Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

Jakarta, Hari Santri 2018. Wakil Bupati Sikka Drs Nong Susar meminta GP Ansor dan seluruh pemuda Banser ? kabupaten Sikka untuk menjaga suasana kedamian di Sikka. Dengan perdamaian, pemkab setempat bersama GP Ansor membangun kemajuan daerah setempat.?

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

Demikian dinyatakan Nong Susar dalam sambutan pembukaan PKD GP Ansor Sikka yang berlangsung di Gedung FKUB Sikka, Senin (28/9) malam.

“GP Ansor secara nasional telah lama dekat di hati masyarakat Indonesia sebagai pemuda terdepan yang membela keberagamaan. Mereka dikenal menyelesaikan masalah yang dihadapi kaum minoritas di Indonesia.”

Hari Santri 2018

Keberagamaan, kata Nong Susar, tidak merupakan malapetaka melainkan kekuatan. Karena kita berjuang bukan demi perbedaan melainkan demi kemanusiaan.

Ia bercerita, Presiden Ke-4 RI KH Abdurahman Wahid memiliki pikiran yang sangat cerdas melampui sekat agama di Indonesia.

Hari Santri 2018

"Gusdur sebelum dan setelah jadi presiden, pernah melakukan kunjungan di Ledalero. Melakukan dialog agama dan dialog karya. Gusdur memiliki sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh kita-kita, memunyai pikiran melampaui sekat agama, suku, dan ras," kata Susar.

Pelatihan ini dihadiri istruktur dari PP GP Ansor Masud Saleh, H Aunullah, dan PW GP Ansor NTT Ajhar Jowe.

Masud Saleh mengatakan, “Dalam sebuah kehidupan manusia banyak ditemukan berbagai warga dan perbedaan. Jika kita memhami perbedaan maka kita aman dan damai selalu di bumi milik kita sendiri.”

Sementara Ajhar Jowe mengatakan, pelaksanaan PKD perdana bagi pengurus GP Ansor Sikka akan membawa perubahan cabang Ansor dari masa-masa sebelumnya. Penguatan kapasitas organisasi melalui proses pelatihan perdana ini, akan menjadi gambaran terbaru untuk Ansor Sikka ke depan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus GP Ansor Jatipandak kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan menggelar forum tahlil dan Yasinan setiap malam Selasa. Selain menghidupkan tradisi ke-NUan, mereka memanfaatkan forum ini sebagai penguatan kepengurusan organisasi.

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan

Pembacaan Yasin dipimpin langsung mantan Sekretaris IPNU Jatipandak Munif Asyari di sekretariat GP Ansor Jatipandak yang bertempat di kediaman Abdurrohhim, Senin (2/3). Pertemuan rutin sekali sepekan ini dihadiri sedikitnya 73 anggota Ansor.

Menurut Munif, kegiatan rutin sekali sepekan ini diadakan berkeliling dari rumah satu sahabat Ansor ke rumah sahabat Ansor lainnya.

Hari Santri 2018

“Lepas Yasinan dan tahlil, kita lalu membahas persiapan agenda sosial Ansor yang bertema ‘GP Ansor peduli lingkungan dan menggelar bakti sosial’,” ujar Munif.

Hari Santri 2018

Selain bakti sosial, GP Ansor Jatipandak siap mendelegasikan Banser untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser GP Ansor Sambeng, kata Ketua GP Ansor Jatipandak Kholison.

“Mereka dilatih untuk nantinya dikirim pada pengamanan Muktamar Ke-33 NU mendatang di Jombang,” ujar Kholison. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Meme Islam Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh

Jombang,Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menginformasikan terbentuknya Forum Syuriyah PCNU, PWNU, dan PBNU. Forum tersebut nantinya akan bertemu dengan para kiai sepuh. Ia menyampaikan hal itu di Media Center Muktmar Ke-33 NU, Jombang, (3/8).

Forum Rais Syuriyah, kata Kiai Said, diharapkan dapat mengambil keputusan yang menyejukan semua, menjadikan muktamar damai dan tenteram, berhasil dan bermartabat dengan akhlakul karimah, santun, mulia seperti muktamar-muktamar lalu.

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk Forum Syuriyah untuk Bertemu Kiai Sepuh

Forum tersebut, menurut dia, terbentuk setelah terjadinya hal yang mengagetkan pada muktamar kali ini. “Itu Mengagetkan kita semua. Muktamar NU terjadi kegaduhan. Tak bisa dimaklumi,” katanya.

Hari Santri 2018

Tapi, lanjut dia, sampai saat ini ia belum bisa menyebutkan kapan dan dimana waktunya Forum Syuriyah itu bertemu. Dan apa yang dibicarakan para kiai itu adalah hak dan otoritas para kiai.

Hari Santri 2018

“Terima kasih kepada KH Mustofa Bisri, Gus Mus, yang menyampaikan pengarahan pada pleno tata tertib tadi. Tata tertib itulah yang akan dipakai selama muktamar,” katanya didampingi Ketua OC Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz.

Dengan selesainya tata tertib, Kiai Said melihat sendiri bahwa para Rais Syuriyah PCNU banyak menangis gembira. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus NU Jateng memulai kembali tradisi lailatul ijtima’ setelah dua bulan vakum karena Ramadhan, Rabu (10/9). Malam penuh berkah ini yang dihadiri pengurus dan warga NU ini, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dipandu H M Arja Amroni.

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin Umar menuturkan, pelaksanaan lailatul ijtima ini menandai mulainya kegiatan rutin bulanan NU Jateng. Pelaksanaan lailatul ijtima ke depan, Abu Hafsin menambahkan, tidak akan dikaitkan dengan acara-acara di luar NU Jateng. Sehingga, pelaksanaannya tidak diundur-undur oleh sesuatu hal.

Perihal gerakan ektrem transnasional yang mengatasnamakan agama, Abu Hafsin menyatakan kegelisahannya. Ia mengimbau warga NU untuk mengamati gerakan keagamaan yang tidak sesuai dengan budaya Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Kita perlu mewaspadai gerakan yang seperti ini. Pasalnya, mereka juga tidak akan tinggal diam,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2018

Pertemuan rutin bulanan perdana ini diakhiri dengan taushiyah kebangsaan dan doa oleh Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Meme Islam, Khutbah Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Karangnyar, Hari Santri 2018. Untuk menangkal gerakan dan ideologi radikal yang bertentangan dengan paham Nahdlatul Ulama dan pancasila, PCNU se-Solo Raya harus memperkuat institusi, membangun NU secara organisatoris dan mengembangkan amaliah NU. 

Demikian disampaikan Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. H. Abu Hafsin, MA saat koordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Solo Raya (Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar) di Islamic Centre Nurul Hikmah, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad, (11/1).

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Dosen UIN Walisongo Semarang ini menjelaskan, sedikitnya ada 26 kelompok radikal yang ada di wilayah Solo Raya. “Gerakan jihadis ini sudah mulai terang-terangan dan para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai pejuang, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain,” tegas Abu Hafsin. 

Hari Santri 2018

Oleh karena itu, kata Hafsin, TNI dan Polri titip kepada NU untuk menjaga NKRI dan Pancasila. “Saat ini hanya NU yang bisa gandeng tangan dengan pemerintah untuk menjaga Pancasila dan NKRI,” tuturnya. 

Hafsin juga menekankan, bahwa yang tak kalah penting adalah membangun silaturrahim dengan para alim ulama serta melakukan pendidikan kader penggerak Nahdlatul Ulama. (Cecep Choirul Sholeh/Fathoni)    

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Meme Islam, Kajian Islam Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba

Jakarta, Hari Santri 2018. Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir memandang perlunya keberpihakan para kiai NU terhadap pedagang kecil. Menurut Kiai Afif, di tengah menjamurnya minimarket waralaba yang mendesak masuk hingga perkampungan, para kiai penting mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan belanja di warung-warung kecil.

“Saya melihat bagaimana nasib-nasib pedagang kecil kita. Kita mesti tergerak untuk membela mereka,” kata Kiai Afif di Jakarta, Sabtu (28/2) pagi.

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Afif: Belanjalah di Pedagang Kecil daripada Minimarket Waralaba

Pasalnya, uang yang masuk ke minimarket seperti Indomart, Alfamart, dan sejenisnya, tidak lagi kembali ke masyarakat tetapi menguap ke luar.

Hari Santri 2018

Meskipun begitu, kata Kiai Afif, kita harus mengakui bahwa ketidakberdayaan pedagang kecil kita tidak semata kesalahan kebijakan negara tetapi juga kesalahan dari diri kita sendiri.

“Kalau butuh rokok atau air mineral, saya sengaja menghindari toko-toko minimarket. Saya pilih lari ke warung kecil,” ujar penulis kitab syarah Taqrib, Fathul Mujibil Qarib. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Meme Islam, Quote Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Sejak awal langkah pemblokiran situs-situs yang terindikasi radikal oleh pemerintah itu sudah diprediksi tidak akan efektif, bahkan bisa kontra produktif. Pertama, telalu banyak situs yang masuk daftar blokir. Ada 22 situs Islam yang disasar dan beberapa di antaranya masih tergolong “baik”.

Kedua, rekomendasi pemblokiran oleh BNPT kepada Kemkominfo itu bocor sebelum dilaksanakan, atau bisa jadi dibocorkan oleh pihak-pihak tertentu. Akibatnya isu pemblokiran ini segera mencuat dan memicu kontroversi. Bahkan saat isu pemblokiran itu sudah menjadi bahan perbincangan di televisi, sebenarnya pemblokiran itu belum direalisasikan dan para narasumber di televisi itu dengan santainya berbicara seperti pemblokiran itu sudah terjadi.

Para pendukung situs-situs yang terdaftar itu segera bereaksi dan memohon pembelaan masyarakat atas nama Islam. Mereka mengatakan, pemblokiran situs itu merupakan bentuk pengekangan terhadap dakwah Islam, meskipun sebenarnya mereka tidak terlalu senang memuat informasi mengenai pendidikan Islam di Indonesia, madrasah, pesantren, pengajian, tradisi keislaman, semangat berzakat, dan seterusnya. Situs-situs dimaksud selama ini lebih suka mengekspos isu-isu konflik di Timur Tengah dan bahkan pada titik tertentu ikut larut dalam permusuhan antar kelompok politik di sana.

Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Para pendukung situs-situs yang akan diblokir itu juga berteriak-teriak mengenai kebebasan pers dan HAM. Mereka juga fasih sekali melafalkan Universal Declaration of Human Rights 1948 dan pasal-pasal mengenai kebenasan pers, dua hal yang selama ini tidak terlalu diindahkan.

Payahnya lagi di hadapan khalayak ramai, BNPT dan Kemkominfo juga saling lempar tanggung jawab. BNPT berkilah pihaknya tidak punya wewenang untuk memblokir situs tertentu dan hanya memberikan rekomendasi. Sementara Kemkominfo mengatakan pemblokiran dilakukan atas rekomendasi BNPT.

Beberapa pekan setelah beredar isu pemblokiran, 22 situs masih bebas diakses. Ketidaksepahaman dan kontroversi membuat pihak Internet Service Provider (ISP) punya alasan untuk tidak melakukan tindakan apapun. Hanya satu-dua ISP yang melakukan pemblokiran, namun setelah itu dihidupkan lagi. Beberapa ISP malah menikmati kontroversi karena transaksi penjualan paket data internet meningkat.

Sementara itu para pengamat yang suka dengan teori konspirasi mengait-ngaitkan isu pemblokiran itu dengan penyerangan terhadap kelompok muslim di Yaman, yang tidak lain adalah Syiah. Situs-situs dimaksud sengaja “dibebastugaskan” untuk tidak menginformasikan aktivitas perang Timur Tengah. Pengamat lain mengaitkan isu pemblokiran dengan pengalihan isu menyusul kenaikan harga BBM. Ada juga yang menduga, pemerintah sudah mengincar situs-situs tersebut karena dalam Pilpres kemarin tidak mendukung pasangan Jokowi-JK, bahkan mereka terlibat dalam aktivitas kampanye negatif.

Hari Santri 2018

Kita tentu tidak terlalu sibuk dengan berbagai konspirasi seperti itu. Jika kembali ke maksud awal yakni antisipasi terhadap perkembangan radikalisme melalui media internet, maka pemerintah layak didukung. Aktifitas propaganda yang berisi kebencian, permusuhan, fitnah, pengkafiran, dan provokasi yang memicu aksi radikalisme saat ini lebih mudah dilakukan melalui new media dari pada lewat kegiatan ceramah-ceramah atau kegiatan cuci otak yang dilakukan dengan cara lama. Melalui media baru ini, para teroris yang mengklaim diri sebagai jihadis juga sudah sangat canggih dalam menyebarkan aksi simpatik dan rekayasa-rekayasa audio visual untuk keperluan merekrut pengikut baru.

Namun langkah pemblokiran yang buru-buru tidak cukup efektif. Pihak-pihak yang punya itikat tidak baik terhadap persatuan bangsa dan keutuhan NKRI juga sudah mulai rajin mengoleksi berbagai produk hukum Indonesia sebagai bahan untuk berkilah dan berkelit dari jeratan hukum. Undang undang mengenai pemberatasan terorisme tahun 2003 juga masih sangat “jadul” untuk mengatasi berbagai modus terorisme baru.

Sambil menunggu produk undang undang baru yang lebih progresif, beberapa konten dalam Undang-undang Nomor 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bisa dikenakan untuk mengatasi penyebaran radikalisme melalui internet. Pasal 28 ayat (2) UU itu misalnya menyebutkan salah satu perbuatan yang dilarang yakni “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Di luar 22 situs yang kemudian dikurangi menjadi 19 masih ada banyak situs berbahasa Indonesia yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme. Di antaranya ada situs berbahasa Indonesia yang resmi mengibarkan bendera ISIS dan meneruskan berbagai pemberitaan resmi dari situs berita ISIS yang berbahasa Arab. Apakah yang seperti ini lolos dari pengawasan BNPT dan Kemkominfo? Untuk beberapa situs yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme, tidak mempunyai alamat dan pengelola yang jelas, mestinya pemblokiran bisa dilakukan segera dan tidak perlu terlalu ekspos. Beberapa informasi yang bersumber dari situs-situs tidak jelas itu juga disebarkan melalui media sosial dan tentunya itu sangat berbahaya. (A. Khoirul Anam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Kiai, Meme Islam Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Jakarta, Hari Santri 2018. Kampanye politik menjelang pemilihan umum presiden pada Juli mendatang tak hanya diisi dengan narsisme capres-cawapres yang maju, tapi juga diwarnai upaya menjatuhkan pasangan saingan lewat isu sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, isu SARA mencuat karena ada pihak yang tak percaya diri dengan pasangan yang diusung. Menurutnya, isu SARA sangat sensitif di masyarakat dan bisa memicu konflik horizontal yang selama ini telah lama hidup rukun dan damai. Apalagi rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia masih cukup rendah.

"Jangan menghalalkan segala cara untuk menang," terang Khofifah, Rabu (11/6), di Jakarta.

Hari Santri 2018

Mantan menteri pemberdayaan perempuan dan kepala BKKBN era Gus Dur ini menambahkan, segenap tokoh Indonesia yang moderat telah berusaha agar bangsa Indonesia yang berbeda bisa hidup berdampingan. "Karena itu, jangan hanya karena pilpres tatanan masyarakat yang baik itu menjadi rusak," tandasnya.

Hari Santri 2018

Khofifah mengajak semua yang turut dalam kontestasi pilpres untuk menghindari cara-cara distruktif yang bisa merusak demokrasi itu sendiri. Apalagi kedua pasangan telah berjanji akan bertarung dengan adil.

"Siap menang dan siap kalah itu berarti harus siap bersaing secara fair. Tidak membuat suasana politik dengan isu SARA dan menghindari kecurangan pemilu," papar mantan ketua umum korps PMII putri (Kopri) ini. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Berita, Doa Hari Santri 2018

Pendaftaran Dimulai Juni 2016, Ini Cara Miliki E-Kartanu

Jakarta, Hari Santri 2018

Kartanu adalah akronim dari Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama. Kartu ini merupakan kartu identitas yang dimiliki oleh setiap warga NU. Dalam perkembangannya, kehadiran Kartanu dimaksudkan bukan hanya hadir sebagai penanda atau identitas saja, namun lebih dari itu Kartanu terus dikembangkan dalam rangka memudahkan warga NU dan juga sekaligus sebagai sebuah bentuk khidmat dan pelayanan keummatan. Kartanu akan diluncurkan pada Juni 2016.

Pada tahap pertama Kartanu akan diluncurkan serempak di 30 Kabupaten/kota. Pendaftaran Kartanu tahap pertama di 30 kabupaten/kota bisa dilakukan melalui Kantor PCNU atau melalui Kantor Cabang Bank Mandiri. Info lebih lanjut klik www.kartanu.com.

Pendaftaran Dimulai Juni 2016, Ini Cara Miliki E-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendaftaran Dimulai Juni 2016, Ini Cara Miliki E-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendaftaran Dimulai Juni 2016, Ini Cara Miliki E-Kartanu

Bagi warga NU yang beridentitas di luar 30 kabupaten/kota (tahap pertama) bisa mendaftarkan diri untuk menjadi member E-Kartanu sebelum mendapatkan Kartanu.

E-Kartanu adalah Kartanu Elektronik berbasis Android dan IOS yang dapat diunduh secara gratis melalui app store dan play store. Melalui E-Kartanu warga NU bisa melakukan transaksi-transaksi yang memudahkan seperti pembelian pulsa, pembayaran listrik, pembayaran PDAM, dan pembayaran-pembayaran lainnya.?

Melalui E-Kartanu warga juga bisa menabung untuk keperluan masa depannya. Dalam menunjang fitur ini PBNU akan melibatkan lembaga-lembaga NU terkait, sesuai bidang masing-masing. Misalnya Tabungan Zakat (Tazak), Tabungan Kurban (Takur), dan juga Tabungan Infaq dan Shadaqah maka akan berhubungan dengan LAZISNU, Tabungan Wakaf (Tawaf) akan berhubungan dengan Lembaga Wakaf NU (LWPNU).?

Hari Santri 2018

Sementara untuk Tabungan Haji dan Umroh (Tahur) akan berhubungan dengan Lembaga Dakwah NU (LDNU) dan juga Asosiasi Bina Haji NU (ASBIHU NU). Adapun program Gerakan Infak dan Shodaqoh Masjid (Gismas) berhubungan dengan Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) dan lain sebagainya.

Hari Santri 2018

Berikut alur pendaftaran E-Kartanu:

Melalui Aplikasi E-Kartanu

1. Download Aplikasi E-KartaNU via Android atau IOS

2. Isi dan lengkapi data

3. Anda telah terdaftar sebagai pemegang E-Kartanu

Melalui Situs www.kartanu.com

1. Login ke www.kartanu.com

2. Pilih menu daftar. Isi dan Lengkapi data

3. Anda telah terdaftar sebagai pemegang E-Kartanu

Melalui SMS

1. Ketik kartanu (spasi) daftar (Spasi) NomorKTP#nama#NomorHP kirim ke 99333, biaya per SMS 500 rupiah.

2. Anda akan mendapatkan balasan SMS berupa User dan Akses

3. Anda telah terdaftar sebagai pemegang E-Kartanu

(Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Meme Islam Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Rais Syuriyah NU Lampung Utara Wafat

Lampung Utara, Hari Santri 2018. Inna lilahi wa inna ilahi rajiun. Rais Syuriah PCNU Lampung Utara KH Imam Muhyidin wafat sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat (25/9) pagi. Pimpinan pesantren Minhajul Huda Cempaka Sungkai Jaya, Kotabumi Lampung Utara itu meninggal karena sakit.

Rais Syuriyah NU Lampung Utara Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Lampung Utara Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Lampung Utara Wafat

"Beliau juga tercatat sebagai Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Lampung,” ujar SekretarisGP Ansor setempat Hidrikal Mukrom di Kotabumi.

Menurut Hidrikal, aktivis PMII bisa meneladani sejumlah perilaku terpuji almarhum. Almarhum juga dekat dengan anak-anak PMII setempat.

Hari Santri 2018

“Kiai Imam adalah alumni PMII yang termasuk kiai sepuh di pesantren Darul Kair selain KH Abdul Syukur Syah pimpinan pesantren setempat," katanya lagi.

Hari Santri 2018

Ucapan belasungkawa atas wafatnya Majelis Pembina PMII Lampung Utara itu disampaikan sejumlah kolega termasuk Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda. Allahummaghfir lahu warhamhu wa`afihi wa`fu`anhu. Semoga almarhum khusnul khotimah. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, Meme Islam Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Gus Ipul Tekankan Pentingnya Keluarga, Madrasah, Masjid dan Media

Jombang, Hari Santri 2018. Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya keberadaan keluarga, madrasah, masjid dan media. Hal itu dikemukakannya saat memberikan sambutan atas nama Ketua PBNU dalam kegiatan Musyawarah Kerja (Musker) III Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kepuhdoko, Tembelang, Jombang, Ahad, (25/1).

Gus Ipul Tekankan Pentingnya Keluarga, Madrasah, Masjid dan Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ipul Tekankan Pentingnya Keluarga, Madrasah, Masjid dan Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ipul Tekankan Pentingnya Keluarga, Madrasah, Masjid dan Media

Bagi Gus Ipul, keluarga adalah benteng pertama bagi terjaganya akidah dan masa depan generasi muda dari berbagai ancaman yang semakin hari kian mengkhawatirkan. "Kalau keluarganya baik, maka dapat dipastikan anak-anak juga akan terjaga dengan baik," katanya di hadapan peserta Musker.

Demikian juga, lanjut Gus Ipul, yang harus mendapat perhatian adalah keberadaan lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah. "Sekolah Islam harus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi ketersediaan calon pemimpin bangsa di masa depan," terangnya.

Hari Santri 2018

Menurutnya, dengan semakin ketatnya persaingan di dunia pendidikan, hal yang tidak dapat dihindari bagi para pengelola madrasah atau sekolah agama adalah meningkatkan mutu dan layanan sesuai harapan umat. Untuk bisa bertahan di tengah persaingan, lanjut Ipul, madrasah harus memberikan terobosan baru sehingga bisa bersaing dengan sekolah yang telah mapan.

Sedangkan hal ketiga yang diingatkan Gus Ipul adalah masjid. Baginya, masjid harus selalu terbuka dengan masyarakat serta jama’ah. "Jangan sampai masjid malah sering tutup," pesannya.

Hari Santri 2018

Karena itu untuk dapat menfungsikan masjid secara optimal, Gus Ipul menyarankan masyarakat khususnya para pengelola untuk lebih sering mengisi dengan kegiatan keumatan, seperti majlis taklim, membuka layanan kesehatan, simpan pinjam, dan koperasi. 

Gus Ipul mengingatkan semakin banyak masjid yang awalnya dikelola masyarakat dan akhirnya berubah kepemilikan. Apalagi, kata Gus Ipul, para pengelola baru masjid tersebut adalah penyebar Islam yang jauh dari cita-cita para ulama dan salafus shalih.

Terakhir, pada kesempatan tersebut Gus Ipul mengimbau para kiai, ulama dan aktifis NU untuk memanfaatkan media untuk kepentingan dakwah, termasuk internet dan media sosial maupun aplikasi youtube. "Manfaatkan media massa untuk syiar agama ala NU," ungkapnya. 

Kegiatan Musker III PCNU Jombang dihadiri Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur. Tampak hadir pula Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim 0814, Forum Pimpinan Daerah, Pengurus Harian NU serta utusan MWC NU se-wilayah Jombang, termasuk lembaga, lajnah dan badan otonom NU. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pendidikan, Meme Islam Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

Menyelami Fitrah Kemanusiaan Kita

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.


Menyelami Fitrah Kemanusiaan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyelami Fitrah Kemanusiaan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyelami Fitrah Kemanusiaan Kita

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2018

Ada perilaku yang sudah mentradisi di kalangan masyarakat Indonesia tiap kali datang hari raya Idul Fitri. Mereka ramai-ramai merayakannya dengan ekspresi suka cita yang dalam. Sebagian besar orang menyebutnya “hari kemenangan” meskipun seringkali kita sendiri ragu: benarkah kita sedang mengalami kemenangan? Kalaupun iya, kemenangan dari apa dan untuk siapa?

Orang dikatakan menang ketika ia telah sukses mengalahkan sesuatu yang menjadi lawannya. Sesuatu itu bisa berupa hal-hal yang membelenggu, menjajah, menyerang, dan menindas. Dan musuh utama manusia selama puasa Ramadhan sebelum akhirnya merayakan Idul Fitri adalah hawa nafsu. Masalahnya, hawa nafsu membelenggu, menjajah, menyerang manusia bukan dengan penampilan yang seram nanjorok. Sebaliknya, ia justru menghampiri anak Adam sebagai hal yang memikat dan disukai. Di titik inilah puasa menjadi superberat, karena mensyaratkan seseorang tak hanya sanggup menahan lapar dan haus tapi juga sanggup melawan dirinya sendiri yang sering dikuasai kesenangan-kesenangan ego pribadi.

Hari Santri 2018

Rasulullah mengingatkan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kadang orang yang berpuasa tak mendapat hasil dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. Kadang pula orang yang qiyamul lail tak memperoleh hasil dari usahanya tersebut kecuali begadang dan rasa letih.”

Jika demikian, benarkah kita sedang mengalami kemenangan? Kalaupun iya, kemenangan dari apa dan untuk siapa?

Hadirin shalat Jum’at hafidhakumullâh,

Dalam suasana masih Idul Fitri ini penting bagi khatib pribadi dan jamaah sekalian untuk berinstropeksi tentang kualitas ketakwaan yang menjadi tujuan diwajibkannya berpuasa (la‘allakum tattaqûn). Bulan Syawal menjadi ukuran bagi kita untuk memeriksa segenap ibadah, tingkah laku, dan sikap batin kita, apakah mengalami peningkatan mutu, biasa-biasa saja, atau justru mengalmi penurunan. Bagaimana tingkat kepekaan kita kepada sesama, terutama yang membutuhkan? Sudah seberapa jauh sifat riya’, ujub, dengki, suka membual, dan bertindak tidak penting menghindar dari diri kita? Dan lain sebagainya.

Tantangan kita selanjutnya adalah mengungkapkan suka cita pada hari Lebaran dengan penuh makna, bukan sebatas pesta kue hari raya, pamer busana, dan hura-hura. Suasana Idul Fitri sejatinya adalah suasana kemanusiaan. Di momen ini, kita dibangkitkan untuk kian berempati dengan sesama, membuka pintu maaf, serta melepas gengsi untuk mengakui kesalahan lalu meminta maaf. Sebagian orang yang berpunya mengisi saat-saat ini untuk berbagi dengan sanak saudara.

Itulah sebabnya, Islam mengajarkan setiap manusia yang mampu untuk mengeluarkan zakat fitri atau kita sering menyebutnya zakat fitrah. Fithri artinya “suci, karakter asli, bawaan lahir”. Islam—melalui simbol zakat itu—menjadikan solidaritas terhadap sesama, terutama kepada mereka yang sedang butuh uluran tangan, sebagai bagian dari fitrah kemanusiaan kita.

Naluri manusiawi selalu menaruh kepedulian yang tinggi kepada mansuia lainnya, bahkan kepada makhluk lain secara umum, seperti air, tanah, binatang, dan tumbuhan. Garis sikap inilah yang kerap terabaikan dan berat dilaksanakan. Salah satu faktornya adalah manusia kalah dengan hawa nafsunya yang cenderung mengutamakan kepentingan sempit untuk kepuasan diri sendiri. Puasa adalah di antara jalan yang disediakan agama untuk berjihad menaklukkan nafsu yang menjelma seperti “anak manja” itu.

Hadirin shalat Jum’at as‘adakumulâh,

Agama juga disebut-sebut sebagai sesuatu yang fitrah. Artinya, petunjuk-petunjuknya selaras dengan jati diri, watak bawaan, dan naluri manusiawi. Agama memposisikan manusia tak sebatas jasad tapi juga ruh, mempercayai kekuatan adikodrati yakni Tuhan, dan menuntut tiap manusia berakhlak mulia. Semua ini bersifat fitrah.

Justru karena agama ini fitrah inilah agama tidak perlu dipaksakan karena petun¬juknya tidak ada yang bertentangan dengan jati diri dan naluri manusia. Kalau pun ada maka cepat atau lambat akan ditolak oleh penganutnya sendiri, dan inilah bukti bahwa agama memang fitrah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Demikianlah, semoga Idul Fitri benar-benar menjadi momentum yang sesuai dengan artinya, yakni kembali ke kondisi fitrah. Kembali ke jati diri kemanusiaan kita sebagai hamba Allah yang total, kembali tabiat asli manusia sebagai makhluk sosial, dan kembali kepada naluri manusia sebagai makhluk penyayang terhadap lingkungan dan alam secara luas.

Khutbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

Jember, Hari Santri 2018 -

Setelah beberapa waktu lamanya Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jember vakum, kini bendera kumpulan pesilat warga Nahdliyin itu siap dikerek tinggi-tinggi. Hal ini merupakan tekad H. Fathorrazi setelah terpilih secara aklamasi sebagai Pagar Nusa Jember pada konferensi pertama di aula kantor PCNU Jember, Ahad (12/3).

Para pesilat NU yang memang telah lama membutuhkan figur ketua, menilai H. Rosi –sapaan akrabnya—adalah  sosok yang cocok sebagai nakhoda baru Pagar Nusa Jember. Usai terpilih, H. Rosi menyatakan bersyukur telah dipercaya untuk mengisi kursi ketua. “Pertama, ini harus saya syukuri. Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan dengan baik,” ucapnya kepada Hari Santri 2018.

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, Asembagus, Situbondo itu pun bertekad untuk memajukan Pagar Nusa Jember. Untuk itu, katanya, pihaknya  akan membentuk struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa. Selain itu, secara berkala juga akan digelar semacam kompetisi silat di tingkat kecamatan. Tujuannya adalah untuk merangsang sekaligus mencari bibit-bibit baru pesilat NU.

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin Pagar Nusa Jember, H. Rosi Siap Bentuk Struktur hingga Ranting

“Sebenarnya secara tradisi, di desa-desa itu sudah sering dilakukan arisan pencak silat yang tempatnya berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Nanti kalau ada kompetisi resminya, mereka pasti tambah semangat. Kita tinggal ngasih wadah saja,” ungkap H. Rosi

Sementara itu, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) dalam sambutannya berharap agar Pagar Nusa Jember ke depan dapat berkembang dengan segala kegiatannya. Ia ingin agar Pagar Nusa dapat berjaya kembali seperti masa-masa lampau.

Hari Santri 2018

“Tolong Pagar Nusa koordinasi dengan NU. Saya siap memfasilitasi dan mensosialisasikan Pagar Nusa yang baru ini di tingkat kecamatan maupun ranting,” jelasnya.

Selain dihadiri Gus A’ab dan jajaran pengurus NU Cabang Jember dan tokoh-tokoh pesilat Pagar Nusa, hadir juga Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur H. Faidol Mannan dan tokoh Pagar Nusa Jember H. Rasyid Zakariya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Internasional, Ubudiyah Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

Probolinggo, Hari Santri 2018 - Semangat santri masa kini harus mampu menguasai ilmu agama dan teklonogi. Hal ini penting dilakukan agar santri tidak mudah dibodohi dan mampu memiliki bekal ketrampilan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko dalam kegiatan dzikir dan sholawat yang digelar oleh Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang LDNU Kota Kraksaan di Lapangan Kecamatan Pajarakan, Sabtu (22/10) malam.

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

"Marilah para santri yang ada di Kabupaten Probolinggo bersama-sama memberikan kontribusi yang positif demi mendukung program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo," katanya.

Hari Santri 2018

Menurut Timbul, seorang santri harus selalu mengedepankan akhlak dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab santri itu adalah bagian dari harapan masa depan bangsa Indonesia.

"Sebagai seorang santri, marilah dalam setiap gerak langkah kaki kita, khususnya dalam kehidupan sehari-hari senantiasa bercermin kepada Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari. Sebab beliaulah yang telah mencetuskan Resolusi Jihad demi perjuangan santri," katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan teatrikal perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dimana para santri dengan gigihnya berjuang melawan penjajah lewat Resolusi Jihad.

Hari Santri 2018

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan hingga tingkat Ranting, baik lembaga maupun badan otonom. Dzikir dan sholawat ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam Hari Santri 2018

Jumat, 08 Desember 2017

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengingatkan, tugas para pemuka agama mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa, bukan golongan tertentu saja.

Para ulama, dalam hal ini, harus melibatkan diri tanpa harus membedakan latarbelakang warga negaranya. Menurut Kang Said, persoalan sosial seperti penularan HIV, mengancam manusia tanpa pandang usia, golongan, jenis kelamin, agama, dan kategori lainnya.

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Agama Atasi Persoalan Bangsanya, Bukan Golongannya

“Para kiai ditugaskan liyundziru qaumahum, mengingatkan warga negaranya,” kata Ketum PBNU dalam jumpa pers yang meluncurkan gagasan ‘Jihad Melawan HIV/AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, Selasa (9/10) petang.

Hari Santri 2018

Ancaman penularan HIV misalnya, menuntut kepedulian dan peran nyata para kiai. Dengan imbauan moral, para kiai dapat berperan nyata dalam menurunkan laju angka penularan HIV yang mematikan.

Hari Santri 2018

Secara moral, para kiai dapat mengecam praktik yang menyebabkan potensi penularan HIV seperti pergaulan bebas, pemakaian jarum suntik narkoba bergantian, dan sebab lainnya, imbuh Kang Said. Mereka di saat yang sama, mengimbau masyarakat untuk tidak menyudutkan pengidap positif HIV.

Dengan demikian, pemuka agama tidak larut hanya pada persoalan persoalan keagamaan. Mereka secara aktif berperan dalam persoalan masyarakat yang meminta kepedulian dan solidaritas sosial dari banyak pihak.

Selain pendalaman terhadap kajian agama, kepedulian dan solidaritas sosial ini menjadi satu tugas yang mesti diemban para kiai. Al-Quran telah menugaskan mereka untuk dua tugas tersebut, pungkas Kang Said. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Meme Islam Hari Santri 2018

Senin, 04 Desember 2017

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Tangerang, Hari Santri 2018

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang menilai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) termasuk kelompok sparatis karena menolak ideologi Pancasila dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang KH Abdul Muthi bahwa keberadaan ideologi organisasi tersebut dalam kajian fiqih adalah makar (bughat) terhadap negara karena ingin membangun negara di dalam negara.  Hizbut Tahrir Indonesia berdasarkan fatwa dari Abuya Muhtadi dari Cidahu, Pandeglang, Banten, adalah haram untuk diikuti.

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tangerang: Kami Tak Rela Indonesia Terpecah karena Khilafah

Ketua PCNU Kota Tangerang Bunyamin menjelaskan, ideologi khilafah bertentangan dengan Pancasila, maka sudah sepantasnya negara mengatur ketat ideologi ormas yang merusak keutuhan NKRI ini.

Hari Santri 2018

Apalagi, lanjutnya, saat ini kelompok ini mengklaim sebagai satu-satunya ormas yang rahmatalillamin (menebar kasih dan sayang), padahal praktiknya jauh dari itu. Mereka tidak mengakui Pancasila, meliberalisasi warga NU, menutup sejarah perjuangan bangsa, dan lain sebagainya.

"Ideologi khilafah membahayakan persatuan bangsa, sebab itu kami tidak rela Indonesia terpecah belah hanya karena khilafah dan pemahaman agama yang sempit,” paparnya di sela kegiatan aksi HTI mendeklarasikan diri sebagai rahmatan lil ‘alamin yang dikawal oleh PCNU Kota Tangerang), BEM STISNU Nusantara, PC PMII Tangerang, GP Ansor dan Kesbangpol Kota Tangerang, Ahad (10/4) pagi.

Hari Santri 2018

Ibnu Jandi, dosen STISNU Nusantara menambahkan bahwa HTI dan para pendukung khilafah secara sadar sudah melanggar UUD 1945. "HTI harusnya sudah dibubarkan karena mengancam bangsa ini," ujarnya.

"Negara rasanya tidak adil, seakan hanya berani sama Zaskia Gothic yang hanya kebodohannya diseperti-itukan. Ini HTI yang sudah jelas jelas secara pemikiran dan ideologi bertentangan dengan ideologi bangsa, bahkan dapat merusak kecintaan generasi muda di masa depan untuk mempertahankan NKRI, masih dipelihara," tambahnya. (Qustulani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, AlaNu, Ulama Hari Santri 2018

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020

Jombang, Hari Santri 2018. Sejak tahun 1971, perempuan ini sudah menjadi anggota DPRD Jombang. Periode berikutnya, 1997 hingga 2012 menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Hingga tahun 2018 dipercaya sebagai Wakil Bupati Jombang. Dan hari ini, Nyai Hj Mundjidah Wahab dilantik sebagai Ketua PC Muslimat NU Jombang periode 2015-2020.

Dalam sebuah kesempatan pertemuan halal bihalal alumni PC IPNU dan IPPNU Jombang, salah seorang undangan mengatakan, "Andai saja mau, mestinya Bu Nyai Mundjidah Wahab sudah punya perusahaan besar karena menjadi anggota dewan sejak muda. Tapi karena kecintaan kepada organisasi, keinginan memperkaya diri diacuhkannya."

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiprah Mundjidah Wahab, Ketua Muslimat NU Jombang 2015-2020

Dan masih dalam sambutan di acara tersebut, Bu Mun, sapaan akrabnya mengemukakan bahwa tidak ada keinginan bagi dirinya memperkaya diri. Sejumlah dana yang harus diberikan kepada konstituen, disampaikan dengan pelaporan yang dapat dipertangungjawabkan.?

"Dari mulai menyediakan seragam, papan nama untuk kepengurusan GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dan kegiatan lain," katanya. Dana itu juga harus dibagi sesuai Dapil atau daerah pemilihan tempat ia terpilih sebagai wakil rakyat, yakni Kota dan Kabupaten Mojokerto, Madiun, Kabupaten Jombang, serta Nganjuk.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Baginya, tugas para aktivis NU adalah memberikan perhatian kepada sejumlah kegiatan dan kebutuhan para kader. "Semua bisa, andai saja ada kemauan," ungkapnya.

Aktivis sejak muda

Nama lengkap perempuan ini adalah Nyai Hj Mundjidah binti KH Abdul Wahab Hasbullah. Ia dilahirkan di Jombang tepatnya tanggal 22 Mei 1948. Abahnya adalah seorang ulama besar yakni penggagas, pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama (NU). Bu Nyai Mundjidah, demikian sebagian orang menyapa, lahir dan dibesarkan dalam tradisi dan kultur pesantren yang menghargai perbedaan.?

Melalui NU dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), aktualisasi semangat tersebut dilakukan secara konsisten dan berlangsung hingga saat ini. Konsistensi perjuangan inilah yang telah membentuk karakter pribadi yang kuat dan telah teruji dalam berbagai rezim politik, sekaligus sebagai pembeda dengan para politisi yang lain.

Bu Mun adalah simbol perempuan aktif di Jombang. Putra kesembilan dari pasangan Mbah Wahab dengan Nyai Hj Rahma ini telah menjadi saksi perjalanan bangsa. Ghirah perjuangan dari sang abah telah menitis dalam sanubarinya. Sehingga meski usia masih belia, sudah turut aktif di garda depan perjuangan. Tahun 1965 pada tragedi berdarah G30S/PKI, ia memiliki andil yang tidak kecil dalam melawan kekejaman kaum sosialis atheis tersebut bersama elemen bangsa yang lain karena saat itu aktif sebagai Bendahara KAPPI Cabang Jombang.

Berproses di NU bukan menjadi sesuatu yang baru karena sudah kenal jamiyah ini sejak bocah. "Abah selalu mengajak anak-anak mengikuti ke mana saja ada kegiatan NU, utamanya saat ada muktmar," kenangnya.

Organisasi Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) diikuti sejak dini dan akhirnya dipercaya menjadi ketua (1965-1968). "Banyak kenangan manis semasa berproses di IPPNU," katanya dengan senyum khasnya. Di antaranya, bagaimana senantiasa menjaga semangat pantang menyerah dalam berjuang, membesarkan panji NU, berkeliling dari kepengurusan anak cabang hingga ranting. "Bahkan saya datang ke pelosok desa dengan hanya bermodalkan sepeda pancal," katanya.

Tidak jarang bersama teman aktivis yang lain mencukupkan dengan berjalan kaki. "Semua itu menjadi pondasi yang kokoh bagaimana berkiprah di NU," katanya. Sehingga buah dari berproses tersebut telah menjadikan semangat berjuang di jamiyah masih tetap berkobar hingga kini, lanjutnya.

Berkhidmat di NU terus dijalani hingga kini. Selepas dari IPPNU langsung aktif dalam organisasi keputrian NU yaitu Fatayat (1969-1972). Awal bergabung dengan Fatayat, langsung dipercaya masuk dalam jajaran pengurus harian, tepatnya menjadi Ketua II PC Fatayat NU Jombang. Dan berbekal pengalaman memimpin IPPNU, selang enam tahun (1978-1983) dipercaya menjadi Ketua PC Fatayat NU Jombang. Dan di tengah khidmat itu (1973-1978) juga dipercaya untuk masuk dalam jajaran kepengurusan harian PC Muslimat NU Jombang sebagai sekretaris.

Baru pada tahun 1984, Mundjidah muda diberi mandat memimpin PC Muslimat NU Jombang untuk kali pertama. "Namun dengan adanya peraturan larangan rangkap jabatan, buah dari Muktamar Situbondo, maka posisi itu harus saya tanggalkan," ungkapnya.

Pengalaman berorganisasi menjadikan Bu Mun semakin memahami karakter warga, khususnya warga NU. Kemampuan berorganisasi telah menghantarkannya duduk di kursi wakil rakyat sejak 1971 hingga 2012. Berawal dari Fraksi NU DPRD Kabupaten Jombang (1971-1977) berlanjut selama tiga periode aktif di Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Jombang. "Ini ? sebagai buah kebijakan fusi partai pada masa penguasa Orde Baru yang meleburkan Partai NU ke dalam PPP," katanya. Dan mulai 1997 hingga 2012 aktif di DPRD Jawa Timur dalam Fraksi Persatuan Pembangunan serta sekarang hingga 2018 menjadi Wakil Bupati Jombang.

Meskipun dipercaya umat menjadi anggota dewan, kegiatan di pesantren tetap dilakukan. Bu Nyai Mundjidah adalah pengasuh asrama Lathifiyyah 2 dan juga Wahabiyyah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Demikian juga kegiatan di luar tetap tidak dikendorkan. Kendati usia telah menginjak kepala tujuh, namun yang melekat dari dirinya adalah tetap energik dalam beraktifitas.

Dulu, saat posisinya sebagai Ketua PC Muslimat NU Jombang dan sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, tetap mengharuskannya mampu membagi waktu dengan baik. "Menjadi imam rawatib bagi santri, tetap saya usahakan," katanya. Dan dengan pengalaman berorganisasi yang telah lama dilakoni, membuat dia bisa membagi waktu dengan baik.?

Dan hari ini di Ballroom Hotel Yusro Jombang, ia bersama kepengurusan PC Muslimat NU Jombang periode 2015 hingga 2020 akan dilantik. Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa akan memimpin prosesi ini dan memberikan pengarahan. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Cerita, News Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

Bagi Bangsa Indonesia, peci hitam memiliki arti penting. Peci ini dipakai Presiden pertama RI keliling dunia. Tak ayal, para pemimpin negara sahabat pun akrab dengan peci tersebut. Di mana peci hitam tampak, di situlah orang Indonesia disebut. Peci hitam memang menjadi identitas kebangsaan kita.

Dalam buku “Berangkat dari Pesantren”, Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri menceritakan tentang uniknya peci hitam. Suatu ketika, di sela-sela sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada September 1959 muncul kisah menarik.

Bung Karno, kata Kiai Saifuddin Zuhri, menyatakan bahwa dia sebenarnya kurang nyaman dengan segala pakaian dinas kebesaran. Akan tetapi, semuanya dipakai untuk menjaga kebesaran Bangsa Indonesia.

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

“Seandainya saya adalah Idham Chalid yang ketua Partai NU atau seperti Suwiryo, ketua PNI, tentu saya cukup pakai kemeja dan berdasi, atau paling banter pakai jas,” ujar Bung Karno sambil melihat respon hadirin.

Dengan yakin dan percaya, proklamator itu menegaskan tidak ada melepas peci hitam saat acara resmi kenegaraan.

“Tetapi soal Peci Hitam ini, tidak akan saya tinggalkan. Soalnya, kata orang, saya lebih gagah dengan mengenakan songkok hitam ini. Benar enggak, Kiai Wahab?” tanya Bung Karno pada Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga anggota DPA, KH Abdul Wahab Hasbullah.

Hari Santri 2018

Dengan tangkas, Mbah Wahab pun segera menimpali lontaran Bung Karno itu. “Memang betul, saudara harus mempertahankan identitas itu. Dengan peci hitam itu, saudara tampak lebih gagah seperti para muballigh NU,” jawab sang kiai.

Sontak, pernyataan kiai kharismatik ini langsung disambut gelak tawa seluruh anggota DPA. Suasana pun meriah oleh canda tawa dan tepuk tangan hadirin.

Hari Santri 2018

“Dengan peci itu saudara telah mendapat banyak berkah. Karena itu, ketika berkunjung ke Timur Tengah, saudara mendapat tambahan nama Ahmad. Ya, Ahmad Soekarno,” seloroh Kiai Wahab yang lagi-lagi disambut gelak tawa hadirin. (Musthofa Asrori)

?

Disarikan dari buku “Berangkat dari Pesantren”, karya KH Saifuddin Zuhri

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Rabu, 22 November 2017

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan

Jember, Hari Santri 2018

Tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menolak tambang emas di Kantor Bupati Jember, Senin, memantik reaksi. Sejumlah elemen mahasiswa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Gerakan Pemuda Ansor, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan aktivis lingkungan mendatangi gedung DPRD Jember, Selasa (24/5).

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Sasaran Kekerasan, PMII dan Sejumlah Elemen Minta Keadilan

Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi dan sejumlah anggota DPRD yang lain. Intinya, mereka mengadukan tindakan koboi aparat keamanan terhadap mahasiswa PMII yang menggelar unjuk rasa.

Seperti diketahui, untuk ke sekian kalinya, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jember. Dalam aksi tersebut terjadi saling dorong antara Satpol PP dan pengunjuk rasa. Kuatnya dua kekuatan yang berjibaku dorong itu mengkibatkan pintu gerbang Kantor Pemkab Jember, roboh. Dan sejurus kemudian, sejumlah aparat keamanan yang terdiri dari Satpol PP dan polisi mengejar pengunjuk rasa yang semburat ke alun-alun. Dan mereka pun menjadi sasaran pentungan petugas.

Hari Santri 2018

Menurut Ketua PC PMII Kabupaten Jember, Sulamet, tindakan represif yang telah dipertontonkan aparat keamanan tidak bisa diterima. Dikatakannya, apa yang dilakukan PMII terkait dengan penolakan tambang merupakan suara mayoritas warga Jember. Lebih-lebih NU sejak lama juga telah menolak adanya pertambangan di wilayah Jember. "Karena itu, kami minta keadilan hukum agar aparat yang telah bertindak sewenang-wenang juga ditindak," jelasnya.

Tuntutan tersebut mendapat dukungan dari aktivis lingkungan, Miftahul Rahman. Menurutnya, unjuk rasa adalah hal biasa dalam demokrasi. Oleh karenanya, jika ada pelanggaran kekerasan maka harus diproses secara hukum. Lebih dari itu, katanya, soal penolakan tambang sesungguhnya sudah menjadi kesepakatan mayoritas warga Jember. "Inginnya teman-teman mahasiswa agar Bupati secara resmi menolak rencana penambangan emas di Jember. Itu saja. Tapi kok disambut dengan pentungan," terangnya.

Hari Santri 2018

Menggapi itu, anggota Komisi A DPRD Jember, David Handoko Seto menegaskan bahwa pihaknya akan segera memanggil Kepala Satpol PP dalam waktu dekat. "Bagimanapun ini harus ada yang bertanggungjawab," jelasnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Hikmah Hari Santri 2018

Kamis, 16 November 2017

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang

Tegal, Hari Santri 2018 - Pangkalan Gugusdepan (Gudep) SMA Maarif NU Jatinegara, Tegal menggelar Pelatihan Pengelolaan Dewan Kerja (PPDK), Ahad (8/10) di sekolah setempat.

Wakil Kepala SMA Maarif NU Jatinegara Inamul Auva mengatakan, kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk mempersiapkan pengurus dewan kerja Ambalan yang baru dalam mengelola kegiatan di pangkalan Gugusdepan.

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Koramil Bekali Pramuka SMA Maarif NU Wasbang

"Dalam kegiatan itu, kita sengaja menggandeng Koramil Jatinegara untuk menyampaikan tentang pentingnya wawasan kebangsaan dan nasionalisme," ujarnya.

Harapannya, lanjut Auva, pengurus baru Dewan Kerja Ambalan Syarif Hidayatullah dan Siti Khodijah SMA Maarif NU Jatinegara sejumlah 30 orang akan lebih siap, disiplin dan cakap dalam mengelola Ambalan.

Hari Santri 2018

"Selain itu, rasa kebangsaan dan nilai-nilai Nasionalisme dan Cinta tanah air juga wajib dimiliki oleh Pramuka Maarif NU," tandasnya

Dalam pelatihan itu, selain materi wawasan kebangsaan, diberikan pula materi tentang praktek PBB oleh Babinsa Koramil Adiwerna dan tatakelola Administrasi Dewan Kerja oleh pengurus Kwartir Ranting Jatinegara. (Hasan/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Meme Islam, Ulama Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock