Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Cara Unik Belajar Kiai Mahrus Ali Lirboyo

Menyimak sejarah kehidupan seorang tokoh besar itu sepertinya tiada habisnya, selalu mengalirkan inspirasi baru dan pelajaran penuh makna. Apalagi yang dibicarakan adalah tokoh ulama atau kiai besar. Satu di antara sekian banyak tokoh ulama di Indonesia itu adalah al-maghfurlah KH Mahrus Ali (wafat 1985), pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo generasi kedua, menantu dari KH Abdul Karim pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Artikel singkat ini hanya bermaksud menyajikan sepenggal fragmen kecil dari sekian banyaknya fragmen kehidupan KH Mahrus Ali yang meninggalkan begitu banyak keteladanan bagi generasi setelahnya. Oleh karena itu sesuai judul di atas, di sini sekadar hendak membabarkan bagaimana strategi atau metode belajar Kiai Mahrus Ali berdasarkan penuturan beberapa saksi sejarah yang masih menjumpai (menangi) beliau.

Salah satu murid dekat beliau, yaitu KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bercerita bahwa Kiai Mahrus Ali ketika belajar di pondok menggunakan sistem nazar. Misalnya, membuat komitmen pada diri sendiri, seperti, "saya tidak akan keluar kamar sebelum hafal Alfiah, saya tidak akan pakai baju, sebelum menguasai materi bab ini, dan begitu seterusnya".? ?

Almaghfurlah KH A Idris Marzuki saat diwawancarai tim penulis buku Pesantren Lirboyo, Sejarah, Peristiwa, Fenomena dan Legenda, tahun 2010, menguatkan pernyataan yang disampaikan Gus Mus di atas. Beliau menuturkan bahwa Kiai Mahrus Ali itu sangat kuat dalam memaksa dan menahan diri supaya bisa mempeng (sangat tekun belajar). Kiai Mahrus mereka-reka sendiri, menciptakan pula metode sendiri dalam belajar. Saat masih nyantri, Mbah Kiai Mahrus membangun sebuah kamar yang didesain supaya jika beliau sudah memasukinya akan kesulitan keluar dari ruangan itu. Hal tersebut ia lakukan agar benar-benar dapat fokus muthalaah dan belajar. Jadi model beliau menguasai suatu disiplin ilmu di antaranya seperti itu. Semua keinginan hawa nafsunya ditahan sedemikian rupa.

Cara Unik Belajar Kiai Mahrus Ali Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Unik Belajar Kiai Mahrus Ali Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Unik Belajar Kiai Mahrus Ali Lirboyo

Selain itu, KH. Yasin Asmuni, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Tullab Petuk Semen Kediri, juga memiliki kenangan khusus saat ia dahulu ikut ngaji dengan Mbah Kiai Mahrus. Kiai Mahrus ketika mengaji, kata Kiai Yasin, ? seperti halnya seorang syaarih (komentator kitab). Tidak jarang beliau mengatakan, wahadza dhaifun, wa hadza mutamadun (pendapat ini argumentasinya lemahdan pendapat yang ini kokoh argumentasinya). Bahkan kala itu beliau kerap curiga dengan redaksi yang ada dan mengatakan laalla showab begini.

Di lain sisi, tambah KH. Yasin Asmuni, setiap beliau menyebut nama mushannif (pengarang kitab), pasti doa rahimakumullah selalu beliau lantunkan. Itu menandakan betapa penghormatan Kiai Mahrus Ali pada seorang guru begitu besar.

Hari Santri 2018

Selanjutnya, Kiai Mahrus Ali dikenal juga sebagai kiai yang suka ikut ngaji pasaran di Bulan Ramadahan ke berbagai pondok pesantren. Bahkan budaya ikut ngaji pasaran ini tetap beliau jalankan meskipun sudah menjadi kiai kharismatik dan mempunyai anak.

Sementara itu, menurut KH Anwar Mansur, menantu Kiai Mahrus, keteladanan Mbah Kiai Mahrus yang perlu kita ikuti adalah kemempengannya (kesungguhannya) dan proporsionalitas serta konsistensi beliau dalam mengatur dan menggunakan waktu. Aktivitas keseharian beliau dijadwal secara teratur. Mulai waktu untuk istirahat, untuk shalat tahajud, waktu muthalaah (mengkaji ulang pelajaran), sampai waktu khusus yang dialokasikan untuk mengulang pelajaran sehabis shalat Subuh. Bagi Mbah Mahrus,waktu merupakan sesuatu yang tidak ternilai harganya, sehingga beliau seproporsional mungkin dalam mengatur waktu. Jadi ada waktu-waktu khusus yang beliau alokasikan seperti waktu untuk menghapal jam berapa, waktu nderes jam berapa, serta waktu istirahtpun beliau perhatikan.

Demikian selintas dari sebagian metode dan karakter KH Mahrus Ali ketika belajar dan mengaji. Salah satu nasihat bijak masyayiikh (guru-guru sepuh) menyatakan, "melihat seorang tokoh besar itu jangan cuma ketika ia telah menjadi tokoh besar (nihayah) saja, tetapi lihat pula bagaimana mereka saat menjalani proses panjang (bidayah) sebelum mereka sukses dan berhasil menjadi seorang tokoh." Spirit maqalah itu pula yang kami tuju dari tulisan pendek sederhana ini.?

?

Hari Santri 2018

Oleh M. Haromain, alumnus MHM Lirboyo 2010, dan anggota tim penulis buku “Pesantren Lirboyo, Sejarah, Peristiwa, Fenomena dan Legenda, terbit 2010 pada peringatan satu abad PP. Lirboyo. Data dalam tulisan ini diambil dari buku tersebut.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Makam, Sunnah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Jakarta, Hari Santri 2018. Rombongan NU Patean, Kendal menggelar tahlilan untuk tokoh Muslimat NU Hj Asmah Sjachruni di masjid An-Nahdlah gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (4/6). Rombongan yang berjumlah sedikitnya 125 orang ini berdoa bersama jamaah sholat Zuhur untuk almarhumah.

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU, Rombongan NU Patean Tahlilkan Hj Asmah Sjachruni

Warga NU yang dipimpin MWCNU Patean ini menjadwalkan singgah di PBNU dalam rangkaian ziarah Wali Songo tahun ini. Mereka yang terdiri atas jamaah pengajian Ahad pagi melakukan ziarah wali rutin setiap tahun.

“Tahun lalu, kita ziarah dari titik tempat tinggal kami menuju Timur hingga Madura. Tahun ini, kita ziarah ke Barat sampai ke Banten dan Tasik juga Ciamis,” kata Katib Syuriyah NU Patean KH A Rozin menyebut makam Sultan Hasanudin Banten dan Pamijahan.

Hari Santri 2018

Sementara Ketua MWCNU Sofyan Hadi menambahkan, agenda ke PBNU direncanakan sebelumnya. “Maksudnya, agar warga NU di tempat kami mendapatkan nilai lebih dalam ziarah Wali.”

Hari Santri 2018

Diantar dua bus, mereka melanjutkan kembali perjalanan ziarah mereka setelah beramah tamah dengan Ketua LTM PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PP LDNU KH Zakki Mubarok, Kepala Perpustakaan PBNU H Syatiri Ahmad. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Fragmen, Sunnah Hari Santri 2018

Senin, 22 Januari 2018

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Sabtu 28 Februari ini adalah puncak haul ke-26 KH Ali Maksum, Krapyak. Peringatan haul sejak Jumat (27/2) kemarin itu, dimulai dengan khataman Al-Quran hingga ziarah ke makam Rais Aam PBNU KH Ali Maksum di makam keluarga besar pesantren Krapyak di Dongkelan. Peringatan puncak haul kali ini akan dihadiri alumni pesantren Krapyak juga masyarakat Yogyakarta.

KH Ali yang dikenal sebagai ‘kamus berjalan’ adalah Rais Aam PBNU periode 1981-1984. Almarhum menggantikan KH Bisri Syansuri yang wafat pada 1980. Kiai Ali juga dikenal sebagai kiai moderat yang berwawasan luas dan bisa merangkul semua kalangan.

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini Puncak Haul Ke-26 KH Ali Maksum

Menurut A Zuhdi Muhdlor, santri Kiai Ali yang menulis biografi gurunya menegaskan, Kiai Ali memiliki perhatian serius terhadap kader masa depan. Kiai Ali selalu mengingatkan adanya kaderisasi dalam semua hal untuk umat Islam termasuk NU.

Hari Santri 2018

"Kiai Ali mengibaratkan kaderisasi demikian penting yang sama pentingnya dengan sholat sunah rawatib muakkad. Jadi, kalau orang itu hanya melakukan sholat wajib, ya sholatnya banyak kekurangan, banyak bolong-bolong. Karena sholat sunah itu yang akan menyempurnakan," kata Kiai Zuhdi yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PWNU DIY.

Sementara dalam konteks sosial dan organisasi, orang yang tidak memerhatikan kaderisasi menginginkan hanya dirinya yang selalu "jadi". “Karena ingin selalu tampil, orang lain kurang diperhatikan," lanjut Zuhdi, salah satu penulis kamus kontemporer Arab-Indonesia Ashri. (Muhammadun/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 News, Sunnah Hari Santri 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Menepis Anggapan Syirik Bacaan Shalawat

Oleh Zulfan Syahansyah?

--Apa betul Nabi SAW yang mempermudah perkara sulit? Apa benar Muhammad yang menghilangkan kesusahan? Apa betul Beliau yang memenuhi segala kebutuhan? Dan apa karena Nabi juga semua keinginan bisa tercapai?

Bukankah semua itu kuasa Allah SWT semata! Hanya Allah yang berkuasa atas apa yang tersebut di atas. Bukan Muhammad. Jadi, kenapa ada bacaan shalawat yang maknanya seperti itu?! Tidakkah itu mengandung unsur syirik? Demikian kiranya unsur syirik yang mereka maksud dalam redaksi kalimat shalawat.

Menepis Anggapan Syirik Bacaan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menepis Anggapan Syirik Bacaan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menepis Anggapan Syirik Bacaan Shalawat

Sebagai umat nabi Muhammad, sepatutnya kita menjadikan beliau sebagai panutan serta suri tauladan dalam kehidupan ini. Nabi muhammad SAW sangat layak, bahkan mungkin wajib kita cintai. Hal ini setidaknya karena dua hal. Karena kecintaan nabi kepada kita umatnya yang bahkan masih terus beliau dengungkan hingga menjelang ajal. Maka wajar jika kita juga mencintai beliau. Kita sambut kecintaan beliau dengan kecintaan tulus pula. Orang bilang ini adalah cinta bersambut.

Sedangkan alasan lain kenapa kita wajib mencintai nabi adalah karena kecintaan kita kepada beliau merupakan kunci keberhasilan dalam menjalankan hidup, baik di Dunia maupun di Akhirat kelak. Karena dengan kecintaan kita kepada nabi –dengan makna cinta yang positif- secara tidak langsung kita akan bisa mengikuti ajaran atau risalah yang beliau emban. Ajaran atau risalah nabi yang merupakan wahyu ilahi inilah yang selanjutnya menjadi petunjuk bagi kita dalam meniti jalan yang luru, atau shirat al-mustaqim.

Untuk alasan ini, tidak sedikit ulama terdahulu meluapkan kecintaan mereka pada nabi, bahkan dengan desahan nafas mereka. Tidak jarang dalam kesendirian, mereka merasakan kehadiran nabi. Dalam kediaman mereka, tidak jarang bibir spontan melafatkan kalimat pujian akan nabi muhammad. Maka tidak heran dari ulama-ulam seperti ini, tercipta sebuah lantunan shalawat yang maknanya sangat mendalam. Kalimat-kalimat yang tercipta dari luapan kecintaan hati kepada baginda nabi Muhammad SAW. Kalimat-kalimat tersebut lantas kita sebut dengan shalawat. Ada shalawat al-Fatih, Nariyyah dan shalawat-shalawat lainnya.

Iya, shalawat seperti al-Fatih, Nariyyah dan sejenisnya ini lantas menjadi satu simbul bacaan bagi kaum muslim yang berusaha menunjukkan kecintaan mereka kepada nabi. Bacaan shalawat-shalawat tersebut bahkan menjadi semacam "amalan wajib" bagi sebagian aliran thariqah. Ada Qadiriyyah-Naksabandiyyah, ada Tijaniyyah, ada Sadziliyyah dan banyak lagi tariqah lainnya. Para pengikut tariqah tersebut begitu lancar dan fashih melafatkan bacaan shalawat yang menjadi amalan harian mereka.

Hari Santri 2018

Hanya saja, dan ini yang mungkin perlu difahami bersama, kalimat-kalimat shalawat tersebut tercipta melalui bahasa hati. Terangkum dengan luapan kecintaan pera ulama yang mengarangnya terhadap rasul. Jadi ia bukan kalimat pujian berbahasa Arab biasa. Untuk bisa memahaminya, perlu menghadirkan hati. Kalimat-kalimat tersebut tidak cukup hanya diterjemahkan dengan bahasa lisan, dengan pemaknaan kata perkatanya semata. Karena jika hal ini terjadi, yang terkesan justru kalimat-kalimat tersebut mengandung unsur syirik.

Hari Santri 2018

Karena memaknai kalimat shalawat dengan terjemahan leterleg inilah, para pengamal bacaan shalawat mendapat kritikan tajam dari kelompok muslim yang terang-terangan menolak bacaan-bacaan shalawat tadi. Alasannya itu tadi, para pengkritik ini tidak atau belum bisa memaknai kalimat shalawat dengan hati. Mereka menterjemahkan shalawat dari terjemahan sempit.

Sebagai contoh, berikut sebagian redaksi kalimat shalawat Nariyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam atas nabi Muhammad yang karenanya (nabi Muhammad) terurai segala ikatan, semua kesusahan jadi hilang, segala kebutuhan bisa terpenuhi, semua keinginan bisa tercapai...." ?

Perhatikan redaksi kalimat yang di-bold. Bagi pengkritik shalawat Nariyyah, makna bacaan tersebut dianggap mengandung unsur syirik.? Apa betul nabi yang mempermudah perkara sulit? Apa benar Muhammad yang menghilangkan kesusahan? Apa betul Beliau yang memenuhi segala kebutuhan? Dan apa karena nabi juga semua keinginan bisa tercapai? Bukankah semua itu kuasa Allah semata! Hanya Allah yang berkuasa atas apa yang tersebut di atas. Bukan Muhammad. Jadi, kenapa bacaan shalawat seperti itu?! Demikian kiranya unsur syirik yang mereka maksud, setidaknya sebagaimana terkutip dalam akun facebook yang menamakan akunnya: PECINTA SUNNAH PEMBENCI BIDAH MENITI JEJAK SHALAFUS SHALIH.

Serupa dengan redaksi shalawat Nariyyah, dalam shalawat al-Fatih juga tidak luput dari kecaman kelompok ini. Apa betul Muhammad yang membuka segala hal yang terkunci (? ? ?)?, penutup dari apa yang telah lalu (? ? ?)? Penolong kebenaran dengan kebenaran (? ? ?)? Dan apa Muhammad juga yang memberi hidayah/ petunjuk kejalan yang lurus (? ? ? ?)? Bukankah semua itu juga kuasa Allah semata?!

Kalimat-kalimat tersebut, jika diterjemahkan secara kasat mata, sepintas memang nampak unsur syirik. Bahkan penulis pun pernah beranggapan demikian. Tapi setelah sekian lamanya berusaha memahami maknanya, sambil lalu tetap berkeyakinan bahwa tidak mungkin ulama-ulama yang karena kecintaan mereka kepada nabi akan menghasilkan ajaran syirik, penulis lantas menemukan jawaban realistis.

Mula-mula, mari kita cermati satu hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Bagi muslim Sunni (Ahlussunnah waljamaah), tidak mungkin meragukan keabsahan hadis dari Abu Hurairah. redaksi hadis kurang lebih demikian:

? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Rasul bersabda: Allah SWT berfirman: Barang siapa yang memusuhi wali (kekasih)Ku, maka Aku mengizinkannya untuk diperangi. Tidaklah hamba-Ku mendekati-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa-apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan tetap saja hamba-Ku (berusaha) lebih mendekati Aku dengan ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintainya. Dan jika sampai Aku telah mencintai hamba-Ku, maka Aku akan menjadi pendengarannya, yang bisa digunakan hambaku untuk mendengar; Aku menjadi penglihatannya untuk digunakannya melihat; menjadi tangannya untuk memegang; menjadi kakinya untuk berjalan; dan jika dia meminta, pasti akan Aku beri; dan ketika dia memohon perlindungan, pasti akan Aku lindungi"

Kesimpulan hadis di atas, seorang hamba yang sudah menjadi kekasih Allah, segala urusannya menjadi urusan Allah. Jika pengelihatan seseorang sudah menjadi pengelihatan Allah, adakah sesuatu yang tidak nampak baginya? Jika tangan seseorang telah dianggap "tangan Tuhan", adakah perkara yang tidakk bisa ditanganinya? Adakah keinginan kekasih Allah yang tidak bisa tercapai? Semuanya akan dibantu langsung oleh Allah. Demikian makna hadis di atas.

Sampai disini, mungkin masih tersisa pertanyaan: Apa hubungan antara hadis ini dengan bacaan shalawat tadi? Di mana korelasi kalimat yang bernada syirik dalam shalawat tadi dengan jaminan Allah bagi hambanya yang telah menjadi kekasih (wali) Allah? Bukankah segala kesulitan jadi mudah, kesusahan jadi hilang, kebutuhan terpenuhi, terbuka segala sesuatu yang terkunci, semuanya bisa teratasi jika seorang hamba menjadi kekasih Allah.

Aha, pada titik inilah peran nabi Muhammad nampak. Peran beliau ini bukan bualan para ulama. Bukan ocehan para perawi hadis, tapi justru Allah sendiri yang menampakkan peran rasul untuk jalan menjadi kekasih Allah. Hal ini ditegaskan langsung dalam Al-Quran, di surah Ali Imran: 31:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. "Katakan (hai Muhammad kepada manusia), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (nabi Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian, dan mengampunkan segala dosa-dosa kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Sampai di sini jelas sudah, bahwa kunci menjadi kekasih Allah yang keistimewaannya telah dijelaskan di atas, adalah dengan cara mengikuti jejak rasul, dan mengamalkan sunnah-sunnahnya. Dan tidaklah mungkin kita bisa mengikuti jalan rasul jika kita tidak mencintai beliau. Artinya, kita bisa menjadi kekasih Allah setelah kita mampu menjadi kekasih rasul. Mustahil bisa langsung menjadi kekasih Allah tanpa menyandang kekasih rasul. Nabi Musa saja yang hanya ingin melihat Allah tidak kuasa, apa lagi kita! Bukankah sepasang kekasih saling bermesraan?! Lantas, jika melihat saja tidak bisa, bagaimana mau bermesraan?!

Maka, ungkapan-ungkapan "mesra" dalam shalawat tadi adalah wujud kemesraan hati para ulama terdahulu kepada rasul. Ujung-ujungnya, sebenarnya mereka juga "bermesraan" dengan Allah. Karenanya, hakekat yang "pembuka segala yang terkunci", "penghilang kesusahan", "pemudah segala hal yang sulit", semua itu hakekatnya kembali kepada Allah. Allah lah yang berkuasa melakukan segala urusan tadi. Tapi, dengan perantaraan kita mencintai Rasulullah. Wallahu Alam bissawab...

Dengan alasan ini, masihkah kita akan menyalahkan mereka pencipta kalimat-kalimat mesra (shalawat) sebagai pembuat ajaran yang mengandung unsur syirik?

?

Zulfan Syahansyah, ? aktifis pesantren dan pengamal bacaan shalawat, pengurus di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Malang

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah Hari Santri 2018

Jumat, 19 Januari 2018

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

Depok, Hari Santri 2018. Pengurus PMII Depok memperkenalkan lagu Hubbul Wathon Minal Iman karya KH Abdul Wahab Chasbullah kepada puluhan peserta Mapaba di villa Jonjon, Bogor, Jumat-Ahad (28-30/11). Selepas sembahyang Ashar, mereka mengajak peserta menyanyikan lagu perjuangan.

Lagu yang mengandung pembangkitan semangat cinta Tanah Air ini, sengaja dihadirkan di kalangan peserta di tengah banyaknya ideologi yang mencoba mengusik kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Baru PMII UI Dikenalkan Lagu Hubbul Wathon

“Lagu ini menunjukkan betapa besarnya rasa cinta dan pengorbanan kaum santri terhadap proses pendewasaan bangsa”, tegas Alfany, salah seorang pemateri Mapaba.

Hari Santri 2018

Peserta berasal dari berbagai fakultas di UI. Selain mereka, turut pula peserta Mapaba asal STAN. Mereka tidak hanya dilatih kemampuan pengembangan softskill, namun juga diimbangi dengan aspek spiritual melalui mujahadah.

“PMII sebagai pergerakan dengan roh aswaja harus menempatkan aswaja menjadi prioritas utama dalam proses Mapaba,” terang pemateri lainnya Ahmad Solehan yang lazim disapa Kang Alex.

Hari Santri 2018

Untuk menginternalisasikan nilai-nilai keaswajaan, peserta juga diajak bermain dalam bentuk game yang mengasyikkan sambil memperdalam apa itu aswaja. (M Agus Fuat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, RMI NU, Sunnah Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

Hijrah Menuju Kedamaian Dunia Islam

Tahun baru Islam 1438 Hijriyah berlangsung dalam suasana suram bagi umat Islam di dunia, tak beda jauh dengan tahun baru sebelum-sebelumnya. Belum banyak yang berubah dalam dunia Islam. Konflik yang melanda Suriah, Irak, Yaman, Palestina, dan kawasan dunia lainnya menimbulkan keprihatinan dan kesedihan yang mendalam karena ratusan ribu nyawa melayang sia-sia dan jutaan orang harus pindah dari tempat tinggalnya untuk mencari keamanan. Timur Tengah sebagai tempat lahirnya Islam, belum mampu menjadi cermin dari nilai-nilai Islam ramah, yang menghargai orang lain, yang mencintai ilmu pengetahuan, dan menyejahterakan pemeluknya. ?

Apa yang membuat ajaran yang seharusnya penuh kedamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan? Sekelompok kecil penganut paham radikal telah membajak Islam menjadi sesuatu yang menyeramkan. Kolaborasi dengan politisi yang haus kekuasaan dan kecanggihan senjata pemusnah massal menjadi paduan yang sempurna untuk penghancuran manusia dan peradabannya. ?

Hijrah Menuju Kedamaian Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hijrah Menuju Kedamaian Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hijrah Menuju Kedamaian Dunia Islam

Dunia kini telah menjadi sebuah desa global, di mana permasalahan di satu tempat dengan cepat menyebar ke kawasan lainnya. Konflik di Timur Tengah kini menimbulkan problem pengungsi di Eropa. Jutaan orang berusaha mencari hidup yang lebih aman dan mimpi akan kesejahteraan dengan perjuangan melalui jalur laut yang keras menuju dataran benua biru. Setiba di sana, mereka dicurigai sebagai orang asing yang berpotensi membawa masalah, yang berusaha merebut pekerjaan yang kini juga kian susah dicari bagi penduduk lokal. Ini menimbulkan persoalan bagi banyak pemerintahan di Eropa.

Hari Santri 2018

Konflik juga telah melibatkan banyak negara besar dengan membawa kepentingannya masing-masing, seperti kepentingan ekonomi, militer, politik dan lainnya yang mengalahkan kepentingan kemanusiaan yang seharusnya diutamakan. Kepentingan nasional masing-masing negara menjadi tujuan prioritas karena para pemimpin dipilih oleh rakyat untuk menjaga kepentingannya. Lembaga dunia seperti PBB tidak bisa berbuat apa-apa melawan kuasa negara adikuasa.

Dengan kemudahan akses informasi dan transportasi, ajaran-ajaran radikal disebarkan dan dibawa ke seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan mudah. Kehidupan yang seharusnya berlangsung dengan damai kini selalu penuh dengan kebencian dan ancaman kekerasan. Media sosial bagi kelompok kecil yang militan ini telah digunakan sebagai sarana menyebarkan teror dan mencari pengikut baru pada mereka yang memiliki semangat agama tinggi tetapi minim pengetahuan.

Apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini? Momen tahun baru bisa menjadi bahan refleksi guna memperbaiki keadaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun ini. Ada kesalahan memaknai ajaran Islam, ada yang harus akan kekuasaan, ada sistem pemerintahan yang buruk, ada keserakahan ekonomi, dan ada pula pihak luar yang berusaha meraih keuntungan dalam situasi konflik ini.

Hari Santri 2018

Meskipun situasi menjadi sedemikian rumit, kita harus tetap optimis bahwa masalah bisa diselesaikan. Dan butuh kesabaran bahwa tak ada penyelesaian instan. Pemerintah Indonesia sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia bisa memunculkan inisiatif-inisiatif mendorong perdamaian. Para ulama Nusantara bisa membangun jejaring di antara ulama internasional untuk membangun diplomasi antar masyarakat. Tak ada kata menyerah untuk berbuat sesuatu selama kita masih memiliki harapan. Islam Indonesia harus menunjukkan sebuah warna Islam yang layak untuk menjadi sebuah model berislam di era keterbukaan ini. Akankan tahun-tahun baru selanjutnya masing sesuram tahun baru kali ini atau tahun baru sebelumnya, kita sebagai umat Islam yang paling bertanggung jawab membentuk masa depan, bukan kepada pihak lain, apalagi pada umat agama lain. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah Hari Santri 2018

Rabu, 03 Januari 2018

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Gerhana merupakan fenomena alam yang rutin terjadi. Tidak seperti gerhana bulan yang sering terjadi, gerhana matahari yang lebih jarang terjadi mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia. Apalagi ada sejarah kelam ketika terjadi gerhana matahari total di Indonesia pada 1983 di mana para penduduk diperintahkan tinggal dalam rumah oleh penguasa Orde Baru karena kekhawatiran adanya kebutaan pada mata akibat menatap matahari secara langsung. Padahal gerhana matahari total merupakan fenomena langka yang bisa dipelajari dalam berbagai aspek. 

Belajar dari pengalaman masa lalu tersebut, gerhana matahari total yang melewati Indonesia pada 9 Maret 2016 ini disosialisasikan lebih baik kepada masyarakat sebagai sebuah peristiwa alam yang jarang terjadi dan patut sambut dengan baik, sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan dipromosikan sebagai salah satu atraksi wisata pada daerah-daerah yang dilintasinya.  

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerhana dan Pengembangan Sains dalam Islam

Bagi umat Islam, gerhana matahari bukan sekedar fenomena alam, tetapi sebuah bukti akan kebesaran Allah dalam mengatur jagat raya yang tersistem dengan baik. Karena itu, Rasulullah mengajar umat Islam untuk melaksanakan shalat sunnah ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari atau gerhana bulan. Sebelum kedatangan Islam atau menurut kepercayaan suku-suku tertentu, gerhana dimaknai sebagai peristiwa mistik, seperti adanya raksasa yang marah sehingga memakan matahari atau bulan. Karena itu, ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk meredaan kemarahan tersebut. Islam, menentang kepercayaan dan mitos tersebut dengan memberikan penjelasan secara rasional.  

Karena gerhana tidak datang setiap saat, maka diperlukan kemampuan untuk memprediksi, kapan hal itu akan datang. Di sinilah peran ilmu pengetahuan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah shalat gerhana. Ini juga menunjukkan bahwa dalam beribadah diperlukan dukungan sains. Sesungguhnya, Al-Qur’an dan hadits secara tegas mengajak umat manusia untuk membaca dan berpikir guna mempelajari alam. Dalam konteks ilmu sosial, perintah kepada manusia untuk menjad khalifah di bumi mensyaratkan kemampuan untuk mengelola kehidupan di seluruh alam. Semuanya akan berjalan dengan baik jika para pemimpin memiliki ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Ilmu pemerintahan, ilmu sosial, ilmu ekonomi, dan lainnya. 

Umat Islam pernah berjaya dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada abad pertengahan. Banyak ilmuwan-ilmuwan Muslim yang menjadi penemu berbagai kemajuan yang menjadi dasar ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini seperti Aljabar, Avicenna, Albirruni, dan lainnya. Sayangnya, umat Islam saat ini disibukkan dengan “urusan-urusan kecil” seperti pertentangan urusan amaliyah yang sifatnya khilafiyah dan perebutan kekuasaan dengan menggunakan jargon-jargon agama. Kawasan yang dulu menjadi pusat peradaban Islam seperti Irak, Suriah, dan Mesir, kini menghadapi masalah kemanusiaan yang berat. Boro-boro memikirkan pengembangan ilmu pengetahuan, untuk memikirkan keselamatan diri sendiri saja sulit

Hari Santri 2018

Di sisi lain, di belahan dunia lain yang hidup dengan damai, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Seluruh komponen masyarakat, baik pemerintah maupun swasta, didorong untuk mengembangkan pengetahuan. Ada kesadaran bersama bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh pengetahuan yang dimilikinya. Lembaga-lembaga riset didanai secara besar-besaran untuk menghasilkan pengetahuan atau penemuan baru. Dengan demikian negara-negara Muslim, kini semakin tertinggal ketika kapasitas persaingan antarbangsa didasarkan pada kepemilikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang mampu dilakukannya. 

Masyarakat juga semakin mempercayai sains sebagai panduan dalam berperilaku. Jika ada pertentangan antara sains dan agama, maka sains lah yang dimenangkannya. Ini tentu menjadi persoalan serius bagi seluruh agama, bukan hanya Islam. Nilai-nilai dalam kitab suci kini dipertanyakan. 

Ada ajaran agama yang sifatnya dogmatis seperti pelaksanaan shalat lima waktu dan berapa rakaat jumlahnya, tetapi ada persoalan-persoalan yang membutuhkan jawaban. Masyarakat yang semakin terdidik membutuhkan argumentasi dan alasan rasional kepada suatu hal dilakukan seperti bentuk pemerintahan apa yang paling baik. Para ulama, jika tidak mampu merumuskan jawaban yang baik, akan ditinggalkan oleh umatnya. Saat umat dan bangsa lain sudah berhasil mencapai bulan dan menargetkan diri mencapai planet Mars, umat Islam masih disibukkan diri dalam metode melihat bulan sebagai kriteria penentuan awal puasa dan Idul Fitri. Ini merupakan salah satu contoh kecilnya.

Pengembangan ilmu pengetahuan telah memberi kemudahan hidup bagi manusia. Tapi ada tantangannya, ketika banyak riset kini dilakukan untuk kepentingan bisnis guna meraih keuntungan. Saat keuntungan komersial menjadi panduan utama, bisa saja mengorbankan hal-hal lain seperti nilai kemanusiaan. Ilmu pengetahuan yang tidak dipandu nilai-nilai moral kemanusiaan, memiliki potensi melenceng dari tujuan awalnya untuk mensejahteraan manusia. 

Hari Santri 2018

Sesungguhnya tantangan keberadaan agama terbesar bukanlah misi dari agama lain yang ingin merebut umat, tetapi agama baru berupa “sains” yang bergerak jauh di luar nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Tanpa panduan, suatu saat, sains bisa menghancurkan umat manusia sendiri. Menjadi tugas bersama seluruh umat Islam untuk meningkatkan kemampuannya menguasai ilmu pengetahuan dan memasukkan nilai-nilai pengetahuan dengan nilai moral kemanusiaan. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Hikmah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Jember, Hari Santri 2018 - Muslimat NU tidak boleh mengenyampingkan peranan sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Sebab, selain memiliki tugas membimbing umat, Muslimat NU juga punya peran? lain yang selalu ditunggu masyarakat, yaitu gerakan sosial. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni saat memberikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Sosial Muslimat NU di aula PB Soedirman Pemkab Jember, Ahad (16/10).

Menurut Nyai Emi, aksi sosial seperti menyantuni anak yatim tidak boleh dikesampingkan. Sebab, aksi tersebut merupakan gerakan nyata yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Bagi Muslimat NU sendiri, bulan Muharram ini kita jadikan sebagai bulan sosial,” tukasnya seraya menambahkan bahwa Anak Cabang (Ancab) Muslimat NU se-Kabupaten Jember sudah melakukan beragam aksi sosial sejak 2 Oktober lalu.

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Sosial Muslimat NU Tak Boleh Dikesampingkan

Sementara itu, istri Wakil Bupati Jember Nyai Maimunah Mukit Arif menyatakan bangga dengan Muslimat NU Jember. Menurutnya, Muslimat NU Jember harus memelopori kegiatan-kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kaum dhu’afa.

Untuk itu, ia berharap agar Muslimat NU Jember dapat menjalin kerja sama dengan pihak lain dalam melakukan aksi-aksi sosialnya.

Hari Santri 2018

“Untuk mengoptimalkan perannya di bidang sosial, alangkah baiknya kalau Muslimat NU Jember bersinergi dengan PKK dan organisasi wanita lainnya dalam membantu warga yang kurang beruntung,” harapnya.

Hari Santri 2018

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan 26 Ancab Muslimat NU dan 285 Ranting Muslimat NU serta organisasi wanita seperti PKK dan Aisyiyah tersebut, Muslimat NU Jember memberikan santunan kepada 120 anak yatim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, PonPes, Khutbah Hari Santri 2018

Senin, 27 November 2017

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam

Pringsewu, Hari Santri 2018. Peringatan hari lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan pada Sabtu (16/6) di Gedung NU Kabupaten Pringsewu Lampung mengambil tema “Bumikan Al-Qur’an dan Shalawat Melalui Harlah NU.”

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Grup Shalawat untuk Syiar Islam

“Kegiatan ini merupakan muara dari serangkaian kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan hari lahir NU,” papar Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu KH. Mahfudz Ali. “Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan metode membaca Al-qur’an, semaan Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib dan diakhiri dengan Gema shalawat yang diikuti oleh grup shalawat yang ada di Kabupaten Pringsewu.” tambahnya.

Gema shalawat diselingi dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan beberapa tokoh NU lokal pringsewu seperti KH Fuad Abdillah (pengasuh Pondok Pesantren Putri Nurul Huda Pringsewu) dan KH Sujadi Saddad (Mustasyar PCNU Pringsewu) yang juga merupakan Bupati Pringsewu.

Hari Santri 2018

Dalam tausyiahnya, KH Fuad Abdillah menekankan pentingnya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW karena perintah tersebut secara jelas tertulis di dalam Al-Qur’an.

Hari Santri 2018

Dalam kesempatan itu ia meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu untuk lebih memperhatikan dan mengembangkan keberadaan Grup-Grup shalawat yang ada di daerah Kabupaten Pringsewu sebagai sarana syiar Islam untuk para generasi muda yang mana sekarang sudah cenderung lebih suka lagu pop dan barat dari pada lagu-lagu yang bernafaskan Islam.

Merespon harapan ini, KH Sujadi Saddad mengharapkan do’a dari seluruh warga nahdliyyin di kabupaten Pringsewu agar dalam masa kepemimpinannya harapan-harapan dari seluruh warga dapat terealisasikan dengan segera. Dalam tausiyahnya ia menyampaikan sembilan  poin penting yang harus diciptakan di Kabupaten Pringsewu. 9 poin tersebut terangkum dalam Motto Kabupaten Pringsewu yaitu Bersenyum Manis (Bersih, Sehat, Ekonomis, Nyaman, Unggul, Maju, Mandiri, Aman dan Agamis).

Dengan moto yang identik dengan angka NU yaitu 9, diharapkan warga Kabupaten Pringsewu khususnya warga NU, mampu melaksanakan motto tersebut sehingga motto tersebut bukan cuma formalitas belaka namun merupakan sebuah misi yang harus disukseskan bersama.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 19.30 dan berakhir pada pukul 23.30 ini dihadiri oleh segenap Pengurus Cabang NU, MWC, dan ranting NU di Kabupaten Pringsewu. Nampak hadir pula Badan otonom NU seperti Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah Muhammad Faizin menjelaskan, kegiatan harlah tahun ini yang merupakan Harlah ke 89 tidak mengambil patokan kelahiran NU di tahun Masehi namun menggunakan penanggalan tahun Hijriyah. 

Faizin juga mengharapkan kegiatan Peringatan Harlah kali ini yang mengusung konsep Tabligh akbar dan diselingi dengan gema shalawat, dapat menjadi contoh kegiatan yang menarik dan terus dilakukan di masa mendatang karena kegiatan seperti ini dapat membuat suasana kegiatan tidak menjenuhkan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Daerah, Pendidikan, Sunnah Hari Santri 2018

Sabtu, 28 Oktober 2017

GP Ansor Wonogiri Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor dan Banjir

Wonogiri, Hari Santri 2018

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wonogiri menyalurkan bantuan kepada warga korban bencana alam longsor dan banjir di daerah setempat. Bantuan diserahkan dalam bentuk uang dan paket sembako.

GP Ansor Wonogiri Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor dan Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wonogiri Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor dan Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wonogiri Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor dan Banjir

“Bantuan yang disalurkan dari GP Ansor Wonogiri, yakni uang sebesar 6.780.000, 151 karton mie instan, dan 125 paket sembako,” terang Sekretaris PC GP Ansor Wonogiri David Zainuddin, saat dihubungi Hari Santri 2018, Ahad (3/12) lalu.

Dipaparkan David, bantuan tersebut disalurkan ke seluruh titik yang terdampak bencana alam banjir dan longsor, antara lain di daerah Kecamatan Pracimantoro dan Nguntoronadi.

Hari Santri 2018

“Penyaluran akan terus dilakukan. Bantuan yang datang disamping dari warga NU, serta teman-teman Ansor dan Banser Wonogiri juga merupakan sumbangan dari masyarakat luar Wonogiri,” imbuh dia.

Sebelumnya, Ketua PC GP Ansor Sri Handoko juga ikut mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi untuk membantu para korban.

Hari Santri 2018

“Banyak saudara kita yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda milik mereka karena musibah ini,” tuturnya.

Pasca terjadinya bencana banjir dan longsor ini, GP Ansor Wonogiri juga membuat Posko penanggulangan bencana, yang berguna untuk pusat pengumpulan dan penyaluran bantuan.

Bantuan dapat langsung diserahkan ke Posko di Randusari RT 04 No. 14, Ngadirojo Kidul, atau dapat disalurkan melalui Rek. BNI 0426667459 a.n Sri Handoko (CP. 08232 2280 3277). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pemurnian Aqidah, Warta, Sunnah Hari Santri 2018

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Demak, Hari Santri 2018. Sejumlah Madrasah di Kabupaten Demak mengembangkan konsep madrasah berbasis tahfidz Al-Qur’an. Otak kanan bisa dimaksimalkan dengan memberi nilai tambah pada jam luar kelas. Hafalan bisa diberikan dengan senang layaknya bermain-main tanpa menambah beban studi akademik.

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Madrasah Menghafal Al-Quran di Tanah Wali

Matahari belum naik sepenggalah di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Demak, Desa Karang Tengah, Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masih setengah jam lagi sebelum bel masuk kelas berbunyi pada pukul 07.00 WIB.

Membawa Al-Qur’an, siswa-siswi madrasah itu berkumpul di pelataran masjid yang terletak di bagian depan kompleks madrasah, sebelah lapangan olahraga. Secara serentak dan padu, mereka melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an secara bersamaan, dipandu seorang guru pembimbing. Ayat-ayat yang sama terdengar dibaca berulang-ulang.

Saat kami mengunjungi madrasah itu, Ramadhan lalu, tak kurang 200 siswa bersama-sama dibimbing menghafalkan surat an-Nazi’at ayat 22, 23, dan 24. Metodenya cukup unik. Guru pembimbing, yaitu Ustadzah Maulida Khasanah yang juga hafal Al-Qur’an, berdiri di depan menghadap siswa. Dia terlebih dahulu melafalkan surah an-Nazi’at ayat 22: “Tsumma adbara yas’aa”. Lalu semua siswa menirukan bacaanya secara serentak.

Setelah itu, melalui mikrofon, pembimbing meminta para siswa menghadap ke kanan dan mengulang ayatnya. Lalu mengulangi lagi ayat itu dengan cara menghadap ke kiri, menghadap ke atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dengan mata terpejam. Setelah lima kali repetisi, satu ayat bisa dihafal dengan baik oleh para siswa.

Hari Santri 2018

Setelah itu dilanjutkan dengan ayat berikutnya dengan metode yang sama hingga tiga ayat. Tiga ayat yang telah dihafal kemudian dibaca berkelanjutan dengan metode yang sama, yaitu dengan menghadap kanan, kiri, atas, bawah dan kembali menghadap ke depan dan mengucapkan kembali rangkaian ketiga ayat itu dengan mata terpejam. “Tsumma adbara yas’aa (QS. an-Nazi’at ayat 22), fahasyara fanaadaa (23), faqaala ana rabukum al-a’laa (24). Cara ini terbukti efektif, selama 30 menit sebelum masuk kelas, para siswa berhasil menghafal 3 ayat baru.?

Hal ini rutin dilakukan setiap hari dan para siswa akan ditagih untuk menyetorkan kumpulan hafalan itu secara periodik. Metodenya ternyata sangat sederhana dan tidak mengganggu jam pelajaran di kelas. Siswa diminta menjaga hafalannya di rumah atau di waktu-waktu senggang saat di madrasah.

Kepala MTs Negeri 2 Demak, Karsono, mengatakan, program tahfidz merupakan pilihan wajib di madrasahnya. Semua anak didik, tanpa kecuali, dibebani target menghafal 1 juz, yaitu juz 30, dengan deadline setoran akhir sampai lulus madrasah karena di MTsN ini tahfidz al-Qur’an dijadikan program dasar yang menjadi nilai plus, di samping prestasi akademik. “Kami ingin prestasi akademik anak didik kami dilandasi dengan jiwa Qur’ani,” kata Karsono.

Untuk itu semua siswa diminta menyiapkan waktu 30 menit sebelum jam belajar untuk meningkatkan hafalan setiap hari. Untuk menjaganya, dipersilahkan mengatur sendiri waktunya. Khusus bagi yang mengikuti peminatan tahfidz lengkap, disediakan program kedua yang khusus bagi para pelajar tahfidz yang kini berjumlah 25 siswa. Mereka dibimbing khusus dengan target hafal 30 juz hingga lulus.

Hari Santri 2018

Di Kabupaten Demak, sejumlah madrasah tengah mengembangkan pendidikan berbasis tahfidz. Seperti halnya di MTsN 2 tersebut, materi hafalan Al-Qur’an diberikan di luar kelas agar tidak mengganggu jam pembelajaran dan tidak mengurangi prestasi akademik siswa. Sejak Januari lalu, sebanyak 12 madrasah di Demak telah menjalankan program ini dengan master metodologi yang sama.

Tahfidzisasi madrasah di Demak diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama setempat sejak Januari 2017 lalu. Dalam waktu yang relatif singkat hasilnya sudah kelihatan. Sebanyak 12 madrasah pada jenjang MI, Mts, dan MA yang menjadi pilot project, tahun ini berhasil meluluskan siswa-siswinya dengan membekali mereka dengan hafalan Al-Quran juz 30. ? Sebuah hadiah menarik bagi orang tua siswa tentunya.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Muhammad Thobiq, hafalan juz 30 dianggap penting karena jus 30 merupakan bekal penting untuk berbagai peribadatan sehari-hari, terutama shalat. Selain itu, program ini akan membuat teknik mengaji para siswa menjadi bagus sehingga menunjang ibadahnya.

Tiga sekolahan yang leading menerapkan program ini adalah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak, MTsN 2 Demak, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Mlaten, Kecamatan Mijen, Demak. Di MAN Demak, siswa-siswi telah fasih menghafal juz 30 menjelang ujian akhir lalu. Yang lebih menakjubkan adalah di MIN Mlaten, anak-anak kecil fasih membacakan satu surat lengkap apabila disebutkan nama suratnya.

Untuk anak-anak usia sekolah dasar, hafalan Al-Quran rupanya lebih mudah diberikan dan lebih awet daripada anak usia di atasnya. Menurut Kepala MIN Mlaten, Badrid Duja, anak-anak terlihat happy saat diminta menirukan sebuat ayat dengan cara menghadap kiri, kanan, atas, bawah dan dengan terpejam. Hal itu dilakukan setiap pagi selama setengah jam sebelum pelajaran dimulai.

Dalam waktu enam bulan terakhir, siswa kelas 2 telah mengoleksi hafalan 6 surat panjang di juz 30 dari surat an-Naba’ hingga al-Infithar. “Mereka menghafal dengan santai tanpa membebani pelajaran.” katanya. Di MIN Mlaten, program tahfidz belum diterapkan di kelas 1. Pada kelas 1 siswa masih difokuskan pada cara membaca dan tahsin (memperbaiki) tajwidnya. Baru pada kelas 2 hingga kelas 4 beban hafalan diberikan.?

Badrid Duja menyebut, ia ingin tahun 2020 mendatang, sebanyak seperempat dari 480 siswanya telah mencapai hafalan 5 juz. Hal ini telah dikonsultasikan kepada orangtua siswa dan mendapat dukungan penuh. Di desa agraris ini, para orang tua siswa kebanyakan adalah para petani yang agamis. Untuk itu mereka tidak dipungut biaya ekstra.?

Siswa hanya perlu menabung Rp1000 per hari untuk membeli al-Quran tahfidz versi empat warna. Dukungan orang tua siswa di MIN Mlaten direpresentasikan oleh Komite Madrasah yang menyumbang bangunan dua lantai di bagian depan madrasah dan mobil minibus untuk sarana antar-jemput siswa.?

Kepala Kantor Kementerian Agama Demak, M. Thobiq, mengaku gembira dengan perkembangan ini. Ia merupakan pemilik ide dan penggerak pertama mobilisasi madrasah berbasis tahfidz. Pada awalnya ia ingin agar madrasah memiliki diferensiasi dengan sekolah umum karena di daerah “hijau” seperti Demak, anak-anak sekolah umum pun berbaju panjang, berhijab, dan pandai membaca Al-Qur’an.?

Dengan fakta itu, ia ingin ada nilai lebih bagi siswa-siswi madrasah dan kemudian dicanangkanlah program tahfidz sebagai basis madrasah-madrasah di Demak. Namun dalam perkembangannya, ia mendapat laporan, program tahfidz ini ternyata memberikan pengaruh positif pada perilaku dan sopan santun siswa. (Muhtadin AR/Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Sunnah Hari Santri 2018

Kamis, 28 September 2017

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU

Bantul, Hari Santri 2018. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bantul meresmikan kepengurusan MWCNU Pajangan di hadapan sedikitnya 500 nahdliyin. Disaksikan banom NU, MWCNU Pajangan yang baru terbentuk ini diharapkan menyiapkan pada da’i yang mengajarkan pemahaman yang benar soal NU.

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Pengurus MWCNU Pajangan Gerakkan Da’i NU

Tampak hadir pada acara ini jajaran Muspika Pajangan yang terdiri atas Ibu Camat, Kapolsek, Koramil, dan KUA. Sementara Rais Syuriyah PCNU Bantul serta beberapa pengurus lainya hadir memberikan doa restu dan dorongan agar NU Pajangan ke depan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta KH Asyhari Abta menyampaikan bahwa Islam Nusantara yang menjadi tema Muktamar Ke-33 NU adalah Islam yang ngemong tradisi seperti Halal Bihalal.

Hari Santri 2018

“Ini adalah tradisi yang baik, maka Islam Nusantara membolehkan diadakan Halal Bihalal,” kata Kiai Asyari.

Hari Santri 2018

Lebih jauh ia mengharapkan MWCNU Pajangan memiliki bank da’i sehingga peta dakwah NU dapat tertata dengan baik, mengingat di sebagian wilayah Pajangan masih kekurangan da’i yang siap menjaga Islam Rahmatan Lil Alamin. (Heru Priyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah Hari Santri 2018

Minggu, 10 September 2017

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Jakarta, Hari Santri 2018 - Seorang calon sarjana filologi sudah tinggal menanti sidang skripsinya. Namun, ia harus mengganti skripsinya, dalam arti membuat ulang sebab naskah yang ia kaji sudah lebih dulu dikaji orang lain. Untuk menghindari hal demikian terulang, Oman Fathurrahman berijtihad untuk membuat sebuah katalog naskah daring yang tidak saja memuat identitas naskah, tetapi sampai pada berapa kali judul naskah tersebut dikutip, di buku mana dan halaman berapa dan sudah diteliti siapa saja.

Hal tersebut diceritakan oleh Muhammad Nida Fadlan, narasumber pada kegiatan Persiapan Penyusunan Manuskrip Keagamaan yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Kementerian Agama di Hotel Takes Mansion, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/5).

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Puslitbang Lektur Kemenag Terus Kembangkan Tesaurus Manuskrip Islam Nusantara

Senada dengan Nida, Kabid Lektur dan Keagamaan Fakhriati menyampaikan, laman yang diberi judul Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts ini dibuat pada dasarnya untuk mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah.

“Mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang naskah,” ujar Fahriyati.

Hari Santri 2018

Pada kesempatan tersebut, Nida yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menampilkan laman yang sudah lahir semenjak tahun 2010 itu, http://lektur.kemenag.go.id/naskah/. Laman tersebut sudah memuat 3118 judul. Sejak lahirnya, laman tersebut belum mengalami pembaharuan. Oleh karena itu, alumni Pondok Buntet Pesantren itu juga berharap kepada Puslitbanglektur agar laman yang sudah berusia 7 tahun itu dapat mengikuti zaman. Ia juga berharap agar thesaurus itu dapat lebih mudah diakses.

Hari Santri 2018

“Saya juga berharap agar thesaurus ini lebih handy. Misal dibuat aplikasinya di Playstore,” ujarnya.

Laman yang juga dibidani oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masih membatasi pada naskah Islam Nusantara. Naskah yang dimaksud mencakup dua bidang, yakni naskah karya ulama Nusantara dan naskah berbahasa Nusantara. (Syakirnf/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah Hari Santri 2018

Minggu, 06 Agustus 2017

Tingkatkan Perekonomian Desa, Dana Desa Mampu Kurangi Laju Urbanisasi

Jakarta, Hari Santri 2018. Pemanfaatan dana desa untuk pembangunan di pedesaan mampu mengurangi laju urbanisasi. Tidak hanya untuk membangun infrastruktur, dana desa juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

?

"Kota-kota besar sudah sangat padat. Jika tidak punya keterampilan, tidak seindah yang dibayangkan. Gunakan dana desa untuk bangun desa," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Selasa (20/6).

Tingkatkan Perekonomian Desa, Dana Desa Mampu Kurangi Laju Urbanisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Perekonomian Desa, Dana Desa Mampu Kurangi Laju Urbanisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Perekonomian Desa, Dana Desa Mampu Kurangi Laju Urbanisasi

?

Peningkatan sumber daya ekonomi di pedesaan, menurut Menteri Eko, menjadi jawaban untuk mengatasi derasnya perpindahan warga desa ke kota. Dirinya pun menekankan pentingnya implementasi empat program prioritas pembangunan desa. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya akselerasi pembangunan pedesaan.

?

Hari Santri 2018

"Tahun ini pemerintah fokus pada empat program prioritas untuk kurangi laju urbanisasi. Keempatnya yaitu menentukan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membuat embung air desa, dan membuat sarana olahraga desa," lanjutnya.

Hari Santri 2018

?

Menurut Menteri Eko, program Prukades akan menciptakan klasterisasi produk unggulan desa hingga mendorong peningkatan skala produksi. Dengan demikian, lanjutnya, pengusaha pascapanen termotivasi masuk ke desa. Ia mencontohkan wilayah Telang di Kabupaten Musi Banyuasin yang telah fokus pada pengembangan padi. Bulog pun berinvestasi untuk penyediaan sarana pengeringan padi.

?

"Optimalisasi peran BUMDes juga akan hasilkan lapangan kerja. Salah satunya yang kini terus dikembangkan, yakni pengelolaan Desa Wisata. Dengan membangun infrastruktur wisata dan homestay, tentu itu akan memberikan pekerjaan untuk masyarakat desa juga," ujar Menteri Eko.

?

Untuk terus menekan arus urbanisasi, Eko pun meminta agar empat program prioritas pembangunan desa terus disosialisasikan. Perlu ada keterlibatan Gubernur, Bupati, hingga media massa. Tidak hanya sosialisasi, pengawasan penggunaan dana desa pun juga memerlukan keterlibatan semua pihak, utamanya masyarakat.

?

Sebelumnya, Mendes PDTT mendapatkan penghargaan Satya Lencana Kepedulian Sosial dari Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) DKI Jakarta. Penghargaan diberikan karena program Kemendes PDTT dinilai mampu berkontribusi mengurangi urbanisasi ke DKI Jakarta. Dengan banyaknya pembangunan di desa, maka kebutuhan tenaga kerja di desa juga meningkat.

?

Data mencatat laju urbanisasi Indonesia per tahun mencapai 4%. Diperkirakan pada tahun 2025, 68% penduduk Indonesia berada di perkotaan. Bahkan pada tahun 2050, 85% penduduk diprediksi tinggal di perkotaan. Untuk meredam ketimpangan tersebut, sejak tahun 2015 lalu pemerintah menyalurkan dana desa. Akselerasi pembangunan di pedesaan diharapkan dapat mengurangi kesenjangan desa-kota. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Nusantara, Pendidikan Hari Santri 2018

Selasa, 16 Mei 2017

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Surabaya, Hari Santri 2018. KH Agoes Ali Mashuri, Wakil Rais PWNU Jatim mengatakan para ulama dan kiai selalu hadir tatkala melihat kondisi umat sedang carut marut. Persoalan, ancaman dan ketimpangan, para ulama dan kiai berijtihad dan mengajak umat untuk menjawab problem bangsa dengan Istighotsah Kubro.

"Para ulama dan kiai selalu hadir sebagai sosok pengayom, perekat dan penyejuk pada umatnya," kata Gus Ali saat konferensi pers bersama Ketua PWNU Jatim di loby Gedung PWNU Jatim (6/4).

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Istighotsah Kubro ini merupakan doa bersama. Kekuatan doa di atas segalanya dan banyak hal yang tidak rasional bisa ditempuh dengan doa.?

"Mari Istighotsah Kubro dilakukan untuk mendinginkan hati dan menjernihkan pikiran, menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik," terang Pengusuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo ini.

Hari Santri 2018

Istighotsah yang akan dilaksanakan di GOR Delta Sidoarjo pada Ahad 9 April 2017 ini, merupakan sebuah edukasi pada umat untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual dan intuisi.

"Gerakan kiai harus tampil beda dengan gerakan politisi dan aktivis jalanan. Demonya kiai bukan turun ke jalan tapi doa bersama. Istighotsah Kubro untuk Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah (Cahaya Allah)," pungkas Gus Ali. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Sunnah Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Mei 2017

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren

Jakarta, Hari Santri 2018. Perubahan lingkungan global yang berlangsung sangat cepat perlu dibaca dan diantisipasi oleh kalangan pesantren agar sadar akan keberadaan dirinya dan tidak bingung dalam menghadapi perubahan itu.

Hal tersebut dikemukakan oleh Katib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar pada acara dialog dalam Rakernas Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, (18/5).

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Lingkungan Global Perlu Dibaca Pesantren

Nasaruddin yang beberapa tahun lalu menyelesaikan doktornya di Amerika Serikat menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang paling cepat berkembang di AS. Buku-buku yang membahas tema keislaman dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi best seller.

“Orang beramai-ramai bersyahadat untuk masuk Islam tidak hanya satu dua, mereka bahkan sampai perlu menyewa stadion. Sejak peristiwa 9/11, keingintahuan tentang Islam juga meningkat luar biasa sehingga buku-buku keislaman sangat laris,” tandasnya.

“Disana banyak dibutuhkan guru ngaji dengan gaji 3000 dolar Amerika per bulan dengan kerja dari hari Jum’at sampai Minggu. Tapi TOEFL-nya harus 550 karena ngajarnya kan pakai bahasa Inggris,” tuturnya menjelaskan peluang yang terbuka bagi para santri.

Rektor Institut Ilmu Qur’an ini menjelaskan negara-negara Eropa saat ini merasa ketakutan terhadap perkembangan Islam disana. Pertumbuhan penduduk yang cepat dikalangan umat Islam yang tinggal disana dalam jangka panjang bisa mengancam keberadaan orang lokal karena mereka enggan punya anak akibat tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Hari Santri 2018

Islam Indonesia Alternatif Masa Depan

Nasaruddin yang juga Guru Besar UIN Jakarta ini menambahkan bahwa Islam di Indonesia saat ini tengah menjadi perhatian dari komunitas internasional. Islam Indonesia selama ini dianggap berbeda dengan Islam dari Timur Tengah yang selama ini selalu mengalami konflik.

“Tugas Islam di Timur Tengah sudah selesai dengan melahirkan Islam, kini tugas Islam di Asia Tenggara untuk mengembangkannya,” imbuhnya.

Hari Santri 2018

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, otomatis NU sebagai ormas Islam terbesar juga akan mempengaruhi kondisi Islam di Indonesia. Karena itu, ia berharap agar kalangan pesantren tidak menganggap kecil keberadaan dirinya dan harus sadar bahwa dirinya diperlukan.

“Saat ini banyak diperlukan para imam masjid, bukan sekedar imam, tapi pemimpin komunitas, di Australia karena Islam dari Indonesia dianggap lebih toleran daripada para imam yang berasal dari Timur Tengah,” katanya memberi contoh. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sunnah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Minggu, 05 Juli 2015

Google Sediakan Aplikasi Dukung Ramadhan

Jakarta, Hari Santri 2018. Perusahaan penyedia jasa dan produk Internet, Google, menyediakan beberapa aplikasi untuk memudahkan pengguna mengatur kegiatan harian rutin selama bulan puasa Ramadhan.

Google Sediakan Aplikasi Dukung Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Google Sediakan Aplikasi Dukung Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Google Sediakan Aplikasi Dukung Ramadhan

Pada acara Google Cafe Ramadhan di Jakarta, Selasa, Kepala Pemasaran Google Indonesia Krishna Zulkarnain mengatakan aplikasi seperti Google Calender, Google Map, Google Keep dan Google Hangout bisa menjadi sarana untuk merencanakan acara buka puasa, sahur dan mudik bersama.?

Krishna mencontohkan, aplikasi Google Calender bisa membantu pengguna merencanakan kegiatan bersama selama Ramadhan.

Hari Santri 2018

"Setelah masuk di kalendernya, pengguna bisa mengundang teman-teman yang diajak dan akan masuk dalam Gmail mereka," katanya.

Hari Santri 2018

Google Keep, lanjut dia, membantu mengingatkan pengguna tentang rencana yang sudah dibuat.?

"Seperti post it, bisa berwarna dan muncul dalam layar telepon," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Humor Islam, Anti Hoax Hari Santri 2018

Senin, 10 Oktober 2011

Inilah Hukum Jual-Beli Organ Tubuh, Cangkok dan Operasi Plastik

Demak, Hari Santri 2018 - Kemajuan Tenologi dan kebutuhan kesehatan? dengan berbagai ragamnya membuat para ahli kesehatan, ilmuan, dan pasien yang ditunjang kemampuan ekonomi akan melakukan apapun agar penyakit yang diderita pasien bisa sembuh. Tidak terkecuali cangkok organ tubuh dan operasi plastik.

Namun akhir-akhir ini banyak praktik jual-beli organ tubuh menjadi perhatian banyak ulama termasuk perhatian dari mantan Ketua PWNU Jawa tengah KH Ahmad Buchori Masruri. Menurutnya, jual-beli organ tubuh menurut Islam adalah tidak boleh dan haram.

Inilah Hukum Jual-Beli Organ Tubuh, Cangkok dan Operasi Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Hukum Jual-Beli Organ Tubuh, Cangkok dan Operasi Plastik (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Hukum Jual-Beli Organ Tubuh, Cangkok dan Operasi Plastik

“Jual-beli organ tubuh manusia hukumnya haram. Sedangkan operasi plastik, cangkok organ tubuh boleh dengan syarat bila terkena sanksi pelanggaran sepenuhnya ditanggung oleh pelakunya,” kata Kiai Buchori Masruri dalam kajian Mabadi Khaira Ummah yang diselengarakan pengurus MWCNU Demak Kota di Masjid Nurul Huda Komplek Perumnas Wijaya Kusuma II Katonsari Demak, Ahad (6/3).

Hari Santri 2018

Berkenaan masalah hukum, Islam memandang dan mempertimbangkan kesatuan menyeluruh dari azas manfaat dan mudlaratnya. Jangan sampai mencelakai (menyakiti/merugikan) masing masing pihak. Setidaknya pihak-pihak terkait harus menelusuri secara cermat sebab-musababnya dari kepentingan pendonor dan? penerima donor serta kepemilikan barang yang akan didonorkan.

“Manusia itu hanya ketitipan belaka. Kalau mengaku manusia dapat bikin, pasti bentuk manusia itu menjadi bermacam-ragam sesuai keinginan pembikinnya. Tangannya bisa lebih dari dua, dan kakinya boleh jadi sepuluh karena manusia bisa membeli banyak, sesuka keinginan dan sebagainya. Maka mengubah hilqah (organ bikinan) Allah ini pun tidak boleh seperti pada Surah An-Nisa’ ayat 119,” terang Kiai Buchori.

Hari Santri 2018

Kecuali terhadap organ tubuh yang tidak normal untuk dinormalkan seperti orang tidak punya dubur sehingga tiap kali membuang kotoran harus melalui mulut. Maka operasi dengan mengubah kodrat seperti itu boleh dilakukan, dan kewajiban khitan bagi laki-laki sebagaimana diperintahkan Allah. Tapi kalau dengan alasan kecantikan, hukumnya tetap haram.

Demikian pula bayi tabung, selama sperma dan indung telur berasal dari suami istri, serta ditaruh kembali pada rahim istri, maka hukumnya boleh. Namun jika tidak seperti itu prosesnya, missal dengan membeli sperma di bank sperma dan kemudian sperma belian tersebut ditempatkan di rahim perempuan lain, hukumnya tetap haram dan dosa besar karena dipersamakan dengan zina.

Sementara bila tangan hasil cangkokan digunakan untuk menempeleng atau membunuh orang, maka yang dikenai dosa adalah pelakunya, (penerima potongan tangan) bukan donor (orang yang memberi tangan) tersebut. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah, Khutbah, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Senin, 07 Maret 2011

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor

Bolsel, Hari Santri 2018

Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Bolaang Mondow? Iskandar Kamaru menyatakan diri masuk? Gerakan Pemuda Ansor. Pernyaataan resmi? Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ini disampaikan ketika membuka acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor dan Banser Kabupaten Bolaang Mondow di SMK LPMD Adow, Kecamatan Pinolosian Tengah, Bolsel.

“Saya sudah lama tertarik dengan GP Ansor. Untuk itu malam ini saya menyatakan gabung dengan GP Ansor,” ungkap Iskandar saat berpidato di hadapan sekitar 500 warga yang menghadiri acara pembukaan DTD Ansor dan Banser, Jumat (13/5) malam itu.

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Bolsel Nyatakan Diri Masuk GP Ansor

Keinginan Iskandar Kamaru mendapat sambutan hangat dari para pengurus GP Ansor. Sebagai tanda bergabung dengan organisasi pemuda NU ini, ia dipakaikan baju kebesaran GP Ansor. Pemakian baju dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Benny Ramdhani.

Hari Santri 2018

“Saya ini memang? dari keluarga besar NU. Sebelumnya saya aktif di HMI. Adik saya aktif di PMII dan sekarang masuk di kepengurusan PC Ansor. Untuk itu saya punya kewajiban moral untuk ikut membesarkan Ansor di kabupaten ini,” ungkapnya.

Hari Santri 2018

Sementara Waketum PP GP Ansor Benny Ramdhani mengatakan bahwa Ansor dan Banser selain merupakan kader ulama dan kiai, keduanya juga merupakan kader bangsa. Untuk itu wajar bila kader Ansor dan Banser bisa berkhidmah melalui berbagai lini, baik di pemerintahan, partai politik, pendidikan, dan lainnya.

“Sebagai organisasi kader,.Ansor dan Banser bisa berkhidmah di mana-mana,” ungkap Benny.

Contoh di Kebupaten Bolaang Mondow, lanjut Benny. Di kabupaten baru ini, Ketua PC GP Ansor dijabat oleh politisi, begitu juga? komandan Bansernya. “Ketua Ansornya dijabat ketua Komisi (DPRD). Dan Satkorcabnya dijabat oleh ketua DPRD.”

“Jadi? yang memperkuat? kepengurusan PC Ansor di sini datang dari berbagai unsur. Ada anggota dewan, KPU, PNS, dan guru baik negeri maupun swasta,” ungkap Benny. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Sunnah Hari Santri 2018

Jumat, 01 Januari 2010

Ada atau Tidaknya Regulasi, Mahad Aly Harus Tetap Berkembang

Pacitan, Hari Santri 2018. Mudir (Direktur) Mahad Aly Attarmasi Pacitan KH Luqman Harits Dimyathi mengatakan, ada atau tidak adanya Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang satuan pendidikan Mahad Aly, lembaga perguruan tinggi berbasis pesantren ini harus terus berkembang dan istiqamah dalam mencetak kader-kader ulama.

Ada atau Tidaknya Regulasi, Mahad Aly Harus Tetap Berkembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada atau Tidaknya Regulasi, Mahad Aly Harus Tetap Berkembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada atau Tidaknya Regulasi, Mahad Aly Harus Tetap Berkembang

Hal tersebut dikatakanya saat menanggapi pertanyaan dari salah seorang Mahasantri Mahad Aly Tebuireng Jombang saat acara Halaqah Kunjungan Studi Banding ke Mahad Aly Attarmasi Pondok Tremas Pacitan, Sabtu (31/10) lalu.?

Terkait belum disahkanya PMA tentang satuan pendidikan Mahad Aly, Kiai Luqman memberi pesan bahwa sebenarnya undang-undang atau regulasi merupakan sebuah perantara dalam proses pendidikan. Artinya, Mahad Aly tanpa regulasi pun sebenarnya mampu berjalan baik dalam mencetak kader yang siap berkontribusi untuk pembangunan umat.

Hari Santri 2018

Namun demikian, para pengasuh pesantren yang mengelola Mahad Aly sepakat sebagai lembaga pendidikan yang berbasis kitab kuning perlu segera diberikan regulasi yang jelas. "Kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, regulasi terus kita perjuangkan. Karena ini merupakan hak kita," jelas Katib Syuriah PBNU itu.

PMA yang diperjuangkan oleh pengelola Mahad Aly nantinya merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, yang juga mendapatkan afirmasi dari Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam.?

Hari Santri 2018

Menanggapi seperti apa idealnya Mahad Aly yang dikembangkan dipesantren, Kiai Luqman memaparkan bahwa Mahad Aly harus mempunyai spesialis khusus pada bidang kajian tertentu, seperti kajian Fiqh dan Ushul Fiqh, Ilmu Falak dan Hadits. Ma’had Aly harus berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, semacam UIN, IAIN, Sekolah Tinggi Agama. "Mahad Aly Is Mahad Aly," ujarnya.

Kunjungan Studi banding yang diikuti oleh seratusan Mahasantri Mahad Aly Tebuireng ke Mahad Aly Attarmasi Pondok Tremas Pacitan merupakan kunjungan balasan dari kunjungan ke Tebuireng yang dilakukan oleh Mahasantri Pondok Tremas beberapa tahun lalu. Turut mendampingi dalam kunjungan kali ini, KH Nur Hanan, Mudir Mahad Aly Tebuireng.?

Mahad Aly Attarmasi dan Mahad Aly Tebuireng sama-sama mengembangkan Kajian Fiqh dan Ushul Fiqh. Kedua lembaga ini pun telah mewisuda mahasantrinya dengan gelar Syahadah Alimiyah atau SA. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Sunnah Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock