Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

Jombang, Hari Santri 2018 . Sidang Pleno untuk mengesahkan hasil sidang komisi-komisi pada Muktamar Ke-33 NU telah usai dilaksanakan, Rabu, (5/8).? Salah satu poin yang dihasilkan dan disahkan dalam hal keorganisasian NU adalah terkait masuknya PMII (Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia) dan Korpri (Korps PMII Putri) sebagai badan otonom NU.

Menanggapi hasil sidang pleno tersebut, Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya (ITS-PENS-PPNS) yang? beberapa hari terakhir membuat gerakan viral Siap kembali ke NU menyatakan memberikan dukungan penuh.

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sepuluh Nopember Dukung Penuh PMII Jadi Banom NU

"Sejatinya perjalanan kajian panjang sudah kami lakukan sejak tahun 2011 terkait positioning PMII terhadap NU. Sikap kami sudah kami sampaikan melalui Maklumat Surabaya pada tanggal 31 Januari 2015 yang isinya secara garis besar intinya menyatakan PMII harus kembali ke NU," ujar Imam, Ketua Pengurus Komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya, di Jombang, Jatim.

Hari Santri 2018

Dalam ulasannya, Imam juga menyampaikan tiga hal pokok yang menjadi pertimbangan terkait posisi PMII terhadap NU. Pertama terkait ideologi Islam Aswaja; kedua, terkait pertarungan kekuatan global dan internasional, dan yang ketiga tentang kebutuhan dan kekuatan cluster kaum intelektual muda NU.

Hari Santri 2018

Terkaithasil sidang pleno tersebut selanjutnya secara organisasi akan diselesaikan dalam internal tubuh PMII . (Ahmad Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, IMNU Hari Santri 2018

Minggu, 04 Februari 2018

UIM Tanggulangi Bahaya Narkoba di Kampus

Makassar, Hari Santri 2018. Universitas Islam Makassar turut andil dalam menanggulangi bahaya narkoba di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa dan mahasiswi di Sulawesi Selatan. Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Sulsel, UIM melatih 135 orang untuk menjadi penyuluh bahaya narkoba.

UIM Tanggulangi Bahaya Narkoba di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Tanggulangi Bahaya Narkoba di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Tanggulangi Bahaya Narkoba di Kampus

Penyuluhan yang berlangsung di aula UIM pada (11/10) tersebut dibuka Rektor Dr Hj Andi Majdah M Zain. Pada kisempatan itu ia bersyukur atas  kerja sama tersebut.

"Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan kerja sama ini dimana Universitas Islam Makassar turut andil dalam bahaya penyalahgunaan narkoba buat masyarakat khususnya buat adik-adik mahasiswa," ujar salah satu perguruan tinggi milik NU tersebut.

Hari Santri 2018

Ketua Panitia kegiatan tersebut dari BNN Sulsel, Ishak Iskandar mengatakan, 130 peserta akan disaring menjadi 35 peserta untuk menjadi kader penyuluh penyalahgunaan Narkoba Sulawesi Selatan bagi masyarakat khususnya generasi muda.

Hari Santri 2018

Peserta yang tersaring itu, kata dia, akan mendapatkan materi "Bahaya penyalahgunaan Narkoba ditinjau dari perspektif Agama, Kesehatan dan Sosial". Materi itu akan disampaikan Prof Dr dr Noor Bahry Noor dan. Sementara materi "Bahaya penyalahgunaan Narkoba ditinjau dari Perspektif Hukum" disampaikan Kepala BNN Sulwesi Selatan Kombes Pol Richard M Nainggolan.

Pada pembukaan kegiatan tersebut, hadir Kepala BNN Sulawesi Selatan Kombes Pol Richard M Nainggolan, Prof Dr dr Noor Bahry Noor, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIM Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor I UIM Dr Musdalifah Mahmud, civitas akademika UIM, dan para peserta utusan dari Fakultas se-UIM. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh. Ustadz yang dirahmati Allah. Seseorang yang berprofesi sebagai PNS di tempat terpencil dan mayoritas non muslim, bagaimanakah hukum shalat Jumatnya karena untuk mencapai masjid terdekat butuh waktu 12 jam. Apakah boleh diganti dengan shalat dhuhur? Muhammad (Irfan Efendi)

---

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

Saudara Muhammad Irfan Efendi yang dirahmati Allah.?

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Jum’at di Daerah Terpencil (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Jum’at di Daerah Terpencil

Shalat Jum’at merupakan keharusan yang wajib dilaksanakan bagi ahlinya. Dalam sebuah hadis yang dirwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi dan an-Nasai dinyatakan bahwa barang siapa yang meninggalkan shalat jum’at tanpa udzur selama tiga kali berturut-turut ia telah ditutup pintu hatinya oleh Allah swt untuk melaksanakan kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. Sauadara penanya yang kami hormati.

Hari Santri 2018

Sebagaimana pembahasan sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan ahli Jum’at adalah? mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at yakni Islam, baligh, berakal, merdeka, pria,? dalam kondisi sehat, dan berdomisili tetap (istithan) di daerah yang telah sah mendirikan shalat Jum’at.? Dalam pandangan fiqih klasik, radius daerahnya adalah masih mendengar seruan adzan atau panggilan untuk shalat Jum’at (+/ 1,5 sampai dengan 2,5 KM). Bagi mereka yang telah memenuhi kriteria syarat wajib Jum’at ini? dihukumi fardhu ain untuk melaksanakannya.

Selanjutnya menanggapi pertanyaan saudara mengenai shalat Jum’at orang yang jauh dari tempat didirikannya pelaksanaan shalat Jum’at tersebut, kami berpandangan bahwa PNS tersebut tidak wajib shalat Jum’at dan harus shalat dhuhur karena syarat-syarat yang belum terpenuhi. Dalam kitab Kifayat al-Ahyar disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Dikecualikan dari kategori istithan, mereka yang tidak berdomisili tetap seperti musafir dan yang lain. Maka tidak ada kewajiban shalat Jum’at bagi mereka seperti pula orang yang berdomisili di daerah/kawasan yang tidak mendengar seruan adzan dari daerah yang ? telah (sah) mendirikan Jum’at.”

Hari Santri 2018

Kasus semacam ini pula yang pernah dialami oleh Rasulullah saw saat diturunkan wahyu mengenai kewajiban Jum’at. Mengingat belum terpenuhinya syarat pendirian shalat jum’at, beliau belum dapat melaksanakannya, sementara kaum muslimin yang berada di Madinah telah melaksanakan kewajiban shalat Jum’at yang dipimpin oleh As’ad bin Zurarah sebagaimana diterangkan dalam kitab Fath al-Mu’in serta kitab-kitab yang lain.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaaat. Amin .

(Maftukhan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Saya teringat dulu—kira-kira tahun 2006 atau 2007, saya lupa—ketika dengan semangatnya seorang teman mengajak saya untuk menonton acara Ngaji Bareng Gus Dur yang disiarkan oleh sebuah televisi lokal Jawa Timur langsung dari Masjid Sunan Ampel Surabaya. Teman saya ini pecinta berat Gus Dur, dan karena tahu bahwa saya juga mengidolakan sang tokoh bangsa itu maka dengan semangatnya ia memanggil saya.

Dalam acara itu Gus Dur menyampaikan beberapa pokok materi tentang agama, masalah kebangsaan, dan kenegaraan. Ini bisa dipandang salah satu cara Gus Dur untuk mendidik masayarakat dalam kedewasaan berpolitik.

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepotong Kisah Perjalanan Gus Dur Bersama Kakeknya, Mbah Bisri Syansuri

Di akhir acara dibukalah kesempatan bagi yang mau bertanya. Ada sekirtar 4 sampai 5 penanya. Pertanyaan mereka bervariasi, ada yang bertanya tentang peningkatan taraf hidup petani, sikap sebagai seorang warga negara bahkan sampai pada masalah mengapa Gus Dur bekerja sama dengan Israel. Semua itu dijawab dengan jelas oleh Gus Dur. Beberapa hal penting diuraikan secara panjang lebar sehingga memakan waktu hampir separuh waktu tanya jawab.

Namun di sini saya tidak ingin menjelaskan semua pertanyaan dan jawaban itu sedetail-detailnya. Saya hanya akan membahas satu bagian dari wacana Gus Dur yang disampaikan waktu itu dan saya rasa cukup menarik.

Hari Santri 2018

Ketika menyampaikan masalah tentang bagaimana kita bersikap terhadap pemimpin, Gus Dur mengatakan bahwa bagaimanapun seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat itu haruslah dihormati. Bahkan ketika dianggap salah pun tetap harus dihormati sebagai seorang pemimpin rakyat.

Hari Santri 2018

Adalah menarik membahas cerita Gus Dur ketika itu di masa sekarang. Karena beberapa waktu terakhir ini publik diramaikan dengan masalah memilih pemimpin yang baik.

Diceritakan bahwa Gus Dur pernah diajak kakek yang sekaligus diaggap guru yang sangat berpengaruh baginya, yakni KH Bisri Syansuri untuk berkunjung (silaturrahim) kepada seorang kepala desa. Gus Dur kaget karena kepala desa yang dimaksud ternyata beragama Nasrani. Kemudian Gus Dur memberanikan dirinya untuk bertanya: “mengapakah sang guru harus mengunjungi kepala desa itu, padahal dia non-Muslim?”

Kemudian jawaban sang guru pun disampaikannya, bahwa meskipun non-Muslim tapi kita harus tetap menghormatinya. Kemudian Gus Dur lalu menyimpulkan di depan para jamaah bahwa bagaimanapun seorang pemimpin harus dihormati.

Namun demikian, saya memiliki dua kesimpulan lain di samping hal itu. Pertama: bahwa kasus kepemimpinan non-Muslim di Indonesia (yang mayoritas Islam) adalah sudah lama terjadi. Kedua bahwa para ulama terdahulu tidak mempersoalkan pemimpin non-Muslim, dan hal inilah yang teramat penting untuk kita pelajari saat ini.

Adalah bisa dibayangkan, bagaimana seorang KH Bisri Syansuri yang merupakan orang yang teguh memegang fiqih (jurisprudensi Islam) yang ketat-ketat, tapi tak mempersoalkan kepemimpinan non-Muslim di desanya. Seorang ulama besar murid dari ulama besar pula baik dari Indonesia sendiri maupun Timur Tengah. (Ahmad Nur Kholis)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Humor Islam Hari Santri 2018

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi tak mau berspekulasi lebih jauh tentang ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rapat Paripurna DPR, pada Selasa (5/6).

Pasalnya, menurut Hasyim, rapat dengan agenda tanggapan pemerintah atas hak interpelasi DPR terkait dukungan Pemerintah terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 soal sanksi tambahan pada Iran yang mengembangkan energi nuklir, ditunda hingga pekan depan.

“Ini urusan (sidang interpelasi) belum selesai. Kan masih ditunda. Kita tunggu saja bagaimana selesainya nanti,” ujar Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/6)

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tunggu Proses Akhir Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Hasyim meminta masyarakat mencermati lebih saksama proses yang akan dijalankan berikutnya. “Kan masing-masing (Presiden dan DPR) punya intgritas. Nah, kita lihat dan cermati bersama-sama, bagaimana integritas Presiden, bagaimana integritas DPR,” terangnya.

Rapat Paripurna DPR ditunda setelah terjadi hujan interupsi sehubungan tidak hadirnya Presiden Yudhoyono pada rapat tersebut. Rapat interpelasi berikutnya akan dijadwal ulang oleh Badan Musyawarah DPR.

Hari Santri 2018

Pada rapat paripurna itu Kepala Negara mengutus Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hassan Wirajuda, Mensesneg Hatta Radjasa, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menhan Juwono Sudarsono, Menkum dan HAM Andi Mattalatta, dan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar.

Menanggapi penundaan tersebut, Presiden, di Kantor Presiden, Jakarta, menegaskan, DPR wajib menerima jawaban pemerintah yang diwakilkan kepada menteri dalam rapat paripurna tersebut.

"Pemerintah sesungguhnya ingin taat kepada aturan yang berlaku dan sungguh-sungguh ingin menjawab interpelasi ini dengan sebaik-baiknya dengan cara mempersiapkan jawaban secara saksama agar pertanyaan DPR dapat dijawab secara tepat," katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Selasa, 09 Januari 2018

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Jepara, Hari Santri 2018. Pengurus IPNU-IPPNU Nalumsari mengadakan rapat kerja dalam rangka memaksimalkan peran di Gedung MWCNU Nalumsari kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (30-31/8). Mereka dalam rapat ini juga menyusun program kerja ke depan.

"Pertemuan ini bertujuan menegaskan kembali tugas pokok dan fungsi pengurus agar kualitas kerja mereka lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Ketua PAC IPNU Nalumsari Lukman Hakim.

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Nalumsari Kuatkan Kualitas Kerja Pengurus

Sementara Wakil Ketua IPNU Jepara M Shidiq yang juga hadir dalam rapat itu mengingatkan maksud pertemuan. “Upgrading ini menyadarkan kita terhadap wilayah kerja masing-masing,” kata Shidiq.

Hari Santri 2018

Shidiq mendorong pengurus anak cabang IPNU-IPPNU Nalumsari untuk menata ulang pola pikir. Pola pikir kita, ujar Shidiq, harus lebih baik dari pengurus ranting. Ia menyatakan, kepengurusan IPNU Jepara akan memfasilitasi mereka dalam memaksimalkan pengurus ranting. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pesantren, Sejarah, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Senin, 08 Januari 2018

Tiga Ciri Puritanisme Menurut Kiai Maman

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Puritanisme bisa menyebabkan radikalisme, bila dibiarkan akan menjadi terorisme. Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Dakwa Nahdlatu Ulama (LDNU) Pusat KH Maman Imanulhaq saat menjadi narasumber pada Seminar Pembentukan Karakter Dasar Pelajar Menolak Radikalisme Sejak Dini yang merupakan rangkaian acara Konferensi Besar (Konbes) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama ( IPPNU), di ruang Arafah Asrama Haji Yogyakarta, Jumat (27/10) Malam.

Tiga Ciri Puritanisme Menurut Kiai Maman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Ciri Puritanisme Menurut Kiai Maman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Ciri Puritanisme Menurut Kiai Maman

“Puritanisme ditandai dengan beberapa ciri. Pertama adalah literalis yaitu mereka yang membaca sumber hukum atau ayat hanya sepenggal atau sepotong saja sehingga, tidak dapat memahami suatu fenomena secara faktual,” urai Kiai Maman.

Ia menegaskan, posisi IPPNU sebagai pelajar harus menjadi The leader ia a reader. IPPNU adalah calon generasi penerus bangsa dalam memimpin negara.

“Untuk itu mari wujudkan pelajar putri peduli literasi,” harapnya.

Selain itu IPPNU harus paham tiga buku; buku kuning atau kitab-kitab kuning, buku putih seperti buku-buku sosiologi dan antropologi, dan buku abu-abu seperti kejadian-kejadian faktual yg ada di sekitar.

Hari Santri 2018

Ciri kedua, lanjut Kiai Maman, adalah ahistoris. Mengutip ungkapan Presiden Pertama Indonesia Soekarno, Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.

 

Hari Santri 2018

“Hal ini selaras dengan ungkapan, Barang siapa yang tidak mempunyai negara maka dia tidak memiliki sejarah, dan barang siapa yang tidak memiliki sejarah maka dia akan dilupakan,” ujar Kiai Maman.

Menurutnya orang-orang ahistoris adalah orang yang tidak mempunyai sejarah berdirinya pemahaman dan organisasinya sehingga dia akan mudah dilupakan oleh bangsanya.

“IPPNU tentu pemegang sejarah para pendiri NU sebelumnya, untuk itu jangan tinggalkan mempelajari sejarah,” ungkap Kiai Maman

Ciri yang ketiga adalah anti dialog. Orang Radikalis tak mau berdiskusi, dan tidak mau ukhuwah. Peran IPPNU yang berkomitmen untuk mengawal deradikalisasi di kalangan pelajar dalam dunia pendidikan harus siap untuk berdialog baik itu lintas organisasi maupun lintas agama.

“Puritanisme itu licik yang selalu mencari kesalahan dan kelemahan orang untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” tandas Kiai Maman. (Anty Husnawati/Kendi Setiwan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Kamis, 04 Januari 2018

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

Kudus, Hari Santri 2018. Tahun kelahiran Nahdlatul Ulama sudah tercatat pada soko (tiang penyangga) Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Jawa Tenah. Pada soko tersebut tertulis kalimat Arab yang berbunyi “matatil bid’ah biqiyami hujjah liahlis sunniyah" yang ditulis oleh pengusaha ubin Kudus KH Ahmad Kamal.

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Kelahiran NU Tertulis di Soko Masjid Menara Kudus

“Kalimat itu kalau dihitung per huruf abjadnya berjumlah 1344 sesuai tahun kelahiran NU dari hitungan Hirjiyah. Bila sampai tahun 1435 H ini? berarti sudah tepat NU diperingati harlah ke-91,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam acara Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-91 NU di Aula MANU Banat Kudus, Kamis (15/5) malam.

Mbah Syaroni, sapaan akrabnya, mengingatkan kembali supaya harlah NU diperingati berdasarkan hitungan Hijriyah, yakni pada 16 Rajab 1344 yang bertepatan 31 januari 1926. Di sampaing itu, peringatan harlah NU tidak perlu diubah menggunakan kata “Hari Ulang Tahun (HUT)”.

Hari Santri 2018

“Rahasianya, istilah harlah itu dari kata maulid, sedangkan HUT itu sama saja dengan Haul. Kalau haul berarti memperingati kematian padahal NU tidak mati,”jelas.

Hari Santri 2018

Hikmah peringatan harlah NU, menurut pengasuh pengajian rutin Jum’at pagi di Masjid Menara Kudus, adalah untuk mengulangi semangat baru dalam berjuang. Biasanya nafsu seseorang itu senang hal? baru sehingga harlah NU sangat penting diperingati.

“Semoga perjuangan ke depan, NU tetap menjadi jam’iyyah yang besar dan jaya memperjuangkan kemaslahatan ummat,” ujar Mbah Sya’roni yang diamini semua pengurus NU yang hadir.

Sementara itu, Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi menegaskan, NU pada masa kepemimpinannya ini akan menata kepengurusan di semua tingkatan serta memperkuat lembaga.

“PCNU Kudus juga akan membangun sumber daya manusia yang kuat melalui penguatan bidang pendidikan,” tandasnya saat menyampaikan sambutan harlah. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, RMI NU, Nasional Hari Santri 2018

Selasa, 02 Januari 2018

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

Pangkep, Hari Santri 2018. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) terus menggenjot pemberdayaan masyarakat desa dengan menggandeng Kemends PDTT. Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar jadi ujung tombak untuk mewujudkan misi pemberdayaan tersebut.

Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj mengatakan, Muslimat NU mulai menjalin kerja sama dengan Kemendes PDTT sejak tahun 2007. Tim PDT Muslimat NU telah membina 36 desa di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas masyarakat khususnya pemberdayaan perempuan desa.

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelayanan Sosial Dasar Muslimat NU di Pangkep, Kewirausahaan hingga Pelatihan IT

“Tahun 2012 Muslimat NU sudah membina perempuan desa dengan berbagai keterampilan mulai dari menjahit, kecantikan, tata boga sampai dengan bengkel,” jelas istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, pekan lalu saat membuka kegiatan Pelayanan Sosial Dasar di Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat-Ahad (25-27/8).

Adapun Program Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar di Biring Ere, Pangkep meliputi kegiatan sebagai berikut:

Hari Santri 2018

1. Peningkatan kapasitas kelembagaan melalui pelatihan IT dan keorganisasian, bantuan berupa laptop, dan printer secara simbolik di serahkan oleh Hj Hanik Rofiqoh kepada Hj Andi Yulianan Rahman (Ketua PC MNU Kab Pangkep).

2. Peningkatan usaha ekonomi produktif melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kearifan lokal, pelatihan pengolahan ikan bandeng menjadi abon, nugget, olahan ikan bandeng tanpa duri. bantuan berupa 1 set alat alat masak (kompor, alat press abon, dan lain-lain). Pemberian bantuan diserahkan oleh ibu Hj Laila Hanim kepada Hj Mawahidah Zam Lutfi (Bendahara Umum PC Muslimat NU Kab Pangkep).

Hari Santri 2018

3. Pelatihan Guru PAUD, pemberian bantuan berupa APE (satu set Alat Permainan Eduktif) diserahkan oleh Hj Setiawati kepada Hj Nuraida Zaenal (Wakil Ketua PC Muslimat ? NU).

4. Peningkatan usaha gizi keluarga dan pelatihan kader kesehatan.

5. Prasasti pembangunan bak penampungan air (bak air, pompa air, pipa saluran ? air) diserahkan oleh Bendahara Umum Hj Andi Nurhiyari Jamaro kepada Desa Biring Ere, Alam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur PT Semen Tonasa di berikan oleh, Anggota DPR RI HA. Jamarro Dulung, Bupati Pangkep yang di wakili oleh oleh Kades Biring Ere, Alam.?

Dalam kesempatan itu, juga diadakan kegiatan pelantikan 7 PAC Muslimat NU (Bungoro, Balocci, Minasa te’ne, Pangkajenne, Segeri, Mandalle, Ma’arang) yang dilantik oleh ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pangkep, Hj Andi Yuliana Rahman dan pelantikan pengurus ranting Desa Biring Ere (Wilayah PAC Bungoro) yang dilantik oleh Ketua PAC Kecamatan Bungoro, Syahruni Imran di Wisma Tonasa Pangkep. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul Ulama, Pesantren, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Jumat, 29 Desember 2017

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

Subang, Hari Santri 2018. Pengurus MWCNU Kecamatan Binong dan Tambakdahan komitmen menjaga dan menyebarkan ajaran ahlussunah wal jamaah dan Islam rahmatan lil alamin melalui pengajian gabungan setiap bulan dalam sebuah kegiatan bertajuk Pengajian Syahriahan, bulan ini pengajian tersebut digelar di Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (26/7)

KH Saliman yang didaulat memberikan ceramah mengatakan bahwa saat ini paham radikalisme sudah ada di depan mata, untuk menangkal paham yang merusak nama baik Islam tersebut diantaranya dengan menguatkan peran masjid dan majelis talim sebagai media silaturahim dan thalabul ilmi sehingga dapat menguatkan aqidah dan menangkal radikalisme.

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong dan Tambakdahan Perkuat Aswaja Lewat Pengajian Syariahan

"Jika warga nahdliyin tetap istiqomah mengoptimalkan pengajian syahriahan, pengajian di majelis taklim dan masjid dioptimalkan, Insyaallah radikalisme dapat dihindari," jelas Ketua MUI Kecamatan Tambakdahan tersebut.

Dalam kegiatan yang mengambil tema menguatkan aqidah islamiyah untuk menangkal paham radikalisme tersebut, Kiai Saliman menegaskan bahwa dakwah Islam yang efektif digunakan di bumi nusantara adalah dakwah yang ramah yang mengusung Islam rahmatan lilalamin.

"Wali Songo berhasil menyebarkan Islam di Nusantara dengan dakwah yang ramah," tambah Mustasyar MWCNU Tambakdahan itu

Hari Santri 2018

Selain itu, kata dia, dalam berdakwah mesti didukung oleh berbagai pihak dengan menguatkan peran masing-masing profesi, ustad fokus mengurus dan membimbing para jamaah dan santri dalam menuntut ilmu, orang kaya beramal dengan hartanya untuk kelancaran dan kemajuan pengajian dan orang yang tidak memiliki harta bisa membantu dengan tenaga dan kekuatan fisiknya.

Dalam kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut, turut hadir Camat Tambakdahan, Kepala KUA Tambakdahan, ? Danramil serta Polsek Kecamatan Binong dan Tambakdahan. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Santri Hari Santri 2018

Sabtu, 23 Desember 2017

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Jember, Hari Santri 2018 - Dewasa ini? sederet persoalan bangsa terus bermunculan mengiringi globalisasi informasi yang bergerak secara bebas memasuki ruang-ruang sempit masyarakat. Penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas, tawuran dan sebagainya merupakan persoalan krusial yang terus menggerus kehidupan masyarakat, khususnya remaja. Itu harus dilawan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember Moch Eksan saat menjadi pemateri dalam acara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) di aula Pondok Pesanstren Darul Hikam, Desa Kemuning, Kecamatan Jenggawah, Jember, Rabu? (15/11).

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tak Jadi Solusi, Minimal Jangan Jadi Masalah

Menurutnya, pelajar NU mempunyai peluang besar untuk terlibat dalam mengatasi persoalan sosial tersebut. Sebab, mereka memilki jaringan yang bisa digerakkan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, kecenderungan seks bebas dan sebagainya, minimal di lingkungannya sendiri.

Hari Santri 2018

"Kalau tidak bisa menjadi solusi dari suatu masalah, minimal jangan menjadi bagian dari masalah itu sendiri," ucapnya.

Hari Santri 2018

Dikatakannya, saat ini moralitas sebagian generasi muda sudah mengalami degradasi begitu rupa. Seks bebas sudah dianggap biasa, menenggak minuman keras pun bukan lagi hal yang tabu, dan penyalahgunaan narkoba juga sudah tak asing. Realitas tersebut tentu patut menjadi perhatian sekaligus keprihatinan semua kalangan.

"Maka pelajar NU dengan bekal agamanya yang kuat, harus menjadi model generasi yang ideal di masyarakat. Tunjukkan bahwa pelajar NU punya akhlaq yang mulia," ungkapnya.

Dalam kesempatan? itu, ia juga mengimbau pelajar NU terus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa harus kehilangan identitas ke-NU-annya. Mereka harus akrab dengan teknologi informasi, tidak asing dengan media sosial, paham dengan fitur-fitur dan apilaksi dan sebagainya. Pelajar yang demikian, katanya, sangat dibutuhkan dalam merepson era digitalisasi informasi yang akan terus berinovasi di masa-masa mendatang.

"Saya yakin anak-anak IPNU-IPPNU bisa menjadi santri milenial,"? pungkasnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Anti Hoax, Ahlussunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Minggu, 10 Desember 2017

Menerka Lika-Liku Reformasi Arab Saudi

Pada 21 Juni 2017 Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota.Usianya masih sangat muda, 32 tahun. Ini menjadi sejarah baru bagi Negara Kerajaan Arab Saudi. Biasanya posisi putera mahkota diisi oleh pangeran yang sudah berusia senja. 

Setelah menjabat sebagai putera mahkota, Muhammad bin Salman langsung ‘tancap gas.’ Ia membuat kebijakan-kebijakan yang reformis, radikal, dan ‘melawan arus’ di dalam segala sektor. Mulai dari birokrasi hingga paham keagamaan. Yang terbaru dan membuat heboh dunia adalah ditangkapnya sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu lalu (4/11). 

Sebelumnya, Muhammad bin Salman juga menegaskan akan mengembangkan Islam moderat di Arab Saudi, memperbolehkan wanita untuk menyetir mobil sendiri, dan memperbolehkan wanita untuk menonton pertandingan sepak bola dan masuk bioskop.

Menerka Lika-Liku Reformasi Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menerka Lika-Liku Reformasi Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menerka Lika-Liku Reformasi Arab Saudi

Di sektor birokrasi, Muhammad bin Salman juga berupaya untuk menciptakan sistem good government. Muhammad bin Salman yang juga Ketua Nazaha, lembaga anti korupsi Arab Saudi, memerintahkan untuk menangkap puluhan elit Arab Saudi tersebut dengan tuduhan korupsi. Ini disinyalir sebagai upaya Muhammad bin Salman untuk memberantas praktik-praktik korupsi yang terjadi di pemerintahan Arab Saudi yang selama ini memang tidak terjamah dan menjadikan hukum di atas segalanya. 

Hal itu dilakukan untuk menyukseskan Visi Saudi 2030 menjadi agenda besar Arab Saudi. Target dari ‘proyek’ ini diantaranya melepaskan ketergantungan pada minyak tahun 2020, meningkatkan ekspor non-minyak 50 persen, menurunkan pengangguran dari 11,6 persen menjadi 7 persen, meningkatkan kontribusi sektor swasta dari 40 persen menjadi 65 persen, dan meningkatkan partisipasi wanita di ruang-ruang publik dari 20 persen menjadi 35 persen.

Untuk mengetahui tentang apa yang sedang terjadi dan direncanakan oleh Arab Saudi lebih mendalam, Jurnalis Hari Santri 2018 A Muchlishon Rochmat berkesempatan mewawancarai Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI) Abdul Mutaali. Berikut petikan wawancaranya:

Hari Santri 2018

Arab Saudi ingin kembali ke Islam moderat sebagaimana yang disampaikan oleh Putera Mahkota Muhammad bin Salman di Riyadh beberapa waktu lalu. Bagaimana tanggapan anda soal ini?

Pidato Muhammad bin Salman di Riyadh beberapa waktu lalu bahwasanya Saudi tidak akan memberikan tempat bagi gerakan ekstremis, radikalis, dan teroris. Saudi hanya akan memberikan tempat bagi yang moderat. 

Saya kira pidato ini bukan hanya keinginan Muhammad bin Salman, tetapi juga dikaitkan dengan Visi Saudi 2030. Kata Muhammmad bin Salam, selama ini hukum Saudi hanya tiga yaitu Al-Qur’an, hadis, dan minyak. Dengan misi 2030, Saudi dari negara minyak menjadi negara industri. Industri itu terkait dengan investasi dan adanya inverstor. Investor mau ke Arab Saudi kalau ada jaminan keamanan, toleransi, dan keberagaman. Oleh karena itu, ada reformasi paham keagamaan.

Ketika mendengar pidatonya Muhammad bin Salman, kelompok Wahabisme agak cukup kaget. Tapi kalau kita merujuk guru-guru utama Wahabi seperti Bin Baz dan Utsaimin di akhir hayatnya cenderung agak moderat. Mereka menerima dzikir berjamaah, tidak mudah menyalahkan yang lain, diakomodasi putera Sayyid Maliki menjadi dewan penasehat raja. Artinya, ada pakem keagamaan yang sudah mulai mencair. 

Hari Santri 2018

Tetapi ada ulama moderat Saudi, Salman Al-Audah dan kelompoknya, yang juga ditangkap karena men-twit agar masyarakat Saudi dan Qatar mendapatkan perdamaian. Jadi sebetulnya, Islam moderat seperti apa yang hendak diwujudkan sang putera mahkota?

Saya kira tujuannya dua yaitu bukan hanya membangun image bahwa Saudi bukan eksportir ekstremisme, radikalisme, dan terorisme, tetapi juga membangun Visi Saudi 2030. Dia cari orang, dia bangun lembaga keulamaan yang kondusif dan yang ramah lingkungan dengan visi Saudi.  

Jadi bukan hanya ulama yang moderat, tetapi juga ulama yang paham dengan Visi Saudi 2030. Dalam kerangka itu, itulah Islam yang hendak dibangun. Islam yang maju dan modern. 250 ribu hektar NEOM, megaproyek Saudi yang dibangun mulai Jedah hingga Riyadh bukan hanya diperlukan kekuatan finansial, tetapi juga kelegaan hati bagaimana investasi industri mungkin tidak idealis islami seperti sekarang seperti laki dan perempuan dipisah. Akan terjadi dinamisasi keagamaan yang cukup cair. Jika ada ulama moderat yang dituduh, saya kira bukan karena radikalnya tetapi ulama tersebut belum bisa berakselerasi dengan visi Saudi 2030.

Apakah bisa dikatakan kalau bendungan sudah mulai Wahabi jebol dengan ini?

Kalau dibilang jebol sih tidak, tetapi sudah banyak bolong-bolong. Intinya adalah moderat dan modern. Ini yang sedang dibangun Muhammad bin Salman. 

Apa saja yang sudah dilakukan Muhammad bin Salman?

Sampai saat ini, Muhammad bin Salman sudah membuat lima karya. Pertama, agresi militer ke Yaman. Kedua, penggantian kalender dari Hijriyah ke Masehi. Ulama Saudi marah, lalu bisa dipahamkan. Kenapa? karena kalender Hijriyah itu waktunya lebih pendek. Artinya karyawan lebih cepat mendapat gaji sedangkan kondisi ekonomi lagi kronis. Ketiga, pemutusan diplomatik dengan Qatar. Keempat, wanita dibolehkan mengemudi mobil. Kelima, sebagai ketua lembaga anti korupsi Muhammad bin Salman menangkap sebelas pangeran, empat menteri aktif, dan puluhan mantan menteri. 

Dari sudut penindakan pemberantasan korupsi, ini adalah sesuatu yang harus diapresiasi. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa uang kerajaan dan uang rakyat itu beda-beda tipis. Tidak ada peraturan yang secara jelas mengatur segregasi antara dua sistem keuangan itu sehingga para pangeran memiliki interpretasi tersendiri soal keuangan kerajaan.

Namun, kenapa ‘pemisahan sistem keuangan’ baru dilakukan saat ini?

Ekonomi Saudi sedang sangat kronis. Jadi diperlukan ketentuan dan tata aturan yang jelas. Ini uang negara, ini uang rakyat. Ini yang boleh digunakan, ini yang tidak. Pertama, Muhammad bin Salman ingin menerapkan good government. Karena untuk menjadi industri, maka diperlukan tata kelola yang baik.  

Kedua, selama ini pangeran berada di atas hukum. Sekarang, semua sama di mata hukum. Muhammad bin Salam memberikan pesan bahwa semuanya harus tunduk kepada hukum. Karena untuk menjadi industri, maka panglimanya adalah hukum bukan keluarga. 

Apakah anda melihat bahwa dibalik penangkapan elit Saudi oleh Muhammad bin Salam ada muatan politisnya? Dan bagaimana dinamika politik Saudi ke depan?

Saya memandang memang agak sulit gebrakan Muhammad bin Salman sebagai ketua lembaga anti korupsi terlepas dari motif politis. Dimana motif politisnya. Pertama, biasanya raja-raja Saudi itu diangkat pada usia sunset atau senja. Sekarang, putera mahkota usianya dua puluh tiga tahun. Akan terjadi gejolak yang luar biasa di keluarga kerajaan. 

Dia ingin unjuk kekuatan di hadapan keluarganya, masyarakat Saudi, dan dunia internasional. Muhammad bin Salman ingin berkata bahwa jangan lihat usia saya. Saya bisa menangkap Alwaleed bin Talal dan Mit’ab bin Abdullah. Keduanya bukan orang sembarangan. Alwaleed adalah orang terkaya di kerajaan. Sedangkan, Mit’ab adalah ketua garda nasional. Kalau di Indonesia, Mit’ab itu Panglima TNI yang merangkap Menhan. Artinya, kapan pun dia ingin melakukan kudeta itu mudah.   

Kedua, jika Raja Salman mangkat, Muhammad bin Salman akan jadi raja. Namun, di saat yang bersamaan pamannya masih ada. Saudi akan masuk sejarah baru, bukan anak yang memimpin tetapi cucu. Ini akan melahirkan dinamika yang luar biasa. 

Ketika, terjadi de-Abdullahi-sasi. Seluruh keturuan Abdullah dihabisi. Ada tiga orang yaitu Mit’ab, Turki, dan Iyas bin Abdullah. Abdullah menjadi bendera koalisi keluarga non-Sudairi. Biasanya yang menjadi raja adalah anak-anak yang berasal dari ibu Sudairi. Abdullah itu bukan berasal dari Sudairi. Abdullah menjadi tempat berkumpulnya koalisi non-Sudairi. 

Dengan demikian, Muhammad bin Salman berupaya untuk mengamankan posisi.

Saya baru membaca berita yang dikeluarkan oleh kantor berita Rusia bahwa Mit’ab bin Abdullah akan melakukan kudeta. Mungkin isu yang dijual ke publik adalah tindak pidana korupsi tetapi apa yang terjadi di internal adalah kudeta. 

Dalam sistem monarki, kudeta itu sesuatu yang lazim. Karena oposisi itu tidak mungkin karena tidak memiliki ruang. Jadi musuh terbesar seorang raja adalah keluarganya. Mungkin yang paling aman dijual keluar adalah tindak pidana korupsi.

Lalu, mengapa itu dilakukan?

Langah politis selanjutnya adalah 70 persen warga Saudi adalah generasi milenial. 50 persen dari generasi milenial tersebut adalah mahasiswa magister dan doktoral di Eropa dan Amerika jurusan filsafat. Tahun ini mereka akan pulang. Sedangkan di saat yang sama, kondisi ekonomi Saudi sedang kronis. Namanya filosof; kalau tidak bisa memberi kami makan, biar kami yang jadi raja.  Maka dari itu, diperlukan sosok pemimpin yang berani dan muda. Jadi langkah politis ini adalah gebrakan yang luar biasa.  

Soal waktu penangkapan, mengapa itu dilakukan pada 4 November? Apakah ada pesan khusus atau seperti apa?

Ada pengaruhnya dalam geopolitik internasional. Mengapa pilihan waktunya Sabtu 4 November, kenapa bukan Jumat atau Minggu saja. Penangkapan sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri pada Sabtu malam itu bersamaan ketika Iran sedang merayakan tiga puluh delapan tahun pengambil alihan Kedubes Amerika di Iran. 

Artinya, berbicara Timur Tengah itu berbicara soal pengaruh. Siapa yang paling berpengaruh. Tahun delapan puluhan perang Irak-Iran berbicara siapa yang paling berpengaruh. Tahun sembilan puluhan ada perang Teluk. Siapa yang paling berpengaruh Arab Saudi Kuwait atau Irak. Saat ini, Timur Tengah bisa dikata yang berpengaruh itu tiga negara saja yaitu Iran dengan sekutunya, Arab Saudi dengan sekutunya, Qatar dan Turki. 

Jadi penangkapan 4 November itu sudah hasil istikhoroh. Kenapa 4 November? Karena 4 November 1979 terjadi Revolusi Islam Iran dan merebut Kedubes Amerika di Teheran. Pada saat yang sama, Saudi melakukan reformasi birokrasi radikal. Dunia internasional, khususnya dunia Islam sedang dijamu; mau lihat yang mana Arab Saudi atau Iran. Di pemberitaan, Saudi yang paling ramai. Dalam hal ini Saudi berhasil membuat media internasional memberitakannya daripada Iran.

Apakah yang dilakukan Saudi juga ada hubungannya dengan mundurnya Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, yang terjadi pada 4 November?

Geopolitik selanjutnya adalah mundurnya Hariri. Yang menarik, setelah mundur Hariri berada di Riyadh. Kita tahu Lebanon memiliki sistem kenegaraan yang cukup unik. Perdana Menteri harus dari Islam, Presidennya Kristen, Ketua DPR nya harus dari Syiah. Perdana menteri lebih banyak mengambil ruang di Lebanon. Dan sulit ditepis bahwa Hariri adalah kawan dekat atau bisa dibilang muridnya Saudi. 

Dalam kondisi ini, tanpa Saudi di Lebanon coba lihat. Terjadi disintegritas dan instabilitas. Jadi sekali mendayung, tiga pulau terlampaui. Satu tindak pidana korupsi, kedua Lebanon, dan yang ketiga Iran. 

Ada tudingan bahwa lembaga anti korupsi, Nazaha, hanya dijadikan alat untuk menghabisi orang yang dianggap membahayakan kekuasaan Muhammad bin Salam dan Raja Salman?

Memang sulit ditepis kalau ini langkah politis. Namun untuk menciptakan good government maka harus ada tata kelola yang modern terkait keuangan. Penangkapan sebelas pangeran dan seterusnya itu dilakukan beberapa bulan setelah Saudi menandatangi kucuran dana dari IMF. Cukup ironis, negara minyak dengan cadangan 220 miliar barel sampai pinjam uang ke IMF, lemabag ribawi terbesar di dunia.

Artinya, Arab Saudi dengan rezim Salman tidak bisa mengendalikan gurita bisnis para pangeran. Kalau saja terjadi persuasi atau komunikasi yang baik antara klan Salman dengan pangeran-pangeran yang kaya itu, saya kira Saudi tidak perlu pinjam uang ke IMF. 

Saudi mencanangkan Visi 2030. Menurut anda, apakah ini akan berhasil? Dan apa saja hambatan dan tantangannya?

Saya kira dalam pertarungan ini Muhammad bin Salman akan memenangkan game ini dengan syarat dia melakukan persuasi kepada lembaga ulama. Karena ulama adalah pilar kedua di Arab Saudi. Kita tahu Arab Saudi bisa menjadi negara merdeka itu ketika berkoalisi dengan ulama.

Namun, ulama yang seperti apa? lembaga seperti apa? artinya harus ada reformasi di tingkat ulama. Islam yang lebih inklusif, Islam yang modern, Islam yang paham statistika. Kalau saya mengutip Muhammad bin Salman: Saudi itu bukan sekedar ayat, tapi implementasi ayat, dan strategi ayat. Karena Saudi hanya berbicara ini dalilnya, bagaimana implementasi dalil itu. Itu yang penting. 

Reformasi radikal, megaproyek NEOM, dan Visi Saudi 2030 akan berhasil dengan syarat. Pertama, reformasi pemikiran di lembaga ulama Arab Saudi. Kedua, good government. Semua masyarakat, khususnya keluarga kerajaan tidak ada yang kebal hukum. Ketiga, masih menjalin hubungan intensif dengan Paman Sam. 

Tetapi juga ada masalah dengan ulama, kalau Muhammad bin Salman sampai gagal melakukan komunikasi dengan ulama, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi koalisi yang dahsyat antara kubu non-Sudairi dengan lembaga ulama. Kalau ini terjadi, Saudi hanya sejarah saja.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam Hari Santri 2018

Sabtu, 09 Desember 2017

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

Mojokerto, Hari Santri 2018. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Dr. Said Aqil Sirodj mengharapkan Pergunu dapat memahami agama dengan pendekatan rasional, kontekstual dan jangan liberal.

“Dalam pemahaman keagamaan kita harus memakai akal yang benar dan jelas, rasional, kontekstual sesuai koteks masa dan temapt tapi jangan liberal, jangan lepas kendali dari al-quran dan hadis.”

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Berpikirlah Rasional, Jangan Liberal

“Pergunu juga jangan hanya ngajar saja, ngaji saja, tapi harus mewarnai seluruh segi kehidupan.” 

Dia juga mewanti-wanti Pergunu agar tidak ikut-ikut dalam hingar bingar perpolitikan. Pergunu diharap lebih berkonsentrasi dalam ranah keilmuan dan dakwah kemasyarakatan.

Hari Santri 2018

“Tidak boleh semua jadi politisi, menjadi DPR, dan sebagainya karena harus ada yang duduk manis untuk memahami, memperluas pemaknaan agama, mengubah masyarakat, mewarnai pola pikirnya” ujar Said dalam penutupan Rapat Kerja Nasional PERGUNU, Ahad malam (08/07) di Aula Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Hari Santri 2018

“Kiai-kiai sepuh ndak usah di politik, hendaknya liyatafaqqahu fiddin dan liyundzira qawmahum, karena itu lebih terhormat dan itulah tugas para ulama.” Tegasnya lagi di hadapan para pengurus PERGUNU seluruh Indonesia.

Kontributor: Yusuf Suharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Surabaya, Hari Santri 2018



Hajatan permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar NU adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. Bila tidak ada kendala, acara akan dilangsungkan di Nusa Tenggara Barat, November mendatang. PWNU Jatim telah menyiapkan tim khusus untuk membahas sajumlah persoalan yang akan disampaikan di forum tersebut.

Dan untuk mematangkan materi menjelang keberangkatan kontingen tersebut, PWNU Jatim akan mengawali dengan mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil. ? "Untuk Munas dan Konbes, ketua timnya adalah KH Ali Maschan Moesa," kata KH Anwar Iskandar, Selasa (8/8). Sedangkan untuk materi Muskerwil akan dikawal oleh Akh Muzakki, lanjut Wakil Rais PWNU Jatim tersebut.

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Dalam padangan Kiai Anwar Iskandar, sejumlah hal perlu dipersiapkan secara lebih saksama karena forum Munas dan Konbes NU akan membicarakan berbagai persoalan. Sejumlah masukan dan siapa saja yang akan menghadiri dua acara penting tersebut akan melalui seleksi yang cukup ketat.

"Baik yang masuk bidang organisasi, program, bahtsul masail serta rekomendasi," katanya kepada delegasi PCNU se-Jawa Timur yang hadir pada rapat koordinasi di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin Ngasinan Kota Kediri tersebut, di antara yang akan disampaikan adalah konsep PWNU Jatim terkait model pemilihan yakni ahlul halli wal aqdi atau Ahwa. "Kita optimalisasikan agar pemilihan dengan model Ahwa tidak hanya untuk kepengurusan syuriah, tapi juga tanfidziyah," jelasnya. Hal tersebut sebagai implementasi amanat AD/ART NU yang menjelaskan bahwa pemegang otoritas tertinggi di jamiyah ini adalah ulama atau kiai, lanjutnya.

Hari Santri 2018

Untuk pelaksanaan Muskerwil sendiri masih menunggu tim survey. "Tempatnya masih akan diputuskan apakah di Surabaya atau Tuban," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Agar lebih bisa mengoptimalkan kegiatan permusyawaratan ini, PWNU Jatim sangat berharap peran aktif PCNU se-Jatim untuk memberikan masukan, pikiran, pendapat dan aspirasi yang akan dibahas. "Usulan silakan disampaikan kepada Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh Muzakki selaku koordinator Muskerwil," tandasnya.

Rapat koordinasi ini menghadirkan utusan dari PCNU se-Jatim. Tampak hadir dari unsur syuriah PWNU Jatim yakni KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Shonhaji Shaleh, juga KH Syafrudin Syarif selaku katib. Sedangkan dari tanfidziyah antara lain KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Sholeh Hayat, juga Prof Akh Muzakki. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kiai, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Selasa, 05 Desember 2017

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat

Assalamualaikum wr. wb. Segenap pengurus NU yang saya hormati, bagaimana status pakaian yang dicuci di laundry? Apakah pakaian tersebut suci dan boleh digunakan untuk shalat atau tidak suci dan tidak boleh digunakan untuk shalat?

Cara mencuci pakaian di laundry menggunakan air yang sedikit dan tidak mengalir, sehingga mungkin saja najis yang ada pada satu pakaian bisa menyebar ke pakaian yang lain. Bagaimana status mencuci pakaian di laundry ini, apakah suci atau tidak? Kami tunggujawabannya. Terima kasih atas perhatiannya. Wassalamualaikum wr.wb. (Dika Darojat)

?

Wa’aalaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakaian Hasil Laundry yang Suci untuk Shalat

Saudara Dika Darojat yang mudah-mudahan selalu dalam naungan ridha dan kasih sayang Allah, Bisnis yang bergerak di bidang pelayanan jasa akhir-akhir ini cukup memikat hati masyarakat. Banyak diantara mereka yang berinvestasi dalam bidang jasa terutama dikota-kota besar tak terkecuali jasa laudry (pencucian baju). Fenomena ini tentunya cukup menggembirakan roda perekonomian bangsa kita yang sedang giat-giatnya mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah bagi warganya.

Jasa pencucian baju (laundry) sebagaimana pertanyaan saudara Dika Darojat juga perlu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Namun yang lebih penting dari itu adalah perhatian pelaku bisnis yang tidak lain adalah pengelola laundry atas kesucian dan kebersihan hasil cuciannya demi menjaga eksistensi dan kepercayaan pelanggan atas bisnis yang digelutinya.

Jadi yang perlu diperhatikan bukan sekedar rapi dan harum. Bersih dan suci, itulah dua standar yang selayaknya diterapkan dalam proses pembersihan dan penyucian dari tiap kotoran dan najis. Suci namun tidak bersih dimata manusia nampak kurang begitu dihargai, seperti pakaian yang lusuh namun suci. Sementara bersih saja tanpa unsur suci dalam pandangan syara’ juga tidak sah untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti shalat.

Hari Santri 2018

Saudara penanya yang kami hormati. Menanggapi pertanyaan dari saudara, kami perlu membuat perincian sebagai berikut: 1. Apabila pakaian yang dilaundry itu tidak ada yang najis atau terkena najis maka hasil cuciannya suci, tanpa perlu memperhatikan proses perendaman baju (kecuali apabila dalam proses perendaman ada benda najis atau terkena najis dari dalam mesin dan belum sempat dihilangkan serta disucikan).

2. Apabila pakaian/cucian terdapat najis atau terkena najis maka najis yang ada atau yang melekat harus dihilangkan terlebih dahulu, baru kemudian diadakan proses penyucian. Apabila diperlukan pemisahan antara pakaian yang terkena najis dengan yang tidak, maka hal itu juga sangat baik untuk dilakukan.

Dalam pandangan fiqih terutama madzhab Syafi’i, setelah ‘ainiyah (materi) najis hilang, proses berikutnya yakni penyucian baju atau pakaian yang terkena najis (mutanajjis) seperti pakaian harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya adalah adanya aliran air yang menembus dan mengalir ke setiap sisi bekas najis. Dalam kitab Fahul-Qarib dinyatakan:

Hari Santri 2018

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dalam mencuci benda yang terkena najis disyaratkan air mengalir pada benda tersebut (diguyurkan). Hal ini belaku pada air yang sedikit (volume airnya kurang dari +/200 liter), apabila sebaliknya (air ada terlebih dahulu kemudian benda( dalam hal ini pakaian) yang terkena najis dicelupkan ke dalamnya), maka belum dinyatakan suci. Jika air itu banyak, maka tidak disyaratkan aliran air pada benda (pakaian tersebut).

Persyaratan proses penyucian yang demikian, sekali lagi mengacu pada madzhab Syafi’i dan hal ini tentunya lebih mengedepankan kehati-hatian dalam memandang status suci tidaknya hasil cucian. Pendapat dari madzhab lain mungkin saja berbeda dengan yang kami kemukakan.

Saudara Dika yang kami muliakan. Intisari dari jawaban ini sebenarnya lebih mengarahkan agar para pengelola maupun pengguna mesin cuci lebih cermat dan teliti dalam mencuci pakaiannya. Guna lebih memastikan dan meyakinkan status kesucian pakaian yang dicuci, kami menyarankan agar dalam proses pembilasan terakhir sebelum pengeringan, diupayakan ada guyuran air yang mengaliri semua cucian baik melalui, kran, selang air (toler), gayung dan lain sebagainya. Beberapa mesin cuci yang dipakai laudry sekarang juga sudah langsung mengalirkan air bersih dari toler ke pakaian dan lalu ke pembuangan. Maka pastikan menggunakan jasa laundry yang terpercaya dan sesuai dengan kriteria yang telah dijelaskan di atas.

Mudah-mudahan jawaban ini dapat difahami dan diaplikasikan sebaik-baiknya. Amin. Wallahu a’lam. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Minggu, 26 November 2017

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

Tegal, Hari Santri 2018. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU ) Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal menyatakan gerakan pelajar antiradikalisme dan narkoba. Deklarasi ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi merebaknya radikalisme yang belakangan mulai menyasar kalangan pelajar.

penanggung jawab acara sekaligus Ketua demisioner PAC IPNU Pangkah Moh Naenul Rizqoni mengatakan, deklarasi pelajar antiradikalisme dan narkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak masyarakat tak berdosa turut menjadi korban akibat radikalisme yang terus tumbuh hingga di tataran pelajar. Begitu pula akibat narkoba, tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirkan Habib Luthfi, Pelajar NU Pangkah Deklarasi Antinarkoba dan Radikalisme

"Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk radikalisme dan peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan radikalisme dan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. Baik SMP, SMA maupun perguruan tinggi," katanya usai ? pelantikan kepengurusan yang baru dan deklarasi di lapangan Balamoa Kecamatan pangkah, Ahad (28/8).

Dalam waktu dekat, tutur Moh Naenul Rizqoni , pihaknya akan mengarahkan kepengurusan yang baru untuk menggalang dukungan dari seluruh sekolah dan perguruan tinggi di Kecamatan Pangkah ? untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi radikalisme. Pelajar dan mahasiswa NU didorong untuk menjadi pelopor dalam mengampanyekan semangat anti radikalisme.

Masalah yang juga perlu mendapatkan perhatian serius menurut Rizqon ? adalah persoalan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam. "Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba," ungkapnya.

Hari Santri 2018

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Tegal ? H Ahmad Wasari yang memimpin jalannya deklarasi mengatakan strategi preventif sejak dini memang perlu dilakukan terutama bagi generasi muda. Penanaman nilai-nilai keagamaan dan kebangsaaan di sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga menengah turut memberikan dampak positif terhadap upaya menghadang radikalisme.?

Ketua MWCNU Pangkah H Muntoyo mengatakan, Pesantren dan sekolah-sekolah NU bersama pemerintah Tegal selama ini cukup banyak bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan. Termasuk untuk menghadang radikalisme, tidak hanya di kalangan internal namun ke depan kampanye antiradikalisme lebih gencar dilakukan di masyarakat secara luas.

Hari Santri 2018

Radikalisme, menurut Muntoyo, di antara penyebab yang paling berpengaruh adalah karena memahami agama secara literal dan semakin gencarnya penyebaran paham-paham yang mengarah pada radikalisme melalui media sosial. Untuk itu, diharapkan IPNU-IPPNU kedepan dapat menjadi garda terdepan menanamkan sikap toleransi dan keberagaman di masyarakat.

Selain itu, menurut H Sofiyudin selaku pembina PAC IPNU Pangkah, untuk menghindari radikalisme dan bahaya Narkoba yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Tentu diperlukan stakeholder untuk membentengi masing-masing anggota keluarga dari godaan radikalisme. "Guru agama di sekolah-sekolah dalam mengajarkan Islam harus proporsional dan komprehensif. Sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang keliru," jelasnya.

Deklarasi Pelajar NU Kecamatan Pangkah anti radikalisme dan anti narkoba diikuti sebanyak ratusan Pelajar ? dari seluruh Desa dan Sekolah sekolah se Kecamatan Pamgah dan di ikuti oleh ribuan pelajar yang turut hadir serta di meriahkan oleh Grup Hadroh Az-zahir dari pekalongan dan dihadiri oleh Al Habib Muhammad Lutfhi Bin Hasyim Bin Ali Bin Yahya dari Pekalongan dan Ufti Adenda Aulia (Aksi Indosiar).

Dalam peyampainya Habib Lutfhi menitipkan pesan kepada segenap pelajar dan kalangan muda yang ada untuk terus berkarya dalam mencintai Bangsa dan Tanah Air ini. “Jangan sampai kalian menyakiti hati orang tua dan para pahlawan bangsa," tutur Habib Lutfhi. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya IPNU-IPPNU Pangkah yang telah mengajak masyarakat untuk melakukan hal baik dan positif. (Mughni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Santri, Ahlussunnah, Sholawat Hari Santri 2018

Senin, 20 November 2017

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

Muzdalifah, Hari Santri 2018. Setelah terbenam matahari pada 9 Dzulhijjah, jutaan jemaah haji, termasuk jemaah Indonesia mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah. Mereka akan melakukan prosesi mabit (menginap) di sana sembari mencari batu kerikil untuk melontar jumrah di Jamarat.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, hamparan luas Muzdalifah di 6 sektor jemaah haji Indonesia dilengkapi dengan karpet merah seukuran 1,5 x 2 meter. Di sektor satu maktab 10, jemaah haji merasa nyaman dengan fasilitas tambahan yang disediakan oleh Muassasah Asia Tenggara.

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Muzdalifah, Jemaah Haji Dibuat Nyaman dengan Hamparan Karpet

"Alhamdulillah bagus dan nyaman," kata beberapa jemaah dari Bombana Kolaka kompak, Senin (11/9) tengah malam, sembari duduk santai di atas karpet merah yang tersedia. Sebagian lainnya terlahat tiduran menikmati suasana malam di Muzdalifah usai mengimpulkan batu kerikil untuk lontar Jumrah di sana.

"Alhamdulillah sekarang menjadi tidak kotor lagi," tambah jemaah lainnya. Sebelumnya mereka perlu membawa bekal alas, kini tidak perlu lagi dan bisa langsung beristirahat setibanya di Muzdalifah.

"Nyaman, enak, duduknya tertib," kesan lain yang dirasakan jemaah haji lainnya.

Hari Santri 2018

Sejumlah karpet merah tampak menghampar di beberapa titik, terutama di areal terdekat kumpulan baru kerikil yang telah disiapkan Pemerintah Saudi dan juga dekat tempat buang air kecil (toilet). Penambahan fasilitas karpet merah tahun ini baru diberlakukan oleh Muasasah Asia Tenggara di mak-maktab negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Namun demikian, karpet merah yang disediakan belum menutup seluruh hamparan muzdalifah. Beberapa bagian masih terbuka dan jemaah harus menggelar alas untuk beristirahat di sana. "Nyaman, bagus, apalagi kalau karpetnya bisa semua," demikian harapan jemaah lainnya agar karpet merah diperbanyak jumlahnya.

Hari Santri 2018

Hal sama disampaikan oleh Tini, jemaah asal kloter satu Embarkasi Surabaya (SUB 01). Dia mengaku merasa nyaman dengan adanya fasiltas karpet di muzdalifah. Meski demkian, dia berharap jumlahnya diperbanyak sehingga semua jemaah haji Indonesia bisa merasakannya.

"Lebih nyaman. Enak tidak usah ada alas lagi dan bisa langsung duduk di karpet. Pengennya tetap dikasih karpet dan lebih luas lagi," harapnya.

Melewati tengah malam (muntashif al-lail), jemaah haji mulai diberangkatkan secara bergelombang menuju Mina untuk menginap di sana. Hari ini, jemaah haji Indonesia mulai melakukan wajib haji lainnya, yaitu lontar Jumrah Aqabah sebelum mereka bertahallul dan mengganti pakaian ihramnya dengan baju biasa. Sebagian jemaah ada juga yang memilih langsung menuju Masjidil Haram untuk melakukan Tawaf Ifadlah dan bertahallul di sana, sebelum melakukan Jumrah Aqabah. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Halaqoh, Ahlussunnah Hari Santri 2018

Sabtu, 18 November 2017

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Sragen, Hari Santri 2018. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Tanon kabupaten Sragen, saat ini memiliki anggota sebanyak 15.000 orang bahkan lebih. Jumlah ini berdasar data pada jumlah anggota yang memiliki Kartanu (Kartu Anggota NU). Mereka sangat aktif melakukan pelbagai macam gerakan sosial dan keagamaan.

“Kegiatan banom dan ranting di sini, alhamdulillah juga hidup semua. Ada baksos, tiap tahun baru Hijriyah ada kegiatan khitanan dan nikah massal serta santunan,” terang Ketua MWCNU Tanon Sudarmanto kepada Hari Santri 2018, Kamis (25/6).

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Atas semua capaian dan prestasi itu, NU Tanon diganjar dengan mendapat penghargaan masuk dalam 10 besar pada lomba MWCNU terbaik seprovinsi Jateng.

Hari Santri 2018

MWCNU Tanon yang dipimpin Rais Syuriyah KH Mukhlis Mubarok ini, bahkan berhasil menempati urutan lima besar, dengan perolehan nilai 75.

Hari Santri 2018

Meski demikian, Sudarmanto mengatakan masih banyak capaian yang ingin diraih dari para pengurus.

“Kami ingin mendirikan BMT atau dengan membuat semacam grosir yang dapat menyediakan kebutuhan pokok warga NU. Bahkan, kalau memungkinkan mendirikan mini market,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Sudarmanto, diharapkan NU di wilayah Tanon dapat lebih berpartisipasi dalam menghidupkan perekonomian umat. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah Hari Santri 2018

Minggu, 05 November 2017

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan

Jepara, Hari Santri 2018? . Nampak beberapa miniatur meubel, furniture juga alat-alat untuk pengerjaan meubel diarak Keliling desa Petekeyan. Iringan takbir dan tahmid menggema dilantunkan oleh para peserta lomba takbir keliling yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Desa Petekeyan Tahunan Jepara, Jateng, Kamis (16/7) malam takbiran.

"Kegiatan ini rutin diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU desa Petekeyan setiap tahunnya, bahkan kegiatan takbir keliling ini merupakan progam kerja organisasi PR IPNU IPPNU desa Petekeyan periode 2015-2017 yang sudah berjalan selama 15 tahun," kata M Damar Utomo ketua IPNU Petekeyan.

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kreativitas Meubel dan Furniture di Lomba Takbir Keliling Pelajar NU Petekeyan

Sekrtearis Panitia kegiatan, Ulya Zaifuro Tema takbir keliling pada tahun 2015 adalah hasil meubel dan furniture. Setiap peserta wajib membuat kreasi sebuah miniatur meubel atau furniture dan menyuguhkan kreativitas untuk diarak Keliling desa dengan lantunan takbir oleh peserta.

Hari Santri 2018

Sementar itu, tokoh masyarakat, H Ali Subkhan menerangkan, bahwa desa swasembada ukir, sebutan Petekeyan ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa dengan adanya Takbir Keliling yang diadakan oleh IPNU-IPPNU Petekeyan ikut mempromosikan meubel dan Furniture hasil karya dari masyarakat desa Petekeyan.?

Hari Santri 2018

“Perlunya dukungan yang penuh dari pemerintah desa dalam mensyiarkan Islam dan Nahdlatul Ulama apalagi ini dilakukan oleh para pemuda-pemudi dan para pelajar sebagai penerus generasi yang akan meneruskan kepemimpinan kelak,” jelasnya.

Adapun Juara dalam Perlombaan takbir keliling ini ialah, juara 1 diraih warga RT 14 yang menyuguhkan kreasi Lamaran/Nikahan yang lengkap dengan meubel Almari Bufet dan Dekorasi pengantin. Juara 2 menyuguhkan kreasi mimbar dengan pernak-perniknya yang diraih oleh RT 15. Sedangkan Juara 3 dari Mushola Darul Ulum dengan menyuguhkan kreasi Kursi Flamboyan.?

Adapun Juara Harapan 1 Mushola Ar-Rohman dengan kreasi Almari Botol. Juara Harapan 2 Mushola Darul Muslimin dengan kreasi Kursi Goyang. Juara Harapan 3 dari Pondok Pesantren Darul Ulum kreasi Gazebo.

Para Juara dan peserta mendapatkan Piala dan uang pembinaan. Dan juara 1 sekaligus Juara Umum mendapatkan Piala Bergilir yang diserahkan oleh Ketua Ranting NU desa Petekeyan. (Miqdad Syaroni/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Ahlussunnah, Kiai, Pesantren Hari Santri 2018

Minggu, 29 Oktober 2017

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian

Banyuwangi, Hari Santri 2018 - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi lewat sebuah lagu yang berjudul Kita Bersatu. Lagu ini berisi amanah persatuan dan kesatuan bangsa dalam menerima perbedaan.

Lagu yang akan diluncurkan ketika pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ini diciptakan oleh Rahmat Candra Saputra yang juga merupakan pengurus IPNU Kecamatan Purwoharjo.

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Banyuwangi Rilis Lagu Perdamaian

Menurut Rahmat, masih ada pelajar terutama pemuda yang belum memiliki jiwa nasionalisme. Untuk itu perlu dipupuk nilai-nilai kebangsaan dalam diri seorang pelajar.

"Pergaulan bebas yang berdampak pada krisis nilai-nilai kebangsaan perlu adanya konter dari berbagai pihak. Salah satunya bisa lewat sebuah lagu seperti ini," kata Rahmat.

Hari Santri 2018

Saat ditemui di sela pembelajaran, ia menambahkan bahwa memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa dari berbagai profesi yang dimiliki oleh pelajar.

Hari Santri 2018

"Tak perlu muluk-muluk untuk memajukan bangsa ini, bisa dengan keahlian masing-masing," tutur Rahmat.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Banyuwangi Moh Yahya Muzakki mengajak kaum muda untuk selalu mengedepankan rasa nasionalisme agar dapat membawa perdamaian di tengah keberagaman.

"Mari kita pupuk spirit persatuan dan kesatuan bangsa, agar kita dapat menorehkan sebuah prestasi," kata Yahya di Aula KH Tholchah Mansoer Genteng, Banyuwangi, Senin (18/12) siang.

Lagu ini, menurutnya, memberikan gambaran kepada kita bahwa anak-anak muda Indoneisa yang merupakan cikal bakal kemajuan bangsa ini nantinya.

"Semoga dengan lagu Kita Bersatu ini dapat menjadi jariyah nasionalisme pelajar Banyuwangi untuk Indonesia dan dunia," harapnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Kajian, Ahlussunnah, AlaSantri Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock