Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Jakarta, Hari Santri 2018

Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) Kementerian Agama menjalin kesepakatan bersama Univance Co. untuk memberikan kesempatan magang kepada para siswa madrasah. Univance Corporate merupakan perusahaan asing milik Jepang yang bergerak di bidang produksi mesin dan peralatan transportasi. Perusahaan ini memiliki cabang di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.?

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Sinergi ini berawal dari inisiatif ? Ditpenmad berkunjung ke kantor Univance Co. di Jepang untuk melakukan penjajakan kerjasama. Selang sebulan, tepatnya Jumat (11/03) kemarin, giliran pihak Univance Co. yang gantian berkunjung ke Kantor Kementerian Agama.?

Kunjungan rombongan Univance Co. yang dipimpin oleh presiden Univance Co, Kenzuke Tani, diterima langsung ? oleh Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan dan jajarannya. ? Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan dari PT Univance Indonesia.?

Ditemui usai pertemuan, M. Nur Kholis mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama sudah mulai mengerucut. Menurutnya, Kenzuke Tani menilai ada kesamaan platform antara Univance Co. dan madrasah. Dalam budaya organisasi Univance Co., nilai-nilai kejujuran, akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sangat dikedepankan. Begitu juga dalam tradisi pendidikan madrasah.?

Hari Santri 2018

“Hal ini menjadi kata kunci penting dalam kerjasama ini,” terang M. Nur Kholis, Sabtu (12/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dalam pertemuan itu, Univance Co. meminta agar Direktorat Pendidikan Madrasah ? segera merekomendasikan nama-nama madrasah yang siswa-siswinya akan magang/PKL di PT Univance Indonesia di Purwakarta.?

Hari Santri 2018

“PT Univance Indonesia akan menyiapkan secara teknis pelaksanaanya, termasuk persyaratan minimal peserta magang/PKL, pembiayaan, tempat tinggal dan waktu pelaksanaanya. Semuanya akan dikoordinasikan dengan tim teknis Direktorat Pendidikan Madrasah,” jelas ? Nur Kholis.

Sementara itu, tim teknis Ditpenmad akan menjaring ? calon-calonnya dan menyiapkan skema ? pembiayaan tranportasi pulang pergi peserta dari tempat asal ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Dikatakan M. Nurkholis, sebagai piloting project, Ditpenmad ? akan memprioritaskan siswa-siswi madrasah yang berada di Jawa terlebih dahulu.?

“Dalam waktu dekat ini, MoU akan segera ditandatangai oleh kedua belah pihak dan Direktorat Pendidikan Madrasah akan berkunjung ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Mudah-mudahan program magang ini pada ? bulan Juli sudah bisa dimulai,” tembahnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Amalan, Kiai Hari Santri 2018

Sabtu, 17 Februari 2018

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat?

Momen Idul Fitri identik dengan makanan khas Nusantara bernama Ketupat. Makanan tradisional berbahan baku beras ini bahkan menjadi ikon setiap lebaran tiba. Bentuknya yang unik membuat ketupat tidak mudah untuk membuatnya karena terdiri dari anyaman janur atau daun kelapa muda berwarna putih kekuningan yang cukup rumit sebab membutuhkan keterampilan tangan dalam membuatnya.

Di daerah Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah rata-rata masyarakat ramai-ramai membuat makanan yang hanya membutuhkan dua helai janur ini. Namun demikian, selama lima tahun belakangan, janur di daerah ini susah didapatkan.

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Janur Kian Langka, Bagaimana Eksistensi Ketupat?

“Seperti tahun-tahun kemarin, masyarakat beralih membuat lontong karena mendapatkan janur susah sekarang,” ujar Ibu Munarti, warga Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari yang biasa menyediakan ketupat sebagai sajian Hari Lebaran, Rabu (6/7).

Selain sebagai hidangan Hari Raya, masyarakat juga membuat ketupat untuk dijual. Mereka menjual karya tangannya itu di sepanjang jalan kecamatan yang banyak dilintasi warga. Namun, dengan kondisi janur yang kian langka, potensi mereka untuk meraup rezeki dari penjualan ketupat ini juga ikut meredup. Biasanya satu ikat berisi 10 ketupat dengan Rp7000-Rp9000 tergantung jenis dan ukuran ketupat.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan janur yang menjadi bahan anyaman ketupat makin susah didapatkan. Losari bagian utara, khususnya di Desa Prapag Kidul, Limbangan, Kramat, dan Karang Dempel dahulu mempunyai lahan dan kebon kelapa yang luas. Namun, ribuan pohon kelapa ini tidak lagi mampu memproduksi janur. Karena setiap tahun dipetik.

Pohon-pohon kelapa ini juga makin lama tidak lagi memproduksi buah sehingga akhirnya mati. Pilihan akhirnya terpaksa pohon-pohon tersebut ditebang atau dibiarkan tanpa berbuah. Kini, banyak lahan yang tadinya perkebunan kelapa tergantikan dengan pohon jati.

Hari Santri 2018

Sebagai pohon penghasil bahan-bahan berguna dari ujung janur hingga akar, pohon kelapa termasuk tumbuhan yang harus diperbarui dengan bibit pohon baru setidaknya selama 5-10 tahun. Jika langkah ini tidak dilakukan, maka pohon tidak akan berbuah dan akhirnya mati.?

Hari Santri 2018

Faktor pemetikan janur dengan intensitas sering juga menjadi salah satu faktor mendasar kelangkaan bahkan bisa menyebabkan proses pembuahaan terganggu. Sebab janur yang menjadi embrio pertumbuhan pohon kelapa dari sisi batang, buah maupun manggar (penyangga buah) menjadi tersendat.

Dengan kondisi memprihatinkan tersebut, menanam bibit pohon kelapa di dekat pohon kelapa yang sudah menua menjadi langkah penting guna melestarikan pohon yang sebagian besar hidup di dataran rendah itu. Langkah ini diyakini bisa melanggengkan pohon kelapa sebagai pohon penghasil janur sehingga eksistensi ketupat sebagai makanan khas lebaran tetap lestari.

Filosofi ketupat

Kupat atau ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam di Jawa sejak masa pemerintahan Kerajaan Demak pada awal abad ke-15. Konon, ketupat merupakan demitologisasi dan desakralisasi pemujaan Dewi Sri yang dimuliakan sejak masa kerajaan kuno Majapahit dan Padjajaran.

Menurut keterangan Sejarawan Agus Sunyoto, ketupat memang asli Indonesia. Di luar negeri tidak ada. Ketupat sebetulnya diambil dari satu hadits. Man shoma ramadhana tsumma atba‘ahu sita minsyawwalin fakaana shama kasiyaamidahron. (Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seperti telah berpuasa selama setahun penuh).?

Menurut Pakar Islam Nusantara itu, orang yang berpuasa seperti itu disebut kafah atau kafatan, artinya sempurna. Nah, orang Indonesia menyebutnya kupat (ketupat). Itu sebabnya orang Indonesia setelah berpuasa Syawal, ada hari raya ketupat, artinya hari raya sempurna.

Lebih jauh, ketupat atau kupat bisa dijelaskan sebagai berikut: pertama, istilah kupat mempunyai kepanjangan ngaku lepat (mengaku bersalah). Kedua, janur sebagai bahan pembuat kupat mempunyai makna jatining nur (hati nurani). Ketiga, anyaman janur menggambarkan kompleksitas masyarakat Jawa yang harus dilekatkan dengan tali silaturrahim.

Keempat, beras yang menggambarkan nafsu duniawi, dan terkahir kelima yaitu bentuk ketupat yakni kiblat papat (mata angin), limo pancer (kiblat) yang menggambarkan arah kiblat. Hal ini memberi makna bahwa nafsu duniawi harus diimbangi dengan beribadah kepada Allah SWT dengan menghadap kiblat melalui shalat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai Hari Santri 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Probolinggo, Hari Santri 2018. Dalam rangka ikut mendukung suksesnya pemilu, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat di Jalan Panglima Sudirman 440 Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/04).

Agenda silaturahmi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan moral kepada Komisioner KPUD Kabupaten? Probolinggo yang baru dilantik 30 Maret 2014 kemarin.

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahmi ke KPUD, PMII Probolinggo Dorong Pemilu Sukses

Pagi itu kunjungan ke kantor KPUD diikuti sejumlah jajaran PC PMII Probolinggo, antara lain Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil, Sekretaris PC PMII Probolinggo Muhamat Sahidin, Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Probolinggo Beny Yusman, Wakil Bendahara PC PMII Probolinggo Ahmad Yani, dan Biro Kaderisasi Korp PMII Putri (Kopri) PMII Probolinggo Linda Indriyana.

Hari Santri 2018

Kepada komisioner KPUD, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil menegaskan tentang komitmen PMII yang akan mendukung penuh kerja-kerja KPU. “PMII siap membantu mensukseskan pemilu, ” katanya.

Sebagai KPU yang baru dilantik, kata Towil, KPU lumrah butuh dukungan moril. Namun, menurut Towil, PMII tetap akan melakukan kontrol sosial kepada KPUD. “KPU harus bekerja dengan optimal. Sesuai kode etik. Jika nanti dalam menjalankan tugasnya KPU terindikasi melanggar undang-undang dan kode etik, PMII siap melakukan aksi protes turun jalan di kemudian hari,” tegas Towil.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan ini, PC PMII Probolinggo bertemu dengan empat komisioner KPUD, yakni Isfak Yulianto, Ainul Yaqin, Sugeng, dan Erfan Ghazi. Muhammad Zubaidi selaku ketua KPUD Kabupaten Probolinggo tidak bisa menemui, karena mengawal pengiriman logistik ke beberapa kecamatan setempat.

Ainul Yaqin perwakilan komisioner KPUD menyampaikan terima kasih atas dukungan moril PMII Probolinggo. Menurutnya, KPUD ke depan butuh kerja sama dari semua pemangku kepentingan yang ada demi kesuksesan pemilu.

“Terima kasih atas dukungan morilnya. Kerja sama harus preventif. Jangan menunggu kami melakukan kesalahan. (Jika) terindikasi ke sana saja, silahkan peringati kami. Inilah yang disebut mitra itu,” kata Ainul. ?

Ainul menambahkan, peran PMII Probolinggo diharapakan juga mendorong aksi pemilu damai. “Saya harap semua bekerja sama untuk pemilu bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.? (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Ubudiyah, Budaya Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Jakarta, Hari Santri 2018
Sekelompok LSM, dan para aktivis sosial lintas agama yang dipelopori PBNU mendeklarasikan Jaringan Solidaritas untuk Korban Busung Lapar (JSKBL). Deklarasi dilakukan di gedung PBNU, Jln. Kramat Raya 164, Senin (4/7).

Hadir dalam kesempatan deklarasi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Hemas, Ketua PBNU, Andi Jamaro Dulung, Romo Frans Magnis Suseno, Koordinator JSKBL, Dr. Musdah Mulia, Ketua LKKNU, Otong Abdurahman, dan para aktivis yang tergabung di dalamnya.

Gerakan ini, kata Musdah dalam sambutannya dimaksudkan sebagai gerakan kepedulian terhadap maraknya kasus busung lapar di tanah air. Gerakan ini difokuskan untuk menyelamatkan anak-anak yang terancam kelaparan, gizi buruk, busung lapar, dan kematian dini.

"Kita tidak bisa menutup mata, mencuatnya kasus ini karena adanya ketidakadilan ekonomi, maraknya tindakan korupsi dan rapuhnynya institusi demokrasi. Karenanya kami berharap dukungan dari semua pihak untuk membantu saudara kita yang mengalaminya," ujar penulis buku Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Perspektif Islam ini.

Untuk itu, lanjut Musdah, kami telah membentuk 9 tim kerja yang masing-masing menangani divisi tertentu yang dibagi berdasarkan kelompok dan institusi agar gerakan solidaritas ini lebih fokus. Tim itu diantaranya, tim kerja kampanye, tim kerja advokasi, tim kerja jaringan, tim kerja pendataan, tim kerja medis, tim logis dan pendanaan, tim media, tim analisis kebijakan dan tim kerja bantuan kemanusiaan.

Sementara itu wakil koordinator JSKBL, Benny Susetyo Jr mengatakan gerakan solidaritas ini bukan semata-mata gerakan spontanias karena mencuatnya kasus busung lapar, tetapi sebuah gerakan yang sistematis, terstruktur dan memiliki agenda yang jelas untuk menangani munculnya kasus serupa di tanah air. "Kami memiliki program jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan sekarang kumpulnya kami disini sekaligus membahas program kerja tersebut," ujarnya.

Sekadar diketahui, LSM yang tergabung dalam solidaritas ini antara lain Suara Ibu Peduli, Kalyanamitra, Perempuan Indonesia, Komisi Hak-KWI, Koalisi untuk Indonesi Sehat, Infid, Elsam, LBN Jakarta, Sanggar Ciliwung, Koalisi Perempuan Indonesia, Fatayat NU, LKKNU, Jaringan Mitra Perempuan Jabotabek, Institut Ecosos, Prakarsa, Perdhaki, KPI Jabar, ICRP, Yayasan Jurnal Perempuan, dan lainnya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Berita, Kiai, Ulama Hari Santri 2018

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Solidaritas untuk Busung Lapar Dideklarasikan

Senin, 05 Februari 2018

Merangkai Diaspora NU Internasional

Sejak berdiri pada 1926, NU telah memiliki visi internasional. Perjalanan Kiai Wahab Chasbullah dalam rangka Komite Hijaz yang memperjuangkan kebebasan bermazhab yang dianut oleh umat Islam dari berbagai belahan dunia menunjukkan pandangan global NU. Kini, jejaring NU pun semakin meluas ke pojok-pojok dunia yang dulu namanya saja tidak dikenal.?

Dalam berbagai kesempatan, NU juga mengadakan konferensi internasional yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, dibicarakan permasalahan yang dihadapi umat Islam secara umum. Banyak persoalan umat yang membutuhkan upaya bersama untuk pemecahannya. Salah satunya adalah kasus Palestina yang bahkan hingga kinipun belum ditemukan solusinya. Karena itu, upaya kerjasama yang lebih erat menjadi semakin terasa urgensinya.

Merangkai Diaspora NU Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Merangkai Diaspora NU Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Merangkai Diaspora NU Internasional

Keberadaan warga NU di berbagai negara juga menunjang internasionalisasi NU. Diaspora warga NU di kancah internasional didorong oleh banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja atau belajar di luar negeri. Sekalipun berada di negeri asing, mereka tetap menjalankan amaliah Nahdliyah. untuk Bersama-sama dengan orang yang satu paham dan tradisi, akhirnya mulailah didirikan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang merupakan nama bagi struktur kepengurusan NU yang ada di luar negeri sebagai sarana untuk berorganisasi dan memperkuat NU secara struktural.

PCINU-PCINU yang mulai berkembang pada era 2000an di era kepemimpinan NU oleh KH Hasyim Muzadi ini perlu mendapat perhatian yang memang istimewa, sesuai dengan nama yang disandangnya. Mereka menjadi duta untuk mengabarkan Islam Indonesia yang ramah dan damai di tempat di mana mereka berada. Dakwah terbaik adalah dengan menunjukkan akhlak dan perilaku yang sesuai dengan tuntunan Islam. Kader NU di luar negeri, terutama di negara-negara di mana Muslim menjadi minoritas, bisa menampilkan Islam yang menghargai semua golongan. Cara ini jauh lebih efektif dari sekedar kampanye antiislamofobia.

Apa yang dilakukan oleh PCINU Belanda pada akhir Maret 2017 ini menunjukkan upaya promosi Islam moderat ala Indonesia dengan menyelenggarakan konferensi internasional di sebuah universitas di Amsterdam. Acara yang mengundang para pakar yang kompeten dalam ilmu keislaman ini merupakan bagian dari konferensi cabang NU Belanda. PCINU United Kingdom (UK) dalam kesempatan berbeda juga menyampaikan keprihatinannya atas kasus penyerangan di London. Semuanya mewakili wajah Islam Indonesia yang ramah dan mendorong penyelesaian persoalan secara damai.

Bagi warga NU yang bekerja atau menjalankan bisnis di luar negeri, keberadaan PCINU ini bisa menjadi kesempatan kepada perluasan jejaring bisnis internasional dan warga NU di Indonesia. Ada banyak sekali produk dan jasa dari warga NU yang bisa ditawarkan ke pasar global. Jika ada pebisnis NU yang sukses karena peran PCINU, tentu mereka juga akan mendukung dakwah NU dengan berkah perkembangan usaha yang mereka peroleh.

Hari Santri 2018

Bagi anggota PCINU yang menjadi pelajar di berbagai negara, mereka diharapkan menjadi penerus perjuangan NU di masa mendatang ketika mereka kembali ke Indonesia. Mereka yang belajar ilmu-ilmu keislaman, khususnya di kawasan Timur Tengah dapat mewarisi keulamaan dan menjalankan peran-peran keagamaan. Bagi yang belajar ilmu nonagama di Eropa, Amerika, Jepang, dan kawasan dunia lainnya, mereka bisa menyumbangkan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat atau warga NU sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Ada banyak sekali perangkat organisasi NU yang membutuhkan dukungan para ahli dan kepakaran tertentu, di antaranya adalah Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Hukum, Lembaga Pendidikan, dan lainnya.?

Agar mereka bersedia mengabdi kepada NU, tentu dari awal harus diperkenalkan dengan NU secara organisatoris, bukan hanya NU kultural. PCINU menjadi kawah candradimuka untuk memperkenalkan apa itu NU dan apa peran-peran keumatan yang dapat dilakukannya.?

Anak-anak NU tersebut perlu dijaga dari pengaruh Islam transnasional yang ditampilkan dengan cara memikat, tetapi sesungguhnya memiliki pandangan radikal dan intoleran terhadap kelompok atau agama lain. Di sisi lain, kader muda NU juga harus diselamatkan dari gaya hidup bebas dimana segala sesuatu diperbolehkan atas dasar kebebasan individual tanpa mempertimbangkan bahwa Allah itu ? ada yang memiliki hak atas individu-individu.?

NU ternyata juga diminati bukan hanya oleh warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, tetapi juga warga lokal. Yang sudah berdiri adalah NU Afganistan yang semua pengurusnya adalah warga setempat. Beberapa ulama internasional yang berkunjung ke PBNU juga berharapa bisa mendirikan NU di tempatnya masing-masing. Tentu saja, NU-nya akan menyesuaikan diri dengan lokalitas negara di mana organisasi tersebut didirikan. Dalam hal ini, tentu harus dirumuskan panduannya dan prinsip-prinsip dasar yang dianut oleh NU. Jangan sampai ada yang mengaku NU di luar negeri, tetapi ternyata prinsip ajarannya tidak sesuai dengan NU yang sesungguhnya di Indonesia, baik sifatnya menjadi radikal atau liberal.?

Hari Santri 2018

Persatuan Muslim dalam jejaring NU jika mampu dikelola dalam tingkat internasional tentu akan menjadi kekuatan tersendiri dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam dalam ranah global seperti upaya peningkatan kesejahteraan, ilmu pengetahuan, kesehatan, penyelesaian kasus Palestina, atau konflik-konflik lokal yang terjadi di beberapa kawasan Muslim. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kiai, Doa Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Jepara, Hari Santri 2018. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Bilmbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan buletin bernama An-Nariyah baru-baru ini.

Buletin kebanggaan pelajar Blimbingrejo ini hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar maupun masyarakat secara umum, utamanya terkait dengan hukum Islam, seperti soal hukum dan dampak nikah di usia muda.

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

"Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi pelajar NU di sekitar Desa Blimbingrejo yang selama ini kurang begitu faham betul mengenai hukum Islam" ujar Pemimpin Redaksi Buletin An-Nariyah Muhamad Ridho Maulana, Ahad (16/3).

Hari Santri 2018

Ridho menjelaskan, media tersebut juga menyajikan beberapa materi pembahasan, seperti fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf. “Lebih spesifik problem-problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dikaji dari pandangan fiqih dan metode usul fiqih," kata santri lulusan Pesantren Salafiyyah Safiiyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini.

Menurutnya, ini juga merupakan langkah responsif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini tentang berbagai persoalan hukum Islam. Ridho berharap kehadiran buletin ini membuat para pelajar NU semakin cinta terhadap ilmu agama dan bersemangat dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. (Yusrul Wafa/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Humor Islam, Nahdlatul Hari Santri 2018

Kamis, 01 Februari 2018

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Tegal, Hari Santri 2018 - Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

Hari Santri 2018

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

Hari Santri 2018

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nasional, Kiai Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Bojonegoro, Hari Santri 2018 



Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi nyata dengan bedah tiga rumah milik masyarakat yang layak menerima.

Januari 2018 LAZISNU Bojonegoro membedah rumah milik Komawati di Desa Nguken Kecamatan Padangan. Ia adalah seorang mualaf. Rumahnya dihuni empat anak yatim. 

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Kedua, rumah milik Rohmat, seorang tunanetra warga Desa Balenrejo RT.07/RW.01 Kecamatan Balen, yang memiliki dua anak usia 7 tahun dan 2 tahun, sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh.

Ketiga rumah milik Yatminah (65) di Desa Pandantoyo RT.03/RW.01 Kecamatan Temayang. Ia adalah seorang janda dengan satu anak yang telah 14 tahun tidak pulang dari perantauan. 

Hari Santri 2018

"LAZISNU Bojonegoro ingin membantu membenahi ekonomi dengan membangun rumah warga masyarakat yang tidak layak huni," kata sekretaris LAZISNU bojonegoro, Shodikin.

Serta, sambungnya, ingin menjadikan rumah yang memadai dapat ditempati dengan layak untuk keluarga sehingga dengan rumah lanyak huni  tersebut dan sedikit modal usaha. 

"Diharapkan kehidupan mereka bisa lebih baik," terangnya.

Menurut pria akrab disapa Pak Dikin, NU menilai keluarga adalah kompleks terkecil dalam masyarakat, sedangkan rumah merupakan suatu sarana untuk bertempat tinggal. Namun di Bojonegoro masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Hari Santri 2018

"Masyarakat ini tergolong keluaga fakir miskin dan tidak mempunyai penghasilan tetap yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya," jelasnya.

Ditambahkan, pembiayaan tersebut dari donatur dan dermawan terutama warga Nahdliyin seperti ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed. 

"Program ini akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed menyambut positif program yang dilakukan lembaga. Pasalnya ini wujud kepedulian NU terkait kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. 

"NU hadir membantu mereka yang membutuhkan. Memberikan manfaat pada masyarakat," tuturnya singkat.

Para penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro sangat bahagia karena harapan bisa hidup di rumah layak huni akan tercapai. 

"Semoga ini dapat dimanfaatkan dan terima kasih atas bantuannya," terang salah seorang penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro. (M. Yazid/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Syariah, Kiai Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengasuh pondok pesantren Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo KH Agus Ali Masyhuri atau Gus Ali menuturkan, umat Islam harus cinta damai. Sebagaimana yang telah diajarkan oleh Hadlratussyekh KH Hasyim Asyari.

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agus Ali Masyhuri: Umat Islam Harus Cinta Damai

"Cinta tanah air adalah sebagian dari iman?," tutur Gus Ali pada acara Haul Mbah Muchdor dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di halaman mushollah Mbah Muchdor Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo kota, Kamis (11/5).

Gus Ali mengatakan, sebuah bangsa yang maju bisa diukur dengan kualitas pendidikan, minat baca, jumlah toko buku dan jumlah perpustakaan yang ada. Iqro (surat Al-Alaq 1-5, red) adalah ayat tentang revolusi pendidikan.

Untuk menggapai sebuah kesuksesan, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim itu menjelaskan, manusia harus senantiasa berpikir positif dan husnudzon (berbaik sangka kepada Allah SWT).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Gus Ali menyatakan, bersedekah merupakan alat untuk merekatkan umat. Sedekah tak harus dengan materi, tapi bisa berupa kebaikan yang dilakukan meski seuntai senyuman. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Amalan, PonPes Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

Tegal, Hari Santri 2018



Ikatan Pelajar Nahdlatu Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus menjadi organisasi keilmuan yang visioner. Hal itu ditegaskan Sekretaris Camat Suradadi, Kabupaten Tegal, Komsari saat menghadiri Ugrading Pengurus baru Pimpinan Anak Cabang IPNU–IPPNU Kecamatan Suradadi, masa khidmah 2017-2019 di gedung MWCNU setempat, Sabtu (11/11).

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Diminta Jadi Organisasi Keilmuan Visioner

 

Menurut Komsari, menjadi organisasi keilmuan yang visioner adalah mencetak kader yang memiliki ilmu agama dan etika yang baik. Selain itu, IPNU-IPPNU juga harus mempertahankan budaya dan nilai-nilai organisasi induknya, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

 

Hari Santri 2018

"Pertahankan budaya dan nilai–nilai Aswaja ala Nahdliyah," pesannya.

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Suradadi, Fuad Amasy mengatakan, upgrading digelar guna membekali pengurus baru masa khidmah 2017-2019 agar lebih visioner dan progresif .

 

Hari Santri 2018

"Moment ini telah dilaksanakan sejak dahulu, namun sekarang perubahan konsep dan nama menjadi titik perbedaan dari kegiatan ini," terangnya.

 

Dia menjelaskan, acara sengaja dikemas berbeda dengan yang lain, hal itu dimaksudkan agar nantinya pengurus bisa tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap organisasi dengan baik.

 

"Walaupun sudah sangat familiar, tetapi memang ini perlu menjadi titik awal pembekalan pengurus baru," tukasnya

 

Menurut Fuad, pihaknya bersama panitia juga telah berupaya aktif untuk membuat upgrading ini memiliki kesan dan pesan khusus pada seluruh pengurus agar nanti kita tidak canggung lagi dalam mengelola roda organisasi ini.

 

"Saat ini kami fokuskan dulu untuk membentuk kesolidan Pengurus PAC sebelum kita mengolah program," tuturnya.

 

Pihaknya berharap, pasca dilantik,  pengurus akan lebih giat lagi dalam menjalankan tugas dan kewajiban organisasi. 

"Bukan hanya tugas ketua saja, tetapi bersama pengurus lain membangun organisasi progresif di zaman now," pungkasnya.

 

Acara yang dibarengkan dengan pelantikan pengurus itu mendapat respon cukup baik. Hal itu di tandai dengan kehadiran pengurus yang mencapai 80 persen dan ekspresi kegembiraan dari Pengurus IPNU-IPPNU. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Warta Hari Santri 2018

Senin, 15 Januari 2018

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Surabaya, Hari Santri 2018. Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa yang digelar di Hotel Empire Palace di Surabaya, (31/8), telah usai menyusul berakhirnya sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz.

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Duet KH Aziz Mansyur-Muhaimin Terpilih Lagi

Sidang pleno terakhir itu diikuti seluruh perwakilan DPW PKB dari Sabang sampai Merauke. Mayoritas muktamirin (sebutan peserta muktamar) mendukung kembali duet KH Abdul Aziz Mansyur dan Abdul Muhaimin Iskandar untuk dikukuhkan sebagai mandataris muktamar.

Keduanya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) masa khidmat 2014-2019.

Hari Santri 2018

Ketua sidang pleno kelima Marwan Ja’far sebelumnya menanyakan kepada forum terkait materi sidang. “Sidang pleno kelima dengan agenda pemilihan ketua umum dewan tanfidz dan ketua dewan syuro apakah disepakati?” Forum pun menjawab spontan. “Setuju...” koor para muktamirin.

Hari Santri 2018

Sejurus kemudian, Marwan meminta kesanggupan kedua tokoh tersebut untuk dikukuhkan kembali sebagai ketua dewan syuro dan ketua umum dewan tanfidz. Muhaimin pertama kali menyatakan siap untuk dipilih kembali disusul Kiai Aziz menyatakan hal yang sama.

“Setelah ada pernyataan sikap dari kedua calon, apakah forum menyepakati keduanya untuk menjadi ketua dewan syuro dan ketua dewan tanfidz yang baru,” lempar Marwan kepada forum.

Dengan demikian, lanjut Marwan, Ketua Dewan Syuro PKB yang baru adalah Almukarrom KH Abdul Aziz Mansyur dan Ketua Umum Dewan Tanfidz saudara Abdul Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, suasana sidang pleno keempat mengagendakan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Utusan dari Aceh sempat menginterupsi pimpinan sidang agar menyetujui usulan untuk kembali ke AD/ART Muktamar II Semarang.

“Kami meminta pimpinan sidang untuk memberlakukan kembali AD/ART hasil Muktamar kedua di Semarang. Hal ini agar posisi dewan syuro tidak hanya sekedar menjadi stempel bagi dewan tanfidz,” pintanya. (Ali Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Budaya, Internasional, Kiai Hari Santri 2018

Minggu, 14 Januari 2018

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

Jakarta, Hari Santri 2018. Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar ikut kagum dengan kiprah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam berjuang untuk agama, bangsa, dan negara. Ia menyebut, kehadiran Muslimat sebagai Rahmat bagi umat.

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

“Kehadiran Muslimat adalah Rahmat. Selama ada Muslimat, Indonesia tidak akan ambruk,” ungkap Kiai Nasar, sapaanya, saat memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan PP Muslimat NU periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta.

Pernyataan Kiai Nasar merujuk kepada khidmah atau pengabdian seluruh kader Muslimat NU di Indonesia dengan menyediakan berbagai layanan di bidang kesehatan, pendidikan, koperasi, dan dakwah.

Seperti diketahui, Muslimat NU mempunyai sejumlah perangkat organisasi yang selama ini telah berjalan dengan baik. Perangkat organisasi tersebut adalah Yayasan Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU, Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU), Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU), dan Induk Koperasi Annisa (Inkopan) Muslimat NU yang terdiri dari pusat-pusat koperasi (Puskop) di wilayah dan cabang.

Dalam kesempatan Harlah dan pelantikan tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menyebut, saat ini Muslimat memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Hari Santri 2018

Selain itu, Muslimat NU juga memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jombang dan Klinik Haemodialisis yang telah diakui secara nasional melalui sejumlah penghargaan. Khofifah juga menjelaskan, Muslimat juga memiliki 144 panti asuhan anak-anak dan 134 panti Lansia.

Untuk merawat generasi muda Indonesia, Muslimat NU juga fokus dalam pemberantasan Narkoba. Hal ini diwujudkan dengan membentuk Laskar Antinarkoba yang dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang.?

Dalam kesempatan di Masjid Istiqlal tersebut, Khofifah secara resmi melantik Laskar Antinarkoba. Laskar ini dikomandani oleh para Ketua PP Muslimat NU dan Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU di 34 provinsi.

Terkait perjuangan Muslimat itu, Kiai Nasar menyebut bahwa Muslimat dan Nahdlatul Ulama secara umum telah nyata mempraktikkan Islam sebagai rahmat bagi umat. Bukan hanya perjuangan menegakkan nilai-nilai agama, tetapi juga meneguhkan eksistensi bangsa dan negara lewat keadilan dan kemaslahatan umat. (Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Sejak awal langkah pemblokiran situs-situs yang terindikasi radikal oleh pemerintah itu sudah diprediksi tidak akan efektif, bahkan bisa kontra produktif. Pertama, telalu banyak situs yang masuk daftar blokir. Ada 22 situs Islam yang disasar dan beberapa di antaranya masih tergolong “baik”.

Kedua, rekomendasi pemblokiran oleh BNPT kepada Kemkominfo itu bocor sebelum dilaksanakan, atau bisa jadi dibocorkan oleh pihak-pihak tertentu. Akibatnya isu pemblokiran ini segera mencuat dan memicu kontroversi. Bahkan saat isu pemblokiran itu sudah menjadi bahan perbincangan di televisi, sebenarnya pemblokiran itu belum direalisasikan dan para narasumber di televisi itu dengan santainya berbicara seperti pemblokiran itu sudah terjadi.

Para pendukung situs-situs yang terdaftar itu segera bereaksi dan memohon pembelaan masyarakat atas nama Islam. Mereka mengatakan, pemblokiran situs itu merupakan bentuk pengekangan terhadap dakwah Islam, meskipun sebenarnya mereka tidak terlalu senang memuat informasi mengenai pendidikan Islam di Indonesia, madrasah, pesantren, pengajian, tradisi keislaman, semangat berzakat, dan seterusnya. Situs-situs dimaksud selama ini lebih suka mengekspos isu-isu konflik di Timur Tengah dan bahkan pada titik tertentu ikut larut dalam permusuhan antar kelompok politik di sana.

Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Strategi Blokir Situs Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Strategi Blokir Situs Radikal

Para pendukung situs-situs yang akan diblokir itu juga berteriak-teriak mengenai kebebasan pers dan HAM. Mereka juga fasih sekali melafalkan Universal Declaration of Human Rights 1948 dan pasal-pasal mengenai kebenasan pers, dua hal yang selama ini tidak terlalu diindahkan.

Payahnya lagi di hadapan khalayak ramai, BNPT dan Kemkominfo juga saling lempar tanggung jawab. BNPT berkilah pihaknya tidak punya wewenang untuk memblokir situs tertentu dan hanya memberikan rekomendasi. Sementara Kemkominfo mengatakan pemblokiran dilakukan atas rekomendasi BNPT.

Beberapa pekan setelah beredar isu pemblokiran, 22 situs masih bebas diakses. Ketidaksepahaman dan kontroversi membuat pihak Internet Service Provider (ISP) punya alasan untuk tidak melakukan tindakan apapun. Hanya satu-dua ISP yang melakukan pemblokiran, namun setelah itu dihidupkan lagi. Beberapa ISP malah menikmati kontroversi karena transaksi penjualan paket data internet meningkat.

Sementara itu para pengamat yang suka dengan teori konspirasi mengait-ngaitkan isu pemblokiran itu dengan penyerangan terhadap kelompok muslim di Yaman, yang tidak lain adalah Syiah. Situs-situs dimaksud sengaja “dibebastugaskan” untuk tidak menginformasikan aktivitas perang Timur Tengah. Pengamat lain mengaitkan isu pemblokiran dengan pengalihan isu menyusul kenaikan harga BBM. Ada juga yang menduga, pemerintah sudah mengincar situs-situs tersebut karena dalam Pilpres kemarin tidak mendukung pasangan Jokowi-JK, bahkan mereka terlibat dalam aktivitas kampanye negatif.

Hari Santri 2018

Kita tentu tidak terlalu sibuk dengan berbagai konspirasi seperti itu. Jika kembali ke maksud awal yakni antisipasi terhadap perkembangan radikalisme melalui media internet, maka pemerintah layak didukung. Aktifitas propaganda yang berisi kebencian, permusuhan, fitnah, pengkafiran, dan provokasi yang memicu aksi radikalisme saat ini lebih mudah dilakukan melalui new media dari pada lewat kegiatan ceramah-ceramah atau kegiatan cuci otak yang dilakukan dengan cara lama. Melalui media baru ini, para teroris yang mengklaim diri sebagai jihadis juga sudah sangat canggih dalam menyebarkan aksi simpatik dan rekayasa-rekayasa audio visual untuk keperluan merekrut pengikut baru.

Namun langkah pemblokiran yang buru-buru tidak cukup efektif. Pihak-pihak yang punya itikat tidak baik terhadap persatuan bangsa dan keutuhan NKRI juga sudah mulai rajin mengoleksi berbagai produk hukum Indonesia sebagai bahan untuk berkilah dan berkelit dari jeratan hukum. Undang undang mengenai pemberatasan terorisme tahun 2003 juga masih sangat “jadul” untuk mengatasi berbagai modus terorisme baru.

Sambil menunggu produk undang undang baru yang lebih progresif, beberapa konten dalam Undang-undang Nomor 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bisa dikenakan untuk mengatasi penyebaran radikalisme melalui internet. Pasal 28 ayat (2) UU itu misalnya menyebutkan salah satu perbuatan yang dilarang yakni “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).”

Di luar 22 situs yang kemudian dikurangi menjadi 19 masih ada banyak situs berbahasa Indonesia yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme. Di antaranya ada situs berbahasa Indonesia yang resmi mengibarkan bendera ISIS dan meneruskan berbagai pemberitaan resmi dari situs berita ISIS yang berbahasa Arab. Apakah yang seperti ini lolos dari pengawasan BNPT dan Kemkominfo? Untuk beberapa situs yang jelas-jelas menyebarkan radikalisme, tidak mempunyai alamat dan pengelola yang jelas, mestinya pemblokiran bisa dilakukan segera dan tidak perlu terlalu ekspos. Beberapa informasi yang bersumber dari situs-situs tidak jelas itu juga disebarkan melalui media sosial dan tentunya itu sangat berbahaya. (A. Khoirul Anam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Kiai, Meme Islam Hari Santri 2018

Senin, 18 Desember 2017

Demo, PMII Subang Nilai 21 Anggota DPRD Pembohong

Subang, Hari Santri 2018. Aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mewarnai prosesi pelantikan DPRD Subang, Rabu (3/9). Puluhan massa PMII yang mendapat pengawalan ketat pihak keamanan dengan berorasi di pintu gerbang masuk DPRD.

Demo, PMII Subang Nilai 21 Anggota DPRD Pembohong (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo, PMII Subang Nilai 21 Anggota DPRD Pembohong (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo, PMII Subang Nilai 21 Anggota DPRD Pembohong

Ketua Pengurus Cabang PMII Subang Saeful Imron mengatakan, aksi tersebut merupakan sikap yang harus disampaikan kepada seluruh anggota DPRD yang dilantik hari ini. Menurutnya, sebanyak 21 orang yang kembali menjabat anggota DPRD sudah melakukan pembohongan karena tidak terbukti memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Untuk itu kami minta ke 29 anggota DPRD yang baru untuk tidak mengikuti jejak para pendahulunya,” tandasnya.

Hari Santri 2018

Ia mendesak agar anggota DPRD Subang yang diambil sumpahnya tersebut harus bisa menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan yang berpihak kepada rakyat. “Jangan sampai mereka kembali melakukan pembohongan kepada masyarakat. Jalankan tugasnya sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” tegasnya.

Mereka berorasi dengan melakukan aksi teatrikal. Aksi sempat memanas karena massa yang hendak masuk dan bertemu dengan pimpinan DPRD dihadang oleh puluhan aparat keamanan dari Polres Subang.

Hari Santri 2018

Ketegangan mulai terlihat saat massa meluapkan kekecewaannya dengan membakar ban bekas. Belum juga api dinyalakan, pihak keamanan segera merebut ban bekas dan bensin yang siap di bakar tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, massa PMII yang sudah terlanjur emosi akhirnya membakar spanduk yang mereka bawa dengan bertuliskan “Selamat Datang Para Pembohong”.

Kericuhan pecah saat salah seorang massa melemparkan bensin kedalam api. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan antara aparat dengan mahasiswa PMII tersebut. Tiga diantaranya diamankan pihak kepolisian, yakni Toto Taufik Munajat, Kusnadi dan Saeful Imron. Setelah dilakukan negosiasi, mereka akhirnya dibebaskan.

“Kami datang ke sini dengan damai dan baik-baik, kenapa pak polisi yang tugasnya memberi kenyamanan justru bertindak represif,” ujar salah seorang massa, Subhi Munir yang mengalami pemukulan dan gigitan salah seorang anggota polisi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Kiai Hari Santri 2018

Akhlak Para Ulama-Mahaguru Madrasah Nidhamiyah

Di zaman Islam abad pertengahan, kita mengenal sebuah lembaga pendidikan bernama Madrasah Nidhamiyah. Sekolah tinggi yang berdiri di Bagdad pada masa Khalifah Abu Jafar Abdullah al-Qaim bi-Amrillah ini menjadi oase bagi studi keislaman. Ia menjadi mercusuar bergengsi sekaligus membanggakan bagi perkembangan ilmu pengetahuan zaman itu.

Di madrasah tersebut diajarkan berbagai keilmuan, mulai dari syariah, ilmu kalam, hingga tasawuf kelas berat. Para pengajarnya pun bukan orang sembarangan. Pihak kerajaan kala itu memastikan betul bahwa para mahaguru yang aktif di sana adalah orang-orang mumpuni. Imam Abu Ishaq asy-Syirazi, Imam Abu Hamid al-Ghazali, dan Imam Haramain adalah tiga tokoh yang pernah mendapat kesempatan menduduki posisi prestisius tersebut.

Akhlak Para Ulama-Mahaguru Madrasah Nidhamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhlak Para Ulama-Mahaguru Madrasah Nidhamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhlak Para Ulama-Mahaguru Madrasah Nidhamiyah

(Baca juga: Detik-detik Wafatnya Imam Al-Ghazali)



Namun demikian, seperti ulama-ulama kaliber umumnya, mereka yang menjadi guru besar di Madrasah Nidhamiyah tak serta merta menunjukkan perubahan sikap yang menonjolkan diri. Di antara mereka bukan tak pernah terjadi perbedaan pemikiran, namun semuanya disikapi dengan penuh kedewasaan dan rendah hati. Adu argumentasi tentu sering terjadi, tapi saling memuji dan berempati juga menjadi kebiasaan mereka.

Hari Santri 2018

Pernah suatu kali Imam asy-Syirazi menyanjung Imam Haramain dengan pernyataan, “Tuan adalah imamnya para imam.” Namun, di lain kesempatan Imam Haramain yang juga guru Imam al-Ghazali ini justru tak sungkan menuntun hewan tunggangan Imam asy-Syirazi. Demikian diceritakan kitab Irsyâdul Mu’minîn karya Muhammad Isham Hadziq.

Cerita lainnya adalah tentang ketawadukan Imam Abu Bakr asy-Syasyi, penerus Imam Abu Ishaq asy-Syirazi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam memimpin Madrasah Nidhamiyah. Jabatan baru ini sesungguhnya menunjukkan bahwa Abu Bakr asy-Syasyi telah meraih capaian tertinggi secara formal di dunia keilmuan. Tapi sepertinya prestise itu hanya ada di benak orang-orang. Abu Bakr asy-Syasyi sendiri tak merasa layak menggantikan para pendahulu yang juga gurunya tersebut.

Hari Santri 2018

Ulama berjuluk fakhrul islam (kebanggaan Islam) ini selalu menampilkan rasa hormat dan pengagungan yang luar biasa tiap menyebut nama Imam Abu Ishaq asy-Syirazi dan Imam al-Ghazali. Kadang ia menangis kala duduk di atas mimbar ajar sembari mengungkapkan kekurangan-kekurangannya dibanding guru-gurunya. Padahal, pemuka ulama syafi’iyah di Iraq di zamannya ini memiliki banyak karya dan diakui kealimannya oleh para ulama lain.

(Baca: Ketika Pengarang Alfiyah Dihinggapi Rasa Ujub)

Begitulah keindahan hubungan para ulama terdahulu, bahkan saat mereka “distratifikasi” dengan relasi guru-murid. Mereka bersaing dalam mendalami ilmu tapi di saat yang sama seperti sedang berlomba berendah hati. Mereka mengerti bahwa ilmu bertalian erat dengan akhlak, bukan semata soal melimpahnya hafalan atau kepiawaian dalam berdebat. Para ulama itu jauh dari karakter ingin terlihat paling menonjol, mencapai posisi duniawi tertentu, apalagi menjatuhkan orang lain. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Kajian Sunnah, Doa Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

Umat Islam yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji akan diselamatkan oleh Allah dari berbagai hambatan dan rintangan, sebagaimana kisah yang disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat memberikan tausiyahnya dalam acara walimatus safar di Pesantren Al-Huda, Pungangan, Subang, Ahad (31/7).

Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon ini mengisahkan bahwa pada tahun 1940-an Kiai Abbas Buntet beserta istri dan dua anaknya yaitu KH Mustamid Abbas yang pada saat itu baru aqil baligh dan KH Nahduddin Abbas yang baru saja menginjak usia empat tahun.

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

"Kalau Kiai Mustamid itu bisa haji berkat burung perkutut yang dapat nemu dari kebun belakang rumah dan dibeli oleh Kuwu (Lurah) di Cikedung Inderamayu seharga ONH (Ongkos Naik Haji, red)," ujarnya.

Hari Santri 2018

Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu melanjutkan, saat Kiai Abbas dan ribuan calon haji lainnya berada di tengah tengah samudera Indonesia, sang Kapten kapal mendapat telegram berisi ancaman dari tentara Jepang yang akan membombardir dan menenggelamkan kapal beserta isinya.

"Ribuan penumpang itu panik, namun sebagian dari mereka mengadu kepada Kiai Abbas. Akhirnya kiai sepuh ini istikharah," katanya.

Hasil istikharah Kiai Abbas, kata dia, jamaah calon haji yang berada di kapal itu boleh melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, boleh juga balik lagi ke kampung halaman, namun Kiai Abbas beserta keluarganya tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan separuh penumpang kapal, sisanya pulang kampung dengan kapal susulan.

Hari Santri 2018

"Akhirnya, jamaah haji ini tiba di Makkah dengan selamat, namun kemudian saat kapal balik lagi ke Indonesia, ternyata kapal yang tadi membawa jamaah haji ini benar-benar di bom oleh Jepang dan teggelam beserta ABK-nya," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Khutbah, Kiai Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar

Surabaya, Hari Santri 2018. Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta KH Asyhari Abta mengungkapkan harapannya terkait pelaksanaan Muktamar ke-33 yang akan dihelat 1-5 Agustus mendatang, di Jombang.

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Rais Syuriah PWNU DIY pada Muktamar

Menurutnya, forum musyawarah tertinggi NU itu harus menggambarkan NU sebagai organisasi perjuangan yang sejati dan semuanya harus ikhlas tanpa maksud lain kecuali ibtighai mardlatillah (mencari ridla Allah).

Muktamar kali ini ditempatkan di Jombang dengan maksud mensowankan pengurus NU kepada para pendiri NU. Muktamar di Jombang diharapkan bisa menghasilkan keputusan untuk negeri ini.

Hari Santri 2018

"Kita datang ke Muktamar untuk membahas program NU dan masalah-masalah umat yaitu melalui bahtsul masail bukan memperebutkan jabatan atau kekuasaan," jelas Kiai Asyhar beberapa waktu lalu melalui pesan pendek.

Hari Santri 2018

Meskipun pemilihan Rais Aam dan Ketum dimungkinkan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi, Kiai Asyhar tetap berharap Muktamar jauh dari ingar bingar kampanye calon Rais Aam atau Ketum. Semua para anggota NU harus menghindari diri dari ambisi mencari atau meminta jabatan. ?

Setelah Muktamar, NU harus menjaga jarak dengan partai politik, jaga jarak dengan para penguasa yang akan memanfaatkan NU. NU harus dekat bersama rakyat, dengan menggerakkan kemaslahatan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas rakyat dalam berbagai aspek kehidupan. "NU harus kuat, elegan, dan mandiri," pungkas Kiai Asyhar. (Rofii Boenawi/Mahbib)

Foto: KH Asyhari Abta, Rais Syuriah PWNU DIY

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sejarah, Kiai, Nasional Hari Santri 2018

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Jombang, Hari Santri 2018. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menganggap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sedang dirintis pemerintah cukup ditangani satu badan negara, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Pembentukan BPJS Syariah yang diusulkan pihak MUI, tidak dibutuhkan mengingat secara prinsip tidak berbeda dari BPJS Kesehatan yang ada. Kalau pun dihadirkan, maka beban pemerintah semakin berat.

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: BPJS Syariah Tambah Beban Pemerintah

Forum bahtsul masail pra muktamar NU yang diselenggarakan PBNU di pesantren Krapyak Yogyakarta pada 28 Maret 2015, tidak menemukan masalah secara Fiqih dalam program BPJS Kesehatan yang tengah berjalan. Forum yang dihadiri para kiai dari pelbagai daerah di tanah air itu memandang BPJS Kesehatan sudah sesuai syariah Islam.

Pemimpin sidang bahtsul masail pra muktamar NU soal BPJS Kesehatan KH Syafrudin Syarif menilai bahwa prinsip kerja program BPJS Kesehatan secara substansi itu sudah sangat Islami. Kekurangan dalam soal-soal teknis, menurutnya, cukup disempurnakan dan dikembangkan.

Hari Santri 2018

“Tidak usah menyebut ‘syariah’ karena bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang majemuk. Tidak semuanya orang Islam. Sehingga nanti yang ikut BPJS tidak hanya orang Islam. Jadi ketika orang Islam sakit, non-muslim bisa membantu orang Islam,” kata Katib Syuriyah PWNU Jatim kepada Hari Santri 2018 usai sidang pleno Muktamar Ke-33 NU di alun-alun Jombang, Ahad (2/8) petang.

Hari Santri 2018

Prinsip kerja at-ta’min at-ta’awuni (jaminan bersifat saling bantu) tidak mempermasalahkan agama, keyakinan, atau suku. “Ketika ada orang kecelakaan lalu lintas di tengah-tengah kita, apakah kita tanya dulu, ini orang Islam atau bukan? Nanti kalau non-muslim tidak kita tolong? Tidak begitu ajaran Nabi Muhammad SAW. Siapapun manusia yang membutuhkkan pertolongan, kita tolong,” kata Kiai Syafrudin.

Menurut Kiai Syafrudin, BPJS sudah baik. Pemerintah ini ingin menolong masyarakat. Jadi ? sebagian warga yang tidak mampu ditanggung pemerintah. Sementara yang mampu, membayar iuran untuk tetangganya yang tidak mampu. Saling tolong-menolong ini, menurutnya, sangat baik.

Program ini mengarahkan masyarakat untuk menolong orang lain bukan kemudian dianggap sebagai judi (maisir atau qimar) yang mengandung untung-rugi. Tidak ada gurmun (untung-rugi), tetapi yang ada adalah menolong orang lain atau ditolong orang lain.

“Dengan adanya BPJS Kesehatan, pemerintah seringkali nombok. Apa jadinya kalau nanti sistemnya terbagi dua dengan adanya BPJS Syariah yang mana tolong-menolong semakin terbatas oleh agama. Ini akan menambah beban pemerintah. Yang ada saja diperbaiki, silakan. Namanya tidak perlu BPJS Syariah,” tandas Kiai Syafrudin.

Masalah BPJS ini juga dibahas kembali dalam forum Muktamar Ke-33 NU di pesantren Tambakberas, Jombang 1-5 Agustus 2015. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Surabaya, Hari Santri 2018



Hajatan permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar NU adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. Bila tidak ada kendala, acara akan dilangsungkan di Nusa Tenggara Barat, November mendatang. PWNU Jatim telah menyiapkan tim khusus untuk membahas sajumlah persoalan yang akan disampaikan di forum tersebut.

Dan untuk mematangkan materi menjelang keberangkatan kontingen tersebut, PWNU Jatim akan mengawali dengan mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil. ? "Untuk Munas dan Konbes, ketua timnya adalah KH Ali Maschan Moesa," kata KH Anwar Iskandar, Selasa (8/8). Sedangkan untuk materi Muskerwil akan dikawal oleh Akh Muzakki, lanjut Wakil Rais PWNU Jatim tersebut.

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Dalam padangan Kiai Anwar Iskandar, sejumlah hal perlu dipersiapkan secara lebih saksama karena forum Munas dan Konbes NU akan membicarakan berbagai persoalan. Sejumlah masukan dan siapa saja yang akan menghadiri dua acara penting tersebut akan melalui seleksi yang cukup ketat.

"Baik yang masuk bidang organisasi, program, bahtsul masail serta rekomendasi," katanya kepada delegasi PCNU se-Jawa Timur yang hadir pada rapat koordinasi di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin Ngasinan Kota Kediri tersebut, di antara yang akan disampaikan adalah konsep PWNU Jatim terkait model pemilihan yakni ahlul halli wal aqdi atau Ahwa. "Kita optimalisasikan agar pemilihan dengan model Ahwa tidak hanya untuk kepengurusan syuriah, tapi juga tanfidziyah," jelasnya. Hal tersebut sebagai implementasi amanat AD/ART NU yang menjelaskan bahwa pemegang otoritas tertinggi di jamiyah ini adalah ulama atau kiai, lanjutnya.

Hari Santri 2018

Untuk pelaksanaan Muskerwil sendiri masih menunggu tim survey. "Tempatnya masih akan diputuskan apakah di Surabaya atau Tuban," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Agar lebih bisa mengoptimalkan kegiatan permusyawaratan ini, PWNU Jatim sangat berharap peran aktif PCNU se-Jatim untuk memberikan masukan, pikiran, pendapat dan aspirasi yang akan dibahas. "Usulan silakan disampaikan kepada Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh Muzakki selaku koordinator Muskerwil," tandasnya.

Rapat koordinasi ini menghadirkan utusan dari PCNU se-Jatim. Tampak hadir dari unsur syuriah PWNU Jatim yakni KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Shonhaji Shaleh, juga KH Syafrudin Syarif selaku katib. Sedangkan dari tanfidziyah antara lain KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Sholeh Hayat, juga Prof Akh Muzakki. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Manusia tak pernah putus menerima aliran nikmat Allah dalam bentuk apapun baik material maupun nonmaterial yang disadari sebagai sebuah nikmat atau yang tak disadari. Kalau sudah begini, mereka harus menjaga adab kepada Allah dalam bentuk syukur.

Ada juga sebagian orang yang tidak taat dan kufur sering tampak hidup makin membaik, segar bugar tanpa sakit, makin jauh dari kemiskinan, dan seterusnya. Tidak perlu heran karena di sinilah sebenarnya rahmat Allah untuk mereka.

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Sebenarnya ketika seseorang mendurhakai Allah sementara anugerah-Nya terus mengalir bahkan secara lahiriah bertambah banyak, ia patut waspada karena bisa jadi itu merupakan bagian dari istidraj dari Allah sebagai disinggung Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takutlah pada kebaikan Allah kepadamu di tengah keberlangsungan durhakamu terhadap-Nya karena itu bisa jadi sebuah tipudaya (istidraj) seperti firman-Nya, ‘Kami memperdayakan (mengistidrajkan) mereka dari jalan yang mereka tak ketahui.’”

Hari Santri 2018

Istidraj adalah semacam perangkap bagi manusia di mana mereka yang durhaka kepada Allah tampak semakin makmur, jaya, dan sejahtera. Tetapi sejatinya peningkatan kemakmuran yang terus beranjak naik bahkan melimpah itu sejatinya adalah uluran atau semacam penundaan untuk azab Allah yang pada gilirannya lebih dahsyat menimpa yang bersangkutan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Istidraj adalah ujian tersembunyi di balik sebuah anugerah Allah. Istidraj terambil dari kata ‘daraj’ (angsuran), seperti anak kecil yang mulai berjalan selangkah demi selangkah. Terambil dari kata ini juga adalah anak tangga di mana seseorang dapat naik ke atas. Sama halnya dengan orang yang diistidraj. Ia dicekal melalui nikmat sedikit demi sedikit tanpa sadar. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya kami cekal mereka dengan kenikmatan, lalu kami jerumuskan mereka ke dalam siksa tanpa mereka sadar.

Perihal ini Syekh Zarruq berkata, ‘Wahai para murid, takutlah pada karunia-Nya untukmu berupa kesehatan, kelapangan, kucuran deras rezeki, dan aliran deras  kekuatan baik material maupun spiritual di tengah kedurhakaanmu terhadap-Nya berupa kelalaian dan keteledoran,’” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101).

Orang yang terjaga mata batinnya selalu waspada dan khawatir atas penambahan nikmat dari Allah berupa harta, jabatan, status, eksistensi, dan lain sebagainya. Mereka khawatir nikmat itu merupakan istidraj dari Allah karena kerap lalai bersyukur atas nikmat itu. Kekhawatiran ini merupakan sifat orang-orang beriman.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takut pada ujian melalui nikmat Allah adalah sifat orang beriman. Tidak takut pada ujian kenikmatan di tengah kedurhakaan adalah sifat orang kafir. Sebagian ulama mengatakan, tanda-tanda istidraj adalah durhaka kepada Allah, terperdaya dengan ketenangan waktu, mengandung penundaan siksa atas kewajiban sampai pada-Nya. Ini adalah tipudaya tersembunyi. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya tanpa mereka sadari. Syekh Ibnu Athaillah berkata, ‘Setiap kali mereka bermaksiat, Kami perbarui nikmat untuk  mereka dan kami membuat mereka lupa pada istighfar atas maksiat tersebut,’” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Indonesia, Maktabah Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, halaman 51).

Manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur kepada Allah dalam bentuk ucapan, keyakinan, dan tindakan. Dalam menerima nikmat dengan segala bentuknya, manusia juga ditekankan untuk tidak melupakan jasa dan budi baik orang lain. Agama menganjurkan manusia untuk berterima kasih terhadap sesama karena tanpa disadari manusia berutang budi satu sama lain sebagai disinggung Syekh Ibnu Ajibah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap orang, ketika merasakan nikmat lahir-batin dan material-spiritual, wajib mengetahui kewajibannya dan segera mensyukurinya melalui ucapan, keyakinan, dan perbuatan. Lidah mengucap ‘Alhamdulillah’. Mulut bersyukur. Keyakinan itu melihat kehadiran Allah dalam nikmat tersebut dan menyandarkan nikmat kepada-Nya, dan tak perlu lagi melihat sebab kucuran nikmat di mana semuanya diyakini dengan hati dan disyukuri dengan ucapan. Tetapi siapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain atas jasanya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah. Orang yang paling berterima kasih kepada orang lain adalah orang paling bersyukur kepada-Nya. Apabila seseorang berterima kasih kepada orang lain dengan ucapan, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalas budi baikmu),’ maka ia telah menjalankan kewajibannya untuk syukur. Bentuk syukur dengan perbuatan adalah penggunaan segala nikmat tersebut untuk taat kepada Allah sebagaimana keterangan lalu.

Kalau ia tidak bersyukur baik dengan ucapan, keyakinan, maupun perbuatan, dikhawatirkan nikmat itu ditarik atau menjadi istidraj. Istidraj ini lebih buruk daripada penarikan nikmat. Simpulannya, kewajiban syukur adalah adab kepada Allah sebagai pemberi nikmat. Orang yang su’ul adab ketika datang nikmat, maka akan diberi pelajaran agar beradab. Pengajaran di dalam batin ini yang kerap jarang disadari banyak orang,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101-102).

Singkatnya, manusia harus menjaga adab kepada Allah dan kepada orang lain. Jangan sampai kufur nikmat dan tidak tahu terima kasih kepada orang lain. Manusia harus bersyukur kepada Allah dengan segala bentuknya dan juga berterima kasih kepada orang lain atas jasa mereka. Husnul adab menjadi kata kunci penolak istidraj. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Anti Hoax, AlaSantri Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock