Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Orang Berilmu yang Celaka

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Berilmu yang Celaka

"Celaka sekali orang bodoh yang tidak belajar. Tapi celaka seribu kali orang alim yang tak mempraktikkan ilmunya." [Imam Al-Ghazali, dalam Bidâyatul Hidâyah]

Hari Santri 2018

Akal termasuk anugerah terbesar yang ada dalam diri tiap manusia. Potensi luar biasa ini akan sia-sia belaka bila tak diikuti dengan usaha belajar dalam waktu yang tak terbatas. Membiarkan kebodohan adalah sebuah kerugian. Namun, ada yang lebih parah dari ini, yakni orang berilmu, terutama ilmu akhlak, yang tingkah lakunya tak mencerminkan kepintarannya. Yang terakhir ini tak hanya merugikan dirinya sendiri melainkan bahkan juga bisa membahayakan orang lain. Hal ini terjadi, karena dalam setiap yang dimiliki, termasuk ilmu, tersimpan tanggung jawab.

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Olahraga Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

Batang,Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah (Jateng) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru-guru olahraga madrasah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di cabang-cabang dan meilbatkan sekitar 4.500 guru. ?

Menurut Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto, kegiatan ini merupakan realisasi kesepakatan antara PW Pagar Nusa dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai bentuk tindak lanjut atas MoU antara kedua lembaga pada Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng Semarang akhir Maret 2015.

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

“Untuk mengimplementasikan MOU yang telah ditandatangani pada saat Rapimnas, PW Pagar Nusa dengan Ma’arif NU Jawa Tengah bersepakat mengadakan diklat untuk guru olahraga Ma’arif se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di cabang-cabang,” ungkapnya pada diklat perdana di Kabupaten Batang pada Jumat sampai Ahad (5-7/2).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Harun mengatakan, selain mengimplementasian MoU tersebut, diklat ini bertujuan untuk menciptakan kader pelatih Pagar Nusa yang mumpuni dan profesional serta mempersiapkan sekolah dan madrasah sebagai padepokan Pagar Nusa sekaligus sebagai usaha nyata meminimalisir paham radikalisme kanan maupun kiri yang berkembang akhir-akhir ini.

Ketua pelaksana diklat, Masrur, mengatakan diklat di Batang diikuti sebanyak 76 guru olahraga se-kabupaten. Mereka dilatih secara khusus oleh pelatih-pelatih Pagar Nusa tingkat nasional.

Hari Santri 2018

“Selama tiga hari ini peserta digembleng berbagai macam materi Pagar Nusa yang meliputi jurus-jurus Pagar Nusa, teknik melatih, kurikulum pengajaran,” ungkap Masrur.

Selain mendapatkan materi-materi di atas, kata dia, peserta juga akan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus tim pelatih. Sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi peserta sebagai bukti diri untuk mengembangkan Pagar Nusa di sekolah masing-masing.

“Perlu saya sampaikan bahwa diklat ini nantinya akan didiikuti 4500 guru olahraga Ma’arif NU se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di masing-masing cabang.” pungkasnya. (Ghufron Ulya/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Olahraga, Pertandingan Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Karangnyar, Hari Santri 2018. Untuk menangkal gerakan dan ideologi radikal yang bertentangan dengan paham Nahdlatul Ulama dan pancasila, PCNU se-Solo Raya harus memperkuat institusi, membangun NU secara organisatoris dan mengembangkan amaliah NU. 

Demikian disampaikan Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. H. Abu Hafsin, MA saat koordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Solo Raya (Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar) di Islamic Centre Nurul Hikmah, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad, (11/1).

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Dosen UIN Walisongo Semarang ini menjelaskan, sedikitnya ada 26 kelompok radikal yang ada di wilayah Solo Raya. “Gerakan jihadis ini sudah mulai terang-terangan dan para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai pejuang, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain,” tegas Abu Hafsin. 

Hari Santri 2018

Oleh karena itu, kata Hafsin, TNI dan Polri titip kepada NU untuk menjaga NKRI dan Pancasila. “Saat ini hanya NU yang bisa gandeng tangan dengan pemerintah untuk menjaga Pancasila dan NKRI,” tuturnya. 

Hafsin juga menekankan, bahwa yang tak kalah penting adalah membangun silaturrahim dengan para alim ulama serta melakukan pendidikan kader penggerak Nahdlatul Ulama. (Cecep Choirul Sholeh/Fathoni)    

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Meme Islam, Kajian Islam Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Raghbah

Oleh Kuswaidi Syafiie

Termasuk yang didedahkan oleh Allah SWT dalam kitab suci Taurat pada lempengan keenam, Lawh al-Ubudiyyah, adalah pelajaran ruhani tentang raghbah: suatu kegandrungan diri terhadap kemilau hati ketimbang terhadap tabiat yang buruk. Kebaikan-kebaikan merupakan obyek sekaligus orientasi raghbah.

Menurut Syaikh Muhyiddin Ibn Arabi (1165-1240) dalam kitab Ishthilahat ash-Shufiyyah halaman 292, raghbah itu terbagi menjadi tiga sesuai dengan hirarki konponen-komponen spiritual dalam diri manusia. Pertama, kegandrungan nafsu terhadap pahala-pahala.

Allah SWT sengaja menciptakan nafsu yang merupakan sumber meletupnya keinginan dalam diri manusia. Inilah ujian terbesar. Karena obyek dari keinginan itu tidak saja segala hal yang baik dan terpuji, tapi juga berbagai macam hal yang bangat, picisan dan sia-sia. Sehingga tidaklah mengherankan kalau di antara manusia banyak sekali yang lebih cenderung kepada segala sesuatu yang lain dibandingkan terhadap Allah SWT.

Ketika keinginan-keinginan nafsu itu sudah tersaring dan mengerucut kepada yang baik-baik saja, maka yang diincar dan menjadi tumpuan pokoknya adalah pahala-pahala. Itulah sebabnya kita kemudian menjadi paham kenapa Allah SWT seringkali mengungkapkan logika untung-rugi bagi orang-orang yang kesadaran religiusnya masih berada pada tingkatan nafsu.

Raghbah (Sumber Gambar : Nu Online)
Raghbah (Sumber Gambar : Nu Online)

Raghbah

Islam berbicara tentang pahala-pahala yang berlipat-lipat dari suatu amal kebaikan yang dikerjakan oleh seseorang, berbicara tentang kenikmatan-kenikmatan di alam kubur, berbicara tentang surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, berbicara tentang perhiasan-perhiasan surgawi yang menyenangkan mata, berbicara tentang makanan dan minuman yang lezat-lezat, berbicara tentang bidadari-bidadari teramat cantik yang dupingit di kemah-kemah: semua wujud kemurahan Allah SWT itu diwartakan untuk membuat semangat nafsu manusia mengerjakan kebaikan demi kebaikan.

Kedua, kegandrungan hati pada hakikat. Tingkatan hati ini tentu saja berada di atas tingkatan nafsu. Hati yang nyalang dan bersih dari pamrih-pamrih duniawi dan imbalan-imbalan ukhrawi sekaligus akan senantiasa merasakan nikmat berkonsentrasi terhadap rububiyyah atau peran-peran Allah SWT pada setiap gerakan dan perkembangan semua ciptaan-Nya.

Sudah dapat dipastikan bahwa sarana yang dipakai untuk suntuk menyaksikan peran-peran-Nya pada segala sesuatu tak lain adalah bashirah atau matan batin. Tidak mungkin mata kepala semata. Sebab yang didapatkannya pastilah hanyalah rupa, warna dan bentuk. Sementara mata batin sanggup menangkap makna keagungan dan kehadiran-Nya.

Hari Santri 2018

Yang biasanya pertama kali disaksikan oleh seorang salik adalah bergesernya sifat-sifat yang dimilikinya sendiri karena didesak oleh kehadiran sifat-sifat Allah SWT. Betapa sangat gamblang di kejernihan bashirahnya bahwa Tuhan semesta alam itu telah melakukan pembimbingan terhadap dirinya untuk menempuh proses-proses yang akan menyebabkan si salik itu terdorong untuk semakin mendekat pada hadirat-Nya.

Setelah sempurna hinggap pada diri si salik, peran-peran ketuhanan itu kemudian disaksikan bertengger pada segala sesuatu. Tidak ada apapun di dunia ini dengan semua isinya kecuali peran-peran ketuhanan juga bertaha di situ. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa kehadiran peran-Nyalah yang menjadikan semua yang ada mengalami wujud sekaligus eksis.

Maka wajar kemudian kalau pada kedudukan spiritual ini seorang salik semakin semangat menabung potensi demi potensi ruhani untuk mempersiapkan diri menyongsong dimensi kewalian yang sempurna. Dengan getar-getar spiritualnya yang paling sublim, si salik lalu mempertegas dirinya berpaling dari segala sesuatu selain hadirat-Nya.

Ketiga, kegandrungan batin (sirr) pada Allah al-Haqq. Kerja sirr itu mukalamah atau berbincang-bincang dengan hadirat-Nya. Berarti ketika seseorang telah sampai pada kedudukan raghbah tertinggi ini, maka dapat dipastikan bahwa dia akan diangkat oleh Allah SWT sebagai teman dialog yang dalam terminologi sufismenya dikenal dengan sebutan nadim yang secara harfiah berarti kawan minum.

Hari Santri 2018

Dalam konteks rasionalisme religius dapat kita afirmasi dengan sangat meyakinkan kenapa seseorang yang telah mencapai kedudukan spiritual ini mesti senantiasa gandrung kepada Allah SWT semata. Bukan kepada pahala-pahala. Bukan pula kepada hakikat segala sesuatu.

Saya kira jawabannya merupakan suatu keniscayaan bahwa ketika seorang salik telah diperkenankan untuk berbincang-bincang dengan Allah SWT, berarti dia sudah dianugerahi kesempatan yang luas untuk senantiasa tertegun memandang keindahan wajah-Nya yang menjadikan sepele seluruh keindahan yang lain.

Sejak saat itulah si salik itu akan senantiasa terfokus dan tersedot kepada hadirat-Nya belaka. Pengembaraan spiritual sudah "rampung." telah dia terobos hutan dunia dengan segala kenikmatan-Nya. Telah dia lampaui akhirat dengan segala kemegahannya. Telah dia genggam apapun yang selain-Nya. Hidupnya bernilai Allah SWT semata. Wallahu alamu bish-shawab.

?

Kuswaidi Syafiie adalah penyair, juga pengasuh Pondok Pesantren Maulana Rumi, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, Olahraga Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

Hari Santri 2018

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Seorang bijak bestari suatu kali memanggil anak-anaknya. Pada saat mendekati ajalnya itu ia seperti hendak memberi pesan bermakna kepada mereka untuk yang terakhir kalinya. Ayah yang bijaksana ini memulai nasihatnya dengan sebuah perintah mengumpulkan sejumlah tongkat.

“Patahkan tongkat-tongkat ini!” Pintanya kepada putra-putranya setelah beberapa tongkat kayu berukuran mungil tersebut terkumpul.

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Tak satu pun dari mereka yang berhasil mematahkan tongkat yang terbendel menjadi satu itu. Sang ayah lalu membagi tongkat tersebut satu per satu kepada masing-masing anaknya. Begitu perintah serupa dilonntarkan, kayu-kayu itu pun dengan ringan bisa dipatahkan.

“Seperti itulah kalian nanti sepeninggal Ayah. Kalian tak terkalahkan sepanjang bersatu. Namun bila kalian tercerai-berai, musuh akan menggoyahkan kalian.”

Hari Santri 2018

Sang ayah bijak melanjutkan bahwa perjuangan menegakkan agama atau peradaban juga semacam itu. Usaha mulia tersebut akan keropos kala para pejuangnya terpecah-pecah. Musuh tak akan sanggup mencengkeram mereka manakala persatuan menjadi bentengnya.

Hari Santri 2018

“Begitu pula manusia dalam jiwanya. Apabila seluruh kekuatan diri bersepakat menegakkan agama Allah, setan dari jenis jin dan manusia tidak akan mampu menggodamu lantaran pertolongan iman dan kemampuan mengendalikan diri.”

Demikian Syaikh Nawawi al-Bantani bercerita dalam kitab al-Futûhât al-Madaniyyah fisy Syu’abil Îmâniyyah ketika menyinggung salah satu cabang iman, yakni tentang persatuan. Penjelasan ini membawa kita pada ingatan sejarah perjuangan ulama dan pahlawan lainnya melawan kaum penjajah di negeri ini.

Sebagaimana ajaran Syaikh Nawawi tentang persatuan, ulama saat itu rela berkorban segalanya untuk kemerdekaan dalam semangat keimanan. Jargon “hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)” menggema di mana-mana. Nafas kebebasan yang kita raih saat ini menjadi bukti bahwa persatuan menjadi pagar kuat bagi serangan luar, dan membuahkan kondisi yang dicita-citakan.

Syaikh Nawawi mengurai cabang iman (syu’abul îmân) hingga tujuh puluh tujuh. Selain rukun iman, di antara ke-77 cabang tersebut adalah berdamai dengan sesama manusia, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, dan mencegah kemungkaran dengan cara-cara bijaksana. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat

Surabaya, Hari Santri 2018
Pengamat sosial dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. M. Ali Haidar mengatakan munculnya kelompok aliran "sesat" akibat dari kurangnya peran negara dalam memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan maupun keadilan.

"Menurut beberapa teori sosial munculnya kelompok aliran sesat itu pada umumnya disebabkan oleh sekelompok masyarakat yang merasa didzolimi pemerintah sebagai pengatur negara yang tidak memberi berbagai kemudahan untuk memperoleh hak-hak mereka, sehingga mereka membentuk kelompok sendiri," kata Haidar di Surabaya, Kamis
 
Dia mengemukakan hal itu saat dimintai pendapatnya soal munculnya kelompok-kelompok yang diduga mengamalkan "aliran sesat" di tanah air, sekalipun telah berkali-kali kegiatan mereka tersebut dilarang oleh pemerintah dan kasus terakhir ditangkapnya pemimpin Kelompok Mahdi di di Desa Salena Buluri, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah (Sulteng). Dia tidak setuju bila kelompok tersebut dianggap telah mengajarkan aliran sesat, karena pengamalan agama yang mereka lakukan itu baru dikatakan sesat apabila telah diteliti dari segi hukum agama. Namun, dia lebih cenderung mengatakan kelompok tersebut sebagai kelompok yang melakukan kriminalitas sosial.

"Mereka menganggap setiap orang yang tidak memiliki pandangan dan faham dengan kelompok tersebut sebagai musuh, bahkan aparat yang dinilai sebagai alat negara juga dianggap musuh, karena menghalangi upaya mereka mencari jalan yang mereka tempuh," katanya menjelaskan. Haidar yang pernah menjabat sebagai Sekjen Rabitha Ma`ahid Islamiyah (RMI/Persatuan Pondok Pesantren se-Indonesia) itu mengatakan kelompok Mahdi yang tinggal di desa-desa terpencil dengan tempat tinggal yang berupa gubuk-gubuk itu menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mendapat sentuhan dari negara.
 
"Mereka berupaya memenuhi segala kebutuhannya dengan cara mereka sendiri. Sekalipun cara mereka seringkali dianggap melawan hukum negara dan meresahkan masyarakat sekitarnya," katanya. Menurut Haidar, pada umumnya kelompok aliran yang diduga "sesat" atau "sempalan" itu beranggotakan orang-orang yang jauh dari hidup sejahtera, kurang mengenyam pendidikan dan kurang mendapat perlakuan adil sebagai masyarakat yang hidup dalam sebuah negara.

"Bagaimana mereka bisa merasa mendapat perlakuan adil, wong mengurus segala sesuatu harus membayar, sementara mereka tidak mempunyai uang, sedangkan kalangan orang berada relatif bisa mengatasi berbagai bentuk tekanan," katanya memberi contoh. Ia merasa optimistis, kelompok-kelompok itu akan berkurang jumlahnya bila kesenjangan sosial dapat diatasi dengan memberikan berbagai kemudahan masyarakat memperoleh hak-hak hidup mereka secara adil.(ant/Die)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Olahraga Hari Santri 2018

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Munculnya Aliran Sesat Tanda Negara Kurang Perhatikan Rakyat

Minggu, 31 Desember 2017

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem

Jakarta NU, Online. Direktur PP Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) H Amir Maruf menyambut baik ide Lakpesdam Lasem berkaitan dengan ide beasiswa untuk para anak aktivis NU atau kiai kampung di tingkat desa dan kecamatan.

Amir Maruf berkomunikasi dengan dengan Imam Maehaqi, ketua Lakpesdam Lasem, lewat jejaring sosial, facebook, Selasa (23/10) malam. "Ayu digarap dan tolong tentu tetap koordinasi dengan LAZISNU setempat. Biar LAZISNU di kampung ikut berjaya, menyusul kejayaan Lakpesdam," ujar Amir.

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Baik Ide Lakpesdam Lasem

Amir menyatakan siap memberi bantuan sebagai stimulus. "Nanti kami siapkan stimulus, tapi juga harus segera dibarengi penguatan tim agar mampu melakukan fundrising shodaqoh, infaq, dan zakat di daerah setempat," jelasnya. Imam Baehaqi pun menyatakan siap berkoordinasi dengan LAZISNU di Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Hari Santri 2018

Pengurus Pusat LAZISNU memang memiliki komitmen pada anak tidak mampu untuk disekolahkan atau dipesantrenkan, melalu program bernama NUsmart. Program tersebut pas dengan Lakpesdam yang berencana menggalang beasiswa untuk anak para aktivis NU atau kiai kampung.

Seperti yang diberitakan kemarin bahwa banyak anak kiai atau aktivis NU di tingkat desa dan kecamatan yang tidak mampu memesantrenkan atau menyekolahkan anaknya agar.

Hari Santri 2018

"Kekhususan dan keistimewaan NU, pesantren, kiai kan terletak pada kesinambungan guru dan jaringan kebudayaan Nusantara. Kalau mereka tidak mondok, ini berbahaya NU akan terputus, ilmunya juga, wawasannya juga mandeg. Tida perlu mesantren atau kulaih di luar negeri dulu, di luar kota saja sudah cukup. Ke Kediri, Jogja, Situbondo," jelas baehaqi kemarin.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Olahraga Hari Santri 2018

Senin, 25 Desember 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, Hari Santri 2018 - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

Hari Santri 2018

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Santri Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga

Yogyakarta, Hari Santri 2018

Para dai memiliki peran strategis dalam mengembangkanpesan-pesan damai di tengah masyarakat. Apalagi kini dakwah yang bermuatan paham kekerasan sudah masuk ke tempat-tempat ibadah.

Demikian salah satu poin dalam forum dialog Pelibatan Dai dalam Program Islam Damai untuk Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lewat Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta , Selasa (26/7).

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai Diminta Contoh Dakwah Sunan Kalijaga

"Dai merupakan problem solver (solusi) dalam penanggulangan terorisme, karenanya para mubaligh diharapkan menambah wawasan dalam menyampaikan dakwah," kata Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Waryono Abdul Ghofur Waryono.

Hari Santri 2018

Lebih jauh ia mengimbau kepada para dai untuk meneladani cara dakwah Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam di bumi Nusantara. “Mengasuh, mendidik, bergaul, berinteraksi hingga lapisan msyarakat merupakan metode dakwah Sunan Kalijaga," ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, diharapkan para dai dalam berdakwah menjunjung tinggi toleransi, mengedepankan prinsip-prinsip Islam rahmatan lil alamin (pembawa rahmat bagi seluruh alam) tanpa meninggalkan kultur dan tradisi daerah.

Hari Santri 2018

Sementara narasumber lain, guru besar UIN Sumatera Utara, Syahrin menegaskan bahwa peran dewan masjid dalam menghambat perkembangan paham radikal-terorisme sangat strategis, karena masjid merupakan salah satu tempat tumbuhnya paham kekerasan ini.

"Ketika dewan masjid menyeleksi ketat ustadz-ustadz yang masuk berceramah dalam masjid, maka hal ini akan menjadi sangat produktif untuk mengahalau perkembangannya" tutupnya. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Olahraga Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

Semarang, Hari Santri 2018

Konflik tak kunjung usai di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan akan berakhir bulan Agustus ini. Demikian ditegaskan Ketua Umum DPP PKB versi Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar.

"Saya sudah keliling Indonesia untuk memastikan hal ini. Akhir Agustus, konflik pasti selesai," kata Muhaimin kepada wartawan saat hadir pada acara Peringatan Ulang Tahun ke-140 Pondok Pesantren (Ponpes) Girikesumo di Desa Girikusumo, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Minggu (13/8)

Menurut mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini, hingga sekarang, sebagian besar elit maupun kalangan bawah yang terpecah akibat konflik tersebut, sudah menyatu kembali. Namun demikian, ia mengaku masih ada beberapa orang yang masih berbeda pandang.

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Agustus Konflik PKB Berakhir

"Kalau hanya satu atau dua orang yang masih mempermasalahkan, itu kan wajar. Yang jelas, sebagian besar sudah kembali," ungkap Muhaimin.

Wakil ketua DPR ini menyatakan kader PKB yang sebagian besar adalah orang Nahdlatul Ulama (NU) memang mudah berselisih paham. "Kata Pak Hasyim (Ketua Umum PBNU, red), orang NU itu sering salah paham atau pahamnya yang salah," katanya disambut tawa 3 ribuan warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU)

Hari Santri 2018

Muhaimin memproyeksikan pada tahun ini, konsolidasi internal ditargetkan selesai. Setelah itu, pihaknya mempersiapkan perekrutan kader baru dengan metode baru.

Pada tahun 2008, kader PKB yang terdiri dari basis pendukung utama (NU) dan basis baru bersiap menghadapi pemilu legislatif dan pilpres. Jika tak mampu menempati posisi pertama dalam perolehan suara pada pemilu mendatang, partai berlambang bola bumi ini diharapkan mampu menempati posisi kedua.

"Pada tahun-tahun mendatang, PKB akan menjadi partai terbuka, partai nasional. Tak beda dengan partai lain. Dengan cara seperti itu, PKB akan mampu menyerap kepentingan berbagai kalangan," terang Muhaimin.

Selain Muhaimin, hadir juga pada peringatan ulang tahun Ponpes Girikesumo itu sejumlah petinggi PKB dan NU yang menjadi pejabat publik, di antaranya, Menakertrans Erman Suparno, anggota DPR-RI Masduki Baidlowi, Cecep Syarifudin, Ketua PBNU Masdar Farid Mas’udi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, dan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Muhamad Adnan. (man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Berita, Olahraga, Kyai Hari Santri 2018

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta

Jakarta, Hari Santri 2018. Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat melakukan penelitian layanan pendidikan agama kepada siswa dari berbagai agama di sekolah. Penelitian salah satunya dilakukan di Sekolah Labschool Jakarta di Jalan Pemuda Komplek Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun Jakarta Timur.

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Layanan Pendidikan Agama di Sekolah Labschool Jakarta

Penelitian yang dilakukan tahun 2016 tersebut menemukan layanan pendidikan agama di Labschool Jakarta sudah diselenggarakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu:

Pertama, setiap siswa memperoleh pelajaran bidang studi agama sesuai dengan agama yang dianutnya, dan diajarkan oleh guru-guru yang seagama dengan keyakinan dan agama para siswa. Dengan kata lain bahwa pelajaran bidang stdui agama tidak diajarkan oleh guru yang berbeda agamanya dengan agama yang dianut siswa.

Dengan demikian hak asasi siswa untuk memperoleh ajaran agama dan melaksanakan ajaran agama sesuai dengan keyakinan yang dianut oleh siswa telah difasilitasi dan diselenggarakan dengan semestinya. Hal tersebut sesuai dengan amanah undang-undang sistem pendidikan nasional.

Hari Santri 2018

Kedua, waktu pelaksanaan pelajaran bidang studi agama telah diatur dengan cermat dengan memperhatikan jumlah penganut agama. Siswa yang beragama mayoritas, diperlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Begitu pula untuk siswa yang jumlah penganutnya sedikit difasilitasi dengan melibatkan atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada di internal agama bersangkutan, misalnya dengan penyelenggara kebaktian atau sekolah minggu, bagi siswa non agama Islam. 

Ketiga, Ketersedian guru agama bidang studi agama Islam, disesuaikan dengan rombongan belajar untuk setiap kelasnya, dan diangkat melalui rekruitmen yang dilakukan oleh bidang pengembang Yayasan Pembina UNJ. Jumlah guru PAI kurang memadai karena jumlah siswa ± 800 dengan jumlah guru hanya 2 orang.

Kenyataan ini mesti jadi perhatian pihak komite sekolah (POMG) bersama sekolah penyelenggara  agar kekurangan guru dimaksud tidak berkelanjutan mengingat pentingya pelajaran bidang studi agama, baik ditinjau dari perspektif kebutuhan asasi siswa maupun dari segi kepentingan akademis. 

Keempat, fasilitas untuk keperluan pembelajaran agama disediakan oleh sekolah atau sekolah melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga agama yang ada. Berkenaan dengan pelaksanaan belajar bidang studi agama Budha dan Khonghucu, pada tahun ini (2015) tidak diselenggarakan karena siswanya yang beragama tersebut tidak ada.

Hari Santri 2018

Apabila terdapat siswa yang beragama Budha dan Khonghucu, untuk pelaksanaan proses pembelajaran kedua bidang studi ini, biasanya bekerjasama dengan pihak sekolah minggu dari masing-masing agama tersebut, karena pihak sekolah susah mendapatkan guru agama tersebut.

Kelima, pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan agama. Labschool telah mendapat kunjungan secara teratur dan intensif dari petugas (pengawas) pendidikan agama terhadap semua program pendidikan agama yang dilakukan oleh guru (Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha). 

Persoalannya adalah ketersediaan tenaga pengawas yang harus melakukan pengawas jumlahnya masih terbatas, khususnya untuk agama-agama tertentu. Tenaga pengawas untuk agama Hindu, Budha dan Khonghucu hanya tersedia 1 (satu) orang pengawas yang ditugaskan sebagai pengawas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Pelaksanaan pengawasan pendidikan agama Hindu, Budhda dan Khonghuchu,  pada tingkat SMP dan SMA di Labschool, tidak dilakukan.

Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak dan pemangku kepentingan, baik sekolah sebagai pelaksana pendidikan, maupun pemerintah, dalam hal ini Kemenag, Dinas pendidikan atau Sudin Diknas setempat, serta pihak lembaga agama terkait, seperti Parisada Hindu Dharam (untuk Hindu), Walubi untuk Budha, dan Matakin untuk Khonghuchu, dalam menyediakan pengawas untuk mengatasi persoalan ini.

Berkaitan dengan kekurangan atau ketidaktersediaan pengawas, semestinya jangan sampai pihak pemerintah (Kemenag atau Dinas pendidikan/Dinas Pendidikan), membiarkan hal ini berlarut, karena akan menyebabkan pelaksanaan proses pendidikan agama tidak berjalan dengan baik. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Doa, Olahraga Hari Santri 2018

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Miami, Hari Santri 2018. Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - materi genetik yang diturunkan dari ibu seseorang - yang diambil dari gigi milik 58 orang dewasa dan 10 anak-anak di tiga pemakaman Italia yang sudah ada sejak periode kekaisaran menurut para peneliti dalam laporan mereka di Jurnal Current Biology.

Dua di antara jasad orang dewasa di kuburan itu, yang sudah ada sejak abad ke-1 dan ke-3, ditemukan memiliki bukti genom adanya malaria. Khususnya, itu adalah jenis parasit Plasmodium Falciparum yang menyebabkan malaria saat ini menurut para peneliti, Senin (5/12).

"Ada bukti tertulis panjang yang menggambarkan demam seperti malaria di zaman Yunani kuno dan Romawi, tetapi spesies malaria tertentu yang menyebabkan demam itu tidak diketahui," kata Stephanie Marciniak dari Pennsylvania State University.

"Data kami menegaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan Plasmodium Falciparum, dan parasit itu memengaruhi orang-orang di lingkungan ekologi dan budaya yang berbeda," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Hari Santri 2018

Malaria saat ini telah menewaskan hampir 450.000 orang setiap tahun, sebagian besar anak-anak berusia di bawah lima tahun. Para peneliti masih belum tahu seberapa besar kasus malaria yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi, termasuk apakah itu penyakit alami atau kasus impor sporadis.

Bukti DNA pertama terkait malaria di Romawi Kuno dideteksi pada 2001 pada kerangka anak yang menurut perkiraan berusia 1.500 tahun. Studi terkini menunjukkan malaria menyebar lebih luas dari yang diketahui sebelumnya.

Hari Santri 2018

"Malaria tampaknya patogen bersejarah bermakna yang menyebabkan banyak kematian di Romawi Kuno," kata penulis hasil studi Hendrik Poinar, Direktur Ancient DNA Centre pada McMaster University. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Berita, Olahraga Hari Santri 2018

Sabtu, 25 November 2017

Melamar Anak Gadis Kiai

Malam itu tiga pemuda datang bertamu ke rumah seorang kiai. Mereka mempunyai hajat yang sama, yaitu hendak melamar anak gadis Pak Kiai.

"Siapa namamu?" tanya si kiai kepada pemuda pertama.

Melamar Anak Gadis Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Melamar Anak Gadis Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Melamar Anak Gadis Kiai

"Anas, Kiai."

"Namamu bagus itu. Maksud kedatangan?"

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

"Mau melamar putri njenengan, Kiai"

"Oh iya? Kalau gitu saya tes dulu ya.. Coba kamu baca surat an-Nas sesuai dengan namamu."

"Baik, Kiai.... "

Lalu dia membaca surat an-Nas dengan lancar. Pak Kiai manggut-manggut.

"Kamu... Siapa namamu?" Pak Kiai menatap pemuda kedua.

" Thoriq, Kiai."

"Hmmm, nama yang bagus. Sekarang tesnya sama ya... Kamu baca surat At-Thoriq."

“Baik, kiai... "

Lalu pemuda kedua itu pun membaca surat At-Thoriq dengan lancar. Pak kiai manggut-manggut sambil menatap pemuda ketiga yang tampak pucat.

"Nah, kamu! Siapa namamu?"

Si pemuda ketiga berkeringat dingin. Dengan gemetar dia jawab, “Imron, Kiai... tapi biasa dipanggil Qulhu."

"Hah?!!"

(Jajang)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga Hari Santri 2018

Rabu, 01 November 2017

Tekankan Kualitas, Gus Mus TV Gandeng Ahli Film Hollywood

Rembang, Hari Santri 2018

Untuk memberikan kualitas yang terbaik dalam produksi film, Terkait produksinya, kru Gus Mus TV mendapatkan pelatihan khusus dari seorang ahli film Hollywood.

Tekankan Kualitas, Gus Mus TV Gandeng Ahli Film Hollywood (Sumber Gambar : Nu Online)
Tekankan Kualitas, Gus Mus TV Gandeng Ahli Film Hollywood (Sumber Gambar : Nu Online)

Tekankan Kualitas, Gus Mus TV Gandeng Ahli Film Hollywood

Katib Am Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) sekaligus Pengelola Production House (PH) GusMusTV KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus mendapatkan bantuan dari sejumlah orang profesional di dunia perfilman, salah satunya adalah Dominic Jackson seorang yang sudah mahir di dunia perfilman Hollywood yang saat ini sedang bekerja untuk angkatan laut Amerika.

"Pak Dominic bersedia jauh-jauh dari Jerman tempat dia bekerja sekarang, datang ke sini dan melatih santri-santri selama 10 hari untuk mengenal teknologi ini. Dengan teknologi yang sudah disediakan itu, selanjutnya kru tinggal mengembangkan keterampilan melalui latihan-latihan," jelasnya kepada Hari Santri 2018 di kediamanya, Kelurahan Leteh, Rembang baru-baru ini.

Hari Santri 2018

Gus Yahya, sapaan akrabnya menambahkan, selain Dominic Jackson, sahabat Gus Dur bernama C. Holland Taylor ikut andil pula dalam berdirinya Gus Mus TV ini. "Dia dulunya pengusaha, tapi sekarang aktif ikut mendukung dakwah Islam rahmatan lil alamin. Bahkan beliau mendirikan organisasi baru bersama Gus Mus di Amerika yang diberi nama Baiturrahmah, dan mereka inilah yang kemarin membantu mengadakan peralatan," katanya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Wakil Ketua III Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Rembang M Zaim Cholil Mumtaz yang menjadi penerjemah Dominic dan salah satu kru Gus Mus TV mengatakan, banyak hal yang diajarkan dalam dunia perfilman, mulai dari setting kamera, cara mengambil gambar, dan editing video.

Dia berharap, kader IPNU mampu memberikan sumbangsih yang konsisten dalam hal operasional Gus Mus TV. "Kami dari IPNU cukup bersyukur bisa ambil bagian dalam pelatihan pembuatan film ini. Ada begitu banyak ilmu dan pengalaman baru yang bisa kami dapatkan selama pelatihan. Bagi kader IPNU, semoga tetap konsisten memberi sumbangsih ide dan tenaga untuk menampilkan hasil yang terbaik, sehingga keberhasilan dakwah bil film adalah keberhasilan IPNU juga," katanya. (M. Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga Hari Santri 2018

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Dalam berbagai literatur fiqih dan buku-buku tuntunan shalat banyak ditemukan amalan dan do’a-do’a keseharian. Dari yang bersifat umum hingga do’a istimewa. Diantara do’a yang banyak ragamnya adalah do’a yang disediakan untuk shalat hajat. Akan tetapi kebanyakan penyebutan do’a-do’a itu tidak menyertakan sumber asalnya. Baik yang berasal dari ulama shalihin maupun langsung dari hadits Rasulullah saw.

Oleh karena itu sungguh ada manfaatnya apabila dalam tulisan ini diceritakan sebuah kisah tentang seorang yang tidak sempurna penglihatannya datang kepada Rasulullah saw untuk meminta do’a kesembuhan. Akan tetapi Rasulullah saw malah memerintahkannya untuk mendirikan shalat hajat lalu berdo’a yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Khusus dari Rasulullah untuk Shalat Hajat

Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya:

Ya allah Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad saw) memberikan syafaatnya kepadaku. 

Adapun keterangan lengkapnya sebagaimana ditahrijkan oleh At-Tiridzi dan Ibnu Majah hadits riwayat Utsman bin Hunaif.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Bahwasannya ada seorang laki-laki yang penglihatannya rusak datang kepada Rasulullah saw sambil berkata “do’akanlah kepada Allah untukku, agar disembuhkan-Nya aku ini”. Rasulullah saw balik menjawab “kalau kamu mau, aku dapat menundanya untukmu dan itu lebih baik, atau kalau kamu mau aku akan mendo’akan” maka orang itupun memohon “doakanlah untukku!” . Kemudian Rasulullah saw menyuruhnya berwudhu, maka wudhulah orang tersebut dengan baik dan shalat dua raka’at dan berdo’a dengan do’a ini “Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya”.. Demikianlah Rasulullah saw menganjurkan dan membolehkan seseorang bertawassul menggunakan nama beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, meskipun dalam shalat hajat. (ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga Hari Santri 2018

Selasa, 24 Oktober 2017

NU Jaga Masjid Agung Karanganyar untuk Semua Golongan

Karanganyar, Hari Santri 2018. Salah satu pengurus PCNU Karanganyar, Jawa Tengah, memprakarsai pengajian rutin di Masjid Agung Karanganyar. Kegiatan yang diselenggarakan setiap pertengahan bulan ini diberi nama “Purnomo Sidi”.

NU Jaga Masjid Agung Karanganyar untuk Semua Golongan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jaga Masjid Agung Karanganyar untuk Semua Golongan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jaga Masjid Agung Karanganyar untuk Semua Golongan

Pengajian Purnomo Sidi sendiri salah satunya bertujuan untuk menjaga netralitas masjid Agung Karanganyar sebagai masjid semua orang muslim dari berbagai golongan yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ustadz Jati salah satu pengurus pengajian Purnomo Sidi sekaligus pengurus tanfidziah Karanganyar saat dijumpai di kantor PCNU Karanganyar, Sabtu (18/1).

Hari Santri 2018

“Keberadaan Masjid Agung merupakan salah satu simbol netralitas suatu pemerintahan, jangan sampai dikuasai oleh salah satu pengajian lintas partai politik, ormas Islam, madzhab dan aliran tertentu karena Masjid Agung itu milik umum,” terangnya.

Oleh sebab itu, warga NU Karanganyar harus ikut andil dalam menjaga netralitas tersebut salah satunya dengan mengadakan pengajian rutin Purnomo Sidi seperti yang digelar tanggal Kamis (16/1) kemarin, tandasnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, Olahraga Hari Santri 2018

Senin, 23 Oktober 2017

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Sekretariat Nasional (Seknas) Gusdurian, selama dua hari (28-29/3), menyelenggarakan Kegiatan pelatihan fasilitator Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG). Kegiatan yang dipusatkan di Wisma Museum Batik Yogyakarta tersebut diikuti 30-an orang perwakilan Komunitas Gusdurian se-Indonesia.

Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pertemuan Gusdurian se-Indonesia. Menurutnya, para peserta yang mayoritas anak muda ini diharapkan dapat menjadi kader penggerak di daerah masing-masing.

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG (Sumber Gambar : Nu Online)
Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG (Sumber Gambar : Nu Online)

Seknas Gusdurian Adakan Pelatihan Fasilitator KPG

“Saya berharap, teman-teman menjadi kader penggerak Gusdurian di daerahnya masing-masing. Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, mereka juga dapat terus tumbuh dan berproses di masyarakat,” ucap putri sulung KH Abdurrahman Wahid tersebut, saat ditemui usai acara.

Hari Santri 2018

Ditambahkan Alissa, pasca kegiatan pelatihan ini, para peserta disiapkan untuk menghidupkan Komunitas Pemikiran Gus Dur di daerah. “Para peserta juga kami berikan tugas, untuk mereview buku atau tulisan Gus Dur atau tentang Gus Dur. Juga untuk mengadakan diskusi untuk publik terkait dengan gagasan Gus Dur,” ujarnya.

Selain Alissa, turut menjadi pembicara pada kesempatan tersebut Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Aziz, Redaktur Hari Santri 2018, Savic Ali, dan Hairus Salim. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Olahraga, Halaqoh Hari Santri 2018

Rabu, 13 September 2017

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik

Medan, Hari Santri 2018. Kampus dilarang dijadikan tempat ajang berpolitik, karena perguruan tinggi merupakan sarana para mahasiswa menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan mereka yang lebih baik.

Usai membuka Pertemuan Rektor dan Wakil Rektor LPTK Negeri se-Indonesia, di Medan, Sabtu, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, berpolitik tidal dilarang tapi tidak boleh dilakukan di kampus.

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasir Tegaskan Kampus Dilarang Jadi Tempat Ajang Berpolitik

Pada pertemuan rektor itu, dihadiri 12 universitas dan beberapa diantaranya Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Universitas Negeri Surabaya (UNS),Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Menteri mengatakan, kampus tidak diperbolehkan menjadi tempat berpolitik, karena hal tersebut sudah merupakan ketentuan dan tidak dibenarkan untuk dilanggar.

Kalau ingin berpolitik, menurut dia, silahkan saja dilaksanakan di luar kampus perguruan tinggi. "Jadi, jangan dijadikan kampus sebagai tempat politik praktis, hal ini harus dijauhkan, dan dihindari," ujar Nasir.?

Hari Santri 2018

Ia menyebutkan, selain kampus dilarang sebagai tempat berpolitik, juga Partai Politik (Parpol) tidak dibenarkan masuk ke universitas untuk mengkampanyekan program partai tersebut.

Hari Santri 2018

"Sebab kampus selama ini merupakan tempat para mahasiswa menuntut ilmu dan jangan dipengaruhi hal-hal yang menyangkut kepentingan politik," terang Ketua LPTNU ini.

Nasir menambahkan, mahasiswa perlu dibiarkan untuk fokus dengan disiplin ilmu pengetahuan yang mereka pelajari. "Jangan dijadikan kampus tersebut, untuk tempat kepentingan partai politik karena akan merugikan mahasiswa," ucap Menristekdikti. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock