Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Wonosobo, Hari Santri 2018. Sebagai bentuk penghormatan, sekurangnya 50 kiai asal Jawa Tengah (Jateng) meziarahi makam ulama NU Kabupaten Wonosobo, Syekh KH Asy’ari dan putranya KH Muntaha, yang terletak di Dero, Mojotengah, Wonosobo, Jateng, Ahad (2/6) pagi.

Para peziarah merupakan peserta Diklat Muharrik Masjid se-Jateng yang digelar Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) bekerja sama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU (Lakpesdam NU) selama tiga hari. Keberangkatan menuju makam dipimpin langsung Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani selepas shalat shubuh.

”Tujuan ziarah kali ini adalah untuk meneladani semangat perjuangan ulama terdahulu. Mereka adalah  para muharrik (penggerak) di wilayahnya,” ujar Manan.

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

50 Kiai Jateng Ziarahi Makam Sesepuh NU Wonosobo

Syekh Asy’ari merupakan tokoh Wonosobo yang aktif mendidik masyarakat setempat melalui pesantren di Kalibeber, Mojotengah. Di zaman Belanda, ia terpaksa mengungsi sekitar 5 kilometer ke Desa Dero dan wafat di sana. Untuk sampai di tempat itu, peziarah harus melewati dua bukit dengan jalan berkelok dan curam.

Rais Syuriyah PCNU Wonosobo KH Abdul Halim menuturkan, sepeninggal Syekh Asy’ari pesantren ditangani KH Muntaha. Kiai penghafal al-Qur’an ini pernah memimpin jabatan syuriyah dan tanfidziyah PCNU Wonosobo dan Mustasyar PWNU Jateng.

Hari Santri 2018

”Beliau juga salah seorang penggagas berdirinya Unsiq (Universitas Sains al-Qur’an) Wonosobo,” imbuh santri KH Muntaha ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nasional, Kyai Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Surabaya, Hari Santri 2018?

Dalam rangka menyambut Hari Buruh se-dunia yang jatuh pada 1 Mei, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Surabaya menggelar refleksi membahas masa depan buruh. Dua isu utama yang disoroti adalah upah kerja yang layak dan kepastian status kerja.

Koordinator Aliansi Buruh Jawa Timur, Jamaluddin mengatakan nasib buruh hingga saat ini masih memperihatinkan. Pemerintah yang diharapkan hadir melindungi ? buruh dengan merancang kebijakan sesuai amanah Undang-Undang dan Pancasila justru absen dan tidak menunjukkan sikap yang tegas.

“Bahwa pesan Bung Karno agar jangan sampai pribumi jadi budak di negeri sendiri masih sangat relevan hingga hari ini. Nuansa kapitalistik masih sangat kuat, sementara buruh harus terus bekerja tanpa diperhatikan hak-haknya,” jelasnya dihadapan ratusan peserta, Jumat (30/4).

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Surabaya: Buruh dan Pengusaha Harus Saling Empati

Lebih lanjut, dirinya mendapat informasi bahwa Raperda terkait buruh masih dalam pembahasan. Padahal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah berjanji akan tuntas pada awal 2016. “Dengan janji Gubernur itu, buruh di Jatim berharap Perda sudah disahkan sebelum May Day 2016, sehingga bisa jadi kado bagi kaum buruh yang merayakan hari buruh internasional,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, banyak naskah akademis yang berisi aspirasi dan tuntutan buruh yang tidak diakomodir oleh Disnakertransduk Jatim. Di antaranya soal upah layak yaitu pekerja yang masa kerjanya di atas 1 tahun dan berkeluarga diberi tambahan 5 persen dari UMK.?

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan pihaknya bersama para buruh di Jatim akan menggelar aksi besar-besaran pada May Day,? Ahad (1/5). Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah di Jatim akan ikut menggelar aksi agar tuntutannya disetujui oleh gubernur. “Yang jelas besok (hari ini) kami bersama puluhan ribu buruh se- Jatim akan menggelar aksi besar-besaran,” ujar pria yang akrab disapa Jamal ini.

Ketua PMII Surabaya, Ali Syaifuddin menyatakan Raperda yang nantinya akan disahkan harus berlandaskan Undang-Undang dan Pancasila. Artinya, ada aspek saling menguntungkan antara buruh dan pengusaha agar kemaslahatan dapat dirasakan seluruh pihak. Dirinya mengakui, sesuai fakta hak-hak buruh belum sepenuhnya terpenuhi.

“Konsep hubungan industrial dalam kacamata akademik sebetulnya bisa menjawab persoalan dewasa ini. Bahwa ada nilai saling menghargai, empati dan kekeluargaan dalam aktivitas industri. Kepentingan seluruh pihak dapat diakomodir tanpa ada yang merasa dirugikan,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Ke depan, sambungnya, dirinya mendorong Gubernur Jawa Timur untuk merumuskan desain kebijakan dengan berkaca pada konsep hubungan industrial yang harmonis. Peran pemerintah dibutuhkan agar angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tidak terus meningkat dan iklim investasi semakin baik.

Selain Aliansi Buruh Jawa Timur hadir pula anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari, Wasekjen Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Jamil dan Perwakilan Pengusaha Muslim, Musonnef. Acara yang mengusung tema “Membangun Hubungan Industrial Yang Harmonis Dalam Rangka Menjaga Iklim Investasi Simbiosis Mutualisme” dihadiri 100 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa, akademisi dan pengamat buruh. (Luqman Hakim El Baqeer/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Kyai, Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan

Bandung, Hari Santri 2018. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nahdlatul Tujjar membagikan bingkisan kepada 81 anggota dan Simpanan Hari Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Madrasah Darul Huda, Ahad (29/6) lalu.

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

KSP Nahdlatul Tujjar Bagikan Bingkisan Ramadhan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KSP Nahdlatul Tujjar H. Saepuloh, M.Pd., Sekretaris PCNU Kab. Bandung H. Usep Dedi Rostandi, MA., dan Kepala Desa Neglasari Suherman.

Menurut Ketua KSP. Nahdlatul Tujjar H Saepuloh bingkisan yang diberikan diambil dari hasil usaha Koperasi. "Pembagian bingkisan ini merupakan kegiatan sosial koperasi yang dilaksanakan setiap tahun," tutur H. Saepuloh.

Hari Santri 2018

Jumlah tabungan yang dibagikan pada kesempatan tersebut kepada anggota sekitar Rp. 16.854.000,-.

"Jumlah simpan yang dibagikan pada saat ini sekitar Rp. 16.854.000,-, ini merupakan simpanan anggota untuk bekal dalam menghadapi bulan Ramadlan," tutur H. Saepuloh

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kab. Bandung H. Usep Dedi Rostandi, MA Koperasi Simpan Pinjam Nahdlatul Tujjar merupakan program perekonomian PCNU Kab. Bandung dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi warga NU Kab. Bandung.

"KSP Nahdlatul Tujjar diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota serta terus mengedepankan aspek social," tutur H. Usep Dedi Rostandi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan Pelatihan peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal berbasis pepaya di wilayah daerah tertinggal Kabupaten Sukabumi. Kegiatan yang dimulai Sabtu (19/7) akan berlangsung hingga Senin (21/7).

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Pelatihan Keterampilam Pengolahan Pepaya

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Agusta Jl. Cikukulu Sukabumi ini? merupakan kerja sama Asisten Deputi Pendidikandan Keterampilan (Asdep Diktram) Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Pengurus bersama PCNU Kabupaten Sukabumi dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Abdul Basith, kegiatan tersebut merupakan upaya penggalian potensi lokal sebagai nilai kekuatan untuk dijadikan produk inovatif. “Dengan menumbuhkan keterampilan masyarakat yang bisa menghasilkan nilai tambah yang tinggi d bisa meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di daerah tertinggal,” katanya melalui siaran pers Sabtu (19/7).

Hari Santri 2018

Namun, kata dia, salah satu kendalanya, selain sarana dan prasarana yang tersedia minim, juga kurang optimalnya peran kelembagaan yang ada di daerah tertinggal.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris PCNU Kabupaten Sukabumi D. Suparman Ash-Shiddieq, program tersebut bertujuan mengembangkan karakter kewirausahaan dalam mengembangkan usaha berbasis pepaya. Serta Mengenal teknologi terbarukan pengolahan produk berbasis pepaya secara terpadu.

Juga yang paling penting, kata dia, mengembangkan sentra usaha rakyat berbasis papaya dengan ketersediaan teknologi terpadu dan kemampuan sumber daya manusia yang unggul. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Santri, Kyai Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Solo, Hari Santri 2018. Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah sungai pinggiran Kota Solo, Jawa Tengah, ‘Joko Tingkir’ yang diperankan oleh RMS Triyono tengah menyusuri sungai untuk menuju ke sebuah pulau, dengan menggunakan sebuah getek, ditemani beberapa prajurit.

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Memaafkan dari Joko Tingkir

Saat dia hendak sampai di tepi pulau, tiba-tiba, datang empat ekor siluman buaya menyerang getek. Perahu pun menjadi oleng dan hampir membuat para penumpang tercebur. Namun, dengan sigap Joko Tingkir dan para prajurit berhasil mengamankan getek.

Adegan berikutnya, terjadi perkelahian antara Joko Tingkir melawan para siluman buaya. Kemudian, dengan kesaktian yang dimiliki, Joko Tingkir dengan mudah mengalahkan perlawanan siluman buaya. Setelah mengaku kalah, siluman buaya meminta maaf dan Joko Tingkir pun memaafkan mereka.

Hari Santri 2018

Adegan di atas, tentu bukan kisah nyata, melainkan hanya drama yang disuguhkan pada acara "Pekan Syawalan" yang diadakan di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta, Ahad (3/8).

Koordinator acara, KP Winarno menjelaskan, drama ini dikemas sedemikian rupa untuk memberikan edukasi kepada warga akan nilai luhur yang dimiliki Joko Tingkir.

Hari Santri 2018

“Masyarakat bisa mencontoh perjuangan Joko Tingkir yang tetap kuat menghadapi rintangan. Sedangkan kita sebagai masyarakat (mesti kuat) melawan rintangan berupa hawa nafsu,” ujarnya.

Di akhir drama, Joko Tingkir membagikan ribuan ketupat kepada para pengunjung. Ketupat yang disusun dalam sebuah gunungan dibagikan sebagai wujud syukur atas keberhasilan menghadapi segala rintangan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Tegal, Kyai Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sekitar 3500 warga NU Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memadati kantor desa Kemasan Kecamatan Krian Sidoarjo, Sabtu (16/5). Ribuan Nahdliyin yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua itu sedang mengikuti pawai taaruf yang diadakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krian.

Peserta pawai terdiri dari para pelajar, di antaranya dari Taman Pendidikan AL-Quran, Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, IPNU IPPNU. Hadir juga banom-banom NU seperti Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser dan pengurus MWCNU Krian.

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Bawa Simbol-simbol NU, 3500 Warga Pawai Sambut Muktamar

Mereka mengelilingi jalan raya Kemasan hingga menuju garis finish Perum Mandiri Residence Krian dengan melakukan berjalan jauh sambil membawa berbagai poster gambar pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari dan KH Wahab Chasbullah. Selain itu, mereka juga membentangkan berbagai poster bertuliskan menyukseskan Muktamar NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang.

Hari Santri 2018

Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa simbol, di antaranya patung Sang Kiai, kostum karnival, dan sejumlah kendaraan yang dihiasi bendera Nahdlatul Ulama. Para peserta pawai ini kemudian dilepas oleh ketua Tanfidziyah MWCNU Krian H Suwarno dan didampingi sejumlah ulama dan tokoh masyarakat desa setempat, serta anggota DPRD Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Ketua Tanfidziyah MWC NU Krian Sidoarjo H Suwarno menuturkan, kegiatan pawai taaruf ini bertujuan untuk memperingati Harlah NU ke-92 sekaligus menyambut Muktaman ke-33 NU yang akan digelar di Jombang Agustus mendatang serta memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, termasuk menyongsong bulan suci Ramadhan.

"Hal ini terlihat banyak peserta pawai menggunakan kesenian budaya patrol yang salah satunya untuk tradisi membangunkan warga Muslim yang akan melakukan santap sahur," urainya.

H Suwarno menambahkan, semarak pawai taaruf ini diikuti dari 22 desa yang ada di Kecamatan Krian. Dari 22 desa ini terdiri dari peserta tingkat anak-anak hingga orang tua, diantaranya dari elemen pelajar yang dibawa naungan lembaga pendidikan Maarif NU dan banom Nahdlatul Ulama. (Moh Kholidun/Mahbib)

 



 

Sabtu, 09 Desember 2017

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang

Jombang,Hari Santri 2018

Putra pendiri NU, KH Hasib Abdul Wahab mengingatkan, tantangan pemuda Ansor ke depan semakin berat. Salah satunya menghadapi ideologi Islam garis keras. Hal itu disampiakan putra KH Wahab Chasbullah saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD)? Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Jombang kota di Tambakberas, Sabtu (11/3).

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Putra Pendiri NU Bakar Semangat GP Ansor Jombang

"Pengkaderan semacam PKD Ansor ini sangat penting karena tantangan ideologi dari kelompok non-NU yang ada sekarang semakin gencar. Mereka menggunakan dan bahkan menguasai media dalam gerakannya," tutur kiai yang akrab disapa Gus Hasib itu.

Ia menambahkan gerakan Islam garis keras di masyarakat mengaku berhaluan Sunni, bahkan mengaku Ahlussunah wal-Jama’ah sebagaimana NU. "Karenanya PBNU mempertegas Aswaja yang dianut adalah Aswaja An-Nahdliyah," imbuhnya.

Hari Santri 2018

Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini mengatakan pentingnya pengkaderan dalam organisasi. Tidak hanya GP Ansor, PBNU juga melakukan pengkaderan. "Bahkan di beberpa pengkaderan yang dilakukan PBNU, banom diharuskan mengikuti termasuk juga lembaga-lembaga yang ada," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar D. Ikhwanto mengatakan, pelaksanaan PKD di Jombang sudah memasuki angkatan keempat. "Alhamdulillah kali ini PKD didekatkan pada pendiri NU dan Ansor, yakni di Pesantren Tambakberas yang merupakan kelahiran KH Wahab Chasbullah," ujarnya.

Hari Santri 2018

Kegiatan PKD PAC GP Ansor Jombang Kota yang digelar di Stikes An-Najiah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, 11-13 Maret 2017 diikuti sekitar 80 kader. Mereka berasal dari Pengurus Pimpinan Anak Cabang dan Ranting.

"Kita sempat khawatir karena kemarin kader-kader baru mengikuti DTD Banser. Namun Alhamdulillah semangat kader Ansor masih tinggi. Terbukti pesertanya tidak hanya dari PAC Jombang Kota, PAC Kudu, PAC Jogoroto dan PAC Wonosalam juga mengirimkan kader untuk PKD disini," katanya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock