Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Sumenep, Hari Santri 2018. Menjelang pembahasan APBD 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyoroti kinerja DPRD kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya, realisasi APBD pro-rakyat selama ini dirasa belum terbukti secara nyata.

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Demikian ditegaskan Ketua PCNU Sumenep K Pandji Taufik, Sabtu (30/11). Pihaknya menyatakan tidak bangga ketika ada anggota dewan yang membawa proyek kepada masyarakat.

"Saya lebih bangga manakala anggota dewan lebih serius dan mendalam bagaimana APBD betul-betul memihak kepada masyarakat," tekan mantan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep ini.

Hari Santri 2018

Karenanya, Kiai Pandji menganjurkan anggota dewan sebaiknya belajar metode pembahasan APBD kepada pihak yang lebih tahu. Menurutnya, tidak jarang anggota dewan justru hanya ikut-ikutan dalam proses penganggaran. Akibatnya, produk pengganggaran sering kali menjiplak tahun-tahun sebelumnya.

Lebih dari itu, transparansi pembahasan APBD juga dilakukan dan diketahui publik. Selama ini, diakui hal itu belum dilakukan. Yang tampak hanyalah kinerja anggota dewan yang sifatnya formalitas.

Hari Santri 2018

Jika masyarakat tahu tentang peruntukan APBD yang selama ini masih belum berpihak kepada rakyat, maka publik akan ikut membedah dan memperbaiki, tukasnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, memang RAPBD sejatinya menjadi tempat untuk mewujudkan harapan keadilan dan kesejahteraan. Proporsi belanja langsung untuk agenda rutin yang dijalankan birokrasi memang perlu diseimbangkan dengan belanja kerakyatan.

"Memang seharusnya berimbang dengan kebutuhan masyarakat, agar mereka mendapatkan keadilan dan kesejahteraan," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Semarang, Hari Santri 2018. Pengurus NU Jateng memulai kembali tradisi lailatul ijtima’ setelah dua bulan vakum karena Ramadhan, Rabu (10/9). Malam penuh berkah ini yang dihadiri pengurus dan warga NU ini, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dipandu H M Arja Amroni.

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Gerakkan Kembali Lailatul Ijtima

Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin Umar menuturkan, pelaksanaan lailatul ijtima ini menandai mulainya kegiatan rutin bulanan NU Jateng. Pelaksanaan lailatul ijtima ke depan, Abu Hafsin menambahkan, tidak akan dikaitkan dengan acara-acara di luar NU Jateng. Sehingga, pelaksanaannya tidak diundur-undur oleh sesuatu hal.

Perihal gerakan ektrem transnasional yang mengatasnamakan agama, Abu Hafsin menyatakan kegelisahannya. Ia mengimbau warga NU untuk mengamati gerakan keagamaan yang tidak sesuai dengan budaya Aswaja NU.

Hari Santri 2018

“Kita perlu mewaspadai gerakan yang seperti ini. Pasalnya, mereka juga tidak akan tinggal diam,” kata Abu Hafsin.

Hari Santri 2018

Pertemuan rutin bulanan perdana ini diakhiri dengan taushiyah kebangsaan dan doa oleh Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh. (Mukhamad Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Meme Islam, Khutbah Hari Santri 2018

Senin, 29 Januari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Hari Santri 2018 - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Hari Santri 2018

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

Hari Santri 2018

?

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 25 Januari 2018

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah

Jakarta, Hari Santri 2018. Peluncuran harlah ke-10 Hari Santri 2018 belangsung meriah di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (28/3) malam. 10 tahun Hari Santri 2018 diawali irama instrumental Selawat Badar dan Indonesia Raya oleh seniman violin berprestasi Sagaf Faozata Adzkiya.

Peluncuran 10 tahun Hari Santri 2018 diisi dengan penganugerahan Hadiah Asrul Sani (HAS) kepada lima orang yang telah mengabdikan dirinya bagi kepentingan umum sesuai dengan kategori yang ditentukan.

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Harlah ke-10 NU Online Berlangsung Meriah

Dari penganugerahan Hadiah Asrul Sani, acara peluncuran dilanjutkan dengan pidato kebudayaan yang disampaikan oleh M Jadul Maula. Sedikitnya 200 orang memadati lokasi. Mereka terdiri dari pelbagai kalangan mulai dari penyair, pelukis, novelis, wartawan, dan politisi.

Dalam mendengarkan nama para peraih HAS, para hadirin dipandu oleh dua awak redaksi Hari Santri 2018 A Khoirul Anam dan Abdullah Alawi. Pembawaan jenaka keduanya kerap memancing gelak tawa seisi ruangan. Pembawa acara sendiri Hamzah Sahal memiliki pembawaan yang humoris.

Namun begitu, suasana lentur ini sudah menjadi watak warga NU sehingga membuat nyaman siapa pun yang bertandang di Gedung PBNU seperti diungkap sineas Slamet Rahardjo saat menerima HAS.

Hari Santri 2018

Mereka yang tampak hadir adalah Ketua PBNU Kiai Maksum Mahfudz, Wasekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ, penyair Kiai Zawawi Imron, novelis Ahmad Tohari, sineas Slamet Rahardjo, aktor film Alex Komang, sejumlah politisi, serta pengurus banom dan lembaga NU.

Sementara awak redaksi Hari Santri 2018 dikejutkan dengan sumbangan kue Tar dari komunitas media sosial di twitter atas inisiatif sendiri. Dua batang lilin yang menyala tertancap kuat di tengah kue.

Hari Santri 2018

Rangkaian peringatan 10 tahun Hari Santri 2018 secara formal ditandai dengan tiupan lilin dan pemotongan kue oleh Ketua PBNU dan Wasekjen PBNU. Potongan kue itu diterima oleh dua redaktur senior Hari Santri 2018.

“10 Tahun Hari Santri 2018 patut dirayakan. Karena, Hari Santri 2018 sebagai media ormas tetap mempertahankan pakem jurnalistik. Dengan itu, Hari Santri 2018 dipercaya masyarakat. Bahkan pembacanya meningkat tajam di dua tahun terakhir” kata Pemred Hari Santri 2018 Syafi Ali Elha dalam sambutannya.

Di sela acara, Sagaf memainkan instrumen violinnya untuk tembang Ilir-Ilir dan sebuah karya komposer klasik Jerman Johann Sebastian Bach. Di tengah panggung, penampilan musik violinis muda itu membuat bisu para hadirin. Dalam pertunjukkan, ia hanya mengenakan busana lazim santri, sarung, kemeja batik, dan kopiah hitam.

Peringatan 10 tahun Hari Santri 2018 rencananya dirayakan selama empat bulan ke depan. Hari Santri 2018 pada kesempatan mendatang mempertunjukkan ratusan karya kiai di Indonesia, peluncuran radio streaming Hari Santri 2018, dan halaqah kebudayaan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Amalan, Habib Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Jember, Hari Santri 2018 - Muslimat NU tidak boleh mengenyampingkan peranan sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Sebab, selain memiliki tugas membimbing umat, Muslimat NU juga punya peran? lain yang selalu ditunggu masyarakat, yaitu gerakan sosial. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Sosial Muslimat NU di aula PB Soedirman Pemkab Jember, Ahad (16/10).

Menurut Nyai Emi, aksi sosial seperti menyantuni anak yatim tidak boleh dikesampingkan. Sebab, aksi tersebut merupakan gerakan nyata yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Bagi Muslimat NU sendiri, bulan Muharram ini kita jadikan sebagai bulan sosial,” tukasnya seraya menambahkan bahwa Anak Cabang (Ancab) Muslimat NU se-Kabupaten Jember sudah melakukan beragam aksi sosial sejak 2 Oktober lalu.

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Sementara itu, istri Wakil Bupati Jember Nyai Maimunah Mukit Arif menyatakan bangga dengan Muslimat NU Jember. Menurutnya, Muslimat NU Jember harus memelopori kegiatan-kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kaum dhu’afa.

Untuk itu, ia berharap agar Muslimat NU Jember dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam melakukan aksi-aksi sosialnya.

Hari Santri 2018

“Untuk mengoptimalkan perannya di bidang sosial, alangkah baiknya kalau Muslimat NU Jember bersinergi dengan PKK dan organisasi wanita lainnya dalam membantu warga yang kurang beruntung,” harapnya.

Hari Santri 2018

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan 26 Ancab Muslimat NU dan 285 Ranting Muslimat NU serta organisasi wanita seperti PKK dan Aisyiyah tersebut, Muslimat NU Jember memberikan santunan kepada 120 anak yatim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, PonPes, Khutbah Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Probolinggo, Hari Santri 2018. Sedikitnya 40 orang anggota Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan pembuatan kue kering dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Jum’at (11/12).

Dalam pelatihan tersebut, para anggota Muslimat NU dilatih supaya memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dimana selama pelatihan mereka diajari cara membuat kue wijen hitam, kue jeruk lemon dan kue lapis kelapa.

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, pelatihan pembuatan kue kering ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan pembuatan kue kering bagi anggota Muslimat NU sebagai calon wirausaha baru di Kabupaten Probolinggo.

Hari Santri 2018

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para anggota Muslimat NU serta meningkatkan perekonomian keluarganya. Sebab dengan memiliki ketrampilan, maka mereka mempunyai sumber pendapatan yang tetap,” katanya.

Santiyono menegaskan bahwa pelatihan ketrampilan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam menumbuhkan dan menciptakan calon wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

Hari Santri 2018

“Dengan dilatih membuat kue kering, setidaknya para anggota Muslimat NU mampu memberdayakan diri dengan mengembangkan bakat dan keahlian yang dimilikinya. Setidaknya kami bisa menanamkan jiwa entrepreneurship kepada kalangan Muslimat NU agar mau berusaha menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Faktor resiko utama terjadinya kaki diabet adalah adanya gangguan saraf dan gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus. Di mana hal tersebut biasanya dialami oleh penderita diabetes mellitus yang sudah lama, serta diperberat oleh pengendalian gula darah yang tidak baik. Pernyataan tersebut disampaikan dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/9).

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

?

Dijelaskan Atik, ada beberapa keadaan yang mempermudah terjadinya kaki diabet, yaitu kelainan bentuk kaki, kelainan tulang kaki, peningkatan tekanan atau beban pada kaki, kelainan pertumbuhan kuku, pemakaian sepatu yang tidak sesuai, riwayat luka pada kaki serta kurangnya perhatian penderita terhadap perawatan kaki.

?

Hari Santri 2018

"Bagi penyandang diabetes mellitus, masalah kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit yang paling ditakuti, karena dapat menyebabkan pembusukan dan amputasi kaki, belum lagi mengingat dampak ekonomis yang sangat besar, baik terhadap pasien, keluarga, maupun pemerintah," jelas Atik.

?

Pasien dengan kaki diabetik membutuhkan perawatan yang lama, biaya yang tidak sedikit serta risiko amputasi yang cukup besar. Kaki diabetes biasanya diawali adanya luka. Pengenalan terhadap faktor-faktor risiko dan pengenalan kelainan dini pada kaki diabetik akan sangat bermanfaat terhadap usaha pencegahan atau menurunkan kejadian kaki diabetik.

Hari Santri 2018

?

Gangguan saraf yang sering dikeluhkan penderita diabetes mellitus yakni rasa nyeri pada kaki seperti rasa terbakar, rasa tebal pada kaki, perasaan panas atau dingin, penurunan ambang rasa sakit-mati rasa terhadap suhu, rasa getar, produksi keringat yang menurun, kulit yang kering dan pecah-pecah dan kaki terasa lebih hangat.

?

Lebih lanjut Atik menjelaskan, gangguan aliran darah pada penderita diabetes di karenakan adanya pengerasan pada dinding pembuluh darah, penyempitan lubang pembuluh darah maupun adanya sumbatan pembuluh darah. Selain tingginya kadar gula darah, faktor tekanan darah, kadar kolesterol serta merokok merupakan faktor resiko untuk timbulnya sumbatan pada pembuluh darah. Sehinggga pengendalian yang optimal terhadap kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah serta berhenti merokok merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penderita diabetes mellitus.

?

"Gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus ditandai nyeri saat istirahat, terutama malam hari, ujung-ujung jari yang menghitam, luka yang tidak sembuh-sembuh, luka pada kaki atau jari-jari, kaki yang pucat saat diangkat ke atas, kulit kering dan bersisik, otot kaki yang mengecil, bulu-bulu rambut yang menipis," ungkapnya.

?

Upaya pencegahan kaki diabetik menjadi sangat penting. Beberapa upaya yang bisa dilakukan di antaranya memeriksaan kaki secara berkala, mengenali faktor resiko terjadinya kaki diabetic, edukasi pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan, gunakan alas kaki yang sesuai, atasi kelainan kaki yang ada sebelum timbul luka serta penanganan luka segera.

?

"Materi edukasi yang harus disampaikan kepada penyandang diabetes mellitus dan keluarga yakni melakukan pemeriksaan kaki setiap hari, jika pasien tidak dapat melakukannya harus ada seseorang yang melakukannya, cuci kaki setiap hari secara teratur dan langsung dikeringkan sampai sela-sela jari, selalu gunakan alas kaki saat berjalan baik saat di dalam maupun di luar rumah," katanya.

?

Tak hanya itu saja, sambung dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini, gunakan kaos kaki yang menyerap keringat jika memakai sepatu, jika menggunakan air hangat untuk mandi atau mencuci kaki, temperatur air tidak boleh lebih dari 37 derajat Celcius, gunakan thermometer untuk mengukur temperatur air, jangan gunakan bahan-bahan kimia untuk menghilangkan kalus (penebalan pada telapak kaki), periksa bagian dalam sepatu setiap akan dipakai, jika ada gangguan pada penglihatan, sebaiknya jangan memotong kuku sendiri.

?

Selain itu, gunakan pelembab atau krim untuk kulit kaki yang kering kecuali pada sela jari kaki, hindari penggunaan krim yang mengandung alkohol, ganti kaos kaki setiap hari, gunakan kaos kaki dengan lipatan menghadap keluar atau pilih kaos kaki yang tanpa lipatan.

?

"Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai dengan bentuk kaki, merupakan salah satu faktor penting timbulnya luka diabetik. Penyandang diabetes mellitus yang belum mengalami gangguan saraf, gangguan aliran darah maupun yang belum mengalami kelainan biomekanik pada kaki. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau terlalu longgar. Pilih sepatu yang lebih panjang sekitar 1-2 centimeter dari panjang telapak kaki. Lebar sepatuh arus sama dengan lebar kaki," ujarnya.

?

Mencoba sepatu baru sebaiknya pada posisi berdiri dan dilakukan pada sore hari. Cobalah sepatu pada kedua ? kaki. Jangan memilih bentuk sepatu yang runcing pada bagian depan. Untuk wanita hindari pemakaian sepatu dengan hak tinggi. Jika sudah terdapat tanda- tanda kelainan pada kaki, seperti terdapatnya penonjolan tulang sebaiknya pasien disarankan untuk konsultasi pada seorang ahli pembuat sepatu pada unit rehabilitasi medik Rumah Sakit terdekat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Minggu, 17 Desember 2017

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

Umat Islam yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji akan diselamatkan oleh Allah dari berbagai hambatan dan rintangan, sebagaimana kisah yang disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat memberikan tausiyahnya dalam acara walimatus safar di Pesantren Al-Huda, Pungangan, Subang, Ahad (31/7).

Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon ini mengisahkan bahwa pada tahun 1940-an Kiai Abbas Buntet beserta istri dan dua anaknya yaitu KH Mustamid Abbas yang pada saat itu baru aqil baligh dan KH Nahduddin Abbas yang baru saja menginjak usia empat tahun.

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kiai Abbas Buntet Selamat dari Bom Tentara Jepang

"Kalau Kiai Mustamid itu bisa haji berkat burung perkutut yang dapat nemu dari kebun belakang rumah dan dibeli oleh Kuwu (Lurah) di Cikedung Inderamayu seharga ONH (Ongkos Naik Haji, red)," ujarnya.

Hari Santri 2018

Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu melanjutkan, saat Kiai Abbas dan ribuan calon haji lainnya berada di tengah tengah samudera Indonesia, sang Kapten kapal mendapat telegram berisi ancaman dari tentara Jepang yang akan membombardir dan menenggelamkan kapal beserta isinya.

"Ribuan penumpang itu panik, namun sebagian dari mereka mengadu kepada Kiai Abbas. Akhirnya kiai sepuh ini istikharah," katanya.

Hasil istikharah Kiai Abbas, kata dia, jamaah calon haji yang berada di kapal itu boleh melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, boleh juga balik lagi ke kampung halaman, namun Kiai Abbas beserta keluarganya tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan separuh penumpang kapal, sisanya pulang kampung dengan kapal susulan.

Hari Santri 2018

"Akhirnya, jamaah haji ini tiba di Makkah dengan selamat, namun kemudian saat kapal balik lagi ke Indonesia, ternyata kapal yang tadi membawa jamaah haji ini benar-benar di bom oleh Jepang dan teggelam beserta ABK-nya," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pertandingan, Khutbah, Kiai Hari Santri 2018

Jumat, 15 Desember 2017

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Jakarta, Hari Santri 2018. Haul kelima KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) digelar di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Jl Raden Saleh Jakarta Pusat, Selasa (23/12). Acara yang digelar di lantai 4 tersebut berlangsung meriah.

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur itu Sang Pembela Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur itu Sang Pembela Sejati

Acara bertajuk “Gus Dur adalah Kita” ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Juru Bicara Presiden Gus Dur KH Yahya Cholil Staquf, Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ, Budayawan Arswendo Atmowiloto, pelawak Kirun dan Tarsan, serta Dosen Antropologi Pascasarjana STAINU KH Agus Sunyoto.

Acara yang dimoderatori mantan Ketum PB PMII Abdul Malik Haramain ini berlangsung seru menyusul lontaran joke-joke Gus Dur yang disampaikan para pembicara.

Hari Santri 2018

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato selaku Ketua Umum PKB dalam rangka Haul Kelima Gus Dur. Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan tiga hari, 23-25 Desember 2014, diselenggarakan untuk memperingati lima tahun wafatnya tokoh NU, pendiri PKB dan juga Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur itu.

Hari Santri 2018

“Perjuangan Gus Dur sangat berarti bukan hanya buat PKB, namun juga bagi bangsa ini. Ya, kalau mau dirunut, cita-cita dan gagasan Gus Dur itu punjer-nya, basisnya adalah manusia. Untuk terus menjadikan pikiran, perjuangan dan pengalaman Gus Dur sebagai rujukan. Karena beliau masuk ke ruang-ruang di mana semua kita ada,” ujar Cak Imin.

Orang yang paling tertindas, lanjutnya, pernah merasa dibela Gus Dur. Orang kaya dan orang besar bahkan pernah dibela Gus Dur. “Saya bahkan tidak pernah mengira, Gus Dur yang sangat anti terhadap Pak Harto, ternyata juga membela Pak Harto. Ini sesuatu yang tidak kita sangka,” ungkapnya.

Senada dengan Cak Imin, Arswendo Atmowiloto yang pernah dibela Gus Dur soal berita di Tabloid Monitor pun menilai mantan Ketua Umum PBNU tiga periode ini pembela sejati. “Bagi saya, Gus Dur mungkin bukan wali. Ya, Gus Dur lebih tinggi dari itu. Aslinya, sampai sekarang pun saya yakin beliau itu dewa. Cuma nyamar jadi kiai,” ujar Arsendo disambut tepuk tangan hadirin.

Bagi dia, ukuran kemanusiaan yang disempatkan kepada Gus Dur tidak semuanya tepat. “Saya nggak habis pikir, bahwa apa untungnya membela saya. Toh saya nggak kenal dekat dengan Gus Dur. Bahkan gara-gara membela saya, Gus Dur disidang para kiai,” ucapnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, AlaSantri, Khutbah Hari Santri 2018

Jumat, 24 November 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, Hari Santri 2018. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

Hari Santri 2018

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Internasional, Fragmen, Khutbah Hari Santri 2018

Rabu, 25 Oktober 2017

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni

Jakarta, Hari Santri 2018. Sidang isbat di Kementerian Agama yang diikuti oleh pemerintah dan sejumlah ormas Islam memutuskan bahwa 1 Syawal 1438 Hijriyah jatuh pada Ahad, 25 Juni 2017. Dengan demikian, Lebaran Idul Fitri jatuh pada esok hari.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan peserta sidang menerima laporan dari enam saksi tersumpah yang melihat hilal yang berasal dari dua lokasi, yaitu di Kupang Nusa Tenggara Timur dan di Bukit Condrodipo Gresik Jawa Timur.

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Umumkan 1 Syawal pada Ahad, 25 Juni

Lukman Hakim menjelaskan, pada Sabtu sore ini, posisi bulan sudah memenuhi kriteria untuk bisa dilihat atau imkanur rukyat. Ketinggian bulan pada 24 Juni ini adalah 3.88 derajat, elongasi atau jarak antara bulan dengan matahari sebesar 5.06 derajat dan umur bulan 8 jam 15 menit.

Kriteria tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara ASEAN, yaitu minimal ketinggian hilal 2 derajat, elongasi 3 derajat dan umur bulan 8 jam.?

Hari Santri 2018

Hadir dalam sidang isbat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ali Taher, ketua komisi VIII DPR RI.?

Di Gedung PBNU KH Said Aqii Siroj mengeluarkan ikhbar atau pemberitahuan hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah NU dan mengumumkan bahwa Idul Fitri jatuh pada Ahad 25 Juni 2017 setelah tim Falakiyah NU melihat hilal dengan mata telanjang di beberapa tempat.

“Atas dasar rukyatul hilal tersebut dan sesuai dengan pendapat al madzahibul arbaah, maka dengan ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengikhbarkan pemberitahuan bahwa awal bulan Syawwal 1438 H jatuh pada hari Ahad 25 Juni 2017 masehi.”

“Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawwal 1438 Hijriyah dengan penuh sukacita mohon maaf lahir dan batin,” tambahnya

Kiai Said juga menambahkan, semoga ibadah puasa kita dan rangkaian ibadah lainnya selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT dan semoga pula amaliyah bulan Ramadhan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.”. (Mukafi Niam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Warta, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 12 Oktober 2017

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi

Sleman, Hari Santri 2018. Para santri Pondok Pesantren Nailul Ula Plosokuning Yogyakarta, selain diajarkan kitab kuning, pengajian Al-Qur’an, tapi juga teknologi yang berkembang dewasa ini. Pengenalan teknologi diisi dengan pelatihan Teknologi Informasi (TI).

Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Ula KH. Aliy Asad mengatakan, di zaman serba "mobile" ini para santri diajak melek teknologi karena disadari atau tidak, Muslim Indonesia (Aswaja) sudah ketinggalan, “Kebanyakan aplikasi islami dibuat mereka (non-Aswaja). Berangkat dari keperihatinan itulah kami mengadakan kegiatan ini," terangnya, Ahad lalu (19/5).

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nailul Ula; Ngaji Kitab Melek Teknologi

Menurutnya, pada zaman dahulu, Walisongo menggunakan kebudayaan sebagai media dakwah di Jawa (islamisasi Jawa - jawanisasi Islam). Hal itu dilakukan karena masih kental dengan budaya Hindu-Budha.

Hari Santri 2018

Walisongo kemudian berhasil mendakwahkan Islam melalui media budaya, “Kalau kita sebagai penerus Walisongo, berarti harus jeli menggunakan "perangkat budaya" yang paling dominan hari ini, yaitu teknologi digital, lebih spesifik lagi gadget,” tambahnya.

Hari Santri 2018

Ia menambahkan, sebagai para pengikut Walisongo, semestinya dapat memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi digital sebagai alat untuk berdakwah, sebagai itiba kepada mereka. Selain itu juga untuk mengimbangi dominasi penguasaan teknologi orang non-Muslim yang semakin kuat dengan konten-konten yang tidak bertanggung jawab dan penuh maksiat.

Metode pembelajaran di Nailul Ula tidak sepadat di pesantren pada umumnya, karena memang disesuaikan dengan kegiatan santri yang rata-rata aktivis kampus seperti UGM, AMIKOM, UIN, UII, UNY, dan lain-lain.

Pesantren yang terletak di daerah Ploso Kuning III No:81 Sleman juga menyediakan wadah mendukung minat dan bakat santri, dviantaranya seni rebana, english club, dan juga LPQ Bina Akhlaq.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor    : Ajie Najmuddin, M Khoiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 10 Oktober 2017

BMT NU Kramat Tegal Sejahterakan Ekonomi Umat

Tegal, Hari Santri 2018. Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiyaan Syariah (KSPPS)-Baitul Maal wat Tamwil Syirkah Muawanah (BMT SM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kramat Kabupaten Tegal bertekad mensejahterahkan ekonomi umat. BMT yang berkantor pusat di Jalan Garuda 127 Bongkok Kramat itu terus mengembangkan sayap menuju kesejahteraan ekonomi umat. Lewat kerja gotong royong, BMT ini berkembang hingga 16 Cabang meski mulanya bermodal hanya Rp 8 juta.?

Demikian disampaikan Direktur Utama BMT SM NU Kramat H Ahmad Zubaedi di sela pembagian door prize Simpanan Rezeki di halaman Kantor Kecamatan Kramat Tegal, Ahad (23/4).

BMT NU Kramat Tegal Sejahterakan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Kramat Tegal Sejahterakan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Kramat Tegal Sejahterakan Ekonomi Umat

Zubaedi menerangkan, keenam belas kantor cabang tersebut berdiri di Tegal 4 buah, Purwokerto 3 buah, Kebumen 3 buah, Brebes 3 buah, Kota Tegal 1 buah, dan Pemalang 2 buah. Dari 16 cabang tersebut, Nahdliyin yang tergabung mencapai 16 ribu orang lebih. “Ekonomi Nahdliyin, kalau digerakan terbukti begitu dahsyat,” ungkapnya.

Pendirian BMT, lanjut Zubaedi, mendapat respon yang positif dari para anggota. Para anggota maupun calon anggota bisa meminjam dana dari 500 ribu sampai 100 juta. Tergantung pada kemampuan anggota untuk mengembalikannya, seluruh pinjaman kami layani. Tentu dengan sangat selektif. “Kami hanya memberikan pinjaman untuk usaha produktif, bukan spekulatif, ataupun konsumtif,” tegasnya.

Untuk Smpanan Rezeki, para anggota menabung mulai dari Rp 30 ribu ? untuk satu nama dalam jangka waktu tiga tahun. Anggota suka sekali dengan sistem Simpanan Rezeki ini, terbukti hingga putaran yang kelima makin bertambah semarak. Pada putaran kelima, disediakan 200 item hadiah, dengan hadiah utama tiga buah sepeda motor.?

Hari Santri 2018

Pada undian simpanan rejeki 2017, yang mendapat hadiah utama yakni Guru SMK N 1 Slawi Wiwit Isaroh, MI NU Mejasem Timur Tegal, dan Jaelani dari Langon, Tegal.

Zubaedi menjelaskan, dalam kiprahnya BMT NU Kramat menawarkan produk simpan pinjam dan jasa. Ada tiga jenis simpanan yakni pertama Simpanan Sukarela (simpanan berguna, pengurus, karyawan, hari raya, pendiri, pendidikan, ziarah, mudhorobah berjangka); kedua Simpanan Wajib (simpanan wajib anggota); ketiga Simpanan Program dan Jasa (Simpanan Rezeki, TP-THT).?

Hari Santri 2018

“Sedangkan untuk pinjaman atau pembiayaan meliputi Mudhorobah, Musyarokah, Murobahah, Baibitsawam Ajil, Qordhul Hasan dan Al Hiwalah,” pungkas Haji Zubaedi. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah Hari Santri 2018

Senin, 04 September 2017

150 Hafiz Ikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits

Jakarta, Hari Santri 2018

Tidak kurang dari 150 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia mengikuti seleksi Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits, Selasa (29/3) di Hotel Balairung Matraman, Jakarta Timur. Kompetisi yang dilaksanakan tiap tahun ini dibagi menjadi 5 cabang. Kelompok 10 juz, 15 juz, 20 juz, 30 juz, dan kelompok hafalan hadis.

150 Hafiz Ikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
150 Hafiz Ikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

150 Hafiz Ikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits

Koordinator panitia yang merupakan atase Kedutaan Besar RI untuk Arab Saudi Shobahusurur mengatakan, 3 pemenang dari dua nomenklatur Al-Qur’an dan Hadits untuk setiap cabangnya akan mengikuti kompetisi di tingkat ASEAN dan Pasifik mewakili Indonesia dan akan mendapatkan 5000 Reyal hingga 15.000 Reyal ditambah hadiah haji.

“Kompetisi sekarang ini sudah masuk pada tahap seleksi tingkat nasional,” jelas Shobahusurur.

Berdasarkan pantauan Hari Santri 2018, setiap cabang terdiri dari 30 peserta yang berasal dari pesantren dan LPTQ di berbagai daerah. Setelah peserta dipanggil, salah satu dewan juri memberikan soal berupa bacaan salah satu ayat Al-Qur’an secara acak. Dari soal tersebut, peserta disuruh melantunkan lanjutan ayat tersebut.

Hari Santri 2018

Jika terjadi kesalahan maupun lupa dari peserta, dewan juri membunyikan bel satu kali. Kemudian jika terjadi lupa lagi, juri membunyikan bel lagi. Apabila peserta benar-benar lupa lanjutannya, dewan juri menuntunnya hingga peserta ingat hafalan lanjutannya.

“Hal ini tentu akan mengurangi nilai,” ujar Huzaifah Ibnu Ali salah satu peserta dari Pekanbaru Riau saat dimintai keterangan.

Selain hafalan Al-Qur’an, juga diselenggarakan hafalan hadits. Hal ini berbeda dengan Hafalan Al-Qur’an, karena selain peserta hafal matan sebuah hadits, juga perlu menjelaskan arti dan makna hadits tersebut.

Kegiatan yang sudah berjalan selama 8 tahun ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Agama dan Keluarga Kerajaan Arab Saudi. Penutupan akan dilaksanakan Kamis (31/3) di Aula HM Rasjidi Kementerian Agama oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Nantinya, peserta yang ikut peserta dalam musabaqah ini sebanyak 140 orang yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Sinagpura, Filipina, Thailand, Brunnei, Laos, Timor Leste, Myanmar, Australia, New Zeland, Uzbekistan, Kirgistan, Tajikistan, Kazakhstan, Korea Selatan, Kamboja, Rusia, Bosnia, dan Kroasia. Ibu Kota Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi ini dari tanggal 17-21 April 2016 mendatang. (Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Aswaja, AlaSantri, Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 22 Agustus 2017

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan

Bandung, Hari Santri 2018

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meluncurkan fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online bagi perusahaan. Fasilitas tersebut dapat diakses di www.wajiblapor.kemnaker.go.id.

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan





"Fasilitas ini akan mempermudah perusahaan untuk melaporkan kondisi tenaga kerjanya, selain itu juga sangat membantu pengawas ketenagakerjaan dalam menjalankan tugasnya," kata Hanif saat launching fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online sekaligus memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Ketenagakerjaan 2017 pada Rabu (13/9/2017) di Hotel Grand Asrilia Bandung.



Hari Santri 2018



Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan  mewajibkan setiap pengusaha atau pengurus untuk melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada menteri atau pejabat yang berwenang.

Hari Santri 2018



Pengusaha atau pengurus wajib melaporkan setiap tahun secara tertulis mengenai ketenagakerjaan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk. Adapun dalam laporan  tersebut harus memuat keterangan antara lain identitas perusahaan;hubungan ketenagakerjaan;perlindungan tenagakerja; dan kesempatan kerja dan lain-lain.



Hanif menjelaskan, perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan pengawas ketenagakerjaan terus melakukan terobosan dalam menegakkan aturan ketenagakerjaan.



"Perlu terobosan dari unit kerja pengawasan ketenagakerjaan untuk menyesuaikan cara kerja yang ada saat ini dengan perkembangan zaman, sudah saatnya kita bekerja meninggalkan cara tradisional kearah yang lebih modern guna mempermudah  stakeholder melaksanakan kewajiban," jelas Menaker.



Menaker Hanif terus mendorong penguatan pengawas ketenagakerjaan dengan memanfaatkan teknologi informasi guna menciptakan terobosan, sehingga kinerjanya lebih baik. 



"Kalau kita berfikir mengenai terobosan, caranya mudah, bekerjalah dengan kaum muda. Anak muda berfikirnya tidak sesuai pakem, tapi kreatif," tukas Menaker Hanif.



Hanif menjelaskan, masyarakat sudah berubah, dunia juga berubah, kita juga berubah. kita tidak bisa bekerja begitu-begitu saja. Semuanya harus meletakkan situasi ini dalam situasi persaingan yang inovatif. 



"Di era persaingan harus memastikan kinerja kita melebihi standar, kalau tidak bekerja diatas standar maka kita akan kalah," ujar Menaker Hanif.



Pada kesempatan tersebut, Menaker Hanif juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi dalam bidang pengawas ketenagakerjaan.



"Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi menjalankan tugas negara untuk melakukan penegakkan hukum demi tegaknya hukum ketenagakerjaan," ucap Hanif.



Ada pun, pihak-pihak yang mendapat penghargaan karena telah membantu pelaksanaan tugas pengawasan ketenagakerjaan antara lain Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ketenagakerjaan, polisi dan petugas imigrasi. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Kamis, 06 Juli 2017

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus

Kudus, Hari Santri 2018 - Seluruh siswa Madrasah Aliyah NU Ibtidaul Falah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapat kunjungan dari kepolisian setempat, Sabtu (23/1). Polres Kudus bekerja sama dengan Polsek Dawe mengadakan sosialisasi perihal tata cara dan etika dalam berlalu lintas yang bertempat di Balai Desa Jurang, Kecamatan Gebok, Kudus.

Kegiatan ini berangkat dari keinginan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, khususnya di kalangan remaja. Lia, polwan dari Polres Kudus sebagai pemateri mengatakan, di antara faktor kecelakaan adalah minimnya wawasan tentang aturan berlalu lintas.

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Polwan Sosialisasi Etika Berlalu Lintas di MA NU Kudus

"Terjadinya kecelakaan diakibatkan oleh kendaraan yang semakin bertambah setiap harinya, sementara jalan masih sama dan pengetahuan lalu lintas yang rendah," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Lia dalam kesempatan itu juga memutar sebuah video tentang kecelakaan ekstrem yang menghilangkan nyawa seseorang. Video tersebut mempertontonkan insiden kecelakaan yang dialami siswi SMA yang membuat kepala korban terputus. Tayangan itu membuat seluruh siswa dan siswi teriak histeris.

Lia pun menyelipkan motivasi bersamaan dengan diputarnya video tersebut, "Lihatlah mereka yang berniat mencari ilmu, mempunyai cita-cita yang tinggi harus merelakan impiannya ketika kecelakaan menghilangkan nyawa mereka. Maka dari itu, jangan sia-siakan nyawa berharga kalian dengan tidak memakai helm," pesannya dengan penuh harap.

Hari Santri 2018

Pemutaran video ini ditujukan agar siswa lebih paham dan sadar akan pentingnya mamatuhi aturan dan berhati-hati saat berkendara. "Pelanggaran adalah awal dari kecelakaan. Jika tidak mau itu terjadi, maka tunjukkan tanggung jawab Anda sebagai pelopor tanggung jawab lalu lintas," tegasnya.

? (Aang Riana Dewi, Pelajar MA NU Ibtidaul Falah/Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Jadwal Kajian Hari Santri 2018

Sabtu, 03 Juni 2017

Akar Terorisme yang Mengatasnamakan Agama

Oleh A Muchlishon Rochmat



Sudah menjadi watak manusia menggunakan agama sebagai tameng untuk melegalitas segala tindakan seseorang maupun kelompok, meski tindakan tersebut ditentang oleh nalar sehat. Begitulah gambaran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal terorisme. Mereka melakukan tindakan-tindakan radikal yang merugikan berbagai pihak atas nama ‘jihad’, menegakkan agama Allah dan mengibarkan bendera tauhid. Sangat ganjil sekali, tujuan yang mulia dilakukan dengan cara yang hina.?

Dalam beberapa tahun belakangan ini, masyarakat dunia lagi-lagi dikejutkan dengan jaringan Islam radikal ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Akar jaringan ini sudah ada sejak 1999 namun baru pada Juni 2014 jaringan tetorisme ini memproklamirkan diri sebagai Islamic State dengan Abu Bakar Al Baghdadi sebagai pimpinan tertinggi atau khalifahnya. Juga ISIS merupakan kelompok jaringan dengan kekayaan yang paling tinggi yaitu 15 triliun per tahun, uang tersebut didapatkan dari hasil penyelundupan minyak mentah dan penjarahan-penjarahan masyarakat sipil Irak dan Syuriah. Karena brutalnya tersebutlah ISIS menjadi musuh bersama dan paling berbahaya bagi kelompok-kelompok anti-terorisme.

Akar Terorisme yang Mengatasnamakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Akar Terorisme yang Mengatasnamakan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Akar Terorisme yang Mengatasnamakan Agama

Lantas apa yang menjadi motif terorisme tersebut dan bagaimana cara untuk meredam keganasan mereka? Alasan mereka yang sering kita dengar dan baca di media-media selama ini adalah sederhana yaitu ‘jihad’, menegakkan panji-panji Islam. Namun kalau kita telaah lebih lanjut, alasan atau motif terorisme sangatlah komplek dan saling terkait. Saling terkait antara satu sektor dengan sektor yang lainnya.

Setidaknya ada dua motif utama tindakan terorisme: motif religious dan motif sosial-ekonomi-politik. Setelah wafatnya Rasulullah, otoritas untuk menafsirkan teks-teks agama menjadi tak terbataskan. Siapa saja bisa menafsirkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan yang diinginkan. Maka dari itu, tidak sedikit yang menafsirkan teks ‘jihad’ sebagai perang melawan para orang kafir karena mereka dianggap menjajah Negara Islam. Padahal setelah perang badar Rasulullah berkata bahwa perang di medan adalah jihad shighor (kecil), sementara memerangi hawa nafsu adalah perang akbar (besar) Berawal dari pemahaman agama yang sepotong-sepotong tersebut lah, terorisme berkembang dengan subur.?

Kedua, motif sosial-ekonomi-politik. Diakui atau tidak bahwa kondisi umat Islam sedang dalam masa keterpurukan yang hebat, umat Islam tertinggal jauh dalam hal kesejahteraan dan kemajuan dari Barat. Hampir sebagian besar Negara yang mayoritasnya berpenduduk muslim berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan dalam segi ekonomi bahkan politiknya. Banyak pengangguran, tingkat kemiskinan yang tinggi, orientasi hidup yang pendek –karena hanya mengincar kehidupan akhirat dan frustasi dengan kemajuan Barat- menjadi serangkaian faktor bagi muslim untuk tidak segan bergabung dengan jaringan Islam radikal seperti ISIS.

Hari Santri 2018

Selain kondisi umat Islam yang terpuruk, jaringan Islam radikal mengiming-imingi kepada siapa saja yang mau bergabung dengannya dengan kehidupan yang sejahtera, honor yang tinggi, segala kebutuhan hidup dicukupi bahkan diiming-imingi dengan surga apabila mereka mati, karena meraka yakin bahwa mereka sedang berjuang dalam jihad menegakkan agama Allah. Sungguh ironis sekali, bagi siapa saja yang mau berfikir secara sehat tentu tidak akan bergabung dengan jaringan radikalisme tersebut hanya dengan alasan klise an sich.

Hari Santri 2018

Kita sadari atau tidak bahwa terorisme memiliki serangkain proses yang saling terkait –seperti pemahaman agama yang keliru, kesejahteraan yang kurang, kemiskinan yang merajalela dan frustasi terhadap kemajuan Barat. Apabila kita ingin memberantasnya tentu kita harus memangkas setiap rangkaian tersebut. Tidak cukup kalau hanya menangkap dan mengeksekusi para teroris yang tertangkap saja, karena mereka masih memiliki sistem kaderisasi yang saling berkesinambungan. Baik Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat maupun masyarakat sipil memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengantisipasi dan memberantas jaringan terorisme.

Untuk menangkal dan mematikan paham terorisme dibutuhkan pemberian pemahaman keagamaan yang benar kepada setiap lapisan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi rakyat serta suntikan motivasi untuk mengejar ketertinggalan dari Barat –bukannya malah frustasi terhadap kemajuan Barat. Kalau semua itu sudah ditunaikan, terorisme atas nama agama (Islam) tidak akan memiliki lahan lagi. Waallhu a’lam

Penulis adalah Ketua Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Jakarta dan Sekitarnya

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Hadits Hari Santri 2018

Kamis, 13 April 2017

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Jakarta, Hari Santri 2018. Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Namun begitu, Nuzulul Qur’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar itu diperkirakan jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. Mengapa bisa berbeda? Berikut penjelasan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH A Nuril Huda dan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU KH Arwani Faisal kepada Hari Santri 2018.

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr 1-5).

Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?

Hari Santri 2018

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR Ath-Thabrani).

Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.

Menurut KH Arwani Faisal, Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq:

? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ?

Hari Santri 2018

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah Hari Santri 2018

Selasa, 04 April 2017

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Jakarta, Hari Santri 2018. Kehidupan manusia di dunia tidak hanya berhubungan dengan Allah (hablum minallah) semata, tetapi juga hubungannya dengan manusia (hablum minannas), dan lingkungan atau alam (hablum minal alam).

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Apakah Manusia yang Disayang Allah? Ini Penjelasan Gus Mus

Kasih sayang manusia terhadap sesama dan lingkungan atau alam sekitar merupakan perwujudan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi (khalifah fil ardh).

?

Terkait perilaku welas asih (kasih sayang) tersebut dijelaskan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) bahwa setiap hamba yang penyayang, maka ia akan disayang Allah SWT.

Hari Santri 2018

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini mengutip sebuah Hadis Nabi Muhammad yang dituliskan di akun twitter miliknya @gusmusgusmu pada Jumat (14/7) dalam tajuk #TweetJumat.

? ? ? ? ? ?

“Hanya mereka, hamba-hamba Allah yang penyayang yang disayangi oleh Allah,” jelas Gus Mus dalam cuitannya yang direspon oleh ribuan pengikutnya (follower).

Ungkapan Gus Mus tersebut menerangkan bahwa ketika seorang hamba menyayangi makhluk Allah di bumi, maka penduduk langit juga akan menyayanginya. Hal ini seperti respon seorang follower bernama Abubakar (@Qabo).

Hari Santri 2018

“Sayangi dgn tulus seluruh makhluk ALLAH yg tercipta jgn engkau dzalimi agar ALLAH dn seluruh penghuni langit menyayangimu,” cuit Abubakar menanggapi Gus Mus yang saat ini memiliki satu juta follower di akun twitternya.

Sampai kabar ini ditulis, Tweet Jumat Gus Mus tersebut mendapat 1196 Suka, 1174 Retweet, dan 42 jawaban atau reply. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 AlaNu, Nahdlatul, Khutbah Hari Santri 2018

Senin, 13 Maret 2017

Nasihat Imam Al-Bukhari bagi Pencari Ilmu

Menuntut ilmu bukanlah perkara mudah dan sederhana. Butuh pengorbanan dan kesabaran tingkat tinggi untuk menguasainya. Selain itu, godaan dalam proses mencari ilmu juga cukup banyak, beraneka ragam, dan datang silih berganti; baik godaan dari luar maupun dalam diri sendiri. Kesuksesan seorang pelajar sangat ditentukan oleh sejauh mana dia mampu mengusir setiap godaan ini.

Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Tadribur Rawi mengutip sebuah kisah tentang nasihat Imam Al-Bukhari kepada seorang murid yang ingin belajar hadits kepadanya. Singkat kata, imam hadits ini mengatakan, jika kamu ingin menjadi ahli hadits yang sempurna, kamu mesti menulis empat hal. Empat hal ini tidak sempurna kecuali dengan empat perkara. Apabila telah menyempurnakan empat perkara ini, kamu akan diberikan empat keuntungan sekaligus diuji dengan empat cobaan. Bila kamu lulus dari empat ujian tersebut, Allah SWT akan memberimu empat ganjaran di dunia dan di akhirat. Jabaran dari empat hal yang saling berkaitan itu adalah sebagai berikut:

Nasihat Imam Al-Bukhari bagi Pencari Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Imam Al-Bukhari bagi Pencari Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Imam Al-Bukhari bagi Pencari Ilmu

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hari Santri 2018

Artinya, “Hal ini (menuntut ilmu) tidak sempurna kecuali seseorang menguasai empat bidang: mahir baca-tulis, mengerti bahasa, menguasai ilmu sharaf, dan ilmu nahwu (gramtikal). Kemampuan ini harus dibarengi dengan karunia Allah: kesehatan, kemampuan, keuletan, dan hafalan. Apabila empat hal ini berjalan dengan baik, dia akan diberikan empat keuntungan: keluarga, anak, harta, dan domisili. Tapi seketika itu pula dia akan diuji dengan empat ujian: musuhnya dengki, celaaan sahabatnya, makian dari orang bodoh, dan keirian ulama. Jika seseorang berhasil melewati ujian ini, di dunia dia akan memperoleh empat kebaikan: semakin qana’ah, keyakinanya meningkat, merasakan nikmatnya ilmu, dan kenikmatan hidup. Kelak di akhirat, Allah SWT akan memuliakannya dengan empat kesempatan: dapat memberikan syafaat kepada siapa yang dia inginkan, berhak memberi minum kepada siapa pun dari telaga Nabi Muhammad SAW,  dinaungi bayangan Arasy, dan diposisikan di surga paling tinggi, di samping surga para Nabi.”

Maksud dari pernyataan ini ialah bahwa keharusan bagi penuntut ilmu menguasai empat bidang sebagai dasar mencari ilmu, yaitu: pandai baca, pandai tulis, menguasai bahasa, dan gramatikalnya. Keempat potensi ini tidak akan berkembang kecuali atas karunia Tuhan. Dalam konteks ini, anugerah Tuhan itu berupa empat hal: kesehatan, kemampuan, semangat, dan kekuatan hafalan.

Hari Santri 2018

Sepintar apapun seorang anak, bila Allah SWT tidak memberikan kesehatan dan kesempatan belajar kepadanya, tentu proses belajarnya akan menjadi tidak efektif dan sempurna. Setelah berhasil menguasai empat bidang ini, dia diberikan empat karunia Tuhan, maka dia akan mendapatkan empat keuntungan: keluarga, anak, harta, dan domisili. Di samping beruntung, dia juga diuji dengan empat ujian: ada musuhnya yang dengki, sahabatnya juga ikut-ikutan mencaci-maki, umpatan dan hinaan dari orang-orang bodoh, dan ada juga ulama yang iri terhadap kepintarannya.

Jika dia mampu bertahan dan bersabar, Allah SWT akan memberikannya empat kebaikan: semakin qana’ah, keyakinanya bertambah kuat, dia merasakan nikmatnya ilmu, dan diberikan kebahagiaan hidup. Di akhirat kelak, kebahagiannya disempurnakan dengan empat kesempatan: mereka diberi kesempatan untuk memberi syafaat kepada orang yang diingininya, dilindungi oleh Arasy, berhak memberi minum kepada siapa saja dari telaga Nabi Muhammad SAW, dan dia diletakkan di surga kelas tinggi, yang berada di samping surga para Nabi.

Begitulah sulitnya menuntut ilmu. Ada banyak rintangan dan godaan yang mesti disingkirkan. Sangat beruntung orang yang mampu bersabar dalam melewati segala bentuk ujian ini. Di antara deretan cobaan di atas, umpatan dan cacian teman sejawat mungkin adalah ujian paling berat dibanding lainnya.

Barangkali sudah nasib orang berilmu seperti itu. Terkadang teman pun bisa jadi lawan, bahkan tak jarang nyawa pun dikorbankan demi sebuah kebenaran. Namun ketika datang masanya, mereka akan tersenyum bahagia di depan Yang Maha Kuasa ketika mampu melewati tahapan di atas. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock