Pringsewu, Hari Santri 2018
Ada pemandangan unik dalam pengajian rutin malam Rabu di Pondok Pesantren Nurul Ummah asuhan KH Sujadi Saddad di Desa Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (13/9) tadi malam. Beberapa jamaah yang biasanya memakai peci putih atau kopiah hitam khas Indonesia tampak mengenakan peci batik warna hijau khas motif seragam NU.
| Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Wakil Syuriyah Ranting NU Ciptakan Peci Batik NU
Yang paling menonjol malam itu adalah Wakil? Syuriyah Pengurus Ranting NU Patoman, Kecamatan Pagelaran, Mbah Fahrurozi. Ia tak hanya mengenakan peci bermotif batik NU tapi juga baju bermotif yang sama. Apalagi, ia yang selalu datang lebih awal dari jamaah lainya memimpin pembukaan pengajian dengan membaca Nadlam Asmaul Husna dan Syiiran Sholawat diikuti oleh para jamaah.Mbah Fahrur, demikian ia disapa, walaupun sudah sepuh, terlihat tetap energik dan bersemangat dalam mengikuti pengajian. Dengan mengendarai motor tuanya, ia berangkat dari desanya Patoman yang berjarak dua kilometer menuju tempat pengajian sehabis shalat Isya.
Hari Santri 2018
"Peci ini hasil kreasi saya, dan saya jahit sendiri, insyaallah tahan air karena? dalamnya bukan kertas tapi kain spon seperti karet yang lentur," jelasnya.Hari Santri 2018
Menurut Mbah Fahrur, ide menciptakan peci ini bermula saat ia merasa sayang dengan sisa kain bahan seragam NU yang tidak terpakai. Ia pun berinisiatif menjahitnya kembali dan dibuat kupluk atau peci yang mudah dilipat.Mbah Fahrur yang pensiunan guru madrasah ibtidaiyah ini menambahkan, kecintaanya pada NU-lah yang mendasarinya agar produknya dapat dikenal masyarakat Nahdliyin secara luas. Sehingga harapanya selain sebagai identitas warga NU peci ini juga diharapkan menjadi syiar bagi nilai-nilai Aswaja di masyarakat.
"Kemeja NU ada, sarung NU juga? sudah banyak yang pakai, saya bikin peci NU saja yang simpel," pungkasnya.
Selanjutnya melihat hasil kreasi kupluk ini, KH Sujadi Saddad mengapresiasi dan menyarankan pada Mbah Fahrur untuk membuat peci dengan standar peci hitam khas Indonesia ."Saya lihat peci NU ini, satu-satunya di Indonesia dan yang pertama dibuat di Pringsewu," tutur Bupati Pringsewu ini. (Red: Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Hari Santri 2018 Ulama, News Hari Santri 2018
