Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam

Sampang, Hari Santri 2018 



Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Sampang, Muhammad Hasan Jailani mengatakan, meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, merupakan bencana nasional bagi dunia pendidikan.

"Ini adalah sebuah potret bahwa moralitas di sekolah bukan sesuatu yang main-main. Artinya, ini sudah menjadi perhatian semua pihak bahwa pelajaran moralitas hari ini dan ke depan harus diajarkan lagi ke seluruh siswa sekolah," ujar Mamak, panggilan akbrabnya, saat ditemui usai bertakjiyah ke rumah duka, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, Selasa (6/2).

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam

Degradasi (turun) moralitas para siswa, lanjut Mamak, merupakan sama berbahaya dengan bencana alam. 

Karena itulah, menurut dia, pelajaran moral tidak hanya harus diserap oleh siswa di sekolah, tapi juga di rumah dan di lingkungan.

"Nah, ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena bencana tidak hanya urusan alam. Turunnya moral para siswa ini juga menjadi bencana terlebih bagi dunia pendidikan," tegasnya.

Hari Santri 2018

Budi Cahyono adalah guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA  Negeri 1 Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur. Ia meninggal Kamis (1/2), setelah dianiaya muridnya yang kini sudah ditahan Polres setempat.

Hari Santri 2018

Duka dan simpati mendalam ditunjukkan masyarakat. Hingga kini, peziarah dari berbagai daerah terus berdatangan ke rumah keluarga dan makam almarhum yang berjarak 200 meter. Mulai dari kalangan pejabat, budayawan, lembaga pendidikan hingga warga masyarakat, baik dari Madura maupun dari luar pulau Madura. Doa dan donasi untuk almarhum Budi dan istrinya, Sianit Sinta terus mengalir, apalagi saat ini, Sianit Sinta tengah hamil lima bulan. (Hadji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Dubai, Hari Santri 2018. Sebanyak 85 peserta dari berbagai negara ikut serta dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang dibuka pada Rabu (19/9) petang.

Para peserta yang berusia di atas 21 tahun tersebut akan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam musabaqah yang berlangsung selama dua pekan hingga 2 Oktober.

Ketua Panitia MTQ Ibrahim Bu Melha mengatakan para peserta tersebut antara lain berasal dari Inggris, Perancis, Kenya, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Para pemenang disediakan hadiah uang sebesar 20 juta dirham, meningkat lima juta dirham dibanding MTQ tahun silam, tulis suratkabar Khalij Times.

Sementara itu, bersamaan dengan MTQ itu, diadakan pula seminar dengan pembicara dari kalangan cendekiawan Muslim dari berbagai negara.

Pakar tafsir Al-Qur’an dari Mesir, Syeikh Mohamed Hassan, juga menjadi narasumber dalam seminar itu bertema "Keajaiban Kitab Suci Al-Qur’an."

Hari Santri 2018

"Salah satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa kulit merupakan sensor kesakitan pertama di tubuh manusia. Belakangan, fakta ilmiah membenarkan hal itu," katanya.

Keajabian Al-Qur’an lainnya terlihat dari keutuhannya sejak diturunkannya lebih dari 14 abad silam.

Hari Santri 2018

"Tidak ada satu kata atau kalimat dalam Al-Qur’an pernah diganti, ditambah atau dihapus. Ia merupakan buku petunjuk bagi kehidupan umat manusia," katanya.

Terdapat fakta bahwa Al-Qur’an telah lama menjamin hak asasi manusia, katanya.(ant/IRNA/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Budaya, Internasional Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Hari Santri 2018

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no 8 dan no 9 tahun 2006 terkait dengan pendirian rumah ibadah layak direvisi mengingat usianya yang sudah lama dan munculnya berbagai persoalan di lapangan.

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

“Yang penting obyektif dan untuk kemaslahatan bersama dan untuk memperkuat bangsa ini, untuk membangun sebuah peradaban,” katanya di gedung PBNU, Rabu (21/10).

Soal revisi sebuah aturan hal ini menurutnya adalah sesuatu yang lumrah. “Fikih saja dinamis, satu imam saja ada koul kodim (pendapat terdahulu) dan koul jadid (pendapat belakangan),” paparnya.?

Hari Santri 2018

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pembuatan aturan saja tidak cukup. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat.?

“Sekecil apapun konfliknya, suku, agama, politik atau konflik yang lain, harus segera hadir di situ. Jangan kalau sudah terjadi baru datang. Perlu ada pembinaan, pencerahan, ada upaya senyap, bukan setelah kejadian baru ramai,” tandasnya.?

Hari Santri 2018

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Singkil, gejala sudah ada, tetapi aparat keamanan tidak tanggap sampai akhirnya meletus dan menjadi problem sosial.?

Bagi para tokoh agama, ia berharap ? agar umat diberi pencerahan tentang pentingnya penghormatan terhadap agama lain sehingga saling menghormati dan menghargai yang akhirnya akan menghasilkan kedamaian dalam masyarakat. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, PonPes Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Hari Santri 2018 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Hari Santri 2018

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

Hari Santri 2018

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Aswaja, Internasional Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

Batam, Hari Santri 2018

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meradang atas ujaran kebencian dilontarkan YD, seorang jurnalis perempuan di daerah itu melalui akun media sosialnya.

YD dalam statusnya mempertanyakan Banser pernah mengaji atau tidak. Ia juga mempertanyakan apakah Banser kumpulan preman yang menjual agama. Dalam statusnya itu pula, perempuan berasal dari Provinsi Riau tersebut menuding Banser ialah kumpulan orang menyebalkan sehingga pantas dibubarkan.

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

“Pernyataan yang bersangkutan karena reaksi spontan menanggapi isu pembubaran pengajian Khalid Basalamah oleh GP Ansor Sidoarjo, Jawa Timur. Namun kita giring terus untuk fokus pada subtansi masalah,” papar Alumni Susbanpim II PP GP Ansor, Khoirul Anam, di Batam, Senin (6/3).

Pertemuan dengan YD bisa dilakukan atas mediasi mantan Ketua GP Ansor Kota Batam yang merupakan general manager tempat YD bertugas.

“Insya Allah, kami mengedepankan rasa kekeluargaan dengan YD kendati awalnya alot dan menolak didokumentasikan. Bahkan yang bersangkutan sempat akan meninggalkan lokasi mediasi. Kami tegaskan, jika tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan, kami akan membawanya ke ranah hukum,” papar Anam.

Hari Santri 2018

YD akhirnya mengurungkan niat meninggalkan lokasi mediasi dan selanjutnya membuat surat pernyataan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi ujaran kebencian. Pernyataan itu ditandangani yang bersangkutan serta bermaterai.

Penolakan terhadap Khalid Basalamah tak hanya terjadi di Sidoarjo. Tapi juga di beberapa tempat seperti di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir, sebagaimana dilansir Republika menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Saran itu disampaikan kepolisian kepada panitia karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

“Ketegangan memang ada. Tapi tidak ada pembubaran jamaah pengajian. Jamaah tetap di masjid karena panitia hanya meminta Khalid menghentikan ceramah,” tegas Kapolresta.

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin menyayangkan informasi beredar di sejumlah media tidak sesuai fakta di lapangan.

“Berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. Masya Allah, tidak ada satu pun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor dan Banser NU,” kata Riza menegaskan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Ulama Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Islamabad, Hari Santri 2018 - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama sebulan penuh. Mereka mengadakan seminar, orientasi ke-NU-an, bahtsul masail, pertandingan futsal, bazar kuliner nusantara, dan kunjungan ke tempat-tempat yang baik.

Pada Ahad (28/2) pembukaan kegiatan dimulai dengan acara pemotongan kue ulang bolu yang dilanjutkan dengan seminar dan orientasi ke-NU-an di Kediaman Mustasyar PCINU Pakistan H Muladi Mughni.

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Untuk melengkapi kegiatan Harlah Ke-90 NU, pada Ahad pekan ini mereka mengadakan bahtsul masail yang diawali dengan istighatsah dan tahlil. Sementara pada pekan berikutnya menreka melangsungkan kompetisi futsal plus bazar kuliner Nusantara. Peringatan ini akan ditutup dengan wisata religi di Pakistan.

Hari Santri 2018

Ketua PCINU Pakistan Zulfikri Hasibuan mengajak seluruh warga NU di Pakistan untuk memahami secara baik pedoman serta arah gerakan NU yang telah digariskan oleh para ulama terdahulu.

Hari Santri 2018

“Mengingat kembali ideologi dan khittah NU saat ini sangat penting di tengah bermunculannya gerakan serta aliran keislaman yang berkembang baik dari dalam maupun luar Indonesia,” kata Zulfikri.

Sementara H Muladi menegaskan urgensi pemahaman akan tujuan pembentukan Jam’iyyah NU. Kewajiban generasi sekarang, menurutnya, merawat dan membesarkannya. Ia menjelaskan bahwa dalam logo NU tertera peta Indonesia yang berada di dalam lingkup peta dunia, hal ini bermakna bahwa NU didirikan di bumi Indonesia melalui eksperimen keislamanan Nusantara untuk dapat ditransformasikan ke seluruh dunia.

Hal ini, menurut Muladi, membedakan NU dan organisasi-organisasi keislaman lain yang lahir dari luar Indonesia yang diserap oleh orang Indonesia dengan berbagai cara lalu ditransformasikan ke dalam Indonesia.

“Warga Nahdliyin yang berada di luar negeri termasuk di Pakistan, harus berperan aktif memasarkan Islam ala NU ke orang luar dan bukan justru menjadi agen masuknya paham Islam luar yang belum tentu cocok dengan Indonesia,” pesan Muladi.

Orientasi dan seminar yang berlangsung lancar dan meriah ini dihadiri oleh seluruh Nahdliyin di Pakistan. Acara diakhiri dengan dengan pengambilan gambar bersama dan pembacaan doa oleh Rais Syuriyah PCINU Pakistan. Pertemuan ini ditutup dengan ramah tamah. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Internasional, Berita Hari Santri 2018

Senin, 15 Januari 2018

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Surabaya, Hari Santri 2018. Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa yang digelar di Hotel Empire Palace di Surabaya, (31/8), telah usai menyusul berakhirnya sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz.

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Sidang pleno terakhir itu diikuti seluruh perwakilan DPW PKB dari Sabang sampai Merauke. Mayoritas muktamirin (sebutan peserta muktamar) mendukung kembali duet KH Abdul Aziz Mansyur dan Abdul Muhaimin Iskandar untuk dikukuhkan sebagai mandataris muktamar.

Keduanya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) masa khidmat 2014-2019.

Hari Santri 2018

Ketua sidang pleno kelima Marwan Ja’far sebelumnya menanyakan kepada forum terkait materi sidang. “Sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua umum dewan tanfidz dan ketua dewan syuro apakah disepakati?” Forum pun menjawab spontan. “Setuju...” koor para muktamirin.

Hari Santri 2018

Sejurus kemudian, Marwan meminta kesanggupan kedua tokoh tersebut untuk dikukuhkan kembali sebagai ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz. Muhaimin pertama kali menyatakan siap untuk dipilih kembali disusul Kiai Aziz menyatakan hal yang sama.

“Setelah ada pernyataan sikap dari kedua calon, apakah forum menyepakati keduanya untuk menjadi ketua dewan syuro dan ketua dewan tanfidz yang baru,” lempar Marwan kepada forum.

Dengan demikian, lanjut Marwan, Ketua Dewan Syuro PKB yang baru adalah Almukarrom KH Abdul Aziz Mansyur dan Ketua Umum Dewan Tanfidz saudara Abdul Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, suasana sidang pleno keempat mengagendakan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Utusan dari Aceh sempat menginterupsi pimpinan sidang agar menyetujui usulan untuk kembali ke AD/ART Muktamar II Semarang.

“Kami meminta pimpinan sidang untuk memberlakukan kembali AD/ART hasil Muktamar kedua di Semarang. Hal ini agar posisi dewan syuro tidak hanya sekedar menjadi stempel bagi dewan tanfidz,” pintanya. (Ali Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Internasional, Kiai Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Semarang, Hari Santri 2018. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementeriana Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Shortcuorse (kursus singkat) Jurnalistik Pondok Pesantren, Jum’at (09/10). Acara ini diikuti oleh sekitar 100 santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Semarang dan Demak.

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah dengan agenda acara meliputi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pengarahan sekaligus membuka acara oleh Kabid PD Pontren Jawa Tengah, Bapak Sholihin, serta ditutup dengan do’a.

Dalam sambutannya, Sholihin menyampaikan, kegiatan semacam ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam dunia tulis menulis, baik menulis berita maupun tulisan dalam bentuk yang lain.

Hari Santri 2018

Dia juga mengatakan, santri jangan hanya mampu memahami kitab saja, tetapi juga paham tentang keterampilan, begitu juga dengan tulis-menulis.

Hari Santri 2018

“Setelah selesai kegiatan ini para santri dapat mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, syukur dapat menjadi penulis yang terkenal,” harapnya.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh wartawan sekaligus redaktur senior Suara Merdeka, yaitu Saronji dan Hasan Hamid. (Abdus Shomad/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Tokoh Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Ketum PBNU: IPNU-IPPNU Pintu Pertama Kaderisasi

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) merupakan harapan besar bagi generasi NU mendatang. Kedua badan otonom ini harus di garda depan dalam proses kaderisasi.

”IPNU dan IPPNU adalah gerbang awal atau pintu pertama kaderisasi di NU,” ujarnya usai melantik Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU di Jakarta, Senin (18/3) malam.

Ketum PBNU: IPNU-IPPNU Pintu Pertama Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: IPNU-IPPNU Pintu Pertama Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: IPNU-IPPNU Pintu Pertama Kaderisasi

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said ini, menyongsong peringatan satu abad NU atau sekitar 13 tahun yang akan datang, NU membutuhkan kader-kader baru yang lebih unggul dari IPNU-IPPNU. Sebab, merekalah nanti yang akan meneruskan estafet kepengurusan dan pengabdian di ormas Islam terbesar ini di masa depan.

Hari Santri 2018

Turut hadir pula dalam kesempatan ini Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini, utusan  Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan sejumlah mantan pengurus dan ketua umum IPNU dan IPPNU.

Dalam sambutannya, Muhaimin menjelaskan kebesaran Islam Indonesia di dunia internasional. Menurut pengalamnnya di luar negeri, selama ini Islam di Tanah Air sangat diperhitungkan dan menjadi rujukan bagi isu-isu keislaman baik oleh Timur Tengah ataupun Barat.

Hari Santri 2018

”Dan kalau bicara Islam Indonesia berarti bicara NU karena NU lah yang terbesar di republik ini,” katanya.

Dengan alasan ini, Muhaimin mendorong kepengurusan baru IPNU-IPPNU untuk giat memajukan organisasi. Ia optimis IPNU-IPPNU akan menjadi lebih baik.

”Masa depan di tangan anda. Dan rebutlah masa depan itu untuk kemaslahatan NU dan Islam di masa yang akan datang,” ujarnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional Hari Santri 2018

Jumat, 05 Januari 2018

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Kudus, Hari Santri 2018 - Semarak Hari Raya Idul Fitri di kalangan masyarakat Jawa Tengah bisa dibilang menarik. Pasalnya, masyarakat tidak hanya merayakan pada tanggal 1 Syawal untuk bermaaf-maafan dengan saudara dan teman saja, tetapi pada 8 Syawal dirayakan pula sebagai Lebaran Ketupat.

Sebagaimana yang terjadi di desa Papringan, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hampir seluruh warga pada hari sebelumnya memasak ketupat untuk di konsumsi secara khusus pada hari lebaran ketupat.

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Selain dikonsumsi sendiri, ketupat dilengkapi dengan kuah khas yang telah matang dijuga dibagikan ke rumah-rumah tetangga dan puncaknya dimakan bersama oleh sebagian warga di setiap masjid dan musholla pada pagi hari tanggal 8 syawal tersebut.

Hari Santri 2018

Menurut Syuriah Ranting NU desa Papringan Kiai Solkhin, kenduri ketupat pada tanggal 8 Syawal merupakan bentuk majelis tasyakuran dan doa usai menunaikan kewajiban rukun Islam yakni puasa dan ibadah sunnah lainnya pada bulan Ramadhan.

Hari Santri 2018

“Makanya, ulama dahulu membuat acaraselametan (tasyakuran), diisyaratkan dengan kupat (ketupat) dan lepet (panganan ketan yang dibungkus daun kelapa),”tuturnya saat membuka ritual kenduri ketupat yang berlangsung di masjid Al-Junaid, Rabu (13/7) pagi.

Adapun kegunaan kenduri ketupat, lanjut Kiai Solkhin, untuk menyimbolkannasi yang ada di dalam ketupat jangan sampai keluar dari bungkusnya yang tersusun dari janur atau daun pohon kelapa.

“Sama juga dengan diri kita untuk membungkus raga dan nyawa yang sudah bersih jangan sampai terkena noda-noda dosa pada tahun-tahun yang akan datang,” terangnya memaknai dibalik tujuan kenduri ketupat.

Mengenaikalimat ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin wal faizin wa taqabbalallahu wa minna wa minkum taqqabal ya karim, ini merupakan istilah buatan ulama dahulu yang sering dipakai banyak kalangan pada momen Idul Fitri. Doa ini mempunyai arti, semoga dijadikan Allah termasuk orang yang kembali fitrah, baik itu raga maupun nyawa supaya bersih dari dosa.

Ia menambahkan keterangan tentang kalimat doa lainnya yakni wa antum bi khoirin fi kulli ‘am, yang mempunyai artipada tahun-tahun yang akan datang, mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan baik.

“Sebagian ulama menafsiri kalimat tersebut sebagai doa supaya tahun depan dapat bertemu kembali dengan hari raya Idul Fitri,” jelasnya dihadapan puluhan warga yang masing-masing sudah membawa ketupat beserta kuah yang ditaruh rapi dalam wadah.

Sementara itu, Kiai Solkhin menilai pahala kenduri ketupat tersebut tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri, tetapi bisa pula niat diberikan kepada orang yang sudah meninggal. “Kita diberikan juga kepada ahli kubur. Semoga selalu mendapatkan maghfirah dari Allah,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Boyolali, Hari Santri 2018. Pada malam ketiga pelaksanaan Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU, Ahad (6/12)? malam, para peserta? telah memasuki? agenda persidangan komisi. Peserta dibagi menjadi empat komisi yakni komisi A (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga), komisi B (Garis-gairs Besar Perjuangan Pengembangan) , Komisi C (Prinsip Perjuangan) dan Komisi D (Rekomendasi).

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Dari keempat komisi tersebut, persidangan yang paling menghabiskan pikiran ada di komisi A yang membahas rancangan PD/PRT.? Peserta saling interupsi dan beradu argumentasi? mempertahankan gagasan-usulannya. Saking alotnya pembahasan, sidang komisi ini berakhir hingga Senin dini hari tadi.

Bila suasana di dalam ruangan terlihat tegang, tidak demikian di luar ruangan.? Seperti Ahad? malam itu, para pelajar yang turut memeriahkan kongres asyik menikmati penampilan musik beraroma anak muda di panggung apresiasi. Malam itu, grup musik IPNU Band (Purworejo) tampil menghibur dengan musik-musik yang sesuai selera peserta kongres. Ia juga bisa mengiringi peserta yang ingin bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.

Hari Santri 2018

?

"Mari kita luapkan kegembiraan di arena kongres malam ini.? Yang di dalam tegang, yang di luar kita senang-senang," ucap salah seorang host panggung Ahad malam.

Hari Santri 2018

?

Panggung apresiasi yang disediakan panitia ternyata mampu mencairkan suasana kongres. Saat sidang lagi diskors, para peserta pun larut bergabung di panggung sambil bernyanyi seakan ingin menghilangkan kepenatan.

Panitia daerah Ahmad Noufa Khairul Faizin mengatakan panggung apresiasi sengaja disiapkan guna memberi ruang berekpresi bagi kader-kader IPNU-IPPNU. Mereka bisa menampilkan kreativitas bersama musik host yang ditampilkan.

?

"Selama kongres kami menampilkan hiburan musik di sini. Mulai sore hingga malam 1-3? grup musik? menghibur teman-teman peserta kongres di panggung apresiasi," ujarnya pada Hari Santri 2018.

?

Peserta asal Pati Maksum mengaku senang atas penampilan IPNU Band yang menghibur . Terlebih lagi, banyak kader-kader IPNU-IPPNU dari seluruh Indonesia yang kreatif bernyanyi di atas panggung.

?

"Salut deh ama panitia, kita tidak hanya terbebani pembahasan-pembahasan materi sidang, tetapi juga bisa terhibur," katanya singkat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Habib, Internasional Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

Probolinggo, Hari Santri 2018. Setelah terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo periode 2015-2017 mendatang, Nur Baiti As Shiddiqy bertekad akan mengaktifkan kembali kader-kader potensial yang ada di cabang hingga ranting.

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Aktifkan Kembali Kader Potensial

“Tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjaga organisasi IPPNU di Kota Probolinggo ini supaya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan khittah NU,” kata mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Kademangan ini, Kamis (5/11).

Menurut Nur Baiti As Shiddiqy, untuk sementara ini dirinya bersama segenap pengurus masih akan menyusun program kerja. Pihaknya menakankan dalam waktu dekat ada kegiatan dari cabang untuk komisariat dan anak cabang.

Hari Santri 2018

“Hal ini penting supaya keberadaan komisariat dan anak cabang bisa aktf kembali. Komuniksi antara cabang dengan komisariat bisa intensif kembali. Sebab komunikasi dan koordinasi sangat dibutuhkan demi sukseskan program kerja,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Demi mewujudkan program tersebut, Nur Baiti As Shiddiqy meminta doa dan dukungan semua pengurus mulai dari tingkat cabang, anak cabang, ranting hingga komisariat untuk bersama-sama membesarkan IPPNU dengan mensinergikan program kerja sehingga bisa berjalan searah sesuai dengan keinginan para pelajar yang ada di Kota Probolinggo.

“Tentunya semua program yang akan kami susun ini akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pelajar yang ada di setiap lembaga pendidikan. Sebab antara lembaga yang satu dengan yang lain tentunya tidak akan sama. Pendekatan dan saling komunikasi akan terus kami lakukan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Daerah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 16 Desember 2017

GP Ansor Nias Selatan Utus Delegasi pada PKD Sekepulauan Nias

Jakarta, Hari Santri 2018. Sejumlah kader GP Ansor kabupaten Nias Selatan mengikuti kaderisasi Ansor sekepulauan Nias yang berlangsung di Gedung MA NU Gunungsitoli. Untuk memperkuat kepemimpinan, pihak pengurus GP Ansor Nias Selatan sengaja mengirimkan delegasinya pada pelatihan yang berlangsung Jumat-Ahad (10-12/4).

GP Ansor Nias Selatan Utus Delegasi pada PKD Sekepulauan Nias (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Nias Selatan Utus Delegasi pada PKD Sekepulauan Nias (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Nias Selatan Utus Delegasi pada PKD Sekepulauan Nias

Ketua GP Ansor Nias Selatan Alex Brianita Wau mengatakan, keikutseraan GP Ansor Nias Selatan pada Peelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) bersama sahabat-sahabat Ansor dari kabupaten Nias, Gunungsitoli, dan Nias Utara merupakan sebuah keharusan bagi Pemuda Ansor untuk mencetak generasi penerus NU ke depan.

“Karenanya kader Ansor harus paham Islam rahmatan lil ‘alamin, memiliki wawasan kebangsaan sebagaimana yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU),” kata Alex.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan bahwa pemuda Ansor Nias Selatan akan senantiasa siap bekerja sama dengan siapa saja, menjaga NKRI dengan menghargai perbedaan tanpa mencederai akidah keislaman,” ujar Alex.

GP Ansor Nias Selatan baru terbentuk sesuai dengan surat dari PP GP Ansor No. 1059/PP/SK-01/XII/2014 tentang Tim Carateker PC GP Ansor kabupaten Nias Selatan dan Nias Barat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Internasional Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

Jember, Hari Santri 2018 -

Setelah beberapa waktu lamanya Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jember vakum, kini bendera kumpulan pesilat warga Nahdliyin itu siap dikerek tinggi-tinggi. Hal ini merupakan tekad H. Fathorrazi setelah terpilih secara aklamasi sebagai Pagar Nusa Jember pada konferensi pertama di aula kantor PCNU Jember, Ahad (12/3).

Para pesilat NU yang memang telah lama membutuhkan figur ketua, menilai H. Rosi –sapaan akrabnya—adalah  sosok yang cocok sebagai nakhoda baru Pagar Nusa Jember. Usai terpilih, H. Rosi menyatakan bersyukur telah dipercaya untuk mengisi kursi ketua. “Pertama, ini harus saya syukuri. Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan baik,” ucapnya kepada Hari Santri 2018.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu pun bertekad untuk memajukan Pagar Nusa Jember. Untuk itu, katanya, pihaknya  akan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Selain itu, secara berkala juga akan digelar semacam kompetisi silat di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk merangsang sekaligus mencari bibit-bibit baru pesilat NU.

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

“Sebenarnya secara tradisi, di desa-desa itu sudah sering dilakukan arisan pencak silat yang tempatnya berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Nanti kalau ada kompetisi resminya, mereka pasti tambah semangat. Kita tinggal ngasih wadah saja,” ungkap H. Rosi

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) dalam sambutannya berharap agar Pagar Nusa Jember ke depan dapat berkembang dengan segala kegiatannya. Ia ingin agar Pagar Nusa dapat berjaya kembali seperti masa-masa lampau.

Hari Santri 2018

“Tolong Pagar Nusa koordinasi dengan NU. Saya siap memfasilitasi dan mensosialisasikan Pagar Nusa yang baru ini di tingkat kecamatan maupun ranting,” jelasnya.

Selain dihadiri Gus A’ab dan jajaran pengurus NU Cabang Jember dan tokoh-tokoh pesilat Pagar Nusa, hadir juga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidol Mannan dan tokoh Pagar Nusa Jember H. Rasyid Zakariya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Orang Tua Harus Jaga Komunikasi dengan Pesantren

Jombang, Hari Santri 2018 - Tugas orang tua tidak semata mengantar sang buah hati ke madrasah maupun pesantren. Yang juga harus dilakukan adalah menjaga silaturahim dan komunikasi dengan pemangku lembaga yang ada. Dengan demikian perkembangan sang anak akan terpantau dengan optimal.

"Jangan hanya datang ke pesantren atau madrasah saat awal mengantar, serta ketika sang anak akan boyong atau pulang," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab, Jumat (22/7) petang. Pesan tersebut disampaikan Dewan Pembina Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh (MAU WH) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini pada kegiatan silarrahim dengan para wali murid madrasah setempat.

Orang Tua Harus Jaga Komunikasi dengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Jaga Komunikasi dengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Jaga Komunikasi dengan Pesantren

Bagi putri pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah ini, tugas orang tua adalah melakukan komunikasi kepada guru, ustadz dan kiai baik di madrasah maupun pesantren. "Ini agar juga diketahui perkembangan serta prestasi sang anak," kata Wakil Bupati Jombang ini. Bila dirasakan ada perkembangan yang kurang diharapkan, maka sesegera mungkin hal tersebut disampaikan kepada yang bertugas, lanjutnya.

Mundjidah juga mengingatkan perkembangan pergaulan anak muda zaman sekarang yang demikian mengkhawatirkan. "Di Jombang saja yang telah diapit pesantren besar dari empat penjuru serta ratusan pesantren, tingkat kriminalitas yang melibatkan pelajar juga demikian tinggi," terangnya. Karenanya, mempercayakan perkembangan anak ke pesantren adalah pilihan tepat, meskipun tetap harus dijalin komunikasi yang intensif antara orang tua dan pesantren serta madrasah, lanjutnya.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Ikhtiar yang juga dapat dilakukan orang tua adalah dengan senantiasa mendoakan buah hati. "Sempatkan usai shalat wajib untuk berkirim al-fatihah kepada setiap anak yang dimiliki agar senantiasa mendapat bimbingan dan dijaga Allah SWT," tandas Ketua PC Muslimat NU Jombang ini. Bahkan kalau ada orang tua yang sedang melaksanakan thawaf di baitullah juga bisa mengkhususkan doa kepada setiap anak pada setiap putaran mengelilingi kakbah tersebut, lanjutnya.

Kegiatan diawali perkenalan dewan guru dan dialog dengan para wali murid. Sejumlah masukan disampaikan untuk dapat memacu prestasi dan terbentuknya karakter anak yang bercirikan pesantren.? (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Jakarta, Hari Santri 2018?



Sejumlah 28 Duta Besar negara Eropa bertemu dengan PBNU di Jakarta Selasa pagi (15/11). Perwakilan negara-negara tersebut menanyakan pandangan NU tentang radikalisme agama, kondisi Indonesia terkini dan ke depan.?

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Pertanyaan tersebut dijawab Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini. ?

Ditemui di gedung PBNU, H Marsudi Syuhud menceritakan, Kiai Said memulai dengan menjelaskan posisi Islam Nusantara. Tokoh-tokoh pendiri republik ini, di antraranya dari NU. Kiai-kiai NU yang yanng dimotori Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari mampu menyatukan antara keagamaan (Islam) dan nasionalisme serta mengintegrasikan nilai agama dengan kultur nasional.?

Pada pendirian republik ini, kiai-kiai NU menyepakati negara Indonesia berlandaskan pada Pancasila yang diambil dari budaya dan spirit agama. Kebangasaan yang dibangun ini sudah final untuk mengakomodasi keanekaregaman identitas Indonesia.?

Hari Santri 2018

“Adanya keragaman tersebut adalah sunatullah Allah taala. Jika Allah mengehendaki di dunia ini satu umat, maka Allah pasti bisa. Jadi, kebhinekaan ini sudah fakta dari Allah yang harus dirawat,” kata Marsudi menirukan Kiai Said.

Lebih lanjut, Marsudi menceritakan, hubungan agama dan nasionalisme yang menyatu tersebut diilhami dari kitab yang biasa dipelajari di pesantren-pesantren NU, yaitu Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali.?

Di dalam kitab tersebut disebutkan, pemerintahan dan agama seperti dua sisi mata uang. Agama adalah pondasi. Sesuatu yang tidak ada pondasinya, maka akan roboh. Sementara pemerintahan adalah penjaga pondasi tersebut. Sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan hilang.

Hari Santri 2018

Pertanyaan Duta Besar Uni Eropa selanjutnya adalah apakah kira-kira semua orang Indonesia seperti pemahaman orang NU?

Menurut Kiai Said, pada awal-awal pendirian republik, semua orang Indonesia bisa dikatakan sepaham dengan ide tersebut. Namun sekarang tidak lagi karena ada paham-paham pendatang baru. Mereka tidak tidak kenal susahnya perjuangan mendirikan republik ini. “Maka otaknya ingin mengubah dasar negara ini.”?

Sementara NU, mengadopsi kenegaraan Rasulullah yang membentuk negara Madinah. Bentuk negara tersebut sangat menjamin kebinekaan. Di negara tersebut hidup bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi. Di Islam sendiri ada Ansor dan Muhajirin.?

“Itu diatur dalam undang-undang Sohifah Madaniyah. Program yang diutamakan adalah taakhuh atau persaudaraan. Maka bagi NU kebhinekaan adalah niscaya dan harus dijaga bersama.”

Situasi hari ini

Duta Besar Uni Eropa juga bertanya tentang protes besar-besar umat Islam pada 4 November lalu.?

Pertanyaan itu dijawab Kiai Said dengan mengatakan, warga Jakarta, umumnya bangsa Indonesia, mempersoalkan gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak berawal dari identitas keagamaan, muslim atau nonmuslim, tapi ketersinggungan atas ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur tersebut dikenal dengan penggunaaan bahasa yang kurang diterima di publik. Rapat-rapat yang diunggah di media sosial dengan penggunaan kalimat yang tidak mendidik apabila didengar anak-anak. Kurang menyejukkan sebagai pemimpin.

Dari ungkakapan yang tidak diterima publik tersebut, ada pintu masuk yang besar, yaitu ketika gubernur yang sering disapa Ahok tersebut menyinggung surat Al-Maidah. Akhirnya, Ahok harus menghadapi persidangan di Bareskrim.?

NU, kata Kiai Said, menyikapi persoalan tersebut, jelas berpikir maslahat, mendahulukan kemaslahatan daripada kemadaratan. Apa pun keputusan pengadilan tersebut jika dipandang maslahat dan sesuai secara konstitusional yang berlaku, NU akan mendukungnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Internasional Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Doa di Multazam

Secara kebahasaan, “Multazam” diambil dari kata “iltazama” yang artinya “merapatkan”. Pasalnya, seseorang yang sedang berdoa di Multazam disunahkan untuk merapatkan dadanya pada lokasi antara hajar aswad dan pintu ka’bah.

Multazam merupakan bagian dinding ka’bah antara hajar aswad dan pintu ka’bah.

Doa di Multazam (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa di Multazam (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa di Multazam

Terdapat sebuah hadits yang menyebutkan tentang keistimewaan berdoa di Multazam, yaitu.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Hari Santri 2018

Artinya, “Diriwayatkan dari Amr bin Suaib, dari ayahandanya, ia mengatakan, ‘Aku sedang berthawaf bersama Abdullah (Abdullah bin Umar). Ketika kami berada di belakang Baitullah, aku bertanya, ‘tidakah kamu memohon perlindungan?’Abdullah pun mengucapkan, ‘Kami berlindung kepada Allah dari panasnya siksaan api neraka.’ Setelah selesai, Abdullah menyalami hajar aswad dan berdiri antara hajar aswad dan pintu ka’bah, lalu merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangan nya, ‘seperti inilah aku melihat Rasulullah SAW melakukannya,’” (Sunan Abu Daud dalam Bab Multazam, hadits nomor 1623, juz 5).

Mengacu pada hadits diatas, dapat dipahami bahwa Multazam merupakan tempat spesial yang dijadikan oleh Allah SWT, dimana doa-doa yang disampaikan di tempat tersebut akan diijabah oleh Allah SWT.

Tatacara berdoa di Multazam ialah dengan merapatkan dada, muka, kedua siku, dan kedua telapak tangan pada dinding Multazam, sambil mengucapkan doa apa saja yang kita inginkan, khususnya doa memohon perlindungan sebagaimana redaksi hadits di atas.

Sebenarnya tidak ada riwayat tentang doa khusus di Multazam, tetapi Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, juz 1, halaman 195, menyebutkan doa yang sunah dibaca saat berada di Multazam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma lakal hamdu hamdan yuwâfî ni‘amaka wa yukâfi‘u mazîdaka. Ahmaduka bi jamî’i mahâmidika mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a‘lam wa alâ jamî’i ni‘amika, mâ ‘alimtu minhâ wa mâ lam a’lam wa alâ kulli hâl. Allâhumma shalli ala Muhammadin wa ala âli Muhammadin. Allâhumma a‘idznâ minasy syaithânir rajîm wa a‘idzni min kulli sû` wa qann‘ni bi mâ razaqtanî wa bârik lî fîhi. Allâhummaj ‘alnî min akrami wafdika ‘alaika wa alzimnî sabîlal istiqâmati hattâ alqâka yâ Rabbal âlamîn.

Artinya, “Ya Allah, bagi-Mu pujian, (dengan) pujian yang meliputi seluruh anugerahmu. Aku bersyukur pada-Mu atas segala macam pemberian-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segala nikmat-Mu, baik yang kuketahui ataupun yang tidak kuketahui, dan atas segalanya. Ya Allah, sholawat dan salam semoga tercurah limpahkan pada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungi aku dari setan yang terkutuk, lindungi pula aku dari segala kejelekan, cukupi aku dengan segala yang Kauberikan kepadaku, dan berkahi aku dalam rezeki tersebut. Ya Allah, jadikan aku sebagai tebusan yang terbaik terhadap-Mu, dan tetapkan aku pada jalan yang istiqamah hingga aku kelak bertemu dengan-Mu, wahai Tuhan semesta alam.” Wallahu a’lam. (Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Internasional, Kiai Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Hari Santri 2018. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Fragmen, Khutbah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock