Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Rahasia di Balik Mufaraqah Kiai As’ad dari Gus Dur

“Ibarat imam shalat, Gus Dur sudah batal kentut. Karena itu tak perlu lagi bermakmum kepadanya.” Beginilah salah satu ungkapan sikap KHR As’ad Syamsul Arifin, sebagaimana dikutip media nasional beberapa hari pasca Muktamar NU ke-28 di Krapyak, 26 tahun lalu. Konon, KHR As’ad kecewa besar pada lima tahun kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum PBNU. Gus Dur dianggap kebablasan. Pemikiran dan tindak-tanduk liberalnya diniliai sudah keluar dari rel Aswaja.

Dari berita yang dimuat di koran, pemikiran dan tindak-tanduk liberal yang dialamatkan pada Gus Dur antara lain terkait keikutsertaannya sebagai juri Festival Film Indonesia. KHR As’ad bahkan menyebut Gus Dur kiai ketoprak lantaran aksinya ini. Lalu terkait wacana Gus Dur mengubah salam “assalamu’alaikum” menjadi “selamat pagi”, dan beberapa kontroversi lain yang mengiringi perjalanan kepemimpinan Gus Dur.

Puncak ketidakcocokan Ketua Ahlul Halli wal Aqdi pada Muktamar NU ke-27 ini terjadi pada hari terakhir Muktamar Krapyak, Rabu siang, 29 Nopember 1989. Di hadapan media di arena Muktamar yang telah aklamasi memilih kembali Gus Dur sebagai Ketua Umum Tanfidziyah, pendiri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo ini, lantang menyatakan diri mufaraqah (memisahkan diri).



Rahasia di Balik Mufaraqah Kiai As’ad dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia di Balik Mufaraqah Kiai As’ad dari Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia di Balik Mufaraqah Kiai As’ad dari Gus Dur

Ketidakcocokan KHR As’ad dengan Gus Dur sebenarnya sudah lama. Keputusan mufaraqah bisa dibilang lebih merupakan kulminasi dari perselisihan panjang antarkeduanya. Perselisihan awal setidaknya sudah dimulai ketika pleno pertama PBNU hasil Muktamar Situbondo, di Pesantren Tebuireng, Jombang pada Januari 1985. Keputusan pleno menyatakan bahwa yang berhak mewakili NU keluar adalah Rais ‘Aam KH Ahmad Shiddiq, dan Ketua Umum Tanfidziyah KH Abdurrahman Wahid. Keputusan ini dinilai membatasi gerak dan langkah ulama sepuh lain, terutama KHR Asad yang sebelumnya dikenal dekat dengan Presiden Soeharto dan menteri-menterinya.

Beberapa kontroversi Gus Dur lainnya sepanjang 1984-1989 semisal; keterlibatan Gus Dur menjadi ketua DKJ (Dewan Kesenian Jakarta), kesediaan membuka Malam Puisi Yesus Kristus, dan kecenderungan membela Syiah, juga turut menjadi pemicu kerenggangan komunikasi antara KHR As’ad beserta kiai-kiai sepuh lain dengan Gus Dur. Hal ini berujung peristiwa ‘gugatan’ pada Gus Dur di Pesantren Darut-Tauhid, Arjawinangun, Cirebon, pada Maret 1989.

Sebuah fakta politik menarik, menyusul mufaraqah KHR As’ad, Gus Dur justru makin gencar melawan Orde Baru. Gus Dur makin aktif mendukung para aktivis melawan pemerintah. Menjelang pemilu 1992, di tengah kuatnya kekuasaan Soeharto, Gus Dur bahkan berani terang-terangan menolak penguasa negeri 32 tahun itu untuk dipilih kembali. Gus Dur terus menyerang Pak Harto hingga lengser ke prabon pada 1998.

Hari Santri 2018

Banyak literatur menyebut, KHR As’ad Syamsul Arifin adalah sosok wali quthub. Kesaksian KH Mujib Ridwan misalnya, menyebut jika KHR As’ad pernah menangis tersedu-sedu lantaran ‘kedoknya’ terbuka, usai dibacakan sebuah surat Al-Qur’an. KH Mujib Ridwan adalah putra KH Ridwan Abdullah, pencipta lambang NU, yang lebih 20 tahun mengabdi pada KH As’ad Syamsul Arifin. Di luar kharisma keulamaannya, KHR As’ad adalah seorang guru dan pengamal 17 jenis tarekat. Meskipun demikian beliau tidak pernah memaklumkan diri sebagai seorang mursyid tarekat di depan umum. KHR As’ad juga mendalami ilmu kanuragan yang membuat banyak bajingan bertekuk lutut kepadanya.?

Hari Santri 2018

Konon, kewalian KHR As’ad inilah yang melatarbelakangi beberapa tindakannya sehingga tidak mudah dimengerti khalayak awam. Satu di antaranya menyangkut kerenggangan KHR As’ad dan Gus Dur. Kala itu tentu saja tak sedikit Nahdliyin di akar rumput yang kebingungan. Meski tak sampai menciptakan kubu-kubu yang saling berseberangan, konflik panjang dua tokoh beda generasi ini memunculkan pertanyaan di banyak pihak. Tak terkecuali rombongan Kepala Sekolah SLTP dan SLTA Ma’arif Kotamadya Surabaya. Suatu hari, pada 15 April 1987, mereka serombongan sowan ke ndalem KHR As’ad di kompleks Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Sesampai di ndalem, rombongan diterima langsung oleh KHR As’ad yang kala itu didampingi KH Mudjib Ridwan. Rombongan pun mendapat penjelasan langsung bahwa beliau mufaraqah dengan Gus Dur karena Gus Dur kiai ketoprak. Dengan menjadi juri FFI di Bali, Gus Dur dinilai sudah tidak sesuai dengan kakeknya KH Hasyim Asy’ari, dan penjelasan lain-lain seterusnya sebagaimana yang sudah beredar di media massa.

Dari Situbondo, rombongan meneruskan silaturahim berikutnya ke Jember ke ndalem KH Ahmad Shiddiq. Di hadapan Rais ‘Aam PBNU ini, disampaikanlah panjang lebar kebingungan-kebingungan mereka mengenai hubungan KHR As’ad dengan Gus Dur.

Dan beginilah dawuh KH Ahmad Shiddiq. “Kulo, dan sampean-sampean semua—seraya menunjuk satu persatu rombongan yang hadir—bukan levelnya. Bukan kelasnya menilai Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin.” Demikianlah yang pada intinya, Nahdliyin yang belum masuk levelnya, tidak pantas menilai sikap mufaraqah KHR As’ad dengan Gus Dur. Keduanya memiliki maqom (tingkatan spiritual) yang tinggi di atas kebanyakan.

Menyikapi friksi di tingkatan elit NU yang kian membingungkan ini, suatu ketika beberapa anggota Dewan Khas IPSNU Pagar Nusa dipimpin H. Suharbillah memutuskan sowan ke KH Khotib Umar, Pengasuh Pesantren Raudhatul Ulum Sumberwiringin, Sukowono, Jember. IPSNU Pagar Nusa kebetulan saat itu baru saja dideklarasikan. KH Khotib Umar adalah salah seorang ulama pejuang yang wara’ yang sangat disegani di kalangan Nahdliyin.

Kepada para pendekar Pencak Silat NU ini, KH Khotib Umar bertutur bahwa suatu waktu beliau menghadap pada KHR As’ad Syamsul Arifin bermaksud meminta penjelasan mengenai masalah dengan Gus Dur. Dan KHR As’ad dawuh bahwa memusuhi Gus Dur merupakan strategi menghadapi rezim Orde Baru. Supaya Gus Dur tidak dihabisi maka beliau memusuhi Gus Dur. Untuk menyelamatkan beliau. “Saya dengan Gus Dur hanya berbeda dalam siyasi, politik! Mufaraqah bukan berarti benci Gus Dur. Malah saya sangat mengasihi Gus Dur. Saya khawatir kalau Gus Dur di penjara oleh penguasa—karena sikap kritisnya­—lalu siapa yang akan membela? Demikian dawuh sang wali quthub. (Didik Suyuthi)

? . * Sebagian data diperoleh dari catatan pribadi DR KH Suharbillah

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Makam Hari Santri 2018

Selasa, 06 Februari 2018

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Madiun, Hari Santri 2018. Sering “terseretnya” organisasi masyarakat dalam berbagai kepentingan, seolah membuat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkepentingan menekankan tugas yang sebenarnya. Dijelaskan, ormas seperti NU memiliki kewajiban membangun manusia.

“Kewajibannya adalah membangun manusia, masyarakat. Tidak lagi mempersoalkan agama. Agar lebih maju, bermanfaat, membangun kekuatan budaya moral agama akhlak ekonomi politik,” paparnya saat menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal Pengurus Cabang PCNU Kota Madiun, Jawa Timur, di Wisma Haji Kota, Sabtu (18/11) lalu.

Menurut Kang Said--begitu panggilan akrabnya--ada beberapa hal yang harus diperkuat langkahnya oleh ormas, termasuk NU. Yakni, spirit agama. “Dengan selalu melakukan pendalaman, pemahaman ilmu agama. Saat ini, sudah banyak dilakukan NU. Pokoknya kalau ada masalah agama, nggak usah khawatir, tanya ke NU,” ujarnya.

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Yang menarik, menurutnya, jika yang ditanyakan atau yang harus diperbuat, adalah hal lain seperti dunia politik. “Lha kalau masalah politik, sulit. Biasanya nggak sedep (tidak sedap), atau rasane (rasanya) hambar, sering kasinen (terlalu asin), kepedesen (terlalu pedas),” kelakarnya sambil tersenyum dan disambut ger-geran hadirin.

Kebesaran Islam, menurutnya, adalah karena akidah dan syariatnya, sejak 14 abad lalu tidak berubah alias original. “Ini tidak terjadi pada agama lain. Yang berubah, adalah manusianya. Yang harus diperbarui, ditingkatkan, dituntut perubahan, adalah cara bagaimana berakidah, bersyariat, bangun kebersamaan, saling melengkapi dan saling menghargai,” paparnya.

Penguatan lain yang harus dilakukan, adalah ruhul wathaniyah atau spirit nasionalis. “NU harus memperkuat semangat nasional mempertahankan, mencintai, menjaga dan mengawal keutuhan ber-Indonesia,” tutur Kang Said. Menurut catatan sejarah, lanjutnya, spirit nasionalisme sudah bergelora sejak lama, bahkan sebelum sumpah pemuda. (gpa/sam)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Hari Santri 2018

Senin, 05 Februari 2018

KBNU Waykanan Dirikan Posko Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin

Waykanan, Hari Santri 2018. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) kabupaten Waykanan melalui GP Ansor setempat mendirikan dua pos komando (Posko) Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin terletak di jalan lintas Sumatera. Satu posko ditempatkan di Gedung PCNU di kampung Tiuh Balak I Baradatu. Sementara satu posko lainnya bertempat di Markas Satkoryon Banser Blambangan Umpu, Kampung Bumi Baru.

Posko ini, menurut Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (10/7), menyediakan tempat untuk shalat, istirahat, MCK, ruang menyusui serta menyediakan minuman seadanya bagi pemudik atau yang hendak menuju pulau Jawa pasca Lebaran.?

KBNU Waykanan Dirikan Posko Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
KBNU Waykanan Dirikan Posko Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

KBNU Waykanan Dirikan Posko Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin

Posko untuk terkait Idul Fitri 1436 H ini dibuka pada H-5 dan ditutup pada H+8 atau Senin 27 Juli 2015 sebagai upaya dan partisipasi aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Hari Santri 2018

"Analisa kebutuhan pemudik ialah istirahat. Jadi kami utamakan hal tersebut," kata Gatot didampingi Kepala Satkorcab Banser Waykanan Alex Almukmin.

Gatot yang memiliki gelar adat Lampung Ratu Ulangan menjelaskan, GP Ansor telah melakukan rapat terkait pendirian posko Lebaran di rumah Sekretaris Dewan Pembina GP Ansor Syahrul Munir yang dihadiri sejumlah pengurus pimpinan cabang dan anak cabang serta anggota Banser dari Satkoryon Banjit, Pakuan Ratu, Blambangan Umpu, Gunung Labuhan dan Baradatu.

Hari Santri 2018

"Setelah melalui pertimbangan, nama posko tersebut bukan atas nama Ansor, namun atas nama KBNU kendati pelaksana di lapangan ialah GP Ansor melalui Barisan Ansor Serbaguna atau Banser," kata Gatot lagi.

Informasi keberadaan Posko ini dipasang di beberapa titik. 200 meter, 100 meter dan lokasi dua Posko Lebaran Islam Rahmatan Lil Alamin didirikan. Mencantumkan pesan-pesan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengenai keberagaman dan Islam yang ramah seperti "Agama jangan jauh dari kemanusian", "Perbedaan-perbedaan akan membesarkan diri kita sebagai bangsa yang satu".

Ketua Lakspedam Waykanan Supri Iswan yang merupakan Ketua GP Ansor Waykanan masa khidmat 2010-2014 menyambut baik penamaan posko ini. "Ansor berani merangkul badan otonom atau banom NU lain dengan penamaan itu," kata Supri.

Posko Lebaran KBNU Waykanan akan melibatkan anggota Banser dari lima zona atau daerah pemilihan. "Ada lima regu Banser, dihimpun dari 14 kecamatan atau lima zona yang di Waykanan dibagi berdasarkan daerah pemilihan akan diturunkan dalam kegiatan tersebut," ujar Alex.

Terkait tugas Banser di Posko Lebaran, Alex menegaskan Banser yang diterjunkan tidak mengatur lalu lintas. Namun hanya memantau situasi Lebaran, melaporkan dan membantu mengevakuasi jika ada korban kecelakaan, memberi informasi terkait arus mudik dan balik seperti keberadaan SPBU.

"Termasuk koordinasi dengan kepolisian dan posko-posko Lebaran yang didirikan institusi lain. Hasil rapat bersama sementara demikian," kata Alex lagi.

Terkait upaya tersebut, sejumlah alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKNU) serta pengasuh pondok pesantren di Waykanan menyambut baik. Termasuk Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda yang merasa cocok dengan gagasan GP Ansor Waykanan. (Tegar Inartsa Tantra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Jepara, Hari Santri 2018 - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor melantik pengurus PC GP Ansor Kabupaten Jepara masa khidmat 2017-2021 di Pendopo Kabupaten Jepara, Sabtu (02/12) siang.  

Wakikl Ketua Bidang Keagamaan PP GP Ansor Muhammad Lutfi Thomafi, didaulat melantik pengurus Ansor Cabang Jepara yang dinakhodai Syamsul Anwar. Adapun Sholahuddin Aly, Ketua PW Ansor Jawa Tengah yang juga hadir dalam pelantikan tersebut membacakan surat keputusan (SK).

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pada Peringatan Maulid Nabi, GP Ansor Jepara Dilantik

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf itu dihadiri oleh ribuan Syecher Mania.

Hari Santri 2018

Hadir pula dalam kesempatan itu Rais Syuriah PCNU Jepara KH Ubaidillah Noor Umar, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq, Anggota DPR RI H Noor Ahmad, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, perwakilan Lembaga serta Banom NU se-kabupaten Jepara.

KH Ubaidillah Noor Umar mewakili PCNU Jepara dalam uraiannya menyampaikan kader yang hari ini menjadi pengurus Ansor kelak menjadi pengurus NU.

Hari Santri 2018

“Rais Syuriah PCNU Jepara dulu adalah Ansor,” tutur kiai yang akrab Mbah Ubaid ini sebagai wujud kebanggaan.

Sebab itu, Rais Syuriah PCNU Jepara itu bangga pengurus PP GP Ansor memperhatikan GP Ansor Jepara. Mbah Ubaid berpesan, “Yang menguatkan NU sejatinya ya wong desa,” paparnya.

Luthfi Thomafi dalam sambutannya mengatakan, kaderisasi menjadi salah satu poin penting. Dalam setiap bulan imbaunya perlu ada kegiatan kaderisasi mulai PKD, Diklatsar dan program yang lain.

Pengasuh pesantren Al-Hamidiyah Lasem Rembang itu menambahkan sosok ketua GP Ansor ialah imam. Sehingga menjadi ketua harus menjadi teladan yang baik.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan ucapan selamat kepada pengurus. Dia berharap Ansor bermanfaat untuk masyarakat. Habib Syech yang memimpin jalannya pembacaan shalawat juga memberikan pesan.

Disampaikan Habib Syech, bahwa Ansor adalah pelopor kebaikan. Ansor lanjut Habib Syech ialah pembela ajaran Ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja).

Ketua PC GP Ansor Jepara, Syamsul Anwar menegaskan Ansor ke depan punya banyak tantangan dari ancaman terorisme, radikalisme dan soal yang lain. “Mari ubah organisasi kita menjadi gerakan riil untuk umat Islam,” tandasnya.

Penyematan Seragam Banser

Selain Maulid Nabi dan pelantikan, kegiatan juga disisipi dengan penyematan seragam Banser untuk Habib Syech, H Noor Ahmad (anggota DPR RI) serta perwakilan Kapolres Jepara.

PC GP Ansor Jepara juga memberikan penghargaan kepada ranting yang memperoleh akreditasi terbaik. Ketiga Ranting tersebut meliputi Nalumsari kecamatan Nalumsari, Kaliombo kecamatan Pecangaan serta Langon kecamatan Tahunan.

Juga pemberian penghargaan kepada Banser atas pengabdian terlama. Adapun yang memperoleh penghargaan H Suyono (Kecamatan Jepara), Supriyadi (Kecamatan Donorojo) dan Purnomo (Kecamatan Keling). (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

   

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 IMNU, Santri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Jumat, 26 Januari 2018

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Jakarta, Hari Santri 2018. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan saran dan rekomendasi untuk IPPNU yang sedang melaksanakan Rakernas.?

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran dan Rekomendasi Mendikbud untuk Rakernas IPPNU

Hal ini dia sampaikan lewat Staf Ahli mendikbud Hari Budiman ketika memberika sambutan di pembukaan Rakernas IPPNU, Jumat (23/12) di Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan.?

“Untuk Rakernas IPPNU ini, saya berharap mampu menghasilkan, pertama, agar rakernas ippnu mampu menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran bernas sebagai sumbangsih terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta khususnya upaya-upaya perjuangan perdamaian terhadap perempuan,” ujarnya.

Kedua, IPPNU mampu meningkatkan konsolidasi internal dan melakukan mepitalisasi organisasi menuju organisasi pembelajaran yang modern yang sesuai dengan visi kebangsaan NKRI yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa yang beragam.

Ketiga, membekali seluruh pengurus dan Anggota organisasi dengan keterampilan abad ke-21 yaitu insan yang mampu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komuniksi yang baik dan mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan bangsa.

Hari Santri 2018

Keempat, seluruh aktivitas ippnu agar berlandaskan nilai-nilai utama dalam gerakan nasional Revolusi mental yaitu integritas,kerja keras dan gotong royong, untuk tampil ke depan mendukung terwujudnya gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih, gerakan Indonesia tertib, gerakan Indonesia mandiri dan gerakan Indonesia bersatu.

“Kelima, IPPNU sangat diharapkan mampu mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Dan khusunya memperkuat peran perembuan sebagai ibu bangsa dan melahirkan generasi emas di tahun 2045 mendatang,” tandas Hari Budiman. (Anty Husnawati/Fathoni)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Nahdlatul, AlaSantri, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Selasa, 23 Januari 2018

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Oleh: Ahmad Munir*-- Banjir di DKI Jakarta atau sering disebut Banjir Jakarta merupakan fenonema bencana alam akibat luapan sungai dan genangan hujan, atau kenaikan muka air laut yang terjadi berulang-ulang.?

Fenomena banjir dikaitkan dengan pembangunan dinilai sangat merugikan, baik kerugian pada kerusakan fisik bangunan (infrastruktur, fasilitas sosial dan umum, korban jiwa, dan munculnya masalah sosial lainnya) maupun kerugian dari ekonomi (keterlambatan proses produksi dan distribusi barang). Sebaliknya, pembangunan menghendaki pertumbuhan yang berkelanjutan, dari sisi kuantitas maupun kualitas terhadap objek pembangunan, agar tidak terganggu oleh bencana alam atau kejadian beresiko lainnya. Sehingga, pemecahan masalah banjir Jakarta menjadi prioritas pembangunan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi di DKI Jakarta.

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Jakarta dan Pokok Permasalahannya

Beberapa alternatif kebijakan penanganan banjir berkembang diantaranya dengan penataan vila-vila liar di puncak tanpa izin, penataan pemukiman di sekitar waduk di Jakarta, normalisasi sungai, rencana pembangunan sodetan/waduk/situ dan lainnya.?

Hari Santri 2018

Hampir semua paket kebijakan tersebut, menuai pro-kontra di kalangan masyarakat. Terahir yang menjadi isu yang kontroversial yakni rencana pembangunan sodetan Ciliwung-Cisadane, yang secara teknis menurut kementrian Pekerjaan Umum masih mampu untuk dijalankan menjadi proyek, namun kebijakan ini ditentang oleh warga Tangerang karena dianggap akan memindah masalah banjir Jakarta ke wilayah Tangerang, Banten. Pro-kontra ini menarik karena kebijakan penanganan berhadapan dengan paradigm masyarakat yang berkembang.

Kejadian Banjir di DKI Jakarta?

Banjir di Jakarta dalam sudut pandang lingkungan umumnya dimaknai sebagai terganggunya sistem hidrologi pada lingkungan daerah aliran sungai (DAS), yang menyebabkan meluapnya berbagai sungai maupun kenaikan muka air laut serta tergenangnya bangunan atau lingkungan tempat tinggal manusia dan berdampak pada terganggunya kerja ekosistem. Pelaksanaan pembangunan memang kadang bersifat dilematis. Pada satu sisi, pembangunan mengkonversi lahan dan mengubah peruntukan serta fungsi alaminya menjadi bangunan, gedung bertingkat dan tutupan lahan lainnya. Konversi lahan berdampak pada kerusakan ekosistem secara keseluruhan. Kaidah ini berlaku dalam konteks penanganan masalah banjir di Jakarta.?

Hari Santri 2018

Keberlanjutan lahan alami berdasarkan fungsi ekonomis menjadi sangat jarang bertahan. Lahan umumnya cepat berubah menjadi objek kompetisi antar sektor yang menghantarkan lahan pada kondisi tidak stabil dan terus berubah, dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya yang kurang mendukung keberlangsungan ekologi. Maka fungsi ekonomis lahan berdampak pada tumbuhnya pemukiman yang mendesak kawasan lindung, misalnya bantaran sungai, pesisir pantai dan kawasan alami lainnya.?

Jika dikaji secara fisik, banjir yang terjadi di DKI Jakarta menunjukkan pola peningkatan dari tahun ke tahun yang makin meluas. Sebaran banjir meningkat, dari sisi arah banjir bergerak memadati wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Peningkatan luasan banjir terjadi karena: 1) konversi lahan dari lahan tutupan vegetasi (hutan mangrove, ruang terbuka) di dataran rendah Jakarta dibangun menjadi lahan pemukiman 2) pemukiman di bantaran situ dan sungai 3) Rusaknya infrastruktur penahan debit air, misalnya tanggul atau saluran air. Sebaran kejadian banjir berkembang ke wilayah Jakarta utara dan Jakarta Pusat.?

Peningkatan kejadian banjir ini tidak lepas dari pola kejadian hujan dalam tiap tahunnya. Pola Kejadian hujan yang tinggi dalam intensitas dan sebaran hujannya, sering memicu banjir tahunan yang lebih besar. Jika musim penghujan meningkat jumlah curah hujannya, maka intensitas banjir menjadi semakin tinggi dengan sebaran yang lebih luas. Curah hujan tinggi idealnya diimbangi dengan luasan area konservasi air yang seimbang. Air dari curah hujan tidak dapat ditampung di zona resapan, karena zona resapan khususnya di kawasan puncak telah banyak berubah menjadi area pemukinan dan perumahan. Sehingga curah hujan tidak mampu ter-infiltrasi ke dalam tanah secara optimal.

Kompleknya masalah banjir bisa dipandang dari sisi sosial-masyarakat. Permasalahan banjir tidak terpisah dengan permasalahan sosial seperti kepadatan penduduk, pertumbuhan penduduk yang tinggi, pertumbuhan pemukiman liar di wilayah rawan banjir. Peruntukan wilayah dataran banjir sebagai zona lindung dari banjir luapan, telah berubah menjadi pemukiman kumuh. Hasilnya, bantaran sungai justru menjadi masalah utama di DKI Jakarta. Rendahnya ketaatan penduduk pada ketentuan dan kaidah penataan ruang menjadi sebab berikutnya alasan banjir tidak dapat diselesaikan. ? Konversi lahan pertanian atau jalur hijau di tepi bantaran sungai menjadi pemukiman adalah masalah konversi yang utama. Masalah lainnya adalah pemukiman liar di tepi bantaran danau/ situ. Maka konversi lahan jenis ini mendorong tumbuhnya kawasan rawan banjir yang semakin luas.

Debit maksimun saat musim penghujan yang tinggi, jika dialirkan menuju DKI Jakarta pasti menimbulkan banjir. Sedangkan wilayah sekitar DKI Jakarta, yang memungkinkan untuk membagi besaran debit, juga mengalami masalah banjir yang hampir sama, sehingga tidak semua keputusan yang bersifat terpadu dapat digunakan untuk menangani banjir Jakarta. Secara lingkungan, sebaran dan luasan banjir juga dipengaruhi oleh besarnya arus urbanisasi menuju kota Jakarta. Arus urbanisasi akibat daya tarik lapangan pekerjaan yang tinggi, memicu tumbuhnya pemukiman di tepi bantaran sungai. Pemukiman tepi bantaran sungai mendorong badan sungai menjadi sempit dan tidak mampu menampung air pada kondisi debit maksimum. Sehingga banjir makin membesar dengan dampak yang semakin tinggi.?

Kebijakan Konversi Lahan

Kegiatan manusia seperti di kota Jakarta sangat beragam dengan intensitas pemanfaatan ruang atau lahan yang cukup tinggi. Tingkat keragaman ini ditunjukkan dengan beragamnya kegiatan warga Jakarta dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, akan tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan sosial dan budayanya. Intensitas pemanfaatan ruang juga sangat tinggi, menyebar di seluruh ruang hingga mencapai kawasan-kawasan yang tidak diperuntukkan untuk kegiatan manusia, misalnya cagar alam, hutan lindung, pesisir mangrove. Keragaman dan intensitas yang tinggi berdampak pada persaiangan dalam upaya mendapatkan lahan sebagai aktivitas utama.

Pokok masalah pertama, kaitanya dengan kebijakan konversi lahan menunjukkan adanya lemahnya rumusan kebijakan dan aturan yang mengatur masalah konversi lahan, sehingga konversi lahan terjadi tidak terkendali. Kondisi yang paling ideal terjadi apabila lahan yang terkonversi sedikit dan penggunaan tanah di masing-masing kawasan sesuai dengan peruntukan dan fungsinya.?

Lemahnya regulasi dalam mengatur konversi kebijakan perubahan tutupan lahan tercermin dari kondisi kejadian konversi lahan yang tidak terkendali dan terjadi terus menerus. Kebijakan konversi lahan dalam undang-undang tidak dijelaskan secara khusus kaitanya dengan penyebutan dalam pasal-pasal. Lemahnya kebijakan konversi lahan juga tercermin dari rumusan kebijakan yang tidak mengatur secara khusus.?

Pokok masalah penting kedua adalah rencana tata ruang wilayah (RTRW) cenderung rendah dalam memperhatikan kondisi aktual ruang, akan tetapi kuat dalam target rencana ruang pada masa mendatang. Akibatnya, kondisi ruang eksisting yang selaras dengan masalah banjir, tidak bisa dijelaskan secara komprehensif dari sudut fisik, ekonomi dan sosial. Padahal kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh besar dalam membentuk ruang terkini dan ruang pada masa mendatang.

Pokok masalah ketiga, pembangunan yang berjalan kurang memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Sehingga tidak terjadi keseimbangan rasio jumlah penduduk dengan luas tanah, terjadi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah, lereng dan wilayah ketinggian. Sehingga, yang terjadi lahan dan tanah dibabat habis, digunakan hingga mendekati rasio terbangun dan tidak terbangun 8:2. Suatu rasio yang mencerminkan tingginya intensitas penggunaan tanah/lahan.

Pokok-pokok masalah di atas, jika dikaitkan dengan banjir di DKI Jakarta menjadi faktor pendukung tingginya kejadian banjir dan intensitas banjir serta dampak korban yang dirugikan. Semakin banyak lahan terkonversi, maka semakin besar banjir yang terjadi akan berdampak bagi penduduk. Sehingga membutuhkan kesatuan konsep dalam penanganan, khususnya dalam mengendalikan konversi lahan. Konversi lahan yang terjadi di hulu yang terus meningkat perlu dikendalikan. Perubahan ruang dan kawasan membudahkan terjadinya perubahan penggunaan tanah. Sehingga perubahan penggunaan tanah berdampak besar pada luasan dan sebaran banjir di Jakarta.?

Kendala Penentuan Kebijakan Hukum Lingkungan dalam Penangan Banjir?

Kebijakan lingkungan yang telah dikembangkan menghadapi masalah banjir termasuk dalam konteks pelaksanaan. Pertama, kebijakan yang telah ditetapkan tidak mengikat semua pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah masih menggunakan otoritasnya sebagai daerah otonom. Dampaknya banyak pemerintah daerah yang menolak pelaksanaan kebijakan, yang dari sisi hukum benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Contoh kasus yang menonjol adalah penolakan wali kota tangerang saat pemerintah pusat melalui kementrian pekerjaan umum bermaksud membangun sodetan Ciliwung-Cisadane.?

Penolakan ini dapat dipandang sebagai ketidakmampuan dalam memadukan kebijakan lintas provinsi tetapi dalam satu sistem DAS. Pendekatan ini dibenarkan sesuai kaidah ilmiah, tetapi menjadi tidak berlaku dalam konteks pelaksanaan akibat perbedaan kewenangan.?

Kedua, dalam menangani masalah banjir diperlukan instrument-instrumnet penanganan ? yang tepat. Beberapa instrument yang diperlukan antara lain: instrument kebijakan, politik, sosial, budaya, lingkungan dan kelembagaan. Standar lingkungan yang wajib dikembangkan adalah standar kualitas lingkungan tertinggi. Standar ini perlu ditetapkan dalam setiap aspek kebijakan, untuk meminimalisir korban dan kerugian yang lebih tinggi akibat banjir.?

Kendala-kendala dalam penanganan masalah banjir di DKI Jakarta dapat dijelaskan dalam dua pendekatan. Pertama, dengan pendekatan kaidah ekologi dan pendekataan penataan ruang. Kedua, kendala dari aspek penentuan kebijakan dan penerapan kebijakan dalam penanganan masalah Banjir di DKI Jakarta. Dari kaidah ekologi, interaksi yang tidak berimbang antara lingkungan hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup (abiotik) dapat memicu tergannggunya berbagai sistem ekologi. Salah satunya sistem hidrologi yang memicu terjadinya banjir. Beberapa kaidah ekologi yang dilanggar antara lain: 1) Kaidah penataan ruang dan pemanfaatan ruang 2) Kaidah fungsi ekologi DAS dan bantaran sungai 3) Kaidah penduduk dan tempat tinggal sesuai peraturan.

Keterpaduan Pengendalian Konversi Lahan?

Kompleksitas penentuan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan, menjadi penting dalam penanganan banjir, karena masalah banjir kian waktu kian meningkat intensitasnya dan juga kerugian yang ditimbulkan. Maka pemerintah memiliki keharusan untuk menangani masalah ini secara serius sesuai kaidah ekologi. Paradigma konsep keberlanjutan (sustainable) yang sekarang berkembang adalah keseimbangan antara lingkungan, sosial dan ekonomi dari semula paradigma yang berkembang ekonomi lebih mendominasi pandangan tentang pembangunan. Faktanya, saat ini Jakarta telah tumbuh sebagai kota yang melebihi daya tampung dan daya dukungnya bagi warganya. Kondisi ini menuntut paradigma pembangunan kota Jakarta digeser lagi pada paradigma yang lebih ekstrim, yaitu lingkungan harus mendominasi ekonomi dan sosial.?

Faktanya sistem sosial dan sistem ekonomi saat ini mendominasi seluruh paradigma pembangunan di Jakarta. Contohnya, proyek reklamasi pantai teluk Jakarta yang mengubah sistem ekologi hutan mangrove dan terumbu karang menjadi ekosistem budidaya. Sistem ekonomi mendominasi sistem sosial dan lingkungan pada semua aspek perencanaan pembangunan yang dikerjakan.

Dengan demikian, masalah banjir yang selalu ditangani dengan pendekatan teknis. Hasilnya tidak cukup efektif dalam konteks penanganan banjir. Penanganan banjir lebih didekati dengan pendekatan proyek. Maka kebijakan penanganan banjir menjadi dilema. Pada satu sisi, banjir bernilai proyek bagi penyandang dana, namun pada sisi lain masalah banjir harus diselesaikan, yang berarti pula menghentikan proyek yang bernilai besar. Dilema ini menghambat pemangku kebijakan serta aspek kelembagaan dalam menangani masalah banjir di Jakarta. Sehingga banjir tidak bisa diselesaikan dari satu aspek saja dan perlu diupayakan secara terpadu, utamanya dengan pendekatan kebijakan lingkungan. Kebijakan lingkungan umumnya tidak bisa berjalan efektif, akibat kompleksitas masalah. Masalah banjir tidak bisa dilihat dari sudut hukum saja, mengingat banjir merupakan bencana yang mengganggu berbagai sistem. Sistem apapun yang terganggu, akan diam dan tidak bekerja efektif.?

Efektivitas hukum lingkungan akan terjadi dalam konteks penanganan banjir, jika hukum lingkungan diterapkan secara bertahap, agar sistem yang terganggu tidak terlalu besar. Jika hukum diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan, sebagai aspek yang paling penting dalam konteks penanganan banjir, maka masalah utama banjir akan dapat diselesaikan juga secara bertahap.?

Penanganan Masalah Banjir dan Pengendalian Konversi Lahan

Fakta fisik dataran alluvial wilayah Jakarta antara lain: 1) daerah rendah rawan banjir 2) dataran pantainya menjadi tempat bermuara sungai-sungai besar antara lain: sungai Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Ciliwung, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung. 3) Mata air sungai-sungai tersebut terletak di wilayah Bogor dan Puncak yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga sering menyebabkan luapan di dataran rendah. Banjir Jakarta hampir terjadi di beberapa daerah aliran sungai (DAS) antara lain Ciliwung, Cisadane, dan Pesanggrahan. Dengan demikian, pola banjir di DKI Jakarta berkaitan erat dengan faktor fisiknya.?

Di Jakarta sendiri, yang dialiri sekitar 13 sungai besar, beberapa sungai berhulu di Kabupaten Bogor atau sekitar puncak. Maka faktor penyebab banjir dapat diketahui secara pasti. Dominansi faktor disebabkan oleh curah hujan tinggi. Curah hujan tinggi sebagai penyebab input aliran sungai yang tinggi. Maka pendekatan sistem DAS dalam penanggulangan banjir di wilayah hulu adalah dengan 1) mengoptimalkan proses peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi). 2) Memperbanyak parkir air dalam bentuk empang, situ, waduk dan danau. 3) Mencegah air hujan yang menjadi aliran permukaan membawa material pengikisan dalam jumlah besar.

Konversi lahan di lapangan mempengaruhi luas lahan, lokasi lahan dan jenis lahan yang ada. Jenis lahan pemukiman dengan berbagai masalah yang dihadapi membutuhkan hasil yang lebih optimal, sehingga dituntut perubahannya untuk berbagai penggunaan. Penggunaan yang berubah, terutama lahan di wilayah hulu mempengaruhi kemampuan infiltrasi lahan terhadap air, sedangkan di wilayah hilir mempengaruhi sebaran luasan banjir. Lahan yang semula dataran banjir menjadi genangan banjir akibat perubahan tutupan lahan yang ada.?

Permintaan lahan untuk alokasi non-pertanian terus meningkat sebanding dengan kebutuhan lahan untuk hal lainnya. Pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan transformasi bentuk penggunaan lahan yang memicu peluang yang besar untuk terjadinya konversi lahan. Konversi lahan di lapang mencakup perubahan luasan, lokasi lahan dan jenis lahan. Luasan lahan pertanian utamanya terus berkurang sebanding dengan pengurangan luas lahan bervegetasi. Maka alat pengendalian baik RTRW, Ijin Lokasi maupun larangan konversi lahan menjadi instrument penting, kaitanya dalam mengurangi jumlah perubahan penggunaan lahan di hulu DAS yang mengalir ke Jakarta.?

Interkasi antara manusia dengan penggunaan tanah menjadi input bagi kejadian banjir yang lebih besar. Luasan banjir sangat dipengaruhi perubahan penggunaan tanah di DAS bagian hulu. ? Dengan pendekatan keruangan (spasial), banjir dapat dilihat dalam satu sistem besar, yakni sistem hidrologi, yang selalu melihat bahwa banjir adalah fenomena alami, yang disebabkan oleh faktor curah hujan tinggi. Dalam sistem penataan ruang, curah hujan tinggi akan efektif dalam penyediaan sumber air, manakala air dapat terserap ke dalam tanah, melalui proses infiltrasi dalam jumlah yang besar. Namun, jika sistem yang seimbang ini terganggu yang muncul adalah banjir yang mengganggu kehidupan manusia itu sendiri.

Hasilnya, perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan berdampak pada peningkatan banjir di DKI Jakarta. Peningkatan banjir dihasilkan akibat peningkatan sedimentasi dan laju erosi di bagian hulu. Konversi tutupan juga berdampak pada penurunan laju penyerapan air ke dalam tanah (infiltrasi). Sehingga makin besar lahan yang terkonversi, makin besar pula dampak banjir yang dihasilkan. Pengaruh paling besar dari perubahan penggunaan tanah dan konversi tutupan lahan dengan banjir di DKI Jakarta yakni perubahan luasan dan sebaran banjir. Tutupan lahan sangat berpengaruh terhadap luasan dan sebaran banjir di DKI Jakarta terlihat dari periode kejadian banjir dan sebaran banjir yang ada. Masalah banjir di Jakarta bermasalah dalam konteks penanganan, baik pada penentuan kebijakan maupun kepentingan masyarakat dan juga kepentingan pemerintah daerah otonomi lain. Oleh karena itu, peran kebijakan lingkungan menjadi sangat penting.?



*Ahmad Munir, pemerhati banjir Jakarta, pernah aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaSantri, News Hari Santri 2018

Rabu, 17 Januari 2018

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Jakarta, Hari Santri 2018

Untuk memperingati hari lahir ke-90 Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) menggelar bakti sosial, Ahad (28/2) di Gedung PBNU 2, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat.

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Bagi-bagi Sembako Murah dan Tes IVA Gratis

Bakti sosial diwujudkan dalam bentuk pembagian sembako murah dan tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat), yaitu tes untuk mengetahui kemungkinan seorang perempuan mengidap kanker serviks.

Ketua PP LKKNU, Hj Ida Fauziah menyampaikan, sebagai bagian dari lembaga yang dimiliki PBNU, LKKNU ingin berkontribusi membangun keluarga maslahat. Keluarga maslahat adalah keluarga yang sehat jasmani dan rohaninya. Kesehatan itu harus dimiliki oleh anak, bapak, dan ibu.

Hari Santri 2018

LKKNU mengaku prihatin dengan angka kematian perempuan akibat mengidap kanker, dan yang sangat banyak adalah kanker serviks. “Kalau dalam keluarga di Indonesa yang pada umumnya menganut patriarki, kalau ibu sakit itu keluarga sakit. Kita ingin ibu sehat, dengan cara mengantisipasi adanya kanker serviks melalui tes IVA,” tutur Ida.

Ida berharap perempuan di Indonesia pada umumnya setia dengan pasangannya, tidak berganti-ganti pasangan, tak menikahkan anak di usia dini, dan sebaliknya bila sudah usia menikah segera menikahkannya karena salah satu penyebab kanker serviks adalah terlambat menikah.

Hari Santri 2018

Turut berbicara dalam sesi penyuluhan kesehatan Dr. Wanda Wimalasari yang mengupas tentang bahaya, penyebab dan pencegahan kanker serviks.

Acara bertemakan “Selamatkan Perempuan Indonesia dari Bahaya Kanker’ ini terselenggara atas kerja sama Pengurus Pusat LKKNU dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Hadir dari pihak Perum Bulog adalah Sekretaris Perusahaan Djoni Nur Ashari yang mengungkapkan bahwa Bulog siap untuk membantu kegiatan-kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti yang dilakukan LKKNU. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bermanfaat namun juga tanggung jawab perusahaan dalam rangka memberdayakan masyarakat.

Pembagian sembako murah yang melengkapi acara tersebut berlangsung meriah, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang datang mengikuti kegiatan, walaupun berada dalam suasana gerimis. Hj.Mimin (60 tahun), salah satu warga sasaran bakti sosial mengatakan sangat senang karena dapat sembako dengan harga murah.

Adapun Suhartini (40 tahun) warga lainnya, mengatakan tertarik dengan acara tersebut karena ingin tahu kesehatannya dan itu semua dilakukan dengan gratis.

Sementara Sutarni (40 tahun) yang mengikuti tes IVA mengaku tertarik mengikuti bakti sosial LKKNU karena ingin memiliki anak. Wanita yang sudah empat tahun menikah ini berharap, setelah diperiksa akan diketahui penyebab mengapa belum punya anak dan dapat diatasi solusinya. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, AlaNu, Daerah Hari Santri 2018

Sabtu, 06 Januari 2018

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

Jakarta, Hari Santri 2018. Duta besar Pakistan untuk Indonesia Mohammad Aqil Nadeem dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menyampaikan perkembangan terkini kecenderungan ekstrem beragama di negaranya. Aqil juga bertanya sejumlah hal terkait pembentukan watak moderat beragama yang dilakukan oleh NU.

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Terancam Ekstremisme, Dubes Pakistan Harap NU Kirim Kiai

“Saya berharap NU sebagai organisasi berpengaruh, menginisiasi perdamaian di Pakistan dan juga Afganistan,” kata kata Mohammad Aqil di hadapan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said), Ketua PBNU Marsudi Syuhud, dan Wasekjen Imam Pitudu di Jakarta, Kamis (17/9) sore.

Kang Said sendiri mendukung gagasan M Aqil. Kepada Dubes Pakistan ini, Kang Said menyatakan akan membentuk segera tim perdamaian. “Tentu kita mendukung upaya perdamaian di mana pun. Hanya saja syarat pertama dari perdamaian adalah peletakkan senjata,” kata Kang Said.

Hari Santri 2018

Pada pertemuan ini M Aqil mengutarakan keinginannya agar NU memiliki jaringan dengan tokoh-tokoh agama di Pakistan. “Yang paling penting, saya berharap ulama di Pakistan meniru paham moderat seperti para kiai NU,” kata M Aqil dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya M Aqil bertanya soal kelompok ekstrem yang melanda Pakistan. Ia prihatin atas kecenderungan beragama di masyarakat di negerinya.

Hari Santri 2018

Sementara H Marsudi menjawab bahwa kelompok ekstrem hanya segelintir kecil dari jumlah muslim di dunia. Hanya saja, kata H Marsudi, suara dan aksi mereka sedemikian kuat sehingga menarik perhatian dunia.

“Ekstrem dalam beragama ini bukan hanya masalah Pakistan, ini masalah melanda dunia. Tetapi kita secara bersama akan berupaya terus mencegah dan menanggulanginya,” kata Marsudi, Ketua PBNU yang membidangi masalah luar negeri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Hari Santri 2018

Jumat, 05 Januari 2018

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Kudus, Hari Santri 2018 - Semarak Hari Raya Idul Fitri di kalangan masyarakat Jawa Tengah bisa dibilang menarik. Pasalnya, masyarakat tidak hanya merayakan pada tanggal 1 Syawal untuk bermaaf-maafan dengan saudara dan teman saja, tetapi pada 8 Syawal dirayakan pula sebagai Lebaran Ketupat.

Sebagaimana yang terjadi di desa Papringan, kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hampir seluruh warga pada hari sebelumnya memasak ketupat untuk di konsumsi secara khusus pada hari lebaran ketupat.

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Apa Diadakan Kenduri Lebaran Ketupat?

Selain dikonsumsi sendiri, ketupat dilengkapi dengan kuah khas yang telah matang dijuga dibagikan ke rumah-rumah tetangga dan puncaknya dimakan bersama oleh sebagian warga di setiap masjid dan musholla pada pagi hari tanggal 8 syawal tersebut.

Hari Santri 2018

Menurut Syuriah Ranting NU desa Papringan Kiai Solkhin, kenduri ketupat pada tanggal 8 Syawal merupakan bentuk majelis tasyakuran dan doa usai menunaikan kewajiban rukun Islam yakni puasa dan ibadah sunnah lainnya pada bulan Ramadhan.

Hari Santri 2018

“Makanya, ulama dahulu membuat acaraselametan (tasyakuran), diisyaratkan dengan kupat (ketupat) dan lepet (panganan ketan yang dibungkus daun kelapa),”tuturnya saat membuka ritual kenduri ketupat yang berlangsung di masjid Al-Junaid, Rabu (13/7) pagi.

Adapun kegunaan kenduri ketupat, lanjut Kiai Solkhin, untuk menyimbolkannasi yang ada di dalam ketupat jangan sampai keluar dari bungkusnya yang tersusun dari janur atau daun pohon kelapa.

“Sama juga dengan diri kita untuk membungkus raga dan nyawa yang sudah bersih jangan sampai terkena noda-noda dosa pada tahun-tahun yang akan datang,” terangnya memaknai dibalik tujuan kenduri ketupat.

Mengenaikalimat ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idin wal faizin wa taqabbalallahu wa minna wa minkum taqqabal ya karim, ini merupakan istilah buatan ulama dahulu yang sering dipakai banyak kalangan pada momen Idul Fitri. Doa ini mempunyai arti, semoga dijadikan Allah termasuk orang yang kembali fitrah, baik itu raga maupun nyawa supaya bersih dari dosa.

Ia menambahkan keterangan tentang kalimat doa lainnya yakni wa antum bi khoirin fi kulli ‘am, yang mempunyai artipada tahun-tahun yang akan datang, mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan baik.

“Sebagian ulama menafsiri kalimat tersebut sebagai doa supaya tahun depan dapat bertemu kembali dengan hari raya Idul Fitri,” jelasnya dihadapan puluhan warga yang masing-masing sudah membawa ketupat beserta kuah yang ditaruh rapi dalam wadah.

Sementara itu, Kiai Solkhin menilai pahala kenduri ketupat tersebut tidak hanya bisa dinikmati oleh diri sendiri, tetapi bisa pula niat diberikan kepada orang yang sudah meninggal. “Kita diberikan juga kepada ahli kubur. Semoga selalu mendapatkan maghfirah dari Allah,” pungkasnya. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Probolinggo, Hari Santri 2018. Sedikitnya 40 orang anggota Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan pembuatan kue kering dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo, Jum’at (11/12).

Dalam pelatihan tersebut, para anggota Muslimat NU dilatih supaya memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dimana selama pelatihan mereka diajari cara membuat kue wijen hitam, kue jeruk lemon dan kue lapis kelapa.

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Dilatih Buat Kue Kering

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, pelatihan pembuatan kue kering ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan pembuatan kue kering bagi anggota Muslimat NU sebagai calon wirausaha baru di Kabupaten Probolinggo.

Hari Santri 2018

“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan para anggota Muslimat NU serta meningkatkan perekonomian keluarganya. Sebab dengan memiliki ketrampilan, maka mereka mempunyai sumber pendapatan yang tetap,” katanya.

Santiyono menegaskan bahwa pelatihan ketrampilan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Probolinggo dalam menumbuhkan dan menciptakan calon wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

Hari Santri 2018

“Dengan dilatih membuat kue kering, setidaknya para anggota Muslimat NU mampu memberdayakan diri dengan mengembangkan bakat dan keahlian yang dimilikinya. Setidaknya kami bisa menanamkan jiwa entrepreneurship kepada kalangan Muslimat NU agar mau berusaha menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Khutbah, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Rabu, 20 Desember 2017

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

Sidoarjo, Hari Santri 2018. Faktor resiko utama terjadinya kaki diabet adalah adanya gangguan saraf dan gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus. Di mana hal tersebut biasanya dialami oleh penderita diabetes mellitus yang sudah lama, serta diperberat oleh pengendalian gula darah yang tidak baik. Pernyataan tersebut disampaikan dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani kepada Hari Santri 2018, Selasa (27/9).

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

?

Dijelaskan Atik, ada beberapa keadaan yang mempermudah terjadinya kaki diabet, yaitu kelainan bentuk kaki, kelainan tulang kaki, peningkatan tekanan atau beban pada kaki, kelainan pertumbuhan kuku, pemakaian sepatu yang tidak sesuai, riwayat luka pada kaki serta kurangnya perhatian penderita terhadap perawatan kaki.

?

Hari Santri 2018

"Bagi penyandang diabetes mellitus, masalah kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit yang paling ditakuti, karena dapat menyebabkan pembusukan dan amputasi kaki, belum lagi mengingat dampak ekonomis yang sangat besar, baik terhadap pasien, keluarga, maupun pemerintah," jelas Atik.

?

Pasien dengan kaki diabetik membutuhkan perawatan yang lama, biaya yang tidak sedikit serta risiko amputasi yang cukup besar. Kaki diabetes biasanya diawali adanya luka. Pengenalan terhadap faktor-faktor risiko dan pengenalan kelainan dini pada kaki diabetik akan sangat bermanfaat terhadap usaha pencegahan atau menurunkan kejadian kaki diabetik.

Hari Santri 2018

?

Gangguan saraf yang sering dikeluhkan penderita diabetes mellitus yakni rasa nyeri pada kaki seperti rasa terbakar, rasa tebal pada kaki, perasaan panas atau dingin, penurunan ambang rasa sakit-mati rasa terhadap suhu, rasa getar, produksi keringat yang menurun, kulit yang kering dan pecah-pecah dan kaki terasa lebih hangat.

?

Lebih lanjut Atik menjelaskan, gangguan aliran darah pada penderita diabetes di karenakan adanya pengerasan pada dinding pembuluh darah, penyempitan lubang pembuluh darah maupun adanya sumbatan pembuluh darah. Selain tingginya kadar gula darah, faktor tekanan darah, kadar kolesterol serta merokok merupakan faktor resiko untuk timbulnya sumbatan pada pembuluh darah. Sehinggga pengendalian yang optimal terhadap kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah serta berhenti merokok merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penderita diabetes mellitus.

?

"Gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus ditandai nyeri saat istirahat, terutama malam hari, ujung-ujung jari yang menghitam, luka yang tidak sembuh-sembuh, luka pada kaki atau jari-jari, kaki yang pucat saat diangkat ke atas, kulit kering dan bersisik, otot kaki yang mengecil, bulu-bulu rambut yang menipis," ungkapnya.

?

Upaya pencegahan kaki diabetik menjadi sangat penting. Beberapa upaya yang bisa dilakukan di antaranya memeriksaan kaki secara berkala, mengenali faktor resiko terjadinya kaki diabetic, edukasi pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan, gunakan alas kaki yang sesuai, atasi kelainan kaki yang ada sebelum timbul luka serta penanganan luka segera.

?

"Materi edukasi yang harus disampaikan kepada penyandang diabetes mellitus dan keluarga yakni melakukan pemeriksaan kaki setiap hari, jika pasien tidak dapat melakukannya harus ada seseorang yang melakukannya, cuci kaki setiap hari secara teratur dan langsung dikeringkan sampai sela-sela jari, selalu gunakan alas kaki saat berjalan baik saat di dalam maupun di luar rumah," katanya.

?

Tak hanya itu saja, sambung dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini, gunakan kaos kaki yang menyerap keringat jika memakai sepatu, jika menggunakan air hangat untuk mandi atau mencuci kaki, temperatur air tidak boleh lebih dari 37 derajat Celcius, gunakan thermometer untuk mengukur temperatur air, jangan gunakan bahan-bahan kimia untuk menghilangkan kalus (penebalan pada telapak kaki), periksa bagian dalam sepatu setiap akan dipakai, jika ada gangguan pada penglihatan, sebaiknya jangan memotong kuku sendiri.

?

Selain itu, gunakan pelembab atau krim untuk kulit kaki yang kering kecuali pada sela jari kaki, hindari penggunaan krim yang mengandung alkohol, ganti kaos kaki setiap hari, gunakan kaos kaki dengan lipatan menghadap keluar atau pilih kaos kaki yang tanpa lipatan.

?

"Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai dengan bentuk kaki, merupakan salah satu faktor penting timbulnya luka diabetik. Penyandang diabetes mellitus yang belum mengalami gangguan saraf, gangguan aliran darah maupun yang belum mengalami kelainan biomekanik pada kaki. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau terlalu longgar. Pilih sepatu yang lebih panjang sekitar 1-2 centimeter dari panjang telapak kaki. Lebar sepatuh arus sama dengan lebar kaki," ujarnya.

?

Mencoba sepatu baru sebaiknya pada posisi berdiri dan dilakukan pada sore hari. Cobalah sepatu pada kedua ? kaki. Jangan memilih bentuk sepatu yang runcing pada bagian depan. Untuk wanita hindari pemakaian sepatu dengan hak tinggi. Jika sudah terdapat tanda- tanda kelainan pada kaki, seperti terdapatnya penonjolan tulang sebaiknya pasien disarankan untuk konsultasi pada seorang ahli pembuat sepatu pada unit rehabilitasi medik Rumah Sakit terdekat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Rabu, 06 Desember 2017

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim

Probolinggo, Hari Santri 2018 - Setelah dipastikan sebagai juara Liga Santri Nasional (LSN) Regional III Jawa Timur, Persatuan Sepakbola (PS) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menerima trofi piala penghargaan, Ahad (17/9).

Piala pengharaan juara LSN Regional III Jawa Timur ini diserahkan langsung oleh Ketua BKOS KHM Makki Maimun Wafi kepada Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid. Penyerahan yang diadakan di aula pesantren ini dihadiri pengasuh dan guru pesantren serta santri.

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Pesantren Nurul Jadid Terima Trofi Juara LSN Regional III Jatim

“Saya menyampaikan selamat atas prestasi yang diraih oleh para santri PP Nurul Jadid Paiton yang telah mampu meraih juara LSN Regional III Jawa Timur. Tentunya saat ini PS PP Nurul Jadid harus mempersiapkan untuk untuk mengikuti LSN tingkat Jawa Timur. Semoga prestasi ini mampu menjadi motivasi bagi santri dan pengasuh untuk terus tampil sebagai yang terbaik,” kata Ketua BKOS KHM Makki Maimun Wafi.

Sementara Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengaku sangat bersyukur atas prestasi sepakbola yang diraih oleh para santri PP Nurul Jadid di mana dalam usianya yang masih seumur jagung dapat menorehkan prestasi.

Hari Santri 2018

“Semoga prestasi ini menjadi rangsangan untuk terus berprestasi dan mendorong kegairahan olahraga. Bukan saja olahraga prestasi tapi juga termasuk olahraga kesehatan untuk santri,” ungkapnya.

Dalam acara ini, kepala pesantren juga memberikan penghargaan kepada para pemain PSSNJ berupa beasiswa pendidikan bagi pemain terbaik dan top skor yang telah mengharumkan nama pesantren. “Jangan pernah berhenti untuk berprestasi,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Hari Santri 2018

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Doa Hari Santri 2018

Selasa, 05 Desember 2017

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar

Pariaman, Hari Santri 2018 - Pada perkembangan zaman sekarang umat harus lebih hati-hati menyikapi berbagai peristiwa dan paham yang muncul di tengah masyarakat. Sebagian umat sudah keliru dalam beraqidah. Buktinya, ada yang suka kawin sejenis. Padahal itu sangat bertentangan dengan aqidah agama Islam.

Wakil Ketua PWNU Sumatera Barat Muhammad Nur mengungkapkan hal itu pada malam Ijtima Nahdalatul Ulama (NU) Kota Pariaman di Kantor PCNU setempat, Jumat (12/2) malam.

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sumbar Tanggapi Soal LGBT dan Kelompok Gafatar

Menurut M Nur, sekarang di Sumatera Barat terdata 18 pasangan yang melakukan nikah sejenis. "Adanya kelompok Gafatar, yang jelas-jelas bertentangan dengan agama Islam. Tetapi kenapa ada warga Kota Pariaman yang masuk ke dalam kelompok itu. Mereka rela mengorbankan harta, jiwanya, dan meninggalkan kampung halaman. Artinya, mereka sudah keliru di dalam beraqidah," kata M Nur yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

Ia berharap bagaimana warga NU Kota Pariaman mau menggerakkan ekonomi umat seperti mendirikan koperasi guna membantu masyarakat ekonomi lemah. Karena dengan berkoperasi mereka bisa diberikan kredit untuk modal usaha.

Hari Santri 2018

Pada sisi lain Amir Azli mengungkapkan, kegiatan malam ijtima cukup positif dan perlu dilanjutkan. Kalau bisa di samping wirid rutin, baca yasinan, tahlilan dan ceramah agama, bagaimana acara ini juga diisi dengan diskusi untuk memikirkan generasi muda yang banyak dilingkari oleh godaan yang merusak jiwa mereka.

Menurut Amir Azli, godaan yang merusak generasi muda itu seperti mengonsumsi narkoba, hubungan badan di luar nikah, bahkan sudah ada yang terjangkit penyakit HIV. Ini termasuk merupakan tugas kita memikirkan solusinya sehingga generasi muda kita terhindar dari penyakit-penyakit masyarakat yang bakal merusak jiwa mereka.

Hari Santri 2018

Tampak hadir dalam acara ini Ketua PCNU Kota Pariaman Syafrizal, Sekretaris Muslimat NU Kota Pariaman Suarni Alif, Kasubag TU Kakamenag Padang Pariaman Ali Anis. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Lomba, Pondok Pesantren, Santri Hari Santri 2018

Kamis, 23 November 2017

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Jombang, Hari Santri 2018. Tayangan televisi, fasilitas internet, media cetak dan elektronik yang demikian mudah diakses masyarakat menjadi ancaman disamping peluang bagi dakwah mutakhir. Perlu ada modifikasi dan kecanggihan dalam mengemas materi keagamaan sehingga tetap diminati masyarakat.

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekam, Upload Dakwah Aswaja lewat Youtube dan Media Sosial!

Setidaknya inilah sejumlah pesan yang disampaikan Muhammad Dawud SSos pada kegiaan halaqah pondok pesantren merespon gerakan Islam transnasional yang diselenggarakan Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang Jawa Timur bekerjasama dengan Bakesbang (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Propinsi Jawa Timur), Sabtu (21/12).

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur ini ? menandaskan, dengan kecanggihan dan kemudahan akses sejumlah media yang ada, justru menjadi tantangan baru bagi para pegiat agama untuk menampilkan tayangan keagamaan yang digemari masyarakat.

Hari Santri 2018

“Dakwah sekarang tidak lagi mencukupkan dengan orasi pada pengajian umum atau berdiri di atas mimbar,” terangnya. Bahkan sejumlah tayangan sinetron, iklan, hiburan, bahkan layanan masyarakat sekalipun bisa dijadikan media untuk menyampaikan kebaikan sebagaimana dianjurkan agama.

Hari Santri 2018

Pada kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari unsur mahasiswa, ormas pemuda, keagamaan serta sejumlah sekolah dan pesantren ini Muhammad Dawud juga mengajak untuk tidak bosan-bosan mengirimkan rekaman ceramah.?

Pengajian maupun pidato para kiai dan ulama, kata dia, sejatinya tidak hanya dikonsumsi oleh jamaah di lingkungan sekitar. “Rekam dan upload kegiatan itu lewat? Youtube dan media sosial yang lain agar bisa dinikmati kalangan masyarakat di belahan dunia manapun,” ungkapnya.

Apalagi sejumlah piranti bagi kemudahan merekam kegiatan itu sudah bisa dengan mudah didapatkan. “Manfaatkan handphone anda untuk mereka ceramah dan pengajian itu dan sebarkan di internet,” lanjutnya.

Sebagai orang yang lama berkecimpung di radio, Muhammad Dawud sangat merasakan tingginya kebutuhan akan materi ceramah keagamaan itu bagi sejumlah media. “Kalau mereka kehabisan materi keagamaan pasti akan mencarinya di internet,” ungkapnya.?

Sehingga, tambah dia, jangan salahkan praktisi media kalau isi ceramah yang didapat ternyata menyebarkan kekerasan dan kebencian kepada kelompok lain karena yang tersedia di internet adalah ceramah seperti itu.

Dengan zaman yang sudah berubah, maka tidak ada pilihan lain bagi sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk mempersiapkan sajian materi kegamaan dengan lebih baik. “Dengan kedalaman ilmu yang diperoleh selama di madrasah maupun pesantren, maka para siswa dan santri harusnya bisa memberikan sajian konten agama yang menghibur,” tandas Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini.

Dan pada kesempatan ini, Muhammad Dawud juga mengajak para kiai, guru dan generasi muda untuk mengisi kesempatan berkarier di dunia hiburan. “Setelah para santri dan siswa dibekali akidah yang kuat, biarkan mereka aktif dan berkarier di bisnis media, termasuk televisi dan media lainnya,” ungkapnya. “Kalau para pegiat media adalah santri, maka materi acara yang muncul akan sarat dengan pesan keagamaan dan moral,” katanya. (Syaifullah/Abdullah Alawi) ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Hari Santri 2018

Sabtu, 18 November 2017

Psikologi Terorisme

Awal tahun 2014, Indonesia langsung dikejutkan dengan penggerebekan sekelompok teroris di Ciputat, Tangerang. Dari hasil penggerebekan, enam terduga teroris tewas seketika saat melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa aksi terorisme tetap menjadi momok menakutkan bagi stabilitas keamanan masyarakat.

Tidak heran bila Indonesia kerap menjadi pemberitaan internasional seiring dengan maraknya aksi teror yang terjadi, bahkan Indonesia sering disebut sebagai “ladangnya jaringan terorisme”. Berbagai upaya pun dilakukan demi menumpas aksi terorisme. Hasilnya, puluhan orang yang diyakini sebagai pelaku teror ditangkapi, termasuk menembak mati aktor intelektualnya. Namun, regenerasi di kalangan teroris seolah tak tersentuh dalam operasi penumpasannya, bahkan semakin berkembang pesat membangun jaringan baru yang lebih terorganisir.

Serangkaian aksi terorisme yang mengancam keamanan dan stabilitas bangsa Indonesia pada awal tahun ini harus diwaspadai aparat keamanan. Penggerebekan yang menewaskan enam orang teroris, menunjukkan bahwa bangsa kita sedang berada dalam situasi yang sangat genting. Betapa tidak, aksi terorisme terus-menerus berlangsung tiada henti mengancam keamanan masyarakat sehingga membuat bangsa ini sering disebut sebagai “republik teroris”.

Psikologi Terorisme

Psikologi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Psikologi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Psikologi Terorisme

Lalu bagaimana kita memahami lahirnya jaringan terorisme yang terus bermunculan? Selama ini kita selalu dikangkangi asumsi bahwa terorisme lahir dan dibesarkan highly misleading (pemahaman keliru tingkat tinggi) terhadap agama yang benar. Di Indonesia, terorisme justru mengabarkan kepada kita tentang aneka problem yang sebenarnya menjadi sebab menjamurnya terorisme. Terorisme juga menyimpan potensi gunung es untuk selalu muncul tanpa henti di ranah politik dan keberagamaan kita. Menariknya lagi, para pelaku teroris rata-rata berasal dari kaum muda pada kisaran umur 16-40 tahun.

Aksi terorisme merupakan ekspresi resisten atas segala fenomena negatif globalisasi, persoalan demografi, kebuntuan mekanisme demokrasi serta keterputusan kejiwaan dengan modernitas. Hal ini mengabarkan pada kita bahwa terorisme belum tentu bermula dari pemahaman agama yang keliru terhadap jihad dan mati syahid. Kalau berbicara pemahaman keliru terhadap agama, kita tak menjamin bahwa mereka yang bukan teroris memiliki pemahaman keagamaan yang benar.

Namun, tak semua kedangkalan ilmu agama melahirkan terorisme. Terorisme justru eskalasi dari bertumbuhnya kaum muda dengan kondisi psikologi yang labil dan rentan respon negatif. Kegagalan beradaptasi dengan modernisme melahirkan psikologi teknologi yang timpang. Kemampuan teknologi yang dimiliki tak digunakan untuk mencipta kreatifitas menjawab persoalan krusial bangsa. Kapasitas teknologi justru digunakan untuk menciptakan bom berdaya ledak massif dengan beban biaya murah. Ironisnya, sasarannyapun semakin melebar, bukan saja kepentingan Amerika di Indonesia tapi juga mengena institusi pemerintah terutama yang aktif menangkal terorisme seperti kepolisian.

Hari Santri 2018

Kejiwaan para teroris berada pada transisi antara fase maturity dan fase adulthood. Kondisi maturity diartikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami masa kematangan sebelum kedewasaannya. Kondisi kejiwaan para teroris berada pada persimpangan antara kematangan jiwa dengan kedewasaan dalam menjalani kehidupan sehingga dapat mempengaruhi perubahan karakter dan sikap yang diikuti dengan masa kematangan sejati (the year of true maturity) (Heije Faber, 1976).

Dengan melihat beberapa kejadian terorisme di belahan dunia, para pakar berkesimpulan ada beberapa sebab yang melatarbelakangi aksi terorisme, yaitu sebab psikologis, yaitu terjadi dalam kasus di mana pelaku teror mengalami gangguan kejiwaan (abnormal), labil dan broken home. Analisis psikologis dalam mengurai motivasi pelaku teroris, memang lebih menarik ketimbang didekati dari sudut pandang teologis. ?

?

Mohammad Takdir Ilahi

Hari Santri 2018

Mahasiswa Magister Agama dan Filsafat, UIN Jogjakarta dan Staf Riset The Mukti Ali Institute Jogjakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Cerita, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Minggu, 12 November 2017

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas

Kebumen, Hari Santri 2018. Pesantren Al-Istiqomah desa Tanjungsari kecamatan Petanahan, Kebumen, meluncurkan stasiun radio komunitas pesantren miliknya, Jumat (16/1). Pihak pesantren menamakan stasiun ini dengan nama Radio Yapika FM yang mengudara pada frekuensi 107,8 FM.

Peresmian dilakukan secara langsung oleh pengasuh pesantren Al-Istiqomah Kiai Ali Muin Amnur yang ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan doa bersama.

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Istiqomah Kebumen Resmikan Radio Komunitas

"Tujuan dari pembuatan radio komunitas pesantren ini adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat perihal berbagai macam kegiatan-kegiatan pesantren. Selain itu juga sebagai ajang dakwah dan syiar Islam kepada masyarakat," kata Kiai Ali Muin di sela-sela peresmian.

Hari Santri 2018

Radio ini menjadi radio komunitas pesantren pertama di Kebumen. Selain sholawatan, hadrah, qosidahan, dan lain sebagainya, radio ini juga menyiarkan musik dangsut, pop, wayang, dan campursari.

Hari Santri 2018

"Ke depan kita juga akan memanfaatkan radio komunitas pesantren ini sebagai sarana untuk siaran interaktif dan diskusi publik terkait persoalan masyarakat. Bahkan ke depan kita juga bakal jadikan sebagai sarana bimbingan moral dan keagamaan bagi masyarakat," tutur kiai yang juga Ketua Bidang Kajian Keislaman MUI Kebumen tersebut.

Kiai Ali Muin juga menyampaikan, keberadaan Radio komunitas pesantren di Ponpesnya dinilai masih efektif untuk ajang dakwah dan syiar kepada masyarakat, khususnya daerah pesisir. Mengingat kondisi di wilayah pesisir, hingga kini masyarakatnya yang mendengarkan radio masih cukup banyak. Berbeda dengan kondisi di wilayah perkotaan Kebumen yang minat pendengar radionya sudah mulai jarang.

"Radio komunitas pesantren yang kita dirikan ini juga akan kita jadikan sebagai sarana untuk pembelajaran para santri dalam mengenal media dan teknologi. Bahkan untuk pengelolaan studio radionya juga akan dikelola oleh para santri," pungkasnya. (Beniyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Senin, 23 Oktober 2017

PCINU Yaman Terbitkan Buku "Hadhramaut Corner"

Tarim, Hari Santri 2018?

Upaya melestarikan manhaj serta pemikiran salafus sholeh agaknya tak cukup dengan menggelindingkan wacana mereka di forum-forum kajian serta diskusi.?

PCINU Yaman Terbitkan Buku Hadhramaut Corner (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Terbitkan Buku Hadhramaut Corner (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Terbitkan Buku "Hadhramaut Corner"

Salah satu langkah yang kongkret adalah dengan menuangkannya dalam bentuk buku. Menyadari hal itu, memasuki tahun baru masehi 2013, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama’ (PCINU) Yaman menerbitkan buku berjudul “Hadhramaut Corner”. Selain sebagai aplikasi nyata dalam ranah dakwah bil qolam, kehadiran buku setebal 239 halaman tersebut – sebagaimana bisa diketahui dari judulnya – juga merupakan upaya kristalisasi ide dan pemikiran ulama di negeri Hadhramaut, Yaman.?

Buku yang ditulis oleh M. Khotibul Umam, mantan wakil rais syuriyah PCINU Yaman periode 2010-2012 yang baru saja menyelesaikan studi S1 di Fakultas Syariah, Universitas Al-Ahgaff Tarim ini, merupakan kumpulan essai tetapnya dalam rubrik Tadarus Ramadhan di situs berita www.okezone.com selama 3 tahun berturut-turut, mulai 1431 hingga 1433 Hijriah.?

Hari Santri 2018

Umam, demikian ia akrab disapa, menjadi penulis tetap kolom Tadarus Ramadhan di okezone, di tengah-tengah kesibukannya menjalani aktivitas kemahasiswaan.

“Buku ini saya dedikasikan untuk para segenap pelajar, warga Nahdliyyin, dan seluruh umat Islam, serta masyarakat Indonesia secara umum,” ujar pemuda asal Sampang, Madura tersebut saat acara launching buku, Jumat (04/01) di salah satu ruang paralel Universitas Al-Ahgaff, Tarim.

Hari Santri 2018

Hadhramaut Corner sendiri merupakan terjemahan dari bahasa Arab : Zawiyah Hadhramaut. Zawiyah – yang berarti pojok – merupakan istilah yang digunakan masyarakat Kota Tarim, Hadhramaut untuk menunjukkan arti sebuah tempat khusus di pojok masjid yang dijadikan tempat menggelar aktivitas keilmuan.?

Melalui keberadaan zawiyah-zawiyah inilah, selama berabad-abad, masjid – masjid di Tarim tak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah semata. Melainkan mempunyai peranan yang cukup signifikan dalam pembentukan keilmuan umat. Di tempat tersebut, para masyayikh membacakan kitab keislaman kepada masyarakat. Diantara sekian banyak zawiyah yang masih eksis dan konsisten hingga kini, adalah zawiyah Masjid Syekh Ali, yang diasuh oleh Habib Abdullah bin Syihab ; zawiyah tua yang menjadi salah satu sumber inspirasi penulisan buku Hadhramaut Corner. Salah satu kitab rujukan kajiannya, adalah an-Nashoih ad-Diniyah karya Imam Abdullah bin Alwy al-Haddad(w. 1132 H.)

“Sebagian besar isi buku ini terinspirasi dari nasehat serta petuah para habaib Kota Tarim di beberapa zawiyah yang konsisten saya ikuti,” papar penulis bernama pena Umamel Samfanie.

Bagi alumnus pesantren Lirboyo Kediri tersebut, ide-ide serta pemikiran sejumlah Masyayikh Hadhramaut, diantaranya; Habib Abdullah bin Syihab, Habib Salim al-Syathiri, Habib Ali al-Masyhur, dan Habib Umar bin Hafidz, sangat patut diapresiasi dan diwacanakan di Indonesia. Khususnya, terkait metodologi dakwah yang menekankan nilai kecintaan ? dan perdamaiandalam mempresentasikan ajaran Islam, sebagaimana yang dibawa oleh para Walisongo di Nusantara. Hal itu bisa dilihat dari salah satu esai yang berjudul “Luthfan la ‘Unfan : Lemah Lembut, Bukan Ganas Beringas”.

“Buku ini sengaja ditulis dengan gaya essai ringan, agar bisa lebih mengena kepada pembaca,” papar Umam yang akan segera bertolak ke tanah air dalam waktu dekat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNU) PCINU Yaman, M. Shofwan Jauhari, berharap besar agar kehadiran buku Hadhramaut Corner ini menjadi awal yang baik untuk geliat kepenulisan dan penerbitan lembaga yang ia bawahi.

“Ini menjadi motivasi besar untuk kawan-kawan LTNU !” ungkapnya saat diwawancara. Mahasiswa Al-Ahgaff ? tingkat akhir, asal Sidoarjo itu menambahkan, bahwa selain penulisan buku, LTNU juga akan fokus ke aktivitas penerjemahan. Insya Allah, dalam waktu dekat, Hadhramaut Corner akan dicetak oleh sebuah penerbit di Indonesia.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Dzul Fahmi

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Senin, 09 Oktober 2017

Pesantren Kaliopak Gelar Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang

Yogyakarta, Hari Santri 2018. Pesantren Kaliopak Bantul akan mengadakan “Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang Pusaka Kemanusiaan Dunia (UNESCO 2003-2014)”. Pesantren yang terletak di jalan Wonosari Km 11 Klenggotan Srimulyo Bantul ini akan melangsungkan acara sejak 10 November 2014 hingga 6 Desember 2014.

Wayangpedia.com, Jum’at (7/11), menyebutkan, meskipun wayang merupakan khasanah seni tradisi yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, namun fakta menunjukkan bahwa pemahaman dan pengahayatan terhadap wayang di tanah air justru semakin merosot.?

Pesantren Kaliopak Gelar Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Kaliopak Gelar Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Kaliopak Gelar Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang

Berdasarkan pengalaman pesantren Kaliopak yang telah mengadakan dua kali pagelaran wayang 11 lakon, 11 dalang, dan 11 malam pada tahun 2011 dan 2013, banyak kalangan terutama kaum muda masih kesulitan memahami serta mengapresiasi wayang.

Hari Santri 2018

Berangkat dari kenyataan demikian, pesantren Kaliopak berupaya menumbuhkan, mewadahi, serta meningkatkan daya apresiasi anak muda terutama santri terhadap pagelaran wayang.

Hari Santri 2018

Kegiatan ini merupakan kerjasama Komunitas Rumah Budaya Nusantara Pesantren Kaliopak dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta dukungan Lesbumi, Kedaulatan Rakyat, Hari Santri 2018, JogjaReview.net, serta berbagai lembaga, individu, serta komunitas budaya peduli wayang.

Pekan Peringatan 11 Tahun Wayang Pusaka Kemanusiaan Dunia mempersembahkan Sarasehan Epos Mahabharata, Lakon-lakon wayang Jawa dan Filsafat Humaniora Barat: Dibaca Berdampingan, Seminar Nasional Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Belajar Bersama Wayang, Pesantren, dan Jati Diri Bangsa, Pameran Bentuk dan dan Komik Wayang, Lomba Mewarnai dan Dongeng Wayang, Wayang Edukatif, dan Pentas ? Seni ? Tradisi dan Modern Tunggal.

Pada 6 Desember 2014, pekan wayang ini ditutup dengan pagelaran wayang kulit. (Dwi Khoirotun Nisa’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Pondok Pesantren Hari Santri 2018

Selasa, 22 Agustus 2017

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan

Bandung, Hari Santri 2018

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meluncurkan fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online bagi perusahaan. Fasilitas tersebut dapat diakses di www.wajiblapor.kemnaker.go.id.

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Hanif Luncurkan Fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online untuk Perusahaan





"Fasilitas ini akan mempermudah perusahaan untuk melaporkan kondisi tenaga kerjanya, selain itu juga sangat membantu pengawas ketenagakerjaan dalam menjalankan tugasnya," kata Hanif saat launching fasilitas Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online sekaligus memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Ketenagakerjaan 2017 pada Rabu (13/9/2017) di Hotel Grand Asrilia Bandung.



Hari Santri 2018



Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan  mewajibkan setiap pengusaha atau pengurus untuk melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada menteri atau pejabat yang berwenang.

Hari Santri 2018



Pengusaha atau pengurus wajib melaporkan setiap tahun secara tertulis mengenai ketenagakerjaan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk. Adapun dalam laporan  tersebut harus memuat keterangan antara lain identitas perusahaan;hubungan ketenagakerjaan;perlindungan tenagakerja; dan kesempatan kerja dan lain-lain.



Hanif menjelaskan, perkembangan teknologi yang pesat mengharuskan pengawas ketenagakerjaan terus melakukan terobosan dalam menegakkan aturan ketenagakerjaan.



"Perlu terobosan dari unit kerja pengawasan ketenagakerjaan untuk menyesuaikan cara kerja yang ada saat ini dengan perkembangan zaman, sudah saatnya kita bekerja meninggalkan cara tradisional kearah yang lebih modern guna mempermudah  stakeholder melaksanakan kewajiban," jelas Menaker.



Menaker Hanif terus mendorong penguatan pengawas ketenagakerjaan dengan memanfaatkan teknologi informasi guna menciptakan terobosan, sehingga kinerjanya lebih baik. 



"Kalau kita berfikir mengenai terobosan, caranya mudah, bekerjalah dengan kaum muda. Anak muda berfikirnya tidak sesuai pakem, tapi kreatif," tukas Menaker Hanif.



Hanif menjelaskan, masyarakat sudah berubah, dunia juga berubah, kita juga berubah. kita tidak bisa bekerja begitu-begitu saja. Semuanya harus meletakkan situasi ini dalam situasi persaingan yang inovatif. 



"Di era persaingan harus memastikan kinerja kita melebihi standar, kalau tidak bekerja diatas standar maka kita akan kalah," ujar Menaker Hanif.



Pada kesempatan tersebut, Menaker Hanif juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi dalam bidang pengawas ketenagakerjaan.



"Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah berdedikasi menjalankan tugas negara untuk melakukan penegakkan hukum demi tegaknya hukum ketenagakerjaan," ucap Hanif.



Ada pun, pihak-pihak yang mendapat penghargaan karena telah membantu pelaksanaan tugas pengawasan ketenagakerjaan antara lain Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ketenagakerjaan, polisi dan petugas imigrasi. (Red. Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Humor Islam, Pondok Pesantren, Khutbah Hari Santri 2018

Sabtu, 12 Agustus 2017

Mimpi Sufyan ats-Tsauri saat Tidur di Sebelah Kuburan

Sufyan ats-Tsuri yang bermukim di Makkah selama tiga tahun suatu hari menyaksikan seorang pria penduduk setempat mengunjungi Masjidil Haram. Pria ini melaksanakan thawaf, sembahyang dua rakaat, lantas mengucapkan salam kepada ulama kelahiran Kufah itu, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya.

Pristiwa yang ternyata rutin terjadi saban siang membuat Sufyan menaruh rasa kagum dan simpati kepadanya. Sufyan pun berulang kali mendatanginya hingga suatu saat pria ahli ibadah tersebut jatuh sakit dan seperti hendak menemui ajal.

Mimpi Sufyan ats-Tsauri saat Tidur di Sebelah Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Sufyan ats-Tsauri saat Tidur di Sebelah Kuburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Sufyan ats-Tsauri saat Tidur di Sebelah Kuburan

Ia pun memanggil Sufyan ats-Tsauri dan berwasiat, “Apabila aku mati, mandikanlah aku dengan tanganmu sendiri, shalatkan, lalu kuburkan. Dan jangan kau tinggalkan aku sendirian di kuburan malam itu. Bacakan talqîn (tuntunlah) aku tentang tauhid dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.”

Hari Santri 2018

Sufyan yang bernama lengkap Sufyan bin Said bin Masruq bin Habib bin Rafi bin Abdillah dikenal tak hanya sebagai ulama yang berpengetahuan sangat luas, tapi juga pribadi yang wara’, zuhud, dan teguh dalam memegang janji. Dan Sufyan mengiyakan semua pesan yang disampaikan sahabat karibnya tersebut.

Ketika pria ahli ibadah itu wafat, Sufyan mulai melaksanakan wasiat satu per satu, termasuk rela bermalam di sebelah kuburan sang sahabat. Dalam kesunyian itulah, ia memperoleh pengalaman spiritual yang tak disangka-sangka.

Hari Santri 2018

Menurut penuturan Sufyan ats-Tsauri sendiri sebagaimana direkam kitab an-Nawâdir karya Ahmad Syihabuddin al-Qalyubi, kala itu antara tidur dan terjaga, Sufyan tiba-tiba mendengar suara asing dari atas, “Wahai Sufyan, pria ini tak membutuhkan penjagaanmu, talqînmu, juga hiburanmu. Kamilah yang akan menghibur dan menuntunnya.”

“Dengan apa?”

“Dengan puasa Ramadhan yang disambung puasa enam hari pada bulan Syawal,” jelas suara itu.

Sufyan bangun, membuka mata dan tak ia dapati siapa pun di sekelilingnya. Ia berwudhu lalu menunaikan shalat. Saat tidur kembali, suara itu hadir lagi. Begitu seterusnya sampai berulang tiga kali. Sufyan pun mantap bahwa apa yang ia alami berasal dari Allah, bukan dari setan.

Ia lantas meninggalkan kuburan pria ahli ibadah tersebut dengan tenang dan berdoa, “Allâhumma waffiqnî li shiyâmi dzâlik bi mannika wa karamika, âmîn (Ya Allah, berikanlah aku taufiq untuk menjalankan puasa itu atas anugerah dan kemuliaan-Mu. Amin).” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Hari Santri 2018 Syariah, Pondok Pesantren, RMI NU Hari Santri 2018

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Hari Santri 2018 - Hari Santri Nasional dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock