Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY

Yogyakarta, Hari Santri 2018 - Pengurus Pimpinan Wilayah Fatayat NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kegiatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk santri usia 12-19 tahun (tingkat SLTP-SLTA/MTs/MA). Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam rentang antara Agustus-September 2016.

Kegiatan ini memiliki dua pelaksanaan. Pertama, kegiatan Lokakarya Kesehatan Reproduksi untuk Tim Fasilitator Fatayat yang telah dilaksanakan pada 5 Agustus 2016 lalu. Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan fasilitator dalam memberi pelatihan kepada para santri. Kedua, kegiatan Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Santri di pesantren di Wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Kegiatan Kesehatan Reproduksi untuk Santri Se-DIY

"Tentunya pendidikan kesehatan reproduksi ini juga penting diberikan kepada santri untuk membekali diri mereka agar terhindar dari risiko reproduksi," kata Wiwin? Siti Aminah Rohmawati selaku penanggung jawab dari kegiatan ini.

Pada kenyataannya risiko-risiko perilaku seksual dan reproduksi yang menyimpang terjadi dan mengancam seluruh lapisan usia, dan kalangan. Seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), aborsi tidak aman, kanker rahim, hingga kematian akibat proses reproduksi dan infertilitas. Remaja termasuk salah satu kelompok usia yang berisiko tinggi.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Memang target kami adalah remaja karena sudah selayaknya pengetahuan seputar kesehatan seksual dan reproduksi dimiliki oleh mereka sebagai bekal keterampilan mengelola perilaku dalam rangka mengurangi risiko-risiko tersebut," jelas Rindang Farihah salah tim fasilitator kegiatan PW Fatayat NU DIY.

Kegiatan ini sudah terlaksana di dua pesantren. Pada 12 Agustus 2016 kegiatan ini diadakan di Pesantren An-Nur Bantul. Pada 21 Agustus 2016 kegiatan yang sama digelar di Pesantren Darul Quran Gunung Kidul.

"Rencana untuk dua bulan ini, ada 13 pesantren yang akan mengikuti program kami. Ada Pesantren An-Nur, Darul Quran, Krapyak, Sunan Pandanaran, Binaul Ummah, Luqmaniyah, Ulul Albab, Sunni Darussalam, Diponegoro, Wahid Hasyim, Aswaja Nusantara, dan Pesantren Mlangi. Sedangkan yang satu dilaksanakan di Masjid Az-Zahrotun Wonocatur yang targetnya adalah remaja masjid dan warga sekitar masjid," jelas Lien Iffah selaku ketua panitia penyelenggara. (Muyas/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 14 Februari 2018

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Aswaja Center NU Jawa Timur mengadakan Daurah Aswaja khusus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo (6/9). Acara sehari ini dihadiri kurang lebih 175 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

Materi yang diberikan kepada para mahasiswa di antaranya: Amaliah An Nahdliyah oleh Ust Maruf Khozin, Firqoh-Firqoh dalam Islam oleh Ust Fariz, Liberalisme Agama oleh Ust Ainul Yaqin dari MUI Jatim dan pemantapan Aswaja An Nahdliyah oleh Ustadz Idrus Ramli.

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Center NU Jatim Gelar Daurah Aswaja untuk BEM

"Daurah ini baru pertama digelar setelah Muktamar NU ke 33 di Jombang, ada sedikit perbedaan yaitu materi tambahan," jelas Ust Fauzi Ketua Panitia Daurah Aswaja.

Hari Santri 2018

Materi tambahan itu, kata dia, adalah liberalisasi agama. Sekarang ini mahasiswa-mahasiswa Islam sering kebingungan dengan agamanya sendiri. Misalkan tentang Islam itu luas tapi ada batasannya. “Inilah yang harus diketahui oleh teman-teman mahasiswa,” tambahnya.

Daurah yang dihelat di ruang kertoraharjo Gedung PWNU Jatim ini, bertujuan memberi pembekalan Aswaja kepada mahasiswa. "Di sisi lain mahasiswa dituntut untuk berkembang sedangkan sebagian mereka masih kebingungan untuk itu kami hadir memberi mereka arahan supaya memahami Islam Ahlussunnah Wal Jamaah," jelas alumni Pesantren Sidogiri itu.

Acara yang dibuka langsung oleh KH Abdurrahman Navis (Direktur Aswaja NU Center Jatim dan juga Wakil Ketua PWNU Jatim) dihadiri mahasiswa dari kampus di sekitar Surabaya diantaranya Unsuri, UINSA, UPN, UNUSA, ITS, STAI Taswirul Afkar, IAI Al Khoziny Sidoarjo, Umaha dan lainnya. Ada juga dari Bangkalan dan Pasuruan. (rof maulana/abdullah alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Aswaja, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Medan, Hari Santri 2018

Pemerintah mengharapkan pondok pesantren dapat memberikan keterampilan kepada santri sebagai bekal hidup mereka di masa depan jika tidak menjadi ulama.

Hal itu dinyatakan Menteri Negara Koperasi dan UKM, Surya Dharma Ali, ketika berdialog pada rangkaian acara silaturahmi dengan para ulama se Sumut dan penyerahan bantuan kepada sejumlah pondok pesantren di Medan, Kamis.

Ia mengatakan, pengemblengan terhadap para santri di pondok pesantren tidak hanya cukup dengan pendidikan agama dan umum saja, tetapi harus juga diberikan berbagai macam keterampilan agar mereka memiliki jiwa kewirausahaan.

Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Dibekali Keterampilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Dibekali Keterampilan

Selepas keluar dari pesantren seorang santri akan menghadapi tantangan yang besar, sebab tidak semua santri pondok pesantren bisa menjadi kyai karena berbagai macam aspek, seperti keilmuan, kejiwaan, kematangan dan ketaatan, ujarnya.

Menurut dia, dewasa ini jika pondok pesantren dapat mencetak sepuluh persen dari total lulusannya menjadi kyai, maka hal itu merupakan prestasi yang sangat mengembirakan. Untuk itu para santri saat ini harus diberikan ketrampilan, seperti pertanian, kerajinan, perdagangan, dan lain sebagainya, katanya.

Hari Santri 2018

Ali juga mengharapkan, program koperasi masuk pesantren jangan sampai mengganggu kegiatan kyai dalam memberikan pendidikan santri, dan pembinaan kegiatan koperasi pesantren harus dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah setempat, agar menjadi handal dan dapat menciptakan lapangan kerja serta memberi bekal kepada para santri. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Kudus, Hari Santri 2018 - Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) mengingatkan setiap muslim supaya tidak? melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kepanikan orang lain. Karena, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa membuat kepanikan orang lain termasuk kezhaliman yang sangat besar.

"Kita jangan sampai berbuat yang bikin orang lain panik karena hadits sudah tegas itu zhalim besar. Bahkan perbuatan tersebut bisa seperti setingkat kurang sedikit dari kemusyrikan," katanya saat menyampaikan mauizhah hasanah dalam halal bihalal dan peresmian Madrasah Diniyyah Darussalam Desa Padurenan Gebog Kabupaten Kudus, Senin (25/7).

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Gus Nadhif menuturkan kisah sahabat nabi yang sedang guyon menggoda temannya yang lagi tidur. Pedang dan tombak yang dibawanya, disembunyikan oleh temannya sehingga ketika ia bangun terlihat kebingungan.

Hari Santri 2018

"Sebetulnya nabi suka guyon yang tidak berlebihan sehingga mendengar sahabat menyembunyikan sandal temannya itu, beliau melarang. Tidak halal orang Islam membuat panik atau bingung temannya meskipun maksudnya untuk guyonan," tegasnya.

Di hadapan ratusan wali santri Madin Darussalam, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga menjelaskan ciri-ciri orang bangkrut. Mengutip penjelasan ulama, Gus Nadhif menerangkan bahwa orang-orang yang dikatakan bangkrut adalah mereka yang selalu rajin shalat, zakat, dan menunaikan haji tetapi masih suka berbuat hasud ataupun menzhalimi orang lain.

"Meskipun shalatnya rajin dan bacaannya fasih, namun misohi (ngumpat)-nya juga fasih. Orang ini akan menanggung beban dosa orang yang ia zhalimi. Inilah yang dinamakan sejatinya orang bangkrut menurut kanjeng nabi," jelasnya.

Hari Santri 2018

Terkait halal bihalal, Gus Nadhif menerangkan puasa ramadhan satu bulan penuh hanyalah untuk menebus dosa kepada Allah. Sementara umat manusia juga memiliki dosa di antara sesama.

"Kita tidak hanya sadar dosa kepada Allah melainkan sadar dosa kepada manusia," katanya.

Halal bihalal, jelas Gus Nadhif, merupakan ajaran baik dari ulama jawa dan Walisongo. Karenanya,? setiap muslim supaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meminta dan memberi maaf antarumat manusia pada setiap bulan Syawwal. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama telah berlangsung pada 14-18 September 2012 yang lalu di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, yang didahului serangkaian kegiatan pramunas sejak Agustus di beberapa kota besar di Indonesia.

Munas-Konbes NU 2012 yang disiarkan cukup ramai oleh berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, telah menghasilkan banyak sekali rekomendasi dan telah ditanggapi positif oleh banyak kalangan, termasuk oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Khittah 1926, ke Khittah 1945

Munas NU kali ini agak berbeda. Jika dilihat materi pembahasannya, terutama dalam tiga komisi bahtsul masail diniyyah (pembahasan masalah keagamaan), hampir tidak ditemukan materi ubudiyah atau soal-soal ibadah ritual. Hanya ada satu pembahasan mengenai haji dalam komisi bahtsul masail diniyyah waqiyyah, itu pun tidak terkait ritual haji, namun pada soal dana talangan haji. Bukan berarti persoalan ibadah sudah tidak lagi muncul di tengah warga nahdliyin dan diajukan kepada para kiai untuk dibahas dalam Munas, namun ada kebutuhan mendesak untuk membahas beberapa hal (masail) penting terkait persoalan kebangsaan dalam forum nasional yang harus didahulukan.

Hari Santri 2018

Pada komisi bahtsul masail diniyyah waqi’iyyah, para kiai dan ahli fikih dari berbagai wilayah di Indonesia menyoroti praktik korupsi yang semakin merisaukan. Bahkan Munas 2012 itu memunculkan satu keputusan mengejutkan: NU merekomendasikan hukuman mati bagi koruptor kelas berat dan koruptor kambuhan. Munas juga merekomendasikan penguasaan atau perampasan aset negara yang telah dikorupsi meskipun pelakunya telah dihukum, atau bahkan telah meninggal dunia. Dalam kasus terakhir, pesan sesungguhnya diperuntukkan kepada para ahli waris. Bahwa harta korupsi akan menyulitkan orang tua atau saudara mereka dari tanggungan akhirat, serta harta hasil korupsi tidak akan berkah dan haram untuk diwariskan.

Bahtsul masail diniyyah waqi’iyyah juga memberikan rambu-rambu kepada para penyelenggara negara terkait cara pengelolaan kekayaan negara, agar mencapai sasaran yang tepat: kesejahteraan rakyat.

Tema besar pada Munas kali ini adalah “Kembali ke Khitah Indonesia 1945”. NU merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini, terutama semenjak memasuki era reformasi. Persoalan pertama yang dibidik adalah amandemen UUD 1945. Satu sisi amandemen yang telah berlangsung empat kali itu menunjukkan Indonesia telah menunjukkan diri pada dunia sebagai negara yang demokratis. Namun karena dilakukan dengan sangat tergesa-gesa dan bahkan pada beberapa bagian dapat dikatakan responsif dan emosional terhadap rezim orde baru, maka dalam amandemen tersebut banyak terjadi  ketidakcermatan bahkan kesalahan. Akibatnya UUD yang dilahirkan merugikan rakyat dan membahayakan  kedaulatan nasional. 

Hari Santri 2018

Amandemen yang berada di tangan rakyat itu diambil alih oleh sekelompok elite yang mewakili kepentingan kapitalisme global yang berideologi liberal. Berbagai pasal yang menegaskan aspirasi rakyat dan menjaga keutuhan bangsa dan negara diganti dengan pasal-pasal yang menguntungkan perusahaan asing di bawah bendera kapitalaisme global. Disyahkannya UU Sumber daya air, UU Migas, UU Minerba, UU perdesaan, UU Pangan dan lain sebagainya merupakan seperangkat hukum yang dikukuhkan untuk melindungi pemilik modal.

Komisi bahtsul masail diniyyah qonuniyyah, NU secara serius mengkaji kembali beberapa undang-undang yang tidak sejalur dengan Khittah Indonesia 1945. Dalam bahtsul masail khusus yang membahas persoalan undang-udang itu para kiai juga menyampaikan beberapa rekomendasi terkait undang-undang No 20/2003 tentang Sistem Pemdidikan Nasional dan UU No 2 /2012 tentang perguruan tinggi.

Banyak sekali persoalan negara yang dibahas secara serius oleh para kiai dari berbagai daerah dan disaksikan ribuan warga nahdliyin yang hadir di forum Munas-Konbes NU 2012. Isu “warning bagi pengelolaan pajak” hanyalah isu permukaan saja. Kritik dan masukan NU lebih mengarah kepada tata kelola kekayaan negara yang selama ini dinilai salah kelola. 

Terkait dengan Khitah 1945, tidak ada keputusan yang menyebutkan bahwa NU mengajak kembali ke UUD 1945. Setelah menengok beberapa produk undang-undang tidak menyejahterakan rakyat, secara serius NU mengajak kembali kepada segenap elemen bangsa untuk mencermati kembali undang-undang dasar produk reformasi. Jika diperlukan amandemen kembali, maka harus dilakukan secara cermat dan komprehensif, tidak hanya melayani kebutuhan sekelompok orang.

NU punya pengalaman besar terkait “khitah”. Pada tahun 1984, setelah menjalankan roda keorganisasian selama puluhan tahun, NU lalu memutuskan kembali ke khittah 1926, kembali ke jati diri NU seperti pada saat didirikan. Istilah “Khittah 1945” sebagai tema besar Munas-Konbes NU 2012 dipakai untuk mengingatkan bangsa ini agar kembali kepada semangat dan tujuan Indonesia merdeka, tahun 1945. Kembali ke khitah bukan langkah mundur, tapi langkah pasti untuk merumuskan masa depan yang lebih baik.

Secara formal Munas-Konbes NU 2012 telah berakhir. Namun beberapa keputusan dan rekomendasi NU akan terus berlanjut. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Kajian Islam Hari Santri 2018

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

Jombang, Hari Santri 2018

Untuk kali ketiga, Musyawarah Guru Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMK Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar Pesantren Kreatif Ramadhan atau KIR. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (13/6) hingga Rabu (15/6). Acara yang berlangsung di SMK PGRI 1 Jombang ini diikuti 205 peserta yang terdiri para remaja.

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pesantren Ramadhan, Ajarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin

“Semua peserta merupakan perwakilan dari seluruh SMK yang ada di kabupaten Jombang, baik negeri maupun swasta,” ujar Abdul Malik, sekretaris panitia. Jumlah sekolah yang mengirim perwakilan, lanjutnya, naik jika dibanding tahun lalu. “Tahun ini yang mengirim sebanyak 30 sekolah,” ucapnya.

Acara ini disambut positif oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Kasi PAIS Salim Basawad datang untuk membuka kegiatan. “Semoga para peserta kegiatan ini mampu menjadi insan kamil yang terampil,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan Islami. Mulai lomba adzan, tartil al-Qur’an, cerita Islami, kaligrafi dan pemilihan da’i remaja (pildara).

“Karena di samping memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang ajaran Islam, kegiatan ini juga berusaha memberikan ruang kepada para peserta untuk menunjukkan kreativitas yang dimiliki,” ujar ketua panitia Arif Ghofar Anshori.

Hari Santri 2018

Pria berkacamata ini menambahkan bahwa peserta yang hadir diharapkan juga untuk menjalin ukhuwah. “Dan juga jejaring antara generasi Islam di sekolah SMK yang ada di Jombang,” imbuhnya.

Salah satu tema yang dibahas dalam kegiatan ini adalah semakin merebaknya paham radikalisme. Terutama yang melibatkan dunia remaja. Tidak terkecuali para pelajar SMK.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua, KH. Nur Hadi. Kiai muda yang dikenal dengan nama Mbah Bolong ini menggarisbawahi bahwa problematika yang dihadapi remaja sangat banyak.

Di zaman modern ini, remaja tidak mustahil terjebak kepada ideologi-ideologi yang aneh. “Baik bersumber dari dalam diri maupun dari luar,” ujarnya.

Remaja saat ini, lanjutnya, akan berhadapan langsung dengan berbagai godaan sosial dari manusia yang ada di dalamnya. “Termasuk juga berbagai godaan dari setan dan nafsu sendiri,” imbuhnya.

Mbah Bolong mengidentifikasi bahwa jiwa remaja juga menjadi faktor penyebab terjebaknya remaja ke dalam ideologi radikal. “Ini disebabkan karena masa remaja penuh dengan dorongan memenuhi rasa ingin tahu dan coba-coba,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Mbah Bolong mendorong remaja untuk selalu menimba ilmu. “Mengajilah kepada para ahlinya agama dan cari informasi seluas-luasnya tentang apa yang akan dilakukan,” imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh Jombang ini juga mengajak para remaja untuk selalu berpegang teguh kepada ajaran Islam. “Ini agar hidup di dunia bisa selamat di akhirat kelak,” urainya.

Namun, lanjutnya, Islam yang dipraktikkan dalam keseharian adalah Islam toleran yang menghargai perbedaan. “Keragaman yang ada di Indonesia adalah sebuah rahmat, sehingga Islam harus mampu menjadi rahmatan lil alamin,” jelasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Amalan Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Hari Santri 2018 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Hari Santri 2018

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

Hari Santri 2018

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Aswaja, Internasional Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Jokowi Kunjungi PBNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi berkunjung ke gedung PBNU, Rabu (8/1). Ia diterima oleh KH Said Aqil Siroj bersama jajaran pengurus lainnya.

Jokowi Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Kunjungi PBNU

Jokowi menjelaskan, kunjungan ini merupakan silaturrahmi dengan para ulama. Dalam perbincangan yang berlangsung akrab tersebut, ia banyak menggunakan bahasa Jawa kromo inggil.

Salah satu yang dibahas adalah, rencana penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) NU yang rencananya akan digelar pada bulan Mei 2014 mendatang yang akan ditempatkan di Jakarta.?

Hari Santri 2018

Sebelum pulang, Jokowi menyempatkan diri melihat Pojok Gus Dur di lt1 Gedung PBNU. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Aswaja Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah

Pribadi Rasulullah SAW itu sederhana. Beliau dan para sahabatnya selalu hidup dalam keterbatasan, tapi mereka tetap teguh dalam barisan tauhid walaupun dalam keadaan sangat lapar.

    

Keserderhanaan pribadi Rasulullah SAW dan para sahabat dikisahkan oleh Abu Hurairah,”Demi Allah, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, (terkadang) aku tidur di atas tanah dengan perut lapar, dan (terkadang) aku ikatkan sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar.”

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentang Makan dan Kebersahajaan Rasulullah

Tidak saja soal makanan, Rasulullah dalam hal tidur, beralaskan tikar dan rumahnya sangat sederhana. Kalau ada pakaian yang sobek atau koyak, beliau sendiri yang menambalnya, tidak menyuruh istrinya. Beliau juga memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun dijual.

Hari Santri 2018

Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang siap untuk dimakan, sambil tersenyum Baginda menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur. Sayidatuna ‘Aisyah mengisahkan, “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumah tangga.”

Jika mendengar adzan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai shalat.

Hari Santri 2018

Pernah Baginda pulang pada waktu pagi, dan tentulah amat lapar saat itu. Namun dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada, karena ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,”Belum ada sarapan, ya Humaira? (Humaira adalah panggilan mesra untuk sayidatuna ‘Aisyah yang berarti “Wahai yang kemerah-merahan”).

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,”Belum ada apa-apa, wahai Rasulullah.”

Rasulullah lantas berkata,”Kalau begitu, aku puasa saja hari ini.” Tak sedikitpun tergambar rasa akesal di wajahnya.

Sayidatuna ‘Aisyah mengisahkan kesederhanaan Rasulullah SAW tidak pernah memenuhi perutnya. Ketika bersama keluarganya, beliau tidak pernah minta makan kepada istri-istrinya. Jika mereka menghidangkan makanan , beliau pun makan. Beliau memakan apa yang dihidangkan mereka, dan meminum apa yang dihidangkan mereka.”

Walau Nabi Muhammad SAW penuh kesederhanaan, bahkan terkadang tak jarang makan, beliau tetap tegar menjalankan risalah kenabian yang melekat pada dirinya. Pernah suatu ketika, saat beliau menjadi imam shalat, para sahabat melihat gerakan Baginda Nabi antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutuk, seolah-olah sendi-sendi pada tubuh manusia yang paling mulia itu bergeser.

Usai shalat, Sayidina Umar bin Khatab yang tidak tahan melihat keadaan Nabi, langsung bertanya,”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah, Ya Rasulullah?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar,” jawab beliau dengan wajah yang senantiasa tersenyum.

“Ya Rasulullah, mengapa setiap kali engkau menggerakan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh engkau? Kami yakin, engkau sedang sakit,” umar mendesak, cemas.

Akhirnya Rasulullah SAW mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut Baginda yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Nabi bergerak.

“Ya Rasulullah, adakah bila engkau mengatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat engkau?”

Lalu Baginda Nabi menjawab dengan lembut, “Tidak, para sahabatku. Aku tahu, apapun akan engkau korbankan demi rasulmu. Namun apakah akan aku jawab di hadapan Allah nanti bahwa aku, sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih lebih lagi tiada yang kelaparan di akhirat kelak.”

Mengenai makan dan minum, Rasulullah SAW adalah orang tidak kecanduan terhadapnya. Nabi menganjurkan agar mengurangi keperluan makan minum dan tidur.    

Al Miqdam ibn Ma’dikarib berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Anak Adam tidak memenuhi suatu bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa potong makanan untuk menguatkan punggungnya. Jika memerlukan lebih banyak lagi, sepertiganya untuk minum dan sisanya untuk bernafas. Sebab akibat dari banyak makan dan minum adalah banyak tidur.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban). (Aji Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Ubudiyah, Syariah Hari Santri 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Makassar, Hari Santri 2018. Perhelatan Pra-Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4), diikuti sekitar 400 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Para utusan dari PCNU dan PWNU ini datang sejak Selasa kemarin dan akan aktif mendiskusikan tema “Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam”. Topik tersebut akan dibagi dalam dua sesi, yakni tentang khazanah Islam Nusantara dan strategi internasionalisasinya.

Ketua SC Muktamar Ke-33 NU Slamet Effendy Yusuf mengatakan, tema tersebut diusung atas pertimbangan relevansinya dengan kondisi dunia Islam yang dirudung konflik di negara-negara muslim, khususnya di Timur Tengah. NU sebagai ormas besar terpanggil untuk turut mencarikan solusi bagi kemelut yang mempertaruhkan citra Islam ini di mata dunia.

Hari Santri 2018

“Dunia Islam diwarnai konflik. Kedamaian, kenyamanan, Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak tampak. Inilah yang mendorong Nahdlatul Ulama untuk merumuskan dan membuktikan bahwa Islam yang pro perdamaian adalah yang benar,” katanya saat sambutan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hari Santri 2018

Pra-Muktamar dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman beserta pejabat pemerintahan setempat, pengasuh Pesantren Tebuireng, serta segenap jajaran syuriah-tanfidziyah PBNU.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam acara pembukaan, peserta juga disuguhi pertunjukkan seni dari Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Sulawesi Selatan. Acara Pra-Muktamar akan berlanjut di Medan, Sumatera Utara, pada Mei mendatang dengan pokok pembahasan seputar perekonomian. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pahlawan, IMNU Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Kudus, Hari Santri 2018. Menjelang Bulan Ramadlan, peziarah makam Sunan Kudus mengalami peningkatan tajam. Selama bulan Sya’ban, setiap harinya makam yang berada di Komplek Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ini selalu dipenuhi para peziarah. 

Mulai pagi hingga malam dini hari, para peziarah berdatangan secara berombongan. Mereka tidak hanya berasal kota Kudus saja melainkan juga dari berbagai daerah di pulau Jawa. Bahkan beberapa waktu lalu, rombongan asal Malaysia ada yang datang berziarah.

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)
3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Petugas pendaftar masuk makam Sunan Kudus Munajad mengatakan Bulan Sya’ban (Ruwah) ini volume peziarah makam sunan Kudus meningkat mencapai lebih dari 3.500 orang perhari. Dalam buku pendaftaran tercatat rata-rata sehari terdapat 70 rombongan bus.

Hari Santri 2018

“Kalau dihitung setiap bus terdapat 50 orang ditambah mobil pribadi bisa mencapai 3.500 lebih perharinya,” terangnya kepada Hari Santri 2018, Rabu (26/6). 

Hari Santri 2018

Ia menerangkan para peziarah banyak yang memilih Bulan Sya’ban untuk  kegiatan berziarah ke makam para wali.Karena Sya’ban atau ruwah merupakan bulan yang penuh keistimewaan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mendoakan para ahli kubur sekaligus menyucikan diri dan mengharap keberkahan dari para walisongo termasuk Sunan Kudus.

“Dibanding bulan-bulan biasa, boleh jadi bulan ini sebagai puncaknya peziarah karena mereka sudah memahami keistimewaan Bulan Ruwah ini,”kata Munajad.

Berdasar catatannya, sebagian besar rombongan peziarah berasal dari kota atau daerah pulau Jawa dan Kalimantan. “Tiga hari lalu, juga ada rombongan mahasiswa dari Malaysia yang berziarah makam Sunan Kudus ini,” ujarnya.

Muhammad Asrori (40) peziarah asal Cirebon Jawa Barat menyatakan, ziarah ke makam Walisongo termasuk Sunan Kudus dan sunan Muria ini merupakan kegiatan rutin setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Ruwah ini. Ritual Ziarah Walisongo ini diadakan oleh Jam’iyah Yasinan yang di desanya.

“Setelah dari Sunan Kudus ini,kami akan ke Makam Sunan Muria kemudian melanjutkan ke jawa Timur," ucapnya kepada Hari Santri 2018 di Komplek Menara Kudus, Rabu (26/6). 

Kepadatan peziarah makam sunan Kudus ini selalu dibarengi juga di komplek makam Sunan Muria yang berada di kawasan pegunungan Muria Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus. Sebab biasanya, usai berziarah di makam Sunan Kudus rombongan langsung meneruskan ke makam Sunan Muria.

 

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Tokoh Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada PWNU dan PCNU yang ada di seluruh Indonesia. Mereka meminta pengurus NU wilayah dan cabang untuk menginisiasi penyelenggaraan sholat Istisqo’ di daerahnya masing-masing.

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Sholat Istisqo kepada PWNU dan PCNU Se-Indonesia

Instruksi ini dikeluarkan mengingat bencana asap, kekeringan, dan kelangkaan hujan di berbagai daerah di Indonesia. Surat ini yang ditandatangani Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini.

“Kami mengajak warga NU untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” seperti dirilis dalam surat instruksi Kamis, tertanggal 7 Oktober 2015.

Hari Santri 2018

Pengurus harian PBNU meminta pengurus PWNU dan PCNU untuk meneruskan maklumat ini kepada pengurus MWCNU dan ranting NU di daerah masing-masing. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, News, Pemurnian Aqidah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi

Jepara, Hari Santri 2018. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencintainya Nabi Muhammad SAW diantaranya dengan gemar membaca salawat, membaca sirah nabawiyah, mengikuti sunah-sunahnya dan masih banyak lagi.?

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Anak-anak Cinta Nabi

Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Kriyan kecamatan Kalinyamatan mempunyai cara lain untuk mengajak anak-anak mencintai Nabi yakni dengan mengadakan beberapa lomba untuk mereka.?

Sekitar 150-an anak yang terdiri dari siswa TK/ TPQ, SD/ MI, SMP/ MTs memadati gedung NU desa Kriyan, Ahad (27/1). Ratusan anak-anak tersebut mengikuti lomba Maulid. Diantara lomba yang diadakan Cerkas (SD), Adzan (SD-SMP), Murottal (SD) dan Mewarnai (TK-2SD).?

Menurut ketua panitia M Nuril Anwar kegiatan bertujuan untuk mengajak anak-anak semakin mencintai Nabi Muhammad. “Kami ingin mengajak anak-anak makin cinta kepada Nabi,” papar Nuril.

Hari Santri 2018

Tujuan lain katanya untuk semakin memahamkan anak-anak tentang hari lahir Nabi Muhammad SAW. “Tidak kalah pentingnya kedepan mereka adalah kader-kader penerus IPNU-IPPNU,” imbuhnya. ?

Kegiatan yang sudah berjalan 2 tahunan ini, Sambung Nuril mendapatkan respon positif dari PR NU desa Kriyan. Sebagaimana mengutip sambutan dari Muhaimin, pihak PR NU menghaturkan terima kasih kepada IPNU-IPPNU karena sudah bersusah payah menyelengarakan kegiatan. Harapan PR NU, kegiatan bermanfaat untuk peserta maupun IPNU-IPPNU.

M Syamsul Arifin ketua PR IPNU Kriyan mengungkapkan kedepan rencananya kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan. “Kami menilai kegiatan sudah mendapat respon dari PR NU, peserta maupun orang tua. Karenanya, kegiatan ini InsyaAllah kedepan menjadi agenda rutin tahunan,” beber Syamsul.

Hari Santri 2018

Dalam kegiatan yang tidak dipungut biaya tersebut lanjutnya peserta yang menang memperoleh piala, piagam dan bingkisan. “Hadiah yang diberikan kepada pemenang akan kedepan semakin semangat lagi. Bagi yang belum mendapat juara tahun depan semakin berusaha lagi menjadi lebih baik,” terangnya.?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

Probolinggo, NU Online

Dalam rangka menyambut tahun baru 2017, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Probolinggo melaksanakan istighotsah bersama, Senin (2/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kota Probolinggo di Kelurahan Kedopok Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo ini diikuti oleh puluhan pelajar NU baik tingkat cabang maupun anak cabang di Kota Probolinggo.

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Baru, IPNU-IPPNU Probolinggo Istighotsah Bersama

“Istighotsah bersama ini digelar dengan harapan agar di tahun 2017 ini, khususnya negara ini dijauhkan dari segala bala dan musibah. Sehingga rakyatnya bisa hidup aman, tentram dan sejahtera,” kata Ketua PC IPNU Kota Probolinggo Anton.

Hari Santri 2018

Menurut Anton, istighotsah bersama ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah para pemuda, khususnya pelajar merayakan tahun baru dengan hura-hura. Apalagi selama ini pergantian tahun selalu identik dengan kebut-kebutan dan kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

Hari Santri 2018

“Dari pada merayakan tahun baru dengan hal-hal yang negatif, lebih baik kita isi dengan hal-hal yang positif. Selain untuk meningkatkan tali silaturahim, kegiatan ini juga mengharapkan ridho dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Anton mengharapkan agar IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo selalu bisa berperan aktif untuk kemajuan dan kebaikan bangsa. Serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an nahdliyah di kalangan pelajar.

“Setidaknya dengan kegiatan ini nantinya diharapkan ke depan kepengurusan IPNU dan IPPNU di Kota Probolinggo bisa semakin kompak kedepannya. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi pelajar NU di Kota Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Jadwal Kajian, Aswaja Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kitab-kitab kuning yang dikaji di pesantren selalu dimulai dengan bismillah, puja-puji bagi Allah SWT. Kemudian selalu menyertakan shalawat kepada sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, pengikutnya, hingga akhir zaman. Struktur pembukaan tersebut, sama saja dalam kitab besar maupun kecil.

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil Aceh Mengandung Shalawat Nabi

Dalam salah satu naskah “Hikayat Perang Sabil” yang membangkitkan semangat perang di Aceh kepada penjajah juga memiliki struktur yang sama. Dalam buku “Sastra Perang: Sebuah Pembicaraan Mengenai Hikayat Perang Sabil” karya Teuku Ibrahim Alfian mengutip salah satu naskah hikayat tersebut:

Alhamdulillah khaliqul asyya, dum perkara peuneu-jeued. Rabbi. Arasy keurusi syeuruga nuraka, langèt dönya bumi beurangri. Kömdian seulaweuet saleuem hulön, ateueh Junjóngan panghulèe Nabi. Ateueh waréh sahbat sajan, dum sikeulian Muhajir Anshari.?

AJhamdulillah khaliqul asyya, segala hal ciptaan Rabbi Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan Penghulu Nabi Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari

Menurut Ketua PWNU Aceh Teungku Faisal Ali mengatakan, Aceh adalah daerah yang sangat hidup gema shalawat.?

Hari Santri 2018

“Sesudah shalat apa pun dan selesai kegiatan-kegiatan kalau tidak ada shalawat dianggap kurang sempurna karena fadhilah shalawat banyak sekali,” katanya ketika dihubung Hari Santri 2018 dari Jakarta, beberapa waktu lalu, ketika ditanya soal shalawat. ?

Ia menjelaskan, hal itu tidak hanya terjadi di masyarakat, kegiatan resmi pemerintah Aceh “wajib” dimulai sesudah bacaan Al-Qur’an dengan Shalawat Badar. Sesudah itu baru lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kebiasaan tersebut, menurutnya sejak islam masuk ke Aceh. “Dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah ada yang disebut dengan "Hikayat Perang Sabil" yang isinya ada shalawat. Hikayat itu berisi motivasi untuk membangun semangat melawan penjajah yang dikarang salah seorang ulama Aceh yaitu Tengku Chik Pante Kulu.?

Hari Santri 2018

Ketika ditanya bagaimana sikap warga NU menghadapi orang yang membidahkan shalawat, ia menjawab, warga NU harus tahu argumen-argumen kebenaran shalawat dengan logika dan fakta Islam tempo dulu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Aswaja, AlaNu Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Boyolali, Hari Santri 2018. Pada malam ketiga pelaksanaan Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU, Ahad (6/12)? malam, para peserta? telah memasuki? agenda persidangan komisi. Peserta dibagi menjadi empat komisi yakni komisi A (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga), komisi B (Garis-gairs Besar Perjuangan Pengembangan) , Komisi C (Prinsip Perjuangan) dan Komisi D (Rekomendasi).

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Dari keempat komisi tersebut, persidangan yang paling menghabiskan pikiran ada di komisi A yang membahas rancangan PD/PRT.? Peserta saling interupsi dan beradu argumentasi? mempertahankan gagasan-usulannya. Saking alotnya pembahasan, sidang komisi ini berakhir hingga Senin dini hari tadi.

Bila suasana di dalam ruangan terlihat tegang, tidak demikian di luar ruangan.? Seperti Ahad? malam itu, para pelajar yang turut memeriahkan kongres asyik menikmati penampilan musik beraroma anak muda di panggung apresiasi. Malam itu, grup musik IPNU Band (Purworejo) tampil menghibur dengan musik-musik yang sesuai selera peserta kongres. Ia juga bisa mengiringi peserta yang ingin bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.

Hari Santri 2018

?

"Mari kita luapkan kegembiraan di arena kongres malam ini.? Yang di dalam tegang, yang di luar kita senang-senang," ucap salah seorang host panggung Ahad malam.

Hari Santri 2018

?

Panggung apresiasi yang disediakan panitia ternyata mampu mencairkan suasana kongres. Saat sidang lagi diskors, para peserta pun larut bergabung di panggung sambil bernyanyi seakan ingin menghilangkan kepenatan.

Panitia daerah Ahmad Noufa Khairul Faizin mengatakan panggung apresiasi sengaja disiapkan guna memberi ruang berekpresi bagi kader-kader IPNU-IPPNU. Mereka bisa menampilkan kreativitas bersama musik host yang ditampilkan.

?

"Selama kongres kami menampilkan hiburan musik di sini. Mulai sore hingga malam 1-3? grup musik? menghibur teman-teman peserta kongres di panggung apresiasi," ujarnya pada Hari Santri 2018.

?

Peserta asal Pati Maksum mengaku senang atas penampilan IPNU Band yang menghibur . Terlebih lagi, banyak kader-kader IPNU-IPPNU dari seluruh Indonesia yang kreatif bernyanyi di atas panggung.

?

"Salut deh ama panitia, kita tidak hanya terbebani pembahasan-pembahasan materi sidang, tetapi juga bisa terhibur," katanya singkat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Habib, Internasional Hari Santri 2018

Sabtu, 16 Desember 2017

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, Hari Santri 2018. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

Hari Santri 2018

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

Hari Santri 2018

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1

Ponorogo, Hari Santri 2018. Keseriusan dan kesungguhan untuk menggelar Liga Santri Nusantara (LSN) tahun 2016 kembali dibuktikan oleh Panitia Pelaksana LSN Region Jawa Timur 1, yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. Mereka melakukan audiensi bersama Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di Pendopo Kabupaten setempat. Senin (6/6).

Pertemuan yang dipimpin oleh Koordinator LSN Jatim 1 Habib Mustofa dan Bupati itu dilakukan sebagai awal menyamakan persepsi antara Panitia Pelaksana LSN Region Jatim 1 dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo terkait pelaksanaan LSN yang rencananya akan dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo.

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponorogo Terpilih Sebagai Tuan Rumah LSN Region Jatim 1

“Hasil dari pertemuan ini, Pak Ipong (Bupati Ponorogo) mendukung pelaksanaan Liga Santri Nusantara. Bupati menyatakan kesiapanya menjadikan Ponorogo sebagai tuan rumah LSN region Jatim 1 ini,” terang Gus Tofa, panggilan akrab Habib Mustofa kepada Hari Santri 2018.

Gus Tofa yang merupakan pengasuh Pesantren Poncol Magetan itu menjelaskan, Bupati Ponorogo menyambut baik LSN yang tahun ini dioperatori Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu. Dalam waktu dekat, Bupati bersama jajaran terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga akan mempersiapkan segala sesuatu yang bergubungan dengan teknis pelaksanaan LSN dan Piala Bupati Ponorogo.

“Setelah ini, panitia LSN dan Bupati akan mengadakan pertemuan lagi yang akan membahas tentang teknis pelaksanaan, seperti halnya masalah pendanaan dan lain sebagainya,” jelasnya

Hari Santri 2018

Pemkab Ponorogo sendiri siap mensukseskan pelaksanaan LSN 2016 region Jatim 1 yang akan digelar mulai 27 Juli 2016 mendatang. Dipilihnya Ponorogo sebagai tuan rumah karena dikenal sebagai kota santri yang ditumbuhi banyak pesantren.

Sementara itu peserta LSN Region Jatim 1 akan diikuti 32 peserta, yang meliputi Ponorogo sebanyak 5 pesantren, Trenggalek (5), Pacitan (5), Magetan (5), Ngawi (5), Kabupaten Madiun (5), dan Kota Madiun 2 pesantren.

Hadir dalam pertemuan bersama Bupati Kota Reog Ponorogo itu, Koordinator LSN Jatim 1 Gus Tofa, Panitia Pelaksana Gus Anam, Sekretaris Panpel LSN Joko, unsur PC RMI Ponorogo Gus Nabil dan Gus Reza, Gus Natiq dan Aris. (Zaenal Faizin/Zunus)?

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Aswaja Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Sidoarjo, Hari Santri 2018

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, beserta Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Bupati Sidoarjo, Kepala BNNK Sidoarjo, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mendeklarasikan perlawanan terhadap narkoba. Deklarasi tersebut dilakukan di aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Ahad (17/7).

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Khofifah menegaskan, Muslimat NU harus berada di garda terdepan dalam melawan narkoba. Pasalnya, yang menjadi sasaran mafia narkoba saat ini adalah anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemn masyarakat untuk terus memberantas peredaran narkoba.

"Saat ini banyak anak-anak yang menjadi kurir narkoba. Apabila tertangkap, anak itu tidak di hukum seumur hidup. Karena hukuman anak itu di bawah hukuman orang dewasa maksimal 10 tahun. Setelah itu, anak-anak bebas bersyarat dan menjalani hukuman sekitar 5 tahun. Belum lagi mendapatkan remisi sekitar 3 hingga 4 tahun," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Ketua PP Muslimat NU ini mengaku prihatin atas peredaran narkoba yang menyerang anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus memberantas peredaran barang haram tersebut.

"Anak yang sudah keluar dari penjara itu masih dipantau oleh bandar narkoba. Untuk itu, kita juga harus memantau kembali keberadaan bandar narkoba, agar anak-anak yang sudah tereksploitasi tidak mengulangi perbuatannya lagi," tegasnya.

Hari Santri 2018

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah berharap, dengan diadakannya deklarasi antinarkoba ini, generasi penerus bangsa terhindar dari peredaran narkoba. "Narkoba itu membawa sengsara. Semoga anak-anak dijauhkan dari narkoba," harapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II

Jepara, Hari Santri 2018?

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuqi secara resmi melepas kontingen Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nasional (Perwimanas) II Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (15/9) pagi.?

Secara simbolis Marzuqi mengenakan kaos tim kontingen Jepara kepada Susilo Aji, MA NU Safinatul Huda 01 Sowan Lor, Kedung, Jepara dan Maulaya Arinal Khak dari MA Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara.?

Di hadapan Kwarcab, Sako Ma’arif, LP Ma’arif NU Jepara dan wali kontingen, Bupati meminta kontingen untuk tetap menjaga kesehatan lahir dan bathin. Dengan menjaga kesehatan jasmani dan rohani akan dimudahkan oleh Allah memboyong tropi kemenangan.

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jepara Lepas Kontingen Perwimanas II

“Jaga diri kalian masing-masing dan bergaullah dengan kontingen yang lain. Sebab mereka memiliki adat yang berbeda. Maka, kolaborasikan dan integrasikan pada diri kalian masing-masing,” katanya.?

Pesan lain yang disampaikannya ialah jangan hanya bangga menjadi juara di daerah sendiri namun saat bertanding dengan kontingen lain tidak berdaya apa-apa.?

“Jangan menjadi bunga putri malu. Saat belum disentuh tegar bugar. Namun saat disentuh pudar. Artinya, potensi dan skill yang ada menjadi pudar saat bertemu dengan kontingen yang lain,” imbau Marzuqi.?

Hari Santri 2018

Bupati yang pernah nyanti di Kajen Pati itu menitip doa dari sesepuh Kajen Syekh Mutamakkin kepada kontingen.?

“Allah wujud, Muhammad lagi wujud, opo meneh siro yen wujudo, la ilaha illalah muhammadur rasulullah, syekh abdul qadir waliyullah.” Doa yang dilafalkan dengan bahasa Jawa ini, sambungnya, tidak boleh dicatat baiknya langsung dihafalkan.?

Hari Santri 2018

Di akhir sambutan ia meminta kepada kontingen untuk ramah, suka menyapa dan tabassum, menebar senyuman. Jangan besengut (cemberut, red) kepada kontingen yang lain.?

“Semuanya pasti bisa,” pungkas Marzuqi mengakhiri kata sambutan.?

Ketua Sako LP Ma’arif NU Jepara, H Hisyam Zamroni dalam prakata panitia mengungkapkan kontingen Jepara menerjunkan 74 personil yang terdiri dari peserta, bina damping dan pimpinan kontingen.?

Kontingen, lanjutnya terdiri dari 8 kelompok yang terdiri dari 32 putra dan 32 putri, pinkon 1 putra dan 1 putri serta bina damping 4 putra dan 4 putri.?

“Kontingen akan diberangkatkan Sabtu (16/9/2017). Adapun Perwimanas II dilaksanakan Senin-Sabtu (17-23/9/2017) di Lapangan Tembak Akmil dan Pesantren Tegalrejo Magelang,” jelas Hisyam. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Sejarah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock