Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa

Mojokerto, Hari Santri 2018 - Adalah kebiasaan KH Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah sehabis memimpin shlat shubuh berjamaah di masjid pesantren lalu mengasuh pengajian kitab Mukhtarul Ahadits an-Nabawiyah yang disusun Sayyid Ahmad Al-Hasyimy. Yang unik, kitab ini dikaji dengan memakai tiga bahasa, yaitu Arab, Inggris, dan Indonesia.

Mengapa demikina? Karena yang mendengarkan tidak hanya santri Amanatul Ummah yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indoensia, tetapi juga santri dari luar negeri semacam Kazakhstan, China, Malaysia, dan Thailand.

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Santrinya dari Mancanegara, Kiai Asep Jelaskan Kitab dengan Tiga Bahasa

Para santri dari mancanegara ini adalah santri yang kuliah di kampus Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto. Mereka sekaligus menjadi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari kampus yang masih berusia kurang dari dua tahun ini.

Hari Santri 2018

Pada Sabtu (28/1) pagi, misalnya, Kiai Asep membacakan hadits ke-503 di halaman 64 dalam kitab tersebut. Hadits ini mengulas tentang tiga orang yang di hari kiamat tidak dipandang dan tidak disucikan oleh Allah. Hadits ini semula diartikan dalam bahasa Indoensia, kemudian diartikan dan dijelaskan maksudnya lagi dalam bahasa Inggris, dan bahasa Arab.

Di antara golong yang merugi tersebut adalah seseorang yang memiliki kelebihan air namun tak memberikannya kepada ibnu sabil (orang dalam perjalanan), dan orang yang berbaiat atau melakukan sumpah setia kepada pemimpin hanya untuk kepentingan duniawi.

Hari Santri 2018

"Sekarang ini sudah terjadi," kata kiai yang kini menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini di hadapan para santri yang memadati masjid pesantren.

?

Abdur Rijal, salah seorang mahasiswa di kampus setempat mengaku senang dengan cara yang digunakan Kiai Asep dalam forum pengajian. "Ini pengajian yang luar biasa karena sekaligus dengan pengajian ini saya juga belajar tiga bahasa," ujar mahasiswa asal Papua yang kerap dimintai tampil dalam tilawatil qur’an ini. (Yusuf Suharto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Sholawat Hari Santri 2018

Sabtu, 24 Februari 2018

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang

Oleh Nur Ahmad

Martin van Bruinessen menyebutkan bahwa di kalangan para kiai muda sezamannya, Kiai Soleh Darat Semarang (1830-1903 M) terkenal dengan julukan Al-Ghaz?l? As-?hag?r (Imam Al-Ghazzali Kecil), (Lihat Bruinessen, “Saleh Darat,” dalam Dictionnaire Biographique Des Savants et Grandes Figures Du Monde Musulman Périphérique, Du XIXe Siècle À Nos Jours, ed. Marc Gaborieau et al., vol. 2 (Paris: CNRS-EHESS 1998: 25-26.) Menurut penulis, yang telah meneliti karya-karyanya untuk studi skripsi dan tesis, hal ini adalah “wajar” baginya. Sebagaimana telah dilakukan Imam Al-Ghazali (w 505 H), Kiai Soleh menekankan aspek ketunggalan yang tak terpisahkan antara syariah dan tarekat di dalam menjalankan Islam.

Selain itu, Imam Al-Ghazali selalu menjadi rujukan utama dalam seluruh karya Pegon Kiai Soleh. Lalu, faktor-faktor apa yang melahirkan ide penyatuan antara dimensi syariah (ritual) dan tarekat (mistik)?

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sholeh Darat, Sang Ghazali Kecil dari Semarang

Kiai Soleh mengindikasikan bahwa ia menyadari debat yang terjadi antara kiai ahli syariah dan ahli tarekat di masanya. (Soleh As-Samarani, Sab?l Al-‘Ab?d: 210)  Di sana terlihat jelas ia berusaha kuat mencegah orang-orang di zamannya yang secara berlebihan mencerca (condemn) para penganut tarekat. (Soleh As-Samarani, Minh?jul Atqiy?’: 210). Meskipun begitu tidak ada catatan bahwa ia dibaiat (initiated) dalam salah satu tarekat. Bahkan walaupun jika secara lahirnya seorang guru tarekat itu bodoh hal-hal fikih, dalam hal mengajarkan praktik tarekat mereka mendapat legitimasi kuat karena telah menerima ajaran tersebut dari guru ke guru bersambung hingga Rasulullah SAW. Posisi ini berbeda dari koleganya di Mekkah, Kiai Nawawi Banten, yang digambarkan oleh salah satu disertasi dengan sikap netralnya terhadap organisasi tarekat. (Sri Mulyati, 1992: 38).

Hari Santri 2018

Faktor lain yang mendorong lahirnya sikap harmonisasi syariah-tarekat adalah usahanya untuk melindungi masyarakat awam dari kesesatan ajaran dari sebagian komunitas Jawa yang mengabaikan ajaran syariah dan mempelajari tarekat semata. Dalam konteks inilah kita membaca larangan Kiai Soleh terhadap masyarakat awam membaca suluk-suluk yang disusun oleh ahli tarekat-mistik Jawa, terutama yang mengajarkan untuk meninggalkan sembahyang wajib lima waktu. (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27). Ajaran ini juga dikhawatirkan Kiai Soleh mengantarkan seseorang memercayai bahwa jiwa mereka adalah Tuhan itu sendiri, salah satu pemahaman yang dinilai keliru dari wa?datul wuj?d. (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 26).

Oleh sebab itu, beliau menilai penting sekali menjauhkan masyarakat awam dari mengkaji kitab-kitab wa?datul wuj?d, misalnya Tu?fatul Murs?lah and Al-Ins?nul Kam?l.  (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27). Tampaknya hal ini bukan karena isinya, karena ia tidak membicarakan konten, tapi dampaknya terhadap orang-orang awam. Dalam konteks ini ia berfatwa bahwa mencuri dan berzina jauh lebih baik daripada mengkaji yang diperuntukkan bagi para elit (khaww?) (Soleh As-Samarani, Majm?àt: 27) . Jika para awam keliru dalam memahami kitab-kitab itu, maka mereka bisa tersesat jauh di mana mereka yakin menuju yang kebenaran. Kerusakan akal! Sedangkan jika mereka terjerumus ke perzinahan atau pencurian, kekeliruan itu terjadi adalah di ranah kerusakan moral.

Hari Santri 2018

Faktor paling penting dari lahirnya tendensi ini adalah sederhana. Hakikat Islam itu mencakup bagian kulit (exterior) dan bagian dalam (interior). Bagian terdalam dari yang terdalam ini adalah haq?qah. Seluruhnya tidak dapat dipisahkan. Bagi Kiai Soleh mereka diibaratkan seperti perahu, lautan, dan mutiara yang menjadi simbol bagi hubungan antara Isl?m, ?m?n and I?s?n.   (Soleh As-Samarani, Minh?jul Atqiy?’: 43-45).

Konsep ini meniscayakan tingkatan makna dalam setiap ritual ibadah. Ambil sebagai contoh ajaran beliau tentang sembahyang. Selagi mendukung pentingnya aturan-aturan praktikal dalam shalat, Kiai Soleh menekankan agar orang yang shalat (mushalli) merefleksikan dirinya dalam setiap gerakan shalat. Soleh as-Samarani, Fa?latan (Singapore: Matba’ Haji Muhammad Amin, 1897). Lebih lanjut beliau mengajarkan bahwa sangat penting seseorang sebelum shalat berwudhu untuk mensucikan “kotoran” badan dan batin. (Soleh As-Samarani, La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h dan Fa?latan: 2).

Simpulannya adalah Kiai Soleh benar-benar sadar akan kondisi masyarakat awam di masa itu yang membutuhkan “ortodoksi” dalam melaksanakan ibadah. Ortodoksi ini bukan seperti yang dikesankan oleh sebagian peneliti muda bahwa ia dipengaruhi oleh Wahhabisme, tetapi ia dimotivasi oleh keterikatan erat dirinya dengan ajaran-ajaran Imam Al-Ghazali.

Ditambah lagi, ia juga didorong oleh kenyataan ajaran-ajaran yang menyimpang dari sebagian komunitas Jawa dalam memahami wa?datul wuj?d, yaitu dengan memutus tali rantai Isl?m, ?m?n and I?s?n. Kiai Soleh menekankan kembali bahwa ketiganya tidak terpisahkan satu sama lain.

*) Wakil Sekretaris PCINU Belanda. Kini ia tengah mengejar master di Vrije University Amsterdam dengan tesis Ajaran Tasawuf Kiai Soleh Darat.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Hadits Hari Santri 2018

Senin, 12 Februari 2018

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Dubai, Hari Santri 2018. Sebanyak 85 peserta dari berbagai negara ikut serta dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yang dibuka pada Rabu (19/9) petang.

Para peserta yang berusia di atas 21 tahun tersebut akan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dalam musabaqah yang berlangsung selama dua pekan hingga 2 Oktober.

Ketua Panitia MTQ Ibrahim Bu Melha mengatakan para peserta tersebut antara lain berasal dari Inggris, Perancis, Kenya, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Internasional Dubai Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Internasional Dubai Dibuka

Para pemenang disediakan hadiah uang sebesar 20 juta dirham, meningkat lima juta dirham dibanding MTQ tahun silam, tulis suratkabar Khalij Times.

Sementara itu, bersamaan dengan MTQ itu, diadakan pula seminar dengan pembicara dari kalangan cendekiawan Muslim dari berbagai negara.

Pakar tafsir Al-Qur’an dari Mesir, Syeikh Mohamed Hassan, juga menjadi narasumber dalam seminar itu bertema "Keajaiban Kitab Suci Al-Qur’an."

Hari Santri 2018

"Salah satu ayat Al-Qur’an menyebutkan bahwa kulit merupakan sensor kesakitan pertama di tubuh manusia. Belakangan, fakta ilmiah membenarkan hal itu," katanya.

Keajabian Al-Qur’an lainnya terlihat dari keutuhannya sejak diturunkannya lebih dari 14 abad silam.

Hari Santri 2018

"Tidak ada satu kata atau kalimat dalam Al-Qur’an pernah diganti, ditambah atau dihapus. Ia merupakan buku petunjuk bagi kehidupan umat manusia," katanya.

Terdapat fakta bahwa Al-Qur’an telah lama menjamin hak asasi manusia, katanya.(ant/IRNA/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Budaya, Internasional Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh. Ustadz yang dirahmati Allah. Seseorang yang berprofesi sebagai PNS di tempat terpencil dan mayoritas non muslim, bagaimanakah hukum shalat Jumatnya karena untuk mencapai masjid terdekat butuh waktu 12 jam. Apakah boleh diganti dengan shalat dhuhur? Muhammad (Irfan Efendi)

---

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara Muhammad Irfan Efendi yang dirahmati Allah.?

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Shalat Jum’at merupakan keharusan yang wajib dilaksanakan bagi ahlinya. Dalam sebuah hadis yang dirwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasai dinyatakan bahwa barang siapa yang meninggalkan shalat jum’at tanpa udzur selama tiga kali berturut-turut ia telah ditutup pintu hatinya oleh Allah swt untuk melaksanakan kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sauadara penanya yang kami hormati.

Hari Santri 2018

Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan ahli Jum’at adalah? mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, pria,? dalam kondisi sehat, dan berdomisili tetap (istithan) di daerah yang telah sah mendirikan shalat Jum’at.? Dalam pandangan fiqih klasik, radius daerahnya adalah masih mendengar seruan adzan atau panggilan untuk shalat Jum’at (+/ 1,5 sampai dengan 2,5 KM). Bagi mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at ini? dihukumi fardhu ain untuk melaksanakannya.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan saudara mengenai shalat Jum’at orang yang jauh dari tempat didirikannya pelaksanaan shalat Jum’at tersebut, kami berpandangan bahwa PNS tersebut tidak wajib shalat Jum’at dan harus shalat dhuhur karena syarat-syarat yang belum terpenuhi. Dalam kitab Kifayat al-Ahyar disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Dikecualikan dari kategori istithan, mereka yang tidak berdomisili tetap seperti musafir dan yang lain. Maka tidak ada kewajiban shalat Jum’at bagi mereka seperti pula orang yang berdomisili di daerah/kawasan yang tidak mendengar seruan adzan dari daerah yang ? telah (sah) mendirikan Jum’at.”

Hari Santri 2018

Kasus semacam ini pula yang pernah dialami oleh Rasulullah saw saat diturunkan wahyu mengenai kewajiban Jum’at. Mengingat belum terpenuhinya syarat pendirian shalat jum’at, beliau belum dapat melaksanakannya, sementara kaum muslimin yang berada di Madinah telah melaksanakan kewajiban shalat Jum’at yang dipimpin oleh As’ad bin Zurarah sebagaimana diterangkan dalam kitab Fath al-Mu’in serta kitab-kitab yang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaaat. Amin .

(Maftukhan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Jakarta, Hari Santri 2018. Buku ? “Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya” karangan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dibedah di kampus UIN Jakarta, Senin (26/1). Hadir dalam bedah buku itu sejumlah pakar dan pengamat terorisme antara lain Rumadi Ahmad, Cholil Nafis, Asep Kususanto, dan Zainul Milal Bizawi.

Buku Al Qaeda" itu antara lain mengungkapkan bahwa setelah Osama tewas pada Mei 2011, Al Qaeda tidak ikut hancur dan mati. Setelah kematian Osama kaum jihadis kini menemukan medan jihad baru di Syria, Iraq, dan kawasan Afrika. Bahkan telah lahir ISIS/ISIL (The Islamic State? of Iraq and the Levant).

Sekretaris Kajian Timur Tengah Pascasarjana Universitas Indonesia Cholil Nafis dalam bedah buku itu mengingatkan, penanganan terorisme di Indonesia dan dunia tidak cukup dengan menangkap dan mengadili para teroris. “Tidak cukup sekedar mengatasi teorisnya, tetapi juga yang terpenting adalah ‘isme’-nya,” katanya.

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku Jaringan Al-Qaeda Dibedah di UIN Jakarta

Menurutnya, persolan “isme” atau ideologi yang mendorong orang untuk melakukan aksi teror itu yang perlu diatasi. Para pelaku teror dan pihak-pihak yang merekrut para calon ? ‘pengantin’ yang akan menjalankan aksi teror selalu mengaitkan aksi yang mereka lakukan dengan spirit agama Islam.

Dalam kesempatan itu ia menyesalkan tayangan penggerebekan kelompok teroris oleh pihak kepolisian yang disiarkan di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Menurutnya, penggerebekan semacam itu tidak layak menjadi tontotan masyarakat,

Hari Santri 2018

“Lembaga penyiaran perlu memperhatikan mana yang layak ditayangkan dan mana yang tidak. Penayangan itu menyebabkan masyarakat menjadi imun. Masyarakat menganggap terorisme sebagai tontonan biasa,” kata Cholil yang juga Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hari Santri 2018

Dikatakan, MUI senantiasa mengingatkan kepada masyarakat bahwa ideologi Islam yang diusung oleh para teroris hanyalah merupakan alat pembenar untuk melakukan berbagai tindak kejahatan terorisme.

Dekan Fakultas Ushuludin UIN Jakarta Prof Dr Masri Mansoer saat memberikan pengantar mengatakan, diskusi buku “Al Qaeda” itu memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk berhati-hati dalam memilih organisasi kemahasiswaan agar tidak terjebak dalam jaringan terorisme internasional. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Hadits, Lomba Hari Santri 2018

Minggu, 07 Januari 2018

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia

Ramadhan ibarat tamu VVIP. Ia datang membawa harapan yang sedemikian besar serta kegembiraan baik secara sosial, material dan spiritual. Amalan yang biasa saja bisa bernilai tinggi seakan-akan terkesan pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya.

?

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Macau Terkesan dengan Kerukunan Bangsa Indonesia

Ini bagi yang memaknai hadis keutamaan Ramadhan secara majazi. Namun, buat seorang Muslim sedikit ridha Allah yang diraih itu jauh lebih besar nilainya ketimbang surga dan isinya.

Senin (5/6) siang, Nasir, yang biasa mengurusi masjid Macau meminta saya untuk adzan ashar.

?

"Your voice is very nice," katanya memuji setelah mendengar suara saya berceramah di hadapan ratusan BMI Macau. Padahal saya merasa suara saya biasa saja.

Hari Santri 2018

?

Waktu ashar di sini seharusnya pukul 15:40, namun di papan tulis terdapat pengumuman mengenai penyesuaian waktu shalat dengan jam kerja jamaah. Alhasil setelah berwudhu, saya langsung diserahi mic wireless untuk adzan pada pukul 17:10.

Saya sempat bertanya kepada Nasir apa pendapatnya tentang orang Indonesia? Kebetulan ia berdarah Pakistan, tetapi lahir dan besar di Macau.

Hari Santri 2018

"Indonesian people is very peacefulness," jawabnya sembari tersenyum.

?

Memang setiap Ahad diadakan Podok Ramadhan (Ponram) dengan pemateri dari LDNU, NU Care-LAZISNU, dan Dompet Dhuafa. Kepanitiaan kegiatan berasal dari YPW, Shelter, Irsyad, MATIM, MNU, Halimah, Peduli, TEQ, Masjid.

Dari itu terlihat suasana guyub ala Indonesia. Saya bisa merasakan vibrasi kental ke-Indonesia-an di sini. Ada stan pembayaran zakat, ada ibu-ibu yang sedang asik mengisi gelas plastik dengan es buah.

?

Ada sebagian kelompok sedang membungkus nasi, dan yang lain menyiapkan air mineral dan buah. Ada juga yang sedang menghitung uang hasil kotak tromol.?

Suasana ke-Indonesia-an inilah yang ditangkap oleh warga yang tinggal di sini termasuk Nasir. “Orang Indonesia bukan tipe masyarakat yang senang membuat masalah,” kata Nasir lagi.

Dalam hati saya berdoa, semoga keguyuban dan kedamaian warga Indonesia khususnya Muslim di mana pun berada bisa tetap terpelihara sebagai jati diri serta karakteristik bangsa yang mahal harganya.

Saepuloh, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerja sama dengan LAZISNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, AlaSantri Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Peserta Terbatas, Rijalul Ansor Tetap Terlaksana

Sumenep, Hari Santri 2018. Kegiatan rutinitas bulanan Rijalul Ansor Pimpinan Anak Cabang (PAC) tetap terlaksana walaupun dengan peserta terbatas di kediaman Masduqi, Kaduara Timur, (07/04).?

Peserta Terbatas, Rijalul Ansor Tetap Terlaksana (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Terbatas, Rijalul Ansor Tetap Terlaksana (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Terbatas, Rijalul Ansor Tetap Terlaksana

Kegiatan itu, dihadiri oleh delapan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pragaan meliputi, Sulthan, Harir, Qudsi, Imam Ghazali, Imam Arifin, Alfin dan Masduqi.?

Faktor ketidakhadiran pengurus PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada acara tersebut, dikarenakan tergendala hujan.

Ketua PAC GP. Ansor Pragaan Muh. Qudsi mengatakan, terbatasnya pengurus yang hadir Pada kegiatan rutinitas bulanan Rijalul Ansor tergendala hujan.

Hari Santri 2018

"Kalau cuaca hari ini normal tidak hujan pasti semua pengurus PAC GP. Ansor akan hadir semua," ujar Qudsi.

Sedangkan agenda yang berlangsung dalam kegiatan Rija Ansor tidak jauh berbeda dari sebelumnya. yaitu, bertawassul kapada ? Rasulullah, membaca surah yasin, tahlil dan Shalawat Nariyah secara bersama-sama.

Kemudian setelah itu, dilanjutkan dengan musyawarah tentang agenda hari ulang tahun (harlah) ke-83 Ansor, yang dipimpin langsung oleh ketua Harlah, Moh. Zain.

Setelah musyawarah selesai, Qudsi, kembali menghaturkan ucapan minta maaf kepada tuan rumah, Masduqi.

"Sebelum acara ini diakhiri, saya selaku ketua PAC GP. Ansor Pragaan mohon maaf sebab pengurus yang datang hanya delapan orang," tuturnya.

Hari Santri 2018

Sebaliknya, Masduqi juga turut menyampaikan perihal sedikitnya pengurus yang hadir.?

"Saya juga ucapkan banyak terima kasih kepada sehabat-sehabat pengurus PAC GP. Ansor yang telah hadir. Selebihnya salam saya kepada pengurus PAC GP. Ansor yang tidak sempat hadir," tukasnya. (Zainal Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Cerita Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock