia muda.

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

"Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi pelajar NU di sekitar Desa Blimbingrejo yang selama ini kurang begitu faham betul mengenai hukum Islam" ujar Pemimpin Redaksi Buletin An-Nariyah Muhamad Ridho Maulana, Ahad (16/3).

Hari Santri 2018

Ridho menjelaskan, media tersebut juga menyajikan beberapa materi pembahasan, seperti fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf. “Lebih spesifik problem-problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dikaji dari pandangan fiqih dan metode usul fiqih," kata santri lulusan Pesantren Salafiyyah Safiiyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini.

Menurutnya, ini juga merupakan langkah responsif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini tentang berbagai persoalan hukum Islam. Ridho berharap kehadiran buletin ini membuat para pelajar NU semakin cinta terhadap ilmu agama dan bersemangat dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Saya teringat dulu—kira-kira tahun 2006 atau 2007, saya lupa—ketika dengan semangatnya seorang teman mengajak saya untuk menonton acara Ngaji Bareng Gus Dur yang disiarkan oleh sebuah televisi lokal Jawa Timur langsung dari Masjid Sunan Ampel Surabaya. Teman saya ini pecinta berat Gus Dur, dan karena tahu bahwa saya juga mengidolakan sang tokoh bangsa itu maka dengan semangatnya ia memanggil saya.

Dalam acara itu Gus Dur menyampaikan beberapa pokok materi tentang agama, masalah kebangsaan, dan kenegaraan. Ini bisa dipandang salah satu cara Gus Dur untuk mendidik masayarakat dalam kedewasaan berpolitik.

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Di akhir acara dibukalah kesempatan bagi yang mau bertanya. Ada sekirtar 4 sampai 5 penanya. Pertanyaan mereka bervariasi, ada yang bertanya tentang peningkatan taraf hidup petani, sikap sebagai seorang warga negara bahkan sampai pada masalah mengapa Gus Dur bekerja sama dengan Israel. Semua itu dijawab dengan jelas oleh Gus Dur. Beberapa hal penting diuraikan secara panjang lebar sehingga memakan waktu hampir separuh waktu tanya jawab.

Namun di sini saya tidak ingin menjelaskan semua pertanyaan dan jawaban itu sedetail-detailnya. Saya hanya akan membahas satu bagian dari wacana Gus Dur yang disampaikan waktu itu dan saya rasa cukup menarik.

Hari Santri 2018

Ketika menyampaikan masalah tentang bagaimana kita bersikap terhadap pemimpin, Gus Dur mengatakan bahwa bagaimanapun seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat itu haruslah dihormati. Bahkan ketika dianggap salah pun tetap harus dihormati sebagai seorang pemimpin rakyat.

Hari Santri 2018

Adalah menarik membahas cerita Gus Dur ketika itu di masa sekarang. Karena beberapa waktu terakhir ini publik diramaikan dengan masalah memilih pemimpin yang baik.

Diceritakan bahwa Gus Dur pernah diajak kakek yang sekaligus diaggap guru yang sangat berpengaruh baginya, yakni KH Bisri Syansuri untuk berkunjung (silaturrahim) kepada seorang kepala desa. Gus Dur kaget karena kepala desa yang dimaksud ternyata beragama Nasrani. Kemudian Gus Dur memberanikan dirinya untuk bertanya: “mengapakah sang guru harus mengunjungi kepala desa itu, padahal dia non-Muslim?”

Kemudian jawaban sang guru pun disampaikannya, bahwa meskipun non-Muslim tapi kita harus tetap menghormatinya. Kemudian Gus Dur lalu menyimpulkan di depan para jamaah bahwa bagaimanapun seorang pemimpin harus dihormati.

Namun demikian, saya memiliki dua kesimpulan lain di samping hal itu. Pertama: bahwa kasus kepemimpinan non-Muslim di Indonesia (yang mayoritas Islam) adalah sudah lama terjadi. Kedua bahwa para ulama terdahulu tidak mempersoalkan pemimpin non-Muslim, dan hal inilah yang teramat penting untuk kita pelajari saat ini.

Adalah bisa dibayangkan, bagaimana seorang KH Bisri Syansuri yang merupakan orang yang teguh memegang fiqih (jurisprudensi Islam) yang ketat-ketat, tapi tak mempersoalkan kepemimpinan non-Muslim di desanya. Seorang ulama besar murid dari ulama besar pula baik dari Indonesia sendiri maupun Timur Tengah. (Ahmad Nur Kholis)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Humor Islam Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

Depok, Hari Santri 2018. Pengurus PMII Depok memperkenalkan lagu Hubbul Wathon Minal Iman karya KH Abdul Wahab Chasbullah kepada puluhan peserta Mapaba di villa Jonjon, Bogor, Jumat-Ahad (28-30/11). Selepas sembahyang Ashar, mereka mengajak peserta menyanyikan lagu perjuangan.

Lagu yang mengandung pembangkitan semangat cinta Tanah Air ini, sengaja dihadirkan di kalangan peserta di tengah banyaknya ideologi yang mencoba mengusik kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

“Lagu ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan pengorbanan kaum santri terhadap proses pendewasaan bangsa”, tegas Alfany, salah seorang pemateri Mapaba.

Hari Santri 2018

Peserta berasal dari berbagai fakultas di UI. Selain mereka, turut pula peserta Mapaba asal STAN. Mereka tidak hanya dilatih kemampuan pengembangan softskill, namun juga diimbangi dengan aspek spiritual melalui mujahadah.

“PMII sebagai pergerakan dengan roh aswaja harus menempatkan aswaja menjadi prioritas utama dalam proses Mapaba,” terang pemateri lainnya Ahmad Solehan yang lazim disapa Kang Alex.

Hari Santri 2018

Untuk menginternalisasikan nilai-nilai keaswajaan, peserta juga diajak bermain dalam bentuk game yang mengasyikkan sambil memperdalam apa itu aswaja. (M Agus Fuat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, RMI NU, Sunnah Hari Santri 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Ada Sentra Kambing di Boyolali

Boyolali, Hari Santri 2018. NU Care-LAZISNU Jawa Tengah meluncurkan Desa Sentra Kambing di Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/10). Program tersebut merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin desa dengan mengoptimalkan dana zakat yang telah diamanahkan muzakki (orang yang berzakat) kepada NU Care-LAZISNU Jawa Tengah.

Ada Sentra Kambing di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Sentra Kambing di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Sentra Kambing di Boyolali

Sekretaris NU  Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein, mengatakan program tersebut bersesuaian dengan moto NU Care-LAZISNU Jateng, ‘mensejahterakan umat’.

“Salah satu fokus tujuan NU Care-LAZISNU adalah menjadikan orang-orang yang selama ini hanya sebagai mustahiq zakat (penerima zakat), mampu menjadi seorang muzakki (orang yang mampu berzakat), atau paling tidak menjadi seorang munfiq (orang yang mampu berinfak). Salah satu caranya adalah dengan Program Desa Sentra Kambing ini,” papar Zainuddin.

Ia menambahkan program tersebut dilaksanakan dengan cara memberikan 20 ekor kambing betina seharga masing-masing satu juta rupiah kepada 20 orang warga. Diharapkan, setahun kedepan kambing-kambing tersebut sudah mampu beranak-pinak menjadi 40 ekor, dan di tahun-tahun berikutnya dapat beranak berkali-kali lipat.

“Sehingga bantuan ini benar-benar mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga,” katanya.

Hari Santri 2018

Untuk mengawal tujuan tersebut, NU Care-LAZISNU Jateng menunjuk pengawas dan penyuluh yang bertugas mengawasi semua kambing agar tetap sehat bugar dan mampu beranak pinak. Pengawas dan

Penyuluh tersebut juga akan memastikan bahwa kambing-kambing yang telah diberikan tidak digunakan untuk hal yang lain, apalagi dijual.

“Dana operasional pengawas dan penyuluh dibiayai oleh NU Care-LAZISNU Jawa Tengah,” ujar Zainuddin.

Hari Santri 2018

KH Husyaeri, tokoh desa setempat mengapresiasi program tersebut. Ia berpesan kepada warga yang mendapatkan bantuan ini agar mampu bertindak amanah. 

“NU Care-LAZISNU telah menjaga amanah dari para muzakki dengan menyalurkan zakatnya kepada warga. Saya harap warga juga dapat menjaga amanah yang telah diberikan NU Care LAZISNU ini,” katanya.

Dukuh Ngadirojo terletak persis di kaki Gunung Merapi. Dusun tersebut dapat ditempuh selama satu jam dari kota Boyolali. 

Dengan bermulanya program, Dukuh Ngadirojo juga ditetapkan sebagai desa binaan pertama NU Care-LAZISNU Jawa Tengah. Ke depan, NU Care-LAZISNU akan menambah jumlah desa binaan agar dapat lebih banyak meningkatkan kesejahteraan warga desa. Hal tersebut terus diupayakan mengingat masih banyak desa yang warganya membutuhkan pembinaan untuk meningkatkan taraf ekonominya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Nasional Hari Santri 2018

Rabu, 10 Januari 2018

Cara Rasulullah Memperlakukan Tamu

Datang seseorang melarat kepada Sang Pemimpin mengeluhkan kondisinya yang sangat lapar. Sang Pemimpin pun bertanya kepada istrinya kalau-kalau ada sesuatu yang dapat disuguhkan kepada tamunya. Ternyata di rumah Sang Pemimpin pun yang ada hanya air. Sang Pemimpin kemudian bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya, “Siapa yang bersedia menjamu tamuku ini?”

“Saya;” kata seseorang. Lalu orang ini pun segera pulang ke rumahnya sendiri membawa tamunya.

Cara Rasulullah Memperlakukan Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Rasulullah Memperlakukan Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Rasulullah Memperlakukan Tamu

“Saya membawa tamunya pemimpin kita, tolong sediakan makanan untuk menjamunya!” katanya kepada istrinya.

Hari Santri 2018

“Wah, sudah tidak ada makanan lagi, kecuali persiadaan untuk anak-anak kita;” bisik sang istri.

“Sibukkan mereka;” kata suaminya lirih, “kalau datang waktunya makan, usahakan mereka tidur. Nanti kalau si tamu akan masuk untuk makan, padamkan lampu dan kita pura-pura ikut makan!”

Hari Santri 2018

Demikianlah keluarga itu menjalankan skenario kepala rumah tangganya. Dan mereka menahan lapar mereka sendiri hingga pagi.

Esok harinya sebelum laporan, Sang Pemimpin yang tidak lain adalah Rasulullah SAW, sudah menyambut kepala rumah tangga–seorang shahabat Anshor–itu dengan tersenyum, sabdanya: “Allah takjub menyaksikan perlakuan kalian berdua terhadap tamu kalian semalam.”

Anda tahu kisah ini bukan dongeng, karena ini hadis muttafaq ‘alaih yang bersumber dari shahabat Abu Hurairah r.a. Tapi tetap saja kedengarannya seperti dongeng, bukan?!

Cerita ini disampaikan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) di akun Facebook pribadinya pada 19 Mei 2009 dengan judul “Bukan Dongeng”



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Jakarta, Hari Santri 2018
Bagi Ny Wiwik Zakiah, isteri Menag, jabatan suaminya bukan sesuatu yang asing dalam status sosial di keluarganya. Mengapa? Soalnya, Wiwik yang kini memperoleh empat anak (tiga laki-laki dan satu perempuan) adalah putri mantan menag (era Presiden Soeharto) KH Muhammad Ilyas.

Ny Wiwik dibesarkan di Arab Saudi. Di sanalah Menag bertemu dengan dia. Setelah menamatkan SR 3 Desa Kutoharjo dan SMP 1 Rembang, Muhammad Maftuh Basyuni meneruskan ke Pondok Pesantren Gontor. "Pendidikan di Gontor yang mestinya enam tahun, diselesaikannya tiga tahun," kata adik kandung Menteri Agama, Fathurrahman Basyuni seperti dikutip kmnu.com.

Kemudian dari sana dia masuk Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, dan seterusnya masuk Fakultas Sastra UI. Namun baru tujuh bulan di UI, dia pindah kuliah di Madinah University (1962-1968). Setelah lulus, dia langsung menjadi staf Kedubes di KBRI Arab Saudi, kemudian mutasi di staf Kedubes Jordania. Di sela-sela itu dia sempat mengambil gelar MA di Inggris.

Dari Jordania, lalu pindah menjadi staf KBRI di Marokko. Sesungguhnya, kariernya mulai mencorong saat Deplu memercayainya menjadi Wakil Komandan Garuda VIII pada 1969. Saat itu Menag yang kena program wamil menyandang pangkat letnan satu.

Setelah putar-putar di luar negeri, Menag ditarik ke Jakarta dan dipercaya menjadi Kepala Rumah Tangga Kepresidenan yang dijalani sepanjang pemerintahan Presiden Soeharto hingga Habibie. Tak lama kemudian menjadi Dubes di Kuwait, dan menjelang masa akhir jabatan Presiden Abdurrahman Wahid, dia ditarik menjadi menteri sekretaris negara.

Namun saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden menggantikan Gus Dur, dia diserahi tugas baru sebagai Dubes di Arab Saudi, kemudian ditarik kembali menjadi kepala protokol kepresidenan. Hingga akhirnya SBY memercayainya menjadi menag.

Selama berkarir banyak mendapat penghargaan di dalam negeri dan di luar negeri. Sekadar menyebut diantaranya tahun 1974 (Satya Lencana Santi Dharma (Dephankam), tahun 1974 ( Tanda Jasa PBB), tahun 1996 ( Officer’s Cross dari Austria),  tahun 1996 (Commandeur in de orde van Oranjenassau dari Belanda ), tahun 1997 ( Bohdan Khmelnitsty order 2 Degree dari Ukraina),  tahun 1997 ( Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama)- Tahun 1999 ( Bintang Mahaputra Utama ).

Adiknya Didaulat Jadi Dubes Mesir

Rasa syukur Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan keluarganya tentu akan makin bertambah. Sebab, tak hanya karena dia diangkat menjadi anggota kabinet, tapi juga karena karier adiknya.

"Insya Allah per 27 Oktober 2004 adik saya, Muzammil Basyuni, akan diangkat menjadi Dubes Mesir," kata Muhammad Basyuni (63) di rumahnya, Jalan Mujur No 12, Desa Sidowayah, Kecamatan Kota Rembang, Minggu lalu. Hingga kini Muzammil masih menjabat Direktur Ditjen Timur Tengah Deplu.

Muzammil adalah anak nomor lima dari pasangan KH Basyuni Masykur (terakhir Kabag Kesra Pemda Rembang) dan Siti Mardiyah, yang telah lama meninggal. Sedangkan Menag Muhammad Basyuni, anak nomor dua. Anak nomor satu perempuan, sudah lama meninggal. Sedangkan anak keenam, Ny Siti Fatimah Basyuni, adalah istri KH Mustofa Bisri.

Anak ketiga, Fathurrahman, menuturkan, beberapa hari sebelum pengumuman kabinet, dia memang telah mendapat informasi dari kakaknya (Muhammad Basyuni) sehubungan dengan jabatan menag. "Tapi, karena saat itu belum pasti, kami ya biasa-biasa saja," ujarnya.

Dia baru merasa yakin ketika kakaknya itu menyempatkan nyekar ke makam kedua orang tuanya di pekuburan Krapyak Kota Rembang pada 19 Oktober 2004. "Tak sempat menginap, cuma sebentar. Kecuali mampir ke Paman Sahal (Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh)," ucapnya. Kiai Sahal adalah adik misan KH Basyuni Masykur (ayah Menag).

Diakuinya, begitu nama kakaknya ditulis koran jauh sebelum ada kejelasan mengenai kabinet, dia banyak ditanya famili dan sahabat karib. "Ya saya menjawabnya datar-datar saja. Di keluarga kami, jabatan bukan sesuatu yang perlu disambut dengan kebanggaan. Ya biasa  saja, jabatan adalah amanah. Namun bukan berarti kami tidak mensyukurinya," tuturnya.

Keluarga orang tua Menag memang tergolong sederhana, bukan hanya dalam bertutur kata, melainkan juga tampilan fisiknya. "Saat Kang Maftuh (Muhammad Basyuni) matur kepada Ibu untuk merehab rumah ini, Ibu keberatan dan justru minta dibikinkan masjid. Jadinya, tabungan
Kang Maftuh dibuat membiayai bangunan masjid di depan itu," ucapnya. Masjid tersebut mampu menampung sekitar 200 orang.

Rumah tua yang tampak kusam tersebut berdiri di atas tanah sekitar 3.000 m2. "Ya hanya ada bangunan rDari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Pahlawan, Humor Islam Hari Santri 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Jumat, 29 Desember 2017

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan

Menado, Hari Santri 2018. Pujian dan apresiasi tentang keberhasilan kerukunan yang datang dari berbagai pihak, tidak boleh membuat Indonesia terlena, tetapi harus tetap mawas diri, karena kerukunan umat beragama bukan merupakan sesuatu yang stagnan dan final, kata Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc.Sc.

Gunaryo menyatakan hal itu di hadapan para pejabat Kementerian Agama se-Indonesia pada rapat Optimalisasi Program Kerja PKUB dan Kantor Wilayah Kementerian Agama seluruh Indonesia di Manado beberapa waktu lalu.

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan

Ia menjelaskan, kerukunan terus mengalami perubahan, kadang sangat sederhana tetapi pada kondisi tertentu sangat kompleks terkait dengan berbagai dinamika kehidupan sosial yang berkembang. Kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat terkait kerukunan tersebut yang harus dimiliki oleh kita semua yang memiliki kepedulian dalam menjaga dan melestarikan kerukunan.

Hari Santri 2018

Tantangan terhadap kerukunan ternyata tidak semakin berkurang seiring dengan kondusifnya suasana kerukunan itu sendiri, melainkan justru makin bertambah. Selain permasalahan seputar rumah ibadat, penyiaran agama, penodaan agama.

Hari Santri 2018

"Secara nyata kita dapat menyaksikan merebaknya berbagai paham keagamaan yang keluar dari arus pemahaman arus utama yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap wajah kerukunan. Pada titik tertentu kondisi ini tidak menimbulkan masalah," ia menjelaskan.

Tetapi, ia melanjutkan, manakala ekspresi keagamaanya berbenturan dengan sistem dan paham keagamaan mainstream secara tajam baru akan menimbulkan permasalahan. Ekspresi keagamaan terbaru yang keluar dari arus utama setidaknya dapat digolongkan dalam dua kutub ekstrem, kutub pertama dikenal dengan kutub radikalisme dan kutub kedua adalah liberalisme.

Kutub radikal ditandai dengan berbagai sikap fanatisme, dan yang paling berat adalah kelompok yang selalu mengatakan bahwa di luar dirinya adalah salah secara mutlak. Ekspresi yang berlebihan dari sikap ini dapat berpotensi mengganggu kerukunan.

Kutub ekstrem lain dikenal dengan sebutan paham keagamaan liberal.

Corak keagamaan liberal pada dasarnya sangat menghargai kerukunan dan multikulturalisme tetapi terjerumus pada sekulerisme, inklusifisme, dan pluralisme agama tanpa kendali yang jelas, katanya.

Sementara sekulerisme dipahami dengan menganggap bahwa agama itu tidak ada urusan dengan dunia maupun negara. Inklusifisme dipahamai secara sangat ekstrem dengan menganggap agama kita dan agama orang lain itu posisinya sama, saling mengisi, mungkin agama kita salah, agama lain benar. Tidak boleh mengakui bahwa agama kita saja yang benar," tuturnya.

Lebih-lebih lagi, ia mengatakan, faham pluralisme dipahami dengan menganggap semua agama itu sejajar, paralel, prinsipnya sama, hanya beda teknis. Hal yang harus diwaspadai dalam corak keagamaan liberal ini adalah rusaknya nilai-nilai akidah dan sakralitas dari agama itu sendiri.

"Yang ingin kita tuju adalah kerukunan yang tidak perlu mengorbankan akidah dan kemurnian masing-masing agama," ujarnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

Esensi Agama Adalah Memanusiakan Manusia

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, agama tak sekedar hubungan vertikal antara makhluk dan khalik-Nya. Lebih dari itu, agama mengandung nilai dan ajaran tentang hubungan horizontal antar sesama makhluk.

“Nilai-nilai agama harus dibumikan. Karena pada hakikatnya, esensi agama adalah memanusiakan manusia. Nilai agama juga mengajarkan untuk respek dan menghormati perempuan, dalam kondisi apa pun dan di mana pun,” terang Menag saat menjadi salah satu pembicara dalam Workshop pada Malam Solidaritas Untuk Korban Kekerasan Seksual, di Tugu Proklamasi, Jum’at (13/05) malam seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Esensi Agama Adalah Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Esensi Agama Adalah Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Esensi Agama Adalah Memanusiakan Manusia

Selain Menag, acara yang dipandu oleh Pimred Kompas TV, Rosianna Sillalahi tersebut, menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Kaukus Perempuan dan DPR RI Eva Sundari, Komnas Perempuan Yuni Yuniarti dan Humas Kadiv Polri, Boy Rafly Amar. 

Menurut Menag, mempunyai kesadaran tinggi untuk melindungi anak-anak  pada hakikatnya juga ajaran agama. Dalam konteks jurnalisme, lanjut Menag, hal ini misalnya bisa dilakukan dengan  mengedepankan jurnalisme empatik, bagaimana  teman-teman wartawan lebih berpihak pada korban, bukan mengeksploitasi korban.

Hari Santri 2018

Menag melihat, permasalahan kekerasan pada perempuan, khususnya anak, sangat kompleks dan pemahaman agama yang baik bisa menjadi solusi. Menurutnya, pemahaman tentang nilai-nilai agama, bisa menjadi salah satu kontribusi untuk meminimalisir kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. 

“Pendidikan agama memiliki signifikansi makna dalam ikut mengatasi problematika sosial, yaitu ketika agama mampu diterjemahkan untuk permasalahan sosial. Inilah salah satu tantangan bagi kita, bagaimana setiap kita lebih mampu memaknai agama pada posisi sosialnya, pada nilai-nilai agama yang bisa dimanfaatkan,” tutur Menag.

Menag jujur, merasa dalam kondisi geram dan marah atas kekerasan seksual pada perempuan dan anak akhir-akhir ini. Meski demikian, Menag mengajak untuk tidak terus terjebak pada suasa geram. Lebih dari itu, yang diperlukan ke depan adalah  mencari solusi bersama. 

“Kita harus mencari solusi bagaimana korban yang telah trauma, dicarikan solusi dan jalan keluar. Selain juga pencegahan yang masif,” imbuh Menag.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan tersebut, beberapa pembicara menjelaskan tentang korban kekerasan seksual dengan berbagai perspektif, baik dari sisi pendidikan umum, hukum dan lain sebagainya yang dipandu dengan sangat menarik oleh Rossi selaku moderator.

Setelah talkshow, para pengunjung berdiri sambil menyalakan lilin, sebagai bentuk kebangkitan dan perlawanan terhadap kekerasan seksual terharap perempuan dan anak. Dalam kesempatan tersebut dibacakan pula puisi “Nyala Untuk Yuyun” karangan Lukman Hakim Saifuddin oleh Saras Dewi. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Habib Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum

Jombang, Hari Santri 2018. Ribuan tempat ibadah dan TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) di Jombang bakal "gigit jari " jika tidak memiliki Badan Hukum (BH) yang diterbitkan Kementrian Hukum dan HAM. Hal ini menyusul turunnya surat edaran Kemendagri nomor 900/4627/SJ tertanggal 18 Agustus 2015 yang mewajibkan setiap penerima bantuan sosial dan hibah wajib memiliki Badan Hukum.

"Dengan turunnya edaran Mendagri itu menegaskan, bahwa penerima dana hibah dari APBD itu adalah Badan, lembaga,  Ormas yang berbadan hukum Indonesia," terang Agus Purnomo Kabag Hukum Sekda Jombang, Kamis (3/9).

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempat Ibadah dan TPQ Tak Bisa Terima Bantuan Jika Tak Berbadan Hukum

Agus menambahkan, SE Mendagri tertanggal 18 Agustus 2015 itu menegaskan UU 23/2014 tentang pemerintah daerah. Terutama pada pasal 298 ayat 5. "Kita berharap semua lembaga ormas atau yayasan yang mendapat Hibah dari pemerintah maka segera mengajukan badan hukum dan didaftarkan ke Kemenkum HAM," jelasnya.

Hari Santri 2018

Bagaimana dengan Masjid, Musholla dan TPQ yang selama ini mendapatkan bantuan dari APBD Jombang. Dikatakannya bahwa dengan berlakukanya UU 23/2014 dan turunya SE Mendagri, maka semua lembaga harus berbadan hukum. "Tapi kita juga akan konsultasi ke pusat, soal bantuan hibah untuk lembaga TPQ, masjid dan Musholla ini," tambah M Bisri kabag Kesra Sekda Jombang mengatakan.

Hari Santri 2018

Seperti diketahui, bantuan hibah dalam APBD 2015 Kabupaten Jombang untuk pemeliharaan rumah ibadah reguler dengan anggaran Rp 2 miliar. Kemudian dana hibah insentif guru TPQ sebesar Rp 4,385 miliar, serta dana hibah urusan keagamaan/peribadatan dan pembangunan tempat ibadah sebesar Rp 4,027 miliar melalui jasmas.

Untuk bantuan reguler, tempat ibadah seperti masjid, musholla dan juga gereja yang besarannya antara Rp 2,5 hingga Rp 5 juta sedangkan untuk lembaga TPQ bantuan yang diberikan sebesar Rp 2,5 juta dengan jumlah total sebanyak 1.754 lembaga.

Sekretaris MWC NU Kecamatan Tembelang, Jombang, M Rifai, SAg mengatakan, kebijakan penerima bantuan sosial dan hibah harus memiliki BH ini menurutnya memberatkan para Takmir. Karena mereka kebanyakan belum pernah megurus. "Ini harus  dijelaskan,  Takmir Masjid atau Musholla sebagai penerima hibah rata rata belum ada yang memiliki BH," bebernya usai rapat pengurus MWC NU bersama Pengurus Ranting di Mushollah Al Huda Tembelang. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas

Cirebon, Hari Santri 2018. Ada tradisi unik dan edukatif yang dilakukan oleh para siswa/i madrasah Tsanawiyah dan Aliyah NU Assalafie pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, yaitu tradisi corat-coret di selembar kertas mengungkapkan rasa suka cita atas selesainya proses ujian nasional, setiap siswa/i saling menukar hasil "lukisan tangan" kepada temannya, sembari mengucapkan selamat.

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas (Sumber Gambar : Nu Online)
Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas (Sumber Gambar : Nu Online)

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas

Tradisi ini mendapat respon positif dan apresiasi luar biasa dari wali siswa/i dan masyarakat sekitar, pasalnya banyak sekali para pelajar yang melakukan tindakan tidak produktif dan tidak edukatif saat lulus dari jenjang pendidikan setingkat SLTP dan SLTA.?

"Menurut saya ini sangat luar biasa, para siswa/i semuanya tertib, produktif dan inspiratif, alhamdulillah suatu aktifitas yang sangat jarang ditemukan di dunia pendidikan kita" ujar H. Abdullah Bukhori salah seorang wali santri asal Riau.

Saat ini peserta didik di MTs dan MA NU Assalafie berjumlah 620 orang, datang dari berbagai kota dan propinsi di Tanah Air, hal ini karena lembaga pendidikan ini menyatu dengan pondok pesantren, sehingga para peserta didik diharuskan menetap di pesantren putra putri Assalafie atau pesantren-pesantren lainnya yang ada di Babakan Ciwaringin.

Hari Santri 2018

"Alhamdulillah setiap tahunnya baju seragam mereka utuh tidak ada yang dirobek atau dicorat coret, kami mendonasikan baju seragam para siswa/i kelas akhir kepada pihak yang membutuhkan, ekspresi kebahagiaan mereka dicurahkan dengan menulis dan melukis di atas kertas,” jelas KH. Arwani Syaerozi, Ketua Yayasan Kebajikan Pesantren (YKP) Babakan Ciwaringin, yang menaungi kedua lembaga tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan

Jakarta, Hari Santri 2018

Departemen Agama (Depag) menggelar pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat nasional dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) percontohan sekaligus Rapat Kerja Nasional Badan Penasihatan Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4).



Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)
Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan (Sumber Gambar : Nu Online)

Depag Gelar Pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Percontohan

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nasaruddin Umar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (14/8) lalu melalui siaran pers yang diterima Hari Santri 2018.

Menurut Nasaruddin, pemilihan keluarga sakinah teladan ini guna memberi apresiasi yang tinggi kepada keluarga yang tetap konsisten dan setia mempertahankan keteladanan di dalam pergaulan masyarakat meski menghadapi tantangan besar perubahan perilaku yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Hari Santri 2018

Sedangkan, pemilihan kepala KUA percontohan, kata Nasaruddin, sebagai upaya mendorong kinerja aparatur Depag memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Acara tersebut juga untuk menerapkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa sehingga dapat menjadi contoh bagi KUA lainnya.

Ia menegaskan, pembangunan bangsa adalah tema besar bagi pembangunan keluarga. ”Melalaikan persoalan pembinaan keluarga, sama halnya dengan menelantarkan nasib dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Pada keluarga, kata Nasaruudin, terdapat fungsi penting penanaman nilai-nilai agama kepada anak sebagaimana perintah surat At-Tahrim 6 merupakan tanggung jawab orangtua. Karena itu, diperlukan perhatian yang sangat besar terhadap esensi pendidikan dalam keluarga untuk menumbuhkakembangkan anak pada bingkai akidah, syariat dan ahlak.

Nasaruddin membenarkan, budaya permissivisme telah menghambat setiap usaha keluarga untuk menjaga soliditas ikatannya akibat melemahnya kontrol sosial atas berbagai penyimpangan norma-norma yang selama ini diyakini dalam keluarga. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Bandar Lampung, Hari Santri 2018. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung siap membantu kesembuhan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai langkah mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Banser Lampung bersama KPK. Kami memandang korupsi bertentangan dengan Pancasila. Sifat dan sikap itu yang harus dimusuhi, bukan orangnya," ujar Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri, di Bandar Lampung, Sabtu (16/9). 

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Siap Bantu Kesembuhan Setnov dengan Terapi Hijamah

Ketua Umum Golkar ini mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Senin (11/9) karena tengah dirawat di RS Siloam akibat sakit gula darah diidapnya sejak lima tahun silam kambuh. Penyakit bersangkutan diinformasikan telah menggangu fungsi ginjal dan jantung.

"Banser Husada Lampung siap kami turunkan membantu kesembuhan Setnov dengan terapi hijamah atau bekam dan Aji Tapak Sesontengan atau ATS," papar Tatang lagi.

Kesediaan tersebut, imbuh Tatang, bukan untuk memojokkan Setnov, namun demi kebaikan bersangkutan hingga negara.

Hari Santri 2018

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada (Basada) Lampung Gatot Arifianto selaku Kamitua (Master) ATS pada 2014 juga terkena diabetes dengan kadar gula mencapai 524.

"Alhamdulillah sembuh dengan ATS dan bersama sahabat-sahabat Basada hingga hari ini telah membantu seribu lebih masyarakat Lampung yang menderita lemah jantung, asma, vertigo, migrain, hernia, pasca stroke, asam urat hingga ginjal serta mendapat apresiasi positif dari publik," kata Tatang lagi.

Wakil Ketua PW GP Ansor Lampung Heriyanto Suud mengaku optimistis penyakit diderita Setnov bisa diatasi sehubungan ada pengalaman penyakit kista bisa hilang total terapi tradisional.

"Fakta tersebut memang benar. Apalagi basic ATS ilmiah, tidak lepas dari DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid yang menyimpan ribuan tahun informasi," kata dia lagi.

Hari Santri 2018

Untuk diketahui, ATS merupakan ilmu pengetahuan leluhur nusantara jaman dahulu yang terbukti mampu membantu kesembuhan beragam penyakit medis dan non medis dengan sentuhan atau tepukan kasih sayang. Kader Ansor dan Banser yang ingin mengetahui lebih jauh atau belajar ATS bisa menghubungi nomor 085382008080. (Syuhud Tsaqafi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Aswaja, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Senin, 13 November 2017

Gus Mus Siapkan Hadiah untuk Penerjemah Terbaik Ungkapan Kemanusiaan

Jakarta, Hari Santri 2018. KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) membuka sayembara penerjemahan atas ungkapan berbahasa Arab dalam video yang diunggah di akun fesbuknya, Senin (14/9) pagi. Gus Mus terpukau oleh suara kemanusiaan yang diungkapkan seseorang dalam video tersebut.

Gus Mus Siapkan Hadiah untuk Penerjemah Terbaik Ungkapan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Siapkan Hadiah untuk Penerjemah Terbaik Ungkapan Kemanusiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Siapkan Hadiah untuk Penerjemah Terbaik Ungkapan Kemanusiaan

Waba’du, berkenaan dengan Idul Adha, aku buka sayembara untuk menerjemahkan ungkapan otokritik yang fasih ini ke dalam bahasa Indonesia,” tulis Gus Mus dalam akun fesbuknya.

Gus Mus mengunggah video berdurasi 3.32 detik. Video ini merekam seorang pria yang berbicara hak-hak dasar kemanusiaan. Seseorang ini menjerit karena perbedaan agama, pikiran, bahkan warna kulit menjadi alasan permusuhan.

Hari Santri 2018

Menurut Gus Mus, ungkapan narasumber dalam video itu berisi “Otokritik yang meski sangat pedas dan tajam, tetapi indah; membuat semua terkesima dan terdiam bagai tertusuk sanubarinya.”

Gus Mus mempersilakan bagi tiga penerjemah terbaik untuk memilih sejumlah barang miliknya sebagai hadiah. Pemenang bisa memilih buku, kaos, celana, sarung, baju, atau peci berukuran 9.

Hari Santri 2018

Video itu sendiri, bisa diakses di halaman fesbuk Gus Mus.

Ia mempersilakan siapa saja yang berkenan untuk menuliskan karya terjemahnya ruang komentar fesbuk atau status tersendiri di’tag’ ke Gus Mus. Sayembara berlangsung hingga akhir September 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Habib Hari Santri 2018

Minggu, 12 November 2017

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang

Jakarta, Hari Santri 2018. Tragedi di Kota Aleppo Suriah yang makin memburuk membuat prihatin warga dunia, termasuk Indonesia. Konflik antara pasukan oposisi dan rezim pemerintah Suriah mengakibatkan ratusan ribu jiwa melayang sia-sia. Pertempuran semakin meruncing ketika beberapa negara Barat ikut campur dan seolah saling unjuk kekuatan militer.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rumadi Ahmad menerangkan, baik dari kelompok oposisi maupun pihak pemerintah, mereka semua sudah gelap mata. Menurutnya, satu-satunya harapan adalah dunia internasional.?

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang

“Tetapi nampaknya, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga kurang punya kekuatan untuk bisa memaksa kelompok-kelompok yang bertikai itu untuk menghentikan pertempurannya,” ujar Rumadi saat ditemui Hari Santri 2018,? Jumat (16/12).

Dengan kata lain menurut Rumadi, satu-satunya jalan yang bisa digunakan adalah memaksa negara-negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk menghentikan semua aksi perang yang mereka lakukan di Suriah.

Dia menjelaskan, sebetulnya yang terjadi di Aleppo itu bukan semata-mata masalah Suriah, tetapi terkait dengan beberapa negara yang ada di balik dua kekuatan, yaitu oposisi dan rezim pemerintah. Jika negara-negara tersebut mau berdialog, berdiskusi, dan melakukan diplomasi, konflik dan perang bisa dihentikan.

Hari Santri 2018

“NU sebagai organisasi sosial keagamaan sifatnya hanya bisa memberikan masukan dan seruan serta imbauan. Ia tidak bisa memaksa kekuatan-kekuatan negara-negara yang ada di balik perang. Kecuali mereka mau melakukan diplomasi dan memikirkan warga sipil yang selama ini telah banyak menjadi korban,” jelas Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Terkait dengan peran ulama di Suriah, tambah dia, itulah salah satu yang menjadi kritik NU bahwa mereka kurang mempunyai pengaruh dan kekuatan di akar untuk bisa meminimalisir akar konflik.?

Kerapnya negara-negara luar yang ikut campur dalam konflik di Timur Tengah, Rumadi menjelaskan bahwa tidak ada konflik yang semata-mata persoalan internal selama ini. Bahkan kelompok-kelompok yang berkonflik itu membutuhkan dukungan dari negara luar.?

Hari Santri 2018

“Secara tidak langsung, mereka sendiri yang mengundang negara-negra Barat untuk mendukung dan memback-up kekuatan-kekuatan di internal negara tersebut itu,” ucap peneliti senior The Wahid Institute itu.

Jika bentuk dukungan negara-negara Barat dalam rangka mewujudkan diplomasi yang baik untuk mengentikan konflik, menurutnya itu justru bagus. Tetapi yang terjadi selama ini sebaliknya. Ditambah isu-isu sektarianisme seperti Sunni dan Syiah yang terus digodok sehingga seolah akar konflik adalah dua kelompok agama itu, padahal selama ini tragedi yang terjadi merupakan kepentingan politik semata.

Rumadi menegaskan, Indonesia harus belajar dari situasi tersebut karena sekarang ini jika tidak diwaspadai bukan tidak mungkin Indonesia juga terseret pada kondisi pilu yang terjadi di Suriah itu.?

“Saat ini mulai banyak orang atau kelompok yang mempersoalkan antara Islam dan kebangsaan dan mulai banyak orang yang mempersoalkan Pancasila. Padahal dasar negara tersebut selama terbukti menjadi perekat kita sebagai bangsa yang majemuk. Nilai-nilai fundamental dalam Pancasila dan pilar-pilar lain harus terus dipertahankan oleh semua elemen bangsa,” tandas Rumadi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Humor Islam, Ulama Hari Santri 2018

Jumat, 27 Oktober 2017

Madarij Al-Shu’ud: Naskah Maulid Nabi Karya Ulama Nusantara

Foto di atas merupakan halaman depan dari kitab Madârij al-Shu’ûd ilâ Iktisâ al-Burûd atau Asâwir al-Masjid ‘alâ Jawâhir ‘Aqid karangan salah seorang ulama besar Makkah asal Nusantara (Banten), yaitu Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantanî al-Jâwî (w. 1314 H/ 1897 M), yang merupakan komentar (syarh) atas teks (matn) Aqd al-Jauhar fî Maulid al-Nabî al-Azhar karangan Syaikh Ja’far al-Barzanji (w. 1117 H/ 1705 M).

Teks (matn) kitab maulid karangan al-Barzanji merupakan salah satu teks maulid yang paling popular di dunia Islam. Teks tersebut mengetengahkan sejarah hidup Kanjeng Nabi Muhammad dengan sangat puitis dan mengandung unsur-unsur sastrawi yang indah. Di Nusantara, teks tersebut dikenal dengan nama “Maulid Barzanji” yang kerap dibacakan dan dilantunkan di pelbagai macam acara dan perayaan keagamaan.

Syaikh Nawawi Banten menulis komentar (syarh) atas teks (matn) kitab maulid Barzanji. Dalam kata pengantarnya, beliau mengatakan jika beberapa handai taulan dan orang-orang dekatnya telah memintanya untuk menulis sebuah komentar atas teks tersebut agar isi dan kandungan teks kitab “Maulid Barzanji” dapat difahami secara gambling dan mudah.

Madarij Al-Shu’ud: Naskah Maulid Nabi Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Madarij Al-Shu’ud: Naskah Maulid Nabi Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Madarij Al-Shu’ud: Naskah Maulid Nabi Karya Ulama Nusantara

Beliau menulis: “setelah saya (selesai) menulis komentar atas (kitab) maulid karangan Sayyid Zain al-Abidin yang berjudul ‘Iqd ‘Iqyân’, beberapa orang yang berprasangka baik terhadap saya berkali-kali meminta kepada saya untuk juga menulis komentar atas (kitab) maulid karangan Syaikh Ja’far (al-Barzanji) yang berjudul ‘Jawâhir ‘Iqd’ atau ‘al-Burûd’, yang mana komentar dan keterangan saya itu dapat mengungkap maksud isi kitab, dan memudahkan para pelajar dari bangsa saya untuk memahaminya.”

Dijelaskan oleh Syaikh Nawawi, jika sebelumnya ia juga pernah menulis sebuah komentar (syarh) atas teks (matn) maulid lain, yaitu ’Iqd ‘Iyân karangan Syaikh Zainal Abidin. Meski demikian, lanjut Syaikh Nawawi, teks maulid karangan al-Barzanji memiliki banyak kesitimewaan, yaitu nilai sastrawinya yang sangat tinggi.

Dikatakan oleh Syaikh Nawawi, bahwa “Maulid al-Barzanji banyak dibacakan dan dilantunkan di banyak negeri. Bagaimana tidak demikian, ia adalah pesona yang nyata, dan air yang bening menyegarkan”. Meski demikian, lanjut Syaikh Nawawi Banten, keelokan sastrawi dari kitab Maulid al-Barzanji itu ibarat burung elok yang terbang hinggap di ranting-ranting pohon sambal bersenandung, tak lagi dapat ditangkap maknanya.

Hari Santri 2018

Dalam menuliskan komentar dan penjelasannya, Syaikh Nawawi Banten bersandar kepada beberapa kitab ulasan sejarah Nabi Muhammad lain, seperti kitab al-Khullâshah al-Mardhiyyah? karangan Syaikh Yûsuf al-Sunbulâwainî (w. 1285 H/ 1868 M) yang juga guru Syaikh Nawawi Banten, juga kitab al-Mawâhib al-Ladunniyyah bi al-Minah al-Muhammadiyyah karangan Syaikh Ahmad al-Qasthalânî (w. 923 H/ 1517 M), dan juga kitab al-Syifâ bi Huqûq al-Musthafâ karangan al-Qâdhî ‘Iyâdh (w. 544 H/ 1149).

Pada halaman akhir naskah, Syaikh Nawawi menulis jika kitab ini diselesaikan penganggitannya pada siang hari Sabtu, 19 Rabiul Awwal tahun 1293 H (15 April 1876 M). Jika dihitung memakai kalender hijriah, maka saat ini (Rabiul Awwal 1348 M) teks kitab ini sudah berusia 145 tahun. Naskah tersebut baru dicetak 6 (enam) tahun kemudian, yaitu pada bulan Sya’ban 1297 H (Juli 1880 M) di Percetakan al-Amiriyah di Kairo, Mesir.

Hari Santri 2018

Melihat tahun cetakan yang merujuk angka 1880 M, maka kitab syarah Madârij al-Shu’ûd karangan Syaikh Nawawi Banten ini terbilang satu dari belasan kitab Melayu-Nusantara (Jawi) yang saat itu mulai dicetak di Timur Tengah. Ketika pada tahun 1886 Orientalis Belanda Christian Snouck Hurgronje berada di Makkah dan bertemu dengan Syaikh Nawawi Banten, dilaporkan jika beberapa buah kitab Syaikh Nawawi Banten sudah ada yang dicetak di Kairo. Nah, kitab Madârij al-Shu’ûd ini adalah salah satunya.

Ahmad Ginanjar Sya’ban, Dosen Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2018

Selasa, 22 Agustus 2017

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan

Bandung, Hari Santri 2018

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meluncurkan fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online bagi perusahaan. Fasilitas tersebut dapat diakses di www.wajiblapor.kemnaker.go.id.

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan





"Fasilitas ini akan mempermudah perusahaan untuk melaporkan kondisi tenaga kerjanya, selain itu juga sangat membantu pengawas ketenagakerjaan dalam menjalankan tugasnya," kata Hanif saat launching fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online sekaligus memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Ketenagakerjaan 2017 pada Rabu (13/9/2017) di Hotel Grand Asrilia Bandung.



Hari Santri 2018



Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan  mewajibkan setiap pengusaha atau pengurus untuk melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada menteri atau pejabat yang berwenang.

Hari Santri 2018



Pengusaha atau pengurus wajib melaporkan setiap tahun secara tertulis mengenai ketenagakerjaan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk. Adapun dalam laporan  tersebut harus memuat keterangan antara lain identitas perusahaan;hubungan ketenagakerjaan;perlindungan tenagakerja; dan kesempatan kerja dan lain-lain.



Hanif menjelaskan, perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan pengawas ketenagakerjaan terus melakukan terobosan dalam menegakkan aturan ketenagakerjaan.



"Perlu terobosan dari unit kerja pengawasan ketenagakerjaan untuk menyesuaikan cara kerja yang ada saat ini dengan perkembangan zaman, sudah saatnya kita bekerja meninggalkan cara tradisional kearah yang lebih modern guna mempermudah  stakeholder melaksanakan kewajiban," jelas Menaker.



Menaker Hanif terus mendorong penguatan pengawas ketenagakerjaan dengan memanfaatkan teknologi informasi guna menciptakan terobosan, sehingga kinerjanya lebih baik. 



"Kalau kita berfikir mengenai terobosan, caranya mudah, bekerjalah dengan kaum muda. Anak muda berfikirnya tidak sesuai pakem, tapi kreatif," tukas Menaker Hanif.



Hanif menjelaskan, masyarakat sudah berubah, dunia juga berubah, kita juga berubah. kita tidak bisa bekerja begitu-begitu saja. Semuanya harus meletakkan situasi ini dalam situasi persaingan yang inovatif. 



"Di era persaingan harus memastikan kinerja kita melebihi standar, kalau tidak bekerja diatas standar maka kita akan kalah," ujar Menaker Hanif.



Pada kesempatan tersebut, Menaker Hanif juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi dalam bidang pengawas ketenagakerjaan.



"Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi menjalankan tugas negara untuk melakukan penegakkan hukum demi tegaknya hukum ketenagakerjaan," ucap Hanif.



Ada pun, pihak-pihak yang mendapat penghargaan karena telah membantu pelaksanaan tugas pengawasan ketenagakerjaan antara lain Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ketenagakerjaan, polisi dan petugas imigrasi. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock