Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan masyarakat dan media untuk tidak memviralkan foto-foto pernikahan dini seperti pernikahan Slamet dan Rohayah.

“Saya meminta bantuan semuanya sebagai bagian edukasi yang sangat penting agar jangan memviralkan foto-foto? misalnya honemoon Ananda Slamet, karena khawatir ini (pernikahan usia dini) menjadi referensi atau role model,”? kata Khofifah yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Ia menyampaikan pernyataan saat menanggapi pertanyaan wartawan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

Khoifah menegaskan, yang dipermasalahkan dalam penikahan Slamet dan Rohayah bukan perbedaaan usia mereka, namun karena usia Slamet yang masih 16 tahun, terhitung masih usia anak-anak.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 tahun 1974, pernikahan dilakukan oleh laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun.

“Maka saat ini dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, bagi perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki sesudah lulus kuliah,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Quote, AlaSantri Hari Santri 2018

Kamis, 22 Februari 2018

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Jakarta, Hari Santri 2018. Saat ini dunia maya tengah viral oleh adanya penceramah agama yang dinilai tidak kompeten di salah satu televisi nasional. Terlihat dalam tayangan itu seorang ustadzah yang menulis ayat Al-Quran  dengan kesalahan yang sangat fatal. 

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Hal tersebut mengundang keprihatinan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq.

Kiai Maman menegaskan bahwa televisi adalah media yang efektif ditonton dan memengaruhi pola pikir  masyarakat umum. Apabila tayangan ceramah keagamaan yang berkualitas dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi semangat perubahan dan perdamaian.

"Sebaliknya bila materi ceramah yang hanya tekstual, tidak komprehensif dikarenakan tidak memiliki kompentensi, dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan mempengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat,” ujarnya, Selasa (5/12).

Kejadian tersebut bukan pertama kali. Beberapa acara keagamamaan di televisi membuat resah umat diantaranya karena cenderung menyalahkan tradisi dan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Islam di Indonesia. 

Hari Santri 2018

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahldatul Ulama (LD-PBNU) dan LTNNU akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. 

Hari Santri 2018

Hasil dari FGD akan dikomunikasikan dengan statsiun-statsiun TV melalui program visit media. 

Selain itu, juga akan memberikan daftar profil 30 ustad muda NU kepada stasiun televisi. Para dai muda NU yang  nantinya direkomdasikan dipastikan adalah penceramah yang berkompeten. Penceramah juga mampu membawakan materi dakwah yang jadi solusi keagamaan bernilai kasih sayang serta memberikan dampak sosial serta membawa perbaikan bagi peradaban.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, Hari Usmayadi, mengatakan pihaknya telah membuat kompilasi penceramah yang memiliki kompetensi keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang membutuhkan, termasuk stasiun televisi.

“Pada saat ini telah disediakan dan terus dikembangkan website layanan Syiar Digital Nahdlatul Ulama dengan alamat www.nahdlatululama.id yang menyediakan daftar profil ustad dari berbagai provinsi dengan beragam keilmuan agama. Versi videonya ditampilkan di kanal video http://youtube.com/nahdlatululama, sehingga memudahkan masyarakat perkotaan dan perkantoran dalam mencari ustad,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Usma ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Pahlawan, Doa Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

Bogor, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta menggelar kegiatan Suluk MATAN, Jumat-Sabtu (23-24/12) lalu di Al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Membangun Kader Intelektual Berbasis Spiritual dan Kemandirian Ekonomi sebagai Benteng NKRI ini diikuti oleh beberapa kampus di Jabodetabek.

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

“Peserta yang mendaftar ada 81 orang, mereka berasal dari IPB, UI, UIN, UNJ, UNU dan kampus lainnya. Mayoritas peserta aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Ketua MATAN DKI Jakarta, KH Ali M. Abdillah yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Adapun narasumber lain yang hadir di antaranya, KH Hamdani Muin, KH Cholil Nafis, Ulil Abshar Abdalla, Sekretaris Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, dan dari BNPT Syamsul Hadi.

KH Ali M. Abdillah menyampaikan materi soal tasawuf yang relevan untuk kalangan mahasiswa. “Sebagai sipirit membangun pribadi yang berakhakul karimah sehingga berperan sebagai kader dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/12).

Hari Santri 2018

Kemudian, Imam Gunawan menyampaikan tema tentang membangun jiwa entrepreneur kader muda. “Alhamdulillah ada langkah kongkrit terbentuknya MATAN Entrepreneur yang menjadi wadah untuk menampung potensi entreprenuer kader-kader MATAN. Pihak kemenpora akan membantu pembinaan dan pemberian modal usaha sesuai dengan program Kemenpora tahun 2017,” ucapnya.

Sementara itu, Samsul hadi dari BNPT memberikan keterangan tentang masuknya ajaran radikal di kampus-kampus. “Program BNPT tahun 2017 akan fokus di kampus. BNPT akan mendukung program kader MATAN terkait program deradikalisasi di kampus,” tutur Samsul.?

Hari Santri 2018

Lalu, intelektual muda Ulil Abshar Abdallah menyampaikan tentang dinamika pemikiran Islam klasik dan kontemporer. Ulil menyatakan, dirinya tetap istiqomah sebagai kader Nahdliyyin yang Sunni, Syafi’i, dalam tasawuf al-Ghazali dan falsafi.?

“Sedangkan pemikiran Islam liberal saya gunakan untuk dakwah di luar NU terutama utk menghadapi pemikiran barat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memberikan pencerahan terkait dinamika pemikiran Islam sejak wafatnya Rasulullah hingga moderen, baik dalam soal politik, keagamaan (madzhab) maupun sosial.?

KH Cholil Nafis menyampaikan materi tentang tantangan Aswaja. Cholil menegaskan perlunya kembali membaca prinsip-prinsip Aswaja dan Qanun Asasi yg dibuat oleh KH Hasyim Asyari supaya terhindar dari bahaya pemikiran liberalisme dan radikalisme.?

Kemudian, KH Hamdani Muin menyampaikan materi tentang Kematanan yang berpegang pada 5 prinsip: tafaquh fiddin, iltijamut thaat, tazkiyat nafs dan tasfiyatul qulub, mulazamah zikir dan aurad, khidmah lil ummah. “Kader MATAN bertanggung jawab dalam menjaga Aswaja an-Nahdliyah, membangun harmonisasi antara umat beragama dan sebagai benteng NKRI,” ujarnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Jombang, Hari Santri 2018. Banyak peluang melanjutkan studi bagi alumni Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH Tambakberas Jombang. Tidak semata ke sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air, juga ke berbagai negara, termasuk Cina. 

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Seperti pada awal bulan lalu, madrasah ini mengadakan sosialisasi studi ke Cina oleh Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITC). Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah tersebut diikuti seluruh siswa. Program ITC membantu pelajar yang berkeinginan belajar ke Cina dan memberikan peluang dengan jalur mandiri maupun beasiswa.

“Hadits Nabi mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ini sesuai dengan prinsip MAUWH yang mendukung siswanya melanjutkan studi sampai ke luar negeri,” kata Miftakhul Arif, Selasa (9/10). Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH ini mengemukakan bahwa dengan dipasangnya 10 bendera dari beberapa negara di halaman madrasah menunjukkan bahwa kiprah alumni madrasah ini demikian membanggakan. 

Taajuddin Muslim dari ITC menyampaikan bagaimana agar dapat melanjutkan studi ke Cina baik melalui jalur beasiswa maupun mandiri. Ia memaparkan rincian biaya dari mulai pendaftaran hingga biaya hidup di Cina dengan menawarkan berbagai kampus dan jurusan yang tersedia. Sejumlah universitas tersebut antara lain Universitas Shoufu Taiwan, Beijing Capital University, Capital Medical University, Yangtze University, Zheijing University, Chansha University.

Hari Santri 2018

Tidak hanya menceritakan tentang dunia perkuliahanan, Taajuddin Muslim juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Cina bisa kuliah sambil bekerja dengan penghasilan yang cukup tinggi. Hal tersebut karena banyaknya peluang pekerjaan yang ada di negeri tirai bambu tersebut. “Tidak sedikit mahasiswa yang kuliah sambil bekerja mampu membantu orang tua mereka di kampung halaman,” tuturnya saat presentasi.

Usai memberikan penjelasan, materi dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab dengan para siswa dan siswi. Mereka terlihat demikian antusias mengikuti sosialisasi yang ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. 

Kegiatan diakhiri dengan dibagikanya sejumlah brosur universitas di Cina yang diberikan kepada siswa dan siswi MAUWH. (Ibnu Nawawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pahlawan, AlaNu Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk

Nganjuk, Hari Santri 2018

Rangkaian peringatan hari santri nasional 2017 di Kabupaten Nganjuk diawali dengan pelaksanaan Aswaja Camp ke-3 di Lapangan Malangsari, Tanjunganom, 7-8 Oktober 2017. Tidak kurang dari 350 pelajar mengikuti kegiatan ini.

Aswaja Camp dibuka oleh Komandan Rayon Militer Tanjunganom mewakili KODIM 0810 Nganjuk. Hadir pula tamu undangan perwakilan dari Fatayat NU, GP Anshor, Muslimat NU, Banser, BPBD Ngajuk dan lainnya. Aswaja Camp diselenggarakan oleh Aswaja Centre NU, LP Ma’arif NU, LDNU, FKPP Brajamusti, DEMA STAIM dan IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk.

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk

“Aswaja Camp merupakan agenda penting untuk memperdalam serta memperkenalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kepada pelajar, terutama dalil-dalil amaliyahnya, agar kita tidak menjadi Muqollid A’ma, pengikut yang buta,” tutur Kiai Budairi saat sesi motivasi sebelum pelaksanaan Aswaja Camp.

Aswaja Camp diselenggarakan dengan mensinergikan kegiatan kepanduan, kompetisi, amaliyah Aswaja, pengembangan wawasan kelimuan umum dan gemblengan kader pelajar Aswaja. Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan memberi nilai tambah bagi peserta setelah pulang dari perkemahan. 

Hari Santri 2018

Kegiatan seperti istighotsah, sholat berjamaah, mujahadah, ijazah kubro, sholawatan menjadi kegatan pokok yang dipraktikkan setiap peserta di Aswaja Camp. Begitu pula kompetisi yang semuanya dikemas untuk pendalaman aswaja, seperti lomba puisi aswaja, lomba artikel aswaja, lomba kaligrafi dalil aswaja dan lomba cerdas cermat aswaja.

“Sengaja semua kegiatan mulai pembukaan hingga penutupan dikemas dengan suasana santri. Pakaian yang dikenakan juga pakaian santri, kecuali ketika upacara. Lombanya bernafas Aswaja, kegiatannya pendalaman Aswaja, bahkan pulang peserta juga dibekali buku dalil amaliyah Aswaja. Bismillaah, ikhtiyar untuk membumikan Aswaja NU mulai dari tingkat pelajar.” tutur Gus Fauzi selaku salah satu inisiator Aswaja Camp.

Hari Santri 2018

Ada hal berbeda di Aswaja Camp kali ini. Yel-yel yang diteriakkan seluruh peserta adalah yel yang sedang gencar di NU yakni NU, NKRI, Pancasil dan nderek Kiai sampai mati. Semua peserta ketika berkumpul juga berkali-kali menyuarakan Mars Syubbanul Wathon gubahan Kiai Wahab. 

Selain itu, 35 kader pelajar penggerak Aswaja juga telah dikukuhkan oleh Kiai Bisri Hisyam selaku ketua PCNU Nganjuk sekaligus menjadi pembina upacara penutupan kegiatan. (Irvan Kaze/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Bojonegoro, Hari Santri 2018 



Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi nyata dengan bedah tiga rumah milik masyarakat yang layak menerima.

Januari 2018 LAZISNU Bojonegoro membedah rumah milik Komawati di Desa Nguken Kecamatan Padangan. Ia adalah seorang mualaf. Rumahnya dihuni empat anak yatim. 

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Kedua, rumah milik Rohmat, seorang tunanetra warga Desa Balenrejo RT.07/RW.01 Kecamatan Balen, yang memiliki dua anak usia 7 tahun dan 2 tahun, sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh.

Ketiga rumah milik Yatminah (65) di Desa Pandantoyo RT.03/RW.01 Kecamatan Temayang. Ia adalah seorang janda dengan satu anak yang telah 14 tahun tidak pulang dari perantauan. 

Hari Santri 2018

"LAZISNU Bojonegoro ingin membantu membenahi ekonomi dengan membangun rumah warga masyarakat yang tidak layak huni," kata sekretaris LAZISNU bojonegoro, Shodikin.

Serta, sambungnya, ingin menjadikan rumah yang memadai dapat ditempati dengan layak untuk keluarga sehingga dengan rumah lanyak huni  tersebut dan sedikit modal usaha. 

"Diharapkan kehidupan mereka bisa lebih baik," terangnya.

Menurut pria akrab disapa Pak Dikin, NU menilai keluarga adalah kompleks terkecil dalam masyarakat, sedangkan rumah merupakan suatu sarana untuk bertempat tinggal. Namun di Bojonegoro masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Hari Santri 2018

"Masyarakat ini tergolong keluaga fakir miskin dan tidak mempunyai penghasilan tetap yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya," jelasnya.

Ditambahkan, pembiayaan tersebut dari donatur dan dermawan terutama warga Nahdliyin seperti ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed. 

"Program ini akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed menyambut positif program yang dilakukan lembaga. Pasalnya ini wujud kepedulian NU terkait kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. 

"NU hadir membantu mereka yang membutuhkan. Memberikan manfaat pada masyarakat," tuturnya singkat.

Para penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro sangat bahagia karena harapan bisa hidup di rumah layak huni akan tercapai. 

"Semoga ini dapat dimanfaatkan dan terima kasih atas bantuannya," terang salah seorang penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro. (M. Yazid/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Syariah, Kiai Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Jakarta, Hari Santri 2018. Buku ? “Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” karangan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dibedah di kampus UIN Jakarta, Senin (26/1). Hadir dalam bedah buku itu sejumlah pakar dan pengamat terorisme antara lain Rumadi Ahmad, Cholil Nafis, Asep Kususanto, dan Zainul Milal Bizawi.

Buku Al Qaeda" itu antara lain mengungkapkan bahwa setelah Osama tewas pada Mei 2011, Al Qaeda tidak ikut hancur dan mati. Setelah kematian Osama kaum jihadis kini menemukan medan jihad baru di Syria, Iraq, dan kawasan Afrika. Bahkan telah lahir ISIS/ISIL (The Islamic State? of Iraq and the Levant).

Sekretaris Kajian Timur Tengah Pascasarjana Universitas Indonesia Cholil Nafis dalam bedah buku itu mengingatkan, penanganan terorisme di Indonesia dan dunia tidak cukup dengan menangkap dan mengadili para teroris. “Tidak cukup sekedar mengatasi teorisnya, tetapi juga yang terpenting adalah ‘isme’-nya,” katanya.

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Menurutnya, persolan “isme” atau ideologi yang mendorong orang untuk melakukan aksi teror itu yang perlu diatasi. Para pelaku teror dan pihak-pihak yang merekrut para calon ? ‘pengantin’ yang akan menjalankan aksi teror selalu mengaitkan aksi yang mereka lakukan dengan spirit agama Islam.

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan tayangan penggerebekan kelompok teroris oleh pihak kepolisian yang disiarkan di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Menurutnya, penggerebekan semacam itu tidak layak menjadi tontotan masyarakat,

Hari Santri 2018

“Lembaga penyiaran perlu memperhatikan mana yang layak ditayangkan dan mana yang tidak. Penayangan itu menyebabkan masyarakat menjadi imun. Masyarakat menganggap terorisme sebagai tontonan biasa,” kata Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hari Santri 2018

Dikatakan, MUI senantiasa mengingatkan kepada masyarakat bahwa ideologi Islam yang diusung oleh para teroris hanyalah merupakan alat pembenar untuk melakukan berbagai tindak kejahatan terorisme.

Dekan Fakultas Ushuludin UIN Jakarta Prof Dr Masri Mansoer saat memberikan pengantar mengatakan, diskusi buku “Al Qaeda” itu memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk berhati-hati dalam memilih organisasi kemahasiswaan agar tidak terjebak dalam jaringan terorisme internasional. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Hadits, Lomba Hari Santri 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Makassar, Hari Santri 2018. Perhelatan Pra-Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4), diikuti sekitar 400 peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Muktamar di Makassar Diikuti Cabang NU Se-Indonesia Timur

Para utusan dari PCNU dan PWNU ini datang sejak Selasa kemarin dan akan aktif mendiskusikan tema “Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam”. Topik tersebut akan dibagi dalam dua sesi, yakni tentang khazanah Islam Nusantara dan strategi internasionalisasinya.

Ketua SC Muktamar Ke-33 NU Slamet Effendy Yusuf mengatakan, tema tersebut diusung atas pertimbangan relevansinya dengan kondisi dunia Islam yang dirudung konflik di negara-negara muslim, khususnya di Timur Tengah. NU sebagai ormas besar terpanggil untuk turut mencarikan solusi bagi kemelut yang mempertaruhkan citra Islam ini di mata dunia.

Hari Santri 2018

“Dunia Islam diwarnai konflik. Kedamaian, kenyamanan, Islam sebagai rahmatan lil alamin tidak tampak. Inilah yang mendorong Nahdlatul Ulama untuk merumuskan dan membuktikan bahwa Islam yang pro perdamaian adalah yang benar,” katanya saat sambutan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hari Santri 2018

Pra-Muktamar dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman beserta pejabat pemerintahan setempat, pengasuh Pesantren Tebuireng, serta segenap jajaran syuriah-tanfidziyah PBNU.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Dalam acara pembukaan, peserta juga disuguhi pertunjukkan seni dari Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) Sulawesi Selatan. Acara Pra-Muktamar akan berlanjut di Medan, Sumatera Utara, pada Mei mendatang dengan pokok pembahasan seputar perekonomian. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pahlawan, IMNU Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Jakarta, Hari Santri 2018
Bagi Ny Wiwik Zakiah, isteri Menag, jabatan suaminya bukan sesuatu yang asing dalam status sosial di keluarganya. Mengapa? Soalnya, Wiwik yang kini memperoleh empat anak (tiga laki-laki dan satu perempuan) adalah putri mantan menag (era Presiden Soeharto) KH Muhammad Ilyas.

Ny Wiwik dibesarkan di Arab Saudi. Di sanalah Menag bertemu dengan dia. Setelah menamatkan SR 3 Desa Kutoharjo dan SMP 1 Rembang, Muhammad Maftuh Basyuni meneruskan ke Pondok Pesantren Gontor. "Pendidikan di Gontor yang mestinya enam tahun, diselesaikannya tiga tahun," kata adik kandung Menteri Agama, Fathurrahman Basyuni seperti dikutip kmnu.com.

Kemudian dari sana dia masuk Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, dan seterusnya masuk Fakultas Sastra UI. Namun baru tujuh bulan di UI, dia pindah kuliah di Madinah University (1962-1968). Setelah lulus, dia langsung menjadi staf Kedubes di KBRI Arab Saudi, kemudian mutasi di staf Kedubes Jordania. Di sela-sela itu dia sempat mengambil gelar MA di Inggris.

Dari Jordania, lalu pindah menjadi staf KBRI di Marokko. Sesungguhnya, kariernya mulai mencorong saat Deplu memercayainya menjadi Wakil Komandan Garuda VIII pada 1969. Saat itu Menag yang kena program wamil menyandang pangkat letnan satu.

Setelah putar-putar di luar negeri, Menag ditarik ke Jakarta dan dipercaya menjadi Kepala Rumah Tangga Kepresidenan yang dijalani sepanjang pemerintahan Presiden Soeharto hingga Habibie. Tak lama kemudian menjadi Dubes di Kuwait, dan menjelang masa akhir jabatan Presiden Abdurrahman Wahid, dia ditarik menjadi menteri sekretaris negara.

Namun saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden menggantikan Gus Dur, dia diserahi tugas baru sebagai Dubes di Arab Saudi, kemudian ditarik kembali menjadi kepala protokol kepresidenan. Hingga akhirnya SBY memercayainya menjadi menag.

Selama berkarir banyak mendapat penghargaan di dalam negeri dan di luar negeri. Sekadar menyebut diantaranya tahun 1974 (Satya Lencana Santi Dharma (Dephankam), tahun 1974 ( Tanda Jasa PBB), tahun 1996 ( Officer’s Cross dari Austria),  tahun 1996 (Commandeur in de orde van Oranjenassau dari Belanda ), tahun 1997 ( Bohdan Khmelnitsty order 2 Degree dari Ukraina),  tahun 1997 ( Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama)- Tahun 1999 ( Bintang Mahaputra Utama ).

Adiknya Didaulat Jadi Dubes Mesir

Rasa syukur Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan keluarganya tentu akan makin bertambah. Sebab, tak hanya karena dia diangkat menjadi anggota kabinet, tapi juga karena karier adiknya.

"Insya Allah per 27 Oktober 2004 adik saya, Muzammil Basyuni, akan diangkat menjadi Dubes Mesir," kata Muhammad Basyuni (63) di rumahnya, Jalan Mujur No 12, Desa Sidowayah, Kecamatan Kota Rembang, Minggu lalu. Hingga kini Muzammil masih menjabat Direktur Ditjen Timur Tengah Deplu.

Muzammil adalah anak nomor lima dari pasangan KH Basyuni Masykur (terakhir Kabag Kesra Pemda Rembang) dan Siti Mardiyah, yang telah lama meninggal. Sedangkan Menag Muhammad Basyuni, anak nomor dua. Anak nomor satu perempuan, sudah lama meninggal. Sedangkan anak keenam, Ny Siti Fatimah Basyuni, adalah istri KH Mustofa Bisri.

Anak ketiga, Fathurrahman, menuturkan, beberapa hari sebelum pengumuman kabinet, dia memang telah mendapat informasi dari kakaknya (Muhammad Basyuni) sehubungan dengan jabatan menag. "Tapi, karena saat itu belum pasti, kami ya biasa-biasa saja," ujarnya.

Dia baru merasa yakin ketika kakaknya itu menyempatkan nyekar ke makam kedua orang tuanya di pekuburan Krapyak Kota Rembang pada 19 Oktober 2004. "Tak sempat menginap, cuma sebentar. Kecuali mampir ke Paman Sahal (Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh)," ucapnya. Kiai Sahal adalah adik misan KH Basyuni Masykur (ayah Menag).

Diakuinya, begitu nama kakaknya ditulis koran jauh sebelum ada kejelasan mengenai kabinet, dia banyak ditanya famili dan sahabat karib. "Ya saya menjawabnya datar-datar saja. Di keluarga kami, jabatan bukan sesuatu yang perlu disambut dengan kebanggaan. Ya biasa  saja, jabatan adalah amanah. Namun bukan berarti kami tidak mensyukurinya," tuturnya.

Keluarga orang tua Menag memang tergolong sederhana, bukan hanya dalam bertutur kata, melainkan juga tampilan fisiknya. "Saat Kang Maftuh (Muhammad Basyuni) matur kepada Ibu untuk merehab rumah ini, Ibu keberatan dan justru minta dibikinkan masjid. Jadinya, tabungan
Kang Maftuh dibuat membiayai bangunan masjid di depan itu," ucapnya. Masjid tersebut mampu menampung sekitar 200 orang.

Rumah tua yang tampak kusam tersebut berdiri di atas tanah sekitar 3.000 m2. "Ya hanya ada bangunan rDari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Pahlawan, Humor Islam Hari Santri 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Sabtu, 23 Desember 2017

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Jember, Hari Santri 2018 - Dewasa ini? sederet persoalan bangsa terus bermunculan mengiringi globalisasi informasi yang bergerak secara bebas memasuki ruang-ruang sempit masyarakat. Penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas, tawuran dan sebagainya merupakan persoalan krusial yang terus menggerus kehidupan masyarakat, khususnya remaja. Itu harus dilawan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember Moch Eksan saat menjadi pemateri dalam acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di aula Pondok Pesanstren Darul Hikam, Desa Kemuning, Kecamatan Jenggawah, Jember, Rabu? (15/11).

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Menurutnya, pelajar NU mempunyai peluang besar untuk terlibat dalam mengatasi persoalan sosial tersebut. Sebab, mereka memilki jaringan yang bisa digerakkan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas dan sebagainya, minimal di lingkungannya sendiri.

Hari Santri 2018

"Kalau tidak bisa menjadi solusi dari suatu masalah, minimal jangan menjadi bagian dari masalah itu sendiri," ucapnya.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, saat ini moralitas sebagian generasi muda sudah mengalami degradasi begitu rupa. Seks bebas sudah dianggap biasa, menenggak minuman keras pun bukan lagi hal yang tabu, dan penyalahgunaan narkoba juga sudah tak asing. Realitas tersebut tentu patut menjadi perhatian sekaligus keprihatinan semua kalangan.

"Maka pelajar NU dengan bekal agamanya yang kuat, harus menjadi model generasi yang ideal di masyarakat. Tunjukkan bahwa pelajar NU punya akhlaq yang mulia," ungkapnya.

Dalam kesempatan? itu, ia juga mengimbau pelajar NU terus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa harus kehilangan identitas ke-NU-annya. Mereka harus akrab dengan teknologi informasi, tidak asing dengan media sosial, paham dengan fitur-fitur dan apilaksi dan sebagainya. Pelajar yang demikian, katanya, sangat dibutuhkan dalam merepson era digitalisasi informasi yang akan terus berinovasi di masa-masa mendatang.

"Saya yakin anak-anak IPNU-IPPNU bisa menjadi santri milenial,"? pungkasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Ahlussunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Jumat, 22 Desember 2017

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karanganyar mengadakan ziarah ke makam Raden Mas Said atau Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi. ?

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengatakan, ziarah itu bermaksud untuk menyambung ruh perjuangan leluhur dengan pelajar NU Karanganyar.

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Karanganyar Ziarahi Eyang Samber Nyawa dan KH Chusnan Rosyidi

"Dengan ziarah, ruh perjuangan bisa sambung dan tetap terjaga kekompakan dan semangat dalam belajar, berjuang, dan bertakwa. Walaupun anggota IPNU-IPPNU Karanganyar usianya bervariasi dari 13-27 tahun, tapi tetap kompak," ujarnya pada ziarah yang berlangsung Ahad (12/3) yang diikuti 84 pelajar putra dan putri.

Hari Santri 2018

Muflich juga mengatakan bahwa Eyang Samber Nyawa merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat berjasa, khususnya di tanah Jawa. Ia merupakan keturunan dari kraton Surakarta.

"Kedua Mbah Chusnan Rosyidi, beliau merupakan tokoh pendiri NU di Karanganyar sekaligus pendiri Ponpes Miftahul Ulum, sekaligus salah satu guru dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf," tambanya.

Hari Santri 2018

Ia berharap setelah diadakan ziarah itu IPNU dan IPPNU di Karanganyar terus berkembang dan terus aktif dalam menjalankan roda organisasi dengan meneladani para pahlawan dan leluhur yang berjuang untuk negara ini. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Kajian Islam Hari Santri 2018

Selasa, 19 Desember 2017

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen

Pontianak, Hari Santri 2018. Tim seleksi penerimaan calon dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar telah merampung tugasnya. Sebagai hasilnya, dari 105 peserta hanya 41 orang dinyatakan lulus seleksi sebagai dosen. Dari 41 orang itu, UNU masih mencari19 dosen lagi.

“Alhamdulillah, seleksi tahap pertama calon dosen sudah selesai. Dari kuota 60 dosen yang kita butuhkan, hanya berhasil mendapatkan 41 orang. Kita masih harus mencari 19 dosen lagi,” kata Rektor UNU Kalbar, Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Sabtu (28/2).

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Kalbar Selesaikan Seleksi Calon Dosen

Dijelaskannya, dari 105 peserta yang mengikuti test dari 21-22 Februari lalu, hanya 41 orang yang memenuhi kualifikasi. Kebanyakan tidak memenuhi kualifikasi bukan karena nilai jelek, melainkan ijazah tidak linear atau tidak sinkron dengan program studi (prodi).

Hari Santri 2018

“Aturan Direktorat Pendidikan Tinggi saat ini sangat ketat dalam penentuan dosen. Kita tidak bisa main-main. Nah, banyak peserta yang tidak memenuhi kualifikasi karena persyaratan. Hal yang banyak tidak lulus terletak pada linearitas ijazahnya,” papar Agung.

Hari Santri 2018

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar itu memberi contoh, misal ada peserta ijazah S2-nya Magister Hukum (MH), sementara Prodi yang tersedia, tidak ada Prodi Ilmu Hukum tidak ada. Kemudian, ada peserta ijazah S1-nya tidak linear dengan ijazah S2-nya, walau ada prodi yang tersedia.

“Sebagai contoh, ada peserta ijazah S1-nya Hukum, dan ijazah S2-nya Bahasa Indonesia. Sementara untuk Mata Kuliah Umum memang ada Bahasa Indonesia. Karena ijazah S1 dan S2 nya tidak linear, sementara ada peserta lain ijazah S1 dan S2 linear, tentu kita memilih yang linear. Itu salah satu contoh gambaran kita memutuskan kelulusan,” ungkap pria yang juga dosen FKIP Untan ini.

Selain persoalan ijazah linear, pertimbangan utama lainnya adalah soal nilai test juga sangat menentukan. Sebagai contoh, untuk Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), peminatnya melebihi kuota. Dalam memutuskan kelulusan, hanya enam yang dipilih dengan cara me-ranking nilai. Peserta yang nilai testnya di bawah 300, dinyatakan tidak lulus. 

“Hal utama lainnya adalah soal kuliah S2 belum selesai. Memang ada di antara peserta yang sedang kuliah S2 atau sedang menyelesaikan tesisnya. Ada beberapa peserta memenuhi kualifikasi dan ijazahnya linear serta nilainya tinggi. Peserta seperti ini juga tidak kita nyatakan lulus, namun dengan catatan. Mereka akan dipanggil lagi untuk memastikan secara jelas, kapan tesisnya selesai,” urai Agung.

Selanjutnya, dalam memutuskan kelulusan, tim seleksi sangat mengedepankan penilaian keilmuan. Tim meminimalisir unsur nepotisme atau kedekatan. Semua dipaparkan secara terbuka di dalam rapat. Kalau memang tidak memenuhi kualifikasi dinyatakan tidak lulus walau ada  rekomendasi.

“Kita sangat menjunjungi tinggi keilmuan. UNU Kalbar baru lahir, kita berusaha di awal ini menghindari unsur-unsur nepotisme atau kolusi. Kita menginginkan dosen harus berkualitas dengan harapan melahirkan mahasiswa berkualitas juga,” tekadnya.

Cuma, sangat disayangkan dari 105 hanya bisa mendapatkan 41 dosen. Sisanya 19 orang lagi harus dicari dengan melakukan seleksi calon dosen tahap II. “Kita akan melakukan seleksi tahap II. Pada tahap II ini sifatnya lebih khusus, tidak seperti tahap I sifatnya umum. Misalkan, di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi hanya dapat satu dosen dinyatakan lulus. Pada seleksi tahap II nanti kita butuh lima calon dosen lagi ilmu ekonomi. Waktunya akan kita umum nanti,” ujarnya.

Berikut nama-nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi untuk Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis; Alfath Desita Jumiar, Dody Radiansah, Sri Nurhayati, dan Fitri Sri Rizki. Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan; Alawiyah Almutahar, Mega Sari Juane Sofiana, Rifqiyanti, dan Jumiati. Prodi Agro Teknologi; Elliska Murni Harfinda, Aini Sulastri, dan Sigit Normagiat. Prodi Teknologi Hasil Perikanan; Dwianna Oktasari, Muhammad Lutfi Hakim, dan Mahyarudin.

Sedangkan untuk Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen hanya satu peserta saja yang lulus yakni Yuni Firayanti. Untuk Fakultas Teknik Prodi Sistem Informasi juga hanya satu yakni Haried Novriando. Sedangkan Prodi Ilmu Lingkungan Ameldalia, Herda Desmaiani, Firman Shantya Budi, Ricka Aprillia, Sudirman, dan Ochih Saziati.

Untuk Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PGSD; Arif Januardi, Naim Sulaiman, Haris Firmanshyah, Maha Lastasabuju, Daniarti, dan Immy Iniawaty Imiliyah. Prodi Bahasa Inggris; Sa’dulloh Muzammil, Aprilliana Tanwahyuni, Nizarrahmadi, dan Dewi Ismu Purwaningsih. Prodi Matematika; Desty Septianawati, Bonifasius Hery, dan Ika Sari Fitriana. 

Sedangkan untuk Mata Kuliah Umum (MKU) yang nanti mengampu mata kuliah Bahasa Indonesia, Ilmu Filsafat, Pengetahuan Agama Islam, dan Pancasila adalah Andrilolo, Dedek Kurniawati, Luthfiah, Baharuddin, Nur Jannah, Dan Thomy Sastra Atmaja (rosadi jamani/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Warta Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Jakarta, Hari Santri 2018. Haul kelima KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Jl Raden Saleh Jakarta Pusat, Selasa (23/12). Acara yang digelar di lantai 4 tersebut berlangsung meriah.

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Acara bertajuk “Gus Dur adalah Kita” ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Juru Bicara Presiden Gus Dur KH Yahya Cholil Staquf, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Arswendo Atmowiloto, pelawak Kirun dan Tarsan, serta Dosen Antropologi Pascasarjana STAINU KH Agus Sunyoto.

Acara yang dimoderatori mantan Ketum PB PMII Abdul Malik Haramain ini berlangsung seru menyusul lontaran joke-joke Gus Dur yang disampaikan para pembicara.

Hari Santri 2018

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato selaku Ketua Umum PKB dalam rangka Haul Kelima Gus Dur. Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, 23-25 Desember 2014, diselenggarakan untuk memperingati lima tahun wafatnya tokoh NU, pendiri PKB dan juga Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur itu.

Hari Santri 2018

“Perjuangan Gus Dur sangat berarti bukan hanya buat PKB, namun juga bagi bangsa ini. Ya, kalau mau dirunut, cita-cita dan gagasan Gus Dur itu punjer-nya, basisnya adalah manusia. Untuk terus menjadikan pikiran, perjuangan dan pengalaman Gus Dur sebagai rujukan. Karena beliau masuk ke ruang-ruang di mana semua kita ada,” ujar Cak Imin.

Orang yang paling tertindas, lanjutnya, pernah merasa dibela Gus Dur. Orang kaya dan orang besar bahkan pernah dibela Gus Dur. “Saya bahkan tidak pernah mengira, Gus Dur yang sangat anti terhadap Pak Harto, ternyata juga membela Pak Harto. Ini sesuatu yang tidak kita sangka,” ungkapnya.

Senada dengan Cak Imin, Arswendo Atmowiloto yang pernah dibela Gus Dur soal berita di Tabloid Monitor pun menilai mantan Ketua Umum PBNU tiga periode ini pembela sejati. “Bagi saya, Gus Dur mungkin bukan wali. Ya, Gus Dur lebih tinggi dari itu. Aslinya, sampai sekarang pun saya yakin beliau itu dewa. Cuma nyamar jadi kiai,” ujar Arsendo disambut tepuk tangan hadirin.

Bagi dia, ukuran kemanusiaan yang disempatkan kepada Gus Dur tidak semuanya tepat. “Saya nggak habis pikir, bahwa apa untungnya membela saya. Toh saya nggak kenal dekat dengan Gus Dur. Bahkan gara-gara membela saya, Gus Dur disidang para kiai,” ucapnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, AlaSantri, Khutbah Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Miami, Hari Santri 2018. Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - materi genetik yang diturunkan dari ibu seseorang - yang diambil dari gigi milik 58 orang dewasa dan 10 anak-anak di tiga pemakaman Italia yang sudah ada sejak periode kekaisaran menurut para peneliti dalam laporan mereka di Jurnal Current Biology.

Dua di antara jasad orang dewasa di kuburan itu, yang sudah ada sejak abad ke-1 dan ke-3, ditemukan memiliki bukti genom adanya malaria. Khususnya, itu adalah jenis parasit Plasmodium Falciparum yang menyebabkan malaria saat ini menurut para peneliti, Senin (5/12).

"Ada bukti tertulis panjang yang menggambarkan demam seperti malaria di zaman Yunani kuno dan Romawi, tetapi spesies malaria tertentu yang menyebabkan demam itu tidak diketahui," kata Stephanie Marciniak dari Pennsylvania State University.

"Data kami menegaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan Plasmodium Falciparum, dan parasit itu memengaruhi orang-orang di lingkungan ekologi dan budaya yang berbeda," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Hari Santri 2018

Malaria saat ini telah menewaskan hampir 450.000 orang setiap tahun, sebagian besar anak-anak berusia di bawah lima tahun. Para peneliti masih belum tahu seberapa besar kasus malaria yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi, termasuk apakah itu penyakit alami atau kasus impor sporadis.

Bukti DNA pertama terkait malaria di Romawi Kuno dideteksi pada 2001 pada kerangka anak yang menurut perkiraan berusia 1.500 tahun. Studi terkini menunjukkan malaria menyebar lebih luas dari yang diketahui sebelumnya.

Hari Santri 2018

"Malaria tampaknya patogen bersejarah bermakna yang menyebabkan banyak kematian di Romawi Kuno," kata penulis hasil studi Hendrik Poinar, Direktur Ancient DNA Centre pada McMaster University. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Berita, Olahraga Hari Santri 2018

Selasa, 21 November 2017

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara

Sukabumi, Hari Santri 2018 - Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Sukabumi Fahmi Firmansyah mengatakan, khitah perjuangan Gerakan Pemuda Ansor dan Banser sesuai amanat dan garis perjuangan NU, adalah membela agama, bangsa dan negeri.

“Hal itu sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban khalifatullah fil ardli dan konsistensi dalam menjaga serta mengawal cita-cita NKRI dan Ahlusunnah wal-Jamaah an Nahdliyah,” katanya pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna ke I (Diklatsar Banser) di Madrasah Diniyah Babusalam Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang berlangsung dari Jumat sampai Ahad (5-7/8).

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Garis Juang GP Ansor dan Banser: Bela Agama dan Negara

Menurut dia, yang menjadi karakteristik manhajul dzikri, manhajul fikri, manhajul harakah dan ruh sekaligus kewajiban dalam kode etik organisasi maupun individual dari GP Ansor dan Banser adalah menjalankan jihad membela agama bangsa dan negara.

Ia mencontohhkan istilah “hubul wathan minal iman” atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman yang difatwakan KH Hasyim Asyari menjadi hukum fardu ain bagi umat Islam di Indonesia sebagai wujud nyata bela agama dan negara. Dan hal itu menjadi pegangan GP Ansor dan Banser.

Hari Santri 2018

“GP Ansor sadar bahwa sesungguhnya generasi muda Indonesia sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa perlu senantiasa meningkatkan pembinaan dan pengembangan dirinya untuk menjadikan kader bangsa yang tangguh yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan utuh yang bertakwa kepada Allah SWT berilmu, mempunyai keterampilan dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Hari Santri 2018

Lebih khusus, ia menyebutkan pentingnya Diklatsar yaitu untuk membentuk pemuda Ansor yang memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh penuh daya juang yang religius sebagai kader penggerak, pengemban sekaligus sebagai benteng ulama dan negara.

Selain dididik dengan kemampuan lahiriah juga batiniah menjadikan Banser sebagai benteng ulama juga disiapkan sebagai tokoh intelektual, yang berguna di masyarakat dalam menyebarkan dan mewariskan keberlangsungan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Satkorcab Kabupaten Sukabumi juga dari Kodim 0607 yaitu Serda Nugroho dan Serka Solehudin. Pada pembukaan dihadiri Kepala Madrasah Diniyah Babusalam KH Elan Ghozali dan Katib Syuriyah Kabupaten Sukabumi KH Ece Mubarok. Sementara dari PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan dari PP GP Ansor .

Kegiatan tersebut diikuti peserta berasal dari 17 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Jumlah peserta yang mendaftar sekitar 109 orang, tapi yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti kegiatan sekitar 80 orang. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Pahlawan, Lomba Hari Santri 2018

Sabtu, 18 November 2017

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Wonosobo, Hari Santri 2018. PBNU akan proaktif melakukan komunikasi dan mediasi dengan kekuatan jaringan yang dimiliki untuk mencegah terjadinya adu domba sesama umat Islam.?

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Hal ini merupakan salah satu rekomendasi ? rapat pleno PBNU yang dibacakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di pesantren Unsiq, Kalibeber Wonosobo, Ahad (8/9).

PBNU juga berharap agar umat Islam menghindari politik adu domba yang dimainkan oleh kekuatan adi daya yang bertujuan untuk kepentingan ekonomi (eksploitasi sumber daya alam dan minyak), dan tetap mempertahankan kekuatan hegemoni negara Israel di Timur Tengah.?

Hari Santri 2018

Selanjutnya, PBNU mendorong pemerintah untuk proaktif melakukan diplomasi, melalui OKI dan PBB agar kedua organisasi internasional itu sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan terjadinya konflik dan agresi militer.?

Hari Santri 2018

Secara spiritual, PBNU menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan umat Islam di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah dan istighotsah agar konflik segera berakhir dan perdamaian segera terwujud. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan Hari Santri 2018

Sabtu, 11 November 2017

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) periode 2012-2012 telah dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfud  di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (24/4) malam. 

ISNU merupakan badan otonom NU termuda yang baru dikukuhkan dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010. Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, embrio ISNU sudah ada semenjak 19 November 1999 namun baru dikukuhkan pada Muktamar kepada 2010 dan pada awal tahun 2012 ISNU menyelenggarakan kongresnya yang pertama.

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: NU Tak hanya Punya Sarjana Agama

Dalam sambutannya usai pelantikan itu Ali Masykur mengatakan, para sarjana NU meliputi berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, politik, hukum, sosial, dan bidang-bidang lain yang lebih spesifik.

Hari Santri 2018

“NU tidak hanya punya sarjana agama. Banyak sarjana di berbagai bidang. Maka ISNU memanggil para sarjana NU untuk pulang, pulang dan pulang ke pangkuan NU,” katanya sembari menambahkan kepengurusan yang dipimpinya merupakan kabinet ‘empat kaki’ yang  merepresentasikan kaum ilmuan, birokrasi, pengusaha dan pekerja sosial di kalangan sarjana NU.

Hari Santri 2018

Menurutnya, kelahiran Nahdlatul Ulama yang berarti kebangkitan para ulama didahului dengan tiga kebangkitan yang ditandai dengan berdirinya tiga organisasi, yakni kebangkitan politisi yang tercermin dalam organisasi Nahdlatul Wathan, kebangkitan intelektual dalam Tashwirul Afkar dan kebangkitan ekonomi dalam Nahdlatut Tujjar.

Ali Masykur yang juga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada malam pelantikan itu mengajak para sarjana NU yang bergelut di berbagai bidang untuk kembali merapat ke NU. “Kita bersama-sama membangun NU dan komunitas Nahdliyin, serta bersama-sama membangun bangsa,” katanya.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kyai, Pahlawan, Pendidikan Hari Santri 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

BI Gandeng Muslimat Latih Pengeloaan dan Layanan Keuangan Digital

Semarang, Hari Santri 2018. Bank Indonesia (BI) bersama Pengurus Pusat Muslimat NU mengadakan Training of Trainer Pengelolaan Keuangan dan Layanan Keuangan Digital (LKD) untuk para kader Muslimat NU di wilayah Jawa Tengah, Selasa (7/4).

Sebanyak 50 anggota Muslimat NU dari berbagai daerah di Jateng mengikuti pelatihan yang digelar sehari penuh ini di gedung Bank Indonesia Jawa Tengah ini.

BI Gandeng Muslimat Latih Pengeloaan dan Layanan Keuangan Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
BI Gandeng Muslimat Latih Pengeloaan dan Layanan Keuangan Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

BI Gandeng Muslimat Latih Pengeloaan dan Layanan Keuangan Digital

Pada kesempatan itu, peserta menerima materi tentang pengelolaan dan pencatatan keuangan, cara membentuk agen LKD, anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU dan PPT). Program ini merupakan tindak lanjut dari penanatanganan nota kesepahaman antara BI dan PP Muslimat NU pada Rakernas Muslimat beberapa waktu lalu di Samarinda, Kalimantan Timur.

Hari Santri 2018

Masih banyak warga NU yang tinggal jauh dari akses perbankan karena kendala jarak. Melalui LDK, masalah itu diharapkan bisa dijembatani. "Adanya isu transaksi keuangan yang canggih, mudah dan baru tentu suatu ketika akan dibutuhkan masyarakat untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan, tentu akan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat,"  Ketua PP Muslimat NU Bidang Hukum dan Advokasi Hj Mursyidah Thohir.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan, dengan adanya LDK khususnya uang elektronik kita tidak perlu membawa banyak lembar uang. Transaksi lebih mudah karena bisa menggunakan telepon genggam. Bila ingin registrasi pun tidak serumit ketika mendaftar di bank.

"Dengan adanya ToT (Training of Trainer) ini bisa dikembangkan secara individu. Bagi anggota Muslimat untuk bisa membuka agen LDK," tambah Mursyidah. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Sejarah, Pahlawan Hari Santri 2018

Pimpinan atau Yayasan, Penentu Penting Terlaksananya Hak Pendidikan Agama bagi Minoritas

Jakarta, Hari Santri 2018



Penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbang dan Diklat Kemenag (Hayadin; 2015) tentang pelaksanaan pendidikan agama bagi siswa pemeluk agama minoritas di sejumlah sekolah menemukan secara umum pengurus yayasan, lembaga keagamaan, komite sekolah, dan pimpinan sekolah pada wilayah yang diteliti menyatakan persetujuan terhadap layanan pendidikan agama sesuai agama siswa.?

Pimpinan atau Yayasan, Penentu Penting Terlaksananya Hak Pendidikan Agama bagi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan atau Yayasan, Penentu Penting Terlaksananya Hak Pendidikan Agama bagi Minoritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan atau Yayasan, Penentu Penting Terlaksananya Hak Pendidikan Agama bagi Minoritas

Para pengelola sekolah secara sadar mengakui adanya ketentuan undang-undang dan kebijakan pemerintah tentang layanan pendidikan agama kepada peserta didik dan sudah mengimplementasikannya sejak Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 diundangkan.?

Penelitian dengan mengambil responden atas tokoh pendidikan, tokoh keagamaan, dan tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat menemukan keberadaan pimpinan sekolah, komite sekolah, dan yayasan yang menaungi sekolah menjadi salah satu faktor pendukung utama bagi terselenggaranya layanan pendidikan agama sesuai agama siswa di sekolah. Kesadaran, pemahaman dan kemampuan keuangan untuk mengangkat dan memenuhi ketersediaan guru agama di sekolah sangat penting.

Dalam penelitian yang dilaksanakan di Denpasar, Kota Manado, Ende NTT, Bogor, Jakarta, Pangkalpinang, Singkawang dan Ambon, pengadaan dan ketersediaan buku pelajaran, dan alat peraga keagamaan, sangat ditentukan oleh inisiatif dan kreativitas guru agama, kemampuan sekolah dan kebijaksanaan pimpinan sekolah atau yayasan. Peneliti menemukan, beberapa sekolah pada lokasi penelitian memiliki buku pelajaran dan peraga keagamaan yang memadai. Namun demikian, ada banyak sekolah yang belum memenuhi standar minimal kepustakaan dan alat peraga keagamaan.?

Namun demikian, para pengelola sekolah secara sadar memposisikan mata pelajaran pendidikan agama di sekolah masing-masing sebagai dasar pembentukan moral, karakter, dan kepribadian anak. Selain melalui pembelajaran agama di kelas, pembentukan moral, karakter, dan kepribadian anak di sekolah juga didukung melalui keteladanan para guru dan staf sekolah. Dengan dasar berpikir tersebut maka posisi pendidikan agama di sekolah sangat kuat. (Mukafi Niam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Habib, Pahlawan, Kyai Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock