Senin, 19 Februari 2018

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Jombang, Hari Santri 2018. Ajaran KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur  Presiden ke-4 Republik Indonesia tentang pluralisme, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) menjadi spirit bagi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr, berziarah langsung ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/12).

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Ditemani Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquen F. Monserrate, Blake  menemui KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus dur, di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Bersama Gus Sholah, rombongan dubes Blake menuju ke makam Gus Dur untuk tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan warisannya.

Selain ke makam Gus Dur, Hadratus Syaikh hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim. Gus Sholah juga memperkenalkan unit-unit pendidikan yang di kelola yayasannya keada dubes Blake. Bahkan dubes Blake dipersilahkan berdialog langsung dengan para santri yang pada waktu itu sedang belajar di salah satu ruang kelas.

Hari Santri 2018

Dalam konferensi pers bersama wartawan, Blake menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pondok Tebuireng, selain berziarah, juga dalam rangka memperingati warisan Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi dan HAM. “Peran Gus Dur sangat besar dalam tradisi demokrasi, dalam mengajarkan pluralisme , toleransi dan kemajemukan,” kata Blake.

Hari Santri 2018

Ia juga berharap masyarakat Amerika bisa belajar banyak tentang ajaran Gus Dur dengan datang langsung ke Pondok Pesantren Tebuireng. ”Kami berharap akan banyak orang Amerika yang datang ke sini untuk belajar tentang ajaran Gus Dur ini,” tambahnya.

Sedangkan Gus Sholah mengatakan bahwa ajaran Gus Dur dimulai dari ajaran peninggalan Wali Songo. “Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa khususnya, dengan menggunakan media tradisional, yaitu wayang. Wali Songo melakukan dialog dengan budaya lokal. Itu Islam yang juga ada di pesantren, itulah Islam yang mempengaruhi Gus Dur. Gus Dur mempunyai modal yang kuat, yaitu keluarganya, kedua orang tuanya, pesantren, dan NU,” ungkap Gus Sholah. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, Budaya, RMI NU Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur di Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock