Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

Jombang, Hari Santri 2018 . Sidang Pleno untuk mengesahkan hasil sidang komisi-komisi pada Muktamar Ke-33 NU telah usai dilaksanakan, Rabu, (5/8).? Salah satu poin yang dihasilkan dan disahkan dalam hal keorganisasian NU adalah terkait masuknya PMII (Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) dan Korpri (Korps PMII Putri) sebagai badan otonom NU.

Menanggapi hasil sidang pleno tersebut, Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya (ITS-PENS-PPNS) yang? beberapa hari terakhir membuat gerakan viral Siap kembali ke NU menyatakan memberikan dukungan penuh.

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

"Sejatinya perjalanan kajian panjang sudah kami lakukan sejak tahun 2011 terkait positioning PMII terhadap NU. Sikap kami sudah kami sampaikan melalui Maklumat Surabaya pada tanggal 31 Januari 2015 yang isinya secara garis besar intinya menyatakan PMII harus kembali ke NU," ujar Imam, Ketua Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya, di Jombang, Jatim.

Hari Santri 2018

Dalam ulasannya, Imam juga menyampaikan tiga hal pokok yang menjadi pertimbangan terkait posisi PMII terhadap NU. Pertama terkait ideologi Islam Aswaja; kedua, terkait pertarungan kekuatan global dan internasional, dan yang ketiga tentang kebutuhan dan kekuatan cluster kaum intelektual muda NU.

Hari Santri 2018

Terkaithasil sidang pleno tersebut selanjutnya secara organisasi akan diselesaikan dalam internal tubuh PMII . (Ahmad Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, IMNU Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Blitar, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang ? Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar memberangkatkan 8 orang ? untuk mengkuti pendidikan dan latihan (Diklat) Falakiyah atau kaderisasi Ulama Hisab Rukyat Angkatan XVIII pada 30 September-2 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya.

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Blitar Utus 8 Orang Ikuti Diklat Falakiyah di Surabaya

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Kiai Syamsul Hadi Al-Bendhoti mengatakan bahwa yang dikirim diklat di Surabaya ini semua adalah pengurus Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Blitar.?

“Mereka yang kita kirim dari Blitar semua pengurus LFNU Kabupaten Blitar.Mereka diantaranya ? Ustdaz Sahruna, Kuswandi Spdi,Amru Rofieq dan Mukorobin,” ujar Syamsul Hadi Al-Bendoti.

Menurut Syamsul, pelatihan ini sangat penting untuk kaderisasi intlektual dalam bidang ? rukyatul hilal dan hisab.?

“Saat ini jarang kader muslim yang berminat menekuni masalah ini.Untuk itu kami akan berusaha mempertahankan ilmu melalui pendidikan kader seperti ini,” kata pengasuh pesantren Mambaul Hidayah Kedawung, Nglegok Blitar itu.

Hari Santri 2018

Mengapa demikian, karena Blitar selalu menjadi bagian lokasi untuk melihat hilang setiap menjelang puasa dan lebaran. Tepatnya di Pantai Serang atau di Pantai Tambakrejo.?

”LFNU selalu diminta satu tim untuk mendapingi petugas rukyaul hilal dari Kemenag. Untuk itu kesempatan pelatihan ini kita manfaatkan untuk kaderisasi dan sekaligus ? peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” tambah mantan pengurus GP Ansor Kabupaten Blitar itu. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Pertandingan, IMNU, Budaya Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Jepara, Hari Santri 2018 - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melantik pengurus PC GP Ansor Kabupaten Jepara masa khidmat 2017-2021 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (02/12) siang.  

Wakikl Ketua Bidang Keagamaan PP GP Ansor Muhammad Lutfi Thomafi, didaulat melantik pengurus Ansor Cabang Jepara yang dinakhodai Syamsul Anwar. Adapun Sholahuddin Aly, Ketua PW Ansor Jawa Tengah yang juga hadir dalam pelantikan tersebut membacakan surat keputusan (SK).

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf itu dihadiri oleh ribuan Syecher Mania.

Hari Santri 2018

Hadir pula dalam kesempatan itu Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Anggota DPR RI H Noor Ahmad, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, perwakilan Lembaga serta Banom NU se-kabupaten Jepara.

KH Ubaidillah Noor Umar mewakili PCNU Jepara dalam uraiannya menyampaikan kader yang hari ini menjadi pengurus Ansor kelak menjadi pengurus NU.

Hari Santri 2018

“Rais Syuriah PCNU Jepara dulu adalah Ansor,” tutur kiai yang akrab Mbah Ubaid ini sebagai wujud kebanggaan.

Sebab itu, Rais Syuriah PCNU Jepara itu bangga pengurus PP GP Ansor memperhatikan GP Ansor Jepara. Mbah Ubaid berpesan, “Yang menguatkan NU sejatinya ya wong desa,” paparnya.

Luthfi Thomafi dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi menjadi salah satu poin penting. Dalam setiap bulan imbaunya perlu ada kegiatan kaderisasi mulai PKD, Diklatsar dan program yang lain.

Pengasuh pesantren Al-Hamidiyah Lasem Rembang itu menambahkan sosok ketua GP Ansor ialah imam. Sehingga menjadi ketua harus menjadi teladan yang baik.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Dia berharap Ansor bermanfaat untuk masyarakat. Habib Syech yang memimpin jalannya pembacaan shalawat juga memberikan pesan.

Disampaikan Habib Syech, bahwa Ansor adalah pelopor kebaikan. Ansor lanjut Habib Syech ialah pembela ajaran Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Ketua PC GP Ansor Jepara, Syamsul Anwar menegaskan Ansor ke depan punya banyak tantangan dari ancaman terorisme, radikalisme dan soal yang lain. “Mari ubah organisasi kita menjadi gerakan riil untuk umat Islam,” tandasnya.

Penyematan Seragam Banser

Selain Maulid Nabi dan pelantikan, kegiatan juga disisipi dengan penyematan seragam Banser untuk Habib Syech, H Noor Ahmad (anggota DPR RI) serta perwakilan Kapolres Jepara.

PC GP Ansor Jepara juga memberikan penghargaan kepada ranting yang memperoleh akreditasi terbaik. Ketiga Ranting tersebut meliputi Nalumsari kecamatan Nalumsari, Kaliombo kecamatan Pecangaan serta Langon kecamatan Tahunan.

Juga pemberian penghargaan kepada Banser atas pengabdian terlama. Adapun yang memperoleh penghargaan H Suyono (Kecamatan Jepara), Supriyadi (Kecamatan Donorojo) dan Purnomo (Kecamatan Keling). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

Hari Santri 2018

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Hari Santri 2018

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Pertandingan Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Ketika Jumlah Kursi Tak Cukup untuk Kader Ansor

Pekalongan, Hari Santri 2018



Perhelatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, Ahad (12/11) diperkirakan bisa tertampung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) berkapasitas 2000 kursi, ternyata pesertanya di luar dugaan panitia.

Ketika Jumlah Kursi Tak Cukup untuk Kader Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Jumlah Kursi Tak Cukup untuk Kader Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Jumlah Kursi Tak Cukup untuk Kader Ansor

Dari data resmi panitia, peserta yang melakukan daftar ulang tidak sampai menyentuh angka 2000 peserta, sehingga panitia menyatakan cukup dengan tidak perlu menambah kursi cadangan untuk menampung seluruh peserta Konferwil.

Namun apa dikata, ternyata dugaan panitia meleset, karena peserta yang hadir jauh lebih banyak dari data resmi yang dimiliki panitia.

Maka yang terjadi adalah, seluruh peserta memaksa diri untuk masuk ke gedung milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekadar ingin bisa mendengarkan orasi Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor pada sesi pembukaan Konferwil, sehingga mereka rela lesehan di lantai keramik.

Hari Santri 2018

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Ikhwanudin meminta maaf atas kejadian peserta lesehan di saat pembukaan Konferwil. Pasalnya, panitia telah melakukan yang terbaik untuk memberikan pelayanan kepada peserta, akan tetapi ternyata ada anggota Ansor yang tidak mendapat undangan sebagai peserta memaksakan hadir di arena Konferwil.

Pantauan Hari Santri 2018 di arena Konferwil, selain mereka, lesehan di dalam gedung, di luar ada ratusan anggota Ansor dan Banser yang tidak bisa masuk mendengarkan pidato Ketua Umum dengan memanfaatkan tenda-tenda bazar. Mereka lesehan sambil ngopi dan menikmati jajanan stand Ansor Kabupaten Pekalongan.?

Selain itu, puluhan rombongan peserta Konferwil yang datang dari berbagai daerah ada yang sudah datang sejak malam sebelumnya. Bahkan di antara peserta ada yang mendirikan tenda dan dipasang di sekitar gedung GPU untuk sekadar tempat transit. Rombongan lainnya ada yang memanfaatkan kehadirannya di Kota santri Pekalongan dengan melakukan ziarah ke makam Habib Ahmad Alatas di kompleks pemakaman Sapuro Kota Pekalongan.?

Hari Santri 2018

Mereka yang melakukan ziarah tak hanya Ansor Boyolali, cabang lain seperti Blora, Cilacap, Sragen, dan daerah lainnya juga tak menyiakan kesempatan mereka berada di wilayah Pekalongan untuk melakukan hal yang sama.

Akibat dari over peserta yang hadir, AC gedung pertemuan umum seolah tak berfungsi sama sekali. Bahkan Ketua Umum PP GP Ansor Gus Tutut saat memberikan pengarahan umum, di hadapan bupati, ia meminta secara khusus agar fasilitas AC ditambah lagi. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Doa Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Hari Santri 2018. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Hari Santri 2018

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Hari Santri 2018

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, IMNU Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Jakarta, Hari Santri 2018

Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZIS NU) menjalin kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia yang menjadi produsen susu Hilo Soleha. Perseroan terbatas yang beralamat di Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta itu bermaksud mengadakan program donasi bertajuk "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu."

Surat perjanjian kerjasama ditandatangani di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (5/2), oleh Prof Dr KH Fathurrahman Rauf selaku Ketua PP LAZIS NU dan Nina Agustriana yang bertindak sebagai Brand Manager Divisi Tropicana Slim yang selanjutnya disebut Nutrifood.

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LAZIS NU Jalin Kerjasama dengan PT Nutrifood Indonesia

Dalam surat perjanjian disebutkan, Nutrifood berhak menggunakan logo LAZIS untuk keperluan promosi program dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan LAZIS di seluruh Indonesia meliputi kegiatan edukasi, direct selling dan pemberian free sampling.

Hari Santri 2018

Sementara dalam program "Penuhi Panggilanmu, Bagilah Sesamamu" itu LAZIS akan mengelola sumbangan sebesar Rp 500,- dari setiap penjualan 1 dus Hilo Soleha selama periode program.

Hari Santri 2018

Kerjasama itu PP LAZIS NU dengan PT Nutrifood Indonesia itu berlaku efektif mulai 10 Januari hingga 10 April 2008 mendatang.

Ketua PP LAZIS NU Fathurrahman Rauf usai penandatangan mengatakan, kerjasama bisa diteruskan bahkan diperluas untuk produk-produk Tropicana Slim yang lainnya. "Ini akan menjadi kerjasama yang baik untuk kebaikan bersama," katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hikmah, IMNU Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Inilah Ciri Puasa Orang Khawash Menurut Imam Al-Ghazali

Standar minimal puasa adalah menahan diri dari kehendak syahwat perut dan kelamin. Puasanya sah meskipun pada praktinya segenap panca indranya menginjak nilai-nilai ibadah puasa itu sendiri. Pada standar ini, orang yang berpuasa hanya menggugurkan kewajiban puasanya tanpa memperoleh ganjaran di luar itu.

Di atas itu kualitas terendah puasa ada juga orang yang berpuasa dengan penuh kehati-hatian. Perut dan kelaminnya berpuasa. Tetapi mereka juga mengajak puasa panca indranya dari perbuatan maksiat seperti menyakiti orang lain dan larangan lainnya.

Inilah Ciri Puasa Orang Khawash Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ciri Puasa Orang Khawash Menurut Imam Al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ciri Puasa Orang Khawash Menurut Imam Al-Ghazali

Demikian keterangan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Maraqil Ubudiyah halaman 59 yang mengomentari karya Imam Al-Ghazali Bidayatul Hidayah.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Hai muslim, kalau kau berpuasa jangan mengira puasa hanya menahan perut dan kelamin dari kehendak syahwatnya, yakni tidak makan, minum, dan jimak semata.

Hari Santri 2018

Rasulullah SAW bersabda, ‘Betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apapun dari puasanya selain lapar dan haus.’ Hal ini terjadi karena mereka tidak menahan anggota tubuhnya dari hal-hal yang makruh. Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan mengamalkan kedustaan, maka Allah SWT tidak memerlukan pengorbanan puasanya.’

Karenanya kesempurnaan puasa itu dapat terwujud dengan menahan segala anggota tubuh seperti pendengaran, penglihatan, ucapan, perbuatan tangan dan kaki, dan anggota tubuh lainnya dari segala dosa yang dibenci Allah SWT.

Inilah karakter puasa orang-orang saleh yang dikenal dengan sebutan ‘puasa khusus’. Bagi mereka, kesempurnaan puasa dapat diraih dengan menahan lima anggota tubuh tersebut dari dosa yang dimakruh.”

Bahkan orang-orang saleh ini mengisi waktu-waktu puasanya dengan aktivitas positif. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, IMNU Hari Santri 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Makassar, Hari Santri 2018. Perhelatan Pra-Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4), diikuti sekitar 400 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Para utusan dari PCNU dan PWNU ini datang sejak Selasa kemarin dan akan aktif mendiskusikan tema “Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam”. Topik tersebut akan dibagi dalam dua sesi, yakni tentang khazanah Islam Nusantara dan strategi internasionalisasinya.

Ketua SC Muktamar Ke-33 NU Slamet Effendy Yusuf mengatakan, tema tersebut diusung atas pertimbangan relevansinya dengan kondisi dunia Islam yang dirudung konflik di negara-negara muslim, khususnya di Timur Tengah. NU sebagai ormas besar terpanggil untuk turut mencarikan solusi bagi kemelut yang mempertaruhkan citra Islam ini di mata dunia.

Hari Santri 2018

“Dunia Islam diwarnai konflik. Kedamaian, kenyamanan, Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak tampak. Inilah yang mendorong Nahdlatul Ulama untuk merumuskan dan membuktikan bahwa Islam yang pro perdamaian adalah yang benar,” katanya saat sambutan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hari Santri 2018

Pra-Muktamar dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman beserta pejabat pemerintahan setempat, pengasuh Pesantren Tebuireng, serta segenap jajaran syuriah-tanfidziyah PBNU.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam acara pembukaan, peserta juga disuguhi pertunjukkan seni dari Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Sulawesi Selatan. Acara Pra-Muktamar akan berlanjut di Medan, Sumatera Utara, pada Mei mendatang dengan pokok pembahasan seputar perekonomian. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pahlawan, IMNU Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Onta Vs. Fulan

Alkisah, seorang fulan yang hidup di Mekkah selalu menaiki onta setiap hendak menunaikan shalat Jum’at. Ia tidak pernah telat sampai Baitullah. Ia berangkat dari kediamannya pagi-pagi.

Namun suatu ketika onta yang ditumpanginya lambat sekali jalannya. Ia mulai galau.

Onta Vs. Fulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Onta Vs. Fulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Onta Vs. Fulan

Ia merogoh saku. Tiba-tiba ia menemukan balsem. Balsem pun dioleskan ke dubur onta. Dan… sontak onta lari tunggang langgang. Ia ditinggal begitu saja.

Hari Santri 2018

Tak hilang akal. Sisa balsem lalu dioleskan di bagian tubuh si fulan, sama persis dengan si onta. Sontak si fulan pun berlari kencang mendahului onta yang berlari terlebih dahulu. (Syaiful Mustaqim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Syariah, IMNU Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

London, Hari Santri 2018. Perdana Menteri Inggris Theresa May menilai keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menyulitkan proses perdamaian di wilayah tersebut.

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kritik AS, Inggris Tak Akan Pindahkan Kedubesnya ke Yerusalem

Secara eksplisit, Inggris menolak keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebelum ada perjanjian final.

“Kami yakin langkah tersebut tidak membantu prospek perdamaian di wilayah ini. Kedutaan Besar Inggris untuk Israel berbasis di Tel Aviv dan kami tidak memiliki rencana untuk memindahkannya," kata May dalam sebuah pernyataan pers, Rabu (6/12), sebagaimana dilansir kantor berita Palestina, WAFA

Inggris menegaskan bahwa sikapnya sejak lama sudah jelas, yakni mengharuskan adanya negosiasi antara Israel dan Palestina dalam penyelesaian masalah ini. Dan Yerusalem, tambah Mey, pada akhirnya harus menjadi ibu kota bersama negara Israel dan Palestina.

Hari Santri 2018

"Sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan, kami menganggap Yerusalem Timur sebagai bagian dari wilayah pendudukan Palestina," paparnya.

Dia mendesak pemerintah AS mengajukan proposal rinci penyelesaian problem Israel-Palestina sekarang juga. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat

Sidoarjo, Hari Santri 2018 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI memberikan 10 motor tiga roda yang berfungsi pengangkut sampah kepada beberapa desa di Sidoarjo. Pemberian motor ini untuk mendukung program melalui pelaksanaan infrastruktur hijau untuk wujudkan Indonesia bersih sampah 2020.

Pemberian tersebut secara simbolis diberikan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa H Syaikhul Islam Ali di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo kepada perwakilan kepala desa pada Rabu (23/11). 

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

KEMENLHK Berikan Pengangkut Sampah untuk desa di Bumi Sholawat

Kepala Pusat pengendalian Ecorigoin Jawa-Bali Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sugeng Priyanto berharap, dengan pemberian motor tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk membersihkan sampah baik di lingkungan masyarakat maupun di pesantren.

Menurutnya, sampah bisa berguna untuk kepentingan hendikrap. Jawa Timur sering mendapatkan penghargaan Adipura. Karena orang-orangnya banyak yang kreatif. Sehingga sampah bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

"Manfaatkan yang bisa dikelola untuk ke depannya. Mudah-mudahan banyak memberikan manfaat," harap Sugeng.

Hari Santri 2018

Sementara Syaikhul Islam Ali mengatakan, pengelolaan sampah dan limbah itu sangat penting. Dengan sedikit sampah yang dibawa itu semakin bagus. Kalau dulu orang berpikir sampah diselesaikan di TPA, itu sudah ketinggalan. Pendidikan masyarakat dan kesadaran pengelolaan sampah memandang sampah itu sangat penting.

Hari Santri 2018

"Ini penting karena paradigma pengelolaan sampah sekarang itu sudah berkembang. Semakin sedikit sampah yang dikirim ke tempat pengelolaan sampah itu semakin bagus. Itu menunjukkan hasil yang baik karena sampah yang dikirim sudah berkurang. Hal itu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ujar pria akrab disapa Gus Syaikhul.

Sementara itu menurut Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH Arya Muhammad, Indonesia mayoritas masyarakat Muslim. Sebagai seorang Muslim, harus selalu menerapkan kebersihan. Di pondok pesantren selalu diajarkan tentang kebersihan yang sesuai dengan hadits Nabi, kebersihan itu separuh daripada iman.

"Bukan sebagian, tapi saya katakan separuh. Karena hadits Nabi yang beredar di masyarakat tentang kebersihan sebagian daripada Iman itu dhaif. Yang benar adalah kebersihan separuh iman," kata Gus Ari. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, IMNU Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis

Sukabumi, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi mengadakan program bagi-bagi takjil (menu berbuka puasa) secara gratis di empat kecamatan di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Program yang secara khusus diadakan pada bulan suci Ramadhan ini dimaksudkan selain sebagai bukti kepedulian PCNU terhadap masyarakat sekitar dan para musyafir (orang yang dalam perjalanan), program ini juga punya arti penting, yaitu sebagai bentuk pendekatan kepada Nahdliyin (sebutan warga NU).

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukabumi Adakan Program Bagi-Bagi Takjil Gratis

"Program ini terselenggara murni dari PCNU (Sukabumi) sebagai bukti kepedulian NU terhadap warga sekitar and para musyafir juga sebagai pendekatan kepada para Nahdliyin," kata Ketua PCNU Kab. Sukabumi, KH Abdul Basith belum lama ini.

Hari Santri 2018

Selain memberikan paket takjil, PCNU juga membagikan buku saku "Ahlussunnah wal Jamaah, Sejarah & Perkembangannya serta Sebab Timbulnya Firqoh-Firqoh Lainnya."

Hari Santri 2018

Menurut Koordinator Wilayah Cicurug, Mumuh Muhtar, setidaknya setiap harinya tidak kurang dari 200 paket dibagikan kepada masyarakat dengan lokasi yang berpindah-pindah. (wil/dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, IMNU Hari Santri 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara

Pandegelang, Hari Santri 2018. Dari sisi sejarah, pesantren dapat dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren muncul bersamaan dengan proses islamisasi yang terjadi di bumi Nusantara pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi, dan terus berkembang sampai saat ini.

Ketahanan yang ditampakkan pesantren sepanjang sejarahnya dalam menyikapi perkembangan zaman menunjukkan, sebagai suatu sistem pendidikan, pesantren dianggap mampu berdialog dengan zamannya. Pada gilirannya hal itu telah menumbuhkan kepercayaan sekaligus harapan bagi sementara kalangan, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif pada saat ini dan masa depan.

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, Benteng Pertama dan Terakhir Pendidikan Islam di Nusantara

Pembantu Dekan pada Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. M. Syairozi Dimyathi Ilyas mengemukakan, pesantren adalah benteng pertama dan terakhir pendidikan Agama Islam di nusantara.

Hari Santri 2018

“Dengan kekhasannya yang unik, pesantren adalah corak institusi pendidikan Islam di bumi nusantara ini,” terang Syairozi dalam sebuah seminar yang bertempat di Perguruan Islam Mathla’ul Anwar Linahdlatul Ulama (MALNU) Pusat Menes, Pandegelang, Banten, Sabtu (11/8).

Syairozi yang merampungkan pendidikan doktoralnya di Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Azhar Kairo ini mengatakan, ciri khas utama lainnya yang tidak dimiliki institusi-institusi pendidikan lainnya di luar pesantren adalah banyaknya waktu belajar yang ada di pesantren sehingga membuka kesempatan besar bagi para santri untuk menuntaskan semua materi pembelajaran yang diberikan.

Hari Santri 2018

“Kenyataan ini menjadi basis yang harus kita cermati sebagai kekuatan untuk menjadikan pesantren sebagai institusi pendidikan terunggul di Indonesia yang kita cintai ini,” katanya dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Britich Council Indonesia, Perguruan Islam MALNU, dan PP Al Mahbubiyah Jakarta itu.

Menyinggung kenyataan kurikulum pendidikan di pesantren, Syairozi menuturkan, dulu, kurikulum di madrasah dan pesantren umumnya diselenggarakan tanpa tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, menurutnya, target yang yang harus dicapai dalam pembelajaran itu juga tidak jelas.

“Selain itu, metode pengajaran yang dilaksanakan oleh para guru adalah metode ceramah. Dlam metode ini, hanya guru yang berperan aktif menjelaskan kandungan materi, sedangkan santri hanya menjadi pendengan setia yang pasif,” kata Syairozi.

Melihat pola pembelajaran seperti itu, Syairozi mengingatkan perlunya diadakan pengembangan kurikulum dan metode pengajaran di madrasah dan pesantren demi efektifitas dan ketercapaian tujuan yang dicanangkan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara yang juga pembicara dalam seminar bertajuk “Revitalisasi Peran Pondok Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Nusantara di Era Globalisasi” itu H Mulya Rahayu Lc, mengatakan, pesantren perlu segera berbenah diri untuk merespon arus globalisasi yang begitu gencar dengan mengambil langkah-langkah preventif dan inovatif agar tidak tergerus olehnya dengan menciptakan sebuah sistem pengelolaan pesantren yang profesional sesuai tuntutan zaman.

“Pesantren tidak akan bisa menolak cepatnya arus teknologi informasi sebagai ciri dari globalisasi. Untuk itu, pesantren sudah saatnya menata diri melalui sistem manajemen yang rapi dan profesional,” terang Mulya, yang mencontohkan bahwa baru baru ini, Fakultas Teknologi Informasi ITS telah memberikan pelatihan kepada sedikitnya 30 pesantren di Surabaya dan Sidoarjo terkait upaya mendegitalisasi kita kuning.

Hadir juga sebagai pembicara dalam seminar itu adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahbubiyah Jakarta Dr. KH Manarul Hidayat, dan alumnus pondok pesantren At-Tanwir Talun, Bojonegoro, Jawa Timur, Sudarto Murtaufiq S.Th.I. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Quote Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi memfasilitasi kadernya di tingkat anak cabang, komisariat dan ranting untuk mempelajari dasar-dasar administrasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang ini, bertujuan meningkatkan pengelolaan manajemen organisasi IPPNU di Banyuwangi.

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyuwangi Buka Kelas Administrasi

Peserta pelatihan merupakan utusan anak cabang, ranting, dan komisariat IPPNU sekabupaten Banyuwangi. Mereka belajar administrasi di kantor Ma’arif NU Banyuwangi, Kamis (19/2).

Pengurus IPPNU Banyuwangi menyadari bahwa manajemen administrasi merupakan salah satu jantung pergerakan organisasi. Karenanya, mereka mengadakan kelas administrasi untuk menguatkan IPPNU di Banyuwangi.

Hari Santri 2018

Ketua IPPNU Banyuwangi Silvia Ulfa Hidayati berharap, “Kelas administrasi ini membuat kita mandiri sehingga semakin menguatkan organisasi, karena administrasi merupakan roh organisasi.”

Hari Santri 2018

Kelas administrasi menghadirkan Ana Aniyati dan Aviq Magfiroh yang mengupas peraturan organisasi dan administrasi, juga PD PRT IPPNU.

"Dengan memahami semua ini, kita akan berada di rel organisasi yang benar," terang Ana yang juga Ketua IPPNU Banyuwangi periode 2006-2008 itu. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, IMNU, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 02 Desember 2017

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan

Grobogan, Hari Santri 2018 - Sebanyak 3.300 rumah dari tujuh desa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengalami dampak musibah banjir akibat tanggul jebol di Desa Ngroto dan Kemiri, Gubug, Grobogan.

“(Banjir) ini karena limpasan air (sungai Tuntang) yang jebol di Ngroto dan di Kemiri,” kata Camat Gubug Teguh Harjo Kusumo, (10/11).

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU dan GP Ansor Gubug Bantu Korban Banjir Grobogan

Ia melanjutkan, ada sebanyak 3 rumah di Ngroto dan 3 rumah di Kemiri hanyut diterjang air karena berada persis di depan jebolan sungai.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan PAC Gerakan Pemuda Ansor Gubug telah menyalurkan bantuan kepada para korban banjir dan membuka posko di Desa Kemiri dan Ginggangtani. “Di antara yang masuk kepada kami ada bantuan dari Ansor kabupaten,” kata Sumyani, Ketua PAC GP Ansor Gubug.

Ia berharap ada bantuan untuk korban pasca banjir di Kecamatan Gubug terutama bagi warga yang kehilangan rumah. “Mohon bantuan dan dukungan kagem (untuk) saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir,” paparnya.

Hari Santri 2018

Adapun bantuan dapat disalurkan langsung ke posko di Desa Kemiri atau Ginggangtani Kecamatan Gubug dengan menghubungi ketua PAC GP Ansor Gubug, HP 085712966769 atau disalurkan melalui rekening BRI atas nama Sumyani dengan nomor rekening 6018.01.016256.53.7. (Ahmad Mundzir/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Fragmen Hari Santri 2018

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Jakarta, Hari Santri 2018 - Keprihatinan dan duka dirasakan nahdliyin Kota Pontianak yang tergabung dalam aliansi anak muda Nahdlatul Ulama. Mereka yang terdiri atas Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI NU) Kota Pontianak, PMII Kota Pontianak, PMII Untan dan IAIN Pontianak, IPNU dan IPPNU Kota Pontianak, serta ILP (Ikatan Lanceng Praben) Kalbar melakukan aksi sosial penggalangan dana yang dimulai dari Rabu (13/9).

Aksi ini rencananya akan dilakukan selama 4 hari yang akan dibagi pada 3 titik, yaitu bundaran Untan, simpang lampu merah Kota Baru, dan Jalan Tanjung Pura.

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliansi Pemuda NU Pontianak Galang Dana untuk Rohingya

Ketua LPBI NU Pontianak Suryadi mengatakan, tujuan aksi ini adalah sebagai bentuk keprihatinan dan duka dari kami NU Kota Pontianak. Sebelum melakukan aksi penggalangan dana kami juga melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk para korban kemanusian di Myammar dan dilanjutkan menggalang dana di bundaran UNTAN.

Hari Santri 2018

“Untuk hari pertama kami khususkan di bundaran Untan. Alhamdulillah hasilnya di luar dugaan kita, antusias masyarakat pengguna jalan yang berhasil mengumpulkan dana Rp. 6.099.300 ini menunjukan dukungan dan juga rasa simpati untuk para korban kemanusiaan dari masyarakat Kota Pontianak,” kata koordinator aksi ini.

Selain penggalangan dana di jalanan kami juga akan melakukan penggalangan dana di lembaga pondok pesantren yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Sampai hari ini kami sudah bertemu dengan tiga dewan pengasuh pondok pesantren yang selanjutnya kami turun ke kelas-kelas dan juga dewan asatidznya.

Hari Santri 2018

Perlu kami sampaikan hasil semua dari penggalangan dana ini akan kami salurkan melalui rek Pengurus Pusat LPBI NU yang kebetulan juga ketuanya juga ketua pelaksana Aliansi Kemanusian Indonesia untuk Myammar (AKIM) sehingga harapan kami dan masyarakat yang ikut nyumbang bisa langsung sampai dengan para korban dan tentu harapannya bisa meringankan bebannya.

Ketua PMII Kota Pontianak Mussolli mengatakan, kami dari warga pergerakan juga sangat mendukung aksi sosial yang diadakan oleh PCNU Kota Pontianak di bawah Koordantor LPBI NU Pontianak. Sebagai bentuk dukungan, kami menurunkan puluhan kader dari komisariat Untan dan IAIN bahkan calon kader semangat ikut turun.

Kami bersepakat bahwa segala bentuk penindasan dan kekejaman mesti harus dihapus di muka bumi ini. Khusus yang di Myammar mengingat kejadiannya di luar negeri tentu meraka memiliki atauran sendiri dan kita tidak mudah masuk ke sana sehingga kami hanya bisa berdoa dan juga melakukan aksi sosial ini dengan harapan juga bisa mengurangi beban mereka. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 28 November 2017

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD

Jombang, Hari Santri 2018. Para kiai dari sejumlah pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah menggelar pertemuan di Pesantren Al Aziziyah Denanyar Jombang, Sabtu (19/4) malam. 

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Beri Masukan ke Mahfud MD

Pertemuan para kiai yang berakhir sekitar pukul 21.10 WIB tersebut belum menghasilkan rekomendasi final ke mana arah dukungan para kiai kepada Mahfud MD dalam bursa capres-cawapres. 

"Belum ada (yang direkomendasi), semuanya masih terbuka komunikasi dengan siapa saja," ungkap KH. Salahuddin Wahid, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, usai pertemuan.

Hari Santri 2018

Namun, lanjut Gus Sholah, sebagian besar para kiai dari lintas daerah yang hadir dalam pertemuan tersebut cenderung mengarahkan agar Mahfud MD, berpasangan dengan calon presiden yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Soebianto. 

Hari Santri 2018

"Kalau yang di dalam tadi, umumnya lebih condong kepada Pak Prabowo," katanya.

Sembari menunggu petunjuk dari para kiai, Mahfud MD diharapkan terus intensif melakukan pendekatan dengan sejumlah fihak, terutama dengan Prabowo Soebianto. 

"Tetapi ini tidak menutup kemungkinan untuk terus berkomunikasi dengan siapa saja. dengan siapa saja masih ada peluang," tandas Rektor Unhasy Tebuireng Jombang ini.

Rekomendasi final dari kiai dan pengasuh pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Madura, lanjut Gus Sholah, baru akan diputuskan pada Rabu (23/4) lusa. 

Pertemuan lanjutan para kiai dari sejumlah pesantren rencananya dilaksanakan di Pesantren Tebuireng Jombang. "Mudah-mudahan hari Rabu besok kita sudah mendapatkan gambaran konkrit," ujar Gus Sholah.

Kiai dan pengasuh pesantren yang datang di Pesantren Al Aziziyah Denanyar Jombang, pimpinan KH Aziz Masyhuri, untuk mengikuti halaqah terkait bursa capres-cawapres, masing-masing adalah, dari Jombang ada KH Salahuddin Wahid, Pesantren Tebuireng Jombang, KH Hasib Wahab, Pesantren Tambakberas, KH Abdul Salam Sohib, PP Manbaul Maarif, Denanyar, serta KH Abdurrahman Utsman, Pesantren Al Mubarok Tambakberas.

Dari Kediri, datang KH Anwar Mansur, Lirboyo, KH Anwar Iskandar, Pesantren Al Amin dan KH Abdurrahman, Ploso Kediri. Selain itu, terlihat pula KH Nawawi dari Sidogiri, KH Mas Mansur dari Sidoresmo, Surabaya dan KH Lukman dari Termas Pacitan.

Sedangkan dari Madura, ada KH Muhaimin dari Bangkalan. Dari Jawa Tengah, turut hadir adalah KH Hanif Muslih dari Mrangen. Selain itu, hadir juga para gus dan kiai muda dari sejumlah daerah di Jatim dan Jateng.

Kecenderungan arah dukungan para kiai agar Mahfud MD berpasangan dengan Prabowo dimotori sejumlah kiai sepuh. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu dinilai pantas untuk menjadi bagian pemimpin RI dan peluang terbesarnya terbuka jika berpasangan dengan Prabowo.

Sebelumnya, dalam pertemuan di Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, beberapa bulan lalu, para kiai sepuh mendukung agar Mahfud MD turut serta dalam bursa capres-cawapres tahun 2014. Oleh para kiai sepuh, Mantan Ketua MK itu dinilai pantas karena memiliki bekal sebagai pemimpin bangsa.

Dukungan dari para kiai juga berlatar belakang kejujuran dan kecerdasan Mahfud MD. Kader NU itu juga dinilai bersih, baik saat menjadi DPR RI, Menteri Pertahanan Era Presiden Gus Dur, serta saat menjadi ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Mahfud MD, menyatakan siap mengikuti apa yang menjadi titah para kiai sepuh. Dirinya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah calon presiden. 

"Saya terima dan akan menjadi rujukan dan bahan utama untuk melangkah berikutnya," ujarnya.

Mahfud MD mengamini jika sebagian besar kiai yang datang dalam halaqah terkait bursa capres-cawapres di Pesantren Al Aziziyah menyarankan agar dirinya mau bergandengan sebagai cawapres dari Prabowo Soebianto. "Tadi rekomendasinya begitu, tetapi akan lihat fakta-fakta di lapangan," pungkas mantan Mahkamah Konstitusi ini. (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Tegal, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

Jombang, Hari Santri 2018. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang terus berupaya untuk meningkatkan taraf perekonomian warga nahdliyin. Salah satu langkah yang mereka lakukan dengan mengadakan acara workshop perekonomian di Aula PCNU Jombang Jl. Gatot Subroto No. 4 Jombang, Selasa (30/12).

Ketua LPNU Jombang M Muchlis mengatakan, bahwa keberadaan BMT NU yang merupakan badan usaha di bawah naungan LPNU Jombang merupakan wujud konkrit upaya lembaganya dalam mensejahterakan warga NU.

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami (Sumber Gambar : Nu Online)

LPNU Jombang: Kesejahteraan Masyarakat Visi Besar Kami

“Kesejahteraan Masyarakat, khususnya warga nahdliyin menjadi visi besar kami. Karena pemikiran yang selama ini menyatakan NU hanya berkutat pada urusan keagamaan akan kami hapus dengan program-program penguatan perekonomian seperti ini,” jelas Muchlis saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan workshop.

Hari Santri 2018

Workshop yang diikuti anggota BMT NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jombang itu difasilitatori oleh Siti Arifah Anas. Bendahara BMT NU itu memaparkan manajemen keuangan untuk kehidupan berumah tangga.

“Kita harus mampu mengatur uang, bukan uang yang mengatur kita,” kata aktivis perempuan muda NU yang biasa dipanggil Ari itu.

Hari Santri 2018

Lebih lanjut ia meyakinkan peserta dengan memberikan contoh pengelolaan keuangan yang tidak boleh ditiru. “sebenarnya tukang parkir itu kan penghasilannya besar setiap harinya. Tapi taraf hidupnya begitu-begitu saja, itu karena mereka kurang baik dalam pengelolaan keuangannya,” pungkasnya.

Selain itu, mantan pengurus Lakpesdam NU Jombang itu juga mengajak peserta untuk mendukung dan mengikuti gerakan seribu rupiah per hari. “BMT NU siap menerima tabungan anggota walaupun hanya seribu rupiah setiap harinya. Asalkan rutin atau konsisten. Ini dalam rangka membantu memudahkan anggota mengatasi pembiayaan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Di sela-sela mengisi materi workshop itu, ia juga mengabarkan kepada anggota bahwa BMT NU Jombang juga siap melayani anggota yang akan umroh, berangkat haji, maupun mengembangkan usahanya masing-masing. (Romza/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, IMNU, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Sabtu, 28 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Banyuwangi, Hari Santri 2018. Interaksi sosial semakin dipermudah dengan adanya media online, terutama media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan lain sebagainya.

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Media sosial tersebut banyak digemari oleh masyarakat terutama golongan pemuda atau pelajar, untuk sekadar menyampaikan informasi berupa pesan singkat, tulisan, atau sekedar memposting foto maupun keluh kesah di media tersebut.

Beranjak dari hal tersebut, IPNU-IPPNU Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi mengadakan Ngobrol Pintar Pelajar Keren dengan mengangkat tema "Cerdas dalam Bersosmed" akhir pekan lalu.

Diskusi diadakan di ruang perkuliahan yang diikuti oleh IPNU IPPNU Ibrahimy dan para mahasiswa. Hairul, Ketua IPNU Ibrahimy, mengatakan bahwa media sosial sekarang cukup masif di kalangan anak muda, khususnya pelajar. "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Hairul

Turut hadir juga, Ahmad Sulhan Hadi, jurnalis Banyuwangi sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Kang Sulhan, nama sapaanya, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang belum mengerti cara menggunakan sosmed dengan baik, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Hari Santri 2018

"Pemuda atau pelajar tidak jarang mengalami ketergantungan dalam menggunakan media sosial. Selain menyebabkan ketergantungan, twett atau pesan yang ditulis di media sosial tidak jarang dapat menyeret seseorang di ranah hukum, akibat kesalahan dalam memposting atau tulisan-tulisan yang ia posting mencemarkan atau mengganggu orang lain," tutur Kang Sulhan

Kang Sulhan menyarankan, kita perlu tahu hal-hal positif dan negatif akibat dari penggunaan sosmed. "Jangan sampai dengan adanya sosmed, kita malah menjadi korban dari kesalahan kita sendiri," tegas jurnalis yang juga alumnus IPNU Banyuwangi tersebut.

Hari Santri 2018

Ulva, mahasiswa IAI Ibrahimy, mengaku bahwa setelah ikut dalam diskusi tersebut, merasa tergugah untuk menggunakan media sosial lebih bijak lagi. "Saya rasa, sosmed itu bisa mendukung bakat yang kita lakukan, seperti penulisan cerpen, puisi, meme, kata bijak dan lain-lain," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock