Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Orang Berilmu yang Celaka

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Berilmu yang Celaka

"Celaka sekali orang bodoh yang tidak belajar. Tapi celaka seribu kali orang alim yang tak mempraktikkan ilmunya." [Imam Al-Ghazali, dalam Bidâyatul Hidâyah]

Hari Santri 2018

Akal termasuk anugerah terbesar yang ada dalam diri tiap manusia. Potensi luar biasa ini akan sia-sia belaka bila tak diikuti dengan usaha belajar dalam waktu yang tak terbatas. Membiarkan kebodohan adalah sebuah kerugian. Namun, ada yang lebih parah dari ini, yakni orang berilmu, terutama ilmu akhlak, yang tingkah lakunya tak mencerminkan kepintarannya. Yang terakhir ini tak hanya merugikan dirinya sendiri melainkan bahkan juga bisa membahayakan orang lain. Hal ini terjadi, karena dalam setiap yang dimiliki, termasuk ilmu, tersimpan tanggung jawab.

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Olahraga Hari Santri 2018

Rabu, 21 Februari 2018

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

Kami berdelapan menjadi anggota parlemen. Di antara kami, A.S. Bachmidlah yang telah memiliki mobil. Mobil "Peugeout" yang tahun pembikinannya sudah tua, dan sering mogok di jalanan.

"Hayo, mari, siapa mau ikut?" seru K.H. Muhammad Ilyas berdiri di sebelah mobil Bachmid pada suatu hari ketika kami keluar dari gedung parlemen di Jalan Dr. Wahidin.

Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Mobil-mobil Tokoh NU (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Mobil-mobil Tokoh NU (2)

"Kami kuti numpang hingga ke Kwitang!" jawabku. Aku bersama Idham Chalid keluar gedung parlemen hendak pulang. Kami duduk di dalam mobil. Bachmid sudah siap hendak menghidupkan mesin.

"Nantilah dulu!" perintah K.H. Muhammad Ilyas kepada Bachmid. Sementara itu ia masih berdiri di luar pintu mobil.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Hayo lagi, siapa mau ikut?" teriak K.H. Muhammad Ilyas. Ia mengajak Hasan Basri dan Abdul Muiz yang baru keluar dari gedung parlemen.

"Sudahlah kita berangkat! Tunggu siapa lagi? Mobil begini kecil masih akan ditambah lagi penumpangnya!" teriakku kesal. Panas dalam mobil.

"Eee, biar tambah banyak yang naik mobil tambah baik. Kalau mobil ini mogok di jalanan biar banyak yang mendorong," jawab Kiai Ilyas seenaknya.

"Insya Allah tak akan mogok, percayalah!" Bachmid meyakinkan kami.

"Ya, siapa tahu! Mobil sudah nenek-nenek begini!" Idham Chalid menyela.

"Jangan kira! Dulu mobil ini baru," Bachmid membanggakan mobilnya.

"Tentu saja baru. Memangnya pabrik membuat mobil tua?" aku menyela.

Maka berangkatlah kami berempat dalam mobil Bachmid. Jika suara mesin agak lirih, Kiai Ilyas teriak: "Dorong!" Bachmid menancap pedal gas pelan-pelan, jalannya mesin kembali stabil. Alhamdulillah, sampai juga ke tempat tujuan tak kurang suatu apa. Kami lega, bebas dari ancaman mendorong mobil. Zaman itu, belum banyak orang-orang Republik memiliki mobil. Beberapa yang telah memiliki mobil, kebanyakan main dorong karena mobil sudah tua. (K.H. Saifuddin Zuhri dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Anti Hoax, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan

Jakarta, Hari Santri 2018. Syatiri Ahmad, kepala perpustakaan PBNU mengharapkan PWNU se-Indonesia untuk mengadakan perpustakaan NU.

Perpustakaan itu diharapkan dapat mendokumentasikan hal ihwal NU di wilayahnya masing-masing. Selain itu, kata Syatiri, perpustakaan akan memperdalam wawasan, pengetahuan tentang NU bagi pengurus NU terutama, dan Nahdliyin pada umumnya.

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap PWNU Diharapkan Punya Perpustakaan

Syatiri menyampaikan hal itu pada Hari Santri 2018 di ruang Perpustakaan PBNU, lantai dua Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/12) petang. Dengan semangat, dia menyebutkan sejumlah manfaat kehadiran perpustakaan di kalangan NU daerah.

“Saya kira, pengadaan perpustakaan NU oleh setingkat PWNU tidak terlalu berat kok. Kalau setingkat PCNU, mungkin iya. Tetapi itu pun tidak menutup kemungkinan bagi PCNU kalau sudah memiliki niat yang kuat,” kata Syatiri kepada Hari Santri 2018 sambil membenahi kursinya.

Hari Santri 2018

Menurut Syatiri, kehadiran perpustakaan NU di tingkat PWNU, akan memberi banyak hal positif. Dengan keberadaan perpustakaan, karya-karya kiai dan tokoh NU akan mendapatkan ruang. Perpustakaan menjanjikan pengembangan sumber daya msayarakat dari segi kenuan.

Selain itu, materi sejarah baik berupa foto atau bahan-bahan lain yang masih dipegang secara pribadi oleh keluarga atau nahdliyin, dimungkinkan untuk bisa diakses oleh para peneliti dan terutama warga NU setempat, imbuh Syatiri.

Hari Santri 2018

Syatiri Ahmad, pria setengah baya berdomisili di Bekasi. Syatiri mudah dikenali dengan kopiah rajutan rotan ala Gus Dur yang selalu melekat di kepalanya. Meski bekerja sendiri dalam merawat perpustakaan PBNU, dia tidak kehilangan semangat untuk melayani kebutuhan pengunjung perpustakaan.  

Kehadiran perpustakaan NU lokal, bagi Syatiri, akan mendorong warga NU bersemangat dalam menggali ke-NUan mereka. Di samping itu, mereka juga diharapkan terdorong untuk menulis kehidupan NU dan tokoh NU setempat demi memotret khazanah NU yang kaya dan beragam di masing-masing daerah, tegas Syatiri. 

Redaktur  : Hamzah Sahal

Penulis     : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Hari Santri 2018

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Hari Santri 2018

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Daerah Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Bandung, Hari Santri 2018. Kabar duka datang dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Seorang tokoh pendidikan NU, Dr H Maman Abdurachman, berpulang ke rahmatullah. Maman saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ciamis, di samping juga Dekan FE Universitas Galuh Ciamis.

“Semasa hidupnya beliau adalah sosok yang gigih dalam mengisi perjuangan NU, sosok yang concern terhadap kemajuan pendidikan kader-kader NU khususnya di Ciamis. Semasa hidup beliau tak henti-hentinya memotivasi dan memfasilitasi kader-kader IPNU untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” kata Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ciamis Wahab Hasbullah melalui pesan singkat, Kamis (14/8).

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Maman wafat 12 Agustus 2014, pukul 21.30 WIB, di RS Hasan Sadikin Bandung. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ciamis ini dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan setia mendampingi para pelajar NU di Ciamis.

Hari Santri 2018

Asep Irfan Mujahid Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat yang juga mantan Ketua PC IPNU Ciamis saat dihubungi (14/8) mengatakan, sosok Maman sangat dikagumi oleh para kader IPNU Ciamis.

Hari Santri 2018

“Karena beliau sangat dekat dengan kader-kader IPNU sehingga dalam sepak terjangnya di dunia pendidikan berpengaruh dalam agenda kaderisasi di IPNU Ciamis,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Quote Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama

Jakarta, Hari Santri 2018. Kabar mengejutkan datang dari Kabul, Afganistan. Untuk mempercepat proses perdamaian, sejumlah ulama yang berafiliasi dengan Taliban pada 5 Mei 2014 lalu di Kantor NECDO, Butcher St, Shahr-e-now, Kabul, membicarakan tindak lanjut rencana proses rekonsiliasi Afghanistan serta membentuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di sana.

Pertemuan di kantor NECDO atau Noor Educational and Capacity Development Organization itu dilaksanakan pada pukul 09.00-14.30 waktu setempat dengan yang dihadiri 20 ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan beberapa Ulama dari Propinsi Jalalabad.

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Afganistan Dirikan Nahdlatul Ulama

Pertemuan itu merupakan tidak lanjut dari pertemuan beberapa ulama yang telah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2013 untuk membentuk Nahdlatul Ulama Afghanistan. Pada rapat terakhir bahkan sudah disepakati bentuk logo Nahdlatul Ulama yang akan dipakai.

Hari Santri 2018

Sama seperti NU di Indonesia, organisasi yang baru dibentuk ini akan mengembangkan ajaran Islam yang toleran dan moderat, serta menyadarkan ulama dan masyarakat setempat tentang pentingnya persatuan serta saling menghargai antara satu dengan lainya. NU di Afganistan juga tidak terjun langsung ke dalam politik praktis.

Pendirian NU di Afghanistan merupakan program rintisan jangka panjang yang yang bersifat strategis dalam rangka mengamankan kepentingan nasional guna mengantisipasi perubahan drastis yang kemungkinan dapat terjadi pasca tahun 2014.

Hari Santri 2018

Diharapkan organisasi baru ini akan menjadi forum komunikasi antar ulama yang diterima oleh berbagai pihak yang tengah bertikai di Afghanistan. (Aan Ahmad/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock