Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

Subang, Hari Santri 2018. Menyusul pengobatan gratis beberapa waktu lalu di desa Rancahilir, Pamanukan, Fatayat NU Subang kali ini berbagi dengan warga Subang. Dalam rangka memperingati harlah ke-64, mereka menyerahkan santunan kepada seratus sepuluh warga yang membutuhkan di SMP NU Ghofarana, Pusakajaya, Ahad (6/7).

Menurut Ketua Fatayat NU Subang Tia Agustiawati, bakti sosial ini melibatkan 60 faqir miskin dan 50 orang anak yatim. Untuk faqir miskin, kata dia, kita menyerahkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara anak yatim diberikan sejumlah peralatan belajar dan pendidikan.

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

"Dengan Harlah Fatayat ke-64 ini kita tingkatkan komitmen dan kepekaan sosial pemudi NU yang maslahat untuk umat," kata Tia.

Hari Santri 2018

Melalui pengabdian dan eksistensinya sebagai kaum yang memberikan manfaat bagi warga kurang mampu, kehadiran Fatayat NU Subang dirasakan masyarakat.

Hari Santri 2018

Seorang penerima bantuan, Dasem (70) mengapresiasi kegiatan sosial ini. “Alhamdulillah, semoga apa yang diberikan menjadi barokah. Bantuan ini akan kami gunakan dengan baik. Karena, kami sangat susah dalam mencari kebutuhan rumah tangga. Semoga ini juga menjadi pembelajaran untuk semuanya,” ujar Dasem. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Fragmen Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Grobogan, Hari Santri 2018. Dalam rangka Sumpah Pemuda, sebanyak  3.000 pelajar NU mengikuti apel kesetiaan Negara kesatuan republic Indonesia yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Grobogan di alun-alun Purwodadi, Ahad (28/10) kemarin. 

Mereka yang sebagian besar pelajar MTs-MA dan perwakilan Pimpinan anak Cabang IPNU-IPPNU se-Grobogan itu mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Dalam naskah  ikrar kesetian NKRI yang dibacakan ketua PC IPNU Grobogan, Fathoni itu menyatakan pelajar NU akan selalu melaksanakan syariat Islam, berpedoman pada garis perjuangan NU, menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. 

"Pelajar NU Grobogan berikrar akan selalu berkomitmen terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan akan tetap setia terhadap NKRI", kata Fathoni yang ditirukan seluruh peserta apel.

Hari Santri 2018

Dalam keterangannya, Fathoni menjelaskan pelaksanaan apel ikrar setia terhadap NKRI ini berdasarkan situasi sekarang dengan banyaknya faham-faham Islam aliran kiri yang dengan mengatasnamakan jihad, namun justru melakukan aksi terorisme dan mengganggu kedaulatan NKRI. 

“Selain itu, dengan momentum hari sumpah pemuda, dirinya mengajak kepada seluruh kalangan muda khususnya kalangan pelajar untuk ikut meneruskan semangat perjuangan Budi Utomo, atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.”katanya usai acara apel tersebut. 

Ia menegaskan bagi pelajar NU,  NKRI adalah harga mati. Hal ini didasari pada perjuangan Nahdlatul Ulama yang tidak bisa dipisahkan NKRI. 

“Momentum sumpah pemuda ini, kita mengajak para pemuda untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan makna sumpah pemuda dalam diri masing-masing. Sehingga tidak akan ada lagi pemuda yang menjadi pelaku aksi terorisme", tambah Fathoni. 

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo juga hadir dan menyampaikan orasi kebangsaannya. Dalam orasinya, Heri Prakoso mengatakan pernyataan ikrar setia NKRI yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini  hendaknya benar-benar menjadi pedoman. Penanaman sikap disiplin dan rukun sangat diperlukan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh.

Hari Santri 2018

"Apalagi pemuda adalah sebagai motor penggerak bangsa. Mari kita isi dengan belajar dan berlatih untuk menjadikan NKRI lebih maju dan beradab,"tandas Dandim di depan ribuan pelajar NU. 

Sedangkan koordinator  Badan NK Grobogan Johari Angkasa berharap sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negative yang  membahayakan diri sendiri seperti menjadi pecandu narkoba. 

"Pemuda yang sudah kecanduan dengan obat-obat terlarang maka akan hancur pula masa depannya. Jauhi narkoba dan semua hal yang merugikan diri kalian", pesan Johari saat berorasi. 

Selain ribuan peserta, kegiatan yang merupakan rangkaian konperensi cabang IPNU Grobogan ini  dihadiri pula DANDIM 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo, Kepala Kesbangpolinmas Yudi Sudarmunanto, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Grobogan Johari Angkasa, dan ketua PC NU Grobogan Mat Said. 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Pertandingan Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Bekasi, Hari Santri 2018. Imam masjid berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang dipraktikan NU adalah pelindung keyakinan ma’mun pada shalat berjamaah di masjid. Hal itu terjadi terutama pada masjid dengan jamaah heterogen (campuran keyakinan furu’iyah) seperti di kota-kota besar. ?

Demikian diyakinkan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi kepada ratusan peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Sebelum menjelaskan pendapatnya, Kiai Masdar menceritakan dulu jenis masjid berdasar pendirian. Pertama, masjid yang didirikan kelompok Ahlussunah wal-Jamaah (NU). Kedua, masjid yang didirikan kelompok lain seperti Muhammadiyah, Persis dan Ormas-ormas lain. Ketiga, masjid yang dibangun pemerintah, pasar, perumahan, dan lembaga-lembagai publik.

Hari Santri 2018

Masjid NU adalah tempat ibadah dengan cara NU. Aturan mainnya, pihak manapun tidak boleh mengganggu dan mengubah, apalagi mengafirkan cara beribadah jamaah. Begitu juga dengan masjid kelompok lain, “Kita tak boleh mengganggu cara beribadah mereka,” tegasnya.

Namun, masjid umum yang bisa dipastikan jamaah campuran, aturan main yang harus dipegang adalah imam yang melindungi keyakinan ma’mum. Jika imam tak pakai qunut mislanya, jelas ia tak melindungi ma’mum yang berqunut.

Hari Santri 2018

“Kalau imamnya pakai qunut, ma’mum yang tidak pakai qunut bisa tidak melakukan. Ia bisa diam saja. Ini berarti keyakinan tidak berqunut terlindungi. Sebaliknya, jika imam tidak pakai qunut, maka ma’mum yang pakai qunut terhalang menjalankan keyakinannya.”

Menurut Kiai masdar imam tak berqunut dengan ma’mum berqunut akan melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Bunyi pasal itu adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

“Jadi, imam pelindung jamaah di masjid campuran itu harus berkarakter Ahlussunah wal-Jamaah sebagaimana yang dipraktikan NU,” pungkasnya. ?

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Jakarta, Hari Santri 2018. Rombongan NU Patean, Kendal menggelar tahlilan untuk tokoh Muslimat NU Hj Asmah Sjachruni di masjid An-Nahdlah gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (4/6). Rombongan yang berjumlah sedikitnya 125 orang ini berdoa bersama jamaah sholat Zuhur untuk almarhumah.

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Warga NU yang dipimpin MWCNU Patean ini menjadwalkan singgah di PBNU dalam rangkaian ziarah Wali Songo tahun ini. Mereka yang terdiri atas jamaah pengajian Ahad pagi melakukan ziarah wali rutin setiap tahun.

“Tahun lalu, kita ziarah dari titik tempat tinggal kami menuju Timur hingga Madura. Tahun ini, kita ziarah ke Barat sampai ke Banten dan Tasik juga Ciamis,” kata Katib Syuriyah NU Patean KH A Rozin menyebut makam Sultan Hasanudin Banten dan Pamijahan.

Hari Santri 2018

Sementara Ketua MWCNU Sofyan Hadi menambahkan, agenda ke PBNU direncanakan sebelumnya. “Maksudnya, agar warga NU di tempat kami mendapatkan nilai lebih dalam ziarah Wali.”

Hari Santri 2018

Diantar dua bus, mereka melanjutkan kembali perjalanan ziarah mereka setelah beramah tamah dengan Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PP LDNU KH Zakki Mubarok, Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Fragmen, Sunnah Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Indonesia bagi NU, adalah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang dan menjadi panduan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Demikian disampaikan Alissa Wahid dalam Dialog Kebangsaan dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama ke 87 di XT Square Yogyakarta, Ahad (3/3).  

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Indonesia adalah Kesepakatan Kebangsaan

“Dalam Munas NU tahun 2012 di Cirebon, ada seorang Kiai yang menyampaikan di dalam forum Pleno, yang mengingatkan bahwa Indonesia bagi NU adalah sebuah kesepakatan kebangsaan yang akan terus dipegang. Itu yang mengingatkan saya, bahwa jika ada kelompok yang menginginkan bentuk bangsa yang berbeda dengan NU, maka ia adalah kelompok Islam anyar,” ungkap Alissa Wahid, putri pertama KH Abdurrahman Wahid.

Kelompok Islam anyar ini, lanjut Alissa, tidak punya investasi apapun di dalam pendirian Negara. Kelompok ini berbeda dengan NU yang sejak awal turut membangun negara. 

Hari Santri 2018

Kontribusi NU diberikan oleh para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan Kiai lainnya, yang sejak awal memberikan konsep untuk mendirikan Darus Salam, tidak harus Darul Islam. 

“Hal inilah yang menjadi modal bagi NU untuk berkontribusi dalam persiapan kemerdekaan sampai sekarang,” tutur Alissa. 

Hari Santri 2018

Sayangnya, peran yang besar ini, tampaknya tidak mendapat apresiasi yang maksimal dari negara. Seolah NU seperti satpam bagi Indonesia. Ketika dalam keadaan genting, NU diminta yang terdepan dalam menyelesaikan persoalan. 

Tetapi ketika suasana tenang dan sejahtera, NU dipojokkan dan dipinggirkan. Bahkan, sejarah tidak mengakui peran dari Resolusi Jihad yang pengaruhnya sangat luar biasa untuk mempertahankan kemerdekaan RI. Inilah kenyataan yang semestinya tak perlu terjadi. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Anas Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Mataram, Hari Santri 2018. Kabar tentang akan digelarnya Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23-25 November 2017 telah tersebar di berbagai media. Bahkan, serangkaian acara pendahuluan sudah digelar di sejumlah kota.

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Perbedaan Munas dan Konbes NU?

Meski demikian, sebagian orang masih bertanya tentang beberapa pengertian istilah teknis forum internal NU ini. Misalnya, apa perbedaan antara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama?

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama atau disingkat Munas Alim Ulama dan Konbes NU adalah dua forum berbeda. Namun keduanya kerap digelar dalam satu waktu penyelenggaraan. Munas Alim Ulama dan Konbes NU merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Sebagaimana penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, Munas Alim Ulama dan Konbes NU didesain untuk menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan fundamental bagi kemaslahatan umat, bagi keutuhan bangsa dan negara ini.?

Munas Alim Ulama membicarakan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Sebagai forum bahtsul masail akbar, Munas Alim Ulama membagi pembahasan masalah-masalah keagamaan ke dalam tiga kategori: (1) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), (2) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), dan (3) Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan).

Sementara Konbes NU lebih membicarakan pelaksanaan keputusan-keputusan Muktamar, mengaji perkembangan program, memutuskan Peraturan Organisasi (PO), serta menerbitkan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Konbes NU ini forum permusyawaratan dikerucutkan ke dalam tiga komisi pembahasan, yaitu Komisi Program, Komisi Organisasi, dan Komisi Rekomendasi.?

Hari Santri 2018

Jika kepesertaan Munas Alim Ulama secara terbuka mengundang dan melibatkan para alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan para pakar, maka kepesertaan dalam forum Konbes NU sifatnya lebih tertutup. Peserta Konbes NU dalam hal ini terdiri hanya anggota pleno Pengurus Besar dan Pengurus Wilayah saja. (Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU

Solo, Hari Santri 2018. Ketua IPPNU Jawa Tengah Umi Sa’adah hadir dalam acara Konfercab XIV IPNU dan XII IPPNU Kota Surakarta di Kantor PCNU Kota Surakarta, Ahad (16/11). Umi memberikan motivasi kepada para pelajar NU di Soloraya untuk meningkatkan semangat dalam berjuang bersama IPNU dan IPPNU.

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU

“Kader IPNU-IPPNU harus mampu menempa diri serta meningkatkan sermangat untuk dapat menghidupkan IPNU-IPPNU,” ujarnya.

Untuk itu, Pengurus Wilayah juga siap memfasilitasi pembangunan kapasitas kadernya. “Bulan Desember, PW IPPNU akan mengadakan pelatihan yang harapannya untuk menjadikan instruktur kaderisasi kader muda,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Sedangkan Ketua Muslimat NU Surakarta Hj Nur Hidayah meminta kegiatan IPNU-IPPNU berjalan sinergis dengan kegiatan NU dan banom lainnya.

“Selama ini kegiatan cukup padat, namun berjalan sendiri sehingga terkesan kurang kompak,” tutur Hj Nur. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian, Fragmen Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

Kang Said: Pemimpin Harus Berilmu

Banyumas, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr. KH Said Aqil Siroj mengingatkan bawah para pemimpin dalam semua urusaan harus memiliki ilmu. 

Kang Said juga meminta pada kalangan NU untuk meningkatkan ilmu pengetahuan agar selalu kontekstual menghadapi jamannya. Kang Said menyatakan hal tersebut alam sambutan usai pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas, di Ponpes Al-Falah, Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang, Rabu (12/12). 

Kang Said: Pemimpin Harus Berilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Pemimpin Harus Berilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Pemimpin Harus Berilmu

Ia mengatakan bahwa Islam dalah agama yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Makanya segala sesuatu tindakan dan sikap pemimpin dan umat harus didasari dengan ilmu pengetahuan dan fakta ilmiah.

Hari Santri 2018

"Islam bukan doktrin, ritual dan syariah belaka namun Islam membawa ilmu pengetahuan, peradaban, berbagai hal lain untuk kemajuan umat manusia. Dan untuk mengerti Islam maka harus belajar pada ulama yang merupakan para pewaris nabi," jelasnya.

Hari Santri 2018

"Siapa saja yang tidak ikut ulama bakal tersesat," katanya menegaskan. Ia mencontohkan bagaimana Imam Safii memberi nasihat kepada pemimpin saat itu. Bahkan risalah surat yang dibuat Imam Safii ini kelak akan menjadi cikal bakal Kitab ar-Risalah yang menjadi pokok-pokok hukum Islam.

"Ar-Risalah ini menjadi awal mula prinsip-prinsip hukum Islam yang harus diketahui oleh gubernur saat itu. Jadi bertahap semua harus belajar pada bayan (penjelasan) dari Alloh, dari nabi dan penjelasan dari para ulama," jelasnya.

Ia pun menegaskan jangan sampai orang NU berada di luar rumah semua dalam arti semua terjun dalam politik, ekonomi dan berbagai sektor publik. Namun hendaknya orang NU harus ada yang terus belajar mendalami agama. Hal ini penting agar umat Islam dapat mengkontekstualisasi pemahaman agama Islam.

"NU juga harus bisa berada dan cerdas menghadapi tantangan jaman. Semua harus berdasarkan fakta ilmiah sesuai dengan jaman globalisasi saat ini. Jadi pakai internet tapi tetap tahlil, pakai HP tetapi tetap membaca Albarjanzi. Jadi NU harus bisa melestarikan tradisi yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik," jelasnya.

Sementara itu, KH Maulana Ahmad Hasan selaku Ketua Tanfidyah PCNU Banyumas menegaskan NU Banyumas akan memelihara dan menjaga ukhuwah Islamiyah. NU berdiri di atas segalanya dan ada di atas semuanya. Untuk itulah NU khususnya di Banyumas tidaklah dapat dimaping atau dikotak-kotakan.

"Untuk itulah kami mengajak semua komponen di Banyumas ini untuk senantiasa menjaga persaudaraan Islam dan persaudaraan antar agama. Diharapkan NU dapat semakin bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara ini. Sekali lagi NU dan NKRI adalah harga mati," ujar Gus Hasan begitu ia akrab disapa.

Selain Jamiyyah Nahdlatul Ulama, dalam acara tersebut turut hadir unsur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, tokoh ulama, tokoh lintas agama, Bupati dan Muspida Banyumas, dan juga para Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Susanto

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

Perkuat Struktur Masjid Hingga ke Ranting

Jakarta, Hari Santri 2018. Rapat Pimpinan (Rapim) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region IV DKI Jakarta dan Banten di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, resmi ditutup, Ahad (22/4). Kesepakatan yang dihasilkan di antaranya adalah komitmen untuk memperkuat dan memfungsikan struktur LTMNU dari tingkat pusat sampai ke ranting.

Hal ini terungkap dari sembilan butir hasil keputusan Rapim yang dipimpin oleh Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani. Peserta yang berjumlah sekitar 70 orang ini serentak telah berjanji akan melaksanakan seluruh butir tersebut di daerahnya masing-masing. 

Perkuat Struktur Masjid Hingga ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Struktur Masjid Hingga ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Struktur Masjid Hingga ke Ranting

“Kita ikat cita-cita kita untuk memajukan umat dan Indonesia melalui titik tolak yang paling dasar, yaitu masjid,” pinta Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi sebelum akhirnya memandu prosesi janji (baiat) kesetiaan pengurus atas pelaksanaan butir-butir keputusan.

Hari Santri 2018

Masdar menyatakan, salah satu manfaat berorganisasi adalah berlipat-gandanya kekuatan sebuah komunitas dalam mengemban tanggung jawab. Struktur yang kuat dan mengakar akan mendorong perjuangan meraih kemaslahatan menjadi semakin ringan.

Dalam kesempatan ini forum juga telah bersepakat, guna memperkuat peran dan jaringan LTMNU yang mengakar ke bawah dan terstruktur, setelah Rapimnas Region IV ini PCNU siap menyelenggarakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) LTMNU yang dihadiri oleh MWC dan Pengurus Ranting NU setempat paling lambat akhir Juni 2012.

Hari Santri 2018

Sejumlah langkah-langkah konkrit akan menjadi program dan tugas pokok setiap cabang, seperti penghimpunan basis data (data base) masjid, sertifikasi tanah masjid dan bangunan atas nama nadhir NU, penggalakan fungsi dan aktifitas masjid, serta pembuatan papan nama LTMNU yang akan dipasang serentak pada Juli mendatang.

Keputusan-keputusan itu merupakan hasil aspirasi peserta yang berkembang selama Rapim berlangsung dua hari. Salah satu peserta dari PCNU Jakarta Selatan Achmad Huzaifi mengaku puas dengan hasil keputusan Rapim. Pihaknya merasa terdorong untuk menindaklanjuti sejumlah program yang dibebankan.

“Kami sudah siap untuk melaksanakan dan akan segera terjun ke daerah-daerah,” tuturnya.

 

 

Penulis : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Jumat, 08 Desember 2017

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Jakarta, Hari Santri 2018. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) 2017 di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (19/1).

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) DKI Jakarta H Marzuki Usman dalam sambutannya menyampaikan, agar para pengelola STAINU punya mimpi.?

Sebagaimana kata Eleanor Roosevelt, kutipnya, bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. “Saya ingin kampus STAINU ada di 420 kabupaten,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki juga menekankan agar STAINU Jakarta mampu mengisi dunia. “Kita harus kerja keras, kita harus mengisi dunia,” tegasnya.

Hari Santri 2018

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif menginformasikan akan adanya tambahan dua fakultas lagi di STAINU Jakarta, yaitu Fakultas Humaniora dan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Sebagai lembaga pendidikan yang masih berusia muda, Syahrizal berharap tahun ini STAINU Jakarta mendapat apa yang menjadi kebutuhan kampus sehingga bisa dikembangkan lebih bagus lagi.

STAINU dengan motto Unggul, Tangguh, dan Populis mempunyai karakter tersendiri, yaitu kewirausahaan. “Kita punya karakter kewirausahaan, kita harus mampu,” jelasnya.?

Hadir dalam kesempatan Raker tersebut Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Wakil Ketua I STAINU Imam Bukhori, Wakil Ketua II Arif Rahman, Wakil Ketua III Ahmad Nurul Huda, dan Wakil Ketua IV Aris Adi Leksono.?

Di samping itu hadir juga Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI Dede Setiawan, Kaprodi Ahwalul Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, Kaprodi Perbankan Syariah Khairunnisa, perwakilan Pascasarjana STAINU Jakarta Idris Masudi, dan beberapa dosen. (Husni Sahal/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta membedah buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis buku putih dari Jakarta.

Wakil Ketua PWNU DIY Prof Dr Purwo Santoso mengatakan, setelah sekian lama ditunggu, buku itu akhirnya diterbitkan juga. Menurutnya, buku putih yang diterbitkan resmi oleh NU itu sangat penting untuk memberikan perimbangan informasi sejarah.

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Benturan NU-PKI Dikaji di Jogja

“Selama ini informasi yang ada menyudutkan kelomkpok tertentu. Kalau pun buku ini menjadi kontroversial, buku ini merupakan sebuah ikhtiar untuk memberikan perimbangan informasi,” katanya.

Hari Santri 2018

Ditambahkannya, sejarah bukan hanya berisi tentang cerita masa lalu, tetapi juga tentang klaim kebenaran. Jika NU tidak menulis, maka NU akan tersudutkan terus-menerus,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali mengatakan, buku putih itu berisi tentang apa yang dialami oleh orang NU, untuk dibaca oleh masyarakat luas, dan khususnya untuk kalangan NU sendiri.

Hari Santri 2018

“Kita tidak membenci PKI. Sekarang NU dan PKI sudah menjadi teman. Sudah tidak ada problem dalam hubungan. Masalahnya ada pihak di luar dua itu yang ingin mempolisisasi peristiwa yang telah lalu dan menyudutkan NU. Maka kita menulis versi kita sendiri,” katanya.

Bedah buku putih Benturan NU-PKI yang dipandu oleh Wakil Ketua PWNU DIY M. Jadul Maula itu dihadiri oleh tim penulis buku putih dari PBNUJakarta, antara lain Abdul Mun’im DZ dan Zastrow Ngatawi. Sebagai pembanding, guru besar sejarah UGM Prof Dr Bambang Purwanto. (Rochim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan

Grobogan, Hari Santri 2018 - Sebanyak 3.300 rumah dari tujuh desa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengalami dampak musibah banjir akibat tanggul jebol di Desa Ngroto dan Kemiri, Gubug, Grobogan.

“(Banjir) ini karena limpasan air (sungai Tuntang) yang jebol di Ngroto dan di Kemiri,” kata Camat Gubug Teguh Harjo Kusumo, (10/11).

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan

Ia melanjutkan, ada sebanyak 3 rumah di Ngroto dan 3 rumah di Kemiri hanyut diterjang air karena berada persis di depan jebolan sungai.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan PAC Gerakan Pemuda Ansor Gubug telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir dan membuka posko di Desa Kemiri dan Ginggangtani. “Di antara yang masuk kepada kami ada bantuan dari Ansor kabupaten,” kata Sumyani, Ketua PAC GP Ansor Gubug.

Ia berharap ada bantuan untuk korban pasca banjir di Kecamatan Gubug terutama bagi warga yang kehilangan rumah. “Mohon bantuan dan dukungan kagem (untuk) saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir,” paparnya.

Hari Santri 2018

Adapun bantuan dapat disalurkan langsung ke posko di Desa Kemiri atau Ginggangtani Kecamatan Gubug dengan menghubungi ketua PAC GP Ansor Gubug, HP 085712966769 atau disalurkan melalui rekening BRI atas nama Sumyani dengan nomor rekening 6018.01.016256.53.7. (Ahmad Mundzir/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Fragmen Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

1926 ISHARI Baca Shalawat Ingin Muktamar Sukses

Jombang, Hari Santri 2018. Sebanyak 1926 Ikatan Seni Hadrah Indonesia membaca shalawat di Alun-alun Jombang, Senin sore (3/8). Mereka ingin Muktamar ke-33 NU yang dibuka Presiden Joko Wisdodo pada Sabtu malam (1/8) ini berjalan dengan sukses.

1926 ISHARI Baca Shalawat Ingin Muktamar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
1926 ISHARI Baca Shalawat Ingin Muktamar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

1926 ISHARI Baca Shalawat Ingin Muktamar Sukses

Melalui pengeras suara, pemimpin mereka mengucapkan terima kasih atas diundangnya ISHARI tampil di Muktamar NU ini. “ISHARI adalah satu-satunya organisasi seni hadrah NU didirikan tahun 1959. Kami ingin ISHARI kembali menjadi banom NU,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah 1926 adalah sesuai dengan kelahiran NU pada tahun 1926 oleh para kiai pesantren di Surabaya, Jawa Timur. ?

Hari Santri 2018

Ribuan anggota ISHARI tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Pasuruan, Jmeber, dan Jombang sendiri.

ISHARI adalah organisasi seni? pembacaan? salawat? yang diiringi dengan terbang (rebana) dan gerakan tarian. Gerak? penari? itu memang bolak-balik dalam? menggerakan tangan,? badan serta anggota tubuh lainnya. (Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur melangsungkan sarasehan sastra dan budaya bertema "Fikih, Seni dan Sastra" di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/9), dengan menghadirkan KH Abdurrahman Nafis dan Muhammad Al-Fayyadl sebagai narasumber dan Riadi Ngasiran sebagai moderator.

KH Abdurrahman Nafis, mengemukakan bahwa dalam sejarahnya, sastra sering menjadi bagian tidak terpisahkan bagi awal dikenalkannya Islam. "Dan Nabi Muhammad dengan mukjizat yang diterimanya berupa al-Quran, telah mampu mengalahkan karya sastra masyarakat Arab saat itu," katanya.

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Para pemimpin Quraisy saat itu, yakni Umar bin Khattab serta Amr bin Hisyam dibuat tidak berdaya dengan kandungan ayat Al-Quran. "Bahkan, Umar bin Khattab bisa terenyuh saat putrinya, Siti Hafshah membaca ayat al-Quran, sehinggga berkenan menjadi muslim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Kiai Nafis, sapaan akrabnya, kemudian menggambarkan bagaimana awal mula islamisasi di Indonesia yang lebih menggunakan cara damai, termasuk dengan menggunakan seni sebagai media dakwahnya.

"Para Wali Songo telah berhasil mengislamkan khususnya masyarakat Jawa lewat pendekatan seni," terangnya. Lahirnya seni wayang, tembang dan syair dengan tema agama sebagai bukti bahwa seni demikian menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat, lanjutnya.

Sebelumnya, masih menurut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini, para ulama pengarang kitab telah menemukan disiplin ilmu yang membahas tentang kaidah sastra lewat ilmu balaghah, arudh, dengan berbagai varian yang dimiliki.

Pertemuan antara fikih dan sastra akhirnya melahirkan definisi dan batasan yang menjelaskan tentang seni islami. "Ada 4 batasan yang telah digariskan para fuqaha terhadap seni," kata Kiai Nafis yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pertama adalah, seni yang dilahirkan tidak memgandung kemusyrikan. "Yang kedua, seni islami adalah yang tidak mengandung maksiat," katanya. Sedangkan ketiga adalah jangan sampai menimbulkan fitnah, dan terakhir yakni seni harus mengandung amar makruf nahi munkar, imbuhnya.

Sering Terjadi Ketegangan

Muhammad Al-Fayyadl justru mencatat akhir-akhir ini sering terjadi ketegangan di akar rumput antara santrawan dan para fuqaha. "Bahkan pernah saya saksikan, pagelaran seni di salah satu kampung justru dihentikan lantaran dianggap tidak islami," kata alumnus Master "Philosophie et Critiques Contemporaines de la culture" Université Paris VIII, Prancis tersebut.

Padahal di awal Muktamar NU, para kiai sangat terbuka dengan masalah kesenian. "Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara kesenian dan agama menduduki porsi terpenting dalam perhatian ulama," kata Gus Fayyadl, sapaan akrabnya.

Dalam perjalanannya, kendati persoalan kesenian kontemporer kemudian kerap menjadi bahasan dalam forum bahtsul masail NU, tapi dalam pandangan dosen UGM ini, rumusannya secara konseptual masih jauh dari komprehensif dan meyakinkan.

Kedua narasumber sepakat bahwa harus selalu dilakukan dialog terbuka antara para pegiat seni dengan aktifis bahtsul masail agar ditemukan titik temu bagi sejumlah permasalahan seni mutaakhir yang tentunya sarat dengan dinamika dan inovasi. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Amalan, Fragmen Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Hari Santri 2018. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Fragmen, Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 21 November 2017

Gali Konsep Islam Nusantara, STAINU Jakarta Adakan FGD Berkala dan Tematik

Jakarta, Hari Santri 2018. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, dengan Program Pascasarjanya sedang menggali konsep Islam Nusantara. Salah satu usaha mengembangkan kajian keilmuan Islam Nusantara ini adalah dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) berkala dan tematik. 

Pada pertemuan perdana, Jum’at (10/4) menghadirkan narasumber Dr Zastrow al-Ngatawi. Diskusi diadakan di lantai II Kampus STAINU Jakarta Jl Taman Amir Hamzah 05 Matraman Jakarta Pusat. Dalam FGD diikuti oleh para akademisi STAINU Jakarta, Dosen, perwakilan lembaga kajian, pemerhati budaya dan pejabat struktural STAINU Jakarta. 

Gali Konsep Islam Nusantara, STAINU Jakarta Adakan FGD Berkala dan Tematik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gali Konsep Islam Nusantara, STAINU Jakarta Adakan FGD Berkala dan Tematik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gali Konsep Islam Nusantara, STAINU Jakarta Adakan FGD Berkala dan Tematik

Hadir pula dalam kesempatan FGD tersebut Dr H M Ulinnuha, Lc, MA, Asisten Direktur Program Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta dan Imam Bukhori, M.Pd Pembantu Ketua (Puka) I Bidang Akademik STAINU Jakarta. 

Hari Santri 2018

Ulinnuha menjelaskan, bahwa pengetahuan positivistik terhadap pengetahuan non-positifistik menghegemoni di nusantara. Pengetahuan non-pisitifistik di nusantara, tambahnya, tidak bisa dinegasikan dan dinafikan begitu saja. Karena, fakta sejarah dan bukti empiris yang otentik tentang berlakunya pengetahuan dengan pendekatan metodologis yang dianggap non positifistik ini. 

Hari Santri 2018

“Di masyarakat kita ada istilah weruh saduruning winarah, suwuk, kasyaf dan sebagainya. Namun hanya karena hal ini tidak bisa didekati dengan metodologi yang selama ini menghegemoni, lantas dianggap tidak ada dan tidak diperhitungkan sebagai ilmu pengetahuan yang paten,” papar doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Senada dengan Ulinnuha, Zastrouw menerangkan, jika dirunut dari bagaimana budaya nusantara ini muncul, setidaknya budaya yang sedang berkembang sekarang ini telah mengalami 4 kali fase perkembangan. Berjalannya fase tersebut telah dipertemukan oleh spiritualitas yang dimiliki oleh masyarakat nusantara sejak awal. Sehingga, lanjutnya, budaya asli nusantara bisa berkembang sejalan dengan budaya baru yang masuk dari luar. Budaya asli nusantara kita setidaknya memiliki tiga kemampuan dasar yang menyebabkan budaya luar apa saja bisa berkembang dengan baik di Nusantara. 

Tiga kemampuan tersebut, terang Ketua PP Lesbumi NU ini, adalah hamengku, hangemot dan hangemong. Dengan kemampuan hamengku-nya budaya baru dapat dijaga, dengan kemampuan hangemot budaya yang baru masuk diberikan tempat, dan dengan hangemong budaya dapat dibina sehingga bisa serasi dan harmoni dalam kehidupan masyarakat Nusantara. 

“Di sinilah mengapa ketika, contoh ajaran syiah masuk di Indonesia bisa hidup dan berdampingan dengan budaya lain. Berbeda ketika masuk di suatu wilayah tertentu di timur tengah yang justru cekcok, bahkan sampai menyebabkan disintegrasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Imam Bukhori, menjelaskan, bahwa kajian ontologi, epistemologi dan aksiologi terhadap konsepsi Islam Nusantara itulah yang sedang digerakkan dan dirumuskan secara komprehensip mencakup semua bidang keilmuan oleh Civitas akademika STAINU Jakarta. Hal ini sejalan dengan kecederungan dunia yang mulai melirik model keberagamaan Islam Nusantara akhir-akhir ini. 

“Kajian serupa telah menjadi isu menarik bahkan cenderung menjadi rebutan bagi institusi akademik di Indonesia. STAINU Jakarta ingin mengambil peran dalam merumuskan konsepsi ini seseuai perspektif yang dianutnya yaitu ajaran ahlussunnah wal jamaah ala NU,” tandasnya. (Red: Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

Senin, 13 November 2017

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Kupang, Hari Santri 2018. Beginilah kondisi Siswa Madrasyah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Ikhsan di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus rela menerima pelajaran duduk di bawah lantai karena kekurangan ruangan kelas.

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Fasilitas yang dimiliki yayasan terbatas, sementara rombongan belajar sudah mencapai enam kelas. Sekolah yang baru berdiri sejak tahun 2008-2009 lalu sudah memilik sekitar ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. 

Pantauan Hari Santri 2018, Sabtu 17 Agustus 2013, MIS yang memiliki empat ruangan kelas tersebut harus menerima pelajaran duduk di bawah lantai, sebab ruangan sudah tersisih siswa kelas empat sampai kelas enam. Sementara kelas satu dan kelas dua harus rela menerima pelajaran dengan suasana seperti zaman sebelum Indonesia merdeka, harus duduk maupun berdiri demi mendapat pendidikan.

Hari Santri 2018

Perhatian Kementerian Agama Kabupaten Ende kepada sekolah yang baru berdiri sekitar lima tahun terakhir ini, tidak tersentuh berbagai bantuan. Sementara usulan pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak pernah di akomodir oleh pihak pemerintah.

Hari Santri 2018

Kepala MIS Nur Ikhsan Ndori, Drs. Said Rani, kepada Hari Santri 2018 mengatakan, kondisi yang dialami siswa MIS sejak tahun 2012 kemarin, kami telah mengalami kekurangan ruangan belajar. 

“Kami telah mengalami kekurangan ruang sejak tahun 2012 lalu, sebab rombongan belajar telah meningkat. Maka suasana dan aktifitas belajar bagis siswa tidak memenuhi standar belajar yang layak bagi peserta didik lainnya. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Fragmen Hari Santri 2018

Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja

Cianjur, Hari Santri 2018. Fatayat harus punya peranan penting untuk NU di masa depan. Lahirnya berbagai buku yang merusak aqidah aswaja harus direspon bersama, termasuk dalam strategi dakwah Fatayat. Untuk itu, Fatayat perlu merumuskan langkah dalam melahirkan penulis-penulis yang siap menyajikan buku-buku aswaja.

Demikian ditegaskan KH Muhyiddin Abdusshomad, Rais Syuriah PCNU Jember, dalam acara Workshop Aswaja yang diselenggarakan oleh Forum Da’iyah Fatayat NU (Fordaf) di Ciloto Cianjur, Jum’at (27/2).

Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja

Menurut Kiai yang sangat produktif menulis buku ini, sudah seharusnya kita merasa NU dan Fatayat adalah milik kita, ketika demikian maka saat NU diganggu oleh kelompok anarkis kita ikut resah dan berinisiasi untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya.?

Hari Santri 2018

“Perempuan sebenarnya sangat potensial ketika menulis tentang aqidah ahlussunah waljamaah," ujar Kiai Muhyiddin.

Kiai Muhyiddin melihat potensi tulisan kader Fatayat bisa menyentuh anak-anak dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat Islam rahmatan lil alamin yang digaungkan NU.

Hari Santri 2018

Dia menjelaskan, Fatayat harus membangun strategi jitu. Dakwah dengan menumbuhkan semangat membaca dan menulis bagi generasi muda adalah sangat strategis.?

“Karena kelemahan bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya budaya membaca," tegas kiai yang santrinya baru saja mendapatkan penghargaan medali emas di Thailand pada kompetisi bidang agribisnis 2015 dalam ajang ‘The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization’. (Muyassaroh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

Jombang, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang akan menggelar gebyar pelajar untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan para pelajar, pada Kamis-Jumat (5-6/5) mendatang.?

Ketua PC IPNU Abdul Haris mengungkapkan pentingnya wadah atau fasilitas pelajar dalam mengembangkan sejumlah keterampilan yang dimilikinya.

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

"Skill dan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) para pelajar tentu menjadi pendukung mereka untuk menjadi generasi bangsa yang baik," ujarnya, Senin (2/5).

Kegiatan yang bakal berlangsung di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek, Jombang tersebut berisi olimpiade Aswaja tingkat MTs dan MA/SMA, lomba musikalisasi puisi dan pidato Bahasa Jawa tingkat MTs/SMP.

Pada hari pertama, panitia akan menggelar olimpiade Aswaja. Di katagori ini peserta akan memasuki dua putaran. Pertama, mereka akan diberikan soal-soal tentang Aswaja. Bagi peserta yang berhasil lolos akan memasuki putaran kedua.

"Masing-masing siswa diberi soal multiple choice (pilihan ganda). Kemudian siswa yang lolos akan diuji kembali," kata Qurrotul Aini, Ketua PC IPPNU Jombang. Kemudian pada hari kedua dilangsungkan dengan beberapa lomba yang lain.?

Hari Santri 2018

Terkait jumlah peserta, ia memperkirakan sebanyak 350 pelajar bakal ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari PC, PAC hingga Pimpinan Ranting. Selain itu juga dari delegasi pimpinan komisariat, pelajar MTS-MA sederajat dan pondok pesantren. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Fragmen, AlaSantri Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock