Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

Batang,Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah (Jateng) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru-guru olahraga madrasah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di cabang-cabang dan meilbatkan sekitar 4.500 guru. ?

Menurut Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto, kegiatan ini merupakan realisasi kesepakatan antara PW Pagar Nusa dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai bentuk tindak lanjut atas MoU antara kedua lembaga pada Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng Semarang akhir Maret 2015.

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

“Untuk mengimplementasikan MOU yang telah ditandatangani pada saat Rapimnas, PW Pagar Nusa dengan Ma’arif NU Jawa Tengah bersepakat mengadakan diklat untuk guru olahraga Ma’arif se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di cabang-cabang,” ungkapnya pada diklat perdana di Kabupaten Batang pada Jumat sampai Ahad (5-7/2).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Harun mengatakan, selain mengimplementasian MoU tersebut, diklat ini bertujuan untuk menciptakan kader pelatih Pagar Nusa yang mumpuni dan profesional serta mempersiapkan sekolah dan madrasah sebagai padepokan Pagar Nusa sekaligus sebagai usaha nyata meminimalisir paham radikalisme kanan maupun kiri yang berkembang akhir-akhir ini.

Ketua pelaksana diklat, Masrur, mengatakan diklat di Batang diikuti sebanyak 76 guru olahraga se-kabupaten. Mereka dilatih secara khusus oleh pelatih-pelatih Pagar Nusa tingkat nasional.

Hari Santri 2018

“Selama tiga hari ini peserta digembleng berbagai macam materi Pagar Nusa yang meliputi jurus-jurus Pagar Nusa, teknik melatih, kurikulum pengajaran,” ungkap Masrur.

Selain mendapatkan materi-materi di atas, kata dia, peserta juga akan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus tim pelatih. Sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi peserta sebagai bukti diri untuk mengembangkan Pagar Nusa di sekolah masing-masing.

“Perlu saya sampaikan bahwa diklat ini nantinya akan didiikuti 4500 guru olahraga Ma’arif NU se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di masing-masing cabang.” pungkasnya. (Ghufron Ulya/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Olahraga, Pertandingan Hari Santri 2018

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Blitar, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang ? Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar memberangkatkan 8 orang ? untuk mengkuti pendidikan dan latihan (Diklat) Falakiyah atau kaderisasi Ulama Hisab Rukyat Angkatan XVIII pada 30 September-2 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya.

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Kiai Syamsul Hadi Al-Bendhoti mengatakan bahwa yang dikirim diklat di Surabaya ini semua adalah pengurus Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Blitar.?

“Mereka yang kita kirim dari Blitar semua pengurus LFNU Kabupaten Blitar.Mereka diantaranya ? Ustdaz Sahruna, Kuswandi Spdi,Amru Rofieq dan Mukorobin,” ujar Syamsul Hadi Al-Bendoti.

Menurut Syamsul, pelatihan ini sangat penting untuk kaderisasi intlektual dalam bidang ? rukyatul hilal dan hisab.?

“Saat ini jarang kader muslim yang berminat menekuni masalah ini.Untuk itu kami akan berusaha mempertahankan ilmu melalui pendidikan kader seperti ini,” kata pengasuh pesantren Mambaul Hidayah Kedawung, Nglegok Blitar itu.

Hari Santri 2018

Mengapa demikian, karena Blitar selalu menjadi bagian lokasi untuk melihat hilang setiap menjelang puasa dan lebaran. Tepatnya di Pantai Serang atau di Pantai Tambakrejo.?

”LFNU selalu diminta satu tim untuk mendapingi petugas rukyaul hilal dari Kemenag. Untuk itu kesempatan pelatihan ini kita manfaatkan untuk kaderisasi dan sekaligus ? peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” tambah mantan pengurus GP Ansor Kabupaten Blitar itu. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Pertandingan, IMNU, Budaya Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Grobogan, Hari Santri 2018. Dalam rangka Sumpah Pemuda, sebanyak  3.000 pelajar NU mengikuti apel kesetiaan Negara kesatuan republic Indonesia yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Grobogan di alun-alun Purwodadi, Ahad (28/10) kemarin. 

Mereka yang sebagian besar pelajar MTs-MA dan perwakilan Pimpinan anak Cabang IPNU-IPPNU se-Grobogan itu mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Dalam naskah  ikrar kesetian NKRI yang dibacakan ketua PC IPNU Grobogan, Fathoni itu menyatakan pelajar NU akan selalu melaksanakan syariat Islam, berpedoman pada garis perjuangan NU, menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. 

"Pelajar NU Grobogan berikrar akan selalu berkomitmen terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan akan tetap setia terhadap NKRI", kata Fathoni yang ditirukan seluruh peserta apel.

Hari Santri 2018

Dalam keterangannya, Fathoni menjelaskan pelaksanaan apel ikrar setia terhadap NKRI ini berdasarkan situasi sekarang dengan banyaknya faham-faham Islam aliran kiri yang dengan mengatasnamakan jihad, namun justru melakukan aksi terorisme dan mengganggu kedaulatan NKRI. 

“Selain itu, dengan momentum hari sumpah pemuda, dirinya mengajak kepada seluruh kalangan muda khususnya kalangan pelajar untuk ikut meneruskan semangat perjuangan Budi Utomo, atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.”katanya usai acara apel tersebut. 

Ia menegaskan bagi pelajar NU,  NKRI adalah harga mati. Hal ini didasari pada perjuangan Nahdlatul Ulama yang tidak bisa dipisahkan NKRI. 

“Momentum sumpah pemuda ini, kita mengajak para pemuda untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan makna sumpah pemuda dalam diri masing-masing. Sehingga tidak akan ada lagi pemuda yang menjadi pelaku aksi terorisme", tambah Fathoni. 

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo juga hadir dan menyampaikan orasi kebangsaannya. Dalam orasinya, Heri Prakoso mengatakan pernyataan ikrar setia NKRI yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini  hendaknya benar-benar menjadi pedoman. Penanaman sikap disiplin dan rukun sangat diperlukan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh.

Hari Santri 2018

"Apalagi pemuda adalah sebagai motor penggerak bangsa. Mari kita isi dengan belajar dan berlatih untuk menjadikan NKRI lebih maju dan beradab,"tandas Dandim di depan ribuan pelajar NU. 

Sedangkan koordinator  Badan NK Grobogan Johari Angkasa berharap sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negative yang  membahayakan diri sendiri seperti menjadi pecandu narkoba. 

"Pemuda yang sudah kecanduan dengan obat-obat terlarang maka akan hancur pula masa depannya. Jauhi narkoba dan semua hal yang merugikan diri kalian", pesan Johari saat berorasi. 

Selain ribuan peserta, kegiatan yang merupakan rangkaian konperensi cabang IPNU Grobogan ini  dihadiri pula DANDIM 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo, Kepala Kesbangpolinmas Yudi Sudarmunanto, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Grobogan Johari Angkasa, dan ketua PC NU Grobogan Mat Said. 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Pertandingan Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Memilih Istri, Memilih Kualitas Generasi

Di dalam Surat Al-Baqarah ayat 223 Allah berfirman:

? ? ? ? ? ? ?

Memilih Istri, Memilih Kualitas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Memilih Istri, Memilih Kualitas Generasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Memilih Istri, Memilih Kualitas Generasi

“Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian. Maka datangilah ladang kalian dari mana pun kalian mau.”

Hari Santri 2018

Ayat tersebut sangat sering dibaca dan dijabarkan penjelasannya oleh para mubaligh di acara-acara resepsi perkawinan atau walimatul ursy. Hanya saja pada umumnya para mubaligh menjelaskan kandungan ayat tersebut sebagai bagaimana cara seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya. Seorang istri yang dalam ayat tersebut diibaratkan sebagai ladang maka seorang suami dipersilakan menggaulinya dengan cara apa pun yang ia mau selain melalui jalan belakang.

Padahal bila kita pelajari lebih lanjut melalui ayat tersebut para ulama mufasir memberikan pendidikan yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pasangan suami istri baik yang baru saja menikah maupun yang telah lama mengarungi bahtera rumah tangga. Bahkan boleh jadi pendidikan penting ini lebih penting lagi bagi para pemuda yang belum menikah dan masih mencari seorang perempuan yang didambakan menjadi pasangan hidupnya.

Hari Santri 2018

Imam Qurtubi misalnya menjelaskan bahwa yang dimaksud “ladang” pada ayat itu adalah farji atau kemaluan perempuan. Disamakan demikian karena menjadi tempat untuk menyemaikan benih keturunan.

Syaikh Tsa’lab bersyair:

? ? ? ... ? ? ?

? ? ? ... ? ? ?

Rahim-rahim adalah bumi bagi kita tempat menanam

Kewajiban kita menanaminya, dan Allah yang menumbuhkan tumbuhannya

Kemaluan perempuan adalah bumi yang ditanami, sperma adalah benih, sedangkan anak adalah tumbuhannya.

Demikian Imam Qurtubi menyampaikan dalam tafsirnya Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. Senada dengan itu juga disampaikan oleh Ibnu Hayan dalam Al-Bahrul Muhith-nya.

Bila dilihat dari sisi hukum dengan perumpamaan yang demikian maka tidak diperbolehkan melakukan persetubuhan di selain kemaluan karena bukan tempatnya untuk menanam.

Dari sisi yang lain ayat itu kiranya juga hendak mewartakan bahwa seorang perempuan sangat berpengaruh dalam menentukan baik dan buruk anak-anaknya di kemudian hari. Baik-buruknya anak-anak sebagai generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh baik buruknya seorang seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya. Sebagaimana dalam ilmu pertanian disebutkan bahwa kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya sebuah tanaman.

Seorang ibu yang memiliki kedekatan dengan Allah dengan taat beribadah, berakhlak mulia, berilmu cukup dan sifat-sifat baik lainnya akan melahirkan dan menciptakan generasi yang berkualitas. Sebaliknya, seorang ibu yang jauh dari sifat dan sikap yang baik akan melahirkan dan menciptakan generasi yang tak berkualitas. Bagaimana akhlak seorang ibu akan berpengaruh pada anak-anaknya. Saleh tidaknya seorang ibu akan ikut menentukan saleh tidaknya anak-anak yang dilahirkannya.

Maka wajar bila Rasulullah menganjurkan seorang laki-laki memilih seorang perempuan untuk menjadi istrinya dengan kriteria beragama dengan akhlak yang mulia. Wajar pula bila banyak ulama kita yang menganjurkan kepada santrinya yang sudah berkeinginan menikah untuk tidak sekadar memilih calon istri untuk dirinya tapi juga untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya. (Yazid Muttaqin)

Referensi:

Tafsir Al-Qurtubi/Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Imam Qurtubi

Tafsir Al-Bahrul Muhith, Imam Abu Hayan Al-Andalusi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Tegal Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat

Jakarta, Hari Santri 2018

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Erani Ahmad Yustika mengatakan, setidaknya ada tiga modal dasar bagi pesantren untuk melakukan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat.

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes: Ada Tiga Modal Dasar Pesantren Berdayakan Masyarakat

Pertama, menurutnya, pesantren telah mempunyai nilai-nilai yang selaras dengan etos pertumbuhan ekonomi. Semangat kemandirian, misalnya, sangat kuat di pesantren sehingga mempermudah pembangunan ekonomi khususnya di tingkat perdesaan.

Kedua, kata Erani, jumlah santri yang mencapai nyaris empat juta merupakan modal yang tak terelakkan. Dalam dimensi ekonomi, potensi ini tak hanya menunjukkan bahwa pesantren bisa menjadi produsen tapi juga memiliki pasar atau konsumen yang jelas.

Hari Santri 2018

Modal lain yang juga Erani sebut adalah jaringan. Pesantren dianggap sebagai institusi yang memili rantai sosial, budaya, dan politik yang luas. Relasi tersebut sangat bermanfaat bagi kelangsungan aktivitas ekonomi yang dibangun.

Hari Santri 2018

"Dalam teori-teori ekonomi, sekarang bukan modal ekonomi saja tapi yang terpenting sekarang justru adalah modal sosial," paparnya saat menjadi narasumber pada Seminar dan Rapat Kerja Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis (27/4).

Narasumber lain yang hadir dalam seminar tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) M. Noor Marzuki, Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag RI Imam Safe’i, dan Staf Khusus Menteri BUMN Asmawi Syam.

Di akhir seminar Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin juga menyampaikan taushiyah tentang pentingnya pesantren mengambil peran-peran strategis untuk mewujudkan pemerataan ekonomi masyarakat. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Hari Santri 2018

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Hari Santri 2018

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Pertandingan Hari Santri 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Belu, Hari Santri 2018. Santri Pondok Pesentren Al-Muhajirin Belu berhasil meraih Juara Umum dalam Turnamen Tenis Meja yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Belu Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada Tanggal 11-14 Desember 2017.

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Kepala SMP Al-Muhajirin H Muhammad Sadikin mengatakan prestasi tersebut diperoleh saat laga pertandingan yang berlangsung di Gor La Bone Kabupaten Belu. 

"Dua orang putri yang meraih piala yakni Maimuna Usman Lemba dan Aviana Emiliana Nona. Mereka bertarung dan bisa meraih piala (dalam pertandingan) selama dua hari," katanya kepada Hari Santri 2018, Sabtu (16/12)

Hari Santri 2018

Menurutnya pada pertandingan tersebut, kedua siswa berusaha tampil dengan usaha semaksimal mungkin.

Pesantren milik KH Kamali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Belu ini, merupakan satu-satunya pesantren di wilayah perbatasan Pulau Timor. 

Hari Santri 2018

Dispora Belu melalui Rene, memberikan motivasi kepada anak didik di pesantren tersebut agar kedepan lebih meraih prestasi lebih baik. (Ajhar Jowe/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

Probolinggo, NU Online

Dalam rangka menyambut tahun baru 2017, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melaksanakan istighotsah bersama, Senin (2/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kota Probolinggo di Kelurahan Kedopok Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo ini diikuti oleh puluhan pelajar NU baik tingkat cabang maupun anak cabang di Kota Probolinggo.

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

“Istighotsah bersama ini digelar dengan harapan agar di tahun 2017 ini, khususnya negara ini dijauhkan dari segala bala dan musibah. Sehingga rakyatnya bisa hidup aman, tentram dan sejahtera,” kata Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton.

Hari Santri 2018

Menurut Anton, istighotsah bersama ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah para pemuda, khususnya pelajar merayakan tahun baru dengan hura-hura. Apalagi selama ini pergantian tahun selalu identik dengan kebut-kebutan dan kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

Hari Santri 2018

“Dari pada merayakan tahun baru dengan hal-hal yang negatif, lebih baik kita isi dengan hal-hal yang positif. Selain untuk meningkatkan tali silaturahim, kegiatan ini juga mengharapkan ridho dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Anton mengharapkan agar IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo selalu bisa berperan aktif untuk kemajuan dan kebaikan bangsa. Serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an nahdliyah di kalangan pelajar.

“Setidaknya dengan kegiatan ini nantinya diharapkan ke depan kepengurusan IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo bisa semakin kompak kedepannya. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi pelajar NU di Kota Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Jadwal Kajian, Aswaja Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

Umat Islam yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji akan diselamatkan oleh Allah dari berbagai hambatan dan rintangan, sebagaimana kisah yang disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat memberikan tausiyahnya dalam acara walimatus safar di Pesantren Al-Huda, Pungangan, Subang, Ahad (31/7).

Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon ini mengisahkan bahwa pada tahun 1940-an Kiai Abbas Buntet beserta istri dan dua anaknya yaitu KH Mustamid Abbas yang pada saat itu baru aqil baligh dan KH Nahduddin Abbas yang baru saja menginjak usia empat tahun.

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

"Kalau Kiai Mustamid itu bisa haji berkat burung perkutut yang dapat nemu dari kebun belakang rumah dan dibeli oleh Kuwu (Lurah) di Cikedung Inderamayu seharga ONH (Ongkos Naik Haji, red)," ujarnya.

Hari Santri 2018

Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu melanjutkan, saat Kiai Abbas dan ribuan calon haji lainnya berada di tengah tengah samudera Indonesia, sang Kapten kapal mendapat telegram berisi ancaman dari tentara Jepang yang akan membombardir dan menenggelamkan kapal beserta isinya.

"Ribuan penumpang itu panik, namun sebagian dari mereka mengadu kepada Kiai Abbas. Akhirnya kiai sepuh ini istikharah," katanya.

Hasil istikharah Kiai Abbas, kata dia, jamaah calon haji yang berada di kapal itu boleh melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, boleh juga balik lagi ke kampung halaman, namun Kiai Abbas beserta keluarganya tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan separuh penumpang kapal, sisanya pulang kampung dengan kapal susulan.

Hari Santri 2018

"Akhirnya, jamaah haji ini tiba di Makkah dengan selamat, namun kemudian saat kapal balik lagi ke Indonesia, ternyata kapal yang tadi membawa jamaah haji ini benar-benar di bom oleh Jepang dan teggelam beserta ABK-nya," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Khutbah, Kiai Hari Santri 2018

Hadapi Dunia Kerja, Santri Zaman Now Harus Miliki Ini

Solo, Hari Santri 2018. Sebelum menghadiri resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, Mentri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyempatkan diri bersilaturahim ke Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Selasa (7/11) malam. 

Pesantren Al Muayyad juga adalah almamaternya. Menaker diterima oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Rozak Shofawi, KH Faisol Rozak serta sejumlah pengasuh.

Hadapi Dunia Kerja, Santri Zaman Now Harus Miliki Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Dunia Kerja, Santri Zaman Now Harus Miliki Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Dunia Kerja, Santri Zaman Now Harus Miliki Ini

Menaker diminta memberikan motivasi kepada sekitar 500 santri. Di hadapan santri, dia mengajak santri memenangkan persaingan di segala bidang.

“Dunia terus berubah. Tantangan santri juga berubah. Buktikan bahwa santri zaman  now mampu memenangkan persaingan di segala bidang. Dunia ke depan, adalah dunia yang akan dipimpin oleh para santri,” kata Menteri Hanif.

Untuk memenangkan persaingan, Menaker yang alumni Al Muayyad tahun 1991 ini membagikan kunci memenangkan persaingan. Syaratnya, santri harus memiliki kompetensi di atas standar. Kompetensi yang standar belum tentu memenangkan persaingan, apalagi jika di bawah standar. Oleh karenanya, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga keahlian tertentu.

Hari Santri 2018

“Santri juga harus belajar di atas standar, bekerja keras, serta takzim pada kiai agar ilmu yang dipelajarinya barokah (bermanfaat lebih),” tambahnya.

Hari Santri 2018

Bagi Menaker, salah satu kelebihan santri adalah memiliki karakter yang kuat, yakni disiplin, dan kejujuran.

Menteri Hanif juga berbagi cerita percakapannya dengan beberapa praktisi human resource development di beberapa perusahaan. Dari percakapan tersebut ada kesimpulan, kejujuran menjadi pertimbangan utama dalam menerima pekerja. Pasalnya, kejujuran tidak bisa diciptakan secara instan. Sementara skill lebih mudah dipelajari.

Dengan karakter kuat serta kompetensi yang di atas standar, santri bisa menjadi pebisnis, birokrat, akademisi, politisi, seniman, petani dan sebagainya. 

“Sekali lagi, tunjukkan bahwa santri zaman now mampu memenangkan persaingan di segala bidang,” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Pertandingan Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Jakarta, Hari Santri 2018 - Wahid Foundation (WF) menggandeng perempuan di tiga provinsi untuk menjadi agen-agen perdamaian yang akan dilatih dan dibimbing agar kuat baik secara ideologi maupun ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui penguatan kohesi sosial.

Dalam siaran pers yang diterima Hari Santri 2018 dikatakan, hal ini dilakukan dengan mendirikan kampung damai di Bogor dan Depok (Jawa Barat), Solo Raya (Jawa Tengah) dan Malang Raya dan Sumenep (Jawa Timur). Pendirian Kampung Damai ini adalah bagian dari program Women Participation for Inclusive Society (WISE) yang memiliki tujuan besar pada pelibatan perempuan dalam upaya membangun masyarakat yang damai dan mandiri.

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Kampung Damai, Wahid Foundation Libatkan Perempuan di 3 Provinsi

Sebagai langkah awal dari inisasi program ini, Wahid Foundation mengadakan forum diskusi terbatas serentak di tiga provinsi selama dua hari berturut-turut, yakni tanggal 7-8 September 2017.

Hari Santri 2018

Diskusi yang melibatkan calon penerima manfaat program, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemerintahan ini ditujukan untuk mendapatkan pemetaan kondisi di masing-masing wilayah, khususnya yang terkait dengan isu toleransi dan ekonomi serta kebutuhan mendasar masyarakat setempat, termasuk untuk mendapatkan masukan tentang solusi atas permasalahan yang ada langsung dari masyarakat setempat. Pemetaan yang didapat nantinya akan digunakan sebagai panduan untuk melakukan intervensi di masing-masing wilayah.

Sasaran utama program WISE adalah berdirinya kampung-kampuung damai di tiga provinsi dengan menggunakan media pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas isu toleransi dan perdamaian di kalangan perempuan. Program ini menargetkan sedikitnya 2.500 perempuan yang nantinya akan berperan aktif dalam menyebarkan gagasan dan gerakan perdamaian di wilayah masing-masing.

Hari Santri 2018

Hari ini, diskusi serentak dilakukan di Jawa Barat (Villa Joglo, Bogor dan Lebak Wangi Garden Resto, Bogor), Jawa Tengah (Hotel Aston Solo), dan Jawa Timur (Hotel Grand City, Batu dan Kancakona, Sumenep). (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Pertandingan Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Pertandingan Hari Santri 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Sabtu, 09 Desember 2017

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Banyuwangi, Hari Santri 2018. Baksos Kesehatan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik ketiga dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Pada kegiatan yang berlangsung di pesantren Minhajut Thulab, Sumber Beras, Muncar, Banyuwangi, Sabtu (28/2), ribuan pasien tampak mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Mereka yang tidak mendapatkan kupon panitia, bisa membawa KARTANU.

Layanan semula direncanakan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 13.00. namun pihak panitia bakti sosial LKNU Banyuwangi dengan senang hati memperpanjang waktu layanan hingga 1,5 jam dari jadwal yang ditentukan. Perpanjangan waktu ini dilakukan mengingat antusias warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan gratis tersebut.

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pasien Akses Layanan Gratis LKNU Banyuwangi

Mobil yang disediakan panitia, sibuk hilir-mudik mengantarkan calon pasien dari tempat tinggalnya menuju lokasi layanan. Tingginya frekuensi arus hilir-mudik mobil itu sempat membuat panitia dan petugas medis kewalahan. Namun dengan jumlah tenaga medis yang memadai, antrean yang sempat mengular bisa segera teratasi.

Hari Santri 2018

Ketua panitia Baksos Kesehatan dr H Mufti Anam menyatakan, pihaknya hanya menyebarkan 750 kupon pengobatan gratis dalam setiap kegiatan. Namun pihak panitia tidak menjadikan jumlah kupon sebagai patokan untuk melayani warga yang ingin berobat. Pasalnya, meskipun tanpa membawa kupon, warga tetap mendapatkan layanan kesehatan dengan berbekal KTP atau KARTANU.

“Meskipun baksos kesehatan telah ditutup namun masih ada warga yang datang. Alhamdulillah, masih terlayani karena ada petugas medis yang belum meninggalkan lokasi,” ujar dr H Mufti sambil membantu memeriksa pasien yang datang terlambat.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Banyuwangi H Masykur Ali dalam kesempatan ini mengingatkan bahwa kegiatan ini telah memberikan manfaat luar biasa bagi masyarakat kurang mampu di Banyuwangi. Kiai Masykur berpesan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan itu untuk senantiasa sabar dan ikhlas dalam melayani warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dengan kesabaran dan keikhlasan, semoga kegiatan ini dapat menjadi amal sholeh bagi kita semua,” kata Kiai Masykur yang turut mengarahkan warga yang ingin berobat.

Selain pengobatan gratis, tim medis juga melayani pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDs, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pemberantasan sarang nyamuk. (Fandi Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Nahdlatul, Pertandingan Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018. PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) tahun ini menggelar “Mudik Bareng NU 1433 H”. Pendafaran mulai dibuka hari ini, Jumat (27/7), di Gedung PBNU lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

PP LTMNU sedang menyiapkan 40 bus ber-AC yang akan mengantarkan ribuan pemudik ke berbagai kabupaten dan kota di Pulau Jawa. Program bertema “Mudik Aman, Nyaman, dan Menyenangkan Bersama NU” ini akan menurunkan para pemudik, antara lain, di Tegal, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Pati, Mojokerto, Surabaya, Jembatan Suramadu, Lamongan, Banyuwangi, dan Jember.

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

“Yang ikut pulang kampung bisa muadzin, tukang sapu, marbot musala atau masjid, tapi tidak mengecualikan masyarakat umum yang ingin dekat dengan NU,” kata Koordinator Program, Mujahidin, di Jakarta.

Hari Santri 2018

Untuk pendaftaran, peserta disyaratkan menyerahkan fotokopi KTP dan pengisian formulir yang disediakan. Setelah penukaran tiket pada 5 Agustus, para pendaftar dapat menunggu pemberangkatan pada 14 Agustus 2012 dari halaman Gedung PBNU.

Hari Santri 2018

Sedikitnya 99 masjid NU akan menjadi posko mudik untuk sekadar melepas lelah dan bersembahyang sepanjang perjalanan. “Masyarakat (sekitar masjid, red) biasanya ada yang menyiapkan makanan-makanan ringan, karena mereka merasa akan kedatangan tamu,” tambah Mujahidin.

Tahun lalu, PP LTMNU bersama Bank Mandiri dan Kemenakertrans juga menyelenggarakan program yang sama dengan memberangkatkan 22 bus yang menampung sekitar 1.100 pemudik. “Kita ingin tingkatkan terus pelayanan kepada umat yang kesulitan mendapat tiket,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Anti Hoax, Budaya Hari Santri 2018

Senin, 06 November 2017

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Brebes, NU Onlline. Pengasuh Pesantren al-Arifah Buntet Cirebon, KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim mengingatkan, bahwa bangsa yang besar jangan sampai melupakan sejarah, karena hal itu penting untuk dipahami. Terutama sejarah peran ulama dalam merebut dan mempertahankan NKRI. Ulama memiliki andil yang terbesar ? atas berdiri tegaknya NKRI.

Hal tersebut disampaikan KH Fariz pada Halalbihalal Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Songgom, Brebes di halaman Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Tegalurung Nahdliyin desa Gegerkunci, Songgom, Senin (27/7) lalu.

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting Bagi Pelajar NU untuk Pahami Sejarah Peran Ulama

Kang Fariz, demikian panggilan akrabnya, menunjukan bukti kalau peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 merupakan hasil keputusan dari Rapat Besar Konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, 21-22 Oktober di Surabaya. Puncaknya, atas fatwa KH Hasyim Asy’ari menggeloralah peristiwa pada 10 November di Surabaya yang dikenal sebagai Hari Pahlawan.?

Hari Santri 2018

“Atas fatwa dari KH Hasyim Asy’ari, seluruh Ulama dan Santri serta elemen masyarakat lainnya bahu membahu mempertahankan dan mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi,” tegas Kang Fariz.?

Dia juga menerangkan, bahwa salah satu cara menghancurkan Indonesia adalah menjauhkan masyarakat dari Ulama. Masyarakat dijauhkan dari ilmu ulama, dibuat bodoh. agar bisa di propaganda oleh pihak lain yang tidak suka dengan keberadaan NKRI. Oleh karena itu. IPNU–IPPNU ? harus jadi garda terdepan mengawal Ulama.

Hari Santri 2018

Beliau juga berpesan, agar ukhuwah Islamiyah, wathoniyah, basyariyah, dan nahdliyah harus terus dipertahankan. “Insya Allah Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thoyibatun Warobbun Ghofur,” tandasnya.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Songgom Imam Hadi Saputra menjelaskan, bahwa momentum halalbihalal ini dijadikan sebagai media untuk saling memafkan setelah ditempa 1 bulan lamanya berpuasa. Halalbihalal adalah tradisi Nahdlatul Ulama yang dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah yang merupakan Pahlawan Nasional untuk mempererat tali silaturahmi.?

“Acara Halalbihalal ini kita akan kembali fitri sebagai modal kita melaksanakan aktivitas kedepan yang lebih baik,” ujar Imam.

Turut Hadir dalam acara tersebut Ketua MWCNU Songgom Harun SAg, Camat Songgom Gunarto, Ketua PC IPNU Brebes Ferial, PC GP Ansor Brebes, Pembina, Alumni IPNU-IPPNU dan ratusan kader IPNU–IPPNU di Kecamatan Songgom. (Wasdiun/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Ulama, AlaNu Hari Santri 2018

Selasa, 10 Oktober 2017

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj sepakat atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) agar Kemenkominfo memblokir 19 situs Islam radikal. Menurut Kang Said, negara berhak menghentikan media bermuatan ajaran-ajaran yang berlawanan dengan dasar negara.

“Asal tidak menyebutkan Pancasila dengan bangga, itu sudah radikal,” kata Kang Said saat membicarakan kriteria pemblokiran situs-situs radikal pada diskusi bertajuk ‘Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal’ di Jakarta, Jumat (10/4) siang.

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Situs Tanpa Sebut Pancasila, Radikal

Sementara Staf Menkominfo Prof Henri Subiyanto menyatakan cemas atas konten-konten provokatif yang disebarkan oleh situs Islam radikal.

Hari Santri 2018

“Di Kemenkominfo sendiri tidak banyak orang ahli perihal hukum dan ahli agama. Pihak Kemenkominfo akan bergerak menstop itu semua sesuai dengan dasar hukum yang jelas dan konsultasi dengan para ahli agama,” kata Henri yang kini mengajar di Universitas Airlangga.

Hari Santri 2018

Pihak Kemenkominfo sendiri melihat potensi dan eskalasi muatan internet yang bersifat negatif. Menindaklanjuti itu, pihak Kemenkominfo sejak Januari 2015 merencanakan pembentukan Forum Penanganan Situs Internet yang di dalamnya terdapat panel-panel penilai.

“Saya harapkan publik terlibat memberikan masukan-masukan kepada tim panel. Dengan putusan tim ini, Pihak Kemenkominfo bergerak lebih leluasa,” kata Henri.

Pada kesempatan ini Kepala BNPT Komjen Saud Usman Nasution menyebutkan kriteria radikalisme yang diajukan kepada Kemenkominfo. Kriteria radikal bagi BNPT meliputi ajakan pada teror, ajakan bergabung dengan ISIS, ajakan permusuhan, ajakan bernuansa SARA.

“Semua ini kita lakukan mengingat banyaknya laporan dari masyarakat dan mahasiswa. Bahkan ada wali murid yang melapor bahwa anaknya sudah tidak pulang dua bulan. Setelah dikontak, background teleponnya memperdengarkan suara-suara letusan senjata,” kata Saud yang prihatin atas gerakan terorisme yang ditimbulkan oleh media internet.

“Kalau pengelola situs itu berafiliasi kepada kelompok-kelompok teroris seperti Ba’asyir, Abu Jandal, dan seterusnya, saya pikir negara tidak perlu ragu untuk menutupnya,” tegas Pemred Hari Santri 2018 Syafi’ Ali’el Ha yang juga duduk sebagai narasumber pada diskusi yang diselenggarakan oleh LTN PBNU, Hari Santri 2018, Radio NU, BNPT. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Tokoh, Pertandingan Hari Santri 2018

Senin, 25 September 2017

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggandeng Raptol Capital Management untuk memberikan permodalan syariah dengan total dana US$250 juta selama 5 tahun.

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Raptor Gelontorkan Dana US$250 Juta untuk Usaha Mikro

Uang tersebut akan didistribusikan bagi 500 ribu warga NU melalui lembaga keuangan mikro berbasis syariah (Islam) yakni BMT dan Koperasi Binaan NU. 

H Mustolihin Madjid, Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU), yang akan menangani kerjasama ini  menjelaskan, kerja sama ini penting untuk meningkatkan dan menumbuhkan ekonomi masyarakat kecil dan menengah. 

Hari Santri 2018

“NU sangat concern terhadap upaya-upaya dan program pemberdayaan bagi ekonomi yang berkelanjutan,” katanya disela-sela acara. 

Di lapangan, kerjasama ini akan ditangani langsung oleh Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus) “Semua pembiayaan terstrukturisasi dan dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah dimana kesetaraan dan keterbukaan bisnis bagi penyedia dana dan penyedia kegiatan usaha,” tambahnya.

Mustolihin menambahkan untuk mendukung perkembangan bisnis ini, digunakan sistem teknologi mutakhir berbasis nirkabel (wireless), tetapi memiliki fitur-fitur yang memadai untuk kemudahan berinteraksi antara masyarakat dengan koperasi-koperasi yang menjadi tulang punggung aktivitas permodalan syariah tersebut.

Hari Santri 2018

Program ini, tambahnya akan mendorong para pengusaha kecil dan mikro yang berjumlah sekitar 27,2 juta atau 52,8%, untuk berkembang,a karena banyak diantara mereka belum tersentuh permodalan.

“Kita bisa bekerjasama karena memiliki visi  yang sama, Raptor dan NU ingin sama-sama berpartisipasi aktif, dan NU memiliki keunggulan infrastruktur masyarakat lokal yang mapan dengan hubungan sosial yang kuat,” tandasnya.  Investasi Raptor terstruktur sebagai pendanaan mudharabah dimana terhubung secara lokal melalui pinjaman atau penempatan/ penyertaan modal berdasarkan prinsip mudharabah, musyarakah atau murabahah. 

Sebelumnya LPNU telah berhasil memberdayakan masyarakat buruh tani dengan menggarap tanah Perhutani seluas 16.800 ha yang terletak di Pati, Grobogan dan Blora dengan melibatkan 26.700 buruh tani untuk menanam jagung yang dipasarkan ke Japfa Comfeed.   

Program Nusa Makmur Syariah Mikrofinance telah dimulai BMT di Jogjakarta pada awal tahun 2014, dan pada tahun 2014 ini akan dikucurkan ke propinsi di Pulau Jawa, Sumatera meliputi Lampung, Medan, Padang , Kalimatan, Sulawesi, NTB dan Papua. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Pertandingan, Fragmen Hari Santri 2018

Selasa, 22 Agustus 2017

Sebagai Agama Publik, Pancasila Miliki Peran Penting

Jakarta, Hari Santri 2018

Konsultan politik Veri Muhlis Ariefuzzaman menyatakan bahwa Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. “Kalau di Amerika ada civic religion, maka di Indonesia ada Pancasila (yang berperan) sebagai agama publik,” kata Veri.

Hal tersebut disampakan Veri saat menjadi narasumber pada kuliah umum Semangat Agama Dalam Membangun Civil Society di Auditorium Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis, (14/4).?

Sebagai Agama Publik, Pancasila Miliki Peran Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagai Agama Publik, Pancasila Miliki Peran Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagai Agama Publik, Pancasila Miliki Peran Penting

Ia mengatakan bahwa Pancasila memiliki peran penting untuk menyatukan warga Indonesia yang multietnik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.?

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada tiga model hubungan antara agama dan negara. “Pertama, kelompok simbolistik-formalistik, yang menginginkan Islam menjadi dasar negara. Saya berani mengatakan sebenarnya kelompok ini fundamentalis,” paparnya.

Kedua, kelompok sekularistik. Veri menganggap bahwa kelompok kedua bertolak belakang dengan kelompok pertama. Kalau kelompok pertama percaya bahwa Islam mencakup cara hidup total sebagaimana yang dinyatakan dalam syariat, maka kelompok kedua ini menyatakan bahwa antara agama dan negara itu tidak ada hubungannya sama sekali.?

Hari Santri 2018

“Kelompok yang ketiga ini adalah kelompok yang subtantif. Pandangan ini tidak hanya menolak agama dan negara disatukan, tapi juga menolak adanya pemisahan secara total,” jelas Ketua Umum Gema Ormas MKGR Banten tersebut.

Sementara itu, Ahmad Rumadi menganggap bahwa Pancasila itu sebuah dokumen kenegaraaan. “Berhasil atau tidak (menyatukan bangsa Indonesia) itu bukan terletak pada dokumen itu sendiri, tapi bagaiamana kita semua terutama para pimpinan politik,” terang laki-laki yang juga dosen UIN Jakarta tersebut.

“Kalau kita lihat nilai-nilai dasarnya, menurut saya Pancasila itu luar biasa,” lanjutnya. ?

Rumadi menilai bahwa Pancasila merupakan salah satu alat diplomasi bangsa Indonesia dalam percaturan politik luar negeri. “Dan itu yang selalu kita pamerkan di hampir seluruh negara di dunia, termasuk negara-negara yang mayoritas (penduduknya) muslim,” ungkap ketua Lakpesdam NU ini.

Hari Santri 2018

Rumadi mengkritik kelompok-kelompok Islam yang merasa paling Islam dan menganggap bahwa Indonesia itu negara kafir karena berdasar pada Pancasila sebagai dasar negara. Baginya, kelompok-kelompok tersebut tidak mengerti dan memahami bagaimana Pancasila itu dirumuskan dan negara ini dibangun.

“Menurut saya, kalau kita ingin memasarkan bahwa Indonesia itu negara moderat, negara Muslim terbesar di dunia yang berbeda dengan negara Islam lainnya yaitu menjadi bagian alat diplomasi kita ke luar negeri, kita harus tetap mempertahan moderatisme itu,” tandasnya.

Pada dasarnya, imbuh Rumadi, masyarakat Indonesia itu moderat, namun mereka tidak memiliki daya tahan dari pengaruh intoleransi. “Kita semua memiliki kewajiban untuk melakukan imunisasi kepada masyarakat kita ini (dari intoleransi), supaya virus-virus mudah marah, mudah mengusir orang, teriak-teriak dan lain sebagainya itu bisa kita lawan,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Habib Hari Santri 2018

Rabu, 09 Agustus 2017

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Bojonegoro, Hari Santri 2018. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Wali Songo Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegor, Jawa Timur, punya cara sendiri dalam mengenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada anak didiknya. 

Dirangkai dengan perayaan tahun baru hijriyah, Jumat (8/11), madrasah milik MWCNU Sumberrejo ini menyelenggarakan pawai. Setiap murid dari kelas 1 hingga 6 memegang balon berwarna-warni sembari berjajar rapi di halaman MINU. Sementara itu, beberapa tim khusus mengibarkan bendera NU, bersanding Sang Saka Merah Putih dan bendera almamater madrasah.

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Madrasah NU Sumberrejo Kenalkan Resolusi Jihad pada Anak

Kepala MINU Wali Songo Mariyanto mengatakan, hal ini untuk menunjukkan bahwa kita merupakan bagian yang tak terpisahkan dari negara Indonesia. “Sekaligus mengingatkan bahwa NU punya peran yang sangat penting terhadap kemerdekaan bangsa ini melalui resolusi jihad,” tuturnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 10.00 ini diikuti juga oleh para wali murid. Peserta didik dari Playgroup Walisongo dan Taman Kanak-kanak Muslimat 28 NU menambah kemeriahan perayaan dengan mengenakan topi hias.

Di akhir pawai ta’aruf ini, seluruh balon udara yang dibawa siswa diterbangkan bersama-sama. Pihak panitia juga mengumumkan pemenang busana terbaik pada sesi pawai. Acara bertema “Hari ini Harus Lebih Baik dari pada Hari Kemarin” ini ditutup dengan penulisan harapan oleh peserta pawai di kain yang disediakan.

Hari Santri 2018

“Ini akan kami sertakan pada rutinan Jumat Pon dan kami panjatkan doa kepada Alloh agar semua isi tulisan tersebut terkabul,” tutup Ahsanul, pemandu acara pada kegiatan tersebut. (Satria Amilina/Mahbib)

Foto: Siswa antusia menuliskan harapannya di atas kain

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan Hari Santri 2018

Minggu, 06 Agustus 2017

Inilah Ucapan Selamat Lebaran PBNU Zaman KH Hasyim Asy’ari

Di majalah Berita Nahdlatul Oelama (BNO) tahun 1354 H, hoofdbestuur (Pengurus Besar) Nahdlatul Ulama menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri. Di tahun itu Idul Fitri jatuh pada tanggal 7 Januari 1936 M, sepuluh tahun sejak NU didirikan dan Indonesia (Hindia Belanda) masih dijajah Belanda.

Pada kolom haturan selamat Idul Fitri di majalah yang terbit 1 Januari 1936 tersbut, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Hoofdbestuur Nahdlatul Ulama dicantumkan di situ mulai Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari dan pengurus lain. ?

Inilah Ucapan Selamat Lebaran PBNU Zaman KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ucapan Selamat Lebaran PBNU Zaman KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ucapan Selamat Lebaran PBNU Zaman KH Hasyim Asy’ari

Diantara kiai-kiai yang disebut adalah KH Ridwan bin Abdullah Surabaya, Abdul Wahab bin Hasbullah Surabaya, Abdullah bin Ali, KH Hamim, KH Sahal, KH A Faqih dll. Sementara di Tanfidziyah KH M Noer, H S Samil, M Kariadi dan lain-lain.

Ucapan selamat Idul Fitri itu berbunyi, Menghatoerkan selamat hari raya A’Idil fitri kehadapan sekalian Ichwanul moeslimin wal moeslimat, pembaca BNO umuman, wachoesoeson qoum Nahdliijin, menghatoerkan poela beberapa jenis kesalahan, kelalaian, kehilapan dan koerangnya Ta’addoeb semasa doedoek dalam Bestoeran, maoepoen sebeloemnya; Maka atas hal demikian, tenteo sedjoemlah kami ampoenja doesa hak adami, moehoen di maafkan sekaliannja dari Doenia hingga Acherat kelak.

Hari Santri 2018

Di samping inipoen ta’loepalah kami sekalian bersedia memafakan sekedar doesa saudara terhadap kami sekaliannja.

Hari Santri 2018

Dan mari kita berdo’ea pada Allah djoega bersama-sama, disampaikan Oemoer kita masing-masing sampai bertemu A’idilfitri tahoen jang akan datang 1355 Amin!!



Pada tahun 1936 beberapa sejarah penting NU tercatat, NU menggelar Kongres ke-11 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pada waktu itu Hidayah Islamiyah, sebuah organisasi Islam bergabung dengan NU. Pada tahun itu pula KH Wahid Hasyim mendirikan Ikatan Pelajar-Pelajar Islam di Jombang, membangun taman bacaan tak kurang 500 buku, termasuk majalah, surat kabar dalam bahasa Jawa dan Indonesia. ?

Menurut Ensiklopedi NU (terbit 2014), majalah BNO, diperkirakan terbit pertama kali tahun 1931. Majalah itu diupayakan oleh kiai-kiai NU dengan harapan berperan sebagai obor kaum muslimin pada umumnya dan nahdliyin khususnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Daerah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock