Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan, seseorang yang mengetahui jati dirinya, dia tidak akan sombong atau membanggakan dirinya sendiri. Pasalnya, jika seseorang yang shalatnya rajin, tidak ada fahsak wal munkar.

"Allah itu memasukkan hambanya ke surga bukan karena amalnya saja, tapi karena anugerahnya Allah SWT dan bukan juga karena shalatnya saja," kata Gus Mus saat memberikan pencerahan pada acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah di halaman masjid Al-Ikhlas Bluru Permai, Sidoarjo, Sabtu (29/4) malam.

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Shalatnya manusia itu bentuk syukur kepada Allah. Kalau ada orang yang tidak shalat, berarti orang itu tidak mengerti syukur kepada Allah.

"Kalau seseorang mensyukuri nikmatnya Allah, selalu mengucap Alhamdulillah, seperti bangun tidur mengucap Alhamdulillah, bisa melihat dan bernafas Alhamdulillah saja. Sebab seseorang yang tidak bisa kencing pun, berapa juta untuk operasi," paparnya.

Hari Santri 2018

Gus Mus menegaskan, dalam sehari disediakan waktu lima kali untuk bersyukur kepada Allah. Shalat itu penting, semoga diberikan Allah kemudahan sehingga bisa menjalankan ibadah shalat sebagaimana mestinya dan tidak sombong.

"Kalau bisa sowan ke Allah. Karena Allah itu begitu baiknya. Kalau sudah tua seperti saya ini, sepertiga malam selalu dibangunkan Allah. Hubungan kepada Allah dijaga sehingga hubungan dengan kawula (hamba) Allah terjaga. Kalau hubungan dengan manusia tidak baik berarti hubungannya dengan Allah palsu," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Halaqoh Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

Subang, Hari Santri 2018. Menyusul pengobatan gratis beberapa waktu lalu di desa Rancahilir, Pamanukan, Fatayat NU Subang kali ini berbagi dengan warga Subang. Dalam rangka memperingati harlah ke-64, mereka menyerahkan santunan kepada seratus sepuluh warga yang membutuhkan di SMP NU Ghofarana, Pusakajaya, Ahad (6/7).

Menurut Ketua Fatayat NU Subang Tia Agustiawati, bakti sosial ini melibatkan 60 faqir miskin dan 50 orang anak yatim. Untuk faqir miskin, kata dia, kita menyerahkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara anak yatim diberikan sejumlah peralatan belajar dan pendidikan.

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

"Dengan Harlah Fatayat ke-64 ini kita tingkatkan komitmen dan kepekaan sosial pemudi NU yang maslahat untuk umat," kata Tia.

Hari Santri 2018

Melalui pengabdian dan eksistensinya sebagai kaum yang memberikan manfaat bagi warga kurang mampu, kehadiran Fatayat NU Subang dirasakan masyarakat.

Hari Santri 2018

Seorang penerima bantuan, Dasem (70) mengapresiasi kegiatan sosial ini. “Alhamdulillah, semoga apa yang diberikan menjadi barokah. Bantuan ini akan kami gunakan dengan baik. Karena, kami sangat susah dalam mencari kebutuhan rumah tangga. Semoga ini juga menjadi pembelajaran untuk semuanya,” ujar Dasem. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Fragmen Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus

Pati, Hari Santri 2018



Wali merupakan kekasih Allah. Mereka tidak kagetan, tidak punya rasa takut dan susah. Bahkan terhadap malaikat Munkar dan Nakir sekalipun.

Demikian yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dalam pengajian umum di Mushala Nurul Huda dalam Haul ke-26 KH Maimun Desa Kertomulyo, Trangkil, Pati, Sabtu (11/11).

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus

 

Pada pengajian yang dihadiri ribuan umat Islam tersebut, Gus Mus menerangkan, wali itu tak pernah takut dan merasa susah. Ia menggambarkan wali dalam surat Al-Ahqof ayat 13: Innalladzina robbunallahu tsummastaqomu fala khoufun alaihim walahum yahzanun. Artinya, "Sesungguhnya orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada ketakutan terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersusah."

Hari Santri 2018

 

Kemudian Gus Mus menjelaskan bila para wali merupakan teman para malaikat. Ketika Allah mengasihi hamba-Nya, malaikat pun ikut mengasihi. Dalam Al-Quran malaikat pun bebicara bahwa mereka adalah teman para wali. Nahnu auliyaukum fil hayatiddunya wafil akhiroh.

 

"Ciri-ciri wali itu ada dua. Yang pertama mengakui Allah sebagai Tuhannya dan yang kedua jejeg (istiqomah)," tandas kiai asal Rembang ini.

Hari Santri 2018

 

Gus Mus memetikkan Surat Fushshilat ayat 30: Innalladzina qolu robbunallah tsummastaqomu tatanazzalu alaikumul malaikatu alla takhofu wala tahzanu wa absiru bil jannati kuntum tuadun. Yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan Kami adalah Alloh, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut,  dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."

 

Selain mengakui Allah sebagai Tuhannya, seorang wali harus istiqomah (jejeg) dalam menyembah Allah. Gus Mus mencontohkan seseorang shalat di suatu mushala hendaknya tetap istiqomah shalat meskipun berada di mana pun tempat dan daerahnya. Sebab al istiqomatu khoirun min alfi karomah.

 

"Sederhananya kalau beribadah kepada Allah itu yang sedang-sedang saja, jangan ngotot dan berlebihan," tambah Gus Mus.

 

Gus Mus menilai bila orang yang beribadah ngotot dan berlebih-lebihan tidak akan bisa istiqomah. Ibarat orang ngaji Al-Quran khatam tiga kali pada bulan puasa, tapi sama sekali tak menyentuh Al-Quran setelah bulan puasa lewat. Bahkan, banyak orang jaman sekarang yang berpolitik berlebih-lebihan, menyukai calonnya berlebihan, menyukai dan membenci orang berlebihan.

"Padahal berlebihan tidak disukai Allah," pungkasnya. (Ahsol Matkan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Halaqoh Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

Hari Santri 2018

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Halaqoh, Ubudiyah Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Hari Santri 2018

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

Hari Santri 2018

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Halaqoh Hari Santri 2018

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Kudus, Hari Santri 2018 - Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) mengingatkan setiap muslim supaya tidak? melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kepanikan orang lain. Karena, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa membuat kepanikan orang lain termasuk kezhaliman yang sangat besar.

"Kita jangan sampai berbuat yang bikin orang lain panik karena hadits sudah tegas itu zhalim besar. Bahkan perbuatan tersebut bisa seperti setingkat kurang sedikit dari kemusyrikan," katanya saat menyampaikan mauizhah hasanah dalam halal bihalal dan peresmian Madrasah Diniyyah Darussalam Desa Padurenan Gebog Kabupaten Kudus, Senin (25/7).

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Gus Nadhif menuturkan kisah sahabat nabi yang sedang guyon menggoda temannya yang lagi tidur. Pedang dan tombak yang dibawanya, disembunyikan oleh temannya sehingga ketika ia bangun terlihat kebingungan.

Hari Santri 2018

"Sebetulnya nabi suka guyon yang tidak berlebihan sehingga mendengar sahabat menyembunyikan sandal temannya itu, beliau melarang. Tidak halal orang Islam membuat panik atau bingung temannya meskipun maksudnya untuk guyonan," tegasnya.

Di hadapan ratusan wali santri Madin Darussalam, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga menjelaskan ciri-ciri orang bangkrut. Mengutip penjelasan ulama, Gus Nadhif menerangkan bahwa orang-orang yang dikatakan bangkrut adalah mereka yang selalu rajin shalat, zakat, dan menunaikan haji tetapi masih suka berbuat hasud ataupun menzhalimi orang lain.

"Meskipun shalatnya rajin dan bacaannya fasih, namun misohi (ngumpat)-nya juga fasih. Orang ini akan menanggung beban dosa orang yang ia zhalimi. Inilah yang dinamakan sejatinya orang bangkrut menurut kanjeng nabi," jelasnya.

Hari Santri 2018

Terkait halal bihalal, Gus Nadhif menerangkan puasa ramadhan satu bulan penuh hanyalah untuk menebus dosa kepada Allah. Sementara umat manusia juga memiliki dosa di antara sesama.

"Kita tidak hanya sadar dosa kepada Allah melainkan sadar dosa kepada manusia," katanya.

Halal bihalal, jelas Gus Nadhif, merupakan ajaran baik dari ulama jawa dan Walisongo. Karenanya,? setiap muslim supaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meminta dan memberi maaf antarumat manusia pada setiap bulan Syawwal. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam!

Kudus, Hari Santri 2018. Memasuki bulan puasa, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menyerukan kepada para pendukung dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden agar meningkatkan persaingan secara sehat, tanpa kekerasan dan kampanye hitam.

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam!

Ketua PC ISNU Kudus Kisbiyanto menyatakan, bulan suci Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mawas diri dan memperbaiki cara-cara persaingan agar lebih elegan. Para pendukung diimbau lebih mengunggulkan calon masing-masing tanpa harus merendahkan lawannya.

“Pada masa kampanye yang tersisa sebaiknya para timses bisa menyesuaikan kegiatan politiknya sehingga tidak mengganggu suasana orang berpuasa,” katanya kepada Hari Santri 2018, Senin (30/6).

Hari Santri 2018

Ditegaskan, Ramadhan tidak perlu lagi dipenuhi dengan kampanye bergaya pembunuhan karakter terhadap lawan politik. Karena pembunuhan karakter dinilai mampu membalikkan isu negatif kepada pembuat isu.

"Identitas asli bangsa Indonesia adalah kebersamaan dan cinta damai. Maka berhati-hatilah, jangan gunakan kampanye hitam,” katanya mengingatkan.

Hari Santri 2018

Dosen STAIN Kudus ini menyatakan, pelaksanaan pilpres juga merupakan bagian dari keberagamaan umat muslim, yakni proses memilih seorang pemimpin. “Oleh karenanya, penyelenggara pilpres agar tetap menjaga keamanan maupun kenyamanan, jangan sampai melalaikan tugas hanya karena alasan berpuasa,” imbuh Kisbiyanto.

Kendati masih banyak agenda politik, harap Kisbiyanto, petugas pelaksana pemilu seperti KPU hingga KPPS, Bawaslu dan peserta pemilu serta tim sukses agar? selalu tetap meningkatkan ibadahnya bagi ummat Islam selama bulan suci Ramadhan. (QomarulAdib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Sejak awal langkah pemblokiran situs-situs yang terindikasi radikal oleh pemerintah itu sudah diprediksi tidak akan efektif, bahkan bisa kontra produktif. Pertama, telalu banyak situs yang masuk daftar blokir. Ada 22 situs Islam yang disasar dan beberapa di antaranya masih tergolong “baik”.

Kedua, rekomendasi pemblokiran oleh BNPT kepada Kemkominfo itu bocor sebelum dilaksanakan, atau bisa jadi dibocorkan oleh pihak-pihak tertentu. Akibatnya isu pemblokiran ini segera mencuat dan memicu kontroversi. Bahkan saat isu pemblokiran itu sudah menjadi bahan perbincangan di televisi, sebenarnya pemblokiran itu belum direalisasikan dan para narasumber di televisi itu dengan santainya berbicara seperti pemblokiran itu sudah terjadi.

Para pendukung situs-situs yang terdaftar itu segera bereaksi dan memohon pembelaan masyarakat atas nama Islam. Mereka mengatakan, pemblokiran situs itu merupakan bentuk pengekangan terhadap dakwah Islam, meskipun sebenarnya mereka tidak terlalu senang memuat informasi mengenai pendidikan Islam di Indonesia, madrasah, pesantren, pengajian, tradisi keislaman, semangat berzakat, dan seterusnya. Situs-situs dimaksud selama ini lebih suka mengekspos isu-isu konflik di Timur Tengah dan bahkan pada titik tertentu ikut larut dalam permusuhan antar kelompok politik di sana.

Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Para pendukung situs-situs yang akan diblokir itu juga berteriak-teriak mengenai kebebasan pers dan HAM. Mereka juga fasih sekali melafalkan Universal Declaration of Human Rights 1948 dan pasal-pasal mengenai kebenasan pers, dua hal yang selama ini tidak terlalu diindahkan.

Payahnya lagi di hadapan khalayak ramai, BNPT dan Kemkominfo juga saling lempar tanggung jawab. BNPT berkilah pihaknya tidak punya wewenang untuk memblokir situs tertentu dan hanya memberikan rekomendasi. Sementara Kemkominfo mengatakan pemblokiran dilakukan atas rekomendasi BNPT.

Beberapa pekan setelah beredar isu pemblokiran, 22 situs masih bebas diakses. Ketidaksepahaman dan kontroversi membuat pihak Internet Service Provider (ISP) punya alasan untuk tidak melakukan tindakan apapun. Hanya satu-dua ISP yang melakukan pemblokiran, namun setelah itu dihidupkan lagi. Beberapa ISP malah menikmati kontroversi karena transaksi penjualan paket data internet meningkat.

Sementara itu para pengamat yang suka dengan teori konspirasi mengait-ngaitkan isu pemblokiran itu dengan penyerangan terhadap kelompok muslim di Yaman, yang tidak lain adalah Syiah. Situs-situs dimaksud sengaja “dibebastugaskan” untuk tidak menginformasikan aktivitas perang Timur Tengah. Pengamat lain mengaitkan isu pemblokiran dengan pengalihan isu menyusul kenaikan harga BBM. Ada juga yang menduga, pemerintah sudah mengincar situs-situs tersebut karena dalam Pilpres kemarin tidak mendukung pasangan Jokowi-JK, bahkan mereka terlibat dalam aktivitas kampanye negatif.

Hari Santri 2018

Kita tentu tidak terlalu sibuk dengan berbagai konspirasi seperti itu. Jika kembali ke maksud awal yakni antisipasi terhadap perkembangan radikalisme melalui media internet, maka pemerintah layak didukung. Aktifitas propaganda yang berisi kebencian, permusuhan, fitnah, pengkafiran, dan provokasi yang memicu aksi radikalisme saat ini lebih mudah dilakukan melalui new media dari pada lewat kegiatan ceramah-ceramah atau kegiatan cuci otak yang dilakukan dengan cara lama. Melalui media baru ini, para teroris yang mengklaim diri sebagai jihadis juga sudah sangat canggih dalam menyebarkan aksi simpatik dan rekayasa-rekayasa audio visual untuk keperluan merekrut pengikut baru.

Namun langkah pemblokiran yang buru-buru tidak cukup efektif. Pihak-pihak yang punya itikat tidak baik terhadap persatuan bangsa dan keutuhan NKRI juga sudah mulai rajin mengoleksi berbagai produk hukum Indonesia sebagai bahan untuk berkilah dan berkelit dari jeratan hukum. Undang undang mengenai pemberatasan terorisme tahun 2003 juga masih sangat “jadul” untuk mengatasi berbagai modus terorisme baru.

Sambil menunggu produk undang undang baru yang lebih progresif, beberapa konten dalam Undang-undang Nomor 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bisa dikenakan untuk mengatasi penyebaran radikalisme melalui internet. Pasal 28 ayat (2) UU itu misalnya menyebutkan salah satu perbuatan yang dilarang yakni “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Di luar 22 situs yang kemudian dikurangi menjadi 19 masih ada banyak situs berbahasa Indonesia yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme. Di antaranya ada situs berbahasa Indonesia yang resmi mengibarkan bendera ISIS dan meneruskan berbagai pemberitaan resmi dari situs berita ISIS yang berbahasa Arab. Apakah yang seperti ini lolos dari pengawasan BNPT dan Kemkominfo? Untuk beberapa situs yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme, tidak mempunyai alamat dan pengelola yang jelas, mestinya pemblokiran bisa dilakukan segera dan tidak perlu terlalu ekspos. Beberapa informasi yang bersumber dari situs-situs tidak jelas itu juga disebarkan melalui media sosial dan tentunya itu sangat berbahaya. (A. Khoirul Anam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Kiai, Meme Islam Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

Tangerang, Hari Santri 2018. NU-CARE LAZISNU Tangerang Selatan akan membuka stand di Bintaro Xchange, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan. Stand yang digelar untuk mengenalkan program-program tersebut berada di tengah-tengah pagelaran BritAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 pada Sabtu 12 November mendatang.

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

“Tujuan utama NU-CARE LAZISNU Tangsel buka stand di acara BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 adalah untuk menggalang dana dalam rangka santunan anak yatim yang dibungkus dengan acara makan bersama di McD Perempatan Duren tanggal 13 November,” papar Sekretaris LAZISNU Tangsel, Rizky Subagia kepada Hari Santri 2018 pada Rabu (9/11) malam.

(Baca: http://www.nu.or.id/post/read/72630/peringati-hari-pahlawan-lazisnu-tangsel-adakan-santunan-anak-yatim)

Rizky menambahkan hal yang tak kalah penting melalui pembukaan stand di Bintaro XChange adalah mengenalkan kepada masyarakat Tangsel khususnya tentang adanya NU-CARE LAZISNU.

“NU-CARE Tangsel juga akan mengenalkan program Tabungan Berkah salah satu program andalan kami saat ini,” kata Rizky seraya menambahkan Tabungan Berkah dari NU-CARE LAZISNU Tangsel sangat mudah karena hanya dengan mengisi donasi melalui kencleng (kaleng) yang disediakan NU-CARE LAZISNU Tangsel. Jumlah donasi pun menyesuaikan minat dan kemampuan donatur.?

Hari Santri 2018

Melalui rilis yang diterima Hari Santri 2018, Promotor BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 Dinni Deniasti Atiek mengatakan BritAmaX Tangsel Jazz Festival merupakan pagelaran musik jazz terbesar di Kota Tangerang Selatan.?

Hari Santri 2018

Didukung Pemerintah Kota Tangerang Selatan, acara yang diadakan selama satu hari itu akan diisi oleh penampilan artis jazz papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly, Iga Mawarni, Fariz RM, Jeffrey Tahalele, Rio Moreno Latin Combo, Amelia Ong, KSP Band, Alsa Quartet, Tiyo Alibasjah dan Ginda Bestari.?

Acara yang pada tahun ini memasuki tahun ketiga, akan diisi dengan bazaar dan produk kreatif warga Tangsel. Selain panggung utama, panitia menyiapkan dua panggung yang dinamakan “BritAmaX Jawara dan Blandongan” yang akan menjadi panggung bagi ? musisi jazz mempertontonkan skill kecanggihan bermusik mereka.

Dari sisi konsep penyelenggaraan acara pada tahun ini berbeda dengan konsep tahun 2015 lalu. Tahun ini TJF mengusung konsep jazz family, jazz yang dapat ditonton oleh seluruh anggota keluarga, mulai anak hingga kakeknya. Selain itu juga jazz yang lebih akrab, hangat, dan memasyarakat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Lomba Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Oleh Kiai Ahmad Ishomuddin



Ilmu-ilmu untuk memahami ajaran Islam sangatlah banyak dan luas. Ilmu-ilmu tersebut hanya bisa dipelajari dengan cara belajar langsung kepada para ahli agama (kiai, ulama) yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing. Jika seseorang mau terus menekuni satu spesialisasi bidang ilmu agama saja, niscaya umurnya akan habis sebelum penguasaan ilmu tersebut sempurna.

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Belajar ilmu-ilmu terkait agama hanya melalui buku-buku/kitab-kitab tanpa guru (syekh) yang berilmu mendalam, yang berpengalaman, yang mampu membimbingnya berpotensi terjerumus dalam pemahaman agama yang sesat dan setidaknya sempit. Belajar agama secara otodidak itu, tanpa disadari telah membawanya berada di jalan yang dianggapnya benar. Padahal boleh jadi sebaliknya, ia sedang berjalan cepat menapaki pemahaman agama yang salah karena salah paham yang akibatnya bisa membahayakan kemanusiaan. Sudah berapa banyak bom bunuh diri dengan alasan mengamalkan ayat-ayat tentang jihad dalam situasi damai?

Belajar mendalami ajaran Islam secara langsung (talaqqi) kepada para ahlinya sangat bermanfaat. Di antara manfaatnya adalah bahwa jiwa para murid selain akan langsung tercerahkan, juga bisa langsung meneladani tutur kata dan sikap keseharian dari para guru/syekhnya.?

Apabila keteladanan dari para guru ini terus berlangsung sepanjang waktu para murid belajar, niscaya kalimat-kalimat bijak berdasarkan ilmu dan perilaku-perilaku mulia menjadi terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah manusia-manusia berilmu agama sangat mendalam dan berakhlak mulia, seperti selalu rendah hati, ? tidak merasa benar sendiri, tidak suka mencaci maki, tidak mudah menyalahkan orang lain yang berbeda, tidak mencari pengaruh dan popularitas, serta tidak pula cinta berlebihan kepada jabatan dan kedudukan.

Seringkali ada orang yang tidak menemukan guru ahli ilmu-ilmu agama yang bisa membimbingnya, sehingga ia belajar agama kepada sembarang orang yang tidak diketahui kepada siapa sebelumnya ia mendapatkan ilmu agama, tidak memiliki sanad (mata rantai) keilmuan yang jelas bersambung. Berbeda halnya dengan para kiai, tuan guru, ajengan di berbagai pondok pesantren lawas yang tersebar di seantero nusantara, utamanya di tanah Jawa, yang mata rantai ilmu keagamaannya jelas diperoleh secara bersambung dari para syekh/guru mereka sebelumnya.?

Hari Santri 2018

Kepada mereka, yakni para kiai alumni berbagai pesantrenlah atau kepada siapa saja yang ilmu-ilmu agamanya diakui mendalam secara luas, seharusnya kita belajar memahami agama sesuai keperluan, sehingga ilmu-ilmu agama dan ekspresi keberagamaan bermanfaat untuk kemajuan, kemanusiaan, dan perbaikan keadaan.

Belajar agama sangat tidak memadai, sangat mungkin salah paham dan membawa paham yang salah jika hanya mengandalkan buku-buku agama terjemahan dan tidak pula cukup hanya dengan membaca Al-Quran dan Terjemahnya. Sangat banyak ayat Al-Quran ditafsirkan dengan pikiran sendiri yang seringkali tidak didasari ilmu, padahal maksudnya hanya bisa dipahami setelah dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi. Tersesatlah pemahaman agama pembacanya karena mengandalkan arti terjemahan dengan mengabaikan penjelasan ilmiah dari para mufasir. Maksud ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi itu hanya dapat dipahami dengan benar dengan merujuk berbagai referensi yang otoritatif atau berdasarkan penjelasan dari para ulama dalam arti yang sesungguhnya.

Saat ini kekerasan atas nama agama antara lain banyak dilakukan oleh orang yang baru belajar agama kepada orang-orang yang tidak jelas sanad (mata rantai) ilmunya diperoleh dari siapa dan tidak pula mendalam penguasaan ilmu agamanya. Mereka belajar ayat-ayat Al-Quran dari terjemahan yang maksudnya disesuaikan dengan hawa nafsunya sendiri, dipahami semau sendiri, dan disimpulkan sendiri hukum-hukumnya tanpa proses-proses penalaran yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.?

Hari Santri 2018

Ayat-ayat al-Quran yang suci itu diperkosa dengan tafsiran yang sempit dan kaku, ? tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi manusia muslim yang keras terhadap siapa saja, dan menyempitkan apa saja yang dilapangkan oleh Allah Taala untuk para hamba-Nya. Wallahu a ’lam.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, Halaqoh, Nahdlatul Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Hari Santri 2018. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku “Dialog Peradaban” yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Hari Santri 2018

“Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati,” terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Hari Santri 2018

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh Hari Santri 2018

Kamis, 21 Desember 2017

Ansor NU Magelang Mulai Fungsikan Rumah Sementara

Magelang, Hari Santri 2018

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor NU Kabupaten Magelang mulai memfungsikan rumah sementara untuk para pengungsi. Ansor NU bekerja sama dengan Shelter Box International dari Inggris dan Rotary Club.



Ansor NU Magelang Mulai Fungsikan Rumah Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NU Magelang Mulai Fungsikan Rumah Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NU Magelang Mulai Fungsikan Rumah Sementara

Mereka membangun 200 tempat tinggal sementara di tiga lapangan. Di Lapangan Mancasan Desa Gulon, Kecamatan Salam 110 unit. Lapangan Gunungpring, Kecamatan Muntilan 33. Dan 51 unit di lapangan Danurojo, Kecamatan Ngluwar.

“Kami ada 200 unit dan akan segera kamipasang semua,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Magelang, Chabibullah.

Hari Santri 2018

Menurut dia 200 unit rumah sementara rumah berbentuk tenda tertutup tersebut akan mampu menampung ribuan pengungsi. Setiap rumah rencananya akan ditempati satu keluarga. Adapun untuk keluarga kecil bisa menempati rumah sementara bantuan LSM Inggris itu secara bersama sama dengan keluarga lain.

Chabibullah mengaku gagasan mendirikan rumah sementara tersebut diawali keprihatinan penggunaan bangun sekolah sebagai lokasi pengungsian. “Ini jelas mengganggu proses belajar. Akan bagaimana lulusan kita nantin jika proses belajarnya terganggu,” kata dia.

Hari Santri 2018

Perwakilan Shelter Box International Loius Darwis mengatakan pihaknya sangat bergembira bisa turut membantu para pengungsi korban Merapi. Ia berharap rumah sementara ini akan berguna bagi para pengungsi.

“Kami tidak tahu sampai kapan di Indonesia. Namun kesan saya masyarakat Indonesia sangat baik dan mau membgantu kami. Ini berbeda dengan pengalaman kami ketika mendirikan shelter box di Pakistan dan Afrika,” tambah Mr John.

Chabibullah mengatakan rumah sementara di lapangan Mancasan akan digunakan 425 jiwa atau 114 kepala keluarga (KK) yang berasal dari Dusun Pule, Desa Tegalrandu Srumbung. Semula mereka menempati ruang kelas di SDN 1 Gunungpring, Kecamatan Muntilan.

Ia menyatakan akan tetap memenuhi berapa pun kebutuhan logistik pengungsi karena pihaknya bekerja sama dengan Rotary Club untuk memasok logistik. Sementara Shelter Box International dari Inggris bertugas menyediakan tenda dan semua perlengkapannya. (sm)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja

Depok, Hari Santri 2018. Seperti apakah Islam ahlusunnah wal jamaah (aswaja) itu? Demikian pertanyaan yang disampaikan oleh Katib Aam PBNU KH Malik Madany kepada para hadirin dalam forum pra munas dan konbes NU di Pesantren Al Hikam Depok, Sabtu (30/8).

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja, Islam yang Biasa-Biasa Saja

Ia lalu menjelaskan bahwa aswaja adalah berislam yang wajar-wajar saja seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Dalam sebuah hadist dikisahkan para sahabat yang berdebat orang Islam yang paling baik seperti apa. Ada yang berpendapat, yang paling banyak puasanya, yang lainnya, yang shalat terus dan ada yang tidak mau menikah. Lalu ketika Rasulullah mendengar perkataan para sahabat tersebut, ia berkata “Demi Allah, aku orang yang paling takut pada Allah, aku puasa tetapi juga berbuka, aku shalat dan juga tidur dan aku juga kawin.”

Dalam sebuah hadist lain, Rasulullah juga menyampaikan pesan. “Barangsiapa tidak senang dengan sunnahku, maka bukan termasuk golonganku.”

Hari Santri 2018

“Karena itu, Islam yang benar adalah Islam yang menyeimbangkan kepentingan duniawi dan ukhrawi,” kata Malik Madany, yang juga pengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Ia merasa prihatin dengan maraknya kelompok Islam ekstrim yang gampang sekali mengkafir-kafirkan golongan lain yang tidak masuk kelompoknya.

Hari Santri 2018

“Mereka seolah-olah seperti kepala dinas pengkaplingan surga yang sudah mendapatkan SK dari Allah yang beranggapan, siapa yang berhak masuk surga, hanya saya dan teman-teman.” ?

Karena itu, dalam munas dan konbes yang akan digelar pada 1 November mendatang, salah satu materinya adalah khilafah Islamiyah perspektif NU. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Hadits, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Jakarta, Hari Santri 2018. Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Kurban 16 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing

Ketua II PP Muslimat NU yang juga Ketua Panitia Kurban Idul Adha Hj Nurhayati Said Aqil Siroj menerangkan, kegiatan kurban yang diselenggarakan Muslimat NU dilaksanakan dua tahap.

“Pertama dilakukan pada Sabtu (2/9/2017) di Pondok Cabe, Tengerang Selatan. Di sini kita memotong 3 ekor sapi dan 2 kambing,” jelas Nurhayati kepada Hari Santri 2018, Senin (4/9) di Jakarta.

Untuk tahap kedua, lanjut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, Muslimat NU melakukan pemotongan di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan pada Ahad (3/9/2017).

“Di kantor Muslimat kita memotong 13 ekor sapi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Mekanisme pembagian daging hewan kurban, PP Muslimat NU terlebih dahulu membagikan ribuan kupon kepada warga yang membutuhkan di sekitar kantor Muslimat.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial.

“Ini bagian dari komitmen Muslimat NU dari tahun ke tahun untuk menyediakan daging kurban bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nurhayati.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Syariah Hari Santri 2018

Minggu, 03 Desember 2017

Pelajar NU Lakukan Penguatan Administrasi dan Kemampuan Jurnalistik

Cilongok, Hari Santri 2018 - Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Cilongok menggelar pelatihan administrsai dan jurnalistik dalam rangka memeriahkan Harlah Ke-63 IPNU dan Harlah Ke-62 IPPNU, Sabtu (25/2). Sejumlah 67 peserta perwakilan dari ranting dan komisariat memenuhi ruang acara yang bertempat di aula MI Ma’arif NU 1 Pageraji.

“Administrasi adalah hal yang urgen dalam suatu organisasi, kebutaan dan kekurangpahaman pada keadministrasian sering menghambat pergerakan organisasi. Disuguhi dengan materi tata cara membuat surat sekaligus pengarsipannya diharapkan nantinya IPNU-IPPNU di wilayah Cilongok menjadi percontohan sebagai organisasi yang tertib administrasi,” kata Yanuar Yoga Pradana, pemateri bagian administrasi.

Pelajar NU Lakukan Penguatan Administrasi dan Kemampuan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Lakukan Penguatan Administrasi dan Kemampuan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Lakukan Penguatan Administrasi dan Kemampuan Jurnalistik

Sementara jurnalistik juga tak kalah pentingnya karena sekarang media juga berperan dalam memajukan organisasi, apalagi media elektronik. “Dan seorang yang mengerti jurnalistik pasti tahu apa yang akan ia lakukan untuk memajukan IPNU-IPPNU,”? kata Zaenurrohman, pemateri jurnalistik.

Setelah semua materi selesai sekira pukul 22.00 WIB seluruh peserta dan panitia berkumpul di halaman madrasah. Mereka bersama-sama dengan lantang membaca Ikrar Panca Setya Pelajar NU yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng plus kue ulang tahun IPNU-IPPNU. Kelap-kelip kembang api pun ikut menyemarakkan kebahagaiaan malam itu.

Hari Santri 2018

Pada peringatan harlah ini mereka juga meluncurkan blog pelajar NU Cilongok di laman http://pac-ipnu-ippnu-cilongok.blogspot.co.id/.

Hari Santri 2018

Ketua IPNU Cilongok menambahkan, “Setelah kegiatan ini diharapkan tidak ada alasan untuk berkata IPNU-IPPNU tidak menarik, ketinggalan zaman dan sebagainya, karena kami selalu up to date mengikuti perkembangan yang ada.” (Khafid Sya’bani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh Hari Santri 2018

Senin, 20 November 2017

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

Muzdalifah, Hari Santri 2018. Setelah terbenam matahari pada 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah. Mereka akan melakukan prosesi mabit (menginap) di sana sembari mencari batu kerikil untuk melontar jumrah di Jamarat.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, hamparan luas Muzdalifah di 6 sektor jemaah haji Indonesia dilengkapi dengan karpet merah seukuran 1,5 x 2 meter. Di sektor satu maktab 10, jemaah haji merasa nyaman dengan fasilitas tambahan yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara.

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

"Alhamdulillah bagus dan nyaman," kata beberapa jemaah dari Bombana Kolaka kompak, Senin (11/9) tengah malam, sembari duduk santai di atas karpet merah yang tersedia. Sebagian lainnya terlahat tiduran menikmati suasana malam di Muzdalifah usai mengimpulkan batu kerikil untuk lontar Jumrah di sana.

"Alhamdulillah sekarang menjadi tidak kotor lagi," tambah jemaah lainnya. Sebelumnya mereka perlu membawa bekal alas, kini tidak perlu lagi dan bisa langsung beristirahat setibanya di Muzdalifah.

"Nyaman, enak, duduknya tertib," kesan lain yang dirasakan jemaah haji lainnya.

Hari Santri 2018

Sejumlah karpet merah tampak menghampar di beberapa titik, terutama di areal terdekat kumpulan baru kerikil yang telah disiapkan Pemerintah Saudi dan juga dekat tempat buang air kecil (toilet). Penambahan fasilitas karpet merah tahun ini baru diberlakukan oleh Muasasah Asia Tenggara di mak-maktab negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun demikian, karpet merah yang disediakan belum menutup seluruh hamparan muzdalifah. Beberapa bagian masih terbuka dan jemaah harus menggelar alas untuk beristirahat di sana. "Nyaman, bagus, apalagi kalau karpetnya bisa semua," demikian harapan jemaah lainnya agar karpet merah diperbanyak jumlahnya.

Hari Santri 2018

Hal sama disampaikan oleh Tini, jemaah asal kloter satu Embarkasi Surabaya (SUB 01). Dia mengaku merasa nyaman dengan adanya fasiltas karpet di muzdalifah. Meski demkian, dia berharap jumlahnya diperbanyak sehingga semua jemaah haji Indonesia bisa merasakannya.

"Lebih nyaman. Enak tidak usah ada alas lagi dan bisa langsung duduk di karpet. Pengennya tetap dikasih karpet dan lebih luas lagi," harapnya.

Melewati tengah malam (muntashif al-lail), jemaah haji mulai diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina untuk menginap di sana. Hari ini, jemaah haji Indonesia mulai melakukan wajib haji lainnya, yaitu lontar Jumrah Aqabah sebelum mereka bertahallul dan mengganti pakaian ihramnya dengan baju biasa. Sebagian jemaah ada juga yang memilih langsung menuju Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf Ifadlah dan bertahallul di sana, sebelum melakukan Jumrah Aqabah. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Minggu, 05 November 2017

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Jakarta, Hari Santri 2018



Negara-negara yang turut serta dalam KTT ASEAN 2016 di Laos mengapresiasi cara Indonesia dalam menangani kasus terorisme yang menimpa.

Presiden Joko Widodo di Vientiane, Laos, Kamis, menanggapi respons positif yang diberikan negara-negara anggota ASEAN terkait penanganan terorisme di Indonesia.?

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Dalam forum tersebut, Jokowi memang sempat mempertanyakan efektivitas penanganan terorisme dengan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.

"Berbeda penanganannya di negara yang lain, yang banyak dilakukan dengan penegakan hukum, diburu dengan kekerasan. Kita ini punya pendekatan lunak, dengan cara pendekatan agama, dengan cara pendekatan budaya, itu yang kita sampaikan," katanya.

Meski demikian, dia memastikan bahwa pemerintah tetap akan melakukan penegakan hukum bila memang pendekatan-pendekatan lunak tidak membuat jera para pelaku terorisme.

Hari Santri 2018

Sebab, menurut dia, Indonesia sejatinya menerapkan kombinasi antara pendekatan keras dengan pendekatan lunak.?

Hari Santri 2018

Walaupun yang disebut terakhir itu merupakan prioritas pemerintah saat ini.

"Tapi dari proses yang mereka lihat di Indonesia, memang mereka lihat lebih memberikan hasil. Paling tidak, tidak memproduksi teroris semakin banyak. Mereka yang mengatakan itu sendiri," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, Budaya, Halaqoh Hari Santri 2018

Senin, 23 Oktober 2017

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Sekretariat Nasional (Seknas) Gusdurian, selama dua hari (28-29/3), menyelenggarakan Kegiatan pelatihan fasilitator Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG). Kegiatan yang dipusatkan di Wisma Museum Batik Yogyakarta tersebut diikuti 30-an orang perwakilan Komunitas Gusdurian se-Indonesia.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pertemuan Gusdurian se-Indonesia. Menurutnya, para peserta yang mayoritas anak muda ini diharapkan dapat menjadi kader penggerak di daerah masing-masing.

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG (Sumber Gambar : Nu Online)
Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG (Sumber Gambar : Nu Online)

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG

“Saya berharap, teman-teman menjadi kader penggerak Gusdurian di daerahnya masing-masing. Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, mereka juga dapat terus tumbuh dan berproses di masyarakat,” ucap putri sulung KH Abdurrahman Wahid tersebut, saat ditemui usai acara.

Hari Santri 2018

Ditambahkan Alissa, pasca kegiatan pelatihan ini, para peserta disiapkan untuk menghidupkan Komunitas Pemikiran Gus Dur di daerah. “Para peserta juga kami berikan tugas, untuk mereview buku atau tulisan Gus Dur atau tentang Gus Dur. Juga untuk mengadakan diskusi untuk publik terkait dengan gagasan Gus Dur,” ujarnya.

Selain Alissa, turut menjadi pembicara pada kesempatan tersebut Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz, Redaktur Hari Santri 2018, Savic Ali, dan Hairus Salim. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Olahraga, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 18 Oktober 2017

"Profit and Loss Sharing", Solusi Pemerataan Kesejahteraan

Berangkat dari agenda besar Tuhan dalam mempermudah urusan makhluknya, Islam tampil dengan menyuguhkan berbagai macam solusi. Selagi ada hajat, di situ pasti ada jalan dan solusi.

Dan, kontrak mudlarabah atau profit and loss sharing atau akad bagi hasil merupakan salah satu dari sekian menu kemudahan yang ditawarkan. Menggunakan, memanfaatkan, atau bahkan menginvestasikan harta orang lain pada dasarnya tak diperbolehkan. Tapi dalam transaksi mudlarabah, hal demikian diperbolehkan.?

Profit and Loss Sharing, Solusi Pemerataan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Profit and Loss Sharing, Solusi Pemerataan Kesejahteraan (Sumber Gambar : Nu Online)

"Profit and Loss Sharing", Solusi Pemerataan Kesejahteraan

Terlebih, jika melihat “pemerataan kesejahteraan” adalah hikmah di balik absahnya mudlarabah maka, mudlarabah menemukan momentumnya. Di mana si pemilik modal kadang tak memiliki keterampilan dalam mengolah hartanya, sementara si pemilik keterampilan tidak memiliki modal untuk mewujudkan agenda bisnisnya. Berkat mudlarabah ini maka jalan merengkuh kesejahteraan bersama anatara pemodal dan pengelola terbuka lebar.?

Hari Santri 2018

Atas dasar ingin ikut andil dalam upaya pembumian kewirausahaan berbasis syariah, Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Mesir pada Senin 25 Nopember 2013 mengkaji secara komprehensif akad mudlarabah dalam perspektif fiqih klasik empat mazhab (presentator: Ikfil Hasan) dan aplikasinya dalam perbankan syariah kontemporer (presentator: Nuha Qonita).?

Sebagai akad yang legalitasnya bermula atas dasar rukhshah (dispensasi), jumhur ulama membatasi ruang aktifitas mudlarabah di kawasan seputar jual beli. Sementara bisnis-bisnis lain tidak boleh masuk dalam aktifitas mudlarabah, menurut Ikfil Hasan sebagai pemateri pertama. Hal itu tidak lain karena aktifitas bisnis pada masa klasik masih sangat sederhana dan lebih terpusat pada aktifitas jual beli. Dan yang demikian itu tidak menampik diperbolehkannya mudlarabah dalam sektor yang lain, misal saja aktifitas niaga yang sebelumnya didahului proses produksi oleh mudlarib (pengelola), sebagaimana pandangan ulama Hanafiah.?

Hari Santri 2018

Setelah pemateri memaparkan latar belakang legalitas mudlarabah dan sekelumit sejarahnya, selanjutnya masuk dalam pembahasan makalah. Dimulai dari definisi mudlarabah menurut empat mazhab, landasan hukum, penjelasan tentang rukun-rukun beserta pernak-perniknya dan yang terahir adalah penutup.?

Ada empat kitab induk yang dijadikan referensi utama oleh pemateri dalam mendefinisikan mudlarabah. Al-Mabsut, Hâsyiyah Dasuqi Alâ Syarl al-Kabîr, Mughni al-Muhtaj dan al-Mughni. Pertama, kalangan Hanafiah (penganut madzhab Imam Abu Hanifah) mendefinisikan mudlarabah berasal dari kata dlarb fâ al ardh, dinamakan mudlarabah karena mudlarib (pengelola) berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang diperoleh lewat kerja dan usahanya. Dia adalah partner bagi pemilik modal dalam hal profit, modal dan pengambil keputusan dalam bisnis.?

Kedua, kalangan Malikiah (penganut madzhab Imam Malik bin Anas) berpendapat, mudlarabah adalah suatu tindakan menunjuk seorang agen (tawkil) untuk melakukan aktifitas bisnis, dengan memberi agen tersebut sejumlah uang untuk dikelola agar menghasilkan profit. Ketiga, kalangan Syafi’iah (penganut madzhab Imam Syafi’i) mengatakan, mudlarabah terjadi ketika seseorang diberi sejumlah uang untuk berdagang, dan profit yang dihasilkan nantinya akan dibagi di antara keduanya. Keempat, kalangan Hanabilah (penganut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal) berpandangan, seseorang memberikan sejumlah uang kepada orang lain untuk digunakan dalam aktifitas dagang, dan profit yang diperoleh nantinya akan dibagi dua sesuai ratio yang telah disepakati.?

Perbedaan definisi diatas menunjukan adanya perbedaan titik pijak dalam mendeskripsikan mudlarabah. Imam Sarkhasi mendeskripsikannya dari titik pijak sang mudlarib, Imam Nawawi mengambil titik pijak dari pihak luar, sedangkan Ibnu Qudamah mengambil titik pijak pemilik modal.?

Dari empat definisi berbeda, ada beberapa poin titik temu yang terangkum dalam kriteria umum berikut: 1) Melibatkan dua pihak, pemilik modal (rabb al mâl) dan pengelola(mudlarib); 2) Pihak pertama hanya bermodal finansial sedang pihak kedua bermodal profesionalisme wira usaha; 3) Keuntungan dibagi menurut ratio yang disepakati; 4) Kerugian sepenuhnya ditanggung oleh pihak pertama, sedangkan pihak kedua menanggung rugi tenaga dan waktu.?

Secara singkat, ada empat landasan mudlarabah: Al Qur’an, Hadits, Ijmak, dan Qiyas. Pertama, al-Qur’an. Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjalandi muka bumi mencari sebagian karunia Allah” (73:20). Senada dengan ayat di atas, Allah berfirman: “Bukanlah suatu dosa atasmu untuk mencari karunia dari tuhanmu"? (2:198). Kedua, adalah taqrîr (pengakuan) Nabi terhadap praktik mudlarabah pra-Islam. Beliau tidak melarang praktik tersebut. Bahkan beliau sendiri pernah berniaga dengan sistem mudlarabah bersama Khadijah sebagai pemilik modal. Ketiga dan keempat, Al Syirbini dalam Mughni al Muhtaj menukil ijmak ulama atas legalnya akad mudlarabah karena adanya unsur hajat dan mengatakan diqiyaskannya mudlarabah dengan akad musaqah.?

Rukun Mudlarabah?

Sementara untuk rukun mudlarabah adalah: modal (ra’sul mâl), lingkup kerja (al ‘amal), profit (al ribh), ijab-kabul (shighah), dan pelaku (aqidain).?

Dalam literatur klasik, kurang lebih terdapat empat macam modal dalam mudlarabah, yaitu: (a) dirham dan dinar; (b) komoditi yang diperdagangkan (‘urudh); (c) piutang; dan (d) wadi’ah. Untuk jenis modal yang pertama telah disepakati kebolehannya. Untuk yang selebihnya masih diperdebatkan. Ada yang memperbolehkan, sebagian yang lain sama sekali menolak.?

Alasan mengapa dirham dan dinar disepakati kebolehannya sebagai modal adalah karena dua benda tersebut berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan alasan keduakarena mempunyai nilai instristik yang stabil di segala tempat dan waktu. Pertanyaannya, setelah dirham dan dinar tidak lagi menjadi alat tukar, uang kertas yang ada juga mempunyai tingkat fluktuatif yang tinggi, apa dia boleh dijadikan sebagai modal dalam akad mudlarabah?

Untuk alasan mengapa ‘urudh tidak disepakati sebagai modal, ulama berpendapat bahwa nilai ‘urudh cenderung fluktuatif, berbeda dengan dirham dan dinar. Sedang ulama yang membolehkan biasanya mengunakan konsep hilah, yaitu dengan cara menggabungkan dua akad, akad wakalah (perwakilan) dimana pihak pertama menyerahkan ‘urudh pada pihak kedua untuk dijual dan kemudian menjadikannya sebagai modal mudlarabah.?

Piutang yang dapat dijadikan modal dalam akad mudlarabah adalah piutang pihak pemilik modal yang telah dilimpahkan kepada orang lain (hawalah), yaitu pihak kedua sebagai pengelola mengambil piutang pihak pertama dari debitor (pihak ketiga) karena disaat yang sama debitor mempunyai hutang kepada pihak kedua. Untuk selanjutnya pihak kedua menjadikannya sebagai modal mudlarabah. Sedang apabila yang akan dijadikan modal adalah piutang pemilik modal pada pihak kedua maka tidak diperbolehkan dikarenakan modal berupa mâl ghâib dan dikawatirkan akan terjadi praktek riba.?

Wadi’ah secara mutlak tidak boleh digunakan sebagai modal. Ini pendapat Malikiah. Kalangan Syafi’iah memperbolehkan dengan sarat adanya izin dari pemilik. Hanafiah dan Hanabilah paling fleksibel dalam hal ini, yaitu memperbolehkannya walaupun tidak ada izin dari pihak pemilik modal.?

Rukun kedua dan selanjutnya sudah disinggung di atas, yaitu ketika membicarakan tentang definisi mudlarabah. Penting ditambahkan disini mengenai lingkup kerja pengelola, kalangan Malikiah dan Syafi’iah membatasi ruang aktifitas mudlarabah terkhusus dalam perniagaan saja. Sedang Hanafiah memperluas cakupan kerja pengelola. Tidak hanya dalam aktifitas jual beli akan tetapi mencakup proses pra-jual (tahap produksi). Alasan pendapat pertama dengan mempertimbangkan akan memperoleh profit dalam jangka waktu sependek mungkin. Sedangkan pendapat yang kedua melihat pada banyaknya profit yang akan didapat. Untuk pembahasan shighat, hak dan kewajiban dari pemilik modal dan pengelola serta prosentase profit yang akan diperoleh diantara keduanya dapat dilihat dalam deskripsi mudlarabah dalam perbankan syariah yang akan dipaparkan oleh pemateri selanjutnya, Nuha Qonita.?

Mudlarabah dalam Perbankan Syariah Kontemporer

Nuha Qonita sebagai pemateri kedua berusaha mengajak kita beranjak dari zaman klasik menuju era kontemporer. Poin dan ketentuan yang telah dipaparkan oleh pemateri pertama berusaha diterjemahkan dan diaplikasikan ke zaman kekinian. Nuha membidik aplikasi akad mudlarabahdalam perbankan syariah sebagai sasaran tembaknya.?

Nuha menjelaskan, kegiatan operasional bank syariah meliputi penghimpunan dana, penyaluran dana dan terahir adalah jasa-jasa perbankan. Perbankan syariah menempatkan mudlarabah dalam kegiatan operasional yang pertama dan kedua. Dari sini, pihak bank mempunyai peran ganda, yaitu sebagai penghimpun dan penyalur dana dalam waktu yang bersamaan. Pada kasus yang pertama, nasabah adalah sebagai shâhibul mâlatau pemilik modal, dan bank sebagai mudlârib. Sedangkan dalam kegiatan kedua, yaitu sebagai penyalur dana maka nasabah sebagai pemilik modal atau shâhibul mâl, bank sebagai mudlarib al-awwal (pengelola pertama) dan pihak ketiga sebagai mudlarib tsâni? (pengelola kedua).?

Selanjutnya sistematika dan pembagian mudlarabah. Poin penting dari bagian ini adalah pembahasan mengenai jaminan yang mendapatkan respon sangat hangat dari peserta diskusi. Sebagaimana diketahui bahwa mudlarabah adalah akad amânah, sedang dalam perkembangan kekinian pihak perbankan mewajibkan adanya jaminan dari dua belah pihak. Dalam sesi tanggapan, terkait soal jaminan ini, Amrullah mencoba memecah kebuntuan dalam landasan kewajibannya dengan mengajukan teori istihsan sebagai pijakan hukum.?

Menurut Nuha, dalam perbankan syariah kontemporer juga ada dua bentuk mudlarabah, yaitu: (1) mudlarabah muthlaqah (unrestricted investment account), yaitu sistem mudlarabah dimana pihak bank tidak dibatasi dalam mengelola modal yang diterima dari pemilik, sementara pemilik modal juga tidak memberikan persyaratan apapun kepada pihak bank. (2) mudlarabah muqayyadah (restricted investment account). Mudlarabah ini terbagi dua: mudlarabah on balance sheet, yaitu jenis mudlarabah dimana pemilik modal dapat menetapkan syarat tertentu yang harus dipatuhi oleh bank. Yang kedua adalah mudlarabah off balance sheet, yaitu jenis mudlarabah dengan konsep penyaluran dana mudlarabah secara langsung kepada pelaksana usahanya.?

Adapun tehnik dan ketentuan dari kedua jenis mudlarabah tersebut bervariasi sesuai dengan kebijakan bank dan pemilik modal yang bersangkutan. Maka, kiranya dalam laporan ini tidak ada alasan untuk menuliskannya kembali. Hal yang tersebut tadi diatas dalam fiqih klasik masuk dalam pembahasan shighat, ketentuan pelaku (shahib al mal dan mudlarib) dan pembagian profit. Sebagaimana terekam dalam Takmilât al Majmû’ vol. 15.?

Kendala?

Sistem mudlarabah sebagai cara alternatif paling ideal bagi masyarakat untuk meninggalkan keterikatannya pada sistem kapitalis, tidak selamanya berjalan mulus. Banyak sekali faktor-faktor yang menjadi penghabatnya. Operasional sistem ini pun tidak berjalan di semua negara. Di negara Islam khususnya, pro kontra yang terjadi menunjukkan bahwa akad mudlarabahini adalah penyebab atas terjadinya inflasi. Selain itu, produk yang disajikan lembaga perbankan ini belum menjadi skema pembiayaan yang utama pada bank syariah, sehingga menurunkan daya tarik masyarakat untuk beroperasi dengan kegiatan ini. Dari data International Associate of Islamic Bank 1996, skema mudlarabahhanya dipakai 20% secara rata di Bank Islam dunia. Beberapa faktor penyebab terjadinya hal ini yaitu:?

Pertama, kontrak profit and loss sharing dikaitkan dengan semua pihak mitra usaha manakala seorang pengusaha tidak intensif untuk memberikan usaha akan tetapi lebih intensif atas laporan profit rendah yang dibandingkan dengan pembiayaan.? ?

Kedua, kontrak profit and loss sharing membutuhkan jaminan agar dapat berfungsi secara efisien. Sedikit jaminan hak properti pada kontrak profit loss sharing menyebabkan kegagalan adopsi karena tidak ada aturan yang melandasi, termasuk indonesia yang belum menetapkan peraturan jaminan yang tegas dan jelas.? ?

Ketiga, perbankan Islam menawarkan risiko yang lebih kecil dari pembiayaan dibandingkan dengan perbankan konvensional. Hal ini berdasarkan konsep mudlarabah yang dianutnya. Akan tetapi realitanya seringkali pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.? ?

Keempat, banyak pihak pemilik modal yang mengambil modalnya sebelum berakhir waktu temponya.? ?

Kelima, ketidaksiapan para nasabah dalam resiko kerugian yang akan terjadi.? ?

Akhirnya, melihat adanya kebutuhan yang mendesak dan dalam rangka pemerataan kesejahteraan, sistem mudlarabah dapat dijadikan solusi. Walau dalam prakteknya bank syariah belum seratus persen Islami akan tetapi ada kaidah fiqih“Ma lâ yudraku kulluh la yutraku kulluh” yang intinya bahwa sesuatu yang tidak mampu diaplikasikan sepenuhnya maka wajib diusahakan untuk diaplikasikan semampunya. Kaidah ini di dasarkan diantaranya pada firman Allah dalam surah Al Baqarah (ayat:286), surah Al Taghabun (ayat:16) dan sabda nabi saw. Yang berbunyi; “Jika aku memerintahkan kalian sesuatu maka lakukanlah semampu kalian.” (Adhi Maftuhin/Red: Mahbib)

*) Tulisan ini dirangkum dari laporan hasil Kajian Reguler Ekonomi Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) Mesir

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, AlaSantri Hari Santri 2018

Sabtu, 14 Oktober 2017

Radio Aswaja Terfavorit di Soloraya Peringati Harlah ke-6

Sukoharjo, Hari Santri 2018. Radio Al-Hidayah FM yang menjadi satu-satunya radio Aswaja terfavorit di kalangan Nahdliyyin Soloraya, Sabtu (7/3) memperingati harlah ke-6 dengan mengundang habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf untuk memandu pembacaan maulid Simthud Durror.

Acara yang digelar di depan studio Al-Hidayah jalan Ir Sukarno nomor 38 Solo Baru, Sukoharjo ini dihadiri para kiai, habib, dan pejabat pemerintahan mulai dari lingkungan pemerintahan setempat hingga pejabat pusat.

Radio Aswaja Terfavorit di Soloraya Peringati Harlah ke-6 (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Aswaja Terfavorit di Soloraya Peringati Harlah ke-6 (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Aswaja Terfavorit di Soloraya Peringati Harlah ke-6

Tampak terlihat seorang warga asing asal Munchen, Jerman yang belum bisa berbahasa Indonesia. Namun kehadirannya di atas panggung untuk menyatakan kalimat syahadat.

Hari Santri 2018

Sedangkan Ustadz Ahmad Al-Habsyi dalam ceramahnya mengajak jamaah agar mendahulukan menghormati kiai daripada  pejabat, “Jika tamu undangan di situ ada kiai dan presiden, maka yang pertama kali harus dihormati adalah kiai bukan presiden,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Karena memang kedudukan kiai lebih terhormat. Jika ada kiai wafat, maka untuk mencari penggatinya mungkin butuh waktu puluhan tahun. Tetapi presiden wafat di suatu malam, paginya sudah ada puluhan orang antre untuk menjadi penggati, imbuhnya.

Namun disayangkan akhir-akhir ini banyak orang memperlakukan kiai seperti pendorong mobil mogok. Kalau mobilnya sudah jalan, si pendorong pun hanya mendapat asap mobilnya. Kami berharap ini tidak terjadi saat pemilu nanti, pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Sejarah, RMI NU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock