Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal

Bentangan ibadah sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya tidaklah terbatas. Mulai dari menghindarkan duri di jalanan hingga dzikir kepada Allah swt. semuanya tergolong dalam ibadah. Begitu luasnya ruang ibadah hingga seseorang tidak mungkin mengetahui batas-batas antara ibadah dan yang bukan ibadah kecuali mereka yang sombong. Karena segala seseuatu yang dilakukan seorang hamba dengan niat mengabdi kepada Allah swt dapat digolongkan sebagai ibadah.

Luasnya ruang ibadah inilah yang membedakan besaran ibadah seorang hamba dengan hamba lainnya.? Mereka yang memiliki banyak pengetahuan agama, memiliki peluang besar untuk memperbanyak ibadah, begitu juga sebaliknya. Mereka yang minim pengetahuan agamanya peluang ibadahnyapun tidak maksimal. Akan tetapi tidak semua peluang bisa berubah menjadi realita ibadah. Tergantung ada kemauan seorang hamba.

Salah satu ibadah yang termasuk jarang diketahui dan juga jarang dilakukan kecuali mereka yang mengerti adalah shalat sunnah di bulan Syawal. Sebagaimana yang diterangkan oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jailani berdasarkan pada hadits Rasulullah saw. dalam kiitabnya Al-Ghunyah juz dua:

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? : ((? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ...) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Delapan Rakaat Sunnah di Bulan Syawal

Diceritakan dari Anas Radhiallahu Anhu, dia berkata bahwasannya Rasulullah saw pernah bersabda ((barang siapa shalat di bulan syawal sebanyak delapan raka’at baik dilakukan malam hari maupun siang hari yang mana di setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan Qul Huwallahu ahad –al-khlas- sebanyak lima belas kali. Setelah delapan rakaat tersebut kemudian dilanjut dengan membaca tasbih (subhanallah wa bi hamdihi, subhanallahil adhim) tujuh puluh kali dan shalawat (allahumma shallli ‘ala sayyidina Muhammad) tujuh puluh kali. Maka demi dzat yang telah mengutusku, Allah akan mengalirkan hikmah (kebijaksanaan/kebenaran) dalam hati yang diungkapkan melalui lisan seorang hamba yang telah melaksanakan shalat ini , dan Allah akan tunjukkan kepada dia penyakit-penyakit dunia serta obatnya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, barang siapa yang mendirikan shalat ini sesuai tata caranya, maka akan diampuni dosa-dosanya sebelum ia mengangkat kepala setelah sujudnya, dan andaikan dia mati, maka dia mati dalam keadaan syahid yang dosanya telah diampuni. Dan tiada seorang hamba yang melaksanakan shalat ini dalam keadaan bepergian, kecuali Allah mudahkan baginya perjalanannya hingga tempat yang dituju. Andaikan ia memiliki hutang, maka hutangnya akan terbayar, dan seandainya ia memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, tiada seorang hamba yang menjalankan shalat ini kecuali Allah berikan untuknya di setiap huruf dan ayatnya sebuah makhrafah di surga nantinya. Kemudian dipertanyakan “apakah mkahrafah itu Ya Rasul? Rasulullah saw menjawab makhrafah adalah dua ekor domba yang mempermudah penunggangnya mengelilingi (kebon penuh) pepohonan yang tidak pernah dipotong selama seratus tahun)).

Yang dimaksud dengan shalat tersebut adalah delapan rakaat shalat sunnah mutlak yang dilakukan selama bulan Syawwal. Dengan ketentuan empat kali salam yang disetiap rakaatnya dibaca al-fatihah dan lima belas kali surat al-ikhlas. Kemudian dilanjut dengan 70 kali bacaan tasbih dan 70 kali bacaan shalawat. Adapu fadhilahnya dapat telah diterangkan dalam hadits tersebut. (red. Ulil H)

?

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Syariah, Kajian Hari Santri 2018

Kamis, 15 Februari 2018

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Demak, Hari Santri 2018. Untuk memperkuat dan melebarkan basis kaderisasi pelajar NU di pesantren, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Demak melakukan kunjungan dan konsolidasi ke Pimpinan Forum Silaturrahim Santri Pesantren Demak (FS2PD).

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Perwakilan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak diterima langsung Ketua FS2PD Muhammad Taufiq di kediamannya yang berada di Lingkungan Pondok Pesantren Assujudiyah Demak, Jawa Tengah, Senin (23/3) malam.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim dalam pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya? berencana memperbaiki mutu kaderisasi pelajar NU pada basis santri di Kota Wali, Demak. Menurutnya, pesantren dalam praktik keagamaan sehari-hari menggambarkan paham Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Sudah sepatutnyalah kami mulai penjajakan agar para santri bersedia bergandengan tangan dan berjuang bareng membesarkan IPNU-IPPPNU. Maka dari itu kami bertemu FS2PD agar dibukakan kran maupun pintu untuk masuk ke pesantren-pesantren di Demak,” ujarnya.

Muhammad Taufiq selaku Ketua FS2PD mengapresiasi niat rekan-rekanita IPNU-IPPNU. Ia mengatakan pesantren ibarat miniatur sebuah kerajaan, terbuka dan tidaknya pesantren mengikuti karakter pengasuhnya. “Karena PC IPNU-IPPNU Demak telah menemui kami, maka kami akan bantu untuk komunikasikan ke pihak pesantren yang tergabung dalam FS2PD agar bersedia didirikan komisariat,” kata alumni Pondok Pesantren Assujudiyah dan juga mantan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Demak Masa Khidmat 2010-2012.

Hari Santri 2018

Istiqomah, Ketua PC IPPNU Demak mengungkapkan terima kasih atas respon positif ini, dan sesegera mungkin pihaknya akan mengonsolidasikannya dengan semua pengurus di semua level agar mendapat tinak lanjut.

“Kami sudah lama merencanakan hal ini dengan harapan kaderisasi PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak yang selama ini masih kurang menyentuh lembaga pesantren dapat kembali bergelora, karena kami menyadari pada dasarnya pesantren juga basis IPNU-IPPNU,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Muadhom (Wakil Ketua Bidangan Kaderisasi); Dzawits Tsiqoh (Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi); Rifkqi Jamil (Wakil Bendahara); dan Muhammad Nasir (Koordinator DKC CBP PC IPNU) beserta wakilnya, Sutresno. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

Ngawi, Hari Santri 2018. Lakpesdam NU Ngawi mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam perencanaan dan pembangunan desa. Lakpesdam NU melihat pentingnya partisipasi masyarakat dalam rangka mendampingi ketepatan program pembangunan desa.

Ketua Lakpesdam NU Ngawi Husaini Amar meminta partisipasi masyarakat terutama unsur NU dalam pembangunan desa. Peran unsur masyarakat secara menyeluruh ini, kata Husaini, dijamin dalam UU Desa tahun 2014 dalam proses perencanaan dan pembangunan desa.

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Ngawi Dorong Masyarakat Pantau Pembangunan Desa

“Keberadaan desa perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Husaini di hadapan puluhan warga dalam diskusi UU Desa Tahun 2014 di aula kantor Lakpesdam NU, Rabu (3/9).

Hari Santri 2018

Ajakan Husaini Amar ini diamini Bapedda Ngawi Sri Widodo. Menurutnya, UU Desa telah menetapkan, setiap desa mendapat alokasi anggaran khusus dari APBN. Sri Widodo mengajak warga Ngawi untuk mengawasi pelaksanaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (Agus susanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Hikmah, News, Kajian Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim

Surabaya, Hari Santri 2018 - Dalam waktu dekat ratusan gus dan lora akan mengikuti daurah Aswaja yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur. Para penerus tampuk kepemimpinan di pesantrennya masing-masing ini akan mengikuti pendidikan keaswajaan NU awal Maret mendatang.

"Tujuan diselenggarakan daurah ini adalah sebagai sarana bagi terciptanya silaturahmi antargus atau lora," kata Ketua panitia daurah Ustadz Ahmad Nur Fauzi kepada Hari Santri 2018 (3/2).

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Gus dan Lora Akan Ikuti Daurah Aswaja NU Jatim

Menurut Nur Fauzi, kegiatan ini menegaskan bahwa keberadaan para gus dan lora sangat penting bagi kerekatan hubungan di masa mendatang. "Karena mereka akan menjadi tumpuan masa depan pesantren dan masyarakat," kata Koordinator Daurah Aswaja di PW Aswaja NU Center Jatim.

Pihaknya sangat berharap bahwa para putra kiai dan pengasuh pesantren telah tertanam nilai-nilai Aswaja NU sejak usia muda. Ia mengajak para gus dan lora peduli, memberikan perhatian, dan menjadi pejuang loyal Aswaja. Dengan begitu mereka benar-benar merasa dilibatkan dalam menjaga Aswaja sejak dini.

Hari Santri 2018

Usai daurah, mereka diharapkan membumikan Aswaja NU di pesantren masing-masing baik dalam bentuk kajian maupun halaqah Aswaja, kata alumni Pesantren Sidogiri Pasuruan ini.

Hari Santri 2018

Selama daurah peserta akan dikenalkan dengan pengertian Aswaja, sejumlah amaliah Nahdliyah, dan kebangsaan. "Para gus dan lora akan diberikan gambaran seputar kemunculan sekte dalam Islam yang dibarengi dengan cara menyikapinya," kata Ustadz Fauzi.

Menurut rencana, daurah akan dilaksanakan pada 13 Maret mendatang. "Kami akan menggunakan ruangan Salsabila milik PWNU Jatim karena lebih mudah dijangkau dan representatif untuk kegiatan daurah," ungkapnya.

Sebaran penawaran kepesertaan telah dilakukan untuk didata lebih lanjut. Panitia sudah mengirimkan surat ke sejumlah pesantren di Jatim dan meminta kesediaan mereka dalam kegiatan yanga akan berlangsung hingga 8 Maret mendatang.

"Hal itu dilakukan agar panitia bisa melayani peserta yang jelas putra kiai dan pengasuh pesantren dengan baik," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alahfiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Jadwal Kajian, Doa Hari Santri 2018

Minggu, 28 Januari 2018

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik

Kairo, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Kairo, Mesir, masa khidmat (2012-2014) resmi dilantik pada Selasa (27/11) kemarin di aula griya Jawa Tengah Kairo. Pelantikan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya.

Acara pelantikan Ketua Tanfidziyah, Ketua Fatayat, dan 7 Lembaga PCINU Kairo tersebut dihadiri oleh Rais Syuriyah Muhlason Jalaluddin, Wakil Rais I Muhamad Saifudin, Wakil Rais II Mahmudi Mukhson, dan sejumlah pengurus lembaga dan anggota PCINU Kairo Mesir. 

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU 2012-2014 Mesir Dilantik

Acara dimulai dengan istighotsah bersama, dilanjut pembacaan ayat suci Al-Quran, lalu diiringi dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya. Ketua Tanfidziyah baru Khozien Dipo memberikan sambutannya setelah dilantik.

Hari Santri 2018

Dalam sambutannya, ketua tanfidziyah menekan pentingnya bekerja bersama-sama untuk kebaikan NU dan warganya, juga untuk mahasiswa Indonesia di Mesir umumnya. Kontribusi warga PCINU untuk Indonesia juga sangat ditunggu, mengingat kondisi Indonesia sekarang.

Khozien mengatakan, pelantikan ini dilaksanakan bersamaan dengan kondisi Negara Mesir yang masih mengalami masa sulit pasca dekrit yang diumumkan oleh presiden Mesir Mohamad Morsi. Pelantikan  juga berlangsung ketika negara tetangga Mesir, Palestina, kembali terjadi konflik. Meski diiringi kondisi ini, Khozien mengajak pengurus baru untuk berani melangkah, dinamis, dan melakukan gerakan-gerakan progresif demi meningkatkan kualitas PCINU dalam mengabdi untuk sesama. 

Hari Santri 2018

Menurut lelaki asal Kebumen, Jawa Tengah, tersebut, sekarang program NU harus berjalan dengan melalui tanggung jawab penuh dan didasarkan ide gerakan yang matang, bukan asal-asalan mengisi kegiatan.

Acara yang juga digabung dengan pelantikan pengurus baru Fatayat, dengan ketuanya Lum’atul Chairot tersebut memaparkan berbagai program beberapa lembaga dan badan otonom PCINU Mesir. 

Kemudian acara disusul dengan taushiyah yang disampaikan oleh Rais Suriah Muhlason Jalaluddin. Dalam taushiyahnya yang penuh semangat itu, PCINU Kairo sekarang dituntut untuk bekerja keras, bergerak penuh dedikasi dan tanggung jawab, juga tanpa pamrih. PCINU Kairo diminta untuk membuat gebrakan-gebrakan yang disebutnya “tidak biasa-biasa saja”, harus ada tujuan jelas dan manfaat yang dirasakan, bukan asal-asalan.

“Tujuan ini harus dimulai dengan usaha yang menuntut kebersamaan dan kerja keras di tubuh pengurus dan anggotanya. Pengurus PCINU dituntut harus tetap semangat meski tengah menyaksikan berbagai keadaan yang cukup sulit, kondisi Mesir yang belum stabil, keamanan yang belum pasti, dan kondisi sekretariat yang banyak menuntut ini-itu,” tutup laki-laki yang memiliki dua anak tersebut.

Do’a yang dibacakan oleh Rais Suriah II Muhammad Saifuddin menutup rangkaian acara pelantikan yang ditemani udara dingin Kairo.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Gumilar

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Nasional Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Siapa saja dituntut untuk fokus saat sembahyang. Karena, sembahyang merupakan pertalian langsung antara Allah dan hamba-Nya. Untuk itu, mengarahkan pandangan ke tempat sujud sangat dianjurkan untuk menjaga fokus. Fokus di dalam beribadah tetap menjadi tuntutan.

Namun di saat bersamaan, Islam juga tidak menghendaki orang yang sembahyang menjadi gembel akibat kehilangan hartanya. Apapun bentuk harta itu, mobil, motor, tas, dompet, sepatu, sandal, bahkan rumah dan isinya sekalipun.

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Selain harta pribadi, ketentuan ini berlaku untuk harta dan segala amanah sesuatu yang dititipkan padanya. Sebut saja sopir pribadi, anggota kepolisian yang ketitipan barang bukti, menantu yang diamanahkan sesuatu oleh mertuanya, tukang parkir, atau profesi lainnya.

Artinya, Islam memberi jaminan perlindungan terhadap harta mereka yang melangsungkan ibadah sembahyang. Ini perlu menjadi perhatian khalayak. Maksudnya, ketentuan ini menganulir anggapan bahwa orang sembahyang bisa kehilangan hartanya. Jangankan saat sembahyang, lengah sekejap saja di zaman orang gila harta begini recehan pun bisa amblas seketika.

Hari Santri 2018

Terkait perihal ini, Syekh Nawawi Banten dalam kitab Syarah Kasyifatis Saja ala Safinatin Naja fi Ushuliddin wal Fiqhi menyatakan,

Hari Santri 2018

وثاÙ? Ù? ها التفات بوجهه بلاحاجة أما إذا كاÙ? لها كحفظ متاع فلاÙ? كره

“Kedua, yang dimakruh dalam sembahyang itu menolehkan wajah tanpa keperluan. Adapun bila menoleh dengan keperluan tertentu seperti menjaga harta, maka tidak dimakruh.” Wallahu A‘lam.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Kajian Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Dubes Inggris: NU dan Indonesia Miliki Peran Penting Wujudkan Perdamaian Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018

Setelah melakukan penekenan nota kesepahaman dengan PBNU di sektor-sektor strategis, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik melaksanakan shalat Jumat di Masjid An-Nahdlah PBNU lantai dasar, Jumat (8/4). Usai sholat Jumat, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menjadi khotib dan imam memperkenalkan Moazzam kepada para jamaah Jumat.

Dubes Inggris: NU dan Indonesia Miliki Peran Penting Wujudkan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Inggris: NU dan Indonesia Miliki Peran Penting Wujudkan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Inggris: NU dan Indonesia Miliki Peran Penting Wujudkan Perdamaian Dunia

Setelah diperkenalkan oleh Kiai Said, Moazzam memberikan pernyataannya kepada jamaah. Dia mengatakan, NU dan negara Indonesia mempunyai peran startegis untuk mewujudkan perdamaian dunia di tengah serangan radikalisme dan terorisme.

Dubes muslim pertama Inggris ini juga menjelaskan, kemitraan strategis dengan Nahdlatul Ulama ini diharapkan dapat mewujudkan perdamaian di antara banyak etnis di Inggris. NU bisa memberikan pemahaman-pemahaman Islam yang ramah dan toleran kepada seluruh warga Inggris, bahkan untuk perdamian dunia secara luas.

“Kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama damai,” ujar Moazzam yang sudah bertugas selama 18 bulan sebagai Dubes Inggris untuk Indonesia.

Bidang strategis yang menjadi poin kerja sama di antaranya persoalan terorisme dan radikalisme, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.?

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan shalat Jumat di Masjid An-Nahdlah PBNU tersebut, Moazzam didampingi oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan pengurus PBNU yang lainnya. Moazzam juga menerima kartu anggota NU, E-Kartanu dari PBNU sebagai warga istimewa Nahdlatul Ulama. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Islamabad, Hari Santri 2018 - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama sebulan penuh. Mereka mengadakan seminar, orientasi ke-NU-an, bahtsul masail, pertandingan futsal, bazar kuliner nusantara, dan kunjungan ke tempat-tempat yang baik.

Pada Ahad (28/2) pembukaan kegiatan dimulai dengan acara pemotongan kue ulang bolu yang dilanjutkan dengan seminar dan orientasi ke-NU-an di Kediaman Mustasyar PCINU Pakistan H Muladi Mughni.

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Untuk melengkapi kegiatan Harlah Ke-90 NU, pada Ahad pekan ini mereka mengadakan bahtsul masail yang diawali dengan istighatsah dan tahlil. Sementara pada pekan berikutnya menreka melangsungkan kompetisi futsal plus bazar kuliner Nusantara. Peringatan ini akan ditutup dengan wisata religi di Pakistan.

Hari Santri 2018

Ketua PCINU Pakistan Zulfikri Hasibuan mengajak seluruh warga NU di Pakistan untuk memahami secara baik pedoman serta arah gerakan NU yang telah digariskan oleh para ulama terdahulu.

Hari Santri 2018

“Mengingat kembali ideologi dan khittah NU saat ini sangat penting di tengah bermunculannya gerakan serta aliran keislaman yang berkembang baik dari dalam maupun luar Indonesia,” kata Zulfikri.

Sementara H Muladi menegaskan urgensi pemahaman akan tujuan pembentukan Jam’iyyah NU. Kewajiban generasi sekarang, menurutnya, merawat dan membesarkannya. Ia menjelaskan bahwa dalam logo NU tertera peta Indonesia yang berada di dalam lingkup peta dunia, hal ini bermakna bahwa NU didirikan di bumi Indonesia melalui eksperimen keislamanan Nusantara untuk dapat ditransformasikan ke seluruh dunia.

Hal ini, menurut Muladi, membedakan NU dan organisasi-organisasi keislaman lain yang lahir dari luar Indonesia yang diserap oleh orang Indonesia dengan berbagai cara lalu ditransformasikan ke dalam Indonesia.

“Warga Nahdliyin yang berada di luar negeri termasuk di Pakistan, harus berperan aktif memasarkan Islam ala NU ke orang luar dan bukan justru menjadi agen masuknya paham Islam luar yang belum tentu cocok dengan Indonesia,” pesan Muladi.

Orientasi dan seminar yang berlangsung lancar dan meriah ini dihadiri oleh seluruh Nahdliyin di Pakistan. Acara diakhiri dengan dengan pengambilan gambar bersama dan pembacaan doa oleh Rais Syuriyah PCINU Pakistan. Pertemuan ini ditutup dengan ramah tamah. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Internasional, Berita Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Onta Vs. Fulan

Alkisah, seorang fulan yang hidup di Mekkah selalu menaiki onta setiap hendak menunaikan shalat Jum’at. Ia tidak pernah telat sampai Baitullah. Ia berangkat dari kediamannya pagi-pagi.

Namun suatu ketika onta yang ditumpanginya lambat sekali jalannya. Ia mulai galau.

Onta Vs. Fulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Onta Vs. Fulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Onta Vs. Fulan

Ia merogoh saku. Tiba-tiba ia menemukan balsem. Balsem pun dioleskan ke dubur onta. Dan… sontak onta lari tunggang langgang. Ia ditinggal begitu saja.

Hari Santri 2018

Tak hilang akal. Sisa balsem lalu dioleskan di bagian tubuh si fulan, sama persis dengan si onta. Sontak si fulan pun berlari kencang mendahului onta yang berlari terlebih dahulu. (Syaiful Mustaqim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Syariah, IMNU Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU

Solo, Hari Santri 2018. Ketua IPPNU Jawa Tengah Umi Sa’adah hadir dalam acara Konfercab XIV IPNU dan XII IPPNU Kota Surakarta di Kantor PCNU Kota Surakarta, Ahad (16/11). Umi memberikan motivasi kepada para pelajar NU di Soloraya untuk meningkatkan semangat dalam berjuang bersama IPNU dan IPPNU.

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jateng Dorong Semangat Perjuangan Pelajar NU

“Kader IPNU-IPPNU harus mampu menempa diri serta meningkatkan sermangat untuk dapat menghidupkan IPNU-IPPNU,” ujarnya.

Untuk itu, Pengurus Wilayah juga siap memfasilitasi pembangunan kapasitas kadernya. “Bulan Desember, PW IPPNU akan mengadakan pelatihan yang harapannya untuk menjadikan instruktur kaderisasi kader muda,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Sedangkan Ketua Muslimat NU Surakarta Hj Nur Hidayah meminta kegiatan IPNU-IPPNU berjalan sinergis dengan kegiatan NU dan banom lainnya.

“Selama ini kegiatan cukup padat, namun berjalan sendiri sehingga terkesan kurang kompak,” tutur Hj Nur. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian, Fragmen Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Bandar Lampung, Hari Santri 2018. Sejumlah kader PC PMII Bandar Lampung dari pelbagai perguruan tinggi menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat di Bandar lampung, Lampung, Rabu (8/1). Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam.

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Hendri, Rabu (8/1).

Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Hendri, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

Hari Santri 2018

Berangkat dari sejumlah pertimbangan di atas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura.

Hendri berharap aksi ini bisa menciptakan pemilu 2014 dan legislatif bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittahnya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan

Tegal, Hari Santri 2018. Rendahnya kualitas hidup kaum perempuan di Indonesia salah satunya adalah akibat kebijakan pembangunan yang bias gender. Pola pembangunan semacam ini berdampak serius dalam marginalisasi kepentingan perempuan di semua sektor kehidupan, dari mulai masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik dan lain-lain.



Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maria Ulfa: Fatayat Berjuang untuk Martabat Perempuan

Di sektor pendidikan misalnya, kebanyakan warga negara yang buta huruf dan berpendidikan rendah adalah kaum perempuan. Sehingga mereka kerap menjadi korban tindak kekerasan maupun sasaran eksploitasi.

“Karena itu Fatayat NU kini memiliki program yang lebih terarah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi kaum perempuan, khususnya warga nahdliyin,” ungkap Ketua Pengurus Pusar Fatayat Fatayat Nahdlatul Ulama, Hj Maria Ulfa saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kab Tegal masa khidmat 2007-2011, Ahad (20/5).

Hari Santri 2018

Acara yang bertempat di aula SMK Negeri 1 Slawi itu sekaligus juga Pengesahan Pusat Informasi Konsultasi Kesehatan dan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) PC Fatayat NU Kab Tegal. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Rois Syuriah NU Kab Tegal, KH Chambali Utsman, Katib Syuriah KH M Abror Jamhari, Ketua DPRD H Ahmad Husein, Kepala Dinas PMKB & Kesos Pemkab Tegal Haron Bagas Prakosa, dan seluruh pengurus Cabang dan Anak Cabang Fatayat NU se-Kabupaten Tegal.

Dikatakan Maria Ulfa, isu kesehatan yang menimpa kaum hawa juga telah lama menjadi “pekerjaan rumah” bagi kader-kader Fatayat dari tingkat pusat hingga cabang. Kasus banyaknya kematian ibu karena proses melahirkan, kematian balita, penyakit animea dan lain sebagainya adalah menjadi bagian dari garapan program kerja Fatayat NU saat ini. “Sehingga kemudian kita bekerjasama dengan Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk membentuk PIK-KRR sampai ke setiap Pengurus Anak Cabang Fatayat NU,” ujarnya.

Hari Santri 2018

Selain itu, rendahnya kualitas hidup kaum perempuan juga akibat kesenjangan ekonomi. Banyak kaum ibu yang tertindas secara ekonomi tidak mendapatkan perlindungan ataupun keberpihakan yang lebih nyata. “Fatayat NU telah bermitra dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan suatu program terkait masalah ini. Fatayat juga akan memberikan advokasi terhadap kaum perempuan yang menjadi korban kesenjangan ekonomi dan kebijakan pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kab Tegal Hj Nur Khasanah menegaskan, pihaknya siap bekerjasama dengan pihak manapun untuk merealisasikan program-program yang bersifat kemanusiaan. “Selama ini, kami juga telah bekerjasama dengan LSM luar negeri seperti FHI, UNICEF dan UNDP. Terutama program pencegahan HIV/Aids, Flu Burung, Deman berdarah dan lain-lain,” katanya.(fei)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Hari Santri 2018

Selasa, 05 Desember 2017

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren

Tasikmalaya, Hari Santri 2018. Sidang kasus penisataan pesantren dengan agenda meminta keterangan saksi meringankan terdakwa Y di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, Jalan Siliwangi dikawal sejumlah kader NU gabungan santri, PMII, IPNU dan Brigade BKPRMI, Kamis (12/1).

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Kader NU Tasikmalaya Kawal Sidang Kasus Penistaan Pesantren

Massa yang bergerak dari Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr. Soekardjo berorasi didepan Pengadilan meminta Pengadilan tidak lambat dan segera memutus pelaku penistaan.

Sidang pun yang semula menghadirkan saksi meringankan begitu singkat. Pasalnya saksi tidak hadir sehingga agenda dilanjut Kamis depan dengan materi sidang pembacaan tuntutan.

Meski demikian, saat aksi berlangsung sejumlah santri merangsek masuk Pengadilan. Dikira akan melaksanakan Shalat Dzuhur tapi mendatangi terdakwa yang kala itu sedang makan siang di kantin Pengadilan.?

Hari Santri 2018

Beruntung penanggung jawab aksi, Aos Mahrus dan LBHNU, Andi Ibnu Hadi menenangkan massa agar tertib karena dalam waktu dekat akan dilakukan sidang tuntutan.

Massa pun tenang dan satu persatu pulang ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari, Tasikmalaya termasuk massa PMII dan IPNU ke Jalan dr. Soekardjo.

Korlap aksi yang juga Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Epul Kusnadi akan terus mengawal jalannya sidang sampai terjadi putusan. Massa yang menamakan diri Aliansi Dokar (Aliando) itu akan kembali mengawal pada Kamis mendatang.

Hari Santri 2018

"Apalagi sudah muncul desas-desus ada penekanan terhadap jaksa penuntut umum. Jangan takut. Tegakan hukum. Kami akan mengawal kasus ini sampai penghina pesantren mendapat hukuman setimpal sesuai Undang-undang," ujarnya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Kajian Hari Santri 2018

Minggu, 03 Desember 2017

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, alasan dirinya tidak bersedia memenuhi undangan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush pada Senin (20/11) mendatang bukan karena benci terhadap orang nomer satu di AS itu atau pun negaranya. Melainkan karena ingin menyelamatkan agama sekaligus umat beragama.

“Keengganan saya untuk tidak hadir dalam pertemuan itu bukan karena saya benci (kepada Bush, Red), mogok atau menolak Amerika. Tetapi ingin menyelamatkan agama dan sekaligus juga umat bergama agar tidak dibawa-bawa dalam setiap agresi atau kebijakan Bush,” tegas Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (9/11).

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Selamatkan Agama dan Umat Beragama

Sebagaimana diberitakan situs ini, Sabtu (4/11) lalu, pemimpin tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini menyatakan tak bersedia memenuhi undangan bertemu Bush. Ia menganggap percuma saja bicara dengan Bush karena menyangsikan dialog tersebut akan membawa hasil positif. “Secara pribadi, kalau diundang, saya nggak mau datang, karena Bush orangnya keras kepala,” ketusnya.

Hasyim sangat menyadari, jika dirinya hadir, maka akan muncul kesan bahwa pertemuan tersebut ada kaitannya dengan urusan agama. Padahal, menurutnya, kedatangan Bush yang akan mampir di Indonesia selama 6 jam setelah menghadiri pertemuan APEC di Vietnam 18-20 November 2006 itu adalah untuk kepentingan ekonomi semata.

Sebagai Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP), ia tak ingin hal itu terjadi. “Seakan-akan ada nuansa agama, seperti persoalan Israel-Libanon, Afganistan, Irak atau nuklir Iran, dan sebagainya. Padahal kan tidak ada hubungannya sama sekali. Kepentingannya adalah ekonomi atau imperialisme,” terangnya.

Dengan nada agak keras, Hasyim menyatakan, kedatangan pemimpin negeri Paman Sam tersebut tak perlu ditafsirkan bermacam-macam--termasuk terkait urusan agama--, kecuali hanya demi kepentingan ekonomi. “Biarkanlah Bush itu datang tanpa nuansa agama, tetapi lebih bernuansa imperialisme,” tegasnya.

Hari Santri 2018

Disinggung tentang sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam yang akan berunjuk rasa menolak kedatangan Bush, Hasyim menilai hal itu adalah wajar sebagai sebuah reaksi. Penolakan seperti itu, katanya, tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara mana pun yang akan dikunjungi Bush.

Namun demikian, Hasyim berharap agar setiap reaksi terhadap AS maupun Bush tersebut harus dilakukan secara proporsional. Ia melihat, selama ini, terutama di Indonesia, penolakan atau aksi menentang kebijakan AS tidak dilakukan dengan tepat. "Menentang Amerika pakai golok. Teriak Allahu Akbar sambil melempar telor busuk," tandasnya.

“Saya berharap, reaksi masyarakat Indonesia itu yang berkualitas. Kalau Amerika menyerang ekonomi kita, ya kita perkuat perekonomian kita. Kalau budaya, lawan juga dengan budaya dan pendidikan kita. Kalau politik, lawan juga dengan politik yang sehat. Begitu juga kalau Amerika menyerang kita dengan pelor, ya kita lawan juga dengan pelor,” ujar Hasyim.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga mengungkapkan alasan lain terkait keengganannya bertemu Bush. Menurutnya, saat bertemu di Bali pada 2003 silam, dirinya berpesan akan banyak hal kepada presiden dari Partai Republik itu. Namun, imbuhnya, hingga saat ini, pesan itu tak ada satu pun yang diperhatikan.

Dijelaskan Hasyim, pesan tersebut antara lain, ia meminta agar AS jangan selalu menggunakan standar ganda dalam setiap kebijakan internasionalnya. Ia juga menuntut keseriusan negara adidaya tersebut dalam menciptakan perdamaian dunia, terutama perdamaian antara Israel dan Palestina.

Istilah crusade (perang salib) yang digunakan Bush saat akan menyerang Irak beberapa tahun lalu juga menjadi perhatian Hasyim. Ia menggugat penggunaan istilah yang sensitif tersebut. “Saya katakan, kalau pakai istilah crusade, maka jangan heran kalau umat Islam meresponnya dengan istilah jihad,” ujarnya.

Hal lain yang Hasyim tegaskan saat bertemu dengan Bush adalah stigma terorisme yang kerap dilekatkan kepada Indonesia, khususnya umat Islam di negeri ini. “Indonesia itu korban terorisme, bukannya sarang terorisme,” katanya.

Peran AS dalam dunia internasional yang seakan memosisikan diri sebagai ‘polisi dunia’ juga tak lepas dari kritiknya. Diceritakannya, kepada Bush, ia mengatakan agar AS tak perlu lagi menjadi pengatur dunia. “Saya katakan, Amerika itu cukup jadi ‘Bapak Dunia’ saja, nggak usah repot-repot jadi ‘polisi dunia’ segala. Dengan begitu, biayanya kan lebih murah,” terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Kajian, Quote Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

25 Tim Bertarung di LSN Region Banten

Tengerang, Hari Santri 2018. Liga Santri Nusantara (LSN) Region Banten mulai digelar. 25 tim sepakbola dari berbagai Pondok Pesantren di Banten tersebut ikut berlaga untuk memperebutkan posisi yang akan mewakili Banten di LSN Nasional.

Pembukaan liga santri tersebut ditandai dengan dilakukannya tendangan pertama (kick off) oleh Kepala Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik dan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Tangerang, KH Encep Subandi di Stadion Mini Solear, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tengerang, Banten, Senin (28/8).

25 Tim Bertarung di LSN Region Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Tim Bertarung di LSN Region Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Tim Bertarung di LSN Region Banten

25 tim yang bertanding tersebut berasal dari enam pesantren di Kabupaten Tangerang, satu pesantren di Kota Tangerang, tiga pesantren di Kota Tangsel, tujuh pesantren di Kabupaten Serang, empat pesantren di Lebak, satu pesantren di Pandeglang dan dua pesantren di Cilegon.

Koordinator LSN Region Banten, Ahmad Fauzi mengatakan event yang sudah ketiga kalinya digelar tersebut bertujuan untuk mencari bibit pemain sepakbola dari kalangan pesantren yang saat ini di Indonesia jumlah ribuan santri. Dari jumlah tersebut, Fauzi menyakini, ada santri yang memiliki potensi sebagai atlet sepakbola yang bisa dikembangkan sampai tingkat profesional.

Hari Santri 2018

"Pesanten inheren dengan sepakbola, mereka sudah terbiasa bermain sepakbola dimanapun, bahkan dengan sarungan. Kebiasaan mereka bermain sepakbola itu kita fasilitasi melalui liga ini," ujarnya.

Fauzi mencontohkan, hasil dari liga santri sebelumnya yaitu munculnya sosok Rafli, atlet sepakbola yang saat ini sudah bergabung dipelatnas timnas U-19. Rafli adalah striker tim dari pesantren Al Ashariyah, Kabupaten Tangerang pernah berlaga di LSN Region Banten tahun sebelumnya.

Hari Santri 2018

Ditambahkan Fauzi, LSN Region Banten tersebut akan berlangsung hingga 9 September 2017, kemudian tim yang berhasil meraih juara satu, akan mewakili Banten masuk ke semifinal LSN tingkat nasional yang akan digelar pada bulan Oktober 2017 di Bandung.

Ketua Pelaksana LSN Region Banten, Khoirun Huda mengatakan peserta yang mengikuti event tersebut harus memenuhi kriteria khusus yang sudah ditetapkan oleh pihak panitia.

"Salah satu persyaratannya, usia pemaon maksimal 17 tahun yang dibuktikan dengan kartu santri, ijazah atau akte kelahiran," ujarnya.

Lebih jauh Huda mengatakan Liga santri ini terselenggara atas kerjasama antara Kemenpora dengan Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) atas inisiasi Kader muda NU Ahmad Muhaimin Iskandar. " saya berharap kedepan Liga Santri ini bisa mandiri dan menjadi Liga profeaional". Imbuhnya

Sementara itu, Ahmad Taufik, Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang mengatakan pagelaran LSN menjadi ajang strategis yang menjadi wadah santri berkompetisi dan berprestasi dalam olah raga sepakbola. Ia berharap ajang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh santri untuk bisa mengukir prestasi hingga ditingkat nasional.

"Kami berharap akan muncul atlet-atlet muda berprestasi dari kalangan pesantren melalui LSN ini," ungkapnya.

Ia juga mengatakan akan memberikan dukungan bagi pengembangan atlet sepakbola dari kalangan santri tersebut.

"Kami memberikan kesempatan yang sama seperti atlet lainnya, tentunya kami akan memberikan dukungan," tandasnya.

Pada saat pembukaan LSN Region Banten tersebut digelar tiga kali pertandingan dari enam tim sepakbola. (Khoirun Huda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Bahtsul Masail, Kajian Hari Santri 2018

Sabtu, 18 November 2017

Hukum Kewarisan Bagi Anak Angkat

Warisan adalah peninggalan benda pusaka yang memiliki nilai tawar ketika orang telah meninggal bagi ahli warisnya. Warisan kadang-kadang menjadi biang keladi pertengkaran jika tidak dikemas dengan baik dan seadil-adilnya. Apalagi orang yang meninggal memiliki saudara dan seorang anak angkat yang tidak memiliki hubungan darah. Anak angkat ini biasanya menjadi tonggak perseteruan di antara saudara-saudara orang yang meninggal. Maka dari itu, hukum kewarisan bagi anak angkat ada bagian-bagian tersendiri yang memang mengaturnya. Misalkan wasiat wajibah oleh yang mengasuhnya mengenai harta kepemilikannya bagi anak angkatnya. Namun di Indonesia wasiat wajibah ini masih terasa asing.

Yang dimaksud dengan wasiat wajibah adalah wasiat yang pelaksanaannya tidak dipengaruhi atau tidak tergantung kepada kemauan atau kehendak yang meninggal dunia. Wasiat ini tetap harus dilaksanakan, baik diucapkan atau tidak diucapkan, baik dikehendaki atau tidak dikehendaki oleh yang meninggal dunia. Jadi, pelaksanaan wasiat tersebut tidak memerlukan bukti bahwa wasiat terebut diucapkan, ditulis, atau dikehendaki, tetapi pelaksanaannya didasarkan pada alasan-alasan hukum yang membenarkan bahwa wasiat tersebut harus dilaksanakan (hlm. 118).

Hukum Kewarisan Bagi Anak Angkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Kewarisan Bagi Anak Angkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Kewarisan Bagi Anak Angkat

Maka dari itu, kehadiran buku ini akan mengupas tuntas tentang wasiat wajibah yang terasa asing bagi masyarakat Islam Indonesia pada umumnya karena istilah ini sebenarnya memang tidak dikenal dalam kitab-kitab fiqih klasik yang beredar di Indonesia. Istilah wasiat wajibah ini sebenarnya penemuan baru abad XX. Sedangkan wasiat wajibah yang dikaitkan dengan anak atau orang tua angkat merupakan penemuan Indonesia. Dalam kasus lain, wasiat wajibah dimasukkan ke dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Ini menjadi persoalan tersendiri yang perlu dikritisi.

Hari Santri 2018

Tapi, tujuan wasiat wajibah dimasukkan ke dalam KHI adalah untuk melakukan pendekatan kompromi dengan hukum adat. Hal ini dilakukan bukan hanya sebatas pengambilan nilai-nilai hukum adat untuk diangkat dan dijadikan ketentuan hukum Islam. Pendekatan kompromistis ini, termasuk juga dalam hal memadukan pengembangan nilai-nilai hukum Islam yang sudah ada nashnya dengan nilai-nilai hukum adat. Tujuannya agar ketentuan hukum Islam itu lebih dekat dengan kesadaran hidup masyarakat. Hal ini dapat dikatakan sebagai islamisasi hukum adat sekaligus seiring dengan upaya mendekatkan hukum adat ke dalam hukum Islam (hlm. 163).

Hari Santri 2018

Istilah wasiat wajibah pertama kali diperkenalkan oleh Ibn Hazm yang menyatakan bahwa bagi tiap-tiap orang yang akan meninggal dan memiliki harta kekayaan, terutama kepada kerabat yang tidak memperoleh bagian warisan, karena kedudukan sebagai hamba, kekafirannya, atau ada hal yang menghalangi mereka dari hak kewarisan atau karena memang tidak berhak atas warisan (hlm. 1).

Ada beberapa hal yang menjadi tujuan pengangkatan anak yang menyebabkan timbulnya sebuah wasiat wajibah ini, antara lain yaitu untuk meneruskan keturunan manakala dalam suatu perkawinan tidak memperoleh keturunan. Ini merupakan motivasi yang dapat dibenarkan, dan salah satu jalan yang positif serta manusiawi terhadap naluri kehadiran seorang anak dalam keluarga setelah bertahun-tahun dikaruniai anak.

Selain itu juga bertujuan untuk menambah jumlah anggota keluarga, dengan maksud agar si anak angkat mendapat pendidikan yang baik, untuk mempererat hubungan keluarga. Di sisi lain juga merupakan suatu kewajiban bagi orang yang mampu terhadap anak yang tidak mempunyai orang tua, sebagai misi kemanusiaan dan pengamalan ajaran agama (hlm. 30-31).

Pengangkatan seorang anak selain memang untuk menambah jumlah anggota keluarga dan menyantuni mereka yang tak mampu, juga tak lain sebagai upaya untuk menjadi umpan balik bagi keluarga yang belum dikaruniai seorang anak. Menurut adat tertentu, jika seorang keluarga ingin cepat dikaruniai seorang anak disarankan untuk mengasuh anak orang lain agar hasratnya bisa terus berdoa saat bersama anak yang diasuhnya. Sehingga keinginan untuk memiliki keturunan mudah terkabul.

Eksistensi buku ini dilahirkan tak lain guna mejawab persoalan wasiat wajibah dan alasan wasiat wajibah dimasukkan ke dalam KHI dengan argumentasi yang logis dan rasional. Jawaban atas warisan yang hanya bagi mereka yang memiliki hubungan kekerabatan bisa diberikan kepada orang lain melalui wasiat wajibah ini, termasuk kepada anak angkat jika yang meninggal dunia memiliki anak angkat. Karena hukum Islam bukan sekadar seperangkat norma statis yang mengutamakan kepastian dan ketertiban, melainkan juga norma-norma yang mendinamiskan pemikiran dan merekayasa perilaku masyarakat dalam mencapai cita-citanya.Judul : Wasiat Wajibah Pergumulan antara Hukum Adat dan Hukum Islam di Indonesia

Penulis : Ahmad Junaidi

Penerbit : Pustaka Pelajar

Cetakan : I, Desember 2013

Tebal : 178 halaman

ISBN : 978-602-229-261-6

Peresensi : Junaidi Khab, Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, Habib, Kajian Hari Santri 2018

Rabu, 15 November 2017

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

Karanganyar, Hari Santri 2018. Sebanyak 51 peserta program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) GP Ansor Karanganyar 2015 mengikuti pelatihan jurnalistik di pesantren “Darul Aitam wal Masakin Ilyas” kabupaten Karanganyar. Mereka mempelajari teori jusrnalistik dasar yang mencakup pengertian jurnalistik, unsur, peran, dan foto jurnalistik.

Hadir sebagai pemateri pada Ahad (17/5) Ketua PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz yang juga mantan wartawan lokal. Ia mendorong peserta mencintai dunia kepenulisan sejak dini. Sebagai calon mahasiswa, peserta yang merupakan alumni SMA, SMK, dan MA di wilayah Karanganyar dan sekitarnya perlu mengerti teknik penulisan.

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta BPUN Karanganyar Ngaji Jurnalistik

"Budaya menulis harus terus dikenalkan dan dikembangkan khususnya bagi para calon mahasiswa karena ini merupakan bekal penting jika sudah menjadi mahasiswa," kata Rodif.

Hari Santri 2018

Dengan mengetahui jurnalistik, seseorang tidak mudah tergiring opini ketika membaca, melihat, atau mendengarkan informasi atau berita dari berbagai media.

Hari Santri 2018

"Jadi, para calon mahasiswa ini harus dapat berpikir kritis kalau sudah berada di kampus. Salah satu cara mengasah kekritisan yaitu dengan belajar jurnalistik," kata mahasiswa UNS ini.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini terbilang antusias. Pasalnya, metode pelatihan yang diberikan cukup menarik dan interaktif. Apalagi ketika dua orang peserta diminta maju ke depan untuk menarasikan cerita yang di dalamnya mengandung unsur-unsur jurnalistik seperti 5W+1H dan investigasi.

Salah seorang peserta Erwin mengaku senang bisa mengikuti pelatihan jurnalistik dan langsung mempraktikannya. "Meskipun masih sulit karena baru belajar tapi senang karena dengan menulis kita bisa menuangkan ide-ide kita," tuturnya.

Setelah dikenalkan teori dasar jurnalistik, para peserta diminta untuk langsung mempraktikannya dengan membuat sebuah berita pendek seputar kegiatan pelatihan ini. Dari 51 tulisan, kemudian dipilih 3 tulisan terbaik karya Paramita KD, Nurul RI, dan Rani Alinda Sari. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Kajian, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Minggu, 05 November 2017

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Solo, Hari Santri 2018

Melalui Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Terkepal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan mengadakan kegiatan diklat jurnalistik Solo, selama dua hari (25-26/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PC PMII Kota Solo Jl Sawo III No 25 Klangsuran, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Kegiatan bertema ‘Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Menjawab Tantangan Zaman’ tersebut memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu sarana untuk mendorong anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dalam dunia literasi. Selain itu, kegiatan ini sebagai sarana open recruitmen di dalam BSO Terkepal sendiri.

Joko Priyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain mendorong dalam hal literasi kepada setiap peserta yang mengikuti diklat ini namun juga menekankan pada peran dan tanggung jawab sebagai anggota maupun kader PMII Komisariat Kentingan.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Yang perlu digaris bawahi dari kutipan tersebut adalah masyarakat dan sejarah, kalau dihubungkan dengan organisasi PMII, bahwasannya dua tanggung jawab kita adalah memperjuangkan NKRI dan menyiarkan Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Tentu dengan melihat tanggung jawab tersebut harapannya melalui dunia literasi kita akan selalu berusaha untuk mewujudkan dua hal tersebut,” papar Joko.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan lain, Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan, mengatakan bahwa literasi merupakan kata lain dari keberaksaraan yang mengandung dua hal yang pokok yaitu membaca dan menulis.

“Untuk memulai menumbuhkan budaya tersebut tentu kita harus memulai dengan hal yang sederhana seperti membiasakan untuk membaca, dan kemudian dikembangkan melalui metode berpikir yang nantinya bisa disampaikan lewat tulisan. Kalau budaya literasi tidak dikembangkan apakah kita akan masih berharap seperti para pejuang-pejuang literasi terdahulu seperti Al-Ghozali, Al-Kindi, Hatta, Pramoedya ataupun yang lainnya”, Terang Ninda.

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 17 peserta yang terdiri dari anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dengan cakupan lima materi yakni masing-masing adalah Penulisan Keilmiahan, Pengenalan Pers dan Jurnalistik, Pelatihan Desain Grafis, Teknik Penulisan Berita dan Opini di Media dan Gerakan Sosial Media. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 AlaNu, Kajian Hari Santri 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian

Banyuwangi, Hari Santri 2018 - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi lewat sebuah lagu yang berjudul Kita Bersatu. Lagu ini berisi amanah persatuan dan kesatuan bangsa dalam menerima perbedaan.

Lagu yang akan diluncurkan ketika pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ini diciptakan oleh Rahmat Candra Saputra yang juga merupakan pengurus IPNU Kecamatan Purwoharjo.

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian

Menurut Rahmat, masih ada pelajar terutama pemuda yang belum memiliki jiwa nasionalisme. Untuk itu perlu dipupuk nilai-nilai kebangsaan dalam diri seorang pelajar.

"Pergaulan bebas yang berdampak pada krisis nilai-nilai kebangsaan perlu adanya konter dari berbagai pihak. Salah satunya bisa lewat sebuah lagu seperti ini," kata Rahmat.

Hari Santri 2018

Saat ditemui di sela pembelajaran, ia menambahkan bahwa memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa dari berbagai profesi yang dimiliki oleh pelajar.

Hari Santri 2018

"Tak perlu muluk-muluk untuk memajukan bangsa ini, bisa dengan keahlian masing-masing," tutur Rahmat.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Banyuwangi Moh Yahya Muzakki mengajak kaum muda untuk selalu mengedepankan rasa nasionalisme agar dapat membawa perdamaian di tengah keberagaman.

"Mari kita pupuk spirit persatuan dan kesatuan bangsa, agar kita dapat menorehkan sebuah prestasi," kata Yahya di Aula KH Tholchah Mansoer Genteng, Banyuwangi, Senin (18/12) siang.

Lagu ini, menurutnya, memberikan gambaran kepada kita bahwa anak-anak muda Indoneisa yang merupakan cikal bakal kemajuan bangsa ini nantinya.

"Semoga dengan lagu Kita Bersatu ini dapat menjadi jariyah nasionalisme pelajar Banyuwangi untuk Indonesia dan dunia," harapnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Ahlussunnah, AlaSantri Hari Santri 2018

Kamis, 12 Oktober 2017

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

Papua, Hari Santri 2018. Tak ingin berlama-lama dengan keprihatinan, Aktifis NU Papua melalui Sarkub Peduli Papua melakukan penggalangan dana pembangunan kembali masjid di Kaburaga, Tolikara, Papua. Mereka mengajak kaum Muslim menyisihkan rezeki untuk membantu membangun kembali masjid di Tolikara yang dibakar massa saat peringatan Idul Fitri.

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifis NU Papua Salurkan Dana untuk Renovasi Masjid di Tolikara

"Kami sedang membuka penggalangan dana untuk membangun masjid di Karubaga tersebut. Tentunya berkoordinasi dengan berbagai pihak setempat dan saat kondisi sudah stabil," kata Abdul Wahab selaku koordinator Sarkub Papua (19/7).

Untuk tahap pertama Aktifis NU Papua sudah menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp6.000.000. Sumbangan sudah di kirim langsung ke Abdul Wahab yang ada di Jayawijaya.

Hari Santri 2018

Menurut Abdul Wahab sumber sumbangan diperoleh bukan cuma dari masyarakat Muslim di Indonesia, tapi juga ada dari Muslim aswaja yang anggotanya ada di Hongkong, Taiwan. Selain dari komunitas Muslim sumbangan juga dikirimkan oleh komunitas BARA JP HK (Kampung Segoro). Bahkan banyak juga teman dari agama lain yang ikut menyumbang sebagai wujud solidaritas dan kemanusiaan.

Hari Santri 2018

Sebelumnya aktifis" NU melalui Sarkub Peduli Papua juga melakukan berbagai kegiatan di provinsi Papua, seperti menyalurkan sumbangan ratusan buku agama, busana Muslim, perlengkapan shalat, dsb di berbagai wilayah di Papua.?

Abdul Wahab mewakili Muslim di Tolikara mengucapkan terimaksih dan titip salam untuk saudara Muslim di seluruh Indonesia. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Sejarah, Amalan Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock