Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

Kami berdelapan menjadi anggota parlemen. Di antara kami, A.S. Bachmidlah yang telah memiliki mobil. Mobil "Peugeout" yang tahun pembikinannya sudah tua, dan sering mogok di jalanan.

"Hayo, mari, siapa mau ikut?" seru K.H. Muhammad Ilyas berdiri di sebelah mobil Bachmid pada suatu hari ketika kami keluar dari gedung parlemen di Jalan Dr. Wahidin.

Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

"Kami kuti numpang hingga ke Kwitang!" jawabku. Aku bersama Idham Chalid keluar gedung parlemen hendak pulang. Kami duduk di dalam mobil. Bachmid sudah siap hendak menghidupkan mesin.

"Nantilah dulu!" perintah K.H. Muhammad Ilyas kepada Bachmid. Sementara itu ia masih berdiri di luar pintu mobil.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Hayo lagi, siapa mau ikut?" teriak K.H. Muhammad Ilyas. Ia mengajak Hasan Basri dan Abdul Muiz yang baru keluar dari gedung parlemen.

"Sudahlah kita berangkat! Tunggu siapa lagi? Mobil begini kecil masih akan ditambah lagi penumpangnya!" teriakku kesal. Panas dalam mobil.

"Eee, biar tambah banyak yang naik mobil tambah baik. Kalau mobil ini mogok di jalanan biar banyak yang mendorong," jawab Kiai Ilyas seenaknya.

"Insya Allah tak akan mogok, percayalah!" Bachmid meyakinkan kami.

"Ya, siapa tahu! Mobil sudah nenek-nenek begini!" Idham Chalid menyela.

"Jangan kira! Dulu mobil ini baru," Bachmid membanggakan mobilnya.

"Tentu saja baru. Memangnya pabrik membuat mobil tua?" aku menyela.

Maka berangkatlah kami berempat dalam mobil Bachmid. Jika suara mesin agak lirih, Kiai Ilyas teriak: "Dorong!" Bachmid menancap pedal gas pelan-pelan, jalannya mesin kembali stabil. Alhamdulillah, sampai juga ke tempat tujuan tak kurang suatu apa. Kami lega, bebas dari ancaman mendorong mobil. Zaman itu, belum banyak orang-orang Republik memiliki mobil. Beberapa yang telah memiliki mobil, kebanyakan main dorong karena mobil sudah tua. (K.H. Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Anti Hoax, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Solo, Hari Santri 2018 - Momentum Hari Lahir (Harlah) Ke-56 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dirayakan oleh para kader PMII Kentingan UNS Surakarta. Mereka mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos) dan lomba mewarnai di Taman Cerdas Jebres, Surakarta, Ahad (17/4).

“Sumbangan berupa alat tulis, iqro’, dan buku panduan shalat. Kita serahkan bantuan kepada anak-anak di lingkungan sekitar kampus,” terang Ketua PMII Kentingan Tsaniananda.

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Mewarnai dan Berbagi Alat Tulis di Surakarta Meriahkan Harlah PMII

Ninda menambahkan, aksi sosial ini merupakan media untuk lebih mendekatkan diri PMII dengan masyarakat khususnya anak-anak yang kelak menjadi generasi penerus bangsa.

“Kita rasakan keresahan di kampus. Salah satunya semakin kentaranya pendewasaan dini pada anak-anak. Kami di PMII ingin merespon hal tersebut,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Dalam momen harlah ini PMII Kentingan juga mengadakan acara lomba mewarnai, khataman Al-Qur’an, outbond, dan refleksi.

Hari Santri 2018

Ia berharap ke depan PMII menjadi lebih berjaya. “Harapan kami untuk PMII di momentum Harlah ke-56 ini semoga bisa menambah peran dan memperkuat semangat juang PMII yang telah dirintis para pendahulu,” ucap Vika, salah satu aktivis PMII Kentingan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Pemurnian Aqidah, Santri Hari Santri 2018

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Rembang, Hari Santri 2018. Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah Hj Munawaroh mengingatkan kepada masyarakat secara umum tentang maraknya praktik kekerasan terhadap anak baik secara fisik, psikis, maupun seksual. Menurutnya, kejahatan tersebut masih membayangi orang tua hingga sekarang.

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Jateng: Kekerasan terhadap Anak Meningkat, Waspadalah!

Kita saat ini harus mulai mewaspadai tindak kekerasan pada anak yang sudah sangat memprihatinkan. Dari hari ke hari kian mengalami peningkatan yang harus menjadi tanggapan kita bersama. Dalam sejumlah kasus, banyak anak mengalami kekerasan hingga berujung kematian,” ujarnya dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Lasem, Ahad (11/10) sore, di Rembang, Jateng.

Ia berharap, banyaknya kasus yang sering diberitakan oleh media massa dapat meningkatakan kewaspadaan warga untuk menjaga anak yang masih dini agar tidak menjadi korban kekerasan, termasuk pedofilia.

Hari Santri 2018

Munawaroh juga menyinggung soal pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, banyak rumah tangga mengalami keretakan, bahkan hingga berujung perceraian, dipicu oleh kemajuan teknologi, di antaranya media sosial, yang dimanfaatkan secara keliru.

“Saya berharap agar kita sebagai muslimat NU pandai dalam memanfaatkan kemajuaan teknologi sesuai pada tempatnya dan menjadikan manfaat,” tuturnya. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 07 Februari 2018

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Bandung, Hari Santri 2018. Lembaga Talif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi LTNNU se-Jawa Barat dan Pesantren Kilat Digital Marketing untuk memperkuat jaringan media Islam.?

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat di Bandung dihadiri oleh 52 pengurus LTN dari 21 PCNU Kab/Kota se-Jawa Barat serta 8 utusan dari PW Ansor Jabar, PW Fatayat Jabar, PW IPNU-IPPNU Jabar.?

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jabar sekaligus pembina LTNNU PWNU Jabar Prof Dr KH Ali Ramdhani. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (2-3/6).?

Ketua LTNNU Jawa Barat Husnul Qodim dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Hari Santri 2018

Hal ini dipertegas dalam tema kegiatannya yaitu optimalisasi konten dan literasi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Selain itu Husnul juga mengatakan, LTNNU merupakah sebuah lembaga di NU yang mempunyai tugas menyampaikan informasi, komunikasi, dan publikasi. Oleh karena itu mengoptimalkan dakwah NU di media itu merupakan salah satu bagian tugas LTNNU.?

Hari Santri 2018

Disamping, memperkuat publikasi dan informasi khazanah NU dan pesantren terkait khazanah diniyah, wathaniyah dan ijtimaiyah, LTNNU juga bertugas sebagai cyber army untuk mengkonter konten-konten negatif, radikalisme dan ujaran kebencian yang memecah belah NKRI.?

“Semoga para peserta kegiatan ini bisa mengikuti kegiatan sesuai dengan agenda acara dan bisa menghasilkan sesuatu yang direncanakan sesuai dengan tema kegiatan ini,” tutup Husnul. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus NU Jateng memulai kembali tradisi lailatul ijtima’ setelah dua bulan vakum karena Ramadhan, Rabu (10/9). Malam penuh berkah ini yang dihadiri pengurus dan warga NU ini, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dipandu H M Arja Amroni.

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin Umar menuturkan, pelaksanaan lailatul ijtima ini menandai mulainya kegiatan rutin bulanan NU Jateng. Pelaksanaan lailatul ijtima ke depan, Abu Hafsin menambahkan, tidak akan dikaitkan dengan acara-acara di luar NU Jateng. Sehingga, pelaksanaannya tidak diundur-undur oleh sesuatu hal.

Perihal gerakan ektrem transnasional yang mengatasnamakan agama, Abu Hafsin menyatakan kegelisahannya. Ia mengimbau warga NU untuk mengamati gerakan keagamaan yang tidak sesuai dengan budaya Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Kita perlu mewaspadai gerakan yang seperti ini. Pasalnya, mereka juga tidak akan tinggal diam,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2018

Pertemuan rutin bulanan perdana ini diakhiri dengan taushiyah kebangsaan dan doa oleh Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Meme Islam, Khutbah Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Jepara, Hari Santri 2018 - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melantik pengurus PC GP Ansor Kabupaten Jepara masa khidmat 2017-2021 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (02/12) siang.  

Wakikl Ketua Bidang Keagamaan PP GP Ansor Muhammad Lutfi Thomafi, didaulat melantik pengurus Ansor Cabang Jepara yang dinakhodai Syamsul Anwar. Adapun Sholahuddin Aly, Ketua PW Ansor Jawa Tengah yang juga hadir dalam pelantikan tersebut membacakan surat keputusan (SK).

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf itu dihadiri oleh ribuan Syecher Mania.

Hari Santri 2018

Hadir pula dalam kesempatan itu Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Anggota DPR RI H Noor Ahmad, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, perwakilan Lembaga serta Banom NU se-kabupaten Jepara.

KH Ubaidillah Noor Umar mewakili PCNU Jepara dalam uraiannya menyampaikan kader yang hari ini menjadi pengurus Ansor kelak menjadi pengurus NU.

Hari Santri 2018

“Rais Syuriah PCNU Jepara dulu adalah Ansor,” tutur kiai yang akrab Mbah Ubaid ini sebagai wujud kebanggaan.

Sebab itu, Rais Syuriah PCNU Jepara itu bangga pengurus PP GP Ansor memperhatikan GP Ansor Jepara. Mbah Ubaid berpesan, “Yang menguatkan NU sejatinya ya wong desa,” paparnya.

Luthfi Thomafi dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi menjadi salah satu poin penting. Dalam setiap bulan imbaunya perlu ada kegiatan kaderisasi mulai PKD, Diklatsar dan program yang lain.

Pengasuh pesantren Al-Hamidiyah Lasem Rembang itu menambahkan sosok ketua GP Ansor ialah imam. Sehingga menjadi ketua harus menjadi teladan yang baik.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Dia berharap Ansor bermanfaat untuk masyarakat. Habib Syech yang memimpin jalannya pembacaan shalawat juga memberikan pesan.

Disampaikan Habib Syech, bahwa Ansor adalah pelopor kebaikan. Ansor lanjut Habib Syech ialah pembela ajaran Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Ketua PC GP Ansor Jepara, Syamsul Anwar menegaskan Ansor ke depan punya banyak tantangan dari ancaman terorisme, radikalisme dan soal yang lain. “Mari ubah organisasi kita menjadi gerakan riil untuk umat Islam,” tandasnya.

Penyematan Seragam Banser

Selain Maulid Nabi dan pelantikan, kegiatan juga disisipi dengan penyematan seragam Banser untuk Habib Syech, H Noor Ahmad (anggota DPR RI) serta perwakilan Kapolres Jepara.

PC GP Ansor Jepara juga memberikan penghargaan kepada ranting yang memperoleh akreditasi terbaik. Ketiga Ranting tersebut meliputi Nalumsari kecamatan Nalumsari, Kaliombo kecamatan Pecangaan serta Langon kecamatan Tahunan.

Juga pemberian penghargaan kepada Banser atas pengabdian terlama. Adapun yang memperoleh penghargaan H Suyono (Kecamatan Jepara), Supriyadi (Kecamatan Donorojo) dan Purnomo (Kecamatan Keling). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Hari Santri 2018

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Nasional Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock