Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Sumenep, Hari Santri 2018. Menjelang pembahasan APBD 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyoroti kinerja DPRD kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya, realisasi APBD pro-rakyat selama ini dirasa belum terbukti secara nyata.

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Demikian ditegaskan Ketua PCNU Sumenep K Pandji Taufik, Sabtu (30/11). Pihaknya menyatakan tidak bangga ketika ada anggota dewan yang membawa proyek kepada masyarakat.

"Saya lebih bangga manakala anggota dewan lebih serius dan mendalam bagaimana APBD betul-betul memihak kepada masyarakat," tekan mantan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep ini.

Hari Santri 2018

Karenanya, Kiai Pandji menganjurkan anggota dewan sebaiknya belajar metode pembahasan APBD kepada pihak yang lebih tahu. Menurutnya, tidak jarang anggota dewan justru hanya ikut-ikutan dalam proses penganggaran. Akibatnya, produk pengganggaran sering kali menjiplak tahun-tahun sebelumnya.

Lebih dari itu, transparansi pembahasan APBD juga dilakukan dan diketahui publik. Selama ini, diakui hal itu belum dilakukan. Yang tampak hanyalah kinerja anggota dewan yang sifatnya formalitas.

Hari Santri 2018

Jika masyarakat tahu tentang peruntukan APBD yang selama ini masih belum berpihak kepada rakyat, maka publik akan ikut membedah dan memperbaiki, tukasnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, memang RAPBD sejatinya menjadi tempat untuk mewujudkan harapan keadilan dan kesejahteraan. Proporsi belanja langsung untuk agenda rutin yang dijalankan birokrasi memang perlu diseimbangkan dengan belanja kerakyatan.

"Memang seharusnya berimbang dengan kebutuhan masyarakat, agar mereka mendapatkan keadilan dan kesejahteraan," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus NU Jateng memulai kembali tradisi lailatul ijtima’ setelah dua bulan vakum karena Ramadhan, Rabu (10/9). Malam penuh berkah ini yang dihadiri pengurus dan warga NU ini, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dipandu H M Arja Amroni.

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin Umar menuturkan, pelaksanaan lailatul ijtima ini menandai mulainya kegiatan rutin bulanan NU Jateng. Pelaksanaan lailatul ijtima ke depan, Abu Hafsin menambahkan, tidak akan dikaitkan dengan acara-acara di luar NU Jateng. Sehingga, pelaksanaannya tidak diundur-undur oleh sesuatu hal.

Perihal gerakan ektrem transnasional yang mengatasnamakan agama, Abu Hafsin menyatakan kegelisahannya. Ia mengimbau warga NU untuk mengamati gerakan keagamaan yang tidak sesuai dengan budaya Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Kita perlu mewaspadai gerakan yang seperti ini. Pasalnya, mereka juga tidak akan tinggal diam,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2018

Pertemuan rutin bulanan perdana ini diakhiri dengan taushiyah kebangsaan dan doa oleh Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Meme Islam, Khutbah Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Hari Santri 2018 - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Hari Santri 2018

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

Hari Santri 2018

?

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah

Jakarta, Hari Santri 2018. Peluncuran harlah ke-10 Hari Santri 2018 belangsung meriah di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam. 10 tahun Hari Santri 2018 diawali irama instrumental Selawat Badar dan Indonesia Raya oleh seniman violin berprestasi Sagaf Faozata Adzkiya.

Peluncuran 10 tahun Hari Santri 2018 diisi dengan penganugerahan Hadiah Asrul Sani (HAS) kepada lima orang yang telah mengabdikan dirinya bagi kepentingan umum sesuai dengan kategori yang ditentukan.

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah

Dari penganugerahan Hadiah Asrul Sani, acara peluncuran dilanjutkan dengan pidato kebudayaan yang disampaikan oleh M Jadul Maula. Sedikitnya 200 orang memadati lokasi. Mereka terdiri dari pelbagai kalangan mulai dari penyair, pelukis, novelis, wartawan, dan politisi.

Dalam mendengarkan nama para peraih HAS, para hadirin dipandu oleh dua awak redaksi Hari Santri 2018 A Khoirul Anam dan Abdullah Alawi. Pembawaan jenaka keduanya kerap memancing gelak tawa seisi ruangan. Pembawa acara sendiri Hamzah Sahal memiliki pembawaan yang humoris.

Namun begitu, suasana lentur ini sudah menjadi watak warga NU sehingga membuat nyaman siapa pun yang bertandang di Gedung PBNU seperti diungkap sineas Slamet Rahardjo saat menerima HAS.

Hari Santri 2018

Mereka yang tampak hadir adalah Ketua PBNU Kiai Maksum Mahfudz, Wasekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ, penyair Kiai Zawawi Imron, novelis Ahmad Tohari, sineas Slamet Rahardjo, aktor film Alex Komang, sejumlah politisi, serta pengurus banom dan lembaga NU.

Sementara awak redaksi Hari Santri 2018 dikejutkan dengan sumbangan kue Tar dari komunitas media sosial di twitter atas inisiatif sendiri. Dua batang lilin yang menyala tertancap kuat di tengah kue.

Hari Santri 2018

Rangkaian peringatan 10 tahun Hari Santri 2018 secara formal ditandai dengan tiupan lilin dan pemotongan kue oleh Ketua PBNU dan Wasekjen PBNU. Potongan kue itu diterima oleh dua redaktur senior Hari Santri 2018.

“10 Tahun Hari Santri 2018 patut dirayakan. Karena, Hari Santri 2018 sebagai media ormas tetap mempertahankan pakem jurnalistik. Dengan itu, Hari Santri 2018 dipercaya masyarakat. Bahkan pembacanya meningkat tajam di dua tahun terakhir” kata Pemred Hari Santri 2018 Syafi Ali Elha dalam sambutannya.

Di sela acara, Sagaf memainkan instrumen violinnya untuk tembang Ilir-Ilir dan sebuah karya komposer klasik Jerman Johann Sebastian Bach. Di tengah panggung, penampilan musik violinis muda itu membuat bisu para hadirin. Dalam pertunjukkan, ia hanya mengenakan busana lazim santri, sarung, kemeja batik, dan kopiah hitam.

Peringatan 10 tahun Hari Santri 2018 rencananya dirayakan selama empat bulan ke depan. Hari Santri 2018 pada kesempatan mendatang mempertunjukkan ratusan karya kiai di Indonesia, peluncuran radio streaming Hari Santri 2018, dan halaqah kebudayaan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Amalan, Habib Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Jember, Hari Santri 2018 - Muslimat NU tidak boleh mengenyampingkan peranan sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Sebab, selain memiliki tugas membimbing umat, Muslimat NU juga punya peran? lain yang selalu ditunggu masyarakat, yaitu gerakan sosial. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Sosial Muslimat NU di aula PB Soedirman Pemkab Jember, Ahad (16/10).

Menurut Nyai Emi, aksi sosial seperti menyantuni anak yatim tidak boleh dikesampingkan. Sebab, aksi tersebut merupakan gerakan nyata yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Bagi Muslimat NU sendiri, bulan Muharram ini kita jadikan sebagai bulan sosial,” tukasnya seraya menambahkan bahwa Anak Cabang (Ancab) Muslimat NU se-Kabupaten Jember sudah melakukan beragam aksi sosial sejak 2 Oktober lalu.

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Sementara itu, istri Wakil Bupati Jember Nyai Maimunah Mukit Arif menyatakan bangga dengan Muslimat NU Jember. Menurutnya, Muslimat NU Jember harus memelopori kegiatan-kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kaum dhu’afa.

Untuk itu, ia berharap agar Muslimat NU Jember dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam melakukan aksi-aksi sosialnya.

Hari Santri 2018

“Untuk mengoptimalkan perannya di bidang sosial, alangkah baiknya kalau Muslimat NU Jember bersinergi dengan PKK dan organisasi wanita lainnya dalam membantu warga yang kurang beruntung,” harapnya.

Hari Santri 2018

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan 26 Ancab Muslimat NU dan 285 Ranting Muslimat NU serta organisasi wanita seperti PKK dan Aisyiyah tersebut, Muslimat NU Jember memberikan santunan kepada 120 anak yatim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, PonPes, Khutbah Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Probolinggo, Hari Santri 2018. Sedikitnya 40 orang anggota Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan pembuatan kue kering dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Jum’at (11/12).

Dalam pelatihan tersebut, para anggota Muslimat NU dilatih supaya memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dimana selama pelatihan mereka diajari cara membuat kue wijen hitam, kue jeruk lemon dan kue lapis kelapa.

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, pelatihan pembuatan kue kering ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan pembuatan kue kering bagi anggota Muslimat NU sebagai calon wirausaha baru di Kabupaten Probolinggo.

Hari Santri 2018

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para anggota Muslimat NU serta meningkatkan perekonomian keluarganya. Sebab dengan memiliki ketrampilan, maka mereka mempunyai sumber pendapatan yang tetap,” katanya.

Santiyono menegaskan bahwa pelatihan ketrampilan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam menumbuhkan dan menciptakan calon wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

Hari Santri 2018

“Dengan dilatih membuat kue kering, setidaknya para anggota Muslimat NU mampu memberdayakan diri dengan mengembangkan bakat dan keahlian yang dimilikinya. Setidaknya kami bisa menanamkan jiwa entrepreneurship kepada kalangan Muslimat NU agar mau berusaha menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Faktor resiko utama terjadinya kaki diabet adalah adanya gangguan saraf dan gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus. Di mana hal tersebut biasanya dialami oleh penderita diabetes mellitus yang sudah lama, serta diperberat oleh pengendalian gula darah yang tidak baik. Pernyataan tersebut disampaikan dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/9).

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

?

Dijelaskan Atik, ada beberapa keadaan yang mempermudah terjadinya kaki diabet, yaitu kelainan bentuk kaki, kelainan tulang kaki, peningkatan tekanan atau beban pada kaki, kelainan pertumbuhan kuku, pemakaian sepatu yang tidak sesuai, riwayat luka pada kaki serta kurangnya perhatian penderita terhadap perawatan kaki.

?

Hari Santri 2018

"Bagi penyandang diabetes mellitus, masalah kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit yang paling ditakuti, karena dapat menyebabkan pembusukan dan amputasi kaki, belum lagi mengingat dampak ekonomis yang sangat besar, baik terhadap pasien, keluarga, maupun pemerintah," jelas Atik.

?

Pasien dengan kaki diabetik membutuhkan perawatan yang lama, biaya yang tidak sedikit serta risiko amputasi yang cukup besar. Kaki diabetes biasanya diawali adanya luka. Pengenalan terhadap faktor-faktor risiko dan pengenalan kelainan dini pada kaki diabetik akan sangat bermanfaat terhadap usaha pencegahan atau menurunkan kejadian kaki diabetik.

Hari Santri 2018

?

Gangguan saraf yang sering dikeluhkan penderita diabetes mellitus yakni rasa nyeri pada kaki seperti rasa terbakar, rasa tebal pada kaki, perasaan panas atau dingin, penurunan ambang rasa sakit-mati rasa terhadap suhu, rasa getar, produksi keringat yang menurun, kulit yang kering dan pecah-pecah dan kaki terasa lebih hangat.

?

Lebih lanjut Atik menjelaskan, gangguan aliran darah pada penderita diabetes di karenakan adanya pengerasan pada dinding pembuluh darah, penyempitan lubang pembuluh darah maupun adanya sumbatan pembuluh darah. Selain tingginya kadar gula darah, faktor tekanan darah, kadar kolesterol serta merokok merupakan faktor resiko untuk timbulnya sumbatan pada pembuluh darah. Sehinggga pengendalian yang optimal terhadap kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah serta berhenti merokok merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penderita diabetes mellitus.

?

"Gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus ditandai nyeri saat istirahat, terutama malam hari, ujung-ujung jari yang menghitam, luka yang tidak sembuh-sembuh, luka pada kaki atau jari-jari, kaki yang pucat saat diangkat ke atas, kulit kering dan bersisik, otot kaki yang mengecil, bulu-bulu rambut yang menipis," ungkapnya.

?

Upaya pencegahan kaki diabetik menjadi sangat penting. Beberapa upaya yang bisa dilakukan di antaranya memeriksaan kaki secara berkala, mengenali faktor resiko terjadinya kaki diabetic, edukasi pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan, gunakan alas kaki yang sesuai, atasi kelainan kaki yang ada sebelum timbul luka serta penanganan luka segera.

?

"Materi edukasi yang harus disampaikan kepada penyandang diabetes mellitus dan keluarga yakni melakukan pemeriksaan kaki setiap hari, jika pasien tidak dapat melakukannya harus ada seseorang yang melakukannya, cuci kaki setiap hari secara teratur dan langsung dikeringkan sampai sela-sela jari, selalu gunakan alas kaki saat berjalan baik saat di dalam maupun di luar rumah," katanya.

?

Tak hanya itu saja, sambung dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini, gunakan kaos kaki yang menyerap keringat jika memakai sepatu, jika menggunakan air hangat untuk mandi atau mencuci kaki, temperatur air tidak boleh lebih dari 37 derajat Celcius, gunakan thermometer untuk mengukur temperatur air, jangan gunakan bahan-bahan kimia untuk menghilangkan kalus (penebalan pada telapak kaki), periksa bagian dalam sepatu setiap akan dipakai, jika ada gangguan pada penglihatan, sebaiknya jangan memotong kuku sendiri.

?

Selain itu, gunakan pelembab atau krim untuk kulit kaki yang kering kecuali pada sela jari kaki, hindari penggunaan krim yang mengandung alkohol, ganti kaos kaki setiap hari, gunakan kaos kaki dengan lipatan menghadap keluar atau pilih kaos kaki yang tanpa lipatan.

?

"Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai dengan bentuk kaki, merupakan salah satu faktor penting timbulnya luka diabetik. Penyandang diabetes mellitus yang belum mengalami gangguan saraf, gangguan aliran darah maupun yang belum mengalami kelainan biomekanik pada kaki. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau terlalu longgar. Pilih sepatu yang lebih panjang sekitar 1-2 centimeter dari panjang telapak kaki. Lebar sepatuh arus sama dengan lebar kaki," ujarnya.

?

Mencoba sepatu baru sebaiknya pada posisi berdiri dan dilakukan pada sore hari. Cobalah sepatu pada kedua ? kaki. Jangan memilih bentuk sepatu yang runcing pada bagian depan. Untuk wanita hindari pemakaian sepatu dengan hak tinggi. Jika sudah terdapat tanda- tanda kelainan pada kaki, seperti terdapatnya penonjolan tulang sebaiknya pasien disarankan untuk konsultasi pada seorang ahli pembuat sepatu pada unit rehabilitasi medik Rumah Sakit terdekat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock