Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

Way Kanan, Hari Santri 2018 

Peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung di Pesantren Assiddiqiyah 11 mulai 25 April 2016 mengaku bertambah wawasan dengan mengikuiti program utama Yayasan Mata Air tersebut, diantaranya memahami penghormatan akan keberagaman.

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Toleransi Dari Gus Mus di Pesantren BPUN Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Toleransi Dari Gus Mus di "Pesantren BPUN" Way Kanan

"Setelah menyaksikan dokumentasi Gus Mus dari acara Mata Najwa yang ditonton bersama, saya semakin banyak sekali mendapat wawasan, bahkan dapat mengetahui apa itu toleransi antaragama," ujar Rio Irawan, di Gunung Labuhan, Ahad (1/5).

KH Mustofa Bisri yang akrab dipanggil Gus Mus adalah seorang ulama dan budayawan yang lahir di Rembang Jawa Tengah 10 Agustus 1944. "Dakwah yang dilakukan Gus Mus sangat baik," kata Rio lagi.

Dalam dokumentasi tersebut, Gus Mus menakutkan zaman sekarang akan kembali pada zaman Habil dan Qobil. "Semangat mengajar Gus Mus dengan dakwah memanusiakan manusia sangat luar biasa," paparnya.

Hari Santri 2018

Rio menambahkan, dirinya saat ini dapat mengetahui jika Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi asli kiai-kiai dari pesantren yang memiliki semangat kebangsaan yang luas sebagaimana disampaikan Gus Mus.

Hari Santri 2018

Selain memberikan pelajaran ilmu akademik lima hari dalam seminggu, bimbingan ruhani istiqomah dan mengajarkan kecakapan hidup seperti ilmu jurnalistik dibimbing Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto. BPUN, juga mendiskusikan keteladanan dan inspirasi dari sejumlah tokoh, seperti Mooryati Soedibyo, Dian Sastrowardoyo, Jenderal Hoegeng, serta tokoh-tokoh internal NU seperti,  Hadratus Syekh Hasyim Asyari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Gus Mus guna menambah wawasan dan memotivasi peserta yang dikarantina selama satu bulan penuh di pesantren asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi.

"Mars pertama GP Ansor jelas bunyinya, darah dan nyawa telah kuberikan. Apa yang kami lakukan dengan menggelar BPUN masih jauh dari larik pertama mars pemuda NU, tapi itu penegasan bahwa menjadi kader harus siap berbuat positif bagi organisasi dengan perbuatan," ujar Gatot menambahkan. (Firman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 18 Februari 2018

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Kendal, Hari Santri 2018. Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois asal Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah saat menerima rombongan Anjangsana Islam Nusantra Pascasarjana STAINU Jakarta, Selasa (24/1) mengatakan bahwa budaya silaturahim dan musyawarah harus ditingkatkan.

Hal ini khususnya harus dilakukan di kalangan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan para ulama agar masyarakat juga tetap tenang di tengah kondisi kebangsaan yang kurang stabil.

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Dimyati Rois untuk Para Ulama dan Pengurus NU

Menurut Mbah Dim, langkah tersebut penting untuk merapatkan barisan, mendekatkan hubungan, dan menyamakan persepsi antar sesama pemuka NU dan ulama yang sedari dulu mempunyai peran sebagai perekat bangsa.

“Yang harus dilakukan adalah musyawarah,” tegas Mbah Dim saat ditanya apa yang harus dilakukan oleh para ulama dan pengurus NU di tengah situasi umat Islam dan problem bangsa yang akhir-akhir ini kerap bergejolak.

Hari Santri 2018

Pesan untuk generasi muda

Salah seorang Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 itu juga mengungkapkan keprihatinannya akan kondisi umat Muslim Nusantara saat ini, termasuk di dalam NU sebagai garda terdepan penjaga keutuhan NKRI.

Dikatakan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadlilah Kaliwungu Kendal ini bahwa kian kemari para ulama khos yang mendekati kriteria kewalian kian berkurang.

“Saya berharap kepada generasi muda NU untuk mengikuti jejak lampah para ulama yang ikhlas itu, termasuk melanjutkan lakon dan tradisi riyadhah yang kerap dilakukan oleh para kiai,” harap Mbah Dim.

Hari Santri 2018

Para kiai zaman dulu, tambahnya, ketika hendak melakukan sesuatu selalu diawali dengan istikharah, riyadhah atau tirakat, memperbanyak doa dan taqarrub kepada Allah, serta meminta restu para gurunya.

Perilaku tersebut terkait dengan keberkahan dan hadirnya kebaikan secara terus menerus atas apa yang dilakukan kiai. Sehingga tidak heran keberkahan selalu hadir. Hal ini bisa menjadi teladan di kalangan generasi muda untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Jepara, Hari Santri 2018. Sempat vakum selama puluhan tahun, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akhirnya bangkit kembali.

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jepara, Ahad pagi (31/05), melantik para pengurus baru PR IPNU-IPPNU Karangnongko di SMP NU Assalam Desa Krangnongko. Acara yang berlangsung pukul 09.00 Wib itu mengundang antusiasme para pelajar-pelajar NU yang ada di desa tersebut. Ini terbukti dengan hadirnya puluhan kader-kader NU pada kesempatan itu.

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Tahun Vakum, IPNU-IPPNU Karangnongko Bangkit Kembali

Dalam sambutannya, ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Nalumsari, Lukman Hakim memberi dorongan semangat kepada para Pelajar NU Desa Karangnongko yang sudah susah payah mendirikan organisasi IPNU-IPPNU lagi. "Saya ucapkan Selamat dan Sukses kepada kader-kader NU Desa Karangnongko," katanya

Hari Santri 2018

Menurutnya, dalam menjalankan organisasi, para pengurus harus mempunyai “DUIT”. "DUIT ialah (singkatan dari) dedikasi yang tinggi, usaha, ikhlas dan tanggung jawab," tuturnya disambut tepuk tangan para hadirin.

Maka dari itu, nantinya dalam menjalankan organisasi, harus mempunyai dedikasi yang tinggi. Tentunya dengan usaha-usaha yang maksimal untuk mensiarkan agama allah di masyarakat dengan baik dan akhirnya bisa berkembang dan maju.

Hari Santri 2018

Tidak hanya itu saja, harus juga diniatkan ihklas karena allah. Dan juga bisa bertangung jawab untuk menjalankan organisasi secara maksimal.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Karangnongko, Andi Setiawan memberi apresiasi yang tinggi terhadap para pengurus yang sudah dilantik. "Ini adalah awal kemajuan IPNU-IPPNU di Karangnongko, setelah puluhan tahun vakum. Saya ucapkan selamat berjuang," tegasnya.

Andi juga memberi dorongan semangat kepada pengurus untuk ihklas dalam menjalankan organisasi, meskipun tidak ada imbalan materi yang didapat. "Menjalankan organisasi harus diniatkan karena allah, meskipun tidak ada imbalan materinya," ujar Andi yang juga menjabat bendahara Geraan Pemuda Ansor Nalumsari.

Ia berharap kader-kader NU ini Jangan pernah putus semangat dalam menjalankan organisasi. "Kalian harus terus belajar dan Jangan pernah merasa pintar," katanya.

Dia juga mengimbau untuk tidak pernah bosan mengajak kader-kader yang lain untuk ikut organisasi IPNU-IPPNU. "Saya harap jangan hanya memajukan salah satu dusun saja, harus ada kader di setiap dusun," katanya. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh. Ustadz yang dirahmati Allah. Seseorang yang berprofesi sebagai PNS di tempat terpencil dan mayoritas non muslim, bagaimanakah hukum shalat Jumatnya karena untuk mencapai masjid terdekat butuh waktu 12 jam. Apakah boleh diganti dengan shalat dhuhur? Muhammad (Irfan Efendi)

---

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara Muhammad Irfan Efendi yang dirahmati Allah.?

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Shalat Jum’at merupakan keharusan yang wajib dilaksanakan bagi ahlinya. Dalam sebuah hadis yang dirwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasai dinyatakan bahwa barang siapa yang meninggalkan shalat jum’at tanpa udzur selama tiga kali berturut-turut ia telah ditutup pintu hatinya oleh Allah swt untuk melaksanakan kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sauadara penanya yang kami hormati.

Hari Santri 2018

Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan ahli Jum’at adalah? mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, pria,? dalam kondisi sehat, dan berdomisili tetap (istithan) di daerah yang telah sah mendirikan shalat Jum’at.? Dalam pandangan fiqih klasik, radius daerahnya adalah masih mendengar seruan adzan atau panggilan untuk shalat Jum’at (+/ 1,5 sampai dengan 2,5 KM). Bagi mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at ini? dihukumi fardhu ain untuk melaksanakannya.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan saudara mengenai shalat Jum’at orang yang jauh dari tempat didirikannya pelaksanaan shalat Jum’at tersebut, kami berpandangan bahwa PNS tersebut tidak wajib shalat Jum’at dan harus shalat dhuhur karena syarat-syarat yang belum terpenuhi. Dalam kitab Kifayat al-Ahyar disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Dikecualikan dari kategori istithan, mereka yang tidak berdomisili tetap seperti musafir dan yang lain. Maka tidak ada kewajiban shalat Jum’at bagi mereka seperti pula orang yang berdomisili di daerah/kawasan yang tidak mendengar seruan adzan dari daerah yang ? telah (sah) mendirikan Jum’at.”

Hari Santri 2018

Kasus semacam ini pula yang pernah dialami oleh Rasulullah saw saat diturunkan wahyu mengenai kewajiban Jum’at. Mengingat belum terpenuhinya syarat pendirian shalat jum’at, beliau belum dapat melaksanakannya, sementara kaum muslimin yang berada di Madinah telah melaksanakan kewajiban shalat Jum’at yang dipimpin oleh As’ad bin Zurarah sebagaimana diterangkan dalam kitab Fath al-Mu’in serta kitab-kitab yang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaaat. Amin .

(Maftukhan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Siapa saja dituntut untuk fokus saat sembahyang. Karena, sembahyang merupakan pertalian langsung antara Allah dan hamba-Nya. Untuk itu, mengarahkan pandangan ke tempat sujud sangat dianjurkan untuk menjaga fokus. Fokus di dalam beribadah tetap menjadi tuntutan.

Namun di saat bersamaan, Islam juga tidak menghendaki orang yang sembahyang menjadi gembel akibat kehilangan hartanya. Apapun bentuk harta itu, mobil, motor, tas, dompet, sepatu, sandal, bahkan rumah dan isinya sekalipun.

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)
Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang! (Sumber Gambar : Nu Online)

Perhatikan Barang Bawaan Anda saat Sembahyang!

Selain harta pribadi, ketentuan ini berlaku untuk harta dan segala amanah sesuatu yang dititipkan padanya. Sebut saja sopir pribadi, anggota kepolisian yang ketitipan barang bukti, menantu yang diamanahkan sesuatu oleh mertuanya, tukang parkir, atau profesi lainnya.

Artinya, Islam memberi jaminan perlindungan terhadap harta mereka yang melangsungkan ibadah sembahyang. Ini perlu menjadi perhatian khalayak. Maksudnya, ketentuan ini menganulir anggapan bahwa orang sembahyang bisa kehilangan hartanya. Jangankan saat sembahyang, lengah sekejap saja di zaman orang gila harta begini recehan pun bisa amblas seketika.

Hari Santri 2018

Terkait perihal ini, Syekh Nawawi Banten dalam kitab Syarah Kasyifatis Saja ala Safinatin Naja fi Ushuliddin wal Fiqhi menyatakan,

Hari Santri 2018

وثاÙ? Ù? ها التفات بوجهه بلاحاجة أما إذا كاÙ? لها كحفظ متاع فلاÙ? كره

“Kedua, yang dimakruh dalam sembahyang itu menolehkan wajah tanpa keperluan. Adapun bila menoleh dengan keperluan tertentu seperti menjaga harta, maka tidak dimakruh.” Wallahu A‘lam.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Kajian Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan

Solo, Hari Santri 2018. Wakil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat, Kristen F Bauer, dalam kunjungannya selama beberapa hari di Kota Solo, menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Agung Solo. Kedatangannya ke Masjid Agung, Jumat (19/4) kemarin, untuk berdialog dengan para tokoh lintas agama.

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Masjid Agung, Wakil Dubes AS Belajar Kerukunan

“Tadi (kemarin) kami berdiskusi, ternyata memang mereka semua adalah orang yang mengharapkan kedamaian dunia,“ kata Kristen kepada wartawan.

Ia berharap, kerukunan antarumat beragama di Kota Solo dapat dijadikan contoh bagi masyarakat bagi seluruh warga dunia. Dalam kesempatan itu, Kristen banyak belajar kepada para tokoh agama, bagaimana menjalin kerukunan.

Hari Santri 2018

Salah satu tokoh agama yang ikut menyambut kedatangan Kristen, KH Dian Nafi’, menyatakan sambutan baik atas kedatangan Wakil Dubes AS itu. Menurutnya, kerukunan umat beragama mesti dipupuk agar tercipta perdamaian dunia.

“Bukan hanya para tokohnya saja yang menjalin kerukunan, seluruh umat hingga lapisan akar rumput juga harus rukun, “ ujar Dian yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Windan.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Kristen juga berkeliling meninjau Masjid Agung yang tengah direnovasi.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

Jakarta, Hari Santri 2018. Duta besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyampaikan perkembangan terkini kecenderungan ekstrem beragama di negaranya. Aqil juga bertanya sejumlah hal terkait pembentukan watak moderat beragama yang dilakukan oleh NU.

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

“Saya berharap NU sebagai organisasi berpengaruh, menginisiasi perdamaian di Pakistan dan juga Afganistan,” kata kata Mohammad Aqil di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said), Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan Wasekjen Imam Pitudu di Jakarta, Kamis (17/9) sore.

Kang Said sendiri mendukung gagasan M Aqil. Kepada Dubes Pakistan ini, Kang Said menyatakan akan membentuk segera tim perdamaian. “Tentu kita mendukung upaya perdamaian di mana pun. Hanya saja syarat pertama dari perdamaian adalah peletakkan senjata,” kata Kang Said.

Hari Santri 2018

Pada pertemuan ini M Aqil mengutarakan keinginannya agar NU memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh agama di Pakistan. “Yang paling penting, saya berharap ulama di Pakistan meniru paham moderat seperti para kiai NU,” kata M Aqil dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya M Aqil bertanya soal kelompok ekstrem yang melanda Pakistan. Ia prihatin atas kecenderungan beragama di masyarakat di negerinya.

Hari Santri 2018

Sementara H Marsudi menjawab bahwa kelompok ekstrem hanya segelintir kecil dari jumlah muslim di dunia. Hanya saja, kata H Marsudi, suara dan aksi mereka sedemikian kuat sehingga menarik perhatian dunia.

“Ekstrem dalam beragama ini bukan hanya masalah Pakistan, ini masalah melanda dunia. Tetapi kita secara bersama akan berupaya terus mencegah dan menanggulanginya,” kata Marsudi, Ketua PBNU yang membidangi masalah luar negeri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock