Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Demak, Hari Santri 2018. Untuk memperkuat dan melebarkan basis kaderisasi pelajar NU di pesantren, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Demak melakukan kunjungan dan konsolidasi ke Pimpinan Forum Silaturrahim Santri Pesantren Demak (FS2PD).

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Demak Giatkan Kaderisasi di Pesantren-pesantren

Perwakilan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak diterima langsung Ketua FS2PD Muhammad Taufiq di kediamannya yang berada di Lingkungan Pondok Pesantren Assujudiyah Demak, Jawa Tengah, Senin (23/3) malam.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim dalam pertemuan tersebut menyatakan, pihaknya? berencana memperbaiki mutu kaderisasi pelajar NU pada basis santri di Kota Wali, Demak. Menurutnya, pesantren dalam praktik keagamaan sehari-hari menggambarkan paham Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Sudah sepatutnyalah kami mulai penjajakan agar para santri bersedia bergandengan tangan dan berjuang bareng membesarkan IPNU-IPPPNU. Maka dari itu kami bertemu FS2PD agar dibukakan kran maupun pintu untuk masuk ke pesantren-pesantren di Demak,” ujarnya.

Muhammad Taufiq selaku Ketua FS2PD mengapresiasi niat rekan-rekanita IPNU-IPPNU. Ia mengatakan pesantren ibarat miniatur sebuah kerajaan, terbuka dan tidaknya pesantren mengikuti karakter pengasuhnya. “Karena PC IPNU-IPPNU Demak telah menemui kami, maka kami akan bantu untuk komunikasikan ke pihak pesantren yang tergabung dalam FS2PD agar bersedia didirikan komisariat,” kata alumni Pondok Pesantren Assujudiyah dan juga mantan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Demak Masa Khidmat 2010-2012.

Hari Santri 2018

Istiqomah, Ketua PC IPPNU Demak mengungkapkan terima kasih atas respon positif ini, dan sesegera mungkin pihaknya akan mengonsolidasikannya dengan semua pengurus di semua level agar mendapat tinak lanjut.

“Kami sudah lama merencanakan hal ini dengan harapan kaderisasi PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak yang selama ini masih kurang menyentuh lembaga pesantren dapat kembali bergelora, karena kami menyadari pada dasarnya pesantren juga basis IPNU-IPPNU,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut hadir dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Demak Muadhom (Wakil Ketua Bidangan Kaderisasi); Dzawits Tsiqoh (Wakil Ketua Bidang organisasi dan Kaderisasi); Rifkqi Jamil (Wakil Bendahara); dan Muhammad Nasir (Koordinator DKC CBP PC IPNU) beserta wakilnya, Sutresno. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

Batang,Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah (Jateng) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru-guru olahraga madrasah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di cabang-cabang dan meilbatkan sekitar 4.500 guru. ?

Menurut Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto, kegiatan ini merupakan realisasi kesepakatan antara PW Pagar Nusa dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai bentuk tindak lanjut atas MoU antara kedua lembaga pada Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng Semarang akhir Maret 2015.

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

“Untuk mengimplementasikan MOU yang telah ditandatangani pada saat Rapimnas, PW Pagar Nusa dengan Ma’arif NU Jawa Tengah bersepakat mengadakan diklat untuk guru olahraga Ma’arif se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di cabang-cabang,” ungkapnya pada diklat perdana di Kabupaten Batang pada Jumat sampai Ahad (5-7/2).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Harun mengatakan, selain mengimplementasian MoU tersebut, diklat ini bertujuan untuk menciptakan kader pelatih Pagar Nusa yang mumpuni dan profesional serta mempersiapkan sekolah dan madrasah sebagai padepokan Pagar Nusa sekaligus sebagai usaha nyata meminimalisir paham radikalisme kanan maupun kiri yang berkembang akhir-akhir ini.

Ketua pelaksana diklat, Masrur, mengatakan diklat di Batang diikuti sebanyak 76 guru olahraga se-kabupaten. Mereka dilatih secara khusus oleh pelatih-pelatih Pagar Nusa tingkat nasional.

Hari Santri 2018

“Selama tiga hari ini peserta digembleng berbagai macam materi Pagar Nusa yang meliputi jurus-jurus Pagar Nusa, teknik melatih, kurikulum pengajaran,” ungkap Masrur.

Selain mendapatkan materi-materi di atas, kata dia, peserta juga akan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus tim pelatih. Sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi peserta sebagai bukti diri untuk mengembangkan Pagar Nusa di sekolah masing-masing.

“Perlu saya sampaikan bahwa diklat ini nantinya akan didiikuti 4500 guru olahraga Ma’arif NU se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di masing-masing cabang.” pungkasnya. (Ghufron Ulya/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Olahraga, Pertandingan Hari Santri 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid mengajak segenap umat Islam untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan dan dakwah sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjelaskan Al-Quran Surat Al Ahzab ayat 21 yang merupakan perintah gamblang untuk mengambil suri tauladan dari Rasul.

Salah satu suri tauladan dari Rasulullah, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Skill Jakarta ini adalah pandai mensyukuri nikmat dan anugerah dari Allah SWT. Walaupun Rasulullah adalah sosok yang makshum (dilindungi dari dosa) dan dijamin masuk surga, namun ia senantiasa tidak mengurangi frekwensi ibadahnya.

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah dengan Hikmah Lahirkan Cinta, Dakwah dengan Keangkuhan Munculkan Benci

"Tekunnya Rasul dalam beribadah merupakan ungkapan syukur yang diwujudkan dengan senantiasa menggunakan segala nikmat Allah untuk menambah ketaatan dan keimanan kepada Allah SWT," jelasnya, Senin (11/12).

Kehidupan bahagia dan tenang juga menurut Gus Hayid dapat dirasakan dari rasa bersyukur ini. 

Hari Santri 2018

"Jika ingin berbahagia, hidup senantiasa tenang maka pandailah bersyukur. Jika tidak pintar bersyukur maka pastilah hidup penuh dengan kesesakan dan selalu suudzon (buruk sangka) kepada orang lain," tambahnya.

Sifat lain Rasul yang patut diteladani adalah selalu sabar dalam menerima ujian dan mampu menahan emosi dari sikap orang lain yang menyakitinya. Rasulullah adalah sosok yang selalu mampu memaafkan orang lain.

"Akhlak rasulullah adalah Al-Quran. Walaupun terus di-zalimi, namun beliau mampu menahan emosinya dengan tidak meluapkannya kepada orang yang menzaliminya. Sebenarnya jika ia mau berdoa kepada Allah untuk membalas orang yang menzaliminya, niscaya Allah akan mengabulkannya. Namun ini tidak dilakukan Rasul," terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, cara dakwah yang patut dicontoh dari Rasul menurut Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini adalah dengan cara memberikan hikmah. Dakwah menggunakan hikmah menurutnya akan dapat lebih diterima dan  memperoleh hasil yang maksimal.

"Dakwah dengan hikmah melahirkan cinta. Dakwah dengan keangkuhan akan memunculkan rasa benci," tegasnya.

Oleh karenanya dalam mengajak seseorang kepada hal yang baik, haruslah senantiasa mengedepankan dakwah dengan hikmah. Jika dakwah dengan hal ini tidak diterima maka ada langkah lain yaitu dengan mauidzatul hasanah.

"Jika harus saling memberikan argumentasi pun, haruslah senantiasa dilakukan dengan cara yang ahsan (yang paling baik). Tidak dengan blaming (menyalahkan) orang lain," pungkas dai muda yang kerap menjadi pemateri Syiar Kemuliaan di salah satu stasiun televisi swasta nasional. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Amalan, Ulama Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jakarta, Hari Santri 2018
Sekelompok LSM, dan para aktivis sosial lintas agama yang dipelopori PBNU mendeklarasikan Jaringan Solidaritas untuk Korban Busung Lapar (JSKBL). Deklarasi dilakukan di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Senin (4/7).

Hadir dalam kesempatan deklarasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hemas, Ketua PBNU, Andi Jamaro Dulung, Romo Frans Magnis Suseno, Koordinator JSKBL, Dr. Musdah Mulia, Ketua LKKNU, Otong Abdurahman, dan para aktivis yang tergabung di dalamnya.

Gerakan ini, kata Musdah dalam sambutannya dimaksudkan sebagai gerakan kepedulian terhadap maraknya kasus busung lapar di tanah air. Gerakan ini difokuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam kelaparan, gizi buruk, busung lapar, dan kematian dini.

"Kita tidak bisa menutup mata, mencuatnya kasus ini karena adanya ketidakadilan ekonomi, maraknya tindakan korupsi dan rapuhnynya institusi demokrasi. Karenanya kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu saudara kita yang mengalaminya," ujar penulis buku Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Perspektif Islam ini.

Untuk itu, lanjut Musdah, kami telah membentuk 9 tim kerja yang masing-masing menangani divisi tertentu yang dibagi berdasarkan kelompok dan institusi agar gerakan solidaritas ini lebih fokus. Tim itu diantaranya, tim kerja kampanye, tim kerja advokasi, tim kerja jaringan, tim kerja pendataan, tim kerja medis, tim logis dan pendanaan, tim media, tim analisis kebijakan dan tim kerja bantuan kemanusiaan.

Sementara itu wakil koordinator JSKBL, Benny Susetyo Jr mengatakan gerakan solidaritas ini bukan semata-mata gerakan spontanias karena mencuatnya kasus busung lapar, tetapi sebuah gerakan yang sistematis, terstruktur dan memiliki agenda yang jelas untuk menangani munculnya kasus serupa di tanah air. "Kami memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan sekarang kumpulnya kami disini sekaligus membahas program kerja tersebut," ujarnya.

Sekadar diketahui, LSM yang tergabung dalam solidaritas ini antara lain Suara Ibu Peduli, Kalyanamitra, Perempuan Indonesia, Komisi Hak-KWI, Koalisi untuk Indonesi Sehat, Infid, Elsam, LBN Jakarta, Sanggar Ciliwung, Koalisi Perempuan Indonesia, Fatayat NU, LKKNU, Jaringan Mitra Perempuan Jabotabek, Institut Ecosos, Prakarsa, Perdhaki, KPI Jabar, ICRP, Yayasan Jurnal Perempuan, dan lainnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Kiai, Ulama Hari Santri 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jumat, 26 Januari 2018

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

Batam, Hari Santri 2018

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meradang atas ujaran kebencian dilontarkan YD, seorang jurnalis perempuan di daerah itu melalui akun media sosialnya.

YD dalam statusnya mempertanyakan Banser pernah mengaji atau tidak. Ia juga mempertanyakan apakah Banser kumpulan preman yang menjual agama. Dalam statusnya itu pula, perempuan berasal dari Provinsi Riau tersebut menuding Banser ialah kumpulan orang menyebalkan sehingga pantas dibubarkan.

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

“Pernyataan yang bersangkutan karena reaksi spontan menanggapi isu pembubaran pengajian Khalid Basalamah oleh GP Ansor Sidoarjo, Jawa Timur. Namun kita giring terus untuk fokus pada subtansi masalah,” papar Alumni Susbanpim II PP GP Ansor, Khoirul Anam, di Batam, Senin (6/3).

Pertemuan dengan YD bisa dilakukan atas mediasi mantan Ketua GP Ansor Kota Batam yang merupakan general manager tempat YD bertugas.

“Insya Allah, kami mengedepankan rasa kekeluargaan dengan YD kendati awalnya alot dan menolak didokumentasikan. Bahkan yang bersangkutan sempat akan meninggalkan lokasi mediasi. Kami tegaskan, jika tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan, kami akan membawanya ke ranah hukum,” papar Anam.

Hari Santri 2018

YD akhirnya mengurungkan niat meninggalkan lokasi mediasi dan selanjutnya membuat surat pernyataan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi ujaran kebencian. Pernyataan itu ditandangani yang bersangkutan serta bermaterai.

Penolakan terhadap Khalid Basalamah tak hanya terjadi di Sidoarjo. Tapi juga di beberapa tempat seperti di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir, sebagaimana dilansir Republika menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Saran itu disampaikan kepolisian kepada panitia karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

“Ketegangan memang ada. Tapi tidak ada pembubaran jamaah pengajian. Jamaah tetap di masjid karena panitia hanya meminta Khalid menghentikan ceramah,” tegas Kapolresta.

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin menyayangkan informasi beredar di sejumlah media tidak sesuai fakta di lapangan.

“Berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. Masya Allah, tidak ada satu pun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor dan Banser NU,” kata Riza menegaskan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Ulama Hari Santri 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Pringsewu, Hari Santri 2018

Ada pemandangan unik dalam pengajian rutin malam Rabu di Pondok Pesantren Nurul Ummah asuhan KH Sujadi Saddad di Desa Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/9) tadi malam. Beberapa jamaah yang biasanya memakai peci putih atau kopiah hitam khas Indonesia tampak mengenakan peci batik warna hijau khas motif seragam NU.

Wakil  Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU

Yang paling menonjol malam itu adalah Wakil? Syuriyah Pengurus Ranting NU Patoman, Kecamatan Pagelaran, Mbah Fahrurozi. Ia tak hanya mengenakan peci bermotif batik NU tapi juga baju bermotif yang sama. Apalagi, ia yang selalu datang lebih awal dari jamaah lainya memimpin pembukaan pengajian dengan membaca Nadlam Asmaul Husna dan Syiiran Sholawat diikuti oleh para jamaah.

Mbah Fahrur, demikian ia disapa, walaupun sudah sepuh, terlihat tetap energik dan bersemangat dalam mengikuti pengajian. Dengan mengendarai motor tuanya, ia berangkat dari desanya Patoman yang berjarak dua kilometer menuju tempat pengajian sehabis shalat Isya.

Hari Santri 2018

"Peci ini hasil kreasi saya, dan saya jahit sendiri, insyaallah tahan air karena? dalamnya bukan kertas tapi kain spon seperti karet yang lentur," jelasnya.

Hari Santri 2018

Menurut Mbah Fahrur, ide menciptakan peci ini bermula saat ia merasa sayang dengan sisa kain bahan seragam NU yang tidak terpakai. Ia pun berinisiatif menjahitnya kembali dan dibuat kupluk atau peci yang mudah dilipat.

Mbah Fahrur yang pensiunan guru madrasah ibtidaiyah ini menambahkan, kecintaanya pada NU-lah yang mendasarinya agar produknya dapat dikenal masyarakat Nahdliyin secara luas. Sehingga harapanya selain sebagai identitas warga NU peci ini juga diharapkan menjadi syiar bagi nilai-nilai Aswaja di masyarakat.

"Kemeja NU ada, sarung NU juga? sudah banyak yang pakai, saya bikin peci NU saja yang simpel," pungkasnya.

Selanjutnya melihat hasil kreasi kupluk ini, KH Sujadi Saddad mengapresiasi dan menyarankan pada Mbah Fahrur untuk membuat peci dengan standar peci hitam khas Indonesia ."Saya lihat peci NU ini, satu-satunya di Indonesia dan yang pertama dibuat di Pringsewu," tutur Bupati Pringsewu ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, News Hari Santri 2018

Kamis, 11 Januari 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Hari Santri 2018. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Ulama, RMI NU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock