Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Demak, Hari Santri 2018. Untuk memperkuat dan melebarkan basis kaderisasi pelajar NU di pesantren, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Demak melakukan kunjungan dan konsolidasi ke Pimpinan Forum Silaturrahim Santri Pesantren Demak (FS2PD).

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Perwakilan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak diterima langsung Ketua FS2PD Muhammad Taufiq di kediamannya yang berada di Lingkungan Pondok Pesantren Assujudiyah Demak, Jawa Tengah, Senin (23/3) malam.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim dalam pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya? berencana memperbaiki mutu kaderisasi pelajar NU pada basis santri di Kota Wali, Demak. Menurutnya, pesantren dalam praktik keagamaan sehari-hari menggambarkan paham Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Sudah sepatutnyalah kami mulai penjajakan agar para santri bersedia bergandengan tangan dan berjuang bareng membesarkan IPNU-IPPPNU. Maka dari itu kami bertemu FS2PD agar dibukakan kran maupun pintu untuk masuk ke pesantren-pesantren di Demak,” ujarnya.

Muhammad Taufiq selaku Ketua FS2PD mengapresiasi niat rekan-rekanita IPNU-IPPNU. Ia mengatakan pesantren ibarat miniatur sebuah kerajaan, terbuka dan tidaknya pesantren mengikuti karakter pengasuhnya. “Karena PC IPNU-IPPNU Demak telah menemui kami, maka kami akan bantu untuk komunikasikan ke pihak pesantren yang tergabung dalam FS2PD agar bersedia didirikan komisariat,” kata alumni Pondok Pesantren Assujudiyah dan juga mantan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Demak Masa Khidmat 2010-2012.

Hari Santri 2018

Istiqomah, Ketua PC IPPNU Demak mengungkapkan terima kasih atas respon positif ini, dan sesegera mungkin pihaknya akan mengonsolidasikannya dengan semua pengurus di semua level agar mendapat tinak lanjut.

“Kami sudah lama merencanakan hal ini dengan harapan kaderisasi PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak yang selama ini masih kurang menyentuh lembaga pesantren dapat kembali bergelora, karena kami menyadari pada dasarnya pesantren juga basis IPNU-IPPNU,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Muadhom (Wakil Ketua Bidangan Kaderisasi); Dzawits Tsiqoh (Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi); Rifkqi Jamil (Wakil Bendahara); dan Muhammad Nasir (Koordinator DKC CBP PC IPNU) beserta wakilnya, Sutresno. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

Batang,Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah (Jateng) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru-guru olahraga madrasah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di cabang-cabang dan meilbatkan sekitar 4.500 guru. ?

Menurut Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto, kegiatan ini merupakan realisasi kesepakatan antara PW Pagar Nusa dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai bentuk tindak lanjut atas MoU antara kedua lembaga pada Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng Semarang akhir Maret 2015.

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

“Untuk mengimplementasikan MOU yang telah ditandatangani pada saat Rapimnas, PW Pagar Nusa dengan Ma’arif NU Jawa Tengah bersepakat mengadakan diklat untuk guru olahraga Ma’arif se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di cabang-cabang,” ungkapnya pada diklat perdana di Kabupaten Batang pada Jumat sampai Ahad (5-7/2).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Harun mengatakan, selain mengimplementasian MoU tersebut, diklat ini bertujuan untuk menciptakan kader pelatih Pagar Nusa yang mumpuni dan profesional serta mempersiapkan sekolah dan madrasah sebagai padepokan Pagar Nusa sekaligus sebagai usaha nyata meminimalisir paham radikalisme kanan maupun kiri yang berkembang akhir-akhir ini.

Ketua pelaksana diklat, Masrur, mengatakan diklat di Batang diikuti sebanyak 76 guru olahraga se-kabupaten. Mereka dilatih secara khusus oleh pelatih-pelatih Pagar Nusa tingkat nasional.

Hari Santri 2018

“Selama tiga hari ini peserta digembleng berbagai macam materi Pagar Nusa yang meliputi jurus-jurus Pagar Nusa, teknik melatih, kurikulum pengajaran,” ungkap Masrur.

Selain mendapatkan materi-materi di atas, kata dia, peserta juga akan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus tim pelatih. Sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi peserta sebagai bukti diri untuk mengembangkan Pagar Nusa di sekolah masing-masing.

“Perlu saya sampaikan bahwa diklat ini nantinya akan didiikuti 4500 guru olahraga Ma’arif NU se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di masing-masing cabang.” pungkasnya. (Ghufron Ulya/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Olahraga, Pertandingan Hari Santri 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid mengajak segenap umat Islam untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan dan dakwah sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjelaskan Al-Quran Surat Al Ahzab ayat 21 yang merupakan perintah gamblang untuk mengambil suri tauladan dari Rasul.

Salah satu suri tauladan dari Rasulullah, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta ini adalah pandai mensyukuri nikmat dan anugerah dari Allah SWT. Walaupun Rasulullah adalah sosok yang makshum (dilindungi dari dosa) dan dijamin masuk surga, namun ia senantiasa tidak mengurangi frekwensi ibadahnya.

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci

"Tekunnya Rasul dalam beribadah merupakan ungkapan syukur yang diwujudkan dengan senantiasa menggunakan segala nikmat Allah untuk menambah ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT," jelasnya, Senin (11/12).

Kehidupan bahagia dan tenang juga menurut Gus Hayid dapat dirasakan dari rasa bersyukur ini. 

Hari Santri 2018

"Jika ingin berbahagia, hidup senantiasa tenang maka pandailah bersyukur. Jika tidak pintar bersyukur maka pastilah hidup penuh dengan kesesakan dan selalu suudzon (buruk sangka) kepada orang lain," tambahnya.

Sifat lain Rasul yang patut diteladani adalah selalu sabar dalam menerima ujian dan mampu menahan emosi dari sikap orang lain yang menyakitinya. Rasulullah adalah sosok yang selalu mampu memaafkan orang lain.

"Akhlak rasulullah adalah Al-Quran. Walaupun terus di-zalimi, namun beliau mampu menahan emosinya dengan tidak meluapkannya kepada orang yang menzaliminya. Sebenarnya jika ia mau berdoa kepada Allah untuk membalas orang yang menzaliminya, niscaya Allah akan mengabulkannya. Namun ini tidak dilakukan Rasul," terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, cara dakwah yang patut dicontoh dari Rasul menurut Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini adalah dengan cara memberikan hikmah. Dakwah menggunakan hikmah menurutnya akan dapat lebih diterima dan  memperoleh hasil yang maksimal.

"Dakwah dengan hikmah melahirkan cinta. Dakwah dengan keangkuhan akan memunculkan rasa benci," tegasnya.

Oleh karenanya dalam mengajak seseorang kepada hal yang baik, haruslah senantiasa mengedepankan dakwah dengan hikmah. Jika dakwah dengan hal ini tidak diterima maka ada langkah lain yaitu dengan mauidzatul hasanah.

"Jika harus saling memberikan argumentasi pun, haruslah senantiasa dilakukan dengan cara yang ahsan (yang paling baik). Tidak dengan blaming (menyalahkan) orang lain," pungkas dai muda yang kerap menjadi pemateri Syiar Kemuliaan di salah satu stasiun televisi swasta nasional. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Amalan, Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jakarta, Hari Santri 2018
Sekelompok LSM, dan para aktivis sosial lintas agama yang dipelopori PBNU mendeklarasikan Jaringan Solidaritas untuk Korban Busung Lapar (JSKBL). Deklarasi dilakukan di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Senin (4/7).

Hadir dalam kesempatan deklarasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hemas, Ketua PBNU, Andi Jamaro Dulung, Romo Frans Magnis Suseno, Koordinator JSKBL, Dr. Musdah Mulia, Ketua LKKNU, Otong Abdurahman, dan para aktivis yang tergabung di dalamnya.

Gerakan ini, kata Musdah dalam sambutannya dimaksudkan sebagai gerakan kepedulian terhadap maraknya kasus busung lapar di tanah air. Gerakan ini difokuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam kelaparan, gizi buruk, busung lapar, dan kematian dini.

"Kita tidak bisa menutup mata, mencuatnya kasus ini karena adanya ketidakadilan ekonomi, maraknya tindakan korupsi dan rapuhnynya institusi demokrasi. Karenanya kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu saudara kita yang mengalaminya," ujar penulis buku Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Perspektif Islam ini.

Untuk itu, lanjut Musdah, kami telah membentuk 9 tim kerja yang masing-masing menangani divisi tertentu yang dibagi berdasarkan kelompok dan institusi agar gerakan solidaritas ini lebih fokus. Tim itu diantaranya, tim kerja kampanye, tim kerja advokasi, tim kerja jaringan, tim kerja pendataan, tim kerja medis, tim logis dan pendanaan, tim media, tim analisis kebijakan dan tim kerja bantuan kemanusiaan.

Sementara itu wakil koordinator JSKBL, Benny Susetyo Jr mengatakan gerakan solidaritas ini bukan semata-mata gerakan spontanias karena mencuatnya kasus busung lapar, tetapi sebuah gerakan yang sistematis, terstruktur dan memiliki agenda yang jelas untuk menangani munculnya kasus serupa di tanah air. "Kami memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan sekarang kumpulnya kami disini sekaligus membahas program kerja tersebut," ujarnya.

Sekadar diketahui, LSM yang tergabung dalam solidaritas ini antara lain Suara Ibu Peduli, Kalyanamitra, Perempuan Indonesia, Komisi Hak-KWI, Koalisi untuk Indonesi Sehat, Infid, Elsam, LBN Jakarta, Sanggar Ciliwung, Koalisi Perempuan Indonesia, Fatayat NU, LKKNU, Jaringan Mitra Perempuan Jabotabek, Institut Ecosos, Prakarsa, Perdhaki, KPI Jabar, ICRP, Yayasan Jurnal Perempuan, dan lainnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Kiai, Ulama Hari Santri 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jumat, 26 Januari 2018

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

Batam, Hari Santri 2018

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meradang atas ujaran kebencian dilontarkan YD, seorang jurnalis perempuan di daerah itu melalui akun media sosialnya.

YD dalam statusnya mempertanyakan Banser pernah mengaji atau tidak. Ia juga mempertanyakan apakah Banser kumpulan preman yang menjual agama. Dalam statusnya itu pula, perempuan berasal dari Provinsi Riau tersebut menuding Banser ialah kumpulan orang menyebalkan sehingga pantas dibubarkan.

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

“Pernyataan yang bersangkutan karena reaksi spontan menanggapi isu pembubaran pengajian Khalid Basalamah oleh GP Ansor Sidoarjo, Jawa Timur. Namun kita giring terus untuk fokus pada subtansi masalah,” papar Alumni Susbanpim II PP GP Ansor, Khoirul Anam, di Batam, Senin (6/3).

Pertemuan dengan YD bisa dilakukan atas mediasi mantan Ketua GP Ansor Kota Batam yang merupakan general manager tempat YD bertugas.

“Insya Allah, kami mengedepankan rasa kekeluargaan dengan YD kendati awalnya alot dan menolak didokumentasikan. Bahkan yang bersangkutan sempat akan meninggalkan lokasi mediasi. Kami tegaskan, jika tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan, kami akan membawanya ke ranah hukum,” papar Anam.

Hari Santri 2018

YD akhirnya mengurungkan niat meninggalkan lokasi mediasi dan selanjutnya membuat surat pernyataan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi ujaran kebencian. Pernyataan itu ditandangani yang bersangkutan serta bermaterai.

Penolakan terhadap Khalid Basalamah tak hanya terjadi di Sidoarjo. Tapi juga di beberapa tempat seperti di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir, sebagaimana dilansir Republika menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Saran itu disampaikan kepolisian kepada panitia karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

“Ketegangan memang ada. Tapi tidak ada pembubaran jamaah pengajian. Jamaah tetap di masjid karena panitia hanya meminta Khalid menghentikan ceramah,” tegas Kapolresta.

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin menyayangkan informasi beredar di sejumlah media tidak sesuai fakta di lapangan.

“Berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. Masya Allah, tidak ada satu pun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor dan Banser NU,” kata Riza menegaskan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Pringsewu, Hari Santri 2018

Ada pemandangan unik dalam pengajian rutin malam Rabu di Pondok Pesantren Nurul Ummah asuhan KH Sujadi Saddad di Desa Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/9) tadi malam. Beberapa jamaah yang biasanya memakai peci putih atau kopiah hitam khas Indonesia tampak mengenakan peci batik warna hijau khas motif seragam NU.

Wakil  Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Yang paling menonjol malam itu adalah Wakil? Syuriyah Pengurus Ranting NU Patoman, Kecamatan Pagelaran, Mbah Fahrurozi. Ia tak hanya mengenakan peci bermotif batik NU tapi juga baju bermotif yang sama. Apalagi, ia yang selalu datang lebih awal dari jamaah lainya memimpin pembukaan pengajian dengan membaca Nadlam Asmaul Husna dan Syiiran Sholawat diikuti oleh para jamaah.

Mbah Fahrur, demikian ia disapa, walaupun sudah sepuh, terlihat tetap energik dan bersemangat dalam mengikuti pengajian. Dengan mengendarai motor tuanya, ia berangkat dari desanya Patoman yang berjarak dua kilometer menuju tempat pengajian sehabis shalat Isya.

Hari Santri 2018

"Peci ini hasil kreasi saya, dan saya jahit sendiri, insyaallah tahan air karena? dalamnya bukan kertas tapi kain spon seperti karet yang lentur," jelasnya.

Hari Santri 2018

Menurut Mbah Fahrur, ide menciptakan peci ini bermula saat ia merasa sayang dengan sisa kain bahan seragam NU yang tidak terpakai. Ia pun berinisiatif menjahitnya kembali dan dibuat kupluk atau peci yang mudah dilipat.

Mbah Fahrur yang pensiunan guru madrasah ibtidaiyah ini menambahkan, kecintaanya pada NU-lah yang mendasarinya agar produknya dapat dikenal masyarakat Nahdliyin secara luas. Sehingga harapanya selain sebagai identitas warga NU peci ini juga diharapkan menjadi syiar bagi nilai-nilai Aswaja di masyarakat.

"Kemeja NU ada, sarung NU juga? sudah banyak yang pakai, saya bikin peci NU saja yang simpel," pungkasnya.

Selanjutnya melihat hasil kreasi kupluk ini, KH Sujadi Saddad mengapresiasi dan menyarankan pada Mbah Fahrur untuk membuat peci dengan standar peci hitam khas Indonesia ."Saya lihat peci NU ini, satu-satunya di Indonesia dan yang pertama dibuat di Pringsewu," tutur Bupati Pringsewu ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, News Hari Santri 2018

Kamis, 11 Januari 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Hari Santri 2018. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Ulama, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat

Sidoarjo, Hari Santri 2018 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI memberikan 10 motor tiga roda yang berfungsi pengangkut sampah kepada beberapa desa di Sidoarjo. Pemberian motor ini untuk mendukung program melalui pelaksanaan infrastruktur hijau untuk wujudkan Indonesia bersih sampah 2020.

Pemberian tersebut secara simbolis diberikan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa H Syaikhul Islam Ali di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo kepada perwakilan kepala desa pada Rabu (23/11). 

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat

Kepala Pusat pengendalian Ecorigoin Jawa-Bali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sugeng Priyanto berharap, dengan pemberian motor tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk membersihkan sampah baik di lingkungan masyarakat maupun di pesantren.

Menurutnya, sampah bisa berguna untuk kepentingan hendikrap. Jawa Timur sering mendapatkan penghargaan Adipura. Karena orang-orangnya banyak yang kreatif. Sehingga sampah bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

"Manfaatkan yang bisa dikelola untuk ke depannya. Mudah-mudahan banyak memberikan manfaat," harap Sugeng.

Hari Santri 2018

Sementara Syaikhul Islam Ali mengatakan, pengelolaan sampah dan limbah itu sangat penting. Dengan sedikit sampah yang dibawa itu semakin bagus. Kalau dulu orang berpikir sampah diselesaikan di TPA, itu sudah ketinggalan. Pendidikan masyarakat dan kesadaran pengelolaan sampah memandang sampah itu sangat penting.

Hari Santri 2018

"Ini penting karena paradigma pengelolaan sampah sekarang itu sudah berkembang. Semakin sedikit sampah yang dikirim ke tempat pengelolaan sampah itu semakin bagus. Itu menunjukkan hasil yang baik karena sampah yang dikirim sudah berkurang. Hal itu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ujar pria akrab disapa Gus Syaikhul.

Sementara itu menurut Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Arya Muhammad, Indonesia mayoritas masyarakat Muslim. Sebagai seorang Muslim, harus selalu menerapkan kebersihan. Di pondok pesantren selalu diajarkan tentang kebersihan yang sesuai dengan hadits Nabi, kebersihan itu separuh daripada iman.

"Bukan sebagian, tapi saya katakan separuh. Karena hadits Nabi yang beredar di masyarakat tentang kebersihan sebagian daripada Iman itu dhaif. Yang benar adalah kebersihan separuh iman," kata Gus Ari. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, IMNU Hari Santri 2018

Jumat, 08 Desember 2017

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengingatkan, tugas para pemuka agama mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa, bukan golongan tertentu saja.

Para ulama, dalam hal ini, harus melibatkan diri tanpa harus membedakan latarbelakang warga negaranya. Menurut Kang Said, persoalan sosial seperti penularan HIV, mengancam manusia tanpa pandang usia, golongan, jenis kelamin, agama, dan kategori lainnya.

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya

“Para kiai ditugaskan liyundziru qaumahum, mengingatkan warga negaranya,” kata Ketum PBNU dalam jumpa pers yang meluncurkan gagasan ‘Jihad Melawan HIV/AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, Selasa (9/10) petang.

Hari Santri 2018

Ancaman penularan HIV misalnya, menuntut kepedulian dan peran nyata para kiai. Dengan imbauan moral, para kiai dapat berperan nyata dalam menurunkan laju angka penularan HIV yang mematikan.

Hari Santri 2018

Secara moral, para kiai dapat mengecam praktik yang menyebabkan potensi penularan HIV seperti pergaulan bebas, pemakaian jarum suntik narkoba bergantian, dan sebab lainnya, imbuh Kang Said. Mereka di saat yang sama, mengimbau masyarakat untuk tidak menyudutkan pengidap positif HIV.

Dengan demikian, pemuka agama tidak larut hanya pada persoalan persoalan keagamaan. Mereka secara aktif berperan dalam persoalan masyarakat yang meminta kepedulian dan solidaritas sosial dari banyak pihak.

Selain pendalaman terhadap kajian agama, kepedulian dan solidaritas sosial ini menjadi satu tugas yang mesti diemban para kiai. Al-Quran telah menugaskan mereka untuk dua tugas tersebut, pungkas Kang Said. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Meme Islam Hari Santri 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang

Brebes, Hari Santri 2018. Para ikhwan tarekat Tijaniyah memperingati Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad Tijani RA yang ke-222 di Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah pada tanggal 12 sampai 14 Desember. Perayaan serupa pernah digelar dengan sukses di tempat tersebut pada tahun 1984 dan 2008.

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang

Muqaddam Tijaniyah KH Syekh Soleh Basalamah menjelaskan, Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani adalah tradisi tahunan yang biasa diadakan sebagai perayaan murid Tijaniyah. Tradisi tersebut dilaksanakan dalam rangka hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm atau al-quthb al-maktum.

Kegiatan yang diadakan setiap tanggal 18 Shafar tersebut, kata dia, merupakan puncak ijtima’ kaum Tijaniyah seluruh Indonesia. Dilaksanakan bersifat nasional berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional. Sementara tempatnya bergiliran di tempat-tempat yang ada di Indonesia.

Hari Santri 2018

Tradisi ini untuk pertama kalinya secara berturut-turut diadakan di Desa Betoyo, Kecamatan Mayar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada tahun 1979, 1980, 1981 M. Selanjutnya dilaksanakan secara bergiliran di kota-kota Jawa Tengah Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua Panitia Idul Khotmi, Afifullah, kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 20 ribu orang perwakilan dari seluruh penjuru Nusantara. “Bahkan peserta dari luar negeri juga sudah berdatangan antara lain dari Prancis, Inggris, India, Maroko, Saudi Arabia, Tunisia, Al Zajair, Malaysia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya di sela kegiatan Jumat (12/12).

Selama tiga hari, kata dia, peserta bakal mengikuti agenda utama berupa Halalah (dzikir rutin Tarekat Tijaniyah pada Jumat sore? di Masjid Mujahidin Jatibarang Kidul, Mushola Baitussaadah di Jatibarang Lord, dan di Zawiyah Kemiriamba.

Pada Sabtu (13/12) ada halaqah (seminar) Muqodam di gedung Serbaguna Al Ittihad, seminar penanggulangan ISIS bagi pengikut Attijaniyah di Pesantren Darrusalam Jatibarang Kidul. Terus khalwat (dzikir), Manaqib Qubro dan istighosah di Masjid Al Ittihad di Jatibarang Lor. Juga digelar Parade Rebana 23 grup dan atraksi Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI).

Puncak kegiatan berupa pengajian akbar pada Ahad di Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, dengan pembicara dari PBNU KH Mustafa Aqil Siroj, Rois Am JATMAN Habib Lutfie bin Ali Yahya, Sayid Tohir At Tijani dari Maroko dan Dr Redigenun Muqodam dari Al Zajair.

1200 rumah warga untuk menginap

Menurut Afif, untuk mensukseskan kegiatan tersebut, panitia menyediaksn 1200 rumah warga sebagai home stay (tempat tinggal sementara) para bagi ikhwan (peserta) luar daerah. Rumah tersebut disediakan untuk penginapan sekaligus menyediakan konsumsi gratis bagi ikhwan. “Warga sangat antusias walau hanya diberi subsidi Rp 10 ribu per ikhwan,” terangnya. (12/12).

Dari 1200 rumah tersebut, lanjutnya, berada di seluruh wilayah Kecamatan Jatibarang, sehingga tidak memberatkan panitia dalam hal transportasi. Sedangkan untuk para Muqadam dan Masayih di Hotel Anggraeni Jatibarang.

Afif menambahkan, warga sendiri mengaku sangat senang ditempati para tamu dari seluruh penjuru Nusantara. Mereka menganggap hal itu bisa mendatangkan barokah dikemudian hari. “Mereka yang ditempati, mayoritas sangat bangga bahkan sebagian banyak yang minta rumahnya dijadikan home stay karena dipercaya bakal mendapat barokah dari Allah SWT,” tutur Afif. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Ulama, Doa Hari Santri 2018

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Padang Pariaman, Hari Santri 2018. Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman, Sumatera Barat, masa khidmat 2013-2014 berjalan sukses di Aula BLK Kabupaten Padang Pariaman, Ahad (23/1).

Dalam acara yang dirangkai dengan Seminar Kewirausahaan “Interprenership sebagai Solusi Perekonomian Bangsa di Piaman Laweh” ini, ketua baru PC PMII Pariaman, Satria Efendi, menyatakan bahwa sebagai organisasi kemahasiswaan, PMII harus sanggup hidup mandiri secara ekonomi dalam merealisasikan berbagai programnya.

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Menurut dia, PMII yang lahir sejak tahun 1960 seharusnya mempunyai kematangan dalam berbagai hal, termasuk dalam menghadapi tantangan di tengah-tengah masyarakat. Modal yang kuat, katanya, sangat dibutuhkan terutama bagi para kader PMII yang memilih jalur politik di masa mendatang.

Hari Santri 2018

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga PB PMII Ulil Amri menginstruksikan agar pengurus PMII di berbagai level harus selalu memperkuat organisasi dan kaderisasi agar kader-kader PMII mampu menghadapi tantangan global. Dalam hal kewirausahaan PB PMII sangat mendukung agar kader-kader PMII secara finansial kuat dan mampu menjadi pengusaha dan politisi ke depannya.

Hari Santri 2018

Dukungan juga datang dari Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar. Dalam sambutannya, Genius mengatakan, pemerintah kota akan bekerja sama dengan PMII dalam mewujudkan pengusaha muda di Pariaman. 

Pemkot punya program pemberdayaan dan latihak kerja di Disnaker, sementara untuk penguatan modal dapat disalurkan melalui Kopperindag Kota Pariaman. 

Hadir sebagai narasumber dalam seminar kewirausahaan pengusaha muda asal Pariaman Zulkardi, Kepala Dinas Koperasi Pariaman Gusniyetti Zaunit, tokoh masyarakat Pariaman, H. Martiyas Mahyudin. 

Peserta terdiri dari para kader PMII, organisasi siswa intra sekolah (OSIS), organisasi kepemudaan (OKP), dan utusan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Pariaman. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta membedah buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis buku putih dari Jakarta.

Wakil Ketua PWNU DIY Prof Dr Purwo Santoso mengatakan, setelah sekian lama ditunggu, buku itu akhirnya diterbitkan juga. Menurutnya, buku putih yang diterbitkan resmi oleh NU itu sangat penting untuk memberikan perimbangan informasi sejarah.

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja

“Selama ini informasi yang ada menyudutkan kelomkpok tertentu. Kalau pun buku ini menjadi kontroversial, buku ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan perimbangan informasi,” katanya.

Hari Santri 2018

Ditambahkannya, sejarah bukan hanya berisi tentang cerita masa lalu, tetapi juga tentang klaim kebenaran. Jika NU tidak menulis, maka NU akan tersudutkan terus-menerus,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan, buku putih itu berisi tentang apa yang dialami oleh orang NU, untuk dibaca oleh masyarakat luas, dan khususnya untuk kalangan NU sendiri.

Hari Santri 2018

“Kita tidak membenci PKI. Sekarang NU dan PKI sudah menjadi teman. Sudah tidak ada problem dalam hubungan. Masalahnya ada pihak di luar dua itu yang ingin mempolisisasi peristiwa yang telah lalu dan menyudutkan NU. Maka kita menulis versi kita sendiri,” katanya.

Bedah buku putih Benturan NU-PKI yang dipandu oleh Wakil Ketua PWNU DIY M. Jadul Maula itu dihadiri oleh tim penulis buku putih dari PBNUJakarta, antara lain Abdul Mun’im DZ dan Zastrow Ngatawi. Sebagai pembanding, guru besar sejarah UGM Prof Dr Bambang Purwanto. (Rochim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Ulama Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Tangerang, Hari Santri 2018

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang menilai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) termasuk kelompok sparatis karena menolak ideologi Pancasila dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi bahwa keberadaan ideologi organisasi tersebut dalam kajian fiqih adalah makar (bughat) terhadap negara karena ingin membangun negara di dalam negara.  Hizbut Tahrir Indonesia berdasarkan fatwa dari Abuya Muhtadi dari Cidahu, Pandeglang, Banten, adalah haram untuk diikuti.

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Ketua PCNU Kota Tangerang Bunyamin menjelaskan, ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila, maka sudah sepantasnya negara mengatur ketat ideologi ormas yang merusak keutuhan NKRI ini.

Hari Santri 2018

Apalagi, lanjutnya, saat ini kelompok ini mengklaim sebagai satu-satunya ormas yang rahmatalillamin (menebar kasih dan sayang), padahal praktiknya jauh dari itu. Mereka tidak mengakui Pancasila, meliberalisasi warga NU, menutup sejarah perjuangan bangsa, dan lain sebagainya.

"Ideologi khilafah membahayakan persatuan bangsa, sebab itu kami tidak rela Indonesia terpecah belah hanya karena khilafah dan pemahaman agama yang sempit,” paparnya di sela kegiatan aksi HTI mendeklarasikan diri sebagai rahmatan lil ‘alamin yang dikawal oleh PCNU Kota Tangerang), BEM STISNU Nusantara, PC PMII Tangerang, GP Ansor dan Kesbangpol Kota Tangerang, Ahad (10/4) pagi.

Hari Santri 2018

Ibnu Jandi, dosen STISNU Nusantara menambahkan bahwa HTI dan para pendukung khilafah secara sadar sudah melanggar UUD 1945. "HTI harusnya sudah dibubarkan karena mengancam bangsa ini," ujarnya.

"Negara rasanya tidak adil, seakan hanya berani sama Zaskia Gothic yang hanya kebodohannya diseperti-itukan. Ini HTI yang sudah jelas jelas secara pemikiran dan ideologi bertentangan dengan ideologi bangsa, bahkan dapat merusak kecintaan generasi muda di masa depan untuk mempertahankan NKRI, masih dipelihara," tambahnya. (Qustulani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, AlaNu, Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Jakarta, Hari Santri 2018 - Keprihatinan dan duka dirasakan nahdliyin Kota Pontianak yang tergabung dalam aliansi anak muda Nahdlatul Ulama. Mereka yang terdiri atas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kota Pontianak, PMII Kota Pontianak, PMII Untan dan IAIN Pontianak, IPNU dan IPPNU Kota Pontianak, serta ILP (Ikatan Lanceng Praben) Kalbar melakukan aksi sosial penggalangan dana yang dimulai dari Rabu (13/9).

Aksi ini rencananya akan dilakukan selama 4 hari yang akan dibagi pada 3 titik, yaitu bundaran Untan, simpang lampu merah Kota Baru, dan Jalan Tanjung Pura.

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Ketua LPBI NU Pontianak Suryadi mengatakan, tujuan aksi ini adalah sebagai bentuk keprihatinan dan duka dari kami NU Kota Pontianak. Sebelum melakukan aksi penggalangan dana kami juga melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk para korban kemanusian di Myammar dan dilanjutkan menggalang dana di bundaran UNTAN.

Hari Santri 2018

“Untuk hari pertama kami khususkan di bundaran Untan. Alhamdulillah hasilnya di luar dugaan kita, antusias masyarakat pengguna jalan yang berhasil mengumpulkan dana Rp. 6.099.300 ini menunjukan dukungan dan juga rasa simpati untuk para korban kemanusiaan dari masyarakat Kota Pontianak,” kata koordinator aksi ini.

Selain penggalangan dana di jalanan kami juga akan melakukan penggalangan dana di lembaga pondok pesantren yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Sampai hari ini kami sudah bertemu dengan tiga dewan pengasuh pondok pesantren yang selanjutnya kami turun ke kelas-kelas dan juga dewan asatidznya.

Hari Santri 2018

Perlu kami sampaikan hasil semua dari penggalangan dana ini akan kami salurkan melalui rek Pengurus Pusat LPBI NU yang kebetulan juga ketuanya juga ketua pelaksana Aliansi Kemanusian Indonesia untuk Myammar (AKIM) sehingga harapan kami dan masyarakat yang ikut nyumbang bisa langsung sampai dengan para korban dan tentu harapannya bisa meringankan bebannya.

Ketua PMII Kota Pontianak Mussolli mengatakan, kami dari warga pergerakan juga sangat mendukung aksi sosial yang diadakan oleh PCNU Kota Pontianak di bawah Koordantor LPBI NU Pontianak. Sebagai bentuk dukungan, kami menurunkan puluhan kader dari komisariat Untan dan IAIN bahkan calon kader semangat ikut turun.

Kami bersepakat bahwa segala bentuk penindasan dan kekejaman mesti harus dihapus di muka bumi ini. Khusus yang di Myammar mengingat kejadiannya di luar negeri tentu meraka memiliki atauran sendiri dan kita tidak mudah masuk ke sana sehingga kami hanya bisa berdoa dan juga melakukan aksi sosial ini dengan harapan juga bisa mengurangi beban mereka. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Ulama Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, Hari Santri 2018. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

Hari Santri 2018

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

Hari Santri 2018

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya. 

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Lantunkan Madah, 10.000 Pramuka Santri Target Rekor Muri

Jakarta, Hari Santri 2018. Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-IV akan dilangsungkan di Bumi Perkemahan Tambang Ulang, kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada 1-7 Juni 2015. Pihak panitia mengagendakan pemecahan rekor MURI dengan konfigurasi pelantunan madah oleh 10.000 santri.

"Koordinasi dengan Pemprov Kalimantan Selatan dan pihak terkait sudah kami lakukan," jelas Direktur PD Pontren Kemenag Dr Mohsen saat memimpin rapat perdana kegiatan ini di ruang rapat Sekjend Kemenag, Senin (20/4).

Lantunkan Madah, 10.000 Pramuka Santri Target Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantunkan Madah, 10.000 Pramuka Santri Target Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantunkan Madah, 10.000 Pramuka Santri Target Rekor Muri

Menurut Koordinator bidang perkemahan dan kegiatan PPSN Mardhani Zuhri, madihin secara bahasa artinya pujian dengan puisi yang menghibur.

Hari Santri 2018

“Kesenian madihin ini belum pernah ditampilkan dengan jumlah peserta sebanyak itu. Kita akan bekerja keras menyukseskannya," kata Mardani yang juga Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka.

Kegiatan PPSN merupakan agenda tiga tahun sekali yang perdananya diadakan pada 2006 di Cibubur, Jakarta, pada 2006. PPSN kedua digelar di Jatinangor, Bandung pada 2009. Sementara ketiganya di Batam, Kepri, pada 2012. Sedangkan kali ini PPSN ditempatkan di Kalimantan Selatan.

Hari Santri 2018

"Pesantren punya peran strategis sebelum dan sesudah kemerdekaan. Saya minta kepada kakak-kakak Pramuka yang terlibat di kepanitiaan untuk fokus menyukseskan kegiatan ini," ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Dr Adhyaksa Dault.

Bagi lingkungan pesantren, gerakan Pramuka sangat familiar mengingat aspek historis sejarah pembentukan gerakan-gerakan kepanduan oleh kalangan muslim saat perjuangan kemerdekaan.

Karena itu, suburnya gerakan Pramuka di lingkungan pesantren memiliki sejarah panjang dan dasar serta fondasi yang kuat, ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 16 November 2017

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang

Tegal, Hari Santri 2018 - Pangkalan Gugusdepan (Gudep) SMA Maarif NU Jatinegara, Tegal menggelar Pelatihan Pengelolaan Dewan Kerja (PPDK), Ahad (8/10) di sekolah setempat.

Wakil Kepala SMA Maarif NU Jatinegara Inamul Auva mengatakan, kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk mempersiapkan pengurus dewan kerja Ambalan yang baru dalam mengelola kegiatan di pangkalan Gugusdepan.

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang

"Dalam kegiatan itu, kita sengaja menggandeng Koramil Jatinegara untuk menyampaikan tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme," ujarnya.

Harapannya, lanjut Auva, pengurus baru Dewan Kerja Ambalan Syarif Hidayatullah dan Siti Khodijah SMA Maarif NU Jatinegara sejumlah 30 orang akan lebih siap, disiplin dan cakap dalam mengelola Ambalan.

Hari Santri 2018

"Selain itu, rasa kebangsaan dan nilai-nilai Nasionalisme dan Cinta tanah air juga wajib dimiliki oleh Pramuka Maarif NU," tandasnya

Dalam pelatihan itu, selain materi wawasan kebangsaan, diberikan pula materi tentang praktek PBB oleh Babinsa Koramil Adiwerna dan tatakelola Administrasi Dewan Kerja oleh pengurus Kwartir Ranting Jatinegara. (Hasan/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Meme Islam, Ulama Hari Santri 2018

Senin, 13 November 2017

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

Jakarta, Hari Santri 2018. Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menilai perlunya diadakan dialog atau rembuk nasional kebangsaan. Hal tersebut penting dilakukan untuk memantapkan hubungan yang sudah lama terjalin dan mengakar di Indonesia.

“Untuk memantapkan ukhuwah baik wathaniyah, Islamiyah, insaniyah, bahkan ukhuwah diniyah; perlu adanya semacam upaya penegasan komitmen kebangsaan dari komunitas Muslim khususnya, dan ormas Islam,” kata Rais ‘Aam, Selasa (28/2) di Jakarta.

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam PBNU Gagas Rembuk Nasional, Ini Alasannya

Komitmen tersebut diperlukan untuk menegaskan mana ormas Islam yang masih menjaga semangat kebangsaan dan mana yang tidak.

Kiai Ma’ruf menjelaskan rembuk nasional diisi dengan ikrar bersama majelis-majelis agama. Hal ini untuk merawat kemajemukan, kebinekaan, dan toleransi yang bermuara pada pada satu tujuan, yakni merawat keutuhan dan kesatuan bangsa.

Hari Santri 2018

Ia mengharapkan dalam rembuk nasional nanti akan dilakukan, setidaknya tiga hal. Pertama adalah mencari solusi kebangsaan dengan menghilangkan sumber konflik.

“Saling pengertian dan memahami dalam rangka mencari solusi kesatuan bangsa. Jadi ini sifatnya solutif,” terangnya.

Rembuk juga bersifat antisipatif, yakni mencageh terjadinya kemungkinan gesekan antarelemen bangsa.

Lalu yang ketiga, lanjut Kiai Ma’ruf, rembuk bersifat rekosiliatif, yakni menyatukan kembali potensi dan elemen bangsa agar tidak terjadi kesalahpahaman.?

“Untuk menghilangkan (potensi perpecahan) yang bisa terjadi dibangunlah saling pengertian antarkomponen bangsa, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu. Rembuk nasional diharapkan dapat mengembalikan elemen bangsa kepada semangat 45 yang telah menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia yang utuh dan bersatu,” pungkasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 12 November 2017

Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor NU) Jakarta Utara menggelar gerakan hari bakti penghijauan di lingkungan Masjid se-Jakarta Utara.



Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Hari Bakti Lingkungan Ansor NU Jakarta Utara

”Program penghijauan di lingkungan masjid di Jakarta Utara, merupakan program yang terus dikembangkan dengan pihak-pihak terkait, sehingga ke depan tidak ada lagi masjid di Jakarta Utara kebanjiran dan kepanasan, karena salah satu tujuan penghijauan tersebut adalah peresapan air,” ujar Ketua PC GP Ansor NU Jakut Abdul Azis, Ahad (27/6).

Abdul Aziz, menyampaikan program penanaman pohon yang mereka sampaikan kepada Walikota tersebut dalam rangka  memeringati Gerakan Hari Bakti Lingkungan.  Penanaman pohon itu akan diawali di Masjid Al-Husna di Tanjung Priuk dalam waktu dekat ini.

Hari Santri 2018

”Pohon yang kami berikan ke masjid, berjumlah enam ratus bibit pohon produktif,” ujarnya

Hari Santri 2018

Begitu juga beberapa pihak sudah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung GP Ansor melaksanakan program tersebut, seperti Sudin Pertamanan menyumbang 100 pot dan 100 pohon mangga.  PT Bogasari menyumbang 300 pohon,  terdiri dari pohon Mangga dan  Jambu. Jakarta International Container Terminal  (JICT) menyumbang 3.600 buku tulis, dan Sudin Pertanian menyumbang 100 Pohon Mangga dan 100 Jambu.

"Jadi setiap pohon yang akan ditanam umumnya adalah pohon  produktif dan pohon pelindung. Kami akan mendukung pemerintah untuk  bersama-sama membangun Jakarta Utara menjadi lebih maju dan berkembang,"  tukas Azis.

Abdul Azis berharap kedepan, bukan hanya pemkot dan JICT yang peduli terhadap masyarakat akan tetapi seluruh steakholder di Jakarta Utara, lebih memperhatikan dan peduli terhadap masyarakat.

Sementara itu,  Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih aktif untuk berperan dalam menjaga dan melestarikan keindahan lingkungan di wilayah Jakarta Utara.

Walikota juga sangat berapresiasi kepada Ansor Jakarta Utara dalam melakukan penghijauan di lingkungan masjid di Jakarta Utara ”Kami bangga dan apresiasi kepada Geraka Pemuda Ansor Jakarta Utara yang mengadakan kegiatan penghijauan di lingkungan Masjid,” ujarnya

Selain membuka resmi kegiatan tersebut, Bambang Sugiono juga mencanangkan hari bakti lingkungan pemuda Ansor Jakarta Utara di tahun 2010 dengan semangat kepemudaan di Jakut. Ia berharap program semacam ini, ke depan terus berkelanjutan dan berkesinambungan dikalangan masyarakat Jakarta Utara. 

Walikota hadir didampingi oleh para pejabat dilingkungan pemerintah Jakarta Utara seperti Kapolres dan KODIM 0502 Jakarta Utara Letkol H Irman Jaya Tahir. Hadir pula sejumlah tokoh masyarakat dan Pimpinan OKP, Ormas Muhamadiyah dan NU, Muslimat dan PCNU Jakarta Utara.

Sekadar catatan, jumlah Masjid yang  tersebar di enam kecamatan di Jakarta Utara sebanyak 476 bangunan, dan  951 Mushola. Sedangkan  di masing-masing kecamatan antara lain, Kecamatan Cilincing (108),  Penjaringan (60), KOja (84), Kelapa Gading (40),  Tanjung Priok (129), dan Pademangan  (55).  (hud)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Sholawat, Pendidikan Hari Santri 2018

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang

Jakarta, Hari Santri 2018. Tragedi di Kota Aleppo Suriah yang makin memburuk membuat prihatin warga dunia, termasuk Indonesia. Konflik antara pasukan oposisi dan rezim pemerintah Suriah mengakibatkan ratusan ribu jiwa melayang sia-sia. Pertempuran semakin meruncing ketika beberapa negara Barat ikut campur dan seolah saling unjuk kekuatan militer.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rumadi Ahmad menerangkan, baik dari kelompok oposisi maupun pihak pemerintah, mereka semua sudah gelap mata. Menurutnya, satu-satunya harapan adalah dunia internasional.?

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)
Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang (Sumber Gambar : Nu Online)

Suriah Makin Memburuk, NU Desak Semua Pihak Hentikan Perang

“Tetapi nampaknya, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga kurang punya kekuatan untuk bisa memaksa kelompok-kelompok yang bertikai itu untuk menghentikan pertempurannya,” ujar Rumadi saat ditemui Hari Santri 2018,? Jumat (16/12).

Dengan kata lain menurut Rumadi, satu-satunya jalan yang bisa digunakan adalah memaksa negara-negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk menghentikan semua aksi perang yang mereka lakukan di Suriah.

Dia menjelaskan, sebetulnya yang terjadi di Aleppo itu bukan semata-mata masalah Suriah, tetapi terkait dengan beberapa negara yang ada di balik dua kekuatan, yaitu oposisi dan rezim pemerintah. Jika negara-negara tersebut mau berdialog, berdiskusi, dan melakukan diplomasi, konflik dan perang bisa dihentikan.

Hari Santri 2018

“NU sebagai organisasi sosial keagamaan sifatnya hanya bisa memberikan masukan dan seruan serta imbauan. Ia tidak bisa memaksa kekuatan-kekuatan negara-negara yang ada di balik perang. Kecuali mereka mau melakukan diplomasi dan memikirkan warga sipil yang selama ini telah banyak menjadi korban,” jelas Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta ini.

Terkait dengan peran ulama di Suriah, tambah dia, itulah salah satu yang menjadi kritik NU bahwa mereka kurang mempunyai pengaruh dan kekuatan di akar untuk bisa meminimalisir akar konflik.?

Kerapnya negara-negara luar yang ikut campur dalam konflik di Timur Tengah, Rumadi menjelaskan bahwa tidak ada konflik yang semata-mata persoalan internal selama ini. Bahkan kelompok-kelompok yang berkonflik itu membutuhkan dukungan dari negara luar.?

Hari Santri 2018

“Secara tidak langsung, mereka sendiri yang mengundang negara-negra Barat untuk mendukung dan memback-up kekuatan-kekuatan di internal negara tersebut itu,” ucap peneliti senior The Wahid Institute itu.

Jika bentuk dukungan negara-negara Barat dalam rangka mewujudkan diplomasi yang baik untuk mengentikan konflik, menurutnya itu justru bagus. Tetapi yang terjadi selama ini sebaliknya. Ditambah isu-isu sektarianisme seperti Sunni dan Syiah yang terus digodok sehingga seolah akar konflik adalah dua kelompok agama itu, padahal selama ini tragedi yang terjadi merupakan kepentingan politik semata.

Rumadi menegaskan, Indonesia harus belajar dari situasi tersebut karena sekarang ini jika tidak diwaspadai bukan tidak mungkin Indonesia juga terseret pada kondisi pilu yang terjadi di Suriah itu.?

“Saat ini mulai banyak orang atau kelompok yang mempersoalkan antara Islam dan kebangsaan dan mulai banyak orang yang mempersoalkan Pancasila. Padahal dasar negara tersebut selama terbukti menjadi perekat kita sebagai bangsa yang majemuk. Nilai-nilai fundamental dalam Pancasila dan pilar-pilar lain harus terus dipertahankan oleh semua elemen bangsa,” tandas Rumadi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Humor Islam, Ulama Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock