Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

Kami berdelapan menjadi anggota parlemen. Di antara kami, A.S. Bachmidlah yang telah memiliki mobil. Mobil "Peugeout" yang tahun pembikinannya sudah tua, dan sering mogok di jalanan.

"Hayo, mari, siapa mau ikut?" seru K.H. Muhammad Ilyas berdiri di sebelah mobil Bachmid pada suatu hari ketika kami keluar dari gedung parlemen di Jalan Dr. Wahidin.

Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

"Kami kuti numpang hingga ke Kwitang!" jawabku. Aku bersama Idham Chalid keluar gedung parlemen hendak pulang. Kami duduk di dalam mobil. Bachmid sudah siap hendak menghidupkan mesin.

"Nantilah dulu!" perintah K.H. Muhammad Ilyas kepada Bachmid. Sementara itu ia masih berdiri di luar pintu mobil.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Hayo lagi, siapa mau ikut?" teriak K.H. Muhammad Ilyas. Ia mengajak Hasan Basri dan Abdul Muiz yang baru keluar dari gedung parlemen.

"Sudahlah kita berangkat! Tunggu siapa lagi? Mobil begini kecil masih akan ditambah lagi penumpangnya!" teriakku kesal. Panas dalam mobil.

"Eee, biar tambah banyak yang naik mobil tambah baik. Kalau mobil ini mogok di jalanan biar banyak yang mendorong," jawab Kiai Ilyas seenaknya.

"Insya Allah tak akan mogok, percayalah!" Bachmid meyakinkan kami.

"Ya, siapa tahu! Mobil sudah nenek-nenek begini!" Idham Chalid menyela.

"Jangan kira! Dulu mobil ini baru," Bachmid membanggakan mobilnya.

"Tentu saja baru. Memangnya pabrik membuat mobil tua?" aku menyela.

Maka berangkatlah kami berempat dalam mobil Bachmid. Jika suara mesin agak lirih, Kiai Ilyas teriak: "Dorong!" Bachmid menancap pedal gas pelan-pelan, jalannya mesin kembali stabil. Alhamdulillah, sampai juga ke tempat tujuan tak kurang suatu apa. Kami lega, bebas dari ancaman mendorong mobil. Zaman itu, belum banyak orang-orang Republik memiliki mobil. Beberapa yang telah memiliki mobil, kebanyakan main dorong karena mobil sudah tua. (K.H. Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Anti Hoax, Santri Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

Bogor, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta menggelar kegiatan Suluk MATAN, Jumat-Sabtu (23-24/12) lalu di Al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Membangun Kader Intelektual Berbasis Spiritual dan Kemandirian Ekonomi sebagai Benteng NKRI ini diikuti oleh beberapa kampus di Jabodetabek.

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

“Peserta yang mendaftar ada 81 orang, mereka berasal dari IPB, UI, UIN, UNJ, UNU dan kampus lainnya. Mayoritas peserta aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Ketua MATAN DKI Jakarta, KH Ali M. Abdillah yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Adapun narasumber lain yang hadir di antaranya, KH Hamdani Muin, KH Cholil Nafis, Ulil Abshar Abdalla, Sekretaris Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, dan dari BNPT Syamsul Hadi.

KH Ali M. Abdillah menyampaikan materi soal tasawuf yang relevan untuk kalangan mahasiswa. “Sebagai sipirit membangun pribadi yang berakhakul karimah sehingga berperan sebagai kader dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/12).

Hari Santri 2018

Kemudian, Imam Gunawan menyampaikan tema tentang membangun jiwa entrepreneur kader muda. “Alhamdulillah ada langkah kongkrit terbentuknya MATAN Entrepreneur yang menjadi wadah untuk menampung potensi entreprenuer kader-kader MATAN. Pihak kemenpora akan membantu pembinaan dan pemberian modal usaha sesuai dengan program Kemenpora tahun 2017,” ucapnya.

Sementara itu, Samsul hadi dari BNPT memberikan keterangan tentang masuknya ajaran radikal di kampus-kampus. “Program BNPT tahun 2017 akan fokus di kampus. BNPT akan mendukung program kader MATAN terkait program deradikalisasi di kampus,” tutur Samsul.?

Hari Santri 2018

Lalu, intelektual muda Ulil Abshar Abdallah menyampaikan tentang dinamika pemikiran Islam klasik dan kontemporer. Ulil menyatakan, dirinya tetap istiqomah sebagai kader Nahdliyyin yang Sunni, Syafi’i, dalam tasawuf al-Ghazali dan falsafi.?

“Sedangkan pemikiran Islam liberal saya gunakan untuk dakwah di luar NU terutama utk menghadapi pemikiran barat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memberikan pencerahan terkait dinamika pemikiran Islam sejak wafatnya Rasulullah hingga moderen, baik dalam soal politik, keagamaan (madzhab) maupun sosial.?

KH Cholil Nafis menyampaikan materi tentang tantangan Aswaja. Cholil menegaskan perlunya kembali membaca prinsip-prinsip Aswaja dan Qanun Asasi yg dibuat oleh KH Hasyim Asyari supaya terhindar dari bahaya pemikiran liberalisme dan radikalisme.?

Kemudian, KH Hamdani Muin menyampaikan materi tentang Kematanan yang berpegang pada 5 prinsip: tafaquh fiddin, iltijamut thaat, tazkiyat nafs dan tasfiyatul qulub, mulazamah zikir dan aurad, khidmah lil ummah. “Kader MATAN bertanggung jawab dalam menjaga Aswaja an-Nahdliyah, membangun harmonisasi antara umat beragama dan sebagai benteng NKRI,” ujarnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

IPNU-IPPNU Harus Siap Wujudkan Revolusi Mental

Kudus, Hari Santri 2018. Para kader IPNU dan IPPNU harus menegaskan kesiapannya untuk meneruskan cita-cita Kongres Pemuda 86 tahun silam. Di hari Sumpah Pemuda saatnya IPNU-IPPNU merealisasikan ungkapan Presiden Jokowi tentang Revolusi Mental.

“Pada intinya, yang terpenting bagi pemuda kita adalah Revolusi Mental, agar pemuda benar-benar mampu membangun diri untuk menyongsong masa depan bangsa yang cemerlang. Sebab syubbaanul yaum, adalah rijaalul ghod. (Para pemuda hari ini adalah tokoh di esok hari, red).”

IPNU-IPPNU Harus Siap Wujudkan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Harus Siap Wujudkan Revolusi Mental (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Harus Siap Wujudkan Revolusi Mental

Demikian disampaikan Joni Prabowo, Ketua IPNU Kudus, usai mengikuti upacara yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat di lapangan Pendopo Kabupaten, Selasa pagi (28/10).

Hari Santri 2018

Menurutnya, formalitas upacara penting sebagai pengingat masa lalu. “Barangkali ada sebagian pendapat bahwa agenda seremonial pemerintah yang kita ikuti ini tak begitu penting. Ini bagi mereka yang terlalu filosofis dan tak suka formalitas, serta menganggap upacara sebagai hal sia-sia tak membawa pengaruh,” katanya.

Hari Santri 2018

“Namun pendapat ini tak layak. Andai upacara ini sia-sia, maka begitu pula dengan ketika kita membaca maulid nabi. Itu,” tambahnya.

Joni menegaskan bahwa seremonial tak selayaknya menjadi prioritas. Sebaliknya, ia mengungkapkan bahwa? yang benar-benar dibutuhkan adalah aksi nyata.

“Bagi para pemuda, hari Sumpah Pemuda ini tak cukup sekadar diperingati melalui upacara saja. Lebih dari itu, bangsa kita sedang membutuhkan aksi yang sungguh nyata dari kita, khususnya pelajar,” tegasnya.

Ia berharap, para pelajar IPNU-IPPNU tak hanya mahir berorganisasi semata, namun juga mahir dalam kapasitas intelektualitas dan spiritualitas.

“Untuk melanjutkan cita-cita pemuda bangsa terdahulu, pelajar NU tak hanya perlu meneguhkan diri melalui keaktifan berorganisasi, yang mampu menebalkan kecerdasan sosial. Tapi pelajar dan santri NU juga wajib meraih kapasitas intelektualitas dan spiritualitas yang mumpuni.”

Intelektualitas, selain bidang keagamaan, juga diperlukan demi dapat berprestasi di kehidupan dunia. Jika spiritualitasnya juga kuat, maka intelektualitas keduniawian akhirnya akan mengarah pada cita-cita ukhrowi. Ini penting. Apa lagi, kita semakin menyatu dengan dunia internasional. Masa depan NU dan bangsa ada di tangan kita,” jelasnya. (Istahiyyah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Gus Rozin Bangga Terhadap Talenta-talenta Muda Liga Santri

Jepara, Hari Santri 2018. KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMINU) bangga terhadap talenta-talenta muda di Liga Santri Nusantara (LSN).

Menurut dia mereka bermain secara sportif sesuai dengan regulasi yang ada. Di samping itu yang tak kalah penting adalah mengedepankan akhlak santri yakni akhlakul karimah. 

Gus Rozin Bangga Terhadap Talenta-talenta Muda Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin Bangga Terhadap Talenta-talenta Muda Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin Bangga Terhadap Talenta-talenta Muda Liga Santri

Sambutan itu disampaikan Gus Rozin dalam penutupan babak final LSN Region 1 Jateng yang berlangsung di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Sabtu (30/9) sore. 

Dikemukakannya, dari tahun ke tahun peserta LSN terus bertambah. “Tahun 2015 ada 320 peserta, 2016 ada 830 dan tahun ini 1480 pesantren,” ungkapnya.

Hari Santri 2018

Gus Rozin yang juga Ketua Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati itu menambahkan event LSN sebagai wahana silaturrahim antar pesantren juga untuk menjaga NKRI. Ia meyakini dengan sumbangsih skill (kemampuan) yang baik dengan didukung akhlak, region-region muda akan memperkuat timnas. 

Rafli yang merupakan jebolan LSN telah memperkuat garuda muda. “Ke depan Indonesia bakal menang melawan Malaysia yang pemainnya tentu dari liga santri,” doa Gus Rozin. 

Mayjend TNI (Purn) Sunindyo, salah seorang pengamat sepakbola mengatakan dirinya tidak menyangka pemain liga santri bisa bermain dengan sportif. Menurut mantan Panglima Kodam IV Diponegoro itu sportivitas memang diajarkan di pondok. 

“Peserta liga santri adalah intelektual yang hafal alquran dan pinter main sepakbola,” tandasnya. 

Hari Santri 2018

Dirinya mengemukakan, santri zaman dulu memperjuangkan negara sekarang santri memperjuangkan timnas. 

KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara menyatakan menjadi santri harus bangga karena bulan Oktober ini akan diperingati hari santri nasional (HSN) ketiga. 

“Jika santri di Indonesia diperhatikan NKRI semakin utuh dengan bersatunya pesantren-pesantren di Indonesia,” papar Mbah Ubaid.

Dalam laga final LSN Region 1 Jateng yang memperebutkan piala Bupati Jepara keluar sebagai juara I An Nur FC (Blora), disusul juara 2 Manhik United (Kendal) dan sebagai juara III Alfalah FC (Salatiga). 

Konfigurasi MOB 1000 santri dan drum band dari pesantren Balekambang Jepara juga turut memeriahkan kegiatan tersebut. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Doa Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang IPPNU Jakarta Pusat merekrut 50 pelajar putri di Jakarta Pusat sebagai kader muda NU. Perekrutan kader IPPNU digelar di kantor Kecamatan Menteng, jalan Pegangsaan Barat nomor 14, Jakarta Pusat, Ahad (17/2).

Lima puluh pelajar putri dari pelbagai kecamatan di Jakarta Pusat, mengikuti masa kesetiaan anggota, makesta. Mereka memasuki makesta sebagai jenjang paling dasar dalam proses kaderisasi IPPNU.

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Demikian dikatakan Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat Siti Syarifa Amini kepada Hari Santri 2018 per telepon, Senin (18/2) siang.

“Penggalakan kaderisasi di Jakpus diperlukan untuk melibatkan pelajar putri NU secara aktif dalam mengabdi di tengah masyarakat. Karena, mereka pada dasarnya merupakan warga NU secara kultural,” kata Siti Syarifa Amini.

Menurut Syarifa, dalam membangun pelajar di Jakarta, IPPNU tidak cukup hanya melakukan pendekatan terhadap mereka. IPPNU juga perlu mendekati pihak sekolah dan majelis taklim orang tua. Karena, pendekatan itu memudahkan gerakan IPPNU dalam menyehatkan pelajar di Jakarta dari segala kegiatan negatif.

Hari Santri 2018

Sebagai tindak lanjut dari kaderisasi, PC IPPNU Jakpus ikut mengawal dan menggiatkan potensi pelajar yang berkembang di tiap kecamatan di Jakarta Pusat, tambah Syarifa.

Makesta IPPNU Jakpus dihadiri oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dan Ketua PW IPPNU Jakarta. Sementara, perangkat desa termasuk Camat Menteng merespon baik kegiatan positif IPPNU.

Hari Santri 2018

Sedangkan Farida dalam sambutan makesta seperti dikutip Syarifa mengharapkan kader IPPNU Jakpus sanggup menunjukkan diri sebagai kader militan IPPNU yang berakhlakul karimah sesuai dengan paham aswaja NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Anti Hoax Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mimika, Hari Santri 2018. Kabupaten Mimika Provinsi Papua merupakan daerah yang sangat heterogen. Hampir seluruh suku yang ada di Indonesia ini berdatangan ke Mimika dengan daya tarik magnetnya bernama PT Freeport Indonesia.

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mayoritas pendatang dari Jawa adalah orang NU dari berbagai daerah di Jawa yang kemudian membentuk paguyuban-paguyuban. Potensi yang berserakan ini belum tergarap dengan baik.

Istighosah An-Nahdliyyah merupakan sarana yang sedang digalakkan sebagai wadah warga NU untuk menyampaikan hajat dan problem hidupnya. Selain itu, dengan blusukan dari kampung ke kampung juga untuk menyapa dan membangun potensi warga NU yang berserakan. 

"Ini wadah silaturahim serta penguatan keaswajaan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya. Jika kita sudah kuat ikatannya amaliahnya maka banyak yang bisa dilakukan sejak masalah ekonomi hingga lainnya," terang Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso, Senin (27/11).

Hari Santri 2018

Salah satu istighosah yang digelar adalah pada Sabtu (25/11) malam di Masjid Al Ikhlas SP2. Istighosah oleh PCNU Mimika dilaksanakan rutinan yang pada malam itu memasuki putaran ketiga. Pada kesempatan tersebut, sangat hadirin kembali diingatkan pentingnya berdoa.

"Mari kita mohon kabulnya hajat dan solusi kepada Allah SWT dengan doa," kata Ust Hasyim Asyari.

Acara ini disambung dengan pemberian bantuan buku buku untuk masjid dan TPQ yang diterima oleh Ust Fadlan.

Pada pagi harinya, Ahad (26/11) bakda subuh acara Istighosah An-Nahdliyyah dilanjutkan di masjid Al Fattah Kampung Karang Senang untuk putaran yang kedua. Acaranya dirangkai juga dengan pemberian bantuan buku-buku untuk masjid Al Fattah dan Mushala Al Ikhlas yang diterima H Ali Makruf dan H Abdullah Hamid.

Hari Santri 2018

"Jarak kampung yang jauh, 20 hingga lebih dari 60 perjalanan motor adalah tantangan yang nyata, apalagi ditambah cuaca yang tak menentu dan keamanan yang lebih terasa memperkuat tantangan ini," pungkas Sugiarso. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Anti Hoax Hari Santri 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

Gus Yahya Baca Skema Politik Saudi atas Ketegangannya dengan Iran

Jakarta, Hari Santri 2018. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf memandang ketegangan Saudi-Iran sengaja diciptakan oleh pihak Saudi. Gus Yahya menganggap Saudi membutuhkan situasi tegang sebagai pintu masuk untuk merekatkan kembali negara-negara sekutunya yang kini dirasa mengendur di tengah konflik panjang Timur Tengah.

Gus Yahya Baca Skema Politik Saudi atas Ketegangannya dengan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya Baca Skema Politik Saudi atas Ketegangannya dengan Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya Baca Skema Politik Saudi atas Ketegangannya dengan Iran

“Saya menduga, Saudi memang sengaja memicu dan membangun skenario konflik ini. Masuknya Rusia dan Cina ke dalam pertarungan militer seputar Syiria telah mengubah peta secara dramatis sampai-sampai kepemimpinan dan arahan Saudi mulai diragukan oleh sekutu-sekutunya sendiri,” kata Gus Yahya dalam akun fesbuknya, Kamis (7/1).

Ia melihat barisan sekutu Saudi yang mengendur. Saudi tidak ingin kepercayaan sekutunya semakin memudar dan bergerak ke arah yang lebih parah. Makanya Saudi membutuhkan momentum untuk rekonsolidasi.

Hari Santri 2018

Dengan konflik belakangan ini dengan Iran, Saudi mencoba menggalang kebersamaan dari sekutunya. Lewat isu Suni-Syiah, Saudi menarik garis pemisah antara sekutu dan pesaingnya. Karenanya Saudi mencari jalan untuk bersitegang dengan Iran, kata Gus Yahya.

Hari Santri 2018

Konflik kedua negara bertetangga ini awalnya dipicu oleh eksekusi Al-Nimri yang disusul demonstrasi sampai lempar bom molotov ke gedung kedutaan Saudi.

Spekulasi Gus Yahya ini cukup beralasan. Menurutnya, Al-Nimri sudah bertahun-tahun mengumbar agitasi keras terhadap penguasa Saudi. Kalau mau, Saudi bisa dan punya alasan untuk memancungnya sejak dahulu.

“Kenapa sekarang? Apakah lemparan bom molotov sudah cukup jadi alasan pemutusan hubungan? Sepele amat? Kalau jadian betul perang Saudi-Iran, kekacauan di kawasan itu memang akan gila benaran,” tandas Gus Yahya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Anti Hoax, Habib Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat

Jakarta, Hari Santri 2018



Innalillahi wainna ilaihi rajiun, kabar duka datang dari DKI Jakarta. Pengasuh Pondok Pesantren al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, KH Hamid Djiman meninggal dunia, Rabu (28/9).

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat

Kiai Hamid wafat sekitar pukul 09.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Sebelumnya, ia sudah kerap keluar-masuk rumah sakit akibat penyakit ginjal.

"Beliau punya riwayat sakit ginjal 2-3 tahun. Terakhir dirawat sejak idul adha," ujar KH Abdussalam Shohib, Katib Syuriyah PBNU lewat sambungan telepon.

Almarhum akan dikebumikan malam ini sekitar pukul 23.00 Wib di belakang pesantren. KH Nurul Huda Ploso direncanakan akan memberi sambutan menghantarkan jenazah.

Kiai Hamid Djiman mendirikan Pesantren al-Hamid atas dorongan KH Khamim Djazuli Usman (Gus Miek). Prosesi peletakan batu pertama pesantren pada 1995 dengan nama awal Pondok Pesantren Terpadu Cilangkap. (Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Anti Hoax Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Kang Said Tanggapi Santai Berbagai Fitnah terhadap Dirinya

Jakarta, Hari Santri 2018

Belakangan ini santer beredar sejumlah fitnah dan tudingan miring yang dialamatkan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Kiai asal Cirebon ini mengaku tak terganggu dengan ‘serangan’ itu dan beraktivitas sebagaimana biasanya.

Kang Said Tanggapi Santai Berbagai Fitnah terhadap Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Tanggapi Santai Berbagai Fitnah terhadap Dirinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Tanggapi Santai Berbagai Fitnah terhadap Dirinya

“Biarkan saja,” kata guru besar ilmu tasawuf UIN Sunan Ampel Surabaya ini di kantor PBNU, Jakarta, Senin (2/1).

Belakangan, beredar fitnah melalui media massa kepada bahwa pria yang akrab disapa Kang Said ini menjadi makelar jual-beli tanah dan menjanjikan di atas tanah itu akan dibangun Islamic Center. Menurut si pemfitnah, ternyata tanah itu kini dibangun seminari.

Hari Santri 2018

Belum sampai fitnah itu diklarifikasi Kang Said, pembeli tanah tersebut Denny M Syafullah datang ke kantor PBNU lalu mengeluarkan bantahan atas tuduhan itu sekaligus pembelaan terhadap Ketum PBNU. Dalam pertemuannya dengan Denny, Kang Said tampak santai dan lebih banyak bercanda.



(Seribu Persen Bohong Kiai Said Makelari Tanah di Malang)


Hari Santri 2018



Begitu pula ketika menanggapi tuduhan sebagai pendukung calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena tak memberi dukungan kepada para pendemo Ahok atas kasus dugaan penistaan agama. Menurut Kang Said, tuduhan itu muncul karena ketidakpahaman menangkap maksud PBNU secara utuh.



(Baca juga: Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November)


“Mereka menganggap, karena saya menghalangi demo itu artinya membela Ahok. Enggak. Demi Allah, wallahi, saya tidak ‘kenal’ Ahok. Saya tahu Ahok pas acara haul Gus Dur,” paparnya. Kata kenal yang dimaksud adalah lebih dari sekadar tahu nama dan sosoknya.

“Dia tidak pernah datang ke sini (kantor PBNU), saya pun tidak pernah datang ke kantornya. Pas ada keributan belakangan saja, Ahok ingin datang ke kantor PBNU, tapi saya tolak,” imbuhnya.

Menurutnya, dari latar belakang ini saja tampak tidak masuk akal pihaknya mendukung mantan bupati Belitung Timur itu, di samping tentu saja menyalahi Khittah NU yang mengharuskan sikap netral dalam setiap pemilihan umum.

Meski tampak tenang, Kang Said tetap mengimbau kepada masyarakat dalam mencerna informasi. Kemudahan teknologi informasi yang mengandung sisi negatif mesti disikapi dengan hati-hati. “Tiap ada informasi harus dicek, tabayun, apakah benar atau tidak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tuturnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

Selasa, 26 Desember 2017

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Jakarta, Hari Santri 2018. Penutupan situs radikalisme Islam memiliki alasan yang jelas. Situs-situs bermuatan provokasi dan hasutan di tengah masyarakat ini, kerap kali memakan korban dari kalangan remaja. Kalau negara tidak melakukan upaya-upaya pencegahan, tidak heran ke depan kasus kejahatan terorisme akan meningkat.?

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Jadi Sasaran Situs Islam Radikal

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution saat diskusi bertajuk “Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal” di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (10/4) siang.

“Setelah kami pelajari dari kasus ke kasus, ternyata sasaran paham radikalisme ialah remaja terutama mereka yang awam sekali dalam beragama. Anak setingkat SMP dan SMA ini memang serba ingin tahu. Inilah alasan kami mengusulkan pemblokiran situs-situs bermasalah kepada Kemenkominfo,” kata Saud.

Hari Santri 2018

Saud menyebut 8 dari 12 orang yang dikembalikan dari luar negeri ke Indonesia beberapa waktu lalu itu masih berusia remaja. Mereka berangkat memang tidak langsung ke Istanbul, tetapi transit dulu ke Malaysia, Bangkok, atau Rusia.

Hari Santri 2018

“Kalau setiap orang memiliki hak mengakses internet, bukan tidak mungkin mereka yang masih awam juga mengakses situs bermasalah itu. Setiap orang dengan mudah mengakses internet dengan hape. Di sini letak problemnya,” kata Saud.

Menurutnya, pekerjaan BNPT lebih bersifat pencegahan. Sedapat mungkin mencegah. Langkah preventif ini yang ditekankan sekali oleh Presiden Jokowi untuk BNPT.

“Mereka yang sudah mapan beragama, tak masalah mengakses situs bermasalah itu. Kalau dia sekolah di madrasah, masih lebih baik sedikit. Artinya, ia mempunyai modal untuk menyaring informasi yang bersifat keagamaan,” pungkas Saud.

Sementara Pimred Hari Santri 2018 Syafi Ali’elha yang duduk sebagai narasumber pada diskusi siang itu menyatakan sepakat atas penutupan situs bermasalah. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman perihal jurnalistik dan nalar keagamaan secara kritis.

“Alhamdulillah, anak-anak muda NU tetap membaca kitab kuning. Dengan bacaan itu, mereka dapat menyeleksi mana perintah dan larangan Islam yang sebenarnya. Sehingga puluhan juta anak muda NU itu tidak terprovokasi oleh macam-macam hasutan,” tutup Syafi’. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Jember, Hari Santri 2018 - Dewasa ini? sederet persoalan bangsa terus bermunculan mengiringi globalisasi informasi yang bergerak secara bebas memasuki ruang-ruang sempit masyarakat. Penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas, tawuran dan sebagainya merupakan persoalan krusial yang terus menggerus kehidupan masyarakat, khususnya remaja. Itu harus dilawan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember Moch Eksan saat menjadi pemateri dalam acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di aula Pondok Pesanstren Darul Hikam, Desa Kemuning, Kecamatan Jenggawah, Jember, Rabu? (15/11).

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Menurutnya, pelajar NU mempunyai peluang besar untuk terlibat dalam mengatasi persoalan sosial tersebut. Sebab, mereka memilki jaringan yang bisa digerakkan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas dan sebagainya, minimal di lingkungannya sendiri.

Hari Santri 2018

"Kalau tidak bisa menjadi solusi dari suatu masalah, minimal jangan menjadi bagian dari masalah itu sendiri," ucapnya.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, saat ini moralitas sebagian generasi muda sudah mengalami degradasi begitu rupa. Seks bebas sudah dianggap biasa, menenggak minuman keras pun bukan lagi hal yang tabu, dan penyalahgunaan narkoba juga sudah tak asing. Realitas tersebut tentu patut menjadi perhatian sekaligus keprihatinan semua kalangan.

"Maka pelajar NU dengan bekal agamanya yang kuat, harus menjadi model generasi yang ideal di masyarakat. Tunjukkan bahwa pelajar NU punya akhlaq yang mulia," ungkapnya.

Dalam kesempatan? itu, ia juga mengimbau pelajar NU terus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa harus kehilangan identitas ke-NU-annya. Mereka harus akrab dengan teknologi informasi, tidak asing dengan media sosial, paham dengan fitur-fitur dan apilaksi dan sebagainya. Pelajar yang demikian, katanya, sangat dibutuhkan dalam merepson era digitalisasi informasi yang akan terus berinovasi di masa-masa mendatang.

"Saya yakin anak-anak IPNU-IPPNU bisa menjadi santri milenial,"? pungkasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Ahlussunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal

Temanggung, Hari Santri 2018 - Musibah banjir yang menimpa warga Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal beberapa hari lalu menjadi perhatian aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Temanggung. Mereka menggelar aksi solidaritas dengan penggalangan dana bencana di persimpangan Jalan Suwandi Suwardi Kowangan Temanggung, Kamis (2/3) siang.

Puluhan mahasiswa tampak mengenakan jas biru (almamater PMII) dan menenteng kardus dengan sabar menyambangi satu per satu penggendara sepeda motor maupun mobil yang melintas atau berhenti di perempatan tersebut.

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Temanggung Galang Dana untuk Korban Banjir Kendal

Koordinator lapangan aksi penggalangan dana Muhammad Sirojul Umam? mengatakan, kegiatan penggalangan dana ini digelar sebagai respon keprihatinan terhadap sesama atas terjadinya bencana banjir bandang dahsyat yang melanda Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal beberapa waktu lalu.

"Bencana di Kenjuran kami anggap cukup dahsyat karena mengakibatkan dua warga hilang dan belum diketemukan sampai sekarang. Selain itu terdapat kerugian material setelah 11 rumah hancur, 3 rata dengan tanah, serta 3 bangunan lain turut terseret aliran banjir," jelasnya, Kamis (2/3).

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Umam membeber, aksi galang dana sekitar tiga jam kemarin berhasil menggalang bantuan sebesar Rp.1.040.000. Dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada korban pengungsi yang mencapai 300 jiwa baik berupa uang tunai atau bantuan logistik barang seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian. "Aksi galang dana ini? rencananya akan dilakukan selama tiga hari ke depan," ucapnya.

Ketua PMII Temanggung Arief Safrodin menambahkan, aksi galang dalang sepertinya bukan kali pertama. Ia bersama pengurus dan kader PMII Temanggung rutin menggelar aksi galang dana setiap ada bencana besar.

“Sebelumnya pernah melakukan aksi penggalangan dana untuk? gempa Aceh, longsor Purworejo, longsor Banjarnegara, bahkan peduli Palestina. Saya berharap, dengan bantuan ini, turut meringankan beban saudara kita warga Dusun Kenjuran Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal yang saat ini tertimpa musibah," harapnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

Selasa, 12 Desember 2017

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Jakarta, Hari Santri 2018. Dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah masih menjadi primadona dalam ajang pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) 2014. Beberapa lembaga survei memberikan perhatian khusus pada dua ormas ini. Namun hasil survei menunjukkan kecenderungan yang berbeda di kalangan warga dua ormas ini.

Hasil survey yang dilakukan oleh Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menemukan kecenderungan berbeda antara komunitas NU dan Muhammadiyah dalam menentukan calon presidennya. Dalam hal ini, Jokowi menang di komunitas NU (46.20% versus 40.20%). Prabowo menang di komunitas ? Muhammadiyah (48.60% vs 42.90%).

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Jadi Primadona di Pilpres

Demikianlah salah satu analisis riset Lingkaran Survei Indonesia. Survei dilakukan di awal Juni 1-9, 2014. Metode penelitian dijalankan ? secara standard dengan teknis multistage random sampling. Total responden sebanyak 2400 pemilih di 33 propinsi. Responden diwawancari tatap muka. Margin of error plus minus 2%. Survei ini juga dilengkapi riset kualitatif melalui FGD, depth interview dan media analisis, seperti dilansir oleh situs? lsi.co.id.

Menurut lembaga survey ini, tiga belas hari menjelang pemilu presiden ? 9 Juli 2014, total pemilih yang “GALAU” masih 32.2%. ? Istilah galau mengacu kepada jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya, ditambah dengan pemilih Jokowi-Jusuf Kalla yang masih ragu dan pemilih Prabowo-Hatta yang juga masih ragu. Sementara selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6.3% saja. Siapa yang menang dan kalah dalam pemilu presiden adalah pasangan yang paling berhasil memenangkan hati dan pikiran 32.2% pemilih galau ini.

Hari Santri 2018

Dari hasil survei ini, Jokowi dipilih oleh 45% responden. Namun sebanyak 8.1 % dari 45% itu yang masih ragu, dan masih mungkin berubah pandangan. Sementara Prabowo didukung oleh 38.7% publik. Namun sebesar 7.8% dari 38.7% itu juga dihinggapi ragu dan masih mungkin “pindah ke lain hati.” Sedangkan massa mengambang sebesar 16.3%. ? Dalam momen 13 hari ini mereka akan mengambil sikap

Hari Santri 2018

Jika ? pemilih dipilah ke dalam aneka segmen masyarakat, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta saling mengalahkan. ? Pasangan Jokowi menang di pemilih perempuan ? ( 48.10% versus 33.8%). Sementara pasangan prabowo menang di pemilih pria (43.20% versus 42.70%)). Jokowi menang di pemilih dengan tingkat pendidikan menengah dan rendah ( 45-48% versus 34-42%). Prabowo menang di pendidikan tinggi (43.70% vs 38.10%).?

Prabowo mengimbangi Jokowi dalam ? pemilih muslim (40.90% versus 43.30%). Namun untuk ? non-muslim, pemilih lebih banyak di ? Jokowi (67.60% versus 15.50%). ? Jokowi juga masih menang di pemilih Jawa (47.60% versus 35.20%). Namun Prabowo menang di pemilih Sunda (51.60% versus 40.90%). Kini Prabowo menang di propinsi Jabar (51.20% vs 42.60%). Tapi Jokowi menang di 6 propinsi besar lainnya: Banten, DKI, jatim, Jateng, Sumut dan Sulsel, dengan selisih sekitar 5%-10%.

Jokowi dianggap lebih peduli dengan rakyat (84.6% versus 64.2%) dan lebih jujur (76.5% versus 61.3%). Namun ? Prabowo dianggap pemilih lebih pintar (85.2% versus 81.1%) dan lebih tegas (78% versus 69.7%).

Dalam dua bulan terakhir, pendukung Jokowi banyak yang lari dari kandangnya. Jumlah dukungan Jokowi menurun mencolok di kantong besar suara: di komunitas NU, berpendidikan tinggi, beragama Islam, pemilih lelaki, propinsi Jawa Barat. ? Prosentase pemilih Jokowi yang “pindah ke lain hati” sebesar sekitar 5_10 persen. Di komunitas itu, Prabowo mengalami kenaikan sekitar ? 5-10% juga.

Bagaimana akhir pertarungan dua pasang capres yang semakin ketat ini? Kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan. Jokowi akan tetap menang jika ia bisa mengambi kembali pendukungnya yang “pindah ke lain hati,” pindah ke Prabowo. Sebaliknya Prabowo akan menyalip Jokowi jika ia bisa menaikkan dukungannya sekitar 5-15 persen lagi segmen pemilih besar yang kini ia masih kalah: segmen perempuan, wong cilik, komunitas NU, ? pemilih ? berpendidikan rendah, pemilih muslim, dan pemilih di propinsi Jawa Timur.

Tiga belas hari menuju 9 Jui 2014, kedua pasangan capres-cawapres harus menyiapkan pendukungnya untuk menerima baik kemenangan ataupun kekalahan. Dengan membaca trend petumbuhan dukungan capres dan cawapres, selisih kemenangan pada 9 Juli 2014 potensil hanya kecil saja,. Sangat mungkin selisih kemenangan itu hanya di bawah 5%, siapapun pemenangnya. Jika Jokowi tetap menang, atau jika ia dilewati Prabowo, selisih dukungan capres-cawapres potensial ? dibawah 5% saja, antara 51-53% ? versus 47-49. (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga

Yogyakarta, Hari Santri 2018

Para dai memiliki peran strategis dalam mengembangkanpesan-pesan damai di tengah masyarakat. Apalagi kini dakwah yang bermuatan paham kekerasan sudah masuk ke tempat-tempat ibadah.

Demikian salah satu poin dalam forum dialog Pelibatan Dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lewat Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta , Selasa (26/7).

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga

"Dai merupakan problem solver (solusi) dalam penanggulangan terorisme, karenanya para mubaligh diharapkan menambah wawasan dalam menyampaikan dakwah," kata Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Waryono Abdul Ghofur Waryono.

Hari Santri 2018

Lebih jauh ia mengimbau kepada para dai untuk meneladani cara dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam di bumi Nusantara. “Mengasuh, mendidik, bergaul, berinteraksi hingga lapisan msyarakat merupakan metode dakwah Sunan Kalijaga," ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, diharapkan para dai dalam berdakwah menjunjung tinggi toleransi, mengedepankan prinsip-prinsip Islam rahmatan lil alamin (pembawa rahmat bagi seluruh alam) tanpa meninggalkan kultur dan tradisi daerah.

Hari Santri 2018

Sementara narasumber lain, guru besar UIN Sumatera Utara, Syahrin menegaskan bahwa peran dewan masjid dalam menghambat perkembangan paham radikal-terorisme sangat strategis, karena masjid merupakan salah satu tempat tumbuhnya paham kekerasan ini.

"Ketika dewan masjid menyeleksi ketat ustadz-ustadz yang masuk berceramah dalam masjid, maka hal ini akan menjadi sangat produktif untuk mengahalau perkembangannya" tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Olahraga Hari Santri 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang

Brebes, Hari Santri 2018. Para ikhwan tarekat Tijaniyah memperingati Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad Tijani RA yang ke-222 di Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah pada tanggal 12 sampai 14 Desember. Perayaan serupa pernah digelar dengan sukses di tempat tersebut pada tahun 1984 dan 2008.

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat Tijaniyah Gelar “Idul Khotmi” Ke-222 di Jatibarang

Muqaddam Tijaniyah KH Syekh Soleh Basalamah menjelaskan, Idul Khotmi lil Qutbil Maktum Syeikh Ahmad At-Tijani adalah tradisi tahunan yang biasa diadakan sebagai perayaan murid Tijaniyah. Tradisi tersebut dilaksanakan dalam rangka hari pengangkatan Syekh Tijani sebagai wali khatm atau al-quthb al-maktum.

Kegiatan yang diadakan setiap tanggal 18 Shafar tersebut, kata dia, merupakan puncak ijtima’ kaum Tijaniyah seluruh Indonesia. Dilaksanakan bersifat nasional berdasar restu sesepuh muqaddam tingkat nasional. Sementara tempatnya bergiliran di tempat-tempat yang ada di Indonesia.

Hari Santri 2018

Tradisi ini untuk pertama kalinya secara berturut-turut diadakan di Desa Betoyo, Kecamatan Mayar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada tahun 1979, 1980, 1981 M. Selanjutnya dilaksanakan secara bergiliran di kota-kota Jawa Tengah Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua Panitia Idul Khotmi, Afifullah, kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang 20 ribu orang perwakilan dari seluruh penjuru Nusantara. “Bahkan peserta dari luar negeri juga sudah berdatangan antara lain dari Prancis, Inggris, India, Maroko, Saudi Arabia, Tunisia, Al Zajair, Malaysia dan Brunei Darussalam,” ungkapnya di sela kegiatan Jumat (12/12).

Selama tiga hari, kata dia, peserta bakal mengikuti agenda utama berupa Halalah (dzikir rutin Tarekat Tijaniyah pada Jumat sore? di Masjid Mujahidin Jatibarang Kidul, Mushola Baitussaadah di Jatibarang Lord, dan di Zawiyah Kemiriamba.

Pada Sabtu (13/12) ada halaqah (seminar) Muqodam di gedung Serbaguna Al Ittihad, seminar penanggulangan ISIS bagi pengikut Attijaniyah di Pesantren Darrusalam Jatibarang Kidul. Terus khalwat (dzikir), Manaqib Qubro dan istighosah di Masjid Al Ittihad di Jatibarang Lor. Juga digelar Parade Rebana 23 grup dan atraksi Ikatan Motor Banser Indonesia (IMBI).

Puncak kegiatan berupa pengajian akbar pada Ahad di Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, dengan pembicara dari PBNU KH Mustafa Aqil Siroj, Rois Am JATMAN Habib Lutfie bin Ali Yahya, Sayid Tohir At Tijani dari Maroko dan Dr Redigenun Muqodam dari Al Zajair.

1200 rumah warga untuk menginap

Menurut Afif, untuk mensukseskan kegiatan tersebut, panitia menyediaksn 1200 rumah warga sebagai home stay (tempat tinggal sementara) para bagi ikhwan (peserta) luar daerah. Rumah tersebut disediakan untuk penginapan sekaligus menyediakan konsumsi gratis bagi ikhwan. “Warga sangat antusias walau hanya diberi subsidi Rp 10 ribu per ikhwan,” terangnya. (12/12).

Dari 1200 rumah tersebut, lanjutnya, berada di seluruh wilayah Kecamatan Jatibarang, sehingga tidak memberatkan panitia dalam hal transportasi. Sedangkan untuk para Muqadam dan Masayih di Hotel Anggraeni Jatibarang.

Afif menambahkan, warga sendiri mengaku sangat senang ditempati para tamu dari seluruh penjuru Nusantara. Mereka menganggap hal itu bisa mendatangkan barokah dikemudian hari. “Mereka yang ditempati, mayoritas sangat bangga bahkan sebagian banyak yang minta rumahnya dijadikan home stay karena dipercaya bakal mendapat barokah dari Allah SWT,” tutur Afif. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Ulama, Doa Hari Santri 2018

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Manusia tak pernah putus menerima aliran nikmat Allah dalam bentuk apapun baik material maupun nonmaterial yang disadari sebagai sebuah nikmat atau yang tak disadari. Kalau sudah begini, mereka harus menjaga adab kepada Allah dalam bentuk syukur.

Ada juga sebagian orang yang tidak taat dan kufur sering tampak hidup makin membaik, segar bugar tanpa sakit, makin jauh dari kemiskinan, dan seterusnya. Tidak perlu heran karena di sinilah sebenarnya rahmat Allah untuk mereka.

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Sebenarnya ketika seseorang mendurhakai Allah sementara anugerah-Nya terus mengalir bahkan secara lahiriah bertambah banyak, ia patut waspada karena bisa jadi itu merupakan bagian dari istidraj dari Allah sebagai disinggung Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takutlah pada kebaikan Allah kepadamu di tengah keberlangsungan durhakamu terhadap-Nya karena itu bisa jadi sebuah tipudaya (istidraj) seperti firman-Nya, ‘Kami memperdayakan (mengistidrajkan) mereka dari jalan yang mereka tak ketahui.’”

Hari Santri 2018

Istidraj adalah semacam perangkap bagi manusia di mana mereka yang durhaka kepada Allah tampak semakin makmur, jaya, dan sejahtera. Tetapi sejatinya peningkatan kemakmuran yang terus beranjak naik bahkan melimpah itu sejatinya adalah uluran atau semacam penundaan untuk azab Allah yang pada gilirannya lebih dahsyat menimpa yang bersangkutan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Istidraj adalah ujian tersembunyi di balik sebuah anugerah Allah. Istidraj terambil dari kata ‘daraj’ (angsuran), seperti anak kecil yang mulai berjalan selangkah demi selangkah. Terambil dari kata ini juga adalah anak tangga di mana seseorang dapat naik ke atas. Sama halnya dengan orang yang diistidraj. Ia dicekal melalui nikmat sedikit demi sedikit tanpa sadar. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya kami cekal mereka dengan kenikmatan, lalu kami jerumuskan mereka ke dalam siksa tanpa mereka sadar.

Perihal ini Syekh Zarruq berkata, ‘Wahai para murid, takutlah pada karunia-Nya untukmu berupa kesehatan, kelapangan, kucuran deras rezeki, dan aliran deras  kekuatan baik material maupun spiritual di tengah kedurhakaanmu terhadap-Nya berupa kelalaian dan keteledoran,’” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101).

Orang yang terjaga mata batinnya selalu waspada dan khawatir atas penambahan nikmat dari Allah berupa harta, jabatan, status, eksistensi, dan lain sebagainya. Mereka khawatir nikmat itu merupakan istidraj dari Allah karena kerap lalai bersyukur atas nikmat itu. Kekhawatiran ini merupakan sifat orang-orang beriman.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takut pada ujian melalui nikmat Allah adalah sifat orang beriman. Tidak takut pada ujian kenikmatan di tengah kedurhakaan adalah sifat orang kafir. Sebagian ulama mengatakan, tanda-tanda istidraj adalah durhaka kepada Allah, terperdaya dengan ketenangan waktu, mengandung penundaan siksa atas kewajiban sampai pada-Nya. Ini adalah tipudaya tersembunyi. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya tanpa mereka sadari. Syekh Ibnu Athaillah berkata, ‘Setiap kali mereka bermaksiat, Kami perbarui nikmat untuk  mereka dan kami membuat mereka lupa pada istighfar atas maksiat tersebut,’” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Indonesia, Maktabah Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, halaman 51).

Manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur kepada Allah dalam bentuk ucapan, keyakinan, dan tindakan. Dalam menerima nikmat dengan segala bentuknya, manusia juga ditekankan untuk tidak melupakan jasa dan budi baik orang lain. Agama menganjurkan manusia untuk berterima kasih terhadap sesama karena tanpa disadari manusia berutang budi satu sama lain sebagai disinggung Syekh Ibnu Ajibah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap orang, ketika merasakan nikmat lahir-batin dan material-spiritual, wajib mengetahui kewajibannya dan segera mensyukurinya melalui ucapan, keyakinan, dan perbuatan. Lidah mengucap ‘Alhamdulillah’. Mulut bersyukur. Keyakinan itu melihat kehadiran Allah dalam nikmat tersebut dan menyandarkan nikmat kepada-Nya, dan tak perlu lagi melihat sebab kucuran nikmat di mana semuanya diyakini dengan hati dan disyukuri dengan ucapan. Tetapi siapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain atas jasanya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah. Orang yang paling berterima kasih kepada orang lain adalah orang paling bersyukur kepada-Nya. Apabila seseorang berterima kasih kepada orang lain dengan ucapan, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalas budi baikmu),’ maka ia telah menjalankan kewajibannya untuk syukur. Bentuk syukur dengan perbuatan adalah penggunaan segala nikmat tersebut untuk taat kepada Allah sebagaimana keterangan lalu.

Kalau ia tidak bersyukur baik dengan ucapan, keyakinan, maupun perbuatan, dikhawatirkan nikmat itu ditarik atau menjadi istidraj. Istidraj ini lebih buruk daripada penarikan nikmat. Simpulannya, kewajiban syukur adalah adab kepada Allah sebagai pemberi nikmat. Orang yang su’ul adab ketika datang nikmat, maka akan diberi pelajaran agar beradab. Pengajaran di dalam batin ini yang kerap jarang disadari banyak orang,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101-102).

Singkatnya, manusia harus menjaga adab kepada Allah dan kepada orang lain. Jangan sampai kufur nikmat dan tidak tahu terima kasih kepada orang lain. Manusia harus bersyukur kepada Allah dengan segala bentuknya dan juga berterima kasih kepada orang lain atas jasa mereka. Husnul adab menjadi kata kunci penolak istidraj. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Anti Hoax, AlaSantri Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Karakter Kepemimpinan Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Karakter Kepemimpinan Rasulullah

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Hari Santri 2018

Ada sebuah ayat Al-Qur’an yang cukup menggambarkan bagaimana karakter kepemimpinan Rasulullah sebagai penyampai risalah sekaligus pemimpin. Ayat tersebut berbunyi:

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, tak tahan melihat penderitaan kalian, sangat menginginkan (keselamatan dan kebahagiaan) atas kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS at-Taubah: 128)

Ayat ini setidaknya mengungkap empat hal. Pertama, Allah menurunkan risalah melalui kepada umat manusia melalui sosok mulia yang juga manusia, bukan jin ataupun malaikat yang sukar dijangkau. Hal ini mengandung hikmah untuk memudahkan umat manusia dalam meneladani sosoknya. Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam adalah figur yang sangat dekat dengan umatnya, memahami dan sanggup berkomunikasi (berbahasa) secara baik dengan sasaran dakwahnya.

Sebagaimana manusia lainnya, Rasulullah merasakan apa yang dirasakan makhluk fisik pada umumnya: lapar, haus, butuh istirahat, bisa terluka, kepanasan, kedinginan, dan lain sebagainya. Namun, justru dari sinilah umatnya bisa belajar keteladanan luar biasa tentang kesederhanaan, kesabaran, keikhlasan, keberanian, kejujuran, kedermawanan, dan sifat-sifat positif lainnya dalam wujud yang sangat nyata. Rasulullah tampil dalam wujud yang manusiawi, tapi sekaligus sarat nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, Rasulullah memiliki empati yang amat tinggi terhadap penderitaan umatnya. Beliau memberi teladan kepemimpinan yang tidak memberatkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengaitkan kalimat ‘azîzun ‘alahi mâ ‘anittum dengan dua hadits:

? ? ?

“Aku (Muhammad SAW) diutus untuk membawa agama yang lurus dan toleran.”

? ? ? ?

“Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah kemudahan.”

Dengan bahasa lain, Rasulullah samasekali tak menghendaki adanya hal-hal yang menyulitkan umatnya, bahkan untuk urusan ibadah sekalipun. Sebagai contoh, tentang shalat tahajud yang Nabi laksanakan tiap malam secara istiqamah di masjid. Begitu tahu sahabat-sahabatnya berbondong-bondong meneladani rutinitasnya, Rasulullah beberapa hari kemudian tak pergi ke masjid. Alasan beliau, tak ingin memberi kesan bahwa shalat tahajud wajib sehingga bakal memberatkan umatnya di kemudian hari. Rasulullah juga pernah menegur sahabatnya, Mu’adz, yang membaca bacaan terlalu panjang saat memimpin shalat berjamaah. Menurut Nabi, seorang imam harus mempertimbangkan makmumnya yang mungkin terdiri dari orang tua dan orang-orang yang mempunyai keperluan.

Jamaah shalat jum’at rahimakumullâh,

Yang ketiga, Nabi juga merupakan sosok yang sangat menginginkan keselamatan dan kebahagiaan bagi umatnya. Ibu Katsir saat menerangkan harîshun ‘alaikum menghubungkannya dengan hidayah dan kemaslahatan bagi umatnya baik di dunia maupun di akhirat. Beliau mendorong adanya proses kesadaran ilahiyah dalam setiap embusan nafas manusia, juga tersingkirnya mudarat atau kerugian bukan hanya secara duniawi tapi juga ukhrawi.

Keempat, ayat tersebut menegaskan tentang sifat Nabi yang raûf (welas asih) lagi rahîm (penyayang) kepada umatnya. Kita tahu bahwa dua sifat itu adalah bagian dari 99 asmaul husna. Ini sekaligus menunjukkan keistimewaan derajat Nabi Muhammad. Dua nama indah Allah dilekatkan pada diri beliau.

Rahmat atau kasih sayang tersebut mewujud dalam karakter kepemimpinan Rasulullah yang tidak kasar menghadapi masyarakat. Beliau juga gemar memaafkan dan memohonkan ampun ketika umatnya berlaku salah, bersedia bermusyawarah, dan bertawakal kala tekad sudah bulat. Seperti yang dituturkan Al-Qur’an:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali Imran: 159)

Demikianlah karakter Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam yang kita yakini sebagai teladan paling ideal bagi umat manusia. Keyakinan ini juga dibenarkan oleh ayat suci bahwa di dalam diri Rasulullah ada contoh yang baik (al-Ahzab: 22). Namun yang menjadi pertanyaan, seberapa besar kesadaran tentang hal itu tertanam kuat dalam masing-masing diri kita lalu mengejawantah dalam kehidupan sehari-hari?

Jamaah shalat jum’at rahimakumullah,

Semoga kita semua mampu menyerap pelajaran dari watak pemimpin agung kita tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Beliaulah sosok yang paling pantas menjadi panutan ideal umat manusia di seluruh dunia.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, Anti Hoax, Ubudiyah Hari Santri 2018

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018. PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) tahun ini menggelar “Mudik Bareng NU 1433 H”. Pendafaran mulai dibuka hari ini, Jumat (27/7), di Gedung PBNU lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

PP LTMNU sedang menyiapkan 40 bus ber-AC yang akan mengantarkan ribuan pemudik ke berbagai kabupaten dan kota di Pulau Jawa. Program bertema “Mudik Aman, Nyaman, dan Menyenangkan Bersama NU” ini akan menurunkan para pemudik, antara lain, di Tegal, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Pati, Mojokerto, Surabaya, Jembatan Suramadu, Lamongan, Banyuwangi, dan Jember.

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

“Yang ikut pulang kampung bisa muadzin, tukang sapu, marbot musala atau masjid, tapi tidak mengecualikan masyarakat umum yang ingin dekat dengan NU,” kata Koordinator Program, Mujahidin, di Jakarta.

Hari Santri 2018

Untuk pendaftaran, peserta disyaratkan menyerahkan fotokopi KTP dan pengisian formulir yang disediakan. Setelah penukaran tiket pada 5 Agustus, para pendaftar dapat menunggu pemberangkatan pada 14 Agustus 2012 dari halaman Gedung PBNU.

Hari Santri 2018

Sedikitnya 99 masjid NU akan menjadi posko mudik untuk sekadar melepas lelah dan bersembahyang sepanjang perjalanan. “Masyarakat (sekitar masjid, red) biasanya ada yang menyiapkan makanan-makanan ringan, karena mereka merasa akan kedatangan tamu,” tambah Mujahidin.

Tahun lalu, PP LTMNU bersama Bank Mandiri dan Kemenakertrans juga menyelenggarakan program yang sama dengan memberangkatkan 22 bus yang menampung sekitar 1.100 pemudik. “Kita ingin tingkatkan terus pelayanan kepada umat yang kesulitan mendapat tiket,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Anti Hoax, Budaya Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Hebatnya Banser

Saat berada di sebuah kapal pesiar, presiden Indonesia (Gus Dur pastinya), presiden AS dan perdana menteri Jepang saling memamerkan kebolehan tentara masing-masing.

Presiden AS bilang tentaranya bisa mengelilingi kapal 10 kali tanpa berhenti, dan langsung dibuktikan, ternyata benar. Perdana Menteri Jepang malah bilang tentaranya bisa menglilingi kapal selama 25 kali.



Hebatnya Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hebatnya Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hebatnya Banser

Ia panggil salah seorang prajurit untuk terjun ke laut berenang mengelilingi kapal 25 kali dan... luar biasa, ternyata ia bisa.

Hari Santri 2018

Gus Dur hampir-hampir dipermalukan dalam perdebatan itu. Prajurit AS dan Jepang benar-benar pemberani. Untung Gus Dur segera punya ide. Dipangilnya seorang angota Banser NU yang kebetulan ikut.

"Ini bapak-bapak, dia seorang anggota Banser NU. Dia bukan tentara, dan tidak pernah mengikuti latihan militer resmi. Dia akan saya suruh berenang 100 kali," kata Gus Dur sambil menepuk-nepuk pundak anggota Banser. Presiden AS dan perdana menteri Jepang melongo.

Hari Santri 2018

"Ayo sekarang kamu nyebur ke laut dan berenang keliling kapal sampai 100 kali," kata Gus Dur kepada anggota Benser tadi dengan penuh percaya diri.

"Mana mungkin Gus, saya masak disuruh berenang mengelilingi kapal sebesar ini, saya tidak mau Gus," kata anggota Banser. "Gila apa..!" tambahnya menggerutu sambil lalu.

"Ya sudah kalau begitu kamu balik ke tempat," kata Gus Dur dan angota Banser tadi balik ke tempatnya semula.

Gus Dur lalu mendekati dua pimpinan negara adidaya itu. "Tuh kan bapak-bapak, sekarang tentara siapa yang lebih berani coba? Pasti lebih berani tentara saya. Lha wong perintah presidennya aja tidak dipatuhi?" kata Gus Dur sambil duduk dan menepuk-nepukkan tangan kanan ke pahanya. (anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax Hari Santri 2018

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara akan melaksanakan pelantikan pengurus baru masa khidmah 2014-2019 di Hotel Arya Duta Manado, Sabtu (18/10). Acara tersebut akan dirangkai  dengan dialog nasional bertema “Peran Agama Lintas Indonesia dan Dunia, Kajian Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan dalam Upaya Mendorong Indonesia Poros Perdamaian Dunia”.

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulut Gagas Indonesia Poros Perdamaian Dunia

Demikian keterangan pers yang diterima Hari Santri 2018, Kamis (16/10). Menurut Sekretaris PWNU Sulut Ir. SuwarnoTuiyo, dialog yang rencananya dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ini merupakan wujud harapan akan peran strategis NU, dan Indonesia secara umum, dalam kancah perdamaian internasional.

Hal itu, lanjutnya, disebabkan perpindahan poros ekonomi dunia ke pasifik akan menyebabkan pemindahan konsentrasi militer yang lebih padat ke pasifik dan Indonesia terletakdi tengah-tengah kekuatan dunia yang saling mengambil pengaruh di kawasan yang  jika tidakdikelola dengan baik akan berdampak buruk pada keamanan dunia.

Hari Santri 2018

Dialog nasional tersebut akan menghadirkan Gubernur Sulawesi Utara DR. SH. Sarundajang sebagai pembicara utama dan pembicara-pembicara lintas agama yaitu DR. KH. Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), DR. H.W.B. Sumakul (KetuaUmum SINODE GMIM), Prof. DR. Yong Ohitimur (Tokoh Katolik), DR. I Dewa Ketut Anom (Tokoh Hindu) dan Ridwan Sofyan (Tokoh Agama Budha).

KetuaPanitia Midun Loho mengatakan, acara tersebut akan dihadiri seluruh elemen masyarakat Sulawesi Utara,  dengan harapan NU Sulawesi Utara akan menjadi  motor  perekat persaudaraan kebangsaan di Sulawesi Utara. (Mahbib Khoiron)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Habib, Santri Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock