Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Wonosobo, Hari Santri 2018. Sebagai bentuk penghormatan, sekurangnya 50 kiai asal Jawa Tengah (Jateng) meziarahi makam ulama NU Kabupaten Wonosobo, Syekh KH Asy’ari dan putranya KH Muntaha, yang terletak di Dero, Mojotengah, Wonosobo, Jateng, Ahad (2/6) pagi.

Para peziarah merupakan peserta Diklat Muharrik Masjid se-Jateng yang digelar Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) selama tiga hari. Keberangkatan menuju makam dipimpin langsung Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani selepas shalat shubuh.

”Tujuan ziarah kali ini adalah untuk meneladani semangat perjuangan ulama terdahulu. Mereka adalah  para muharrik (penggerak) di wilayahnya,” ujar Manan.

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Syekh Asy’ari merupakan tokoh Wonosobo yang aktif mendidik masyarakat setempat melalui pesantren di Kalibeber, Mojotengah. Di zaman Belanda, ia terpaksa mengungsi sekitar 5 kilometer ke Desa Dero dan wafat di sana. Untuk sampai di tempat itu, peziarah harus melewati dua bukit dengan jalan berkelok dan curam.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim menuturkan, sepeninggal Syekh Asy’ari pesantren ditangani KH Muntaha. Kiai penghafal al-Qur’an ini pernah memimpin jabatan syuriyah dan tanfidziyah PCNU Wonosobo dan Mustasyar PWNU Jateng.

Hari Santri 2018

”Beliau juga salah seorang penggagas berdirinya Unsiq (Universitas Sains al-Qur’an) Wonosobo,” imbuh santri KH Muntaha ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Kyai Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Surabaya, Hari Santri 2018?

Dalam rangka menyambut Hari Buruh se-dunia yang jatuh pada 1 Mei, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menggelar refleksi membahas masa depan buruh. Dua isu utama yang disoroti adalah upah kerja yang layak dan kepastian status kerja.

Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur, Jamaluddin mengatakan nasib buruh hingga saat ini masih memperihatinkan. Pemerintah yang diharapkan hadir melindungi ? buruh dengan merancang kebijakan sesuai amanah Undang-Undang dan Pancasila justru absen dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

“Bahwa pesan Bung Karno agar jangan sampai pribumi jadi budak di negeri sendiri masih sangat relevan hingga hari ini. Nuansa kapitalistik masih sangat kuat, sementara buruh harus terus bekerja tanpa diperhatikan hak-haknya,” jelasnya dihadapan ratusan peserta, Jumat (30/4).

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Lebih lanjut, dirinya mendapat informasi bahwa Raperda terkait buruh masih dalam pembahasan. Padahal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah berjanji akan tuntas pada awal 2016. “Dengan janji Gubernur itu, buruh di Jatim berharap Perda sudah disahkan sebelum May Day 2016, sehingga bisa jadi kado bagi kaum buruh yang merayakan hari buruh internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak naskah akademis yang berisi aspirasi dan tuntutan buruh yang tidak diakomodir oleh Disnakertransduk Jatim. Di antaranya soal upah layak yaitu pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun dan berkeluarga diberi tambahan 5 persen dari UMK.?

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan pihaknya bersama para buruh di Jatim akan menggelar aksi besar-besaran pada May Day,? Ahad (1/5). Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah di Jatim akan ikut menggelar aksi agar tuntutannya disetujui oleh gubernur. “Yang jelas besok (hari ini) kami bersama puluhan ribu buruh se- Jatim akan menggelar aksi besar-besaran,” ujar pria yang akrab disapa Jamal ini.

Ketua PMII Surabaya, Ali Syaifuddin menyatakan Raperda yang nantinya akan disahkan harus berlandaskan Undang-Undang dan Pancasila. Artinya, ada aspek saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha agar kemaslahatan dapat dirasakan seluruh pihak. Dirinya mengakui, sesuai fakta hak-hak buruh belum sepenuhnya terpenuhi.

“Konsep hubungan industrial dalam kacamata akademik sebetulnya bisa menjawab persoalan dewasa ini. Bahwa ada nilai saling menghargai, empati dan kekeluargaan dalam aktivitas industri. Kepentingan seluruh pihak dapat diakomodir tanpa ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Ke depan, sambungnya, dirinya mendorong Gubernur Jawa Timur untuk merumuskan desain kebijakan dengan berkaca pada konsep hubungan industrial yang harmonis. Peran pemerintah dibutuhkan agar angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terus meningkat dan iklim investasi semakin baik.

Selain Aliansi Buruh Jawa Timur hadir pula anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari, Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jamil dan Perwakilan Pengusaha Muslim, Musonnef. Acara yang mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis Dalam Rangka Menjaga Iklim Investasi Simbiosis Mutualisme” dihadiri 100 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa, akademisi dan pengamat buruh. (Luqman Hakim El Baqeer/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Kyai, Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan

Bandung, Hari Santri 2018. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nahdlatul Tujjar membagikan bingkisan kepada 81 anggota dan Simpanan Hari Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Madrasah Darul Huda, Ahad (29/6) lalu.

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KSP Nahdlatul Tujjar H. Saepuloh, M.Pd., Sekretaris PCNU Kab. Bandung H. Usep Dedi Rostandi, MA., dan Kepala Desa Neglasari Suherman.

Menurut Ketua KSP. Nahdlatul Tujjar H Saepuloh bingkisan yang diberikan diambil dari hasil usaha Koperasi. "Pembagian bingkisan ini merupakan kegiatan sosial koperasi yang dilaksanakan setiap tahun," tutur H. Saepuloh.

Hari Santri 2018

Jumlah tabungan yang dibagikan pada kesempatan tersebut kepada anggota sekitar Rp. 16.854.000,-.

"Jumlah simpan yang dibagikan pada saat ini sekitar Rp. 16.854.000,-, ini merupakan simpanan anggota untuk bekal dalam menghadapi bulan Ramadlan," tutur H. Saepuloh

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kab. Bandung H. Usep Dedi Rostandi, MA Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar merupakan program perekonomian PCNU Kab. Bandung dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi warga NU Kab. Bandung.

"KSP Nahdlatul Tujjar diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota serta terus mengedepankan aspek social," tutur H. Usep Dedi Rostandi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Hari Santri 2018

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Santri, Kyai Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Solo, Hari Santri 2018. Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah sungai pinggiran Kota Solo, Jawa Tengah, ‘Joko Tingkir’ yang diperankan oleh RMS Triyono tengah menyusuri sungai untuk menuju ke sebuah pulau, dengan menggunakan sebuah getek, ditemani beberapa prajurit.

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Saat dia hendak sampai di tepi pulau, tiba-tiba, datang empat ekor siluman buaya menyerang getek. Perahu pun menjadi oleng dan hampir membuat para penumpang tercebur. Namun, dengan sigap Joko Tingkir dan para prajurit berhasil mengamankan getek.

Adegan berikutnya, terjadi perkelahian antara Joko Tingkir melawan para siluman buaya. Kemudian, dengan kesaktian yang dimiliki, Joko Tingkir dengan mudah mengalahkan perlawanan siluman buaya. Setelah mengaku kalah, siluman buaya meminta maaf dan Joko Tingkir pun memaafkan mereka.

Hari Santri 2018

Adegan di atas, tentu bukan kisah nyata, melainkan hanya drama yang disuguhkan pada acara "Pekan Syawalan" yang diadakan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta, Ahad (3/8).

Koordinator acara, KP Winarno menjelaskan, drama ini dikemas sedemikian rupa untuk memberikan edukasi kepada warga akan nilai luhur yang dimiliki Joko Tingkir.

Hari Santri 2018

“Masyarakat bisa mencontoh perjuangan Joko Tingkir yang tetap kuat menghadapi rintangan. Sedangkan kita sebagai masyarakat (mesti kuat) melawan rintangan berupa hawa nafsu,” ujarnya.

Di akhir drama, Joko Tingkir membagikan ribuan ketupat kepada para pengunjung. Ketupat yang disusun dalam sebuah gunungan dibagikan sebagai wujud syukur atas keberhasilan menghadapi segala rintangan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Tegal, Kyai Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

Hari Santri 2018

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Sabtu, 09 Desember 2017

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang

Jombang,Hari Santri 2018

Putra pendiri NU, KH Hasib Abdul Wahab mengingatkan, tantangan pemuda Ansor ke depan semakin berat. Salah satunya menghadapi ideologi Islam garis keras. Hal itu disampiakan putra KH Wahab Chasbullah saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD)? Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Jombang kota di Tambakberas, Sabtu (11/3).

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang

"Pengkaderan semacam PKD Ansor ini sangat penting karena tantangan ideologi dari kelompok non-NU yang ada sekarang semakin gencar. Mereka menggunakan dan bahkan menguasai media dalam gerakannya," tutur kiai yang akrab disapa Gus Hasib itu.

Ia menambahkan gerakan Islam garis keras di masyarakat mengaku berhaluan Sunni, bahkan mengaku Ahlussunah wal-Jama’ah sebagaimana NU. "Karenanya PBNU mempertegas Aswaja yang dianut adalah Aswaja An-Nahdliyah," imbuhnya.

Hari Santri 2018

Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini mengatakan pentingnya pengkaderan dalam organisasi. Tidak hanya GP Ansor, PBNU juga melakukan pengkaderan. "Bahkan di beberpa pengkaderan yang dilakukan PBNU, banom diharuskan mengikuti termasuk juga lembaga-lembaga yang ada," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar D. Ikhwanto mengatakan, pelaksanaan PKD di Jombang sudah memasuki angkatan keempat. "Alhamdulillah kali ini PKD didekatkan pada pendiri NU dan Ansor, yakni di Pesantren Tambakberas yang merupakan kelahiran KH Wahab Chasbullah," ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan PKD PAC GP Ansor Jombang Kota yang digelar di Stikes An-Najiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, 11-13 Maret 2017 diikuti sekitar 80 kader. Mereka berasal dari Pengurus Pimpinan Anak Cabang dan Ranting.

"Kita sempat khawatir karena kemarin kader-kader baru mengikuti DTD Banser. Namun Alhamdulillah semangat kader Ansor masih tinggi. Terbukti pesertanya tidak hanya dari PAC Jombang Kota, PAC Kudu, PAC Jogoroto dan PAC Wonosalam juga mengirimkan kader untuk PKD disini," katanya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Karya Imam al-Ghazali ini merupakan satu di antara sekian ribu buku tentang menyucikan hati dari berbagai macam penyakit yang tak lekang oleh zaman. Hati pada hakikatnya adalah akar dari segala kebahagiaan. Jika hati selalu diserang oleh berbagai macam penyakit, maka kebahagiaan akan sangat sulit untuk diraih. Di sinilah pentingnya kita melatih hati agar kebahagiaan hidup yang hakiki bisa kita jumpai.

Hidup bukanlah hidup jika manusia tidak menemukan kebahagiaan. Sebagaimana lumrah kita ketahui bahwa bahagia tak lain bersumber dari hati, bukan pikiran. Jika kebahagiaan dianggap bersumber dari pikiran, itu bukan kebahagiaan yang hakiki, tapi hanya khayalan yang sangat tinggi. Maka dari itu, sebuah usaha untuk meraih kebahagiaan yang hakiki, kita harus bisa melatih hati agar tetap sehat dan terjauh dari segala macam penyakit (hati).

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Meraih Bahagia yang Hakiki dengan Terapi Hati

Ada banyak penyakit hati yang kadang kita tak merasakannya telah menjadi tunas-tunas hingga berakar kuat dan sulit ditumbangkan. Misalkan seperti iri/dengki, sombong, khianat, bohong/dusta, pamer, ‘ujub, dan kikir, serta penyakit-penyakit lainnya yang bersumber dari hati. Jika hati diserang penyakit-penyakit demikian, maka kita tidak akan menemukan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Ada beberapa terapi (latihan) mengobati hati dari penyakit tersebut sebagaimana diulas dalam karya ini.

Hari Santri 2018

Salah satu terapi untuk mengobati hati yang sedang dilanda oleh penyakit-penyakit tersebut yaitu bersabar (hlm. 4). Sabar memiliki beberapa dimensi; ada sabar menaati perintah Allah, sabar menjauhi larangan-Nya, sabar menghadapi musibah, dan sabar atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hamba lain. Substansinya, sabar menjadi tonggak terapi obat hati. Jika kita bisa sabar atas segala hal, sudah dapat dipastikan janji Tuhan tidak akan pernah melesat. Orang-orang yang sabar akan menemukan kenikmatan (kebahagiaan) hidup, dan pada gilirannya nikmat yang diberikan kepada orang lain, juga diberikan kepada kita oleh Allah dengan cara yang adil berkat kesabaran yang kita tanam.

Akar persoalan hidup

Keberadaan karakter/tabiat (hidup) manusia ditentukan oleh segumpal daging (hati) yang ada di dalam tubuhnya. Jika daging itu kotor dan penuh dengan penyakit, maka akan tercermin melalui pola hidupnya. Dengki, atau tidak rela jika orang lain menerima nikmat lebih baik dari kita. Orang yang hatinya ditimpa oleh penyakit dengki, maka berbagai cara akan dilakukan untuk menghilangkan nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada orang (hamba)-nya yang lain. Bisa saja orang itu dibunuh atau kenikmatannya dihilangkan dengan berbagai macam cara.

Hari Santri 2018

Dengki sebenarnya hanya penyakit kecil dan ringan di dalam hati. Tapi, jika dibiarkan, maka akan menjadi penyakit fisik/badan hingga menjadi dosa besar. Persoalan hidup selalu timbul dan tumbuh diakibatkan oleh hati. Orang yang hatinya dengki, maka kegelisahan dan berat pikiran akan selalu menghantuinya. Masih dalam satu terobosan untuk mengobati dengki, yaitu sabar yang diwujudkan dengan sifat qana’ah atau menerima apa adanya nikmat yang diberikan oleh Tuhan (hlm. 102).

Dengan sifat menerima apa adanya, hati akan merasa lega dan tenteram. Kita tidak boleh mengharapkan apa yang dimiliki oleh orang lain hilang atau menjadi milik kita dengan cara yang tidak dibenarkan baik secara moral atau sosial. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda, “Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan jiwa (hati)” (HR. Muslim).

Selain dengki, penyakit hati yaitu berupa takabbur (sombong/tinggi hati). Sombong adalah sifat bangga yang berlebihan dari dalam hati seorang hamba (manusia). Sehingga menganggap orang lain tak sebaik dari dirinya. Misalkan kita kaya-raya, cerdas/pintar, atau memiliki pangkat tinggi. Jika kita mensyukurinya, sudah tentu penyakit sombong bisa menjalar ke dalam hati dan dicerminkan melalui perilaku sehari-hari dengan menganggap remeh orang lain.

Sombong secara kasat mata tampak biasa-biasa saja, tapi sebenarnya sangat berbahaya bagi mereka yang menyadarinya. Sifat sombong bisa berdampak memeras (menganiaya) orang lain dan suka berbuat sewenang-wenang, serta menyepelekan (menganggap remeh) orang lain. Biasanya orang sombong ditakuti dan tidak disuka oleh masyarakat. Obat sombong yaitu bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita (hlm. 140).

Jika kita sebagai manusia selalu merasa terbebani dalam menjalani roda kehidupan ini, maka introspeksi diri dalam hati adalah salah satu solusinya (hlm. 238). Kita harus bisa mendeteksi sedini mungkin keberadaan hati yang ada dalam tubuh kita masing-masing. Jika ada secuil benih-benih penyakit atau sudah menumpuk banyak, maka kita harus sesegera mungkin untuk melakukan pembersihan dan terapi agar kemelut hidup tidak selalu menghantui.

Kehadiran buku ini akan menjadi pemandu untuk menemukan hakikat kebahagiaan dalam hidup umat manusia. Kebahagiaan tidak bisa diukur dengan harta kekayaan, kecerdasan, segala keinginan bisa terpenuhi, dan kesempurnaan jiwa-raga, tapi kebahagiaan sejati tumbuh dari hati yang bersih dari segala macam penyakit. Dengan menyelami hati melalui karya ini, kita akan diajak untuk terapi pengobatan hati secara sempurna agar bisa menemukan kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia hingga akhirat kelak. Selamat membaca dan menggapai kebahagiaan yang hakiki!

Data buku

Judul : Menyelami Isi Hati

Penulis : Imam al-Ghazali

Penerjemah : Akhmad Siddiq dan A. Rofi’i Dimyati

Editor : Mukhlis Yusuf Arbi dan Muhammad Taufik

Penerbit : Keira Publishing

Cetakan : I, 2014

Tebal : 312 halaman

ISBN : 978-602-1361-13-9

Peresensi : Junaidi Khab, pecinta baca buku, tinggal di Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Quote, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

Semarang, Hari Santri 2018

Konflik tak kunjung usai di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan berakhir bulan Agustus ini. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP PKB versi Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar.

"Saya sudah keliling Indonesia untuk memastikan hal ini. Akhir Agustus, konflik pasti selesai," kata Muhaimin kepada wartawan saat hadir pada acara Peringatan Ulang Tahun ke-140 Pondok Pesantren (Ponpes) Girikesumo di Desa Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Minggu (13/8)

Menurut mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini, hingga sekarang, sebagian besar elit maupun kalangan bawah yang terpecah akibat konflik tersebut, sudah menyatu kembali. Namun demikian, ia mengaku masih ada beberapa orang yang masih berbeda pandang.

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

"Kalau hanya satu atau dua orang yang masih mempermasalahkan, itu kan wajar. Yang jelas, sebagian besar sudah kembali," ungkap Muhaimin.

Wakil ketua DPR ini menyatakan kader PKB yang sebagian besar adalah orang Nahdlatul Ulama (NU) memang mudah berselisih paham. "Kata Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU, red), orang NU itu sering salah paham atau pahamnya yang salah," katanya disambut tawa 3 ribuan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU)

Hari Santri 2018

Muhaimin memproyeksikan pada tahun ini, konsolidasi internal ditargetkan selesai. Setelah itu, pihaknya mempersiapkan perekrutan kader baru dengan metode baru.

Pada tahun 2008, kader PKB yang terdiri dari basis pendukung utama (NU) dan basis baru bersiap menghadapi pemilu legislatif dan pilpres. Jika tak mampu menempati posisi pertama dalam perolehan suara pada pemilu mendatang, partai berlambang bola bumi ini diharapkan mampu menempati posisi kedua.

"Pada tahun-tahun mendatang, PKB akan menjadi partai terbuka, partai nasional. Tak beda dengan partai lain. Dengan cara seperti itu, PKB akan mampu menyerap kepentingan berbagai kalangan," terang Muhaimin.

Selain Muhaimin, hadir juga pada peringatan ulang tahun Ponpes Girikesumo itu sejumlah petinggi PKB dan NU yang menjadi pejabat publik, di antaranya, Menakertrans Erman Suparno, anggota DPR-RI Masduki Baidlowi, Cecep Syarifudin, Ketua PBNU Masdar Farid Mas’udi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Muhamad Adnan. (man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Olahraga, Kyai Hari Santri 2018

Sabtu, 25 November 2017

Perpres Pendidikan Karakter Terbit Besok, Ini Penjelasan Ketum PBNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Peraturan Presiden (Perpres) tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) akan terbit Rabu (5/9) besok di Istana Negara Jakarta setelah melalui pembahasan panjang oleh sejumlah pihak dan mengakomodir aspirasi masyarakat.

Perpres Pendidikan Karakter Terbit Besok, Ini Penjelasan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpres Pendidikan Karakter Terbit Besok, Ini Penjelasan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpres Pendidikan Karakter Terbit Besok, Ini Penjelasan Ketum PBNU

?

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan, dalam Perpres tersebut mengakomodir aspirasi masyarakat, baik terkait hari sekolah maupun Penguatan Pendidikan Karakter.?

Kiai Said menyatakan, setelah Perpres tersebut terbit Rabu (6/9) besok, semua ormas, lembaga, dan kementerian harus tunduk, baik Kemenag, Kemdikbud, Kemristekdikti, Kemendagri, dan Kemenko Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan (PMK).

“Peraturan (Permendikbud 23/2017, red) di bawah Perpres secara otomatis dibatalkan,” tegas Kiai Said, Selasa (5/9) saat ditemui Hari Santri 2018 di ruang kerjanya.

Hari Santri 2018

Dengan kata lain menurut Kiai Said, Perpres PPK akan menganulir semua peraturan perundang-undangan yang mengatur hari sekolah yang substansinya bertentangan dengan isi Perpres.

Terkait keberadaaan Madrasah Diniyah (Madin), Presiden Jokowi mengakui bahwa Madin saat ini telah terbukti membentuk kuatnya karakter anak bangsa.?

Karena itu, imbuhnya, Madin mulai sekarang akan mendapat dukungan penuh pemerintah, sebab Madin dianggap sejalan dengan cita-cita Presiden Jokowi dalam membangun karakter anak bangsa.

“Madin sebagai pembentuk karakter anak bangsa yang selama ini dikelola swadaya dan gurunya digaji apa adanya akan mendapat anggaran dari Pemerintah berdasarkan Perpres,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Hari Santri 2018

Terkait dengan hari sekolah yang juga diatur dalam Perpres tersebut, Kiai Said menegaskan bahwa setiap sekolah dipersilakan menerapkan lima hari sekolah asal tetap pulangnya siang yaitu antara jam 12.00-13.00.

Kiai Said juga menjelaskan, NU, Muhammadiyah, dan sejumlah ormas serta kementerian terkait akan hadir saat penerbitan Perpres Rabu besok di Istana Negara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Senin, 20 November 2017

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Jakarta, Hari Santri 2018. Latihan terpenting pada bulan Ramadhan selain berpuasa adalah melakukan qiyamul lail atau shalat dan berdzikir di malam hari. Jika puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari perbuatan yang dibolehkan seperti makan dan minum, maka qiyamul lail adalah latihan menjalankan perbuatan-perbuatan sunnah dengan penuh khusu dan konsentrasi.

Pengajian Online Ramadhan kitab "Manahijul Imdad" karya ulama besar Nusantara Syeikh Ihsan Jampes, Selasa (25/9), membahas fasal tentang qiyamul lail. Pengajian diadakan di ruang redaksi Hari Santri 2018, lantai V gedung PBNU Jakarta dan diteruskan melalui akun pbnu_online@yahoo.com, dipandu oleh KH Arwani Faisal dari Lembaga Bahtsul Masa'il (LBM) PBNU.

Diterangkan bahwa malam hari, terutama pada sepertiga malam yang terakhir, adalah saat hiruk-pikuk aktifitas manusia terhenti untuk sementara waktu. Suasana sunyi sangat membantu kita untuk menenangkan diri dan berkontemplasi.

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Qiyamul Lail, Beribadah Kala Sepi

Syeik Ihsan Jampes menyemangati kita betapa qiyamul lail di bulan Ramadhan sangat utama karena semua ibadah sunnah seperti shalat tahajjud, tasbih, atau shalat hajat itu dinilai sebagai ibadah wajib, mendapatkan pahala sebagaimana ibadah wajib.

Qiyamul lail itu semakin berlipat ganda lagi pahalanya ketika dikerjakan pada sepertiga Ramadhan yang terakhir, yakni saat terjadi malam lailatul qadar, tepatnya saat ibadah Ramadhan kita telah mengendur.

Hari Santri 2018

Qiyamul lail diperuntukkan bagi mereka yang telah tertidur sejenak di waktu malam, lalu bangun dan mengambil air wudhu. Di bulan Ramadhan umat Islam tentu tidak terlalu sulit untuk bangun di malam hari karena dipaksa untuk bangun melakukan sahur.

Hanya saja, bagaimana ketika menjelang, pada saat dan setelah makan sahur kita telah dimanjakan dengan berbagai sajian menarik di layar televisi? Tak sempatlah kita melakukan qiyamul lail. Jika begitu, maka latihan apa sebenarnya yang telah dijalani di malam-malam bulan Ramadhan?(nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Ubudiyah, Pesantren Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Minggu, 19 November 2017

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima

Tegal, Hari Santri 2018 - Untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal jamaah (Aswaja), Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal menggelar rutin acara Lailatul Ijtima.

Ketua MWC NU Pagerbarang Ustadz Abdul Ghony Al-Khafidz menjelaskan, pertemuan lailatul ijtima itu diisi dengan berbagai acara, di antaranya, shalat Isya berjamaah, istighatsah, dan tahlil.

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima

"Momen lailatul ijtima sebagai sarana silaturrahim dan untuk menyampaikan program-program NU di antaranya Program Pembangunan Gedung NU, dakwah dan konsolidasi pengurus untuk memperkuat organisasi," kata Ustadz Ghony saat lailatul ijtima di Masjid Jami Baitul Muttaqin, Desa Surokidul, Kecamatan Pagerbarang.

Hadir dalam acara itu pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC), pengurus ranting NU setempat, dan kurang lebih 150 jamaah.

Hari Santri 2018

Menurut Abdul Ghony, dalam lailatul ijtima juga dilangsungkan dialog dan evaluasi program-program MWCNU.

Hari Santri 2018

"Lailatul ijtima digelar setiap malam Ahad pahing secara bergilir di ranting se-Kecamatan Pagerbarang," ujarnya.

Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pagerbarang KH Muhtadi mengemukakan, warga nahdliyin harus tahu tentang Aqidah Aswaja salah satunya dengan kegiatan lailatul ijtima ini. "Semoga kita selalu istiqamah menggelar lailatul ijtima," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Sholawat Hari Santri 2018

Senin, 13 November 2017

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Kupang, Hari Santri 2018. Beginilah kondisi Siswa Madrasyah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nur Ikhsan di Kecamatan Ndori Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus rela menerima pelajaran duduk di bawah lantai karena kekurangan ruangan kelas.

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Minim Fasilitas, Siswa Madrasah Belajar di Lantai

Fasilitas yang dimiliki yayasan terbatas, sementara rombongan belajar sudah mencapai enam kelas. Sekolah yang baru berdiri sejak tahun 2008-2009 lalu sudah memilik sekitar ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas enam. 

Pantauan Hari Santri 2018, Sabtu 17 Agustus 2013, MIS yang memiliki empat ruangan kelas tersebut harus menerima pelajaran duduk di bawah lantai, sebab ruangan sudah tersisih siswa kelas empat sampai kelas enam. Sementara kelas satu dan kelas dua harus rela menerima pelajaran dengan suasana seperti zaman sebelum Indonesia merdeka, harus duduk maupun berdiri demi mendapat pendidikan.

Hari Santri 2018

Perhatian Kementerian Agama Kabupaten Ende kepada sekolah yang baru berdiri sekitar lima tahun terakhir ini, tidak tersentuh berbagai bantuan. Sementara usulan pihak yayasan maupun kepala sekolah tidak pernah di akomodir oleh pihak pemerintah.

Hari Santri 2018

Kepala MIS Nur Ikhsan Ndori, Drs. Said Rani, kepada Hari Santri 2018 mengatakan, kondisi yang dialami siswa MIS sejak tahun 2012 kemarin, kami telah mengalami kekurangan ruangan belajar. 

“Kami telah mengalami kekurangan ruang sejak tahun 2012 lalu, sebab rombongan belajar telah meningkat. Maka suasana dan aktifitas belajar bagis siswa tidak memenuhi standar belajar yang layak bagi peserta didik lainnya. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Fragmen Hari Santri 2018

Sabtu, 11 November 2017

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) periode 2012-2012 telah dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfud  di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (24/4) malam. 

ISNU merupakan badan otonom NU termuda yang baru dikukuhkan dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010. Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, embrio ISNU sudah ada semenjak 19 November 1999 namun baru dikukuhkan pada Muktamar kepada 2010 dan pada awal tahun 2012 ISNU menyelenggarakan kongresnya yang pertama.

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Dalam sambutannya usai pelantikan itu Ali Masykur mengatakan, para sarjana NU meliputi berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, politik, hukum, sosial, dan bidang-bidang lain yang lebih spesifik.

Hari Santri 2018

“NU tidak hanya punya sarjana agama. Banyak sarjana di berbagai bidang. Maka ISNU memanggil para sarjana NU untuk pulang, pulang dan pulang ke pangkuan NU,” katanya sembari menambahkan kepengurusan yang dipimpinya merupakan kabinet ‘empat kaki’ yang  merepresentasikan kaum ilmuan, birokrasi, pengusaha dan pekerja sosial di kalangan sarjana NU.

Hari Santri 2018

Menurutnya, kelahiran Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama didahului dengan tiga kebangkitan yang ditandai dengan berdirinya tiga organisasi, yakni kebangkitan politisi yang tercermin dalam organisasi Nahdlatul Wathan, kebangkitan intelektual dalam Tashwirul Afkar dan kebangkitan ekonomi dalam Nahdlatut Tujjar.

Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada malam pelantikan itu mengajak para sarjana NU yang bergelut di berbagai bidang untuk kembali merapat ke NU. “Kita bersama-sama membangun NU dan komunitas Nahdliyin, serta bersama-sama membangun bangsa,” katanya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Pahlawan, Pendidikan Hari Santri 2018

Selasa, 07 November 2017

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster

Bandung, Hari Santri 2018

Dalam rangka menyambut Hari Lahir ke-62, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat menggelar lomba Esai dan dan poster. Lomba esai ini mengusung tema “Peran Pelajar untuk Pembangunan Jawa Barat”, sedangkan lomba poster mengangkat tema “Menjadi Pelajar Indonesia Bersih dari Narkoba”.

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-62, IPPNU Jabar Buka Lomba Esai dan Poster

Menurut Wakil Sekretaris PW IPPNU Jabar Dhilla Nuraeni, lomba tersebut sebagai upaya penguatan ideologi pengurus dan suksesi program kerja pengurus dengan melibatkan para kader dalam rangkaian kegiatan besar IPPNU Jawa Barat.

“Mengingat hampir satu abad IPPNU berjaya di Indonesia dan mengawal pelajar putri Indonesia, maka betapa pentingnya peran pelajar demi pembangunan Jawa Barat di masa yang akan datang,” ujar Wakil Sekretaris PW IPPNU Jabar itu kepada Hari Santri 2018, Kamis (22/2) kemarin.

Hari Santri 2018

Persyaratan kedua lomba yang berhadiah tropi dan uang pembinaan tersebut diperuntukkan untuk pelajar se-Jawa Barat. Karya harus dibuat secara individu, karya sendiri, belum pernah diikutkan lomba sebelumnya, dan belum pernah dipublikasikan. Untuk batas pengiriman berkas pada tanggal 11 Maret.

Hari Santri 2018

Adapun pengumuman lomba, hasilnya akan diumumkan pada 18 Maret 2017 bersamaan dengan acara pelantikan, upgrading, dan rapat kerja PW IPPNU Jabar. Saat pelantikan nanti juga akan dirangkai dialog terbuka tentang kekerasan perempuan dan anak yang dinarasumberi oleh istri gubernur Jabar, Netty Parsetyani Heryawan. Rencananya akan ada pula Deklarasi Pelajar dan santri bersih dari narkoba bersama Kepala BNN Provinsi Jawa Barat. (M. Zidni Nafi’/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Kyai, Kiai Hari Santri 2018

Jumat, 03 November 2017

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren

Oleh Erzal Syahreza Aswir

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada dari sebelum zaman kemerdekaan. Kehadirannya di bumi Nusantara sebagai wadah mencerdaskan masyarakat Indonesia dalam perspektif agama dan juga nasionalisme. Semangat institusi pendidikan pondok pesantren ini sampai saat ini masih terasa meskipun pendidikan formal sudah banyak didirikan. Pada awal berdirinya, kegiatan pondok pesantren masih sangat sederhana. Berawal dari kegiatan-kegiatan di masjid yang kemudian santri-santrinya didirikan sebuah pondok untuk tempat tinggal.

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren

Dasar konstitusional pendidikan pesantren adalah pasal 26 ayat 1 bab 4 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 1 disebutkan bahwa “Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penanambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat”. (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kaledra, Jakarta: 2003, hlm. 19)

Lembaga pendidikan yang sangat indigenous Nusantara ini memiliki banyak peranan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada tiga peran pondok pesantren, yaitu sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan Islam, dan lembaga pengembangan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, pondok pesantren bermetamorfosis menjadi agen perubahan (agent of change) dan juga agen pengembangan masyarakat. Namun meskipun dengan perubahan yang sedemikian itu, institusi ini tidak meninggalkan tujuan utamanya, yaitu sebagai tafaqquh fid-din atau tempat mempelajari ilmu agama.

Pesantren sudah banyak memberikan bukti nyata terhadap perkembangan zaman, bahkan terhadap kemerdekaan Indonesia. Seperti kita ketahui dalam sejarah bangsa ini bahwa Laskar Hisbullah merupakan kaum santri yang rela mengorbankan nyawanya untuk melawan penjajahan dari bangsa asing. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari sebagai kiai dalam salah satu pondok pesantren di Jawa Timur pun pernah berfatwa bahwa membela tanah air itu hukumnya wajib bagi setiap warga negaranya. Hubbul wathan minal iman, artinya cinta tanah air merupakan sebagian dari iman.

Belum diketahui jelas pada tahun berapa pondok pesantren menjadi pusat belajar agama di Indonesia. Alwi Shihab menegaskan bahwa Syaikh Maulana Malik Ibrahim adalah orang yang pertama kali mendirikan pesantren sebagai tempat mendidik dan menggembleng para santri dalam memahami agama. Agama Islam diperkirakan menyebar ke seluruh Indonesia pada abad ke-15, tetapi diperkirakan sudah ada di Indonesia sejak abad ke-8 melalui pedagang Arab. Sampai pada abad ke-16, agama Islam sudah menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi agama terbesar di Republik ini. Persebaran Agama Islam di Indonesia salah satunya melalui dakwah-dakwah yang dilakukan kiai di Pondok Pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa ada dua kubu lembaga pendidikan dengan corak dan ciri khasnya tersendiri, yaitu pendidikan umum dan pendidikan pondok pesantren. Secara eksistensi, pendidikan umum lebih unggul dari pondok pesantren lantaran pendidikan umum mendapat legalitas yang jelas dari pemerintah, sedangkan pondok pesantren terkadang hanya mendapat legalitas dari institusi keagamaan saja.

Jika dibandingkan tentu secara usia pondok pesantren lebih tua daripada pendidikan umum. Pondok pesantren lahir jauh sebelum kemerdekaan, bahkan sebelum penjajahan. Sedangkan pendidikan umum mulai lahir pada zaman penjajahan Belanda. Produk pendidikan yang sengaja dibuat oleh Belanda sebagai politik balas budi dari Van De venter atas jerih payah Bangsa Indonesia melayani Bangsa Belanda. Bukan tanpa sebab Belanda melakukan politik balas budi ini, ada maksud terselubung yaitu agar sumber daya manusia di Indonesia memadahi untuk dipekerjakan oleh Belanda. Ini berarti bahwa pendidikan ciptaan kolonial Belanda ini untuk menghasilkan para pekerja saja, bukan untuk menghasilkan pemimpin yang visioner.?

Output institusi pendidikan ini sampai sekarang masih terasa ketika banyak lulusan SMA atau perguruan tinggi yang orientasinya hanya menjadi pegawai perusahaan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meskipun tidak semuanya beranggapan seperti itu, tetapi kebanyakan realita mengatakan bahwa lulusan pendidikan formal hanya menginginkan menjadi pegawai, tidak lebih. Hal ini terbukti dari banyaknya pendaftar ketika dibuka lowongan menjadi PNS, pegawai BUMN, atau pegawai swasta. Pada tahun 2014, dari data KemenPAN-RB diketahui bahwa jumlah pendaftar CPNS tahun itu berjumlah 2.603.780 pendaftar.

Hari Santri 2018

Berbeda ketika lulusan sebuah pondok pesantren, meskipun berlabel agama tetapi pondok pesantren tidak hanya melahirkan ustadz, tetapi juga banyak melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat. Seperti contoh adalah KH Abdul Rahman Wahid atau Gus Dur, lalu ada Lukman Hakim Saifuddin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama. Selain itu juga ada Emha Ainun Nadjib yang dikenal sebagai tokoh intelektual, seniman, sastrawan, dan budayawan.

Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan yang indigenous dari Indonesia ini memiliki banyak keuniakan. Keunikan-keuinikan tersebut merupakan sebuah nilai positif yang dapat ditiru oleh pendidikan formal. Sehingga nantinya pondok pesantren bisa menjadi kancah pengembangan di pendidikan umum.

Mengutamakan Kecerdasan SQ (Spiritual Quotient)

Sistem pendidikan pondok pesantren lebih mengutamakan kemampuan spiritual (SQ) di samping kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ), sedangkan sistem pendidikan yang ada di pendidikan formal saat ini lebih mengutamakan kecerdasan intelektual (IQ). SQ sendiri dapat diperoleh dengan belajar dari guru spiritual masing-masing di pondok pesantren atau mempelajari kitab-kitab sehingga santri-santri tersebut mendapat ketenangan dalam hal mencari ilmu atau yang lain. SQ dalam pendidikan dapat mendorong lebih giatnya untuk belajar, karena dengan adanya kecerdasan SQ yang tinggi akan menambah semangat belajar dan mempunyai tujuan hidup. Pondok pesantren dengan sistem pendidikan yang lebih menekankan pada SQ membuat para santri dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat, dan tentunya dapat berguna ditengah-tengah masyarakat.

Roberts A. Emmons, Ph.D seorang pakar psikologi dari California mengungkapkan bahwa Spiritual Quotient (SQ) merupakan kecerdasan yang berdasar pada pemaknaan sebuah kehidupan, ketika SQ sudah berjalan dengan baik, maka dengan sendirinya jalan bagi IQ dan EQ akan terbuka. Oleh karenanya orang yang memiliki SQ akan mudah diterima oleh masyarakat umum dan akan selalu dilibatkan dalam setiap agenda. (Your Perfect Right, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002, hal. 213).

Lembaga Pendidikan Tertua di Indonesia

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, kehadirannya jauh sebelum adanya penjajahan di bumi Nusantara. Di dalam segi pengalaman, tentunya pondok pesantren lebih banyak merasakan pahit manisnya kehidupan dunia pendidikan daripada lembaga pendidikan umum

Menanamkan Keikhlasan

Sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren tentunya memiliki pengajar dan juga para staff. Pengajar dan para staff ini melakukan pekerjaanya tidak dengan berdasar pada besarnya gaji, namun melakukan semua itu dengan berdasarkan keikhlasan untuk memajukan anak bangsa. Prinsip keikhlasan inilah yang dapat menjadi tolak ukur bagaimana proses belajar-mengajarnya berjalan dengan baik dan efisien.

Full Control

Tidak terbatas dengan waktu. Itulah ungkapan yang dapat diberikan kepada pondok pesantren. Kiai sebagai pimpinan tertinggi akan selalu mengawasi santri-santrinya dalam segi apapun, kapanpun, dan dimanapun. Bukan berarti ini adalah bentuk pengekangan, tetapi pengawasan disini diartikan sebagai pengawasan dari bahaya budaya luar yang merusak. Seperti minuman keras, seks bebas, narkoba, dan budaya luar yang berbahaya lainnya. Lembaga pendidikan pondok pesantren selalu melakukan pengawasan terhadap semua itu.

Solidaritas Alumni yang Kuat

Kehidupan pondok pesantren dengan kebiasaan serba bersama seperti masak bersama, makan bersama, tinggal dalam satu asrama membuat ikatan emosional antar santri terjalin kuat. Ikatan emosional yang kuat tersebut akan menumbuhkan solidaritas yang kuat, hingga sampai menjadi alumni tetap akan terjaga solidaritasnya.





Ilmu yang Terintegrasi

Pola pembelajaran di pondok pesantren yang dilakukan sampai saat ini yaitu dengan mengintegrasikan antara ilmu umum yang didapat dari proses pembelajaran di madrasah dan ilmu dari belajar kitab-kitab kuning ilmu agama. Sehingga dalam bidang ilmu satu dengan ilmu lain tidak akan bertentangan dan memiliki keterkaitan antara satu sama lain, sehingga dalam memahami ilmu yang didapat dari proses belajar akan mudah diterima dan mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari.





Garda Terdepan Pembela Tanah Air

Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, begitulah penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pondok pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang turut serta dalam perjalanan memajukan tanah air, sejak sebelum adanya penjajahan sampai berakhirnya penjajahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, tentunya pondok pesantran selalu melakukan pengawalan terhadap bangsa dan negara ini.

Sejarah sudah mengatakan bahwa pendidikan memiliki andil besar dalam membela tanah air. Laskar hisbullah merupakan salah satu contoh dari pembelaan kaum santri terhadap tanah air. Bagaimana kaum santri ketika itu hanya menggunakan bambo runcing dalam peperangan melawan penjajah. Selain itu juga tokoh-tokoh jebolan pondok pesantren banyak yang menjadi pahlawan nasional, seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, Bung Tomo, KH. Wahid Hasyim, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Abdurrahman Wahid, dan masih banyak pahlawan nasional yang lahir dari pendidikan pondok pesantren.





Adanya Prinsip Keberkahan

Moralitas saat ini merupakan masalah yang ada di dunia pendidikan. Tak henti-hentinya berbagai kasus mengenai kenakalan siswa terhadap gurunya, belum lagi ketika guru memberikan sanksi berupa tindakan fisik maka akan dikenai pidana berupa pelanggaran terhadap anak dibawah umur. Padahal hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan guru ketika muridnya dirasa sudah melebihi batas – batas normal kenakalan anak dibawah umur.

Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat akut dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Permasalahan – permasalahan di dunia pendidikan saat ini sudah tidak wajar, terutama pada pendidikan di lembaga formal milik pemerintah. Namun berbeda ketika kita berada pada lembaga pendidikan pondok pesantren. Kehidupan asri dan sederhana di pondok pesantren ini tentunya tidak semerta - merta ada, tetapi dihidupkan dengan adanya prinsip yang ditanamkan dalam pondok pesantren. Salah satu yang ditanamkan yaitu dengan menanamkan prinsip keberkahan. Dimana para pendidik atau biasa yang disebut ustad dan kiai akan selalu dihormati dengan adanya prinsip ini.?

Prinsip keberkahan adalah prinsip yang diajarkan dengan menekankan pada menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang diajarkan dari pondok pesantren tidak hanya melalui buku dan kitab, tetapi juga dari ustad dan kiai. Para santri ketika membawa buku atau kitab akan selalu ditempatkan pada tempat – tempat yang bersih dan suci. Hal ini menunjukkan bahwa para santri telah diajarkan untuk selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.?

Selain itu hal ini juga diterapkan kepada ustad dan kiai sebagai para pendidik di pondok pesantren. Para santri akan berjalan menunduk ketika bertemu berpapasan dengan ustad atau kiai. Berjalan menunduk dalam pondok pesantren ini merupakan sebuah bentuk dari suatu hormat terhadap pendidik di pondok pesantren. Penghormatan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan ini merupakan bentuk cara untuk mendapatkan keberkahan dari menuntut ilmu. Seperti dalam Islam dikatakan bahwa menuntut ilmu akan memnghilangkan kebodohan dalam diri manusia. “Katakan: “Apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui?” (Az Zumar : 9)”. Artinya bahwa ilmu akan membedakan antara orang yang mempelajari dan tidak mempelajarinya.

Penulis adalah kader PMII Komisariat Universitas Lampung

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock