Cianjur, Hari Santri 2018. Fatayat harus punya peranan penting untuk NU di masa depan. Lahirnya berbagai buku yang merusak aqidah aswaja harus direspon bersama, termasuk dalam strategi dakwah Fatayat. Untuk itu, Fatayat perlu merumuskan langkah dalam melahirkan penulis-penulis yang siap menyajikan buku-buku aswaja.
Demikian ditegaskan KH Muhyiddin Abdusshomad, Rais Syuriah PCNU Jember, dalam acara Workshop Aswaja yang diselenggarakan oleh Forum Da’iyah Fatayat NU (Fordaf) di Ciloto Cianjur, Jum’at (27/2).
| Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Muhyiddin Abdusshomad: Fatayat Harus Tulis Buku-buku Aswaja
Menurut Kiai yang sangat produktif menulis buku ini, sudah seharusnya kita merasa NU dan Fatayat adalah milik kita, ketika demikian maka saat NU diganggu oleh kelompok anarkis kita ikut resah dan berinisiasi untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya.?Hari Santri 2018
“Perempuan sebenarnya sangat potensial ketika menulis tentang aqidah ahlussunah waljamaah," ujar Kiai Muhyiddin.Kiai Muhyiddin melihat potensi tulisan kader Fatayat bisa menyentuh anak-anak dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat Islam rahmatan lil alamin yang digaungkan NU.
Hari Santri 2018
Dia menjelaskan, Fatayat harus membangun strategi jitu. Dakwah dengan menumbuhkan semangat membaca dan menulis bagi generasi muda adalah sangat strategis.?“Karena kelemahan bangsa Indonesia saat ini adalah kurangnya budaya membaca," tegas kiai yang santrinya baru saja mendapatkan penghargaan medali emas di Thailand pada kompetisi bidang agribisnis 2015 dalam ajang ‘The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization’. (Muyassaroh/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Fragmen Hari Santri 2018
