Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan masyarakat dan media untuk tidak memviralkan foto-foto pernikahan dini seperti pernikahan Slamet dan Rohayah.

“Saya meminta bantuan semuanya sebagai bagian edukasi yang sangat penting agar jangan memviralkan foto-foto? misalnya honemoon Ananda Slamet, karena khawatir ini (pernikahan usia dini) menjadi referensi atau role model,”? kata Khofifah yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Ia menyampaikan pernyataan saat menanggapi pertanyaan wartawan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

Khoifah menegaskan, yang dipermasalahkan dalam penikahan Slamet dan Rohayah bukan perbedaaan usia mereka, namun karena usia Slamet yang masih 16 tahun, terhitung masih usia anak-anak.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 tahun 1974, pernikahan dilakukan oleh laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun.

“Maka saat ini dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, bagi perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki sesudah lulus kuliah,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Quote, AlaSantri Hari Santri 2018

Senin, 19 Februari 2018

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana. Dan ketiga, tetap berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pada kesempatan ini pertama-tama khatib ingin mengajak diri sendiri dan jama’ah semua untuk meningkatkan taqwa. Sesungguhnya taqwa itu Bermula dari mengihdar larang-larangannya.

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Dinamika kehidupan selalu saja berubah dan berkembang. Demikian pula kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berurusan dengan sesamanya -hablum minannas- ataupun berhubungan dengan Tuhannya -hablum minallah-. Dalam proses sosialisasi inilah manusia sering menemukan pengalaman baru sebagaimana selalu berubahnya kondisi kehidupan ini yang turut mempengaruhi kehidupan dan pola pikirnya. Bahkan mempengaruhi juga pada nuansa hubungan dengan Tuhannya. Disinilah aplikasi dari hadits al-imanu yazid wa yanqush bahwa iman itu terkadang tambah (menebal), terkadang pula berkurang (menipis).

Tentunya semua umat muslim berharap kondisi iman yang ada dalam dirinya akan terus stabil kalaupun tidak selalu bertambah. Namun seringkali tidak demikian, karena setan yang diberi tugas menggoda manusia selalu saja memiliki trik yang menarik untuk menjadikan manusia muslim pembelot yang taat. Kesadaran ini harus selalu tertanam dalam diri kita, karena dosa yang disertai dengan rasa bersalah lebih baik dari pada keta’atan yang dibarengi dengan kepuasan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sehubungan dengan kondisi ini ada baiknya kita menengok hadits Rasulullah saw yang seolah menjelaskan kepada kita betapa manusia itu sangat rapuh untuk bertahan melawan godaan, tetapi bersama itu Allah Dzat Yang Maha Pemurah juga selalu menyediakan langkah untuk membendung godaan beserta hadiah bagi mereka yang berhasil bertahan. Hadits tersebut sebagaimana diterangkan dalam Syarah Nashaihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi Al-Bantani berbunyi:

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Hadits ini dapat dibagi menjadi empan bagian utama, bagian pertama menerangkan tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga hal tersebut adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana, dan ketiga, berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

Hari Santri 2018

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Takut kepada Allah swt artinya takut akan berbagai siksaan dan ancamannya. Mereka yang takut akan pedihnya siksa neraka tentu akan berusaha menghindar dan lari sejauh-jauhnya dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi penghuninya. Sebagaimana tunggang langgang mereka yang menghindar bertemu singa atupun ular karena sangat takutnya.

Kedua hidup sederhana dan sewajarnya saja walaupun dalam kondisi berlebih, apalagi dalam kondisi kurang. Tentunya hal ini adalah kritik akan tingginya konsumerisme yang berakar dari nafsu ingin memiliki dan pamer. Padahal yang demikian itu adalah pekerjaan setan, innal mubadzdzirina kanu ikhwanas syayathin.

Dan ketiga berusaha seadil dan sebijaksana mungkin walaupun sedang kondisi emosi. Sesungguhnya emosi adalah pintu masuk bagi setan menguasai manusia. Lihat saja ketika seseorang marah, maka akal yang rasional itu tidak lagi berfungsi. Apakah ketika foto pengantin dibanting masakan itu akan menjadi asin? Mereka yang marah akan kehilangan akal dan dikuasai setan. Al-ghadhab yuzilul aqla.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Itulah tiga hal utama yang kiranya dapat dijadikan pegangan bagi seorang muslim dalam kehidupan kesehariannya agar iman yang ada tidak mudah surut menipis. Sekaligus hendaknya seorang muslim juga menghindarkan diri dari tiga hal perusak yang akan menurunkan kwalitas iman manusia diantaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, pelit yang amat sangat. Kedua, menuruti hawa nafsu. Dan ketiga ujub (merasa puas dengan diri sendiri).

Ketiga hal ini dinilai sebagai unsur perusak jika berdiam dalam diri seseorang. Sangat Pelit atau kikir amat sangat adalah penghalang seseorang dekat sesama makhluk, apalagi dengan Allah swt, pasti akan semakin jauh. Dan sebaliknya kikir akan membawa seseorang mendekat pada neraka. Bukakah demikian bunyinya an-naru darul bukhala’ bahwa neraka adalah rumah bagi mereka yang kikir.

Adapun unsur perusak kedua adalah hawa nafsu yang terlalu dimanja. Artinya, seseorang yang menuruti hawa nafsunya berarti merusak diri dan imannya sendiri. Karena hawa nafsu senantiasa condong pada berbagai maksiat yang melanggar aturan-aturan Allah swt. Untuk unsur kedua ini sudahlah maklum adanya. Sehingga Allah berfirman ? wala tattabiul hawa…janganlah engkau sekalian menuruti hawa nafsumu.

Adapun ujub merupakan satu unsur perusak. Ujub adalah merasa diri paling benar dan paling baik sehingga menimbulkan rasa bangga dan takjub pada diri sendiri sehingga menjadikan yang bersangkutan lalai bahwa apa pada dirinya saat ini merupakan nikmat Allah swt. Ujub bila selalu dipupuk sangatlah berbahaya, ia akan menyebabkan seseorang merasa menjadi tuhan dalam dirinya sendiri. Karena sejatinya ujub adalah kesombongan yang tersembunyi. Dan jika telah terjangkit penyakit sombong maka ingatlah hadits Rasulullah saw yang artinya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terbersit sifat sombong walaupun sebesar dzarrah.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Demikian tiga unsur perusak utama yang harus diwaspadai. Meskipun Allah swt telah menyiapkan tiga program yang dapat mengangkat derajat seorang muslim yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama menyebarkan salam. Kedua, memberi makan . Dan ketiga, shalat di tengah malam ketika yang lain terlelap tidur.

Jika dianalisis maka program pertama merupakan usaha perluasan jaringan. Dengan berucap salam kepada siapapun baik yang kenal maupun tidak kenal, berarti kita telah membangunkan kembali rasa persaudaraan sesama muslim, yang secara otomatis melenyapkan perasaan saling mencurigai (su’udh dhan). Ini adalah awal bagus untuk dilanjutkan dalam langkah selanjutnya memperluas silaturrahim sesama umat muslim. Adapun memberi makan sebagai program peningkatan derajat seorang muslim yang kedua merupakan aplikasi dari teori bersedekah saling berempati atas nasib sesama muslim. Dalam taraf tertentu ini merupakan program pengentasan kemiskinan secara bertahap.

Dan program ketiga, adalah shalat dalam sepinya tengah malam ketika yang lain sedang terlelap tidur. Tepatya di sepertiga terakhir malam yang tersisa. Waktu ini adalah ruang spesial yang dapat difungsikan oleh seseorang untuk mengevaluasi dirinya dan kehidupannya selama ini. Baik yang berhubungan dengan sesama ataupun dengan Yang Maha Kuasa.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Itulah tiga kategori penting dalam hadits ini mulai dari sisi keselamatan, unsur perusak dan program peningkatan derajat. Meski demikian Allah swt dengan ke-Maha Murahannya masih memberikan kepada umat muslim tiga hal sebagai penebus jikalau sampai terjadi khilaf. Ketiga hal tebusan tersebut adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pertama, menyempurnakan wudhu ketika hawa sangat dingin. Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah dan ketiga sengaja menunggu waktu shalat ketika telah usai melaksanakan shalat .

Ketiga hal ini dianggap pahalanya mampu menggantikan -meskipun tidak berarti menghapus- berbagai kesilapan yang telah terjadi. Hal itu karena beratnya menjalankan ketiga hal ini, pertama menyempurnakan wudhu dalam kondisi sangat dingin. Artinya, seseorang yang dengan gigih melawan rasa dingin demi mengambil air wudhu yang akan dipergunakannya untuk beribadah menunjukkan kegigihannya mengedepankan pengabdian kepada Allah swt mengalahkan kepentingannya sendiri. Bahkan rasa dingin yang menusuk tulangnya itu sama sekali tidak diindahkannya.

Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah. Artinya, menyengaja dengan niat penuh melaksanakan shalat jama’ah. Sesungguhnya shalat jama’ah itu keutamannya dua puluh tujuh kali dibandingkan dengan shalat sendiri. Begitu pentingnya posisi shalat jama’ah hingga Allah swt menjanjikan fadhilah yang sangat tinggi karena shalat jama’ah yang pada dasarnya merupakan urusan dengan Allah swt, ternyata mengandung hikmah yang sangat luas. Diantaranya dengan shalat jama’ah seseorang akan berjumpa dengan sesama muslim lain yang memungkinkan terjalinnya silaturrahim antar mereka. Selain itu shalat jam’ah juga dapat menjadi tanda syiar dan kokohnya agama Islam. Sehingga pemeluk agama lain akan merasa kagum dengan solidaritas dan ketaatan umat muslim yang selalu berkumpul lima kali dalam sehari.

Dan yang terakhir adalah menunggu waktu shalat tiba setelah melakukan shalat. Maksudnya adalah ketika seseorang usai dengan shalat maghrib lalu tidak menggeser diri dari masjid/mushalla dengan tujuan menunggu shalat isya, maka itu adalah bukti pengorbanan seseorang untuk mengutamakan urusan ibadah di atas urusan lainnya. Artinya dengan mennggu waktu shalat selanjutnya, seseorang berarti menghentikan kegiatan lainnya dan segala urusannya hanya untuk menghadap kepada Allah swt.

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia,

Demikianlah tiga hal dalam? empat kategori yang diterangkan Rasulullah saw kepada umatnya. Semoga kita senantiasa mampu menjaga diri dan iman kita dengan memanfaatkan peluang yang diberikan Allah swt Yang Maha Pemurah.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri Hari Santri 2018

Rabu, 14 Februari 2018

Sisi Lain Pesantren Pemberlaku Hukum Cambuk, Al-Urwatul Wutsqo

Jombang, Hari Santri 2018. Sistem pendidikan dengan konsep amal saleh yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo (PPUW) Bulurejo, Diwek, Jombang mendapat respon positif dari berbagai unsur masyarakat. Konsep pendidikan amal saleh adalah membimbing seluruh santri untuk beramal shalih di tiga pilihan, yaitu? tenaga pendidik Al-Qur’an, belajar di pembangunan infrastruktur dan perekonomian, serta bercocok tanam di sawah dan peternakan.

Tidak hanya dari daerah Jawa dan Madura, tapi santri asal daerah Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Papua, Sulawesi dan Sumatera juga banyak di pondok asuhan KH Qoyim Ya’qub? ini. Bahkan, menurut Dr Ny Hj Qurratul Ainiyah, istri? KH Qoyim Ya’qub, beberapa santri sering dikirim ke berbagai daerah luar Jawa seperti Sumatera dan Sulawesi untuk menjadi tenaga pendidik khususnya guru Al-Qur’an.

Sisi Lain Pesantren Pemberlaku Hukum Cambuk, Al-Urwatul Wutsqo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisi Lain Pesantren Pemberlaku Hukum Cambuk, Al-Urwatul Wutsqo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisi Lain Pesantren Pemberlaku Hukum Cambuk, Al-Urwatul Wutsqo

“Permintaan-permintaan menjadi tenaga pendidik, hingga saat ini semakin meningkat. Ini tidak hanya di Pulau Jawa, di luar Jawa seperti beberapa daerah di Sumatera juga banyak,” ungkap ibu nyai yang lazim dipanggil Anik kepada Hari Santri 2018, Jumat (12/12).

?

Hari Santri 2018

Konsep amal saleh tersebut dirasa efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai kemandirian para santri sebagai bekal di masa depan. Selain, pihaknya juga menyadari kemampuan alamiah setiap orang.

“Setiap orang telah diberikan potensi yang beranekaragam, potensi itu merupakan amanah yang harus dioptimalkan dengan baik. Inilah yang membuat keluarga kami penting untuk mendirikan pesantren,” lanjut dosen STIT-UW Jombang ini.

Hari Santri 2018

Pondok yang didirikan sejak 68 tahun silam ini, berkeinginan untuk terus melakukan kaderisasi pada santrinya yang saat ini sudah mencapai 2000 lebih, khususnya untuk tenaga pendidik Al-Qur’an. “Untuk menjaga kaderisasi di pondok, kami akan melakukan regenerasi secara kualitas yang diimbangi kuantitas. Sementara para santri yang berada di luar harus dikembangkan,” tambahnya. (Samsul/Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan

Jakarta, Hari Santri 2018. Pengurus GP Ansor Jatipandak kecamatan Sambeng kabupaten Lamongan menggelar forum tahlil dan Yasinan setiap malam Selasa. Selain menghidupkan tradisi ke-NUan, mereka memanfaatkan forum ini sebagai penguatan kepengurusan organisasi.

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Gerakan, GP Ansor Jatipandak Bikin Pertemuan Sekali Sepekan

Pembacaan Yasin dipimpin langsung mantan Sekretaris IPNU Jatipandak Munif Asyari di sekretariat GP Ansor Jatipandak yang bertempat di kediaman Abdurrohhim, Senin (2/3). Pertemuan rutin sekali sepekan ini dihadiri sedikitnya 73 anggota Ansor.

Menurut Munif, kegiatan rutin sekali sepekan ini diadakan berkeliling dari rumah satu sahabat Ansor ke rumah sahabat Ansor lainnya.

Hari Santri 2018

“Lepas Yasinan dan tahlil, kita lalu membahas persiapan agenda sosial Ansor yang bertema ‘GP Ansor peduli lingkungan dan menggelar bakti sosial’,” ujar Munif.

Hari Santri 2018

Selain bakti sosial, GP Ansor Jatipandak siap mendelegasikan Banser untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan Banser GP Ansor Sambeng, kata Ketua GP Ansor Jatipandak Kholison.

“Mereka dilatih untuk nantinya dikirim pada pengamanan Muktamar Ke-33 NU mendatang di Jombang,” ujar Kholison. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Meme Islam Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan saran dan rekomendasi untuk IPPNU yang sedang melaksanakan Rakernas.?

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Hal ini dia sampaikan lewat Staf Ahli mendikbud Hari Budiman ketika memberika sambutan di pembukaan Rakernas IPPNU, Jumat (23/12) di Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan.?

“Untuk Rakernas IPPNU ini, saya berharap mampu menghasilkan, pertama, agar rakernas ippnu mampu menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran bernas sebagai sumbangsih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta khususnya upaya-upaya perjuangan perdamaian terhadap perempuan,” ujarnya.

Kedua, IPPNU mampu meningkatkan konsolidasi internal dan melakukan mepitalisasi organisasi menuju organisasi pembelajaran yang modern yang sesuai dengan visi kebangsaan NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang beragam.

Ketiga, membekali seluruh pengurus dan Anggota organisasi dengan keterampilan abad ke-21 yaitu insan yang mampu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komuniksi yang baik dan mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bangsa.

Hari Santri 2018

Keempat, seluruh aktivitas ippnu agar berlandaskan nilai-nilai utama dalam gerakan nasional Revolusi mental yaitu integritas,kerja keras dan gotong royong, untuk tampil ke depan mendukung terwujudnya gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.

“Kelima, IPPNU sangat diharapkan mampu mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Dan khusunya memperkuat peran perembuan sebagai ibu bangsa dan melahirkan generasi emas di tahun 2045 mendatang,” tandas Hari Budiman. (Anty Husnawati/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, AlaSantri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Oleh: Ahmad Munir*-- Banjir di DKI Jakarta atau sering disebut Banjir Jakarta merupakan fenonema bencana alam akibat luapan sungai dan genangan hujan, atau kenaikan muka air laut yang terjadi berulang-ulang.?

Fenomena banjir dikaitkan dengan pembangunan dinilai sangat merugikan, baik kerugian pada kerusakan fisik bangunan (infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, korban jiwa, dan munculnya masalah sosial lainnya) maupun kerugian dari ekonomi (keterlambatan proses produksi dan distribusi barang). Sebaliknya, pembangunan menghendaki pertumbuhan yang berkelanjutan, dari sisi kuantitas maupun kualitas terhadap objek pembangunan, agar tidak terganggu oleh bencana alam atau kejadian beresiko lainnya. Sehingga, pemecahan masalah banjir Jakarta menjadi prioritas pembangunan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi di DKI Jakarta.

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Beberapa alternatif kebijakan penanganan banjir berkembang diantaranya dengan penataan vila-vila liar di puncak tanpa izin, penataan pemukiman di sekitar waduk di Jakarta, normalisasi sungai, rencana pembangunan sodetan/waduk/situ dan lainnya.?

Hari Santri 2018

Hampir semua paket kebijakan tersebut, menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Terahir yang menjadi isu yang kontroversial yakni rencana pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane, yang secara teknis menurut kementrian Pekerjaan Umum masih mampu untuk dijalankan menjadi proyek, namun kebijakan ini ditentang oleh warga Tangerang karena dianggap akan memindah masalah banjir Jakarta ke wilayah Tangerang, Banten. Pro-kontra ini menarik karena kebijakan penanganan berhadapan dengan paradigm masyarakat yang berkembang.

Kejadian Banjir di DKI Jakarta?

Banjir di Jakarta dalam sudut pandang lingkungan umumnya dimaknai sebagai terganggunya sistem hidrologi pada lingkungan daerah aliran sungai (DAS), yang menyebabkan meluapnya berbagai sungai maupun kenaikan muka air laut serta tergenangnya bangunan atau lingkungan tempat tinggal manusia dan berdampak pada terganggunya kerja ekosistem. Pelaksanaan pembangunan memang kadang bersifat dilematis. Pada satu sisi, pembangunan mengkonversi lahan dan mengubah peruntukan serta fungsi alaminya menjadi bangunan, gedung bertingkat dan tutupan lahan lainnya. Konversi lahan berdampak pada kerusakan ekosistem secara keseluruhan. Kaidah ini berlaku dalam konteks penanganan masalah banjir di Jakarta.?

Hari Santri 2018

Keberlanjutan lahan alami berdasarkan fungsi ekonomis menjadi sangat jarang bertahan. Lahan umumnya cepat berubah menjadi objek kompetisi antar sektor yang menghantarkan lahan pada kondisi tidak stabil dan terus berubah, dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya yang kurang mendukung keberlangsungan ekologi. Maka fungsi ekonomis lahan berdampak pada tumbuhnya pemukiman yang mendesak kawasan lindung, misalnya bantaran sungai, pesisir pantai dan kawasan alami lainnya.?

Jika dikaji secara fisik, banjir yang terjadi di DKI Jakarta menunjukkan pola peningkatan dari tahun ke tahun yang makin meluas. Sebaran banjir meningkat, dari sisi arah banjir bergerak memadati wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Peningkatan luasan banjir terjadi karena: 1) konversi lahan dari lahan tutupan vegetasi (hutan mangrove, ruang terbuka) di dataran rendah Jakarta dibangun menjadi lahan pemukiman 2) pemukiman di bantaran situ dan sungai 3) Rusaknya infrastruktur penahan debit air, misalnya tanggul atau saluran air. Sebaran kejadian banjir berkembang ke wilayah Jakarta utara dan Jakarta Pusat.?

Peningkatan kejadian banjir ini tidak lepas dari pola kejadian hujan dalam tiap tahunnya. Pola Kejadian hujan yang tinggi dalam intensitas dan sebaran hujannya, sering memicu banjir tahunan yang lebih besar. Jika musim penghujan meningkat jumlah curah hujannya, maka intensitas banjir menjadi semakin tinggi dengan sebaran yang lebih luas. Curah hujan tinggi idealnya diimbangi dengan luasan area konservasi air yang seimbang. Air dari curah hujan tidak dapat ditampung di zona resapan, karena zona resapan khususnya di kawasan puncak telah banyak berubah menjadi area pemukinan dan perumahan. Sehingga curah hujan tidak mampu ter-infiltrasi ke dalam tanah secara optimal.

Kompleknya masalah banjir bisa dipandang dari sisi sosial-masyarakat. Permasalahan banjir tidak terpisah dengan permasalahan sosial seperti kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk yang tinggi, pertumbuhan pemukiman liar di wilayah rawan banjir. Peruntukan wilayah dataran banjir sebagai zona lindung dari banjir luapan, telah berubah menjadi pemukiman kumuh. Hasilnya, bantaran sungai justru menjadi masalah utama di DKI Jakarta. Rendahnya ketaatan penduduk pada ketentuan dan kaidah penataan ruang menjadi sebab berikutnya alasan banjir tidak dapat diselesaikan. ? Konversi lahan pertanian atau jalur hijau di tepi bantaran sungai menjadi pemukiman adalah masalah konversi yang utama. Masalah lainnya adalah pemukiman liar di tepi bantaran danau/ situ. Maka konversi lahan jenis ini mendorong tumbuhnya kawasan rawan banjir yang semakin luas.

Debit maksimun saat musim penghujan yang tinggi, jika dialirkan menuju DKI Jakarta pasti menimbulkan banjir. Sedangkan wilayah sekitar DKI Jakarta, yang memungkinkan untuk membagi besaran debit, juga mengalami masalah banjir yang hampir sama, sehingga tidak semua keputusan yang bersifat terpadu dapat digunakan untuk menangani banjir Jakarta. Secara lingkungan, sebaran dan luasan banjir juga dipengaruhi oleh besarnya arus urbanisasi menuju kota Jakarta. Arus urbanisasi akibat daya tarik lapangan pekerjaan yang tinggi, memicu tumbuhnya pemukiman di tepi bantaran sungai. Pemukiman tepi bantaran sungai mendorong badan sungai menjadi sempit dan tidak mampu menampung air pada kondisi debit maksimum. Sehingga banjir makin membesar dengan dampak yang semakin tinggi.?

Kebijakan Konversi Lahan

Kegiatan manusia seperti di kota Jakarta sangat beragam dengan intensitas pemanfaatan ruang atau lahan yang cukup tinggi. Tingkat keragaman ini ditunjukkan dengan beragamnya kegiatan warga Jakarta dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, akan tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan sosial dan budayanya. Intensitas pemanfaatan ruang juga sangat tinggi, menyebar di seluruh ruang hingga mencapai kawasan-kawasan yang tidak diperuntukkan untuk kegiatan manusia, misalnya cagar alam, hutan lindung, pesisir mangrove. Keragaman dan intensitas yang tinggi berdampak pada persaiangan dalam upaya mendapatkan lahan sebagai aktivitas utama.

Pokok masalah pertama, kaitanya dengan kebijakan konversi lahan menunjukkan adanya lemahnya rumusan kebijakan dan aturan yang mengatur masalah konversi lahan, sehingga konversi lahan terjadi tidak terkendali. Kondisi yang paling ideal terjadi apabila lahan yang terkonversi sedikit dan penggunaan tanah di masing-masing kawasan sesuai dengan peruntukan dan fungsinya.?

Lemahnya regulasi dalam mengatur konversi kebijakan perubahan tutupan lahan tercermin dari kondisi kejadian konversi lahan yang tidak terkendali dan terjadi terus menerus. Kebijakan konversi lahan dalam undang-undang tidak dijelaskan secara khusus kaitanya dengan penyebutan dalam pasal-pasal. Lemahnya kebijakan konversi lahan juga tercermin dari rumusan kebijakan yang tidak mengatur secara khusus.?

Pokok masalah penting kedua adalah rencana tata ruang wilayah (RTRW) cenderung rendah dalam memperhatikan kondisi aktual ruang, akan tetapi kuat dalam target rencana ruang pada masa mendatang. Akibatnya, kondisi ruang eksisting yang selaras dengan masalah banjir, tidak bisa dijelaskan secara komprehensif dari sudut fisik, ekonomi dan sosial. Padahal kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh besar dalam membentuk ruang terkini dan ruang pada masa mendatang.

Pokok masalah ketiga, pembangunan yang berjalan kurang memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Sehingga tidak terjadi keseimbangan rasio jumlah penduduk dengan luas tanah, terjadi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah, lereng dan wilayah ketinggian. Sehingga, yang terjadi lahan dan tanah dibabat habis, digunakan hingga mendekati rasio terbangun dan tidak terbangun 8:2. Suatu rasio yang mencerminkan tingginya intensitas penggunaan tanah/lahan.

Pokok-pokok masalah di atas, jika dikaitkan dengan banjir di DKI Jakarta menjadi faktor pendukung tingginya kejadian banjir dan intensitas banjir serta dampak korban yang dirugikan. Semakin banyak lahan terkonversi, maka semakin besar banjir yang terjadi akan berdampak bagi penduduk. Sehingga membutuhkan kesatuan konsep dalam penanganan, khususnya dalam mengendalikan konversi lahan. Konversi lahan yang terjadi di hulu yang terus meningkat perlu dikendalikan. Perubahan ruang dan kawasan membudahkan terjadinya perubahan penggunaan tanah. Sehingga perubahan penggunaan tanah berdampak besar pada luasan dan sebaran banjir di Jakarta.?

Kendala Penentuan Kebijakan Hukum Lingkungan dalam Penangan Banjir?

Kebijakan lingkungan yang telah dikembangkan menghadapi masalah banjir termasuk dalam konteks pelaksanaan. Pertama, kebijakan yang telah ditetapkan tidak mengikat semua pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah masih menggunakan otoritasnya sebagai daerah otonom. Dampaknya banyak pemerintah daerah yang menolak pelaksanaan kebijakan, yang dari sisi hukum benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Contoh kasus yang menonjol adalah penolakan wali kota tangerang saat pemerintah pusat melalui kementrian pekerjaan umum bermaksud membangun sodetan Ciliwung-Cisadane.?

Penolakan ini dapat dipandang sebagai ketidakmampuan dalam memadukan kebijakan lintas provinsi tetapi dalam satu sistem DAS. Pendekatan ini dibenarkan sesuai kaidah ilmiah, tetapi menjadi tidak berlaku dalam konteks pelaksanaan akibat perbedaan kewenangan.?

Kedua, dalam menangani masalah banjir diperlukan instrument-instrumnet penanganan ? yang tepat. Beberapa instrument yang diperlukan antara lain: instrument kebijakan, politik, sosial, budaya, lingkungan dan kelembagaan. Standar lingkungan yang wajib dikembangkan adalah standar kualitas lingkungan tertinggi. Standar ini perlu ditetapkan dalam setiap aspek kebijakan, untuk meminimalisir korban dan kerugian yang lebih tinggi akibat banjir.?

Kendala-kendala dalam penanganan masalah banjir di DKI Jakarta dapat dijelaskan dalam dua pendekatan. Pertama, dengan pendekatan kaidah ekologi dan pendekataan penataan ruang. Kedua, kendala dari aspek penentuan kebijakan dan penerapan kebijakan dalam penanganan masalah Banjir di DKI Jakarta. Dari kaidah ekologi, interaksi yang tidak berimbang antara lingkungan hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup (abiotik) dapat memicu tergannggunya berbagai sistem ekologi. Salah satunya sistem hidrologi yang memicu terjadinya banjir. Beberapa kaidah ekologi yang dilanggar antara lain: 1) Kaidah penataan ruang dan pemanfaatan ruang 2) Kaidah fungsi ekologi DAS dan bantaran sungai 3) Kaidah penduduk dan tempat tinggal sesuai peraturan.

Keterpaduan Pengendalian Konversi Lahan?

Kompleksitas penentuan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, menjadi penting dalam penanganan banjir, karena masalah banjir kian waktu kian meningkat intensitasnya dan juga kerugian yang ditimbulkan. Maka pemerintah memiliki keharusan untuk menangani masalah ini secara serius sesuai kaidah ekologi. Paradigma konsep keberlanjutan (sustainable) yang sekarang berkembang adalah keseimbangan antara lingkungan, sosial dan ekonomi dari semula paradigma yang berkembang ekonomi lebih mendominasi pandangan tentang pembangunan. Faktanya, saat ini Jakarta telah tumbuh sebagai kota yang melebihi daya tampung dan daya dukungnya bagi warganya. Kondisi ini menuntut paradigma pembangunan kota Jakarta digeser lagi pada paradigma yang lebih ekstrim, yaitu lingkungan harus mendominasi ekonomi dan sosial.?

Faktanya sistem sosial dan sistem ekonomi saat ini mendominasi seluruh paradigma pembangunan di Jakarta. Contohnya, proyek reklamasi pantai teluk Jakarta yang mengubah sistem ekologi hutan mangrove dan terumbu karang menjadi ekosistem budidaya. Sistem ekonomi mendominasi sistem sosial dan lingkungan pada semua aspek perencanaan pembangunan yang dikerjakan.

Dengan demikian, masalah banjir yang selalu ditangani dengan pendekatan teknis. Hasilnya tidak cukup efektif dalam konteks penanganan banjir. Penanganan banjir lebih didekati dengan pendekatan proyek. Maka kebijakan penanganan banjir menjadi dilema. Pada satu sisi, banjir bernilai proyek bagi penyandang dana, namun pada sisi lain masalah banjir harus diselesaikan, yang berarti pula menghentikan proyek yang bernilai besar. Dilema ini menghambat pemangku kebijakan serta aspek kelembagaan dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Sehingga banjir tidak bisa diselesaikan dari satu aspek saja dan perlu diupayakan secara terpadu, utamanya dengan pendekatan kebijakan lingkungan. Kebijakan lingkungan umumnya tidak bisa berjalan efektif, akibat kompleksitas masalah. Masalah banjir tidak bisa dilihat dari sudut hukum saja, mengingat banjir merupakan bencana yang mengganggu berbagai sistem. Sistem apapun yang terganggu, akan diam dan tidak bekerja efektif.?

Efektivitas hukum lingkungan akan terjadi dalam konteks penanganan banjir, jika hukum lingkungan diterapkan secara bertahap, agar sistem yang terganggu tidak terlalu besar. Jika hukum diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, sebagai aspek yang paling penting dalam konteks penanganan banjir, maka masalah utama banjir akan dapat diselesaikan juga secara bertahap.?

Penanganan Masalah Banjir dan Pengendalian Konversi Lahan

Fakta fisik dataran alluvial wilayah Jakarta antara lain: 1) daerah rendah rawan banjir 2) dataran pantainya menjadi tempat bermuara sungai-sungai besar antara lain: sungai Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Ciliwung, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung. 3) Mata air sungai-sungai tersebut terletak di wilayah Bogor dan Puncak yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga sering menyebabkan luapan di dataran rendah. Banjir Jakarta hampir terjadi di beberapa daerah aliran sungai (DAS) antara lain Ciliwung, Cisadane, dan Pesanggrahan. Dengan demikian, pola banjir di DKI Jakarta berkaitan erat dengan faktor fisiknya.?

Di Jakarta sendiri, yang dialiri sekitar 13 sungai besar, beberapa sungai berhulu di Kabupaten Bogor atau sekitar puncak. Maka faktor penyebab banjir dapat diketahui secara pasti. Dominansi faktor disebabkan oleh curah hujan tinggi. Curah hujan tinggi sebagai penyebab input aliran sungai yang tinggi. Maka pendekatan sistem DAS dalam penanggulangan banjir di wilayah hulu adalah dengan 1) mengoptimalkan proses peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi). 2) Memperbanyak parkir air dalam bentuk empang, situ, waduk dan danau. 3) Mencegah air hujan yang menjadi aliran permukaan membawa material pengikisan dalam jumlah besar.

Konversi lahan di lapangan mempengaruhi luas lahan, lokasi lahan dan jenis lahan yang ada. Jenis lahan pemukiman dengan berbagai masalah yang dihadapi membutuhkan hasil yang lebih optimal, sehingga dituntut perubahannya untuk berbagai penggunaan. Penggunaan yang berubah, terutama lahan di wilayah hulu mempengaruhi kemampuan infiltrasi lahan terhadap air, sedangkan di wilayah hilir mempengaruhi sebaran luasan banjir. Lahan yang semula dataran banjir menjadi genangan banjir akibat perubahan tutupan lahan yang ada.?

Permintaan lahan untuk alokasi non-pertanian terus meningkat sebanding dengan kebutuhan lahan untuk hal lainnya. Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan transformasi bentuk penggunaan lahan yang memicu peluang yang besar untuk terjadinya konversi lahan. Konversi lahan di lapang mencakup perubahan luasan, lokasi lahan dan jenis lahan. Luasan lahan pertanian utamanya terus berkurang sebanding dengan pengurangan luas lahan bervegetasi. Maka alat pengendalian baik RTRW, Ijin Lokasi maupun larangan konversi lahan menjadi instrument penting, kaitanya dalam mengurangi jumlah perubahan penggunaan lahan di hulu DAS yang mengalir ke Jakarta.?

Interkasi antara manusia dengan penggunaan tanah menjadi input bagi kejadian banjir yang lebih besar. Luasan banjir sangat dipengaruhi perubahan penggunaan tanah di DAS bagian hulu. ? Dengan pendekatan keruangan (spasial), banjir dapat dilihat dalam satu sistem besar, yakni sistem hidrologi, yang selalu melihat bahwa banjir adalah fenomena alami, yang disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi. Dalam sistem penataan ruang, curah hujan tinggi akan efektif dalam penyediaan sumber air, manakala air dapat terserap ke dalam tanah, melalui proses infiltrasi dalam jumlah yang besar. Namun, jika sistem yang seimbang ini terganggu yang muncul adalah banjir yang mengganggu kehidupan manusia itu sendiri.

Hasilnya, perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan berdampak pada peningkatan banjir di DKI Jakarta. Peningkatan banjir dihasilkan akibat peningkatan sedimentasi dan laju erosi di bagian hulu. Konversi tutupan juga berdampak pada penurunan laju penyerapan air ke dalam tanah (infiltrasi). Sehingga makin besar lahan yang terkonversi, makin besar pula dampak banjir yang dihasilkan. Pengaruh paling besar dari perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan dengan banjir di DKI Jakarta yakni perubahan luasan dan sebaran banjir. Tutupan lahan sangat berpengaruh terhadap luasan dan sebaran banjir di DKI Jakarta terlihat dari periode kejadian banjir dan sebaran banjir yang ada. Masalah banjir di Jakarta bermasalah dalam konteks penanganan, baik pada penentuan kebijakan maupun kepentingan masyarakat dan juga kepentingan pemerintah daerah otonomi lain. Oleh karena itu, peran kebijakan lingkungan menjadi sangat penting.?



*Ahmad Munir, pemerhati banjir Jakarta, pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaSantri, News Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mimika, Hari Santri 2018. Kabupaten Mimika Provinsi Papua merupakan daerah yang sangat heterogen. Hampir seluruh suku yang ada di Indonesia ini berdatangan ke Mimika dengan daya tarik magnetnya bernama PT Freeport Indonesia.

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mayoritas pendatang dari Jawa adalah orang NU dari berbagai daerah di Jawa yang kemudian membentuk paguyuban-paguyuban. Potensi yang berserakan ini belum tergarap dengan baik.

Istighosah An-Nahdliyyah merupakan sarana yang sedang digalakkan sebagai wadah warga NU untuk menyampaikan hajat dan problem hidupnya. Selain itu, dengan blusukan dari kampung ke kampung juga untuk menyapa dan membangun potensi warga NU yang berserakan. 

"Ini wadah silaturahim serta penguatan keaswajaan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya. Jika kita sudah kuat ikatannya amaliahnya maka banyak yang bisa dilakukan sejak masalah ekonomi hingga lainnya," terang Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso, Senin (27/11).

Hari Santri 2018

Salah satu istighosah yang digelar adalah pada Sabtu (25/11) malam di Masjid Al Ikhlas SP2. Istighosah oleh PCNU Mimika dilaksanakan rutinan yang pada malam itu memasuki putaran ketiga. Pada kesempatan tersebut, sangat hadirin kembali diingatkan pentingnya berdoa.

"Mari kita mohon kabulnya hajat dan solusi kepada Allah SWT dengan doa," kata Ust Hasyim Asyari.

Acara ini disambung dengan pemberian bantuan buku buku untuk masjid dan TPQ yang diterima oleh Ust Fadlan.

Pada pagi harinya, Ahad (26/11) bakda subuh acara Istighosah An-Nahdliyyah dilanjutkan di masjid Al Fattah Kampung Karang Senang untuk putaran yang kedua. Acaranya dirangkai juga dengan pemberian bantuan buku-buku untuk masjid Al Fattah dan Mushala Al Ikhlas yang diterima H Ali Makruf dan H Abdullah Hamid.

Hari Santri 2018

"Jarak kampung yang jauh, 20 hingga lebih dari 60 perjalanan motor adalah tantangan yang nyata, apalagi ditambah cuaca yang tak menentu dan keamanan yang lebih terasa memperkuat tantangan ini," pungkas Sugiarso. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Anti Hoax Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia

Ramadhan ibarat tamu VVIP. Ia datang membawa harapan yang sedemikian besar serta kegembiraan baik secara sosial, material dan spiritual. Amalan yang biasa saja bisa bernilai tinggi seakan-akan terkesan pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya.

?

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia

Ini bagi yang memaknai hadis keutamaan Ramadhan secara majazi. Namun, buat seorang Muslim sedikit ridha Allah yang diraih itu jauh lebih besar nilainya ketimbang surga dan isinya.

Senin (5/6) siang, Nasir, yang biasa mengurusi masjid Macau meminta saya untuk adzan ashar.

?

"Your voice is very nice," katanya memuji setelah mendengar suara saya berceramah di hadapan ratusan BMI Macau. Padahal saya merasa suara saya biasa saja.

Hari Santri 2018

?

Waktu ashar di sini seharusnya pukul 15:40, namun di papan tulis terdapat pengumuman mengenai penyesuaian waktu shalat dengan jam kerja jamaah. Alhasil setelah berwudhu, saya langsung diserahi mic wireless untuk adzan pada pukul 17:10.

Saya sempat bertanya kepada Nasir apa pendapatnya tentang orang Indonesia? Kebetulan ia berdarah Pakistan, tetapi lahir dan besar di Macau.

Hari Santri 2018

"Indonesian people is very peacefulness," jawabnya sembari tersenyum.

?

Memang setiap Ahad diadakan Podok Ramadhan (Ponram) dengan pemateri dari LDNU, NU Care-LAZISNU, dan Dompet Dhuafa. Kepanitiaan kegiatan berasal dari YPW, Shelter, Irsyad, MATIM, MNU, Halimah, Peduli, TEQ, Masjid.

Dari itu terlihat suasana guyub ala Indonesia. Saya bisa merasakan vibrasi kental ke-Indonesia-an di sini. Ada stan pembayaran zakat, ada ibu-ibu yang sedang asik mengisi gelas plastik dengan es buah.

?

Ada sebagian kelompok sedang membungkus nasi, dan yang lain menyiapkan air mineral dan buah. Ada juga yang sedang menghitung uang hasil kotak tromol.?

Suasana ke-Indonesia-an inilah yang ditangkap oleh warga yang tinggal di sini termasuk Nasir. “Orang Indonesia bukan tipe masyarakat yang senang membuat masalah,” kata Nasir lagi.

Dalam hati saya berdoa, semoga keguyuban dan kedamaian warga Indonesia khususnya Muslim di mana pun berada bisa tetap terpelihara sebagai jati diri serta karakteristik bangsa yang mahal harganya.

Saepuloh, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerja sama dengan LAZISNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, AlaSantri Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Jakarta, Hari Santri 2018
Bagi Ny Wiwik Zakiah, isteri Menag, jabatan suaminya bukan sesuatu yang asing dalam status sosial di keluarganya. Mengapa? Soalnya, Wiwik yang kini memperoleh empat anak (tiga laki-laki dan satu perempuan) adalah putri mantan menag (era Presiden Soeharto) KH Muhammad Ilyas.

Ny Wiwik dibesarkan di Arab Saudi. Di sanalah Menag bertemu dengan dia. Setelah menamatkan SR 3 Desa Kutoharjo dan SMP 1 Rembang, Muhammad Maftuh Basyuni meneruskan ke Pondok Pesantren Gontor. "Pendidikan di Gontor yang mestinya enam tahun, diselesaikannya tiga tahun," kata adik kandung Menteri Agama, Fathurrahman Basyuni seperti dikutip kmnu.com.

Kemudian dari sana dia masuk Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, dan seterusnya masuk Fakultas Sastra UI. Namun baru tujuh bulan di UI, dia pindah kuliah di Madinah University (1962-1968). Setelah lulus, dia langsung menjadi staf Kedubes di KBRI Arab Saudi, kemudian mutasi di staf Kedubes Jordania. Di sela-sela itu dia sempat mengambil gelar MA di Inggris.

Dari Jordania, lalu pindah menjadi staf KBRI di Marokko. Sesungguhnya, kariernya mulai mencorong saat Deplu memercayainya menjadi Wakil Komandan Garuda VIII pada 1969. Saat itu Menag yang kena program wamil menyandang pangkat letnan satu.

Setelah putar-putar di luar negeri, Menag ditarik ke Jakarta dan dipercaya menjadi Kepala Rumah Tangga Kepresidenan yang dijalani sepanjang pemerintahan Presiden Soeharto hingga Habibie. Tak lama kemudian menjadi Dubes di Kuwait, dan menjelang masa akhir jabatan Presiden Abdurrahman Wahid, dia ditarik menjadi menteri sekretaris negara.

Namun saat Megawati Soekarnoputri menjadi presiden menggantikan Gus Dur, dia diserahi tugas baru sebagai Dubes di Arab Saudi, kemudian ditarik kembali menjadi kepala protokol kepresidenan. Hingga akhirnya SBY memercayainya menjadi menag.

Selama berkarir banyak mendapat penghargaan di dalam negeri dan di luar negeri. Sekadar menyebut diantaranya tahun 1974 (Satya Lencana Santi Dharma (Dephankam), tahun 1974 ( Tanda Jasa PBB), tahun 1996 ( Officer’s Cross dari Austria),  tahun 1996 (Commandeur in de orde van Oranjenassau dari Belanda ), tahun 1997 ( Bohdan Khmelnitsty order 2 Degree dari Ukraina),  tahun 1997 ( Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama)- Tahun 1999 ( Bintang Mahaputra Utama ).

Adiknya Didaulat Jadi Dubes Mesir

Rasa syukur Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan keluarganya tentu akan makin bertambah. Sebab, tak hanya karena dia diangkat menjadi anggota kabinet, tapi juga karena karier adiknya.

"Insya Allah per 27 Oktober 2004 adik saya, Muzammil Basyuni, akan diangkat menjadi Dubes Mesir," kata Muhammad Basyuni (63) di rumahnya, Jalan Mujur No 12, Desa Sidowayah, Kecamatan Kota Rembang, Minggu lalu. Hingga kini Muzammil masih menjabat Direktur Ditjen Timur Tengah Deplu.

Muzammil adalah anak nomor lima dari pasangan KH Basyuni Masykur (terakhir Kabag Kesra Pemda Rembang) dan Siti Mardiyah, yang telah lama meninggal. Sedangkan Menag Muhammad Basyuni, anak nomor dua. Anak nomor satu perempuan, sudah lama meninggal. Sedangkan anak keenam, Ny Siti Fatimah Basyuni, adalah istri KH Mustofa Bisri.

Anak ketiga, Fathurrahman, menuturkan, beberapa hari sebelum pengumuman kabinet, dia memang telah mendapat informasi dari kakaknya (Muhammad Basyuni) sehubungan dengan jabatan menag. "Tapi, karena saat itu belum pasti, kami ya biasa-biasa saja," ujarnya.

Dia baru merasa yakin ketika kakaknya itu menyempatkan nyekar ke makam kedua orang tuanya di pekuburan Krapyak Kota Rembang pada 19 Oktober 2004. "Tak sempat menginap, cuma sebentar. Kecuali mampir ke Paman Sahal (Rois Aam PBNU KH Sahal Mahfudh)," ucapnya. Kiai Sahal adalah adik misan KH Basyuni Masykur (ayah Menag).

Diakuinya, begitu nama kakaknya ditulis koran jauh sebelum ada kejelasan mengenai kabinet, dia banyak ditanya famili dan sahabat karib. "Ya saya menjawabnya datar-datar saja. Di keluarga kami, jabatan bukan sesuatu yang perlu disambut dengan kebanggaan. Ya biasa  saja, jabatan adalah amanah. Namun bukan berarti kami tidak mensyukurinya," tuturnya.

Keluarga orang tua Menag memang tergolong sederhana, bukan hanya dalam bertutur kata, melainkan juga tampilan fisiknya. "Saat Kang Maftuh (Muhammad Basyuni) matur kepada Ibu untuk merehab rumah ini, Ibu keberatan dan justru minta dibikinkan masjid. Jadinya, tabungan
Kang Maftuh dibuat membiayai bangunan masjid di depan itu," ucapnya. Masjid tersebut mampu menampung sekitar 200 orang.

Rumah tua yang tampak kusam tersebut berdiri di atas tanah sekitar 3.000 m2. "Ya hanya ada bangunan rDari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Pahlawan, Humor Islam Hari Santri 2018

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Basyuni Warisi Jabatan Mertua

Senin, 18 Desember 2017

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah akan jatuh pada 9 atau 10 Juli 2013, namun NU tetap melakukan rukyatul hilal atau melihat hilal/bulan sabit secara kasat mata.

"Prediksi tanggal 9 Juli atau 10 Juli itu merujuk pada empat kitab dan satu rumus modern yang digunakan ahli hisab di lingkungan NU, namun kami tetap melakukan rukyatul hilal," kata koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim, HM Sholeh Hayat, di Surabaya, Ahad.

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Ramadhan pada 9 atau 10 Juli 2013

Menurut dia, waktu ijtimak yang merupakan konjungsi (pertemuan secara astronomis antara rembulan dengan matahari) terjadi pada hari Senin Pon tanggal 8 Juli sekira pukul 14.10 WIB - 14.17 WIB.

Hari Santri 2018

"Namun, kitab Sullamun Nayyiren menyebut ijtimak terjadi pada 12.07 WIB, dengan demikian irtifak hilalnya setinggi 02,45 derajat, sedangkan tiga kitab menyebut irtifak masih di bawah ufuk antara 0,16 hingga 0,31 derajat," katanya.

Hari Santri 2018

Ketiga kitab, yakni Nurul Anwar, Irshodul Jadid dan Irshodul Murid menyebut irtifak ketinggian hilal masih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat, sedangkan rumus kontemporer Ephemeris menghitung irtifak hilal juga masih minus 0,32 derajat.

"Jadi, kitab Sullamun Nayyiren dan Irshodul Jadid menyimpulkan 1 Ramadhan pada hari Selasa tanggal 9 Juli, sedang dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu 10 Juli," katanya.

Menyikapi hal itu, PWNU Jatim menunggu hasil rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Jatim, hasil Rukyatul Hilal pada 8 Juli 2013, dan hasil Isbat Menteri Agama pada hari yang sama.

"Kita tunggu, apakah bulan Syaban diistikmalkan, disempurnakan 30 hari, atau hilal mungkin dirukyat," katanya.

Sementara itu, Muhammadiyah memastikan awal Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada Selasa Wage atau 9 Juli 2013 Masehi, berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, dan hasil musyawarah Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menyepakatinya melalui ketentuan yang telah ditetapkan. Awal Ramadhan pada 9 Juli 2013," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid.

Penetapan yang ditandatangani oleh Ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Sekretaris umum PP Mummadiyah Danarto, seperti tertuang dalam Maklumat No.04/MLM/I.0/E/2013 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1434 H tertanggal 23 Mei 2013.

"Tahun ini, awal Ramadhan berpotensi terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan, karena diperkirakan ketinggian hilal kurang dari satu derajat, namun diperkirakan Hari Raya Idul Fitri bersamaan. Meski berpotensi tidak sama di awal puasa, namun tidak perlu ada perdebatan," katanya menambahkan. 

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Habib, AlaSantri, Nahdlatul Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Jakarta, Hari Santri 2018. Haul kelima KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Jl Raden Saleh Jakarta Pusat, Selasa (23/12). Acara yang digelar di lantai 4 tersebut berlangsung meriah.

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Acara bertajuk “Gus Dur adalah Kita” ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Juru Bicara Presiden Gus Dur KH Yahya Cholil Staquf, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Arswendo Atmowiloto, pelawak Kirun dan Tarsan, serta Dosen Antropologi Pascasarjana STAINU KH Agus Sunyoto.

Acara yang dimoderatori mantan Ketum PB PMII Abdul Malik Haramain ini berlangsung seru menyusul lontaran joke-joke Gus Dur yang disampaikan para pembicara.

Hari Santri 2018

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato selaku Ketua Umum PKB dalam rangka Haul Kelima Gus Dur. Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, 23-25 Desember 2014, diselenggarakan untuk memperingati lima tahun wafatnya tokoh NU, pendiri PKB dan juga Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur itu.

Hari Santri 2018

“Perjuangan Gus Dur sangat berarti bukan hanya buat PKB, namun juga bagi bangsa ini. Ya, kalau mau dirunut, cita-cita dan gagasan Gus Dur itu punjer-nya, basisnya adalah manusia. Untuk terus menjadikan pikiran, perjuangan dan pengalaman Gus Dur sebagai rujukan. Karena beliau masuk ke ruang-ruang di mana semua kita ada,” ujar Cak Imin.

Orang yang paling tertindas, lanjutnya, pernah merasa dibela Gus Dur. Orang kaya dan orang besar bahkan pernah dibela Gus Dur. “Saya bahkan tidak pernah mengira, Gus Dur yang sangat anti terhadap Pak Harto, ternyata juga membela Pak Harto. Ini sesuatu yang tidak kita sangka,” ungkapnya.

Senada dengan Cak Imin, Arswendo Atmowiloto yang pernah dibela Gus Dur soal berita di Tabloid Monitor pun menilai mantan Ketua Umum PBNU tiga periode ini pembela sejati. “Bagi saya, Gus Dur mungkin bukan wali. Ya, Gus Dur lebih tinggi dari itu. Aslinya, sampai sekarang pun saya yakin beliau itu dewa. Cuma nyamar jadi kiai,” ujar Arsendo disambut tepuk tangan hadirin.

Bagi dia, ukuran kemanusiaan yang disempatkan kepada Gus Dur tidak semuanya tepat. “Saya nggak habis pikir, bahwa apa untungnya membela saya. Toh saya nggak kenal dekat dengan Gus Dur. Bahkan gara-gara membela saya, Gus Dur disidang para kiai,” ucapnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, AlaSantri, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 14 Desember 2017

Kader Ansor Ini Sekolahkan Anak-anak Miskin Lewat Sampah

Kudus, Hari Santri 2018. Permasalahan sampah seringkali menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Tetapi di tangan aktivis Gerakan Pemuda Ansor Noor Kudus, Ahsin, sampah justru mendatangkan manfaat.

Kader Ansor Ini Sekolahkan Anak-anak Miskin Lewat Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Ini Sekolahkan Anak-anak Miskin Lewat Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Ini Sekolahkan Anak-anak Miskin Lewat Sampah

Ahsin memberi perhatian terhadap sampah di daerahnya Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sejak 1 Maret 2013 lalu, dirinya mendirikan bank sampah sebagai tempat penampungan barang-barang bekas yang sudah tidak berguna.

Dari usaha dengan nama bank sampah anti DO (drop out) ini, ia mampu menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu. "Caranya, barang bekas yang sudah terkumpul dijual, uangnya untuk bayar SPP anak-anak," kata Ahsin kepada Hari Santri 2018, Sabtu (4/1).

Hari Santri 2018

Ahsin menjelaskan, pendirian bank sampah ini sebagai bentuk pengabdian dan kepeduliaan terhadap lingkungan. "Secara khusus, sampah yang dipandang sebelah mata bisa kita ambil sisi ekonomis yang menguntungkan dan berdaya guna," terangnya.

Hari Santri 2018

Ahsin yang juga guru MANU Miftahul Falah Cendono Dawe ini menjelaskan, upaya ini dimaksudkan juga memberikan kesadaran kepada masyarakat supaya peduli terhadap sampah. "Harapannya masyarakat sadar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Mereka bisa menghargai sampah dan peduli terhadap lingkungannya," ucapnya.

Kenapa menggunakan nama? anti Drop Out? Ahsin menerangkan, banyak anak-anak dari masyarakat desa setempat yang putus sekolah sehingga sangat penting diberi perhatian. "Sekarang ini sudah ada 20 anak yang kita beri perhatian pembiayaan dari pengelolaan bank sampah," tuturnya.

Dari rintisan Ahsin ini, Kecamatan Dawe sudah banyak berdiri 9 bank sampah binaan.? Untuk memudahkan komunikasi, pihaknya telah membuka posko sampah di rumahnya Desa Cendono.

Untuk memasyarakatkan hal ini, Ahsin bersama GP ansor Dawe terus melakukan sosialisasi. Sabtu (28/12) lalu para aktifis Ansor Dawe mengadakan gerakan pungut sampah di semenanjung Gunung Muria.

"Alhamdulillah, masyarakat berperan aktif memungut sampah bersama-sama demi kebersihan lingkungan. Semoga gerakan ini tetap berkelanjutan untuk menjaga lingkungan bersih dan sehat," harap Ahsin. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri Hari Santri 2018

Senin, 11 Desember 2017

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Sidoarjo, Hari Santri 2018

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, beserta Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Bupati Sidoarjo, Kepala BNNK Sidoarjo, dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, mendeklarasikan perlawanan terhadap narkoba. Deklarasi tersebut dilakukan di aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Ahad (17/7).

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Mafia Sasar Anak-anak, Muslimat Diimbau Terdepan Lawan Narkoba

Khofifah menegaskan, Muslimat NU harus berada di garda terdepan dalam melawan narkoba. Pasalnya, yang menjadi sasaran mafia narkoba saat ini adalah anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemn masyarakat untuk terus memberantas peredaran narkoba.

"Saat ini banyak anak-anak yang menjadi kurir narkoba. Apabila tertangkap, anak itu tidak di hukum seumur hidup. Karena hukuman anak itu di bawah hukuman orang dewasa maksimal 10 tahun. Setelah itu, anak-anak bebas bersyarat dan menjalani hukuman sekitar 5 tahun. Belum lagi mendapatkan remisi sekitar 3 hingga 4 tahun," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Ketua PP Muslimat NU ini mengaku prihatin atas peredaran narkoba yang menyerang anak-anak. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus memberantas peredaran barang haram tersebut.

"Anak yang sudah keluar dari penjara itu masih dipantau oleh bandar narkoba. Untuk itu, kita juga harus memantau kembali keberadaan bandar narkoba, agar anak-anak yang sudah tereksploitasi tidak mengulangi perbuatannya lagi," tegasnya.

Hari Santri 2018

Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Ainun Jariyah berharap, dengan diadakannya deklarasi antinarkoba ini, generasi penerus bangsa terhindar dari peredaran narkoba. "Narkoba itu membawa sengsara. Semoga anak-anak dijauhkan dari narkoba," harapnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Hari Santri 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Manusia tak pernah putus menerima aliran nikmat Allah dalam bentuk apapun baik material maupun nonmaterial yang disadari sebagai sebuah nikmat atau yang tak disadari. Kalau sudah begini, mereka harus menjaga adab kepada Allah dalam bentuk syukur.

Ada juga sebagian orang yang tidak taat dan kufur sering tampak hidup makin membaik, segar bugar tanpa sakit, makin jauh dari kemiskinan, dan seterusnya. Tidak perlu heran karena di sinilah sebenarnya rahmat Allah untuk mereka.

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Gagal Lewati Ujian di Sini Menurut Ibnu Athaillah

Sebenarnya ketika seseorang mendurhakai Allah sementara anugerah-Nya terus mengalir bahkan secara lahiriah bertambah banyak, ia patut waspada karena bisa jadi itu merupakan bagian dari istidraj dari Allah sebagai disinggung Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut.

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takutlah pada kebaikan Allah kepadamu di tengah keberlangsungan durhakamu terhadap-Nya karena itu bisa jadi sebuah tipudaya (istidraj) seperti firman-Nya, ‘Kami memperdayakan (mengistidrajkan) mereka dari jalan yang mereka tak ketahui.’”

Hari Santri 2018

Istidraj adalah semacam perangkap bagi manusia di mana mereka yang durhaka kepada Allah tampak semakin makmur, jaya, dan sejahtera. Tetapi sejatinya peningkatan kemakmuran yang terus beranjak naik bahkan melimpah itu sejatinya adalah uluran atau semacam penundaan untuk azab Allah yang pada gilirannya lebih dahsyat menimpa yang bersangkutan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Istidraj adalah ujian tersembunyi di balik sebuah anugerah Allah. Istidraj terambil dari kata ‘daraj’ (angsuran), seperti anak kecil yang mulai berjalan selangkah demi selangkah. Terambil dari kata ini juga adalah anak tangga di mana seseorang dapat naik ke atas. Sama halnya dengan orang yang diistidraj. Ia dicekal melalui nikmat sedikit demi sedikit tanpa sadar. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya kami cekal mereka dengan kenikmatan, lalu kami jerumuskan mereka ke dalam siksa tanpa mereka sadar.

Perihal ini Syekh Zarruq berkata, ‘Wahai para murid, takutlah pada karunia-Nya untukmu berupa kesehatan, kelapangan, kucuran deras rezeki, dan aliran deras  kekuatan baik material maupun spiritual di tengah kedurhakaanmu terhadap-Nya berupa kelalaian dan keteledoran,’” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101).

Orang yang terjaga mata batinnya selalu waspada dan khawatir atas penambahan nikmat dari Allah berupa harta, jabatan, status, eksistensi, dan lain sebagainya. Mereka khawatir nikmat itu merupakan istidraj dari Allah karena kerap lalai bersyukur atas nikmat itu. Kekhawatiran ini merupakan sifat orang-orang beriman.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Takut pada ujian melalui nikmat Allah adalah sifat orang beriman. Tidak takut pada ujian kenikmatan di tengah kedurhakaan adalah sifat orang kafir. Sebagian ulama mengatakan, tanda-tanda istidraj adalah durhaka kepada Allah, terperdaya dengan ketenangan waktu, mengandung penundaan siksa atas kewajiban sampai pada-Nya. Ini adalah tipudaya tersembunyi. Allah berfirman, ‘Kami memperdayakan mereka dari jalan yang mereka tak ketahui,’ maksudnya tanpa mereka sadari. Syekh Ibnu Athaillah berkata, ‘Setiap kali mereka bermaksiat, Kami perbarui nikmat untuk  mereka dan kami membuat mereka lupa pada istighfar atas maksiat tersebut,’” (Lihat Syekh Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Indonesia, Maktabah Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, halaman 51).

Manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur kepada Allah dalam bentuk ucapan, keyakinan, dan tindakan. Dalam menerima nikmat dengan segala bentuknya, manusia juga ditekankan untuk tidak melupakan jasa dan budi baik orang lain. Agama menganjurkan manusia untuk berterima kasih terhadap sesama karena tanpa disadari manusia berutang budi satu sama lain sebagai disinggung Syekh Ibnu Ajibah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap orang, ketika merasakan nikmat lahir-batin dan material-spiritual, wajib mengetahui kewajibannya dan segera mensyukurinya melalui ucapan, keyakinan, dan perbuatan. Lidah mengucap ‘Alhamdulillah’. Mulut bersyukur. Keyakinan itu melihat kehadiran Allah dalam nikmat tersebut dan menyandarkan nikmat kepada-Nya, dan tak perlu lagi melihat sebab kucuran nikmat di mana semuanya diyakini dengan hati dan disyukuri dengan ucapan. Tetapi siapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain atas jasanya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah. Orang yang paling berterima kasih kepada orang lain adalah orang paling bersyukur kepada-Nya. Apabila seseorang berterima kasih kepada orang lain dengan ucapan, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalas budi baikmu),’ maka ia telah menjalankan kewajibannya untuk syukur. Bentuk syukur dengan perbuatan adalah penggunaan segala nikmat tersebut untuk taat kepada Allah sebagaimana keterangan lalu.

Kalau ia tidak bersyukur baik dengan ucapan, keyakinan, maupun perbuatan, dikhawatirkan nikmat itu ditarik atau menjadi istidraj. Istidraj ini lebih buruk daripada penarikan nikmat. Simpulannya, kewajiban syukur adalah adab kepada Allah sebagai pemberi nikmat. Orang yang su’ul adab ketika datang nikmat, maka akan diberi pelajaran agar beradab. Pengajaran di dalam batin ini yang kerap jarang disadari banyak orang,” (Lihat Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam fi Syarhil Hikam, Beirut, Darul Fikr, halaman 101-102).

Singkatnya, manusia harus menjaga adab kepada Allah dan kepada orang lain. Jangan sampai kufur nikmat dan tidak tahu terima kasih kepada orang lain. Manusia harus bersyukur kepada Allah dengan segala bentuknya dan juga berterima kasih kepada orang lain atas jasa mereka. Husnul adab menjadi kata kunci penolak istidraj. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Anti Hoax, AlaSantri Hari Santri 2018

Rabu, 29 November 2017

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Surabaya, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur melangsungkan sarasehan sastra dan budaya bertema "Fikih, Seni dan Sastra" di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/9), dengan menghadirkan KH Abdurrahman Nafis dan Muhammad Al-Fayyadl sebagai narasumber dan Riadi Ngasiran sebagai moderator.

KH Abdurrahman Nafis, mengemukakan bahwa dalam sejarahnya, sastra sering menjadi bagian tidak terpisahkan bagi awal dikenalkannya Islam. "Dan Nabi Muhammad dengan mukjizat yang diterimanya berupa al-Quran, telah mampu mengalahkan karya sastra masyarakat Arab saat itu," katanya.

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Para pemimpin Quraisy saat itu, yakni Umar bin Khattab serta Amr bin Hisyam dibuat tidak berdaya dengan kandungan ayat Al-Quran. "Bahkan, Umar bin Khattab bisa terenyuh saat putrinya, Siti Hafshah membaca ayat al-Quran, sehinggga berkenan menjadi muslim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Kiai Nafis, sapaan akrabnya, kemudian menggambarkan bagaimana awal mula islamisasi di Indonesia yang lebih menggunakan cara damai, termasuk dengan menggunakan seni sebagai media dakwahnya.

"Para Wali Songo telah berhasil mengislamkan khususnya masyarakat Jawa lewat pendekatan seni," terangnya. Lahirnya seni wayang, tembang dan syair dengan tema agama sebagai bukti bahwa seni demikian menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat, lanjutnya.

Sebelumnya, masih menurut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini, para ulama pengarang kitab telah menemukan disiplin ilmu yang membahas tentang kaidah sastra lewat ilmu balaghah, arudh, dengan berbagai varian yang dimiliki.

Pertemuan antara fikih dan sastra akhirnya melahirkan definisi dan batasan yang menjelaskan tentang seni islami. "Ada 4 batasan yang telah digariskan para fuqaha terhadap seni," kata Kiai Nafis yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pertama adalah, seni yang dilahirkan tidak memgandung kemusyrikan. "Yang kedua, seni islami adalah yang tidak mengandung maksiat," katanya. Sedangkan ketiga adalah jangan sampai menimbulkan fitnah, dan terakhir yakni seni harus mengandung amar makruf nahi munkar, imbuhnya.

Sering Terjadi Ketegangan

Muhammad Al-Fayyadl justru mencatat akhir-akhir ini sering terjadi ketegangan di akar rumput antara santrawan dan para fuqaha. "Bahkan pernah saya saksikan, pagelaran seni di salah satu kampung justru dihentikan lantaran dianggap tidak islami," kata alumnus Master "Philosophie et Critiques Contemporaines de la culture" Université Paris VIII, Prancis tersebut.

Padahal di awal Muktamar NU, para kiai sangat terbuka dengan masalah kesenian. "Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara kesenian dan agama menduduki porsi terpenting dalam perhatian ulama," kata Gus Fayyadl, sapaan akrabnya.

Dalam perjalanannya, kendati persoalan kesenian kontemporer kemudian kerap menjadi bahasan dalam forum bahtsul masail NU, tapi dalam pandangan dosen UGM ini, rumusannya secara konseptual masih jauh dari komprehensif dan meyakinkan.

Kedua narasumber sepakat bahwa harus selalu dilakukan dialog terbuka antara para pegiat seni dengan aktifis bahtsul masail agar ditemukan titik temu bagi sejumlah permasalahan seni mutaakhir yang tentunya sarat dengan dinamika dan inovasi. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Amalan, Fragmen Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan

Acep Zamzam Noor berkata seperti ini dalam catatan yang ia berikan kepada Usman Arrumy. “Ada dua hal yang akan berdampak positif pada proses kreatif kepenyairan seseorang di masa yang akan datang, keduanya itu adalah aktif menulis dan menerjemahkan puisi-puisi.” 

Hal itu terbukti dalam puisi-puisi Usman yang sufistik, ia tidak akan pernah menghasilkan puisi yang sufistik tanpa membaca puisi-puisi karya Jalaluddin Rummy, Ibn Arabi, Robi’ah Adawiyah dll. Seorang Usman juga tidak mungkin bisa melahirkan puisi-puisi indah tanpa mempraktekkannya langsung dengan menulis puisi itu sendiri. 

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasmaran: Puisi-puisi Menuju Tuhan

Mengapa Usman Arrumy bisa mendapat ruang khusus di Indonesia dalam dunia sastra? Saya rasa, ia telah mendapatkan keberkahan dari aktivitas yang ia tekuni dengan tulus, selain itu, ia juga nampaknya mendapat keberkahan dari tokoh-tokoh besar yang karya nya ia terjemahkan. 

Sebelum buku Kasmaran ini diterbitkan oleh Diva Press, Usman Arrumy berhasil menerjemahkan puisi-puisi Nizar Qobbani ke dalam bahasa Indonesia dengan Judul “Surat dari Bawah Air”, kemudian Usman juga menerjemahkan puisi-puisi karya Sapardi Djoko Damono ke dalam Bahasa Arab dengan Judul “Hammuka Daimun”.

Pada tahun 2012 Usman Arrumy berangkat ke Mesir untuk melanjutkan pendidikan di Al-Azhar University, Fakultas Bahasa Arab dan Sastra. Melihat latar belakang pendidikan seperti itu, rasanya tidak heran jika puisi-puisi dalam buku yang bertajuk “Kasmaran” ini memiliki gaya bahasa dan ruh yang berbeda. Sedikit religius bercampur nafas-nafas anak muda zaman sekarang dalam mengekspresikan cintanya. 

Hari Santri 2018

Ketika Usman Arrumy menulis puisi nya yang berjudul Manunggaling Kawula Cinta, pada bait pertamanya, ia sudah menunjukkan jati dirinya sebagai penyair yang sufi, juga sebagai pemuda yang sedang gandrung terhadap Cinta. Setiap Kali Kau Tersenyum, Aku Menyaksikan Tuhan ada di Bibirmu.

”Di situ ada kata “Kau” “Senyum” “Tuhan” dan “Bibir”. Empat kata yang sangat cukup untuk mewakili manusia dan penciptanya. Usman bisa menghadirkan Tuhan ketika ia sedang jatuh Cinta, meskipun saya sendiri tidak cukup tahu, apa yang ada di dalam ruang bathin Usman yang sesungguhnya. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh penyair lain di Indonesia, yang melulu berpuisi tentang cinta, tanpa mengingat dan melibatkan pemberi cinta itu sendiri.

Sebagaimana dikatakan oleh Aguk Irawan MN, seorang penyair yang sama-sama pernah mengenyam pendidikan di Al-Azhar Mesir, puisi yang bagus adalah ketika puisi itu mampu mewakili perasaan orang lain, tidak hanya satu dua manusia, bahkan manakala setiap pembaca sepakat dan setuju dengan puisi yang tertulis, maka puisi itu sebenarnya semakin sah untuk dicemburui. 

Misalnya dalam buku Kasmaran ini Usman Arrumy berpuisi tentang senyum, ia tidak hanya melibatkan eksistensi Tuhan, ia juga mengajak makhluk-makhluk lain yang ada di sekitarnya untuk hadir dalam puisinya, sehingga puisi yang ia tuliskan bisa semakin hidup. 

Senyummu selalu sejuk, apakah saat menciptakan bibirmu tuhan membasuhnya dengan embun pagi? Memandang senyummu selalu mengingatkanku saat menyesap sari tebu. Gila! Kenapa puisi ini tidak lahir dari kita? Kenapa Usman bisa begitu jeli dan sangat adil dalam memposisikan diri sebagai seorang penyair, makhluk tuhan, dan makhluk sosial.

Hari Santri 2018

Untuk membuktikan pernyataan Aguk Irawan MN di atas, apakah Anda merasa setuju dan merasa terwakili oleh puisi pemuda kelahiran Demak yang pernah nyantri di Al-Fadlu, Djagalan, Kaliwungu ini? Saya sendiri sangat terwakili, karena dengan membaca puisi-puisi dalam buku ini saya merasa telah berhadap-hadapan dengan seseorang yang berulangkali membuat saya rindu, tentu rindu itu berasal dari senyumnya yang dalam. 

Sedalam harapan yang saya simpan untuknya, juga sedalam puisi Usman yang telah berhasil membuat saya berterima kasih, sebab, Usman telah membuat saya menjadi seorang pemberani, meskipun hanya berani bercita-cita untuk membuat puisi yang lebih bagus dari Usman. Tidak berani menyatakan Rindu itu secara terang-terangan, maka untuk menyembunyikan Rindu itu. Saya harus sesegera mungkin belajar membuat puisi.

Puisi-puisi dalam buku yang memiliki ketebalan 144 halaman ini ditulis di Mesir dalam rentang waktu antara 2013-2016, diantaranya pernah terbit di buku Mantra Asmara, beberapa yang lain sudah pernah rilis di surat kabar, dan sisanya dipersiapkan secara khusus oleh Usman untuk buku ini. Usman Meyakini bahwa cinta dan puisi memiliki ikatan bathin yang sangat purba, dan diam-diam ikatan tersebut bertaut-kelindan dalam diri Usman sendiri. Itulah yang membuat Usman merasa semangat dalam menjalani proses kreatif selama ini.

Sapardi Djoko Damono merasa kesulitan ketika ingin memilih antara Tuhan, Manusia, dan Cinta dalam buku Kasmaran ini. Karena menurut Prof Sapardi, buku ini tidak semata-mata dihadirkan oleh Usman untuk memetakan antara ketiganya. Justru sebaliknya, apa yang ditulis oleh Usman dalam buku ini sebagai upaya untuk membuktikan kepada kita bahwa ketiganya ada bersama-sama, membentuk sebuah struktur yang hubungan-hubungan di antaranya selalu muncul dalam puisi. 

Hal itu diakui Usman dalam kata pengantarnya, “Cinta dan Puisi menjadi rukun yang konstitusional dalam kehidupan saya, dan dari sini saya merasa berhak untuk beriman bahwa kesetiaan yang saya berikan kepada keduanya telah menjadi bagian yang sah dari tanggung jawab umat manusia.”

Meskipun Buku ini terdapat banyak kata “terbuat” yang menjadikan pembaca bosan, saya yakin buku ini mustahil bisa dikhatamkan jika tidak dibarengi dengan keinginan yang kuat untuk menjumpai cinta kita sendiri, yang secara diam-diam berkeliaran di belantara puisi dalam buku ini. Karena ketika buku ini dihatamkan, hakikatnya cinta, kesedihan, kesepian, nafas, air mata Usman telah menjadi milik kita, kita mempunyai nasib yang sama dengan Usman, tetapi tidak dalam keberhasilannya menuliskan puisi. 

Maka ketika kita telah menyadari hal itu, bahwa setiap manusia memiliki perasaan dan nasib yang sama. Sesungguhnya cinta belumlah menemui garis finish, cinta akan terus tumbuh dan hidup bebas di alam lain bernama puisi, dan jika kita ingin menulis puisi dengan segala penghayatan, sebenarnya kita telah memperbarui cinta dalam bentuk yang baru, dan akan seterusnya begitu.

Judul : Kasmaran

Penulis : Usman Arrumy

Penerbit : Diva Press

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-391-416-6

Peresensi: Ali Adhim, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta & Pegiat Sastra di Pesantren Baitul Kilmah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri, Warta Hari Santri 2018

Senin, 13 November 2017

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

Jombang, Hari Santri 2018. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang akan menggelar gebyar pelajar untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan para pelajar, pada Kamis-Jumat (5-6/5) mendatang.?

Ketua PC IPNU Abdul Haris mengungkapkan pentingnya wadah atau fasilitas pelajar dalam mengembangkan sejumlah keterampilan yang dimilikinya.

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

"Skill dan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) para pelajar tentu menjadi pendukung mereka untuk menjadi generasi bangsa yang baik," ujarnya, Senin (2/5).

Kegiatan yang bakal berlangsung di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek, Jombang tersebut berisi olimpiade Aswaja tingkat MTs dan MA/SMA, lomba musikalisasi puisi dan pidato Bahasa Jawa tingkat MTs/SMP.

Pada hari pertama, panitia akan menggelar olimpiade Aswaja. Di katagori ini peserta akan memasuki dua putaran. Pertama, mereka akan diberikan soal-soal tentang Aswaja. Bagi peserta yang berhasil lolos akan memasuki putaran kedua.

"Masing-masing siswa diberi soal multiple choice (pilihan ganda). Kemudian siswa yang lolos akan diuji kembali," kata Qurrotul Aini, Ketua PC IPPNU Jombang. Kemudian pada hari kedua dilangsungkan dengan beberapa lomba yang lain.?

Hari Santri 2018

Terkait jumlah peserta, ia memperkirakan sebanyak 350 pelajar bakal ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari PC, PAC hingga Pimpinan Ranting. Selain itu juga dari delegasi pimpinan komisariat, pelajar MTS-MA sederajat dan pondok pesantren. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Kajian Sunnah, Fragmen, AlaSantri Hari Santri 2018

Minggu, 12 November 2017

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pasuruan, Hari Santri 2018 - Bentuk stan pameran pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok 2016 yang diinisiasi PP Rabithah Maahid Islamiyah NU kali ini terlihat mirip dengan masjid Jinggo yang bergaya Tiongkok. Di atas bangunan stan terlihat tulisan berlafal “Allah”. Silatnas sendiri berlokasi di area Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (13-15/5).

Ketua panitia lokal KH Ahmad Taufik (Gus Taufik) mengatakan, "Itu temanya Masjid Jinggo, salah masjid Pandaan yang dibangun oleh Pemkab Pasuruan.”

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pemkab Pasuruan beberapa tahun lalu membangun masjid dengan arsitektur bergaya China, karena untuk mengabadikan penyebaran Islam di tanah Jawa melalui berapa jinggo yang pernah datang ke Pasuruan. “karena pasukannya, orang-orang pernah ikut memperkuat Islam di Pasuruan," kata Gus Taufik di sela kegiatan pembukaan diskusi terbatas, Sabtu (14/5) siang.

Hari Santri 2018

Jasa mereka kemudian diabadikan menjadi Masjid Jinggo. Untuk itu pihak panitia mengambil inspirasi pameran itu dari Masjid Jinggo.

Hari Santri 2018

Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti 70 stan yang terdiri atas 50 stan berbagai pegawai kecamatan dan dinas-dinas di Pemkab Pasuruan. Sementara 20 stan lainnya diisi oleh komunitas Nahdlatul Ulama.

"Masjid Jinggo ini merupakan ikon masyarakat Pandaan," terangnya.

Terlihat mulai awal Silatnas dibuka suasana pameran waktu itu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat-lihat atau membeli produk-produk unggulan kreativitas mereka. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ubudiyah, Hadits, AlaSantri Hari Santri 2018

Rabu, 08 November 2017

Ini Tanggapan Pejabat Kemenag Ketapang Soal Hari Santri

Ketapang, Hari Santri 2018

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang H Ekhsan megucapkan terima kasih dan selamat atas terlaksananya Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Ketapang. 

Pernyataan itu disampaikan pada sambuatannya di acara Istighotsah, Shalawat Nariyah, dan Pengajian Akbar, Sabtu malam (21/10) yang diadakan PCNU Kabupaten Ketapang, di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

Ini Tanggapan Pejabat Kemenag Ketapang Soal Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tanggapan Pejabat Kemenag Ketapang Soal Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tanggapan Pejabat Kemenag Ketapang Soal Hari Santri

Menurut Ekhsan, penyelenggaran HSN atas berkat usaha dari pengurus dan panitia  yang sangat luar biasa. 

“Mengapa? Karena ini merupakan bagian dari proses merubah maindset umat Islam khususnya Nahdliyyin. Bahwa santri tidak bisa dilupakan kontribusinya dalam mendirikan bangsa ini, dulu, dan pada hari ini,” papar Ekhsan.

Hari Santri 2018

Ia mengungkapkan harapannya agar para santri menjadi contoh dalam membingkai pelaksanaan pendidikan dalam rangka mengawal Al-Qur’an, menegakkan moralitas yaitu akhlakul karimah.

Dikatakan Ekhsan, Kementerian Agama salah satu institusi yang ada di dalamnya ada menangani pondok pesantren.

“Maka kami mengucapkan terima kasih karena telah membantu program Kementerian Agama dalam rangka untuk menjadikan negeri ini sebagai aset membangun bangsa ini. Bahwa memang sangat tepat salah satu bentuk pendidikan dalam rangka membentuk kader bangsa tidak lain hanya pondok pesantren,” lanjtunya. 

Hari Santri 2018

Menurutnya bagaimanapun semua ilmu di pondok pesantren akan didapatkan, melalui berbagai bentuk aktivitas, cara hidup, dan kegiatan positif ada di pesantren.

“Oleh karen itu tidak kita temukan anak pesantren macam-macam. Maka kalau kita tarik sejarah bahwa bangsa ini didirikan oleh banyak ulama dan para santri,” tandasnya. (Syafi’ie/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaSantri Hari Santri 2018

Senin, 06 November 2017

LBMNU Jember Nilai Wajar Keberatan Warga terhadap Kelompok Salafi

Jember, Hari Santri 2018. Keberadaan ? kelompok salafi di beberapa titik di Kabupaten Jember, Jawa Timur telah memunculkan keresahan di kalangan warga setempat. Paling tidak keresahan tersebut dirasakan oleh warga Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Lingkungan Gumukbago, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates dan Dusun Sumberejo, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung. Di tiga titik itulah, basecamp kelompok salafi berada.?

Mereka secara resmi mengrim surat “pengaduan” ke PCNU Jember lewat surat yang ditandatangani oleh puluhan warga sekitar, belum lama ini. Selain meminta bantuan PCNU Jember untuk “mengatasi” persoalan tersebut, mereka juga memaparkan sejumlah fakta terkait amaliah dan prilaku keagamam kelompok salafi yang dinilainya berpotensi mengadu domba antarmuslim. Sebab, kelompok tersebut sangat mudah mencaci-maki amaliah, bahkan mengkafirkan kelompok lain yang berbeda aliran.?

LBMNU Jember Nilai Wajar Keberatan Warga terhadap Kelompok Salafi (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU Jember Nilai Wajar Keberatan Warga terhadap Kelompok Salafi (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU Jember Nilai Wajar Keberatan Warga terhadap Kelompok Salafi

“Oleh karena itu, kami sangat keberatan, dan meminta pihak-pihak terkait untuk turun tangan sehubungan dengan pendirian lembaga tersebut. Sebab, dari awal kami memang tidak pernah setuju pendirian lembaga itu,” bunyi surat tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Ikatan Takmir Masjid Kabupaten Jember Edy Prasetio menegaskan, sejatinya lembaga yang menamakan diri pesantren salafi tersebut, sama sekali tidak mengakar di masyarakat. ? Santri-santrinya rata-rata didatangkan dari luar Jember dan mereka membuat kegiatan terpisah dari masyarakat.?

“Tidak hanya itu, dalam penelusuran saya, di situ banyak anak seusia SD. Ternyata mereka adalah orang luar Jember, ditaruh di Jember. Begitu juga sebaliknya, anak-anak Jember yang terkena bujuk rayu mereka, pasti ditaruh di luar Jember. Tujuannya adalah untuk memisahkan anak-anak itu dari pengaruh orang tuanya. Bahkan akhirnya, banyak anak-anak salafi yang akhirnya memusuhi bahkan menganggap kafir orang tuanya sendiri karena sudah tidak satu aliran. Ini ? bahaya!” ucapnya kepada Hari Santri 2018 di Jember, Senin (6/3).?

Hari Santri 2018

Menanggapi keberatan tersebut, Ketua LBMNU Jember Ustadz Syukri Rifa’ie menegaskan bahwa pihaknya dan siapa pun harus mengakomodir keberatan warga sekitar lembaga salafi. Ustadz Syukri menilai keresahan yang mereka rasakan bisa dimafhumi. Sebab, prilaku keagamaan kelompok salafi memang eksklusif, tidak menyatu dengan masyarakat sekitar. ? ?

“Wajar kalau warga kemudian merasa resah, apalagi mereka tidak menghormati amaliah dan budaya ? warga sekitar,” jelasnya.

Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan LBMNU Jember terkait hal tersebut. Pertama, memperkokoh aqidah warga sekitar salafi dengan mengadakan pengajian secara intens. Kedua, mengusahakan program yang sama atau bakan lebih baik dibanding apa yang ditawarkan kelompok salafi. ?

Hari Santri 2018

“Ketiga, kita perlu investigasi ke bawah untuk mencari tahu siapa-siapa saja yang sudah dicuci otaknya oleh kelompok salafi,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?





Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, AlaSantri Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock