Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan, seseorang yang mengetahui jati dirinya, dia tidak akan sombong atau membanggakan dirinya sendiri. Pasalnya, jika seseorang yang shalatnya rajin, tidak ada fahsak wal munkar.

"Allah itu memasukkan hambanya ke surga bukan karena amalnya saja, tapi karena anugerahnya Allah SWT dan bukan juga karena shalatnya saja," kata Gus Mus saat memberikan pencerahan pada acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah di halaman masjid Al-Ikhlas Bluru Permai, Sidoarjo, Sabtu (29/4) malam.

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Manusia Masuk Surga Bukan karena Amalnya Saja, Tapi...

Shalatnya manusia itu bentuk syukur kepada Allah. Kalau ada orang yang tidak shalat, berarti orang itu tidak mengerti syukur kepada Allah.

"Kalau seseorang mensyukuri nikmatnya Allah, selalu mengucap Alhamdulillah, seperti bangun tidur mengucap Alhamdulillah, bisa melihat dan bernafas Alhamdulillah saja. Sebab seseorang yang tidak bisa kencing pun, berapa juta untuk operasi," paparnya.

Hari Santri 2018

Gus Mus menegaskan, dalam sehari disediakan waktu lima kali untuk bersyukur kepada Allah. Shalat itu penting, semoga diberikan Allah kemudahan sehingga bisa menjalankan ibadah shalat sebagaimana mestinya dan tidak sombong.

"Kalau bisa sowan ke Allah. Karena Allah itu begitu baiknya. Kalau sudah tua seperti saya ini, sepertiga malam selalu dibangunkan Allah. Hubungan kepada Allah dijaga sehingga hubungan dengan kawula (hamba) Allah terjaga. Kalau hubungan dengan manusia tidak baik berarti hubungannya dengan Allah palsu," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 14 Februari 2018

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Medan, Hari Santri 2018

Pembangunan Kantor baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera utara yang beralamat di Jalan Sei Batang Hari No 52 Medan sudah mencapai 80 persen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PWNU Sumut Drs Misran Sihaloho MSi kepada sejumlah wartawan, Sabtu (6/6) di lokasi pembangunan Kantor baru PWNU Sumut, seperti dilaporkan kontributor Hari Santri 2018 Muhammad Safii Sitorus.

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Misran menjelaskan pembangunan Kantor PWNU Sumut diawali dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum PBNU DR KH Hasyim Muzadi pada Juli 2007 lalu usai melantik PWNU Sumut di bawah kepemimpinan H Ashari Tambunan masa bhakti 2007-2012.

Hari Santri 2018

Dijelaskan Misran pembangunan Kantor PWNU tersebut berdiri diatas tanah 10X37 M2 atas sumbangan keluarga besar Alm H Djamaluddin Tambunan dan Keluarga Alm H Usman Siregar.

”Kantor PWNU Sumut ini berjumlah 3 lantai, yang peruntukannya adalah lantai I untuk administrasi, ruangan Mustasyar dan Musholla.Lantai II ruang Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga dan badan otonom PWNU Sumut. Sedangkan lantai III merupakan Aula pertemuan yang bisa menampung 300 warga Nahdiyin,” ujar Misran.

Hari Santri 2018

Dana yang digunakan untuk pembangunan Kantor PWNU Sumut iniberjumlah Rp1,5 Milyar yang berasal dari sumbangunan dari warga Nahdlyin dan Pemerintah Propinsi Sumatera utara (Pemrovsu).

”Insya Allah pembangunan kantor ini selesai pada akhir Agustus 2009 ini. Diharapkan dengan beroperasinya Kantor PWNU Sumut ini seluruh aktivitas organisasi dapat dijalankan dengan baik sehingga program-program bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan cita-cita kepengurusan yang dilantik pada Juli 2007 lalu,” ujar Misran.

Misran mengungkapkan keberadaan Kantor baru PWNU Sumut ini akan menjadi ruh baru dan semangat baru bagi warga Nahdliyin di Sumut serta menunjukkan bahwa  sesungguhnya NU di Provinsi memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kemajuan dan pembangunan di Sumut.

”Terlaksananya pembangunan Kantor baru PWNU Sumut ini tidak lepas dari doa dan dukungan dari warga Nahdliyin Sumut. Oleh karenanya PWNU Sumut mengharapkan doanya juga agar proses pembangunan selesai sesuai dengan waktu yang telah direncakan,” demikian Misran. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

Bogor, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta menggelar kegiatan Suluk MATAN, Jumat-Sabtu (23-24/12) lalu di Al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Membangun Kader Intelektual Berbasis Spiritual dan Kemandirian Ekonomi sebagai Benteng NKRI ini diikuti oleh beberapa kampus di Jabodetabek.

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

“Peserta yang mendaftar ada 81 orang, mereka berasal dari IPB, UI, UIN, UNJ, UNU dan kampus lainnya. Mayoritas peserta aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Ketua MATAN DKI Jakarta, KH Ali M. Abdillah yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Adapun narasumber lain yang hadir di antaranya, KH Hamdani Muin, KH Cholil Nafis, Ulil Abshar Abdalla, Sekretaris Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, dan dari BNPT Syamsul Hadi.

KH Ali M. Abdillah menyampaikan materi soal tasawuf yang relevan untuk kalangan mahasiswa. “Sebagai sipirit membangun pribadi yang berakhakul karimah sehingga berperan sebagai kader dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/12).

Hari Santri 2018

Kemudian, Imam Gunawan menyampaikan tema tentang membangun jiwa entrepreneur kader muda. “Alhamdulillah ada langkah kongkrit terbentuknya MATAN Entrepreneur yang menjadi wadah untuk menampung potensi entreprenuer kader-kader MATAN. Pihak kemenpora akan membantu pembinaan dan pemberian modal usaha sesuai dengan program Kemenpora tahun 2017,” ucapnya.

Sementara itu, Samsul hadi dari BNPT memberikan keterangan tentang masuknya ajaran radikal di kampus-kampus. “Program BNPT tahun 2017 akan fokus di kampus. BNPT akan mendukung program kader MATAN terkait program deradikalisasi di kampus,” tutur Samsul.?

Hari Santri 2018

Lalu, intelektual muda Ulil Abshar Abdallah menyampaikan tentang dinamika pemikiran Islam klasik dan kontemporer. Ulil menyatakan, dirinya tetap istiqomah sebagai kader Nahdliyyin yang Sunni, Syafi’i, dalam tasawuf al-Ghazali dan falsafi.?

“Sedangkan pemikiran Islam liberal saya gunakan untuk dakwah di luar NU terutama utk menghadapi pemikiran barat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memberikan pencerahan terkait dinamika pemikiran Islam sejak wafatnya Rasulullah hingga moderen, baik dalam soal politik, keagamaan (madzhab) maupun sosial.?

KH Cholil Nafis menyampaikan materi tentang tantangan Aswaja. Cholil menegaskan perlunya kembali membaca prinsip-prinsip Aswaja dan Qanun Asasi yg dibuat oleh KH Hasyim Asyari supaya terhindar dari bahaya pemikiran liberalisme dan radikalisme.?

Kemudian, KH Hamdani Muin menyampaikan materi tentang Kematanan yang berpegang pada 5 prinsip: tafaquh fiddin, iltijamut thaat, tazkiyat nafs dan tasfiyatul qulub, mulazamah zikir dan aurad, khidmah lil ummah. “Kader MATAN bertanggung jawab dalam menjaga Aswaja an-Nahdliyah, membangun harmonisasi antara umat beragama dan sebagai benteng NKRI,” ujarnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Madiun, Hari Santri 2018. Sering “terseretnya” organisasi masyarakat dalam berbagai kepentingan, seolah membuat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkepentingan menekankan tugas yang sebenarnya. Dijelaskan, ormas seperti NU memiliki kewajiban membangun manusia.

“Kewajibannya adalah membangun manusia, masyarakat. Tidak lagi mempersoalkan agama. Agar lebih maju, bermanfaat, membangun kekuatan budaya moral agama akhlak ekonomi politik,” paparnya saat menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal Pengurus Cabang PCNU Kota Madiun, Jawa Timur, di Wisma Haji Kota, Sabtu (18/11) lalu.

Menurut Kang Said--begitu panggilan akrabnya--ada beberapa hal yang harus diperkuat langkahnya oleh ormas, termasuk NU. Yakni, spirit agama. “Dengan selalu melakukan pendalaman, pemahaman ilmu agama. Saat ini, sudah banyak dilakukan NU. Pokoknya kalau ada masalah agama, nggak usah khawatir, tanya ke NU,” ujarnya.

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Yang menarik, menurutnya, jika yang ditanyakan atau yang harus diperbuat, adalah hal lain seperti dunia politik. “Lha kalau masalah politik, sulit. Biasanya nggak sedep (tidak sedap), atau rasane (rasanya) hambar, sering kasinen (terlalu asin), kepedesen (terlalu pedas),” kelakarnya sambil tersenyum dan disambut ger-geran hadirin.

Kebesaran Islam, menurutnya, adalah karena akidah dan syariatnya, sejak 14 abad lalu tidak berubah alias original. “Ini tidak terjadi pada agama lain. Yang berubah, adalah manusianya. Yang harus diperbarui, ditingkatkan, dituntut perubahan, adalah cara bagaimana berakidah, bersyariat, bangun kebersamaan, saling melengkapi dan saling menghargai,” paparnya.

Penguatan lain yang harus dilakukan, adalah ruhul wathaniyah atau spirit nasionalis. “NU harus memperkuat semangat nasional mempertahankan, mencintai, menjaga dan mengawal keutuhan ber-Indonesia,” tutur Kang Said. Menurut catatan sejarah, lanjutnya, spirit nasionalisme sudah bergelora sejak lama, bahkan sebelum sumpah pemuda. (gpa/sam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Sabtu, 27 Januari 2018

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Bandung, Hari Santri 2018. Kabar duka datang dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.  Seorang tokoh pendidikan NU, Dr H Maman Abdurachman, berpulang ke rahmatullah. Maman saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ciamis, di samping juga Dekan FE Universitas Galuh Ciamis.

“Semasa hidupnya beliau adalah sosok yang gigih dalam mengisi perjuangan NU, sosok yang concern terhadap kemajuan pendidikan kader-kader NU khususnya di Ciamis. Semasa hidup beliau tak henti-hentinya memotivasi dan memfasilitasi kader-kader IPNU untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” kata Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kabupaten Ciamis Wahab Hasbullah melalui pesan singkat, Kamis (14/8).

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Pendidikan NU Ciamis Berpulang

Maman wafat 12 Agustus 2014, pukul 21.30 WIB, di RS Hasan Sadikin Bandung. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ciamis ini dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan setia mendampingi para pelajar NU di Ciamis.

Hari Santri 2018

Asep Irfan Mujahid Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat yang juga mantan Ketua PC IPNU Ciamis saat dihubungi (14/8) mengatakan, sosok Maman sangat dikagumi oleh para kader IPNU Ciamis.

Hari Santri 2018

“Karena beliau sangat dekat dengan kader-kader IPNU sehingga dalam sepak terjangnya di dunia pendidikan berpengaruh dalam agenda kaderisasi di IPNU Ciamis,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Quote Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Hari Santri 2018. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Hari Santri 2018

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Hari Santri 2018

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, IMNU Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Sebanyak 400 paket sembako dibagikan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa kepada masyarakat Pra Sejahtera di desa Kureksari Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Bagikan Sembako kepada Masyarakat Pra-Sejahtera

Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, kecap, susu, gula dan setiap paketnya seharga Rp 150 ribu. Paket sembako ini dibagikan Mensos kepada warga Kureksari secara gratis.

"Ketika masyarakat mendengar ada kekeringan dan gagal panen, secara psikologis masyarakat Pra Sejahtera bisa terpengaruh. Maka dari itu, kami perlu membantu warga seperti ini," papar Khofifah.

Hari Santri 2018

Sementara itu salah satu penerima paket sembako Siti Khotijah (53) mengaku sangat senang menerima sembako ini. "Kulo remen sanget angsal sembako iki, damel kebutuan dateng dalem (saya sangat senang menerima paket sembako ini untuk kebutuhan di rumah)," ucapnya.

Hari Santri 2018

Perlu diketahui bahwa pembagian paket sembako untuk keluarga Pra Sejahtera ini merupakan pembagian yang kedua. Sebelumnya, pembagian paket sembako juga dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri kemarin. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Doa, Hikmah Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

Jakarta, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menolak upaya pemerintah yang akan melakukan sosialisasi pengaturan menstruasi (menstrual regulation/MR) pada para remaja. Meski sosialisasi itu dilakukan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, upaya itu bisa mendorong berkembangnya budaya seks bebas.

“Kalau disampaikan, ya pada orang yang sudah berkeluarga, pada selected person (orang-orang tertentu, Red) atau selected area (kondisi lingkungan tertentu, Red). Tapi kalau diseminarkan, lebih banyak orang yang mungkin memahaminya secara luas daripada orang yang memahaminya secara proporsional,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada Hari Santri 2018 di Jakarta, Senin (2/4).

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pengaturan Menstruasi Dorong Seks Bebas

MR adalah sebuah tindakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dengan pemberian obat tertentu sehingga perempuan yang sudah telat masa menstruasinya bisa mendapatkan kembali haidnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu berpendapat, sosialisasi dalam bentuk berbagai seminar dengan target kalangan remaja merupakan bentuk yang sangat halus dalam upaya mengembangkan pergaulan bebas di kalangan remaja. Selain MR, sejumlah lembaga swadaya masyarakat pendukungnya juga mengembangkan berbagai model pencegah kehamilan lainnya seperti penggunaan alat kontrasepsi darurat (morning pill) dan mendorong aborsi sebagai salah satu bentuk KB.

“Kalau itu disosialisasikan secara terus-menerus, gimana? Nanti kan timbul pandangan, Anda berzina tak apa-apa. Nanti kan bisa minum obat kalau sudah hamil.? Supaya kita bisa sama-sama menjaga, jangan sampai seks bebas itu akhirnya menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja,” papar Khofifah, begitu panggilan akrabnya.

Upaya pengesahan aborsi saat itu juga tengah getol diperjuangkan oleh sekelompok yang sama dalam revisi Undang-undang (UU) Kesehatan. Dalam UU itu, aborsi boleh dilakukan dengan syarat yang berat, yakni jika kandungan mengganggu nyawa ibu dan jelas di situ ada suami. Pelanggaran bisa dikenai denda Rp 500 juta.

Hari Santri 2018

“Kalau alasannya daripada bunuh diri, kan repot. Daripada mereka melakukan aborsi yang tidak aman karena kehamilan yang tidak diinginkan? Akar masalahnya kan bukan di situ, tapi seks bebas itu. Ini disebabkan aturan-aturan mengenai pornografi, pornoaksi, ini yang belum kita tata,” terang Khofifah.

Karena keprihatinan itu, Muslimat NU mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-undang Antipornografi dan Pornoaksi. Muslimat NU juga memberikan pembekalan kepada para juru dakwah agar mendapatkan informasi yang proporsional sehingga ketika mereka ketemu dengan tokoh masyarakat, bisa menjawab.

“Jangan malu mendukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi karena dianggap konservatif,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Cerita, Tokoh, Warta Hari Santri 2018

Minggu, 14 Januari 2018

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya’, Fariduddin Attar mengisahkan kebaikan dan keramahan Imam Abu Yazid. Diceritakan:

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu Yazid, Lampu Minyak, dan Tetangga Musyrik

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2018

Imam Abu Yazid bertetangga dengan orang musyrik. Tetangganya itu memiliki seorang anak kecil. Di suatu malam, anak kecil itu menangis karena mereka tidak memiliki sentir (lampu minyak)yang menerangi rumah mereka. 

Imam Abu Yazid berdiri mengambil lampu minyak dengan tangannya sendiri dan membawanya masuk ke rumah tetangga musyriknya itu. 

Hari Santri 2018

Ketika anak kecil itu melihat cahaya lampu minyak, tangisannya berhenti. Lalu orang musyrik itu berkata:

“Bukankah kita telah berlaku aniaya pada diri kita sendiri karena tetap dalam kegelapan, meskipun Abu Yazid telah datang kepada kita membawa cahaya.”

Kemudian orang musyrik itu beriman beserta seluruh keluarganya, dengan sebab barakah kedatangan Abu Yazid dan amal perbuatannya. (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliya’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashiliy al-Wasthani al-Syafi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 195).

****

Berbuat baik tidak harus memandang bulu. Siapa saja berhak menerima kebaikan kita, entah itu perampok, pencuri ataupun pengelana. Semuanya memiliki hak yang sama untuk diperlakukan sebagai manusia. Begitulah Imam Abu Yazid al-Bisthami, meniru Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, berlaku baik pada siapa pun tanpa memandang agama atau suku bangsa tertentu. 

Apa yang dilakukan Imam Abu Yazid, mungkin saja tidak memiliki tujuan dakwah. Tapi murni berasal dari kebaikannya. Kebaikan yang lahir karena penjagaannya terhadap tobat, istiqamah, dan sabar. Sehingga ketulusan tidak lagi datang harus diundang, apalagi dibuat-buat, tapi telah menjadi atribut dari dirinya. Kapan saja Ia bertemu orang-orang yang membutuhkan, Ia akan menolong mereka tanpa berpikir panjang, tanpa menghitung untung dan rugi.

Yang sering disalah-pahami adalah, anggapan bahwa membantu sama saja dengan setuju. Saat Imam Abu Yazid membantu atau berbuat baik kepada orang musyrik, bukan berarti Ia setuju dengan kemusyrikannya. Begitu pula ketika Ia menolong pencuri, bukan berarti Ia setuju dengan kejahatannya. Memandang manusia harus sebagai manusia, dan Allah mengajarkan kita untuk memuliakannya (laqad karramna bani Adam). Habib Ali al-Jufri dalam pidatonya mengatakan:

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

“Aku membenci kekafiran orang kafir, tapi aku tidak membenci orang kafir. Aku membenci kemaksiatan ahli maksiat, tapi aku tidak membenci ahli maksiat.”

Beginilah seharusnya manusia memandang lainnya. Jangan benci manusianya, tapi bencilah perbuatannya. Dan, cara membenci yang paling benar adalah, dengan cara meluruskannya. Bukan dengan caramenghardik, memvonis dan melaknat. Proses meluruskan pun harus menggunakan pertimbangan akhlak yang luhur.

Contohnya, suatu waktu ada seorang sufi melintasi para pemuda yang sedang berpesta minuman keras. Sufi itu tidak menghardik mereka dengan mengatakan, “Ini haram! Kalian telah berbuat dosa!” Sufi itu malah mendoakan mereka agar mendapatkan kebahagiaan di akhiratseperti halnya mereka berbahagia di dunia (berpesta pora).Sebab, orang yang tengah mabuk tidak mungkin dapat menerima keindahan tutur kata, apalagi hardikan yang menyakitkan. Sufi itu menunggu saat yang tepat untuk mengajak mereka menghindari keburukan dan mendekati kebaikan.

Imam Abu Yazid al-Bistham sangat memahami hal itu. Setiap perbuatannya berdasarkanakhlak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena itu, jika diperhatikan dengan seksama, perilakunya dalam kisah di atas telah menguraikan beberapahal. Pertama, memuliakan tetangga seperti yang diperintahkan Rasul. Kedua, memuliakan tetangga lainnya, dengan menghentikan tangisan anak kecil di malam hari yang dapat mengganggu orang tidur. Ketiga, kedermawanan tanpa pamrih. Harga lampu minyak di saat itu tidaklah murah, termasuk barang berharga. Dan keempat, menghadirkan kebahagiaan dan kenyaman di rumah tetangganya. 

Karena itu, cahaya oleh kepala keluarga musyrik itu dipandang sebagai perlambang, sebuah simbol.“Bukankah kita telah berlaku aniaya pada diri kita sendiri karena tetap dalam kegelapan, meskipun Abu Yazid telah datang kepada kita membawa cahaya,” begitulah katanya. Dengan kata lain, Imam Abu Yazid telah menghadirkan kebahagiaan dan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga orang musyrik itu, khususnya anak kecil.

Lalu, bagaimana dengan kita? Mampukah kita mengajak diri kita sendiri untuk mulai membiasakan kebaikan dan mengasingkan keburukan sebelum kita mengajak orang lain untuk melakukannya? Wallahu a’lam.

Muhammad Afiq Zahara, alumnus Pondok Pesantren al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Budaya Hari Santri 2018

Sabtu, 13 Januari 2018

Ketika Doa Nabi Ibrahim Terkabul Setelah 3000 Tahun

Jika doa manusia tak segera dikabulkan Allah, mungkin ada baiknya manusia mengingat sosok Ibrahim Alaihis Salam yang doanya baru dikabulkan Tuhan 3000 tahun kemudian. Nabi Ibrahim pun tak menyaksikan wujud doanya itu.

Alkisah, suatu waktu Nabi Ibrahim mengajak Ismail memperbaiki Ka’bah yang tiang-tiangnya sudah banyak yang payah. Selesai merenovasi Ka’bah, Ibrahim berdoa:?

“Ya Allah, utuslah di antara anak keturunan kami ini seorang Rasul yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, mengajarkan Kitab dan Hikmah dan menyucikan umatnya”.

Ketika Doa Nabi Ibrahim Terkabul Setelah 3000 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Doa Nabi Ibrahim Terkabul Setelah 3000 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Doa Nabi Ibrahim Terkabul Setelah 3000 Tahun

Dengan penuh khusyu’, lama sekali doa itu dipanjatkan Ibrahim. Air matanya tumpah. Ia berharap dari anak keturunan Ismail kelak ada yang menjadi Nabi-Rasul Allah.

Seiring waktu, anak keturunan Ismail terus berkembang, tapi belum ada tanda-tanda kenabian akan datang. Hingga kemudian lahirlah seorang bayi, anak keturunan Ismail bernama Muhammad ibn Abdillah.

Hari Santri 2018

?

Dialah yang dalam usia 40 tahun diangkat menjadi Nabi. Bahkan, ia menjadi Nabi pamungkas; khatam al-nabiyyin wa al-mursalin.

Melalui kisah ini, manusia diajarkan agar bersabar menunggu dikabulkannya sebuah doa. Mungkin berbulan-bulan, puluhan tahun, ratusan tahun bahkan ribuan tahun, baru doa itu dikabulkan.

Doa Ibrahim agar dari anak keturunan Ismail ada yang diangkat jadi nabi, baru dikabulkan Allah ribuan tahun setelahnya. Suatu waktu Nabi SAW ditanya, mengapa kenabian jatuh pada dirinya.?

Hari Santri 2018

Nabi SAW bersabda, “Ini karena doanya Nabi Ibrahim, kabar gembira yang dibawa Nabi Isa, dan mimpi indah ibunda Aminah yang menyaksikan cahaya keluar dari tubuhnya hingga cahaya itu menyinari jagat raya”.

Allahuma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ali? sayyidina? Muhammad kama shallaita ‘ala? sayyidina? Ibrahim wa ali? sayyidina? Ibrahim.

KH Abdul Moqsith Ghazali, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh Hari Santri 2018

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Belu, Hari Santri 2018. Santri Pondok Pesentren Al-Muhajirin Belu berhasil meraih Juara Umum dalam Turnamen Tenis Meja yang digelar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Kabupaten Belu Nusa Tenggara Tomur (NTT) pada Tanggal 11-14 Desember 2017.

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Perbatasan Timor Raih Piala Turnamen Tenis Meja

Kepala SMP Al-Muhajirin H Muhammad Sadikin mengatakan prestasi tersebut diperoleh saat laga pertandingan yang berlangsung di Gor La Bone Kabupaten Belu. 

"Dua orang putri yang meraih piala yakni Maimuna Usman Lemba dan Aviana Emiliana Nona. Mereka bertarung dan bisa meraih piala (dalam pertandingan) selama dua hari," katanya kepada Hari Santri 2018, Sabtu (16/12)

Hari Santri 2018

Menurutnya pada pertandingan tersebut, kedua siswa berusaha tampil dengan usaha semaksimal mungkin.

Pesantren milik KH Kamali, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Belu ini, merupakan satu-satunya pesantren di wilayah perbatasan Pulau Timor. 

Hari Santri 2018

Dispora Belu melalui Rene, memberikan motivasi kepada anak didik di pesantren tersebut agar kedepan lebih meraih prestasi lebih baik. (Ajhar Jowe/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Tokoh, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 12 Januari 2018

Slamet Effendy Yusuf: Kiai Idham Chalid “Mendayung dalam Dua Karang”

Jakarta, Hari Santri 2018. KH Idham Chalid hidup di suasana politik yang begitu kontras. Partai-partai politik ideologis saling berebut pengaruh. Ulama dan tokoh politik asal Kalimantan Selatan ini sangat cerdik dalam berpolitik, namun tetap teguh memegang prinsip.



Slamet Effendy Yusuf: Kiai Idham Chalid “Mendayung dalam Dua Karang” (Sumber Gambar : Nu Online)
Slamet Effendy Yusuf: Kiai Idham Chalid “Mendayung dalam Dua Karang” (Sumber Gambar : Nu Online)

Slamet Effendy Yusuf: Kiai Idham Chalid “Mendayung dalam Dua Karang”

Bersama Kiai Idham, misalnya, Partai NU bisa menghadapi politik “Nasakom”; Nasionalisme, Agama, Komunis dengan sangat cerdik. Beliau menerima itu di level elit. Namun di level gerakan beliau menggerakkan anak buahnya seperti yang ada di Ansor atau Pertanu.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Salamet Effendy Yusuf saat bertakziyah ke rumah duka Komplek Yayasan Darul Ma’arif, Cipete, Jakarta Selatan, Ahad (11/7) siang.

Hari Santri 2018

“Waktu itu terkenal pidato beliau ‘Mendayung dalam dua karang’, di dalam kesulitan yang serba keras baik di sisi kanan dan sisi kiri beliau menjalankan bahtera Partai NU,” katanya.

KH Idham Chalid bukan saja tokoh NU tetapi juga tokoh nasional. Ia pernah dua kali menjabat wakil perdana menteri, ketua DPR RI, Ketua MPR RI, serta beberapa kali menjadi menteri. Beberapa penghargaan diperolehnya baik pada masa Orde Lama maupun Oerde baru.

Hari Santri 2018

Ia pernah mendapatkan Lencana Penggerak Revolusi 1945, Bintang Gerilya (1950), dan Satya Lencana Peringatan (1958). Maka KH Idham sesungguhnya pantas menerima gelar Pahlawan Nasional.

“Tapi untuk Pahlawan Nasional itu biar urusan negara saja. Beliau memang berjasa dan pada saatnya harus diberi penghargaan semacam itu,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh Hari Santri 2018

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

Maluku Tenggara, Hari Santri 2018. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa-PDTT) akan menjadikan Desa Lermatang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai model untuk pengembangan aquaculture estate di tujuh desa lainnya di pulau Sera dan pulau Yamdena dengan produk unggulan rumput laut.

Hal itu dikemukakan Dirjen Pengembangan Daerah ? Tertentu (PDTU) Suprayoga Hadi usai menghadiri Destructive Fishing Watch (DFW) panen perdana rumput laut di Desa Lermatang, yang merupakan social investment program dari INPEX Blok Masela yang menggandeng DFW sebagai mitra pelaksana, melalui fasilitasi Kemendesa PDTT dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta SKK Migas.

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan  di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

"Lokasi social investment program di Desa Lermatang akan dijadikan pilot model pengembangan aquaculture estate ? dengan produk unggulan rumput laut yang difasilitasi Kemendesa PDTT di Tahun Anggaran 2017, sejalan dengan pelaksanaan program unggulan pengembangan produk unggulan desa (one village one product) di wilayah pulau kecil dan terluar (Prudes PKT) yang berbasis komoditas unggulan rumput laut," ujar Suprayoga Hadi, Ahad (12/3), melalui siaran pers.

Dikatakan Dirjan PDTU lagi, selain melalui pengembangan produk unggulan pada desa-desa lainnya di daerah pulau kecil terluar lainnya, juga di Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Kepulauan Aru, serta di Kabupaten Sabu Raijua. "Karena telah ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penanganan terintegrasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017," ujarnya.

Hari Santri 2018

Untuk mengembangkan produk unggulan rumput laut, Dirjen Suprayoga Hadi mengatakan, selain pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), juga akan dilakukan revitalisasi dari Pabrik Pengolahan Rumput laut di Desa Lermatang yang dibangun pemerintah tahun 2011.

"Kemudian leh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2014. Namun tidak dapat dimanfaatkan sama sekali karena tidak tersedianya sumber air bersih yang merupakan kebutuhan utama dalam pengolahan pasca panen rumput laut," ujar Dirjen PDTU.

"Melalui pengembangan produk unggulan rumput laut, diharapkan dapat dikembangkan alternatif ekonomi desa dan kawasan perdesaan yang dapat lebih berdaya saing dan berbasis pada produk unggulan desa/kawasan perdesaan, sebagai komplemen dari rencana pengembangan sektor migas di Kabupaten MTB khususnya pada Blok Masela," ujar Suprayoga Hadi.

Untuk itu, Suprayoga Hadi meminta kepada INPEX yang menjadi mitra SKK Migas dalam melakukan eksplorasi di Blok Migas Masela agar memperhatikan pengembangan sumber daya manusia setempat. Terutama melalui inisiasi pendidikan ketrampilan dan kejuruan yang dibutuhkan oleh industri migas yang akan dikembangkan di Blok Masela.

"Selain juga tetap melanjutkan social investment program yang telah dimulai di Desa Lermatang dalam pengembangan produk unggulan rumput laut dan penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui pembentukan BUMDesa," ujarnya.

Hari Santri 2018

Selanjutnya, Kemendesa PDTT mengawal proses pengembangan Program Unggulan Desa (Prudes) dan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang tidak hanya secara koordinatif dengan Pemda, juga dengan kementerian/lembaga terkait, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian ESDM melalui SKK Migas.

"Serta akan dikerjasamakan melalui pola kemitraan dengan BUMN dan swasta yang akan dikembangkan di wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar," ujar Suprayoga Hadi. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Warta Hari Santri 2018

Rabu, 10 Januari 2018

Warga NU Tolak Tambang Pabrik Semen di Rembang

Pada 20 Mei 2014 ? sudah diadakan istighosah (doa bersama) di tapak pabrik Semen Indonesia, hutan Perhutani KPH Mantingan, Rembang. Dalam istighosah ini warga dari 8 desa sepakat menolak penambangan dan pendirian pabrik semen di Rembang.?

Delapan desa yang menolak adalah (Suntri, Tegaldowo, Bitingan, Dowan, Timbrangan, Pasucen, Kajar, dan Tambakselo).?

Warga NU Tolak Tambang Pabrik Semen di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Tolak Tambang Pabrik Semen di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Tolak Tambang Pabrik Semen di Rembang

Istighosah ini kemudian diikuti oleh halaqoh (pertemuan) di Pondok Pesantren yang diasuh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Roudlatut ? Thalibin, Rembang pada 25 Mei 2014 yang dihadiri oleh berbagai organsisasi, yaitu: Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Rembang, PCNU Lasem, Pondok Pesantren Ngadipurwo Blora, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA).?

Halaqoh ini sepakat menolak penambangan dan pendirian pabrik semen di Rembang dengan alasan sebagai berikut:

Hari Santri 2018

1.Bukti-bukti lapangan mutakhir seperti ditemukannya ratusan mata air, gua, dan sungai bawah tanah yang masih mengalir dan mempunyai debit yang bagus, serta fosil-fosil yang menempel pada dinding gua, semakin menguatkan keyakinan bahwa kawasan karst Watuputih harus dilindungi. Proses produksi semen berpotensi merusak sumber daya air yang berperan sangat penting bagi kehidupan warga sekitar dan juga warga Rembang dan Lasem yang menggunakan jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengambil air dari gunung Watuputih.

2.Kebutuhan lahan yang sangat luas untuk perusahaan-perusahaan semen akan berdampak pada hilangnya lahan pertanian, sehingga petani dan buruh tani akan kehilangan lapangan pekerjaan. Selain itu, hal ini juga akan menurunkan produktivitas sektor pertanian pada wilayah sekitar, karena dampak buruk yang akan timbul, misalnya, matinya sumber mata air, polusi debu, dan terganggunya keseimbangan ekosistem alamiah. Pada ujungnya, semua hal ini akan melemahkan ketahanan pangan daerah dan nasional.

Hari Santri 2018

3.Ketidaktransparanan dan ketidakadilan yang terjadi di lapangan saat ini telah mengakibatkan terjadinya perampasan hak rakyat atas informasi terkait rencana pembangunan pabrik semen. Ketidaktransparanan dan ketidakadilan ini muncul dalam proses penyusunan Amdal, kebohongan publik dengan menggeneralisir bahwa seluruh masyarakat setuju dengan pembangunan pabrik semen, dan tidak adanya partisipasi masyarakat yang menolak rencana pembangunan ini.

4.Penggunaan daerah ini sebagai area penambangan batuan kapur untuk bahan baku pabrik semen melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 pasal 63 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung imbuhan air dan Perda RTRW Kabupaten Rembang Nomor 14 Tahun 2011 pasal 19 yang menetapkan area ini sebagai kawasan lindung geologi.?

5.Adanya indikasi gratifikasi dalam proses keluarnya izin yang begitu mudah meskipun ada pelanggaran yang nyata.

6.Melanggar prinsip kaidah fikih "darul mafasid muqoddamun ala jalbil mashalih", bahwa kerusakan lingkungan akibat pembangunan pabrik semen lebih besar daripada kemanfaatannya

Rembang, 25 Mei 2014

Kami yang bertandatangan di bawah ini, antara lain:

1.K.H. A. Mustofa Bisri

2.K.H. Yahya Cholil Tsaquf?

3.K.H. Zaim Ahmad Ma’sum

4.K.H. Syihabuddin Ahmad Ma’sum

5.K.H. Imam Baehaqi

6.K.H. Ubaidillah Ahmad

7.Ming Ming Lukiarti (JMPPK)

8.Roy Murtadho dan Bosman Batubara (FNKSDA)

9.Muhammad Widad (PMII Cab Rembang)

Organisasi Pendukung: JMPPK, PC NU Rembang, PC NU Lasem, Roudlatul Tolibin , Pondok Pesantren Pondok Pesantren Ngadipurwo Blora, FNKSDA, PMII Rembang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Semarang, Hari Santri 2018. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementeriana Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Shortcuorse (kursus singkat) Jurnalistik Pondok Pesantren, Jum’at (09/10). Acara ini diikuti oleh sekitar 100 santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Semarang dan Demak.

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah dengan agenda acara meliputi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pengarahan sekaligus membuka acara oleh Kabid PD Pontren Jawa Tengah, Bapak Sholihin, serta ditutup dengan do’a.

Dalam sambutannya, Sholihin menyampaikan, kegiatan semacam ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam dunia tulis menulis, baik menulis berita maupun tulisan dalam bentuk yang lain.

Hari Santri 2018

Dia juga mengatakan, santri jangan hanya mampu memahami kitab saja, tetapi juga paham tentang keterampilan, begitu juga dengan tulis-menulis.

Hari Santri 2018

“Setelah selesai kegiatan ini para santri dapat mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, syukur dapat menjadi penulis yang terkenal,” harapnya.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh wartawan sekaligus redaktur senior Suara Merdeka, yaitu Saronji dan Hasan Hamid. (Abdus Shomad/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Tokoh Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Kudus, Hari Santri 2018. Menjelang Bulan Ramadlan, peziarah makam Sunan Kudus mengalami peningkatan tajam. Selama bulan Sya’ban, setiap harinya makam yang berada di Komplek Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ini selalu dipenuhi para peziarah. 

Mulai pagi hingga malam dini hari, para peziarah berdatangan secara berombongan. Mereka tidak hanya berasal kota Kudus saja melainkan juga dari berbagai daerah di pulau Jawa. Bahkan beberapa waktu lalu, rombongan asal Malaysia ada yang datang berziarah.

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)
3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari (Sumber Gambar : Nu Online)

3.500 Peziarah Padati Makam Sunan Kudus Perhari

Petugas pendaftar masuk makam Sunan Kudus Munajad mengatakan Bulan Sya’ban (Ruwah) ini volume peziarah makam sunan Kudus meningkat mencapai lebih dari 3.500 orang perhari. Dalam buku pendaftaran tercatat rata-rata sehari terdapat 70 rombongan bus.

Hari Santri 2018

“Kalau dihitung setiap bus terdapat 50 orang ditambah mobil pribadi bisa mencapai 3.500 lebih perharinya,” terangnya kepada Hari Santri 2018, Rabu (26/6). 

Hari Santri 2018

Ia menerangkan para peziarah banyak yang memilih Bulan Sya’ban untuk  kegiatan berziarah ke makam para wali.Karena Sya’ban atau ruwah merupakan bulan yang penuh keistimewaan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mendoakan para ahli kubur sekaligus menyucikan diri dan mengharap keberkahan dari para walisongo termasuk Sunan Kudus.

“Dibanding bulan-bulan biasa, boleh jadi bulan ini sebagai puncaknya peziarah karena mereka sudah memahami keistimewaan Bulan Ruwah ini,”kata Munajad.

Berdasar catatannya, sebagian besar rombongan peziarah berasal dari kota atau daerah pulau Jawa dan Kalimantan. “Tiga hari lalu, juga ada rombongan mahasiswa dari Malaysia yang berziarah makam Sunan Kudus ini,” ujarnya.

Muhammad Asrori (40) peziarah asal Cirebon Jawa Barat menyatakan, ziarah ke makam Walisongo termasuk Sunan Kudus dan sunan Muria ini merupakan kegiatan rutin setiap setahun sekali tepatnya pada bulan Ruwah ini. Ritual Ziarah Walisongo ini diadakan oleh Jam’iyah Yasinan yang di desanya.

“Setelah dari Sunan Kudus ini,kami akan ke Makam Sunan Muria kemudian melanjutkan ke jawa Timur," ucapnya kepada Hari Santri 2018 di Komplek Menara Kudus, Rabu (26/6). 

Kepadatan peziarah makam sunan Kudus ini selalu dibarengi juga di komplek makam Sunan Muria yang berada di kawasan pegunungan Muria Desa Colo Kecamatan Dawe Kudus. Sebab biasanya, usai berziarah di makam Sunan Kudus rombongan langsung meneruskan ke makam Sunan Muria.

 

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, Pesantren, Tokoh Hari Santri 2018

Jumat, 05 Januari 2018

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Kudus, Hari Santri 2018 - Semarak Hari Raya Idul Fitri di kalangan masyarakat Jawa Tengah bisa dibilang menarik. Pasalnya, masyarakat tidak hanya merayakan pada tanggal 1 Syawal untuk bermaaf-maafan dengan saudara dan teman saja, tetapi pada 8 Syawal dirayakan pula sebagai Lebaran Ketupat.

Sebagaimana yang terjadi di desa Papringan, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hampir seluruh warga pada hari sebelumnya memasak ketupat untuk di konsumsi secara khusus pada hari lebaran ketupat.

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Selain dikonsumsi sendiri, ketupat dilengkapi dengan kuah khas yang telah matang dijuga dibagikan ke rumah-rumah tetangga dan puncaknya dimakan bersama oleh sebagian warga di setiap masjid dan musholla pada pagi hari tanggal 8 syawal tersebut.

Hari Santri 2018

Menurut Syuriah Ranting NU desa Papringan Kiai Solkhin, kenduri ketupat pada tanggal 8 Syawal merupakan bentuk majelis tasyakuran dan doa usai menunaikan kewajiban rukun Islam yakni puasa dan ibadah sunnah lainnya pada bulan Ramadhan.

Hari Santri 2018

“Makanya, ulama dahulu membuat acaraselametan (tasyakuran), diisyaratkan dengan kupat (ketupat) dan lepet (panganan ketan yang dibungkus daun kelapa),”tuturnya saat membuka ritual kenduri ketupat yang berlangsung di masjid Al-Junaid, Rabu (13/7) pagi.

Adapun kegunaan kenduri ketupat, lanjut Kiai Solkhin, untuk menyimbolkannasi yang ada di dalam ketupat jangan sampai keluar dari bungkusnya yang tersusun dari janur atau daun pohon kelapa.

“Sama juga dengan diri kita untuk membungkus raga dan nyawa yang sudah bersih jangan sampai terkena noda-noda dosa pada tahun-tahun yang akan datang,” terangnya memaknai dibalik tujuan kenduri ketupat.

Mengenaikalimat ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin wal faizin wa taqabbalallahu wa minna wa minkum taqqabal ya karim, ini merupakan istilah buatan ulama dahulu yang sering dipakai banyak kalangan pada momen Idul Fitri. Doa ini mempunyai arti, semoga dijadikan Allah termasuk orang yang kembali fitrah, baik itu raga maupun nyawa supaya bersih dari dosa.

Ia menambahkan keterangan tentang kalimat doa lainnya yakni wa antum bi khoirin fi kulli ‘am, yang mempunyai artipada tahun-tahun yang akan datang, mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan baik.

“Sebagian ulama menafsiri kalimat tersebut sebagai doa supaya tahun depan dapat bertemu kembali dengan hari raya Idul Fitri,” jelasnya dihadapan puluhan warga yang masing-masing sudah membawa ketupat beserta kuah yang ditaruh rapi dalam wadah.

Sementara itu, Kiai Solkhin menilai pahala kenduri ketupat tersebut tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri, tetapi bisa pula niat diberikan kepada orang yang sudah meninggal. “Kita diberikan juga kepada ahli kubur. Semoga selalu mendapatkan maghfirah dari Allah,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Kamis, 21 Desember 2017

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Jakarta, Hari Santri 2018. Para kiai menggantungkan persoalan menjamurnya minimarket kepada pemerintah. Mereka melihat pemerintah memiliki sikap ganda dalam membangun perekonomian masyarakat. Keberpihakan pemerintah terhadap pedagang kecil tidak tampak di tengah menjamurnya minimarket yang ditopang modal besar. Kehadiran mereka semakin meresahkan.

“Apakah indomart dan alfamart itu salah satu wujud dari pasar bebas?” kata Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir pada diskusi terbatas soal pasar bebas pra muktamar NU ke-33 di Jakarta, Senin (11/5) sore.

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Gerah Oleh Minimarket-Minimarket

Pemerintah seperti membiarkan para pedagang kecil bertarung sendiri merebut pasar dengan minimarket tersebut. Kerap kali jumlah mereka membludak hanya berjarak beberapa puluh meter.

Hari Santri 2018

Salah satu pengurus LBM PBNU KH Arwani Faishal mendukung usul Kiai Afif. Kiai Arwani mengutip madzhab Malikiyah mengatakan dibutuhkan intervensi pemerintah untuk menjaga maslahatan umat.

“Pada praktiknya pasar bebas itu memang tidak alami. Setiap penjual dalam pasar bebas bergerak menuju keuntungan besar. Dan ini dipenuhi dengan ketidakadilan, penuh dengan rekayasa,” kata Ketua PBNU Prof DR H Maksum Mahfudz.

Hari Santri 2018

Kalau banyak laporan keluhan seperti ini, negara semakin dibutuhkan kehadirannya. Mereka harus memproteksi pedagang kecil. “Negara wajib memberikan subsidi dan permodalan,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi.

Negara, menurut Kiai Masdar, merupakan pelindung terakhir bagi pedagang lokal yang kalah dalam persaingan. Rasulullah bersabda, Assulthon waliyyu man la waliyya lah (negara melindungi mereka yang tidak memiliki perlindungan).

“Negara tidak boleh mengelak dari tanggung jawab ini. karena negara merupakan the last resources,” tandas Masdar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Melampaui Gusdurian

Oleh Syaiful Arif

--Telah lima tahun sejak 30 Desember 2009, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meninggalkan kita. Selama itu pula jasa dan kebesarannya tak pernah mati. Hanya saja, kebesaran itu masih misteri. Terutama karena upaya perawatan pemikiran dan perjuangannya tak menyentuh substansi.

Substansi itu merujuk pada keutuhan pemikiran yang membangun sistem nilai tersendiri, yang dibentuk dan membentuk konteks kesejarahan, tempat Gus Dur berkarya dan bergerak. Kita mulai dengan konteks kesejarahan.

Melampaui Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)
Melampaui Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)

Melampaui Gusdurian

Pertama, Gus Dur adalah anak kandung tradisionalisme Islam yang mendialogkan diri dengan modernitas. Keputusan melepaskan beasiswa S2 di McGill University untuk kembali ke tanah air setelah lawatan intelektual di Eropa pada awal 1970, dilandasi oleh kekhawatiran: tergerusnya tradisi Islam di pesantren oleh pembangunan.

Maka, ia pun menulis artikel panjang, Pesantren sebagai Subkultur( 1974) Sebuah eksplanasi antropologis atas sistem nilai pesantren yang meliputi asketisisme (zuhud), kecintaan ilmu agama dan kepemimpinan kiai. Dengan ketiga nilai ini pesantren menjelma subkultur: sub dari kultur umum yang unik, berbeda, mandiri tetapi bisa memengaruhi kultur umum tersebut. Eksplanasi ini Gus Dur tempatkan sebagai koreksi atas pendekatan evolusionis yang melihat pesantren sebagai hambatan modernisasi serta instrumentalis yang menempatkan pesantren sebagai media sosialisasi pembangunan. Karena artikel ini, Gus Dur diajak oleh Dawam Rahardjo ke LP3ES dan memperkuat kajian ilmu-ilmu sosial berbasis ilmu keagamaan di Jurnal Prisma.

Kedua, pengembangan masyarakat melalui pesantren. Ini dilakukan dalam rangka pembangunan dari bawah (bottom up development) sebagai penyeimbang pembangunan dari atas (top down development). Gerakan ini dilakukan melalui Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan merupakan praksis dari elaborasi teoritis atas model pembangunan alternatif yang ia rumuskan kala menjadi Pemimpin Redaksi Jurnal Wawasan (1979) bersama Adi Sasono.

Hari Santri 2018

Ketiga, penyeimbangan ideologi. Hingga dekade 1980, konsen intelektual Gus Dur ialah hubungan antara agama, ideologi dan pembangunan. Tema ini menjadi judul tulisan beberapa kali seperti Religion, Ideology and Development (1979) dan Islam, the State and Development (1980). Sepertinya, Gus Dur terinspirasi oleh buku Hasan Hanafi yang berjudul sama, yang terjemahannya (1991) ia pengantari.

Inti hubungan tersebut merujuk pada upaya Gus Dur sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mendialogkan Islam dengan Pancasila dan pembangunan. Hasilnya dua hal. Pertama, Islam dan Pancasila memiliki hubungan mutualis, karena agama ini memiliki lima sila (ushul al-khamsah) perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karenanya, kemampuan Pancasila mewujudkan nilai-nilai Islam ini akan menempatkannya tidak hanya sebagai ideologi negara tetapi juga pandangan hidup bangsa. Kedua, Islam memiliki sifat komplementer atas pembangunan. Dalam sifat ini, ia bersifat menyempurnakan tujuan pembangunan, bukan sekadar melengkapi (suplemen) apalagi mengganti (alternatif).

Hari Santri 2018

Konteks keempat kesejarahan Gus Dur adalah demokrasi. Ini digerakkan pada awal 1990, sebagai kritik atas tatanan politik Orde Baru. Dalam konteks ini, Gus Dur mengritik demokrasi Orde Baru yang terhenti pada kelembagaan negara, meniadakan proses demokratis di kehidupan masyarakat. Ini yang membuatnya mengagas Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pengadilan banding konstitusi. Melalui MK, masyarakat bisa meminta perlindungan dari kesewenangan konstitusional negara.

Etika Sosial

Konteks kesejarahan di atas dilandasi dan melandasi kesatuan pemikiran yang memusat pada etika sosial Islam. Yakni substansi ajaran Islam yang lahir dari dimensi sosial Rukun Islam dan menjadi tujuan utama syariat (maqashid al-syariah). Gus Dur menyebutnya "rukun sosial" di mana segenap ibadah terutama sholat, puasa, zakat dan haji merupakan ibadah sosial berdampak kemasyarakatan. Hal ini diperkuat oleh perintah al-Baqarah:177 untuk menyediakan perlindungan sosial bagi fakir miskin, sebagai penyempurnaan iman.

Demi tegarnya etika sosial Islam yang mewujud pada struktur masyarakat berkeadilan ini, Gus Dur mencanangkan pribumisasi Islam. Sebuah pendasaran antropologis agar Islam tidak bersitegang dengan budaya. Hal ini urgen, sebab tanpa pembumian nilai Islam ke dalam bentuk kultur lokal, Islam akan berjibaku dengan pertarungan simbolik antara agama dan budaya sehingga mengalpakan perjuangan substantif yang merujuk pada pembentukan masyarakat berkeadilan. Ini dilakukan oleh kaum puritan yangmemerjuangkan Arabisasi, padahal kemiskinan struktural mewabah di seantero negeri.

Dengan landasan pribumisasi Islam demi struktur masyarakat berkeadilan, Gus Dur menggagas "negara kesejahteraan" Islam. Yakni ideal negara kesejahteraan berdasar nilai-nilai Islam. Kesejahteraan yang dimaksud merujuk pada tiga kondisi demokratis berbasis keadilan (adalah), persamaan (musawah) dan demokrasi (syura) itu sendiri. Ini yang diperjuangkan Gus Dur pada ranah historis berupa; kritikpembangunan (keadilan sosial) pada 1970-1980, demokratisasi politik Orde Baru (1990-an), hingga perlindungan minoritas agama dalam rangka kebangsaan pluralistik (1980-2000-an).

Kritik Melankoli

Berkaca pada konteks kesejarahan serta keluasan pemikiran dan perjuangan ini, beberapa hal perlu dikritisi. Pertama, Gus Dur memang pejuang pluralisme, tetapi domain pergerakannya tidak hanya di lintas agama. Dengan demikian yang dibela beliau bukan hanya minoritas agama, tetapi korban peminggiran struktural, di mana mayoritas rakyat termiskinkan menjadi objek perjuangannya. Ketika menempatkan Gus Dur hanya dalam isu pluralisme agama, kita melupakan perjuangannya di ranah ekonomi dan demokrasi politik.

Kedua, perawatan warisan pemikiran dan perjuangan tidak bias melalui perayaan melankolis dalam gerakan massa yang hampa konsepsi. Komunitas Gusdurian yang dibentuk demi perawatan ini, akan terjebak dalam gerakan massa sebab tidak menggali sumsum pemikiran Gus Dur, dan menempatkan gerakannya di "keluasan struktural" perjuangan Gus Dur. Memang sebagai perawatan memori, Gusdurian efektif dalam mewariskan ketauladanan. Namun sebagai gerakan yang "menghidupkan Gus Dur", ia menghadirkan Gus Dur tanpa konteks kesejarahan yang memuat selaksa (perlawanan) ketidakadilan di negeri ini.

Syaiful Arif, penulis buku Humanisme Gus Dur, Pergumulan Islam dan Kemanusiaan (2013), alumni Pesantren Ciganjur.

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh Hari Santri 2018

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Tengah bekerja sama dengan harian pagi Tribun Jateng membuka rubrik Halaqah. Rubrik ini hadir setiap hari selama Ramadhan. Berbentuk tanya-jawab seputar ibadah Ramadhan menjadikan pembaca bisa mendapatkan jawaban langsung dari pengurus RMI NU Jateng. 

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan pengurus RMI NU Jateng pada 27 Mei 2015 lalu. Selain membahas kerjasama dalam rubrik Halaqah, pengurus RMI NU Jateng menjelaskan tentang Gerakan Nasional Ayo Mondok yang diluncurkan 1 Juni lalu.

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Tribun Jateng, RMI NU Buka Rubrik Halaqah Ramadhan

“Ini menjadi bagian penting, bahwa perlu adanya sinergi dengan media lokal dan nasional. Rubrik ini sebagai jembatan pembaca agar mengenal pesantren lebih jauh", ungkap anggota Departemen Media dan Informasi RMI NU Jateng, Khasan Ubaidillah. Ahad (21/6) di Semarang.

Hari Santri 2018

Pesantren, lanjutnya, menjadi tempat belajar ilmu yang dilandasi akhlak mulia. Sudah seharusnya pesantren dikenal lebih baik oleh berbagai kalangan. 

Untuk pembaca, bisa mengirimkan pertanyaan melalui line SMS ke 085712341233 untuk mendapatkan jawaban seputar ibadah Ramadhan. (Mukhamad Zulfa/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Daerah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock