Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Sumenep, Hari Santri 2018. Menjelang pembahasan APBD 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyoroti kinerja DPRD kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya, realisasi APBD pro-rakyat selama ini dirasa belum terbukti secara nyata.

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Demikian ditegaskan Ketua PCNU Sumenep K Pandji Taufik, Sabtu (30/11). Pihaknya menyatakan tidak bangga ketika ada anggota dewan yang membawa proyek kepada masyarakat.

"Saya lebih bangga manakala anggota dewan lebih serius dan mendalam bagaimana APBD betul-betul memihak kepada masyarakat," tekan mantan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep ini.

Hari Santri 2018

Karenanya, Kiai Pandji menganjurkan anggota dewan sebaiknya belajar metode pembahasan APBD kepada pihak yang lebih tahu. Menurutnya, tidak jarang anggota dewan justru hanya ikut-ikutan dalam proses penganggaran. Akibatnya, produk pengganggaran sering kali menjiplak tahun-tahun sebelumnya.

Lebih dari itu, transparansi pembahasan APBD juga dilakukan dan diketahui publik. Selama ini, diakui hal itu belum dilakukan. Yang tampak hanyalah kinerja anggota dewan yang sifatnya formalitas.

Hari Santri 2018

Jika masyarakat tahu tentang peruntukan APBD yang selama ini masih belum berpihak kepada rakyat, maka publik akan ikut membedah dan memperbaiki, tukasnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, memang RAPBD sejatinya menjadi tempat untuk mewujudkan harapan keadilan dan kesejahteraan. Proporsi belanja langsung untuk agenda rutin yang dijalankan birokrasi memang perlu diseimbangkan dengan belanja kerakyatan.

"Memang seharusnya berimbang dengan kebutuhan masyarakat, agar mereka mendapatkan keadilan dan kesejahteraan," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Jombang, Hari Santri 2018. Banyak peluang melanjutkan studi bagi alumni Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH Tambakberas Jombang. Tidak semata ke sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air, juga ke berbagai negara, termasuk Cina. 

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Seperti pada awal bulan lalu, madrasah ini mengadakan sosialisasi studi ke Cina oleh Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITC). Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah tersebut diikuti seluruh siswa. Program ITC membantu pelajar yang berkeinginan belajar ke Cina dan memberikan peluang dengan jalur mandiri maupun beasiswa.

“Hadits Nabi mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ini sesuai dengan prinsip MAUWH yang mendukung siswanya melanjutkan studi sampai ke luar negeri,” kata Miftakhul Arif, Selasa (9/10). Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH ini mengemukakan bahwa dengan dipasangnya 10 bendera dari beberapa negara di halaman madrasah menunjukkan bahwa kiprah alumni madrasah ini demikian membanggakan. 

Taajuddin Muslim dari ITC menyampaikan bagaimana agar dapat melanjutkan studi ke Cina baik melalui jalur beasiswa maupun mandiri. Ia memaparkan rincian biaya dari mulai pendaftaran hingga biaya hidup di Cina dengan menawarkan berbagai kampus dan jurusan yang tersedia. Sejumlah universitas tersebut antara lain Universitas Shoufu Taiwan, Beijing Capital University, Capital Medical University, Yangtze University, Zheijing University, Chansha University.

Hari Santri 2018

Tidak hanya menceritakan tentang dunia perkuliahanan, Taajuddin Muslim juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Cina bisa kuliah sambil bekerja dengan penghasilan yang cukup tinggi. Hal tersebut karena banyaknya peluang pekerjaan yang ada di negeri tirai bambu tersebut. “Tidak sedikit mahasiswa yang kuliah sambil bekerja mampu membantu orang tua mereka di kampung halaman,” tuturnya saat presentasi.

Usai memberikan penjelasan, materi dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab dengan para siswa dan siswi. Mereka terlihat demikian antusias mengikuti sosialisasi yang ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. 

Kegiatan diakhiri dengan dibagikanya sejumlah brosur universitas di Cina yang diberikan kepada siswa dan siswi MAUWH. (Ibnu Nawawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pahlawan, AlaNu Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

Bandar Lampung, Hari Santri 2018



Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri merasa miris dengan banyaknya orang hafal ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi, tapi tidak dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan dengan melihat konteks kehidupan nyata.

Apalagi saat ini ia juga melihat banyak tokoh dan orang yang mempelajari agama tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan agama dan umat, tapi digunakan untuk saling menyalahkan dan saling menebar fitnah.

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Miris Fenomena Beragama untuk Serang Orang Lain

"Miris sekali melihat orang-orang saling menebar fitnah, ujaran kebencian dan dengan gampang sekali menyebarkan berita hoaks sehingga gampang saling serang antarumat Islam," katanya, Senin (4/9).

Hal ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa tanda-tanda kiamat kecil sudah dekat dan hal ini perlu disikapi oleh seluruh umat Islam untuk segera menyadari agar kondisi seperti ini segera dihentikan.

Hari Santri 2018

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kondisi seperti ini juga sudah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW melalui Haditsnya yang menjelaskan bahwa suatu saat Islam akan tinggal namanya saja.

"Betapa banyak saat ini orang ang yang mengaku Islam, namun ucapan dan tindakannya tidak mencerminkan Islam. Ngaku Islam, namun tuntunan agama tidak dijalankan dengan baik termasuk hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia," tegasnya.

Kalau kita ingin melihat jumlah orang Islam, maka bisa dilihat dari orang yang melaksanakan Shalat Id. Namun jika ingin melihat orang yang beriman maka bisa dilihat dari jamah Shalat Shubuh di masjid.?

Hari Santri 2018

"Inilah yang membedakan muslim dan mukmin," ujarnya.

Saat ini juga menurutnya banyak orang Islam yang sudah jauh dari pondok pesantren, madrasah diniyah yang merupakan sumber pendidikan Ilmu-ilmu agama. Umat Islam senang membangun masjid, tapi setelah itu masjid kosong dan tidak diisi untuk beribadah.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk meresapi nilai-nilai agama dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata agar ketentraman dan kedamaian serta nilai-nilai Islam dapat dirasakan oleh seluruh Alam. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, AlaNu, Sejarah Hari Santri 2018

Minggu, 21 Januari 2018

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Situbondo, Hari Santri 2018. Indonesia akan menghadapi pemilu legislatif pada 9 April dan Pemilu presiden pada Juli mendatang. Ulama dunia mendoakan pemilu tersebut berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang terbaik. Doa tersebut diungkapkan para ulama dalam pembukaan konferensi internasional di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (29/3).

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dunia Doakan Indonesia Lebih Baik

Tampil memimpin doa pada acara tersebut Prof Dr Wahbah Az-Zuhaily (syria) Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair). Mereka didampingi tokoh Islam Indonesia yang juga Sekretaris Jenderal Internasional Conference Of Islamic Scholar (ICIS) KH Hasyim Muzadi (Indonesia).

Konferensi kelas dunia itu diprakarsai mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Rencananya, kegiatan ini digelar selama 2 hari hingga Ahad (30/3) besok. Ratusan ulama dan kiai hadir sebagai peserta dalam konferensi ini.

Hari Santri 2018

Hasyim Muzadi menegaskan, konferensi tersebut membahas banyak hal terkait masalah dalam negeri dan luar negeri. Untuk dalam negeri, terkiat perang di sejumlah negara yang Timur Tengah dan kondisi Indonesia pasca reformasi.

Hari Santri 2018

"Kita akan mendengarkan penjelasan dari ulama dari timur soal arab Spring atau perang yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah belakangan ini. Bagaimana kondisi mereka setelah perang terjadi," katanya.

Konferensi tersebut diharapkan menghasilkan konsep perdamaian di berbagai belahan dunia. "Dari penjelasan para ulama itu, kita akan tahu kondisi Timur Tengah saat ini. Dari situ pula kita akan tahu solusinya.

Hasyim mengatakan, pada konferensi ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara Indonesia. "Di pondok pesantren inilah, NU pertama kali mengakui Pansila sebagai dasar negara. Ketika itu di pesantren ini digelar Muktamar NU pada tahun 1984," kata Hasyim.

Sementara itu, Pengasuh ponpes Salafiyah Syafiiyah, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy berharap pesan perdamaian dari konferensi internasional ini didengar oleh masyarakat dunia. "Semoga hasil konferensi ini menjadi pesan perdamaian yang sampai ke seluruh penjuru dunia," katanya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, AlaNu Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

Terungkap, Jaringan yang Promosikan Islamophobia di AS

Jakarta, Hari Santri 2018. Sebuah laporan lengkap tentang jaringan pembuat Islamophobia atau ketakutan terhadap Islam, dibuat oleh sebuah kelompok pejuang hak sipil Muslim Amerika, yang menyatakan bahwa kelompok anti-Islam ini menerima pendanaan lebih dari $119 juta atau 1.3 trilyun rupiah lebih antara 2008-2011.

“Laporan ini menunjukkan kelompok-kelompok yang mempromosikan Islamophobia dalam masyarakat kita,” kata Corey Saylor, yang menjadi kepala departemen untuk memonitor dan melawan Islamophobia di Council on American-Islamic Relations (CAIR), yang berbasis di Washington, pada release yang diperoleh OnIslam.net.

Terungkap, Jaringan yang Promosikan Islamophobia di AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Terungkap, Jaringan yang Promosikan Islamophobia di AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Terungkap, Jaringan yang Promosikan Islamophobia di AS

"Ini mengungkapkan kepada pembaca dampak kelompok-kelompok tersebut terhadap bangsa kita tentang Islam, pluralitas dan masa depan perlindungan yang diabadikan dalam Konstitusi AS,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Berjudul, Membuat Aturan Ketakutan: Islamophobia dan Dampaknya di Amerika Serikat, laporan tersebut diluncurkan pada Kamis (19/9).

Terdapat 37 organisasi yang menjadi pusat promosi Islamophobia di Amerika Serikat selama 2011-2012 yang membentuk “jaringan inti” Islamophobia yang berbasis di Amerika Serikat.

Hari Santri 2018

Terdapat 32 kelompok yang tujuan utamanya tidak tampak mempromosikan prasangka melawan atau membenci Islam dan Muslim, tetapi bekerja secara reguler menunjukkan dukungan terhadap tema-tema Islamophobia, yang membuatnya masuk kategori “jaringan luar"

Selama periode dua tahun laporan tersebut, 78 rancangan UU “didesain untuk menjelekkan praktek agama Islam” diperkenalkan di 29 negara bagian dan Kongres.

Dari rancangan UU tersebut, 62 terkait legislasi yang diciptakan oleh David Yerushalmi dari the American Freedom Law Center, satu institusi yang masuk kategori “jaringan inti”

Laporan ini merupakan laporan kedua tentang Islamophobia di Amerika Serikat.?

Laporan pertama, “Kebencian yang sama, target baru,” dipublikasikan pada 2010 dan berpendapat bahwa sentimen anti-Islam merupakan manifestasi dari masalah-masalah minoritas yang dihadapi di Amerika Seikat sepanjang sejarah negara tersebut.

Mesin-mesin Islamophobia

Pengungkapan kekhawatiran trend Islamophobia di Amerika Serikat, Pejabat CAIR mengecam "dampak buruk" pada kehidupan Muslim Amerika.

“Muslim Amerika menghadapi diskriminasi setiap hari,” kata Nihad Awad, direktur eksekutif nasional CAIR, pada Washington Post.

“Islamophobia merupakan ancaman bagi keamanan Muslim Amerika.”

Awad mengatakan bahwa pembuat Islamophobia memberikan dampak buruk bagaimana Muslim dilihat di Amerika Serikat, menghasilkan peningkatan retorika dan perilaku yang menjurus Islamophobia.

“Kami akan terus diserang oleh individu-individu dan institusi-institusi tersebut,” kata Awad.

“Tujuan kami dalam mempublikasikan informasi ini untuk memberdayakan orang-orang yang memiliki perhatian terhadap Islamophobia.”

Walaupun tidak ada estimasi resmi, terdapat sekitar 7-8 juta Muslim tinggal di Amerika Serikat.?

Survey yang dilakukan Gallup menemukan bahwa mayoritas Muslim Amerika loyal terhadap negara mereka dan optimis terhadap keberadaan mereka di Amerika Serikat.

Sejak serangan 9/11 di Amerika Serikat, banyak Muslim menghadapi diskriminasi dan stereotype di masyarakat karena identitas Muslim mereka. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu Hari Santri 2018

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018

Untuk memperingati hari lahir ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) menggelar bakti sosial, Ahad (28/2) di Gedung PBNU 2, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk pembagian sembako murah dan tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), yaitu tes untuk mengetahui kemungkinan seorang perempuan mengidap kanker serviks.

Ketua PP LKKNU, Hj Ida Fauziah menyampaikan, sebagai bagian dari lembaga yang dimiliki PBNU, LKKNU ingin berkontribusi membangun keluarga maslahat. Keluarga maslahat adalah keluarga yang sehat jasmani dan rohaninya. Kesehatan itu harus dimiliki oleh anak, bapak, dan ibu.

Hari Santri 2018

LKKNU mengaku prihatin dengan angka kematian perempuan akibat mengidap kanker, dan yang sangat banyak adalah kanker serviks. “Kalau dalam keluarga di Indonesa yang pada umumnya menganut patriarki, kalau ibu sakit itu keluarga sakit. Kita ingin ibu sehat, dengan cara mengantisipasi adanya kanker serviks melalui tes IVA,” tutur Ida.

Ida berharap perempuan di Indonesia pada umumnya setia dengan pasangannya, tidak berganti-ganti pasangan, tak menikahkan anak di usia dini, dan sebaliknya bila sudah usia menikah segera menikahkannya karena salah satu penyebab kanker serviks adalah terlambat menikah.

Hari Santri 2018

Turut berbicara dalam sesi penyuluhan kesehatan Dr. Wanda Wimalasari yang mengupas tentang bahaya, penyebab dan pencegahan kanker serviks.

Acara bertemakan “Selamatkan Perempuan Indonesia dari Bahaya Kanker’ ini terselenggara atas kerja sama Pengurus Pusat LKKNU dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hadir dari pihak Perum Bulog adalah Sekretaris Perusahaan Djoni Nur Ashari yang mengungkapkan bahwa Bulog siap untuk membantu kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti yang dilakukan LKKNU. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bermanfaat namun juga tanggung jawab perusahaan dalam rangka memberdayakan masyarakat.

Pembagian sembako murah yang melengkapi acara tersebut berlangsung meriah, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang datang mengikuti kegiatan, walaupun berada dalam suasana gerimis. Hj.Mimin (60 tahun), salah satu warga sasaran bakti sosial mengatakan sangat senang karena dapat sembako dengan harga murah.

Adapun Suhartini (40 tahun) warga lainnya, mengatakan tertarik dengan acara tersebut karena ingin tahu kesehatannya dan itu semua dilakukan dengan gratis.

Sementara Sutarni (40 tahun) yang mengikuti tes IVA mengaku tertarik mengikuti bakti sosial LKKNU karena ingin memiliki anak. Wanita yang sudah empat tahun menikah ini berharap, setelah diperiksa akan diketahui penyebab mengapa belum punya anak dan dapat diatasi solusinya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaNu, Daerah Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

Jakarta, Hari Santri 2018. Duta besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyampaikan perkembangan terkini kecenderungan ekstrem beragama di negaranya. Aqil juga bertanya sejumlah hal terkait pembentukan watak moderat beragama yang dilakukan oleh NU.

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

“Saya berharap NU sebagai organisasi berpengaruh, menginisiasi perdamaian di Pakistan dan juga Afganistan,” kata kata Mohammad Aqil di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said), Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan Wasekjen Imam Pitudu di Jakarta, Kamis (17/9) sore.

Kang Said sendiri mendukung gagasan M Aqil. Kepada Dubes Pakistan ini, Kang Said menyatakan akan membentuk segera tim perdamaian. “Tentu kita mendukung upaya perdamaian di mana pun. Hanya saja syarat pertama dari perdamaian adalah peletakkan senjata,” kata Kang Said.

Hari Santri 2018

Pada pertemuan ini M Aqil mengutarakan keinginannya agar NU memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh agama di Pakistan. “Yang paling penting, saya berharap ulama di Pakistan meniru paham moderat seperti para kiai NU,” kata M Aqil dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya M Aqil bertanya soal kelompok ekstrem yang melanda Pakistan. Ia prihatin atas kecenderungan beragama di masyarakat di negerinya.

Hari Santri 2018

Sementara H Marsudi menjawab bahwa kelompok ekstrem hanya segelintir kecil dari jumlah muslim di dunia. Hanya saja, kata H Marsudi, suara dan aksi mereka sedemikian kuat sehingga menarik perhatian dunia.

“Ekstrem dalam beragama ini bukan hanya masalah Pakistan, ini masalah melanda dunia. Tetapi kita secara bersama akan berupaya terus mencegah dan menanggulanginya,” kata Marsudi, Ketua PBNU yang membidangi masalah luar negeri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Hari Santri 2018

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama kali yang dipelajari atau digunakan seseorang. Misalnya anak Aceh atau Papua, pertama kali menggunakan yang otomatis mempelajari dalam bahasa tersebut, maka anak itu berbahasa ibu Aceh atau Papua. Anak itu kemudian disebut penutur asli bahasa itu.

Karena berbagai faktor, ketahanan bahasa ibu di berbagai daerah di Indonesia semakin terdesak oleh bahasa-bahasa lain. Mulai dari bahasa Indonesia sendiri dan bahasa asing, misalnya Inggris atau Arab. Keterdesakan itu, jika dibiarkan, lama kelamaan menyebabkan bahasa itu hilang.

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usep Romli HM: Jika Bahasa Ibu Hilang, Itu Kufur Nikmat

Terkait bahasa ibu yang biasa diperingati tiap 21 Februari, Abdullah Alawi dari Hari Santri 2018 berhasil mewaawancarai salah seorang budayawan dan agamawan Sunda, KH Usep Romli HM melalui surat elektronik 21 Februari lalu. Pria yang produktif nulis dan pernah aktif di IPNU dan GP Ansor tersebut mengurai prntingnya bahasa ibu, dan kerugian jika kita kehilangannya.

Pengasuh pesantren Raksa Sarakan di Cibiuk, Garut, Jawa Barat tersebut menjawab hal itu dengan dasar-dasar agama. Berikut petikannya:

Hari Santri 2018

Menurut Anda, bagaimana kondisi bahasa ibu secara umum di Indonesia?

Hari Santri 2018

Kondisi bahasa Ibu di Indonesia ada yang bertahan, ada yang mengalami kemunduran. Yang bertahan, antara lain bahasa Sunda, Jawa, Bali, dan Lampung. Itu ditunjukkan dari lahirnya karya-karya tulis dalam bahasa itu yang tiap tahun mendapat hadiah dari Yayasan Rancage, baik untuk karya sastra maupun jasa terhadap bahasa dan sastra. Hadiah Yayasan Rancage yang digagas Ajip Rosidi sudah berlangsung 25 tahun.

Bagaimana kecenderungan penggunaan bahasa ibu oleh anak muda sekarang di zaman sosial media?

Mungkin menurun. Tapi bukan bahasa ibu di daerah Indonesia saja. Konon anak-anak muda Spanyol, lebih suka menggunakan bahasa asing Inggris dan Prancis di media sosial. Sehingga Akdemi Keraajaan Spanyol menyelenggarakan berbagai lomba untuk merangsang anak-anak muda berbahasa Spaanyol di media sosiial. Khusus bahasa Sunda, lumayan masih mampu menggunakan bahasa Sunda di media sosial. Di Facebook, banyak dibuka “akun” berbahasa Sunda, seperti Fiksimini Basa Sunda, Pustaka Sunda, Forum Jurnalis Sunda, Guguyon, dsb.

Apa pentingnya menjaga dan melindungi bahasa ibu?

Bahasa Ibu mengandung filosofi, kearifan dan pandangan hidup masyarakat penggunanya. Untuk menjaga semua itu, baahasa ibu diperlukan hidup dan berkembang. Firman Allah dalam Q S Ar Rum ayat 22. Dan beberapa hadits yang menyangkut “antum a’lamu bi umurid dunyakum”.

Bagaimana peran pesantren, khsusnya di wilayah berbahasa Sunda dalam menjaga bahasa ibu?

Ketika lembaga pesantrren masih utuh dan murni berdasarkan prinsif “tafwidz” (hanya Allah yang merancang), bahasa daerah terpelihara. Hingga tahun 1960-an, santri di Tatar Sunda masih mengaji kitab dengan bahasa Jawa, karena ajengannya ngaji di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Sekarang pesantren telah berubah menajdi lembaga pendidikan umum, yang menganut prinsip “tadbir” (ditentukan manusia, proposal, subsidi, dlsb), bahasa daerah nyaris hilang dalam kegiatan formal.Kecuali dalam pergaulan sehari-hari yang amat terbatas.

Mungkinkah bahasa ibu itu hilang, dan bagaiamana konseuensinya dalam bahasa agama?

Selama ada yang menggunakan dan memperjuangkan, insya Allah, akan tetap ada. Jika diabaikan, ya nikmat bahasa itu dicabut oleh pemiliknya, Allah SWT. Dia tidak akan mencabut anugrah nikmat-Nya dari suatu kaum, jika kaum itu tidak mengabaikan nikmat tersebut dengan sikap kufur nikmat (tafsir Ath Thabari, Jalalain, Khozin, atas ayat 11 S.Ar Ro’du “Innallaha laa yughoyyiru ma bi qowmin hatta yughoyyiru ma bi anfusihim. Para mufsir andal tersebut mengkategorikan ayat ini sebagai ayat syukur wa kufur nikmat. Para ulama Orde Baru menganggap ayat ini sebagai ayaat pem bangunan).

Jika bahasa Ibu hilang, kerugian buat kita adalah kerugian yang ditimpakan Allah SWT kepada bangsa kufur nikmat. Dijerumuskan ke “Negara Kebinasaan” (Q,s.Ibrahim : 28). Manusia kufur ni’mat mendapat azab pedih (Q.s.Ibrahim : 7). Bahasa Ibu adalah nikmat Allah. Orang yang mensyukuriya dengan memelihara, memajukan, memperjuangkan kelanggengannya, akan ditingkatan nikmatnya (Q.S.Ibrahim : 7).

Bagaimana caranya menjaga bahasa ibu yang efektif?

Pergunakan di lingkungan keluarga. Anak yang mengusai bahasa ibu sejak lahir, setelah masuk sekolah akan menguasai dua bahasaa (bahasa ibu dan bahasa nasional). Pada tingkat pendidikan selanjutnya tambah bahasa asing. Jadi seorang pengguna bahasa ibu akan mampu menguasai minimal dua atau tiga bahasa. Di Kompas kemarin ada berita agar pelajaran bahasa Inggris di SD dihapus, karena tidak efektif dan efesien. Bagus. Sebab belajar sesuatu bahasa , sekalipun tingkat dasar, harus disertai pengenalan filosofi, kearifan, dan “wisdom” pemilik bahaasa tersebut. Tidak hanya sekadar menguasai spelling, prononcion, idiomatik dsb. Artinya harus mengubah visi dan tatacara hidup sesuai dengan bahasa yang diperlajari.

Apa peran lembaga masyarakat atau pemerintah?

Peran pemerintah memberi ruang seluas-luasnya bagi pendidikan dan pembelajaran bahasa ibu. Itu kalau pemerintah masih menghargai Bhineka Tunggal Ika. Keluarga dan masyarakat juga harus punya kesadaran akan manfaat bahasa ibu bagi ketahanan karakter generasi bangsa.

Profil singkat Usep Romli HM

Usep Romli H. M.

Wartawan, guru, sastrawan, agamawan yang menulis dalam bahasa Sunda dan Indonesia. Lahir di Limbangan, Garut, 16 April 1949. Anggota IPNU (1964-1966), GP Ansor (1966-1972), anggota penasihat Lajnah Ta’lif wan Nasr PWNU Jawa Barat.

Karir Usep dimulai sebagai seorang guru, kemudian menggeluti dunia jurnalistik. Ia menulis di mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-1976), sk Pelita (1977-1979) sk Sipatahunan (1979-1980) dan Pikiran Rakyat (1984-1991).

Usep menulis sajak dan cerpen dimuat di Kalawarta Kujang, Mangle, Hanjuang, Gondewa, Galura, dll. Sebagai seorang santri, karya-karya Usep sangat kental dengan pesantren, diantaranya Bentang Pasantren (bintang Pesantren, novel, 1983), Cuerik Santri (Tangis Santri, kumpulan Cerpen, 1985) Jiad Ajengan, (Jampi-jampi Kiai, cerpen, 1991), Percikan Hikmah (kumpulan anekdot Islam, 1999), dll.

Usep pernah mendapat penghargaan Hadiah Sastra Mangle (1977), Hadiah Penulisan Buku Depdikbud (1977), Piagam Wisata Budaya Diparda Jabar (1982) serta Hadiah Sastra LBSS (1995).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

Hari Santri 2018

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Hari Santri 2018 dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Hari Santri 2018

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Aswaja, AlaNu Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Rembang, Hari Santri 2018. Masyarakat di Kabupaten Rembang akhirnya tidak memprotes setelah mendapat penjelasan tentang penundaan keberangkatan haji tahun ini. KH Mustofa Bisri membantu memberikan penjelasan kepada para calon jama’ah.

“Haji adalah panggilan Allah SWT, apabila kita tertunda dan berangkat pada tahun berikutnya, sama halnya kita berhaji dua kali,” kata Gus Mus saat memberikan bimbingan manasik haji. 

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Jama’ah pun akhirnya merasa senang ketika mendengar pernyataan Wakil Rais Aam PBNU tersebut. 

Hari Santri 2018

Kemenag memerlukan proses yang lama dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat yang sudah berharap berangkat tahun ini. Kasi Haji dan Umroh, Drs. H. Atto’illah Muslim Kementrian Agama Kab. Rembang, mengalami pengurangan sebesar 14,5 %, Selasa (20/8). 

Salah satu calon jema’ah, Satibi menjelaskan, “Saya menerima segala keputusan dari Kementerian Agama Rembang, apabila harus mendapatkan jatah berangkat pada tahun yang akan datang. Saya juga senang, lanjut Satib jika pemerintah memberikan prioritas kepada para jama’ah dengan memberikan fasilitas apabila pelunasan pada tahun berikutnya naik. jama’ah tak perlu bayar jika turun jama’ah dapat kembalian.”

Hari Santri 2018

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, AlaNu Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

Hari Santri 2018

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Selasa, 19 Desember 2017

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Kebumen, Hari Santri 2018. Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di 26 Kecamatan di Kabupaten Kebumen, Minggu, (28/12) dilantik serentak. Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng, Ulil Arkham di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Desa Tanjungsari, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

"Pelantikan Pengurus PAC GP Ansor secara serentak ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pemilihan ketua sekaligus pembentukan kepengurusan di tingkat PAC sejak bulan November sampai Desember ini. Selain itu, pelantikan pengurus PAC ini juga dalam rangka persiapan Konfrensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kabupaten Kebumen pada 4 Januari 2015 besok," kata Tamim Sobri, selaku tim Karateker pembentukan kepengurusan GP Ansor Kabupaten Kebumen disela-sela pelantikan.

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Serentak, PAC GP Ansor Se-Kebumen Dilantik

Pembentukan sekaligus pelantikan pengurus Ansor di tingkat Kecamatan-kecamatan tersebut, lanjut Tamim, merupakan salah satu komitmen para alumni Ansor Kebumen dalam menghidupkan kembali organisasi pemuda NU. Sebab dalam beberapa kurun waktu ini, tambah Tamim, roda organisasi Ansor mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan sampai Desa sempat kurang berjalan baik. Akibat kondisi itu, lanjutnya, pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di Kebumen juga berhenti.

"Jika roda organisasi Ansor di Kebumen tetap dibiarkan tidak berjalan, dikhawatirkan kedepan generasi penerus NU Kebumen akan kosong. Oleh sebab itu, upaya menghidupkan kembali organisasi Ansor di wilayah Kebumen merupakan hal penting," papar Tamim.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Sementara itu, Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah, Ulil Arkham juga berpesan, agar para pengurus PAC GP Ansor yang telah dilantik benar-benar menjalankan roda organisasi dengan baik. Sehingga ke depan, kata Tamim, Ansor Kebumen bisa meraih masa kejayaanya seperti pada tahun 1980-an. Dimana pada masa itu, tambah Tamim, organisasi Ansor di Kebumen menjadi salah satu organisasi yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat.

Selain itu, lanjut Tamim, mereka juga diharapkan mulai aktif mengadakan kegiatan-kegiatan pengkaderan kepada pemuda-pemuda NU di wilayah masing-masing. Hal itu, tambah Tamim, perlu dilakukan untuk memperkuat organisasi dan membentengi para pemuda NU dari paham yang membahayakan bangsa Indonesia. Mengingat saat ini, kata Tamim, banyak sekali gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan bangsa.

"Sebagai kader Ansor, mereka juga harus bisa berdampingan dengan pemerintah untuk membantu program-program pembangunan daerah," pungkasnya. (Beni Yanto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Nasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Pringsewu,Hari Santri 2018

Ketua PCNU Pringsewu, Lampung H Taufiqurrohim mengingatkan warga NU untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, khususnya pendidikan Ahlussunnah wal-Jamaah An Nahdliyyah.

Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan dalam rangka penguatan organisas dan sosialisasi Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) di depan seluruh Pengurus Syuriyah MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Banyumas, Senin (27/6).

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Ia mengingatkan bahwa kiprah dan kepedulian pengurus NU di semua tingkatan terhadap hal ini akan berpengaruh kepada eksistensi NU di masa yang akan datang.

Hari Santri 2018

"Jangan sampai besok terjadi anak pengurus NU melarang orang lain yang akan tahlilan, yasinan dalam rangka mendoakan orang tuanya sendiri. Bina anak kita, kalau tidak, akan dibina orang lain," ingatnya.

Saat ini, menurutnya, paham-paham Islam baru bermunculan dan menyasar para generasi muda khususnya di wilayah perkotaan. Para pemuda yang masih mencari identitas diri dan cenderung labil ini sangat mudah terpengaruh pemikirannya.

Hari Santri 2018

"Jika tidak didasari dengan pemahaman Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah yang kuat dari keluarga, bukan tidak mungkin sekembalinya dari kota mereka akan menyalah-nyalahkan amalan orang tuanya," katanya.

Apalagi menurutnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi.

"Ada kecenderungan sekarang banyak orang, khususnya anak muda, tidak mau belajar agama lewat guru dan kiai. Mereka lebih percaya kepada mbah Google yang silsilah keilmuannya tidak jelas," tuturnya.

Sehingga hal ini patut menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU agar waspada dan mengarahkan para generasi muda untuk belajar ilmu agama kepada guru dan kiai secara mendalam dan sekaligus mengharap barakah keilmuannya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Tangerang, Hari Santri 2018

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang menilai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) termasuk kelompok sparatis karena menolak ideologi Pancasila dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi bahwa keberadaan ideologi organisasi tersebut dalam kajian fiqih adalah makar (bughat) terhadap negara karena ingin membangun negara di dalam negara.  Hizbut Tahrir Indonesia berdasarkan fatwa dari Abuya Muhtadi dari Cidahu, Pandeglang, Banten, adalah haram untuk diikuti.

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Ketua PCNU Kota Tangerang Bunyamin menjelaskan, ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila, maka sudah sepantasnya negara mengatur ketat ideologi ormas yang merusak keutuhan NKRI ini.

Hari Santri 2018

Apalagi, lanjutnya, saat ini kelompok ini mengklaim sebagai satu-satunya ormas yang rahmatalillamin (menebar kasih dan sayang), padahal praktiknya jauh dari itu. Mereka tidak mengakui Pancasila, meliberalisasi warga NU, menutup sejarah perjuangan bangsa, dan lain sebagainya.

"Ideologi khilafah membahayakan persatuan bangsa, sebab itu kami tidak rela Indonesia terpecah belah hanya karena khilafah dan pemahaman agama yang sempit,” paparnya di sela kegiatan aksi HTI mendeklarasikan diri sebagai rahmatan lil ‘alamin yang dikawal oleh PCNU Kota Tangerang), BEM STISNU Nusantara, PC PMII Tangerang, GP Ansor dan Kesbangpol Kota Tangerang, Ahad (10/4) pagi.

Hari Santri 2018

Ibnu Jandi, dosen STISNU Nusantara menambahkan bahwa HTI dan para pendukung khilafah secara sadar sudah melanggar UUD 1945. "HTI harusnya sudah dibubarkan karena mengancam bangsa ini," ujarnya.

"Negara rasanya tidak adil, seakan hanya berani sama Zaskia Gothic yang hanya kebodohannya diseperti-itukan. Ini HTI yang sudah jelas jelas secara pemikiran dan ideologi bertentangan dengan ideologi bangsa, bahkan dapat merusak kecintaan generasi muda di masa depan untuk mempertahankan NKRI, masih dipelihara," tambahnya. (Qustulani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, AlaNu, Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 25 November 2017

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

Jakarta, Hari Santri 2018. Dalam kegiatan Workshop Kreator Konten dengan tujuan menyebarkan pesan damai di dunia maya, Selasa (1/9) di Hotel Fairmont Jakarta yang diselenggarakan oleh The Wahid Institute dan Google Indonesia, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau dan meminta Google agar tidak menaruh konten-konten negatif diurutan paling atas di mesin pencarian.

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Imbau Google Turunkan Rating Konten-konten Negatif

“Selain kebajikan yang sudah dilakukan, Google juga harus mempunyai kebijakan tegas terhadap konten-konten negatif dengan tidak memunculkan link-link negatif diurutan paling atas,” ujar Menag saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop tersebut.

Menag bercerita tentang pengalaman pribadinya saat dirinya mencoba mencari konten dengan kata kunci “Qital”. Ketika itulah dirinya mendapatkan konten sekaligus gambar-gambar yang menyeramkan berbalut panji-panji Islam diurutan atas.

Hari Santri 2018

“Tentu konten-konten tersebut memiliki dampak yang kurang baik bagi generasi muda. Apalagi mereka seringnya hanya membuka konten yang paling atas, tidak mau mencari hingga ke bawah untuk perbandingan,” ungkapnya.

Menag menjelaskan, bahwa konten-konten negatif yang dimaksud dirinya adalah, diantaranya konten yang menjurus pada radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama, baik dalam bentuk informasi, berita, gambar, dan video di You Tube.

Hari Santri 2018

Karena menurutnya, esensi agama harus menebarkan kebajikan dan memanusiakan manusia. “Sebab itu, deradikalisasi bukan upaya melemahkan agama seperti anggapan mereka, melainkan mencegah mental intoleran dan ekstrimisme,” paparnya.

Kepada generasi muda, Menag mengingatkan bahwa internet tidak bisa menjelaskan teks. Harus belajar kepada kiai, ustadz, maupun guru sehingga agama tidak dipahami secara instan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, penulis Biografi Gus Dur, Greg Barton, Aktivis Gender, Hussein Muhammad, Fasilitator untuk Rehabilitasi Teroris, Noor Huda Ismail, Jurnalis Perdamaian United Kingdom, Abdul-Rehman Malik, dan lebih dari 70 peserta dari berbagai latar belakang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, AlaNu Hari Santri 2018

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Cirebon, Hari Santri 2018 - Rapat Pleno PBNU yang berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon Jawa barat dari 23-25 Juli mengusulkan beberapa hal kepada PBNU. Di Komisi A yaitu Organisasi paling terakhir selesai karena banyaknya pembahasan dan banyaknya usulan.

Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi misalnya, mengemukakan tentang penyeragaman nama sekolah di lingkungan NU. Ia mengusulkan dari nama Ma’arif menjadi NU dengan memperhatikan aspek kesejarahan pendiriannya.

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Usulkan Penyeragaman Nama Sekolah NU

Pendapat Arifin ini mendapat bantahan dari salah seorang angggota komisi, misalnya KH Ghozali Masroeri terkait akan susahnya perubahan nama tersebut. Lembaga sekolah yang didirikan warga NU menurut pengalamannya, keberatan diganti.

Hari Santri 2018

Tapi menurut Arifin, penyeragaman itu tidak menghilangkan atau mengganti nama sekolah tersebut, melainkan menambahkan Nahdlatul Ulama. Namun penambahan tersebut harus disepakati terlebih dahulu berada di depan atau di belakang nama tersebut.

Selain penyeragaman sekolah, dibahas juga tentang usia untuk kepengurusan di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Peserta menyepakati maksimal umur Ketua PC 23 tahun, PW 25 tahun dan PP 27 tahun. Tak ketinggalan dibahas status Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di NU.

Rapat Pleno yang diketuai Robikin Emhas dan sekretaris Sulthonul Huda tersebut mengusulkan penyelenggaraan Munas dan Konbes digelar PBNU pada Juli 2017. Pada kesempatan tersebut disebutkan alternatif tempat yaitu di Bali, Kalimantan Timur, Lampung dan Banten.

Hari Santri 2018

Hal lain yang ditetapkan sebagai usulan di antaranya tentang Peraturan Organisasi (PO), kaderisasi, pedoman pembentukan badan otonom, sinergitas lembaga dan badan otonom, syarat menjadi pengurus NU, pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Hadits Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Kiai Maruf Amin: Boleh Beda Madzhab, Agama, dan Partai, Tapi NKRI Sudah Final

Tanggamus, Hari Santri 2018 - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin mengatakan bahwa perbedaan adalah fitrah. Semua orang memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kata Kiai Maruf Amin, setiap warga harus saling menghargai di dalam perbedaan.

Hal ini disampaikan KH Maruf Amin yang juga Ketua Umum MUI saat memberikan taushiyah pada puncak kegiatan Hari Santri Nasional 2017 Kabupaten Tanggamus di Taman Terbuka Hijau Kota Agung, Ahad (5/11).

Kiai Maruf Amin: Boleh Beda Madzhab, Agama, dan Partai, Tapi NKRI Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Boleh Beda Madzhab, Agama, dan Partai, Tapi NKRI Sudah Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Boleh Beda Madzhab, Agama, dan Partai, Tapi NKRI Sudah Final

"Kita harus menghargai setiap perbedaan baik itu beda madzhab, beda paham, dan beda partai sekalipun,” kata Kiai Maruf.

Ia mengatakan bahwa di Indonesia diskusi soal hubungan beragama dan bernegara sudah selesai. “Kita tidak boleh lagi menjadi kelompok yang intoleran dan kelompok yang menginginkan negara di dalam negara," jelasnya.

Hari Santri 2018

Ia menegaskan pula bahwa Indonesia sudah memiliki ideologi negara yang tepat di tengah kemajemukan yang ada di dalamnya.

"Indonesia adalah darus shulhi, negara yang dibangun atas kesepakatan anak bangsa. NKRI bagi NU sudah final," tegas Kiai Maruf. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, AlaNu Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock