Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Semarang, Hari Santri 2018. Ribuan jamaah memadati lapangan Sepak Bola Kliwon Ngaliyan Semarang Majelis Dzikir Maulidin Nabi Ngaliyan, Ahad (24/2) dalam acara pengajian akbar bertema “Maulid Nabi Muhammad SAW: Kita Pelihara, Akhlak, Sabar dan Takwakal.”

Kegiatan dihadiri tim hadroh dan para habib se-Semarang, sehingga ribuan jamaah memenuhi lapangan sambil menikmati Hadroh shalawat dan sambutan pengajian oleh Habib Jafar. Dalam pengajian akbar maulid Nabi Muhammad tersebut di isi oleh Habib Luthfi bin Ali Yahya dari Pekalongan.

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Gunakan Manajemen Islam Damai

Kelahiran Nabi Muhammad sangat layak untuk diperingati. Akan tetapi dalam memperingati Nabi Muhammad tidak hanya waktu kelahiran Nabi Muhammad melainkan tiap hari, bulan maupun tahun, kata Habib Luthfi.

Hari Santri 2018

“Nabi Muhammad sendiri memperingati hari kelahirannya dengan cara melakukan tirakat dan puasa. Ia adalah suri teladan yang baik, dan teladan atau ushwah itulah yang sulit kita laksanakan,” kata Habib.

Hari Santri 2018

Meski Muhammad adalah orang suci namun ia selalu melakukan tazkiyah an-Nafs dan tazkiyah Qulub.Ia selalu mensucikan hati dan nafsunya, selayaknya cara-cara penyucian dengan teladan yang baik tersebut menjadi contoh bagi kita dan kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Islam dibawa ke bumi Nusantara dengan baik dan damai. Namun acara-acara televisi dalam menontonkan kisah-kisah wali selalu dibumbu-bumbui dengan pertengkaran dan kesaktian.

“Sesungguhnya para wali memberikan contoh teladan dari Nabi, bukan melalui kesaktian namun dengan manajemen Islam yang damai. Islam dibawa melalui contoh dan kegemaran masyarakat, sehingga Islam mudah menyebar di Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Sholawat, Nasional Hari Santri 2018

Senin, 19 Februari 2018

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Jombang, Hari Santri 2018. Ajaran KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur  Presiden ke-4 Republik Indonesia tentang pluralisme, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) menjadi spirit bagi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr, berziarah langsung ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (11/12).

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes AS Berharap Warga Amerika Belajar ke Gus Dur

Ditemani Konsul Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Joaquen F. Monserrate, Blake  menemui KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik kandung Gus dur, di kediamannya, kompleks Pondok Pesantren Tebuireng. Bersama Gus Sholah, rombongan dubes Blake menuju ke makam Gus Dur untuk tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan warisannya.

Selain ke makam Gus Dur, Hadratus Syaikh hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahid Hasyim. Gus Sholah juga memperkenalkan unit-unit pendidikan yang di kelola yayasannya keada dubes Blake. Bahkan dubes Blake dipersilahkan berdialog langsung dengan para santri yang pada waktu itu sedang belajar di salah satu ruang kelas.

Hari Santri 2018

Dalam konferensi pers bersama wartawan, Blake menyampaikan bahwa kedatangannya ke Pondok Tebuireng, selain berziarah, juga dalam rangka memperingati warisan Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi dan HAM. “Peran Gus Dur sangat besar dalam tradisi demokrasi, dalam mengajarkan pluralisme , toleransi dan kemajemukan,” kata Blake.

Hari Santri 2018

Ia juga berharap masyarakat Amerika bisa belajar banyak tentang ajaran Gus Dur dengan datang langsung ke Pondok Pesantren Tebuireng. ”Kami berharap akan banyak orang Amerika yang datang ke sini untuk belajar tentang ajaran Gus Dur ini,” tambahnya.

Sedangkan Gus Sholah mengatakan bahwa ajaran Gus Dur dimulai dari ajaran peninggalan Wali Songo. “Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa khususnya, dengan menggunakan media tradisional, yaitu wayang. Wali Songo melakukan dialog dengan budaya lokal. Itu Islam yang juga ada di pesantren, itulah Islam yang mempengaruhi Gus Dur. Gus Dur mempunyai modal yang kuat, yaitu keluarganya, kedua orang tuanya, pesantren, dan NU,” ungkap Gus Sholah. (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tegal, Budaya, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Blitar, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang ? Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar memberangkatkan 8 orang ? untuk mengkuti pendidikan dan latihan (Diklat) Falakiyah atau kaderisasi Ulama Hisab Rukyat Angkatan XVIII pada 30 September-2 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya.

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Kiai Syamsul Hadi Al-Bendhoti mengatakan bahwa yang dikirim diklat di Surabaya ini semua adalah pengurus Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Blitar.?

“Mereka yang kita kirim dari Blitar semua pengurus LFNU Kabupaten Blitar.Mereka diantaranya ? Ustdaz Sahruna, Kuswandi Spdi,Amru Rofieq dan Mukorobin,” ujar Syamsul Hadi Al-Bendoti.

Menurut Syamsul, pelatihan ini sangat penting untuk kaderisasi intlektual dalam bidang ? rukyatul hilal dan hisab.?

“Saat ini jarang kader muslim yang berminat menekuni masalah ini.Untuk itu kami akan berusaha mempertahankan ilmu melalui pendidikan kader seperti ini,” kata pengasuh pesantren Mambaul Hidayah Kedawung, Nglegok Blitar itu.

Hari Santri 2018

Mengapa demikian, karena Blitar selalu menjadi bagian lokasi untuk melihat hilang setiap menjelang puasa dan lebaran. Tepatnya di Pantai Serang atau di Pantai Tambakrejo.?

”LFNU selalu diminta satu tim untuk mendapingi petugas rukyaul hilal dari Kemenag. Untuk itu kesempatan pelatihan ini kita manfaatkan untuk kaderisasi dan sekaligus ? peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” tambah mantan pengurus GP Ansor Kabupaten Blitar itu. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Pertandingan, IMNU, Budaya Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Dubai, Hari Santri 2018. Sebanyak 85 peserta dari berbagai negara ikut serta dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang dibuka pada Rabu (19/9) petang.

Para peserta yang berusia di atas 21 tahun tersebut akan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam musabaqah yang berlangsung selama dua pekan hingga 2 Oktober.

Ketua Panitia MTQ Ibrahim Bu Melha mengatakan para peserta tersebut antara lain berasal dari Inggris, Perancis, Kenya, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Para pemenang disediakan hadiah uang sebesar 20 juta dirham, meningkat lima juta dirham dibanding MTQ tahun silam, tulis suratkabar Khalij Times.

Sementara itu, bersamaan dengan MTQ itu, diadakan pula seminar dengan pembicara dari kalangan cendekiawan Muslim dari berbagai negara.

Pakar tafsir Al-Qur’an dari Mesir, Syeikh Mohamed Hassan, juga menjadi narasumber dalam seminar itu bertema "Keajaiban Kitab Suci Al-Qur’an."

Hari Santri 2018

"Salah satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa kulit merupakan sensor kesakitan pertama di tubuh manusia. Belakangan, fakta ilmiah membenarkan hal itu," katanya.

Keajabian Al-Qur’an lainnya terlihat dari keutuhannya sejak diturunkannya lebih dari 14 abad silam.

Hari Santri 2018

"Tidak ada satu kata atau kalimat dalam Al-Qur’an pernah diganti, ditambah atau dihapus. Ia merupakan buku petunjuk bagi kehidupan umat manusia," katanya.

Terdapat fakta bahwa Al-Qur’an telah lama menjamin hak asasi manusia, katanya.(ant/IRNA/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Budaya, Internasional Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, Hari Santri 2018. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

Hari Santri 2018

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Ubudiyah, Budaya Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang

Jakarta, Hari Santri 2018. Panitia sayembara media Harlah Ke-60 Pimpinan Pusat IPPNU, masih memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengirimkan karya terbaiknya baerupa desain poster, fotografi, dan video pendek. Pasalnya, perlombaan yang sejatinya ditutup pada 7 Maret, kini diubah menjadi 20 Maret.

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang

“Perpanjangan waktu perlombaan ini diharapkan mampu menampung lebih banyak lagi partsipasi dan karya kreatif pelajar di Indonesia,” kata salah seorang pengurus PP IPPNU Eva Nurlathifah kepada Hari Santri 2018, Jumat, (13/3) sore.

Perlombaan ini dibuka sejak 11 Februari 2015 hingga penutupan pada 7 Maret 2015. Berhubung malam puncak harlah ke-60 PP IPPNU diubah menjadi 27 Maret 2015, maka panitia membuka peluang bagi pelajar kreatif yang belum mengirimkan karya terbaiknya untuk melayangkannya segera. Karena, batas akhir penutupan diperpanjang hingga 20 Maret 2015.

Hari Santri 2018

“Seluruh ketentuan dan persyaratan lomba dapat diunduh di web ippnu.nu.or.id.,” ujar Eva.

Sayembara media ini diadakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-60 IPPNU. Sesuai tema Harlah Ke-60 IPPNU “Refleksi 60 tahun Perjalanan IPPNU Bersama Pelajar Indonesia”, PP IPPNU sengaja mengadakan sayembara ini guna meningkatkan kreatifitas dan partisipasi seluruh anggota IPPNU dan pelajar se-Indonesia dalam memperingati harlah IPPNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Budaya, Sholawat, Kajian Sunnah Hari Santri 2018

Minggu, 28 Januari 2018

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Cirebon, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melaporkan bahwa forum bahtsul masail pada rapat pleno tidak menemukan kata bulat, dengan kata lain deadlock (mauquf) perihal kebijakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak yang sudah disahkan DPR. Karenanya forum bahtsul masail pleno menyerahkan masalah ini kepada PBNU.

"Musyawarah di forum bahtsul masail semalam berlangsung alot dan tidak menemukan rumusan. Masalah ini memang pelik," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada jumpa pers di akhir Rapat Pleno PBNU, Senin (25/7) siang.

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mauquf, PBNU Bahas Ulang Tax Amnesty

Masalah Tax Amnesty ini dibahas PBNU dengan dasar kepedulian dan keterpanggilan NU.

"Masalah ini dibahas secara objektif, tanpa tendensi politik yang cenderung subjektif," kata Kang Said.

Kita, lanjut Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini, membahas masalah-masalah bersandar pada kitab-kitab kuning pedoman NU.

Hari Santri 2018

Sementara Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini menyatakan bahwa PBNU dalam satu pekan ke depan akan mengundang para kiai, pakar ekonomi bidang perpajakan, dan pihak pemerintah.

"Kita akan melakukan pendalaman atas masalah ini," kata Helmy. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Quote, Budaya Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Hari Santri 2018

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Santri, Kyai Hari Santri 2018

Senin, 15 Januari 2018

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Surabaya, Hari Santri 2018. Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa yang digelar di Hotel Empire Palace di Surabaya, (31/8), telah usai menyusul berakhirnya sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz.

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Sidang pleno terakhir itu diikuti seluruh perwakilan DPW PKB dari Sabang sampai Merauke. Mayoritas muktamirin (sebutan peserta muktamar) mendukung kembali duet KH Abdul Aziz Mansyur dan Abdul Muhaimin Iskandar untuk dikukuhkan sebagai mandataris muktamar.

Keduanya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) masa khidmat 2014-2019.

Hari Santri 2018

Ketua sidang pleno kelima Marwan Ja’far sebelumnya menanyakan kepada forum terkait materi sidang. “Sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua umum dewan tanfidz dan ketua dewan syuro apakah disepakati?” Forum pun menjawab spontan. “Setuju...” koor para muktamirin.

Hari Santri 2018

Sejurus kemudian, Marwan meminta kesanggupan kedua tokoh tersebut untuk dikukuhkan kembali sebagai ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz. Muhaimin pertama kali menyatakan siap untuk dipilih kembali disusul Kiai Aziz menyatakan hal yang sama.

“Setelah ada pernyataan sikap dari kedua calon, apakah forum menyepakati keduanya untuk menjadi ketua dewan syuro dan ketua dewan tanfidz yang baru,” lempar Marwan kepada forum.

Dengan demikian, lanjut Marwan, Ketua Dewan Syuro PKB yang baru adalah Almukarrom KH Abdul Aziz Mansyur dan Ketua Umum Dewan Tanfidz saudara Abdul Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, suasana sidang pleno keempat mengagendakan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Utusan dari Aceh sempat menginterupsi pimpinan sidang agar menyetujui usulan untuk kembali ke AD/ART Muktamar II Semarang.

“Kami meminta pimpinan sidang untuk memberlakukan kembali AD/ART hasil Muktamar kedua di Semarang. Hal ini agar posisi dewan syuro tidak hanya sekedar menjadi stempel bagi dewan tanfidz,” pintanya. (Ali Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Internasional, Kiai Hari Santri 2018

Minggu, 14 Januari 2018

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya’, Fariduddin Attar mengisahkan kebaikan dan keramahan Imam Abu Yazid. Diceritakan:

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2018

Imam Abu Yazid bertetangga dengan orang musyrik. Tetangganya itu memiliki seorang anak kecil. Di suatu malam, anak kecil itu menangis karena mereka tidak memiliki sentir (lampu minyak)yang menerangi rumah mereka. 

Imam Abu Yazid berdiri mengambil lampu minyak dengan tangannya sendiri dan membawanya masuk ke rumah tetangga musyriknya itu. 

Hari Santri 2018

Ketika anak kecil itu melihat cahaya lampu minyak, tangisannya berhenti. Lalu orang musyrik itu berkata:

“Bukankah kita telah berlaku aniaya pada diri kita sendiri karena tetap dalam kegelapan, meskipun Abu Yazid telah datang kepada kita membawa cahaya.”

Kemudian orang musyrik itu beriman beserta seluruh keluarganya, dengan sebab barakah kedatangan Abu Yazid dan amal perbuatannya. (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 195).

****

Berbuat baik tidak harus memandang bulu. Siapa saja berhak menerima kebaikan kita, entah itu perampok, pencuri ataupun pengelana. Semuanya memiliki hak yang sama untuk diperlakukan sebagai manusia. Begitulah Imam Abu Yazid al-Bisthami, meniru Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, berlaku baik pada siapa pun tanpa memandang agama atau suku bangsa tertentu. 

Apa yang dilakukan Imam Abu Yazid, mungkin saja tidak memiliki tujuan dakwah. Tapi murni berasal dari kebaikannya. Kebaikan yang lahir karena penjagaannya terhadap tobat, istiqamah, dan sabar. Sehingga ketulusan tidak lagi datang harus diundang, apalagi dibuat-buat, tapi telah menjadi atribut dari dirinya. Kapan saja Ia bertemu orang-orang yang membutuhkan, Ia akan menolong mereka tanpa berpikir panjang, tanpa menghitung untung dan rugi.

Yang sering disalah-pahami adalah, anggapan bahwa membantu sama saja dengan setuju. Saat Imam Abu Yazid membantu atau berbuat baik kepada orang musyrik, bukan berarti Ia setuju dengan kemusyrikannya. Begitu pula ketika Ia menolong pencuri, bukan berarti Ia setuju dengan kejahatannya. Memandang manusia harus sebagai manusia, dan Allah mengajarkan kita untuk memuliakannya (laqad karramna bani Adam). Habib Ali al-Jufri dalam pidatonya mengatakan:

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

“Aku membenci kekafiran orang kafir, tapi aku tidak membenci orang kafir. Aku membenci kemaksiatan ahli maksiat, tapi aku tidak membenci ahli maksiat.”

Beginilah seharusnya manusia memandang lainnya. Jangan benci manusianya, tapi bencilah perbuatannya. Dan, cara membenci yang paling benar adalah, dengan cara meluruskannya. Bukan dengan caramenghardik, memvonis dan melaknat. Proses meluruskan pun harus menggunakan pertimbangan akhlak yang luhur.

Contohnya, suatu waktu ada seorang sufi melintasi para pemuda yang sedang berpesta minuman keras. Sufi itu tidak menghardik mereka dengan mengatakan, “Ini haram! Kalian telah berbuat dosa!” Sufi itu malah mendoakan mereka agar mendapatkan kebahagiaan di akhiratseperti halnya mereka berbahagia di dunia (berpesta pora).Sebab, orang yang tengah mabuk tidak mungkin dapat menerima keindahan tutur kata, apalagi hardikan yang menyakitkan. Sufi itu menunggu saat yang tepat untuk mengajak mereka menghindari keburukan dan mendekati kebaikan.

Imam Abu Yazid al-Bistham sangat memahami hal itu. Setiap perbuatannya berdasarkanakhlak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena itu, jika diperhatikan dengan seksama, perilakunya dalam kisah di atas telah menguraikan beberapahal. Pertama, memuliakan tetangga seperti yang diperintahkan Rasul. Kedua, memuliakan tetangga lainnya, dengan menghentikan tangisan anak kecil di malam hari yang dapat mengganggu orang tidur. Ketiga, kedermawanan tanpa pamrih. Harga lampu minyak di saat itu tidaklah murah, termasuk barang berharga. Dan keempat, menghadirkan kebahagiaan dan kenyaman di rumah tetangganya. 

Karena itu, cahaya oleh kepala keluarga musyrik itu dipandang sebagai perlambang, sebuah simbol.“Bukankah kita telah berlaku aniaya pada diri kita sendiri karena tetap dalam kegelapan, meskipun Abu Yazid telah datang kepada kita membawa cahaya,” begitulah katanya. Dengan kata lain, Imam Abu Yazid telah menghadirkan kebahagiaan dan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga orang musyrik itu, khususnya anak kecil.

Lalu, bagaimana dengan kita? Mampukah kita mengajak diri kita sendiri untuk mulai membiasakan kebaikan dan mengasingkan keburukan sebelum kita mengajak orang lain untuk melakukannya? Wallahu a’lam.

Muhammad Afiq Zahara, alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Budaya Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan

Pamekasan, Hari Santri 2018 - Salah seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Arief Al Miftah, mengungkapkan ciri-ciri desa teladan. Hal itu dia dapatkan setelah selama sebulan menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Pamekasan.

Menurut mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) tersebut, terdapat beberapa program dan tata kelola yang patut dicontoh oleh aparatur desa yang masih mengalami stagnasi dalam menjalankan program kerjanya.

Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Ungkap 10 Kelebihan Desa Teladan

Itu berdasarkan pengamatannya di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. "Setidaknya terdapat 10 kelebihan Desa Lembung," ujarnya setelah menjalani KKN selama sebulan yang berakhir Ahad (7/2).

Pertama, terang Arief, di Desa Lembung, piket penjagaan balai desa aktif tiap hari, kecuali Minggu. Petugas baru bisa pulang pada pukul 12.00 WIB. Kedua, pamong/aparatur desa diberikan uang insentif tiap 3 bulan sekali sebesar 2.800.000.? Aparatur juga difasilitasi seragam dinas dan seragam olahraga.

Hari Santri 2018

Ketiga, setiap seminggu sekali, semua aparatur melakukan kerja bakti, bekerja sama dengan warga setempat. Tak terkecuali kepala desa beserta sekdesya.

Hari Santri 2018

"Keempat, setiap ada warga yang meninggal dunia, terdapat uang santunan dari desa. Selanjutna, setiap ada warga yang sakit, desa menyediakan mobil untuk transportasinya ke puskesmas atau rumah sakit. Dan kepala desa juga ikut membantu mengurusi administrasi dan pembiayaannya," papar Arief.

Keenam, setiap malam Jumat, di berbagai dusun ada kompolan tahlilan. Dan itu masih dalam koordinasi desa dengan menfungsikan kepala dusun.

Ketujuh, aparatur desa dipilih berdasarkan kualitas, bukan hanya integritas dan insentabilitas. Meskipun ketika pemilihan kepala desa (pilkades), dia di pihak lawan. Kalau dia berkualitas, tetap akan dipilih.

"Lawan bisa menjadi kawan". Tak ada konsep blater di desa Lembung," tekannya.

Kelebihan yang kedelapan, setiap perencanaan pembangunan desa, aparatur tak semena bermusyawarah sendiri, tapi juga mengundang tokoh masyarakat, kader muda, dan berbagai lapisan di masyarakat. Ini sebagai upaya untuk menjaga dan cek and balencing masyarakat tetap kentara.

Sembilan, koordinasi dari masyarakat, kepala dusun, kaur, sekdes, dan kades, sangat solid. Manajemen komunikasinya juga sangat bagus.

Terakhir, kegiatan PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) rutin terlaksana sekali dalam seminggu. Rangkaian kegiatannya beragam, mulai dari arisan, penyajian soal cara mendidik anak, pembekalan keterampilan, dan lain sebagainya.

"Apakah di desa Anda juga demikian? Jika tidak, segera telusuri, dikawal. Sebab, anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) untuk tahun anggaran 2016 tak tanggung-tanggung, mencapai 2 miliar," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Solo, Hari Santri 2018. Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah sungai pinggiran Kota Solo, Jawa Tengah, ‘Joko Tingkir’ yang diperankan oleh RMS Triyono tengah menyusuri sungai untuk menuju ke sebuah pulau, dengan menggunakan sebuah getek, ditemani beberapa prajurit.

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Saat dia hendak sampai di tepi pulau, tiba-tiba, datang empat ekor siluman buaya menyerang getek. Perahu pun menjadi oleng dan hampir membuat para penumpang tercebur. Namun, dengan sigap Joko Tingkir dan para prajurit berhasil mengamankan getek.

Adegan berikutnya, terjadi perkelahian antara Joko Tingkir melawan para siluman buaya. Kemudian, dengan kesaktian yang dimiliki, Joko Tingkir dengan mudah mengalahkan perlawanan siluman buaya. Setelah mengaku kalah, siluman buaya meminta maaf dan Joko Tingkir pun memaafkan mereka.

Hari Santri 2018

Adegan di atas, tentu bukan kisah nyata, melainkan hanya drama yang disuguhkan pada acara "Pekan Syawalan" yang diadakan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta, Ahad (3/8).

Koordinator acara, KP Winarno menjelaskan, drama ini dikemas sedemikian rupa untuk memberikan edukasi kepada warga akan nilai luhur yang dimiliki Joko Tingkir.

Hari Santri 2018

“Masyarakat bisa mencontoh perjuangan Joko Tingkir yang tetap kuat menghadapi rintangan. Sedangkan kita sebagai masyarakat (mesti kuat) melawan rintangan berupa hawa nafsu,” ujarnya.

Di akhir drama, Joko Tingkir membagikan ribuan ketupat kepada para pengunjung. Ketupat yang disusun dalam sebuah gunungan dibagikan sebagai wujud syukur atas keberhasilan menghadapi segala rintangan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Tegal, Kyai Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

Pesantren Didorong Aktif Tengahi Konflik di Masyarakat

Bandung, Hari Santri 2018 - Pesantren For Peace yang mempunyai misi menyebarkan perdamaian antarumat beragama dan antarormas kembali menggelar kegiatan Pendidikan HAM dan Penyelesaian Konflik di Pondok Pesantren Mahasiswa Universal (PPMU), Jalan Cipadung, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/8).

Koodinator Pesantren for Peace Idris Hemay mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran pesantren dalam membangun perdamaian karena menurutnya beberapa pesantren masih tidak tanggap terhadap penyelesaian konflik.

Pesantren Didorong Aktif Tengahi Konflik di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Didorong Aktif Tengahi Konflik di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Didorong Aktif Tengahi Konflik di Masyarakat

“Di Pulau Jawa ini dari hasil penelitian yang kami lakukan, bahwa ada beberapa pesantren yang masih cenderung pasif ketika ada konflik terjadi. Nah, dari sini kita mendorong pesantren lebih aktif dalam penyelesaian konflik,” ujar Idris Hemay.

Dia pun mengungkapkan, di Pulau Jawa khususnya konflik yang besar ada di Jawa Barat seperti dalam kasus Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang diserang pihak ormas dan Penghancuran Gereja Pasundan di Bandung.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

“Dari konflik yang terjadi tersebut, bagaimana (elemen pesantren) bisa menengahi konflik,? menyelesaikan secara damai,? di samping itu tentu secara umum Pesantren for Peace ini bertujuan untuk membangun Islam yang moderat, damai dan ramah di Indonesia,” jelasnya dalam kegiatan yang berlangsung sehari penuh atas dengan dukungan kerja sama antara Center for the Study Of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Uni Eropa yang sebelumnya diadakan di 5 Wilayah di Pulau Jawa.

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Universal (PPMU), Kiai Tatang Astarudin mengatakan bahwa dirinya sudah menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di pesantrennya tinggal para santri dari berbagai daerah dan berbagai macam karakter.

“Selalu saya katakan kepada istri, dan kepada mahasantri yang lain, ayo kita cari sejuta alasan untuk tetap saling menyayangi. Kalau dia marah boleh jadi dia sedang tidak punya uang, kalau telat mungkin dia sibuk di kampus,” kata Kiai Tatang.

Kiai Tatang pun meyakini bahwa keagungan universalitas Islam tidak akan luntur hanya karena memaklumi dan menyayangi mereka yang berbeda. “Maka mulai dari kita untuk menebar kebahagian, kedamaian dengan cara mencari titik-titik kesamaan,” paparnya.

Kegiatan ini dihadiri dari perwakilan 30 pesantren dan beberapa organisasi dari tingkat kampus sampai daerah. Kegiatan ini terbagi 3 sesi, bulan Agustus, November, dan Februari 2017. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, Hari Santri 2018. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kabupaten Malang mengadakan simulasi rencana kontijensi letusan (erupsi) Gunung Bromo di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo, Malang, Rabu (17/6). Simulasi ini diadakan untuk menguji implementasi perencanaan dalam penanganan letusan Gunung Bromo.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat di wilayah risiko tinggi untuk menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Bromo sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Secara geografis, desa Ngadas terletak di lereng Bromo yang merupakan wilayah risiko tinggi jika terjadi letusan Bromo. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 orang dari semua unsur terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, TAGANA, BAGANA, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, PDAM, Polres, TNI/KODIM, LPBI NU, PMI, Relawan NU, SAR Awangga, RAPI, Komunitas JIP, Senkom, PUSKESDES, aparat kecamatan Poncokusumo, aparat dan masyarakat dari tiga desa yaitu Wringin Anom, Jarak Ijo dan Ngadas.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua LPBI NU Malang Rurid Rudianto, simulasi renkon Gunung Bromo ini sengaja melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana letusan Gunung Bromo dan masyarakat seluruh area yang terdampak letusan Gunung Bromo.

Hari Santri 2018

“Keterlibatan semua pihak ini diharapkan agar benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya. Sehingga jika letusan terjadi, maka masyarakat dan pihak terkait sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga risiko bencana betul-betul dapat diminimalkan,” kata Rurid.

Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, Malang merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana di antaranya letusan Gunung Bromo.

Karenanya, diperlukan upaya secara bersama-sama dari berbagai pihak di Malang untuk menyusun perencanaan dalam penanganan bencana misalnya dalam bentuk dokumen Renkon agar ancaman ini dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan memastikan berkurangnya risiko bencana di Malang.

LPBI NU melalui Program Penguatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana telah bermitra dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD di empat kabupaten yang mencakup Malang, Trenggalek, Situbondo, dan Sampang dalam mengurangi risiko bencana (PRB).?

Program ini terlaksana melalui dukungan dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Bentuknya berupa pendampingan pemerintah di empat kabupaten itu dalam penyusunan dokumen Rencana Kontijensi. Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) disusun berdasarkan hasil analisa risiko bencana dan identifikasi seluruh sumber daya yang tersedia di suatu daerah atau kawasan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, PonPes Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Bekasi, Hari Santri 2018 

Siti Zubaidah, istri Muhammad Al-Zahra (MA)—pria yang meninggal dunia karena penyiksaan yang dilakukan massa setelah diduga mencuri amplifier dari sebuah mushala di Bekasi, menceritakan ada kenangan dari almarhum suamiya yang sangat berkesan dalam ingatannya.

“Ya dia selalu mengingatkan saya supaya memakai hijab. Saya kan orangnya tomboi, dia selalu mengingatkan saya,” ujar Zubaidah kepada Hari Santri 2018 ketika ditemui di kediamannya di  Kampung Jati, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/8) siang.

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Dibakar Hidup-hidup, Pria Ini Ingatkan Istrinya Agar Berjilbab

Zubaidah sangat kehilangan suaminya, apalagi peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal dunia, sangat tidak manusiawi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, MA, pria berusia 30 tahun, berprofesi sebagai ahli reparasi alat-alat elektronik diduga mencuri amplifier di mushala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) pukul 16.30 WIB. 

Hari Santri 2018

Tuduhan itu membuat orang-orang melakukan pengejaran dan penyiksaan termasuk membakar MA hidup-hidup hingga menyebabkan kematiannya sekitar pukul 17.30 di Kampung Muara Rt.012/007 Desa Muara bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Sekarang nggak ada yang ngingetin lagi (agar selalu berjilbab),” kata perempuan berusia 25 tahun itu.

Zubaidah mengaku tidak mendapat firasat apa-apa sebelum peristiwa tersebut. Pagi hari sebelum berangkat, MA membuat papan untuk salon (sound system). 

“Saya baru tahu sekitar jam delapan pada malam harinya. Karena ada polisi yang memberi tahu dan mengantarkan jenazah suami saya,” tambah Zubaidah. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Budaya Hari Santri 2018

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Magelang, Hari Santri 2018. Bertempat di gedung SMK IT Ma’arif NU kota Magelang, Ahad (19/02) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Magelang mengadakan pengukuhan dan pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Banom) dan beberapa Lembaga dan Lajnah yang baru saja terbentuk.

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengukuhan dan Pelantikan Pimpinan Cabang Badan Otonom

Dua Banom baru yang dikukuhkan adalah Jam’iyyah Ahli Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), melengkapi tiga Banom yang telah ada sebelumnya yaitu Muslimat NU, Fatayat NU, dan Gerakan Pemuda Ansor NU.

Adapun empat Lembaga dan satu Lajnah? yang berhasil terbentuk adalah Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), serta Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU).

Hari Santri 2018

Nampak hadir dalam acara tersebut walikota Magelang, ketua DPRD Kota Magelang, sekretaris daerah Kota Magelang, pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Magelang, pejabat kantor Kementrian Agama Kota Magelang, PCNU Kabupaten Magelang, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Hari Santri 2018

Ketua PCNU Kota Magelang, Abdurrosyid Achmad dalam laporannya menyampaikan bahwa pembentukan Banom, Lembaga, dan Lajnah sebagai perangkat organisasi NU sebagaimana diatur dalam AD/ART NU dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi NU.

Dia menyatakan lebih lanjut, Nahdlatul Ulama adalah perkumpulan/jam’iyyah diniyyah islamiyyah ijtima’iyyah (organisasi sosial keagamaan Islam) yang berdiri untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia. NU yang menganut faham Ahlussunnah wal Jama’ah senantiasa berikhtiar mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.

Melalui Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang dibentuk, NU menjalankan misinya melaksanakan usaha-usaha di bidang agama, pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, dan usaha-usaha lain melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

Dalam konteks Kota Magelang, Badan Otonom, Lembaga, dan Lajnah yang ada diharapkan akan turut membantu terwujudnya masyarakat Kota Magelang yang sejahtera lahir dan batin.

Dalam sambutannya, Walikota Magelang pun menaruh harapan yang besar terhadap organisasi yang sudah ada sejak tahun 1926 ini. “Semoga dengan dikukuhkan dan dilantiknya Banom, Lemabaga dan Lajnah ini, akan turut mendukung terciptanya visi kota Magelang sebagai kota jasa yang maju, profesional, sejahtera, dan berkeadilan” paparnya.

Walikota juga berterimakasih kepada pengurus dan warga NU kota Magelang, atas partisipasinya selama ini dalam mendukung dan berperan serta di dalam berbagai kegiatan keagamaan, maupun kegiatan sosial lainya sehingga dapat menghidupkan suasana kota Magelang, yang bisa membawa pengaruh positif terhadap masyarakat.

“Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terimakasih kepada NU kota Magelang, karena telah ikut berperan serta di dalam mendukung program pemerintah kota dan menciptakan suasana kondusif dan sejuk” imbuhnya.

Pimpinan Cabang Badan Otonom, Lemabaga, dan Lajnah NU Kota Magelang yang terbentuk, dikukuhkan dan dilantik langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Magelang? KH Mansyur Siraj.

Dia berpesan kepada jajaran pengurus NU agar senantiasa mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat (tawassut), seimbang (tawazun), dan toleran (tasamuh).

Dengan demikian, pengurus dan warga NU akan selalu mampu menyikapi dinamika perkembangan kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana, serta mampu hidup berdampingan dan bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat. Akhirnya, akan terjadi interaksi yang baik antara NU dengan masyarakat, saling memahami, saling menghormati, dan saling memberikan kemanfaatan sehingga tercipta kehidupan masyarakat Kota Magelang yang damai, adil, dan sejahtera.? ? ? ?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Budaya Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

Haul Sunan Gunung Jati, Ribuan Jamaah Gemakan Shalawat

Cirebon, Hari Santri 2018. Ribuan orang memadati alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Jawa Barat, untuk mengikuti acara “Cirebon Bershalawat” yang digelar dalam rangka peringatan haul Sunan Gunung Jati, Sabtu, (23/11) malam.

Acara yang diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kota Cirebon dan Majelis Taklim An-Nadwah Cirebon ini diisi dengan lantunan selawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf, serta tausiyah dari Habib Luthfi Bin Yahya dan Habib Muthohar dari Semarang.

Haul Sunan Gunung Jati, Ribuan Jamaah Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Sunan Gunung Jati, Ribuan Jamaah Gemakan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Sunan Gunung Jati, Ribuan Jamaah Gemakan Shalawat

Nasrudin Azis, Wakil Wali Kota Cirebon dalam sambutannya mengatakan, Cirebon Bershalawat adalah sebuah persembahan tahunan warga Cirebon untuk mengenang jasa salah satu tokoh Wali Songo, Sunan Gunung Jati.

Hari Santri 2018

“Mudah-mudahan dengan melantunkan selawat bersama-sama kita akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT melalui karamah Sunan Gunung Jati,” ungkap Nasrudin Azis.

Hari Santri 2018

Meskipun sepanjang acara hujan besar mengguyur Kota Cirebon, namun ribuan syekher tetap khidmat dan antusias dalam melantunkan selawat di bawah komando Habib Syekh As-segaf. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya Hari Santri 2018

Minggu, 03 Desember 2017

NU Jangan Mau “Dipinjam” Wahabi atau Syi’ah

Purwakarta, Hari Santri 2018 - Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi mengatakan, di antara karakteristik yang melekat pada sebuah agama adalah munculnya berbagai perbedaan yang melahirkan setidaknya dua kelompok, yaitu tekstual dan yang mengedepankan tokoh.

"Dalam agama Islam kelompok tekstual diwakili oleh Wahabi dan kelompok tokoh diwakili Syi’ah, Sayidina Ali, Hasan, Husain dan seterusnya. Pemikiran kedua kelompok ini enggak bakal ketemu, enggak bakal nyambung sehingga terjadi konflik," ungkapnya pada Pendidikan Kader NU di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (27/2)

NU Jangan Mau “Dipinjam” Wahabi atau Syi’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jangan Mau “Dipinjam” Wahabi atau Syi’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jangan Mau “Dipinjam” Wahabi atau Syi’ah

Ia menambahkan, posisi Ahlussunah wal-Jamaah pada umumnya, dan NU pada khususnya, berada di antara kedua kelompok tersebut sehingga sangat disarankan kepada warga NU untuk tidak terjebak dan terlibat dalam konflik keduanya.

"Posisi NU moderat, strategis. Jangan terprovokasi oleh Wahabi atau Syi’ah. Jangan mau dipinjam Wahabi atau Syiah karena kalau sampai NU ngurusi konflik mereka, mereka akan senang, nanti NU yang akan dikeroyok," tambahnya.

Hari Santri 2018

Untuk menyikapi konflik Wahabi -Syiah, sambung dia, bisa menggunakan teori kedokteran, yaitu teori patogin yang menyatakan bahwa di kanan-kiri tubuh kita banyak virus yang menyerang, virus-virus tersebut ada yang baik ada juga yang jahat.

Hari Santri 2018

"Apabila daya tahan tubuh kita baik, maka virus yang ada di kanan-kiri yang sebelumnya memusuhi akan menjadi bersahabat. Sebaliknya apabila daya tahan tubuh lemah, maka virus yang tadinya bersahabat akan menjadi musuh," terangnya.

Begitu pun dengan Wahabi-Syiah, sikap NU mestinya adalah memperkuat antibody supaya kuat dan kebal sehingga dengan terlibat dalam konflik keduanya hanya akan menguras energi.

"Jangan mau jadi Jongos Wahabi untuk gebukin Syiah, jangan mau jadi jongos Syiah buat gebukin Wahabi. Itu namanya gebukin gratisan. Kita harus hemat energi," tandasnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya Hari Santri 2018

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018. PBNU melalui Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) tahun ini menggelar “Mudik Bareng NU 1433 H”. Pendafaran mulai dibuka hari ini, Jumat (27/7), di Gedung PBNU lt 4, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.

PP LTMNU sedang menyiapkan 40 bus ber-AC yang akan mengantarkan ribuan pemudik ke berbagai kabupaten dan kota di Pulau Jawa. Program bertema “Mudik Aman, Nyaman, dan Menyenangkan Bersama NU” ini akan menurunkan para pemudik, antara lain, di Tegal, Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Pati, Mojokerto, Surabaya, Jembatan Suramadu, Lamongan, Banyuwangi, dan Jember.

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Buka Pendaftaran Mudik Gratis

“Yang ikut pulang kampung bisa muadzin, tukang sapu, marbot musala atau masjid, tapi tidak mengecualikan masyarakat umum yang ingin dekat dengan NU,” kata Koordinator Program, Mujahidin, di Jakarta.

Hari Santri 2018

Untuk pendaftaran, peserta disyaratkan menyerahkan fotokopi KTP dan pengisian formulir yang disediakan. Setelah penukaran tiket pada 5 Agustus, para pendaftar dapat menunggu pemberangkatan pada 14 Agustus 2012 dari halaman Gedung PBNU.

Hari Santri 2018

Sedikitnya 99 masjid NU akan menjadi posko mudik untuk sekadar melepas lelah dan bersembahyang sepanjang perjalanan. “Masyarakat (sekitar masjid, red) biasanya ada yang menyiapkan makanan-makanan ringan, karena mereka merasa akan kedatangan tamu,” tambah Mujahidin.

Tahun lalu, PP LTMNU bersama Bank Mandiri dan Kemenakertrans juga menyelenggarakan program yang sama dengan memberangkatkan 22 bus yang menampung sekitar 1.100 pemudik. “Kita ingin tingkatkan terus pelayanan kepada umat yang kesulitan mendapat tiket,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Anti Hoax, Budaya Hari Santri 2018

Kamis, 30 November 2017

Tiga Kategori Muslim di Amerika

Yogyakarta, Hari Santri 2018 . Ada tiga kategori kaum Muslim yang tinggal di Amerika: isolasi, asimilasi, dan integrasi. Ketiga jenis tersebut masing-masing memiliki tantangan yang berbeda.

Pendapat ini disampaikan Jawad Bayat dalam diskusi "Islam in America" yang diselenggarakan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies), awal Juli 2014 lalu, di Masjid Rahmatan lil Alamin, Yogyakarta.

Tiga Kategori Muslim di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Kategori Muslim di Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Kategori Muslim di Amerika

Jawad Bayat adalah mahasiswa S2 di Hartford Seminary, Amerika. Dia merupakan generasi pertama yang lahir di Amerika dari keluarga Afganistan yang melakukan migrasi di Amerika pada tahun 1981 karena kondisi keamanan di Afganistan.

Hari Santri 2018

Kategori pertama isolasi, merujuk kepada kaum Muslim di Amerika di mana mereka hanya bergaul dengan sesama kaum Muslim dari negara asal mereka datang. Misalnya Muslim Indonesia yang hanya bergaul dengan sesama Muslim yang berasal dari Indonesia.

Hari Santri 2018

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menjaga jarak dengan warga Amerika lainnya. Dengan kondisi demikian, mereka dapat dikatakan kelompok Muslim yang eksklusif. Tantangan yang mereka hadapi adalah pergaulan mereka sangat terbatas karena hanya mengenal dari kelompok yang berasal dari negara yang sama.

Kategori kaum Muslim yang kedua adalah asimilasi. Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan remaja dan muda lainnya. Mereka bergaul dengan kalangan remaja dan muda Amerika, bahkan mereka juga ikut pesta dan pergi ke diskotik sebagaimana yang dilakukan anak-anak muda Amerika. Persoalan yang dihadapi oleh kelompok ini adalah mereka cenderung meninggalkan kewajiban-kewajiban dalam Islam, seperti shalat.

Sedangkan kategori kaum Muslim yang ketiga adalah integrasi yang merujuk kepada kaum Muslim yang mampu bergaul dengan warga Amerika pada umumnya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim atau Muslimah. Kelompok ini biasanya berasal dari kalangan Muslim kelas menengah yang memiliki tingkat pendidikan dan ekonomi yang baik.

Diskusi yang dihadiri sekitar 70 peserta ini mendapat banyak respon. Salah satu peserta perempuan bertanya bagaimana kondisi kaum Muslimah di Amerika, apakah ada halangan dalam menggunakan jilbab. Jawad menjawab bahwa Pemerintah Amerika memberikan kebebasan kepada seluruh pemeluk agama termasuk Islam untuk menunjukkan identitas keagamaan.

Bagi kaum Muslimah diperbolehkan untuk tidak menggunakan jilbab. Apabila ada seseorang atau kelompok yang memaksa kaum Muslimah untuk menggunakan jilbab, Muslimah tersebut dapat melapor kepada polisi dan polisi akan menangkap pihak yang melakukan pemaksaan tersebut. (M Chozin/Mahbib)

Foto: Jawad Bayat dari Hartford Seminary, USA bersama santri Ponpes Krapyak Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock