Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak

Oleh Setya Indra Arifin

“Menjadi anak” di abad 21 tampaknya memang terlalu sulit untuk dijalani. Hari-hari yang dipenuhi oleh berbagai tugas belajar yang menumpuk, ditambah dengan kewajiban mengikuti les privat di luar kegiatan sekolahnya, serta harapan orang tua masa kini yang terlalu “muluk-muluk” tentang masa depan anaknya, rasanya semakin melengkapi kesulitan yang dialami anak zaman sekarang. Tak heran jika “menjadi anak” di abad 21 justru membuat anak semakin kehilangan sifat kekanak-kanakannya.

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Full Day School dalam Kacamata Hak Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Full Day School dalam Kacamata Hak Anak

Sifat anak yang tak pernah berubah dari sejak dahulu sampai sekarang adalah kesukaannya pada kegiatan bermain. Terlepas dari jenis permainan apa yang disukainya, bermain adalah sesuatu yang hakiki yang tidak akan pernah hilang dari keberadaan seorang anak di muka bumi. Oleh karenanya, lepas dari konteks sosio-kultural tertentu dari suatu masyarakat terkait antara lain bagaimana model pendidikan yang diterima anak, kebutuhan anak untuk bermain tetap tidak boleh dihilangkan atau bahkan dikurangi sedikit pun oleh alasan apa pun.

Potensi pada munculnya pembatasan terhadap imajinasi dan keinginan (yang biasanya diwujudkan dalam cita-cita) murni yang muncul dari si anak, kenyataannya memang sulit untuk dihindarkan. Namun setidaknya, hal itu dapat diterima mengingat kondisi khusus anak yang masih perlu mendapat arahan dan bimbingan sehingga membuat pendidikan yang diterima oleh anak tetaplah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, terutama dan khususnya pendidikan dan bimbingan dari orang tua.

Hari Santri 2018

Pada satu sisi, tulisan ini barangkali akan terlihat begitu berpihak pada kebebasan anak dalam menentukan sikapnya. Namun di sisi yang lain, oleh sebab pendidikan merupakan sesuatu yang juga tak bisa dikesampingkan secara mendasar, maka pada akhirnya gagasan yang hendak ditawarkan bukan sama sekali terlepas dari kenyataan akan peran penting institusi pendidikan dalam membangun karakter anak untuk menjadi pribadi yang baik dan berguna kelak bagi masyarakatnya di masa yang akan datang. Hanya saja perlu sekali lagi digarisbawahi bahwa bermain adalah hak paling asasi yang wajib terpenuhi bagi anak di manapun mereka berada.

Hari Santri 2018



Pembuat Kebijakan Lupa Masa Kanak-Kanaknya?


Sebagaimana telah dikemukakan di awal bahwa pada saat ini, banyak hal yang membuat sifat kekanak-kanakan pudar dari kehidupan seorang anak. Bukan karena alasan yang bisa dianggap alamiah terjadi, namun karena sesuatu yang berada di luar dirinya yang pada akhirnya memaksa si anak untuk sulit mempertahankan sifat dasarnya. Berbagai bentuk pemaksaan kehendak pribadi anak, adalah bentuk paling konkret dari pelanggaran terhadap hak anak dalam memperoleh kegembiraan dari proses bermain.

Hak untuk bermain secara internasional diatur dalam Konvensi Hak Anak maupun secara konstitusional, telah diatur pula di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Secara tegas dalam salah satu pasal dalam peraturan tersebut mengatakan bahwa, “Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri”.Sehingga pengakuannya, tidak lagi sekadar menjadi pengakuan yang umum hadir di masyarakat, namun juga membutuhkan pengakuan dari Negara dalam hal ini Pemerintah, selain juga kewajiban bagi negara/pemerintah itu untuk melakukan perlindungan dan pemenuhan atasnya. Konsekuensi terhadap kewajiban dan tanggung jawab dalam penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak, sama persis layaknya kewajiban dan tanggung jawab di dalam menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia. Hal ini didasari oleh kesadaran akan peran penting seorang anak dalam membangun masa depan yang lebih baik. Sebagai generasi yang dalam dirinya tersemat tugas-tugas peradaban dalam berbagai bentuk tanggung jawab yang menantinya di masa yang akan datang, membuat kedudukan seorang anak sangatlah penting dan tak boleh dihiraukan.

Perlu pula disadari bahwa keterkaitan antara tugas pemenuhan hak anak dan hak asasi manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Keberadaan hak asasi manusia haruslah integral dengan keberadaan hak asasi anak. Oleh karenanya dapat dikatakan bahwa dalam melakukan pemenuhan terhadap hak asasi manusia, maka hak anak adalah sesuatu yang juga bahkan terlebih dahulu wajib terpenuhi.

Terkait dengan hak anak untuk bermain, barangkali mula-mula kita semua terlebih dahulu harus jujur bahwa kita semua lahir di dunia dengan terlebih dahulu melalui masa kanak-kanak itu. Oleh karenanya tanpa perlu diragukan lagi, mengakui dan melindungi serta melakukan pemenuhan atasnya sudah barang tentu adalah kewajiban kita semua, bukan hanya Negara. Negara manapun tak terkecuali, memiliki kepentingan dan kebutuhan yang sama untuk menyelamatkan generasi yang akan datang dari kehancuran. Hanya saja, usaha itu tetap harus mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak. Dan kepentingan terbaik yang paling mungkin dan sangat mudah untuk dilihat adalah kepentingan dan kebutuhannya akan bermain.

Kita boleh saja mengesampingkan kehadiran dan kedudukan anak dalam kehidupan kita. Hanya saja barangkali proses kehidupan yang pernah dan telah kita alami, tak ada ubahnya dengan proses kelam yang berisi pemaksaan terhadap anak dan penghilangan atas hak asasi pribadinya yang paling hakiki, yaitu bermain. Jika ada istilah “masa kecil kurang bahagia”, mungkin saja itu adalah ungkapan paling tepat yang bisa digunakan dalam menilai berbagai bentuk sikap maupun kebijakan negara yang sama sekali tidak mau mengakui? hak anak untuk bermain. Maka mungkin saja, berbagai bentuk kebijakan negara yang notabene berkewajiban dan bertanggung jawab penuh terhadap pengakuan mendasar pada hak anak, adalah kebijakan yang ditelurkan dari mereka yang masa kecilnya merupakan korban pemaksaan kehendak orang tuanya. Mungkin saja mereka yang pada masa kanak-kanaknya, tidak pernah diberi kesempatan untuk bermain dan bergembira layaknya seorang anak pada umumnya. Atau mungkin saja, mereka hendak melupakan masa kanak-kanaknya yang penuh kegembiraan dan permainan.



Pengabaian atas Hak Anak untuk Bermain


Dalam konteks pemenuhan hak asasi manusia, pengabaian terhadapnya adalah merupakan bagian dari pelanggaran terhadap hak asasi manusia itu sendiri. Jika tanggung jawab dan kewajiban atas pemenuhan tersebut salah satunya dan terutama berada pada institusi negara, maka setiap kebijakan dan tindakan apapun dari pemerintah negara yang bersangkutan, yang secara hakiki hendak atau bahkan telah mencerabut hak asasi dari seorang manusia, adalah bentuk pelanggaran yang tak bisa dibiarkan terjadi.

Jika dalam beberapa waktu yang lalu, kebijakan full day school telah ditelurkan negara dalam melaksanakan kewajibannya dalam memenuhi hak dasar di bidang pendidikan, maka kewajiban tersebut senyatanya telah bertentangan dengan kewajibannya yang lain dalam pemenuhan hak untuk bermain yang tak kalah mendasarnya. Silakan saja berdebat tentang perlu atau tidak perlunya seorang anak bermain dengan bebas. Namun perlu dipertimbangkan, salah seorang psikolog anak dan remaja bahkan pernah memberikan gambaran terkait waktu ideal yang efektif bagi seorang anak untuk belajar adalah maksimal 2 (dua) jam.

Meski kemudian, sah-sah saja bagi kita mengatakan bahwa bermain dapat dilakukan dengan mengemas bentuk permainannya dengan kemasan “belajar”, tetap saja, kewajiban asasinya untuk bermain dan bukan semata-mata untuk belajar, tetap menjadi prioritas yang tak bisa dikesampingkan. Atau kiranya bagi kita, hal ini sebetulnya dapat saja diselesaikan dan dijawab dengan pertanyaan sederhana, “jika Anda seorang anak yang seharian penuh harus menjalani proses pendidikan di sekolah tanpa diberi kesempatan sedikitpun untuk beristirahat sejenak dan berganti pakaian bebas di rumah sehingga Anda bisa bebas pula untuk memilih permainan apa yang hendak Anda mainkan, bahagiakah Anda sebagai seorang anak?”.Jika Anda seorang anak, tampaknya semua dari kita harus mengakui bahwa kita akan sangat mungkin bosan. Kalaulah selepas itu, kita sebagai seorang anak memiliki kewajiban untuk mengaji di sekolah-sekolah Arab (madrasah diniyah) ataupun jika memang harus dibarengi dengan semacam bimbingan belajar (les) di luar kegiatan sekolah,

setidaknya, kita sudah sempat makan di rumah, berganti pakaian, istirahat sejenak, menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta, lalu pergi dari rumah untuk kembali menuntut ilmu dengan gembira, bukan dengan kelelahan dan kebosanan.

Penulis adalah Peneliti Satjipto Rahardjo Institute (SRI), Semarang



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Makam Hari Santri 2018

Kamis, 22 Februari 2018

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam

Jombang, Hari Santri 2018 - Kawasan kampus dan Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqo (PPUW) Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang ahir-ahir ini tampak berbeda dengan keberadaan pesantren dan kampus-kampus yang lain. Area dua lembaga tersebut terus dalam pengawalan dan pengawasan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) asal mahasiswa dan santri di pesantren setempat.

Setiap hari, beberapa Banser secara bergiliran menempati pos-pos yang sudah disediakan di depan kampus dan di samping pesantren tersebut. Mereka dengan seragam Bansernya terlihat gagah mengatur jalur kendaraan dan jalan raya yang dilintasi ratusan mahasiswa dan santri.

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Ini Jaga Keamanan Pesantren dan Kampus 24 Jam

Asnoto, salah seorang anggota Banser asal Madura mengungkapkan bahwa anggota Banser yang terhimpun di pesantren UW sudah mencapai puluhan anggota Banser dan nyaris 100. Mereka bertugas sesuai waktu dan tempat yang ditentukan pesantren, hingga dalam waktu 24 jam pos sebagai tempat mereka bertugas dipastikan tidak kosong dan terkoordinir.

Hari Santri 2018

“Kalau saya mulai pukul dua siang hingga sore nanti, kemudian diganti oleh anggota yang lain,” katanya kepada Hari Santri 2018, saat ditemui di pos Banser depan kampus, Selasa (15/3) siang.

Selain bertugas penjagaan lalu lintas, mahasiswa semester 6 itu menambahkan bahwa peran Banser di pesantren ini juga sebagai tim pengamanan di setiap kegiatan yang diselenggarakan pesantren setempat. “Seperti kegiatan-kegiatan di pondok pesantren,” ujarnya.

Saat ada jadwal tugas kebanseran, puluhan anggota Banser itu tetap tak mengenyampingkan jam kuliah dan aktivitas-aktivitas di pondok pesantren, meraka bisa membagi waktu dengan sebaik mungkin hingga tak ada waktu terbuang sia-sia. Soal mendapat fasilitas dan kebutuhan makan di setiap harinya, mereka tidak mempermasalahkan. “Kadang dua kali makan, tapi kebanyakan satu kalinya, dan saya tidak mempermasalahkan itu” katanya.

Hari Santri 2018

Ke depan, kata Asnoto pesantren ini akan terus memperbanyak kader Banser. Sejumlah tugas-tugasnya akan dioptimalakan sebagaimana peran mayoritas Banser. “Kalau ada diklat atau pelatihan-pelatihan lagi pondok ini akan terus mengirim santri-santrinya,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta Hari Santri 2018

Senin, 19 Februari 2018

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Jakarta, Hari Santri 2018

Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) Kementerian Agama menjalin kesepakatan bersama Univance Co. untuk memberikan kesempatan magang kepada para siswa madrasah. Univance Corporate merupakan perusahaan asing milik Jepang yang bergerak di bidang produksi mesin dan peralatan transportasi. Perusahaan ini memiliki cabang di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.?

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Sinergi ini berawal dari inisiatif ? Ditpenmad berkunjung ke kantor Univance Co. di Jepang untuk melakukan penjajakan kerjasama. Selang sebulan, tepatnya Jumat (11/03) kemarin, giliran pihak Univance Co. yang gantian berkunjung ke Kantor Kementerian Agama.?

Kunjungan rombongan Univance Co. yang dipimpin oleh presiden Univance Co, Kenzuke Tani, diterima langsung ? oleh Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan dan jajarannya. ? Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan dari PT Univance Indonesia.?

Ditemui usai pertemuan, M. Nur Kholis mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama sudah mulai mengerucut. Menurutnya, Kenzuke Tani menilai ada kesamaan platform antara Univance Co. dan madrasah. Dalam budaya organisasi Univance Co., nilai-nilai kejujuran, akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sangat dikedepankan. Begitu juga dalam tradisi pendidikan madrasah.?

Hari Santri 2018

“Hal ini menjadi kata kunci penting dalam kerjasama ini,” terang M. Nur Kholis, Sabtu (12/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dalam pertemuan itu, Univance Co. meminta agar Direktorat Pendidikan Madrasah ? segera merekomendasikan nama-nama madrasah yang siswa-siswinya akan magang/PKL di PT Univance Indonesia di Purwakarta.?

Hari Santri 2018

“PT Univance Indonesia akan menyiapkan secara teknis pelaksanaanya, termasuk persyaratan minimal peserta magang/PKL, pembiayaan, tempat tinggal dan waktu pelaksanaanya. Semuanya akan dikoordinasikan dengan tim teknis Direktorat Pendidikan Madrasah,” jelas ? Nur Kholis.

Sementara itu, tim teknis Ditpenmad akan menjaring ? calon-calonnya dan menyiapkan skema ? pembiayaan tranportasi pulang pergi peserta dari tempat asal ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Dikatakan M. Nurkholis, sebagai piloting project, Ditpenmad ? akan memprioritaskan siswa-siswi madrasah yang berada di Jawa terlebih dahulu.?

“Dalam waktu dekat ini, MoU akan segera ditandatangai oleh kedua belah pihak dan Direktorat Pendidikan Madrasah akan berkunjung ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Mudah-mudahan program magang ini pada ? bulan Juli sudah bisa dimulai,” tembahnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Amalan, Kiai Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018. Jamaah haji Indonesia sudah menyelesaikan ibadah haji. Mereka pulang ke Tanah Air mulai 9 Oktober hingga 8 November nanti. Sebelum ke Tanah Air, para jamaah haji banyak yang menyempatkan berbelanja cendera mata khas Tanah Suci ke pusat-pusat perbelanjaan.

Salah satu pusat perbelanjaan yang diserbu oleh jamaah haji Indonesia di Makkah adalah Pasar Zakfariah. Hal ini terlihat dari banyaknya jamaah haji asal Indonesia yang sedang berbelanja seperti yang terlihat pada Rabu (15/10). Kemanapun pergi, pasti ditemui jamaah asal Tanah Air. Pasar ini disebut-sebut sebagai pengganti Pasar Seng yang dibongkar karena Masjidil Haram sedang dilakukan perluasan.

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Zakfariah, Tempat Belanja Favorit Jamaah Haji Indonesia

Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500).

Hari Santri 2018

Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. "Mau cari yang murah-murah untuk oleh-oleh," kata seorang jamaah haji.

Hari Santri 2018

Namun sebagian besar barang-barang tersebut adalah barang impor terutama dari Tiongkok. Pemasok lainnya adalah India, Pakistan dan Turki.

Jamaah yang tidak bisa berbahasa arab tidak perlu khawatir karena hampir semua penjaga toko bisa berbahasa Indonesia, minimal jika menanyakan harga-harga. Banyaknya pedagang yang bisa berbahasa Indonesia mungkin karena memang jumlah jamaah haji Indonesia adalah yang terbesar dan terkenal royal membeli oleh-oleh. Tahun ini kuota jamaah haji Indonesia mencapai 155.200 orang.

Kalimat-kalimat, "Murah...murah," banyak terdengar.

"Dua riyal...dua riyal," kata pedagang lain yang sedang mengobral barang dagangannya.

Bahkan untuk menarik jamaah haji, seorang penjaga toko menyebutkan nama-nama presiden Indonesia. "Jokowi...Jokowi," kata seorang pedagang yang tentu mengundang senyum dan ketertarikan jamaah Indonesia.

Ia pun menyebut nama presiden lainnya seperti, Soekarno, Soeharto, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Harga barang-barang di sini tidak terlalu jauh dengan di tempat-tempat lainnya di Makkah, misalnya ghurta antara lima hingga 15 riyal, pashmina 5-10 riyal, dan tasbih mulai 5 riyal per lusin. Namun, pembeli perlu menawar, apalagi jika ingin membeli dalam jumlah besar.?

"Jika beli satu harga 10 riyal namun beli 10 (lembar pashmina) bisa 8,5 riyal," kata anggota Media Center Haji, Neni, yang membeli pashmina.

Di pasar ini juga dijual tasbih dari bahan kayu koka. Tasbih ini memang cukup dicari pembeli karena konon tongkat Nabi Musa dibuat dari kayu ini. Namun hati-hati, menurut seorang tenaga musiman, seringkali yang dijual adalah berasal dari koka palsu.?

"Harganya bervariasi mulai dari 30 sampai 70 riyal, namun saya tidak beli takut palsu. Karena di Madinah ada yang harganya sampai 600 riyal," kata Kepala Seksi Media Center Haji, Rosidin Karidi.

Sementara itu Nazli mengatakan, walau harga tidak terlalu jauh dengan di toko-toko lainnya, namun pilihan di Pasar Zakfaria sangat bervariasi dan banyak sehingga banyak pilihannya. Nazli pun memborong jilbab.

Oleh sebab itu pasar itu disebut juga sebagai pasar `borong` karena para pembeli yang umumnya jemaah haji, banyak yang berbelanja dengan memborong barang sebagai oleh-oleh.(antara/mukafi niam) foto: Kemenag

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Daerah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Pasuruan, Hari Santri 2018

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebut santri pesantren sebagai orang-orang yang ikhlas, gigih dan tidak manja. Mereka didik untuk menjadi generasi yang kuat dan tidak mudah mengeluh.

"Santri ketika mondok, tidak pernah memikirkan nanti setelah lulus mau menjadi apa? Kerja apa? Nanti makanya dari mana ya? Punya mobil berapa ya? karena santri merupakan orang sederhana dan ikhlas," katanya saat memberi taushiyah pada pembukaan Silatnas Ayo Mondok di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jumat (13/5) malam.

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Sebut Beberapa Keunggulan Santri

Santri pesantren, lanjut Kang Said, didik untuk menjadi generasi yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan orang lain.Jiwa kemandirian ini yang menjadikan santri memiliki nilai lebih dari yang lainya.

"Santri ketika pulang dari pesantren harus mandiri. Tidak perlu jungkir balik ingin menjadi PNS, santri akan cari makan sendiri," katanya.

Lebih lanjut pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah Jakarta itu menjelaskan, Di pesantren, hubungan persaudaraan santri dengan santri lainya terjalin sangat kentaldan kuat. Sistem pendidikan pesantren mampu menyamakan status sosial dan latar belakang dari mana santri itu berasal.

Hari Santri 2018

"Persaudaraan antar santri terjalin dengan ikhlas dan kuat. Persaudaraan terjalin bukan karena kepentingan. Semua didasari keihklasan," tuturnya.

Lebih lanjut, Kang Said meminta para santri untuk lebih tekunbelajar agama dan selalu optimis dan percaya diri. Sebab, lulusan pesantren akan menjadi pemimpin di tengah-tengah masyarakat.

"Para santri yang bisa baca kitab kuning, nanti dengan sendirinya akan dicari oleh masyarakat. Para ulama, pemikir yang hebat,semuanya dari pesantren," pungkasnya.

Hari Santri 2018

Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Ayo Mondok resmi dibuka oleh Gubernur Jatim H Soekarwo. Acara yang akan digelar hingga Ahad (15/5) ini dihadiri oleh seluruh pengurus RMINU se-Indonesia. Beberapa poin dibahas dalam acara ini, seperti peran alumni pesantren, sistem informasi pesantren, peran ekonomi pesantren, program pesantrenku bersih dan road map gerakan Ayo Mondok. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Kajian Sunnah, Warta Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang IPPNU Jakarta Pusat merekrut 50 pelajar putri di Jakarta Pusat sebagai kader muda NU. Perekrutan kader IPPNU digelar di kantor Kecamatan Menteng, jalan Pegangsaan Barat nomor 14, Jakarta Pusat, Ahad (17/2).

Lima puluh pelajar putri dari pelbagai kecamatan di Jakarta Pusat, mengikuti masa kesetiaan anggota, makesta. Mereka memasuki makesta sebagai jenjang paling dasar dalam proses kaderisasi IPPNU.

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPPNU Jakpus Kader 50 Pelajar Putri

Demikian dikatakan Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat Siti Syarifa Amini kepada Hari Santri 2018 per telepon, Senin (18/2) siang.

“Penggalakan kaderisasi di Jakpus diperlukan untuk melibatkan pelajar putri NU secara aktif dalam mengabdi di tengah masyarakat. Karena, mereka pada dasarnya merupakan warga NU secara kultural,” kata Siti Syarifa Amini.

Menurut Syarifa, dalam membangun pelajar di Jakarta, IPPNU tidak cukup hanya melakukan pendekatan terhadap mereka. IPPNU juga perlu mendekati pihak sekolah dan majelis taklim orang tua. Karena, pendekatan itu memudahkan gerakan IPPNU dalam menyehatkan pelajar di Jakarta dari segala kegiatan negatif.

Hari Santri 2018

Sebagai tindak lanjut dari kaderisasi, PC IPPNU Jakpus ikut mengawal dan menggiatkan potensi pelajar yang berkembang di tiap kecamatan di Jakarta Pusat, tambah Syarifa.

Makesta IPPNU Jakpus dihadiri oleh Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dan Ketua PW IPPNU Jakarta. Sementara, perangkat desa termasuk Camat Menteng merespon baik kegiatan positif IPPNU.

Hari Santri 2018

Sedangkan Farida dalam sambutan makesta seperti dikutip Syarifa mengharapkan kader IPPNU Jakpus sanggup menunjukkan diri sebagai kader militan IPPNU yang berakhlakul karimah sesuai dengan paham aswaja NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Anti Hoax Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

Hari Santri 2018

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

Tegal, Hari Santri 2018



Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus menjadi organisasi keilmuan yang visioner. Hal itu ditegaskan Sekretaris Camat Suradadi, Kabupaten Tegal, Komsari saat menghadiri Ugrading Pengurus baru Pimpinan Anak Cabang IPNU–IPPNU Kecamatan Suradadi, masa khidmah 2017-2019 di gedung MWCNU setempat, Sabtu (11/11).

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

 

Menurut Komsari, menjadi organisasi keilmuan yang visioner adalah mencetak kader yang memiliki ilmu agama dan etika yang baik. Selain itu, IPNU-IPPNU juga harus mempertahankan budaya dan nilai-nilai organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

 

Hari Santri 2018

"Pertahankan budaya dan nilai–nilai Aswaja ala Nahdliyah," pesannya.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Suradadi, Fuad Amasy mengatakan, upgrading digelar guna membekali pengurus baru masa khidmah 2017-2019 agar lebih visioner dan progresif .

 

Hari Santri 2018

"Moment ini telah dilaksanakan sejak dahulu, namun sekarang perubahan konsep dan nama menjadi titik perbedaan dari kegiatan ini," terangnya.

 

Dia menjelaskan, acara sengaja dikemas berbeda dengan yang lain, hal itu dimaksudkan agar nantinya pengurus bisa tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap organisasi dengan baik.

 

"Walaupun sudah sangat familiar, tetapi memang ini perlu menjadi titik awal pembekalan pengurus baru," tukasnya

 

Menurut Fuad, pihaknya bersama panitia juga telah berupaya aktif untuk membuat upgrading ini memiliki kesan dan pesan khusus pada seluruh pengurus agar nanti kita tidak canggung lagi dalam mengelola roda organisasi ini.

 

"Saat ini kami fokuskan dulu untuk membentuk kesolidan Pengurus PAC sebelum kita mengolah program," tuturnya.

 

Pihaknya berharap, pasca dilantik,  pengurus akan lebih giat lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi. 

"Bukan hanya tugas ketua saja, tetapi bersama pengurus lain membangun organisasi progresif di zaman now," pungkasnya.

 

Acara yang dibarengkan dengan pelantikan pengurus itu mendapat respon cukup baik. Hal itu di tandai dengan kehadiran pengurus yang mencapai 80 persen dan ekspresi kegembiraan dari Pengurus IPNU-IPPNU. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Warta Hari Santri 2018

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menolak upaya pemerintah yang akan melakukan sosialisasi pengaturan menstruasi (menstrual regulation/MR) pada para remaja. Meski sosialisasi itu dilakukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, upaya itu bisa mendorong berkembangnya budaya seks bebas.

“Kalau disampaikan, ya pada orang yang sudah berkeluarga, pada selected person (orang-orang tertentu, Red) atau selected area (kondisi lingkungan tertentu, Red). Tapi kalau diseminarkan, lebih banyak orang yang mungkin memahaminya secara luas daripada orang yang memahaminya secara proporsional,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada Hari Santri 2018 di Jakarta, Senin (2/4).

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

MR adalah sebuah tindakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dengan pemberian obat tertentu sehingga perempuan yang sudah telat masa menstruasinya bisa mendapatkan kembali haidnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu berpendapat, sosialisasi dalam bentuk berbagai seminar dengan target kalangan remaja merupakan bentuk yang sangat halus dalam upaya mengembangkan pergaulan bebas di kalangan remaja. Selain MR, sejumlah lembaga swadaya masyarakat pendukungnya juga mengembangkan berbagai model pencegah kehamilan lainnya seperti penggunaan alat kontrasepsi darurat (morning pill) dan mendorong aborsi sebagai salah satu bentuk KB.

“Kalau itu disosialisasikan secara terus-menerus, gimana? Nanti kan timbul pandangan, Anda berzina tak apa-apa. Nanti kan bisa minum obat kalau sudah hamil.? Supaya kita bisa sama-sama menjaga, jangan sampai seks bebas itu akhirnya menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja,” papar Khofifah, begitu panggilan akrabnya.

Upaya pengesahan aborsi saat itu juga tengah getol diperjuangkan oleh sekelompok yang sama dalam revisi Undang-undang (UU) Kesehatan. Dalam UU itu, aborsi boleh dilakukan dengan syarat yang berat, yakni jika kandungan mengganggu nyawa ibu dan jelas di situ ada suami. Pelanggaran bisa dikenai denda Rp 500 juta.

Hari Santri 2018

“Kalau alasannya daripada bunuh diri, kan repot. Daripada mereka melakukan aborsi yang tidak aman karena kehamilan yang tidak diinginkan? Akar masalahnya kan bukan di situ, tapi seks bebas itu. Ini disebabkan aturan-aturan mengenai pornografi, pornoaksi, ini yang belum kita tata,” terang Khofifah.

Karena keprihatinan itu, Muslimat NU mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi. Muslimat NU juga memberikan pembekalan kepada para juru dakwah agar mendapatkan informasi yang proporsional sehingga ketika mereka ketemu dengan tokoh masyarakat, bisa menjawab.

“Jangan malu mendukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi karena dianggap konservatif,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Cerita, Tokoh, Warta Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Jenewa, Hari Santri 2018. Kepala badan hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat menyatakan terkejut bahwa tiga negara Asia Tenggara mengusir pengungsi kelaparan, yang sekitar 6.000 di antaranya terdampar di laut.

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Zeid Raad Al Husein mendesak Thailand, Malaysia dan Indonesia tidak memperburuk bencana perdagangan manusia, yang melibatkan warga Bangladesh dan suku Rohingya dari Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 25.000 orang melakukan perjalanan ke selatan dari teluk Benggala antara Januari hingga Maret tahun ini.

Hari Santri 2018

Zeid memuji Indonesia, yang mengizinkan 582 pengungsi mendarat pada Minggu, dan Malaysia, yang memungkinkan 1.018 untuk turun pada hari berikutnya, tapi menyatakan kapal lain diusir sejak itu.

"Saya terkejut atas laporan bahwa Thailand, Indonesia dan Malaysia mengusir perahu penuh pengungsi rentan kembali ke laut, yang akan menyebabkan banyak kematian," katanya.

Hari Santri 2018

"Pusat perhatiannya harus pada menyelamatkan nyawa, bukan membahayakan mereka," katanya.

Seruan itu muncul saat lebih dari 750 warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di lepas pantai Indonesia.

Penumpang di kapal pembawa 712 orang menyatakan perahu mereka tenggelam di lepas pantai Sumatera sesudah diusir Malaysia.

Zeid juga menyatakan bahaya bahwa beberapa negara dilaporkan mengancam memidanakan pendatang gelap dan pencari suaka.

Ia menyatakan hak mereka harus ditegakkan tanpa memandang kedudukan hukum mereka, bagaimana mereka tiba di perbatasan, atau dari mana mereka berasal, katanya.

Zeid juga menyerukan tindakan lebih keras terhadap pedagang manusia sesudah muncul laporan tentang penyiksaan, pelecehan, tebusan dan orang dilempar ke laut.

Sementara itu, Badan Perpindahan Antarbangsa memperingatkan bahwa sekitar 6.000 pengungsi masih terdampar di laut.

Dikatakannya bahwa badan itu sudah memberikan satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar 12 miliar rupiah) untuk membantu pengungsi dalam kesulitan.

"Kita tidak bisa diam dan menonton saat laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal mengenaskan akibat kehausan, hanya beberapa kilometer dari keselamatan," kata kepala IOM William Lacy Swing.

Imbauan juga diberikan kepada pemerintah ketiga negara itu untuk membiarkan pengungsi tersebut mendarat dan mendapat perawatan kesehatan.

"Kami akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah penampungan jangka panjang, pengangkutan pulang untuk beberapa di antaranya, dan pilihan lain, tapi atas nama kemanusiaan, biarkan pengungsi itu mendarat," katanya.

Warga Bangladesh dianggap terutama sebagai pengungsi ekonomi, yang lari dari negara miskin mereka. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta Hari Santri 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

Maluku Tenggara, Hari Santri 2018. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa-PDTT) akan menjadikan Desa Lermatang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai model untuk pengembangan aquaculture estate di tujuh desa lainnya di pulau Sera dan pulau Yamdena dengan produk unggulan rumput laut.

Hal itu dikemukakan Dirjen Pengembangan Daerah ? Tertentu (PDTU) Suprayoga Hadi usai menghadiri Destructive Fishing Watch (DFW) panen perdana rumput laut di Desa Lermatang, yang merupakan social investment program dari INPEX Blok Masela yang menggandeng DFW sebagai mitra pelaksana, melalui fasilitasi Kemendesa PDTT dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta SKK Migas.

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan  di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

"Lokasi social investment program di Desa Lermatang akan dijadikan pilot model pengembangan aquaculture estate ? dengan produk unggulan rumput laut yang difasilitasi Kemendesa PDTT di Tahun Anggaran 2017, sejalan dengan pelaksanaan program unggulan pengembangan produk unggulan desa (one village one product) di wilayah pulau kecil dan terluar (Prudes PKT) yang berbasis komoditas unggulan rumput laut," ujar Suprayoga Hadi, Ahad (12/3), melalui siaran pers.

Dikatakan Dirjan PDTU lagi, selain melalui pengembangan produk unggulan pada desa-desa lainnya di daerah pulau kecil terluar lainnya, juga di Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Kepulauan Aru, serta di Kabupaten Sabu Raijua. "Karena telah ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penanganan terintegrasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017," ujarnya.

Hari Santri 2018

Untuk mengembangkan produk unggulan rumput laut, Dirjen Suprayoga Hadi mengatakan, selain pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), juga akan dilakukan revitalisasi dari Pabrik Pengolahan Rumput laut di Desa Lermatang yang dibangun pemerintah tahun 2011.

"Kemudian leh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2014. Namun tidak dapat dimanfaatkan sama sekali karena tidak tersedianya sumber air bersih yang merupakan kebutuhan utama dalam pengolahan pasca panen rumput laut," ujar Dirjen PDTU.

"Melalui pengembangan produk unggulan rumput laut, diharapkan dapat dikembangkan alternatif ekonomi desa dan kawasan perdesaan yang dapat lebih berdaya saing dan berbasis pada produk unggulan desa/kawasan perdesaan, sebagai komplemen dari rencana pengembangan sektor migas di Kabupaten MTB khususnya pada Blok Masela," ujar Suprayoga Hadi.

Untuk itu, Suprayoga Hadi meminta kepada INPEX yang menjadi mitra SKK Migas dalam melakukan eksplorasi di Blok Migas Masela agar memperhatikan pengembangan sumber daya manusia setempat. Terutama melalui inisiasi pendidikan ketrampilan dan kejuruan yang dibutuhkan oleh industri migas yang akan dikembangkan di Blok Masela.

"Selain juga tetap melanjutkan social investment program yang telah dimulai di Desa Lermatang dalam pengembangan produk unggulan rumput laut dan penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui pembentukan BUMDesa," ujarnya.

Hari Santri 2018

Selanjutnya, Kemendesa PDTT mengawal proses pengembangan Program Unggulan Desa (Prudes) dan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang tidak hanya secara koordinatif dengan Pemda, juga dengan kementerian/lembaga terkait, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian ESDM melalui SKK Migas.

"Serta akan dikerjasamakan melalui pola kemitraan dengan BUMN dan swasta yang akan dikembangkan di wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar," ujar Suprayoga Hadi. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Warta Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat

Jakarta, Hari Santri 2018



Innalillahi wainna ilaihi rajiun, kabar duka datang dari DKI Jakarta. Pengasuh Pondok Pesantren al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur, KH Hamid Djiman meninggal dunia, Rabu (28/9).

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengasuh Pesantren al-Hamid Cilangkap Jakarta Wafat

Kiai Hamid wafat sekitar pukul 09.30 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Sebelumnya, ia sudah kerap keluar-masuk rumah sakit akibat penyakit ginjal.

"Beliau punya riwayat sakit ginjal 2-3 tahun. Terakhir dirawat sejak idul adha," ujar KH Abdussalam Shohib, Katib Syuriyah PBNU lewat sambungan telepon.

Almarhum akan dikebumikan malam ini sekitar pukul 23.00 Wib di belakang pesantren. KH Nurul Huda Ploso direncanakan akan memberi sambutan menghantarkan jenazah.

Kiai Hamid Djiman mendirikan Pesantren al-Hamid atas dorongan KH Khamim Djazuli Usman (Gus Miek). Prosesi peletakan batu pertama pesantren pada 1995 dengan nama awal Pondok Pesantren Terpadu Cilangkap. (Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Anti Hoax Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh

Jakarta, Hari Santri 2018

Dari waktu ke waktu, kepercayaan masyarakat akan kinerja Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) semakin tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya pendaftar perjalanan ibadah umrah melalui PT ASBIHU Tour and Travel, sebagai operator ASBIHU NU.

Pada bulan Januari 2017 ini, PT ASBIHU Tour and Travel telah memberangkatkan 350 jamaah umroh dari tujuh kelompok. Mereka berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal 2017, ASBIHU NU Berangkatkan 7 Kelompok Jamaah Umroh

Rabu (18/1) diberangkatkan sebanyak 50 jamaah melalui perwakilan ASBIHU NU Semarang dan Cilacap, Jawa Tengah. Kelompok ketujuh ini, telah mendaftar pada bulan Oktober-November 2016, atau dua bulan sebelum pemberangkatan.

Hari Santri 2018

Februari mendatang, ASBIHU juga telah menyiapkan sejumlah kelompok perjalanan umrah. Salah satu rute yang dibuka ASBIHU Tour and Travel pada bulan Februari nanti adalah Umrah plus perjalanan ke Kairo, Mesir.

Hari Santri 2018

Ada keunikan pada perjalanan Umrah plus Kairo. Sebab jamaah juga berkesempatan mengunjungi sejumlah tempat di sana, seperti Universitas Al-Azhar dan Piramida. Ketua ASBIHU KH Musthafa Aqiel Siroj diagendakan akan turut membimbing para jamaah.

Bagi masyarakat yang berminat menjalankan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel dapat mendaftarkan diri melaui nomor telepon 021-85900265, dan 08129919465 (Silvy).

Calon jamaah juga dapat menghubungi perwakilan-perwakilan yang kini telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Warta Hari Santri 2018

Senin, 01 Januari 2018

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Jakarta, Hari Santri 2018. Masalah penodaan agama bukanlah isu baru. Sejak Kemerdekaan Indonesia, masalah ini sudah mengemuka. Presiden Soekarno telah mengeluarkan Penetapan Presiden No.1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama yang kemudian dinamakan UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.?

Untuk melihat pandangan para tokoh agama terhadap UU tersebut, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (2013) melakukan penelitian untuk melihat pandangan para pemuka agama terhadap isi UU No.1/PNPS/1965. Termasuk yang ditanyakan adalah soal berapa lama hukuman yang layak bagi para pelaku penodaan agama.

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Hasil riset tersebut menemukan, para pemuka agama Islam terbagi ke dalam 2 bagian. Pertama, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun penjara sudah dianggap memadai apabila dilaksanakan dengan benar. Kedua, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun dianggap kurang memadai terlebih bagi para penggagas dan pemimpin faham yang dianggap telah melakukan penistaan/penodaan agama. Hukuman berat tersebut penting sebagai upaya memberikan efek jera serta langkah preventif agar tidak terjadi lagi tindakan penistaan/penodaan terhadap agama.?

Mengenai perlu atau tidaknya pendekatan persuasif terhadap pelaku penistaan/penodaan agama, para pemuka agama Islam pada umumnya menyatakan perlu dilakukan dialog dan konsultatif sebelum diajukan ke pengadilan.

Menurut para pemuka agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam yaitu Rukun Iman, Rukun Islam, dan Akhlak. Namun demikian perbedaan sekte/aliran dalam Islam, mereka sepakat bahwa selama perbedaan itu masih dalam koridor ikhtilaf (perbedaan pendapat yang tidak qath’i), maka ia dipandang tidak menodai agama. Namun apabila sudah menyangkut perbedaan ikhtirof (perbedaan pendapat yang qath’i), maka jelas mengandung unsur penistaan/penodaan agama.

Hari Santri 2018

Pandangan pemuka agama terhadap pelaksanaan UU No.1/PNPS/1965 terbagi dua: Pertama, pemerintah dinilai belum benar-benar melaksanakan UU tersebut. Kedua, pemerintah dinilai sudah melaksanakan dengan baik UU tersebut.

Selanjutnya pandangan pemuka agama Islam terhadap siapa yang paling berhak menentukan bentuk penistaan/penodaan agama, pemuka agama Islam menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama RI yang berhak menentukan bentuk penodaan agama dengan tetap memperhatikan pandangan dari pemuka agama Islam di MUI dan ormas Islam. Meskipun demikian terdapat pandangan lain yang menyatakan bahwa MUI yang paling otoritatif dalam menentukan bentuk penistaan/penodaan agama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Makam, Warta Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Hari Santri 2018 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

Hari Santri 2018

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

Jombang, Hari Santri 2018. “Pak, kalau sudah bisa nulis berita apakah harus jadi wartawan media? celetuk santri perempuan pesantren Annajiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang saat mengikuti diklat jurnalistik santri beberapa waktu lalu.

Kegiatan diklat jurnalistik dikalangan santri pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hal baru, hampir setiap tahun dilakukan. Baik untuk kalangan santri maupun pelajar di lingkungan madrasah yang ada di pesantren KH Wahab Hasbullah ini.

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Annajyiah Bahrul Ulum Belajar Jurnalistik

”Setiap tahun santriwati memiliki agenda kegiatan pelatihan, termasuk jurnalistik seperti ini,” ujar Dewi Widya Sari ketua pelaksana kegiatan yang juga santri senior di Annajiah ini menceritakan.

Diklat jurnalistik tahun ini dikatakannya diperuntukkkan bagi santri kelas 1 dan II setingkat Madrasah Aliah. “Mereka diharapkan bias mengisi dan mengelola majalah yang dimiliki pesantren. Karena sekarang majalah yang pernah diterbitkan sekarang rencananya akan kembali diterbitkan lagi,” tandasnya, majalah pesantren Annajiah bahrul Ulum diterbitkan bersama mahasiswa Stikes dan pelajar SMK dibawah naungan Annajiah.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Pesantren Bahrul Ulum juga pernah memiliki Majalah dengan nama Ka’bah, yang terbit setiap satu tahun sekali. Sedangkan beberapa unit lembaga pendidikan juga memiliki Majalah tersendiri, Seperti Madrasah Mu’alimin Mu’alimat Atas (MMA) enam tahun menerbitkan majalah atau bulletin tahunan dengan Kharisma, begitu juga dengan MAN juga menerbitkan Majalah tahunan. Bahkan kedua lembaga ini kini juga memiliki web site www.mualliminenamtahun.net dan www.mantambakberas.com.

Sementara itu, Hari Santri 2018 yang diminta memberikan materi Jurnalistik Dasar untuk menulis karya jurnalistik seseorang tidak harus menjadi wartawan. Karena karya jurnalistik bisa dipublikasikan diberbagai media. 

“Dan banyak orang bisa dengan mudah membuat beritanya sendiri lalu menyebarluaskannya di berbagai jejaring sosial dunia maya. Entah lewat blog atau di berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook atau Youtube,” beber Ramadlan mengatakan.

Untuk publikasi, lanjutnya sesorang tidak perlu menunggu waktu lama agar tulisannya bisa dimuat dalam media cetak arus utama, saat ini, seseorang sudah bisa memublikasikan tulisannya secara independen. Semangat kemandirian yang difasilitasi dengan sangat baik oleh jaringan internet.

Jika tulisan-tulisan itu cukup kuat, maka peran pembentukan opini pun dapat pula direngkuhnya. Media jenis ini disebut sebagai “new media.” Kemudian melahirkan pula apa yang dikenal saat ini dengan konsep “citizen journalism” atau pewarta warga yang biasa dikirim seorang pada media media cetak maupun online.

"Dan banyak media menyediakan kolom untuk karya seperti ini," tandasnya. 

Dikatakannya, media kini terbagi menjadi beberpa macam, meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).’ Seperti Hari Santri 2018, dan yang lainnya,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Warta Hari Santri 2018

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen

Pontianak, Hari Santri 2018. Tim seleksi penerimaan calon dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar telah merampung tugasnya. Sebagai hasilnya, dari 105 peserta hanya 41 orang dinyatakan lulus seleksi sebagai dosen. Dari 41 orang itu, UNU masih mencari19 dosen lagi.

“Alhamdulillah, seleksi tahap pertama calon dosen sudah selesai. Dari kuota 60 dosen yang kita butuhkan, hanya berhasil mendapatkan 41 orang. Kita masih harus mencari 19 dosen lagi,” kata Rektor UNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Sabtu (28/2).

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen

Dijelaskannya, dari 105 peserta yang mengikuti test dari 21-22 Februari lalu, hanya 41 orang yang memenuhi kualifikasi. Kebanyakan tidak memenuhi kualifikasi bukan karena nilai jelek, melainkan ijazah tidak linear atau tidak sinkron dengan program studi (prodi).

Hari Santri 2018

“Aturan Direktorat Pendidikan Tinggi saat ini sangat ketat dalam penentuan dosen. Kita tidak bisa main-main. Nah, banyak peserta yang tidak memenuhi kualifikasi karena persyaratan. Hal yang banyak tidak lulus terletak pada linearitas ijazahnya,” papar Agung.

Hari Santri 2018

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar itu memberi contoh, misal ada peserta ijazah S2-nya Magister Hukum (MH), sementara Prodi yang tersedia, tidak ada Prodi Ilmu Hukum tidak ada. Kemudian, ada peserta ijazah S1-nya tidak linear dengan ijazah S2-nya, walau ada prodi yang tersedia.

“Sebagai contoh, ada peserta ijazah S1-nya Hukum, dan ijazah S2-nya Bahasa Indonesia. Sementara untuk Mata Kuliah Umum memang ada Bahasa Indonesia. Karena ijazah S1 dan S2 nya tidak linear, sementara ada peserta lain ijazah S1 dan S2 linear, tentu kita memilih yang linear. Itu salah satu contoh gambaran kita memutuskan kelulusan,” ungkap pria yang juga dosen FKIP Untan ini.

Selain persoalan ijazah linear, pertimbangan utama lainnya adalah soal nilai test juga sangat menentukan. Sebagai contoh, untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), peminatnya melebihi kuota. Dalam memutuskan kelulusan, hanya enam yang dipilih dengan cara me-ranking nilai. Peserta yang nilai testnya di bawah 300, dinyatakan tidak lulus. 

“Hal utama lainnya adalah soal kuliah S2 belum selesai. Memang ada di antara peserta yang sedang kuliah S2 atau sedang menyelesaikan tesisnya. Ada beberapa peserta memenuhi kualifikasi dan ijazahnya linear serta nilainya tinggi. Peserta seperti ini juga tidak kita nyatakan lulus, namun dengan catatan. Mereka akan dipanggil lagi untuk memastikan secara jelas, kapan tesisnya selesai,” urai Agung.

Selanjutnya, dalam memutuskan kelulusan, tim seleksi sangat mengedepankan penilaian keilmuan. Tim meminimalisir unsur nepotisme atau kedekatan. Semua dipaparkan secara terbuka di dalam rapat. Kalau memang tidak memenuhi kualifikasi dinyatakan tidak lulus walau ada  rekomendasi.

“Kita sangat menjunjungi tinggi keilmuan. UNU Kalbar baru lahir, kita berusaha di awal ini menghindari unsur-unsur nepotisme atau kolusi. Kita menginginkan dosen harus berkualitas dengan harapan melahirkan mahasiswa berkualitas juga,” tekadnya.

Cuma, sangat disayangkan dari 105 hanya bisa mendapatkan 41 dosen. Sisanya 19 orang lagi harus dicari dengan melakukan seleksi calon dosen tahap II. “Kita akan melakukan seleksi tahap II. Pada tahap II ini sifatnya lebih khusus, tidak seperti tahap I sifatnya umum. Misalkan, di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi hanya dapat satu dosen dinyatakan lulus. Pada seleksi tahap II nanti kita butuh lima calon dosen lagi ilmu ekonomi. Waktunya akan kita umum nanti,” ujarnya.

Berikut nama-nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi untuk Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis; Alfath Desita Jumiar, Dody Radiansah, Sri Nurhayati, dan Fitri Sri Rizki. Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan; Alawiyah Almutahar, Mega Sari Juane Sofiana, Rifqiyanti, dan Jumiati. Prodi Agro Teknologi; Elliska Murni Harfinda, Aini Sulastri, dan Sigit Normagiat. Prodi Teknologi Hasil Perikanan; Dwianna Oktasari, Muhammad Lutfi Hakim, dan Mahyarudin.

Sedangkan untuk Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen hanya satu peserta saja yang lulus yakni Yuni Firayanti. Untuk Fakultas Teknik Prodi Sistem Informasi juga hanya satu yakni Haried Novriando. Sedangkan Prodi Ilmu Lingkungan Ameldalia, Herda Desmaiani, Firman Shantya Budi, Ricka Aprillia, Sudirman, dan Ochih Saziati.

Untuk Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PGSD; Arif Januardi, Naim Sulaiman, Haris Firmanshyah, Maha Lastasabuju, Daniarti, dan Immy Iniawaty Imiliyah. Prodi Bahasa Inggris; Sa’dulloh Muzammil, Aprilliana Tanwahyuni, Nizarrahmadi, dan Dewi Ismu Purwaningsih. Prodi Matematika; Desty Septianawati, Bonifasius Hery, dan Ika Sari Fitriana. 

Sedangkan untuk Mata Kuliah Umum (MKU) yang nanti mengampu mata kuliah Bahasa Indonesia, Ilmu Filsafat, Pengetahuan Agama Islam, dan Pancasila adalah Andrilolo, Dedek Kurniawati, Luthfiah, Baharuddin, Nur Jannah, Dan Thomy Sastra Atmaja (rosadi jamani/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Warta Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi’raj ? Nabi Muhammad ? shalallah ‘alaih wasallam ? untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat ? bulan haram, ketiganya secara berurutan ? adalah: Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, ? Rajab.?

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ? ini, Al-Qur’an menjelaskan:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

Hukum Puasa Rajab

Hari Santri 2018

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.?

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasai dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, “Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang."

Hari Santri 2018

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan ? berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan ? Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum ? di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam ? Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab dan ? Muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya’ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” (Syarh Nawawi ‘ala Shahih Muslim).

Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:?

• Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdoa:“Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

• "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

• Riwayat al-Thabarani dari Said bin Rasyid: “Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana ? berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

• "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

• Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Syaban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."?

• Sabda Rasulullah SAW lagi : “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

(Yusuf Suharto)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Oleh Muhammad Aras Prabowo

Perkembangan paham radikalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kian mengkhawatirkan. Berbagai lini dijadikan sebagai tempat strategis dalam menyebarkan pahamnya. Mulai dari lembaga pendidikan (sekolah dan perguruan tinggi) dan tempat beribadah seperti masjid. Ajaran kebencian, intoleransi sampai dengan penolakan pancasila sebagai dasar neraga republik Indonesia.

?

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Naruto, Pancasila dan Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Naruto, Pancasila dan Nasionalisme

Meskipun kelompok tersebut tergolong minoritas, tapi nampaknya gerakannya kian menghawatirkan bagi ketertiban NKRI. Pancasila sebagai dasar neraga tidak luput dari penolakan kelompok radikal ini. Hal tersebut jelas mengusik sikap nasionalisme bangsa Indonesia. Apalagi pancasila merupakan kebangga, bahkan mukjizat bagi seluruh masyarakat negeri dengan penduduk lebih kurang 250 juta jiwa.

Gerakan penolakan pancasila sebagai dasar Negara ditengarai oleh kelompok-kelompok islam transnasional seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan beberapa yang berafiliasi dengan organisasi internasiona seperti Ikhwanul Muslimin (IM) sampai dengan ? Negara Islam Irak dan Syam (NIIS) serta organisasi-organisasi yang telah berubah wujud menjadi organisasi masyarakat, namun ajarannya tetap menyebarkan kebencian, perpecahan, intoleransi dan penolakan terhadap pancasila.

Negara islam dan syriat sebagai dasar hukumnya adalah angan-angan yang selalu mereka lontarkan untuk mengantikan pancasila sebagai dasar negara. Tapi, pemerintah telah mengambil sikap tegas dengan memutuskan untuk membubarkan HTI karena dianggap sebagai organisasi yang menentang NKRI. Penelokan Pancasila sebagai dasar Negara adalah alasan pembubarannya. Keputusan tersebut diapresiasi oleh berbagai lapisan birokrasi dan Organisasi masyarakat lainnya, seperti Wakil Presiden (Jusuf Kall), Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (KH Ma’ruf Amin).

Hari Santri 2018

Menurut Dr Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics menjelaskan beberapa unsur yang terdapat dalam sikap nasionalisme seperti, Hasrat untuk mencapai kesatuan, Hasrat untuk mencapai kemerdekaan. Hasrat untuk mencapai keaslian. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.?

Hari Santri 2018

Dari definisi tesebut nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang: Memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan, Memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan, Memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama, Menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan Teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.

Orang-orang yang tergabung dengan organisasi tersebut sungguh tidak memiliki sikap nasionalisme terhadap Negara. Tidak memahami perjuangan para pendahulu yang mengorbankan tenaga sampai dengan jiwa dalam merintis kemerdekaan NKRI. Terkait pancasila, para pendiri bangsa telah merumuskan secara final kelima sila pancasila sebagai dasar Negara negeri ini.

?

Semua elemen yang terdapat dalam NKRI yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, ras, budaya dan beberpa agama telah menyatu dan diikat oleh nilai-nilai pancasila. Untuk itu, memahamkanya tentang sikap nasionalisme sangat penting. Lewat “Naruto” film anime yang banyak di tonton oleh kalangan anak-anak, remaja sampai dengan orang dewasa bisa dijadikan pembelajaran kepada kelompok tersebut tentang sikap nasionalisme.

Naruto Uzumaki adalah adalah tokoh utama dalam serial anime tersebut. Ia adalah bocah berambut pirang dan bermata biru dan sering terlihat memakai jaket dan celana panjang berwarna jingga. Di dahinya ada ikat kepala berwarna biru dengan lambang desa kelahirannya.

Menurut cerita, Naruto adalah seorang ninja dari desa Konoha (Konohagakure), yang bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage (pimpinan tertinggi di desa Konoha). Hidupnya sebatang kara setelah ditinggal oleh kedua orangtuanya sewakti Ia masih kecil. Singkat cerita, Ia memulai pendidikannya di Akademi (sekolah) yang terdapat di Konoha. Di Akademi inilah Ia ditempah dan banyak belajar mengenai sikap nasionalisme seperti, bagaimana mencintai, melindungi, dan menjaga desa dan orang-orang yang Ia cintai.

Beberapa nilai kehidupan yang terkandung di dalam anime Naruto seperti, menggambarkan kasih sayang yang tulus, berusaha jujur dan percaya pada diri sendiri, Berjuang mempertahankan persahabatan dan perdamaian, menggambarkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi, menggambarkan pentingnya kerjasama, menghargai, menghormati, dan menolong sesama dan mengajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum dalam kebenaran.

?

Namikaze Minato, Hokage Keempat yang rela mengorbankan dirinya saat menyegel Kurama, monster rubah ekor sembilan yang mengamuk ? dan menghancurkan Konoha dan membunuh beberapa shinobi. Sebenarnya Kurama tersegel dalam diri Kushina Uzumaki, istri Minato. Namun saat ia bersalin, segel itu melemah. Dan kesempatan itulah yang dimanfaatkan oleh Tobi, shinobi bertopeng, untuk melapaskan Kurama. Rubah ekor sembilan disegel kembali ke dalam diri anak Minato ? yang baru lahir, yang tak lain adalah Naruto. Dalam peristiwa itu Kushina juga mati.

Selanjutnya adalah Sarutobi yang rela mengorbankan dirinya ketika Orochimaru, mantan muridnya, menyerang Konoha saat ujian chuniin. Sarutobi mati karena menggunakan jurus penghisap roh untuk memukul mundur Orochimaru.Terakhir adalah Uchiha Itachi yang rela menjadi ninja buronan kelas satu setelah membantai seluruh klannya ? termasuk ayah dan ibunya. Ia hanya menyisakan adiknya saja: Uchiha Sasuke. Itachi melakukannya karena Klan Uchiha merencanakan makar. Selain nasionalisme, sebenarnya ada begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari anime naruto seperti persahabatan dan tekad yang kuat dalam menggapai cita-cita.

?

Fenomena perkembangan kelompok radikalisme dan anti-Pancasila yang kian subur, maka penting rasanya memahami pentingnya sikap nasionalisme dalam bernegara, khususnya bagi kelompok-kelompok yang bermimpi menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Seperti sikap nasionalisme yang ditanamkan oleh desa Konoha dalam anime Naruto kepada para penduduk desanya. Kedudukan sikap nasionalisme terhadap suatu Negara sangat penting untuk menjaga cita-cita kemerdekaan, kehormatan dan kesatuan bangsa.

Penulis adalah Gusdurian Makassar, Kader PMII Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, Daerah, Warta Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

Probolinggo, Hari Santri 2018. Pengurus harian Pimpinan Cabang Muslimat NU kota Probolinggo menggelar ta’arruf dan orientasi pengurus baru periode 2015-2020 di aula Kantor PCNU Probolinggo, Kedopok, Probolinggo, Sabtu (30/5). Pertemuan 43 pengurus baru ini diadakan untuk memaksimalkan peran dan fungsi program kerja ke depan.

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru Muslimat NU Probolinggo Sowan ke PCNU Setempat

“Ta’aruf dan orientasi pengurus baru Muslimat NU ini digelar dengan maksud perkenalan antara pengurus baru Muslimat NU dan pengurus harian PCNU Kota Probolinggo,” kata Wakil Sekretaris Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi.

Dengan silaturahmi ini, koordinasi antara pengurus NU dan Banomnya dapat membangun kesinkronan program kerja.

Hari Santri 2018

Menurut Musyarofah, kegiatan ini digelar supaya para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo bisa memahami tugas dan perannya. Dengan demikian, setiap pengurus bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

Hari Santri 2018

“Melalui kegiatan ini para pengurus semakin jelas akan tugas dan kewajibannya. Selain itu para pengurus baru akan semakin lebih semangat lagi dan eksis di Muslimat NU Kota Probolinggo,” harapnya.

Dalam acara ini para pengurus baru Muslimat NU Kota Probolinggo mendapatkan materi pemantapan organisasi dari beberapa narasumber yang berasal dari PCNU Kota Probolinggo.

Penyampaian peran dan fungsi pengurus diisi oleh Abdul Halim. Sementara materi keorganisasian disampaikan oleh Misbahul Munir. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Nasional, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock