Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan, seseorang yang mengetahui jati dirinya, dia tidak akan sombong atau membanggakan dirinya sendiri. Pasalnya, jika seseorang yang shalatnya rajin, tidak ada fahsak wal munkar.

"Allah itu memasukkan hambanya ke surga bukan karena amalnya saja, tapi karena anugerahnya Allah SWT dan bukan juga karena shalatnya saja," kata Gus Mus saat memberikan pencerahan pada acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah di halaman masjid Al-Ikhlas Bluru Permai, Sidoarjo, Sabtu (29/4) malam.

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Shalatnya manusia itu bentuk syukur kepada Allah. Kalau ada orang yang tidak shalat, berarti orang itu tidak mengerti syukur kepada Allah.

"Kalau seseorang mensyukuri nikmatnya Allah, selalu mengucap Alhamdulillah, seperti bangun tidur mengucap Alhamdulillah, bisa melihat dan bernafas Alhamdulillah saja. Sebab seseorang yang tidak bisa kencing pun, berapa juta untuk operasi," paparnya.

Hari Santri 2018

Gus Mus menegaskan, dalam sehari disediakan waktu lima kali untuk bersyukur kepada Allah. Shalat itu penting, semoga diberikan Allah kemudahan sehingga bisa menjalankan ibadah shalat sebagaimana mestinya dan tidak sombong.

"Kalau bisa sowan ke Allah. Karena Allah itu begitu baiknya. Kalau sudah tua seperti saya ini, sepertiga malam selalu dibangunkan Allah. Hubungan kepada Allah dijaga sehingga hubungan dengan kawula (hamba) Allah terjaga. Kalau hubungan dengan manusia tidak baik berarti hubungannya dengan Allah palsu," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Halaqoh Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

Subang, Hari Santri 2018. Menyusul pengobatan gratis beberapa waktu lalu di desa Rancahilir, Pamanukan, Fatayat NU Subang kali ini berbagi dengan warga Subang. Dalam rangka memperingati harlah ke-64, mereka menyerahkan santunan kepada seratus sepuluh warga yang membutuhkan di SMP NU Ghofarana, Pusakajaya, Ahad (6/7).

Menurut Ketua Fatayat NU Subang Tia Agustiawati, bakti sosial ini melibatkan 60 faqir miskin dan 50 orang anak yatim. Untuk faqir miskin, kata dia, kita menyerahkan sembako dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara anak yatim diberikan sejumlah peralatan belajar dan pendidikan.

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Subang Salurkan Santunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Subang Salurkan Santunan

"Dengan Harlah Fatayat ke-64 ini kita tingkatkan komitmen dan kepekaan sosial pemudi NU yang maslahat untuk umat," kata Tia.

Hari Santri 2018

Melalui pengabdian dan eksistensinya sebagai kaum yang memberikan manfaat bagi warga kurang mampu, kehadiran Fatayat NU Subang dirasakan masyarakat.

Hari Santri 2018

Seorang penerima bantuan, Dasem (70) mengapresiasi kegiatan sosial ini. “Alhamdulillah, semoga apa yang diberikan menjadi barokah. Bantuan ini akan kami gunakan dengan baik. Karena, kami sangat susah dalam mencari kebutuhan rumah tangga. Semoga ini juga menjadi pembelajaran untuk semuanya,” ujar Dasem. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Fragmen Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus

Pati, Hari Santri 2018



Wali merupakan kekasih Allah. Mereka tidak kagetan, tidak punya rasa takut dan susah. Bahkan terhadap malaikat Munkar dan Nakir sekalipun.

Demikian yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang KH Musthofa Bisri (Gus Mus) dalam pengajian umum di Mushala Nurul Huda dalam Haul ke-26 KH Maimun Desa Kertomulyo, Trangkil, Pati, Sabtu (11/11).

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus

 

Pada pengajian yang dihadiri ribuan umat Islam tersebut, Gus Mus menerangkan, wali itu tak pernah takut dan merasa susah. Ia menggambarkan wali dalam surat Al-Ahqof ayat 13: Innalladzina robbunallahu tsummastaqomu fala khoufun alaihim walahum yahzanun. Artinya, "Sesungguhnya orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqomah, maka tidak ada ketakutan terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersusah."

Hari Santri 2018

 

Kemudian Gus Mus menjelaskan bila para wali merupakan teman para malaikat. Ketika Allah mengasihi hamba-Nya, malaikat pun ikut mengasihi. Dalam Al-Quran malaikat pun bebicara bahwa mereka adalah teman para wali. Nahnu auliyaukum fil hayatiddunya wafil akhiroh.

 

"Ciri-ciri wali itu ada dua. Yang pertama mengakui Allah sebagai Tuhannya dan yang kedua jejeg (istiqomah)," tandas kiai asal Rembang ini.

Hari Santri 2018

 

Gus Mus memetikkan Surat Fushshilat ayat 30: Innalladzina qolu robbunallah tsummastaqomu tatanazzalu alaikumul malaikatu alla takhofu wala tahzanu wa absiru bil jannati kuntum tuadun. Yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan Kami adalah Alloh, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut,  dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."

 

Selain mengakui Allah sebagai Tuhannya, seorang wali harus istiqomah (jejeg) dalam menyembah Allah. Gus Mus mencontohkan seseorang shalat di suatu mushala hendaknya tetap istiqomah shalat meskipun berada di mana pun tempat dan daerahnya. Sebab al istiqomatu khoirun min alfi karomah.

 

"Sederhananya kalau beribadah kepada Allah itu yang sedang-sedang saja, jangan ngotot dan berlebihan," tambah Gus Mus.

 

Gus Mus menilai bila orang yang beribadah ngotot dan berlebih-lebihan tidak akan bisa istiqomah. Ibarat orang ngaji Al-Quran khatam tiga kali pada bulan puasa, tapi sama sekali tak menyentuh Al-Quran setelah bulan puasa lewat. Bahkan, banyak orang jaman sekarang yang berpolitik berlebih-lebihan, menyukai calonnya berlebihan, menyukai dan membenci orang berlebihan.

"Padahal berlebihan tidak disukai Allah," pungkasnya. (Ahsol Matkan/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Halaqoh Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

Hari Santri 2018

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Halaqoh, Ubudiyah Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Februari 2018

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Hari Santri 2018. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Hari Santri 2018

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

Hari Santri 2018

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Halaqoh Hari Santri 2018

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Kudus, Hari Santri 2018 - Pengasuh Pesantren Nahdlatut Thalibin Tayu Pati KH Ahmad Nadhif Mujib (Gus Nadhif) mengingatkan setiap muslim supaya tidak? melakukan perbuatan yang bisa mengakibatkan kepanikan orang lain. Karena, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa membuat kepanikan orang lain termasuk kezhaliman yang sangat besar.

"Kita jangan sampai berbuat yang bikin orang lain panik karena hadits sudah tegas itu zhalim besar. Bahkan perbuatan tersebut bisa seperti setingkat kurang sedikit dari kemusyrikan," katanya saat menyampaikan mauizhah hasanah dalam halal bihalal dan peresmian Madrasah Diniyyah Darussalam Desa Padurenan Gebog Kabupaten Kudus, Senin (25/7).

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nadhif: Jangan Buat Panik Orang Lain

Gus Nadhif menuturkan kisah sahabat nabi yang sedang guyon menggoda temannya yang lagi tidur. Pedang dan tombak yang dibawanya, disembunyikan oleh temannya sehingga ketika ia bangun terlihat kebingungan.

Hari Santri 2018

"Sebetulnya nabi suka guyon yang tidak berlebihan sehingga mendengar sahabat menyembunyikan sandal temannya itu, beliau melarang. Tidak halal orang Islam membuat panik atau bingung temannya meskipun maksudnya untuk guyonan," tegasnya.

Di hadapan ratusan wali santri Madin Darussalam, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga menjelaskan ciri-ciri orang bangkrut. Mengutip penjelasan ulama, Gus Nadhif menerangkan bahwa orang-orang yang dikatakan bangkrut adalah mereka yang selalu rajin shalat, zakat, dan menunaikan haji tetapi masih suka berbuat hasud ataupun menzhalimi orang lain.

"Meskipun shalatnya rajin dan bacaannya fasih, namun misohi (ngumpat)-nya juga fasih. Orang ini akan menanggung beban dosa orang yang ia zhalimi. Inilah yang dinamakan sejatinya orang bangkrut menurut kanjeng nabi," jelasnya.

Hari Santri 2018

Terkait halal bihalal, Gus Nadhif menerangkan puasa ramadhan satu bulan penuh hanyalah untuk menebus dosa kepada Allah. Sementara umat manusia juga memiliki dosa di antara sesama.

"Kita tidak hanya sadar dosa kepada Allah melainkan sadar dosa kepada manusia," katanya.

Halal bihalal, jelas Gus Nadhif, merupakan ajaran baik dari ulama jawa dan Walisongo. Karenanya,? setiap muslim supaya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meminta dan memberi maaf antarumat manusia pada setiap bulan Syawwal. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Aswaja Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam!

Kudus, Hari Santri 2018. Memasuki bulan puasa, Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menyerukan kepada para pendukung dan tim sukses calon presiden dan wakil presiden agar meningkatkan persaingan secara sehat, tanpa kekerasan dan kampanye hitam.

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Puasa, Stop Kampanye Hitam!

Ketua PC ISNU Kudus Kisbiyanto menyatakan, bulan suci Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mawas diri dan memperbaiki cara-cara persaingan agar lebih elegan. Para pendukung diimbau lebih mengunggulkan calon masing-masing tanpa harus merendahkan lawannya.

“Pada masa kampanye yang tersisa sebaiknya para timses bisa menyesuaikan kegiatan politiknya sehingga tidak mengganggu suasana orang berpuasa,” katanya kepada Hari Santri 2018, Senin (30/6).

Hari Santri 2018

Ditegaskan, Ramadhan tidak perlu lagi dipenuhi dengan kampanye bergaya pembunuhan karakter terhadap lawan politik. Karena pembunuhan karakter dinilai mampu membalikkan isu negatif kepada pembuat isu.

"Identitas asli bangsa Indonesia adalah kebersamaan dan cinta damai. Maka berhati-hatilah, jangan gunakan kampanye hitam,” katanya mengingatkan.

Hari Santri 2018

Dosen STAIN Kudus ini menyatakan, pelaksanaan pilpres juga merupakan bagian dari keberagamaan umat muslim, yakni proses memilih seorang pemimpin. “Oleh karenanya, penyelenggara pilpres agar tetap menjaga keamanan maupun kenyamanan, jangan sampai melalaikan tugas hanya karena alasan berpuasa,” imbuh Kisbiyanto.

Kendati masih banyak agenda politik, harap Kisbiyanto, petugas pelaksana pemilu seperti KPU hingga KPPS, Bawaslu dan peserta pemilu serta tim sukses agar? selalu tetap meningkatkan ibadahnya bagi ummat Islam selama bulan suci Ramadhan. (QomarulAdib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock