Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Rembang, Hari Santri 2018. Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Hj Munawaroh mengingatkan kepada masyarakat secara umum tentang maraknya praktik kekerasan terhadap anak baik secara fisik, psikis, maupun seksual. Menurutnya, kejahatan tersebut masih membayangi orang tua hingga sekarang.

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Kita saat ini harus mulai mewaspadai tindak kekerasan pada anak yang sudah sangat memprihatinkan. Dari hari ke hari kian mengalami peningkatan yang harus menjadi tanggapan kita bersama. Dalam sejumlah kasus, banyak anak mengalami kekerasan hingga berujung kematian,” ujarnya dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Lasem, Ahad (11/10) sore, di Rembang, Jateng.

Ia berharap, banyaknya kasus yang sering diberitakan oleh media massa dapat meningkatakan kewaspadaan warga untuk menjaga anak yang masih dini agar tidak menjadi korban kekerasan, termasuk pedofilia.

Hari Santri 2018

Munawaroh juga menyinggung soal pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak rumah tangga mengalami keretakan, bahkan hingga berujung perceraian, dipicu oleh kemajuan teknologi, di antaranya media sosial, yang dimanfaatkan secara keliru.

“Saya berharap agar kita sebagai muslimat NU pandai dalam memanfaatkan kemajuaan teknologi sesuai pada tempatnya dan menjadikan manfaat,” tuturnya. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

Bandar Lampung, Hari Santri 2018



Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri merasa miris dengan banyaknya orang hafal ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, tapi tidak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dengan melihat konteks kehidupan nyata.

Apalagi saat ini ia juga melihat banyak tokoh dan orang yang mempelajari agama tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan agama dan umat, tapi digunakan untuk saling menyalahkan dan saling menebar fitnah.

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

"Miris sekali melihat orang-orang saling menebar fitnah, ujaran kebencian dan dengan gampang sekali menyebarkan berita hoaks sehingga gampang saling serang antarumat Islam," katanya, Senin (4/9).

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa tanda-tanda kiamat kecil sudah dekat dan hal ini perlu disikapi oleh seluruh umat Islam untuk segera menyadari agar kondisi seperti ini segera dihentikan.

Hari Santri 2018

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kondisi seperti ini juga sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Haditsnya yang menjelaskan bahwa suatu saat Islam akan tinggal namanya saja.

"Betapa banyak saat ini orang ang yang mengaku Islam, namun ucapan dan tindakannya tidak mencerminkan Islam. Ngaku Islam, namun tuntunan agama tidak dijalankan dengan baik termasuk hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia," tegasnya.

Kalau kita ingin melihat jumlah orang Islam, maka bisa dilihat dari orang yang melaksanakan Shalat Id. Namun jika ingin melihat orang yang beriman maka bisa dilihat dari jamah Shalat Shubuh di masjid.?

Hari Santri 2018

"Inilah yang membedakan muslim dan mukmin," ujarnya.

Saat ini juga menurutnya banyak orang Islam yang sudah jauh dari pondok pesantren, madrasah diniyah yang merupakan sumber pendidikan Ilmu-ilmu agama. Umat Islam senang membangun masjid, tapi setelah itu masjid kosong dan tidak diisi untuk beribadah.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk meresapi nilai-nilai agama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata agar ketentraman dan kedamaian serta nilai-nilai Islam dapat dirasakan oleh seluruh Alam. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, AlaNu, Sejarah Hari Santri 2018

Minggu, 21 Januari 2018

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Kementerian Agama meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Badan ini dibentuk Pemerintah agar menjadi stimulan untuk membangkitkan dan menggairahkan perkembangan industri halal di Tanah Air yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap BPJPH segera mengonsolidasikan tugas dan fungsi badan ini baik menyangkut perangkat kelembagaan, infrastruktur regulasi, prosedur kerja, layanan sertifikasi, sistem pengawasan, maupun aspek pengembangan kerja sama domestik dan global,” ujar Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam peresmian BPJPH di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Rabu (11/10).

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmikan BPJPH, Kemenag Proyeksikan Masuk 10 Besar Produsen Halal Dunia

Menag minta pelayanan sertifikasi dan pengawasan Jaminan Produk Halal menerapkan secara konsisten prinsip integritas, transparansi, dan menghindari segala macam pungli dan gratifikasi. Badan yang lahir berdasarkan amanat UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal ini, kata Lukman, juga harus proaktif melakukan penguatan basis kerja sama dan pengembangan diplomasi halal, baik pada level nasional maupun global.

Penguatan kerja sama itu antara lain dilakukan dengan kementerian dan lembaga terkait, serta Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerja sama dengan LPH, misalnya bisa dilakukan dalam hal pemeriksaan dan/atau pengujian produk. Sedangkan kerja sama BPJPH dengan MUI, dilakukan dalam bentuk sertifikasi auditor halal; penetapan kehalalan produk; dan akreditasi LPH. 

“Pasca beroperasinya BPJPH kewenangan MUI tetap penting dan strategis yaitu memberikan fatwa penetapan kehalalan suatu produk yang kemudian disampaikan kepada BPJPH sebagai dasar penerbitan Sertifikat Halal,” ujar Menag Lukman.

Hari Santri 2018

Menurut Menag dalam konteks ekonomi global, perkembangan industri halal dewasa ini telah menjadi trend dunia. Bahkan dalam proyeksi ke depan pemerintah menginginkan Indonesia bisa masuk kategori 10 besar negara produsen halal dunia.

“Saya yakin hal itu akan tercapai dengan adanya dukungan, kerja sama, sinergitas dan kebersamaan semua pihak. Pesan Al-Quran tentang konsumsi produk halal merupakan pesan universal untuk kemashalatan umat manusia seluruhnya,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 15 Januari 2018

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Kupang, Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar silaturahim dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-NTT di Hotel Neo Hotel By Aston Kupang, Jalan Eltari Kupang Kelurahan Liliba Kecamatan Maulafa Kota Kupang, NTT, Sabtu (11/7).

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Konsolidasikan Cabang Se-Provinsi

Hadir dalam silaturahim tersebut Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali, Ketua Pengurus Pusat LAZISNU KH Masyhuri Malik, dan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad, serta segenap pengurus harian dari 17 PCNU di NTT.

Dalam forum itu, Masyhuri mengingatkan cabang-cabang NU di NTT tentang pentingnya membesarkan organisasi menyongsong peringatan satu abad NU. PCNU-PCNU di NTT diharapkan lebih maju sehingga namanya muncul secara nasional.

Hari Santri 2018

Masyhuri menambahkan, mometum menyosong NU ini diawali dengan Muktamar di Jombang Agustus mendatang. PWNU NTT serta cabang-cabangnya mesti menjaga hal-hal yang menjadi prioritas dalam organisasi.  "Saya yakin NU terpancar dari daerah-daerah minoritas," kata Masyhuri.

Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad mengaku pihaknya sengaja memanfaatkan momen bulan puasa kali ini untuk melakukan silaturahim dan konsolidasi dengan cabang-cabang. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Hari Santri 2018

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Hari Santri 2018. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Hari Santri 2018

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sejarah, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 05 Januari 2018

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan!

Sumedang, Hari Santri 2018

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumedang prihatin dengan gencarnya indoktrinasi paham-paham ekstrem di sekolah yang membuat orang tua, guru, ustadz serta masyarakat khawatir dan gerah akan masa depan bangsa ini.

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme Pelajar, Aktifkan IPNU-IPPNU di Semua Tingkatan!

Menurut Wakil Ketua PC IPNU Irfan Muttaqin, salah satu langkah tepat untuk menaggulangi tersebarnya paham-paham ekstrem tersebut adalah dengan mengaktifkan organisasi pelajar NU dari ranting hingga pusat.

"Akidah Ahlussunnah wal Jamaah ala NU dan nasionalisme sudah harus ditanamkan dalam hati pelajar sejak dini. Karena hal ini dapat dijadikan benteng pertahanan bagi pelajar-pelajar di Indonesia dari paham-paham ekstrem yang tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil Alamiin yang dibawa Rasul,” paparnya dalam acara menyambut hari lahir IPNU-IPPNU dan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Sumedang Utara, akhir pekan lalu (21/2).

Hari Santri 2018

Gagasan penanaman Aswaja dan nasionalisme ini juga diamiini Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Sumedang Ustadz Eman Sulaeman saat mengisi tausyiah seuasai prosesi pelantikan tersebut.

Hari Santri 2018

Dalam tausyiahnya ia pun mendorong pelajar IPNU-IPPNU agar dapat merangkul pelajar-pelajar yang masih berkeliaran di jalan untuk diajak masuk IPNU-IPPNU.

"Dari pada pelajar-pelajar yang di pinggir jalan itu diajak orang-orang yang berpaham ekstrem, lebih baik mereka ajak kita gabung dengan cara ber-IPNU dan IPPNU," ujar Eman. (Muhammad Sholeh Nahru Ulumuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Kamis, 28 Desember 2017

Pergunu Way Kanan Upayakan Penambahan Kuota Beasiswa Kuliah

Way Kanan, Hari Santri 2018 - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengupayakan beasiswa masuk perguruan tinggi bagi empat pelajar setempat sebagai komitmen membuka akses pendidikan lebih tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

"Kuota pasti bagi Way Kanan dari pimpinan pusat Insya Allah satu. Tapi kami akan melakukan silaturahmi dengan pimpinan pusat dan wilayah saat Rakernas nanti agar bisa ada tambahan kuota bagi anak-anak kurang mampu di daerah ini untuk bisa kuliah," ujar anggota Dewan Pakar Pergunu Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Rabu (7/2).

Pergunu Way Kanan Upayakan Penambahan Kuota Beasiswa Kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Way Kanan Upayakan Penambahan Kuota Beasiswa Kuliah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Way Kanan Upayakan Penambahan Kuota Beasiswa Kuliah

Tahun 2015, Pergunu Way Kanan mendapatkan amanat mengirimkan satu orang mahasiswa, Angga Arjunes, alumni SMA Pangastuti Kabupaten Way Kanan untuk menempuh strata satu dan dibiayai penuh oleh PP Pergunu Institut KH Abdul Chalim Pacet (IKHAC) Mojokerto Jawa Timur, meliputi biaya pendidikan sampai selesai, asrama, dan makan.

Meningkatkan kualitas generasi bangsa adalah keharusan. Dan itu harus dilakukan dengan tindakan selain pemikiran. Pergunu Way Kanan hanya berupaya membantu masyarakat kurang mampu. Termasuk berpartisipasi kendati kecil, untuk mewujudkan misi Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mempersiapkan sumber daya manusia kompetitif melalui pendidikan.

Hari Santri 2018

"Banyak orang tua yang menguliahkan anaknya mengaku kerepotan biaya di tengah jalan mengingat biaya makan, tempat tinggal hingga pendidikan untuk menyelesaikan strata satu tidak sedikit. Sayang sekali jika peluang bagus beasiswa masuk perguruan tinggi dari pimpinan pusat yang terbukti nyata, bukan omong kosong tidak kami ambil dan kejar walau yang untung bukan kami, namun penerima manfaat," ujar alumnus Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) dan Kursus Banser Pimpinan II PP GP Ansor itu pula.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaludin Malik meminta Pergunu Way Kanan melakukan penjaringan bagi pelajar setempat yang ingin masuk perguruan tinggi dan mendapat beasiswa dari PP Pergunu. Pelajar berprestasi tapi kurang mampu harus diutamakan.

Hari Santri 2018

Terkait penambahan kuota beasiswa, Jamaludin menegaskan pimpinan wilayah menyambut baik dan akan membantu menyampaikan harapan tersebut pada PP Pergunu saat Rakernas di Pondok Pesantren NU Al-Mansyuriyah, Jalan TGh Moh Sholeh Hambali Sangkong, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sehubungan satu agenda dibahas ialah supporting program. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Minggu, 24 Desember 2017

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Selasa (15/9) merupakan hari terakhir dari rangkaian “Pelatihan Menulis dan Program Kepemimpinan untuk Santriwati” di pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, Yogyakarta. Pada penutupan pelatihan ini para santri berdialog aktif dengan Konsuler Kedutaan Amerika Judy A Moon.

Selama setahun menjadi pejabat Kedutaan Amerika di Indonesia, ini merupakan pertama kalinya mengunjungi pesantren.

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedutaan AS Kunjungi Pelatihan Perempuan Menulis di Pesantren Krapyak

Judy memaparkan kepemimpinan khususnya bagi perempuan. Menurutnya, yang dibutuhkan seorang adalah dua hal, rasa penasaran dan terbuka. Dua hal itu yang menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam membawa anggotanya menuju sebuah tujuan.

Hari Santri 2018

Secara aktif peserta mengajukan pertanyaan yang semuanya dijawab dengan baik oleh Judy. Selain itu ia juga menyelipkan cerita pengalamannya dan contoh pengimplementasian kepemimpinan sehingga peserta dapat memahami dengan baik penjelasan darinya.

“Saya senang karena kalian bertanya secara aktif dalam acara ini, karena itu menunjukkan rasa keingintahuan kalian akan sesuatu,” tuturnya kepada peserta di ruangan tersebut.

Hari Santri 2018

Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan saling bertukar souvenir antara pesantren Krapyak, Kedutaan Amerika, dan Lentera Foundation. Pihak pesantren menghadiahkan Kamus Bahasa Arab-Inggris-Indonesia karya KH Atabik Ali sebagai bentuk promosi karya asli pondok pesantren.

Adapun pelatihan menulis sesi pertama diisi dengan pelatihan oleh Pemred KR Online Ahmad Luthfi. Pada sesi ini, peserta diajak memahami dan mempraktikkan materi wawancara, penulisan hingga pengeditan pascawawancara. Sementara sesi kedua berkaitan dengan pelatihan kepemimpinan dengan narasumber Wasingatu Zakiyah.

Pada pelatihan ini ia menjelaskan apa hakikat pemimpin serta bagaimana cara memimpin sebuah kelompok dengan baik. (Aminatun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Hadits, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

Pekan Depan Pengurus Baru PBNU Dikukuhkan di Istiqlal

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengukuhan pengurus baru PBNU periode 2015-2020 rencananya akan digelar di masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada pekan depan Sabtu 5 September 2015. Acara terbuka ini akan dihadiri sedikitnya 15.000 warga NU dari pelbagai daerah.

Demikian disampaikan ketua panitia penyelenggara pengukuhan H Eman Suryaman saat rapat harian perdana Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Jumat (28/8) sore.

Pekan Depan Pengurus Baru PBNU Dikukuhkan di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan Pengurus Baru PBNU Dikukuhkan di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan Pengurus Baru PBNU Dikukuhkan di Istiqlal

“Kita juga mengundang Presiden RI Ir H Jokowi dan Wapres H Jusuf Kalla. Sementara pengurus harian PWNU minta diundang,” kata Eman melaporkan di hadapan sedikitnya 40 pengurus harian baru Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

Hari Santri 2018

Menurut Eman, persiapan acara sudah mencapai 60%. “Kita membuka partisipasi untuk pengurus baru PBNU yang ingin berkontribusi,” kata Eman.

Acara ini akan diawali dengan istighotsah kubro dan doa bersama untuk kebaikan Indonesia pada pukul 9.30 pagi. “Insya Allah kita siapkan pengamanan 3000 Banser. Yang hadir, diprediksi akan lebih dari 15 ribu orang,” ujar Eman. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Sejarah, Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah dan DPR meninjau ulang Undang Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air atau lebih dikenal sebagai undang-undang privatisasi air karena tidak adil bagi masyarakat.



PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta UU SDA Ditinjau Ulang

"Demi keadilan kita minta undang-undang privatisasi air ditinjau ulang," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj usai membuka rapat kerja Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU sekaligus seminar bertajuk "Perubahan iklim, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan di Indonesia" di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, di dalam forum tersebut, yang dihadiri antara lain Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim Rachmat Witoelar, CEO WWF Indonesia Efriansyah, Deputi Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sugeng Tri Utomo, Direktur Bappenas Suprayoga Hadi, dan Ketua LPBINU Avianto Muhtadi, Said Aqil menyoroti privatisasi dan monopoli terhadap sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Hari Santri 2018

Padahal, lanjutnya, konstitusi negara, UUD 1945, mengamanatkan cabang-cabang produksi yang yang menguasai hajat hidup orang banyak, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Islam, kata Said Aqil, juga melarang keras penguasaan sumber daya alam yang menguasai hajat hidup orang banyak oleh orang atau kelompok tertentu sehingga menyengsarakan yang lain.

Hari Santri 2018

“Dalam Islam ditegaskan bahwa air, api dan rumput diharamkan dimiliki oleh individu, ini merupakan barang publik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dalam konteks sekarang, air bisa dikategorikan sebagai sumber-sumber mata air yang kini banyak dikuasai oleh perusahaan air minum dalam kemasan, yang akhirnya menyebabkan penduduk sekitarnya kesulitan air.

Sementara itu, “api” bisa dimaknai dengan berbagai macam bentuk sumber energi seperti minyak bumi, batubara dan lainnya. Kang Said mengungkapkan, secara kasat mata bisa dilihat bekas-bekas galian batubara di Kalimantan dan Sumatra yang bisa menimbulkan bencana besar, sementara hasilnya hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Dalam konteks “rumput” ia menjelaskan bahwa hal ini bisa dianalogikan dengan potensi sumberdaya hutan, yang sekarang juga mengalami kerusakan luar biasa. Lebih dari 80 juta hektar hutan di Indonesia rusak, sementara penduduk yang berdiam di sekeliling hutan tetap menderita.

Ia menegaskan, jika ada aturan Allah yang dilanggar, maka manusia akan mendapatkan dampaknya. Segala doa dan permohonan tidak akan dikabulkan karena ada aturan besar yang dilanggar.

“Doa dari para ulama dan istighotsah tak ada faedahnya karena melanggar aturan, kecuali tindakannya diperbaiki,” tuturnya.

Ia menegaskan himbaun untuk meninjau ulang aturan privatisasi air ini sama sekali bukan politis atau karena kepentingan tertentu, tetapi murni demi keadilan dan kepentingan masyarakat luas. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Quote, Sejarah Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar

Surabaya, Hari Santri 2018. Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta KH Asyhari Abta mengungkapkan harapannya terkait pelaksanaan Muktamar ke-33 yang akan dihelat 1-5 Agustus mendatang, di Jombang.

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar

Menurutnya, forum musyawarah tertinggi NU itu harus menggambarkan NU sebagai organisasi perjuangan yang sejati dan semuanya harus ikhlas tanpa maksud lain kecuali ibtighai mardlatillah (mencari ridla Allah).

Muktamar kali ini ditempatkan di Jombang dengan maksud mensowankan pengurus NU kepada para pendiri NU. Muktamar di Jombang diharapkan bisa menghasilkan keputusan untuk negeri ini.

Hari Santri 2018

"Kita datang ke Muktamar untuk membahas program NU dan masalah-masalah umat yaitu melalui bahtsul masail bukan memperebutkan jabatan atau kekuasaan," jelas Kiai Asyhar beberapa waktu lalu melalui pesan pendek.

Hari Santri 2018

Meskipun pemilihan Rais Aam dan Ketum dimungkinkan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi, Kiai Asyhar tetap berharap Muktamar jauh dari ingar bingar kampanye calon Rais Aam atau Ketum. Semua para anggota NU harus menghindari diri dari ambisi mencari atau meminta jabatan. ?

Setelah Muktamar, NU harus menjaga jarak dengan partai politik, jaga jarak dengan para penguasa yang akan memanfaatkan NU. NU harus dekat bersama rakyat, dengan menggerakkan kemaslahatan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas rakyat dalam berbagai aspek kehidupan. "NU harus kuat, elegan, dan mandiri," pungkas Kiai Asyhar. (Rofii Boenawi/Mahbib)

Foto: KH Asyhari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Kiai, Nasional Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial

Mataram, Hari Santri 2018 - GP Ansor bersama Kapolres Kota Mataram AKBP Muhammad menggelar doa bersama di Aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Selasa (02/5) malam. Mereka berharap Kota Mataram ke depan terjaga terlebih lagi menghadapi pilkada Kota Mataram (2018).

Ketua GP Ansor Mataram Hasan Basri mengatakan, GP Ansor memiliki investasi dan modal besar terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Karena itu tidak salah bila Ansor mendoakan bangsa ini. Di tengah kondisi bangsa yang carut-marut baik masalah sosial, keagamaan, politik, dan lainnya, GP Ansor mengambil cara lain, yaitu mendoakan bangsa.

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial

"Cara ini adalah cara kritik kami terhadap pemerintah. Karena dengan cara aksi massa sudah pernah namun kurang direspon," katanya.

Hari Santri 2018

Sementara Kapolres Kota Mataram AKBP Muhammad mengajak Ansor dan pemuda yang hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Tugas kita adalah menumbukan persaudaaran sesama umat Islam dan antarumat manusia lainnya. Jangan menghina orang lain, apa lagi terkait isu pilkada khususnya pilkada Kota Mataram yang sudah di depan mata. Dan hidup yang marhamah, saling menyayangi,” kata Kapolresta Mataram Muhammad.

Hari Santri 2018

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz menyampaikan, GP Ansor akan selalu siap bersama Polri dan TNI menjaga stabilitas dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. "Siapapun yang ganggu negara, maka akan berhadapan dengan Ansor," jelasnya.

Pertemuan yang dipandu oleh Sekretaris GP Ansor Mataram Fadil Adli dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU NTB TGH Sahimun Faesal, Abdul Hamid Faesal, Ketua PCNU Kota Mataram Ustadz Fairuz Abadi, Suryadi utusan Persatuan Serikat Muslim Tionghoa (PSMTI) NTB. Pimpinan IPNU-IPPNU NTB, PMII Mataram, PMKRI NTB, dan puluhan anak muda NU NTB. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Tegal Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II

Jepara, Hari Santri 2018?

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi secara resmi melepas kontingen Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nasional (Perwimanas) II Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (15/9) pagi.?

Secara simbolis Marzuqi mengenakan kaos tim kontingen Jepara kepada Susilo Aji, MA NU Safinatul Huda 01 Sowan Lor, Kedung, Jepara dan Maulaya Arinal Khak dari MA Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara.?

Di hadapan Kwarcab, Sako Ma’arif, LP Ma’arif NU Jepara dan wali kontingen, Bupati meminta kontingen untuk tetap menjaga kesehatan lahir dan bathin. Dengan menjaga kesehatan jasmani dan rohani akan dimudahkan oleh Allah memboyong tropi kemenangan.

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II

“Jaga diri kalian masing-masing dan bergaullah dengan kontingen yang lain. Sebab mereka memiliki adat yang berbeda. Maka, kolaborasikan dan integrasikan pada diri kalian masing-masing,” katanya.?

Pesan lain yang disampaikannya ialah jangan hanya bangga menjadi juara di daerah sendiri namun saat bertanding dengan kontingen lain tidak berdaya apa-apa.?

“Jangan menjadi bunga putri malu. Saat belum disentuh tegar bugar. Namun saat disentuh pudar. Artinya, potensi dan skill yang ada menjadi pudar saat bertemu dengan kontingen yang lain,” imbau Marzuqi.?

Hari Santri 2018

Bupati yang pernah nyanti di Kajen Pati itu menitip doa dari sesepuh Kajen Syekh Mutamakkin kepada kontingen.?

“Allah wujud, Muhammad lagi wujud, opo meneh siro yen wujudo, la ilaha illalah muhammadur rasulullah, syekh abdul qadir waliyullah.” Doa yang dilafalkan dengan bahasa Jawa ini, sambungnya, tidak boleh dicatat baiknya langsung dihafalkan.?

Hari Santri 2018

Di akhir sambutan ia meminta kepada kontingen untuk ramah, suka menyapa dan tabassum, menebar senyuman. Jangan besengut (cemberut, red) kepada kontingen yang lain.?

“Semuanya pasti bisa,” pungkas Marzuqi mengakhiri kata sambutan.?

Ketua Sako LP Ma’arif NU Jepara, H Hisyam Zamroni dalam prakata panitia mengungkapkan kontingen Jepara menerjunkan 74 personil yang terdiri dari peserta, bina damping dan pimpinan kontingen.?

Kontingen, lanjutnya terdiri dari 8 kelompok yang terdiri dari 32 putra dan 32 putri, pinkon 1 putra dan 1 putri serta bina damping 4 putra dan 4 putri.?

“Kontingen akan diberangkatkan Sabtu (16/9/2017). Adapun Perwimanas II dilaksanakan Senin-Sabtu (17-23/9/2017) di Lapangan Tembak Akmil dan Pesantren Tegalrejo Magelang,” jelas Hisyam. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Sejarah Hari Santri 2018

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Probolinggo, Hari Santri 2018. Selama bulan suci Ramadhan, buah semangka dan blewah menjadi buah yang paling banyak dicari. Kandungan air yang cukup tinggi di dua buah ini menjadi alasan banyak konsumen untuk mengonsumsinya saat berbuka.

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Semangka dan Blewah Jadi Favorit

Beberapa titik di wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo pun bermunculan pedagang semangka dan blewah. Salah satunya Khusairi (47) warga Desa Muneng Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Dua minggu sebelum bulan puasa, dirinya membuka lapak tepat di depan rumahnya, tidak jauh dari Kantor Kecamatan Sumberasih.

“Kalau sore pembelinya seperti ini ramai sekali dan tidak pernah sepi. Sebab mereka rata-rata membeli buah semangka dan blewah untuk dimakan pada waktu berbuka puasa bersama keluarga,” ungkapnya, Ahad (13/7) sore.

Hari Santri 2018

Menurutnya, pembeli buah semangka melonjak drastis selama Ramadhan. Sebelum puasa, 1 truk dengan kapasitas 6-7 ton semangka biasanya habis dalam waktu seminggu. Namun, saat puasa, hanya dalam waktu lima hari, dua truk semangka sudah habis. “Dalam lima hari itu habis sekitar 14 ton semangka dan blewah. Penjualan naik dua kali lipat,” terangnya.

Untuk memenuhi pasokan buah semangka dan blewah, Khusairi mendatangkan dari Kabupaten Sumenep, Madura. Setiap lima hari, kiriman selalu datang. Semangka yang dijualnya adalah semangka merah dan semangka kuning. Namun yang paling banyak diminati adalah semangka kuning. “Kebetulan pas puasa ini bersamaan dengan musim semangka dan blewah. Jadi tidak kekurangan stok,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Khusairi sendiri sengaja memilih semangka Sumenep karena lebih manis dibandingkan dengan dari daerah lain di Madura. “Sebelum ambil dari Sumenep, saya mengambil dari Bangkalan dan Pamekasan. Rasanya tidak berbeda jauh, tetapi bijinya lebih banyak,” tegasnya.

Harga jual semangka sendiri terbilang murah. Semangka merah dan blewah dijual dengan harga Rp. 3.000 per kilogram. Sedangkan semangka kuning Rp. 4.000 per kilogram. “Meskipun mahal, semangka kuning lebih banyak dicari. Karena rasanya lebih manis dan kandungan airnya jauh lebih banyak,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Husni (30 tahun), pedagang semangka di Jl. Cokroaminoto Kota Probolinggo. Menurutnya, selama Ramadhan permintaan semangka meningkat. Dalam seminggu saja, 10 ton semangka habis terjual. “Sebelum puasa, seminggu maksimal 5 ton saja,” ungkapnya.

Husni mengaku memasok semangka yang dijualnya dari Banyuwangi. Saat puasa, pengiriman dilakukan setiap tiga hari sebanyak 1 pikap berkapasitas 5 ton. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Quote, Sholawat, Sejarah Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Jakarta, Hari Santri 2018?



Sejumlah 28 Duta Besar negara Eropa bertemu dengan PBNU di Jakarta Selasa pagi (15/11). Perwakilan negara-negara tersebut menanyakan pandangan NU tentang radikalisme agama, kondisi Indonesia terkini dan ke depan.?

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Negara Eropa Tanya NU Situasi Indonesia Terkini

Pertanyaan tersebut dijawab Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini. ?

Ditemui di gedung PBNU, H Marsudi Syuhud menceritakan, Kiai Said memulai dengan menjelaskan posisi Islam Nusantara. Tokoh-tokoh pendiri republik ini, di antraranya dari NU. Kiai-kiai NU yang yanng dimotori Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari mampu menyatukan antara keagamaan (Islam) dan nasionalisme serta mengintegrasikan nilai agama dengan kultur nasional.?

Pada pendirian republik ini, kiai-kiai NU menyepakati negara Indonesia berlandaskan pada Pancasila yang diambil dari budaya dan spirit agama. Kebangasaan yang dibangun ini sudah final untuk mengakomodasi keanekaregaman identitas Indonesia.?

Hari Santri 2018

“Adanya keragaman tersebut adalah sunatullah Allah taala. Jika Allah mengehendaki di dunia ini satu umat, maka Allah pasti bisa. Jadi, kebhinekaan ini sudah fakta dari Allah yang harus dirawat,” kata Marsudi menirukan Kiai Said.

Lebih lanjut, Marsudi menceritakan, hubungan agama dan nasionalisme yang menyatu tersebut diilhami dari kitab yang biasa dipelajari di pesantren-pesantren NU, yaitu Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali.?

Di dalam kitab tersebut disebutkan, pemerintahan dan agama seperti dua sisi mata uang. Agama adalah pondasi. Sesuatu yang tidak ada pondasinya, maka akan roboh. Sementara pemerintahan adalah penjaga pondasi tersebut. Sesuatu yang tidak ada penjaganya, maka akan hilang.

Hari Santri 2018

Pertanyaan Duta Besar Uni Eropa selanjutnya adalah apakah kira-kira semua orang Indonesia seperti pemahaman orang NU?

Menurut Kiai Said, pada awal-awal pendirian republik, semua orang Indonesia bisa dikatakan sepaham dengan ide tersebut. Namun sekarang tidak lagi karena ada paham-paham pendatang baru. Mereka tidak tidak kenal susahnya perjuangan mendirikan republik ini. “Maka otaknya ingin mengubah dasar negara ini.”?

Sementara NU, mengadopsi kenegaraan Rasulullah yang membentuk negara Madinah. Bentuk negara tersebut sangat menjamin kebinekaan. Di negara tersebut hidup bangsa Yahudi, Nasrani, Majusi. Di Islam sendiri ada Ansor dan Muhajirin.?

“Itu diatur dalam undang-undang Sohifah Madaniyah. Program yang diutamakan adalah taakhuh atau persaudaraan. Maka bagi NU kebhinekaan adalah niscaya dan harus dijaga bersama.”

Situasi hari ini

Duta Besar Uni Eropa juga bertanya tentang protes besar-besar umat Islam pada 4 November lalu.?

Pertanyaan itu dijawab Kiai Said dengan mengatakan, warga Jakarta, umumnya bangsa Indonesia, mempersoalkan gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak berawal dari identitas keagamaan, muslim atau nonmuslim, tapi ketersinggungan atas ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51.

Gubernur tersebut dikenal dengan penggunaaan bahasa yang kurang diterima di publik. Rapat-rapat yang diunggah di media sosial dengan penggunaan kalimat yang tidak mendidik apabila didengar anak-anak. Kurang menyejukkan sebagai pemimpin.

Dari ungkakapan yang tidak diterima publik tersebut, ada pintu masuk yang besar, yaitu ketika gubernur yang sering disapa Ahok tersebut menyinggung surat Al-Maidah. Akhirnya, Ahok harus menghadapi persidangan di Bareskrim.?

NU, kata Kiai Said, menyikapi persoalan tersebut, jelas berpikir maslahat, mendahulukan kemaslahatan daripada kemadaratan. Apa pun keputusan pengadilan tersebut jika dipandang maslahat dan sesuai secara konstitusional yang berlaku, NU akan mendukungnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Internasional Hari Santri 2018

Selasa, 21 November 2017

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara

Sukabumi, Hari Santri 2018 - Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Sukabumi Fahmi Firmansyah mengatakan, khitah perjuangan Gerakan Pemuda Ansor dan Banser sesuai amanat dan garis perjuangan NU, adalah membela agama, bangsa dan negeri.

“Hal itu sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban khalifatullah fil ardli dan konsistensi dalam menjaga serta mengawal cita-cita NKRI dan Ahlusunnah wal-Jamaah an Nahdliyah,” katanya pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna ke I (Diklatsar Banser) di Madrasah Diniyah Babusalam Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang berlangsung dari Jumat sampai Ahad (5-7/8).

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara

Menurut dia, yang menjadi karakteristik manhajul dzikri, manhajul fikri, manhajul harakah dan ruh sekaligus kewajiban dalam kode etik organisasi maupun individual dari GP Ansor dan Banser adalah menjalankan jihad membela agama bangsa dan negara.

Ia mencontohhkan istilah “hubul wathan minal iman” atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman yang difatwakan KH Hasyim Asyari menjadi hukum fardu ain bagi umat Islam di Indonesia sebagai wujud nyata bela agama dan negara. Dan hal itu menjadi pegangan GP Ansor dan Banser.

Hari Santri 2018

“GP Ansor sadar bahwa sesungguhnya generasi muda Indonesia sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa perlu senantiasa meningkatkan pembinaan dan pengembangan dirinya untuk menjadikan kader bangsa yang tangguh yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh yang bertakwa kepada Allah SWT berilmu, mempunyai keterampilan dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Lebih khusus, ia menyebutkan pentingnya Diklatsar yaitu untuk membentuk pemuda Ansor yang memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh penuh daya juang yang religius sebagai kader penggerak, pengemban sekaligus sebagai benteng ulama dan negara.

Selain dididik dengan kemampuan lahiriah juga batiniah menjadikan Banser sebagai benteng ulama juga disiapkan sebagai tokoh intelektual, yang berguna di masyarakat dalam menyebarkan dan mewariskan keberlangsungan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Satkorcab Kabupaten Sukabumi juga dari Kodim 0607 yaitu Serda Nugroho dan Serka Solehudin. Pada pembukaan dihadiri Kepala Madrasah Diniyah Babusalam KH Elan Ghozali dan Katib Syuriyah Kabupaten Sukabumi KH Ece Mubarok. Sementara dari PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan dari PP GP Ansor .

Kegiatan tersebut diikuti peserta berasal dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 109 orang, tapi yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti kegiatan sekitar 80 orang. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Pahlawan, Lomba Hari Santri 2018

Jumat, 17 November 2017

PMII: Presiden Tak Sensitif Soal Korban Lapindo

Jakarta, Hari Santri 2018

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak sensitif terhadap penderitaan warga korban lumpur Lapindo. "Presiden tak sensitif terhadap penderitaan warga korban lumpur Lapindo," kata Wakil Sekjen PB PMII Muhammad Afifuddin di Jakarta, Senin.

Menurutnya, sikap Presiden Yudhoyono yang tak mau menerima para korban Lumpur yang berunjukrasa di Jakarta dan berharap bisa mengadukan nasibnya sangat sulit dimengerti.

PMII: Presiden Tak Sensitif Soal Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Presiden Tak Sensitif Soal Korban Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Presiden Tak Sensitif Soal Korban Lapindo

"Kami tidak bisa memahami sikap Presiden yang tidak mau menerima warga korban lumpur yang datang ke Jakarta. Padahal, di tangan Presidenlah nasib para korban lumpur bergantung," katanya.

Ia lantas membandingkan perhatian Presiden Yudhoyono dengan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang mau menerima dan memberi bantuan fasilitas kepada warga Sidoarjo yang menuntut haknya ke Jakarta. "PMII memuji langkah Bang Yos (sapaan akrab Sutiyoso, red) yang membantu fasilitas korban lumpur yang melakukan aksi di Jakarta," katanya.

Agar nasib para korban lumpur Lapindo segera menemui kejelasan, PMII mendesak PT Lapindo dan pemerintah agar lebih mempercepat langkah-langkah penanggulangan dan pembayaran segala sesuatu yang menjadi tuntutan para korban.

"Kami mendesak agar pihak Lapindo dan pemerintah lebih mempercepat langkah-langkah penanggulangan dan pembayaran ganti rugi kepada para korban agar ketidakpastian para korban segera terjawab," katanya.

Hari Santri 2018

Menanggapi para korban lumpur yang kini berdemo di Jakarta, PMII berharap agar aksi mereka di Jakarta tidak ditunggangi kepentingan politik sesaat yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. "Jangan sampai ditunggangi kepentingan lain yang justru tidak akan dapat meringankan derita korban lumpur Lapindo," katanya. (ant/mad)



Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Sabtu, 11 November 2017

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

Suatu hari seorang zahid (Darwisy) datang ke istana Khalifah. Ia? diundang untuk dimintai nasihatnya. Khalifah mengatakan: “Beri aku nasihatmu”.

Sang zahid kemudian mengatakan: “Wahai Amir al-Mukminin, aku baru pergi ke negeri China. Pemimpin negeri itu mengalami sakit pendengaran (tuli). Ia tak bisa mendengar lagi. Suatu hari aku mendengar dia menangis sambil mengatakan: ‘Demi Tuhan, aku tidak pernah menangis karena menderita sakit tuli ini. Aku tak menyesali dan telah menerima keputusan Tuhan atas diriku seperti ini. Tetapi aku menangis karena melihat di depan pintu istanaku ada rakyatku yang teraniaya hak-haknya. Dia tampaknya menjerit meminta tolong, tetapi aku tidak mendengar jeritannya. Meskipun demikian aku bersyukur kepada Tuhan karena mataku masih sehat, sehingga bisa melihat dengan jelas rakyatku’. Sang Pemimpin Cina lalu memanggil juru bicara kerajaan,? dan memintanya untuk mengumumkan kepada khalayak rakyat bahwa: ‘jika di antara rakyatnya ada yang dizalimi, maka agar mengenakan baju merah’.”

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

“Sang Pemimpin kemudian naik di atas punggung gajah dan berkeliling menyusuri jalan-jalan di pelosok-pelosok negeri itu. Manakala matanya melihat orang berbaju merah dia memanggilnya. Kepada juru bicaranya, sang pemimpin memerintahkan agar ia mendengarkan keluhan dan pengaduannya. Sesudah itu sang pemimpin memerintahkan para menterinya untuk segera memperhatikan pengaduannya dan menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang adil.”

Si Darwis mengatakan: “Lihatlah tuan Amir al-Mukminin, betapa dia yang ‘kafir’ (menurut keyakinanmu, Red) begitu sayang dan memberikan perhatian yang luar biasa kepada hamba-hamba Allah. Tuan adalah seorang yang beriman kepada-Nya, bahkan juga termasuk keturunan atau keluarga Nabi. Aku ingin melihat bagaimana tuan bisa bertindak terhadap rakyatmu dengan penuh kasih, (seperti dia).”

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon. Tulisan diambil dan diterjemahkan dari kitab "Al-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk" karya Imam al-Ghazali, h. 24.



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 08 November 2017

Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur”

Kampar, Hari Santri 2018. Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, diumpamakan seperti "bangkit dari kubur". Hal itu karena kegiatan tersebut kali digelar setelah sekitar 10 tahun "mati suri".

Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur” (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur” (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kampar Seperti “Bangkit dari Kubur”

Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kampar, Purwaji dalam acara pembukaan kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Madinatul Ulum al Ishlah pimpinan KH Mujahidin di desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Jumat lalu. Kegiatan tersebut digelar 12-14 Desember.

Banser di Riau, kata Purwaji, seperti sedang "mati suri" sebab selama 10 tahunan sudah tidak ada kegiatan kebanseran, seperti Diklatsar dan Susbalan. Karena itu kegiatan yang digelar kali pertama di Kampar ini sekaligus menandakan kebangkitan Banser dan Ansor di Riau.

Hari Santri 2018

"Setelah lama mati suri, sekarang saatnya kita "bangkit dari kubur" dan kita ini sedang mendobrak, sedang menggugah para kader-kader NU Riau. Para kiai untuk ayo, sama-sama kita hidupkan kembali ghiroh kita dalam merawat organisasi warisan para wali ini (NU, red)," ajaknya.

Purwaji juga menegaskan bahwa Banser adalah bentengnya ulama dan NKRI. Keberadaannya sangat dibutuhkan demi tegakknya Islam Ahlusunnah wal Jamaah an Nahdliyah di Indonesia. "Mudah-mudahan dengan Diklatsar semacam ini, akan lahir generasi muda NU yang dekat dengan ulama dan cinta tanah air," harap kader muda NU Riau ini.

Hari Santri 2018

Sementara itu dalam materi-materi kebanseran selama Diklatsar ditangani oleh Satkornas, Adin My Wijayanto dari Semarang. Materi Aswaja dan Kanuragan oleh Gus Ghofur murid alm Kiai Jamaludin Bustomi Lampung. Materi Bela diri H Bambang dan didampingi para kiai seperti Kiai Badrus Soleh, Kiai Mujahidin dan Gus Shohir, selaku pengasuh Pesantren.

Acara yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti oleh 50 peserta dan ditutup dengan caraka malam, pembaiatan sekaligus dilanjutkan dengan Haul Gus Dur kelima. Haul diisi dengan tahlilan oleh KH Imam Subaweh dari Pondok Pesantren Darus salikhin dan ceramah agama oleh KH Mujahidin Pondok Pesantren Madinatul Ulum al Ishlah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Amalan Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock