Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Jakarta, Hari Santri 2018 - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan masyarakat dan media untuk tidak memviralkan foto-foto pernikahan dini seperti pernikahan Slamet dan Rohayah.

“Saya meminta bantuan semuanya sebagai bagian edukasi yang sangat penting agar jangan memviralkan foto-foto? misalnya honemoon Ananda Slamet, karena khawatir ini (pernikahan usia dini) menjadi referensi atau role model,”? kata Khofifah yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial ini.

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Muslimat: Jangan Viralkan Pernikahan Dini!

Ia menyampaikan pernyataan saat menanggapi pertanyaan wartawan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal bi Halal Muslimat NU, di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

Khoifah menegaskan, yang dipermasalahkan dalam penikahan Slamet dan Rohayah bukan perbedaaan usia mereka, namun karena usia Slamet yang masih 16 tahun, terhitung masih usia anak-anak.

Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Pernikahan Nomor 1 tahun 1974, pernikahan dilakukan oleh laki-laki berumur 19 tahun dan perempuan minimal 16 tahun.

“Maka saat ini dengan adanya program wajib belajar 12 tahun, bagi perempuan minimal setelah lulus SMA, dan laki-laki sesudah lulus kuliah,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Quote, AlaSantri Hari Santri 2018

Kamis, 22 Februari 2018

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Jakarta, Hari Santri 2018. Saat ini dunia maya tengah viral oleh adanya penceramah agama yang dinilai tidak kompeten di salah satu televisi nasional. Terlihat dalam tayangan itu seorang ustadzah yang menulis ayat Al-Quran  dengan kesalahan yang sangat fatal. 

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ceramah Keagamaan di TV Harus Selektif

Hal tersebut mengundang keprihatinan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Maman Imanulhaq.

Kiai Maman menegaskan bahwa televisi adalah media yang efektif ditonton dan memengaruhi pola pikir  masyarakat umum. Apabila tayangan ceramah keagamaan yang berkualitas dengan materi dakwah yang transformatif dan aktual disuguhkan oleh penceramah yang kompeten, maka akan mengukuhkan nilai agama yang menjadi semangat perubahan dan perdamaian.

"Sebaliknya bila materi ceramah yang hanya tekstual, tidak komprehensif dikarenakan tidak memiliki kompentensi, dan cenderung menyalahkan kelompok yang berbeda akan mempengaruhi masyarakat untuk saling membenci dan akan membingungkan umat,” ujarnya, Selasa (5/12).

Kejadian tersebut bukan pertama kali. Beberapa acara keagamamaan di televisi membuat resah umat diantaranya karena cenderung menyalahkan tradisi dan ritual yang dilakukan sebagian besar umat Islam di Indonesia. 

Hari Santri 2018

Untuk mengantisipasi kejadian serupa Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahldatul Ulama (LD-PBNU) dan LTNNU akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara berkala. 

Hari Santri 2018

Hasil dari FGD akan dikomunikasikan dengan statsiun-statsiun TV melalui program visit media. 

Selain itu, juga akan memberikan daftar profil 30 ustad muda NU kepada stasiun televisi. Para dai muda NU yang  nantinya direkomdasikan dipastikan adalah penceramah yang berkompeten. Penceramah juga mampu membawakan materi dakwah yang jadi solusi keagamaan bernilai kasih sayang serta memberikan dampak sosial serta membawa perbaikan bagi peradaban.

Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (Lembaga Infokom dan Publikasi) LTN PBNU, Hari Usmayadi, mengatakan pihaknya telah membuat kompilasi penceramah yang memiliki kompetensi keagamaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada para pihak yang membutuhkan, termasuk stasiun televisi.

“Pada saat ini telah disediakan dan terus dikembangkan website layanan Syiar Digital Nahdlatul Ulama dengan alamat www.nahdlatululama.id yang menyediakan daftar profil ustad dari berbagai provinsi dengan beragam keilmuan agama. Versi videonya ditampilkan di kanal video http://youtube.com/nahdlatululama, sehingga memudahkan masyarakat perkotaan dan perkantoran dalam mencari ustad,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Usma ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 PonPes, Pahlawan, Doa Hari Santri 2018

Selasa, 13 Februari 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Jakarta, NU.Online
Menteri Agama RI Prof DR KH Sayyid
Agil Husein Almunawar MA mengakui kualitas pendidikan Indonesia jauh tertinggal dengan negara-negara lain di dunia akibat rendahnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah.

"Mana bisa dengan anggaran hanya Rp 600 miliar harus dipakai untuk pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, lalu yang dibangun itu apanya, karena itu jangan salahkan bila kita tertinggal terus dalam pendidikan," katanya di Pesantren Riyadush Sholihin, Gebang, Jember, Kamis malam.

Kehadiran Menag di Jember itu untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana pendidikan terpadu tingkat madarasah dan strata I oleh Yayasan Riyadush Sholihin kabupaten Jember dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.

Dalam acara yang sekaligus memperingati 25 tahun Yayasan Riyadush Sholihin di pelataran pondok pesantren itu, Menag menyatakan kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal, padahal bangsa Indonesia sudah sekian tahun merdeka, namun kepedulian terhadap pendidikan sangat rendah.

Untuk itu, katanya, diperlukan pembenahan secara bertahap yang tentunya disertai dengan peningkatkan anggaran pendidikan

"Alhamdullilah, pemerintah sekarang telah menaikkan anggaran pendidikan dari Rp5 triliun menjadi Rp11 triliun, karena itu anggaran untuk sekolah yang hanya Rp600 miliar diharapkan akan meningkat pula," katanya di hadapan ribuan siswa, ustadz, dan masyarakat sekitar pesantren.

Menurut dia, jika sistem diterapkan pada tahun ini banyak siswa-siswi tidak lulus dalam ujian akhir, maka hal itu juga merupakan bagian dari perlunya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi istilah "belajar dan tidak belajar sama saja" karena ada jaminan lulus.

"Hal itu akan diterapkan secara bertahap, sehingga tidak ada lagi ’mark up’ nilai, karena rujukannya jelas yakni kualitas," katanya.

Dia memaparkan dari 174 negara di dunia, bangsa Indonesia berada pada urutan ke-112 di bawah Vietnam satu poin yakni 111, sedang Malaysia urutan 59, dan Singapura bertengger di urutan 26.

"Lalu pertanyaannya kapan kita berada di bawah urutan 100," katanya.Oleh karena itu, diharapkan secara bertahap pendidikan itu dilakukan pembenahan, sehingga bila anggaran pendidikan itu sudah 20 persen APBN, maka diharapkan dalam waktu yang tidak lama akan dapat mengejar ketertinggalan itu.

"Jangan seperti sekarang ini, jumlah lulusan doktor Indonesia berada di bawah Malaysia yakni per 1 juta penduduk hanya 65 orang, sedang Malaysia per 1 juta penduduk 85 orang. Gelar doktor terbanyak di negara Israel yaitu per 1 juta penduduk terdapat 16 ribu orang doktor," katanya. (Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Kajian Sunnah, Pahlawan Hari Santri 2018

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Akui Anggaran Pendidikan Masih Rendah

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

Bogor, Hari Santri 2018. Pengurus Wilayah (PW) Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) DKI Jakarta menggelar kegiatan Suluk MATAN, Jumat-Sabtu (23-24/12) lalu di Al-Rabbani Islamic College, Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan bertajuk Membangun Kader Intelektual Berbasis Spiritual dan Kemandirian Ekonomi sebagai Benteng NKRI ini diikuti oleh beberapa kampus di Jabodetabek.

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk MATAN Bangun Kader Intelektual Aswaja Penjaga NKRI

“Peserta yang mendaftar ada 81 orang, mereka berasal dari IPB, UI, UIN, UNJ, UNU dan kampus lainnya. Mayoritas peserta aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ujar Ketua MATAN DKI Jakarta, KH Ali M. Abdillah yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Adapun narasumber lain yang hadir di antaranya, KH Hamdani Muin, KH Cholil Nafis, Ulil Abshar Abdalla, Sekretaris Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, dan dari BNPT Syamsul Hadi.

KH Ali M. Abdillah menyampaikan materi soal tasawuf yang relevan untuk kalangan mahasiswa. “Sebagai sipirit membangun pribadi yang berakhakul karimah sehingga berperan sebagai kader dalam membangun bangsa,” ujarnya kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/12).

Hari Santri 2018

Kemudian, Imam Gunawan menyampaikan tema tentang membangun jiwa entrepreneur kader muda. “Alhamdulillah ada langkah kongkrit terbentuknya MATAN Entrepreneur yang menjadi wadah untuk menampung potensi entreprenuer kader-kader MATAN. Pihak kemenpora akan membantu pembinaan dan pemberian modal usaha sesuai dengan program Kemenpora tahun 2017,” ucapnya.

Sementara itu, Samsul hadi dari BNPT memberikan keterangan tentang masuknya ajaran radikal di kampus-kampus. “Program BNPT tahun 2017 akan fokus di kampus. BNPT akan mendukung program kader MATAN terkait program deradikalisasi di kampus,” tutur Samsul.?

Hari Santri 2018

Lalu, intelektual muda Ulil Abshar Abdallah menyampaikan tentang dinamika pemikiran Islam klasik dan kontemporer. Ulil menyatakan, dirinya tetap istiqomah sebagai kader Nahdliyyin yang Sunni, Syafi’i, dalam tasawuf al-Ghazali dan falsafi.?

“Sedangkan pemikiran Islam liberal saya gunakan untuk dakwah di luar NU terutama utk menghadapi pemikiran barat,” ujarnya.

Selain itu, dia juga memberikan pencerahan terkait dinamika pemikiran Islam sejak wafatnya Rasulullah hingga moderen, baik dalam soal politik, keagamaan (madzhab) maupun sosial.?

KH Cholil Nafis menyampaikan materi tentang tantangan Aswaja. Cholil menegaskan perlunya kembali membaca prinsip-prinsip Aswaja dan Qanun Asasi yg dibuat oleh KH Hasyim Asyari supaya terhindar dari bahaya pemikiran liberalisme dan radikalisme.?

Kemudian, KH Hamdani Muin menyampaikan materi tentang Kematanan yang berpegang pada 5 prinsip: tafaquh fiddin, iltijamut thaat, tazkiyat nafs dan tasfiyatul qulub, mulazamah zikir dan aurad, khidmah lil ummah. “Kader MATAN bertanggung jawab dalam menjaga Aswaja an-Nahdliyah, membangun harmonisasi antara umat beragama dan sebagai benteng NKRI,” ujarnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Hari Santri 2018

Kamis, 08 Februari 2018

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Jombang, Hari Santri 2018. Banyak peluang melanjutkan studi bagi alumni Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH Tambakberas Jombang. Tidak semata ke sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air, juga ke berbagai negara, termasuk Cina. 

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)
MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina (Sumber Gambar : Nu Online)

MAUWH Tambakberas Beri Kesempatan Studi ke Cina

Seperti pada awal bulan lalu, madrasah ini mengadakan sosialisasi studi ke Cina oleh Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITC). Kegiatan yang berlangsung di aula utama madrasah tersebut diikuti seluruh siswa. Program ITC membantu pelajar yang berkeinginan belajar ke Cina dan memberikan peluang dengan jalur mandiri maupun beasiswa.

“Hadits Nabi mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ini sesuai dengan prinsip MAUWH yang mendukung siswanya melanjutkan studi sampai ke luar negeri,” kata Miftakhul Arif, Selasa (9/10). Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH ini mengemukakan bahwa dengan dipasangnya 10 bendera dari beberapa negara di halaman madrasah menunjukkan bahwa kiprah alumni madrasah ini demikian membanggakan. 

Taajuddin Muslim dari ITC menyampaikan bagaimana agar dapat melanjutkan studi ke Cina baik melalui jalur beasiswa maupun mandiri. Ia memaparkan rincian biaya dari mulai pendaftaran hingga biaya hidup di Cina dengan menawarkan berbagai kampus dan jurusan yang tersedia. Sejumlah universitas tersebut antara lain Universitas Shoufu Taiwan, Beijing Capital University, Capital Medical University, Yangtze University, Zheijing University, Chansha University.

Hari Santri 2018

Tidak hanya menceritakan tentang dunia perkuliahanan, Taajuddin Muslim juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Cina bisa kuliah sambil bekerja dengan penghasilan yang cukup tinggi. Hal tersebut karena banyaknya peluang pekerjaan yang ada di negeri tirai bambu tersebut. “Tidak sedikit mahasiswa yang kuliah sambil bekerja mampu membantu orang tua mereka di kampung halaman,” tuturnya saat presentasi.

Usai memberikan penjelasan, materi dilanjutkan dengan membuka sesi tanya jawab dengan para siswa dan siswi. Mereka terlihat demikian antusias mengikuti sosialisasi yang ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. 

Kegiatan diakhiri dengan dibagikanya sejumlah brosur universitas di Cina yang diberikan kepada siswa dan siswi MAUWH. (Ibnu Nawawi)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pahlawan, AlaNu Hari Santri 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk

Nganjuk, Hari Santri 2018

Rangkaian peringatan hari santri nasional 2017 di Kabupaten Nganjuk diawali dengan pelaksanaan Aswaja Camp ke-3 di Lapangan Malangsari, Tanjunganom, 7-8 Oktober 2017. Tidak kurang dari 350 pelajar mengikuti kegiatan ini.

Aswaja Camp dibuka oleh Komandan Rayon Militer Tanjunganom mewakili KODIM 0810 Nganjuk. Hadir pula tamu undangan perwakilan dari Fatayat NU, GP Anshor, Muslimat NU, Banser, BPBD Ngajuk dan lainnya. Aswaja Camp diselenggarakan oleh Aswaja Centre NU, LP Ma’arif NU, LDNU, FKPP Brajamusti, DEMA STAIM dan IPNU-IPPNU Kabupaten Nganjuk.

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Camp III, Awali Hari Santri di Nganjuk

“Aswaja Camp merupakan agenda penting untuk memperdalam serta memperkenalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah kepada pelajar, terutama dalil-dalil amaliyahnya, agar kita tidak menjadi Muqollid A’ma, pengikut yang buta,” tutur Kiai Budairi saat sesi motivasi sebelum pelaksanaan Aswaja Camp.

Aswaja Camp diselenggarakan dengan mensinergikan kegiatan kepanduan, kompetisi, amaliyah Aswaja, pengembangan wawasan kelimuan umum dan gemblengan kader pelajar Aswaja. Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan memberi nilai tambah bagi peserta setelah pulang dari perkemahan. 

Hari Santri 2018

Kegiatan seperti istighotsah, sholat berjamaah, mujahadah, ijazah kubro, sholawatan menjadi kegatan pokok yang dipraktikkan setiap peserta di Aswaja Camp. Begitu pula kompetisi yang semuanya dikemas untuk pendalaman aswaja, seperti lomba puisi aswaja, lomba artikel aswaja, lomba kaligrafi dalil aswaja dan lomba cerdas cermat aswaja.

“Sengaja semua kegiatan mulai pembukaan hingga penutupan dikemas dengan suasana santri. Pakaian yang dikenakan juga pakaian santri, kecuali ketika upacara. Lombanya bernafas Aswaja, kegiatannya pendalaman Aswaja, bahkan pulang peserta juga dibekali buku dalil amaliyah Aswaja. Bismillaah, ikhtiyar untuk membumikan Aswaja NU mulai dari tingkat pelajar.” tutur Gus Fauzi selaku salah satu inisiator Aswaja Camp.

Hari Santri 2018

Ada hal berbeda di Aswaja Camp kali ini. Yel-yel yang diteriakkan seluruh peserta adalah yel yang sedang gencar di NU yakni NU, NKRI, Pancasil dan nderek Kiai sampai mati. Semua peserta ketika berkumpul juga berkali-kali menyuarakan Mars Syubbanul Wathon gubahan Kiai Wahab. 

Selain itu, 35 kader pelajar penggerak Aswaja juga telah dikukuhkan oleh Kiai Bisri Hisyam selaku ketua PCNU Nganjuk sekaligus menjadi pembina upacara penutupan kegiatan. (Irvan Kaze/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan Hari Santri 2018

Selasa, 30 Januari 2018

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Bojonegoro, Hari Santri 2018 



Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Bojonegoro melakukan aksi nyata dengan bedah tiga rumah milik masyarakat yang layak menerima.

Januari 2018 LAZISNU Bojonegoro membedah rumah milik Komawati di Desa Nguken Kecamatan Padangan. Ia adalah seorang mualaf. Rumahnya dihuni empat anak yatim. 

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Bojonegoro Bedah Tiga Rumah Tak Layak Huni

Kedua, rumah milik Rohmat, seorang tunanetra warga Desa Balenrejo RT.07/RW.01 Kecamatan Balen, yang memiliki dua anak usia 7 tahun dan 2 tahun, sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh.

Ketiga rumah milik Yatminah (65) di Desa Pandantoyo RT.03/RW.01 Kecamatan Temayang. Ia adalah seorang janda dengan satu anak yang telah 14 tahun tidak pulang dari perantauan. 

Hari Santri 2018

"LAZISNU Bojonegoro ingin membantu membenahi ekonomi dengan membangun rumah warga masyarakat yang tidak layak huni," kata sekretaris LAZISNU bojonegoro, Shodikin.

Serta, sambungnya, ingin menjadikan rumah yang memadai dapat ditempati dengan layak untuk keluarga sehingga dengan rumah lanyak huni  tersebut dan sedikit modal usaha. 

"Diharapkan kehidupan mereka bisa lebih baik," terangnya.

Menurut pria akrab disapa Pak Dikin, NU menilai keluarga adalah kompleks terkecil dalam masyarakat, sedangkan rumah merupakan suatu sarana untuk bertempat tinggal. Namun di Bojonegoro masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Hari Santri 2018

"Masyarakat ini tergolong keluaga fakir miskin dan tidak mempunyai penghasilan tetap yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya," jelasnya.

Ditambahkan, pembiayaan tersebut dari donatur dan dermawan terutama warga Nahdliyin seperti ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed. 

"Program ini akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," imbuhnya.

Sementara itu ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Cholid Ubed menyambut positif program yang dilakukan lembaga. Pasalnya ini wujud kepedulian NU terkait kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. 

"NU hadir membantu mereka yang membutuhkan. Memberikan manfaat pada masyarakat," tuturnya singkat.

Para penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro sangat bahagia karena harapan bisa hidup di rumah layak huni akan tercapai. 

"Semoga ini dapat dimanfaatkan dan terima kasih atas bantuannya," terang salah seorang penerima bedah rumah dari LAZISNU Bojonegoro. (M. Yazid/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pahlawan, Syariah, Kiai Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock