Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam

Sampang, Hari Santri 2018 



Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Sampang, Muhammad Hasan Jailani mengatakan, meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, merupakan bencana nasional bagi dunia pendidikan.

"Ini adalah sebuah potret bahwa moralitas di sekolah bukan sesuatu yang main-main. Artinya, ini sudah menjadi perhatian semua pihak bahwa pelajaran moralitas hari ini dan ke depan harus diajarkan lagi ke seluruh siswa sekolah," ujar Mamak, panggilan akbrabnya, saat ditemui usai bertakjiyah ke rumah duka, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, Selasa (6/2).

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Degradasi Moral Sama Berbahaya dengan Bencana Alam

Degradasi (turun) moralitas para siswa, lanjut Mamak, merupakan sama berbahaya dengan bencana alam. 

Karena itulah, menurut dia, pelajaran moral tidak hanya harus diserap oleh siswa di sekolah, tapi juga di rumah dan di lingkungan.

"Nah, ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena bencana tidak hanya urusan alam. Turunnya moral para siswa ini juga menjadi bencana terlebih bagi dunia pendidikan," tegasnya.

Hari Santri 2018

Budi Cahyono adalah guru honorer mata pelajaran seni rupa di SMA  Negeri 1 Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur. Ia meninggal Kamis (1/2), setelah dianiaya muridnya yang kini sudah ditahan Polres setempat.

Hari Santri 2018

Duka dan simpati mendalam ditunjukkan masyarakat. Hingga kini, peziarah dari berbagai daerah terus berdatangan ke rumah keluarga dan makam almarhum yang berjarak 200 meter. Mulai dari kalangan pejabat, budayawan, lembaga pendidikan hingga warga masyarakat, baik dari Madura maupun dari luar pulau Madura. Doa dan donasi untuk almarhum Budi dan istrinya, Sianit Sinta terus mengalir, apalagi saat ini, Sianit Sinta tengah hamil lima bulan. (Hadji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Dubai, Hari Santri 2018. Sebanyak 85 peserta dari berbagai negara ikut serta dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang dibuka pada Rabu (19/9) petang.

Para peserta yang berusia di atas 21 tahun tersebut akan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam musabaqah yang berlangsung selama dua pekan hingga 2 Oktober.

Ketua Panitia MTQ Ibrahim Bu Melha mengatakan para peserta tersebut antara lain berasal dari Inggris, Perancis, Kenya, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Para pemenang disediakan hadiah uang sebesar 20 juta dirham, meningkat lima juta dirham dibanding MTQ tahun silam, tulis suratkabar Khalij Times.

Sementara itu, bersamaan dengan MTQ itu, diadakan pula seminar dengan pembicara dari kalangan cendekiawan Muslim dari berbagai negara.

Pakar tafsir Al-Qur’an dari Mesir, Syeikh Mohamed Hassan, juga menjadi narasumber dalam seminar itu bertema "Keajaiban Kitab Suci Al-Qur’an."

Hari Santri 2018

"Salah satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa kulit merupakan sensor kesakitan pertama di tubuh manusia. Belakangan, fakta ilmiah membenarkan hal itu," katanya.

Keajabian Al-Qur’an lainnya terlihat dari keutuhannya sejak diturunkannya lebih dari 14 abad silam.

Hari Santri 2018

"Tidak ada satu kata atau kalimat dalam Al-Qur’an pernah diganti, ditambah atau dihapus. Ia merupakan buku petunjuk bagi kehidupan umat manusia," katanya.

Terdapat fakta bahwa Al-Qur’an telah lama menjamin hak asasi manusia, katanya.(ant/IRNA/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Budaya, Internasional Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

Cirebon, Hari Santri 2018

KH Abdullah Abbas (Kiai Dulloh) yang selalu terlontar dalam setiap menerima tamu sejumlah pejabat, politukus dan mahasiswa adalah persatuan bangsa, peningkatan pendidikan dan taraf ekonomi rakyat, kata Nemi Mu`tasim Billah (29), cucu KH Abdullah Abbas.



Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dulloh Berwasiat Jaga Persatuan, Pendidikan dan Ekonomi Umat

"Wasiat pertama selalu meminta dijaga persatuan bangsa dan persatuan umat, kedua diminta untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan ketiga adalah amanat agar terus memperbaiki ekonomi rakyat," katanya kepada wartawan menjelang pemakaman Kiai Karismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dari Buntet Pesantren, Jumat (10/8) kemarin.

Ia mengatakan, Kiai Dolloh, panggilah akrab KH Abdullah Abbas tidak pernah membeda-bedakan tamu apakah tua atau muda, pejabat atau bukan, sehingga menjadi tumpuan mahasiswa untuk berdiskusi tentang berbagai hal.

Hari Santri 2018

"Kiai selalu menghargai perbedaan pendapat, tetapi mempunyai argumen yang kuat untuk melontarkan pendapat atau nasihat, sehingga banyak pejabat ingin mendapat nasihat dari beliau," katanya.

Hal senada dikatakan H Munib Rowandi Amsal Hadi, pengelola Buletin Buntet Pesantren bahwa, tahun 1950 usai revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di mana Kiai Dulloh ikut terlibat langsung, Buntet Pesantren dikembangkan berbagai sarana pendidikan modern karena ingin meningkatkan taraf pendidikan masyarakat di sekitar pesantren.

Hari Santri 2018

Saat ini sudah berdiri Madrasah Ibtidaiyah Putra dan Putri, Madrasah Tsanawiyah (MTs) NU Putra 1 dan MTs NU Putra 2 dan MTs Putri, Madrasah Aliyah (MA) NU Putra, MA NU Putri, Akademi Keperawatan, serta Lembaga Bahasa dan Keterampilan.

Berkaitan dengan isu ulama masuk dunia politik, menurut H Munib, Kiai Dulloh juga mempunyai pendapat moderat bahwa sangat wajar jika ulama ikut terjun di dunia politik tetapi hanya boleh dijalankan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

"Ulama itu kaum terdidik. Wajar kalau mereka terjun ke dunia politik guna kemaslahatan umat dan bangsa. Jangan untuk ambisi pribadi," katanya menirukan ucapan Kiai saat berdiskusi dengan santri.

Ia juga mengungkapkan, Kiai Dulloh adalah satu-satunya anak Kiai Abbas yang ikut memimpin dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, antara lain, di Surabaya, Sidoarjo, Tanjung Priok dan Cikampek.

"Kiai Abdullah Abbas aktif menjadi pasukan Hisbullah, bahkan menjadi Kepala Staf Batalyon Hisbullah. Beliau juga menjadi anggota Batalyon 315/Teritorial Siliwangi dengan pangkat Letnan Muda," katanya.

Pada masa perjuangan melawan Belanda itulah, menurut Munib, banyak pejuang yang meminta ilmu kebal senjata kepada Ki Dulloh dalam melawan senjata Belanda yang lebih lengkap.

Kyai yang mempunyai 11 anak itu, pernah berguru kepada Kyai Ma`shum di Ponpes Lasem, Rembang, dan kepada KH Hasyim Asy`ari dan terakhir berguru pada KH Abdul Karim Manaf di Ponpes Lirboyo. (ant/din)Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Fragmen, Internasional, Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Hari Santri 2018

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Santri, Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no 8 dan no 9 tahun 2006 terkait dengan pendirian rumah ibadah layak direvisi mengingat usianya yang sudah lama dan munculnya berbagai persoalan di lapangan.

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

“Yang penting obyektif dan untuk kemaslahatan bersama dan untuk memperkuat bangsa ini, untuk membangun sebuah peradaban,” katanya di gedung PBNU, Rabu (21/10).

Soal revisi sebuah aturan hal ini menurutnya adalah sesuatu yang lumrah. “Fikih saja dinamis, satu imam saja ada koul kodim (pendapat terdahulu) dan koul jadid (pendapat belakangan),” paparnya.?

Hari Santri 2018

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pembuatan aturan saja tidak cukup. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat.?

“Sekecil apapun konfliknya, suku, agama, politik atau konflik yang lain, harus segera hadir di situ. Jangan kalau sudah terjadi baru datang. Perlu ada pembinaan, pencerahan, ada upaya senyap, bukan setelah kejadian baru ramai,” tandasnya.?

Hari Santri 2018

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Singkil, gejala sudah ada, tetapi aparat keamanan tidak tanggap sampai akhirnya meletus dan menjadi problem sosial.?

Bagi para tokoh agama, ia berharap ? agar umat diberi pencerahan tentang pentingnya penghormatan terhadap agama lain sehingga saling menghormati dan menghargai yang akhirnya akan menghasilkan kedamaian dalam masyarakat. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, PonPes Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Jakarta, Hari Santri 2018 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi kembali melepas tim medis untuk pengungsi Rohingya pada Senin (11/12) malam di gedung PBNU, Jakarta Pusat. Tim medis yang terbentuk atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU (LPBI PBNU), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) ini merupakan keberangkatan gelombang ketiga. 

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Kemanusiaan, PBNU Kembali Kirim Tim Medis ke Bangladesh

Setelah pelepasan, tim medis dari NU akan langsung bergabung dengan Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) dan rencananya berangkat bersama-sama ke Bangladesh pada Kamis (14/12) untuk membantu pengungsi Rohingya yang mulai terserang berbagai penyakit. 

Ketua Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas yang didaulat melepas tim medis meminta agar masyarakat Indonesia bersyukur atas kedamaian yang diberikan Allah SWT.  

Robikin mengatakan, Indonesia yang terdiri atas beragam agama, etnis, bahasa, dan budaya masih bisa menjaga kedamaian karena Islam sebagai mayoritas di Indonesia menganut Islam yang toleran. 

"Islam yang melindungi minoritas. Islam yang menghargai perbedaan," jelasnya. 

Hari Santri 2018

Sementara kembalinya NU memberangkatkan tim medis, kata Robikin, sebagai bentuk keprihatinan dan komitmen kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya di Bangladesh. 

Ia berharap, aksi yang dilakukan NU bisa menginspirasi kelompok-kelompok lain untuk terciptanya perdamaian dunia. 

Hari Santri 2018

"Kami berharap bahwa nilainya bisa ditularkan, bisa disalurkan ke dunia, sehingga masyarakat dunia akan mencapai perdamaian abadi," jelasnya. 

Turut mendampingi pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris PBNU H Isfah Abidal Azis, Ketua LAZISNU Syamsul Huda, dan Wakil Sekretaris LPBI PBNU Ubaidillah Sadewa. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Aswaja, Internasional Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

Batam, Hari Santri 2018

Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau meradang atas ujaran kebencian dilontarkan YD, seorang jurnalis perempuan di daerah itu melalui akun media sosialnya.

YD dalam statusnya mempertanyakan Banser pernah mengaji atau tidak. Ia juga mempertanyakan apakah Banser kumpulan preman yang menjual agama. Dalam statusnya itu pula, perempuan berasal dari Provinsi Riau tersebut menuding Banser ialah kumpulan orang menyebalkan sehingga pantas dibubarkan.

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski Geram Karena Dihujat, Kepala Banser Batam Tetap Dingin

“Pernyataan yang bersangkutan karena reaksi spontan menanggapi isu pembubaran pengajian Khalid Basalamah oleh GP Ansor Sidoarjo, Jawa Timur. Namun kita giring terus untuk fokus pada subtansi masalah,” papar Alumni Susbanpim II PP GP Ansor, Khoirul Anam, di Batam, Senin (6/3).

Pertemuan dengan YD bisa dilakukan atas mediasi mantan Ketua GP Ansor Kota Batam yang merupakan general manager tempat YD bertugas.

“Insya Allah, kami mengedepankan rasa kekeluargaan dengan YD kendati awalnya alot dan menolak didokumentasikan. Bahkan yang bersangkutan sempat akan meninggalkan lokasi mediasi. Kami tegaskan, jika tidak mau menyelesaikan secara kekeluargaan, kami akan membawanya ke ranah hukum,” papar Anam.

Hari Santri 2018

YD akhirnya mengurungkan niat meninggalkan lokasi mediasi dan selanjutnya membuat surat pernyataan permohonan maaf dan tidak akan mengulangi ujaran kebencian. Pernyataan itu ditandangani yang bersangkutan serta bermaterai.

Penolakan terhadap Khalid Basalamah tak hanya terjadi di Sidoarjo. Tapi juga di beberapa tempat seperti di Gresik, Surabaya, dan Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Anwar Nasir, sebagaimana dilansir Republika menegaskan pihaknya sudah menyarankan agar Khalid tak berceramah pada pengajian Sabtu (5/3) pagi di Masjid Shalahudin Sidoarjo.

Hari Santri 2018

Saran itu disampaikan kepolisian kepada panitia karena adanya penolakan dari GP Ansor Sidoarjo.

“Ketegangan memang ada. Tapi tidak ada pembubaran jamaah pengajian. Jamaah tetap di masjid karena panitia hanya meminta Khalid menghentikan ceramah,” tegas Kapolresta.

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Riza Ali Faizin menyayangkan informasi beredar di sejumlah media tidak sesuai fakta di lapangan.

“Berita yang beredar di media kita melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid. Masya Allah, tidak ada satu pun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor dan Banser NU,” kata Riza menegaskan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Ulama Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock