Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Semarang, Hari Santri 2018. Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”

Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.

Hari Santri 2018

“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.

Hari Santri 2018

Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.

“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Sholawat, Nasional Hari Santri 2018

Rabu, 07 Maret 2018

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Taipei, Hari Santri 2018. Tidak mudah menjadi seorang Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU). Ia harus ikut Pendidikan dan Pelatihan Dasar yang cukup keras sebelum diizinkan untuk mengenakan seragam Banser. Dalam latihan itu, fisik dan mental mereka ditempa dengan tekanan yang tidak bisa dianggap enteng. Hanya orang-orang yang memiliki tekad dan semangat tinggi saja lah yang mampu menjadi Banser.

Disebutkan bahwa saat ini ada 5 juta kader Banser NU. Mereka tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia, namun juga di luar negeri. Diantara Banser luar negeri yang aktif dan jumlahnya cukup banyak adalah Banser NU Taiwan. Yakni 150 orang lebih. Dua diantaranya adalah sepasang suami dan istri; suaminya Banser, istrinya Fatser (Fatayat Serbaguna).

Adalah Robet Tri Sasongko dan Stya Ningrum namanya. Suami-istri yang mengabdikan diri menjadi Banser dan Fatser. Keduanya mengaku ingin sekali menjadi Banser dan Fatser karena terinspirasi dengan Riyanto –seorang Banser yang wafat terkenan bom saat mendapatkan tugas untuk menjaga Gereja Eben Haezar Mojokerto pada tahun 2000 silam.  

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Sepasang Suami-Istri Jadi Banser dan Fatser di Taiwan

Robet menganggap, apa yang dilakukan Riyanto adalah implementasi daripada ukhuwah insaniyah (persaudaraan antar sesama umat manusia). Riyanto memiliki semangat untuk menolong siapa saja tanpa memandang apa agama, suku, ras, bahasa, dan budayanya. 

“Saya terinspirasi sahabat Riyanto yang gugur membela non-Muslim dari bom,” kata Robet kepada Hari Santri 2018 di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan di Taipei,  Ahad (21/1).

Hari Santri 2018

Beberapa tahun lalu sebelum bekerja di Taiwan, ia mengikuti Diklatsar Banser yang dilaksanakan Satkoryon Sawo Ponorogo. Sementara istrinya, Ningrum, juga ikut Diklatsar di Ngebel Ponorogo. Hal itu bukan tanpa sebab, keduanya telah membuat kesepakatan di hari pernikahannya untuk terus bersama-sama menjaga kiai, NU, dan keutuhan Indonesia. Maka menjadi Banser dan Fatser adalah jalannya.

“Alhamdulillah kita terus bersama dalam mengamankan kiai-kiai,” ujarnya.

Kemudian pada 2017 lalu, Robet dan Ningrum bekerja di sebuah pabrik sarung tangan yang ada di Changhua Taiwan. Robet yang bertugas untuk memproduksi, sedangkan istrinya yang mengemasnya. Lagi-lagi semangat keduanya untuk bersama terwujud.

Hari Santri 2018

Tinggal di negeri orang tidak membuat semangat keduanya surut menjadi Banser dan Fatser. Mereka aktif pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan PCINU Taiwan. Setiap Ahad, keduanya selalu hadir untuk mengamankan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Pengurus Ranting NU Changhua. 

“Ada Majelis Rijalul Ansor untuk kegiatan keagamaan yang ada di Changhua,” tuturnya.

Robet mengaku bangga menjadi seorang Banser. Terutama ia bisa menjaga dan mengawal kiai-kiai NU yang datang ke Negeri Formosa itu. 

Hal itu juga diungkapkan istrinya, Ningrum. Ia mengaku bangga dan semangat menjadi seorang Fatser di negeri orang. Meski bekerja di negeri orang, namun tetap bisa berkhidmat untuk NU. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, Nasional Hari Santri 2018

Senin, 19 Februari 2018

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal

Bentangan ibadah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya tidaklah terbatas. Mulai dari menghindarkan duri di jalanan hingga dzikir kepada Allah swt. semuanya tergolong dalam ibadah. Begitu luasnya ruang ibadah hingga seseorang tidak mungkin mengetahui batas-batas antara ibadah dan yang bukan ibadah kecuali mereka yang sombong. Karena segala seseuatu yang dilakukan seorang hamba dengan niat mengabdi kepada Allah swt dapat digolongkan sebagai ibadah.

Luasnya ruang ibadah inilah yang membedakan besaran ibadah seorang hamba dengan hamba lainnya.? Mereka yang memiliki banyak pengetahuan agama, memiliki peluang besar untuk memperbanyak ibadah, begitu juga sebaliknya. Mereka yang minim pengetahuan agamanya peluang ibadahnyapun tidak maksimal. Akan tetapi tidak semua peluang bisa berubah menjadi realita ibadah. Tergantung ada kemauan seorang hamba.

Salah satu ibadah yang termasuk jarang diketahui dan juga jarang dilakukan kecuali mereka yang mengerti adalah shalat sunnah di bulan Syawal. Sebagaimana yang diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani berdasarkan pada hadits Rasulullah saw. dalam kiitabnya Al-Ghunyah juz dua:

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? : ((? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ...) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal

Diceritakan dari Anas Radhiallahu Anhu, dia berkata bahwasannya Rasulullah saw pernah bersabda ((barang siapa shalat di bulan syawal sebanyak delapan raka’at baik dilakukan malam hari maupun siang hari yang mana di setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan Qul Huwallahu ahad –al-khlas- sebanyak lima belas kali. Setelah delapan rakaat tersebut kemudian dilanjut dengan membaca tasbih (subhanallah wa bi hamdihi, subhanallahil adhim) tujuh puluh kali dan shalawat (allahumma shallli ‘ala sayyidina Muhammad) tujuh puluh kali. Maka demi dzat yang telah mengutusku, Allah akan mengalirkan hikmah (kebijaksanaan/kebenaran) dalam hati yang diungkapkan melalui lisan seorang hamba yang telah melaksanakan shalat ini , dan Allah akan tunjukkan kepada dia penyakit-penyakit dunia serta obatnya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, barang siapa yang mendirikan shalat ini sesuai tata caranya, maka akan diampuni dosa-dosanya sebelum ia mengangkat kepala setelah sujudnya, dan andaikan dia mati, maka dia mati dalam keadaan syahid yang dosanya telah diampuni. Dan tiada seorang hamba yang melaksanakan shalat ini dalam keadaan bepergian, kecuali Allah mudahkan baginya perjalanannya hingga tempat yang dituju. Andaikan ia memiliki hutang, maka hutangnya akan terbayar, dan seandainya ia memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, tiada seorang hamba yang menjalankan shalat ini kecuali Allah berikan untuknya di setiap huruf dan ayatnya sebuah makhrafah di surga nantinya. Kemudian dipertanyakan “apakah mkahrafah itu Ya Rasul? Rasulullah saw menjawab makhrafah adalah dua ekor domba yang mempermudah penunggangnya mengelilingi (kebon penuh) pepohonan yang tidak pernah dipotong selama seratus tahun)).

Yang dimaksud dengan shalat tersebut adalah delapan rakaat shalat sunnah mutlak yang dilakukan selama bulan Syawwal. Dengan ketentuan empat kali salam yang disetiap rakaatnya dibaca al-fatihah dan lima belas kali surat al-ikhlas. Kemudian dilanjut dengan 70 kali bacaan tasbih dan 70 kali bacaan shalawat. Adapu fadhilahnya dapat telah diterangkan dalam hadits tersebut. (red. Ulil H)

?

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Syariah, Kajian Hari Santri 2018

Jumat, 09 Februari 2018

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Wonosobo, Hari Santri 2018. Sebagai bentuk penghormatan, sekurangnya 50 kiai asal Jawa Tengah (Jateng) meziarahi makam ulama NU Kabupaten Wonosobo, Syekh KH Asy’ari dan putranya KH Muntaha, yang terletak di Dero, Mojotengah, Wonosobo, Jateng, Ahad (2/6) pagi.

Para peziarah merupakan peserta Diklat Muharrik Masjid se-Jateng yang digelar Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) selama tiga hari. Keberangkatan menuju makam dipimpin langsung Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani selepas shalat shubuh.

”Tujuan ziarah kali ini adalah untuk meneladani semangat perjuangan ulama terdahulu. Mereka adalah  para muharrik (penggerak) di wilayahnya,” ujar Manan.

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Syekh Asy’ari merupakan tokoh Wonosobo yang aktif mendidik masyarakat setempat melalui pesantren di Kalibeber, Mojotengah. Di zaman Belanda, ia terpaksa mengungsi sekitar 5 kilometer ke Desa Dero dan wafat di sana. Untuk sampai di tempat itu, peziarah harus melewati dua bukit dengan jalan berkelok dan curam.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim menuturkan, sepeninggal Syekh Asy’ari pesantren ditangani KH Muntaha. Kiai penghafal al-Qur’an ini pernah memimpin jabatan syuriyah dan tanfidziyah PCNU Wonosobo dan Mustasyar PWNU Jateng.

Hari Santri 2018

”Beliau juga salah seorang penggagas berdirinya Unsiq (Universitas Sains al-Qur’an) Wonosobo,” imbuh santri KH Muntaha ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Kyai Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Surabaya, Hari Santri 2018?

Dalam rangka menyambut Hari Buruh se-dunia yang jatuh pada 1 Mei, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menggelar refleksi membahas masa depan buruh. Dua isu utama yang disoroti adalah upah kerja yang layak dan kepastian status kerja.

Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur, Jamaluddin mengatakan nasib buruh hingga saat ini masih memperihatinkan. Pemerintah yang diharapkan hadir melindungi ? buruh dengan merancang kebijakan sesuai amanah Undang-Undang dan Pancasila justru absen dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

“Bahwa pesan Bung Karno agar jangan sampai pribumi jadi budak di negeri sendiri masih sangat relevan hingga hari ini. Nuansa kapitalistik masih sangat kuat, sementara buruh harus terus bekerja tanpa diperhatikan hak-haknya,” jelasnya dihadapan ratusan peserta, Jumat (30/4).

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Lebih lanjut, dirinya mendapat informasi bahwa Raperda terkait buruh masih dalam pembahasan. Padahal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah berjanji akan tuntas pada awal 2016. “Dengan janji Gubernur itu, buruh di Jatim berharap Perda sudah disahkan sebelum May Day 2016, sehingga bisa jadi kado bagi kaum buruh yang merayakan hari buruh internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak naskah akademis yang berisi aspirasi dan tuntutan buruh yang tidak diakomodir oleh Disnakertransduk Jatim. Di antaranya soal upah layak yaitu pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun dan berkeluarga diberi tambahan 5 persen dari UMK.?

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan pihaknya bersama para buruh di Jatim akan menggelar aksi besar-besaran pada May Day,? Ahad (1/5). Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah di Jatim akan ikut menggelar aksi agar tuntutannya disetujui oleh gubernur. “Yang jelas besok (hari ini) kami bersama puluhan ribu buruh se- Jatim akan menggelar aksi besar-besaran,” ujar pria yang akrab disapa Jamal ini.

Ketua PMII Surabaya, Ali Syaifuddin menyatakan Raperda yang nantinya akan disahkan harus berlandaskan Undang-Undang dan Pancasila. Artinya, ada aspek saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha agar kemaslahatan dapat dirasakan seluruh pihak. Dirinya mengakui, sesuai fakta hak-hak buruh belum sepenuhnya terpenuhi.

“Konsep hubungan industrial dalam kacamata akademik sebetulnya bisa menjawab persoalan dewasa ini. Bahwa ada nilai saling menghargai, empati dan kekeluargaan dalam aktivitas industri. Kepentingan seluruh pihak dapat diakomodir tanpa ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Ke depan, sambungnya, dirinya mendorong Gubernur Jawa Timur untuk merumuskan desain kebijakan dengan berkaca pada konsep hubungan industrial yang harmonis. Peran pemerintah dibutuhkan agar angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terus meningkat dan iklim investasi semakin baik.

Selain Aliansi Buruh Jawa Timur hadir pula anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari, Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jamil dan Perwakilan Pengusaha Muslim, Musonnef. Acara yang mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis Dalam Rangka Menjaga Iklim Investasi Simbiosis Mutualisme” dihadiri 100 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa, akademisi dan pengamat buruh. (Luqman Hakim El Baqeer/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Kyai, Nasional Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Sumenep, Hari Santri 2018 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep saat ini memiliki satu unit mobil jenis Avanza. Mobil tersebut pemberian dari Bupati Sumenep KH A Busyro Karim. Penyerahan secara simbolis diberikan di Masjid Fatimah Desa Kebunan Kecamatan Kota, Sumenep, oleh KH A Busyro Karim, Ahad (23/12).

Penyerahan bantuan mobil operasional yang ditandai dengan penyerahan kontak mobil diterima langsung oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, disaksikan Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir dan puluhan pengurus NU lainnya yang juga hadir pada bhakti sosial khitanan massal yang diselenggrakan MWC NU Kota Sumenep.

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq mengatakan, bantuan mobil yang diberikan KH A Busyro Karim akan dijaga dan dipergunakan sebaik mungkin untuk kelancaran kegiatan-kegiatan NU, dan tidak akan digunakan selain kepentingan NU.

Hari Santri 2018

“Mobil ini haram dipakai di luar kepentingan kerja-kerja NU secara kelembagaan,” tegasnya dalam sambutannya dihadapan pengurus NU.

Hari Santri 2018

Mobil tersebut, katanya, tantangan berat bagi pengurus NU agar lebih berkarya dalam berkhidmat kepada umat.

Bupati Sumenep KH A Busyro Karim dalam sambutannya menegaskan, pemberian mobil tersebut berasal dari uang pribadi dan tidak bersumber dari uang APBD Sumenep. Ia merasa tergerak untuk membantu NU sebab perjuangan NU sangat nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Mobil itu tidak lain sebagai penunjang kegiatan sosial keagamaan yang digalakkan NU Sumenep,” katanya.

Mantan pengurus IPNU tersebut berjanji, bantuan kepada NU tidak akan berhenti hanya sampai disitu. Ke depan, dirinya berjanji akan memberikan mobil ambulan kepada PCNU Sumenep dan perahu ambulan kepada NU kepulauan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Lomba Hari Santri 2018

Kamis, 01 Februari 2018

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Tegal, Hari Santri 2018 - Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

Hari Santri 2018

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

Hari Santri 2018

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Kiai Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Hari Santri 2018

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Nasional Hari Santri 2018

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Ponorogo, Hari Santri 2018

Siapa yang tak ingin menjadi pelajar berprestasi namun juga pandai dalam berorganisasi. Jawabannya pasti mereka memimpikan keduanya. Sebab pelajar yang aktif dalam organisasi akan lebih unggul dari segi wawasan dan akademis?

Hal inilah yang menjadi dasar puluhan pelajar NU dan perwakilan pengurus OSIS dari sekolah di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti training motivasi belajar bertema ‘Berorganisasi tetap Berprestasi’ yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Ketua IPNU Karangjoho, Dimas Saputra mengatakan, para pelajar yang terjun dalam sebuah organisasi tidak boleh mengesampingkan tugas utamanya sebagai seorang pelajar, yakni mempelajari dan mendalami berbagai disiplin ilmu di sekolah. ”Kami sengaja menggelar kegiatan semacam ini, dengan tujuan memberikan motivasi kepada pelajar, bahwa dalam kita berorganisasi bukanlah menjadi penghalang untuk tetap berprestasi,” katanya di balai desa Karangjoho.

Dimas mengajak kepada anggota IPNU-IPPNU untuk pandai membagi waktu belajar dengan waktu berorganisasi. Jangan sampai prestasi belajar di sekolah tertinggal jauh karena terlalu sibuk berorganisasi. ”Mari kita pegang prinsip belajar diutamakan, organisasi dinomersatukan, akademis oke, organisasi oke,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Ali Fahruddin pembina IPNU-IPPNU Karangjoho sangat mengapresiasi kegiatan motivasi belajar semacam ini. Kesadaran pelajar NU untuk terus berprestasi harus dipupuk sejak dini. Agar kelak kader-kader NU dapat lebih berperan dalam membangun bangsa dan negaranya.?

“Apalagi di era seperti sekarang ini, pelajar NU haruslah bisa menjadi contoh, sebagai kalangan pelajar yang memang terpelajar, bukan malah menjadi pelajar yang kurang belajar,” tandasnya.

Hari Santri 2018

Materi motivasi belajar ini disampaikan oleh Qurrota A’yun, lulusan terbaik jurusan matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). A’yun memberikan kiat-kiat khusus agar para pelajar memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Kiat ini berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah berkecimpung dalam kepenguruasan IPPNU Ponorogo hingga dapat mengantarkanya mengikuti pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Berdasarkan pengalaman inilah diharapkan para pelajar NU Ponorogo dapat terinspirasi dan bisa termotivasi untuk giat belajar dan giat berorganisasi. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Pemurnian Aqidah, Nasional Hari Santri 2018

Minggu, 28 Januari 2018

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik

Kairo, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Kairo, Mesir, masa khidmat (2012-2014) resmi dilantik pada Selasa (27/11) kemarin di aula griya Jawa Tengah Kairo. Pelantikan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya.

Acara pelantikan Ketua Tanfidziyah, Ketua Fatayat, dan 7 Lembaga PCINU Kairo tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah Muhlason Jalaluddin, Wakil Rais I Muhamad Saifudin, Wakil Rais II Mahmudi Mukhson, dan sejumlah pengurus lembaga dan anggota PCINU Kairo Mesir. 

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik

Acara dimulai dengan istighotsah bersama, dilanjut pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu diiringi dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Ketua Tanfidziyah baru Khozien Dipo memberikan sambutannya setelah dilantik.

Hari Santri 2018

Dalam sambutannya, ketua tanfidziyah menekan pentingnya bekerja bersama-sama untuk kebaikan NU dan warganya, juga untuk mahasiswa Indonesia di Mesir umumnya. Kontribusi warga PCINU untuk Indonesia juga sangat ditunggu, mengingat kondisi Indonesia sekarang.

Khozien mengatakan, pelantikan ini dilaksanakan bersamaan dengan kondisi Negara Mesir yang masih mengalami masa sulit pasca dekrit yang diumumkan oleh presiden Mesir Mohamad Morsi. Pelantikan  juga berlangsung ketika negara tetangga Mesir, Palestina, kembali terjadi konflik. Meski diiringi kondisi ini, Khozien mengajak pengurus baru untuk berani melangkah, dinamis, dan melakukan gerakan-gerakan progresif demi meningkatkan kualitas PCINU dalam mengabdi untuk sesama. 

Hari Santri 2018

Menurut lelaki asal Kebumen, Jawa Tengah, tersebut, sekarang program NU harus berjalan dengan melalui tanggung jawab penuh dan didasarkan ide gerakan yang matang, bukan asal-asalan mengisi kegiatan.

Acara yang juga digabung dengan pelantikan pengurus baru Fatayat, dengan ketuanya Lum’atul Chairot tersebut memaparkan berbagai program beberapa lembaga dan badan otonom PCINU Mesir. 

Kemudian acara disusul dengan taushiyah yang disampaikan oleh Rais Suriah Muhlason Jalaluddin. Dalam taushiyahnya yang penuh semangat itu, PCINU Kairo sekarang dituntut untuk bekerja keras, bergerak penuh dedikasi dan tanggung jawab, juga tanpa pamrih. PCINU Kairo diminta untuk membuat gebrakan-gebrakan yang disebutnya “tidak biasa-biasa saja”, harus ada tujuan jelas dan manfaat yang dirasakan, bukan asal-asalan.

“Tujuan ini harus dimulai dengan usaha yang menuntut kebersamaan dan kerja keras di tubuh pengurus dan anggotanya. Pengurus PCINU dituntut harus tetap semangat meski tengah menyaksikan berbagai keadaan yang cukup sulit, kondisi Mesir yang belum stabil, keamanan yang belum pasti, dan kondisi sekretariat yang banyak menuntut ini-itu,” tutup laki-laki yang memiliki dua anak tersebut.

Do’a yang dibacakan oleh Rais Suriah II Muhammad Saifuddin menutup rangkaian acara pelantikan yang ditemani udara dingin Kairo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Gumilar

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Nasional Hari Santri 2018

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Cirebon, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaporkan bahwa forum bahtsul masail pada rapat pleno tidak menemukan kata bulat, dengan kata lain deadlock (mauquf) perihal kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak yang sudah disahkan DPR. Karenanya forum bahtsul masail pleno menyerahkan masalah ini kepada PBNU.

"Musyawarah di forum bahtsul masail semalam berlangsung alot dan tidak menemukan rumusan. Masalah ini memang pelik," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada jumpa pers di akhir Rapat Pleno PBNU, Senin (25/7) siang.

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Masalah Tax Amnesty ini dibahas PBNU dengan dasar kepedulian dan keterpanggilan NU.

"Masalah ini dibahas secara objektif, tanpa tendensi politik yang cenderung subjektif," kata Kang Said.

Kita, lanjut Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini, membahas masalah-masalah bersandar pada kitab-kitab kuning pedoman NU.

Hari Santri 2018

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini menyatakan bahwa PBNU dalam satu pekan ke depan akan mengundang para kiai, pakar ekonomi bidang perpajakan, dan pihak pemerintah.

"Kita akan melakukan pendalaman atas masalah ini," kata Helmy. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Budaya Hari Santri 2018

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Hari Santri 2018

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

Hari Santri 2018

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, Nasional Hari Santri 2018

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Kementerian Agama meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Badan ini dibentuk Pemerintah agar menjadi stimulan untuk membangkitkan dan menggairahkan perkembangan industri halal di Tanah Air yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap BPJPH segera mengonsolidasikan tugas dan fungsi badan ini baik menyangkut perangkat kelembagaan, infrastruktur regulasi, prosedur kerja, layanan sertifikasi, sistem pengawasan, maupun aspek pengembangan kerja sama domestik dan global,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam peresmian BPJPH di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Rabu (11/10).

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Menag minta pelayanan sertifikasi dan pengawasan Jaminan Produk Halal menerapkan secara konsisten prinsip integritas, transparansi, dan menghindari segala macam pungli dan gratifikasi. Badan yang lahir berdasarkan amanat UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal ini, kata Lukman, juga harus proaktif melakukan penguatan basis kerja sama dan pengembangan diplomasi halal, baik pada level nasional maupun global.

Penguatan kerja sama itu antara lain dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait, serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerja sama dengan LPH, misalnya bisa dilakukan dalam hal pemeriksaan dan/atau pengujian produk. Sedangkan kerja sama BPJPH dengan MUI, dilakukan dalam bentuk sertifikasi auditor halal; penetapan kehalalan produk; dan akreditasi LPH. 

“Pasca beroperasinya BPJPH kewenangan MUI tetap penting dan strategis yaitu memberikan fatwa penetapan kehalalan suatu produk yang kemudian disampaikan kepada BPJPH sebagai dasar penerbitan Sertifikat Halal,” ujar Menag Lukman.

Hari Santri 2018

Menurut Menag dalam konteks ekonomi global, perkembangan industri halal dewasa ini telah menjadi trend dunia. Bahkan dalam proyeksi ke depan pemerintah menginginkan Indonesia bisa masuk kategori 10 besar negara produsen halal dunia.

“Saya yakin hal itu akan tercapai dengan adanya dukungan, kerja sama, sinergitas dan kebersamaan semua pihak. Pesan Al-Quran tentang konsumsi produk halal merupakan pesan universal untuk kemashalatan umat manusia seluruhnya,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Sejarah Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, Hari Santri 2018

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

Hari Santri 2018

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Hari Santri 2018

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Ada Sentra Kambing di Boyolali

Boyolali, Hari Santri 2018. NU Care-LAZISNU Jawa Tengah meluncurkan Desa Sentra Kambing di Dukuh Ngadirojo, Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (11/10). Program tersebut merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin desa dengan mengoptimalkan dana zakat yang telah diamanahkan muzakki (orang yang berzakat) kepada NU Care-LAZISNU Jawa Tengah.

Ada Sentra Kambing di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Sentra Kambing di Boyolali (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Sentra Kambing di Boyolali

Sekretaris NU  Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein, mengatakan program tersebut bersesuaian dengan moto NU Care-LAZISNU Jateng, ‘mensejahterakan umat’.

“Salah satu fokus tujuan NU Care-LAZISNU adalah menjadikan orang-orang yang selama ini hanya sebagai mustahiq zakat (penerima zakat), mampu menjadi seorang muzakki (orang yang mampu berzakat), atau paling tidak menjadi seorang munfiq (orang yang mampu berinfak). Salah satu caranya adalah dengan Program Desa Sentra Kambing ini,” papar Zainuddin.

Ia menambahkan program tersebut dilaksanakan dengan cara memberikan 20 ekor kambing betina seharga masing-masing satu juta rupiah kepada 20 orang warga. Diharapkan, setahun kedepan kambing-kambing tersebut sudah mampu beranak-pinak menjadi 40 ekor, dan di tahun-tahun berikutnya dapat beranak berkali-kali lipat.

“Sehingga bantuan ini benar-benar mampu memberikan tambahan penghasilan bagi warga,” katanya.

Hari Santri 2018

Untuk mengawal tujuan tersebut, NU Care-LAZISNU Jateng menunjuk pengawas dan penyuluh yang bertugas mengawasi semua kambing agar tetap sehat bugar dan mampu beranak pinak. Pengawas dan

Penyuluh tersebut juga akan memastikan bahwa kambing-kambing yang telah diberikan tidak digunakan untuk hal yang lain, apalagi dijual.

“Dana operasional pengawas dan penyuluh dibiayai oleh NU Care-LAZISNU Jawa Tengah,” ujar Zainuddin.

Hari Santri 2018

KH Husyaeri, tokoh desa setempat mengapresiasi program tersebut. Ia berpesan kepada warga yang mendapatkan bantuan ini agar mampu bertindak amanah. 

“NU Care-LAZISNU telah menjaga amanah dari para muzakki dengan menyalurkan zakatnya kepada warga. Saya harap warga juga dapat menjaga amanah yang telah diberikan NU Care LAZISNU ini,” katanya.

Dukuh Ngadirojo terletak persis di kaki Gunung Merapi. Dusun tersebut dapat ditempuh selama satu jam dari kota Boyolali. 

Dengan bermulanya program, Dukuh Ngadirojo juga ditetapkan sebagai desa binaan pertama NU Care-LAZISNU Jawa Tengah. Ke depan, NU Care-LAZISNU akan menambah jumlah desa binaan agar dapat lebih banyak meningkatkan kesejahteraan warga desa. Hal tersebut terus diupayakan mengingat masih banyak desa yang warganya membutuhkan pembinaan untuk meningkatkan taraf ekonominya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

Kudus, Hari Santri 2018. Tahun kelahiran Nahdlatul Ulama sudah tercatat pada soko (tiang penyangga) Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jawa Tenah. Pada soko tersebut tertulis kalimat Arab yang berbunyi “matatil bid’ah biqiyami hujjah liahlis sunniyah" yang ditulis oleh pengusaha ubin Kudus KH Ahmad Kamal.

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

“Kalimat itu kalau dihitung per huruf abjadnya berjumlah 1344 sesuai tahun kelahiran NU dari hitungan Hirjiyah. Bila sampai tahun 1435 H ini? berarti sudah tepat NU diperingati harlah ke-91,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam acara Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU di Aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5) malam.

Mbah Syaroni, sapaan akrabnya, mengingatkan kembali supaya harlah NU diperingati berdasarkan hitungan Hijriyah, yakni pada 16 Rajab 1344 yang bertepatan 31 januari 1926. Di sampaing itu, peringatan harlah NU tidak perlu diubah menggunakan kata “Hari Ulang Tahun (HUT)”.

Hari Santri 2018

“Rahasianya, istilah harlah itu dari kata maulid, sedangkan HUT itu sama saja dengan Haul. Kalau haul berarti memperingati kematian padahal NU tidak mati,”jelas.

Hari Santri 2018

Hikmah peringatan harlah NU, menurut pengasuh pengajian rutin Jum’at pagi di Masjid Menara Kudus, adalah untuk mengulangi semangat baru dalam berjuang. Biasanya nafsu seseorang itu senang hal? baru sehingga harlah NU sangat penting diperingati.

“Semoga perjuangan ke depan, NU tetap menjadi jam’iyyah yang besar dan jaya memperjuangkan kemaslahatan ummat,” ujar Mbah Sya’roni yang diamini semua pengurus NU yang hadir.

Sementara itu, Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi menegaskan, NU pada masa kepemimpinannya ini akan menata kepengurusan di semua tingkatan serta memperkuat lembaga.

“PCNU Kudus juga akan membangun sumber daya manusia yang kuat melalui penguatan bidang pendidikan,” tandasnya saat menyampaikan sambutan harlah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, RMI NU, Nasional Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

London, Hari Santri 2018. Perdana Menteri Inggris Theresa May menilai keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menyulitkan proses perdamaian di wilayah tersebut.

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Secara eksplisit, Inggris menolak keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebelum ada perjanjian final.

“Kami yakin langkah tersebut tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini. Kedutaan Besar Inggris untuk Israel berbasis di Tel Aviv dan kami tidak memiliki rencana untuk memindahkannya," kata May dalam sebuah pernyataan pers, Rabu (6/12), sebagaimana dilansir kantor berita Palestina, WAFA

Inggris menegaskan bahwa sikapnya sejak lama sudah jelas, yakni mengharuskan adanya negosiasi antara Israel dan Palestina dalam penyelesaian masalah ini. Dan Yerusalem, tambah Mey, pada akhirnya harus menjadi ibu kota bersama negara Israel dan Palestina.

Hari Santri 2018

"Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan, kami menganggap Yerusalem Timur sebagai bagian dari wilayah pendudukan Palestina," paparnya.

Dia mendesak pemerintah AS mengajukan proposal rinci penyelesaian problem Israel-Palestina sekarang juga. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Hari Santri 2018

Kamis, 21 Desember 2017

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, Hari Santri 2018

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada Hari Santri 2018 di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

Hari Santri 2018

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Jombang, Hari Santri 2018. “Pak, kalau sudah bisa nulis berita apakah harus jadi wartawan media? celetuk santri perempuan pesantren Annajiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang saat mengikuti diklat jurnalistik santri beberapa waktu lalu.

Kegiatan diklat jurnalistik dikalangan santri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hal baru, hampir setiap tahun dilakukan. Baik untuk kalangan santri maupun pelajar di lingkungan madrasah yang ada di pesantren KH Wahab Hasbullah ini.

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

”Setiap tahun santriwati memiliki agenda kegiatan pelatihan, termasuk jurnalistik seperti ini,” ujar Dewi Widya Sari ketua pelaksana kegiatan yang juga santri senior di Annajiah ini menceritakan.

Diklat jurnalistik tahun ini dikatakannya diperuntukkkan bagi santri kelas 1 dan II setingkat Madrasah Aliah. “Mereka diharapkan bias mengisi dan mengelola majalah yang dimiliki pesantren. Karena sekarang majalah yang pernah diterbitkan sekarang rencananya akan kembali diterbitkan lagi,” tandasnya, majalah pesantren Annajiah bahrul Ulum diterbitkan bersama mahasiswa Stikes dan pelajar SMK dibawah naungan Annajiah.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Pesantren Bahrul Ulum juga pernah memiliki Majalah dengan nama Ka’bah, yang terbit setiap satu tahun sekali. Sedangkan beberapa unit lembaga pendidikan juga memiliki Majalah tersendiri, Seperti Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Atas (MMA) enam tahun menerbitkan majalah atau bulletin tahunan dengan Kharisma, begitu juga dengan MAN juga menerbitkan Majalah tahunan. Bahkan kedua lembaga ini kini juga memiliki web site www.mualliminenamtahun.net dan www.mantambakberas.com.

Sementara itu, Hari Santri 2018 yang diminta memberikan materi Jurnalistik Dasar untuk menulis karya jurnalistik seseorang tidak harus menjadi wartawan. Karena karya jurnalistik bisa dipublikasikan diberbagai media. 

“Dan banyak orang bisa dengan mudah membuat beritanya sendiri lalu menyebarluaskannya di berbagai jejaring sosial dunia maya. Entah lewat blog atau di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook atau Youtube,” beber Ramadlan mengatakan.

Untuk publikasi, lanjutnya sesorang tidak perlu menunggu waktu lama agar tulisannya bisa dimuat dalam media cetak arus utama, saat ini, seseorang sudah bisa memublikasikan tulisannya secara independen. Semangat kemandirian yang difasilitasi dengan sangat baik oleh jaringan internet.

Jika tulisan-tulisan itu cukup kuat, maka peran pembentukan opini pun dapat pula direngkuhnya. Media jenis ini disebut sebagai “new media.” Kemudian melahirkan pula apa yang dikenal saat ini dengan konsep “citizen journalism” atau pewarta warga yang biasa dikirim seorang pada media media cetak maupun online.

"Dan banyak media menyediakan kolom untuk karya seperti ini," tandasnya. 

Dikatakannya, media kini terbagi menjadi beberpa macam, meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).’ Seperti Hari Santri 2018, dan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Warta Hari Santri 2018

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Kebumen, Hari Santri 2018. Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di 26 Kecamatan di Kabupaten Kebumen, Minggu, (28/12) dilantik serentak. Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng, Ulil Arkham di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Desa Tanjungsari, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

"Pelantikan Pengurus PAC GP Ansor secara serentak ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pemilihan ketua sekaligus pembentukan kepengurusan di tingkat PAC sejak bulan November sampai Desember ini. Selain itu, pelantikan pengurus PAC ini juga dalam rangka persiapan Konfrensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Kebumen pada 4 Januari 2015 besok," kata Tamim Sobri, selaku tim Karateker pembentukan kepengurusan GP Ansor Kabupaten Kebumen disela-sela pelantikan.

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Pembentukan sekaligus pelantikan pengurus Ansor di tingkat Kecamatan-kecamatan tersebut, lanjut Tamim, merupakan salah satu komitmen para alumni Ansor Kebumen dalam menghidupkan kembali organisasi pemuda NU. Sebab dalam beberapa kurun waktu ini, tambah Tamim, roda organisasi Ansor mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan sampai Desa sempat kurang berjalan baik. Akibat kondisi itu, lanjutnya, pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di Kebumen juga berhenti.

"Jika roda organisasi Ansor di Kebumen tetap dibiarkan tidak berjalan, dikhawatirkan kedepan generasi penerus NU Kebumen akan kosong. Oleh sebab itu, upaya menghidupkan kembali organisasi Ansor di wilayah Kebumen merupakan hal penting," papar Tamim.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Sementara itu, Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, Ulil Arkham juga berpesan, agar para pengurus PAC GP Ansor yang telah dilantik benar-benar menjalankan roda organisasi dengan baik. Sehingga ke depan, kata Tamim, Ansor Kebumen bisa meraih masa kejayaanya seperti pada tahun 1980-an. Dimana pada masa itu, tambah Tamim, organisasi Ansor di Kebumen menjadi salah satu organisasi yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat.

Selain itu, lanjut Tamim, mereka juga diharapkan mulai aktif mengadakan kegiatan-kegiatan pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di wilayah masing-masing. Hal itu, tambah Tamim, perlu dilakukan untuk memperkuat organisasi dan membentengi para pemuda NU dari paham yang membahayakan bangsa Indonesia. Mengingat saat ini, kata Tamim, banyak sekali gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan bangsa.

"Sebagai kader Ansor, mereka juga harus bisa berdampingan dengan pemerintah untuk membantu program-program pembangunan daerah," pungkasnya. (Beni Yanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Nasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock