Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Jombang, Hari Santri 2018. Ajaran KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur  Presiden ke-4 Republik Indonesia tentang pluralisme, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) menjadi spirit bagi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr, berziarah langsung ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/12).

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Ditemani Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquen F. Monserrate, Blake  menemui KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus dur, di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Bersama Gus Sholah, rombongan dubes Blake menuju ke makam Gus Dur untuk tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan warisannya.

Selain ke makam Gus Dur, Hadratus Syaikh hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim. Gus Sholah juga memperkenalkan unit-unit pendidikan yang di kelola yayasannya keada dubes Blake. Bahkan dubes Blake dipersilahkan berdialog langsung dengan para santri yang pada waktu itu sedang belajar di salah satu ruang kelas.

Hari Santri 2018

Dalam konferensi pers bersama wartawan, Blake menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pondok Tebuireng, selain berziarah, juga dalam rangka memperingati warisan Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi dan HAM. “Peran Gus Dur sangat besar dalam tradisi demokrasi, dalam mengajarkan pluralisme , toleransi dan kemajemukan,” kata Blake.

Hari Santri 2018

Ia juga berharap masyarakat Amerika bisa belajar banyak tentang ajaran Gus Dur dengan datang langsung ke Pondok Pesantren Tebuireng. ”Kami berharap akan banyak orang Amerika yang datang ke sini untuk belajar tentang ajaran Gus Dur ini,” tambahnya.

Sedangkan Gus Sholah mengatakan bahwa ajaran Gus Dur dimulai dari ajaran peninggalan Wali Songo. “Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa khususnya, dengan menggunakan media tradisional, yaitu wayang. Wali Songo melakukan dialog dengan budaya lokal. Itu Islam yang juga ada di pesantren, itulah Islam yang mempengaruhi Gus Dur. Gus Dur mempunyai modal yang kuat, yaitu keluarganya, kedua orang tuanya, pesantren, dan NU,” ungkap Gus Sholah. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, Budaya, RMI NU Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Hilal Terlihat di Gresik

Jakarta, Hari Santri 2018. Alhamdulillah, hilal atau sebagai pertanda masuknya awal bulan Syawal terlihat di bukit Condro Dipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik pukul 17.37 WIB. Dengan demikian Idul Fitri akan bersamaan.

Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hilal Terlihat di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hilal Terlihat di Gresik

Dua orang saksi yang melihat hilal adalah H Inwahuddin dan Ahmad Azar, tim dari LFNU.

“Meskipun sudah ada yang melihat bulan, keputusan resminya akan menunggu sidang isbat di Kementerian Agama,” kata Nahari Muslih, sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Rabu (8/8).

Hari Santri 2018

Dari sejumlah laporan yang masuk ke tim Lajnah Falakiyah NU di gedung PBNU, sejumlah lokasi seperti Papua, Makassar, Bali, Masjid Agung Jawa Tengah, Blitar dan lainnya semuanya mendung tebal. Pesimisme menghantui karena adanya kekhawatiran lebaran jatuh pada hari Jum’at. Terlihatnya di Gresik menjadi kabar gembira bagi semuanya.

Hari Santri 2018

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, RMI NU, Syariah Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU

Takalar, Hari Santri 2018. Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU, 1-5 Agustus di Jombang, salah satu diskusi yang belum usai adalah kembalinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menjadi Badan Otonom NU. Pro dan kontra di internal PMII juga masih menemui jalan buntu. Namun di tengah perdebatan tersebut, PMII Cabang Takalar Sulawesi Selatan memilih menyetujui PMII kembali ke NU.

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cabang Takalar Setujui PMII Kembali ke NU

Seperti diungkapkan Ketua PMII Cabang Takalar Musafir, bahwa sudah saatnya PMII kembali ke rumah ditempat dia dilahirkan.

"Menurut kami PMII sudah saatnya kembali ke NU, mengingat sejarah PMII dilahirkan dari NU dan harusnya mengabdi untuk NU sebagai bagian yang tidak terpisahkan," ungkap Musafir.

Hari Santri 2018

Lanjut menurut Musafir, selama ini PMII dirasa sudah cukup jauh dari ulama yang berimbas pada semakin kaburnya pemahaman aswaja kader-kadernya. Padahal PMII adalah anak kandung NU yang seharusnya sudah waktunya kembali untuk membesarkan NU.

Selain itu alasan independensi PMII di masa lalu adalah lantaran NU menjadi partai politik, tapi sekarang NU telah lama kembali  ke khittahnya sehingga tidak ada lagi alasan untuk terus berada diluar. Ajakan NU agar PMII kembali wajib dipatuhi.

Hari Santri 2018

Meskipun demikian, kembalinya PMII ke NU bukan berarti  NU akan akan terlalu jauh mengintervensi kepentingan internal PMII, seperti yang ditakutkan oleh sebagian kader PMII yang tidak setuju PMII kembali ke NU.

"Secara tegas kami PMII Cabang Takalar setuju PMII kembali ke NU, dan kami berharap PB PMII bersama sahabat-sahabat  kader PMII lainnya juga setuju dengan hal tersebut," tegas Musafir. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Sukabumi, Hari Santri 2018



Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sukabumi menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dengan tema "Membentuk Kader Militan Ideologis dan Berkarakter Ahlusunnah wal-Jama’ah AnnahdLiyah" di gedung Majelis Talim Al-Jalaliyah Kp. Nangka Beurit RT 06/04 Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu pada Sabtu-Ahad, 30 September-1 Oktober.

Acara yang diselenggarakan enam Pengurus Anak Cabang, meliputi Kecamatan Cicurug, Cidahu, Kalapanunggal, Parakansalak, Bojonggenteng, dan Kabandungan ini diikuti 43 peserta. Namun yang lulus PKD hanya 31 peserta.

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam PAC GP Ansor Sukabumi Laksanakan PKD

Menurut Ketua Panitia, Gusfirli Sumapraja, kaderisasi adalah usaha sadar untuk menananmkan nilai dan ideologi menguatkan karakter dan militansi, meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan potensi  dan kecakapan organisasi serta membangun kapasitas gerakan pada diri kader untuk mempertinggi harkat dan martabat dan meneruskan perjuangan.

Setelah dibaiat, peserta PKD mendapat tugas yang harus dilaksanakan di tempat masing-masing, di antaranya adalah bersilaturahim kepada ustad pertama belajar ngaji. Kemudian bersilaturahim kepada para ajengan setempat. 

Pada silaturahim tersebut, para peserta harus memohon didoakan untuk berorganisasi Ansor.

Hari Santri 2018

Tugas lain adalah, para peserta harus hadir pada peringatan Hari Santri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober di GOR Korpri Sukabumi.

Pada PKD itu dihadiri Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, Kapolsek Cidahu AKP Simin A Wibowo, Camat Cidahu Ading Ismail, MWC NU Cicurug/LAZISNU Ade Yogi, Ketua MUI Kecamatan Cidahu Ustad Dudeh Wahyudin serta para jamaah Khatam Al-Quran Cidahu. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 RMI NU Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

Hari Santri 2018

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

Depok, Hari Santri 2018. Pengurus PMII Depok memperkenalkan lagu Hubbul Wathon Minal Iman karya KH Abdul Wahab Chasbullah kepada puluhan peserta Mapaba di villa Jonjon, Bogor, Jumat-Ahad (28-30/11). Selepas sembahyang Ashar, mereka mengajak peserta menyanyikan lagu perjuangan.

Lagu yang mengandung pembangkitan semangat cinta Tanah Air ini, sengaja dihadirkan di kalangan peserta di tengah banyaknya ideologi yang mencoba mengusik kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

“Lagu ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan pengorbanan kaum santri terhadap proses pendewasaan bangsa”, tegas Alfany, salah seorang pemateri Mapaba.

Hari Santri 2018

Peserta berasal dari berbagai fakultas di UI. Selain mereka, turut pula peserta Mapaba asal STAN. Mereka tidak hanya dilatih kemampuan pengembangan softskill, namun juga diimbangi dengan aspek spiritual melalui mujahadah.

“PMII sebagai pergerakan dengan roh aswaja harus menempatkan aswaja menjadi prioritas utama dalam proses Mapaba,” terang pemateri lainnya Ahmad Solehan yang lazim disapa Kang Alex.

Hari Santri 2018

Untuk menginternalisasikan nilai-nilai keaswajaan, peserta juga diajak bermain dalam bentuk game yang mengasyikkan sambil memperdalam apa itu aswaja. (M Agus Fuat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, RMI NU, Sunnah Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

NU Klaten Hadirkan 30 Dai Santri di Klaten Selama Ramadhan

Klaten, Hari Santri 2018

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten tahun ini mendatangkan puluhan dai santri dari beberapa pesantren untuk ikut mewarnai kegiatan dakwah Ramadhan di Kabupaten Klaten. Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Dakwah NU Klaten ini mendapat respon positif dari masyarakat.

NU Klaten Hadirkan 30 Dai Santri di Klaten Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Klaten Hadirkan 30 Dai Santri di Klaten Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Klaten Hadirkan 30 Dai Santri di Klaten Selama Ramadhan

Ketua LDNU Klaten Kiai Hamam Baihaqi menjelaskan, ada tiga puluhan santri yang tahun ini didatangkan dari tiga pesantren. Yakni dari Pesantren Api Tegalrejo, Pesantren Lirboyo, dan Pesantren Pacul Gowang.

“Alhamdulillah, di tahun ini ada sekitar 30 (santri-red). Insyaallah di tahun depan ada 100 (santri-red),” kata Kiai Hamam pada acara Silaturahim dan Koordinasi Pengurus PC/MWC/Ranting di Pendopo Pemda Klaten, Selasa (28/6).

Hari Santri 2018

Kegiatan Ramadhan LDNU Klaten ini mengambil tema ‘Membumikan Ajaran Aswaja dengan Cerdas, Bijak, dan Santun’.

Hari Santri 2018

“Cerdas artinya diberi bekal kaidah-kaidah agama dengan baik sehingga tidak sekadar pokokmen-pokokmen (harus seperti ini, harus seperti itu-red),” jelasnya pada acara yang sekaligus digunakan sebagai pelepasan dai santri ini.

Setelah beberapa minggu berdakwah, Kiai Hamam menyatakan jika respon masyarakat yang ditinggali para santri menunjukkan respon yang sangat positif. “Respon masyarakat luar biasa” lanjut Kiai Hamam.

Menurut Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Mukhlis Hudaf, animo masyarakat yang tinggi terhadap program ini merupakan bukti akan harapan masyarakat kepada Nahdlatul Ulama.

“Masyarakat menerima dengan baik keberadaan santr-santri yang diterjunkan. Artinya, masih mengharapkan NU,” ungkapnya? dalam kesempatan yang sama. (Pekik Nur Sasongko/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU Hari Santri 2018

Kamis, 11 Januari 2018

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral

Surabaya, Hari Santri 2018. Mahasiswa Ahli At-Thariqah An-Nahdliyyah (MATAN), sayap anak muda Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah, ingin melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bermoral.

Ketua Umum PP MATAN DR. KH. Hamdani Muin mengatakan, bahwa arah tujuan organisasi yang didirikan di Malang tersebut, adalah sebagai jawaban atas problematika bangsa, yaitu krisis moral.

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral (Sumber Gambar : Nu Online)
MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral (Sumber Gambar : Nu Online)

MATAN Ingin Lahirkan Pemimpin Bermoral

JATMAN melalui MATAN, berkomitmen untuk melahirkan kader-kader pemimpin bangsa yg memiliki integritas dan moralitas," katanya pada sambutan pelantikan PW MATAN Jawa Timur, PC Kota Surabaya dan PC Kabupaten Sidoarjo, di Pondok Pesantren Nurul Khoir, Surabaya, (24/2).

Hari Santri 2018

Dengan mengharap ridho dari para mursyid dan masyayikh, sambung Hamdani, MATAN siap berkiprah untuk Bangsa. Tentunya tanpa membawa organisasi ini ke dalam ranah politik praktis.

Acara tersebut dihadiri masyarakat, pemuda dan para Masyayikh JATMAN dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Ikut memberikan sambutan pada acara pelantikan tersebut, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Hari Santri 2018

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, RMI NU, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini

Probolinggo, Hari Santri 2018 - Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja. Mereka bekerja sama dengan melibatkan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Jum’at (27/5).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang kader IPNU dari Kecamatan Sumberasih dan Wonomerto. Dalam sosialisasi ini BPPKB merangkul Dosen UPM Probolinggo Abdul Halim yang memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan bagi remaja IPNU.

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini

“Remaja IPNU tidak boleh takut. Belajarlah untuk meraih derajat pendidikan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari keluarga miskin. Tetap semangat untuk sekolah. Pertolongan Allah SWT tidak bisa diukur dengan akal, asalkan mau berusaha dan berdoa,” katanya.

Hari Santri 2018

Sementara Kepala Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan, IPNU sengaja dilibatkan karena organisasi ini mewadahi unsur remaja dan pemuda di NU sehingga diharapkan akan menjadi garda terdepan atau pioner dalam menyuarakan tentang usia perkawinan yang ideal.

“Penyebab pernikahan dini itu tidak hanya dari faktor orang tua, tetapi juga kalangan remaja yang kurang ada motivasi diri dalam hal pendidikan. Jika anak mempunyai semangat, maka orang tua mau tidak mau akan memberikan dukungan,” katanya.

Hari Santri 2018

Menurut Herman, hingga akhir tahun 2015 angka pernikahan dini di dua kecamatan ini sangat tinggi. Di Kecamatan Sumberasih, tercatat 284 pernikahan dini dari total 483 pernikahan atau 58,80% dan Wonomerto tercatat 160 pernikahan dini dari total 312 pernikahan atau 51,28%.

“Remaja IPNU sengaja dilibatkan karena ternyata masih rentan dengan pernikahan dini. Kami akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang matang dan ideal,” pungkasnya.

Ketua IPNU Kabupaten Probolinggo Babussalam menyambut baik atas dilibatkannya kader IPNU untuk menekan angka pernikahan dini.

“Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya remaja masih rentan dengan pernikahan dini, terutama yang ada di desa-desa. Tapi dengan keterlibatan IPNU ini mudah-mudahan bisa banyak membantu program pemerintah dalam menekan angka pernikahan dini,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Nusantara Hari Santri 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Hari Santri 2018. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Ulama, RMI NU Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Kuliah ke Tiongkok

Probolinggo, Hari Santri 2018



Sejak tahun 2010 lalu, sedikitnya 111 santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo berhasil melanjutkan kuliahnya ke sejumlah perguruan tinggi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Umumnya mereka mendapatkan beasiswa dari Pemerintah RRT.

Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Abd Hamid Wahid mengatakan bahwa para kiai sepuh pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid sejak awal sudah menyadari akan pentingnya para santri mendalami berbagai bidang ilmu, tidak hanya agama.

Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Kuliah ke Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Kuliah ke Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Nurul Jadid Paiton Kuliah ke Tiongkok

“Pondok pesantren ini tidak hanya mencetak ulama, tapi di semua bidang apa pun, tapi jiwanya tetap santri. Karena itulah pesantren kami sangat terbuka untuk berbagai bidang ilmu, termasuk santri mau melanjutkan ke mana,” katanya, Rabu (6/9).

Menurut Kiai Hamid, kini sudah ada beberapa santri lulusan Republik Rakyat Tiongkok yang kembali ke Indonesia dan mengabdi di berbagai bidang kehidupan, seperti menjadi guru atau berkiprah di berbagai instansi. 

“Artinya setelah dari Tiongkok, mereka langsung mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.

Hari Santri 2018

Selain pilihan bahasa jelas Kiai Hamid, kini banyak pilihan jurusan eksakta. Seperti teknik dan kedokteran yang menjadi pilihan santri untuk belajar di negeri Tirai Bambu itu.

“Ada juga santri yang kuliah di sana kedokteran dengan biaya sendiri dan bukan beasiswa. Tapi kalau dihitung, nilainya tetap lebih murah daripada kuliah kedokteran di Indonesia,” pungkasnya. 

Pondok Pesantren Nurul Jadid yang berada di Desa Karanganyar Kecamatan Paiton, Probolinggo merupakan salah satu pondok pesantren besar di Indonesia yang saat ini mendidik ribuan santri dengan lembaga pendidikan yang cukup lengkap. Mulai dari MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga perguruan tinggi. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU Hari Santri 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

Kudus, Hari Santri 2018. Tahun kelahiran Nahdlatul Ulama sudah tercatat pada soko (tiang penyangga) Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jawa Tenah. Pada soko tersebut tertulis kalimat Arab yang berbunyi “matatil bid’ah biqiyami hujjah liahlis sunniyah" yang ditulis oleh pengusaha ubin Kudus KH Ahmad Kamal.

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

“Kalimat itu kalau dihitung per huruf abjadnya berjumlah 1344 sesuai tahun kelahiran NU dari hitungan Hirjiyah. Bila sampai tahun 1435 H ini? berarti sudah tepat NU diperingati harlah ke-91,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam acara Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU di Aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5) malam.

Mbah Syaroni, sapaan akrabnya, mengingatkan kembali supaya harlah NU diperingati berdasarkan hitungan Hijriyah, yakni pada 16 Rajab 1344 yang bertepatan 31 januari 1926. Di sampaing itu, peringatan harlah NU tidak perlu diubah menggunakan kata “Hari Ulang Tahun (HUT)”.

Hari Santri 2018

“Rahasianya, istilah harlah itu dari kata maulid, sedangkan HUT itu sama saja dengan Haul. Kalau haul berarti memperingati kematian padahal NU tidak mati,”jelas.

Hari Santri 2018

Hikmah peringatan harlah NU, menurut pengasuh pengajian rutin Jum’at pagi di Masjid Menara Kudus, adalah untuk mengulangi semangat baru dalam berjuang. Biasanya nafsu seseorang itu senang hal? baru sehingga harlah NU sangat penting diperingati.

“Semoga perjuangan ke depan, NU tetap menjadi jam’iyyah yang besar dan jaya memperjuangkan kemaslahatan ummat,” ujar Mbah Sya’roni yang diamini semua pengurus NU yang hadir.

Sementara itu, Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi menegaskan, NU pada masa kepemimpinannya ini akan menata kepengurusan di semua tingkatan serta memperkuat lembaga.

“PCNU Kudus juga akan membangun sumber daya manusia yang kuat melalui penguatan bidang pendidikan,” tandasnya saat menyampaikan sambutan harlah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, RMI NU, Nasional Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan

Menado, Hari Santri 2018. Pujian dan apresiasi tentang keberhasilan kerukunan yang datang dari berbagai pihak, tidak boleh membuat Indonesia terlena, tetapi harus tetap mawas diri, karena kerukunan umat beragama bukan merupakan sesuatu yang stagnan dan final, kata Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.Soc.Sc.

Gunaryo menyatakan hal itu di hadapan para pejabat Kementerian Agama se-Indonesia pada rapat Optimalisasi Program Kerja PKUB dan Kantor Wilayah Kementerian Agama seluruh Indonesia di Manado beberapa waktu lalu.

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan

Ia menjelaskan, kerukunan terus mengalami perubahan, kadang sangat sederhana tetapi pada kondisi tertentu sangat kompleks terkait dengan berbagai dinamika kehidupan sosial yang berkembang. Kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat terkait kerukunan tersebut yang harus dimiliki oleh kita semua yang memiliki kepedulian dalam menjaga dan melestarikan kerukunan.

Hari Santri 2018

Tantangan terhadap kerukunan ternyata tidak semakin berkurang seiring dengan kondusifnya suasana kerukunan itu sendiri, melainkan justru makin bertambah. Selain permasalahan seputar rumah ibadat, penyiaran agama, penodaan agama.

Hari Santri 2018

"Secara nyata kita dapat menyaksikan merebaknya berbagai paham keagamaan yang keluar dari arus pemahaman arus utama yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap wajah kerukunan. Pada titik tertentu kondisi ini tidak menimbulkan masalah," ia menjelaskan.

Tetapi, ia melanjutkan, manakala ekspresi keagamaanya berbenturan dengan sistem dan paham keagamaan mainstream secara tajam baru akan menimbulkan permasalahan. Ekspresi keagamaan terbaru yang keluar dari arus utama setidaknya dapat digolongkan dalam dua kutub ekstrem, kutub pertama dikenal dengan kutub radikalisme dan kutub kedua adalah liberalisme.

Kutub radikal ditandai dengan berbagai sikap fanatisme, dan yang paling berat adalah kelompok yang selalu mengatakan bahwa di luar dirinya adalah salah secara mutlak. Ekspresi yang berlebihan dari sikap ini dapat berpotensi mengganggu kerukunan.

Kutub ekstrem lain dikenal dengan sebutan paham keagamaan liberal.

Corak keagamaan liberal pada dasarnya sangat menghargai kerukunan dan multikulturalisme tetapi terjerumus pada sekulerisme, inklusifisme, dan pluralisme agama tanpa kendali yang jelas, katanya.

Sementara sekulerisme dipahami dengan menganggap bahwa agama itu tidak ada urusan dengan dunia maupun negara. Inklusifisme dipahamai secara sangat ekstrem dengan menganggap agama kita dan agama orang lain itu posisinya sama, saling mengisi, mungkin agama kita salah, agama lain benar. Tidak boleh mengakui bahwa agama kita saja yang benar," tuturnya.

Lebih-lebih lagi, ia mengatakan, faham pluralisme dipahami dengan menganggap semua agama itu sejajar, paralel, prinsipnya sama, hanya beda teknis. Hal yang harus diwaspadai dalam corak keagamaan liberal ini adalah rusaknya nilai-nilai akidah dan sakralitas dari agama itu sendiri.

"Yang ingin kita tuju adalah kerukunan yang tidak perlu mengorbankan akidah dan kemurnian masing-masing agama," ujarnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Hari Santri 2018 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

Hari Santri 2018

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Pangandaran, Hari Santri 2018. Sebanyak 700 jamaah memenuhi pesantren Islahiyah Wonoharjo, Pangandaran, Ahad (26/10) malam. Mereka membaca sholawat dan doa bersama pada malam tasyakuran tahun baru Hijriyah yang digagas IPNU Pangandaran. Seratus penabuh rebana yang membuka sholawatan, menambah meriah malam pergantian tahun.

Ketua IPNU Pangandaran Arif Rahman Hakim mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mensyiarkan dakwah Aswaja NU. “Kita ingin membumikan sholawat di kabupaten yang baru terbentuk ini.”

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Sementara pengasuh pesantren Islahiyah KH Irfanuddin pada malam tasyakuran yang bertajuk “Indonesia Bershalawat, Indonesia Selamat” mengapresiasi para pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran yang menginisiasi kegiatan ini.

Hari Santri 2018

“Semoga ke depan agenda sholawat bisa diadakan secara rutin bulanan oleh pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran,” kata Kiai Irfan. (Aris Purnama Arvat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Hadits, RMI NU Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Sumedang, Hari Santri 2018

Sebagaimana sudah disepakati pada rapat kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang tahun lalu, kegiatan PCNU Sumedang untuk tahun 2017 akan lebih banyak difokuskan pada kegiatan kaderisasi.

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Madrasah Kader PCNU Sumedang Segera Direalisasikan

Hal tersebut disampaikan Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh dalam kegiatan rapat pleno dan buka bersama seluruh pengurus PCNU setempat, lembaga, dan badan otonom NU di Aula PCNU Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/6).

“Pada rapat kerja tahun yang lalu saya menegaskan seluruh banom dan lembaga supaya merealisasikan kegiatan kaderisasi ini. Alhamdulillah ada beberapa banon dan lembaga di PCNU Sumedang ada yang sudah melaksanakannya dan ada juga yang baru merencanakan,” lanjut H Sadulloh.

Hari Santri 2018

Lembaga dan banom yang sudah melaksanakan yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, Ikata Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Jam’iyatul Qurra wal Huffadh NU (JQH NU), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim NU (LPBI NU), Lembaga Pendidikan Maarif NU, dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTN NU), Lembaga Ta’mir Majid NU (LTM NU), dan Lembaga Dakwah NU (LDNU).

Hari Santri 2018

“Di PCNU sendiri sudah insyaallah bulan depan akan melaksanakan kegiatan madrasah kader NU. Madrasah kader NU ini wajib diikuti oleh seluruh pengurus NU dari tingkat ranting sampai tingkat cabang. Ke depannya seluruh warga NU yang akan menjadi pengurus NU wajib mengikuti dulu madrasah kader NU,” tutur H Sadulloh.

Beberapa lembaga dan banom yang sudah mengajukan kegiatannya yaitu, LPNU (Lembaga Perekonomian NU) akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan dalam rangka memperkuat perekonomian warga NU, LPPNU (Lembaga Pengembangan Pertanian NU) akan melaksanakan pelatihan budaya jamur, ISNU akan melaksanakan bedah buku Islam Nusantara, Banser dan Ansor akan melaksanakan diklatsar, Lesbumi akan melaksanakan ruwatan hajat bumi, LTM NU akan melaksanakan pelatihan muharrik masjid.

“Insyaallah PCNU Sumedang juga akan merintis? klinik kesehatan yang diprakarsai oleh LKNU, dan yang terakhir Lakpesdam NU akan ada pelatihan manajemen organisasi NU. Semua program kerja ini harus selesai pada tahun 2017 karena ini amanat hasil rapat kerja tahun yang lalu,” tegas H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Jadwal Kajian, Syariah, RMI NU Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas

Cirebon, Hari Santri 2018. Ada tradisi unik dan edukatif yang dilakukan oleh para siswa/i madrasah Tsanawiyah dan Aliyah NU Assalafie pondok pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, yaitu tradisi corat-coret di selembar kertas mengungkapkan rasa suka cita atas selesainya proses ujian nasional, setiap siswa/i saling menukar hasil "lukisan tangan" kepada temannya, sembari mengucapkan selamat.

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas (Sumber Gambar : Nu Online)
Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas (Sumber Gambar : Nu Online)

Corat-Coret di Kertas, Donasikan Baju Bekas

Tradisi ini mendapat respon positif dan apresiasi luar biasa dari wali siswa/i dan masyarakat sekitar, pasalnya banyak sekali para pelajar yang melakukan tindakan tidak produktif dan tidak edukatif saat lulus dari jenjang pendidikan setingkat SLTP dan SLTA.?

"Menurut saya ini sangat luar biasa, para siswa/i semuanya tertib, produktif dan inspiratif, alhamdulillah suatu aktifitas yang sangat jarang ditemukan di dunia pendidikan kita" ujar H. Abdullah Bukhori salah seorang wali santri asal Riau.

Saat ini peserta didik di MTs dan MA NU Assalafie berjumlah 620 orang, datang dari berbagai kota dan propinsi di Tanah Air, hal ini karena lembaga pendidikan ini menyatu dengan pondok pesantren, sehingga para peserta didik diharuskan menetap di pesantren putra putri Assalafie atau pesantren-pesantren lainnya yang ada di Babakan Ciwaringin.

Hari Santri 2018

"Alhamdulillah setiap tahunnya baju seragam mereka utuh tidak ada yang dirobek atau dicorat coret, kami mendonasikan baju seragam para siswa/i kelas akhir kepada pihak yang membutuhkan, ekspresi kebahagiaan mereka dicurahkan dengan menulis dan melukis di atas kertas,” jelas KH. Arwani Syaerozi, Ketua Yayasan Kebajikan Pesantren (YKP) Babakan Ciwaringin, yang menaungi kedua lembaga tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Humor Islam Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Kemenag Launching Kamus Istilah Keagamaan dan Al-Qur’an Bahasa Lokal

Jakarta, Hari Santri 2018. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keragaman bangsa, Kementerian Agama menerbitkan Kamus Istilah Keagamaan (KIK) dan Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Daerah. Launching kedua karya Produk Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan ini dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM Rasjidi kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Kamis (3/12) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Kemenag Launching Kamus Istilah Keagamaan dan Al-Qur’an Bahasa Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Launching Kamus Istilah Keagamaan dan Al-Qur’an Bahasa Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Launching Kamus Istilah Keagamaan dan Al-Qur’an Bahasa Lokal

Selain pejabat eselon I dan II Kemenag, launching tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama yang kemudian menerima karya tersebut dan diberikan langsung oleh Menteri Agama. 

Dikatakan Menag, Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Daerah terdiri dari 3 bahasa; Minang, Jawa dan Dayak. Menag berharap, karya ini bisa bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Hari Santri 2018

“Untuk KIK,  kamus istilah keagamaan tersebut memiliki sekitar 9314 istilah. Semoga dapat mencerdaskan masyarakat Indonesia dari istilah keagamaan yang ada,” kata Menag.

Hari Santri 2018

Disampaikan Menag, Kamus Istilah Keagamaan (KIK) yang memuat laman (entri) semua agama; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, diharapkan mampu memberikan sumbangsih untuk mencerdaskan masyarakat Indonesia umumnya dan umat beragama pada khususnya dalam memahami kata, istilah, atau konsep terkait dengan masalah keagamaan yang terdapat pada keenam agama tersebut di Indonesia, papar Menag.

Melalui pemahaman akan persamaan dan perbedaan “konsep” atau terminologi pada masing-masing agama ini, diharapkan dapat mereduksi, mengeliminasi, atau menghindari terjadinya kesalah-pahaman antar ajaran oleh pemeluk agama yang berbeda. 

“Dengan kata lain, KIK yang “multi-kultur” ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai media komunikasi umat beragama untuk menghindarkan perselisihan yang bersumber dari perbedaan pemahaman terhadap konsep ajaran agama,” ujar Menag.

Selain menjadi medium memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama, KIK dan terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Daerah ini diharapkan menjadi media pendidikan agar masyarakat menghargai perbedaan dalam keyakinan beragama dalam upaya penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

“KIK dapat difungsikan sebagai buku rujukan dalam penulisan buku baik buku pelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan maupun buku bacaan umum,” tutur Menag.

Selain KIK, Menag berharap, secara substantif, paling tidak, penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah memiliki beberapa manfaat pokok, yaitu; Pertama, memberikan pelayanan keagamaan umat, terutama bagi yang tidak akrab dengan Bahasa Indonesia, dengan kehadiran Terjemah Al-Qur’an Bahasa Daerah, maka masyarakat lokal (daerah) memiliki kesempatan untuk memahami isi Al-Qur’an itu sendiri, yang kemudian bisa mengamalkannya sebagai pedoman hidup kesehariannya. Kedua, diharapkan dapat  membantu pelestarian, konservasi, atau pemeliharaan budaya lokal, khususnya bahasa sebagai unsur terpenting dari suatu budaya.

Sebelumnya, Kabalitbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud menyampaikan, kamus yang memuat 9314 entry ini sangat penting bagi masing-masing agama, dan merupakan produk yang pertama di Indonesia.

”KIK ini yang pertama di Indonesia, yang disiapkan oleh tokoh-tokoh agama pada bidangnya,” kata Mas’ud.

Selain pejabat eselon I, II dan sejumlah pimpinan PTKN, launching ini di hadiri tokoh-tokoh lintas agama dari perwakilah seluruh Indonesia. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Amalan Hari Santri 2018

Rabu, 15 November 2017

Universitas Islam Makassar Bentuk UKM Anti Narkoba

Makassar, Hari Santri 2018. Universitas Islam Makassar (UIM) membentuk ? Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba (Gamatika) yang resmi dikukuhkan oleh Rektor UIM Dr. Majdah Agus AN di Aula Mini UIM Gedung C, Jl. Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat, (9/1).?

Universitas Islam Makassar Bentuk UKM Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Islam Makassar Bentuk UKM Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Islam Makassar Bentuk UKM Anti Narkoba

Dalam sambutannya, Ketua Umum Gamatika UIM Alamsyah Gojali ? mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bekerja sama tentang bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan UIM dan umumnya pemuda di Sulawesi Selatan.

“Kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa UIM untuk meningkatkan prestasinya dengan bebas dari jeratan narkoba,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Kemudian Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan AKBP Rosna Tombo menuturkan, sangat mengapresiasi terbentuknya UKM Gamatika UIM sebagai kepanjangan tangan BNN untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda.

Hari Santri 2018

Rosna juga menerangkan, jumlah masyarakat yang positif menggunakan narkoba sudah mencapai ? 650 juta jiwa, dimana 38% mahasiswa dan pelajar yang positif menggunakan narkoba dan negara dirugikan sekitar 1,5 Miliar setiap tahunnya.

“BNN Sulawesi Selatan selalu siap memberikan dukungan untuk Gamatika UIM ini,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIM bangga dengan terbentuknya UKM anti narkoba ini di tengah penyalahgunaan narkoba yang sudah menjerat berbagai lapisan masyarakat mulai dari pengusaha, publik figur, akademisi, pelajar, dan mahasiswa.

Dalam pengukuhan ini, tampak hadir Wakil Rektor (Warek) I UIM Musdalifah Mahmud, Warek II Saripuddin Muddin, Warek III Abd Rahim Sanjata, Warek IV Nur Taufiq Sanusi, Pimpinan Fakultas se Universitas Islam Makassar, dan ratusan mahasiswa yang bergabung dalam Gamatika UIM. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Senin, 06 November 2017

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ali mengaku hatinya teriris saat pada satu kesempatan ia mendengar cerita para korban aksi teror. Keadaan tangan atau tubuh mereka melepuh akibat serangan bom teroris. Ia menyesali perbuatannya.

Ia menyadari apa yang dilakukan teroris itu salah. Bagaimana dapat diterima akal, bom dirakit, dibawa dengan mobil dan diledakkan di tempat umum?

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Fauzi Tidak Kuat Dengar Cerita Penyintas Aksi Teror

”Selama seminggu saya tidak bisa tidur,” tutur Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media yang diinisiasi Aliasni Indonesia Damai (Aida) bekerja sama dengan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Faktor itulah yang mengubah Ali. Bukan hanya sadar bahwa aksi teror itu salah, tetapi juga keberaniannya menentang aksi yang dilakukan kelompok teror.

Hari Santri 2018

Akibatnya ia sendiri menerima ancaman nyata dari pihak teman-teman lamanya yakni kalangan teroris,

Tahun 2011 pintu rumahnya pernah dipasangi bom. Bila ia membuka pintu tersebut, bom akan meledak dan sangat mungkin menghancurkan rumah dan dirinya.

Hari Santri 2018

Beruntung, ia ditolong oleh burung-burung perkutut yang dimilikinya. Di rumahnya, ia memelihara lebih dari 200 burung perkutut. Burung-burung itu tampak beterbangan dan gaduh di sekitar rumah.

Ali keluar melalui pintu belakang. Saat mendekati pintu depan dari arah luar, Ali melihat ada bungkusan yang ternyata bom. Ali pun menjinakkan bom tersebut, juga menghubungi pihak kepolisian. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 RMI NU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock