Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Orang Berilmu yang Celaka

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Berilmu yang Celaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Berilmu yang Celaka

"Celaka sekali orang bodoh yang tidak belajar. Tapi celaka seribu kali orang alim yang tak mempraktikkan ilmunya." [Imam Al-Ghazali, dalam Bidâyatul Hidâyah]

Hari Santri 2018

Akal termasuk anugerah terbesar yang ada dalam diri tiap manusia. Potensi luar biasa ini akan sia-sia belaka bila tak diikuti dengan usaha belajar dalam waktu yang tak terbatas. Membiarkan kebodohan adalah sebuah kerugian. Namun, ada yang lebih parah dari ini, yakni orang berilmu, terutama ilmu akhlak, yang tingkah lakunya tak mencerminkan kepintarannya. Yang terakhir ini tak hanya merugikan dirinya sendiri melainkan bahkan juga bisa membahayakan orang lain. Hal ini terjadi, karena dalam setiap yang dimiliki, termasuk ilmu, tersimpan tanggung jawab.

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Olahraga Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

Batang,Hari Santri 2018. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah (Jateng) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru-guru olahraga madrasah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di cabang-cabang dan meilbatkan sekitar 4.500 guru. ?

Menurut Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto, kegiatan ini merupakan realisasi kesepakatan antara PW Pagar Nusa dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebagai bentuk tindak lanjut atas MoU antara kedua lembaga pada Rapat Pimpinan Nasional Rapimnas di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng Semarang akhir Maret 2015.

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Latih Pencak Ribuan Guru Olahraga LP Ma’arif Jateng

“Untuk mengimplementasikan MOU yang telah ditandatangani pada saat Rapimnas, PW Pagar Nusa dengan Ma’arif NU Jawa Tengah bersepakat mengadakan diklat untuk guru olahraga Ma’arif se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di cabang-cabang,” ungkapnya pada diklat perdana di Kabupaten Batang pada Jumat sampai Ahad (5-7/2).

Hari Santri 2018

Lebih lanjut Harun mengatakan, selain mengimplementasian MoU tersebut, diklat ini bertujuan untuk menciptakan kader pelatih Pagar Nusa yang mumpuni dan profesional serta mempersiapkan sekolah dan madrasah sebagai padepokan Pagar Nusa sekaligus sebagai usaha nyata meminimalisir paham radikalisme kanan maupun kiri yang berkembang akhir-akhir ini.

Ketua pelaksana diklat, Masrur, mengatakan diklat di Batang diikuti sebanyak 76 guru olahraga se-kabupaten. Mereka dilatih secara khusus oleh pelatih-pelatih Pagar Nusa tingkat nasional.

Hari Santri 2018

“Selama tiga hari ini peserta digembleng berbagai macam materi Pagar Nusa yang meliputi jurus-jurus Pagar Nusa, teknik melatih, kurikulum pengajaran,” ungkap Masrur.

Selain mendapatkan materi-materi di atas, kata dia, peserta juga akan diberikan sertifikat bagi yang dinyatakan lulus tim pelatih. Sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi peserta sebagai bukti diri untuk mengembangkan Pagar Nusa di sekolah masing-masing.

“Perlu saya sampaikan bahwa diklat ini nantinya akan didiikuti 4500 guru olahraga Ma’arif NU se-Jawa Tengah dengan sistem pelaksanaan di masing-masing cabang.” pungkasnya. (Ghufron Ulya/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ulama, Olahraga, Pertandingan Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

Karanganyar, Hari Santri 2018 - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti membangun musholla di Dusun Banaran Plosokerjo, Kerjo, Karanganyar, Sabtu (28/1). Kepengurusan GP Ansor Kerjo dan Satkoryon Banser yang baru dibentuk dan dilantik beberapa hari lalu langsung melakukan kerja nyata.

Ketua GP Ansor Kerjo Wiyanto mengatakan, GP Ansor-Banser di Kerjo ini baru terbentuk sehingga kami terus berusaha menunjukkan eksistensi dengan kerja nyata seperti sekarang membantu warga membangun musholla.

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga, Banser Kerjo Gotong Royong Bangun Musholla

“Semoga kerja bakti pembangunan musholla ini menjadi bukti bahwa Banser dan masyarakat Banaran semangat untuk menegakkan pengamalan ajaran Islam Aswaja NU. Sehingga umat Islam di sini bisa lebih baik," kata Wiyanto.

Hari Santri 2018

Menurutnya, musholla mengambil posisi penting dalam konteks kehidupan masyarakat yang damai.

Ia juga berharap dengan turut serta Banser dalam kerja bakti ini dan kerja bakti yang lainnya di wilayah kecamatan Kerjo. Ia berharap NU dan khususnya Banser lebih dikenal dan menarik minat anak muda masuk anggota Banser meningkat. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Olahraga, Daerah, Sejarah Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Karangnyar, Hari Santri 2018. Untuk menangkal gerakan dan ideologi radikal yang bertentangan dengan paham Nahdlatul Ulama dan pancasila, PCNU se-Solo Raya harus memperkuat institusi, membangun NU secara organisatoris dan mengembangkan amaliah NU. 

Demikian disampaikan Ketua PWNU Jawa Tengah Dr. H. Abu Hafsin, MA saat koordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Solo Raya (Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Sragen dan Karanganyar) di Islamic Centre Nurul Hikmah, Karanganyar, Jawa Tengah, Ahad, (11/1).

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Gerakan Radikal, PCNU se-Solo Raya Harus Perkuat Institusi

Dosen UIN Walisongo Semarang ini menjelaskan, sedikitnya ada 26 kelompok radikal yang ada di wilayah Solo Raya. “Gerakan jihadis ini sudah mulai terang-terangan dan para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai pejuang, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain,” tegas Abu Hafsin. 

Hari Santri 2018

Oleh karena itu, kata Hafsin, TNI dan Polri titip kepada NU untuk menjaga NKRI dan Pancasila. “Saat ini hanya NU yang bisa gandeng tangan dengan pemerintah untuk menjaga Pancasila dan NKRI,” tuturnya. 

Hafsin juga menekankan, bahwa yang tak kalah penting adalah membangun silaturrahim dengan para alim ulama serta melakukan pendidikan kader penggerak Nahdlatul Ulama. (Cecep Choirul Sholeh/Fathoni)    

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Meme Islam, Kajian Islam Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Raghbah

Oleh Kuswaidi Syafiie

Termasuk yang didedahkan oleh Allah SWT dalam kitab suci Taurat pada lempengan keenam, Lawh al-Ubudiyyah, adalah pelajaran ruhani tentang raghbah: suatu kegandrungan diri terhadap kemilau hati ketimbang terhadap tabiat yang buruk. Kebaikan-kebaikan merupakan obyek sekaligus orientasi raghbah.

Menurut Syaikh Muhyiddin Ibn Arabi (1165-1240) dalam kitab Ishthilahat ash-Shufiyyah halaman 292, raghbah itu terbagi menjadi tiga sesuai dengan hirarki konponen-komponen spiritual dalam diri manusia. Pertama, kegandrungan nafsu terhadap pahala-pahala.

Allah SWT sengaja menciptakan nafsu yang merupakan sumber meletupnya keinginan dalam diri manusia. Inilah ujian terbesar. Karena obyek dari keinginan itu tidak saja segala hal yang baik dan terpuji, tapi juga berbagai macam hal yang bangat, picisan dan sia-sia. Sehingga tidaklah mengherankan kalau di antara manusia banyak sekali yang lebih cenderung kepada segala sesuatu yang lain dibandingkan terhadap Allah SWT.

Ketika keinginan-keinginan nafsu itu sudah tersaring dan mengerucut kepada yang baik-baik saja, maka yang diincar dan menjadi tumpuan pokoknya adalah pahala-pahala. Itulah sebabnya kita kemudian menjadi paham kenapa Allah SWT seringkali mengungkapkan logika untung-rugi bagi orang-orang yang kesadaran religiusnya masih berada pada tingkatan nafsu.

Raghbah (Sumber Gambar : Nu Online)
Raghbah (Sumber Gambar : Nu Online)

Raghbah

Islam berbicara tentang pahala-pahala yang berlipat-lipat dari suatu amal kebaikan yang dikerjakan oleh seseorang, berbicara tentang kenikmatan-kenikmatan di alam kubur, berbicara tentang surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, berbicara tentang perhiasan-perhiasan surgawi yang menyenangkan mata, berbicara tentang makanan dan minuman yang lezat-lezat, berbicara tentang bidadari-bidadari teramat cantik yang dupingit di kemah-kemah: semua wujud kemurahan Allah SWT itu diwartakan untuk membuat semangat nafsu manusia mengerjakan kebaikan demi kebaikan.

Kedua, kegandrungan hati pada hakikat. Tingkatan hati ini tentu saja berada di atas tingkatan nafsu. Hati yang nyalang dan bersih dari pamrih-pamrih duniawi dan imbalan-imbalan ukhrawi sekaligus akan senantiasa merasakan nikmat berkonsentrasi terhadap rububiyyah atau peran-peran Allah SWT pada setiap gerakan dan perkembangan semua ciptaan-Nya.

Sudah dapat dipastikan bahwa sarana yang dipakai untuk suntuk menyaksikan peran-peran-Nya pada segala sesuatu tak lain adalah bashirah atau matan batin. Tidak mungkin mata kepala semata. Sebab yang didapatkannya pastilah hanyalah rupa, warna dan bentuk. Sementara mata batin sanggup menangkap makna keagungan dan kehadiran-Nya.

Hari Santri 2018

Yang biasanya pertama kali disaksikan oleh seorang salik adalah bergesernya sifat-sifat yang dimilikinya sendiri karena didesak oleh kehadiran sifat-sifat Allah SWT. Betapa sangat gamblang di kejernihan bashirahnya bahwa Tuhan semesta alam itu telah melakukan pembimbingan terhadap dirinya untuk menempuh proses-proses yang akan menyebabkan si salik itu terdorong untuk semakin mendekat pada hadirat-Nya.

Setelah sempurna hinggap pada diri si salik, peran-peran ketuhanan itu kemudian disaksikan bertengger pada segala sesuatu. Tidak ada apapun di dunia ini dengan semua isinya kecuali peran-peran ketuhanan juga bertaha di situ. Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa kehadiran peran-Nyalah yang menjadikan semua yang ada mengalami wujud sekaligus eksis.

Maka wajar kemudian kalau pada kedudukan spiritual ini seorang salik semakin semangat menabung potensi demi potensi ruhani untuk mempersiapkan diri menyongsong dimensi kewalian yang sempurna. Dengan getar-getar spiritualnya yang paling sublim, si salik lalu mempertegas dirinya berpaling dari segala sesuatu selain hadirat-Nya.

Ketiga, kegandrungan batin (sirr) pada Allah al-Haqq. Kerja sirr itu mukalamah atau berbincang-bincang dengan hadirat-Nya. Berarti ketika seseorang telah sampai pada kedudukan raghbah tertinggi ini, maka dapat dipastikan bahwa dia akan diangkat oleh Allah SWT sebagai teman dialog yang dalam terminologi sufismenya dikenal dengan sebutan nadim yang secara harfiah berarti kawan minum.

Hari Santri 2018

Dalam konteks rasionalisme religius dapat kita afirmasi dengan sangat meyakinkan kenapa seseorang yang telah mencapai kedudukan spiritual ini mesti senantiasa gandrung kepada Allah SWT semata. Bukan kepada pahala-pahala. Bukan pula kepada hakikat segala sesuatu.

Saya kira jawabannya merupakan suatu keniscayaan bahwa ketika seorang salik telah diperkenankan untuk berbincang-bincang dengan Allah SWT, berarti dia sudah dianugerahi kesempatan yang luas untuk senantiasa tertegun memandang keindahan wajah-Nya yang menjadikan sepele seluruh keindahan yang lain.

Sejak saat itulah si salik itu akan senantiasa terfokus dan tersedot kepada hadirat-Nya belaka. Pengembaraan spiritual sudah "rampung." telah dia terobos hutan dunia dengan segala kenikmatan-Nya. Telah dia lampaui akhirat dengan segala kemegahannya. Telah dia genggam apapun yang selain-Nya. Hidupnya bernilai Allah SWT semata. Wallahu alamu bish-shawab.

?

Kuswaidi Syafiie adalah penyair, juga pengasuh Pondok Pesantren Maulana Rumi, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, Olahraga Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Jakarta, Hari Santri 2018?



Kementerian Pemuda dan Olahrga (Kemenpora) bersama Association of South East Asian Nation (ASEAN) menggelar ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) pada Senin hingga Jumat (17-21/7/2017) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Terima Penghargaan Motivator Bisnis Terbaik

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemuda perwakilan dari berbagai negara di Asia Tenggara. Tak terkecuali dari Indonesia yang sebagian diwakili oleh kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama. Salah satunya Novi Setia Nurviat.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bandung menerima penghargaan Bussiness Motivator Rating 1 Google Search langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Kamis (20/7/2017) malam.

Bagi pendiri Yayasan Daarul Adzkar Nusantara itu, penghargaan tersebut sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya mengingat ia hanya fokus pada apa yang sedang ia jalani.

Hari Santri 2018

“Tidak pernah terfikirkan sebelumnya untuk masuk dalam nonminasi ajang penghargaan karena selama ini saya lebih fokus dengan apa yang saya kerjakan agar memberi dalampak manfaat bagi orang lain,” ujar pendiri Yayasan Rumah Bintang Nusantara itu.

Tentunya, pemuda yang dalam satu kesempatan pada agenda tersebut menyampaikan kewirausahaan di Indonesia itu, merasa bersyukur dan sangat bahagia.

Hari Santri 2018

“Alhamdulillah sebuah kebahagiaan bagi saya malam ini bisa memberikan kebanggaan untuk Indonesia sebagai penerima ASEAN Youth Award 2017,” kata pemilik PT. Inovindo Digital Media itu.

Selain itu, para kader NU dari berbagai organisasi badan otonom itu juga memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan puluhan pemuda dari ASEAN. Mereka menampilkan tarian Gemu Famire yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Tarian ini gerakannya mudah dan musiknya asyik sehingga di tengah tarian, kami ajak seluruh delegasi untuk menari bersama,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat Muhammad Ammar.

Dalam kegiatan tersebut, para pemuda dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang penanganan Narkoba, terorisme dan radikalisme, serta isu-isu hangat lainnya yang sedang berkembang di wilayah Asean, khususnya pada usia remaja dan pemuda.

Selain Novi dan Ammar, kegiatan bertema Proliferating Youth Enterpreunership in Asean Community juga diikuti oleh Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (PB Kopri) Septi Rahmawati, Pengurus PB Kopri PMII Nurmanengsi, Ketua Departemen Bidang Sosial dan Politik PP IPNU Biky Uthbek Mubarok, dan Wakil Ketua PW IPNU DKI Jakarta Nasrul Ma’arif. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Warta, RMI NU Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Seorang bijak bestari suatu kali memanggil anak-anaknya. Pada saat mendekati ajalnya itu ia seperti hendak memberi pesan bermakna kepada mereka untuk yang terakhir kalinya. Ayah yang bijaksana ini memulai nasihatnya dengan sebuah perintah mengumpulkan sejumlah tongkat.

“Patahkan tongkat-tongkat ini!” Pintanya kepada putra-putranya setelah beberapa tongkat kayu berukuran mungil tersebut terkumpul.

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Membuat Orang Tak Terkalahkan

Tak satu pun dari mereka yang berhasil mematahkan tongkat yang terbendel menjadi satu itu. Sang ayah lalu membagi tongkat tersebut satu per satu kepada masing-masing anaknya. Begitu perintah serupa dilonntarkan, kayu-kayu itu pun dengan ringan bisa dipatahkan.

“Seperti itulah kalian nanti sepeninggal Ayah. Kalian tak terkalahkan sepanjang bersatu. Namun bila kalian tercerai-berai, musuh akan menggoyahkan kalian.”

Hari Santri 2018

Sang ayah bijak melanjutkan bahwa perjuangan menegakkan agama atau peradaban juga semacam itu. Usaha mulia tersebut akan keropos kala para pejuangnya terpecah-pecah. Musuh tak akan sanggup mencengkeram mereka manakala persatuan menjadi bentengnya.

Hari Santri 2018

“Begitu pula manusia dalam jiwanya. Apabila seluruh kekuatan diri bersepakat menegakkan agama Allah, setan dari jenis jin dan manusia tidak akan mampu menggodamu lantaran pertolongan iman dan kemampuan mengendalikan diri.”

Demikian Syaikh Nawawi al-Bantani bercerita dalam kitab al-Futûhât al-Madaniyyah fisy Syu’abil Îmâniyyah ketika menyinggung salah satu cabang iman, yakni tentang persatuan. Penjelasan ini membawa kita pada ingatan sejarah perjuangan ulama dan pahlawan lainnya melawan kaum penjajah di negeri ini.

Sebagaimana ajaran Syaikh Nawawi tentang persatuan, ulama saat itu rela berkorban segalanya untuk kemerdekaan dalam semangat keimanan. Jargon “hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman)” menggema di mana-mana. Nafas kebebasan yang kita raih saat ini menjadi bukti bahwa persatuan menjadi pagar kuat bagi serangan luar, dan membuahkan kondisi yang dicita-citakan.

Syaikh Nawawi mengurai cabang iman (syu’abul îmân) hingga tujuh puluh tujuh. Selain rukun iman, di antara ke-77 cabang tersebut adalah berdamai dengan sesama manusia, mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri, dan mencegah kemungkaran dengan cara-cara bijaksana. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock