Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

Jakarta, Hari Santri 2018. Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama diputuskan mundur dari rencana sebelumnya 9-11 Mei 2014. “Insyaallah Munas akan diselenggarakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Juni,” kata Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha saat memimpin rapat perdana panitia Munas di kantor PBNU Jakarta, Selasa (22/4) malam.

Arvin yang juga Ketua Harian Munas-Konbes NU 2014 menyampaikan, agenda nasional ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur.

Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas Mundur 13-15 Juni 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas Mundur 13-15 Juni 2014

“Berdasarkan informasi dari Ketua Umum (KH Said Aqil Siroj) Munas-Konbes akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jum’at 23 Juni pukul 14.30 WIB,” kata Arvin.

Hari Santri 2018

Agenda persidangan Munas akan dimulai pada Jum’at malam, dan akan berakhir atau ditutup pada Ahad sore atau malam.

Hari Santri 2018

Menurut Sekretaris Panitia Munas Enceng Shobirin Najd dan Wakil Sekretaris Sulthon Fathoni, mundurnya jadwal pelaksanaan Munas-Konbes 2014 ini berdasarkan pertimbangan kesiapan tuan rumah Pesantren Al-hamid serta kesiapan panitia pusat maupun daerah yang belum memadai.

Munas dan Konbes NU nanti akan diikuti oleh Pengurus Pleno PBNU yang terdiri dari terdiri dari Mustasyar, Pengurus Lengkap Syuriyah, Pengurus Lengkap Tanfidziyah dan Ketua Umum Badan Otonom tingkat pusat, beserta perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), dan ditambah para kiai dari beberapa pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Sekretaris SC Munas-Konbes 2014 H Abdul Mun’im DZ, selain menyelesaikan beberapa pembahasan dalam Munas Cirebon 2012, Munas kali ini lebih khusus akan menyiapkan materi Muktamar 2015.

“Pada saat Muktamar nanti kita harapkan semua materi sudah mateng dan tinggal disahkan saja. Karena tidak mungkin muktamar akan secara serius membahas materi karena pasti kalah sama hiruk-pikuk itu (prosesi pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum baru: Red),” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Suasana Munas Cirebon 2012

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Jadwal Kajian, PonPes Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018 - Program pengembangan sumber daya nahdliyin di Kota Pasuruan yang dilakukan oleh Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan pada 2016 telah diluncurkan, Jumat (12/2). Pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan KH Muhammad Nailurrohman menandai peresmian program Lakpesdam Aswaja Bergerak. Program ini antara lain memperkenalkan layanan bimbingan belajar gratis bagi warga Pasuruan.

Peresmian ini disaksikan oleh para murid Lakpesdam Bimbel School (LBS), wali murid LBS, dan tokoh masyarakat Mandaran tempat LBS berdiri dan berkhidmah. Titik fokus program Lakpesdam Aswaja Bergerak adalah membangun dan memberdayakan warga Kota Pasuruan yang berjiwa santri, antiradikalisme dan antinarkoba.

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Kota Pasuruan Luncurkan Layanan Bimbel Gratis

KH Nailurrohman memberikan apresiasi atas terlaksananya LBS sebagai program kelimuan yang memberikan ilmu bagi masyarakat khususnya mereka yang kurang mampu. Ia memberikan motivasi kepada anak murid untuk giat belajar, serta memberikan motivasi dan doa agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi NU yang siap berbakti pada negara dan Nahdlatul Ulama.

Hari Santri 2018

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin menyampaikan bahwa LBS adalah program yang dimaksudkan untuk meningkatkan SDM masyarakat pesisir di Kota Pasuruan. “Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk gerakan anfa‘uhum lin nas PCNU Kota Pasuruan melalui Lakpesdam setempat,” kata Waladi.

Hari Santri 2018

Program Lakpesdam Aswaja Bergerak di tahun ini merencanakan workshop deradikalisasi di sekolah, kampus dan masjid di Kota Pasuruan.

Ia berharap program ini didukung oleh Pemkot Pasuruan sebagai mitra strategis untuk bisa membangun masyarakat Kota Pasuruan yang berdaya dan bermartabat sebagai kota ber-Aswaja. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Doa, Humor Islam Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jakarta, Hari Santri 2018
Sekelompok LSM, dan para aktivis sosial lintas agama yang dipelopori PBNU mendeklarasikan Jaringan Solidaritas untuk Korban Busung Lapar (JSKBL). Deklarasi dilakukan di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Senin (4/7).

Hadir dalam kesempatan deklarasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hemas, Ketua PBNU, Andi Jamaro Dulung, Romo Frans Magnis Suseno, Koordinator JSKBL, Dr. Musdah Mulia, Ketua LKKNU, Otong Abdurahman, dan para aktivis yang tergabung di dalamnya.

Gerakan ini, kata Musdah dalam sambutannya dimaksudkan sebagai gerakan kepedulian terhadap maraknya kasus busung lapar di tanah air. Gerakan ini difokuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam kelaparan, gizi buruk, busung lapar, dan kematian dini.

"Kita tidak bisa menutup mata, mencuatnya kasus ini karena adanya ketidakadilan ekonomi, maraknya tindakan korupsi dan rapuhnynya institusi demokrasi. Karenanya kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu saudara kita yang mengalaminya," ujar penulis buku Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Perspektif Islam ini.

Untuk itu, lanjut Musdah, kami telah membentuk 9 tim kerja yang masing-masing menangani divisi tertentu yang dibagi berdasarkan kelompok dan institusi agar gerakan solidaritas ini lebih fokus. Tim itu diantaranya, tim kerja kampanye, tim kerja advokasi, tim kerja jaringan, tim kerja pendataan, tim kerja medis, tim logis dan pendanaan, tim media, tim analisis kebijakan dan tim kerja bantuan kemanusiaan.

Sementara itu wakil koordinator JSKBL, Benny Susetyo Jr mengatakan gerakan solidaritas ini bukan semata-mata gerakan spontanias karena mencuatnya kasus busung lapar, tetapi sebuah gerakan yang sistematis, terstruktur dan memiliki agenda yang jelas untuk menangani munculnya kasus serupa di tanah air. "Kami memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan sekarang kumpulnya kami disini sekaligus membahas program kerja tersebut," ujarnya.

Sekadar diketahui, LSM yang tergabung dalam solidaritas ini antara lain Suara Ibu Peduli, Kalyanamitra, Perempuan Indonesia, Komisi Hak-KWI, Koalisi untuk Indonesi Sehat, Infid, Elsam, LBN Jakarta, Sanggar Ciliwung, Koalisi Perempuan Indonesia, Fatayat NU, LKKNU, Jaringan Mitra Perempuan Jabotabek, Institut Ecosos, Prakarsa, Perdhaki, KPI Jabar, ICRP, Yayasan Jurnal Perempuan, dan lainnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Kiai, Ulama Hari Santri 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Kamis, 25 Januari 2018

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Ulama-ulama besar mengakui keagungan Syekh Abdul Qodir. Imam Adz-Dzahabi, seorang ahli tafsir terkemuka menyebutkan, karomah Syekh banyak dan jelas. Ibnu Rajab, ahli hadits madzhab Hambali yang salah satu bukunya saya terjemahkan menjadi, "Setahun Bersama Nabi" (diterbitkan Pustaka Hidayah, sekitar 1000 hlm.) menyebut Syekh sebagai teladan orang-orang marifat, pemimpin para syekh dan dikaruniai maqam dan karomah. Imam Al-Izz bin Abdussalam, ulama besar madzhab Syafii menyatakan,"Tidak ada karomah yang dinukil kepada kami secara mutawatir, kecuali karomahnya Syekh Abdul Qodir Jailani."

Salah satu karomah Syekh yang paling menarik bagi saya adalah namanya terus disebut, didoakan, dan dibaca dalam tawasul sampai sekarang oleh jutaan umat Islam di berbagai belahan dunia.?

Kalau sejarah Rasulullah disebut siroh dan dirujuk serta diteladani oleh umat Islam, maka sejarah hidup Syekh Abdul Qodir Jailani sebagai keturunannya disebut manqobah (jamaknya ialah manakib). Manakibnya menjadi alat ukur perkembangan spiritual para Salik (orang yang ruhaninya berjalan menuju Allah).

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)
Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs. (Sumber Gambar : Nu Online)

Keagungan Syekh Abdul Qodir Jailani Qs.

Syekh Abdul Qodir Jailani pernah bertanya kepada gurunya, yaitu Syekh Hammad Ad-Dabbas karena di tempat khalwat gurunya setiap malam terdengar dengungan keras seperti lebah.?

Syekh Dabbas menjawab,"Aku memiliki sekitar 12.000 murid. Setiap malam aku menyebut nama mereka satu per satu. Aku bantu permohonan hajat mereka kepada Allah. Kita doakan agar mereka tidak melaksanakan maksiat yang direncanakannya serta mudah-mudahan selalu takut dan bertaubat kepada Allah."

Subhanallah, betapa besar cinta dan pengorbanan seorang mursyid kepada para muridnya. Sebagai murid, khidmah dan pengorbanan apa yang sudah kita lakukan untuk menyukseskan program dan visi Syekh Mursyid kita?

Hari Santri 2018

Syekh Abdul Qodir Al-Jilani mendapat doa dari gurunya. Umar Al-Halawy, salah seorang murid Syekh Abdul Qodir Al-Jailani berkelana bertahun-tahun. Ketika pulang, ia ditanya oleh Syekh Hammad Dabbas (guru Syekh Abdul Qodir).

"Kemana saja selama ini kalian berkelana?"

Umar menjawab,"Aku mengelilingi Mesir hingga Maghrib dan aku berjumpa dengan 360 wali Allah. Mereka semua berkata,"Syekh Abdul Qodir Jailani adalah syekh dan pemimpin kami."

Hari Santri 2018

Terima kasih kepada Dr. Ajid Thohir yang menulis disertasi tentang kitab Manakib Syekh Abdul Qodir Al-Jilani. Disertasi beliau menjadi salah satu dari enam disertasi terbaik yang diterbitkan Kemenag tahun 2011 (486 hlm).?





Tulisan ini hadir merujuk disertasinya tersebut. Semoga makin banyak orang yang mengkaji dan mengenalkan karya dan pemikiran ulama dan sufi, di samping mengamalkan ajaran dan awradnya. Amin. (Rojaya, Ketua Prodi Ilmu Tasawuf Fakultas Dakwah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Sholawat, Lomba Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Islamabad, Hari Santri 2018 - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menyelenggarakan serangkaian kegiatan selama sebulan penuh. Mereka mengadakan seminar, orientasi ke-NU-an, bahtsul masail, pertandingan futsal, bazar kuliner nusantara, dan kunjungan ke tempat-tempat yang baik.

Pada Ahad (28/2) pembukaan kegiatan dimulai dengan acara pemotongan kue ulang bolu yang dilanjutkan dengan seminar dan orientasi ke-NU-an di Kediaman Mustasyar PCINU Pakistan H Muladi Mughni.

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Semarak Peringatan Harlah Ke-90 NU di Pakistan

Untuk melengkapi kegiatan Harlah Ke-90 NU, pada Ahad pekan ini mereka mengadakan bahtsul masail yang diawali dengan istighatsah dan tahlil. Sementara pada pekan berikutnya menreka melangsungkan kompetisi futsal plus bazar kuliner Nusantara. Peringatan ini akan ditutup dengan wisata religi di Pakistan.

Hari Santri 2018

Ketua PCINU Pakistan Zulfikri Hasibuan mengajak seluruh warga NU di Pakistan untuk memahami secara baik pedoman serta arah gerakan NU yang telah digariskan oleh para ulama terdahulu.

Hari Santri 2018

“Mengingat kembali ideologi dan khittah NU saat ini sangat penting di tengah bermunculannya gerakan serta aliran keislaman yang berkembang baik dari dalam maupun luar Indonesia,” kata Zulfikri.

Sementara H Muladi menegaskan urgensi pemahaman akan tujuan pembentukan Jam’iyyah NU. Kewajiban generasi sekarang, menurutnya, merawat dan membesarkannya. Ia menjelaskan bahwa dalam logo NU tertera peta Indonesia yang berada di dalam lingkup peta dunia, hal ini bermakna bahwa NU didirikan di bumi Indonesia melalui eksperimen keislamanan Nusantara untuk dapat ditransformasikan ke seluruh dunia.

Hal ini, menurut Muladi, membedakan NU dan organisasi-organisasi keislaman lain yang lahir dari luar Indonesia yang diserap oleh orang Indonesia dengan berbagai cara lalu ditransformasikan ke dalam Indonesia.

“Warga Nahdliyin yang berada di luar negeri termasuk di Pakistan, harus berperan aktif memasarkan Islam ala NU ke orang luar dan bukan justru menjadi agen masuknya paham Islam luar yang belum tentu cocok dengan Indonesia,” pesan Muladi.

Orientasi dan seminar yang berlangsung lancar dan meriah ini dihadiri oleh seluruh Nahdliyin di Pakistan. Acara diakhiri dengan dengan pengambilan gambar bersama dan pembacaan doa oleh Rais Syuriyah PCINU Pakistan. Pertemuan ini ditutup dengan ramah tamah. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Internasional, Berita Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Jakarta, Hari Santri 2018. Kampanye politik menjelang pemilihan umum presiden pada Juli mendatang tak hanya diisi dengan narsisme capres-cawapres yang maju, tapi juga diwarnai upaya menjatuhkan pasangan saingan lewat isu sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampanye SARA Rusak Kerukunan Masyarakat

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, isu SARA mencuat karena ada pihak yang tak percaya diri dengan pasangan yang diusung. Menurutnya, isu SARA sangat sensitif di masyarakat dan bisa memicu konflik horizontal yang selama ini telah lama hidup rukun dan damai. Apalagi rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia masih cukup rendah.

"Jangan menghalalkan segala cara untuk menang," terang Khofifah, Rabu (11/6), di Jakarta.

Hari Santri 2018

Mantan menteri pemberdayaan perempuan dan kepala BKKBN era Gus Dur ini menambahkan, segenap tokoh Indonesia yang moderat telah berusaha agar bangsa Indonesia yang berbeda bisa hidup berdampingan. "Karena itu, jangan hanya karena pilpres tatanan masyarakat yang baik itu menjadi rusak," tandasnya.

Hari Santri 2018

Khofifah mengajak semua yang turut dalam kontestasi pilpres untuk menghindari cara-cara distruktif yang bisa merusak demokrasi itu sendiri. Apalagi kedua pasangan telah berjanji akan bertarung dengan adil.

"Siap menang dan siap kalah itu berarti harus siap bersaing secara fair. Tidak membuat suasana politik dengan isu SARA dan menghindari kecurangan pemilu," papar mantan ketua umum korps PMII putri (Kopri) ini. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Meme Islam, Berita, Doa Hari Santri 2018

Senin, 01 Januari 2018

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Jakarta, Hari Santri 2018. Masalah penodaan agama bukanlah isu baru. Sejak Kemerdekaan Indonesia, masalah ini sudah mengemuka. Presiden Soekarno telah mengeluarkan Penetapan Presiden No.1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama yang kemudian dinamakan UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.?

Untuk melihat pandangan para tokoh agama terhadap UU tersebut, Balitbang dan Diklat Kementerian Agama (2013) melakukan penelitian untuk melihat pandangan para pemuka agama terhadap isi UU No.1/PNPS/1965. Termasuk yang ditanyakan adalah soal berapa lama hukuman yang layak bagi para pelaku penodaan agama.

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berapa Lamakah Hukuman yang Layak untuk Pelaku Penodaan Agama?

Hasil riset tersebut menemukan, para pemuka agama Islam terbagi ke dalam 2 bagian. Pertama, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun penjara sudah dianggap memadai apabila dilaksanakan dengan benar. Kedua, pemuka agama Islam memandang bahwa hukuman maksimal 5 tahun dianggap kurang memadai terlebih bagi para penggagas dan pemimpin faham yang dianggap telah melakukan penistaan/penodaan agama. Hukuman berat tersebut penting sebagai upaya memberikan efek jera serta langkah preventif agar tidak terjadi lagi tindakan penistaan/penodaan terhadap agama.?

Mengenai perlu atau tidaknya pendekatan persuasif terhadap pelaku penistaan/penodaan agama, para pemuka agama Islam pada umumnya menyatakan perlu dilakukan dialog dan konsultatif sebelum diajukan ke pengadilan.

Menurut para pemuka agama Islam, pokok-pokok ajaran Islam yaitu Rukun Iman, Rukun Islam, dan Akhlak. Namun demikian perbedaan sekte/aliran dalam Islam, mereka sepakat bahwa selama perbedaan itu masih dalam koridor ikhtilaf (perbedaan pendapat yang tidak qath’i), maka ia dipandang tidak menodai agama. Namun apabila sudah menyangkut perbedaan ikhtirof (perbedaan pendapat yang qath’i), maka jelas mengandung unsur penistaan/penodaan agama.

Hari Santri 2018

Pandangan pemuka agama terhadap pelaksanaan UU No.1/PNPS/1965 terbagi dua: Pertama, pemerintah dinilai belum benar-benar melaksanakan UU tersebut. Kedua, pemerintah dinilai sudah melaksanakan dengan baik UU tersebut.

Selanjutnya pandangan pemuka agama Islam terhadap siapa yang paling berhak menentukan bentuk penistaan/penodaan agama, pemuka agama Islam menyatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama RI yang berhak menentukan bentuk penodaan agama dengan tetap memperhatikan pandangan dari pemuka agama Islam di MUI dan ormas Islam. Meskipun demikian terdapat pandangan lain yang menyatakan bahwa MUI yang paling otoritatif dalam menentukan bentuk penistaan/penodaan agama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Makam, Warta Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock