Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Kaki kiri adalah anggota tubuh terakhir yang dibasuh saat berwudhu. Meratakan air ke seluruh bagiannya minimal dari ujung kuku hingga atas mata kaki merupakan sebuah keharusan. Doa berikut ini dianjurkan dibaca saat membasuh kaki kiri saat berwudhu.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Basuh Kaki Kiri saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika an tazilla qadamayya ‘alas shirâti yauma tazillu aqdâmul munâfiqîna fin nâri.

Hari Santri 2018

Artinya, “Wahai Tuhanku, aku berlindung kepadamu dari jatuhnya dua kakiku di atas shirath pada hari berjatuhan kaki semua orang-orang munafiq di dalam neraka,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Lomba Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Senin, 12 Februari 2018

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Jakarta, Hari Santri 2018 



Saya kurang suka mengajukan berkas proposal kepada pihak mana pun. Sebaliknya, tak layak juga diserahi proposal dalam bentuk apa pun, resmi maupun sembarang. Kecuali proposal untuk ngopi bareng. Tak masalah itu. Sukanya bukan main, bahkan oleh pihak sembarang sekalipun. 

Kantor redaksi Hari Santri 2018, Sabtu siang, (9/12), didatangi sekelompok anak muda. Mereka santri-santri yang terhubung melalui medsos. Apa pun latar belakang mereka, ketika mengajukan proposal, saya jadi malas menemui. Namun, tak ada lagi jalan menghindar, kecuali menghadapinya. Paling tidak sekadar mempersilakan ngopi yang selalu tersedia di kantor redaksi sepanjang tahun.  

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Saya pun membaca proposal itu. Tidak selesai memang. Mana ada yang selesai membaca sebuah proposal, bukan? Dari judul proposal itu, saya kaget bukan main. Ternyata mereka mengajukan permintaan buku untuk perpustakaan di daerah-daerah.  

Buku! 

Saya lalu mengubah mimik muka, lebih bersahabat dari sebelumnya. Orang yang berkaitan dengan buku harus disahabati dalam segala musim dan tempat. Kecuali yang berbakat mencoleng buku.  

Hari Santri 2018

Saya tak menerruskan membaca proposal. Lebih baik ngobrol saja, apa dan bagaimana. Dari A sampai Z saya kuliti perihal maksudnya itu.   

Hari Santri 2018

Rupanya mereka hendak memfasilitasi anak-anak di kampung untuk membaca. Tak hanya di satu tempat, tapi mulai Banyuwangi, Gresik, Semarang, Brebes, hingga Tulang Bawang (Lampung), dan Cileungsi. Permintaan dari tempat-tempat itu setelah mendapat kabar tentang perpustakaan Pojok Baca Nahdliyin melalui halaman Facebook. Di situ   

Saat ini di Brebes saja telah ada empat tempat. Biasanya perpustakaan itu  di rumah atau di mushala. Bahkan di Brebes, salah seorang Rais Syuriyah tingkat Ranting akan membangunkan saung untuk perpustakaan. 

“Ini adalah upaya supaya warga NU membaca,” kata Arif Budiman Mahdi, inisiator perpustakaan itu. 

Pria kelahiran Banyuwangi yang tinggal di Jembrana (Bali) ini berharap, jika anak-anak NU membaca, terutama amaliyah yang selama ini dilakukan warga NU, mereka akan mampu menjawab kaum yang membid’ahsesatkan.      

Tiba-tiba saya ingat KH Ali Yafie, anregurutta sepuh kita yang alim. Dikenal faqih dalam bidang agama. Tahun ini tiba di usia 90 tahun dia. Lipat tiga dari usia saya. 

Tidak penting sebetulnya soal usia berapa pun jumlahnya. Namun, menjadi penting ketika dikaitkan dengan membaca buku. Ya, kiai asal Sulawesi Selatan itu tiap hari masih membaca selama satu jam dua. Dia selalu mendapat bacaan baru dari anak-anaknya yang gemar membaca juga.  

Mengingat dia pernah Ketua Umum MUI Pusat dan Rais ‘Aam PBNU, apakah bacaannya hanya kitab kuning dan Al-Qur’an? Itu jelas masih dibaca rutin. 

Tidak, kawan. Dia membaca buku apa saja. Termasuk novel dan cerita silat Kho Ping Hoo. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Jombang, Hari Santri 2018. Banyak peluang melanjutkan studi bagi alumni Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH Tambakberas Jombang. Tidak semata ke sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air, juga ke berbagai negara, termasuk Cina. 

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Seperti pada awal bulan lalu, madrasah ini mengadakan sosialisasi studi ke Cina oleh Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITC). Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah tersebut diikuti seluruh siswa. Program ITC membantu pelajar yang berkeinginan belajar ke Cina dan memberikan peluang dengan jalur mandiri maupun beasiswa.

“Hadits Nabi mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ini sesuai dengan prinsip MAUWH yang mendukung siswanya melanjutkan studi sampai ke luar negeri,” kata Miftakhul Arif, Selasa (9/10). Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH ini mengemukakan bahwa dengan dipasangnya 10 bendera dari beberapa negara di halaman madrasah menunjukkan bahwa kiprah alumni madrasah ini demikian membanggakan. 

Taajuddin Muslim dari ITC menyampaikan bagaimana agar dapat melanjutkan studi ke Cina baik melalui jalur beasiswa maupun mandiri. Ia memaparkan rincian biaya dari mulai pendaftaran hingga biaya hidup di Cina dengan menawarkan berbagai kampus dan jurusan yang tersedia. Sejumlah universitas tersebut antara lain Universitas Shoufu Taiwan, Beijing Capital University, Capital Medical University, Yangtze University, Zheijing University, Chansha University.

Hari Santri 2018

Tidak hanya menceritakan tentang dunia perkuliahanan, Taajuddin Muslim juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Cina bisa kuliah sambil bekerja dengan penghasilan yang cukup tinggi. Hal tersebut karena banyaknya peluang pekerjaan yang ada di negeri tirai bambu tersebut. “Tidak sedikit mahasiswa yang kuliah sambil bekerja mampu membantu orang tua mereka di kampung halaman,” tuturnya saat presentasi.

Usai memberikan penjelasan, materi dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab dengan para siswa dan siswi. Mereka terlihat demikian antusias mengikuti sosialisasi yang ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. 

Kegiatan diakhiri dengan dibagikanya sejumlah brosur universitas di Cina yang diberikan kepada siswa dan siswi MAUWH. (Ibnu Nawawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pahlawan, AlaNu Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Merangkai Diaspora NU Internasional

Sejak berdiri pada 1926, NU telah memiliki visi internasional. Perjalanan Kiai Wahab Chasbullah dalam rangka Komite Hijaz yang memperjuangkan kebebasan bermazhab yang dianut oleh umat Islam dari berbagai belahan dunia menunjukkan pandangan global NU. Kini, jejaring NU pun semakin meluas ke pojok-pojok dunia yang dulu namanya saja tidak dikenal.?

Dalam berbagai kesempatan, NU juga mengadakan konferensi internasional yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, dibicarakan permasalahan yang dihadapi umat Islam secara umum. Banyak persoalan umat yang membutuhkan upaya bersama untuk pemecahannya. Salah satunya adalah kasus Palestina yang bahkan hingga kinipun belum ditemukan solusinya. Karena itu, upaya kerjasama yang lebih erat menjadi semakin terasa urgensinya.

Merangkai Diaspora NU Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Merangkai Diaspora NU Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Merangkai Diaspora NU Internasional

Keberadaan warga NU di berbagai negara juga menunjang internasionalisasi NU. Diaspora warga NU di kancah internasional didorong oleh banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja atau belajar di luar negeri. Sekalipun berada di negeri asing, mereka tetap menjalankan amaliah Nahdliyah. untuk Bersama-sama dengan orang yang satu paham dan tradisi, akhirnya mulailah didirikan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang merupakan nama bagi struktur kepengurusan NU yang ada di luar negeri sebagai sarana untuk berorganisasi dan memperkuat NU secara struktural.

PCINU-PCINU yang mulai berkembang pada era 2000an di era kepemimpinan NU oleh KH Hasyim Muzadi ini perlu mendapat perhatian yang memang istimewa, sesuai dengan nama yang disandangnya. Mereka menjadi duta untuk mengabarkan Islam Indonesia yang ramah dan damai di tempat di mana mereka berada. Dakwah terbaik adalah dengan menunjukkan akhlak dan perilaku yang sesuai dengan tuntunan Islam. Kader NU di luar negeri, terutama di negara-negara di mana Muslim menjadi minoritas, bisa menampilkan Islam yang menghargai semua golongan. Cara ini jauh lebih efektif dari sekedar kampanye antiislamofobia.

Apa yang dilakukan oleh PCINU Belanda pada akhir Maret 2017 ini menunjukkan upaya promosi Islam moderat ala Indonesia dengan menyelenggarakan konferensi internasional di sebuah universitas di Amsterdam. Acara yang mengundang para pakar yang kompeten dalam ilmu keislaman ini merupakan bagian dari konferensi cabang NU Belanda. PCINU United Kingdom (UK) dalam kesempatan berbeda juga menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyerangan di London. Semuanya mewakili wajah Islam Indonesia yang ramah dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Bagi warga NU yang bekerja atau menjalankan bisnis di luar negeri, keberadaan PCINU ini bisa menjadi kesempatan kepada perluasan jejaring bisnis internasional dan warga NU di Indonesia. Ada banyak sekali produk dan jasa dari warga NU yang bisa ditawarkan ke pasar global. Jika ada pebisnis NU yang sukses karena peran PCINU, tentu mereka juga akan mendukung dakwah NU dengan berkah perkembangan usaha yang mereka peroleh.

Hari Santri 2018

Bagi anggota PCINU yang menjadi pelajar di berbagai negara, mereka diharapkan menjadi penerus perjuangan NU di masa mendatang ketika mereka kembali ke Indonesia. Mereka yang belajar ilmu-ilmu keislaman, khususnya di kawasan Timur Tengah dapat mewarisi keulamaan dan menjalankan peran-peran keagamaan. Bagi yang belajar ilmu nonagama di Eropa, Amerika, Jepang, dan kawasan dunia lainnya, mereka bisa menyumbangkan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat atau warga NU sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Ada banyak sekali perangkat organisasi NU yang membutuhkan dukungan para ahli dan kepakaran tertentu, di antaranya adalah Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Hukum, Lembaga Pendidikan, dan lainnya.?

Agar mereka bersedia mengabdi kepada NU, tentu dari awal harus diperkenalkan dengan NU secara organisatoris, bukan hanya NU kultural. PCINU menjadi kawah candradimuka untuk memperkenalkan apa itu NU dan apa peran-peran keumatan yang dapat dilakukannya.?

Anak-anak NU tersebut perlu dijaga dari pengaruh Islam transnasional yang ditampilkan dengan cara memikat, tetapi sesungguhnya memiliki pandangan radikal dan intoleran terhadap kelompok atau agama lain. Di sisi lain, kader muda NU juga harus diselamatkan dari gaya hidup bebas dimana segala sesuatu diperbolehkan atas dasar kebebasan individual tanpa mempertimbangkan bahwa Allah itu ? ada yang memiliki hak atas individu-individu.?

NU ternyata juga diminati bukan hanya oleh warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, tetapi juga warga lokal. Yang sudah berdiri adalah NU Afganistan yang semua pengurusnya adalah warga setempat. Beberapa ulama internasional yang berkunjung ke PBNU juga berharapa bisa mendirikan NU di tempatnya masing-masing. Tentu saja, NU-nya akan menyesuaikan diri dengan lokalitas negara di mana organisasi tersebut didirikan. Dalam hal ini, tentu harus dirumuskan panduannya dan prinsip-prinsip dasar yang dianut oleh NU. Jangan sampai ada yang mengaku NU di luar negeri, tetapi ternyata prinsip ajarannya tidak sesuai dengan NU yang sesungguhnya di Indonesia, baik sifatnya menjadi radikal atau liberal.?

Hari Santri 2018

Persatuan Muslim dalam jejaring NU jika mampu dikelola dalam tingkat internasional tentu akan menjadi kekuatan tersendiri dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam dalam ranah global seperti upaya peningkatan kesejahteraan, ilmu pengetahuan, kesehatan, penyelesaian kasus Palestina, atau konflik-konflik lokal yang terjadi di beberapa kawasan Muslim. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kiai, Doa Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Sumenep, Hari Santri 2018 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep saat ini memiliki satu unit mobil jenis Avanza. Mobil tersebut pemberian dari Bupati Sumenep KH A Busyro Karim. Penyerahan secara simbolis diberikan di Masjid Fatimah Desa Kebunan Kecamatan Kota, Sumenep, oleh KH A Busyro Karim, Ahad (23/12).

Penyerahan bantuan mobil operasional yang ditandai dengan penyerahan kontak mobil diterima langsung oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, disaksikan Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir dan puluhan pengurus NU lainnya yang juga hadir pada bhakti sosial khitanan massal yang diselenggrakan MWC NU Kota Sumenep.

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq mengatakan, bantuan mobil yang diberikan KH A Busyro Karim akan dijaga dan dipergunakan sebaik mungkin untuk kelancaran kegiatan-kegiatan NU, dan tidak akan digunakan selain kepentingan NU.

Hari Santri 2018

“Mobil ini haram dipakai di luar kepentingan kerja-kerja NU secara kelembagaan,” tegasnya dalam sambutannya dihadapan pengurus NU.

Hari Santri 2018

Mobil tersebut, katanya, tantangan berat bagi pengurus NU agar lebih berkarya dalam berkhidmat kepada umat.

Bupati Sumenep KH A Busyro Karim dalam sambutannya menegaskan, pemberian mobil tersebut berasal dari uang pribadi dan tidak bersumber dari uang APBD Sumenep. Ia merasa tergerak untuk membantu NU sebab perjuangan NU sangat nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Mobil itu tidak lain sebagai penunjang kegiatan sosial keagamaan yang digalakkan NU Sumenep,” katanya.

Mantan pengurus IPNU tersebut berjanji, bantuan kepada NU tidak akan berhenti hanya sampai disitu. Ke depan, dirinya berjanji akan memberikan mobil ambulan kepada PCNU Sumenep dan perahu ambulan kepada NU kepulauan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Lomba Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Ulama-ulama besar mengakui keagungan Syekh Abdul Qodir. Imam Adz-Dzahabi, seorang ahli tafsir terkemuka menyebutkan, karomah Syekh banyak dan jelas. Ibnu Rajab, ahli hadits madzhab Hambali yang salah satu bukunya saya terjemahkan menjadi, "Setahun Bersama Nabi" (diterbitkan Pustaka Hidayah, sekitar 1000 hlm.) menyebut Syekh sebagai teladan orang-orang marifat, pemimpin para syekh dan dikaruniai maqam dan karomah. Imam Al-Izz bin Abdussalam, ulama besar madzhab Syafii menyatakan,"Tidak ada karomah yang dinukil kepada kami secara mutawatir, kecuali karomahnya Syekh Abdul Qodir Jailani."

Salah satu karomah Syekh yang paling menarik bagi saya adalah namanya terus disebut, didoakan, dan dibaca dalam tawasul sampai sekarang oleh jutaan umat Islam di berbagai belahan dunia.?

Kalau sejarah Rasulullah disebut siroh dan dirujuk serta diteladani oleh umat Islam, maka sejarah hidup Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai keturunannya disebut manqobah (jamaknya ialah manakib). Manakibnya menjadi alat ukur perkembangan spiritual para Salik (orang yang ruhaninya berjalan menuju Allah).

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)
Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Syekh Abdul Qodir Jailani pernah bertanya kepada gurunya, yaitu Syekh Hammad Ad-Dabbas karena di tempat khalwat gurunya setiap malam terdengar dengungan keras seperti lebah.?

Syekh Dabbas menjawab,"Aku memiliki sekitar 12.000 murid. Setiap malam aku menyebut nama mereka satu per satu. Aku bantu permohonan hajat mereka kepada Allah. Kita doakan agar mereka tidak melaksanakan maksiat yang direncanakannya serta mudah-mudahan selalu takut dan bertaubat kepada Allah."

Subhanallah, betapa besar cinta dan pengorbanan seorang mursyid kepada para muridnya. Sebagai murid, khidmah dan pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk menyukseskan program dan visi Syekh Mursyid kita?

Hari Santri 2018

Syekh Abdul Qodir Al-Jilani mendapat doa dari gurunya. Umar Al-Halawy, salah seorang murid Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berkelana bertahun-tahun. Ketika pulang, ia ditanya oleh Syekh Hammad Dabbas (guru Syekh Abdul Qodir).

"Kemana saja selama ini kalian berkelana?"

Umar menjawab,"Aku mengelilingi Mesir hingga Maghrib dan aku berjumpa dengan 360 wali Allah. Mereka semua berkata,"Syekh Abdul Qodir Jailani adalah syekh dan pemimpin kami."

Hari Santri 2018

Terima kasih kepada Dr. Ajid Thohir yang menulis disertasi tentang kitab Manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Disertasi beliau menjadi salah satu dari enam disertasi terbaik yang diterbitkan Kemenag tahun 2011 (486 hlm).?





Tulisan ini hadir merujuk disertasinya tersebut. Semoga makin banyak orang yang mengkaji dan mengenalkan karya dan pemikiran ulama dan sufi, di samping mengamalkan ajaran dan awradnya. Amin. (Rojaya, Ketua Prodi Ilmu Tasawuf Fakultas Dakwah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Sholawat, Lomba Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock